Penerimaan Sektor ESDM Tembus Rp127 Triliun, Surplus PNBP Siap Tambal Defisit Subsidi BBM

. 
Penerimaan Sektor ESDM Tembus Rp127 Triliun, Surplus PNBP Siap Tambal Defisit Subsidi BBM
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memaparkan bahwa cadangan BBM nasional berada di atas standar minimum. (Fotdok: BPMI Setpres). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah memastikan ketahanan energi nasional dalam kondisi aman dan terkendali. Kepastian ini disampaikan langsung dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memaparkan bahwa cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional berada di atas standar minimum. Khusus untuk stok Pertalite (subsidi), ketersediaannya dipastikan aman untuk 16 hingga 18 hari ke depan.

Terkait sempat terjadinya kendala pasokan di Bali, pemerintah meluruskan bahwa hal tersebut murni masalah distribusi akibat keterlambatan kapal dari Jawa Timur. Penanganan gerak cepat langsung dilakukan hingga stok di Bali kembali aman untuk 12 hari.

Guna memperkuat pengadaan energi secara jangka panjang, Presiden Prabowo telah meneken aturan baru terkait pembelian minyak mentah, BBM, dan LPG lewat skema antarpemerintah (G2G). Melalui Badan Layanan Umum, tata kelola impor kini dibuat jauh lebih transparan dan efisien.

Kabar baik lainnya datang dari sektor solar yang menunjukkan kemandirian semakin baik. Pemerintah memastikan impor solar jenis tertentu sudah berhasil dihentikan sepenuhnya, meski sebagian kecil solar jenis lain masih memerlukan pasokan luar negeri.

Di sektor kelistrikan, gangguan yang sempat terjadi di Batam dilaporkan telah teratasi dengan baik. Pemerintah berkomitmen menjaga keandalan jaringan agar masyarakat di berbagai wilayah dapat menikmati pasokan listrik yang stabil tanpa pemadaman bergilir.

Tidak hanya mengamankan pasokan, sektor energi dan sumber daya mineral juga mencatat performa gemilang dalam mendulang penerimaan negara. Realisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) periode Januari–Oktober telah menyentuh angka Rp127,74 triliun.

Bahkan, pemerintah menargetkan lonjakan PNBP hingga Rp165 triliun untuk memperkuat ruang fiskal negara. Surplus sekitar Rp30 triliun dari target APBN ini disiapkan khusus untuk membantu menambal defisit pembiayaan subsidi BBM.

Kinerja positif turut dicetak oleh komoditas ekspor andalan seperti batu bara dan nikel. Menariknya, meskipun volume ekspor batu bara mengalami penurunan, nilai pendapatannya justru melonjak signifikan—membuktikan strategi hilirisasi dan nilai tambah berjalan optimal. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »