HEADLINE
Sekdaprov Sumbar: Sepak Bola Mampu Satukan Masyarakat Lintas Kalangan    
Rabu, Juli 08, 2026

On Rabu, Juli 08, 2026

Sekdaprov Sumbar: Sepak Bola Mampu Satukan Masyarakat Lintas Kalangan
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Arry Yuswandi menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Mesir. (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Arry Yuswandi menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Mesir yang digelar di halaman Kantor TVRI Sumbar, Padang, Selasa malam (7/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumbar, Wakil Walikota Padang Maigus Nasir, Kepala Ombudsman Perwakilan Sumbar Adel Wahidi, serta sejumlah undangan dan masyarakat pecinta sepak bola.

Di sela kegiatan, Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi mengatakan sepak bola merupakan salah satu olahraga yang terbukti mampu mempersatukan masyarakat.

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menyaksikan setiap pertandingan Piala Dunia menjadi bukti bahwa sepak bola telah menjadi bagian dari kehidupan dan hiburan masyarakat lintas usia.

“Walaupun sebagian besar pertandingan berlangsung pada dini hari, masyarakat tetap antusias menyaksikannya. Ini menunjukkan kecintaan yang luar biasa terhadap sepak bola,” ujar Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi

Arry menilai, semangat tersebut juga mencerminkan besarnya harapan masyarakat agar Indonesia suatu saat dapat tampil di putaran final Piala Dunia. 

Ia meyakini, apabila Tim Nasional Indonesia berhasil lolos ke ajang sepak bola terbesar di dunia itu, antusiasme masyarakat akan meningkat jauh lebih besar.

“Sepak bola memiliki daya tarik yang mampu menyatukan berbagai kalangan. Mudah-mudahan ke depan Indonesia dapat tampil di Piala Dunia sehingga semangat dan kebanggaan masyarakat akan semakin besar,” katanya.

Pada kesempatan itu, Arry mengaku secara pribadi memberikan dukungan kepada Mesir dalam pertandingan tersebut. 

Meski demikian, laga yang berlangsung sengit tersebut akhirnya berhasil dimenangkan Argentina dengan skor tipis 3-2.

Secara umum, suasana nobar berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. 

Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya pertandingan hingga peluit akhir dibunyikan, hal tersebut mencerminkan semangat sportivitas antar penonton, meski pun tim yang didukungnya belum mampu meraih hasil sesuai harapan. (adpsb/bud)

Komisi IV DPRD Sumbar Gelar FGD, Susun Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan Lingkungan Hidup    
Rabu, Juli 08, 2026

On Rabu, Juli 08, 2026

Komisi IV DPRD Sumbar Gelar FGD, Susun Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan Lingkungan Hidup
Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama berbagai pemangku kepentingan. (Fotdok: Humas). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama berbagai pemangku kepentingan untuk menghimpun masukan dalam penyusunan Naskah Akademik (NA) dan Draf Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, di Ruang Khusus II DPRD Sumbar, Senin (6/7/2026).

FGD dihadiri Ketua dan Anggota Komisi IV DPRD Sumbar, tim perumus, OPD terkait, pemerintah kabupaten/kota, akademisi, media, serta organisasi masyarakat sipil.

Melalui forum tersebut, berbagai saran dan pandangan lintas sektor dihimpun sebagai bahan penyempurnaan Naskah Akademik dan Draf Ranperda, guna melahirkan regulasi yang komprehensif, partisipatif, dan berkelanjutan dalam upaya perlindungan serta pengelolaan lingkungan hidup di Sumatera Barat.

Kegiatan ini menjadi wadah untuk menghimpun berbagai masukan, pandangan, dan rekomendasi dari lintas sektor sebagai bahan penyempurnaan Naskah Akademik maupun Draf Ranperda. 

Dengan melibatkan seluruh unsur yang berkepentingan, regulasi yang disusun diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan daerah sekaligus menjawab tantangan pengelolaan lingkungan hidup yang semakin kompleks.

Selain memperkuat aspek hukum, Ranperda ini juga diharapkan menjadi landasan dalam menjaga kelestarian sumber daya alam, mengendalikan pencemaran dan kerusakan lingkungan, serta mendorong pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan di Sumatera Barat.

Melalui pembahasan yang partisipatif dan komprehensif, Komisi IV DPRD Sumbar menegaskan komitmennya untuk menghadirkan regulasi yang implementatif, memberikan kepastian hukum, serta mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.(*)

Peningkatan Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja Masa Depan    
Rabu, Juli 08, 2026

On Rabu, Juli 08, 2026

Peningkatan Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja Masa Depan
Acara ASEAN Leader: Dream, Lead, Inspire di Gedung Vokasi Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (7/7/2026). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa peningkatan kompetensi menjadi kunci agar tenaga kerja Indonesia mampu menghadapi perubahan dunia kerja yang berlangsung semakin cepat akibat digitalisasi, otomatisasi, kecerdasan buatan (AI), perubahan demografi, hingga transisi menuju ekonomi hijau (green economy).

Menurut Wamenaker, transformasi dunia kerja telah mengubah kebutuhan kompetensi sekaligus melahirkan berbagai jenis pekerjaan baru. Kondisi tersebut menuntut adanya kebijakan yang mampu menjembatani kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

"Dalam konteks inilah, kebijakan pasar kerja aktif memegang peranan yang sangat vital. Kebijakan ini harus mampu menjadi jembatan untuk menyelaraskan ketidaksesuaian antara suplai tenaga kerja dengan kebutuhan industri yang bergerak dinamis," kata Wamenaker saat membuka acara ASEAN Leader: Dream, Lead, Inspire di Gedung Vokasi Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Sebagai langkah nyata menghadapi tantangan tersebut, Wamenaker menegaskan lima prioritas yang perlu diakselerasi bersama, yakni memperkuat program reskilling dan upskilling berbasis kebutuhan industri, mewujudkan pasar kerja yang inklusif, dan memperkuat dialog sosial dan kolaborasi multipihak.

Selain itu, perlunya memodernisasi layanan ketenagakerjaan melalui bimbingan karier dan digitalisasi informasi pasar kerja, serta memperkuat berbagai program pasar kerja yang mendukung pencari kerja dan kewirausahaan.

Melalui berbagai langkah tersebut, Kemnaker berupaya memastikan tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, tenaga kerja akan lebih siap menghadapi dinamika dunia kerja sekaligus mampu memanfaatkan peluang yang muncul dari transformasi tersebut.

Untuk memperkuat upaya tersebut, Kemnaker terus memperluas jejaring kolaborasi di tingkat bilateral, regional, maupun multilateral guna meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.

Sebagai focal point ASEAN Labour Ministers Meeting (ALMM), Indonesia berperan aktif dalam mengoordinasikan kerja sama ketenagakerjaan kawasan serta mengawal lahirnya berbagai dokumen strategis, di antaranya ASEAN Declaration on Promoting Competitiveness, Resilience and Agility of Workers for the Future of Work dan ASEAN Labour Ministers' Statement on the Future of Work.

Sejalan dengan berbagai upaya tersebut, ia menilai kebijakan dan kolaborasi perlu didukung oleh kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan dunia kerja yang terus berubah.

"Regulasi di atas kertas tidak akan pernah cukup tanpa hadirnya kepemimpinan yang transformatif. Masa depan dunia kerja menuntut para pemimpin yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga memiliki empati, ketangkasan, dan visi yang mampu menginspirasi perubahan di dalam organisasinya," ujarnya. (*)

Pemko Payakumbuh, Gelar Pelatihan  Bertema "Rang Mudo Mengawal Peradaban"    
Rabu, Juli 08, 2026

On Rabu, Juli 08, 2026

Pemerintah Kota Payakumbuh
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Adat Tingkat Kota Payakumbuh bertema "Rang Mudo Mengawal Peradaban" yang diikuti rang mudo dan puti bungsu dari 10 nagari se-Kota Payakumbuh. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat pelestarian adat sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi. 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Adat Tingkat Kota Payakumbuh bertema "Rang Mudo Mengawal Peradaban" yang diikuti rang mudo dan puti bungsu dari 10 nagari se-Kota Payakumbuh.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh itu dibuka oleh Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nofriwandi, di Aula Gedung Serbaguna Sawah Padang Aua Kuniang, Selasa (7/7/2026).

Pelatihan tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan nilai-nilai adat Minangkabau agar tetap hidup, berkembang, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.

Mewakili Wali Kota Zulmaeta, Nofriwandi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan pelatihan tersebut. 

Menurutnya, pelestarian adat membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar nilai-nilai luhur Minangkabau terus diwariskan kepada generasi penerus.

"Atas nama Pemerintah Kota Payakumbuh, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam menjaga, merawat, dan mewariskan nilai-nilai adat kepada generasi penerus," katanya.

Ia mengatakan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah merupakan landasan utama kehidupan masyarakat Minangkabau yang tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga pedoman dalam membentuk karakter, etika, dan kepribadian generasi muda.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya menjaga kesenian maupun tradisi seremonial, tetapi juga memastikan nilai-nilai adat tetap menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Nofriwandi menjelaskan Minangkabau memiliki pedoman etika melalui Kato Nan Ampek yang mengajarkan tata krama berkomunikasi sesuai dengan posisi dan usia lawan bicara.

"Kita harus memahami kapan menggunakan Kato Mandaki kepada yang lebih tua, Kato Manurun kepada yang lebih muda, Kato Mandata kepada sesama, dan Kato Malereng kepada tokoh yang dihormati. Jika etika komunikasi ini runtuh, maka salah satu jembatan persatuan masyarakat juga akan ikut runtuh," ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya mengamalkan nilai Sumbang Duo Baleh sebagai pedoman etika dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari cara duduk, berdiri, berjalan hingga bertutur kata. 

Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi benteng moral yang mampu membentuk generasi muda berkarakter di tengah perubahan zaman.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa menjaga adat bukan berarti menolak kemajuan. Justru, masyarakat Minangkabau telah lama diajarkan untuk mampu beradaptasi terhadap perubahan tanpa kehilangan identitas budaya.

"Orang tua-tua kita telah mengingatkan melalui pepatah Sakali aia gadang, sakali tapian barubah. Hari ini, perubahan itu hadir dalam bentuk digitalisasi, kecerdasan buatan, dan globalisasi. Karena itu, kita harus mampu beradaptasi tanpa meninggalkan akar budaya," katanya.

Ia menambahkan, teknologi digital dan ekonomi kreatif harus dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan adat, seni, dan budaya Minangkabau kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk generasi muda.

Menurutnya, pelestarian adat hanya dapat berhasil apabila pemerintah, lembaga adat, bundo kanduang, tokoh masyarakat, dan generasi muda berjalan bersama.

"Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, lembaga adat tidak bisa bergerak sendiri, dan generasi muda tidak boleh menjadi penonton di tanahnya sendiri. Kita harus memegang teguh prinsip Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang. Saciok bak ayam, sadanciang bak basi. Melalui semangat kebersamaan itulah kita dapat mengangkat kembali marwah adat Minangkabau," tegasnya.

Ia berharap seluruh peserta mampu menjadi generasi yang tidak hanya cakap menghadapi perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki etika, sopan santun, dan kebanggaan terhadap identitas budayanya.

Pelatihan adat tersebut berlangsung selama tiga hari, 7–9 Juli 2026. Para peserta mendapatkan materi dari unsur Pemerintah Kota Payakumbuh, niniak mamak, budayawan Kota Payakumbuh, serta budayawan Provinsi Sumatera Barat mengenai falsafah adat Minangkabau, kepemimpinan, etika bermasyarakat, pelestarian budaya, hingga peran generasi muda dalam mengawal peradaban di era digital.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) dari 10 nagari se-Kota Payakumbuh, Bundo Kanduang dari 10 nagari, serta perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Payakumbuh.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap lahir generasi muda yang mampu menjaga nilai-nilai adat Minangkabau sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman. 

Bagi masyarakat, penguatan adat diharapkan mampu memperkokoh karakter, menjaga keharmonisan sosial, serta mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya sebagai salah satu kekuatan pembangunan daerah. (HM)

GOW Kabupaten Solok Gelar Seminar Keminangkabauan: Perkuat Peran Ibu Hadapi Tantangan Generasi Muda di Era Digital    
Rabu, Juli 08, 2026

On Rabu, Juli 08, 2026

GOW Kabupaten Solok Gelar Seminar Keminangkabauan: Perkuat Peran Ibu Hadapi Tantangan Generasi Muda di Era Digital
Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Solok menggelar Seminar Keminangkabauan, Selasa (7/7/2026) di Gedung C Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Arosuka. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Solok menggelar Seminar Keminangkabauan dengan tema “Peran Bundo Kanduang dalam Membimbing Generasi Muda di Era Digitalisasi, serta Etika dan Estetika Perkawinan Menurut Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah”, Selasa (7/7/2026) di Gedung C Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Arosuka.

Kegiatan yang menghadirkan narasumber Ummi Harneli Bahar dan Bundo Raudah dihadiri secara antusias oleh Bundo Kanduang se-Kabupaten Solok, Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, jajaran pengurus GOW Kabupaten Solok, perwakilan organisasi perempuan, tokoh masyarakat, hingga Aliansi Mahasiswa Kabupaten Solok.

Warisan Tokoh Perempuan Minangkabau sebagai Sumber Inspirasi

Mewakili Pemerintah Kabupaten Solok, Wakil Bupati H. Candra, S.Hi, dalam sambutannya menekankan bahwa perempuan Minangkabau telah mencatatkan peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa dan perkembangan pendidikan Islam di Indonesia.

Ia mengingatkan kembali kiprah tokoh seperti Rasuna Said, Siti Manggopoh, dan Hajjah Rahmah El Yunusiyyah – pendiri Perguruan Diniyah Puteri Padang Panjang – yang membawa nama harum daerah hingga kancah internasional.

“Tanpa perjuangan mereka, mungkin bentuk NKRI dan dunia pendidikan Islam di tanah air tidak akan seperti sekarang ini. Bahkan pada tahun 1955, Syeikh Al Azhar yang didampingi Muhammad Natsir sempat terkejut melihat lembaga pendidikan khusus perempuan sudah berdiri lebih dulu di Minangkabau, padahal di pusat dunia Islam hal tersebut belum terpikirkan,” ungkapnya.

Wakil Bupati berharap seminar ini tidak hanya menjadi kenangan sejarah, melainkan pemicu lahirnya tokoh-tokoh perempuan berprestasi baru dari Kabupaten Solok. Mengutip pepatah Arab “Al-Ummu Madrasatul Ula” atau “Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya”, ia menegaskan peran perempuan sangat strategis dalam membentuk karakter penerus bangsa.

“Mari kita bersama-sama menjaga generasi muda dari bahaya narkoba, perjudian daring, minuman keras, premanisme, hingga balapan liar. Peran Bundo Kanduang sangat dibutuhkan di sini,” pesannya.

Bundo Kanduang sebagai Penjaga Nilai di Tengah Arus Digital

Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Solok Lian Octavia menjelaskan tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan masa kini. 

Kemajuan teknologi memang membawa kemudahan, namun berisiko mengikis nilai budaya dan moral jika tidak diimbangi bimbingan keluarga.

“Bundo Kanduang sebagai limpapeh rumah gadang memiliki tanggung jawab besar menanamkan nilai adat, etika, dan moral kepada generasi muda. Kita harus memastikan prinsip Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah tetap menjadi pegangan di tengah derasnya arus informasi,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif yang penuh semangat, di mana peserta berbagi pandangan mengenai cara nyata memperkuat peran perempuan dalam menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman.(80)

Payakumbuh Perkuat Tata Kelola Berani Berantas Korupsi, KPK RI Monitoring Implementasi Indikator Kabupaten/Kota Ber-Aksi    
Rabu, Juli 08, 2026

On Rabu, Juli 08, 2026

Payakumbuh Perkuat Tata Kelola Berani Berantas Korupsi, KPK RI Monitoring Implementasi Indikator Kabupaten/Kota Ber-Aksi
Pelaksanaan Monitoring Implementasi Indikator Kabupaten/Kota Ber-Aksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Aula Josrizal Zain, Balai Kota Payakumbuh, Selasa (7/7/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel sebagai upaya mempertahankan predikat Kabupaten/Kota Ber-Aksi (Berani Berantas Korupsi).

Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan Monitoring Implementasi Indikator Kabupaten/Kota Ber-Aksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Aula Josrizal Zain, Balai Kota Payakumbuh, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta dan menjadi bagian dari program KPK RI untuk mengevaluasi implementasi indikator Kabupaten/Kota Ber-Aksi pada daerah percontohan sekaligus memperkuat sinergi dalam pencegahan korupsi di lingkungan pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Zulmaeta menyampaikan kehadiran tim monitoring KPK menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kota Payakumbuh untuk mengevaluasi sekaligus menyempurnakan berbagai upaya pencegahan korupsi yang telah dijalankan.

Menurutnya, predikat Kabupaten/Kota Ber-Aksi yang diterima Payakumbuh dari KPK RI pada 9 Desember 2024 bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah yang harus dijaga melalui peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan secara berkelanjutan.

"Pemko Payakumbuh bertekad memastikan tidak ada ruang bagi praktik pungutan liar, gratifikasi maupun bentuk penyimpangan lainnya di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh," kata Zulmaeta.

Ia mengatakan penguatan integritas harus diwujudkan dalam setiap proses penyelenggaraan pemerintahan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan.

Menurutnya, sistem yang transparan dan akuntabel menjadi fondasi penting untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Selain memperkuat pengawasan internal, Pemerintah Kota Payakumbuh juga terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) agar masyarakat memperoleh layanan yang lebih cepat, mudah, dan transparan sehingga dapat meminimalkan potensi terjadinya penyimpangan.

Di bidang pengawasan, Inspektorat Daerah terus mengoptimalkan fungsi audit, pemeriksaan khusus, investigasi, hingga probity audit terhadap berbagai program strategis.

Pemerintah Kota Payakumbuh juga memperkuat partisipasi masyarakat melalui Posko Saber Pungli, Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG), Whistle Blower System (WBS), SP4N-LAPOR!  serta berbagai kanal pengaduan pada seluruh perangkat daerah.

"Sebagai Kota Ber-Aksi, mari kita jadikan monitoring ini sebagai momentum untuk terus memperkuat integritas, menutup setiap celah penyimpangan, dan mewujudkan pemerintahan yang bersih serta berpihak kepada kepentingan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda memaparkan capaian implementasi indikator Kabupaten/Kota Ber-Aksi yang menjadi bahan evaluasi tim monitoring KPK RI. 

Ia menjelaskan penghargaan sebagai Kabupaten/Kota Percontohan Antikorupsi menjadi tanggung jawab yang harus dijaga melalui peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.

"Penghargaan ini bukan sekadar prestasi, tetapi amanah yang harus kita jaga bersama. Apa yang menjadi tugas dan kepercayaan yang diberikan kepada Pemerintah Kota Payakumbuh harus kita laksanakan dengan penuh tanggung jawab agar predikat ini dapat terus dipertahankan," kata Rida.

Ia menjelaskan implementasi indikator Kabupaten/Kota Ber-Aksi disusun dalam enam aspek penilaian, yakni pencapaian pemerintah daerah, penguatan fungsi pengawasan, kepatuhan dan inovasi pelayanan publik, internalisasi budaya kerja dan nilai-nilai antikorupsi, pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan korupsi, serta pelestarian budaya dan kearifan lokal yang mengandung nilai antikorupsi.

Rida menambahkan, hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2025 Pemerintah Kota Payakumbuh mencapai skor 76,55 atau berada di atas rata-rata nasional sebesar 73,32.

Capaian tersebut menjadi dasar penyusunan lima area rencana tindak lanjut yang akan difokuskan untuk memperkuat sistem pencegahan korupsi dan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

Kegiatan itu dihadiri Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, para Asisten, Staf Ahli, kepala perangkat daerah, kepala bagian, Direktur RSUD Adnaan WD, serta Direktur Perumda Air Minum Tirta Sago Kota Payakumbuh.

Melalui penguatan tata kelola pemerintahan dan sistem pencegahan korupsi, masyarakat diharapkan memperoleh pelayanan publik yang semakin cepat, transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penyimpangan. 

Di sisi lain, partisipasi masyarakat melalui berbagai kanal pengaduan juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas di Kota Payakumbuh. (HM)

Batik Sampan Telah Memiliki Sertifikat Merek    
Rabu, Juli 08, 2026

On Rabu, Juli 08, 2026

Batik Sampan Telah Memiliki Sertifikat Merek
Penyerahan sertifikat tersebut diterima Wali Kota Pariaman, Yota Balad didampingi dinas terkait di ruang kerja Walikota Pariaman, Selasa (7/7/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kementerian Hukum RI terbitkan sertifikat merek kepada Kelompok Usaha Kerajinan Batik Sampan Pariaman yang diserahkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Sumatera Barat, Alpius Sarumaha berserta rombongan. 

Penyerahan sertifikat tersebut diterima Wali Kota Pariaman, Yota Balad didampingi dinas terkait di ruang kerja Walikota Pariaman, Selasa (7/7/2026).

Wali Kota Pariaman, Yota Balad menyambut positif dan berkomitmen penuh untuk mendorong perlindungan hukum produk lokal.

Salah satunya dibuktikan melalui perolehan sertifikat merek Batik Sampan Pariaman.

Beliau menilai sertifikat merek sebagai instrumen vital untuk melindungi identitas produk usaha agar memiliki kekuatan hukum dan terhindar dari klaim pihak lain.

“Pemko Pariman berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku ekonomi kreatif dalam pengurusan sertifikasi.

Baik berupa hak merek melalui Kemenkumham maupun pemenuhan jaminan produk lainnya”, terangnya. (R/at)

Ketua TP-PKK Ny. Nia Jon Firman Pandu Kunjungi Keluarga yang Diuji Sakit dan Baru Melahirkan Anak Kembar di Simpang Tanjung Nan Ampek    
Rabu, Juli 08, 2026

On Rabu, Juli 08, 2026

Ketua TP-PKK Ny. Nia Jon Firman Pandu Kunjungi Keluarga yang Diuji Sakit dan Baru Melahirkan Anak Kembar di Simpang Tanjung Nan Ampek
Kepedulian nyata terhadap masyarakat yang sedang menghadapi cobaan berat ditunjukkan oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kepedulian nyata terhadap masyarakat yang sedang menghadapi cobaan berat ditunjukkan oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu. 

Ia turun langsung mengunjungi dan menyerahkan bantuan kepada keluarga yang tertimpa musibah di Nagari Simpang Tanjung Nan Ampek, Kecamatan Danau Kembar, Senin (6/7/2026).

Rombongan turut didampingi Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Solok Susi Sofianti Saidani, Camat Danau Kembar Syamsuar, jajaran TP-PKK Kabupaten dan Kecamatan Danau Kembar, serta tenaga kesehatan setempat.

Keluarga yang menerima perhatian tersebut adalah pasangan Feri Candra (33 tahun) dan Wiwi Yulianti (31 tahun). Feri Candra saat ini sedang berjuang melawan penyakit leukemia, sementara istrinya baru saja melahirkan anak kembar. 

Kondisi ini membuat beban keluarga semakin berat, sehingga Wiwi Yulianti sangat mengharapkan uluran tangan dari pemerintah daerah.

Mendapatkan informasi mengenai kondisi keluarga ini dari media sosial, Ny. Nia langsung bergerak cepat. 

Ia menginstruksikan Puskesmas Danau Kembar untuk memastikan proses perawatan berjalan dengan baik. 

Hingga saat ini, Feri Candra telah mendapatkan penanganan medis yang layak dan sedang dirawat di RSUP M. Djamil Padang.

Dalam kunjungannya, Ny. Nia menyampaikan bahwa kehadirannya bukan hanya untuk menyerahkan bantuan materi, melainkan juga memberikan dukungan moril agar keluarga tetap tabah.

"Musibah adalah ujian yang tidak ada seorang pun yang menginginkannya. Kami ingin memastikan masyarakat tidak merasa sendirian saat menghadapi hal ini. Semoga apa yang kami berikan dapat sedikit meringankan beban dan menjadi penyemangat bagi keluarga ini," ujar Ny. Nia.

Kegiatan ini merupakan bukti nyata kepedulian Pemerintah Kabupaten Solok melalui TP-PKK untuk selalu hadir mendampingi warga yang sedang dalam kesulitan.(80)

Pengembangan SDM Membutuhkan Kolaborasi yang Kuat, Ini Kata Cris Kuntadi    
Selasa, Juli 07, 2026

On Selasa, Juli 07, 2026

Pengembangan SDM Membutuhkan Kolaborasi yang Kuat, Ini Kata Cris Kuntadi
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemnaker, Cris Kuntadi, menerima audiensi pimpinan Yayasan Gerakan Tani Muda Nusantara (GERTANUSA Foundation) di Kantor Kemnaker, Jakarta, Senin (6/7/202 6). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyambut baik inisiatif GERTANUSA Foundation untuk menjajaki kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM), pelatihan vokasi, pemagangan, dan kewirausahaan. 

Penjajakan tersebut menjadi langkah awal membangun sinergi guna mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

Penjajakan kerja sama tersebut mengemuka saat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemnaker, Cris Kuntadi, menerima audiensi pimpinan Yayasan Gerakan Tani Muda Nusantara (GERTANUSA Foundation) di Kantor Kemnaker, Jakarta, Senin (6/7/202 6).

Dalam audiensi tersebut, GERTANUSA Foundation menyampaikan sejumlah usulan kerja sama, antara lain Program Pemagangan Nasional (MagangHub), Program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) dan Pelatihan Vokasi Nasional, kolaborasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) dan BLK Komunitas dalam pengembangan Agri Business Hub Centre, pemanfaatan fasilitas pelatihan GERTANUSA Foundation sebagai lokasi penyelenggaraan pelatihan, serta pengembangan program inkubasi wirausaha yang terintegrasi dengan Talent Innovation Hub (TIH) dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Pemula.

Menanggapi usulan tersebut, Cris menyambut baik inisiatif GERTANUSA Foundation. Menurutnya, usulan kerja sama tersebut sejalan dengan upaya Kemnaker memperluas kolaborasi dalam pengembangan SDM, pelatihan vokasi, pemagangan, dan kewirausahaan melalui kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan.

Cris mengatakan, tantangan dunia kerja yang terus berkembang membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan berba gai pemangku kepentingan agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap program peningkatan kompetensi.

"Pengembangan sumber daya manusia membutuhkan kolaborasi yang kuat. Karena itu, Kemnaker terus membuka ruang sinergi dengan berbagai pihak agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap pelatihan vokasi, pemagangan, dan pengembangan kewirausahaan," ujar Cris.

Sebagai tindak lanjut, Kemnaker dan GERTANUSA Foundation berkomitmen mempersiapkan penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai landasan penguatan kerja sama yang berkelanjutan. 

MoU tersebut diharapkan menjadi dasar pelaksanaan berbagai program kolaboratif dalam pengembangan SDM, pelatihan vokasi, pemagangan, dan kewirausahaan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. (*)