HEADLINE
Dinas Perdagangan Lakukan Pertemuan dan Sosialisasi Bersama Para Pedagang di Pasar Raya Padang    
Minggu, Mei 24, 2026

On Minggu, Mei 24, 2026

Dinas Perdagangan Lakukan Pertemuan dan Sosialisasi Bersama Para Pedagang di Pasar Raya Padang
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan turun langsung pada sosialisasi penataan dan modernisasi Pasar Raya dengan pedagang itu. (Foto: Diskominfo Kota Padang). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Mematangkan rencana penataan dan modernisasi kawasan Pasar Raya Padang, Dinas Perdagangan melakukan pertemuan dan sosialisasi bersama para pedagang di Lantai 3 Fase VII Pasar Raya Padang, Minggu, 24 Mei 2026, di Pasar Raya Padang. 

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan turun langsung pada sosialisasi penataan dan modernisasi Pasar Raya dengan pedagang itu. 

Hadir di antaranya pedagang dari kawasan Sandang Pangan, Fase II, Gang Bemo, serta para pedagang yang menempati Blok II dan Blok III Pasar Raya Padang.

"Saat ini Pemerintah Kota Padang memiliki program penataan serta perbaikan sarana dan prasarana di Pasar Raya. Fokus utamanya adalah kawasan Jalan Sandang Pangan, serta bagian basement Blok II dan Blok III," kata Kepala Dinas Perdagangan, Fizlan Setiawan. 

Sosialisasi ini merupakan langkah awal yang krusial untuk menyamakan persepsi terkait program pemerintah dalam hal digitalisasi pasar tradisional, sekaligus rencana perbaikan infrastruktur.

"Untuk Blok II dan Blok III, kita akan lakukan berbagai perbaikan mulai dari sistem drainase, penerangan yang lebih layak, hingga pengaturan sirkulasi udara agar pedagang dan pembeli merasa nyaman," jelasnya. 

Rencana awal yakni pembenahan estetika kawasan dengan menghadirkan ikon baru berupa air mancur di Pasar Raya. Selain itu, perbaikan mendasar pada fasilitas utama pedagang juga menjadi prioritas.

"Pedagang tentu ada yang menyampaikan penolakan, masukan, maupun saran. Bagi kami, resistensi tersebut justru menjadi masukan berharga. Kami di Dinas Perdagangan akan menggunakannya sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil kebijakan terbaik yang tepat sasaran," katanya. 

Tidak ditampik adanya berbagai respons dari para pedagang, termasuk adanya riak penolakan maupun kekhawatiran dari sebagian pihak. Pihak Dinas Perdagangan menilai hal tersebut sebagai dinamika yang positif dan membangun.

"Niat kita satu, yaitu menghidupkan kembali perekonomian masyarakat di Pasar Raya Padang. Dengan sarana yang lebih baik dan rapi, kita berharap bisa menggaet kembali minat pengunjung untuk datang dan meramaikan transaksi jual-beli di sini," ujarnya. 

Pemko menjamin tidak akan berjalan sepihak dan tetap mengutamakan keinginan serta kesejahteraan para pedagang.

Tujuan akhir dari proyek penataan ini adalah mengembalikan gairah ekonomi Pasar Raya agar kembali menjadi magnet utama bagi masyarakat untuk berbelanja. (*) 

Sumber: Diskominfo Kota Padang

Jadi Tuan Rumah PORPROV 2026, Bupati Solok Tekankan Disiplin dan Semangat Juang Atlet Karate    
Minggu, Mei 24, 2026

On Minggu, Mei 24, 2026

Jadi Tuan Rumah PORPROV 2026, Bupati Solok Tekankan Disiplin dan Semangat Juang Atlet Karate
Bupati Solok, Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH, hadir langsung di sela kegiatan Latihan Gabungan dan Seleksi Awal Tim FORKI Kabupaten Solok yang berlangsung di Sport Hall GOR Batubatupang, Kotobaru, Minggu (24/05/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Menjadi tuan rumah sekaligus meraih hasil terbaik adalah target besar yang diemban Kabupaten Solok pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sumatera Barat tahun 2026 mendatang. 

Dukungan nyata terus digelorakan pemerintah daerah demi mewujudkan cita-cita tersebut, salah satunya melalui perhatian khusus kepada cabor karate di bawah naungan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Solok.

Bupati Solok, Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH, hadir langsung di sela kegiatan Latihan Gabungan dan Seleksi Awal Tim FORKI Kabupaten Solok yang berlangsung di Sport Hall GOR Batubatupang, Kotobaru, Minggu (24/05/2026). 

Kedatangan Bupati disambut antusias oleh Ketua FORKI Kabupaten Solok, Hafni Hafiz, A.Md, didampingi para pelatih dan seluruh atlet yang tengah berjuang mempertajam kemampuan.

Dalam arahannya, Jon Firman Pandu memberikan semangat dan motivasi kuat kepada para karateka. 

Ia menekankan bahwa disiplin tinggi dan kerja keras adalah kunci utama untuk membuktikan diri, terlebih karena Kabupaten Solok akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang olahraga terbesar di Sumatera Barat tersebut.

“Dengan latihan yang keras, sungguh-sungguh, dan penuh disiplin, kami sangat yakin dan optimis sebagai tuan rumah PORPROV 2026, kita mampu tampil menjadi yang terbaik dan membanggakan daerah,” tegas Bupati di hadapan para atlet.

Tak hanya memberikan semangat, momen tersebut juga dijadikan kesempatan bagi Bupati untuk memberikan apresiasi istimewa atas prestasi gemilang yang telah diraih salah satu atlet andalan daerah. 

Farhan Al-Amin, karateka FORKI Kabupaten Solok, mendapatkan penghargaan berupa uang pembinaan senilai Rp2 juta atas keberhasilannya menjuarai Kejurnas Piala Ketua Umum PB FORKI 2026 yang digelar di Bandung belum lama ini.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah sangat menghargai setiap kerja keras dan capaian yang ditorehkan atlet. 

Langkah ini diharapkan mampu menjadi bahan bakar semangat bagi Farhan maupun rekan-rekan atlet lainnya untuk terus berprestasi, sekaligus memacu persiapan yang semakin matang menyambut ajang PORPROV 2026 yang tinggal menghitung bulan lagi.

Kehadiran pimpinan daerah langsung ke pusat latihan juga menjadi sinyal kuat bahwa dunia olahraga menjadi prioritas pembangunan Kabupaten Solok, dan para atlet adalah aset berharga yang akan membawa nama daerah bersinar di kancah provinsi maupun nasional.(80)

Tata Cara Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 melalui SIAPkerja dan Skillhub Kemnaker    
Minggu, Mei 24, 2026

On Minggu, Mei 24, 2026

Tata Cara Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 melalui SIAPkerja dan Skillhub Kemnaker
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Biro Humas Kemenaker). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau masyarakat yang ingin mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 untuk segera melakukan pendaftaran melalui portal SIAPkerja dan Skillhub Kemnaker sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pendaftaran dilakukan secara daring dengan alur yang telah disederhanakan, mulai dari pembuatan akun hingga proses seleksi, agar lebih mudah diakses oleh seluruh calon peserta.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, mengatakan bahwa sistem pendaftaran dirancang terintegrasi, transparan, dan dapat dilakukan secara mandiri oleh peserta.

“Seluruh proses pendaftaran kami desain agar mudah diakses dan transparan. Peserta cukup mengikuti alur melalui SIAPkerja dan Skillhub Kemnaker mulai dari pembuatan akun hingga asesmen kesiapan,” ujar Darmawansyah melalui Siaran Pers Biro Humas Kemnaker, Minggu (24/5/2026).

Untuk Batch 2, Kemnaker menyediakan kuota sebanyak 30.000 peserta dengan periode pendaftaran 19 Mei hingga 9 Juni 2026.

Tata Cara Pendaftaran

1. Akses Skillhub

Peserta mengunjungi laman resmi Skillhub di skillhub.kemnaker.go.id melalui browser. Setelah itu, klik tombol Masuk untuk diarahkan ke laman SIAPkerja.

2. Login atau membuat akun SIAPkerja

Jika sudah memiliki akun, peserta cukup memasukkan username dan password, lalu klik Masuk. Namun, jika belum memiliki akun, klik Daftar Sekarang, kemudian isi data diri sesuai identitas (email, nomor HP, dan password).

Setelah berhasil mendaftar, peserta wajib login kembali dan melengkapi profil SIAPkerja. Kelengkapan profil menjadi syarat utama untuk mengikuti pelatihan.

3. Ikuti Asesmen Penilaian Diri dan Asesmen Potensi Diri/SPI (opsional)

Peserta masuk ke menu Aktivitas, pilih Asesmen, kemudian mengisi Asesmen Penilaian Diri dan Asesmen Potensi Diri (Self Potential Inventory/SPI)

Asesmen Penilaian Diri bertujuan mengidentifikasi minat dan kecenderungan pilihan kerja, baik untuk bekerja di dalam negeri, luar negeri, maupun berwirausaha. Sementara Asesmen Potensi Diri bertujuan untuk mengetahui tingkat kecocokan potensi diri dengan jenis pekerjaan atau bidang pelatihan yang dipilih.

4. Pemilihan program pelatihan di Skillhub

Peserta memilih program pelatihan yang diminati melalui Skillhub sesuai jadwal pendaftaran. Setiap peserta dapat memilih hingga tiga program kejuruan dalam satu balai pelatihan yang sama.

5. Asesmen Siap Latih

Peserta membuka menu Aktivitas pada SIAPkerja, kemudian memilih Asesmen, dan mengisi Asesmen Siap Latih.

Tes ini mencakup kemampuan dasar seperti pengetahuan umum, verbal, numerik, dan figural untuk mengukur kesiapan mengikuti pelatihan.

Asesmen ini dapat diisi peserta kapan pun selama periode pengisian masih dibuka dan paling lambat sesuai batas waktu yang telah ditentukan. Namun, peserta wajib menyelesaikan asesmen sebelum batas akhir agar dapat diproses pada tahap seleksi berikutnya.

Tahapan Seleksi dan Jadwal

Setelah pendaftaran ditutup, proses seleksi peserta akan dilaksanakan pada 10–17 Juni 2026, dan pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 18 Juni 2026.

Adapun tahap kick off dan orientasi Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 akan dilaksanakan pada 22 Juni 2026.

Peserta yang lolos seleksi akan mendapatkan berbagai manfaat berupa pelatihan dan makan siang gratis, bantuan transportasi, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan (JKK dan JKM), sertifikat pelatihan, dan sertifikat kompetensi BNSP, serta fasilitas asrama bagi peserta yang memenuhi kriteria. (*)

Sumber: Biro Humas Kemnaker

Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang Lakukan Pendataan Pelaku Usaha di Kota Padang    
Minggu, Mei 24, 2026

On Minggu, Mei 24, 2026

Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang Lakukan Pendataan Pelaku Usaha di Kota Padang.
Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang melakukan pendataan pelaku usaha di Kota Padang, Minggu, 24 Mei 2026. (Foto: Diskominfo Kota Padang). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang melakukan pendataan pelaku usaha di Kota Padang. Ini ditandai sosialisasi dan ajakan kepada pelaku usaha untuk mendukung pendataan UMKM yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang sebagai bagian dari upaya penguatan data pelaku usaha daerah, Minggu, 24 Mei 2026 di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang.

Narasumber dari kegiatan ini adalah Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang, Teddy Antonius, Nila Surya Devi dan Lani Widya Putri. 

"Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang kembali melaksanakan kegiatan Pendataan dan Verifikasi Data UMKM di lapangan," kata Teddy Antonius.

Pendataan bukan merupakan razia, penertiban, ataupun upaya mempersulit pelaku usaha. "Tujuannya adalah agar pemerintah punya data yang akurat untuk menyusun program pembinaan yang pas dan tepat sasaran utk umkm Kota Padang. Mulai dari bantuan legalitas, fasilitasi sertifikasi halal, sampai kelas inkubasi dan pasar ekspor," katanya. 

Kegiatan dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM sebagai turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

"Petugas kami yang berkunjung ke restoran, rumah makan, kafe, atau toko, jangan ragu untuk menyambutnya, ya. Mereka bertugas dengan sopan, profesional, dan membawa identitas resmi, kegiatan akan berlangsung mulai bulan Juni 2026," terangnya. 

Kriteria UMKM dibedakan berdasarkan modal usaha dan omzet penjualan tahunan. Usaha mikro memiliki modal usaha maksimal Rp1 miliar dan omzet tahunan maksimal Rp2 miliar.

"Data yang akurat, Kebijakan Tepat, UMKM Padang Makin Hebat, UMKM Kota Padang Naik Kelas," cakapnya. 

Usaha kecil memiliki modal usaha Rp1 miliar hingga Rp5 miliar dengan omzet Rp2 miliar sampai Rp15 miliar per tahun. Usaha menengah memiliki modal usaha Rp5 miliar hingga Rp10 miliar dengan omzet tahunan Rp15 miliar sampai Rp50 miliar.

“Karena itu kami mengajak seluruh pelaku usaha, termasuk restoran, rumah makan, dan kafe di Kota Padang, untuk menerima petugas pendataan dengan baik,” kata Nila Surya Devi. 

Pelaku usaha dengan omzet maksimal Rp2 miliar per tahun otomatis menjadi binaan Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang.

“Cukup luangkan waktu sedikit untuk memberikan informasi usaha yang diperlukan. Mari kita dukung pendataan pelaku usaha Kota Padang untuk UMKM yang lebih maju," ujarnya. 

Tujuan pendataan adalah memperoleh data usaha yang akurat agar program pembinaan dan dukungan UMKM dapat berjalan tepat sasaran.

“Petugas akan datang dengan identitas lengkap dan juga akan menjalankan tugas dengan sopan serta profesional," jelas Lani Widya Putri. 

Pelaku usaha berpeluang mendapatkan program pembinaan usaha, pendampingan legalitas dan perizinan, akses promosi, pelatihan, serta dukungan pengembangan UMKM daerah. Petugas pendataan akan datang dengan identitas lengkap dan menjalankan tugas secara sopan serta profesional.

“Data yang akurat membantu kebijakan yang tepat," tutupnya. (*) 

Sumber: Dinas Kominfo Kota Padang

Mahyeldi Ajak Diaspora dan Perantau Minang Bersinergi Bangun Sumbar    
Minggu, Mei 24, 2026

On Minggu, Mei 24, 2026

Mahyeldi Ajak Diaspora dan Perantau Minang Bersinergi Bangun Sumbar
Mahyeldi saat menghadiri Forum Silaturahmi Minang Diaspora Network-Global (MDN-G) 2026 di Auditorium Universitas YARSI, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2026). (Foto: Adpim Sumbar). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengajak diaspora dan seluruh perantau Minang untuk terus memperkuat peran dan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan Sumbar kedepan lo.

Menurut Mahyeldi, semangat kolaborasi antara ranah dan rantau tersebut bukan sekadar ajakan moral, tetapi telah menjadi bagian dari arah kebijakan pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD Provinsi Sumbar Tahun 2025–2029.

“RPJMD Sumbar menegaskan pentingnya mendayagunakan nilai gotong royong dan kerja sama yang melibatkan seluruh komponen masyarakat, baik di ranah maupun di rantau, melalui pendekatan pembangunan yang terpadu, holistik, dan integratif,” ujar Mahyeldi saat menghadiri Forum Silaturahmi Minang Diaspora Network-Global (MDN-G) 2026 di Auditorium Universitas YARSI, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2026).

Mahyeldi saat menghadiri Forum Silaturahmi Minang Diaspora Network-Global (MDN-G) 2026
Mahyeldi saat menghadiri Forum Silaturahmi Minang Diaspora Network-Global (MDN-G) 2026. (Foto: Adpim). 

Forum bertema “Mufakat Ranah dan Rantau untuk Membangun Nagari-Menguatkan Jati Diri” itu menjadi ruang strategis mempertemukan tokoh ranah dan rantau guna memperkuat jejaring diaspora serta membangun komitmen bersama bagi kemajuan Minangkabau.

Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi juga memaparkan sejumlah tantangan pembangunan yang masih dihadapi Sumbar, di antaranya belum optimalnya kualitas dan daya saing sumber daya manusia, penguatan ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi daerah, serta keterbatasan layanan infrastruktur dasar dan sosial ekonomi.

“Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan para perantau menjadi sangat penting untuk mempercepat pembangunan dan memperkuat kemandirian daerah,” katanya.

Mahyeldi saat menghadiri Forum Silaturahmi Minang Diaspora Network-Global (MDN-G) 2026
Foto bersama Mahyeldi saat menghadiri Forum Silaturahmi Minang Diaspora Network-Global (MDN-G) 2026. (Foto: Adpim). 

Mahyeldi menilai, diaspora Minang memiliki potensi besar melalui jejaring, pengalaman, kapasitas, serta kontribusi pemikiran yang dapat menjadi energi pembangunan bagi kampung halaman.

Selain forum silaturahmi, kegiatan MDN-G 2026 juga diramaikan dengan pameran buku-buku Minangkabau sebagai upaya menghidupkan kembali tradisi intelektual dan literasi budaya.

Dalam agenda tersebut juga diserahkan penghargaan Pencapaian Sepanjang Hayat kepada Taufiq Ismail atas kontribusinya bagi sastra Indonesia dan dunia. Penghargaan itu sekaligus menjadi langkah awal mendorong pengakuan internasional Nobel Prize bidang sastra.

Mahyeldi saat menghadiri Forum Silaturahmi Minang Diaspora Network-Global (MDN-G) 2026
Mahyeldi saat menghadiri Forum Silaturahmi Minang Diaspora Network-Global (MDN-G) 2026. (Foto: Adpim). 

Penghargaan juga diberikan kepada Tokoh Penulis Buku Adat dan Budaya Minangkabau yakni Rais Yatim dan Buya Mas’oed Abidin. Mereka dinilai memiliki dedikasi besar dalam menjaga serta mempromosikan budaya dan pemikiran Minangkabau kepada masyarakat luas.

Selain itu, penghargaan Tokoh Filantropi diberikan kepada Jurnalis Udin, Nurhayati Subakat, dan Yendra Fahmi atas kontribusi mereka dalam bidang pendidikan, sosial kemasyarakatan, pembangunan rumah ibadah, penanggulangan bencana, serta dukungan terhadap berbagai kegiatan MDN-G.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli, Ketua Umum DPP Gebu Minang Oesman Sapta Odang, Presiden MDN-G Fasli Jalal, serta Direktur Eksekutif MDN-G Burmalis Ilyas.

Dalam kegiatan itu, Gubernur Mahyeldi turut didampingi oleh Kepala Bappeda Sumbar Zefnihan, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar Nolly Eka Mardianto, dan Kepala Badan Penghubung Provinsi Sumbar Fauzan Zaenun. (adpsb/bud)

Tragedi Empat Karyawan Dunia Toko Aksesoris Handphone ACC: 2 Orang Karyawan Meninggal Dunia    
Minggu, Mei 24, 2026

On Minggu, Mei 24, 2026

Tragedi Empat Karyawan Dunia Toko Aksesoris Handphone ACC: 2 Orang Karyawan Meninggal Dunia
Peristiwa memilukan terjadi di Kabupaten Batu Bara. Dua karyawan toko aksesoris handphone Indrapura ACC ditemukan meninggal dunia, diduga akibat keracunan gas karbon monoksida gas, Sabtu (23/05/2026). (Foto kolase: Herman Manurung). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Empat korban terbaring di dalam ruko aksesoris handphone Indrapura ACC, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, saat petugas kepolisian melakukan proses evakuasi dan olah TKP terkait dugaan kelakaian dalam penerapan SOP penggunaan genset dan standard keselamatan kerja(KE).

Peristiwa memilukan terjadi di Kabupaten Batu Bara. Dua karyawan toko aksesoris handphone Indrapura ACC ditemukan meninggal dunia, diduga akibat keracunan gas karbon monoksida gas, Sabtu (23/05/2026). Kasus ini pun memunculkan pertanyaan serius terkait dugaan kelalaian dalam penerapan SOP penggunaan genset dan standar keselamatan kerja (K3).

Dari informasi yang diperoleh personel Polsek Air Putih bersama Sat Reskrim dan Unit Inafis Polres Batu Bara melakukan evakuasi serta olah tempat kejadian perkara (TKP) di ruko Indrapura ACC yang berada di Lingkungan III, Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Air Putih AKP Rahmad R. Hutagaol, S.H., M.H., bersama Kasat Reskrim Polres Batu Bara AKP Masagus Z.D., S.T.K., S.I.K., M.H., serta personel Unit Inafis Polres Batu Bara.

Peristiwa diketahui sekitar pukul 12.30 WIB. Awalnya, salah seorang rekan kerja korban, Dinda Selvira Manalu, datang ke toko sekitar pukul 08.00 WIB untuk bekerja. Namun, saat itu toko masih dalam keadaan tertutup dan panggilan telepon kepada korban tidak mendapat respons.

Karena merasa curiga, pimpinan toko bernama Edo Setiawan kemudian meminta bantuan warga untuk membuka pintu ruko. Setelah pintu berhasil dibuka sekitar pukul 12.30 WIB, para korban ditemukan berada di dalam ruangan.

Dalam kejadian tersebut, dua orang dinyatakan meninggal dunia, yakni RR (24), warga Kota Tebing Tinggi, dan AA (22), warga Kabupaten Serdang Bedagai. 

Sementara itu, dua korban lainnya, M (22) dan DCA (17), berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan langsung mendapatkan perawatan medis di RSUD Bidadari Kabupaten Batu Bara.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP, evakuasi korban, pemeriksaan saksi-saksi, dokumentasi, serta koordinasi dengan pihak terkait. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Bidadari Batu Bara untuk pemeriksaan Visum et Repertum (VER).

Namun, pihak keluarga korban diketahui menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan. 

Pada saat awak media mengkonfirmasi keluarga korban dengan santai menjawab," yang penting pihak toko bertanggung jawab dan Alm cepat pulang."

Hingga kini, penyebab pasti kejadian masih dalam proses penyelidikan. 

Meski demikian, dugaan awal mengarah pada kemungkinan korban mengalami keracunan akibat paparan asap mesin genset.

Dampak Hukum


Peristiwa ini menjadi sorotan karena penggunaan genset sejatinya wajib memperhatikan ventilasi udara yang memadai.

Gas buang genset mengandung karbon monoksida (CO), yakni gas beracun yang tidak berbau namun sangat mematikan apabila terhirup di ruang tertutup.

Dalam prinsip dasar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), genset tidak boleh dioperasikan di ruangan minim sirkulasi udara.

Karena itu, muncul pertanyaan besar terkait siapa pihak yang lalai hingga mengakibatkan dua orang kehilangan nyawa.

Secara hukum pidana, dugaan kelalaian tersebut dapat dikaitkan dengan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia.

Tanggungjawab hukum bisa mengarah kepada pihak yang mengoperasikan, memerintahkan, atau membiarkan genset digunakan tanpa standar keselamatan yang memadai.

Saat ini, Polres Batu Bara masih melakukan pendalaman melalui pemeriksaan saksi-saksi dan menunggu hasil pemeriksaan medis guna memastikan penyebab pasti kematian para korban. (*)

Laporan: Herman Manurung

Ekonom Indonesia Mempertanyakan Kredibilitas  Angka Pertumbuhan 5,61%: Tumbuh Tapi Rapuh    
Minggu, Mei 24, 2026

On Minggu, Mei 24, 2026

Ekonom Indonesia Mempertanyakan Kredibilitas   Angka Pertumbuhan 5,61%: Tumbuh Tapi Rapuh
Aliansi Ekonom Indonesia bersama dengan Paramadina Public Policy Institute menggelar Diskusi Terbuka pada Sabtu, 23 Mei 2026, di Universitas Paramadina, Jakarta. (Foto: Arief Tito). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Aliansi Ekonom Indonesia bersama dengan Paramadina Public Policy Institute menggelar Diskusi Terbuka pada Sabtu, 23 Mei 2026, di Universitas Paramadina, Jakarta, untuk menelaah secara kritis angka pertumbuhan PDB Kuartal I 2026 sebesar 5,61% YoY yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), sekaligus memaparkan kerentanan struktural ekonomi Indonesia yang mendasarinya. 

BPS merilis angka pertumbuhan PDB Q1 2026 sebesar 5,61% YoY—angka tertinggi sejak 2012 di luar periode pandemi Covid-19.

Namun kajian terbaru Ikhsan dan Riefky (2026) mengidentifikasi adanya inkonsistensi internal di dalam data BPS itu sendiri, yakni kontraksi sektor listrik sebesar −0,99% seiring dengan sektor Manufaktur yang tumbuh sebesar +5,04% menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai integritas pengukuran. Apabila inkonsistensi tersebut dikoreksi, maka perkiraan pertumbuhan yang wajar berkisar pada 4,4%–5,2%. 

Di sisi lain, perekonomian Indonesia menghadapi tekanan berlapis. Mulai dari pelemahan nilai tukar Rupiah, ruang fiskal APBN yang menyempit, tantangan pertumbuhan ekonomi Q2–Q4 2026, transmisi konflik Iran–AS terhadap harga minyak global, hingga implikasi Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia–AS yang ditandatangani 19 Februari 2026.

Wijayanto Samirin Ekonom Universitas Paramadina, membuka kegiatan ini dengan memberikan konteks bahwa kepastian menjadi kunci penting dalam menavigasi ketidakpastian dan tantangan perekonomian saat ini. 

“Di era yang penuh ketidakpastian seperti saat ini, investor butuh kepastian; termasuk kepastian tentang akurasi data pemerintah. Tanpanya, trust akan hilang, dan seringkali krisis ekonomi timbul karena hilangnya trust,” ucap Wijayanto Samirin. 

Kegiatan diskusi dibagi dalam dua segmen. Segmen pertama tiga pemantik diskusi membahas isu-isu ekonomi terkini seperti kualitas pertumbuhan, tekanan depresiasi rupiah, serta menyempitnya ruang fiskal.

Segmen kedua berbentuk panel yang membahas isu-isu perdagangan internasional terkini, seperti konflik Iran-Amerika Serikat (AS), Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia-AS, dan pembentukan badan ekspor. 

Diskusi dihadiri oleh penandatangan 7 Desakan Darurat Ekonomi dan berbagai kalangan masyarakat, seperti akademisi, mahasiswa, dan jurnalis. 

Segmen pertama mendiskusikan mengenai update kondisi makroekonomi Indonesia Q1-2026. Teuku Riefky, M.Sc., salah satu penyusun kajian yang mempertanyakan angka resmi BPS yang baru saja dirilis bulan ini. 

Ia menegaskan bahwa inkonsistensi dalam data bukan sekadar persoalan teknis: 
“Pertumbuhan ekonomi Q1-2026 sebesar 5,61% perlu disikapi secara hati-hati. Selain adanya ketidakkonsistenan internal data BPS, kondisi ekonomi terkini tidak mencerminkan perbaikan kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Terus menurunnya kelas menengah, daya beli secara umum, dan stagnannya produktivitas sektoral masih menjadi masalah ekonomi yang belum terselesaikan. Salah mengartikan angka PDB dapat berisiko merumuskan kebijakan yang salah dan justru menunda reformasi yang sangat diperlukan.” 

Vid Adrison, Ph.D. – Kaprodi Studi Ekonomi FEB UI juga mengingatkan bahwa angka belanja Q1-2026 yang tinggi tidak serta-merta mencerminkan kesehatan APBN secara keseluruhan. 

“Front-loading belanja di Q1-2026 memberi ilusi kesehatan fiskal. Hal yang perlu diwaspadai adalah tekanan pada Q2 hingga Q4 di tahun 2026, yakni ruang gerak kebijakan fiskal yang menyempit, penurunan transfer ke daerah, dan alokasi program populis yang tidak berbasis produktivitas adalah kombinasi yang berbahaya bagi kesinambungan fiskal kita,” ungkapnya. 

Dwiwulan – Peneliti Departemen Ekonomi CSIS menyoroti pelemahan Rupiah sebagai sinyal yang lebih dalam dari sekadar volatilitas nilai tukar. 

“Pelemahan Rupiah bukan sekadar isu teknikal, ia adalah cermin dari struktur pendanaan yang terlalu bergantung terhadap portfolio luar negeri dan arus modal yang tidak percaya pada arah kebijakan. Kebijakan Bank Indonesia, termasuk kebijakan burden sharing yang menggerus kepercayaan investor, hanya berperan sebagai paracetamol dalam meredakan pelemahan nilai tukar. Pemulihan total bergantung pada kebijakan pemerintah yang realistis, disiplin, dan transparan.”

Segmen kedua merupakan Diskusi Panel Perdagangan dan Hubungan Internasional. Pada sesi ini, Rimawan Pradiptyo, Ph.D. – Ekonom Universitas Gadjah Mada menekankan perlunya Indonesia mengevaluasi kembali posisinya dalam kerangka ART: 

“Analisis terhadap ART menunjukkan: a) perjanjian ini menciptakan beban ekonomi asimetris terhadap Indonesia, b) subordinasi kebijakan Indonesia terhadap kebijakan AS, c) menggerus kedaulatan Indonesia. Biaya menolak ART lebih murah daripada menerima ART. Renegosiasi ART sangat dimungkinkan mengingat sebagian isi ART dinyatakan batal demi hukum oleh Mahkamah Agung AS.” 

M. Dian Revindo, Ph.D. – Peneliti LPEM FEB UI menegaskan dalam diskusi bahwa kebijakan yang diambil perlu menyasar akar masalah dan menunjang iklim usaha. 

“Sebaiknya kebijakan berfokus pada solusi/intervensi yang paling tidak mahal, tidak sulit dan tidak mengganggu iklim usaha. Intervensi yang mahal dan dalam seperti pembentukan lembaga baru/badan baru berpotensi menghadapi masalah yang sama, yaitu birokrasi, rente, vested interest, rentang wewenang, dan sebagainya. Solusi sebaiknya fokus mengatasi masalah, seperti mendisiplinkan aparatur yang tidak kompeten, dan memperbaiki sistem pengawasan melalui adopsi teknologi.”

Revindo juga mengingatkan bahwa meskipun PDB itu penting, namun bukan segalanya. Sehingga kita tidak boleh terjebak dengan target pertumbuhan tinggi, dan lebih berfokus pada kualitas, kapabilitas, dan kebebasan. 

Prof. Dr. Sahara – ketua Prodi Studi Ekonomi FEB IPB berfokus pada perdagangan internasional dan rantai pasok. 

“Analisis kami menunjukkan bahwa ART berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga −0,41% dan memperburuk neraca perdagangan. Lebih mengkhawatirkan lagi, komitmen pembelian komoditas dari AS, seperti daging sapi, jagung, dan apel, berpotensi menimbulkan retaliasi dari negara lain yang selama ini berperan sebagai pemasok tradisional yang harganya jauh lebih kompetitif. Ini bukan sekadar soal tarif, ini soal siapa yang mengendalikan rantai pasok pangan dan energi kita dalam jangka panjang. Indonesia masih punya waktu untuk melakukan konfirmasi tertulis sebelum ART diberlakukan secara penuh. Konfirmasi tertulis harus berdasarkan evidence based research sehingga potensi dampak negatif bisa dimitigasi sejak dini. ” 

Forum ini merupakan bagian dari rangkaian Tujuh Desakan Darurat Ekonomi (7DDE) yang disuarakan Aliansi Ekonom Indonesia sejak 29 September 2025, sebagai respons atas penurunan kesejahteraan masyarakat yang masif dan sistemik akibat misalokasi sumber daya dan rapuhnya institusi penyelenggara negara. 

Tujuh desakan tersebut mencakup: Perbaikan menyeluruh misalokasi anggaran; Pemulihan independensi dan transparansi institusi negara;  Penghentian dominasi negara yang menghambat perekonomian lokal; Deregulasi dan penyederhanaan birokrasi; Penanganan ketimpangan multidimensi; Pengambilan kebijakan berbasis bukti; dan Peningkatan kualitas tata kelola dan demokrasi. (*) 

Laporan: Arief Tito

Pasca Kecelakaan Wagub, Pemkab Solok Bentuk Tim Khusus Percepat Pembebasan Lahan Jalan Kutianyie    
Minggu, Mei 24, 2026

On Minggu, Mei 24, 2026

Pasca Kecelakaan Wagub, Pemkab Solok Bentuk Tim Khusus Percepat Pembebasan Lahan Jalan Kutianyie
Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I., menyampaikan bahwa pembentukan tim ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung BPJN Sumatera Barat menyelesaikan persoalan yang telah berlarut-larut. (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- Pasca insiden kecelakaan tunggal yang menimpa Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, Pemerintah Kabupaten Solok bergerak cepat menangani titik rawan kecelakaan di kawasan Jembatan Kutianyie, Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin. 

Langkah nyata dilakukan dengan membentuk tim khusus yang bertugas mempercepat proses pembebasan lahan guna pelebaran jalan nasional di lokasi tersebut.

Kawasan Jembatan Kutianyie memang telah lama dikenal sebagai titik berbahaya, di mana tikungan tajam dan penyempitan badan jalan kerap memakan korban. 

Belum tuntasnya urusan pembebasan lahan menjadi akar masalah yang membuat jalan belum bisa dilebarkan secara maksimal. 

Bahkan, pada hari yang sama saat kecelakaan yang dialami Wagub Vasko terjadi, tercatat pula beberapa kasus kecelakaan lain di ruas yang sama.

Mewakili Bupati, Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I., menyampaikan bahwa pembentukan tim ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat menyelesaikan persoalan yang telah berlarut-larut.

"Kita sudah gelar rapat koordinasi dan membentuk tim percepatan pembebasan lahan. Ini murni upaya membantu BPJN agar permasalahan di titik rawan ini segera mendapatkan solusi tuntas," ujar Wabup Candra saat dikonfirmasi, Rabu (20/05/2026).

Ia menjelaskan, meskipun ruas jalan ini secara administrasi dan kewenangan merupakan tanggung jawab pemerintah pusat melalui BPJN, namun atas dasar pertimbangan keselamatan dan nilai kemanusiaan, Pemkab Solok turun tangan membantu mempercepat penyelesaiannya.

"Memang kewenangan ada di balai jalan nasional. Namun demi keselamatan masyarakat dan pengguna jalan, kami siap bergerak bersama Pemprov Sumbar dan BPJN mencari jalan keluar terbaik," tegasnya.

Candra mengingatkan bahwa proses pembebasan lahan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru karena menyangkut mekanisme dan aturan ketat keuangan negara. 

Saat ini, tim yang dibentuk tengah melakukan kajian mendalam dan berdiskusi dengan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk menetapkan nilai ganti rugi yang adil, tepat, dan sesuai regulasi yang berlaku.

"Ada tahapan yang wajib dilalui karena ini menyangkut uang negara. Tim sedang bekerja menghitung dan mengkaji agar nilai ganti untungnya wajar bagi warga dan sah secara aturan," jelasnya.

Sambil menunggu proses pembebasan lahan dan pelebaran jalan rampung, pemerintah daerah juga mengambil langkah darurat demi keamanan warga. 

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Solok telah menurunkan tim teknis sejak Selasa (19/05/2026) untuk memasang sejumlah fasilitas keselamatan.

Kepala Dishub Kabupaten Solok, Muhammad Djoni, mengatakan pihaknya telah memasang lampu penerangan jalan dan pembatas jalan (road barrier) di sepanjang tikungan dan area jembatan. Langkah ini diambil agar lokasi tersebut lebih terang dan aman dilalui, terutama pada malam hari.

"Kami pasang lampu jalan dan pembatas beton sebagai solusi sementara, agar risiko kecelakaan bisa diminimalisir secepatnya. Ke depannya, kami juga akan mengevaluasi kebutuhan rambu tambahan dan sistem pengamanan lain yang diperlukan," ungkap Muhammad Djoni.

Dengan langkah jangka pendek berupa pengamanan lokasi dan langkah jangka panjang melalui percepatan pembebasan lahan, pemerintah berharap kawasan Kutianyie yang selama ini menjadi momok bagi pengguna jalan, perlahan berubah menjadi ruas jalan yang aman dan nyaman bagi semua.(80)

Puluhan Ribu Warga di Padang Telah Menikmati BPJS Gratis, Simak Penjelasan dr Srikurnia Yati    
Minggu, Mei 24, 2026

On Minggu, Mei 24, 2026

Puluhan Ribu Warga di Padang Telah Menikmati BPJS Gratis, Simak Penjelasan dr Srikurnia Yati
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr Srikurnia Yati mengatakan, puluhan ribu warga di Kota Padang telah menikmati BPJS Gratis, Minggu, 24 Mei 2026, di Padang. (Foto: Diskominfo Kota Padang). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr Srikurnia Yati mengatakan, puluhan ribu warga di Kota Padang telah menikmati BPJS Gratis, Minggu, 24 Mei 2026, di Padang. 

"Komitmen anggaran ini adalah bukti nyata bahwa negara, khususnya Pemko Padang, hadir untuk memberikan kepastian perlindungan finansial agar seluruh penduduk dapat mengakses layanan kesehatan yang komprehensif," katanya.

Menurut dia, Program Unggulan (Progul) Padang Melayani Pemerintah Kota (Pemko) Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir menunjukkan dampak nyata dalam menjamin kemudahan warga dalam mengakses layanan kesehatan.

Dikatakannya, puluhan ribu warga Kota Padang kini telah resmi tercover dan mendapatkan kepastian jaminan layanan pengobatan tanpa perlu mencemaskan kendala biaya.

Hingga memasuki bulan Mei 2026, tercatat sebanyak 53.264 warga Kota Padang telah terlayani secara aktif dan mengantongi kartu kepesertaan BPJS Kesehatan Gratis.

Keberhasilan mengcover puluhan ribu jiwa ini disokong penuh penyediaan pos anggaran melalui APBD Kota Padang tahun 2026 sebesar Rp36.206.352.000 dari total pagu dukungan anggaran kesehatan daerah yang menyentuh Rp64,4 miliar.

DKK Padang, jelasnya, akan terus bergerak untuk mengcover seluruh warga agar terlayani BPJS gratis. Karena kapasitas tampung yang disediakan Pemko Padang masih melimpah.

"Dari total kuota anggaran yang dipersiapkan untuk menampung hingga 79.820 jiwa, saat ini masih terdapat sisa ruang kosong sekitar 26.556 slot kepesertaan yang belum terisi dan siap untuk dimanfaatkan," cakapnya. 

Menurutnya, Wali Kota Padang ingin menjamin ketersediaan akses pengobatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat. 

Guna mengejar serapan sisa kuota yang masih longgar, DKK Kota Padang kini tengah menginstruksikan seluruh jajaran di tingkat kelurahan dan kecamatan untuk melakukan penyisiran serta validasi data secara dinamis. Sisa puluhan ribu slot BPJS Gratis harus segera dialokasikan tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan. 

Jaminan kesehatan di Kota Padang ikut ditopang sumber pembiayaan luar APBD. Seperti dari program Jaminan Kesehatan Sumbar Sakato (JKSS), per Mei 2026 ini telah menyerap 58.795 jiwa dari kuota 62.977 peserta, serta dukungan Bantuan Iuran Kelas 3 Mandiri yang mencatatkan total kuota target hingga 148.000 jiwa. (*)

Sumber: Diskominfo Kota Padang

Gubernur Mahyeldi: Ekonomi Syariah Harus Jadi Kekuatan Penggerak Ekonomi Sumbar    
Minggu, Mei 24, 2026

On Minggu, Mei 24, 2026

Gubernur Mahyeldi: Ekonomi Syariah Harus Jadi Kekuatan Penggerak Ekonomi Sumbar
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah saat menghadiri kegiatan DAUN (Dari Nagari Untuk Negeri) Syariah Festival. (Foto: Adpim Sumbar). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang terintegrasi sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri kegiatan DAUN (Dari Nagari Untuk Negeri) Syariah Festival bertema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan Melalui Sinergi dan Transformasi Digital” di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Minggu (24/5/2026).

Menurut Mahyeldi, Sumbar memiliki modal sosial dan budaya yang sangat kuat dalam pengembangan ekonomi syariah. Karakter sosial masyarakat yang memegang teguh falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) juga dinilai selaras dengan prinsip ekonomi syariah.

“Sumbar punya modal kuat menjadikan ekonomi syariah sebagai penggerak pertumbuhan baru yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Ini yang perlu kita optimalkan kedepan,"tegas Mahyedi

Ia menyebut, perkembangan sektor riil berbasis halal seperti kuliner halal, fesyen muslim, pariwisata halal, hingga pengelolaan zakat produktif menunjukkan bahwa ekonomi syariah telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat di Sumbar.

Namun demikian, Mahyeldi mengingatkan masih adanya tantangan yang perlu diselesaikan, terutama terkait literasi masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah serta belum optimalnya integrasi antara industri halal dan sektor keuangan syariah.

Karena itu, ia menilai pengembangan ekonomi syariah perlu dilakukan secara kolaboratif melalui penguatan ekosistem yang melibatkan pemerintah daerah, lembaga keuangan, dunia pendidikan, pelaku usaha, hingga komunitas masyarakat.

“Ekonomi syariah tidak boleh berhenti sebagai wacana. Ia harus hadir sebagai kekuatan dan solusi nyata untuk membuka peluang usaha, memperkuat UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," harapnya

Mahyeldi juga berharap DAUN Syariah Festival yang menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026 dapat memperluas literasi dan inklusi ekonomi syariah di tengah masyarakat, sekaligus mempertegas posisi Sumbar sebagai salah satu rujukan nasional dalam pengembangan ekonomi syariah berbasis budaya dan inovasi digital.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, M. Abdul Majid Ikram, mengatakan ekonomi dan keuangan syariah kini telah menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

“Sumatera Barat memiliki modal budaya dan sosial yang sangat kuat untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah di Indonesia,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Sumbar saat ini tetap positif dengan capaian 5,02 persen. Menurutnya, penguatan ekosistem ekonomi syariah diyakini dapat semakin mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, Sumbar kembali masuk kandidat penilaian Anugerah Adinata Syariah tingkat nasional setelah sebelumnya meraih peringkat kedua pada 2025.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Eksekutif KDEKS Sumbar Prof. Ahmad Wira, Kepala BPJPH Sumbar Dr. Ikra Abdi, perwakilan perbankan syariah, akademisi, pelaku UMKM halal, serta komunitas juru sembelih halal Sumbar. (adpsb/cen/Busan/Bud)

Smart Surau Mencakup Empat Kegiatan Utama, Apa Saja?    
Minggu, Mei 24, 2026

On Minggu, Mei 24, 2026

Smart Surau Mencakup Empat Kegiatan Utama, Apa Saja?
Wakil Walikota Padang Maigus Nasir membahas cukupan utama Smart Surau ketika menjadi penceramah pada kegiatan Subuh Mubarakah di Musala Al-Iman, Komplek PGRI II, Kelurahan Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo, Minggu (24/5/2026). (Foto: Prokompin Kota Padang). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Selah satu program unggulan Kota Padang di bawah kepemimpinan Fadly Amran-Maigus Nasir adalah Smart Surau. Namun belum banyak yang tahu apa saja cakupan utama Smart Surau? 

Wakil Walikota Padang Maigus Nasir membahas cukupan utama Smart Surau ketika menjadi penceramah pada kegiatan Subuh Mubarakah di Musala Al-Iman, Komplek PGRI II, Kelurahan Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo, Minggu (24/5/2026). Turut hadir Camat Nanggalo David Ferdinand, beserta lurah, serta jemaah Musala Al Iman.

“Kesuksesan anak-anak kita tidak hanya ditentukan oleh IQ, tetapi juga oleh kejujuran, etika, dan sikap. Inilah yang mau kita hadirkan lewat program Smart Surau, untuk membentuk generasi muda yang Qurani dan beriman kepada Allah SWT," katanya. 

Pada kesempatan itu, Wawako memaparkan sejumlah program pembangunan Kota Padang di bidang pendidikan, keagamaan, dan pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, program Smart Surau sebagai upaya membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak, etika, dan kejujuran.

Dijelaskannya, Smart Surau mencakup empat kegiatan utama, yakni Subuh Mubarakah, Remaja Masjid Reborn, revisi kurikulum MDTA/TQA, serta penyediaan Wifi gratis dan ruang pembelajaran digital di masjid dan musala.

Dia juga menjelaskan tentang program Padang Juara yang memberikan kesempatan bagi generasi muda Kota Padang untuk melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri melalui program beasiswa. Pemerintah Kota Padang sudah mengirim 14 pelajar ke Arizona State University di Amerika Serikat.

“Saat ini kita sedang menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi yang ada di Malaysia terkait beasiswa bagi penghafal Al-Qur’an. Pemerintah Kota Padang juga tengah menjalin kerja sama dengan Provinsi Guangdong, Republik Rakyat Tiongkok (Cina) terkait program beasiswa," ujarnya. 

Selain itu, rencana pembangunan infrastruktur jalan di kawasan Kurao dan sekitarnya. Pemerintah Kota Padang telah menyiapkan anggaran Rp2 miliar untuk menuntaskan jalur dua Kurao sepanjang 200 meter.

Pemko Padang juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp16 miliar untuk pembangunan jalan dari jalur  dua Kurao menuju Maransi hingga tembus ke Jalan By Pass.

“Kami berharap dukungan dari masyarakat Nanggalo agar program pembangunan jalan ini dapat berjalan dengan lancar. Jalan ini sangat penting karena menghubungkan pusat kota dengan pusat pemerintahan, serta sejumlah perguruan tinggi yang berada di kawasan Jalan By Pass," terangnya. (*)

Sumber: Prokompin Kota Padang

Noel Stres Dituntut Lima Tahun    
Minggu, Mei 24, 2026

On Minggu, Mei 24, 2026

Noel Stres Dituntut Lima Tahun
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel dituntut hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider 90 hari kurungan. (Foto Immanuel Ebenezer: Int) 

BENTENGSUMBAR.COM
- Usai dituntut hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider 90 hari kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel, langsung membuat analisa sendiri.

"Mungkin (Noel) stres. Ia membuat matematika hukum sendiri. Ia korupsi Rp3 miliar, tapi dikasih hukuman 5 tahun penjara," kata Direktur ABC Riset & Consulting Erizal, dikutip Minggu 24 Mei 2026. 

"Begitulah rumus matematika hukum koruptor ala Noel. Ia malah kasihan dengan Pak Hery Sutanto, katanya. Korupsinya hanya Rp4 miliar, tapi hukumannya malah 7 tahun penjara. 

Menurut Erizal, publik justru merasa iba dengan Noel yang melontarkan logika hukumnya dibuat suka-suka sendiri saja.

"Sudah begitu, hukum pula yang dibilang gila, karena menghukum dirinya," kata Erizal.

"Malah Noel jelas bilang ia menyesal korupsi sedikit, karena hukumnya berat. Harusnya korupsi banyak saja, karena hukumnya, dianggapnya lebih ringan," sambungnya.

Erizal menegaskan bahwa Matematika hukum koruptor ala Noel jelas keliru. Harusnya bukan soal jumlah saja, tapi juga soal posisi. Semakin tinggi posisi seseorang, harusnya hukumannya semakin berat kalau ia masih korupsi.

"Seharusnya selevel menteri atau wakil menteri itu, kalau masih korupsi juga, seharusnya kalau tidak hukuman mati, minimal seumur hidup, berapapun jumlah korupsinya. Bukan malah satu miliar satu tahun. Itulah matematika hukum yang seharusnya," pungkas Erizal. (*) 

Sumber: RMOL