Bukan Sekadar Festival! Rang Solok Baralek Gadang 2026 Resmi Dibuka dengan Aksi Nyata Peduli Bencana

Bukan Sekadar Festival! Rang Solok Baralek Gadang 2026 Resmi Dibuka dengan Aksi Nyata Peduli Bencana
Perhelatan tahunan bergengsi, Rang Solok Baralek Gadang 2026, resmi dibuka dengan semangat kebudayaan yang kental sekaligus kepedulian sosial yang mendalam terhadap sesama. (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Suasana Lapangan Merdeka Kota Solok mendadak riuh dan khidmat pada Sabtu (10/10/2026). Perhelatan tahunan bergengsi, Rang Solok Baralek Gadang 2026, resmi dibuka dengan semangat kebudayaan yang kental sekaligus kepedulian sosial yang mendalam terhadap sesama.

Acara dibuka secara resmi oleh Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Ir. Yozarwardi Usama Putra, S.Hut., M.Si., IPU. Mewakili Gubernur Sumbar H. Mahyeldi Ansharullah yang berhalangan hadir, Yozarwardi menyampaikan salam hangat sekaligus rasa keprihatinan yang mendalam atas bencana banjir bandang yang menimpa masyarakat Arosuka, Kabupaten Solok.

Sebagai bentuk empati, jadwal festival disesuaikan menjadi 10–13 Oktober 2026. Penyesuaian ini membuktikan bahwa budaya Minangkabau bukan sebatas pertunjukan seni di atas panggung, melainkan wujud nyata dari sikap saling menguatkan dan peduli saat saudara se-ranah sedang menghadapi kesulitan.

Mengangkat identitas Kota Solok sebagai wilayah yang tumbuh dari tradisi pertanian, festival ini mengusung pesan mendalam: kemajuan zaman tidak boleh menggusur akar kehidupan. Kehadiran acara ini mempertegas komitmen daerah dalam merawat warisan leluhur.

Dalam sambutannya, Plh. Sekda menegaskan agar keberadaan sawah tidak hanya dipandang sebagai latar foto atau tempat festival semata. Sawah merupakan ruang produksi, sumber kehidupan, penyangga ketahanan pangan, serta bagian tak terpisahkan dari sejarah dan identitas Kota Solok.

Pengembangan pariwisata berbasis pertanian diharapkan mampu bermuara pada kesejahteraan yang nyata. Lahan pertanian harus tetap terjaga, petani mendapatkan manfaat yang layak, dan generasi muda didorong untuk melihat dunia pertanian sebagai sektor yang bernilai ekonomis serta berprospek cerah.

Lebih dari sekadar perayaan, pesta budaya ini dipastikan menjadi milik seluruh lapisan masyarakat — mulai dari petani, Bundo Kanduang, generasi muda, pelaku seni, hingga pedagang UMKM. Interaksi langsung antara wisatawan dan anak nagari diyakini mampu memutar roda perekonomian warga secara luas.

Pelaku UMKM dan ekonomi kreatif diimbau untuk memanfaatkan momentum ini dalam meningkatkan kualitas produk, kemasan, hingga pemasaran. Di sisi lain, para pelaku industri pariwisata diharapkan dapat menyusun paket perjalanan yang terintegrasi agar wisatawan betah berlama-lama dan membelanjakan uangnya di Solok Raya.

Sebagai penutup, generasi muda diajak untuk terus berkreasi memanfaatkan media sosial dan teknologi tanpa mencabut nilai-nilai tradisi. Melalui semangat "Kota dapat tumbuh tanpa kehilangan sawahnya," perhelatan Rang Solok Baralek Gadang 2026 diharapkan berjalan sukses, membawa berkah ekonomi, serta menjaga nilai budaya tetap lestari. (*) 

Pewarta: Oktryoni
Editor: Zamri Yahya, WU

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »