Tiga Akhlak Mulia Dunia dan Akhirat, Pesan Imam Ja’far Shadiq untuk Menjaga Kemuliaan Diri

Tiga Akhlak Mulia Dunia dan Akhirat, Pesan Imam Ja’far Shadiq untuk Menjaga Kemuliaan Diri
Imam Ja’far Shadiq mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang tidak hanya terlihat dari ilmu dan kedudukannya. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Imam Ja’far Shadiq mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang tidak hanya terlihat dari ilmu dan kedudukannya, tetapi juga dari bagaimana ia memperlakukan orang lain, terutama ketika menghadapi perlakuan yang tidak menyenangkan.

Dalam sebuah nasihat yang diriwayatkan dalam al-Kafi, Jilid 2 halaman 107, Imam Ja’far Shadiq menyebutkan tiga akhlak yang menjadi kemuliaan bagi manusia, baik di dunia maupun di akhirat.

ثَلَاثٌ مِنْ مَكَارِمِ الدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ تَعْفُو عَمَّنْ ظَلَمَكَ وَ تَصِلُ مَنْ قَطَعَكَ وَ تَحْلُمُ إِذَا جُهِلَ عَلَيْكَ

Artinya, “Ada tiga akhlak mulia dunia dan akhirat: memaafkan orang yang menzalimimu, menyambung hubungan dengan orang yang memutusmu, dan bersikap santun ketika orang berbuat bodoh kepadamu.”

Pesan pertama adalah memaafkan orang yang menzalimi. 

Memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan atau membiarkan kezaliman terus terjadi. 

Namun, sikap memaafkan menunjukkan kemampuan seseorang untuk mengendalikan amarah dan tidak membiarkan keburukan orang lain menguasai hatinya.

Akhlak kedua adalah menyambung hubungan dengan orang yang memutuskan hubungan. 

Dalam kehidupan, tidak semua hubungan berjalan sesuai harapan. 

Ada kalanya seseorang menjauh, memutus silaturahmi, atau memilih untuk tidak lagi berkomunikasi.

Namun, ajaran ini mendorong manusia untuk tetap membuka pintu kebaikan dan tidak membalas sikap tersebut dengan keburukan.

Sementara akhlak ketiga adalah bersikap santun ketika menghadapi kebodohan atau perlakuan kasar orang lain. 

Kesantunan dalam situasi seperti itu merupakan bentuk pengendalian diri. 

Seseorang tidak harus membalas perkataan kasar dengan perkataan yang sama, karena menjaga lisan dan sikap merupakan bagian dari kemuliaan akhlak.

Tiga pesan tersebut mengajarkan bahwa kemuliaan sejati tidak selalu ditunjukkan dengan membalas perlakuan orang lain. 

Justru, kemampuan memaafkan, menjaga silaturahmi, dan tetap santun ketika disakiti menjadi cermin kedewasaan dan keluhuran budi. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »