HEADLINE
Langkah Baru Pembinaan Warga Binaan, Wawako Solok Lantik Mabigus dan Resmikan Pramuka di Lingkungan Lapas    
Senin, Mei 18, 2026

On Senin, Mei 18, 2026

Langkah Baru Pembinaan Warga Binaan, Wawako Solok Lantik Mabigus dan Resmikan Pramuka di Lingkungan Lapas
Wakil Wali Kota Solok sekaligus Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, memimpin langsung pelantikan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kota Solok, Jepri Ginting, sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan. (Foto/Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Terobosan penting dalam pembinaan karakter warga binaan pemasyarakatan resmi diwujudkan. 

Wakil Wali Kota Solok sekaligus Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, memimpin langsung pelantikan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kota Solok, Jepri Ginting, sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan. 

Momen bersejarah itu sekaligus ditandai dengan peresmian berdirinya Gugus Depan Pramuka di lingkungan Lapas setempat, Senin (18/5/2026).

Kegiatan ini menjadi tonggak awal penerapan nilai-nilai kepramukaan sebagai metode pembinaan dan pengembangan potensi warga binaan. 

Langkah ini mendapatkan apresiasi tinggi dari Suryadi Nurdal, yang menilai gerakan pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk kedisiplinan, kemandirian, serta menanamkan nilai luhur dan semangat kebangsaan.

“Kami sangat menyambut baik inisiatif ini. Pramuka bukan sekadar kegiatan, melainkan wadah pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti. Harapan kami, pembinaan ini memberikan dampak positif nyata, sehingga saat warga binaan kembali ke masyarakat, mereka membawa perubahan sikap yang lebih baik dan bermanfaat,” ungkap Suryadi dalam sambutannya.

Prosesi peresmian berjalan khidmat, dimulai dari pengukuhan pengurus, pembacaan ikrar, hingga penyematan tanda jabatan kepada Jepri Ginting sebagai Ketua Mabigus. 

Sebagai penanggung jawab baru, Jepri Ginting menyatakan komitmen penuhnya untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan kepramukaan. 

Ia melihat program ini sebagai bagian krusial dari upaya pemulihan mental dan karakter warga binaan.

Dengan berdirinya Gugus Depan ini, diharapkan tercipta pola pembinaan yang lebih produktif dan berdaya guna. 

Warga binaan tidak hanya dibina secara mental, tetapi juga dibekali keterampilan sosial dan kedisiplinan, agar siap beradaptasi dan berkontribusi positif saat kembali hidup di tengah masyarakat kelak.(80)

Pemko Padang Rencanakan Pelebaran Jalan Kurao-Maransi-By Pass    
Senin, Mei 18, 2026

On Senin, Mei 18, 2026

Pemko Padang Rencanakan Pelebaran Jalan Kurao-Maransi-By Pass
Wakil Wali Kota (Wawako) Padang Maigus Nasir meninjau Jalan Kurao yang akan dilakukan pelebaran di Kelurahan Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo, Senin (18/5/2026).  (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Padang merencanakan pelebaran jalan dari Kurao menuju Maransi hingga tembus ke By Pass. 

Untuk  itu, Wakil Wali Kota (Wawako) Padang Maigus Nasir meninjau Jalan Kurao yang akan dilakukan pelebaran di Kelurahan Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo, Senin (18/5/2026). 

Peninjauan ini turut dihadiri Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri, Camat Nanggalo David Ferdinand, lurah, serta masyarakat setempat.

“Alhamdulillah, untuk Kecamatan Koto Tangah, khususnya Kelurahan Air Pacah, proses sosialisasi sudah selesai dan telah disepakati. Seluruh masyarakat mendukung program tersebut. Pengukuran dan pemasangan patok juga sudah dilakukan, dan pertengahan Juli Dinas PUPR mulai mengerjakan," katanya. 

Jalan Kurao–Maransi–By Pass merupakan salah satu akses menuju pusat Pemerintahan Kota Padang serta kawasan perguruan tinggi seperti Universitas Bung Hatta, Institut Teknologi Padang, dan Universitas Baiturrahmah.

Saat ini kondisi jalan masih sempit sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan dan kecelakaan.

“Tinggal lagi sekitar 180 meter dari Jalur Dua Kurao sampai batas wilayah Air Pacah yang saat ini masih dalam tahap sosialisasi dengan masyarakat," cakapnya. 

Pemerintah Kota Padang menyiapkan anggaran sebesar Rp16 miliar untuk pelebaran Jalan Kurao–Maransi–By Pass dengan panjang jalan sekitar 2,245 kilometer, lebar jalan 8 meter, serta tambahan drainase masing-masing 1 meter di sisi kiri dan kanan jalan.

Pemerintah Kota Padang juga akan menuntaskan pembangunan Jalur Dua Kurao sepanjang 180 meter dengan anggaran sebesar Rp2 miliar serta berkoordinasi dengan PSDA Provinsi Sumatera Barat untuk melakukan betonisasi jalan di sepanjang bantaran sungai.

Operasional Bus Trans Padang yang melintasi Kurao–Maransi untuk sementara dihentikan karena kondisi dan lebar jalan yang belum memadai. Jika jalan sudah selesai dan akses semakin baik, maka layanan Trans Padang akan kembali diaktifkan.

“Dengan dilakukan pelebaran jalan, kami berharap akses menuju pusat pemerintahan di Air Pacah dan kawasan perguruan tinggi di sekitar Air Pacah tidak lagi mengalami kemacetan. Jika jalan sudah bagus dan luas, maka otomatis perekonomian masyarakat serta nilai tanah di kawasan tersebut juga akan meningkat," ujarnya. (*)

Kadis Kominfo Solok Tegaskan Disiplin dan Kinerja Kunci Pelayanan Publik Era Digital    
Senin, Mei 18, 2026

On Senin, Mei 18, 2026

Kadis Kominfo Solok Tegaskan Disiplin dan Kinerja Kunci Pelayanan Publik Era Digital
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Solok kembali menegaskan komitmen instansinya untuk menghadirkan pelayanan prima bagi masyarakat.  (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Solok kembali menegaskan komitmen instansinya untuk menghadirkan pelayanan prima bagi masyarakat. 

Hal itu disampaikannya saat memimpin langsung apel pagi rutin yang digelar di halaman kantor setempat, Senin (18/5/2026). Kegiatan yang dihadiri seluruh pegawai ini berlangsung dengan penuh semangat dan kekhidmatan.

Dalam arahannya, Kepala Dinas Kominfo menyoroti bahwa disiplin kerja adalah pondasi utama yang tidak bisa ditawar dalam membangun lingkungan kerja yang profesional, efektif, dan produktif. 

Menurutnya, peningkatan kinerja aparatur harus berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap aturan, sebagai wujud nyata tanggung jawab dalam mengemban amanah pelayanan publik.

Di tengah tuntutan zaman yang kian bergerak ke arah digital, ia juga mengingatkan seluruh elemen di lingkungan dinas untuk senantiasa menjaga integritas, loyalitas, dan kekompakan.

Setiap pegawai, baik Aparatur Sipil Negara maupun tenaga pendukung, dituntut mampu bekerja cepat, tepat, dan responsif merespons beragam kebutuhan masyarakat yang kian beragam dan dinamis.

“Komitmen kuat setiap individu sangat dibutuhkan. Kinerja yang unggul hanya akan bermakna jika dibarengi dengan kedisiplinan, rasa tanggung jawab tinggi, dan jiwa pengabdian yang tulus untuk masyarakat,” tegasnya saat memberikan amanat.

Lebih jauh, ia juga mengajak seluruh jajaran untuk mempererat koordinasi dan komunikasi antarbagian. 

Sinergi yang terbangun diharapkan dapat menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan seluruh program pemerintah daerah, sekaligus memastikan pelayanan informasi publik yang disajikan semakin berkualitas, akurat, dan dipercaya masyarakat luas.

Apel pagi ini menjadi momen penting untuk menyegarkan kembali semangat kerja, meningkatkan etos kerja, serta memperkuat budaya kerja yang disiplin dan profesional. 

Melalui pelaksanaan kegiatan rutin ini, diharapkan seluruh pegawai Kominfo Kabupaten Solok senantiasa menjaga kualitas pelayanan, menjunjung tinggi kedisiplinan, dan berkontribusi nyata mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, efektif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.(80)

Wali Kota Sawahlunto Hadiri Paripurna DPRD, Pemko Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi LKPJ 2025    
Senin, Mei 18, 2026

On Senin, Mei 18, 2026

Wali Kota Sawahlunto Hadiri Paripurna DPRD, Pemko Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi LKPJ 2025
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Sawahlunto pada Senin (18/5/2026). (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Sawahlunto pada Senin (18/5/2026) dengan agenda penyampaian rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025.

Dalam rapat tersebut, DPRD Kota Sawahlunto menyampaikan sejumlah catatan dan rekomendasi strategis terhadap pelaksanaan program serta kinerja Pemerintah Kota Sawahlunto selama Tahun Anggaran 2025. 

Rekomendasi tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan legislatif guna memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan secara efektif, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Wali Kota Riyanda Putra menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sinergi yang telah terjalin antara pemerintah daerah dan DPRD dalam proses pembahasan LKPJ tersebut.

Menurutnya, berbagai saran, evaluasi, dan masukan yang disampaikan DPRD memiliki arti penting dalam memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, serta peningkatan pelayanan publik di Kota Sawahlunto.

“Rekomendasi yang diberikan DPRD menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kami untuk terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan kinerja pemerintahan,” ujar Riyanda Putra.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Sawahlunto akan menindaklanjuti seluruh rekomendasi tersebut secara responsif dan terukur sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan yang lebih efektif, adaptif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui sinergi yang kuat antara eksekutif dan legislatif, Pemerintah Kota Sawahlunto berharap proses pembangunan daerah dapat berjalan semakin terarah, akuntabel, dan selaras dengan kebutuhan serta aspirasi masyarakat. (*) 

Pewarta: marjafri

Evaluasi Kinerja Dubalang Kota, Ini Pesan Wako Fadly Amran    
Senin, Mei 18, 2026

On Senin, Mei 18, 2026

Evaluasi Kinerja Dubalang Kota, Ini Pesan Wako Fadly Amran
Pemerintah Kota (Pemko) Padang  menggelar pertemuan Evaluasi Kinerja Dubalang Kota, di Ruang Abu Bakar Ja’ar. (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota (Pemko) Padang  menggelar pertemuan Evaluasi Kinerja Dubalang Kota, di Ruang Abu Bakar Ja’ar, Balai Kota Padang Aie Pacah, Senin (18/5/2026).

Pertemuan itu dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Tim Percepatan Pembangunan (TPP) Kota Padang, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Padang Tarmizi Ismail, Kepala Satpol PP Kota Padang Chandra Eka Putra, kepala OPD terkait, camat se-Kota Padang, serta perwakilan Dubalang Kota.

Dalam arahanya, Wako Fadly Amran menegaskan Dubalang Kota berperan sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kontrol sosial berbasis nilai adat Minangkabau di tengah masyarakat.

Menurutnya, pembentukan Dubalang Kota merupakan langkah strategis Pemerintah Kota (Pemko) Padang dalam memperkuat sistem keamanan dan ketertiban masyarakat berbasis kearifan lokal.

Program Dubalang Kota menjadi bagian dari aktivasi Program Unggulan (Progul) Padang Sigap, salah satu dari sembilan Progul Pemko Padang.

Fadly Amran mengapresiasi keterlibatan Dubalang Kota dalam membantu mengantisipasi berbagai persoalan sosial seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga tindakan asusila di lingkungan masyarakat.

Ia menilai keberhasilan tersebut lahir dari sinergi Dubalang Kota bersama niniak mamak, Satpol PP, TNI, Polri, dan unsur masyarakat lainnya.

Fadly Amran berharap kolaborasi Dubalang Kota bersama unsur terkait terus diperkuat agar persoalan sosial dapat ditangani lebih cepat, efektif, dan humanis.

Ia juga menekankan pentingnya menghidupkan peran nagari di dalam kota sehingga nilai adat dan peran niniak mamak benar-benar dirasakan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Padang Chandra Eka Putra menyebut saat ini sebanyak 208 Dubalang Kota bertugas di seluruh wilayah Kota Padang.

Chandra menjelaskan Dubalang Kota merupakan utusan yang direkomendasikan Kerapatan Adat Nagari (KAN) dengan formasi dua orang di setiap kelurahan.

Para Dubalang melaksanakan patroli dan deteksi dini mulai pukul 20.00 WIB hingga 06.00 WIB. Keberadaan Dubalang Kota dinilai berdampak signifikan terhadap penurunan tawuran dan balap liar di Kota Padang.

Di beberapa wilayah seperti Koto Tangah, Dubalang Kota turut membantu aparat dengan berhasil menggagalkan kasus penyalahgunaan narkotika. (*)

Pemko Sawahlunto Luncurkan Pabrik Pengolahan Limbah FABA, Koperasi Swarna Migas Mandiri    
Senin, Mei 18, 2026

On Senin, Mei 18, 2026

Pemko Sawahlunto Luncurkan Pabrik Pengolahan Limbah FABA, Koperasi Swarna Migas Mandiri
Pemerintah Kota Sawahlunto meluncurkan pabrik pengolahan limbah fly ash dan bottom ash (FABA) milik Koperasi Produsen Swarna Migas Mandiri. (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Sawahlunto meluncurkan pabrik pengolahan limbah fly ash dan bottom ash (FABA) milik Koperasi Produsen Swarna Migas Mandiri di Jalan Raya Kolok Rawang, Dusun Guguk Sumbayang, Desa Kolok Nan Tuo, Kecamatan Barangin. Kehadiran pabrik ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mengubah limbah industri menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Ketua Koperasi Produsen Swarna Migas Mandiri, Erichan R., B.Ac., Dt. Malin Panghulu, menjelaskan bahwa koperasi yang resmi berdiri pada Desember 2025 tersebut kini beranggotakan 23 orang dan dibentuk sebagai wadah untuk mengelola potensi daerah agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami mengembangkan usaha pemanfaatan limbah FABA, yaitu abu hasil pembakaran PLTU Ombilin, menjadi batako, paving block, u-ditch, dan kanstin melalui kerja sama dengan PT Energi Prima Nusantara. Bersama PT Prinaltia Junta Perkasa, kami juga merintis produksi pupuk organik merek MDK serta tengah mengurus perizinan usaha di bidang pertambangan batubara,” ujar Erichan.

Ia berharap dukungan aktif dari pemerintah daerah dan berbagai pihak, terutama dalam penyediaan peralatan produksi dan perluasan pemasaran, agar koperasi tersebut dapat tumbuh menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di Sawahlunto.

Dorong Koperasi sebagai Penggerak Ekonomi Lokal

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sawahlunto, Tatang Sumarna, mengapresiasi inisiatif pendirian koperasi tersebut. Menurutnya, koperasi merupakan badan usaha yang dibangun atas prinsip sukarela, kebersamaan, dan gotong royong.

“Keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terdiri dari masyarakat yang mendaftarkan diri secara resmi. Permodalan berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib anggota, serta dukungan dari pihak luar yang sifatnya tidak mengikat,” ujarnya.

Ia menilai model usaha yang dikembangkan Koperasi Swarna Migas Mandiri menunjukkan bahwa koperasi dapat menjadi instrumen efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

PLN Indonesia Power Ombilin Siap Dukung melalui CSR

Dukungan juga datang dari PT PLN Indonesia Power UBP Ombilin. Manajemen perusahaan yang diwakili Assistant Manager Keuangan dan Umum, Hadi Mulyanto, menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan usaha yang memanfaatkan produk turunan limbah FABA.

“Bagi pihak yang berminat, silakan berkoordinasi dengan tim PLTU. Mudah-mudahan dapat memperoleh dukungan melalui program CSR terkait pemanfaatan dan pengolahan FABA,” katanya, didampingi Team Leader Lingkungan Wiki Nur Akbar dan Junior Officer Administrasi Umum Lismawati.

Diharapkan Menjadi Koperasi Percontohan

Wali Kota Sawahlunto yang diwakili Camat Barangin, Irma Mulyadi, menyampaikan harapan agar Koperasi Swarna Migas Mandiri dapat menjadi model pengembangan koperasi yang berhasil, sekaligus referensi bagi pembentukan koperasi-koperasi baru di daerah.

Pemerintah kota juga menekankan pentingnya menjaga kualitas produk agar mampu bersaing dengan bahan bangunan lain yang telah beredar di pasaran.

“Kami berharap hasil produksi memiliki standar mutu yang setara dengan produk sejenis sehingga dapat diterima luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Dihadiri Forkopimda dan Tokoh Masyarakat

Peluncuran pabrik tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan berbagai pemangku kepentingan, antara lain perwakilan Kepolisian Resor Sawahlunto, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau Kota Sawahlunto Ir. Dahler Dt. Panghulu Sati, perwakilan Pengadilan Negeri Sawahlunto, jajaran manajemen PLN Indonesia Power UBP Ombilin, Ketua KAN Kolok, Ketua KAN Talawi, kepala desa se-Kenagarian Kolok, unsur organisasi perangkat daerah, serta tokoh masyarakat.

Peluncuran pabrik pengolahan limbah FABA ini menjadi tonggak penting dalam upaya memanfaatkan limbah industri secara produktif, sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan di Kota Sawahlunto. (*) 

Pewarta: Marjafri

Wako Fadly Amran Pimpin Monthly Meeting Pemko Padang, Ini Agendanya    
Senin, Mei 18, 2026

On Senin, Mei 18, 2026

Wako Fadly Amran Pimpin Monthly Meeting Pemko Padang, Ini Agendanya
Wali Kota (Wako) Padang Fadly Amran didampingi Wawako Maigus Nasir memimpin Monthly Meeting Pemko Padang, Senin (18/05/2026). (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota (Wako) Padang Fadly Amran didampingi Wawako Maigus Nasir memimpin Monthly Meeting Pemko Padang, Senin (18/05/2026) di Ruang Abu Bakar Ja'ar Balai Kota Padang, Aie Pacah. Rapat membahas tentang evaluasi program kerja dan isu strategis pelayanan publik.

Sejumlah agenda menjadi perhatian, di antaranya evaluasi capaian program prioritas, penanganan pascabencana, hingga peningkatan pelayanan infrastruktur dasar di Kota Padang. 

Monthly meeting yang dihadiri Kepala Perangkat  Daerah di lingkup Pemko Padang juga menjadi forum koordinasi antarperangkat daerah untuk memastikan setiap program berjalan sesuai target.

Fadly Amran menegaskan pentingnya percepatan rekap dan rekonsiliasi penanganan pascabencana agar proses pemulihan dapat berjalan optimal. Koordinasi yang baik antarinstansi sangat diperlukan agar setiap tahapan penanganan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Fadly Amran juga meminta seluruh perangkat daerah terus meningkatkan disiplin kerja dan memperkuat kolaborasi dalam menjalankan program pembangunan. Ia menilai kerja sama yang solid akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Rekap dan rekonsiliasi pascabencana harus menjadi perhatian serius seluruh OPD terkait. Kita ingin setiap penanganan berjalan cepat, mulai dari pendataan kerusakan, proses administrasi, hingga tindak lanjut di lapangan agar bantuan dan program pemulihan benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat terdampak," katanya.

Maigus Nasir menyoroti pentingnya perhatian terhadap fasilitas umum, khususnya kondisi jalan berlubang yang banyak dikeluhkan masyarakat. Ia meminta OPD terkait meningkatkan respons cepat terhadap setiap laporan kerusakan infrastruktur demi menjaga kenyamanan dan keselamatan warga.

“Fasilitas umum yang rusak seperti jalan berlubang harus segera ditangani karena menyangkut kenyamanan dan keselamatan masyarakat. Saya meminta seluruh jajaran terkait terus meningkatkan pengawasan dan respons cepat terhadap laporan warga agar pelayanan publik tetap berjalan optimal," ujarnya. 

Turut diserahkan piagam penghargaan kepada Ir. Mairizon, M.Si, Kepala BKPSDM Kota Padang yang memasuki masa purnabakti. (*)

Amunisi, Daya Tahan, dan Nyali: Tiga Ujian di Balik Pertumbuhan 5,61%    
Senin, Mei 18, 2026

On Senin, Mei 18, 2026

Amunisi, Daya Tahan, dan Nyali: Tiga Ujian di Balik Pertumbuhan 5,61%
Pengajar Universitas Paramadina, Dr. Ariyo DP Irhamna, menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada Triwulan I-2026. (Foto: Arief Tito). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pengajar Universitas Paramadina, Dr. Ariyo DP Irhamna, menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada Triwulan I-2026 perlu dibaca secara lebih hati-hati karena ditopang oleh stimulus fiskal jangka pendek dan menghadapi tekanan struktural yang semakin besar.

Menanggapi tulisan Anggito Abimanyu yang sebelumnya mempertanyakan kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia Triwulan I-2026, Ariyo menyebut sejumlah kritik dari INDEF, LPEM FEB UI, dan CELIOS terhadap pertumbuhan ekonomi tidak cukup dijawab hanya melalui pembelaan metodologi data statistik, melainkan perlu dilihat dari sisi kualitas dan keberlanjutan pertumbuhan itu sendiri.

Ia menyoroti bahwa perbandingan perubahan inventori yang digunakan dalam argumentasi sebelumnya tidak tepat. 

Menurutnya, lonjakan inventori dari Rp4,2 triliun menjadi Rp104 triliun terjadi secara kuartalan, bukan tahunan sebagaimana disebutkan. 

Secara tahunan, perubahan inventori hanya meningkat dari Rp85,2 triliun pada Triwulan I-2025 menjadi Rp104 triliun pada Triwulan I-2026 atau sekitar 22 persen.

Ariyo menjelaskan bahwa kenaikan inventori belum tentu mencerminkan pelemahan permintaan domestik. 

Kenaikan tersebut bisa dipengaruhi persiapan stok menjelang Ramadan dan Idulfitri, ekspektasi peningkatan konsumsi, maupun impor antisipatif.

Selain itu, ia menilai kontraksi sektor pengadaan listrik dan gas sebesar 0,99 persen tidak bertentangan dengan pertumbuhan industri manufaktur sebesar 5,04 persen.

Menurutnya, data penjualan listrik industri justru menunjukkan ekspansi.

“Kontradiksi yang dianggap janggal hanyalah sisa kebijakan harga 2025, bukan inkonsistensi data BPS,” tulis Ariya.

Ia menjelaskan bahwa basis perbandingan Triwulan I-2025 dipengaruhi kebijakan diskon tarif listrik 50 persen yang meningkatkan konsumsi rumah tangga secara temporer. 

Ketika diskon dicabut pada 2026, konsumsi kembali normal sehingga menciptakan efek statistik terhadap pertumbuhan sektor listrik.

Lebih jauh, Ariyo menilai pertumbuhan ekonomi Triwulan I-2026 secara mendasar lebih lemah dibanding angka headline 5,61 persen. 

Konsumsi pemerintah yang tumbuh 21,81 persen secara tahunan disebut menyumbang sekitar 1,26 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia memperkirakan bahwa tanpa dorongan belanja pemerintah, pertumbuhan ekonomi hanya berada di kisaran 4,4 hingga 4,6 persen.

“Membaca 5,61% sebagai sinyal momentum menguat keliru; momentumnya sebetulnya melambat, hanya basis tahun sebelumnya luar biasa lemah,” tulisnya.

Ariyo juga menyoroti perbedaan antara pertumbuhan PDB manufaktur dan indikator Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang berada di level 49,1 pada April 2026 atau memasuki zona kontraksi.

“Jika Pak Anggito serius dengan pertanyaan keberlanjutan, argumen ini paling kuat untuk mendukung tesisnya, dan beliau melewatkannya,” ujarnya.

Dalam analisisnya, Ariyo menyebut biaya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi semakin besar. 

Ia mencatat keseimbangan primer APBN berubah dari surplus Rp21,9 triliun pada Triwulan I-2025 menjadi defisit Rp95,8 triliun pada Triwulan I-2026. 

Pada saat yang sama, pembayaran bunga utang meningkat 18,6 persen secara tahunan menjadi sekitar Rp144,3 triliun.

Selain tekanan fiskal, ia juga menyoroti lonjakan subsidi dan kompensasi energi, pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus Rp17.605 per dolar AS, serta penurunan cadangan devisa selama tiga bulan berturut-turut.

Menurut Ariyo, depresiasi rupiah turut menggerus pendapatan masyarakat dalam ukuran dolar AS dan menjauhkan target Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi.

“Setiap pelemahan 1% mengurangi PDB per kapita USD sekitar USD52, setara setahun pertumbuhan riil per kapita,” tulisnya.

Ia juga menilai struktur ekspor Indonesia masih sangat bergantung pada komoditas alam dan hilirisasi nikel. 

Di sisi lain, surplus perdagangan justru menyusut ketika rupiah melemah, yang menurutnya menunjukkan lemahnya daya saing ekspor manufaktur nonkomoditas.

“Indonesia bertumpu pada hilirisasi nikel, sambil kehilangan volume di batubara, pertanian, dan migas,” ujarnya.

Dalam sektor domestik, Ariyo mencatat rasio kredit bermasalah (NPL) kredit pemilikan properti meningkat dari 3,08 persen menjadi 3,24 persen pada Februari 2026, sementara pertumbuhan sektor real estat hanya mencapai 3,54 persen.

“Sektor properti adalah barometer kelas menengah, dan barometer ini sedang tertekan,” tulisnya.

Sebagai alternatif kebijakan, Ariyo mendorong pemerintah mempercepat belanja modal produktif dan mereformasi subsidi energi agar lebih tepat sasaran melalui bantuan langsung kepada kelompok berpendapatan rendah.

Ia menilai langkah tersebut lebih berkelanjutan dibanding mengandalkan instrumen stabilisasi pasar obligasi atau stimulus jangka pendek untuk menjaga angka pertumbuhan ekonomi.

“Pertanyaan yang sedang diabaikan: pertumbuhan yang berkualitas atau berkuantitas,” tulis Ariyo.

Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa perdebatan utama seharusnya bukan sekadar mengenai validitas angka pertumbuhan ekonomi, melainkan siapa yang menanggung biaya dari pertumbuhan tersebut.

“Substansinya adalah ongkos yang sedang dibayar berbagai kelompok masyarakat untuk mempertahankan pertumbuhan di tingkat ini,” tutupnya. (*) 

Laporan: Arief Tito

Koperasi Produsen Swarna Migas Mandiri Kembangkan Usaha Berbasis Limbah FABA dan Pupuk Organik di Sawahlunto    
Senin, Mei 18, 2026

On Senin, Mei 18, 2026

Koperasi Produsen Swarna Migas Mandiri Kembangkan Usaha Berbasis Limbah FABA dan Pupuk Organik di Sawahlunto
Ketua Koperasi Swarna Migas Mandiri Erichan R BAc bersama manajemen PLN IP UBP OMBILIN dan tokoh masyarakat dalam momen peresmian pabrik pengolahan limbah FABA. (Foto: marjafri).

BENTENGSUMBAR.COM
- Koperasi Produsen Swarna Migas Mandiri terus mengembangkan berbagai unit usaha produktif berbasis potensi lokal, mulai dari pemanfaatan limbah industri, distribusi energi, produksi pupuk organik, hingga penjajakan sektor pertambangan. 

Koperasi yang resmi berdiri pada Desember 2025 ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat Kota Sawahlunto.

Koperasi tersebut terdaftar dengan Nomor AHU 0087719.AH.01.29 Tahun 2025 dan dipimpin oleh Erichan R., B.Ac., Dt. Malin Panghulu. 

Saat ini, koperasi memiliki 23 anggota dan menjalin kemitraan strategis dengan PT Prinaltia Junta Perkasa dalam pengembangan sejumlah lini usaha.

“Melihat potensi daerah yang begitu besar dan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat apabila dikelola secara baik, kami sepakat membentuk badan usaha berbentuk koperasi. Selain memperkuat partisipasi masyarakat, bentuk ini juga lebih efektif dalam mendukung proses perizinan dan pengembangan usaha,” ujar Ketua Koperasi Produsen Swarna Migas Mandiri, Erichan R., B.Ac., Dt. Malin Panghulu, saat peresmian pabrik pengolahan limbah FABA di Jalan Raya Kolok Rawang, Dusun Guguk Sumbayang, Desa Kolok Nan Tuo, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, Jumat (15/5/2026).

Ubah Limbah FABA Menjadi Produk Bahan Bangunan

Salah satu unit usaha utama yang telah berjalan adalah pemanfaatan limbah FABA (fly ash dan bottom ash) menjadi berbagai produk bahan bangunan, seperti batako, paving block, u-ditch, dan kanstin.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, koperasi telah menjalin kontrak awal dengan PT Energi Prima Nusantara, anak perusahaan PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Ombilin.

“Kami melihat limbah FABA memiliki nilai ekonomi tinggi jika diolah dengan benar. Selain membantu mengurangi limbah industri, usaha ini juga dapat menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan produk konstruksi yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Saat ini, produk batako hasil produksi koperasi telah dipasarkan kepada masyarakat lokal.

Pengurus koperasi berharap dukungan media dan berbagai pihak dapat membantu memperluas promosi dan pemasaran produk.

Kembangkan Pupuk Organik MDK

Selain pengolahan limbah FABA, koperasi bersama PT Prinaltia Junta Perkasa juga merintis produksi pupuk organik dengan merek MDK. 

Produk tersebut telah memiliki perizinan usaha atas nama perusahaan mitra.

“Pengembangan pupuk organik merupakan bagian dari upaya kami mendukung sektor pertanian dan menghadirkan produk yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Erichan.

Namun, pengembangan usaha ini masih menghadapi kendala teknis, terutama kebutuhan mesin penggilingan untuk meningkatkan tingkat kehalusan bahan baku.

“Saat ini tingkat kehalusan bahan masih berada pada Mesh 60, sedangkan untuk memenuhi persyaratan teknis dibutuhkan minimal Mesh 100. Karena itu, kami sangat membutuhkan mesin penggilingan agar kualitas produk dapat memenuhi standar yang ditetapkan,” jelasnya.

Diversifikasi Usaha dan Rencana Jangka Panjang

Sebelumnya, koperasi juga telah mendirikan dua pangkalan LPG yang beroperasi di Kecamatan Barangin dan Kecamatan Lembah Segar. 

Unit usaha tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan yang memperkuat fondasi ekonomi koperasi.

Selain itu, koperasi tengah mengurus perizinan usaha di bidang pertambangan batubara sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha jangka panjang.

“Kami ingin koperasi ini tumbuh menjadi wadah ekonomi masyarakat yang benar-benar produktif, mandiri, dan mampu menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi anggota maupun masyarakat luas,” katanya.

Harapkan Dukungan Pemerintah Daerah

Pengurus koperasi berharap Pemerintah Kota Sawahlunto dapat memberikan dukungan aktif, baik dalam fasilitasi pengembangan usaha, penyediaan sarana produksi, maupun perluasan akses pasar.

“Kami sangat berharap pemerintah daerah dapat berperan aktif, tidak hanya dalam proses pengembangan usaha, tetapi juga dalam membantu pemasaran produk agar usaha yang kami bangun benar-benar memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujar Erichan.

Dengan pendekatan berbasis koperasi dan pemanfaatan potensi lokal, Koperasi Produsen Swarna Migas Mandiri diharapkan menjadi contoh konkret penguatan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan di Kota Sawahlunto. (*) 

Pewarta: Marjafri

Dugaan Penganiayaan Anak di Bawah Umur, Wako Fadly Amran Utus Kabagpem dan Camat Kuranji Kunjungi Korban ke RS Bhayangkara    
Senin, Mei 18, 2026

On Senin, Mei 18, 2026

Dugaan Penganiayaan Anak di Bawah Umur, Wako Fadly Amran Utus Kabagpem dan Camat Kuranji Kunjungi Korban ke RS Bhayangkara
Wali Kota Padang Fadly Amran memerintahkan Kepala Bagian Pemerintahan Setdako Padang, Rina Melati, dan Camat Kuranji Rozaldi langsung mengunjungi korban di RS Bhayangkara. (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Padang merespons dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di kawasan Kuncia RT 01 RW 01, Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Minggu (17/5/2026).

Korban diketahui bernama MAULANA ARKAN (2 tahun), yang diduga mengalami penganiayaan oleh ayah kandungnya sendiri. 

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lebam di hampir seluruh tubuhnya. Saat ini kasus tersebut tengah ditangani oleh Polresta Padang. 

Sementara pelaku telah ditahan di Lapas Muaro Padang, korban menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara.

Wali Kota Padang Fadly Amran memerintahkan Kepala Bagian Pemerintahan Setdako Padang, Rina Melati, dan Camat Kuranji Rozaldi langsung mengunjungi korban di RS Bhayangkara.

Dalam kunjungan tersebut, Rina Melati menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Padang turut berduka dan prihatin atas peristiwa yang menimpa korban.

“Pemerintah Kota Padang hadir untuk memberikan pendampingan dan memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi. Saat ini korban sedang menjalani visum dan perawatan medis,” ujar Rina Melati saat diwawancarai.

“Kita akan membantu pengurusan administrasi keluarga agar seluruh hak anak bisa terpenuhi, akta kelahiran anak, hingga akses layanan kesehatan,” tambah Rina Melati.

Selain itu, Pemerintah Kota Padang juga akan melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait guna memastikan penanganan korban berjalan optimal.

“Kita akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait guna memastikan penanganan kasus berjalan optimal serta memberikan perlindungan kepada korban. Kita juga akan berkoordinasi dengan OPD terkait seperti Dinas Sosial dan DP3AP2KB,” ujar Rina Melati.

Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pendampingan kepada korban dan keluarga, baik dari sisi kesehatan, administrasi kependudukan, maupun perlindungan sosial dan psikologis, hingga kondisi korban kembali pulih. (*)

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Berkomitmen Kuatkan Anggaran Lembaga Adat dan Bundo Kanduang setiap Tahun​    
Senin, Mei 18, 2026

On Senin, Mei 18, 2026

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Berkomitmen Kuatkan Anggaran Lembaga Adat dan Bundo Kanduang setiap Tahun  ​
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi saat menjadi narasumber dalam kegiatan Bimtek Bundo Kanduang Angkatan II yang diikuti oleh ratusan peserta di salah satu hotel di Kota Padang, Sabtu (17/5). (Foto: Idris). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, berkomitmen untuk terus mendorong penguatan anggaran bagi lembaga adat di Sumbar, termasuk organisasi Bundo Kanduang, secara berkelanjutan setiap tahunnya.

Langkah ini diambil karena tantangan dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) ke depan dinilai semakin berat, terutama di tengah maraknya peredaran narkotika dan berbagai perilaku menyimpang di tengah masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Muhidi saat menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Bundo Kanduang Angkatan II yang diikuti oleh ratusan peserta di salah satu hotel di Kota Padang, Sabtu (17/5).

"Ke depan, kita akan mengupayakan agar seluruh lembaga adat mendapatkan porsi anggaran setiap tahun. Hal ini tentunya bertujuan untuk peningkatan kualitas, baik secara keilmuan maupun keahlian (skill)," ujar Muhidi.

Ia menambahkan bahwa seluruh masyarakat Sumatera Barat mendambakan lahirnya generasi masa depan yang berkualitas.

Sebagai Ketua DPRD Sumbar, dirinya siap menggandeng Bundo Kanduang untuk mewujudkan target tersebut.

"Sekarang musuh bersama kita adalah narkoba, LGBT, hingga tantangan negatif dari kemajuan teknologi. Bundo Kanduang harus mengambil andil dalam mewujudkan generasi yang berdaya saing," tegasnya.

Di akhir penyampaiannya, Muhidi meminta para pengurus dan anggota Bundo Kanduang untuk tidak patah semangat menghadapi berbagai fenomena sosial yang terjadi saat ini. 

Ia mengajak semua pihak untuk tetap optimis dalam melahirkan SDM yang unggul di Sumatera Barat. Muhidi juga mengatakan DPRD Sumbar terbuka untuk membahas kebutuhan regulasi yang memperkuat posisi dan peran Bundo Kanduang di tengah masyarakat.

Sementara itu, perwakilan organisasi Bundo Kanduang menyampaikan aspirasi terkait perlunya payung hukum resmi dan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur peran mereka di tengah masyarakat.

Tanpa adanya legalitas yang kuat, peran Bundo Kanduang dinilai kurang optimal dan hanya sebatas bisa melakukan perubahan di tingkat keluarga masing-masing.

Melalui perpanjangan tangan pihak pemerintah/legislatif, Bundo Kanduang berharap regulasi tersebut dapat segera dibahas

Kehadiran payung hukum ini nantinya diharapkan mampu membuka jalan bagi Bundo Kanduang untuk masuk ke instansi pendidikan (sekolah) serta memberikan program penyuluhan pranikah bagi calon pengantin.

Langkah ini dirasa kian mendesak mengingat melonjaknya angka perceraian saat ini. Berdasarkan data dan penelitian lapangan, tren kasus perceraian tersebut kini justru didominasi oleh gugatan yang diajukan dari pihak perempuan. (*)

KPK Panggil Muhadjir Effendy Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji    
Senin, Mei 18, 2026

On Senin, Mei 18, 2026

KPK Panggil Muhadjir Effendy Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Menteri Agama Ad Interim Tahun 2022, Muhadjir Effendy, untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2023-2024, Senin (18/5). (Foto: Int) 

BENTENGSUMBAR.COM
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Menteri Agama Ad Interim Tahun 2022, Muhadjir Effendy, untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2023-2024, Senin (18/5).

Saat ini, Muhadjir mengemban jabatan Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji.

"Dalam lanjutan penyidikan perkara terkait kuota haji, hari ini penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi saudara MHJ selaku Menteri Agama adinterim Tahun 2022," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo melalui keterangan tertulis, Senin (18/5).

Budi mengatakan Muhadjir sudah memberi konfirmasi tidak bisa menghadiri pemeriksaan hari ini.

"Yang bersangkutan sudah konfirmasi dan mengajukan penundaan pemeriksaan," kata Budi.

"Penyidik akan menjadwalkan ulang untuk pemeriksaannya mengingat pada prinsipnya setiap keterangan dari para saksi tentunya dibutuhkan dalam proses penyidikan perkara ini," tandasnya.

Sebelumnya, KPK secara masif memeriksa saksi-saksi dari pihak biro perjalanan haji dan umrah atau Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

Salah satu saksi yang sudah dimintai keterangannya ialah Pemilik PT Zahra Oto Mandiri (Uhud Tour) Khalid Zeed Abdullah Basalamah.

KPK mengonfirmasi perihal pengembalian uang dan pembahasan mengenai kuota haji kepada Khalid. 

Adapun dalam pemeriksaan Kamis (23/4), Khalid menyatakan telah mengembalikan uang terkait kuota haji sejumlah Rp8,4 miliar.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp622 miliar ini.

Mereka ialah mantan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas dan Staf Khususnya yang bernama Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex yang sudah ditahan.

Dua tersangka lain dan belum ditahan atas nama Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour) Ismail Adham; dan Komisaris PT Raudah Eksati Utama sekaligus Ketua Umum Asosiasi Kesthuri, Asrul Azis Taba.

Dalam menangani kasus kuota haji, KPK menerapkan Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau sebagaimana dimaksud dalam Pasal 603 atau Pasal 604 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Pasal 20 huruf (c) UU KUHP. (*)