Sawahlunto Punya Kisah Besar! Perjuangan Menuju Warisan Dunia UNESCO Kini Diabadikan dalam Sebuah Buku

Sawahlunto Punya Kisah Besar! Perjuangan Menuju Warisan Dunia UNESCO Kini Diabadikan dalam Sebuah Buku
Focus Group Discussion (FGD) di Ballroom Saka Ombilin, Jumat (9/10/2026). (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Perjalanan panjang Kota Sawahlunto dari kota tambang batu bara menjadi destinasi wisata sejarah berkelas dunia menyimpan kisah perjuangan yang tidak boleh dilupakan. Pengakuan UNESCO terhadap Warisan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto (WTBOS) menjadi tonggak penting yang kini hendak diabadikan melalui penyusunan sebuah buku sejarah.

Upaya tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) di Ballroom Saka Ombilin, Jumat (9/10/2026). Kegiatan yang diprakarsai anggota DPRD Sumatera Barat, Neldaswenti, melalui dana aspirasi ini menghadirkan Prof. Erwiza Erman, Zohirin Sayuti, Media Iswandi, dan Rahmat Gino untuk memperkaya informasi serta mempertajam narasi perjalanan WTBOS menuju pengakuan dunia.

Prof. Erwiza Erman, pakar sejarah pertambangan Ombilin yang turut berperan dalam perjuangan memperoleh pengakuan UNESCO, menyampaikan sejumlah masukan penting bagi penyempurnaan buku. Ia juga memaparkan perjalanan panjang berbagai pihak dalam memperjuangkan warisan pertambangan Sawahlunto agar mendapat pengakuan internasional.

Menurut Erwiza, buku tersebut bukan sekadar catatan sejarah, melainkan sarana membangkitkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga warisan budaya. Dokumentasi yang kuat diharapkan dapat memperluas pemahaman publik mengenai nilai sejarah WTBOS, sekaligus memperkenalkan proses panjang yang mengantarkan Sawahlunto menjadi bagian dari Warisan Dunia UNESCO.

Lebih jauh, pelestarian WTBOS dinilai memiliki peluang besar untuk mendukung pengembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat. Peninggalan pertambangan, bangunan bersejarah, serta jejak industri masa lalu dapat menjadi daya tarik wisata apabila dikelola secara berkelanjutan dan melibatkan masyarakat setempat.

Transformasi Sawahlunto semakin penting untuk dicatat setelah aktivitas pertambangan batu bara Ombilin berhenti pada 2003. Kota ini kemudian menghadapi tantangan untuk mengembangkan potensi lain dengan memanfaatkan kekayaan sejarah, budaya, dan peninggalan industri sebagai fondasi pembangunan sektor pariwisata.

Anggota DPRD Sumatera Barat, Neldaswenti, menegaskan bahwa pengakuan UNESCO harus disertai komitmen nyata untuk menjaga kelestarian warisan tersebut. Karena itu, buku yang tengah disusun diharapkan mampu merekam bukan hanya perjalanan sejarah, tetapi juga kontribusi pemerintah, akademisi, komunitas, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak yang terlibat dalam perjuangan WTBOS.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Ahmad Zakri, turut menyoroti pentingnya pendokumentasian data dan nilai sejarah secara sistematis. Dengan dokumentasi yang baik, informasi mengenai WTBOS dapat terus dipelajari dan diwariskan kepada generasi mendatang, sekaligus menjadi rujukan dalam upaya pelestarian cagar budaya.

UNESCO menetapkan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto sebagai Warisan Dunia pada 6 Juli 2019. Kawasan ini mencerminkan satu kesatuan sistem industri pertambangan batu bara yang mencakup kawasan tambang, kota tambang, jaringan transportasi kereta api, hingga fasilitas pelabuhan. Dalam FGD tersebut, gagasan penguatan koordinasi lintas daerah, termasuk pelibatan enam kabupaten dan kota lainnya yang terkait dengan kawasan WTBOS, juga mengemuka untuk mendukung pengelolaan terpadu. Melalui penyusunan buku ini, kisah perjuangan Sawahlunto diharapkan tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi juga inspirasi untuk menjaga warisan dunia, mengembangkan pariwisata sejarah, dan memperkuat perekonomian masyarakat secara berkelanjutan. (*) 

Pewarta: Marjafri
Editor: Zamri Yahya, WU

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »