| Wali Kota Pariaman Yota Balad membuka Gala Premier & Screening Film Dokumenter Budaya bertajuk “Rabab Galuk” di Niru Coffee, Minggu malam (14/9). (Foto: Armaidi). |
Pesan itu mengemuka saat Wali Kota Pariaman Yota Balad membuka Gala Premier & Screening Film Dokumenter Budaya bertajuk “Rabab Galuk” di Niru Coffee, Minggu malam (14/9). Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk kembali memperkenalkan salah satu warisan budaya khas Pariaman kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Didampingi Ketua TP PKK Kota Pariaman, Ny. Yosneli Balad, Yota mengapresiasi penyelenggara dan komunitas seni yang telah mengangkat Rabab Galuk melalui karya film dokumenter. Menurutnya, upaya tersebut penting karena sejumlah adat dan seni budaya lokal Pariaman mulai kurang dikenal masyarakat umum.
“Pemerintah Kota Pariaman sangat mendukung anak-anak muda untuk menghidupkan komunitas. Di era digitalisasi ini, generasi muda harus bisa berkreasi dan berinovasi,” ujar Yota.
Tak sekadar memberikan dukungan moral, Pemko Pariaman juga menyiapkan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem seni dan ekonomi kreatif. Yota mengungkapkan rencana pemerintah mengalokasikan anggaran untuk membangun Gedung Creative Hub, yang diharapkan menjadi pusat aktivitas sekaligus wadah bagi anak muda menyalurkan bakat di bidang seni pertunjukan, perfilman, dan seni budaya.
Yota juga menginstruksikan jajaran kepala OPD yang hadir agar tidak berjalan sendiri-sendiri dalam membina komunitas kreatif. Dukungan pemerintah, menurutnya, harus diarahkan untuk membuka ruang bagi anak muda agar mampu melahirkan kreativitas dan inovasi sekaligus menjaga identitas budaya daerah.
Khusus Rabab Galuk, Yota menilai pelestarian tidak bisa berhenti pada pertunjukan atau dokumentasi. Alat musik tradisional tersebut memiliki kekhasan karena dalam pembuatannya memanfaatkan bahan tradisional, salah satunya kulit jantung kerbau. Karena keberadaannya mulai langka, ia mendorong adanya langkah konkret untuk mempertahankan tradisi pembuatannya serta memberikan pembinaan secara rutin melalui dukungan anggaran.
Gala Premier film dokumenter Rabab Galuk pun menjadi pengingat bahwa ketika generasi muda tidak lagi mengenal warisan budaya daerah, bukan tidak mungkin seni tradisi tersebut perlahan hilang. Karena itu, dukungan pemerintah, komunitas seni, dan kreativitas generasi muda menjadi kunci agar Rabab Galuk tetap hidup dan tidak sekadar menjadi cerita masa lalu Pariaman. (wi/fad/at)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA TERBARU
Anda sedang membaca berita terbaru
Anda sedang membaca berita terbaru
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »