| Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, menegaskan pentingnya membangun generasi Qurani yang tidak hanya mampu membaca kitab suci. (Fotdok: Oktryoni). |
Di tengah tantangan pergaulan dan perubahan zaman, kegiatan Khatam Al-Qur’an dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter anak sejak dini. Sebanyak 18 anak mengikuti kegiatan tersebut. Momentum ini bukan sekadar penanda selesainya proses belajar membaca Al-Qur’an, melainkan langkah awal untuk memperkuat pemahaman agama, membangun akhlak, dan menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Suryadi Nurdal mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan khatam sebagai akhir perjalanan belajar. Sebaliknya, anak-anak didorong untuk terus memperdalam ilmu agama sekaligus mengembangkan kemampuan diri demi meraih masa depan yang lebih baik. Ia menegaskan, Pemerintah Kota Solok akan terus mendukung upaya melahirkan generasi Qurani yang berakhlak mulia dan memiliki landasan keagamaan yang kuat.
Salah satu pesan penting yang disampaikan Suryadi adalah agar Al-Qur’an tidak berhenti sebatas bacaan, tetapi benar-benar diamalkan. Menurutnya, pemahaman terhadap nilai-nilai Al-Qur’an harus tercermin dalam sikap, perilaku, serta cara generasi muda mengambil keputusan. Dengan begitu, pendidikan agama dapat menjadi bekal menghadapi berbagai tantangan kehidupan, bukan hanya memenuhi tuntutan pembelajaran.
Ia juga mengingatkan pentingnya membentengi anak-anak dari perilaku negatif, seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, dan pergaulan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Penguatan pendidikan agama, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan pendampingan orang tua dan lingkungan yang sehat. Pembinaan karakter tidak cukup dibebankan kepada sekolah atau lembaga keagamaan, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga dan masyarakat.
Di sisi lain, Suryadi menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Solok tetap berupaya menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kota meskipun menghadapi keterbatasan anggaran. Ia menyebut pelaksanaan MTQ tingkat Kota Solok direncanakan berlangsung pada pertengahan November 2026. Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pembinaan dan pengembangan kemampuan generasi muda di bidang Al-Qur’an.
Untuk tingkat kelurahan, ia menjelaskan bahwa apabila kegiatan MTQ belum memungkinkan dilaksanakan secara penuh, proses seleksi peserta setidaknya diharapkan tetap dapat dilakukan. Langkah ini penting agar pembinaan calon peserta tidak terhenti akibat keterbatasan sumber daya. Meski demikian, pelaksanaan kegiatan tersebut tetap bergantung pada kesiapan dan kemampuan yang tersedia.
Suryadi turut menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, pengurus Masjid Al Amien, para orang tua, serta tokoh masyarakat Kelurahan Tanah Garam yang telah mendukung terselenggaranya Khatam Al-Qur’an. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat merupakan modal penting dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Semangat gotong royong tersebut diharapkan terus terpelihara agar kegiatan pembinaan keagamaan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Pemerintah Kota Solok berharap kegiatan Khatam Al-Qur’an dan pembinaan keagamaan lainnya terus berkembang sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, dan berpegang teguh pada nilai-nilai agama. Pesan Suryadi Nurdal menegaskan bahwa membangun generasi Qurani membutuhkan kerja bersama yang konsisten. Dengan dukungan keluarga, masyarakat, pengurus masjid, dan pemerintah, kecintaan terhadap Al-Qur’an diharapkan tidak berhenti pada seremoni khatam, tetapi tumbuh menjadi karakter yang membimbing anak-anak menuju masa depan yang lebih baik. (80)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »