| Wali Kota Padang, Fadly Amran, sebagai salah satu pembicara utama untuk berbagi pandangan tentang pembangunan daerah yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Fotdok: Tommi). |
Dalam pemaparannya, Fadly Amran menegaskan bahwa pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur fisik. Peningkatan kualitas SDM, kepemimpinan yang disiplin, serta kesediaan pemerintah menyerap aspirasi masyarakat harus menjadi bagian penting dari strategi pembangunan. Menurutnya, kemajuan daerah akan lebih bermakna apabila pembangunan berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi dan kesempatan masyarakat untuk berkembang.
Fadly juga menekankan bahwa program unggulan pemerintah daerah harus disusun berdasarkan kebutuhan warga dengan prioritas yang jelas dan terukur. Pelaksanaannya membutuhkan kedisiplinan seluruh unsur terkait, pengelolaan waktu yang baik, serta keterlibatan langsung di lapangan. Dengan turun menemui masyarakat dan mendengarkan kritik, pemerintah dapat memahami persoalan secara lebih nyata sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan publik.
Investasi pendidikan menjadi salah satu perhatian utama Pemerintah Kota Padang. Fadly menyampaikan bahwa program Padang Juara dan Smart Surau merupakan bagian dari upaya memperluas kesempatan belajar dan memperkuat kualitas generasi muda. Ia berharap akses pendidikan, termasuk kesempatan belajar di dalam maupun luar negeri, dapat mendorong lahirnya generasi yang mampu berpikir kritis, berkarya, dan berinovasi menghadapi tantangan masa depan.
“Kita terus memperluas akses pendidikan bagi generasi muda, baik di dalam maupun luar negeri, agar mampu berpikir, berkarya, dan berinovasi,” ujar Fadly. Ia turut menyoroti pentingnya dukungan SDM kompeten dalam pengembangan infrastruktur, pariwisata, dan gastronomi. Menurutnya, kesiapan manusia menjadi faktor penting untuk mendorong Padang sebagai kota sehat dan kota pintar sekaligus memperkuat upaya meraih pengakuan UNESCO sebagai Kota Kreatif bidang gastronomi.
Seminar nasional ini juga menghadirkan perspektif mengenai hubungan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Rektor UNP, Krismadinata, menyampaikan rencana pelaksanaan program employer meeting pada 2027 yang akan mempertemukan perguruan tinggi, alumni, dan pengguna tenaga kerja. Program tersebut diharapkan membantu menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri sehingga alumni memiliki kesiapan lebih baik dalam memasuki dan mengembangkan karier.
Dari sisi jejaring alumni, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni (Iluni) UNP, Nadirman, mengajak seluruh alumni memperkuat kebersamaan, memperluas jaringan profesional, dan membangun kolaborasi berkelanjutan. Ia berharap Temu Akbar Alumni UNP 2026 tidak berhenti sebagai ajang silaturahmi, tetapi berkembang menjadi gerakan nyata yang memberikan manfaat bagi almamater, generasi berikutnya, dan pembangunan bangsa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi; Anggota DPR RI, Lisda Hendrajoni; Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, yang hadir secara virtual; Rektor UNP, Krismadinata; serta jajaran pengurus Iluni UNP, para narasumber, dan ratusan alumni lintas angkatan. Pertemuan berbagai unsur pemerintahan, akademisi, dan alumni ini membuka ruang pertukaran gagasan mengenai pendidikan, ketenagakerjaan, kepemimpinan, serta kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan.
Melalui Seminar Nasional dan Sharing Session Alumni Inspiratif ini, Temu Akbar Alumni UNP 2026 menegaskan pentingnya menghubungkan ilmu pengetahuan, pengalaman profesional, dan kebutuhan masyarakat. Penguatan kualitas SDM, penyelarasan kompetensi lulusan dengan dunia kerja, serta kolaborasi alumni menjadi agenda penting untuk ditindaklanjuti. Dengan sinergi yang berkelanjutan, alumni UNP diharapkan tidak hanya menjadi saksi perkembangan almamater, tetapi juga berperan aktif menciptakan manfaat bagi masyarakat dan kemajuan daerah. (*)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »