| Maigus Nasir saat menghadiri penyaluran bantuan sekaligus mengikuti kajian rutin di Masjid Rahmah, Jalan Kampung Tanjung, Selasa (3/11/2026) malam. (Fotdok: Tommi). |
Apresiasi tersebut disampaikan Maigus Nasir saat menghadiri penyaluran bantuan sekaligus mengikuti kajian rutin di Masjid Rahmah, Jalan Kampung Tanjung, Selasa (3/11/2026) malam. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap anak-anak yatim di lingkungan sekitar.
Maigus menilai, santunan anak yatim bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga bentuk perhatian dan tanggung jawab sosial untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan dukungan dalam meraih cita-cita. Ia berharap kegiatan seperti ini terus tumbuh di tengah masyarakat dan menjadi inspirasi bagi masjid serta musala lainnya di Kota Padang.
"Program pemberian santunan seperti ini sangat positif karena tidak hanya memberikan perhatian kepada anak yatim, tetapi juga mengajak generasi muda untuk mencintai masjid. Semoga program tersebut dapat dicontoh oleh masjid dan musala lainnya di Kota Padang," ujar Maigus.
Dalam kajian rutinnya, Maigus juga menekankan pentingnya pembentukan karakter anak sejak dini melalui pendidikan agama, keteladanan, dan kepatuhan kepada orang tua. Ia mengangkat kisah Malin Kundang sebagai gambaran buruknya perilaku anak yang durhaka kepada ibu, sekaligus mengingatkan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam membentuk akhlak generasi muda.
Menurut Maigus, pembinaan karakter harus dimulai dari lingkungan keluarga dan diperkuat melalui aktivitas keagamaan di masjid. Karena itu, Pemerintah Kota Padang terus mendorong Program Unggulan (Progul) Smart Surau untuk membentuk generasi muda yang cerdas, saleh, serta memiliki akhlak mulia dan karakter Qurani.
Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Rahmah, Firdyzon, menjelaskan bantuan tersebut diberikan kepada 24 anak yatim yang merupakan warga dari tiga RW di sekitar masjid. Penerima terdiri atas tujuh anak tingkat sekolah dasar (SD), 12 anak sekolah menengah pertama (SMP), dan lima anak sekolah menengah atas (SMA).
Firdyzon menyebutkan, penyaluran bantuan dari infak jamaah tersebut merupakan program rutin pengurus masjid yang dilaksanakan setiap tiga tahun sekali. Salah satu persyaratan penerima adalah aktif melaksanakan salat lima waktu di masjid, sehingga program ini sekaligus menjadi upaya mendorong anak-anak semakin dekat dengan rumah ibadah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Lurah Lubeg Nan XX, Novilinda, serta elemen masyarakat setempat. Melalui kepedulian jamaah dan pembinaan keagamaan yang berkelanjutan, Masjid Rahmah diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan karakter, solidaritas sosial, dan pembinaan generasi muda di Kota Padang. (*)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA TERBARU
Anda sedang membaca berita terbaru
Anda sedang membaca berita terbaru
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »