Paparkan Dampak Masif Bencana di Kota Padang, Fadly Amran Tegaskan Komitmen untuk Percepatan Validasi Data
On Selasa, Januari 06, 2026
| Data tersebut mencakup kerusakan masif pada ribuan rumah warga hingga infrastruktur vital di lima kecamatan terdampak. |
Data tersebut mencakup kerusakan masif pada ribuan rumah warga hingga infrastruktur vital di lima kecamatan terdampak.
Pemaparan tersebut disampaikan Fadly Amran saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan validasi pendataan kerusakan pascabencana bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Muhammad Tito Karnavian, secara daring dari Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Selasa (6/1/2026).
Dalam pemaparannya, Fadly Amran merinci bahwa bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu memberikan dampak yang sangat luas. Tercatat sebanyak 67.563 jiwa terdampak langsung oleh peristiwa tersebut.
"Kerusakan rumah tinggal mencapai 5.523 unit. Rinciannya adalah 546 unit rusak berat, 2.174 unit rusak sedang, dan 2.949 unit lainnya mengalami rusak ringan," ujar Fadly Amran di depan Mendagri dan sejumlah pimpinan OPD terkait.
Tidak hanya sektor pemukiman, infrastruktur publik juga mengalami lumpuh sebagian. Fadly mencatat kerusakan pada 13 jembatan utama, jalan sepanjang 74.327 meter, serta kerusakan pada 22 bendungan dan 56 jaringan irigasi yang mengancam sektor pertanian daerah.
"Total estimasi kerugian secara keseluruhan akibat bencana ini diperkirakan mencapai Rp2,97 triliun," tambahnya.
Terkait akurasi data yang disebut Mendagri sebagai fondasi penyaluran bantuan, Fadly Amran menegaskan komitmennya untuk melakukan validasi cepat agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi bisa segera dimulai.
"Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat. Validasi data terus kami kebut agar bantuan darurat, rencana relokasi, hingga perbaikan infrastruktur dari kementerian terkait dapat tepat sasaran dan tepat waktu," tegas Fadly Amran.
Selain fokus pada pemulihan fisik, Wako Fadly Amran juga menekankan bahwa pihaknya tengah mengevaluasi sistem mitigasi bencana di Kota Padang. Hal ini dilakukan untuk memperkuat daya tahan kota terhadap ancaman bencana serupa di masa depan.
Mendagri Tito Karnavian dalam arahannya meminta pemerintah daerah terdampak, termasuk Provinsi Sumatera Barat, untuk aktif berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Tito menegaskan bahwa data yang valid menjadi kunci agar bantuan relokasi hingga perbaikan fasilitas publik tidak terkendala administrasi.
"Kepala daerah harus memastikan seluruh data kerusakan diverifikasi dengan baik agar pemulihan berjalan cepat," kata Tito Karnavian. (Taufik/Wiki/Defri/Ivan)