| Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang hadir bersama Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria, serta unsur Forkopimda Sumbar dan Kota Padang, menilai WSYF 2026 bukan sekadar panggung hiburan. (Fotdok: Tommi). |
Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang hadir bersama Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria, serta unsur Forkopimda Sumbar dan Kota Padang, menilai WSYF 2026 bukan sekadar panggung hiburan. Kegiatan yang berlangsung pada 24–25 Oktober tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas, mengembangkan talenta, dan memperkenalkan potensi lokal kepada khalayak yang lebih luas.
Mengusung tema “Create Locally, Go Globally”, WSYF 2026 menghadirkan 21 subsektor ekonomi kreatif sebagai wadah bagi anak muda untuk berkarya dan berinovasi. Festival ini membuka kesempatan bagi komunitas kreatif, pelaku usaha, seniman, serta generasi muda untuk membangun jejaring dan memperluas peluang pengembangan usaha berbasis potensi daerah.
Bagi Pemerintah Kota Padang, geliat WSYF 2026 sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Jelajah Padang yang diarahkan untuk mengembangkan kawasan Kota Tua menjadi destinasi wisata unggulan. Perpaduan bangunan bersejarah, aktivitas seni, kuliner, dan ruang berkumpul masyarakat dinilai dapat memperkuat identitas kawasan sekaligus menambah pilihan wisata bagi pengunjung.
“Melalui Program Unggulan Jelajah Padang, kita terus mengembangkan kawasan Kota Tua menjadi destinasi wisata unggulan. Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumbar, Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria, dan para sponsor yang berkolaborasi menggelar WSYF 2026 sebagai ruang kreativitas anak muda sekaligus penggerak ekonomi kreatif dan gastronomi,” ujar Fadly Amran.
Kemudian, beragam agenda turut memeriahkan festival, mulai dari pameran, bazar, kompetisi, kuliner, live art, live music, hingga kegiatan jejaring atau networking. Kehadiran berbagai kegiatan tersebut memberikan ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan produk dan karya mereka, sekaligus membuka peluang interaksi dengan masyarakat dan calon mitra usaha.
Salah satu daya tarik WSYF 2026 adalah penampilan 20 band pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat. Panggung musik tersebut memberikan kesempatan bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan memperoleh pengalaman tampil di hadapan publik. Festival ini juga dimeriahkan penyanyi asal Sumbar, Yaya Fara, serta grup musik Orkes Taman Bunga.
Menurut Fadly Amran, pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan generasi muda. Dukungan terhadap ruang kreativitas diharapkan tidak berhenti pada penyelenggaraan festival, tetapi berlanjut menjadi kesempatan nyata bagi anak muda untuk mengembangkan karya, memperluas pasar, dan menciptakan peluang usaha.
“WSYF menjadi wadah bagi anak-anak muda Padang untuk berkarya, berinovasi, dan mengangkat potensi lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Pemko Padang akan terus mendukung ruang kreatif seperti ini untuk mengembangkan talenta muda dan memperkuat ekonomi kreatif,” tegasnya.
Penyelenggaraan WSYF 2026 memperlihatkan bagaimana Kota Tua Padang dapat dimanfaatkan sebagai ruang pertemuan antara sejarah, kreativitas, hiburan, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Tantangan berikutnya adalah menjaga kesinambungan kegiatan kreatif, memperluas keterlibatan pelaku usaha lokal, serta memastikan geliat festival memberi manfaat berkelanjutan bagi generasi muda dan perekonomian Kota Padang. (*)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »