PGRI Kabupaten Solok Bergerak untuk Korban Banjir Bandang, Satu Unit Rumah Diserahkan kepada Guru Terdampak

PGRI Kabupaten Solok Bergerak untuk Korban Banjir Bandang, Satu Unit Rumah Diserahkan kepada Guru Terdampak
Bantuan tersebut disalurkan melalui program PGRI Peduli Bencana Kabupaten Solok dalam kegiatan di Gedung C Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Arosuka, Senin (26/10/2026). (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kepedulian keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Solok terhadap korban banjir bandang di Arosuka diwujudkan melalui aksi nyata. Tak hanya menyalurkan donasi bagi guru, siswa, dan masyarakat terdampak, PGRI juga menyerahkan satu unit rumah kepada seorang guru yang menjadi korban bencana. Langkah ini menjadi bukti bahwa solidaritas dunia pendidikan hadir bukan sekadar dalam kata-kata, tetapi melalui bantuan yang menyentuh kebutuhan nyata para penyintas.

Bantuan tersebut disalurkan melalui program PGRI Peduli Bencana Kabupaten Solok dalam kegiatan di Gedung C Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Arosuka, Senin (26/10/2026). Aksi kemanusiaan ini ditujukan untuk meringankan beban warga terdampak sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi masa sulit setelah banjir bandang melanda kawasan tersebut.

Ketua PGRI Kabupaten Solok, Yongkerman, S.Pd., menjelaskan bahwa penyaluran donasi berangkat dari ketulusan keluarga besar PGRI untuk hadir di tengah guru, siswa, dan masyarakat yang menghadapi kesulitan akibat bencana. Melalui gerakan bersama ini, organisasi profesi guru berupaya menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dari nilai kemanusiaan yang terus dijaga oleh dunia pendidikan.

Bunda PGRI Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, S.Si., M.Si., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pengumpulan bantuan. Ia berharap donasi yang disalurkan mampu memberikan manfaat bagi penerima sekaligus menjadi penguat semangat untuk bangkit. “Semoga bantuan yang disalurkan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para korban serta meringankan beban yang sedang mereka hadapi,” ujarnya.

Momen penting dalam kegiatan tersebut adalah penyerahan secara simbolis satu unit rumah kepada Ika Dian Wahyu Sari, seorang guru SMK Negeri 2 Gunung Talang yang terdampak bencana. Penyerahan kunci rumah dilakukan di Perumahan Ansela 7, Arosuka. Bantuan hunian ini menjadi wujud kepedulian yang diharapkan dapat membantu penerima menata kembali kehidupan setelah mengalami dampak bencana.

Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H., memberikan apresiasi atas inisiatif PGRI Kabupaten Solok dalam membantu para korban. Menurutnya, bantuan tersebut memiliki makna lebih besar daripada nilai materi karena menunjukkan bahwa masyarakat terdampak tidak menghadapi masa sulit sendirian. “Bantuan ini bukan hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi bukti bahwa Arosuka tidak sendiri. Masih banyak pihak yang peduli dan hadir untuk membantu sesama,” ungkapnya.

Bupati juga menegaskan pentingnya menjaga semangat gotong royong dan memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi, serta masyarakat. Kolaborasi berbagai pihak dinilai sangat dibutuhkan agar upaya pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih optimal. Dukungan bagi guru, siswa, dan warga terdampak menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

Kegiatan penyaluran bantuan tersebut turut dihadiri Bunda PGRI Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, Ketua PGRI Kabupaten Solok, Yongkerman, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok, H. Elafki, S.Pd., M.M., serta para guru dan penerima bantuan. Acara ditutup dengan penyerahan paket bantuan secara simbolis kepada perwakilan guru, siswa, dan masyarakat terdampak banjir bandang sebagai bentuk dukungan bagi mereka yang tengah berjuang memulihkan kehidupan.

Melalui program PGRI Peduli Bencana, keluarga besar PGRI Kabupaten Solok menunjukkan bahwa solidaritas dapat menjadi kekuatan penting dalam menghadapi dampak bencana. Penyaluran donasi dan bantuan satu unit rumah bagi guru terdampak menjadi pesan kuat bahwa pemulihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat. Semangat kebersamaan inilah yang diharapkan terus tumbuh agar para penyintas banjir bandang di Arosuka dapat bangkit dan melangkah menuju kehidupan yang lebih baik. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »