HEADLINE
Raih 26 Medali, Pengkab WI Kabupaten Solok Ucapkan Terimakasih pada Semua Pihak    
Senin, Oktober 12, 2026

On Senin, Oktober 12, 2026

Raih 26 Medali, Pengkab WI Kabupaten Solok Ucapkan Terimakasih pada Semua Pihak
Dengan kekuatan 17 atlet, tim Wushu Kabupaten Solok berhasil mengumpulkan total 26 medali, terdiri atas delapan emas, 10 perak, dan delapan perunggu. (Foto: Novrianto). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kontingen Wushu Kabupaten Solok menorehkan prestasi membanggakan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Dengan kekuatan 17 atlet, tim Wushu Kabupaten Solok berhasil mengumpulkan total 26 medali, terdiri atas delapan emas, 10 perak, dan delapan perunggu.

Ketua Wushu Indonesia (WI) Kabupaten Solok, Rahmat Syah, M.A., yang juga merupakan aktivis pendidikan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjuangan para atlet. Ucapan khusus disampaikan kepada pelatih kepala Wafikha Batriah, S.Kom., yang dinilai berperan penting dalam mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi.

Porprov XVI Sumatera Barat 2026 menjadi ajang bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaik setelah melalui proses seleksi dan persiapan. Kontingen Kabupaten Solok diperkuat 17 atlet dengan dukungan pelatih Riki Hamdani, yang turut terlibat dalam perjalanan tim selama kejuaraan.

Rahmat Syah juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Solok Jon Firman Pandu, Wakil Bupati Candra, Ketua KONI Kabupaten Solok Doni Zulkifli, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta seluruh pihak yang memberikan dukungan terhadap pembinaan dan keikutsertaan atlet Wushu.

“Kami Wushu Indonesia Kabupaten Solok sangat berterima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, Dispora, Ketua KONI beserta jajaran dan semua pihak yang telah mendukung penuh sehingga dapat meraih total 26 medali di ajang Porprov ini,” ujar Rahmat Syah, Senin (12/10/2026).

Apresiasi juga diberikan kepada pelatih kepala Wafikha Batriah atas proses persiapan dan seleksi atlet. Menurut Rahmat, pemilihan atlet yang dilakukan secara cermat dan objektif menjadi bagian penting dalam membangun tim yang mampu bersaing di berbagai nomor pertandingan.

“Saya secara pribadi maupun seluruh pengurus WI Kabupaten Solok memberikan apresiasi besar kepada pelatih kepala Wafikha Batriah yang telah mempersiapkan atlet dan melakukan seleksi secara objektif sehingga mendapatkan hasil optimal,” tambahnya.

Rahmat mengingatkan bahwa keberhasilan dalam olahraga perlu disikapi secara dewasa dan dijadikan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan. Ia berharap seluruh pihak tetap menghargai kontribusi setiap unsur yang terlibat, termasuk pelatih yang bekerja mempersiapkan atlet sebelum dan selama kejuaraan.

Ia juga mengajak seluruh pengurus, pelatih, atlet, dan sasana Wushu di Kabupaten Solok agar tidak mudah terpengaruh isu maupun provokasi yang berpotensi mengganggu kebersamaan. Menurutnya, kekompakan merupakan modal penting untuk mempertahankan prestasi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.

Dari total 26 medali yang diraih, delapan di antaranya merupakan medali emas. M. Azri menyumbangkan dua emas melalui nomor Jian Shu Putra dan Qiang Shu Putra. Zulfadli juga meraih dua emas dari nomor Dao Shu Putra dan Gun Shu Putra.

Medali emas lainnya diraih Ahmad Fauzan R. melalui nomor Nan Dao Putra dan Nan Gun Putra. Sementara itu, Fahrel Zaki A. menyumbangkan emas pada nomor Wingchun Bart Cam Dao, sedangkan M. Ghalib Alrasyd meraih emas dari nomor Wingchun Mok Yang Jong.

Pada kategori perak, Shafira Ingrida meraih medali dari nomor Wingchun Bart Cam Dao, Septia Ariyanda dari Nan Dao Putri, dan Aira Suganda dari Dao Shu Putri. Zulfadli menambah koleksi perak melalui Chang Quan Putra, sementara M. Ghalib meraih perak pada Wingchun Bart Cam Dao.

Ahmad Fauzan R. juga menyumbangkan perak melalui Nan Quan Putra, sedangkan Fahrel Zaki A. meraihnya pada nomor Wingchun Mok Yang Jong. Tiga medali perak lainnya diraih Fauzia Khairani pada Sanda 48 kilogram, Syifa Amabel pada Sanda 45 kilogram, dan Mahesa Saputra pada Sanda 75 kilogram.

Delapan medali perunggu diperoleh M. Azri dari Chang Quan Putra, Sardeti dari Jianshu Putri, Septia Ariyanda dari Nan Quan Putri, serta Aira Suganda dari Gun Shu Putri. Empat medali lainnya disumbangkan Abill Ramadhan Hamdani pada Sanda 56 kilogram, Wilda Rahma Putri pada Sanda 56 kilogram, M. Zaki Fahrezi pada Sanda 58 kilogram, dan Divo Andewa pada Sanda 70 kilogram.

Dengan raihan delapan emas, 10 perak, dan delapan perunggu, WI Kabupaten Solok berharap prestasi tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan. Rahmat Syah mengimbau seluruh pengurus, pelatih, sasana, dan atlet untuk mempertahankan kekompakan, tidak terpancing isu maupun provokasi, serta terus meningkatkan kemampuan agar Wushu Kabupaten Solok dapat kembali berprestasi pada berbagai kejuaraan mendatang. (*) 

Laporan: Novrianto
Editor: Zamri Yahya, WU

Puluhan Jabatan ASN Jadi Sorotan, Layanan Kenaikan Pangkat hingga Pensiun Berpotensi Terdampak    
Senin, Oktober 12, 2026

On Senin, Oktober 12, 2026

Puluhan Jabatan ASN Jadi Sorotan, Layanan Kenaikan Pangkat hingga Pensiun Berpotensi Terdampak
BKN mencatat seluruh instansi yang sebelumnya dikenai sanksi pemblokiran layanan kepegawaian telah menindaklanjuti rekomendasi perbaikan. (Foto: Husnie). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengapresiasi instansi pemerintah yang telah menindaklanjuti rekomendasi hasil pengawasan dan pengendalian manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan keputusan kepegawaian berjalan sesuai peraturan perundang-undangan, norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK), serta prinsip sistem merit.

BKN mencatat seluruh instansi yang sebelumnya dikenai sanksi pemblokiran layanan kepegawaian telah menindaklanjuti rekomendasi perbaikan. Namun, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) masih diminta segera menuntaskan rekomendasi yang berkaitan dengan persoalan penataan jabatan ASN di lingkungannya.

Setiap instansi pemerintah berkewajiban menindaklanjuti rekomendasi BKN sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola kepegawaian. Tindak lanjut tersebut diperlukan agar keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), mulai dari pengangkatan hingga pemberhentian pegawai, sesuai dengan ketentuan dan tidak mengabaikan prinsip sistem merit.

Salah satu instansi yang mendapat apresiasi adalah Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara. Setelah sebelumnya mengalami pemblokiran layanan kepegawaian akibat persoalan manajemen ASN, pemerintah kabupaten tersebut menyatakan kesediaannya menjalankan rekomendasi BKN terkait pembatalan surat keputusan pemberhentian jabatan yang dinilai tidak sesuai ketentuan.

Komitmen tersebut disampaikan melalui surat Bupati Kolaka Utara Nomor 800.1.1/1301/2026 tertanggal 8 Oktober 2026. Berdasarkan tindak lanjut itu, pejabat yang terdampak kemudian dikembalikan ke jabatan semula atau jabatan setara sesuai keputusan yang diambil pemerintah daerah.

BKN menilai langkah Pemkab Kolaka Utara menunjukkan pentingnya koreksi terhadap keputusan kepegawaian yang tidak sesuai aturan. Penyelesaian rekomendasi pengawasan diharapkan dapat memberikan kepastian karier bagi ASN sekaligus menjaga kelancaran layanan administrasi kepegawaian.

Sebaliknya, Pemprov Sulbar masih didorong untuk segera menuntaskan rekomendasi yang belum diselesaikan. Persoalan ini menjadi perhatian karena layanan kepegawaian yang memerlukan persetujuan di tingkat provinsi berpotensi terdampak, termasuk layanan kenaikan pangkat dan pensiun ASN di Kabupaten Mamasa, Majene, Polewali Mandar, Mamuju, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu.

Deputi Bidang Pengawasan dan Pengendalian Manajemen ASN, Hardianawati, menjelaskan bahwa BKN telah menyampaikan rekomendasi penataan jabatan kepada Pemprov Sulbar berdasarkan rencana perbaikan yang sebelumnya diajukan. Rekomendasi itu berkaitan dengan penataan puluhan pejabat yang pengangkatannya dinilai belum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam rekomendasi tersebut, sebanyak 68 pejabat administrator dan pengawas disarankan diangkat ke jabatan fungsional karena telah memperoleh persetujuan penyetaraan jabatan dari Kementerian PANRB. Selain itu, BKN merekomendasikan pengangkatan kembali 13 pejabat administrator dan tiga pejabat pengawas ke jabatan semula atau jabatan setara.

BKN juga meminta penyelesaian terhadap tiga pejabat administrator lainnya melalui sejumlah langkah, yakni mutasi antarinstansi, pemeriksaan hukuman disiplin, dan pengembalian ke jabatan awal. Sementara itu, rekomendasi pengangkatan lima pejabat pengawas ke jabatan administrator telah dibatalkan karena proses pengangkatannya dinilai tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Hardianawati menegaskan, rekomendasi pengawasan harus ditindaklanjuti melalui langkah nyata, bukan hanya berupa pernyataan komitmen atau rencana perbaikan. Setiap keputusan pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian ASN harus dilaksanakan sesuai ketentuan agar tidak merugikan pegawai maupun menghambat pelayanan publik.

“Pemblokiran layanan merupakan instrumen pengawasan untuk mendorong kepatuhan terhadap aturan manajemen ASN, bukan semata-mata pembatasan layanan administrasi. Karena itu, setiap instansi diminta menindaklanjuti rekomendasi pengawasan agar keputusan pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian ASN sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” terang Hardianawati, Minggu (11/10/2026).

BKN menegaskan bahwa pemblokiran layanan kepegawaian bukan tujuan akhir pengawasan. Kebijakan tersebut merupakan instrumen untuk mendorong perbaikan keputusan yang tidak sesuai ketentuan. Penuntasan rekomendasi menjadi langkah penting agar layanan kembali berjalan optimal dan hak-hak kepegawaian ASN tidak terus terdampak.

Pengawasan dan pengendalian manajemen ASN dilaksanakan berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, termasuk penerapan sistem merit dalam pelaksanaan kewenangan PPK. Selain melakukan koreksi terhadap persoalan yang telah terjadi, BKN juga mendorong langkah pencegahan agar pengangkatan dan pemindahan pegawai dilaksanakan sesuai aturan. BKN berharap Pemprov Sulbar segera menyelesaikan seluruh rekomendasi yang masih tertunda, sebagaimana tindak lanjut yang telah dilakukan Pemkab Kolaka Utara, demi menjaga profesionalisme ASN, kepastian karier pegawai, dan kelancaran pelayanan publik. (*) 

Laporan: Husnie
Editor: Zamri Yahya, WU

1.600 Calon Peserta Disiapkan Ikuti Pelatihan Vokasi, Ada 11 Keterampilan yang Bisa Dipelajari    
Senin, Oktober 12, 2026

On Senin, Oktober 12, 2026

1.600 Calon Peserta Disiapkan Ikuti Pelatihan Vokasi, Ada 11 Keterampilan yang Bisa Dipelajari
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, pelatihan vokasi perlu disusun sesuai kebutuhan pasar kerja lokal. (Foto: Aditya). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Program pelatihan vokasi kembali menjadi salah satu upaya meningkatkan keterampilan tenaga kerja agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja. Melalui program Tailor Made Training (TMT) Batch 2, sebanyak 1.600 calon peserta disiapkan mengikuti pelatihan yang dirancang berdasarkan kebutuhan pasar kerja dan potensi usaha daerah.

Program yang diluncurkan di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (11/10/2026), tersebut mencakup 100 paket pelatihan vokasi. Pelaksanaannya diarahkan untuk membuka kesempatan bagi masyarakat dalam meningkatkan kompetensi, memasuki dunia kerja, maupun mengembangkan usaha mandiri.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, pelatihan vokasi perlu disusun sesuai kebutuhan pasar kerja lokal. Dengan pendekatan tersebut, keterampilan yang dipelajari peserta diharapkan relevan dengan peluang kerja dan potensi ekonomi yang berkembang di daerah.

“Program ini dirancang khusus berbasis kebutuhan pasar kerja lokal guna mencetak tenaga kerja yang mandiri dan berdaya saing,” ujar Yassierli saat membuka TMT Batch 2. Kegiatan pembukaan itu dihadiri 400 peserta.

Pelatihan dijadwalkan mulai 19 Oktober 2026 dan berlangsung selama dua pekan. Sebanyak 11 jenis pelatihan disiapkan dalam empat klaster, mulai dari keterampilan digital dan perkantoran, pangan dan kuliner, garmen dan fesyen, hingga kecantikan.

Pada klaster Ekonomi Digital, Perkantoran, dan Komunikasi, peserta dapat mempelajari Practical Office Advance, Content Creator, serta Public Speaking. Keterampilan tersebut berkaitan dengan penguasaan pekerjaan perkantoran, pembuatan konten digital, dan kemampuan berkomunikasi di lingkungan profesional.

Klaster Pangan dan Kuliner menawarkan pelatihan Pangan Kuliner, Roti dan Kue, Peracikan Minuman Kopi, serta Pengelolaan Kelembagaan Brigade Pangan. Pilihan ini diarahkan untuk memperkuat keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan produksi pangan maupun pengembangan usaha kuliner.

Sementara itu, klaster Garmen dan Fesyen mencakup pelatihan Menjahit Pakaian, Pembuatan Pakaian dengan Mesin Jahit, dan Operasi Mesin Jahit. Adapun klaster Kecantikan menyediakan pelatihan Rias Wajah yang dapat menjadi bekal untuk bekerja di bidang jasa kecantikan atau merintis usaha sesuai kemampuan peserta.

Yassierli mengingatkan peserta agar mengikuti seluruh proses pelatihan dengan serius. Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup diukur dari keikutsertaan peserta, tetapi juga dari penguasaan keterampilan yang benar-benar dapat diterapkan.

“Sertifikat itu hanya diberikan kalau memiliki skill. Jadi, siapkan diri Anda. Instrukturnya sudah teruji puluhan tahun. Instruktur punya jejaring dan pengalaman yang luar biasa, manfaatkan,” katanya.

Ia menegaskan, pelatihan vokasi harus memberikan manfaat nyata setelah peserta menyelesaikan proses pembelajaran. Karena itu, keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal untuk melamar pekerjaan, meningkatkan kemampuan profesional, atau mengembangkan usaha mandiri.

Untuk mendukung langkah tersebut, Yassierli mendorong pemerintah daerah agar ikut membantu menghubungkan lulusan dengan informasi lowongan kerja, akses permodalan, pasar, serta pendampingan usaha. Dukungan lanjutan dinilai penting agar kompetensi peserta dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Menurut Yassierli, pembangunan sumber daya manusia tidak hanya bergantung pada kebijakan yang dirumuskan di tingkat pusat, tetapi juga pada upaya nyata meningkatkan keterampilan masyarakat di berbagai daerah. Ia menyebut penguatan kompetensi tenaga kerja sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Indonesia Emas 2045 tak akan terwujud hanya dari ruang-ruang rapat di Jakarta. Ia dibangun dari ruang-ruang pelatihan seperti ini, dari tangan-tangan terampil anak muda di Sukabumi dan di seluruh penjuru Nusantara,” ujar Yassierli.

Pelaksanaan TMT Batch 2 melibatkan sejumlah mitra dari pemerintah daerah dan lembaga masyarakat. Mitra pemerintah daerah terdiri atas UPT BLK pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sukabumi, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sukabumi, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, serta Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi. Sementara itu, mitra masyarakat meliputi Yayasan Al Furqon Kebonjati, Yayasan Sigma Indonesia Sinergi, Yayasan Madani Tegallega, dan LPK Badami. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelatihan dan memperkuat hubungan antara pengembangan keterampilan, kebutuhan dunia kerja, serta peluang usaha. (*) 

Laporan: Adiya
Editor: Zamri Yahya, WU

Kota Solok Raih Perunggu di Aero Sport PORPROV XVI Sumbar, Ini Hasil Lengkapnya    
Senin, Oktober 12, 2026

On Senin, Oktober 12, 2026

Kota Solok Raih Perunggu di Aero Sport PORPROV XVI Sumbar, Ini Hasil Lengkapnya
Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Solok sebagai tuan rumah cabang Aero Sport PORPROV XVI Sumatera Barat. (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, S.E., M.M., secara resmi menutup rangkaian pertandingan cabang olahraga (cabor) Aero Sport Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVI Sumatera Barat 2026 di Puncak Garunun, Kota Solok, Minggu (11/10/2026). Penutupan ini menandai berakhirnya persaingan para atlet olahraga dirgantara yang berlangsung di salah satu kawasan potensial untuk wisata udara tersebut.

Momentum penutupan PORPROV XVI Sumbar ini tidak hanya menjadi akhir dari pertandingan, tetapi juga menjadi ajang apresiasi bagi para atlet yang telah berjuang menunjukkan kemampuan terbaiknya. Persaingan berlangsung dalam dua kategori, yakni gantole dan ketepatan mendarat.

Pada kategori gantole, Kabupaten Sijunjung berhasil meraih medali emas, disusul Kota Padang yang membawa pulang medali perak. Sementara itu, medali perunggu menjadi milik Kota Bukittinggi setelah para atlet menyelesaikan kompetisi.

Di kategori ketepatan mendarat, Kota Bukittinggi sukses meraih medali emas, sedangkan Kota Padang menempati posisi kedua dengan medali perak. Adapun Kota Solok berhasil mengamankan medali perunggu melalui perjuangan atletnya di hadapan publik sendiri.

Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Solok sebagai tuan rumah cabang Aero Sport PORPROV XVI Sumatera Barat. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus peluang untuk memperkenalkan potensi daerah kepada para peserta dan tamu dari berbagai kabupaten dan kota.

Ia berharap seluruh atlet, ofisial, dan tamu yang datang selama pelaksanaan pertandingan membawa kesan positif terhadap Kota Solok. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi alasan bagi mereka untuk kembali berkunjung pada kesempatan mendatang.

“Semoga seluruh peserta dan tamu membawa kesan yang baik selama berada di Kota Solok. Kami berharap pengalaman ini mendorong Anda untuk kembali berkunjung di masa mendatang,” ujar Ramadhani.

Dalam kesempatan tersebut, Ramadhani juga menyampaikan kabar menggembirakan mengenai posisi kontingen Kota Solok. Berdasarkan informasi yang disampaikannya saat penutupan, kontingen Kota Solok berada di peringkat kedua klasemen sementara perolehan medali PORPROV XVI Sumatera Barat.

Capaian tersebut menjadi penyemangat bagi atlet dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan olahraga di Kota Solok. Dukungan pemerintah daerah, organisasi olahraga, pelatih, serta masyarakat diharapkan dapat terus mendorong peningkatan prestasi atlet dalam berbagai cabang olahraga.

Ketua KONI Kota Solok, Rudi Horizon, turut menyambut baik terselenggaranya pertandingan Aero Sport dalam rangkaian PORPROV XVI Sumbar. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah berkompetisi dan memberikan penampilan terbaik selama pertandingan berlangsung.

Rudi secara khusus mengucapkan selamat kepada para pemenang, termasuk atlet Kota Solok yang berhasil meraih medali perunggu pada kategori ketepatan mendarat. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi salah satu hasil positif dari upaya pembinaan olahraga dirgantara di daerah.

“Selamat kepada seluruh pemenang, khususnya atlet Kota Solok yang berhasil meraih medali perunggu di kategori Ketepatan Mendarat. Prestasi ini membuktikan bahwa pembinaan olahraga dirgantara di Kota Solok terus menunjukkan kemajuan yang positif,” ucap Rudi Horizon.

Ia berharap ke depan semakin banyak atlet muda potensial yang tumbuh melalui pembinaan cabor Aero Sport. Dengan latihan yang terarah, dukungan berbagai pihak, dan kesempatan mengikuti kompetisi, atlet Kota Solok diharapkan mampu bersaing pada kejuaraan tingkat lebih tinggi serta mengharumkan nama daerah.

Penutupan pertandingan tersebut turut dihadiri Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Sumatera Barat, Ketua DPRD Kota Solok, Direktur Utama Pincuran Gadang, ofisial, atlet, serta para pecinta olahraga paralayang. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan dukungan terhadap penyelenggaraan olahraga dirgantara di Sumatera Barat.

Melalui pelaksanaan Aero Sport PORPROV XVI Sumbar 2026, Kota Solok diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi pengembangan olahraga dirgantara dan wisata alam. Puncak Garunun pun diharapkan semakin menarik perhatian masyarakat luas sebagai lokasi kegiatan paralayang, sekaligus membuka peluang pengembangan wisata olahraga yang dapat memberikan manfaat bagi daerah. (80) 

Pewarta: Oktryoni
Editor: Zamri Yahya, WU

Banjir Padang: BNI Salurkan 400 Paket Makan Siang dan Bantuan Kebutuhan Pokok untuk Warga    
Senin, Oktober 12, 2026

On Senin, Oktober 12, 2026

Banjir Padang: BNI Salurkan 400 Paket Makan Siang dan Bantuan Kebutuhan Pokok untuk Warga
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, dari Area Head Sumatera Barat BNI Wilayah 02, Vever Verdy Verdian, di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Minggu (11/10/2026). (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir di Kota Padang kembali ditunjukkan melalui penyaluran bantuan kemanusiaan. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Wilayah 02 menyalurkan berbagai kebutuhan darurat untuk membantu warga yang terdampak banjir pada 10 Oktober 2026.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, dari Area Head Sumatera Barat BNI Wilayah 02, Vever Verdy Verdian, di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Minggu (11/10/2026).

Penyaluran bantuan ini menjadi bentuk dukungan sektor perbankan terhadap upaya penanganan bencana sekaligus membantu meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit akibat banjir.

Fadly Amran menjelaskan, banjir yang melanda sejumlah kawasan di Kota Padang menyebabkan permukiman warga terendam dan aktivitas masyarakat terganggu. Kondisi tersebut membuat sebagian warga membutuhkan bantuan segera untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurut Fadly, kebutuhan mendesak masyarakat terdampak meliputi makanan siap saji, air bersih, pakaian, selimut, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya. Bantuan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu warga melewati masa tanggap darurat.

Atas nama Pemerintah Kota Padang, Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada BNI yang telah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir. Ia menilai dukungan tersebut sangat berarti dalam membantu memenuhi kebutuhan warga yang sedang mengalami musibah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BNI atas bantuan yang diberikan. Sebelumnya, Bank Nagari juga telah menyalurkan bantuan. Dukungan ini sangat berarti bagi masyarakat yang sedang menghadapi musibah banjir,” ujar Fadly.

Sementara itu, Area Head Sumatera Barat BNI Wilayah 02, Vever Verdy Verdian, mengatakan bantuan disalurkan melalui program BNI Berbagi sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga terdampak bencana alam.

Melalui program tersebut, BNI menyiapkan sebanyak 400 paket makan siang, air minum, serta air bersih untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK). Bantuan ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan dasar warga selama menghadapi dampak banjir.

Selain makanan dan air bersih, BNI juga menyalurkan makanan serta pakaian untuk anak-anak, selimut, dan berbagai perlengkapan penting lainnya. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kenyamanan warga, terutama keluarga yang membutuhkan dukungan selama masa pemulihan.

BNI turut menyiapkan bahan pangan berupa beras, telur, dan kebutuhan pokok lainnya. Ketersediaan bahan pangan menjadi salah satu perhatian penting agar masyarakat terdampak tetap dapat memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari di tengah kondisi darurat.

Bantuan tersebut direncanakan untuk menjangkau sejumlah lokasi terdampak, di antaranya Lapau Munggu, Kampung Guo, Lumin Park, dan Kampung Apa. Penyaluran ke kawasan-kawasan tersebut diharapkan membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan pascabanjir.

Vever Verdy Verdian berharap bantuan yang disalurkan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat selama beberapa hari ke depan. Ia juga menyampaikan komitmen BNI untuk mempertimbangkan penyaluran bantuan lanjutan apabila kebutuhan warga masih memerlukan dukungan.

“Insha Allah, bantuan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama beberapa hari ke depan. Jika nantinya masih dibutuhkan, kami siap untuk kembali berbagi dan membantu masyarakat,” ungkap Vever.

Penyaluran bantuan BNI Wilayah 02 ini menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam menghadapi bencana di Kota Padang. Kolaborasi pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat diharapkan terus berlanjut agar kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi dan proses pemulihan berjalan lebih baik. (*) 

Laporan: Tommy
Editor: Zamri Yahya, WU

1.050 Orang Padati Seminar Literasi Pasaman Barat, Aksi Bupati Yulianto Beli Buku Gol A Gong Jadi Sorotan!    
Senin, Oktober 12, 2026

On Senin, Oktober 12, 2026

1.050 Orang Padati Seminar Literasi Pasaman Barat, Aksi Bupati Yulianto Beli Buku Gol A Gong Jadi Sorotan!
Seminar bertajuk “Seribu Guru Hebat, Sejuta Murid Literat” ini menjadi momentum untuk memperkuat budaya membaca dan menulis di tengah derasnya arus informasi digital. (Foto: Fadhli). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebanyak 1.050 guru, siswa, mahasiswa, dan pegiat literasi memadati Balerong Anak Nagari Pasaman Barat, Sabtu (10/10/2026). Seminar bertajuk “Seribu Guru Hebat, Sejuta Murid Literat” ini menjadi momentum untuk memperkuat budaya membaca dan menulis di tengah derasnya arus informasi digital.

Kegiatan tersebut menghadirkan Duta Baca Indonesia periode 2021–2026, Gol A Gong, yang dikenal sebagai novelis produktif dengan lebih dari 200 buku. Kehadirannya memberikan kesempatan kepada peserta untuk menggali inspirasi tentang pentingnya membaca, menulis, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Seminar ini digagas Forum Pegiat Literasi Pasaman Barat (FPL Pasbar) bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pasaman Barat. Kegiatan tersebut juga melibatkan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Bunda Literasi, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Sumatera Barat, serta sejumlah organisasi perangkat daerah.

Bupati Pasaman Barat, Yulianto, membuka kegiatan secara resmi. Turut hadir Bunda Literasi Kabupaten Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto, Ketua FPL Pasbar Denni Meilizon selaku ketua panitia, jajaran pemerintah daerah, unsur pendidikan, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Erisa Doddy San Ismail, serta para guru, pelajar, mahasiswa, dan komunitas literasi.

Suasana acara diawali dengan pertunjukan Tari Pasambahan oleh siswa SD Negeri 07 Pasaman. Prosesi dilanjutkan dengan pemasangan deta, penutup kepala khas Minangkabau, oleh Bupati Yulianto kepada Gol A Gong sebagai bentuk penghormatan kepada tamu sekaligus penyambutan bernuansa budaya lokal.

Salah satu momen yang menarik perhatian terjadi ketika Bupati Yulianto membeli lima buku karya Gol A Gong berjudul Raket, Pena, dan Petualangan. Tindakan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap karya penulis sekaligus contoh bahwa gerakan literasi dapat dimulai melalui langkah sederhana.

Tidak berhenti pada pembelian pribadi, Yulianto juga mengajak para tamu undangan dan peserta seminar untuk membeli buku karya Gol A Gong. Ajakan itu mendapat sambutan antusias hingga peserta mengantre untuk mendapatkan buku, menciptakan suasana yang memperlihatkan besarnya perhatian terhadap kegiatan literasi.

Buku-buku yang dibeli Bupati kemudian diserahkan kepada Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pasaman Barat. Dengan demikian, koleksi tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat melalui Perpustakaan Daerah Pasaman Barat, bukan hanya menjadi koleksi pribadi.

Dalam sambutannya, Yulianto menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada jalan, gedung, dan infrastruktur fisik. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan penguatan budaya literasi merupakan investasi penting bagi masa depan Pasaman Barat.

Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan dinamika geopolitik dunia menuntut generasi muda memiliki kemampuan berpikir kritis, beradaptasi, serta membangun karakter yang kuat. Literasi, katanya, membantu anak-anak memahami informasi, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan.

“Dalam situasi dunia saat ini dengan berbagai dinamika geopolitik, Indonesia membutuhkan anak-anak hebat yang mampu mengawal masa depan bangsa. Salah satu upaya untuk mewujudkannya adalah melalui kegiatan literasi,” ujar Yulianto.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada para guru yang berperan penting dalam membentuk generasi masa depan. Ia menilai guru bukan hanya menyampaikan pelajaran, tetapi juga membimbing anak-anak mengembangkan karakter, minat, bakat, dan kreativitas agar tumbuh menjadi pribadi yang produktif.

Sementara itu, Bunda Literasi Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto, mengajak pemerintah, sekolah, keluarga, komunitas, dan masyarakat untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari. Menurutnya, keberhasilan gerakan literasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan buku, tetapi juga oleh tumbuhnya kemauan membaca dan menulis di tengah masyarakat.

Sifrowati menilai kehadiran Gol A Gong menjadi sumber inspirasi bagi guru, pelajar, dan pegiat literasi. Pengalamannya sebagai penulis menunjukkan bahwa konsistensi membaca dan menulis dapat membuka kesempatan untuk memperluas wawasan, mengembangkan gagasan, dan menghasilkan karya yang menjangkau pembaca lebih luas. Kegiatan ini turut disemarakkan dengan pembagian doorprize berupa buku bacaan.

Bagi FPL Pasbar dan PGRI Kabupaten Pasaman Barat, seminar ini diharapkan menjadi awal penguatan gerakan literasi yang berkelanjutan. Dari Balerong Anak Nagari, semangat “Seribu Guru Hebat, Sejuta Murid Literat” membawa pesan bahwa budaya membaca dan menulis perlu dibangun melalui keteladanan pemimpin, dedikasi guru, dukungan keluarga, serta partisipasi masyarakat demi melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan. (*) 

Laporan: Muhammad Fadhli
Editor: Zamri Yahya, WU

Anak Petani dari Kuranji Borong 3 Emas Porprov Sumbar 2026, Muhammad Fawwaz Ziddan Bikin Bangga Padang!    
Senin, Oktober 12, 2026

On Senin, Oktober 12, 2026

Anak Petani dari Kuranji Borong 3 Emas Porprov Sumbar 2026, Muhammad Fawwaz Ziddan Bikin Bangga Padang!
Muhammad Fawwaz Ziddan, anak Kuranji yang kini duduk di kelas XI SMAN 1 Payakumbuh, sukses memborong tiga medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. (Foto: Novrianto). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Membanggakan! Muhammad Fawwaz Ziddan, anak Kuranji yang kini duduk di kelas XI SMAN 1 Payakumbuh, sukses memborong tiga medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Atlet berkuda memanah yang mewakili KONI Kota Padang ini berhasil mengharumkan nama daerah melalui prestasi gemilangnya.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kuranji, Kota Padang. Di tengah persaingan atlet dari berbagai daerah, Fawwaz mampu menunjukkan kemampuannya dan menyumbangkan tiga medali emas bagi kontingen Kota Padang.

Tiga medali emas itu diraih Fawwaz melalui kategori Persada Nusa Track, HBA Beregu Putra, dan Dynamic Beregu Putra. Keberhasilan tersebut memperlihatkan kontribusinya dalam persaingan cabang olahraga berkuda memanah pada pesta olahraga tingkat provinsi tersebut.

Salah satu nomor pertandingan yang mengantarkannya meraih emas adalah Persada Nusa. Pertandingan berkuda memanah itu berlangsung di Lapangan Pantai Pasir Jambak, Kota Padang, dengan diikuti atlet yang mewakili daerah masing-masing.

Kompetisi berkuda memanah Porprov Sumbar 2026 diikuti peserta dari 13 daerah di Sumatera Barat. Para atlet beradu keterampilan, ketepatan membidik sasaran, keseimbangan, serta kemampuan mengendalikan kuda selama pertandingan.

Medali bagi para atlet diserahkan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumatera Barat, Fuad. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari penghargaan atas pencapaian para atlet yang berhasil meraih medali dalam kompetisi.

Bagi keluarga, keberhasilan Fawwaz tentu menjadi momen yang membanggakan. Ia merupakan putra pasangan Nurkhalis dan Silvia Sismona, yang menjabat sebagai Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Anugrah Kuranji, Kota Padang.

Fawwaz berasal dari Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Identitasnya sebagai anak Kuranji menjadi bagian penting dari kisah prestasinya, terutama karena ia berhasil membawa nama Kota Padang dalam kompetisi olahraga tingkat Sumatera Barat.

Meski masih berstatus pelajar kelas XI SMAN 1 Payakumbuh, Fawwaz mampu mengambil bagian dalam persaingan olahraga tingkat provinsi. Perjalanannya menunjukkan bahwa pendidikan dan pengembangan bakat olahraga dapat berjalan beriringan.

Tiga medali emas yang diraihnya berasal dari tiga kategori pertandingan berbeda. Capaian tersebut menambah kontribusi atlet berkuda memanah bagi kontingen Kota Padang dalam Porprov XVI Sumatera Barat 2026.

Cabang olahraga berkuda memanah memiliki tantangan tersendiri. Atlet harus memadukan kemampuan berkuda, menjaga keseimbangan tubuh, mengatur konsentrasi, dan membidik sasaran secara tepat saat mengikuti perlombaan.

Keberhasilan anak Kuranji ini juga menjadi kabar positif bagi perkembangan olahraga di Kota Padang. Prestasi atlet muda seperti Fawwaz dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lain untuk mengembangkan potensi dan berani mengikuti kompetisi sesuai bidang yang diminati.

Bagi masyarakat Kuranji, capaian Fawwaz menjadi kebanggaan karena putra daerah mampu memberikan sumbangan prestasi bagi kontingen Kota Padang. Tiga medali emas tersebut sekaligus menjadi catatan positif dalam perjalanan olahraga berkuda memanah di Porprov Sumbar 2026.

Dengan keberhasilan memborong tiga emas, Muhammad Fawwaz Ziddan membuktikan bahwa anak Kuranji juga mampu bersaing dan berprestasi di tingkat provinsi. Publik kini memiliki alasan untuk memberikan apresiasi atas pencapaiannya, sembari menantikan kiprah Fawwaz dalam kompetisi olahraga berikutnya. (*)

Laporan: Novrianto
Editor: Zamri Yahya, WU