Tekan Angka Kekerasan Anak di Sekolah, Pemko Padang Gelar Bimtek Manajemen Kasus untuk Guru BK

Tekan Angka Kekerasan Anak di Sekolah, Pemko Padang Gelar Bimtek Manajemen Kasus untuk Guru BK
Kepala DP3AP2KB Kota Padang, Boby Firman, mengibaratkan fenomena kekerasan terhadap anak di Kota Padang seperti fenomena gunung es. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kasus kekerasan terhadap anak yang terus meningkat menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemko) Padang. Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Kasus bagi Guru Bimbingan Konseling (BK) SMP Negeri se-Kota Padang di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan strategis ini diikuti oleh 90 orang guru BK yang merupakan perwakilan dari 45 SMP Negeri se-Kota Padang. Pelatihan ini dirancang sebagai langkah konkret Pemko Padang untuk memperkuat kapasitas tenaga pendidik, sekaligus merumuskan program pencegahan dan penanganan kasus kekerasan secara terpadu di lingkungan sekolah.

Kepala DP3AP2KB Kota Padang, Boby Firman, mengibaratkan fenomena kekerasan terhadap anak di Kota Padang seperti fenomena gunung es. Berdasarkan data UPTD PPA Kota Padang, terjadi peningkatan kasus yang signifikan. Sepanjang tahun 2025 tercatat ada 61 kasus, sementara hingga pertengahan tahun 2026 angkanya sudah menembus 62 kasus.

"Data Kementerian PPPA mencatat 1 dari 2 anak di Indonesia pernah mengalami kekerasan, baik fisik, psikis, maupun verbal. Namun, hanya sedikit yang melaporkan. Pelaku kekerasan sebagian besar justru orang-orang terdekat dan bisa terjadi di keluarga yang terlihat harmonis sekalipun. Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi anak," tegas Boby.

Guna memperkuat benteng perlindungan anak, DP3AP2KB Kota Padang tengah menyiapkan nota kesepahaman (MoU) bersama Dinas Pendidikan terkait penerapan Sekolah Ramah Anak dan Sekolah Siaga Kependudukan. Selain itu, masyarakat maupun pihak sekolah diimbau untuk tidak ragu memanfaatkan layanan pengaduan gratis yang tersedia di kantor UPTD PPA Kota Padang.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak DP3AP2KB, Emilza, menekankan bahwa upaya ini merupakan fondasi utama dalam menciptakan ruang belajar yang kondusif. Ia menyebut penanganan masalah kekerasan tidak bisa dikerjakan sendirian oleh satu instansi saja.

"Penanganan kekerasan terhadap anak tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi erat dari seluruh pihak terkait, termasuk Guru BK di lingkungan sekolah," terang Emilza.

Dukungan terhadap pemetaan masalah secara transparan juga disuarakan oleh Tim Evaluasi Program Unggulan Pemko Padang, Marta Suhendra. Ia menyampaikan bahwa Wali Kota Padang mendorong pendekatan bottom-up agar seluruh kendala di lapangan dapat teridentifikasi dan ditangani hingga tuntas.

"Kami ingin sharing session ini mengungkap kondisi riil di sekolah. Lebih baik kasus ini terbongkar dan kita selesaikan secara terukur, daripada tersembunyi lalu meledak di kemudian hari," ungkap Marta.

Sisi menarik dalam bimtek ini juga diisi oleh jajaran Kepolisian. Ka.team 2 Klewang Polresta Padang, Aiptu Dafit Rico Dermawan, hadir sebagai narasumber untuk memotivasi para guru agar mengubah stigma Guru BK dari figur yang ditakuti menjadi sosok 'sahabat anak' yang humanis.

"Pendekatan harus dilakukan secara humanis. Jangan mengabaikan sekecil apa pun laporan siswa, dan jangan ragu untuk berkoordinasi dengan kepolisian terdekat. Kami dari Tim Klewang siap memberikan pelayanan dan pengawalan terbaik," ujar Defit mendesak guru BK agar lebih aktif jemput bola saat melihat perubahan perilaku pada murid.

Selain dihadiri pejabat Pemko dan Polresta Padang, kegiatan ini juga menghadirkan pakar teknik pendampingan guru BK Zadrian Ardi serta Ketua MGMP SMP Kota Padang Edi Syafriatman. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemko Padang berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, serta mendukung tumbuh kembang anak secara maksimal. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »