| Dorongan kepada mahasiswa agar tidak menyia-nyiakan kesempatan memperoleh pengalaman melalui berbagai proyek dan jejaring dengan dunia industri. (Foto: Biro Humas Kemenaker). |
Pesan itu disampaikan dalam dorongan kepada mahasiswa agar tidak menyia-nyiakan kesempatan memperoleh pengalaman melalui berbagai proyek dan jejaring dengan dunia industri.
Kesempatan tersebut dinilai bukan sekadar aktivitas tambahan selama kuliah. Proyek dan keterlibatan bersama industri justru menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan, mengenali tuntutan dunia kerja, sekaligus membangun pengalaman sebelum benar-benar terjun ke lapangan.
Di sinilah mahasiswa ditantang. Kampus memberikan pengetahuan, tetapi dunia proyek dan industri memberikan arena untuk membuktikan apakah pengetahuan tersebut mampu diterapkan.
Lebih dari itu, pengalaman di lapangan memungkinkan mahasiswa mengembangkan dua jenis kompetensi sekaligus: kompetensi teknis dan human skills. Kemampuan teknis dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan, sementara komunikasi, kolaborasi, disiplin, adaptasi, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah menjadi bagian penting ketika berhadapan dengan dunia kerja yang sesungguhnya.
Karena itu, mahasiswa diminta tidak melihat kesempatan proyek dan jejaring industri sebagai kegiatan formalitas untuk memenuhi kewajiban akademik.
“Manfaatkan kesempatan itu, fokus dan jangan disia-siakan,” pesannya.
Menurutnya, mahasiswa yang serius memanfaatkan kesempatan tersebut memiliki peluang untuk memasuki dunia kerja dengan bekal yang lebih lengkap. Mereka tidak hanya membawa teori dari ruang kuliah, tetapi juga pengalaman menghadapi persoalan nyata dan berinteraksi dengan lingkungan profesional.
“Saya yakin di sini Anda belajar dan sebelum lulus sudah punya berbagai kompetensi dan pengalaman,” pungkasnya.
Pesan tersebut menjadi tamparan sekaligus tantangan bagi mahasiswa yang masih menganggap kelulusan sebagai garis akhir. Justru sebaliknya, kelulusan adalah titik ketika kompetensi akan benar-benar diuji.
Dunia kerja tidak hanya bertanya “lulusan dari mana?”, tetapi juga “bisa apa?”, “pernah mengerjakan apa?”, dan “mampu bekerja bersama siapa?”
Karena itu, kesempatan membangun pengalaman sejak bangku kuliah menjadi modal yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Jangan sampai empat tahun kuliah hanya menghasilkan selembar ijazah, sementara pengalaman, kompetensi, dan jejaring justru kosong.
Bagi mahasiswa, waktunya bukan sekadar mengejar nilai. Bangun kompetensi. Cari pengalaman. Perluas jejaring. Uji kemampuan sebelum dunia kerja yang mengujinya. Karena ketika wisuda tiba, yang dibutuhkan bukan hanya gelar di belakang nama, tetapi bukti bahwa diri memang siap menghadapi dunia profesional. (*)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA TERBARU
Anda sedang membaca berita terbaru
Anda sedang membaca berita terbaru
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »