| Pemko Payakumbuh menggencarkan edukasi dan pelayanan imunisasi bagi bayi serta balita yang dipusatkan di Puskesmas Payolansek, Jumat (23/10/2026). (Fotdok: Hermiko). |
Untuk mengejar target tersebut, Pemko Payakumbuh menggencarkan edukasi dan pelayanan imunisasi bagi bayi serta balita yang dipusatkan di Puskesmas Payolansek, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini melibatkan delapan puskesmas se-Kota Payakumbuh. Pelayanan diperkuat dengan edukasi kepada orang tua agar mengetahui pentingnya imunisasi tepat waktu sekaligus memahami langkah yang perlu dilakukan ketika jadwal vaksinasi anak terlewat.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Staf Ahli Wali Kota Erizon menegaskan bahwa imunisasi merupakan perlindungan penting bagi masa depan anak. Ia mengajak seluruh orang tua untuk memeriksa kelengkapan imunisasi buah hati dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila masih ada dosis yang belum diberikan. Menurutnya, imunisasi lengkap merupakan hak anak sekaligus tanggung jawab bersama untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit menular.
“Imunisasi lengkap adalah hak anak dan tanggung jawab kita bersama. Satu anak yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap berisiko menularkan penyakit kepada anak-anak lainnya,” kata Erizon. Pesan ini menjadi pengingat bahwa mengejar cakupan imunisasi bukan hanya soal memenuhi angka target, tetapi juga memastikan semakin banyak bayi memperoleh perlindungan kesehatan sejak dini.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Payakumbuh, Eni Zulmaeta, turut menyoroti maraknya informasi keliru atau hoaks tentang kesehatan dan vaksinasi. Ia mengingatkan orang tua agar tidak mudah terpengaruh kabar yang belum jelas kebenarannya. Informasi mengenai manfaat, keamanan, dan jadwal imunisasi sebaiknya diperoleh dari tenaga kesehatan atau sumber resmi agar keputusan yang diambil benar-benar mendukung kesehatan anak.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dr. Yanti, menjelaskan bahwa Bulan Imunisasi Kejar berlangsung selama satu bulan untuk menjangkau anak-anak yang belum pernah mendapatkan vaksinasi atau masih memiliki dosis yang tertinggal. Program ini merupakan perluasan pelaksanaan Pekan Imunisasi (Penari) dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Nasional ke-62. Masa pelayanan diperpanjang dari semula satu minggu menjadi satu bulan agar lebih banyak keluarga memiliki kesempatan melengkapi imunisasi anak.
Sasaran utama program ini adalah bayi berusia 0–11 bulan dan anak berusia 12–23 bulan. Pemberian vaksin disesuaikan dengan usia serta riwayat imunisasi masing-masing anak berdasarkan penilaian petugas kesehatan. Dengan pemeriksaan riwayat vaksinasi, orang tua dapat mengetahui dosis yang sudah diterima dan imunisasi yang masih perlu dilengkapi sesuai jadwal serta rekomendasi medis.
Sebanyak 80 orang tua yang mewakili delapan puskesmas mengikuti edukasi mengenai manfaat imunisasi dalam kegiatan di Payolansek. Program tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Paliko dan disertai pelayanan vaksinasi langsung. Kegiatan ini turut menghadirkan Ketua GOW Kota Payakumbuh Yeni Elzadaswarman, dokter spesialis anak dr. M. Luthfi Suhaimi, Sp.A, pimpinan puskesmas, serta penanggung jawab program imunisasi se-Kota Payakumbuh.
Dinas Kesehatan menegaskan bahwa peningkatan cakupan dari 18,9 persen menuju target 56,8 persen membutuhkan kerja sama pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan keluarga. Kader penggerak inovasi Sahabat Bayi diharapkan ikut membantu meluruskan informasi keliru serta mendorong orang tua memeriksa status imunisasi anak. Dengan pendekatan edukasi dan pelayanan yang lebih luas, program ini diharapkan membantu memperkecil kesenjangan cakupan imunisasi di Payakumbuh.
Melalui Bulan Imunisasi Kejar, Pemko Payakumbuh mengajak orang tua tidak menunggu hingga anak sakit untuk memastikan kebutuhan imunisasinya terpenuhi. Orang tua dapat mendatangi puskesmas atau posyandu untuk memeriksa buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), memastikan riwayat vaksinasi, serta memperoleh arahan tenaga kesehatan. Target 56,8 persen menjadi sasaran percepatan, sedangkan tujuan utamanya adalah semakin banyak bayi terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. (HM)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA TERBARU
Anda sedang membaca berita terbaru
Anda sedang membaca berita terbaru
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »