| Yassierli saat membuka Grand Opening Albacadabra di SMA Pesantren Unggul Al Bayan, Sukabumi, Senin (12/10/2026). (Foto: Aditya). |
Pesan tersebut disampaikan Yassierli saat membuka Grand Opening Albacadabra di SMA Pesantren Unggul Al Bayan, Sukabumi, Senin (12/10/2026). Dalam kesempatan itu, ia mengajak generasi muda mempersiapkan diri sejak dini agar mampu bersaing dan berkontribusi menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Menurut Yassierli, Indonesia memiliki banyak pemuda berkualitas dan kompeten yang berpotensi menjadi kekuatan bangsa. Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan keterampilan, penguasaan teknologi, kemampuan berkolaborasi, serta karakter yang kuat.
Bekal pertama, Think, menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis, menjaga rasa ingin tahu, dan berani mengajukan pertanyaan. Kemampuan ini diperlukan agar generasi muda tidak sekadar menerima informasi, tetapi juga mampu menganalisis persoalan dan mengambil keputusan secara tepat.
Selanjutnya, Tech mengingatkan pentingnya memahami perkembangan teknologi, pengolahan data, dan AI. Menurut Yassierli, penguasaan teknologi bukan hanya kebutuhan siswa yang mendalami ilmu sains, melainkan juga relevan bagi berbagai bidang keilmuan dan profesi.
Yassierli juga menegaskan bahwa AI sebaiknya dimanfaatkan sebagai mitra untuk membantu manusia mengolah informasi dan mencari data. Meski demikian, penggunaannya harus tetap disertai empati, kebijaksanaan, dan tanggung jawab. Ia menilai keberhasilan di masa depan membutuhkan kemampuan berkolaborasi dengan teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.
Bekal ketiga, Talk, berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi secara efektif. Generasi muda diharapkan mampu mendengarkan dengan baik, menyampaikan gagasan secara jelas, serta mengembangkan kemampuan berbahasa asing untuk memperluas peluang di dunia kerja. Sementara itu, Team menekankan pentingnya kerja sama, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi dalam mencapai tujuan bersama.
Adapun bekal kelima, Trust, berfokus pada kejujuran, tanggung jawab, dan integritas. Yassierli menegaskan bahwa keahlian saja tidak cukup tanpa karakter yang membuat seseorang dapat dipercaya. Ia mengingatkan generasi muda agar berani mengambil sikap ketika menghadapi sesuatu yang bertentangan dengan hati nurani.
Melalui formula 5T tersebut, Yassierli berharap generasi muda Indonesia mampu tumbuh menjadi sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, berintegritas, dan siap menghadapi perubahan dunia kerja. Kegiatan pembukaan Albacadabra di SMA Pesantren Unggul Al Bayan menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya mempersiapkan keterampilan dan karakter sejak bangku pendidikan. Dengan bekal berpikir kritis, penguasaan teknologi, komunikasi, kolaborasi, dan kepercayaan, generasi muda diharapkan dapat memanfaatkan peluang era AI sekaligus memberikan kontribusi positif bagi bangsa. (*)
Laporan: Aditya
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »