HEADLINE
Pemko Padang Benahi Basement Blok II dan III Pasar Raya, Kadis Perdagangan dan Kasatpol PP Kompak Bicara    
Jumat, Juni 26, 2026

On Jumat, Juni 26, 2026

Pemko Padang Benahi Basement Blok II dan III Pasar Raya, Kadis Perdagangan dan Kasatpol PP Kompak Bicara
Pemerintah Kota Padang mulai melaksanakan revitalisasi Pasar Raya Padang dengan memulai pembersihan dan penataan basement Blok II dan Blok III, Kamis, 25 Juni 2026, di Pasar Raya Padang. (Foto: Diskominfo) 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Padang mulai melaksanakan revitalisasi Pasar Raya Padang dengan memulai pembersihan dan penataan basement Blok II dan Blok III, Kamis, 25 Juni 2026, di Pasar Raya Padang. 

Hadir pada kegiatan itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Padang, Chandra Eka Putra.

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai langkah awal menghadirkan kawasan pasar yang lebih bersih, tertata, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.

Pekerjaan awal difokuskan pada pembersihan area basement, penyemprotan, perbaikan saluran drainase, serta pembenahan sistem sirkulasi udara yang selama ini menjadi perhatian di kawasan tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, mengatakan revitalisasi ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Padang dalam menyiapkan fasilitas perdagangan yang lebih baik bagi para pedagang di Pasar Raya.

"Hari ini Pemerintah Kota Padang telah memulai pelaksanaan revitalisasi Pasar Raya, khususnya di basement Blok II dan Blok III yang akan dilakukan pembersihan, penyemprotan, serta perbaikan drainase dan sirkulasi udara," ujarnya. 

Pekerjaan tersebut dilaksanakan secara kolaboratif bersama Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, dan Dinas Perdagangan Kota Padang.

"Kami berharap dukungan dari masyarakat Kota Padang, khususnya para pedagang di Pasar Raya, untuk mendukung program pemerintah dalam penataan dan perbaikan sarana pasar ini," cakapnya. 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Padang, Chandra Eka Putra, menyebut pihaknya turut mendukung kegiatan tersebut dengan mengerahkan personel untuk membantu proses pembersihan basement bersama OPD terkait.

"Kegiatan hari ini merupakan bentuk dukungan kepada Dinas Perdagangan dan Dinas PU dalam pembersihan basement bersama DLH dan dinas terkait lainnya sebagai bagian dari program penataan Pasar Raya," tegasnya. 

Sebanyak 50 personel Satpol PP diterjunkan dalam kegiatan tersebut dan akan terus mendukung proses revitalisasi hingga selesai.

"Sampai kapan pun Dinas Perdagangan dan Dinas PU membutuhkan bantuan, kami akan terus memberikan dukungan agar pekerjaan ini dapat berjalan dengan baik," tukuknya. 

Melalui revitalisasi ini, Pemerintah Kota Padang berharap Pasar Raya dapat menjadi pusat perdagangan yang lebih tertata, aman, bersih, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (Diskominfo Kota Padang)

Pembukaan "Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas" Dihadiri Wawako dan Kemenag Kota Padang    
Jumat, Juni 26, 2026

On Jumat, Juni 26, 2026

Pembukaan kegiatan "Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas" Dihadiri Wawako dan Kemenag Kota Padang
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir bersama Kepala Kemenag Kota Padang Yasril hadiri di kegiatan "Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas", Kamis, 25 Juni 2026, di Aula Kantor Kemenag Kota Padang. (Foto: Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir bersama Kepala Kemenag Kota Padang Yasril hadiri di kegiatan "Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas", Kamis, 25 Juni 2026, di Aula Kantor Kemenag Kota Padang. 

Selain itu, juga tampak Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kota Padang Edy Oktaviandi, dan Perwakilan sejumlah Lembaga Amil Zakat di Kota Padang, seperti BAZNAS, Ar Risalah Charity, Dompet Dhuafa Singgalang, LAZ Adzkia, dan lainnya. 

