| Bina Kamila menceritakan bahwa ketertarikannya pada dunia fashion tumbuh sejak kecil, dipengaruhi lingkungan keluarga yang mencintai mode. (Fotdok: Fadhli). |
Kepada awak media di Jakarta, Kamis (22/10/2026), Bina menceritakan bahwa ketertarikannya pada dunia fashion tumbuh sejak kecil, dipengaruhi lingkungan keluarga yang mencintai mode. Pengalaman mengenal proses menjahit dan menciptakan sesuatu sejak dini membentuk pandangannya bahwa busana memiliki makna lebih luas daripada sekadar penampilan. Baginya, warna, potongan, dan siluet dapat menjadi bahasa visual untuk menunjukkan karakter seseorang tanpa harus banyak berkata-kata.
“Fashion has always been my escape, and eventually became my language,” ungkap Bina. Baginya, fashion yang awalnya menjadi ruang ekspresi personal kemudian berkembang menjadi medium komunikasi kreatif. Pendidikan Fashion Business di LaSalle College Jakarta turut memperluas pemahamannya tentang hubungan antara estetika, strategi, konsep, dan identitas visual. Kini, ia menekuni creative direction dan styling dengan fokus menerjemahkan ide menjadi tampilan yang sesuai dengan karakter setiap proyek.
Keterlibatan Bina sebagai Creative Director South Queen menjadi salah satu ruang untuk menerapkan gagasan tersebut. Grup perempuan ini mengusung konsep hipdut, perpaduan hip-hop dan dangdut yang berusaha menghadirkan ekspresi musik berbeda bagi generasi muda. Dalam proyek ini, Bina mengembangkan pendekatan visual yang menyatukan energi musik, kepribadian para personel, dan pengaruh budaya populer global tanpa mengabaikan karakter dangdut sebagai bagian dari identitas musik Indonesia.
Nama South Queen juga menjadi inspirasi dalam membangun citra grup yang modern, ekspresif, dan percaya diri. Bina mengeksplorasi gaya Western yang lekat dengan kultur anak muda urban, termasuk nuansa yang diasosiasikan dengan kawasan Jakarta Selatan. Elemen tersebut kemudian dipadukan dengan karakter dangdut untuk menciptakan pendekatan visual yang mencerminkan pertemuan tren global dan ekspresi musik lokal.
Namun, membangun identitas grup bukan berarti membuat seluruh personel tampil seragam. Bina justru menaruh perhatian pada keunikan masing-masing anggota, mulai dari kepribadian hingga karakter penampilan. Pemilihan warna, siluet, dan gaya busana disesuaikan agar setiap personel memiliki ruang untuk menampilkan karakter dirinya, sementara kesatuan konsep tetap terjaga sebagai identitas South Queen.
Pendekatan tersebut juga diarahkan untuk mendukung kepercayaan diri dan penampilan para personel di atas panggung. Setiap pilihan styling dipertimbangkan agar selaras dengan gerak, ekspresi, dan energi musik yang dibawakan. Dengan begitu, fashion tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap penampilan, tetapi menjadi bagian dari pengalaman artistik yang membantu membangun ciri khas grup di hadapan audiens.
Dalam proses creative direction, Bina memandang setiap detail visual sebagai bagian dari cerita yang lebih besar. Warna, bentuk, proporsi, dan keseluruhan busana harus saling mendukung agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima secara utuh. Baginya, styling yang kuat bukan hanya terlihat menarik, tetapi juga mampu menerjemahkan karakter dan tujuan sebuah proyek menjadi tampilan yang mudah dikenali.
Berangkat dari kecintaannya terhadap fashion sejak masa kanak-kanak, Bina terus mengeksplorasi hubungan antara identitas individu dan karakter kolektif. Melalui South Queen, ia berupaya mempertemukan kebebasan berekspresi generasi muda, pengaruh hip-hop, gaya Western, dan akar dangdut Indonesia dalam satu konsep visual. Perpaduan ini menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa budaya lokal dapat hadir berdampingan dengan tren global melalui pendekatan kreatif yang relevan.
Perjalanan Bina Kamila menegaskan peran creative direction dan styling dalam membangun identitas sebuah karya. Lewat pendekatan yang mengutamakan karakter, cerita, dan kesatuan konsep, ia menjadikan fashion sebagai sarana komunikasi yang lebih luas daripada sekadar tren. Bersama South Queen, eksplorasi hipdut menjadi salah satu contoh bagaimana musik dan mode dapat saling melengkapi untuk menghadirkan karakter yang khas, ekspresif, dan berakar pada perpaduan budaya.
Dilaporkan: Muhammad Fadhli
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »