| Ketua DPRD Kota Padang Muharlion meminta Pemerintah Kota Padang bergerak cepat jika kondisi kabut asap mulai membahayakan kesehatan siswa. (Foto: Int). |
Ketua DPRD Kota Padang Muharlion meminta Pemerintah Kota Padang bergerak cepat jika kondisi kabut asap mulai membahayakan kesehatan siswa. Sekolah diminta tidak menjadi tempat yang mempertaruhkan keselamatan peserta didik.
Muharlion menyebut pembelajaran jarak jauh (PJJ) dapat menjadi opsi apabila kualitas udara tidak lagi aman untuk aktivitas belajar tatap muka. Langkah tersebut bisa diterapkan sementara hingga kondisi udara membaik.
“Yang kita kasihani itu pelajar. Jika kabut asap membahayakan, terpaksa kita minta pemko untuk meliburkan sekolah, dan pembelajaran dilaksanakan secara pembelajaran jarak jauh (PJJ),” tegas Muharlion.
Menurutnya, pemerintah tidak perlu menunggu kabut asap semakin parah. Ketika indikator kesehatan mulai menunjukkan risiko, langkah pencegahan dinilai lebih penting untuk melindungi anak-anak.
Kabut asap yang terpantau di Padang dan sejumlah daerah Sumbar juga dipengaruhi kondisi regional. Asap tidak hanya berasal dari titik panas di Sumbar, tetapi dapat terbawa angin dari wilayah lain.
Ketua Tim Publikasi dan Diseminasi BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha, mengatakan pemantauan terakhir menunjukkan satu titik panas di Sumbar, yakni di Dharmasraya.
Sementara itu, titik panas signifikan terpantau di Sumatera Selatan dan Jambi. Yudha menjelaskan, angin dari arah tenggara menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap pergerakan asap menuju Sumatera Barat.
“Untuk di Sumbar pantauan terakhir terdapat hotspot hanya satu lokasi di Dharmasraya, sedangkan untuk titik panas signifikan terpantau di Sumsel dan Jambi, dengan arah angin dari tenggara yang menjadi sumber utama asap,” kata Yudha, Rabu (7/10/2026).
Menurut Yudha, arah angin sangat menentukan sebaran kabut asap. Karena itu, perubahan arah angin dan perkembangan titik panas terus menjadi bagian penting dalam pemantauan kondisi udara.
BMKG Minangkabau menyebut kualitas udara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat dan mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama saat kondisi udara memburuk.
BMKG juga terus memberikan informasi mengenai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada pemerintah daerah. Informasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah perlindungan masyarakat.
Di tengah situasi tersebut, Muharlion menegaskan keselamatan pelajar harus menjadi prioritas. Jika kabut asap benar-benar mencapai kondisi yang membahayakan kesehatan, kebijakan meliburkan sekolah dan menerapkan PJJ dapat menjadi pilihan sementara sampai kondisi udara kembali aman. (*)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »