| Alfarel Radhiya Fadli Akbar, sukses menguncang panggung pertarungan dan menyumbangkan medali emas berharga untuk kontingen Kota Padang pada kategori Stand Up Putera kelas 61,2 kg, Kamis (8/10/2026). (Foto: Tommy). |
Tampil sebagai debutan yang sama sekali tak diunggulkan di ajang bergengsi yang dihelat di Kepulauan Mentawai tersebut, Alfarel justru menjelma menjadi predator di atas oktagon. Nyali petarung muda ini teruji saat melibas barisan lawan demi membuktikan bahwa usia hanyalah sebatas angka.
Momen paling dramatis dan meledak terjadi di babak semifinal. Alfarel harus berhadapan langsung dengan atlet senior berusia 29 tahun yang bertabur pengalaman. Laga krusial ini berlangsung panas, penuh tensi tinggi, serta adu pukulan yang membuat ribuan pasang mata penonton menahan napas.
Meski digempur pengalaman bertarung lawan yang jauh lebih jamak, ketenangan dan teknik mematikan Alfarel menjadi pembeda utama. Dengan mental baja dan semangat pantang menyerah, ia berhasil menumbangkan petarung senior tersebut dalam pertarungan sengit yang menjadi perbincangan hangat sepanjang turnamen.
Langkah tak terbendung itu berlanjut hingga partai puncak. Alfarel tampil makin meledak dan mengunci medali emas, mengukuhkan dominasi Kota Padang di panggung olahraga tarung derajat paling bergengsi tingkat provinsi ini.
Keberhasilan meraih medali tertinggi di ajang debut ini menjadi pembuktian berharga bagi karir Alfarel. Publik olahraga Sumatera Barat kini menyorotinya sebagai salah satu prospek paling berbahaya dan berpotensi besar di dunia MMA tanah air.
"Lawan paling berat itu saat semifinal. Lawan merupakan atlet senior berusia 29 tahun yang sudah berpengalaman. Namun alhamdulillah, berkat perjuangan dan kerja keras, saya bisa melewati pertandingan tersebut hingga akhirnya meraih medali emas," ungkap Alfarel Radhiya Fadli Akbar dengan nada bangga saat ditemui usai pengalungan medali.
Tak berhenti di podium Porprov, petarung muda berdarah dingin ini langsung memasang target lebih tinggi. Usai mengibarkan bendera Kota Padang, Alfarel siap melangkah ke kancah yang jauh lebih membara untuk membawa nama daerah dan bangsa.
"Target selanjutnya, insya Allah saya ingin menunjukkan bahwa Sumatera Barat memiliki atlet yang siap bersaing di tingkat nasional, khususnya membawa nama daerah di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) dan membela Indonesia," tegas petarung berusia 19 tahun tersebut penuh optimisme.
Sumbangan emas Alfarel menjadi pemicu ledakan prestasi kontingen MMA Kota Padang. Tim MMA Kota Padang sukses mengukuhkan diri sebagai Juara Umum 2 Porprov Sumbar XVI 2026 setelah memborong total 9 medali, yang terdiri dari 3 medali emas, 2 perak, dan 4 perunggu.
Dua medali emas lainnya disumbangkan oleh petarung andalan Chandra Azwar yang menguasai kelas Full MMA Putera 61,2 kg serta Rangga Prasetya yang tampil perkasa di kelas Stand Up Putera 56,7 kg.
Pencapaian fantastis Alfarel dan kolega tak hanya memperkokoh dominasi MMA Kota Padang, tetapi juga menegaskan lahirnya generasi emas petarung Minang yang siap menghentak dan menguasai arena pertarungan nasional hingga internasional. (*)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »