DUNIA
Seskab Teddy: Iuran USD 1 Miliar Board of Peace Tidak Wajib, Indonesia Belum Bayar    
Kamis, Februari 05, 2026

On Kamis, Februari 05, 2026

Seskab Teddy: Iuran USD 1 Miliar Board of Peace Tidak Wajib, Indonesia Belum Bayar
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya buka suara soal keanggotaan Indonesia di dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya buka suara soal keanggotaan Indonesia di dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian. 

Board of Peace ini menjadi salah satu isu yang dibicarakan Presiden RI Prabowo Subianto saat menggelar pertemuan dengan mantan Menlu dan Wamenlu di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 4 Februari 2026.

Seskab Teddy menjelaskan, keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace bersifat tidak tetap dan Indonesia memiliki kewenangan penuh untuk menarik diri sewaktu-waktu.

“Saat ini Indonesia resmi bergabung bersama 7 negara besar dengan mayoritas penduduk beragama Islam lainnya, yakni Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, UAE, dan Pakistan,” kata Seskab Teddy dalam keterangannya, dikutip Kamis, 5 Februari 2026. 

Dia lantas memberi klarifikasi terkait isu dana USD 1 miliar yang dibayarkan terkait keanggotaan Board of Peace.

Seskab Teddy menyebut dana tersebut merupakan dana rekonstruksi Gaza dan sifatnya tidak wajib. 

Indonesia sampai saat ini belum membayar iuran tersebut. 

“Para negara anggota boleh membayar atau tidak. Jika membayar maka akan menjadi anggota tetap. Namun bila tidak membayar, maka keanggotaan akan berlangsung selama 3 tahun. Saat ini, Indonesia belum membayar,” ungkap dia.  

Lebih lanjut, Seskab Teddy menyampaikan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace merupakan langkah konkret untuk terlibat langsung dalam upaya mengurangi peperangan di Palestina.  

“Bukan hanya sebatas ikut konferensi, rapat, diskusi, atau pertemuan resmi,” pungkas Seskab Teddy. (*) 

Sumber: Viva. co. id

Serang Pengungsi Gaza, Israel Harus Dikeluarkan dari Board of Peace    
Senin, Februari 02, 2026

On Senin, Februari 02, 2026

Serang Pengungsi Gaza, Israel Harus Dikeluarkan dari Board of Peace
Kecaman keras diutarakan  Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, atas serangan mematikan yang dilancarkan Israel ke Kamp Pengungsi Ghaith, Al-Mawasi, Khan Younis, Jalur Gaza. (Foto:Net). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kecaman keras diutarakan  Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, atas serangan mematikan yang dilancarkan Israel ke Kamp Pengungsi Ghaith, Al-Mawasi, Khan Younis, Jalur Gaza. Serangan tersebut menyebabkan puluhan warga Palestina syahid.

Syamsu Rizal yang akrab disapa Deng Ical menilai serangan itu sebagai bentuk kejahatan kemanusiaan yang terang-terangan dan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

“Ini adalah serangan biadab yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan merusak gencatan senjata. Dunia internasional tidak boleh diam,” tegas Deng Ical dikutip di Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.

Ia menyoroti fakta bahwa serangan tersebut terjadi tak lama setelah deklarasi pembentukan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Aksi Israel justru menghancurkan kredibilitas lembaga perdamaian yang baru dibentuk itu.

“Serangan ini merusak gencatan senjata sekaligus mencoreng citra Board of Peace. Israel jelas tidak layak menjadi anggota Dewan Perdamaian,” ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Deng Ical menegaskan bahwa Israel harus dikeluarkan dari BoP, karena sebagai negara penjajah yang terus-menerus membunuh rakyat Gaza, Israel tidak pantas duduk dalam forum yang mengatasnamakan perdamaian.

“Jika Israel tetap menjadi anggota BoP, maka organisasi ini hanya akan dijadikan alat untuk melegitimasi pembunuhan warga Gaza dan pengusiran rakyat Palestina dari tanahnya sendiri,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa dengan dalih menyerang Hamas, Israel akan terus membombardir Gaza secara membabi buta. Hamas selalu dijadikan alasan, padahal yang menjadi korban adalah rakyat sipil baik anak-anak, perempuan, dan pengungsi. (*) 

Sumber: RMOL

Presiden Prabowo Didesak Tarik RI dari Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump    
Rabu, Januari 28, 2026

On Rabu, Januari 28, 2026

Presiden Prabowo Didesak Tarik RI dari Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump
KH M Cholil Nafis mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk mempertimbangkan kembali posisi Indonesia dan bahkan menarik diri dari keanggotaan Board of Peace.

BENTENGSUMBAR.COM
- Bergabungnya Indonesia ke dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BOP) untuk Gaza yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikritik Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025–2030, KH M Cholil Nafis.

Menurut Cholil, keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut justru tidak mencerminkan sikap keberpihakan terhadap perjuangan Palestina.

“Indonesia bergabung dengan Board of Peace itu jelas tidak berpihak kepada Palestina. Karena penggagasnya Trump dan dalam keanggotaannya ada Netanyahu yang jelas menjajah dan tidak mengakui adanya negara Palestina,” kata KH Cholil Nafis, lewat akun X miliknya, Rabu, 28 Januari 2026.

Ia menilai kejanggalan semakin terlihat karena Indonesia disebut masih harus membayar biaya keanggotaan dalam forum tersebut.

“Anehnya lagi, Indonesia masih ditarik bayaran keanggotaan,” ujarnya.

Atas dasar itu, Cholil mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk mempertimbangkan kembali posisi Indonesia dan bahkan menarik diri dari keanggotaan Board of Peace.

“Baiknya Pak Prabowo menarik diri saja,” tegasnya. (*) 

Sumber: RMOL

Jaksa Agung Iran Bantah Klaim Trump soal Eksekusi 800 Demonstran    
Minggu, Januari 25, 2026

On Minggu, Januari 25, 2026

Jaksa Agung Iran Bantah Klaim Trump soal Eksekusi 800 Demonstran
Iran membantah klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyatakan bahwa dirinya berhasil menghentikan rencana eksekusi terhadap 800 demonstran yang ditahan selama gelombang protes nasional. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Iran membantah klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyatakan bahwa dirinya berhasil menghentikan rencana eksekusi terhadap 800 demonstran yang ditahan selama gelombang protes nasional. 

Trump berulang kali mengklaim bahwa Iran telah menghentikan rencana eksekusi terhadap 800 orang yang ditahan selama aksi protes tanpa pernah menjelaskan sumber informasi tersebut. 

"Klaim ini sepenuhnya tidak benar, tidak ada angka seperti itu, dan lembaga peradilan tidak pernah membuat keputusan semacam itu," kata Jaksa Agung Iran Mohammad Movahedi dalam pernyataannya yang disiarkan kantor berita Mizan milik lembaga peradilan Iran pada Jumat (23/1/2026).

Lebih lanjut, Movahedi menyatakan, "Kami memiliki pemisahan kekuasaan. Tanggung jawab setiap lembaga jelas dan kami sama sekali tidak menerima instruksi dari kekuatan asing."

Seorang pejabat Gedung Putih kemudian membantah pernyataan Movahedi dan kembali menegaskan bahwa rencana eksekusi memang dibatalkan sebagai hasil dari peringatan Trump. Pejabat tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang memberikan pernyataan publik, menekankan bahwa Trump terus memantau situasi di Iran dan bahwa semua opsi tetap terbuka jika rezim mengeksekusi para demonstran.

Namun, pejabat tersebut tidak memberikan bukti atau rincian apa pun untuk mendukung klaim Trump.

Kecaman terhadap Resolusi Parlemen Eropa


Pejabat peradilan Iran sebelumnya menyebut sebagian tahanan sebagai "mohareb" atau "musuh Tuhan", sebuah tuduhan yang di Iran dapat dijatuhi hukuman mati. Tuduhan ini juga pernah digunakan dalam eksekusi massal pada tahun 1988 yang dilaporkan menewaskan sedikitnya 5.000 orang.

Dalam sesi khusus Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengenai Iran di Jenewa pada Jumat, Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Turk menyatakan keprihatinannya terhadap pernyataan yang saling bertentangan dari otoritas Iran mengenai apakah para tahanan terkait protes akan dieksekusi.

Turk menyebut Iran tetap menjadi salah satu negara dengan tingkat eksekusi tertinggi di dunia, dengan sedikitnya 1.500 orang dilaporkan dieksekusi tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan tahun 2024.

Kementerian Luar Negeri Iran juga mengecam resolusi Parlemen Eropa yang diadopsi Kamis, yang mengutuk penindasan dan pembunuhan massal yang dilakukan oleh rezim Iran terhadap para demonstran. Resolusi tersebut menyerukan pembebasan para tahanan dan mendesak Dewan Eropa untuk menetapkan Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Jumat, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan penolakan keras terhadap tuduhan yang menghina dalam resolusi tersebut, serta menegaskan bahwa setiap keputusan ilegal atau intervensif terkait angkatan bersenjata Republik Islam Iran dan para pembela keamanan negara akan dibalas dengan tindakan timbal balik, dan tanggung jawab atas konsekuensinya berada pada pihak yang memulainya.

Pemerintah Iran pada Rabu (21/1) untuk pertama kalinya mengumumkan jumlah korban tewas sepanjang demonstrasi, yakni 3.117 orang. Pemerintah menyatakan 2.427 korban adalah warga sipil dan aparat keamanan, sementara sisanya disebut sebagai "teroris". (*) 

Iran Nyatakan Siap Perang dengan Amerika Serikat    
Selasa, Januari 13, 2026

On Selasa, Januari 13, 2026

Iran Nyatakan Siap Perang dengan Amerika Serikat
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa Iran siap menghadapi perang jika Washington mencoba menguji kekuatan militernya.

BENTENGSUMBAR.COM
- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa Iran siap menghadapi perang jika Washington mencoba menguji kekuatan militernya.

Berbicara dalam sebuah wawancara pada Senin, 12 Januari 2026, Araghchi menegaskan bahwa meski jalur komunikasi dengan AS masih terbuka, Iran telah menyiapkan semua opsi. Ia menyebut kesiapan militer Iran kini jauh lebih kuat dibandingkan saat konflik 12 hari tahun lalu.

“Jika Washington ingin menguji opsi militer yang pernah mereka uji sebelumnya, kami siap untuk itu,” kata Araghchi, sambil menambahkan bahwa Iran tetap berharap AS memilih “opsi bijak” berupa dialog, dikutip dari Al-Jazeera, Selasa 13 Januari 2026.

Ancaman ini datang di tengah meningkatnya ketegangan di Iran akibat protes yang dipicu krisis ekonomi dan berkembang menjadi tuntutan perubahan sistemik. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan Washington sedang mempertimbangkan “opsi-opsi kuat”, termasuk kemungkinan aksi militer, sebagai respons atas penanganan keras pemerintah Iran terhadap demonstrasi.

Meski demikian, Trump juga menyebut ada rencana pertemuan dengan Teheran untuk membahas program nuklir Iran, namun memperingatkan bahwa AS bisa bertindak sebelum pertemuan itu berlangsung.

Araghchi menegaskan Iran bersedia kembali ke meja perundingan nuklir, tetapi hanya jika dilakukan tanpa ancaman atau tekanan. “Kami siap duduk di meja perundingan nuklir, asalkan tanpa ancaman atau perintah,” ujarnya.

Terkait situasi di dalam negeri, pemerintah Iran mengklaim bahwa kekerasan dalam protes dipicu oleh “unsur-unsur teroris” yang menyusup ke kerumunan, serta menuduh AS dan Israel berada di balik upaya memprovokasi kerusuhan. Media pemerintah melaporkan lebih dari 100 personel keamanan tewas, sementara kelompok oposisi menyebut korban jauh lebih banyak, termasuk ratusan demonstran -- angka yang belum dapat diverifikasi secara independen.

Arus informasi dari Iran juga terganggu akibat pemadaman internet selama hampir empat hari. Pemerintah menyatakan layanan internet akan dipulihkan secara bertahap dengan koordinasi aparat keamanan.

Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa pasukan AS dan Israel akan menjadi “target sah” jika Washington benar-benar ikut campur. Di sisi lain, Gedung Putih menilai Iran menyampaikan pesan yang berbeda secara tertutup dibandingkan pernyataan publiknya. (*) 

Sumber: RMOL

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah    
Sabtu, Januari 10, 2026

On Sabtu, Januari 10, 2026

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengisyaratkan akan melakukan tindakan keras terhadap para pengunjuk rasa yang terus menggelar demonstrasi anti-pemerintah di berbagai kota

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengisyaratkan akan melakukan tindakan keras terhadap para pengunjuk rasa yang terus menggelar demonstrasi anti-pemerintah di berbagai kota.

Berbicara di hadapan para pendukungnya pada Jumat, 9 Januari 2026, Khamenei menuduh para demonstran bertindak demi menyenangkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

“Mereka merusak jalanan mereka sendiri untuk menyenangkan presiden Amerika Serikat,” kata Khamenei, dikutip dari Associated Press, Sabtu 10 Januari 2026.

“Karena dia (Trump) mengatakan akan datang membantu mereka. Seharusnya dia memperhatikan keadaan negaranya sendiri," ujarnya.

Pernyataan ini muncul di tengah gelombang protes nasional terbesar di Iran dalam beberapa tahun terakhir, yang dipicu oleh kondisi ekonomi yang memburuk. 

Sejak akhir Desember, sedikitnya 62 orang tewas dan lebih dari 2.300 orang ditahan, menurut kelompok pemantau HAM.

Khamenei juga menepis tuduhan Trump yang menyebut tangannya “berlumuran darah rakyat Iran”. 

Dalam siaran televisi pemerintah, para pendukung Khamenei terdengar meneriakkan slogan “Matilah Amerika!”. 

Media pemerintah Iran bahkan melabeli para demonstran sebagai “teroris”, sebuah narasi yang kerap digunakan sebelum penindakan keras dilakukan.

Ancaman tersebut diperkuat oleh Kepala Kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni-Ejei, yang menegaskan bahwa hukuman terhadap para demonstran akan dijatuhkan secara tegas, maksimal, dan tanpa kelonggaran hukum apa pun. (*) 

Sumber: RMOL

Presiden Iran: Kami Sedang Perang Habis-habisan Melawan AS, Israel, dan Eropa!    
Minggu, Desember 28, 2025

On Minggu, Desember 28, 2025

Presiden Iran: Kami Sedang Perang Habis-habisan Melawan AS, Israel, dan Eropa!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pada hari Sabtu bahwa negaranya sedang menghadapi konfrontasi skala penuh dengan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Eropa. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pada hari Sabtu bahwa negaranya sedang menghadapi konfrontasi skala penuh dengan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Eropa. 

Dia menggambarkan kampanye tekanan terhadap Teheran sebagai lebih kompleks dan merusak daripada perang Iran-Irak.

"Menurut saya, kami sedang dalam perang habis-habisan dengan Amerika Serikat, Israel, dan Eropa; mereka tidak ingin negara kami berdiri di atas kakinya sendiri,” kata Masoud Pezeshkian dalam sebuah wawancara dengan situs web resmi Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Dia mengatakan perang saat ini lebih buruk daripada perang Irak pada tahun 1980-an. 

“Jika dipahami dengan benar, perang ini jauh lebih kompleks dan lebih sulit daripada perang itu," katanya.

“Dalam perang dengan Irak, situasinya jelas; mereka menembakkan rudal, dan jelas di mana kami akan membalas. Tetapi di sini, mereka sekarang mengepung kami dalam segala hal, memberi kami tekanan dan menempatkan kami dalam posisi sulit, menciptakan masalah—secara ekonomi, budaya, politik, dan dalam hal keamanan," paparnya.

Pezeshkian menyampaikan komentar tersebut menjelang kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Amerika Serikat, di mana dia berencana untuk memberi pengarahan kepada Presiden AS Donald Trump tentang opsi untuk potensi serangan di masa depan terhadap Iran, di tengah kekhawatiran bahwa Teheran sedang membangun kembali fasilitas produksi rudal balistik dan memperbaiki pertahanan udara yang rusak selama perang Juni lalu.

Israel telah memberi tahu Amerika Serikat bahwa latihan rudal Iran baru-baru ini mungkin menyembunyikan persiapan untuk potensi serangan, menurut laporan Axios pekan lalu, sehari setelah Iran International melaporkan aktivitas udara Iran yang tidak biasa yang terdeteksi oleh badan intelijen Barat.

Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir mengangkat masalah ini secara langsung dengan Brad Cooper, kepala Komando Pusat (CENTCOM) AS, memperingatkan bahwa pergerakan rudal Iran baru-baru ini dapat berfungsi sebagai kedok untuk operasi kejutan terhadap negara Yahudi tersebut.

Pezeshkian mengatakan pada hari Sabtu bahwa Iran lebih kuat daripada selama perang 12 hari dengan Israel dalam hal peralatan dan personel. 

"Jika musuh memilih konfrontasi, mereka tentu akan menghadapi respons yang lebih tegas," ujarnya.

Pada bulan Juni, Israel melakukan serangan udara dan operasi rahasia terhadap situs militer dan nuklir Iran, menewaskan lebih dari 1.000 orang termasuk pejabat senior dan ilmuwan nuklir.

Iran membalas dengan meluncurkan ratusan rudal dan drone ke Israel, menewaskan sedikitnya 33 orang, di antaranya seorang tentara yang sedang tidak bertugas.

Amerika Serikat membantu Israel mencegat serangan Iran dan kemudian bergabung dengan agresi Israel, mengebom tiga fasilitas nuklir Iran pada 22 Juni. (*) 

Israel Tuai Kecaman Karena Menjadi Negara Pertama yang Akui Kemerdekaan Somaliland    
Sabtu, Desember 27, 2025

On Sabtu, Desember 27, 2025

Israel Tuai Kecaman Karena Menjadi Negara Pertama yang Akui Kemerdekaan Somaliland
Peta Somaliland dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Israel menjadi negara pertama di dunia yang secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat. (Kolase Foto). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Israel menjadi negara pertama di dunia yang secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat. Keputusan ini diumumkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Jumat, 26 Desember 2025, waktu setempat.

Netanyahu mengatakan pengakuan ini akan diikuti kerja sama langsung dengan Somaliland di berbagai sektor strategis, seperti pertanian, kesehatan, teknologi, dan ekonomi. Ia juga menyebut langkah ini sejalan dengan semangat Abraham Accords, perjanjian normalisasi hubungan Israel dengan sejumlah negara Arab sejak 2020.

“Deklarasi ini sejalan dengan semangat Abraham Accords,” kata Netanyahu dalam pernyataannya, dikutip dari Reuters, Sabtu 27 Desember 2025.

Pengakuan tersebut ditandai dengan penandatanganan deklarasi bersama antara Netanyahu, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar, dan Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi.

Abdullahi menyambut baik keputusan Israel. Ia menyatakan negaranya akan bergabung dengan Abraham Accords, yang menurutnya dapat membuka jalan bagi perdamaian dan stabilitas regional.

Namun, langkah Israel ini langsung ditentang keras oleh Somalia. Pemerintah Somalia menyebut pengakuan tersebut sebagai tindakan ilegal dan pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya.

“Pemerintah federal menegaskan akan mengambil semua langkah diplomatik, politik, dan hukum yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayah Somalia,” demikian pernyataan kantor perdana menteri Somalia.

Mesir, Turki, dan Djibouti, juga mengecam keputusan Israel. Mereka memperingatkan bahwa pengakuan terhadap wilayah yang memisahkan diri dapat mengancam perdamaian dan keamanan internasional. Sikap serupa disampaikan Uni Afrika, yang menegaskan kembali komitmennya terhadap keutuhan wilayah Somalia dan menolak pengakuan apa pun terhadap Somaliland.

Somaliland memisahkan diri dari Somalia sejak 1991, ketika Somalia dilanda perang saudara. Wilayah ini dikenal relatif stabil dan memiliki pemerintahan sendiri, tetapi selama lebih dari 30 tahun belum pernah diakui secara resmi oleh negara mana pun -- hingga keputusan Israel ini.

Somaliland berharap pengakuan Israel dapat mendorong negara lain untuk mengikuti langkah serupa, sekaligus membuka akses lebih luas ke diplomasi dan pasar internasional. (*)

Sumber: RMOL

5 Destinasi Wisata Paling Menarik yang Bisa Anda Kunjungi di Tokyo    
Kamis, Desember 04, 2025

On Kamis, Desember 04, 2025

Tokyo
Tokyo memang selalu berhasil menarik perhatian sebagai tujuan wisata yang penuh warna. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Tokyo memang selalu berhasil menarik perhatian sebagai tujuan wisata yang penuh warna. Kota ini menawarkan pengalaman yang memadukan tradisi Jepang yang kaya dengan kecanggihan modern yang menakjubkan. Tidak heran jika pencarian tiket pesawat Jakarta-Tokyo sering menjadi favorit para pelancong. Mengeksplorasi Tokyo memungkinkan Anda menemukan banyak destinasi unik. 

Mulai dari Shibuya, kuil kuno, menara tinggi, hingga kawasan kreatif dan taman luas penuh bunga sakura. Untuk itu, berikut adalah lima destinasi wisata paling menarik di Tokyo yang bisa jadi pilihan untuk perjalanan berikutnya.

5 Destinasi Wisata Paling Menarik di Tokyo


Masing-masing destinasi di bawah ini punya ciri khas yang tidak hanya bisa dinikmati secara visual, tapi juga menawarkan pengalaman autentik khas Jepang.

1. Shibuya Crossing

Shibuya Crossing terkenal sebagai persimpangan tersibuk di dunia sekaligus simbol kehidupan urban Tokyo. Di sekitar persimpangan ini, Anda akan menemukan pusat perbelanjaan, restoran trendi, dan berbagai tempat hiburan malam yang seru. Spot ini wajib Anda kunjungi jika ingin menikmati atmosfer modern dan ramai khas ibu kota Jepang.

Saat berada di Shibuya, sempatkan untuk sekadar berdiri di tepi persimpangan dan menikmati arus orang yang menyeberang dari segala penjuru. 

Kesan modern Tokyo benar-benar terasa di sini. Selain itu, kawasan ini mudah dijangkau dan menawarkan banyak pilihan kuliner lokal dan global.

2. Asakusa & Kuil Senso-ji

Jika Anda ingin menyelami tradisi dan sejarah Jepang, Asakusa patut masuk dalam daftar kunjungan. Kawasan ini terkenal dengan Kuil Senso-ji, kuil Buddha tertua di Tokyo yang sudah berdiri sejak abad ke-7. Setiap sudut kawasan ini menyuguhkan nuansa klasik Jepang yang kental.

Di sekitar kuil, Anda akan menemukan pasar tradisional yang menjual camilan khas serta suvenir unik. Ini adalah tempat yang sempurna untuk berbelanja oleh-oleh sekaligus menikmati kuliner lokal. Jalan-jalan santai di sekitar Asakusa memberi pengalaman berbeda dari hiruk-pikuk kawasan modern Tokyo.

3. Tokyo Skytree

Tokyo Skytree merupakan salah satu ikon baru Tokyo dengan ketinggian mencapai 634 meter. Menara ini dilengkapi dengan observatorium yang memungkinkan Anda melihat panorama Tokyo secara menyeluruh dari ketinggian. Melihat kota dari atas memberikan perspektif yang benar-benar berbeda.

Selain melihat pemandangan, Anda juga bisa berkunjung ke pusat perbelanjaan dan restoran yang ada di area menara. Tokyo Skytree menjadi rekomendasi terbaik untuk mendapatkan pengalaman melihat matahari terbenam di atas langit Tokyo ataupun mengabadikan momen dengan latar belakang kota yang indah.

4. Harajuku & Takeshita Street

Harajuku dikenal sebagai episentrum budaya pop dan fashion anak muda Jepang. Area ini penuh dengan warna, kreativitas, dan tren terkini yang sering muncul lebih dulu di sini sebelum menyebar ke tempat lain. Takeshita Street adalah pusatnya—sepanjang jalan ini, Anda akan menemukan butik unik dan toko aksesori yang penuh inspirasi.

Setiap sudut di Harajuku menawarkan kejutan, mulai dari kuliner jalanan hingga toko fashion unik. Jika Anda menyukai suasana kreatif, suka eksplorasi kuliner kekinian, atau ingin belanja barang-barang bergaya, kawasan ini benar-benar wajib dikunjungi. Berjalan santai di Takeshita Street juga menjadi momen yang menyenangkan ketika berkunjung ke Tokyo.

5. Ueno Park & Museum Nasional Tokyo

Ueno Park adalah taman kota yang luas dengan suasana asri, cocok sebagai tempat bersantai bersama keluarga atau teman. Taman ini juga menjadi spot utama untuk menikmati bunga sakura saat musim semi. Tidak hanya itu, di kawasan Ueno, Anda bisa mengunjungi Museum Nasional Tokyo yang menyimpan koleksi seni dan artefak penting dari sejarah Jepang.

Selain museum dan taman, di sini Anda juga dapat menemukan kebun binatang sehingga cocok untuk wisata yang lebih santai dan edukatif. Ueno Park menjadi tempat yang ideal untuk belajar budaya, sejarah, sekaligus menikmati alam di tengah hiruk-pikuk kota Tokyo.

Tokyo menawarkan berbagai destinasi wisata yang memberikan pengalaman tak terlupakan. Dari Shibuya Crossing yang modern hingga kawasan seni dan sejarah di Ueno Park, setiap sudut kota ini punya daya pikat tersendiri.

Akses ke destinasi-destinasi ini makin mudah, apalagi dengan promo tiket pesawat Jakarta-Tokyo dan berbagai kemudahan yang disediakan oleh Traveloka.

Sudah siap menjelajahi Tokyo? Pastikan Anda membeli tiket pesawat Jakarta menuju Tokyo menggunakan Traveloka dan jangan lewatkan promo akhir tahun dari Traveloka!

(*) 

Terjerat Kasus Korupsi, Netanyahu Minta Ampun ke Presiden Israel    
Senin, Desember 01, 2025

On Senin, Desember 01, 2025

Terjerat Kasus Korupsi, Netanyahu Minta Ampun ke Presiden Israel
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, meminta ampun kepada Presiden Israel, Isaac Herzog, terkait kasus korupsi. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, meminta ampun kepada Presiden Israel, Isaac Herzog, terkait kasus korupsi. 


Ia juga membantah semua tuduhan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan.


Dalam surat kepada kantor presiden, pengacara Netanyahu masih yakin proses hukum akan menghasilkan pembebasan penuh.


"Pengacara saya mengirimkan permohonan pengampunan kepada presiden negara itu hari ini," kata Netanyahu melansir Reuters, Senin (1/12/2025).


"Saya berharap siapa pun yang menginginkan kebaikan negara mendukung langkah ini," kata Netanyahu dalam pernyataan video singkat yang dirilis partai politiknya, Likud.


Dalam surat tersebut, pengacara Netanyahu berargumen, proses pidana terhadapnya telah memperdalam perpecahan masyarakat dan mengakhiri persidangan diperlukan untuk rekonsiliasi nasional. 


Dalam surat itu juga ditulis, sidang pengadilan yang semakin sering menjadi beban ketika perdana menteri berusaha untuk memerintah.


"Saya diharuskan bersaksi tiga kali seminggu. Itu adalah tuntutan yang mustahil dan tidak pernah diajukan kepada warga negara lain," kata Netanyahu.


Dalam pernyataan video tersebut, ia juga menekankan telah menerima kepercayaan publik dengan berulang kali memenangkan pemilu.


Netanyahu didakwa pada tahun 2019 dalam tiga kasus terpisah namun terkait yang berpusat pada tuduhan yakni memberikan bantuan kepada tokoh-tokoh bisnis terkemuka dengan imbalan hadiah dan liputan media yang simpatik.


Perdana menteri telah berulang kali membantah melakukan kesalahan.


Baik perdana menteri, yang telah diadili selama lima tahun, maupun pengacaranya tidak membuat pengakuan bersalah.


Sementara pemimpin oposisi Yair Lapid mengatakan Netanyahu tidak boleh diampuni tanpa mengakui kesalahan, menyatakan penyesalan, dan segera pensiun dari kehidupan politik.


Pengampunan di Israel biasanya diberikan hanya setelah proses hukum selesai dan terdakwa telah dihukum. Pengacara Netanyahu berpendapat, presiden dapat campur tangan ketika kepentingan publik dipertaruhkan, seperti dalam kasus ini. Tujuannya, untuk menyembuhkan perpecahan dan memperkuat persatuan nasional.


Di sisi lain, Kantor Presiden Isaac Herzog menggambarkan permintaan tersebut sebagai "luar biasa" dengan "implikasi yang signifikan". 


"(Presiden) akan mempertimbangkan permintaan tersebut secara bertanggung jawab dan tulus setelah menerima pendapat yang relevan," demikian pernyataan kantor presiden. (*) 


Sumber: Okezone. com

Respons Ancaman Israel, Menlu Iran: Cara Terbaik Menghindari Perang adalah Bersiap untuk Perang    
Minggu, November 23, 2025

On Minggu, November 23, 2025

Respons Ancaman Israel, Menlu Iran: Cara Terbaik Menghindari Perang adalah Bersiap untuk Perang

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mendeklarasikan bahwa Republik Islam Iran saat ini berdiri lebih siap untuk membalas setiap aksi agresif dari rezim Israel.

BENGSUMBAR.COM - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mendeklarasikan bahwa Republik Islam Iran saat ini berdiri lebih siap untuk membalas setiap aksi agresif dari rezim Israel. 


Kepada harian The Economist dilansir Teheran Times, Sabtu (21/11/2025), Argahchi mengungkap detail bagaimana kemampuan pertahanan Iran telah berkembang pesat sejak perang 12 hari pada Juni.


Araghchi menggarisbawahi bahwa pelajaran dari perang 12 hari telah dianalisis oleh Iran secara teliti.


Analisis itu kemudian menghasilkan perbaikan substansial baik secara kuantitas dan kualitas dari kepabilitas rudal Iran, yang saat ini ditempat pada titik-titik yang lebih strategis.


Ditanya soal kesiapan Iran akan potensi serangan baru, Araghchi tidak memberikan ruang atas keraguan, menegaskan bahwa Iran "bahkan lebih siap dari perang sebelumnya."


Dia mengelaborasi bahwa filosifi tak tergoyahkan bangsanya bahwa perdamaian sebenarnya hadir lewat kekuatan, sambil mengatakan,


"Saat ditanya soal kesiapan Iran akan potensi serangan baru, "Cara terbaik untuk menghindari perang adalah bersiap untuk perang. Dan kami sangat siap."


Araghchi menegaskan, sikap teguh bangsanya merefleksikan hak sah Iran untuk mempertahankan diri dalam menghadapi ancaman terus-menerus dan aksi destabilisasi dari musuh. 


Di panggung internasional, Araghchi menegaskan dukungan penting yang disediakan oleh Rusia selama perang 12 hari, sebuah solidaritas yang matang ke arah sebuah kemitraan strategis yang dalam. 


Adapun terkait program nuklir, Araghchi menegaskan komitmen jangka panjang Iran atas sebuah program nuklir damai dan keterbukaannya terhadap sebuah perjanjian yang "adil dan seimbang". 


Meski demikian, ia menolak dikte-dikte apapun dari pihak asing, khususnya Amerika Serikat yang secara konsisten melanggar komitmennya.


"Kami tidak memiliki pengalaman bagus sekalipun dengan proses negosiasi dengan Amerika Serikat." (*)


Sumber: Republika. co. id

Ledakan di Kantor Polisi, 9 Orang Tewas dan 27 Lainnya Luka-Luka    
Minggu, November 16, 2025

On Minggu, November 16, 2025

Ledakan di Kantor Polisi, 9 Orang Tewas dan 27 Lainnya Luka-Luka
Tumpukan bahan peledak yang sempat di sita di Kantor Polisi Kashmir, India meledak, pada Sabtu (15/11/2025). (Foto Ilustrasi Ledakan/Net). 
BENTENGSUMBAR.COM
- Tumpukan bahan peledak yang sempat di sita di Kantor Polisi Kashmir, India meledak, pada Sabtu (15/11/2025). 

Hal ini mengakibatkan sembilan orang tewas dan 27 orang lainnya mengalami luka-luka.

Kepala Polisi wilayah Kashmir, India Nalin Prabhat menyatakan, korban tewas termasuk diantaranya adalah polisi, pejabat pemerintah, dan staf forensik yang sedang memeriksa bahan peledak pada saat itu.

Dia mengatakan penyebab ledakan dan tingkat kerusakan masih dalam penyelidikan. Yang jelas, tidak ada keterlibatan militan dalam insiden tersebut.

Prabhat mengatakan pemeriksaan forensik dan kimia terhadap bahan peledak yang sebelumnya disita sedang berlangsung ketika "ledakan tidak disengaja" terjadi pada Jumat malam.

"Tidak perlu ada spekulasi lain mengenai penyebab insiden ini," katanya mengutip Reuters, Minggu (16/11/2025).

Sumber kepolisian lain menyatakan, saat ini identifikasi jenazah sedang dilakukan, karena beberapa di antaranya telah hangus sepenuhnya.

"Intensitas ledakan begitu besar sehingga beberapa bagian tubuh ditemukan di rumah-rumah sekitar, sekitar 100-200 meter dari kantor polisi," kata sumber tersebut.

Sebelumnya, seorang pejabat kepolisian setempat mengatakan kepada Reuters bahwa ledakan telah melanda markas kepolisian Nowgam. 

Pejabat tersebut menyebutkan bahwa api telah melahap kompleks markas dan mobil pemadam kebakaran telah dikerahkan ke lokasi.

Ledakan tersebut terjadi empat hari setelah ledakan mobil mematikan di ibu kota India, New Delhi, yang menewaskan setidaknya delapan orang, yang oleh pemerintah disebut sebagai insiden terorisme.

India dan Pakistan, dua negara tetangga yang memiliki senjata nuklir, telah terlibat dalam perang berkala selama puluhan tahun atas wilayah sengketa Kashmir, yang keduanya klaim sepenuhnya namun hanya menguasai sebagian. (*)