| Wali Kota Pariaman sekaligus Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) PDBI Sumatera Barat, Yota Balad, didampingi Ketua TP PKK Kota Pariaman, Ny. Yosneli Balad, hadir meninjau langsung jalannya seleksi. (Fotdok: Armaidi). |
Di balik dentuman musik, keserasian gerakan, dan kekompakan barisan, seleksi tersebut bukan sekadar ajang adu keterampilan. Inilah ruang pembuktian bagi generasi muda yang ingin menunjukkan bahwa drum band bukan hanya aktivitas ekstrakurikuler, melainkan perpaduan seni, olahraga, disiplin, kerja sama, dan pembentukan karakter.
Wali Kota Pariaman sekaligus Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) PDBI Sumatera Barat, Yota Balad, didampingi Ketua TP PKK Kota Pariaman, Ny. Yosneli Balad, hadir meninjau langsung jalannya seleksi. Kehadiran pimpinan PDBI Sumbar tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap proses pembinaan sekaligus keseriusan mempersiapkan atlet terbaik untuk menghadapi persaingan di tingkat nasional.
Yota Balad menegaskan, seleksi ini bertujuan menjaring talenta-talenta terbaik yang akan membawa nama Sumatera Barat pada Kejurnas PDBI di Bandung, 4–8 Desember 2026. Menurutnya, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan para peserta untuk memperlihatkan kemampuan terbaik sekaligus membangun kepercayaan diri sebagai calon atlet yang akan tampil di panggung nasional.
Namun, bagi Yota, nilai penting drum band tidak berhenti pada prestasi dan medali. Ia berharap kegiatan ini menjadi wadah positif bagi anak-anak muda untuk mengembangkan minat, memperluas pergaulan, mempererat silaturahmi, serta menjauhkan diri dari berbagai aktivitas yang tidak bermanfaat. Di tengah tantangan era globalisasi, kegiatan olahraga dan seni dinilai memiliki peran penting dalam mengarahkan energi generasi muda ke kegiatan yang produktif.
“Seleksi ini tidak hanya untuk menjadi pemain Kejurnas, tetapi bagaimana ananda bisa mencintai drum band untuk bisa menjadi motivasi serta dapat menjauhi kegiatan yang tidak baik,” ujar Yota Balad. Ia juga mengingatkan bahwa menjadi bagian dari atlet pilihan Sumatera Barat merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk menjaga nama baik daerah.
Kepada seluruh peserta, Yota berpesan agar mengikuti seleksi dengan penuh semangat dan menampilkan kemampuan terbaik. Mereka yang berhasil lolos diharapkan mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi Kejurnas. Sementara peserta yang belum mendapatkan kesempatan diminta tidak berkecil hati, sebab peluang untuk berkembang dan mengikuti berbagai kompetisi masih terbuka pada tahun-tahun berikutnya.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Hartati, menjelaskan bahwa seleksi tersebut diikuti perwakilan Pengurus Cabang (Pengcab) PDBI dari tujuh daerah, yakni Kota Pariaman, Kota Padang, Kota Payakumbuh, Kota Bukittinggi, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Solok. Sebanyak 105 peserta bersaing menunjukkan kapasitas terbaik mereka untuk mendapatkan tempat dalam tim yang akan mewakili Sumatera Barat.
Pada akhirnya, seleksi di GOR Rajo Bujang bukan hanya tentang siapa yang memperoleh tiket menuju Bandung. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari perjalanan panjang pembinaan atlet drum band Sumatera Barat: menumbuhkan keberanian, mengasah kedisiplinan, membangun kekompakan, dan menanamkan kecintaan terhadap kegiatan positif. Dari Pariaman, harapan pun tumbuh agar talenta-talenta muda Sumbar mampu tampil percaya diri, berprestasi, dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. (*)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »