HEADLINE
Ini Hasil Pertemuan Wako Fadly Amran dengan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade terkait SPAM Palukahan    
Sabtu, Agustus 22, 2026

On Sabtu, Agustus 22, 2026

Ini Hasil Pertemuan Wako Fadly Amran dengan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade terkait Percepatan Pembangunan SPAM Palukahan
Wako Fadly Amran saat menerima kunjungan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Jumat (21/8/2026). (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang, Fadly Amran, memastikan Pemerintah Kota Padang segera menindaklanjuti kebutuhan lahan untuk mempercepat pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Palukahan di Air Dingin, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah.

Proyek yang didanai oleh anggaran pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) senilai sekitar Rp400 miliar itu diproyeksikan memperkuat ketersediaan air bersih bagi masyarakat Kota Padang dengan kapasitas produksi 500 liter per detik.

Komitmen itu disampaikan Fadly Amran saat menerima kunjungan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Jumat (21/8/2026).

Terlihat hadir, Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat, Maria Doeni Isa, sejumlah anggota DPRD Sumbar dan DPRD Kota Padang, Ketua Dewan Pengawas Perumda Air Minum Kota Padang, Didi Aryadi dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Fadelan Fitra Masta.

Fadly Amran menyebut pembahasan bersama Andre Rosiade dan Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat penting untuk mempercepat pembangunan SPAM Palukahan guna memperkuat ketersediaan air bersih bagi masyarakat Kota Padang.

“Berbagai masukan dan dukungan yang disampaikan Bapak Andre akan segera kita tindaklanjuti, terutama mempercepat penyelesaian kebutuhan lahan SPAM Palukahan agar pembangunan tidak terkendala. Insya Allah, persoalan tanah dan kebutuhan lainnya akan segera kita proses dan finalkan," ujarnya.

Selain SPAM Palukahan, ia menyebut pertemuan ini juga membahas sejumlah agenda pembangunan lainnya, diantaranya pengelolaan sampah melalui TPS-RDF, rencana reboisasi, serta dukungan sarana untuk memperkuat pengelolaan sampah di Kota Padang.

Fadly Amran juga menyampaikan kondisi pascabencana banjir 3 Agustus 2026 yang kembali berdampak pada sejumlah masyarakat Kota Padang. 

“Kami berharap dukungan dan koordinasi dengan pemerintah pusat dapat membantu mengakomodasi kebutuhan penanganan serta penyesuaian program akibat dampak bencana tersebut," cakapnya.

Sementara itu, Andre Rosiade menegaskan akan terus mengawal percepatan pembangunan SPAM Palukahan, terutama terkait kebutuhan lahan. Dari total kebutuhan sekitar 13.000 meter persegi, saat ini sekitar 5.000 meter persegi telah tersedia sehingga masih dibutuhkan tambahan 8.000 meter persegi.

“Pemko Padang dan Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Sumbar diharapkan terus berkoordinasi secara intensif terkait kebutuhan lahan agar pembangunan ini segera dapat dieksekusi. SPAM ini akan menyediakan air bersih 500 liter per detik bagi masyarakat Kota Padang sebagai pengganti instalasi Perumda Air Minum Gunung Pangilun yang dinilai sudah tidak optimal," terangnya. (*)

Editor: Zamri Yahya, WU

Andrea Fanky Mantap Bertarung di  Pilwanag Aia Gadang Barat Periode 2026-2034    
Sabtu, Agustus 22, 2026

On Sabtu, Agustus 22, 2026

Andrea Fanky Mantap Bertarung di  Pilwanag Aia Gadang Barat periode 2026-2034
Andrea Fanky mantapkan diri maju sebagai calon wali Nagari Aia Gadang Barat periode 2026-2034. (Foto: Rido).

BENTENGSUMBAR.COM
- Salah satu Tokoh muda Nagari Aia Gadang Barat, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Andrea Fanky mantapkan diri maju sebagai calon wali Nagari Aia Gadang Barat periode 2026-2034.

Pria yang akrab di panggil Fanky itu Mengusung visi perubahan tata kelola Nagari yang Maju, Mandiri, Sejahtera, Aman, Transparan dan berdaya saing melalui Tata Kelola Pemerintahan yang bersih, Pelayanan Prima, Serta Pembangunan yang Merata dan Berkelanjutan.

"Misi kita adalah membawa Nagari Aia Gadang Barat yang maju dalam segala bidang, bisa mandiri, sejahtera dan menciptakan lingkungan aman kepada masyarakat, Semoga niat dan tujuan kita di ridhoi oleh Allah SWT," ujar Fanky kepada wartawan, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Berbekal pengalaman di berbagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan, Ketua pemuda Nagari Aia Gadang itu, itu optimis bisa mendapatkan hati dan kepercayaan dari masyarakat.

Jika dipercaya, pihaknya berkomitmen untuk membawa perubahan Nagari Aia Gadang Barat yang maju dan lebih baik kedepannya.

"Insyaallah, jika tuhan mengizinkan, kita siap dan mampu membawa Nagari Aia Gadang Barat ke arah yang lebih baik, maka dari itu kami minta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat," ucapnya.

Disamping itu, Fanky juga meminta kepada seluruh masyarakat Nagari Aia Gadang Barat agar bisa bekerjasama dalam mensukseskan kegiatan pemilihan Wali Nagari serentak yang akan di gelar pada bulan November tahun 2026 nanti.

Pihaknya meminta kepada seluruh tim atau pendukung masing-masing calon agar bisa menciptakan lingkungan dan suasana damai dalam bermasyarakat meskipun berbeda pilihan.

"Mari kita bersama sama, jangan sampai terpecah belah karena berbeda pilihan, karena siapa pun calonnya, tujuan kita adalah sama, yaitu untuk memajukan Nagari Aia Gadang Barat ke arah yang lebih baik," jelasnya.

Adapun misi yang diusung adalah sebagai berikut.

1. Mewujudkan pemerintah Nagari yang jujur, transparan, akuntabel dan berbasis digital untuk mempermudah serta mempercepat pelayanan kepada Masyarakat.

2. Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul dan Kreatif salah satunya meningkatkan kulitas pemuda pemudi dan Masyarakat melalui pelatihan keterampilan, literasi digital, serta dukungan penuh terhadap kegiatan pendidikan, seni, dan kegiatan Olahraga.

3. Mendorong pertumbuhan ekonomi Masyarakat melalui pemberdayaan UMKM, Pertanian, peternakan, perikanan, dan BUMNag.

4. Meningkatkan kualitas Pendidikan, Kesehatan, serta kesejahteraan Masyarakat melalui program-program yang tepat sasaran.

5. Meningkatkan pembinaan keagamaan, adat, budaya, kepemudaan serta pemberdayaan Perempuan.

6. Mewujudkan keamanan, ketertiban, dan kerukunan antar warga. Serta Mengelola potensi Nagari secara Optimal dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

7. Memperkuat hubungan dan kolaborasi antara pemerintah nagari dengan stakeholder terkait pengambilan keputusan dan melipatkan unsur (Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang, dan seluruh Unsur Masyarakat) dalam membangun Nagari. (*)

Pewarta: Rido

SMAN 12 Padang Sampaikan Rentetan Aspirasi Pascabencana Pada Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri    
Sabtu, Agustus 22, 2026

On Sabtu, Agustus 22, 2026

SMAN 12 Padang Sampaikan Rentetan Aspirasi Pascabencana Pada Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, turun langsung menjemput aspirasi pihak sekolah pada Jumat (21/8), di SMA Negeri 12 Nanggalo, Padang. (Foto: Ucok).

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebagai salah satu sekolah yang terdampak parah bencana hidrometeorologi pada 27 November lalu, SMA Negeri 12 Nanggalo, Padang memerlukan perbaikan sarana dan prasarana.

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, turun langsung menjemput aspirasi pihak sekolah pada Jumat (21/8). Pertemuan tersebut berlangsung dalam rangkaian reses perseorangan DPRD Sumatera Barat (Sumbar) masa persidangan ketiga Tahun Sidang 2025-2026.

Kepada Evi Yandri, seorang guru meminta bantuan pengadaan mobiler berupa meja, kursi, dan loker guru.

"Kami memerlukan meja dan kursi baru, Pak. Fasilitas yang lama sudah tidak layak pakai karena terendam lumpur saat banjir bandang kemarin," ujar guru tersebut.

Bencana November lalu memang tidak hanya merendam SMAN 12 Padang dengan air, tetapi juga menyisakan endapan lumpur yang tebal di area sekolah.

"Saat pembersihan lumpur pascabencana, Pak Evi langsung datang meninjau ke sini. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian beliau. Tahun ini, kami juga menerima bantuan laptop dari dana pokok pikiran (pokir) Pak Evi," kata guru lainnya.

SMAN 12 Padang tercatat sering terdampak banjir, termasuk pada 3 Agustus lalu, namun untung air cepat surut. Namun, banjir pada November menjadi yang terparah karena material lumpur terbawa.

"Pak, mohon dicarikan solusi agar sekolah dan jalan akses ke sini tidak banjir lagi. Kami kesulitan untuk datang belajar," keluh salah seorang siswa.

Selain banjir, keluhan mengenai krisis air bersih juga mencuat dalam pertemuan tersebut.

"Air sekolah keruh dan berbau besi. bahkan kadang tidak ada air. Padahal sangat dibutuhkan untuk berwudu dan keperluan toilet," ungkap seorang siswi.

Pihak sekolah membenarkan kendala tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi seribu lebih siswa dan guru, sekolah telah membuat empat sumur bor dengan kedalaman hingga 60 meter. Namun, air yang keluar tetap keruh.

"Kalau menggunakan layanan PDAM airnya jernih, tetapi alirannya sering mati sehingga tidak cukup memenuhi kebutuhan sekolah," jelas salah seorang guru.

Persoalan lain yang dihadapi sekolah adalah ketiadaan lapangan olahraga yang memadai. Lahan lapangan yang ada saat ini sebagian besar sudah terpakai untuk pembangunan gedung baru.

"Tahun 2027 kami menghadapi penilaian akreditasi sekolah. Tanpa lapangan olahraga yang layak, nilai akreditasi kami terancam turun," keluh guru olahraga.

Akibat keterbatasan fasilitas ini, terkadang aiswa terpaksa mengikuti materi jam olahraga di dalam ruang kelas. Sementara untuk kegiatan ekstrakurikuler seperti futsal dan basket, siswa terpaksa menyewa lapangan di luar sekolah dengan biaya mandiri.

"Sewa lapangan futsal mencapai Rp200 ribu per jam. Kasihan siswa yang punya semangat tinggi untuk berolahraga," tambahnya. Siswa juga berharap mendapat bantuan alat penunjang ekstrakurikuler seperti alat musik tradisional talempong dan tenda PMR.

Menanggapi rentetan keluhan tersebut, Evi Yandri meminta pihak sekolah segera menyusun perencanaan pembangunan yang matang.

"Harus ada master plan yang jelas. Jangan sampai saat kepala sekolah berganti, kebijakannya ikut berubah. Itu akan menyulitkan pembangunan," tegas Evi.

Evi berjanji akan membawa persoalan fisik, pengadaan mobiler, fasilitas lapangan, hingga penyediaan air bersih ini untuk dibahas bersama Dinas Pendidikan Sumbar untuk memastikan anggaran pemenuhannya secara bertahap.

Di akhir pertemuan, Evi Yandri sempat menguji respons siswa mengenai kelanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh siswa kompak meminta program tersebut diteruskan, meski mereka memberikan catatan kritis terkait kualitas makanan.

"Kami ingin program ini lanjut, Pak. Namun kualitasnya harus diperbaiki. Menunya jangan telur terus-menerus, dan kebersihannya harus dijaga," ujar seorang siswa berseloroh. 

Selain siswa dan guru, pada pertemuan itu juga turut hadir Kabid pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sumbar, Mahyan, pengawas sekolah dan Sekcam Nanggalo. (*)

Wako Fadly Amran Lepas Pengiriman Bantuan Rendang bagi Korban Bencana Gempa Bumi di NTT    
Sabtu, Agustus 22, 2026

On Sabtu, Agustus 22, 2026

Wali Kota Padang Fadly Amran
Wali Kota Padang Fadly Amran yang juga Ketua DPW Gebu Minang Sumatera Barat melepas secara resmi pengiriman bantuan rendang untuk membantu korban bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang Fadly Amran yang juga Ketua DPW Gebu Minang Sumatera Barat melepas secara resmi pengiriman bantuan rendang untuk membantu korban bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terjadi 15 Agustus 2026 lalu.

Pelepasan bantuan tersebut berlangsung Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (22/8/2026). Rendang selanjutnya diangkut menggunakan pesawat Hercules TNI Angkatan Udara (AU) menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Selain Wali Kota Padang Fadly Amran, tampak juga Kepala Dinas Sosial Kota Padang Eri Sendjaya, Anggota DPRD Kota Padang M. Fautiaz Fauzi, Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar, Himpunan Pengusaha Rendang Minangkabau (Hipermi) dan Baznas Kota Padang.

Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada Gebu Minang Sumatera Barat, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, dan Himpunan Pengusaha Rendang Minangkabau (Hipermi) yang telah menginisiasi pengiriman bantuan rendang tersebut.

Fadly Amran menambahkan, bantuan rendang sebelumnya telah dikirim pada 17 Agustus 2026 dan kembali dikirim pada hari ini sebagai bentuk kepedulian masyarakat Sumatera Barat. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat NTT yang tengah menghadapi musibah.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada DPRD Kota Padang, Lanud Sutan Sjahrir, serta seluruh pihak yang telah ikut membantu. Kami mendapat informasi, setelah ini akan dikirim lagi sebanyak 500 Kg rendang. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita dapat mencapai target 5 ton sebagaimana yang telah ditetapkan," katanya.

Ketua LKAAM Sumatera Barat Fauzi Bahar menyampaikan bahwa Gebu Minang bersama LKAAM Sumbar telah mengumpulkan sebanyak 3,6 ton bantuan. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan turut membantu dalam pengumpulan bantuan tersebut.

Fauzi Bahar menambahkan, rendang dipilih sebagai bantuan kemanusiaan karena merupakan makanan siap saji, mudah dikonsumsi, serta memiliki daya tahan yang relatif lama sehingga sangat sesuai untuk dikirim ke daerah terdampak bencana.

“Kami dari Gebu Minang sangat berterima kasih kepada Bapak Wali Kota Padang yang begitu agresif menggerakkan masyarakat. Semoga bantuan ini dapat membantu ribuan masyarakat NTT yang terdampak gempa dan saat ini sedang mengungsi," cakapnya. (*)

Editor: Zamri Yahya, WU

Lomba Khutbah dan Azan di Masjid Istighfar, Mahyeldi: Bukan Sekadar Cari Juara    
Sabtu, Agustus 22, 2026

On Sabtu, Agustus 22, 2026

Lomba Khutbah dan Azan di Masjid Istighfar, Mahyeldi: Bukan Sekadar Cari Juara
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah saat membuka Lomba Khutbah Jumat dan Azan tingkat SMA/SMK se-Kota Padang yang diselenggarakan oleh Masjid Istighfar dan Musala Baitul Huda. (Foto: adpsb).

BENTENGSUMBAR.COM
 - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mendorong Pengurus Masjid Istighfar bersama Musala Baitul Huda terus mengambil peran dalam membina generasi muda, khususnya dalam menyiapkan calon khatib dan muazin. Menurutnya, kegiatan lomba khutbah Jumat dan azan menjadi salah satu langkah nyata untuk menjawab kebutuhan khatib dan penceramah muda di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Mahyeldi saat membuka Lomba Khutbah Jumat dan Azan tingkat SMA/SMK se-Kota Padang yang diselenggarakan oleh Masjid Istighfar dan Musala Baitul Huda. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Istighfar, Parak Gadang, Ganting, Padang, Sabtu (22/8/2026).

Sebanyak 55 tim pelajar SMA/SMK se-Kota Padang ambil bagian dalam perlombaan yang berlangsung dalam suasana ukhuwah Islamiah tersebut. Mahyeldi mengapresiasi inisiatif pengurus kedua lembaga keagamaan itu karena telah menyediakan ruang bagi pelajar untuk mengasah kemampuan berdakwah sekaligus memperkuat kecintaan terhadap syiar Islam.

“Kegiatan ini bisa menjawab kekurangan penceramah, kekurangan khatib. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu terus kita dukung,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, khutbah Jumat memiliki peran penting sebagai sarana edukasi dan pembinaan moral masyarakat. Karena itu, Sumatera Barat membutuhkan lebih banyak khatib muda yang memiliki wawasan luas serta mampu menyampaikan pesan agama secara sejuk dan mudah diterima berbagai kalangan.

“Kita membutuhkan sosok-sosok khatib muda yang berwawasan luas, menyampaikan dakwah secara sejuk, serta mampu membawa pesan kedamaian dan kemajuan bagi Ranah Minang,” katanya.

Mahyeldi menegaskan, pembinaan generasi muda tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Pengurus masjid dan musala, Kementerian Agama, tokoh agama, sekolah, orang tua serta pemerintah daerah perlu bersinergi agar generasi muda memiliki bekal agama dan kemampuan menghadapi perkembangan zaman.

Kepada para peserta, Mahyeldi berpesan agar lomba diikuti dengan niat yang baik. Ia meminta pelajar tidak menjadikan piala dan gelar juara sebagai tujuan utama, tetapi memanfaatkan perlombaan sebagai kesempatan belajar, meningkatkan kepercayaan diri dan mengasah kemampuan menyampaikan pesan kebaikan.

“Bulatkan niat karena Allah SWT. Tampilkan kemampuan terbaik, bukan semata-mata demi mengejar juara, melainkan sebagai wujud bakti dan syiar agama,” pesannya.

Ia juga berharap lomba tersebut melahirkan pelajar yang berani tampil di tengah masyarakat dan mampu menyampaikan dakwah dengan santun, berwawasan serta tidak menimbulkan perpecahan.

Tidak hanya khutbah, Mahyeldi juga memberi perhatian pada lomba azan. Ia berharap kegiatan yang digagas Masjid Istighfar dan Musala Baitul Huda tersebut mampu melahirkan muazin muda yang tidak hanya memiliki kualitas suara, tetapi juga memiliki keikhlasan dalam mengumandangkan panggilan salat.

“Melalui lomba ini, kita berharap lahir muazin-muazin berjiwa ikhlas dengan lantunan suara yang menggetarkan hati masyarakat untuk meramaikan rumah Allah,” ujarnya.

Mahyeldi kemudian secara resmi membuka lomba dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim. Ia turut menyampaikan terima kasih kepada Pengurus Masjid Istighfar dan Musala Baitul Huda, panitia, peserta serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda perlombaan. Lebih dari itu, lomba khutbah dan azan diharapkan menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan sehingga semakin banyak lahir khatib, penceramah dan muazin muda yang mampu menjaga syiar Islam serta membawa pesan kedamaian dan kebaikan bagi masyarakat Sumatera Barat. (adpsb/cen)

Widya Navies: Tak Ada Hubungan PWI Sumbar dengan Sumbar Summit Teacher 2026    
Sabtu, Agustus 22, 2026

On Sabtu, Agustus 22, 2026

Widya Navies: Tak Ada Hubungan PWI Sumbar dengan Sumbar Summit Teacher 2026
Ketua PWI Sumbar Widya Navies. PWI Sumbar mendesak pihak penyelenggara untuk segera memberikan penjelasan resmi mengenai dasar pencantuman logo tersebut serta bertanggung jawab penuh atas penggunaan identitas PWI tanpa izin. (Foto: Int).

BENTENGSUMBAR.COM
- Gonjang-ganjing kegiatan Sumbar Summit Teacher 2026, di Padang, 13-14 Agustus 2026, ditanggapi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat, Widya Navies. PWI tidak ikut serta pada  Sumbar Summit Teacher 2026 dan tak ada hubungan apa pun dengan penyelenggara.

“Kami tidak ikut serta, tidak pula bagian dari penyelenggara. PWI Sumbar sudah meyampaikan somasi terkait terpajangnya logo dan mereka PWI pada kegiatan tersebut,” kata Widya Navis, melalui siaran pers, di Padang, Sabtu (22/8).

Katanya, pencantuman logo dan merek PWI dan pada atribut kegiatan dilakukan tanpa persetujuan organisasi yang dipimpinnya. Penggunaan nama maupun identitas resmi organisasi tanpa izin merupakan persoalan serius.

PWI Sumbar menilai pencantuman logo tersebut tidak sah alias ilegal. Apabila terbukti memenuhi unsur pelanggaran hukum, PWI Sumbar membuka peluang untuk memprosesnya melalui jalur hukum.

Widya menjelaskan, beberapa hari jelang acara, panitia penyelenggara memang mendatangi Kantor PWI Sumbar untuk mengajukan penawaran kerja sama, tetapi tidak memberikan draf kerja sama, namun logo dan merek PWI sudah dipasang untuk promo dan informasi kegiatan.

“Saat itu, PWI Sumbar menyampaikan, menolak tawaran kerja sama,” kata Widya Navies, namun ketika acara berlangsung, ternyata  masih ada identitas PWI dan logo PWI pada flyer di ruang tunggu zoom. 

Klarifikasi terbuka ini disampaikan guna meluruskan informasi di tengah publik—khususnya kalangan guru, sekolah, dan instansi pendidikan di Sumatera Barat—agar tidak menginterpretasikan keberadaan logo tersebut sebagai bentuk dukungan resmi dari PWI Sumbar.

PWI Sumbar mendesak pihak penyelenggara untuk segera memberikan penjelasan resmi mengenai dasar pencantuman logo tersebut serta bertanggung jawab penuh atas penggunaan identitas PWI tanpa izin, termasuk ditemukannya sertifikat yang di bawahnya tertulis, Mengetahui: Ketua PWI Sumbar Widya Navies dan Kadis Pendidikan Sumatera Selatan Habibul Fuadi. Tak ada tandatangan pemilik acara. 

PWI Sumbar, kata Widya Navies, sudah melayangkan somasi ke pihak penyelenggara, disampaikan kepada Founder Indonesia Inspiring Teacher/Promotor Sumbar Summit Teacher 2026, Herdinalsky. 

Di sisi lain, pada rapat pengurus Harian PWI Sumbar dengan DKP PWI Sumbar, Jumat (21/8) juga mempertimbangkan akan memberikan sanksi terhadap anggota atau pengurus PWI Sumbar yang terlibat pada kegiatan dimaksud. (Abie)

Reses di Kampung Baru Nan XX, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Buka Ruang Warga Sampaikan Aspirasi Pembangunan    
Sabtu, Agustus 22, 2026

On Sabtu, Agustus 22, 2026

Reses di Kampung Baru Nan XX, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Buka Ruang Warga Sampaikan Aspirasi Pembangunan
Ketua DPRD Sumbar Muhidi mengatakan, turun langsung ke tengah masyarakat merupakan bagian penting dari tugas anggota DPRD.  (Foto: Djuna).

BENTENGSUMBAR.COM
- Suara dan kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan. Hal itu menjadi perhatian Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Muhidi saat bertemu langsung dengan warga dalam kegiatan reses di Masjid Husnul Khatimah, Kampung Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Jumat (21/8/2026).

Reses tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat. Warga dapat menyampaikan berbagai persoalan sekaligus mengusulkan kebutuhan pembangunan yang dinilai penting bagi lingkungan mereka.

Ketua DPRD Sumbar Muhidi mengatakan, turun langsung ke tengah masyarakat merupakan bagian penting dari tugas anggota DPRD. Melalui reses, aspirasi warga dapat didengar secara langsung dan menjadi bahan untuk diperjuangkan dalam proses pembangunan daerah.

“Kita berkumpul dalam rangka reses. Kita minta masukan dari masyarakat untuk diperjuangkan sesuai dengan kewenangan yang ada,” kata Muhidi.

Menurutnya, aspirasi yang disampaikan masyarakat memiliki manfaat besar karena dapat memberikan gambaran mengenai kebutuhan riil di lapangan. Masukan tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan pembahasan DPRD bersama pemerintah daerah.

“Reses ini sangat strategis karena kita bisa mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Beberapa bulan ke depan akan ada usulan program, sehingga aspirasi masyarakat hari ini sangat penting,” ujarnya.

Muhidi menjelaskan, DPRD merupakan mitra kepala daerah dalam menjalankan pembangunan. Di tingkat provinsi, DPRD menjadi mitra Gubernur, sementara di kabupaten dan kota DPRD menjadi mitra bupati maupun wali kota.

“DPRD bersama kepala daerah membangun daerah, baik pembangunan fisik maupun pembangunan sumber daya manusia. DPRD memiliki tiga fungsi, yaitu legislasi, budgeting dan pengawasan,” jelasnya.

Tak hanya berbicara mengenai pembangunan, Muhidi juga mengajak masyarakat memberikan perhatian terhadap masa depan anak-anak. Ia menilai keluarga memiliki peran penting dalam membangun karakter dan kesiapan generasi muda menghadapi perubahan zaman.

“Di tengah kesibukan aktivitas, mari kita duduk bersama anak-anak. Bangun kesadaran mereka tentang pentingnya ilmu dan keterampilan. Jangan hanya dimarahi, tetapi berikan motivasi,” katanya.

Ia juga mendorong orang tua membekali anak dengan kemampuan berbahasa asing, pendidikan, keterampilan serta nilai-nilai agama.

“Globalisasi tidak bisa dihambat atau ditolak. Yang harus kita lakukan adalah menyiapkan anak-anak agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Tanamkan akidah, ilmu pengetahuan, pendidikan dan kebersamaan,” ujar Muhidi.

Sementara itu, Lurah Kampung Baru Nan XX Ratu Junasli menyambut baik pelaksanaan reses tersebut. Menurutnya, pertemuan ini memberikan kesempatan bagi warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pimpinan DPRD Sumbar.

“Ini kesempatan emas bagi warga untuk menyampaikan usulan pembangunan dan berbagai persoalan lainnya. Terima kasih atas kehadiran Bapak Ketua DPRD Sumbar,” kata Ratu.

Ia berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat dapat terus terjalin sehingga berbagai kebutuhan warga dapat diperjuangkan sesuai skala prioritas pembangunan. (*)