Kegiatan yang digagas Kementerian Agama Kota Padang itu menghadirkan 140 anak yatim dan penyandang disabilitas.

Wawako menyerahkan paket lebaran secara simbolis. Seluruh anak yatim dan penyandang disabilitas tersenyum senang.

"Pemerintah Kota Padang mengapresiasi kegiatan ini, sangat luar biasa, program ini penting dan sangat mulia, mudah-mudahan berkah bagi Negeri kita," katanya. 

Maigus mengatakan, program "Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas" selaras dengan nafas visi dan misi Pemerintah Kota Padang. Program tersebut telah menjalin sinergi paling erat antara lembaga pengelolaan zakat, infak dan sedekah yang ada di Kota Padang. 

Wawako sempat mengajukan pertanyaan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas. Mereka yang mampu menjawab mendapat bingkisan langsung dari Maigus Nasir. 

Tiga pertanyaan dilontarkan Maigus Nasir. Pertanyaan dapat dijawab oleh Jeri Yuriko dari MTsN 4. Jeri yang merupakan anak yatim, menjawab pertanyaan tentang perbedaan infak dan sedekah. Selain itu dua penyandang disabilitas, Rizki Eka Putra dari Bakti Dinas Sosial, Kalumbuk dan M Aditia Windri dari PSBN Tuah Sakato juga menjawab pertanyaan dengan baik.

"Sinergi ini sangat kita tanamkan sehingga kita dapat menggerakkan segala potensi, dan seluruh persoalan di Kota Padang dapat terselesaikan," ujarnya. 

Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kota Padang, Edy Oktaviandi menuturkan, kegiatan yang digagas Kementerian Agama ini telah membangun kesejahteraan umat terutama anak yatim dan penyandang disabilitas.

BWI Perwakilan Kota Padang yang merupakan lembaga perwakafan, telah melakukan kegiatan pendataan dan menata aset wakaf sejak tahun 2024 lalu. Bersama lembaga wakaf yang ada, pada akhirnya Kota Padang ditetapkan sebagai Kota Wakaf pada tahun 2025 lalu. 

"Tentunya kami sangat mengapresiasi kegiatan ini yang pada akhirnya dapat membangun kesejahteraan umat," cakap Edy Oktaviandi. 

Kepala Kantor Kemenag Kota Padang, Yasril menjelaskan, kegiatan "Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas" diikuti oleh ratusan anak yatim dan berkebutuhan khusus. 

"Kegiatan ini memberi motivasi pendampingan bagi anak yatim dan disabilitas, karena mereka perlu mendapat pendampingan," cakapnya. 

Mereka mendapat paket lebaran dan alat sekolah. Selain itu anak yatim dan penyandang disabilitas menampilkan talentanya di depan undangan yang hadir. 

"Mereka adalah anak bangsa yang punya talenta yang dapat dibanggakan," tegasnya. (Prokompin Setdako Padang). 

Dinas Kesehatan Gencarkan Layanan Dokter Warga dan PSC 119    
Jumat, Juni 26, 2026

On Jumat, Juni 26, 2026

Dinas Kesehatan Gencarkan Layanan Dokter Warga dan PSC 119
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang menggelar sosialisasi intensif program prioritas "Dokter Warga" dan optimalisasi Layanan Public Safety Center (PSC) 119, Rabu, 24 Juni 2026, di Dinas Kesehatan Kota Padang. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang menggelar sosialisasi intensif program prioritas "Dokter Warga" dan optimalisasi Layanan Public Safety Center (PSC) 119, Rabu, 24 Juni 2026, di Dinas Kesehatan Kota Padang. 

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr Srikurnia Yati dan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Padang, Irwandi.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat respon penanganan kedaruratan sekaligus mendekatkan akses pelayanan medis primer bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr Srikurnia Yati, menegaskan bahwa program "Dokter Warga" merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat prasejahtera yang mengalami sakit parah namun kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan. Melalui integrasi tim kedaruratan, tenaga medis siap diterjunkan langsung ke rumah warga.

"Bagi saudara-saudara kita yang butuh pelayanan kesehatan tapi kondisi ekonominya tidak mampu, tergeletak sakit di rumah atau kos-kosan, silahkan hubungi 119 atau contact person Puskesmas setempat. Tim Dokter Warga siap turun langsung memeriksa, mendampingi secara berkala setiap bulan, dan merujuk ke rumah sakit jika diperlukan," katanya. 

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Padang, Irwandi memaparkan teknis penanggulangan gawat darurat terpadu melalui Call Center 119. Layanan ini dapat diakses 24 jam secara gratis guna menekan angka fatalitas dan kecacatan pada kasus kritis, seperti serangan jantung atau kecelakaan.

"Masyarakat diimbau untuk bijak dan hanya menghubungi nomor tersebut dalam situasi darurat medis nyata," imbaunya. 

Dalam operasionalnya, petugas menerapkan klasifikasi Triase yang membagi pasien ke dalam empat kategori warna. Zona Merah untuk kondisi kritis mengancam jiwa (prioritas utama), Zona Kuning untuk kondisi berat non-ancaman jiwa langsung, Zona Hijau untuk kategori non-darurat, dan Zona Hitam untuk pasien yang telah meninggal dunia.

Namun disayangkan masih tingginya angka panggilan iseng (prank calls) atau panggilan tanpa suara dari oknum tidak bertanggung jawab.

Di sistem Kementerian Kesehatan, panggilan iseng tersebut tetap terdata sebagai "panggilan tidak tertangani" yang menurunkan nilai performa PSC 119 Kota Padang di tingkat nasional.

Hingga saat ini, pelayanan medis diperkuat oleh seluruh Rumah Sakit di Kota Padang dan 9 Puskesmas gawat darurat yang siaga 24 jam. Dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat, operator ditargetkan menyelesaikan triase dalam 5 menit pertama, dan tim medis tiba di lokasi rumah warga dalam waktu 15 menit berikutnya.

Distribusi penanganan dibagi per zonasi wilayah kerja seperti Puskesmas Lubuk Buaya, Air Dingin, Anak Air, Padang Pasir, Seberang Padang, Bungus, hingga Dinkes.

Sinergi layanan Dokter Warga dan PSC 119 ini juga terintegrasi langsung dengan Program Unggulan (Progul) Wali Kota Padang berupa penyediaan BPJS Kesehatan Gratis.

Efektivitas program ini dibuktikan dengan capaian performa periode Februari 2025 hingga Mei 2026, di mana tercatat ada 346 panggilan masuk via Call 119, 967 laporan langsung dari masyarakat, serta keberhasilan 530 tindakan kunjungan langsung ke rumah warga (home visit).

Melalui peningkatan mutu SDM, pelatihan teknis evakuasi medis, serta komitmen pelayanan inklusif, Pemerintah Kota Padang optimis akselerasi ini mampu mewujudkan visi besar Padang sebagai Kota Pintar (Smart City) dan Kota Sehat. (Diskominfo Kota Padang)

Dinas Kesehatan Kota Padang Luncurkan Aplikasi SAPA Puskesmas    
Jumat, Juni 26, 2026

On Jumat, Juni 26, 2026

Dinas Kesehatan Kota Padang Luncurkan Aplikasi SAPA Puskesmas
Dinas Kesehatan Kota Padang meluncurkan inovasi Sistem Akses Pelayanan Berbasis Visual (SAPA) Puskesmas, Rabu, 24 Juni 2026, di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kota Padang. (Foto: Diskominfo Kota Padang). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dinas Kesehatan Kota Padang meluncurkan inovasi Sistem Akses Pelayanan Berbasis Visual (SAPA) Puskesmas, Rabu, 24 Juni 2026, di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kota Padang.

Kegiatan dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Padang Tarmizi Ismail dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang dr. Srikurnia Yati. 

Inovasi ini dihadirkan untuk meningkatkan keterbukaan informasi serta mempermudah masyarakat mengakses layanan kesehatan yang tersedia di puskesmas se-Kota Padang.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Padang Tarmizi Ismail mengatakan, SAPA Puskesmas merupakan inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memberikan informasi yang lebih luas kepada masyarakat mengenai berbagai layanan yang tersedia di puskesmas.

"Pelayanan puskesmas perlu terus kita tingkatkan dan masyarakat perlu mengetahui fungsi serta layanan apa saja yang tersedia di puskesmas di sekeliling mereka," katanya. 

Pemerintah Kota Padang menargetkan peningkatan layanan persalinan normal di puskesmas. Dari sekitar 13 ribu ibu hamil di Kota Padang setiap tahunnya, pemerintah menargetkan sedikitnya 20 persen persalinan normal dapat dilayani di fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut.

"Di akhir tahun nanti, seluruh 24 puskesmas di Kota Padang akan terus kami tingkatkan kualitas pelayanannya untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat," ujarnya. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Srikurnia Yati menjelaskan, SAPA Puskesmas memungkinkan masyarakat memperoleh informasi mengenai jenis layanan, ketersediaan sarana dan prasarana, hingga sumber daya manusia di setiap puskesmas.

"Masyarakat dapat mengetahui puskesmas mana yang memiliki IGD 24 jam maupun layanan persalinan, sehingga akses terhadap pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah dan cepat," cakapnya. 

SAPA Puskesmas juga terintegrasi dengan program unggulan Pemerintah Kota Padang yaitu Padang Melayani, seperti Dokter Warga dan BPJS Kesehatan gratis, sehingga pelayanan kesehatan dapat diberikan secara lebih menyeluruh.

Masyarakat dapat mengakses SAPA Puskesmas melalui laman sapa.puskesmas.padang.go.id⁠ dengan memilih menu "Mulai Eksplorasi Peta". Selanjutnya, pengguna cukup mengklik titik fasilitas kesehatan pada peta dan memilih fitur "Tur Virtual 360" untuk melihat secara langsung kondisi ruangan, fasilitas, serta peralatan kesehatan yang tersedia di masing-masing puskesmas secara virtual.

"Harapan kami, melalui SAPA Puskesmas dan berbagai program pendukung lainnya, visi mewujudkan Kota Padang sebagai kota pintar dan kota sehat dapat tercapai," terangnya. 

Melalui inovasi ini, Pemerintah Kota Padang terus mendorong terwujudnya pelayanan kesehatan yang berkualitas guna mendukung visi menjadikan Padang sebagai kota pintar dan kota sehat. (Diskominfo Kota Padang)

Ketua LBH GEKIRA Apresiasi Kebijakan Hukum Presiden Prabowo di Sektor Jasa Keuangan    
Kamis, Juni 25, 2026

On Kamis, Juni 25, 2026

Ketua LBH GEKIRA Apresiasi Kebijakan Hukum Presiden Prabowo di Sektor Jasa Keuangan
Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA), Dr. Santrawan T. Paparang, S.H., M.H., M.Kn.

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA), Dr. Santrawan T. Paparang, S.H., M.H., M.Kn, menilai kebijakan hukum yang ditempuh Presiden Prabowo Subianto di sektor jasa keuangan merupakan langkah strategis untuk memperkuat stabilitas ekonomi nasional, meningkatkan perlindungan masyarakat, serta menciptakan kepastian hukum bagi pelaku usaha dan investor.

Menurut Santrawan, sektor jasa keuangan memiliki peran vital sebagai urat nadi perekonomian nasional. Karena itu, penguatan aspek hukum, pengawasan, dan tata kelola menjadi kebutuhan mendesak di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks.

“Presiden Prabowo menunjukkan komitmen kuat untuk membangun sistem keuangan nasional yang sehat, transparan, dan berkeadilan. Kebijakan hukum di sektor jasa keuangan harus mampu memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus menciptakan kepastian bagi dunia usaha,” ujar Santrawan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (25/6).

Ia menjelaskan bahwa tantangan sektor jasa keuangan saat ini tidak hanya berkaitan dengan stabilitas perbankan dan pasar modal, tetapi juga mencakup perkembangan teknologi finansial (fintech), aset digital, perlindungan data pribadi, pemberantasan kejahatan keuangan, hingga penguatan literasi keuangan masyarakat.

Menurutnya, perkembangan teknologi telah menghadirkan berbagai peluang baru dalam layanan keuangan, namun pada saat yang sama juga memunculkan risiko hukum yang memerlukan regulasi dan pengawasan yang adaptif.

“Transformasi digital harus diimbangi dengan kerangka hukum yang kuat. Negara harus hadir melindungi masyarakat dari praktik penipuan investasi, pinjaman online ilegal, pencucian uang, kejahatan siber, dan berbagai bentuk penyalahgunaan teknologi di sektor keuangan,” katanya.

Santrawan menilai langkah pemerintah dalam memperkuat koordinasi antara regulator, aparat penegak hukum, dan lembaga pengawas merupakan bagian penting dalam menciptakan ekosistem jasa keuangan yang sehat dan terpercaya.

Ia juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang konsisten terhadap berbagai pelanggaran di sektor keuangan. Menurutnya, kepastian hukum merupakan faktor utama yang menentukan tingkat kepercayaan publik dan investor terhadap sistem keuangan nasional.

“Prinsip equality before the law harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Setiap pelanggaran hukum di sektor jasa keuangan, baik yang dilakukan individu maupun korporasi, harus ditindak secara profesional, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.

Lebih lanjut, Santrawan menilai kebijakan Presiden Prabowo yang mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi, hilirisasi industri, dan pemberdayaan UMKM memerlukan dukungan sistem keuangan yang kuat dan inklusif.

Menurutnya, sektor jasa keuangan harus mampu menjadi instrumen pembangunan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil dan menengah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses pembiayaan.

“Keuangan yang inklusif merupakan salah satu kunci mewujudkan pemerataan kesejahteraan. Karena itu, reformasi sektor jasa keuangan harus diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai lembaga yang bergerak di bidang bantuan hukum dan advokasi masyarakat, LBH GEKIRA juga mendorong peningkatan edukasi hukum dan literasi keuangan agar masyarakat semakin memahami hak dan kewajibannya dalam memanfaatkan berbagai layanan jasa keuangan.

Santrawan menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi nasional tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan angka-angka makro ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan negara menghadirkan keadilan, perlindungan hukum, dan kepastian bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kebijakan hukum Presiden Prabowo di sektor jasa keuangan harus kita dukung bersama sepanjang bertujuan memperkuat stabilitas ekonomi nasional, melindungi kepentingan masyarakat, serta mewujudkan sistem keuangan yang transparan, berintegritas, dan berkeadilan. Dengan fondasi hukum yang kuat, sektor jasa keuangan akan menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (*)

Pemko Pariaman dan Koderal II Padang Gelar Olahraga Bersama    
Kamis, Juni 25, 2026

On Kamis, Juni 25, 2026

Pemko Pariaman dan Koderal II Padang Gelar Olahraga Bersama
Jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman melakukan kunjungan kerja sekaligus menjalin silaturahmi melalui kegiatan olahraga bersama dengan Komando Daerah TNI Angkatan Laut II (Kodaeral II) Padang. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
-Jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman melakukan kunjungan kerja sekaligus menjalin silaturahmi melalui kegiatan olahraga bersama dengan Komando Daerah TNI Angkatan Laut II (Kodaeral II) Padang, di halaman Markas Koderal II Padang, Rabu (24/06).

Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Pariaman, Yota Balad, Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi,  Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pariaman, Afrizal Azhar, Ketua TP PKK Kota Pariaman, Ny. Yosneli Balad, serta para Kepala OPD di lingkungan Pemko Pariaman. Kehadiran jajaran Pemko Pariaman disambut hangat oleh Komandan Kodaeral II Padang, Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad disela kegiatan mengatakan  pentingnya menjaga sinergi antar lembaga melalui berbagai pendekatan informal, salah satunya lewat olahraga.

"Olahraga bersama ini adalah wujud nyata kekompakan kita. Sinergi antara Pemko Pariaman dan Koderal II Padang bukan sekadar urusan koordinasi kedinasan, tetapi sudah seperti keluarga. 

Saya yakin, dengan kebersamaan yang terus kita rawat, setiap tantangan pembangunan dan pelayanan di Kota Pariaman akan dapat kita selesaikan dengan lebih solid," ujarnya.

Senada dengan Walikota, Komandan Kodaeral II Padang, Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kunjungan Pemko Pariaman. 

Ia mengatakan bahwa Koderal II Padang senantiasa mendukung penuh program-program Pemerintah Kota Pariaman demi stabilitas dan kemajuan daerah. (R/at)

Sawahlunto Tuan Rumah Kejurnaswil Shorinji Kempo Se-Sumatera, Ratusan Atlet Ramaikan Kota Wisata Tambang    
Kamis, Juni 25, 2026

On Kamis, Juni 25, 2026

Sawahlunto Tuan Rumah Kejurnaswil Shorinji Kempo Se-Sumatera, Ratusan Atlet Ramaikan Kota Wisata Tambang
Pembukaan kejuaraan dilakukan oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra dan Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kota Sawahlunto kembali menjadi tuan rumah ajang olahraga tingkat regional. Kejuaraan Nasional Wilayah (Kejurnaswil) Shorinji Kempo se-Sumatera resmi dibuka di Lapangan Indoor Bengkel Utama PT Bukit Asam Ombilin, Rabu (24/6/2026), dengan diikuti ratusan atlet, pelatih, dan ofisial dari berbagai provinsi di Pulau Sumatera.

Pembukaan kejuaraan dilakukan oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra dan Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta.

Turut hadir Ketua Pengurus Besar Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PB Perkemi) Laksamana Madya (Purn) Agus Setiadji, jajaran pengurus Perkemi, unsur Forkopimda, serta para tamu undangan.

Kejurnaswil yang berlangsung hingga 27 Juni 2026 tersebut menjadi ajang pembinaan sekaligus evaluasi prestasi atlet Shorinji Kempo di wilayah Sumatera. 

Selain menjadi sarana meningkatkan pengalaman bertanding, kejuaraan ini juga diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang akan dipersiapkan untuk kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Besar Perkemi dan seluruh pihak yang telah mempercayakan Sawahlunto sebagai tuan rumah penyelenggaraan Kejurnaswil Shorinji Kempo se-Sumatera.

Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa Sawahlunto memiliki kapasitas dan kesiapan dalam menyelenggarakan event olahraga berskala besar, sekaligus memperkuat posisi kota itu sebagai salah satu destinasi sport tourism di Sumatera Barat.

"Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Sawahlunto. Ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi daerah, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan Sawahlunto kepada para peserta dan tamu yang datang dari berbagai daerah," ujarnya.

Riyanda menegaskan, manfaat penyelenggaraan kejuaraan tidak hanya dirasakan dalam aspek olahraga dan pembinaan atlet, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Kehadiran ratusan atlet, pelatih, ofisial, dan pendamping dari berbagai provinsi turut menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, serta berbagai usaha jasa lainnya di Kota Sawahlunto.

Selain itu, kejuaraan tersebut juga menjadi sarana promosi yang efektif untuk memperkenalkan potensi wisata, warisan budaya, dan keramahan masyarakat Sawahlunto kepada para tamu yang datang dari berbagai daerah.

Melalui penyelenggaraan berbagai event olahraga berskala regional dan nasional, Pemerintah Kota Sawahlunto terus berupaya memperkuat sektor sport tourism sebagai salah satu pendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan.

Kejurnaswil Shorinji Kempo se-Sumatera diharapkan tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi, tetapi juga semakin memperkuat citra Sawahlunto sebagai kota wisata berbasis sejarah, budaya, dan olahraga yang mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala besar.

Versi ini lebih terasa sebagai berita media nasional karena tidak berhenti pada acara pembukaan, tetapi mengangkat dampak strategisnya bagi pembinaan atlet, promosi daerah, dan pergerakan ekonomi lokal. (*) 

Pewarta: marjafri

Dari Lahan Bekas Tambang ke Kawasan Hijau, Kapolda Sumbar Tanam 200 Pohon di Sawahlunto    
Kamis, Juni 25, 2026

On Kamis, Juni 25, 2026

Dari Lahan Bekas Tambang ke Kawasan Hijau, Kapolda Sumbar Tanam 200 Pohon di Sawahlunto
Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta bersama Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah melaksanakan penanaman pohon dalam program "Sejuk Asri" di lahan bekas tambang PT Guguak Tinggi Coal (GTC), Desa Salak, Kecamatan Talawi. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Upaya pemulihan lingkungan di kawasan bekas pertambangan kembali mendapat perhatian serius. Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta bersama Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah melaksanakan penanaman pohon dalam program "Sejuk Asri" di lahan bekas tambang PT Guguak Tinggi Coal (GTC), Desa Salak, Kecamatan Talawi, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan kolaboratif yang digagas Polda Sumatera Barat untuk mendorong percepatan reklamasi dan penghijauan lahan pascatambang melalui sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, pelaku usaha, tokoh masyarakat, dan masyarakat sekitar.

Pada kesempatan itu, sebanyak 200 batang pohon ditanam di lahan seluas sekitar dua hektare. Jenis pohon yang ditanam terdiri atas 50 batang sengon, 75 batang kaliandra, dan 75 batang akasia yang dinilai memiliki kemampuan adaptasi baik untuk mendukung proses rehabilitasi lahan.

Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menegaskan bahwa pemulihan lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak semata. 

Menurutnya, keberhasilan reklamasi membutuhkan komitmen bersama serta keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan.

"Pemulihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, melalui Program Sejuk Asri, kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga dan memulihkan alam harus menjadi gerakan yang melibatkan semua pihak," ujarnya.

Ia berharap program tersebut tidak hanya memberikan dampak ekologis melalui peningkatan tutupan vegetasi, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan yang pernah menjadi lokasi aktivitas pertambangan.

Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polda Sumatera Barat yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mempercepat rehabilitasi kawasan bekas tambang.

Menurutnya, kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, perusahaan pertambangan, tokoh masyarakat, dan warga sekitar menjadi faktor penting dalam mewujudkan keberhasilan reklamasi lahan pascatambang.

"Sinergi seluruh pihak merupakan kunci untuk mempercepat pemulihan kawasan bekas tambang agar kembali memiliki fungsi ekologis sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Jeffry.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Sawahlunto berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama lintas sektor dalam mendukung rehabilitasi lingkungan, terutama di wilayah-wilayah yang terdampak aktivitas pertambangan pada masa lalu.

Selain berorientasi pada pemulihan fungsi lingkungan, program penghijauan juga diarahkan untuk mendukung pengembangan tanaman produktif yang berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar. 

Dengan demikian, upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.

Sebagai kota yang memiliki sejarah panjang dalam industri pertambangan, Sawahlunto terus berupaya mengubah kawasan-kawasan pascatambang menjadi ruang yang lebih produktif, hijau, dan bermanfaat bagi generasi mendatang. 

Program Sejuk Asri menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat komitmen tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemulihan lingkungan memerlukan kerja bersama yang berkesinambungan. (*) 

Pewarta: Marjafri

Festival Minangkabau 2026 Dibuka, Gubernur Tegaskan Budaya Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat    
Kamis, Juni 25, 2026

On Kamis, Juni 25, 2026

Festival Minangkabau 2026 Dibuka, Gubernur Tegaskan Budaya Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah saat membuka secara resmi Festival Minangkabau 2026 di Istano Basa Pagaruyung dan Lapangan Cindua Mato, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (25/6/2026). (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga kekuatan masa depan yang mampu menggerakkan pariwisata, ekonomi kreatif, dan kesejahteraan masyarakat. 

Hal itu disampaikannya saat membuka secara resmi Festival Minangkabau 2026 di Istano Basa Pagaruyung dan Lapangan Cindua Mato, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (25/6/2026).

Festival Minangkabau 2026 kembali masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara 2026 dan menjadi salah satu ajang strategis untuk memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur menyebut Festival Minangkabau sebagai ruang perjumpaan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Menurutnya, festival tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan sarana untuk menjaga identitas, memperkuat jati diri, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan budaya Minangkabau.

“Hari ini kita berada di Tanah Datar, Luhak Nan Tuo, tempat yang memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah dan kebudayaan Minangkabau. Festival Minangkabau bukan hanya sebuah perayaan budaya, tetapi juga sarana untuk menjaga identitas, memperkuat jati diri, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan leluhur,” ujar Gubernur.

Ia menjelaskan, festival tahun ini menampilkan beragam kekayaan budaya Minangkabau, mulai dari pawai budaya, tari tradisional, arak-arakan jamba, makan bajamba, permainan anak nagari tempo dulu, pameran benda pusaka, desa wisata, produk UMKM, ekonomi kreatif, hingga berbagai pertunjukan seni budaya.

Menurutnya, ragam atraksi tersebut menunjukkan bahwa budaya Minangkabau merupakan budaya yang hidup, berkembang, dan terus relevan dalam menjawab tantangan zaman. Karena itu, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, niniak mamak, bundo kanduang, pelaku seni, pelaku UMKM, insan pariwisata, serta seluruh masyarakat yang bergotong royong menyukseskan penyelenggaraan festival. 

Ia turut berterima kasih kepada Kementerian Pariwisata RI atas dukungan terhadap pengembangan event budaya di Sumbar melalui program Kharisma Event Nusantara.

Menurutnya, keberhasilan Festival Minangkabau masuk dalam Kharisma Event Nusantara untuk keenam kalinya membuktikan bahwa budaya lokal yang dikelola secara profesional mampu menjadi kekuatan promosi daerah sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

“Pariwisata budaya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. UMKM bergerak, usaha kuliner terjual, penginapan terisi, transportasi hidup, dan anak nagari memperoleh ruang untuk berkarya. Inilah yang terus kita dorong, yakni pariwisata yang berakar pada budaya dan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Gubernur menambahkan, sektor pariwisata memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Sumbar. Pada triwulan pertama 2026, ekonomi daerah tumbuh 5,02 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Peningkatan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan tersebut.

Selain memperkuat penyelenggaraan event budaya, Pemprov Sumbar juga terus mengoptimalkan promosi digital melalui kolaborasi dengan para influencer untuk memperkenalkan berbagai destinasi dan agenda budaya daerah ke tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Kepala Biro Data dan Sistem Informasi Kementerian Pariwisata, Nova Arisne, yang mewakili Menteri Pariwisata RI, mengapresiasi penyelenggaraan Festival Minangkabau 2026 ini.

Menurutnya, festival tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kebangkitan pariwisata Sumbar sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Minangkabau sebagai daya tarik wisata dan ekonomi kreatif yang berdaya saing global.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Tanah Datar, Eka Putra menegaskan bahwa Festival Minangkabau merupakan sarana memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya dan kearifan lokal kepada dunia. 

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangkitkan sektor pariwisata dan budaya Tanah Datar pascabencana, serta menjadikan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah sebagai fondasi dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya Minangkabau.

“Di bawah naungan Istano Basa Pagaruyung, kita menunjukkan kepada Indonesia dan dunia bahwa Minangkabau memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dengan memegang teguh filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah sebagai pedoman kehidupan masyarakat,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Tanah Datar beserta istri, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor, Bupati dan Wali Kota se-Sumbar, Forkopimda Tanah Datar, Ketua DPRD Tanah Datar, Raja Alam Pagaruyung, Ketua Perkumpulan Bundo Kanduang, serta sejumlah Kepala OPD di lingkup Pemprov Sumbar dan Kabupaten Tanah Datar, Dirut Bank Nagari, serta perwakilan Bundo Kanduang dari dalam dan luar negeri. (adpsb/rmz/bud)