| Wali Kota Padang, Fadly Amran, kembali mencuri perhatian publik lewat gagasan strategisnya dalam memperkuat posisi Sumatera Barat di kancah nasional hingga internasional. (Foto: Tommy). |
Agenda bergengsi yang berlangsung pada 8–10 Oktober 2026 ini mengusung tema "Digitalisasi Informasi Obat Herbal Terstandar dalam Mendukung Pariwisata Kesehatan di Sumatera Barat". Acara ini menjadi momentum krusial bagi Pemko Padang untuk menyatukan visi bersama para akademisi, peneliti, dan pakar farmasi dari berbagai penjuru tanah air hingga negara sahabat.
Sederet tokoh penting turut hadir menyimak paparan tersebut, di antaranya Sesditjen Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek Junaidi Khotib, Ketua APTFI Yandi Syukri, Rektor Unbrah Musliar Kasim, Kepala LLDIKTI Wilayah X Afdalisma, hingga Kadis Kesehatan Sumbar Aklima. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mempertegas komitmen bersama dalam menggarap potensi kekayaan alam Minangkabau secara ilmiah.
Mengawali pemaparannya, Fadly Amran menegaskan bahwa gagasan besar ini tidak akan terwujud tanpa adanya sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, dan praktisi industri. Ia berharap kongres nasional ini melahirkan rekomendasi konkret yang dapat segera dieksekusi, khususnya dalam memodernisasi olahan obat herbal dan kuliner tradisional Sumbar agar memiliki standar keamanan serta mutu yang tinggi.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Pemko Padang yang terus mengakselerasi terwujudnya visi Smart City dan Kota Sehat. Menurut Fadly, pemanfaatan teknologi digital dan riset ilmiah mutlak diperlukan agar setiap program pembangunan daerah tidak hanya indah di atas kertas, tetapi juga memberikan dampak nyata yang bisa dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Kota Padang tersebut menguraikan bahwa konsep Kota Sehat mencakup ekosistem yang sangat luas. Keberhasilannya tidak cuma diukur dari ketersediaan rumah sakit atau fasilitas medis semata, melainkan juga harus didukung oleh kualitas infrastruktur, kesiapsiagaan bencana, pengelolaan lingkungan, hingga kemandirian masyarakat dalam menjaga pola hidup sehat.
Fadly juga menyoroti pentingnya sentuhan ilmu pengetahuan dalam mengangkat derajat produk herbal lokal agar mampu bersaing secara global. Perguruan tinggi diharapkan mengambil peran sentral dalam melakukan uji klinis, riset pengolahan, hingga standardisasi keamanan produk, sehingga potensi alam Minangkabau memiliki nilai tawar yang tinggi dan dipercaya oleh konsumen internasional.
Di sisi lain, Pemko Padang memastikan akan mengimbangi kemajuan industri herbal ini dengan pengawasan yang ketat di lapangan. Kepastian masyarakat dan wisatawan dalam mendapatkan produk obat yang legal, aman, serta edukasi mengenai penggunaan antibiotik yang tepat tetap menjadi prioritas utama pemerintah demi menjaga kualitas layanan kesehatan daerah.
Sebagai penutup, Fadly Amran optimistis bahwa integrasi antara potensi herbal dan sektor pariwisata—khususnya wisata kuliner dan gastronomi—akan menjadi daya tarik baru bagi para pelancong. Dengan ekosistem kesehatan yang solid dan keamanan pangan yang terjamin, para wisatawan kelak tak hanya disuguhi keindahan alam Ranah Minang, tetapi juga pengalaman menikmati kekayaan tradisi herbal yang menyehatkan. (*)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »