HEADLINE
Satresnarkoba Polres Solok Tangkap Pengguna Sabu di Kubung, 1 Paket Barang Bukti Diamankan    
Senin, Agustus 24, 2026

On Senin, Agustus 24, 2026

Satresnarkoba Polres Solok Tangkap Pengguna Sabu di Kubung, 1 Paket Barang Bukti Diamankan
Minggu (23/8/2026) sekira pukul 07.00 WIB, petugas berhasil mengamankan satu orang laki-laki dewasa yang diduga menyalahgunakan narkotika Golongan I bukan tanaman jenis sabu di Jorong Gando, Nagari Gauang, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. (Foto: Oktryoni).

BENTENGSUMBAR.COM
– Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Solok kembali merazia peredaran narkotika di wilayah hukumnya.

Minggu (23/8/2026) sekira pukul 07.00 WIB, petugas berhasil mengamankan satu orang laki-laki dewasa yang diduga menyalahgunakan narkotika Golongan I bukan tanaman jenis sabu di Jorong Gando, Nagari Gauang, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok.

Berdasarkan informasi masyarakat yang melaporkan adanya aktivitas transaksi narkotika di Nagari Gauang, tim Satresnarkoba segera melakukan penyelidikan. 

Petugas mengamankan tersangka di dalam sebuah rumah di Jorong Gando. Saat penggeledahan, ditemukan satu paket diduga narkotika jenis sabu di atas meja makan rumah tersebut. 

Tersangka mengakui barang bukti itu miliknya dan tidak memiliki izin kepemilikan. Tersangka beserta barang bukti kemudian dibawa ke Polres Solok untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Tersangka: Syafriantonni panggilan Toni (27 tahun), suku Minang, pekerjaan buruh harian lepas, beralamat di Gelanggang Betung RT 004 RW 004, Kelurahan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok. Operasi dipimpin langsung oleh Kasatresnarkoba Polres Solok AKP Repaldi, S.H., M.M., CHRS.

Hari Minggu, 23 Agustus 2026, sekira pukul 07.00 WIB, bertempat di dalam rumah di Jorong Gando, Nagari Gauang, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok.

Barang Bukti:
• 1 (satu) paket diduga narkotika jenis sabu yang dibungkus plastik klip bening.

Pasal yang disangkakan:
Tersangka disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (1) huruf a UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo UU No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Keberhasilan penangkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang menyampaikan bahwa wilayah Nagari Gauang sering dijadikan lokasi transaksi narkotika beserta ciri-ciri pelakunya. 

Tim Satresnarkoba segera bergerak dan menemukan tersangka yang sesuai dengan ciri yang dimaksud. Saat digeledah, barang bukti langsung ditemukan di tempat yang mudah terjangkau. 

Di hadapan petugas dan saksi-saksi masyarakat, tersangka mengakui kepemilikan barang tersebut serta mengaku tidak memiliki izin apa pun untuk menguasai narkotika tersebut.

Polres Solok terus berkomitmen menindak tegas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Solok. 

Masyarakat pun diharapkan tetap aktif melaporkan setiap indikasi peredaran narkotika yang terjadi di lingkungannya, karena sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci utama dalam memberantas ancaman narkoba.(80)

Saat Gagal Ginjal Stadium 3 Menyerang, JKN Hadir Berikan Rasa Aman untuk Fatimah    
Senin, Agustus 24, 2026

On Senin, Agustus 24, 2026

Saat Gagal Ginjal Stadium 3 Menyerang, JKN Hadir Berikan Rasa Aman untuk Fatimah
Ketika kondisi tubuhnya kembali menurun dan harus menjalani perawatan di rumah sakit, Fatimah tak lagi harus memikirkan biaya pengobatan, sehingga dapat lebih fokus menjalani pemeriksaan dan pemulihan. (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
– Di tengah perjuangannya menghadapi gagal ginjal stadium 3, Fatimah Nuraini menemukan satu hal yang membuatnya lebih tenang, yaitu kepastian perlindungan Program 
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 

Ketika kondisi tubuhnya kembali menurun dan harus menjalani perawatan di rumah sakit, Fatimah tak lagi harus memikirkan biaya pengobatan, sehingga dapat lebih fokus menjalani pemeriksaan dan pemulihan.

Peserta JKN dari Kabupaten Tanah Datar itu kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. M. Ali Hanafiah. Ia mengaku bersyukur telah menjadi peserta JKN aktif, terlebih perjalanan pengobatannya bukanlah sesuatu yang singkat.

Fatimah didiagnosis mengalami gagal ginjal stadium 3 sekitar enam bulan lalu. Namun, jauh sebelum diagnosis tersebut diterimanya, ia telah berulang kali menjalani pemeriksaan dan 
perawatan. 

Dalam 18 bulan terakhir, ia bahkan beberapa kali harus mendapatkan transfusi darah dan keluar masuk instalasi gawat darurat (IGD) akibat kondisi kesehatan yang 
menurun.

“Sebelum masuk IGD dan dirawat, sekujur tangan saya sakit dan sulit menggenggam, disertai pusing. Saya juga mengalami kesulitan bernapas, sehingga keluarga membawa saya ke IGD RSUD Prof. Dr. M. Ali Hanafiah untuk mendapatkan perawatan,” kata Fatimah.

Saat tiba di IGD rumah sakit, Fatimah langsung mendapatkan penanganan dari tim medis. Berbagai pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatannya dan menentukan
penanganan medis yang tepat.

Menurut dokter, kondisi gagal ginjal yang dialami Fatimah belum mengharuskannya menjalani 
hemodialisis. Meski demikian, kondisi tersebut tetap membutuhkan pemantauan dan penanganan secara berkala.

“Sampai di IGD, dokter dan petugas yang berjaga dengan sigap menangani saya. Saya menjalani serangkaian pemeriksaan laboratorium. Beruntung saya sudah menjadi peserta JKN sehingga biaya pengobatan dijamin penuh oleh Program JKN,” ungkap Fatimah.

Fatimah merupakan peserta JKN dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri kelas 1. Selama menjalani perawatan, ia merasa pelayanan yang diberikan 
tenaga kesehatan berlangsung dengan baik dan responsif.

“Dokter hingga perawatnya ramah dan responsif. Semua pertanyaan kami sekeluarga dijawab dengan baik dan sabar. Kami merasa pelayanan yang diberikan kepada pasien JKN sangat 
berkualitas, tidak ada diskriminiasi sedikit pun,” tutur Fatimah.

Fatimah menilai keberadaan JKN juga memberikan rasa aman bagi ia dan keluarganya. Ia menyadari, biaya pelayanan kesehatan dapat menjadi beban apabila harus ditanggung sendiri, terlebih ketika seseorang membutuhkan perawatan berkelanjutan.

“Saya sangat terbantu dengan hadirnya Program JKN ini. Iuran yang kita bayarkan setiap bulan menjadi bagian dari perlindungan ketika sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan. Saya merasakan sendiri manfaatnya saat menjalani pengobatan,” ujar Fatimah.

Fatimah pun semakin memahami prinsip gotong royong yang menjadi salah satu fondasi Program JKN. Menurutnya, iuran peserta bukan hanya tentang manfaat yang diterima secara 
pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari sistem perlindungan kesehatan bersama.

Ia pun mengajak masyarakat untuk menjaga kepesertaan JKN tetap aktif dan memenuhi kewajiban sesuai ketentuan.

“Jangan pernah merasa keberatan membayar iuran BPJS Kesehatan setiap bulan. Mungkin saat ini kita belum membutuhkan pelayanan kesehatan, tetapi kita tidak pernah tahu kapan membutuhkan pertolongan. Hari ini saya masih bisa menjalani pengobatan dan perawatan berkat Program JKN dan semangat gotong royong para peserta,” imbau Fatimah.

Selama menjalani perawatan, Fatimah juga mendapatkan pengalaman yang menurutnya perlu diketahui masyarakat. 

Ia mengaku masih menemukan informasi di masyarakat yang menyebutkan bahwa peserta JKN hanya dapat menjalani rawat inap maksimal tiga hari.

Fatimah menilai masyarakat perlu lebih bijak dalam menerima informasi mengenai pelayanan JKN. Berdasarkan pengalamannya, lama perawatan ditentukan oleh kondisi medis pasien 
berdasarkan penilaian dokter.

“Hari ini sudah memasuki hari kelima saya dirawat inap di rumah sakit karena dokter menilai kondisi saya belum stabil. Jadi, menurut saya, masyarakat jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas sumbernya. Ikuti prosedurnya dan tanyakan kepada petugas jika ada hal yang belum dipahami,” terang Fatimah.

Ia berharap kualitas pelayanan JKN yang telah dirasakannya dapat terus dipertahankan sekaligus ditingkatkan. 

Menurutnya, kemudahan layanan dan inovasi digital juga penting agar peserta semakin mudah memperoleh informasi serta mengakses layanan JKN.

“Saya merasa Program JKN mudah diakses, mulai dari alur layanan hingga pemanfaatannya di fasilitas kesehatan. Saya berharap kualitas layanan ini bisa terus dijaga dan ke depannya semakin bagus. Inovasi berkelanjutan juga dibutuhkan demi mempermudah kami sebagai peserta dalam mengakses layanan,” ucap Fatimah.

Bagi Fatimah, JKN bukan sekadar kepesertaan, tetapi menjadi inventasi penting di masa depan. Karena itu, menjadi peserta JKN merupakan langkah awal yang harus disegerakan sejak dini.

“JKN ini bukan sekadar kepesertaan atau kartu, tetapi merupakan bentuk perlindungan bagi masyarakat. Mari kita jaga Program JKN agar terus berjalan dengan menjadi peserta JKN 
aktif dan memanfaatkannya sesuai ketentuan,” tutup Fatimah. (HM)

SMSI Gelar Latihan Bola Voli, Elida Nasution: Menghindari dari Hal-hal yang Negatif    
Senin, Agustus 24, 2026

On Senin, Agustus 24, 2026

SMSI Gelar Latihan Bola Voli, Elida Nasution: Menghindari dari Hal-hal yang Negatif
Tak hanya warga masyarakat Kota Binjai turut memeriahkan latihan bola voli tersebut, sejumlah Warga Medan, Deli Serdang, Langkat, Pekan Baru, Jambi, Sumbar, Bengkulu, serta daerah lainnya ikut serta mendaftarkan diri untuk larihan voli. (Foto: SI).

BENTENGSUMBAR.COM
- Hari jadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ke-81 Tahun, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI, gelar latihan bola voli bersama elemen Masyarakat, bertempat di lapangan merdeka, Jalan Vetran, Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota, Minggu (23/08/2026).

"Walaupun Hari Jadi NKRI ke-81 tahun jatuh pada tanggal 17 agustus, bulan agustus ini adalah Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia, Dengan diadakan latihan bola voli oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI). Saya termasuk hobby nonton bola voli,"tambah Elida Nasution.

Masih katanya, Elida mengatakan jika dirinya sangat hobi dengan olahraga bola voli yang di gelar SMSI.

"Bola voli berpotensi buat anak-anak muda, orang dewasa untuk mengalihkan hobby nya, dengan olahraga supaya sehat juga, dan menghindari dari hal-hal yang negatif,"terang Elida Nasution didampingi suaminya salah satu ASN Dinas Sosial Kabupaten Langkat saat menonton bola voli yang diselenggarakan SMSI, (23/08/26).

Tak hanya warga masyarakat Kota Binjai turut memeriahkan latihan bola voli tersebut, sejumlah Warga Medan, Deli Serdang, Langkat, Pekan Baru, Jambi, Sumbar, Bengkulu, serta daerah lainnya ikut serta mendaftarkan diri untuk larihan voli.

"Kebetulan kami melintasi Kota Binjai berolahraga sepeda tergabung dari sejumlah daerah, melihat banyak yang antri latihan voli. Kami tertarik singgah meriahkan suasana, terima kasih kepada SMSI yang sudah menggelar latihan bola voli bersama Masyarakat luas, bukan aja dari Binjai, tetapi menerima kami walau mengenakan seragam olahraga sepeda dayung dari Provinsi luar dengan sangat baik, SMSI JAYA..JAYA...JAYA,"papar sejumlah pesepeda tersebut kepada awak media.

SMSI Pusat, SMSI Sumut melalui Siswanto Ihsan SE selaku Ketua SMSI Kota Binjai berterima kasih kepada elemen Masyarakat pecinta bola voli yang sudah singgah di Kota Binjai.

"Selamat merayakan Hari Jadi NKRI ke-81 Tahun. Apapun olahraganya harus saling merangkul antara satu sama lainnya, sehingga terjalin sifat positif. Semoga rekan-rekan senantiasa diberikan kesehatan serta keselamatan didalam perjalanan dalam lindungan Allah SWT/Tuhan yang maha esa,"tutup Siswanto Ihsan SE. (*)

Hilangkan Buta Sinyal: Bupati Solok & Andre Rosiade Resmikan Dua BTS di Sariak Alahan Tigo    
Senin, Agustus 24, 2026

On Senin, Agustus 24, 2026

Hilangkan Buta Sinyal: Bupati Solok & Andre Rosiade Resmikan Dua BTS di Sariak Alahan Tigo
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI H. Andre Rosiade, S.E., dan Telkomsel meresmikan dua menara Base Transceiver Station (BTS) yang akan menghapus keterbatasan akses komunikasi warga di wilayah tersebut. (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- Konektivitas digital kini hadir di Nagari Sariak Alahan Tigo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok. 

Minggu (23/8/2026), Bupati Solok Dr.(HC) Jon Firman Pandu, S.H., bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI H. Andre Rosiade, S.E., dan Telkomsel meresmikan dua menara Base Transceiver Station (BTS) yang akan menghapus keterbatasan akses komunikasi warga di wilayah tersebut.

Dua BTS resmi beroperasi masing-masing di Jorong Talaok dan Jorong Taratak Teleng.

Infrastruktur ini menjadi jawaban atas aspirasi masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses sinyal telekomunikasi. 

Kehadiran jaringan baru diharapkan memperlancar komunikasi, memperluas akses informasi, serta mendukung pendidikan, pelayanan pemerintahan, dan aktivitas ekonomi warga. 

Peresmian ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah daerah, DPR RI, dan Telkomsel.

Bupati Solok Dr.(HC) Jon Firman Pandu, S.H., Wakil Ketua Komisi VI DPR RI H. Andre Rosiade, S.E., jajaran Telkomsel, para kepala OPD, Camat Hiliran Gumanti, Walinagari Sariak Alahan Tigo, serta tokoh dan masyarakat setempat.

Minggu, 23 Agustus 2026, di Nagari Sariak Alahan Tigo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok.

Walinagari Sariak Alahan Tigo menyampaikan apresiasi yang mendalam, mengingat akses komunikasi dan informasi saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat. 

Bupati Jon Firman Pandu pun menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada Telkomsel.

"Terima kasih Telkomsel atas perjuangannya yang selama ini ditunggu-tunggu dan dibutuhkan oleh masyarakat kita," ujar Bupati.

Ia menegaskan keterbatasan anggaran daerah tidak menyurutkan komitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat. 

Masih ada wilayah lain yang sinyalnya belum kuat dan akan terus dibenahi. 

"Masih terdapat daerah yang sinyalnya kurang kuat akan kita benahi dan mungkin dalam waktu dekat bersama Pak Haji Andre Rosiade akan bertemu dengan Pak Dirut kembali," janjinya.

Andre Rosiade menjelaskan pembangunan dua BTS ini bermula dari aspirasi masyarakat yang disampaikan Pemkab Solok.

Pihaknya kemudian memfasilitasi komunikasi dengan Telkomsel hingga terealisasi.

"Alhamdulillah kita berhasil mewujudkan aspirasi masyarakat. Ini bisa terwujud berkat komitmen dari kita semua, masyarakat, Pak Bupati yang menyampaikan, dan kami sebagai anggota DPR RI yang berhasil meyakinkan Telkomsel," ungkap Andre Rosiade.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini juga menyampaikan apresiasi kepada Telkomsel yang bersedia membangun jaringan hingga ke wilayah terluar. 

"Kami sebagai anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra berhasil meyakinkan Telkomsel untuk mengeksekusi di ujung-ujung daerah," tambahnya.

Andre membuka peluang untuk kembali memperjuangkan kebutuhan jaringan di wilayah lain yang belum terlayani optimal. 

Bagi masyarakat Sariak Alahan Tigo, kehadiran dua BTS ini bukan sekadar menara sinyal—melainkan jembatan menuju informasi, peluang ekonomi, dan kemajuan yang setara dengan daerah lain.(80)

Bupati Solok & Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Resmikan Bebek Sapan Huler Mama, Andre Rosiade: Bupati Jon Bukan ke Jakarta Berwisata, Tapi Jemput Anggaran    
Senin, Agustus 24, 2026

On Senin, Agustus 24, 2026

Bupati Solok & Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Resmikan Bebek Sapan Huler Mama, Andre Rosiade: Bupati Jon Bukan ke Jakarta Berwisata, Tapi Jemput Anggaran
Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Solok dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI didampingi pemilik restoran. (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
– Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang, kini memiliki daya tarik kuliner baru. Bupati Solok Dr.(HC) Jon Firman Pandu, S.H., bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI H. Andre Rosiade, S.E., meresmikan Restoran Bebek Sapan Huler Mama, Minggu (23/8/2026). Hadirnya usaha kuliner ini diharapkan memperkuat geliat ekonomi lokal sekaligus mendorong pariwisata kuliner Kabupaten Solok.

Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Solok dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI didampingi pemilik restoran. 

Dalam kesempatan itu, Andre Rosiade memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Bupati Jon Firman Pandu yang dinilai sungguh-sungguh memperjuangkan pembangunan daerah meski dengan keterbatasan anggaran. 

Sejumlah proyek infrastruktur besar mulai mendapat dukungan anggaran pusat dan akan direalisasikan bertahap. 

Kehadiran Bebek Sapan Huler Mama juga menjadi bukti tumbuhnya semangat kewirausahaan masyarakat.

Bupati Solok Dr.(HC) Jon Firman Pandu, S.H., Wakil Ketua Komisi VI DPR RI H. Andre Rosiade, S.E., Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu, S.Si., M.Si., Anggota DPRD Kabupaten Solok, para Kepala OPD, Camat Gunung Talang, unsur Forkopimcam, Walinagari Cupak, serta pemilik Bebek Sapan Huler Mama.

Minggu, 23 Agustus 2026, bertempat di Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.

Andre Rosiade menegaskan bahwa kesungguhan Bupati Solok dalam membangun daerah terlihat dari upayanya menjemput dukungan anggaran ke pemerintah pusat.

"Pak Bupati sudah bekerja keras dengan keterbatasan anggaran. Beliau ke Jakarta bukan untuk berwisata, tetapi menjemput anggaran," ujar Andre Rosiade.

Salah satu rencana pembangunan yang akan direalisasikan adalah jalan Kapujan–Rimbo Data sepanjang sekitar 15 kilometer dengan anggaran sekitar Rp22 miliar melalui program Instruksi Presiden (Inpres) serta dukungan pemerintah daerah. Selain itu, juga direncanakan perbaikan sejumlah ruas jalan kabupaten dengan dukungan anggaran sekitar Rp60 miliar.

"Alhamdulillah, satu per satu anggaran mulai turun dan beliau akan buktikan bersama. Kita berharap pembangunan Kabupaten Solok semakin maju," tambahnya.

Sementara itu, kehadiran Bebek Sapan Huler Mama diharapkan menjadi bagian dari pertumbuhan usaha masyarakat. 

Restoran ini diproyeksikan mendukung aktivitas ekonomi warga sekitar serta memperkuat sektor pariwisata kuliner yang sedang berkembang di Kabupaten Solok. 

Semangat membangun bukan hanya tugas pemerintah, melainkan juga peran serta masyarakat melalui usaha-usaha produktif seperti ini.(80)

Pawai HUT ke-81 RI di Nagari Talang: Bupati Jon Firman Pandu Ajak Generasi Muda Jemput Masa Depan Gemilang    
Senin, Agustus 24, 2026

On Senin, Agustus 24, 2026

Pawai HUT ke-81 RI di Nagari Talang: Bupati Jon Firman Pandu Ajak Generasi Muda Jemput Masa Depan Gemilang
Ribuan warga memadati jalan menyaksikan Pawai Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar Minggu (23/8/2026). (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
– Semangat kemerdekaan dan kebersamaan membara di Nagari Talang, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. 

Ribuan warga memadati jalan menyaksikan Pawai Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar Minggu (23/8/2026).

Suasana penuh kehangatan dan kecintaan terhadap bangsa terasa di setiap jengkal jalan yang dilintasi peserta pawai.

Pawai kemerdekaan digelar sebagai wujud syukur dan kebanggaan atas kemerdekaan Republik Indonesia. 

Kegiatan tidak hanya memeriahkan perayaan, tetapi juga menjadi ajang persatuan warga Nagari Talang.

Dalam kesempatan itu, Bupati Solok menyampaikan apresiasi sekaligus pesan-pesan penting kepada masyarakat, terutama generasi muda, untuk mempersiapkan diri menyambut masa depan yang lebih cerah.

Bupati Solok Dr.(HC) Jon Firman Pandu, S.H., hadir langsung memimpin perayaan. 

Turut hadir Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Agus Syahdeman, Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu, S.Si., M.Si., Anggota DPRD Kabupaten Solok, Camat Gunung Talang, unsur Forkopimcam, Walinagari Talang, para tokoh masyarakat, serta warga Nagari Talang.

Minggu, 23 Agustus 2026, di wilayah Nagari Talang, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.

Antusiasme masyarakat Nagari Talang dalam memeriahkan HUT ke-81 RI mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Solok. 

Semangat warga mengikuti rangkaian perayaan kemerdekaan dinilainya sebagai bukti nyata kecintaan terhadap Indonesia sekaligus momentum memperkuat persatuan dan kebersamaan.

"Terima kasih kepada masyarakat Nagari Talang yang bersama-sama kita merayakan Hari Kemerdekaan. Apa yang kita lihat dan rasakan hari ini adalah bagian dari semangat kemerdekaan kita," ujar Bupati Jon Firman Pandu.

Kepada generasi muda, Bupati menyampaikan pesan mendalam agar mempersiapkan diri sebaik mungkin. 

Pemuda dinilai sebagai kunci kemajuan Nagari Talang dan Kabupaten Solok di masa depan.

"Kepada anak-anak semuanya, kepada generasi muda, siapkan diri dengan sebaik-baiknya. Jemput masa depan yang gemilang, jemput masa depan yang lebih baik," ajaknya.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keharmonisan dan memperkuat kepedulian antarsesama. 

"Sayangi orang tua kita, sayangi saudara kita, saling menjaga dan saling menghargai di antara sesama kita," pesannya.

Semangat kebersamaan yang terpancar dalam perayaan ini diharapkan tidak berhenti saat pawai usang, melainkan terus hidup dalam kehidupan bermasyarakat dan menjadi kekuatan bersama membangun Nagari Talang, Kabupaten Solok, hingga Indonesia.

"Mari bersama-sama dengan seluruh tokoh kita menjaga Nagari Talang tetap menjadi prioritas bagi kita semuanya. Kabupaten Solok dan Indonesia akan terus jaya, Indonesia berdaulat," pungkas Bupati.(80)

Sertifikasi Jadi Kunci Pastikan Kompetensi Tenaga Kerja Permanent Makeup    
Minggu, Agustus 23, 2026

On Minggu, Agustus 23, 2026

Sertifikasi Jadi Kunci Pastikan Kompetensi Tenaga Kerja Permanent Makeup
Peresmian Perkumpulan Permanent Makeup Indonesia dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Permanent Makeup Indonesia di Jakarta, Minggu (23/8/2026). (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi untuk memastikan tenaga kerja di bidang permanent makeup memiliki kompetensi yang terukur dan diakui sesuai standar yang berlaku.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan, peningkatan kompetensi perlu berjalan seiring dengan penerapan standar kerja, kualitas pelayanan, etika profesi, serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

"Semakin berkembang sebuah profesi, semakin besar pula tuntutan terhadap kompetensi, standar kerja, kualitas pelayanan, etika profesi, serta keselamatan dan kesehatan kerja,” ujar Afriansyah saat memberikan sambutan pada peresmian Perkumpulan Permanent Makeup Indonesia dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Permanent Makeup Indonesia di Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Menurut Afriansyah, kehadiran LSP Permanent Makeup Indonesia menjadi langkah penting untuk memastikan tenaga kerja di bidang permanent makeup memiliki kompetensi yang terukur dan diakui sesuai standar yang berlaku.

Afriansyah juga mengapresiasi terbentuknya Perkumpulan Permanent Makeup Indonesia. Menurutnya, organisasi profesi memiliki peran dalam membangun jejaring, meningkatkan kapasitas anggota, memperkuat pembinaan profesi, serta menjadi wadah untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman.

“Ke depan, saya berharap perkumpulan ini tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya para pelaku profesi, tetapi juga m enjadi rumah bersama untuk meningkatkan kualitas SDM permanent makeup Indonesia,” ujarnya.

Ia berharap semakin banyak pekerja di bidang permanent makeup memperoleh pelatihan dan mengikuti sertifikasi kompetensi. Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha secara mandiri.

Afriansyah menambahkan, bidang kecantikan tidak hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan kesempatan kerja, kewirausahaan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Di balik setiap profesi permanent makeup, ada keterampilan, kreativitas, ketelitian, dan keberanian untuk membangun usaha,” katanya. (*)