| Wali Kota Pariaman, Yota Balad, secara langsung menerima audiensi dari pengurus Komunitas Mozaik Art Laboratory di ruang kerjanya pada Selasa (8/9/2026). (Foto: Diskominfo). |
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi Pemko Pariaman untuk memperkuat sinergi dengan komunitas lokal. Pemko bertekad siap memfasilitasi berbagai gagasan segar yang digagas oleh pemuda demi mengangkat potensi daerah.
Yota Balad menyambut hangat gagasan seni yang dibawa oleh rombongan Mozaik Art Laboratory. Menurutnya, pemuda memiliki peran vital dalam menjaga kelestarian sejarah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Pariaman ke tingkat yang lebih luas.
"Kami di Pemko Pariaman sangat mendukung ruang kreatif bagi anak muda untuk ikut merawat ingatan sejarah dan mengenalkan budaya Pariaman ke kancah yang lebih luas," ujar Yota Balad.
Ia juga menekankan bahwa sektor seni tidak bisa dipandang sebelah mata. Selain sebagai sarana ekspresi, geliat seni dan kebudayaan memiliki dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat.
"Kota Pariaman ini butuh lebih banyak ruang seni, edukasi, dan inovasi yang digerakkan oleh anak muda kreatif. Seni bukan sekadar hobi, tetapi juga identitas budaya dan motor penggerak ekonomi kreatif yang luar biasa," lanjutnya.
Dalam audiensi tersebut, Manager Produksi Komunitas Mozaik Art Laboratory, Yeyen Darmawan, memaparkan sejumlah agenda kreatif yang tengah mereka rancang. Salah satu program utamanya adalah proyek riset budaya bertajuk "Mencari Jejak Rabab Galuak".
Sebagai puncak dari riset tersebut, pihak komunitas akan meluncurkan ajang sinema budaya. Kegiatan ini mencakup sesi premier dan screening film dokumenter yang mengangkat kearifan lokal Kota Pariaman.
"Kita akan mengadakan sinema budaya berupa premier dan screening film dokumenter budaya 'Mencari Jejak Rabab Galuak'. Hal itu disambut baik Wali Kota Pariaman maupun Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman untuk mengembangkan kegiatan ini lebih baik dan maju untuk Kota Pariaman," ungkap Yeyen.
Agenda pemutaran film ini dijadwalkan berlangsung di Niru Café pada Minggu, 13 September 2026, mulai pukul 19.30 WIB hingga selesai. Acara ini disajikan secara terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat yang ingin menikmati karya sineas lokal.
"Kita akan memutarkan empat film budaya yang berbeda-beda genre, tapi intinya keempat film tersebut adalah budaya yang merupakan karya anak-anak Pariaman. Mudah-mudahan kegiatan sinema ini di Kota Pariaman bisa berkembang dan Kota Pariaman menjadi kota sinema budaya ke depannya," tutup Yeyen penuh harap.
Pertemuan strategis ini juga dihadiri oleh jajaran pejabat Pemko Pariaman, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi, Kepala Dinas PUPRP Kota Pariaman Deki Asar, serta Kepala Dinas DPMD Kota Pariaman Ahadi Nugraha. (*)
Pewarta: Armaidi Tanjung
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »