Silek Tuo Balenong ke-7: 30 Sasaran Silek Kota-Kabupaten Solok Berkumpul, Lestarikan Warisan Lewat Silaturahmi dan Tradisi Gulai Batang Pisang

Silek Tuo Balenong ke-7: 30 Sasaran Silek Kota-Kabupaten Solok Berkumpul, Lestarikan Warisan Lewat Silaturahmi dan Tradisi Gulai Batang Pisang
Sasaran Silek Sakato Gawan, Kelurahan Tanah Garam, Kota Solok, pada Sabtu (5/9/2026) pukul 14.00 WIB hingga malam hari. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Semangat melestarikan seni bela diri tradisional Minangkabau menyatukan para pesilat dari dua wilayah. Sebanyak 30 sasaran silek dari Kota dan Kabupaten Solok akan berkumpul dalam kegiatan Silaturahmi Silek Tuo Balenong ke-7, yang digelar di Sasaran Silek Sakato Gawan, Kelurahan Tanah Garam, Kota Solok, pada Sabtu (5/9/2026) pukul 14.00 WIB hingga malam hari.

Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan upaya bersama menjaga agar silek tuo — warisan leluhur yang sarat nilai budaya — tetap hidup, berkembang, dan tidak hilang ditelan zaman. Tuo Silek Asraf Danil Dt. Tan Panggak menyampaikan, silaturahmi ini menjadi ruang bagi para tuo silek dan pesilat untuk bertemu, berdiskusi, serta memperkuat ikatan kekeluargaan antarsasaran.

“Silaturahmi ini menjadi kesempatan bagi tuo-tuo silek dan sasaran untuk bertemu, berdiskusi serta memperkuat hubungan kekeluargaan. Kita berharap silek tuo tetap berkembang dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Dt. Tan Panggak.

Kali ini, kegiatan memiliki keunikan tersendiri: para peserta akan disuguhi gulai batang pisang sebagai hidangan khas — kuliner tradisional yang tak biasa dijumpai sehari-hari, sekaligus memperkaya suasana adat dan kebersamaan.

Kegiatan ini lahir dari inisiatif dan dukungan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat H. Daswippetra Dt. Manjinjiang Alam, S.E., M.Si., dan disipangkai oleh Sasaran Silek Tuo Sakato Gawan serta Sasaran Silek Tuo Harimau Tungga. Tahun ini, melalui Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, dialokasikan anggaran sekitar Rp400 juta untuk mendukung pelaksanaan Silek Tuo Balenong.

Ketua DPRD Kota Solok Fauzi Rusli, S.E., M.M., mengapresiasi kepedulian Daswippetra terhadap pelestarian silek tuo. Menurutnya, silek tuo bukan sekadar bela diri, melainkan bagian dari identitas dan tradisi Minangkabau yang harus dijaga agar tetap dikenal dan dicintai generasi muda.

“Jangan sampai seni bela diri tradisional yang menjadi warisan budaya kita hilang karena tidak lagi dikenal oleh generasi muda,” tegas Fauzi. Ia juga memuji kehadiran gulai batang pisang yang menambah nuansa adat dan kehangatan dalam kegiatan.

Sementara itu, Daswippetra Dt. Manjinjiang Alam menjelaskan, dukungan ini bertujuan memberi ruang bagi para penggiat untuk berkumpul, berlatih, dan menampilkan kesenian tradisional.

“Perhatian terhadap silek tuo penting dilakukan agar seni bela diri tradisional tersebut tetap berkembang dan memiliki tempat di tengah generasi muda,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama menjaga silek tuo sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas budaya masyarakat Kota dan Kabupaten Solok.(80)

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »