HEADLINE
Tujuh Buku Diluncurkan Sambut HPN 2026, Dari Kearifan Baduy hingga Jejak Adinegoro    
Minggu, Februari 08, 2026

On Minggu, Februari 08, 2026

Tujuh Buku Diluncurkan Sambut HPN 2026, Dari Kearifan Baduy hingga Jejak Adinegoro
Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

BENTENGSUMBAR.COM
- Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 tidak hanya menjadi ajang refleksi perjalanan pers Indonesia, tetapi juga momentum memperkuat tradisi literasi di kalangan wartawan. Hal itu ditandai dengan peluncuran enam buku yang digelar di Ballroom Hotel Aston, Kota Serang, Minggu (8/2/2026).

Enam buku tersebut diluncurkan sebagai bagian dari rangkaian resmi HPN 2026 dan menjadi simbol komitmen insan pers dalam menjaga kedalaman berpikir di tengah derasnya arus informasi cepat dan serba instan.

Menariknya, dua dari tujuh buku yang diperkenalkan secara khusus mengangkat kekayaan lokal Banten, yakni kehidupan masyarakat adat Baduy serta kuliner tradisional daerah. Karya-karya ini menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis dalam menjaga identitas budaya sekaligus merekam denyut sosial masyarakat.

Adapun judul buku yang diluncurkan meliputi:

1. Langkah Sunyi Menuju Puncak
2. Belajar Mencintai dari Kearifan Baduy
3. Wajah Pers Indonesia Kini dan Esok
4. Melawat ke Talawi, Tapak Langkah Wartawan Adinegoro
5. Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2025
6. Jojorong, Kuliner Tradisional Khas Banten, dan
7. Panggil Saya Tommy 

Buku Jalan Sunyi Menuju Puncak merupakan biografi Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir.

Akhmad Munir, menilai peluncuran buku-buku tersebut mencerminkan keberagaman wajah pers Indonesia, mulai dari nilai profesionalisme, sejarah perjuangan jurnalistik, hingga penguatan kearifan lokal.

Menurutnya, di tengah tantangan disrupsi digital dan kemunculan kecerdasan buatan, kualitas tulisan menjadi fondasi utama kepercayaan publik terhadap media.

“Kepercayaan publik lahir dari karya yang ditulis dengan pengetahuan, empati, dan tanggung jawab. Buku-buku ini adalah bukti bahwa wartawan PWI terus berpikir jauh ke depan,” ujar Akhmad Munir.

Ia menambahkan, literasi menjadi kunci utama untuk menjaga marwah profesi jurnalistik di tengah banjir informasi instan.

“Teknologi boleh berkembang, tetapi nurani, integritas, dan kualitas tulisan wartawan tidak boleh ditinggalkan. Literasi adalah benteng terakhir pers,” tegas Munir yang juga Ketua Dewas LKBN Antara ini.

Peluncuran tujuh buku ini tambah Akhmad Munir sekaligus mengingatkan bahwa kerja jurnalistik tidak hanya berpacu pada kecepatan, tetapi juga menuntut ketajaman analisis, kedalaman makna, serta tanggung jawab moral terhadap sejarah bangsa.

Seperti diketahui, keberhasilan HPN 2026 Banten tidak terlepas dari dukungan para sponsor, seperti: Artha Graha Peduli, Artha Graha Network, PT Astra  International Tbk,.PT Bank Bank Central Asia Tbk, PT Pertamina (Persero) , Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Triputra Group , PT Djarum, BYD Motor Indonesia, PT PLN (Persero), Harita Nickel ,.PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk,.PT Freeport Indonesia.

PT Elang Mahkota Teknologi (EMTEK), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian, PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, PT Taspen (Persero), Pelindo, Sinar Mas Land, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB), PT Nestle Indonesia, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, Kompas.id, PT Kereta Api Indonesia (Persero), BPJS Kesehatan, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Pupuk Kalimantan Timur. (*)

DAUN Ramadan Fest 2026, Sinergi BI dan Pemprov Sumbar Jaga Stabilitas Harga Pangan    
Minggu, Februari 08, 2026

On Minggu, Februari 08, 2026

DAUN Ramadan Fest 2026, Sinergi BI dan Pemprov Sumbar Jaga Stabilitas Harga Pangan
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dalam rangka mendukung pengendalian inflasi pangan, penguatan ketahanan pangan daerah, serta peningkatan literasi masyarakat, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyelenggarakan Dari Nagari Untuk Negeri (DAUN) Ramadan Fest 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis menjaga stabilitas harga pangan di Sumbar menjelang bulan suci Ramadan.

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah beserta jajaran Forkopimda Provinsi Sumbar, pimpinan instansi vertikal, kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemerintah Kota Padang, Ketua Yayasan Wakaf Ar Risalah Sumbar, pimpinan BBPOM Padang, BPJPH Sumbar, pimpinan perbankan di Sumbar, serta para pelaku usaha pangan, petani, dan UMKM.

Dalm sambutannya saat acara pembukaan Gubernur Mahyeldi menyampaikan, bulan Ramadan identik dengan meningkatnya konsumsi masyarakat, khususnya kebutuhan bahan pangan pokok. Jika tidak diantisipasi dengan baik dapat berdampak pada kenaikan harga. “Kondisi ini perlu kita antisipasi bersama agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi pangan dapat dikendalikan,” ujar Mahyeldi.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumbar sangat mendukung pelaksanaan DAUN Ramadan Fest 2026 sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, serta stabilitas harga pangan. “Salah satu komoditas yang berkontribusi terhadap inflasi adalah beras. Masyarakat Sumbar cenderung memilih beras premium, sehingga perlu kita kelola dari sisi pasokan dan distribusi,” jelasnya.

Mahyeldi juga memastikan meskipun sejumlah daerah terdampak bencana hidrometeorologi, stok bahan pangan pokok di Sumbar dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan. Pemerintah daerah terus berupaya mempercepat pemulihan infrastruktur agar distribusi pangan tetap lancar.

Menurutnya, pengendalian inflasi pangan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan sinergi yang kuat antar seluruh pemangku kepentingan. Salah satu upaya penting adalah memastikan pasokan beras yang cukup dan berkualitas, sekaligus mendorong konsumsi produk pangan lokal. “Melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong produksi dan konsumsi beras lokal yang berkualitas, sekaligus meningkatkan literasi masyarakat agar semakin bijak dalam memilih dan mengonsumsi pangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram menyampaikan Bank Indonesia memiliki mandat utama menjaga stabilitas nilai rupiah, baik dari sisi harga, sistem pembayaran, maupun stabilitas sistem keuangan. “Penguatan ketahanan pangan daerah menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas harga dan mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, DAUN Ramadan Fest 2026 merupakan bagian dari program Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah proyeksi inflasi nasional sebesar 2,62 persen dan pertumbuhan ekonomi 5,33 persen. Melalui sinergi dengan Bulog, BI menghadirkan program penebusan beras pulen premium dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Kegiatan DAUN Ramadan Fest 2026 juga dirangkai dengan berbagai agenda edukatif dan promotif, seperti lomba memasak nasi goreng berbahan beras pulen, bazar UMKM binaan, kampanye Cinta Bangga Paham Rupiah, perlindungan konsumen, serta layanan penukaran uang rupiah. “Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat UMKM, meningkatkan kecerdasan masyarakat dalam bertransaksi, memperkuat ekosistem halal, serta pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sumatera Barat,” tutupnya.  (Adpsb/nov/bud)

Ini Kata Ketua DPRD Sumbar Muhidi soal Aspirasi Kader PKS Kota Padang saat Reses di Koto Pulai    
Minggu, Februari 08, 2026

On Minggu, Februari 08, 2026

Ini Kata Ketua DPRD Sumbar Muhidi soal Aspirasi Kader PKS Kota Padang saat Reses di Koto Pulai
Ketua DPRD Sumbar Drs. H. Muhidi, MM., saat menggelar kegiatan reses bersama kader PKS se-Kecamatan Koto Tangah, Minggu (8/2/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
- Terkait aspirasi yang disampaikan kader PKS Kota Padang, Ketua DPRD Sumbar Drs. H. Muhidi, memastikan seluruh masukan akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran. 

Demikian disampaikan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Drs. H. Muhidi, MM., saat menggelar kegiatan reses bersama kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Kecamatan Koto Tangah di Kelurahan Koto Pulai, Kecamatan Koto Tangah, Minggu (8/2/2026). 

Aspirasi tersebut akan dipilah berdasarkan kewenangan pemerintah kota dan provinsi serta disesuaikan dengan skala prioritas. “Daerah rawan dan terdampak bencana tentu menjadi prioritas utama,” pungkasnya.

Ketua DPRD Sumbar menegaskan pentingnya perencanaan yang matang dalam setiap usulan pembangunan, khususnya pembangunan infrastruktur jalan. Ia mengingatkan agar setiap proposal dilengkapi secara detail, mulai dari nama jalan, alamat RT dan RW, lebar serta panjang jalan, hingga rincian anggaran yang mencakup pajak dan biaya perencanaan. “Kalau usulan lengkap, maka saat pengerjaan bisa dilaksanakan secara maksimal dan tidak bermasalah di kemudian hari,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa bantuan dari pemerintah provinsi bersifat kolektif dan tidak diperuntukkan bagi kepentingan pribadi. “Untuk provinsi tidak ada bantuan pribadi. Yang bersifat pribadi itu ada di tingkat kota atau kabupaten,” tegasnya.

Lebih jauh, Ketua DPRD Sumbar mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk membangun pola pikir kolektif demi mencapai keberhasilan bersama. “Mari belajar berpikir bersama-sama. Kalau ingin bahagia, maka bahagiakanlah banyak orang,” tuturnya, disambut antusias peserta reses.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kesuksesan dunia dan akhirat. Menurutnya, sukses dunia penting, namun sukses akhirat adalah kewajiban bagi seorang muslim. Ia pun merinci empat kunci kesuksesan seorang muslim, yakni ilmu, keterampilan atau skill, kejujuran dan kepercayaan, serta kesungguhan dalam berusaha. “Fokuslah pada setiap usaha yang dilakukan. Kesungguhan itu akan menentukan hasil,” katanya. (*)

Reses, Anggota DPRD Sumbar Albert Hendra Lukman Bercerita soal Efisiensi Anggaran, Masyarakat Harap Maklum    
Minggu, Februari 08, 2026

On Minggu, Februari 08, 2026

Reses, Anggota DPRD Sumbar Albert Hendra Lukman Bercerita soal Efisiensi Anggaran, Masyarakat Harap Maklum
Anggota DPRD Sumbar, Albert Hendra Lukman yang juga anggota Komisi III di Kantor DPC PDI Perjuangan Ulak karang Kota Padang Minggu (8/2/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
- Saat untuk efisiensi, pemerintah memangkas anggaran karena digunakan untuk yang lebih dibutuhkan dan diutamakan. 

Namun untuk Provinsi Sumbar, Sumut dan Aceh tidak dipangkas namun dialihkan ke bencana banjir.

Demikian terungkap saat Reses Perseorangan Masa Sidang Kedua Tahun 2025/2026 anggota DPRD Sumbar, Albert Hendra Lukman yang juga anggota Komisi III di Kantor DPC PDI Perjuangan Ulak karang Kota Padang Minggu (8/2/2026).

"Saat ini Sumatera Barat dalam kondisi berduka karena banyak rumah dan warga menjadi korban banjir bandang," katanya.

"Saat ini anggaran lebih diprioritaskan untuk penanganan banjir, sehingga saya minta bapak-ibu memberitahukan dan melaporkan apa kebutuhan jika terdampak bencana, " ungkap Albert saat Reses. 

Akibat bencana tersebut anggaran untuk pokok-pokok pikiran (pokir) untuk bedah rumah sempat terhenti. 

Albert menjelaskan melalui anggota DPRD RI dari PDI , Alex Indra Lukman. (*)

Tampung Aspirasi Warga Payakumbuh Utara, Minta Dibangun Jalan Lingkungan, Ini Tanggapan Anggota DPRD Sumbar Irsyad Safar     
Minggu, Februari 08, 2026

On Minggu, Februari 08, 2026

Tampung Aspirasi Warga Payakumbuh Utara, Minta Dibangun Jalan Lingkungan, Ini Tanggapan Anggota DPRD Sumbar Irsyad Safar
Reses anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Irsyad Safar, Minggu pagi (08/2/2026). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sejumlah aspirasi strategis disampaikan oleh warga. Di antaranya permintaan pembangunan jalan lingkungan Padang Samuik, Nagari Sungai Beringin, yang dinilai sangat penting untuk menunjang akses transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat. 

Hal itu terungkap saat Reses anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Irsyad Safar, Minggu pagi (08/2/2026) bertempat di Hotel Mangkuto, Jalan Sudirman Nan Kodok, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh. 

Selain itu, warga juga mengusulkan perbaikan aliran irigasi di Kelurahan Talang guna mendukung sektor pertanian agar lebih produktif dan berkelanjutan. Tak hanya infrastruktur, masyarakat juga berharap adanya pelatihan pemasaran, khususnya bagi pelaku UMKM, agar mampu meningkatkan daya saing produk lokal. Warga juga mengusulkan bantuan bibit agro berupa kopi arabika sebagai upaya pengembangan komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi di wilayah tersebut.

Menanggapi berbagai masukan itu, Irsyad Safar menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dan memperjuangkannya melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran di tingkat provinsi. 

Ia menegaskan bahwa reses merupakan momentum penting untuk memastikan kebijakan pembangunan benar-benar berpihak pada kebutuhan masyarakat. “Kami akan mengawal aspirasi ini agar bisa masuk dalam program pembangunan pemerintah daerah dan provinsi, sesuai dengan kewenangan yang ada,” ujar Irsyad Safar.

Reses tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, S.H, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, H. Muhammad Fadhlil, Lc, Anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota Prof. Erman Mawardi, Ketua dan Sekretaris DPD PKS Kabupaten Lima Puluh Kota, serta berbagai unsur masyarakat, di antaranya kelompok tani, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, ninik mamak, dan bundo kanduang.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat di tingkat provinsi. Kegiatan reses berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh keakraban, mencerminkan sinergi antara wakil rakyat dan masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan. (*) 

Musrenbang Kecamatan Harus Selaras dengan Visi Misi Pemko Padang    
Minggu, Februari 08, 2026

On Minggu, Februari 08, 2026

Musrenbang Kecamatan Harus Selaras dengan Visi Misi Pemko Padang
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir menegaskan bahwa pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan harus selaras dengan Visi Pemerintah Kota (Pemko) Padang, yaitu mewujudkan Kota Padang sebagai kota pintar dan sehat berlandaskan agama dan budaya. 

Hal itu ditegaskan Maigus Nasir pada saat membuka pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Kuranji di Gedung Serbaguna Serumpun Kelurahan Kuranji, Kamis (5/2/2026). 

"Mulailah Musrenbang ini dari visi Pemko Padang yang dijabarkan ke dalam 8 misi dan 9 Progul," kata Maigus Nasir.

Ditegaskannya, Musrenbang  ini harus dirancang sebagai landasan untuk pembangunan tahun 2027.

"Seluruh usulan masyarakat yang dihimpun harus memiliki kesinambungan dengan capaian tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.

Musrenbang sebagau proses penjaringan aspirasi ini melibatkan seluruh elemen masyarakat di tingkat bawah, mulai lurah, ketua LPM, ketua PKK, Perwakilan RW, ketua KAN Pauh IX Kuranji, Kepala Sekolah, Bundo Kandunag, PKk, tokoh masyarakat, alim ulama, sampai cadiak pandai

"Dalam Musrenbang ini akan dibahas dan disepakati rencana pembangunan masing-masing kelurahan di Kecamatan Kuranji yang menjadi prioritas pada 2027 nanti," kata Camat Kuranji,  Rido Satria. (Taufik/Defri/Nanda/Abel)

Wako Fadly Amran Ambil Bagian dalam Ajang AMR Warrior Fun Run 5K 2026 yang Diikuti Ratusan Peserta    
Minggu, Februari 08, 2026

On Minggu, Februari 08, 2026

Wako Fadly Amran Ambil Bagian dalam Ajang AMR Warrior Fun Run 5K 2026 yang Diikuti Ratusan Peserta
Wali Kota Padang, Fadly Amran, turut ambil bagian dalam ajang AMR Warrior Fun Run 5K 2026 yang diikuti ratusan peserta di kawasan Pantai Purus, Minggu (8/2/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang, Fadly Amran, turut ambil bagian dalam ajang AMR Warrior Fun Run 5K 2026 yang diikuti ratusan peserta di kawasan Pantai Purus, Minggu (8/2/2026).

Event lari ini dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar. Hadir di kesempatan itu Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, Kepala Dispora Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Mahdianur Musa, dan Kepala Balai Besar POM (BBPOM) di Padang, Martin Suhendri, beserta jajaran.

Fadly Amran menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat strategis karena mampu mengintegrasikan upaya peningkatan kesehatan masyarakat dengan promosi pariwisata daerah. Menurutnya, konsep sport tourism yang memanfaatkan keindahan Pantai Padang tentu menjadi daya tarik tersendiri. “Ajang AMR Warrior Fun Run 5K ini patut diapresiasi. Selain mendorong gaya hidup sehat bagi masyarakat, juga turut mempromosikan potensi wisata Kota Padang,” ujarnya.

Fadly pun berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan citra Kota Padang sebagai destinasi wisata berbasis olahraga dan kesehatan. “Melalui Program Unggulan (Progul) Jelajah Padang, penataan kawasan pesisir pantai akan terus dilakukan untuk memperkuat daya tarik wisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan itu, Padang diharapkan semakin mantap menjadi kota tujuan event nasional dan internasional,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menekankan bahwa ajang AMR Warrior Fun Run 5K 2026 menjadi langkah strategis untuk mengedukasi publik tentang bahaya resistensi antimikroba yang kini menjadi ancaman serius kesehatan global.

Ia menyebutkan, penyebab utama resistensi antimikroba adalah kebiasaan masyarakat mengonsumsi obat secara sembarangan, tanpa resep, atau tidak sesuai aturan. “AMR adalah ancaman nyata, dan jika tidak kita lawan bersama justru kuman yang akan mengalahkan kita. Karena itu, BPOM mengajak masyarakat menjadi AMR Warrior dengan menggunakan obat secara benar, tepat dosis dan indikasi, serta sesuai anjuran tenaga medis," ujarnya.

Kepala BBPOM di Padang, Martin Suhendri, menyebutkan bahwa para peserta berlari menempuh rute sejauh 5 kilometer menyusuri Jalan Samudera Pantai Padang. Kegiatan ini sebutnya, mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumbar, Pemerintah Kota Padang, serta sejumlah mitra lainnya. “Melalui kampanye AMR Warrior 2026, Kota Padang diharapkan menjadi pelopor penggunaan obat yang rasional serta berkontribusi dalam mencegah krisis kesehatan global akibat resistensi antimikroba,” harapnya. (*)