| Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia se-Sumatera Barat di Hotel Saka Ombilin, Sawahlunto, Senin (26/10/2026). (Fotdok: Marjafri). |
Penegasan tersebut disampaikan Riyanda saat mendampingi Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia se-Sumatera Barat di Hotel Saka Ombilin, Sawahlunto, Senin (26/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumatera Barat itu mempertemukan pemangku kepentingan dari berbagai daerah untuk menyelaraskan arah pembangunan.
Menurut Riyanda, tantangan pembangunan manusia semakin kompleks dan tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu instansi atau satu tingkatan pemerintahan. Pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, instansi vertikal, dunia usaha, hingga masyarakat perlu mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing agar program pembangunan memberikan manfaat yang lebih luas.
Ia menekankan, koordinasi bukan sekadar agenda pertemuan formal, melainkan bagian penting untuk memastikan kebijakan dan program antarlembaga saling mendukung. Tanpa komunikasi dan perencanaan yang terintegrasi, pelaksanaan pembangunan berisiko berjalan tidak searah. Karena itu, sinergi lintas sektor perlu diperkuat agar pelayanan publik semakin berkualitas dan program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, mengingatkan pentingnya meminimalkan ego sektoral di lingkungan pemerintahan. Sikap mementingkan kepentingan masing-masing instansi dinilai dapat menghambat koordinasi, memperlambat pelaksanaan program, dan mengurangi efektivitas pelayanan. Ia mendorong agar rakor menghasilkan rekomendasi yang terpadu, terukur, serta berorientasi pada hasil nyata.
Rakor Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia se-Sumatera Barat tahun ini mengusung tema “SDM Tangguh, Daerah Maju: Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pembangunan Manusia Seutuhnya.” Tema tersebut menegaskan bahwa peningkatan kualitas manusia membutuhkan pendekatan menyeluruh, mulai dari penyelarasan kebijakan hingga penguatan kerja sama antarpemangku kepentingan. Forum ini diharapkan menjadi ruang untuk menyamakan persepsi dan merumuskan langkah pembangunan yang lebih terarah.
Bagi Sawahlunto, penyelenggaraan rakor tingkat provinsi tersebut juga menjadi kesempatan memperkuat peran daerah dalam mendukung agenda pembangunan Sumatera Barat. Riyanda mengapresiasi kepercayaan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Bappeda Sumbar yang menunjuk Sawahlunto sebagai tuan rumah. Kepercayaan ini sekaligus menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi daerah kepada para peserta yang datang dari berbagai kabupaten dan kota.
Dampak kegiatan diharapkan tidak hanya terasa dalam koordinasi pemerintahan, tetapi juga menggerakkan perekonomian lokal. Kehadiran peserta berpotensi meningkatkan aktivitas sektor kuliner, transportasi, akomodasi, serta pariwisata di Sawahlunto. Dengan demikian, kegiatan tingkat provinsi dapat memberikan manfaat tambahan bagi pelaku usaha setempat, selain menjadi ruang pertukaran gagasan dan penyelarasan program pembangunan.
Melalui rakor ini, penguatan kolaborasi dan pengurangan ego sektoral menjadi pesan penting bagi seluruh pemangku kepentingan di Sumatera Barat. Pembangunan SDM yang tangguh membutuhkan kerja bersama, kebijakan yang selaras, dan pelayanan publik yang berorientasi pada masyarakat. Riyanda berharap sinergi yang dibangun dalam forum tersebut dapat ditindaklanjuti melalui program konkret sehingga pembangunan daerah semakin efektif dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (*)
Pewarta: Marjafri
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »