| Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) resmi menyengat publik lewat gelaran inovasi budaya paling membara tingkat se-Sumatera Barat, Kamis (8/10/2026). (Foto: Armaidi Tanjung). |
Ajang megah yang memadukan Festival Malingka Carano jo Arai Pinang tingkat se-Sumbar serta Lomba Lagu Minang tingkat Kota Pariaman ini dibuka secara resmi oleh Penjabat Walikota Pariaman yang diwakili Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Pariaman, Elfis Chandra.
Turut hadir menyaksikan kemeriahan ini jajaran pejabat penting dari Disdikpora Kota Pariaman, jajaran Camat Pariaman Timur, para pimpinan instansi terkait, hingga puluhan tokoh adat serta ninik mamak se-Kota Pariaman yang melebur bersama masyarakat.
Langkah berani ini lahir dari mandat inovasi ketat Pemko Pariaman yang mewajibkan seluruh dari empat kecamatan di Pariaman untuk melahirkan minimal satu inovasi gebrakan bernilai tinggi setiap tahunnya.
Kecamatan Pariaman Timur tampil paling meledak tahun ini dengan mengeksekusi tradisi malingka carano jo arai pinang menjadi kompetisi bergengsi antardaerah demi menyedot antusiasme generasi muda.
Asisten I Setdako Pariaman, Elfis Chandra, dalam arahannya yang membakar semangat menegaskan bahwa langkah ini adalah benteng pertahanan terakhir dalam merawat marwah dan warisan luhur adat Minangkabau.
"Tujuan kita adalah untuk melestarikan dan merawat budaya serta adat istiadat kita di ranah Minang. Carano merupakan hal yang sangat bernilai penting karena setiap acara adat selalu dikemukakan," tegas Elfis Chandra di hadapan ratusan peserta.
Elfis juga melayangkan peringatan keras terkait ancaman erosi budaya di era gempuran teknologi modern jika generasi muda sampai kehilangan akar tradisinya.
"Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan zaman modern saat ini, nilai-nilai budaya dikhawatirkan tergerus dan terputusnya regenerasi. Kegiatan ini harus terus dirawat agar anak didik tetap melestarikan tradisi ini," lanjutnya penuh penekanan.
Aroma persaingan di Pantai Gandoriah makin mendidih saat puluhan peserta dari berbagai kabupaten/kota se-Sumbar adu ketangkasan merangkai carano dan menyanyikan lagu-lagu Minang pilihan.
Sorak-sorai penonton dan pengunjung wisata Pantai Gandoriah makin menghidupkan panggung kompetisi, membuktikan bahwa tradisi lokal sanggup menjadi daya tarik pariwisata yang sangat menjual.
Gebrakan inovatif Disdikpora bersama Kecamatan Pariaman Timur ini sukses membuktikan bahwa warisan leluhur Minangkabau tak akan pernah padam, melainkan makin bersinar dan siap menguasai panggung kebudayaan nasional. (*)
Laporan: Armaidi Tanjung
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »