Musda LKAAM Kota Padang IX Berakhir Voting, Irwan Basir Raih 15 Suara dan Pimpin Periode 2026-2031

Musda LKAAM Kota Padang IX Berakhir Voting, Irwan Basir Raih 15 Suara dan Pimpin Periode 2026-2031
Irwan Basir Dt Rajo Alam SH MM memperoleh 15 suara pada Musyawarah Daerah (Musda) IX Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Padang yang digelar Selasa (22/9/2026). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Musyawarah Daerah (Musda) IX Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Padang yang digelar Selasa (22/9/2026) akhirnya menetapkan Irwan Basir Dt Rajo Alam SH MM sebagai Ketua LKAAM Kota Padang periode 2026-2031. Suksesi tersebut harus dituntaskan melalui mekanisme voting setelah upaya mencapai musyawarah mufakat belum menghasilkan kesepakatan bersama.

Dalam proses pemilihan, Irwan Basir memperoleh 15 suara, mengungguli rivalnya Hendri Yazid Dt Rajo Diguci yang meraih 8 suara. Dengan hasil tersebut, Irwan Basir dinyatakan terpilih untuk memimpin organisasi adat tersebut selama lima tahun ke depan.

Sebanyak 23 suara menjadi dasar pengambilan keputusan dalam Musda LKAAM Kota Padang IX. Suara tersebut berasal dari 9 Kerapatan Adat Nagari (KAN), 11 LKAAM kecamatan, 1 suara ninik delapan suku, 1 suara LKAAM Kota Padang, serta 1 suara LKAAM Sumatera Barat.

Meski pemilihan akhirnya dilakukan melalui voting, semangat musyawarah dan mufakat tetap menjadi pesan penting yang mengemuka dalam Musda LKAAM Kota Padang IX. Ketua LKAAM Sumbar Prof. Dr. Fauzi Bahar Dt Sati mengingatkan bahwa tradisi bermusyawarah merupakan salah satu kekuatan penting dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.

Menurut Fauzi Bahar, budaya Minangkabau sejak dahulu mengenal proses pembahasan bersama untuk mendapatkan kesepakatan. Ia menggambarkan tradisi tersebut melalui filosofi sederhana ketika masyarakat hendak menikmati hidangan bersama, tetapi tetap membicarakan pembagian dan kesepakatan dari ujung hingga pangkal.

“Nasional mengakui musyawarah Ranah Minang ini induknya berdemokrasi. Buktinya, ketika bakal makan bersama dengan hidangan yang telah terhidang di hadapan, namun masih tetap dimusyawarahkan antara ujung dan pangkal,” ujar Fauzi Bahar.

Fauzi Bahar menilai, secara ideal Musda LKAAM Kota Padang IX dapat ditutup melalui aklamasi yang lahir dari musyawarah mufakat. Menurutnya, mekanisme tersebut sejalan dengan nilai-nilai adat Minangkabau karena mengutamakan kebersamaan dan menghindari adanya pihak yang merasa kalah setelah proses suksesi berakhir.

“Akan tetapi jika suksesi ini diakhiri dengan musyawarah dan mupakat, maka tidak ada yang dirugikan atau merasa yang kalah. Kedua pihak merasa menang,” ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa musyawarah merupakan unsur penting dalam pelaksanaan Musda LKAAM Kota Padang untuk masa bakti 2026-2031. Menurutnya, keberadaan lembaga adat memiliki posisi strategis dalam memperkuat pembangunan daerah yang tetap berlandaskan nilai adat dan budaya Minangkabau.

Fadly Amran mengatakan, Pemerintah Kota Padang telah memasukkan penguatan adat dan budaya Minangkabau ke dalam visi dan misi pembangunan Kota Padang. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program Sinergi Nagari yang diarahkan untuk memperkuat peranan ninik mamak, alim ulama, dan cadiak pandai.

“Untuk menguatkan peranan ninik mamak, alim ulama dan cadiak pandai, dibungkus dalam progul Sinergi Nagari,” kata Fadly Amran.

Penguatan kelembagaan adat tersebut juga mendapat landasan melalui Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2026 tentang Penguatan Lembaga KAN dan Pelestarian Adat Budaya Minangkabau. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang dalam menjaga keberadaan lembaga adat sekaligus memperkuat pelestarian nilai-nilai budaya Minangkabau di tengah dinamika pembangunan daerah.

Bagi Fadly Amran, keberadaan LKAAM Kota Padang bersama KAN dan unsur adat lainnya memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai adat di tengah masyarakat. Karena itu, proses suksesi kepemimpinan LKAAM diharapkan tidak berhenti pada hasil pemilihan, tetapi dilanjutkan dengan penguatan kolaborasi untuk kepentingan anak nagari.

Ketua LKAAM Kota Padang terpilih Irwan Basir Dt Rajo Alam SH MM menyampaikan bahwa hasil Musda IX hendaknya dimaknai sebagai kemenangan bersama seluruh anak nagari di Kota Padang. Ia berharap perbedaan yang muncul selama proses pemilihan dapat segera disatukan kembali demi membangun LKAAM yang semakin kuat.

“Ini merupakan kemenangan segenap anak nagari se-Kota Padang. Ke depan diharapkan pilar-pilar adat tegak dan panji-panji adat kembali berkibar di Ranah Bingkuang,” ujar Irwan Basir.

Irwan Basir juga mengajak seluruh unsur adat untuk kembali bersatu setelah Musda LKAAM Kota Padang IX selesai. Ia berharap kepemimpinannya periode 2026-2031 dapat menjadi momentum memperkuat peran LKAAM, KAN, ninik mamak, serta seluruh unsur masyarakat adat dalam menjaga adat dan budaya Minangkabau di Kota Padang. “Pasca suksesi pemilihan Ketua LKAAM Padang ini hendaknya biduk lalu kiambang batawiek,” harapnya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »