HEADLINE
Manajemen Talenta ASN Harus Berujung pada Pemecah Masalah, Bukan Sekadar Isi Jabatan    
Jumat, September 25, 2026

On Jumat, September 25, 2026

BENTENGSUMBAR.COM - Manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai diarahkan ke level yang lebih strategis. Bukan sekadar menjadi jalan pintas untuk mengisi kursi jabatan kosong, manajemen talenta harus mampu menemukan ASN yang memiliki kompetensi, potensi, dan kemampuan untuk menjawab kebutuhan organisasi. Pesan itu ditegaskan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan, saat memberikan arahan tentang penguatan manajemen talenta di lingkungan Pemerintah Kota Manado, Kamis (24/9/2026).

Di hadapan jajaran Pemerintah Kota Manado di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Prof. Zudan menekankan bahwa inti dari manajemen talenta ASN adalah menemukan orang yang tepat untuk menyelesaikan persoalan organisasi. “Manajemen talenta itu mencari orang yang bisa menyelesaikan masalah,” tegasnya. Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pemetaan ASN harus berujung pada pemanfaatan kompetensi secara nyata, bukan berhenti sebagai data administrasi.

Menurut Prof. Zudan, BKN terus mendorong dan mendampingi instansi pemerintah dalam menerapkan sistem manajemen talenta ASN. Sejak dirinya mulai memimpin BKN, tercatat 42 instansi telah menerapkan manajemen talenta. Dalam waktu sekitar satu tahun, angka tersebut meningkat menjadi 306 instansi. Pemerintah Kota Manado menjadi salah satu instansi yang termasuk dalam kelompok awal penerapan manajemen talenta.

Melalui manajemen talenta, pemerintah dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kinerja dan potensi ASN. Data tersebut menjadi modal penting untuk menentukan siapa yang membutuhkan pengembangan kompetensi, siapa yang dapat dipersiapkan untuk mengisi kebutuhan organisasi, serta siapa yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi calon pemimpin pada masa mendatang. Dengan demikian, keputusan pengembangan karier ASN tidak semata-mata berdasarkan pertimbangan administratif.

Untuk memperkuat sistem tersebut, BKN juga menyiapkan Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA) sebagai platform pengelolaan data dan profil talenta ASN. Sistem digital ini memungkinkan instansi pemerintah mengelola informasi mengenai profil, potensi, dan kinerja ASN secara lebih terstruktur. Data tersebut kemudian dapat dimanfaatkan untuk membangun talent pool, menyusun strategi pengembangan kompetensi, serta menyiapkan kader sesuai kebutuhan organisasi.

Dalam proses pemetaan, ASN dapat dikelompokkan berdasarkan kombinasi antara kinerja dan potensi. Sejumlah kategori yang digunakan antara lain rising star, medioker, hingga deadwood. Namun, Prof. Zudan menegaskan bahwa klasifikasi tersebut bukan untuk memberikan stigma kepada seorang ASN. Sebaliknya, hasil pemetaan harus menjadi dasar untuk menentukan intervensi pengembangan yang tepat. “Kita harus mengubah yang deadwood menjadi medioker, yang medioker menjadi rising star,” ujarnya.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa manajemen talenta ASN bukan sistem untuk mencari siapa yang dianggap unggul dan siapa yang dianggap lemah, melainkan instrumen untuk mengetahui kebutuhan pengembangan setiap pegawai. ASN yang masih memiliki kesenjangan kompetensi maupun kinerja perlu memperoleh kesempatan, pembinaan, dan dukungan agar kapasitasnya meningkat. Dengan pendekatan itu, pemetaan talenta diharapkan menghasilkan perubahan nyata terhadap kualitas sumber daya manusia aparatur.

Prof. Zudan juga mendorong pemerintah daerah memperkuat pengembangan karier ASN berbasis kompetensi. Pemerintahan tidak hanya membutuhkan pejabat struktural, tetapi juga ASN dengan keahlian teknis yang mampu memberikan kontribusi melalui jabatan fungsional. Karena itu, kekuatan, minat, kompetensi, potensi, dan rekam kinerja ASN perlu dipetakan secara tepat agar setiap pegawai dapat dikembangkan melalui jalur karier yang sesuai.

Pada akhirnya, penguatan manajemen talenta ASN di Pemerintah Kota Manado menjadi bagian dari upaya membangun birokrasi yang memiliki orang-orang tepat di posisi yang tepat. Ketika data talenta terkelola dengan baik, pengembangan kompetensi berjalan berkelanjutan, dan talent pool dimanfaatkan secara strategis, manajemen talenta tidak lagi sekadar berbicara tentang siapa yang akan menduduki jabatan. Lebih jauh, sistem ini diarahkan untuk memastikan pemerintah memiliki ASN yang siap menghadapi kebutuhan organisasi dan mampu menjadi pemecah masalah bagi masyarakat. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

47 Wartawan Siap Ikuti OKK PWI Sumbar di Payakumbuh, Widya Navies Tegaskan Ini Pintu Masuk Keluarga Besar PWI    
Jumat, September 25, 2026

On Jumat, September 25, 2026

47 Wartawan Siap Ikuti OKK PWI Sumbar di Payakumbuh, Widya Navies Tegaskan Ini Pintu Masuk Keluarga Besar PWI
Ketua PWI Sumbar Widya Navies salam kompak dengan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Sumbar Zul Effendi. (Foto: Emil). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebanyak 47 peserta akan mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI Sumbar Angkatan II di Kota Payakumbuh, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para calon anggota untuk mengenal lebih dekat dunia kewartawanan sekaligus memahami organisasi profesi yang menjadi tempat mereka bernaung.

Ketua PWI Sumbar Widya Navies menegaskan, OKK bukan sekadar kegiatan seremonial. Di dalamnya terdapat pembekalan mendasar yang berkaitan dengan profesi wartawan dan kehidupan berorganisasi. Karena itu, peserta diharapkan mengikuti seluruh tahapan dengan serius agar memahami tanggung jawab sebagai bagian dari keluarga besar PWI.

"Kegiatan OKK PWI merupakan pintu masuk menjadi keluarga besar PWI yakni organisasi wartawan tertua di Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI," ujar Widya Navies melalui siaran pers PWI Sumbar, Kamis (24/9/2026) di Padang.

Di Kota Payakumbuh, kegiatan OKK PWI Sumbar Angkatan II ini diselenggarakan PWI Paliko, yang menaungi wilayah Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Para peserta akan mendapatkan materi dasar keorganisasian, etika jurnalistik, hukum pers serta kompetensi jurnalistik yang disampaikan oleh Wartawan Utama dan pengurus inti PWI Sumbar.

Bagi peserta, pembekalan tersebut menjadi kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai profesi wartawan. Apalagi, kerja jurnalistik tidak hanya dituntut menghasilkan berita, tetapi juga membutuhkan pemahaman mengenai kode etik, hukum pers dan tanggung jawab kepada publik.

Dari 55 orang yang mendaftar, panitia kemudian melakukan verifikasi administrasi. Hasilnya, sebanyak 47 peserta dinyatakan memenuhi persyaratan dan siap mengikuti OKK PWI Sumbar Angkatan II di Payakumbuh. Angka tersebut menunjukkan adanya minat dari kalangan wartawan untuk mengikuti proses orientasi dan mengenal lebih jauh organisasi PWI.

Ketua Panitia OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota, Bambang Zulwadi, mengatakan verifikasi dilakukan untuk memastikan peserta telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan PWI Sumatera Barat. "Dari 55 orang yang mendaftar, setelah dilakukan verifikasi, sebanyak 47 peserta dinyatakan memenuhi persyaratan dan siap mengikuti OKK," kata Bambang, Kamis (24/9/2026).

Seluruh peserta yang telah dinyatakan lolos diminta hadir pada Sabtu (26/9/2026) pukul 08.00 WIB di Aula Kantor Wali Kota Payakumbuh. Mereka juga diminta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sesuai jadwal, karena setiap materi menjadi bagian dari proses orientasi kewartawanan dan keorganisasian PWI.

Kegiatan OKK PWI Sumbar Angkatan II ini melanjutkan pelaksanaan OKK Angkatan I yang sebelumnya diikuti 52 peserta di Edotel SMKN 9 Padang pada 14–15 Agustus 2026. Kegiatan tersebut ditutup Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Sumbar Zul Effendi, sementara dua peserta, Altas Maulana dan Dwita Norfalinda, menerima sertifikat secara simbolis. Para peserta Angkatan I mengikuti materi dengan serius dan fokus hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.

Kini, giliran 47 peserta OKK PWI Sumbar Angkatan II di Payakumbuh menjalani proses serupa. Dengan materi keorganisasian, etika, hukum pers dan kompetensi jurnalistik, kegiatan tersebut menjadi tahapan bagi para peserta untuk mengenal lebih dalam dunia kewartawanan sekaligus memahami nilai dan tanggung jawab sebagai bagian dari organisasi PWI. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

61 Personel Payakumbuh Turun ke Tengah Lumpur Galodo Solok, Zulmaeta Kirim Bantuan hingga Alat Berat    
Jumat, September 25, 2026

On Jumat, September 25, 2026

61 Personel Payakumbuh Turun ke Tengah Lumpur Galodo Solok, Zulmaeta Kirim Bantuan hingga Alat Berat
Sebanyak 61 personel gabungan diterjunkan atas arahan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, Rabu (23/9/2026). (Foto: Hermiko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Bukan hanya bantuan logistik yang datang dari Payakumbuh. Ketika banjir bandang menerjang Kabupaten Solok dan meninggalkan lumpur serta puing di berbagai lokasi, Pemerintah Kota Payakumbuh mengirimkan kekuatan personel dan armada untuk ikut membantu penanganan bencana. Sebanyak 61 personel gabungan diterjunkan atas arahan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, Rabu (23/9/2026).

Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman bersama Sekretaris Daerah Rida Ananda memimpin langsung rombongan menuju Kabupaten Solok. Mereka membawa bantuan logistik, obat-obatan, serta armada penanggulangan bencana. Bantuan diserahkan di posko darurat Kantor Bupati Solok dan diterima Wakil Bupati Solok Candra.

Langkah tersebut menjadi bentuk solidaritas antardaerah ketika masyarakat Solok sedang menghadapi situasi darurat. Elzadaswarman mengatakan kehadiran Pemko Payakumbuh merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Zulmaeta agar pemerintah hadir membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

"Sesuai arahan Bapak Wali Kota Zulmaeta, kehadiran Pemko Payakumbuh di lokasi bencana merupakan wujud nyata kepedulian antardaerah. Di saat saudara kita ditimpa musibah, kita harus hadir untuk meringankan beban mereka," ujar Elzadaswarman.

Yang membuat aksi ini berbeda, rombongan Payakumbuh tidak langsung pulang setelah menyerahkan bantuan. Puluhan personel dari BPBD, Satpol PP dan Damkar, Dinas PUPR, serta tenaga kesehatan langsung bergerak menuju titik terdampak. Mereka ikut membersihkan material banjir bandang yang menutup akses dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Satu unit ambulans dan satu unit mobil damkar juga dikerahkan. Mobil damkar membawa peralatan penyemprot lumpur untuk membantu mempercepat pembersihan. Elzadaswarman bersama Sekda Rida Ananda turut turun melihat kondisi lapangan dan menyemangati personel yang bekerja menghadapi sisa-sisa material bencana.

"Kita membawa armada ambulans dan mobil damkar beserta peralatannya untuk mempercepat pembersihan material banjir bandang, sehingga fasilitas umum dan akses warga bisa segera terbuka," kata Elzadaswarman.

Pekerjaan pemulihan pun disiapkan untuk berlanjut. Pemko Payakumbuh memastikan alat berat akan dikirim pada Kamis (24/9/2026). Dukungan tersebut diarahkan untuk menangani material lumpur dan puing berukuran besar yang sulit dievakuasi menggunakan tenaga manusia.

Wakil Bupati Solok Candra menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan Pemko Payakumbuh. "Kami mewakili masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Solok mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian serta bantuan tenaga, alat, maupun logistik yang diberikan Pemko Payakumbuh. Ini sangat berarti bagi percepatan pemulihan daerah kami," ujarnya. Dari 61 personel yang turun hingga armada dan alat berat yang disiapkan, solidaritas Payakumbuh di bawah arahan Zulmaeta menjadi bagian dari upaya bersama untuk membantu masyarakat Solok membersihkan luka akibat banjir bandang dan kembali membuka akses kehidupan mereka. (HM) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Bupati Jon Firman Pandu Terharu, Pelajar SMAN 1 Kota Solok Datang Bantu Korban Galodo Arosuka    
Jumat, September 25, 2026

On Jumat, September 25, 2026

Bupati Jon Firman Pandu Terharu, Pelajar SMAN 1 Kota Solok Datang Bantu Korban Galodo Arosuka
Bukan pejabat atau rombongan besar yang menjadi perhatian, melainkan keluarga besar SMAN 1 Kota Solok yang datang membawa bantuan untuk warga terdampak, Kamis (24/9/2026). (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Di tengah kepungan duka akibat galodo dan banjir bandang yang menerjang kawasan Arosuka, sebuah pemandangan berbeda hadir di Posko Bencana. Bukan pejabat atau rombongan besar yang menjadi perhatian, melainkan keluarga besar SMAN 1 Kota Solok yang datang membawa bantuan untuk warga terdampak, Kamis (24/9/2026).

Kedatangan para pelajar dan keluarga besar sekolah itu menjadi simbol bahwa musibah mampu menggerakkan kepedulian lintas usia. Dari lingkungan pendidikan, mereka membawa pesan sederhana bahwa korban galodo Kabupaten Solok tidak sendiri. Ada tangan-tangan yang tergerak untuk membantu, meski bantuan itu mungkin sederhana.

Bantuan tersebut diterima langsung Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, S.Si., M.Si. Di tengah kesibukan penanganan bencana, Jon Firman Pandu menyempatkan menyambut rombongan dan menyampaikan penghargaan atas kepedulian keluarga besar SMAN 1 Kota Solok.

Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat, Jon Firman Pandu menyampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga besar SMAN 1 Kota Solok. Menurutnya, bantuan tersebut memiliki makna lebih luas karena datang dari lingkungan pendidikan dan melibatkan generasi muda.

"Bantuan ini bukan sekadar materi, melainkan bukti nyata kebersamaan dan kepedulian sesama di saat sulit," ujar Jon Firman Pandu. Baginya, perhatian yang diberikan para pelajar menjadi energi moral bagi masyarakat yang sedang menghadapi dampak banjir bandang dan galodo.

Kepedulian tersebut juga dinilai menjadi contoh pendidikan karakter yang nyata. Nilai gotong royong, empati, dan kepedulian terhadap sesama tidak hanya dipelajari melalui buku, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan. Ketika bencana datang, para pelajar memilih untuk hadir dan ikut meringankan beban warga.

"Semoga bantuan ini bermanfaat dan sedikit meringankan beban saudara-saudara kita. Kepedulian yang ditunjukkan oleh para pelajar ini adalah harapan kita," kata Bupati. Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus tumbuh dan menular kepada generasi muda lainnya.

Banjir bandang dan galodo Arosuka telah mengundang kepedulian dari berbagai unsur masyarakat. Bantuan berdatangan dari pemerintah, organisasi, lembaga sosial, dunia usaha, hingga institusi pendidikan. Setiap bantuan memiliki arti bagi warga yang tengah berupaya bangkit dan kembali menjalani kehidupan setelah bencana.

Kehadiran SMAN 1 Kota Solok di Posko Bencana Arosuka akhirnya bukan hanya tentang bantuan yang diserahkan. Ada pesan yang jauh lebih besar: pendidikan juga melahirkan kepedulian. Di tengah musibah yang menimpa Kabupaten Solok, para pelajar menunjukkan bahwa usia muda bukan alasan untuk berpangku tangan. Mereka hadir, berbagi, dan menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan untuk membantu korban galodo Arosuka. (80)

Editor: Zamri Yahya, WU

Wali Kota Padang Gerak Cepat Bantu Korban Galodo Solok, 200 Dus Air Mineral Dikirim ke Arosuka    
Jumat, September 25, 2026

On Jumat, September 25, 2026

Wali Kota Padang Gerak Cepat Bantu Korban Galodo Solok, 200 Dus Air Mineral Dikirim ke Arosuka
Atas instruksi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang melalui Sekretaris Daerah, bantuan logistik segera dihimpun dan dikirim ke Posko Utama Aro Suka, Kamis (24/9/2026). (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketika warga Kabupaten Solok masih berjuang melewati masa sulit setelah diterjang galodo dan banjir bandang, perhatian dari Kota Padang datang dalam bentuk bantuan nyata. Atas instruksi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang melalui Sekretaris Daerah, bantuan logistik segera dihimpun dan dikirim ke Posko Utama Aro Suka, Kamis (24/9/2026).

Kepala Dinas Sosial Kota Padang Eri Sendjaya mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Kabupaten Solok yang terdampak bencana. Pemko Padang tidak ingin bantuan hanya berhenti sebagai wacana, tetapi berupaya mengirim kebutuhan yang memang diperlukan warga di lapangan.

"Atas perintah Bapak Wali Kota yang disampaikan langsung melalui Pak Sekda kepada kami, maka kami menggalang komunikasi dengan beberapa instansi untuk persiapan memberikan bantuan logistik kepada saudara-saudara kita di Kabupaten Solok," kata Eri.

Koordinasi dilakukan dengan Dinas Sosial Kabupaten Solok untuk mengetahui kebutuhan warga. Dari hasil koordinasi itu, bantuan difokuskan pada kebutuhan pangan dan kebutuhan dasar, terutama bagi anak-anak dan kaum ibu. Karena berada dalam situasi bencana, kebutuhan yang biasanya sederhana pun menjadi sangat penting.

Pampers dan pembalut termasuk di antara logistik yang dikirim. Sebanyak enam dus pampers dan dua dus pembalut disalurkan bersama berbagai makanan, seperti 20 dus Indomie, 45 dus roti, tiga dus Roti Biskuit Roma Sandwich, dua dus Roma Kelapa, empat dus biskuit Gabin, serta empat dus Pop Mie.

Pemko Padang juga mengirimkan gula pasir sebanyak 70 kilogram, kopi 40 kilogram, empat bungkus minyak goreng, serta sejumlah bahan pangan lainnya. Bantuan tersebut disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga selama masa penanganan darurat bencana galodo Kabupaten Solok.

Namun, dari seluruh logistik yang dibawa, air mineral menjadi perhatian khusus. Sebanyak 200 dus air mineral dikirim ke lokasi karena masyarakat terdampak menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih. Dalam situasi pascabanjir bandang, ketersediaan air menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda.

Rombongan Pemko Padang berangkat menuju Posko Utama Aro Suka selepas salat Maghrib dan disambut jajaran pimpinan daerah Kabupaten Solok. Bantuan kemudian diserahkan secara resmi berdasarkan Berita Acara Serah Terima Barang Bantuan Logistik Bencana Alam Nomor /Dinsos/2026 tanggal 24 September 2026. Bupati Solok menyampaikan apresiasi dan salam penghormatan kepada Wali Kota Padang atas dukungan yang diberikan.

Melalui Eri Sendjaya, Wali Kota Padang menitipkan pesan agar masyarakat Kabupaten Solok tetap tegar dan bersatu menghadapi bencana. "Kota Padang siap membantu, dan menyampaikan rasa prihatin terhadap musibah yang terjadi di Kabupaten Solok," ujarnya. Di tengah kepedihan akibat galodo dan banjir bandang, bantuan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian antardaerah dapat hadir dalam bentuk yang paling dibutuhkan: pangan, air, perlengkapan dasar, dan uluran tangan kemanusiaan. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Zulmaeta Turun Tangan Dukung Dua Pelajar Payakumbuh Tembus OPSI Nasional 2026, Bawa Harapan Sumbar    
Jumat, September 25, 2026

On Jumat, September 25, 2026

Zulmaeta Turun Tangan Dukung Dua Pelajar Payakumbuh Tembus OPSI Nasional 2026, Bawa Harapan Sumbar
Fatir yang kini duduk di kelas XII dan Abbasya kelas XI datang bersilaturahmi ke Pemerintah Kota Payakumbuh, Rabu (23/9/2026). (Foto: Hermiko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Prestasi dua pelajar SMA Raudhatul Jannah membawa kebanggaan tersendiri bagi Kota Payakumbuh. Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta memberikan dukungan terhadap Fatir dan Abbasya yang dipercaya mewakili Sumatera Barat dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Tingkat Nasional 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ciputat, Banten.

Fatir yang kini duduk di kelas XII dan Abbasya kelas XI datang bersilaturahmi ke Pemerintah Kota Payakumbuh, Rabu (23/9/2026). Didampingi Kepala Sekolah Ronal Izamora, guru pembimbing dan perwakilan orang tua, keduanya menemui Wakil Wali Kota Elzadaswarman untuk meminta doa restu sebelum berangkat mengikuti kompetisi nasional yang berlangsung 24 hingga 30 September 2026.

Dukungan Wali Kota Zulmaeta disampaikan melalui Elzadaswarman. Dalam pertemuan tersebut, Wawako menyambut antusias keberhasilan dua pelajar Payakumbuh menembus kompetisi penelitian tingkat nasional. Ia berpesan agar Fatir dan Abbasya tampil percaya diri, memberikan kemampuan terbaik, serta menjaga nama baik Kota Payakumbuh dan Sumatera Barat.

"Tampilkan yang terbaik di hadapan dewan juri dan jaga nama baik daerah. Jadikan ajang nasional ini bukan sekadar mengejar medali, melainkan pengalaman berharga untuk menjalin jejaring dengan pelajar hebat dari daerah lain," kata Elzadaswarman.

Bagi Zulmaeta dan Elzadaswarman, keberhasilan pelajar Payakumbuh menembus panggung nasional merupakan bagian dari investasi penting bagi masa depan daerah. Karena itu, pemerintah kota menyatakan akan terus memberikan dukungan terhadap generasi muda yang berprestasi dan berani mengembangkan karya di bidang pendidikan, penelitian, teknologi, maupun inovasi.

Perjalanan Fatir dan Abbasya menuju OPSI Nasional 2026 pun ternyata tidak berlangsung singkat. Kepala Sekolah SMA Raudhatul Jannah Ronal Izamora menjelaskan, karya penelitian kedua siswanya lahir melalui proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten. Program unggulan Science, Technology, Engineering, Arts, and Math (STEM) menjadi salah satu wadah utama dalam mengembangkan kemampuan riset siswa.

Selama tiga tahun terakhir, para pelajar mendapatkan pembekalan coding, teknologi informasi, serta penelitian. Dari proses tersebut, siswa didorong untuk mengembangkan ide menjadi karya yang memiliki nilai dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Karya Fatir dan Abbasya kemudian berhasil melewati proses hingga dinyatakan layak tampil dalam kompetisi penelitian siswa tingkat nasional.

Kini, kedua pelajar tersebut membawa misi lebih besar dari sekadar memenangkan perlombaan. Mereka membawa nama sekolah, keluarga, Kota Payakumbuh, sekaligus Sumatera Barat. Ronal Izamora pun berharap kerja keras anak didiknya membuahkan hasil maksimal. "Harapan besar kita bersama, riset anak-anak ini mampu bersaing di level nasional dan membawa pulang medali emas untuk Kota Payakumbuh," ujarnya.

Keikutsertaan Fatir dan Abbasya menjadi bukti bahwa potensi pelajar Payakumbuh terus tumbuh melalui budaya riset dan inovasi. Dukungan Wali Kota Zulmaeta menjadi energi tambahan bagi keduanya untuk menghadapi OPSI Nasional 2026. Dari Payakumbuh, dua peneliti muda kini membawa satu harapan besar: membuktikan bahwa karya pelajar daerah mampu bersaing di panggung nasional dan menginspirasi lebih banyak anak muda untuk berani meneliti serta menciptakan inovasi. (HM) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Di Tengah Galodo Arosuka, Jon Firman Pandu Tegaskan Satu Prioritas: Menemukan Korban yang Masih Hilang    
Jumat, September 25, 2026

On Jumat, September 25, 2026

Di Tengah Galodo Arosuka, Jon Firman Pandu Tegaskan Satu Prioritas: Menemukan Korban yang Masih Hilang
Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, turun langsung memantau proses pencarian korban banjir bandang tersebut. (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Di tengah kepungan duka akibat banjir bandang dan galodo yang menerjang sejumlah wilayah Kabupaten Solok, satu misi belum boleh terhenti: menemukan warga yang masih dinyatakan hilang. Hingga Kamis (24/9/2026), pencarian korban hilang di Arosuka terus dilakukan tim gabungan, sementara keluarga korban masih menanti dengan harapan yang tak pernah padam.

Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, turun langsung memantau proses pencarian korban banjir bandang tersebut. Bersama unsur terkait, ia memastikan penyisiran di sejumlah titik terdampak dilakukan secara maksimal, terutama di sepanjang aliran sungai dan kawasan yang diduga menjadi jalur material galodo.

Di lapangan, tim gabungan dari unsur SAR, TNI, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Solok terus bergerak. Medan yang terdampak bencana tidak menyurutkan upaya pencarian. Setiap petunjuk yang ditemukan diperiksa dengan cermat untuk mempersempit wilayah pencarian dan membuka kemungkinan ditemukannya korban.

Di tengah aktivitas pencarian, Jon Firman Pandu juga menemui keluarga korban yang masih hilang. Salah satunya Aza, anak dari Agusral, yang hingga kini masih dalam pencarian. Kepada keluarga, Bupati berusaha memberikan kekuatan sembari memastikan pemerintah bersama tim gabungan tidak menghentikan ikhtiar mencari korban.

"Kita masih bersama Pak Dandim dan Kapolres melakukan pencarian. Mudah-mudahan tanda-tanda yang ditemukan ini membawa kita segera menemukan saudara kita yang hilang," ujar Jon Firman Pandu saat berada di lokasi pencarian.

Harapan kembali muncul setelah sejumlah barang milik korban ditemukan. Dokumen identitas dan pakaian yang diduga berkaitan dengan korban menjadi petunjuk penting bagi tim di lapangan. Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti untuk membantu menentukan area yang harus menjadi fokus pencarian berikutnya.

Bagi Jon Firman Pandu, penanganan bencana tidak hanya berbicara mengenai perbaikan jalan, rumah, fasilitas umum, maupun pemulihan aktivitas masyarakat. Di balik seluruh pekerjaan tersebut, masih ada keluarga yang menunggu kepastian tentang keberadaan orang yang mereka cintai. Karena itu, pencarian korban hilang ditempatkan sebagai prioritas utama.

"Yang paling pertama itu adalah mencari orang hilang. Itu prioritas utama. Pelayanan publik dan pemulihan kawasan juga penting, namun menemukan saudara kita yang belum ditemukan adalah yang paling utama," tegasnya. Pesan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa pencarian korban banjir bandang dan galodo di Kabupaten Solok menjadi bagian penting dari seluruh rangkaian penanganan bencana.

Kepada keluarga korban, Jon Firman Pandu meminta agar tetap tenang, berdoa, dan menjaga kondisi tubuh selama menunggu kabar. Pemerintah Kabupaten Solok bersama Forkopimda telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari sejak 22 September 2026. Dalam masa tanggap darurat tersebut, pencarian dan evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, serta pemulihan kawasan terdampak terus dilakukan secara terpadu. Di tengah derasnya arus bencana dan beratnya penantian keluarga, satu harapan masih dijaga bersama: korban yang hilang segera ditemukan. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU