HEADLINE
JPS Cup Tampil Memikat, Sederhana Namun Meriah    
Sabtu, Juni 06, 2026

On Sabtu, Juni 06, 2026

JPS Cup Tampil Memikat, Sederhana Namun Meriah
Jaringan Pemimpin Redaksi Sumbar (JPS) tidak mau ketinggalan dan ambil bagian dalam memeriahkan piala Dunia, dengan menggelar JPS Cup. (Foto: Ucok). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Menyambut pesta akbar sepak bola dunia, Jaringan Pemimpin Redaksi Sumbar (JPS) tidak mau ketinggalan dan ambil bagian dalam memeriahkan piala Dunia, dengan menggelar JPS Cup. 

JPS Cup memperebutkan piala bergilir wakil ketua Komisi VI Andre Rosiade, yang saat ini juga membidani "PS Semen Padang" dan berupaya menaikkan kembali "marwah" dengan naik kembali pada liga 1 dengan meraih predikat terbaik nantinya di liga 2.

Pada saat pembukaan JPS Cup, ketua JPS Sumbar Adrian Tuswandi, SH, WU, yang juga Dewas LKBN Antara mengatakan, turnamen ini akan dilaksanakan minimal 2 tahun sekali. 

"Kita akan adakan turnamen ini paling tidak sekali dalam dua tahun, jika perlu kita tingkatkan setahun sekali," ucap Adrian Tuswandi yang kerap dipanggil Toad, Sabtu (6/6/2026). 

Dia juga menambahkan, selain mencari juara, yang utama adalah menjalin silaturahmi sesama pemain dan berbagai lembaga. 

"Dalam turnamen ini yang paling utama bukan juaranya, tapi bagaimana bisa mempererat silaturahmi sesama wartawan dan berbagai lembaga," tambahnya. 

Pernyataan Toad di dukung Andre Rosiade, dhamana dia mengatakan, jika perlu JPS Cup diadakan dua kali dalam setahun, sehingga bisa memecah rekor dan menjadi perhatian. 

"Agar luar biasa, JPS adakan event ini dalam setahun sebanyak dua kali, sehingga menjadi perhatian dan memecahkan recor event," tutur Andre. 

Andre juga berharap, kedepan peserta bisa lebih banyak, sehingga silaturahmi semakin berkembang dan semakin luas.

"Jika perlu, pada event mendatang, peserta lebih banyak, sehingga silaturahmi lebih luas," tambahnya. 

JPS Cup kali ini diikuti 8 team, yakni Bank Nagari, Semen Padang, Airport (Injouney), Pertamina, KPU, BAWASLU, Socer Jurnalis Biru dan Socer Jurnalis Hitam. 

Dibabak penyisihan, Bank Nagari mengalahkan Pertamina, Semen Padang mengalahkan Socer Jurnalis Biru, Bawaslu menundukkan KPU dan Injorney ditundukkan Socer Jurnalis Hitam, untuk selanjutnya masuk babak semifinal final. 

Pada babak semifinal akan  berhadapan Bank Nagari melawan Semen Padang, dan Bawaslu berhadapan dengan Socer Jurnalis Hitam, memperebutkan juara 1 dah 2 serta piala bergilir. 

Pembukaan serta pertandungan bapak penyisihan berlangsung sukses dan tampak memikat, meskipun sederhana namun terlihat meriah. (Ucok)

Gubernur Mahyeldi Pimpin Goro Gerakan Indonesia Asri, Ajak Masyarakat Jadikan Kebersihan Sebagai Budaya    
Sabtu, Juni 06, 2026

On Sabtu, Juni 06, 2026

Gubernur Mahyeldi Pimpin Goro Gerakan Indonesia Asri, Ajak Masyarakat Jadikan Kebersihan Sebagai Budaya
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah memimpin gotong royong (goro) massal serentak dalam Gerakan Indonesia Asri di kawasan Pantai Purus, Padang, Sabtu (6/6/2026). (Foto: adpim). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah memimpin gotong royong (goro) massal serentak dalam Gerakan Indonesia Asri di kawasan Pantai Purus, Padang, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan yang terhubung secara telekonferensi dengan Presiden RI Prabowo Subianto tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sekaligus momentum menguatkan budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan itu, Mahyeldi melepas sekitar 430 peserta yang terdiri dari perwakilan unsur organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, akademisi, komunitas, kelompok masyarakat, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, hingga pelaku usaha perhotelan untuk melakukan aksi bersih-bersih di sepanjang kawasan Pantai Purus.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.

“Hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Tema Hari Lingkungan Hidup tahun ini adalah ‘Saatnya Bekerja untuk Iklim’. Artinya, kesadaran lingkungan harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberi manfaat dan dampak langsung bagi masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata, tetapi memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia meminta para Bupati dan Walikota di Sumbar terus menggerakkan partisipasi masyarakat hingga tingkat RT, RW, kelurahan, dan nagari.

“Alam Sumbar ini indah. Jika kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan terus tumbuh, saya yakin daerah kita akan semakin bersih, sehat, nyaman, dan menjadi kebanggaan bersama,” katanya.

Mahyeldi juga menegaskan bahwa persoalan sampah harus mulai diselesaikan dari sumbernya melalui pemilahan dan pengelolaan yang tepat. Menurutnya, sampah organik dapat diolah menjadi kompos maupun pakan maggot, sedangkan sampah anorganik seperti plastik dapat didaur ulang menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

“Kami berharap pemerintah kabupaten dan kota semakin serius mendorong pemilahan sampah, bahkan dimulai dari rumah tangga. Sampah sesungguhnya bisa menjadi berkah jika dikelola dengan baik,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Provinsi Sumbar secara bertahap terus berupaya mendorong pengelolaan sampah mandiri di lingkungan kantor pemerintahan dan sekolah-sekolah SMA/SMK negeri.

“Kantor-kantor pemerintah provinsi dan sekolah-sekolah terus kita dorong untuk mengolah sampah secara mandiri. Sampah harus mulai dikelola di tempat masing-masing agar tidak seluruhnya berakhir di TPA,” tegas Mahyeldi.

Ia meyakini budaya pengelolaan sampah dari sumber akan mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA), sekaligus membentuk karakter masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan. Untuk itu, Mahyeldi meminta Dinas Lingkungan Hidup Sumbar segera menyusun panduan praktis pengelolaan sampah yang mudah diterapkan masyarakat.

Selain itu, Mahyeldi menyoroti hubungan erat antara kebersihan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor pariwisata. Menurutnya, pengalaman penataan kawasan Pantai Padang saat dirinya menjabat Wali Kota Padang membuktikan bahwa lingkungan yang bersih dan tertata mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Saat Pantai Padang mulai dibenahi pada periode 2014 hingga 2018, pendapatan daerah dari sektor pariwisata meningkat hingga 600 persen. Ini menunjukkan bahwa kebersihan dan penataan lingkungan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Mahyeldi juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, mulai dari perusahaan swasta, BUMN, BUMD, perbankan, komunitas, hingga relawan yang terlibat dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Kita ingin Gerakan Indonesia Asri benar-benar hidup di tengah masyarakat. Kesadaran menjaga kebersihan harus menjadi budaya dan karakter setiap warga. Jangan menjadi penyebab sampah, tetapi jadilah pelopor dalam mengelola dan mengurangi sampah,” ujar Mahyeldi.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar, Tasliatul Fuaddi melaporkan bahwa kegiatan goro massal tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang melibatkan unsur pemerintah, masyarakat, relawan, dunia usaha, dan perguruan tinggi.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi stimulus agar gerakan menjaga kebersihan lingkungan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat di lingkungannya masing-masing,” kata Tasliatul Fuaddi.

Ia menjelaskan, jumlah peserta yang terlibat mencapai sekitar 430 orang, terdiri dari 230 peserta dari OPD Pemprov Sumbar, 35 peserta dari instansi vertikal dan akademisi, 55 peserta dari komunitas dan kelompok masyarakat, serta sekitar 85 peserta dari perusahaan, BUMN, BUMD, dan sektor perhotelan.

Gerakan bersih-bersih pantai tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Sumbar terhadap peluncuran Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dicanangkan pemerintah pusat sebagai upaya memperkuat budaya peduli lingkungan di seluruh Indonesia. (adpsb/cen/bud)

Gubernur Mahyeldi Gaungkan Pesan Pelestarian Lingkungan Lewat Lomba Lagu Pasan Buruang, 311 Pelajar Ikut Berprestasi    
Sabtu, Juni 06, 2026

On Sabtu, Juni 06, 2026

Gubernur Mahyeldi Gaungkan Pesan Pelestarian Lingkungan Lewat Lomba Lagu Pasan Buruang, 311 Pelajar Ikut Berprestasi
Grand Final Lomba Video dan Lagu Pasan Buruang Antar SMA/SMK se-Sumbar Tahun 2026 di Auditorium Gubernuran Sumbar, Jumat (5/6/2026) malam. (Foto: adpim). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menggaungkan pentingnya pelestarian lingkungan melalui pendekatan seni dan budaya Minangkabau dengan membuka Grand Final Lomba Video dan Lagu Pasan Buruang Antar SMA/SMK se-Sumbar Tahun 2026 di Auditorium Gubernuran Sumbar, Jumat (5/6/2026) malam.

Kegiatan yang diikuti 311 pelajar dari berbagai daerah di Sumbar itu menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda melalui karya kreatif yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menegaskan pemilihan lagu Pasan Buruang sebagai tema lomba bukan semata-mata ajang unjuk bakat seni, melainkan media edukasi untuk menginternalisasikan pesan-pesan pelestarian lingkungan kepada para pelajar.

“Melalui lomba ini kita ingin menginternalisasikan pesan-pesan yang terkandung dalam lagu Pasan Buruang. Lagu-lagu Minang memiliki keunggulan karena syairnya lahir dari peristiwa alam dan kehidupan masyarakat sehari-hari, sehingga sarat dengan nilai dan pelajaran hidup,” ujar Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, seni dan budaya memiliki kekuatan besar dalam membentuk kesadaran masyarakat. Karena itu, generasi muda perlu didorong untuk tidak hanya menikmati karya seni, tetapi juga mampu menciptakan dan menyebarluaskan karya yang mengangkat persoalan sosial maupun lingkungan di sekitarnya.

“Kita ingin anak-anak kita terlatih mengangkat berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar mereka menjadi karya yang bermakna. Yang terpenting bukan hanya menyanyi, tetapi bagaimana pesan itu sampai dan dapat dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Mahyeldi menilai pesan yang terkandung dalam lagu Pasan Buruang semakin relevan setelah Sumbar mengalami bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah beberapa waktu lalu. Menurutnya, berkurangnya tutupan hutan serta praktik penebangan liar menjadi persoalan yang harus mendapat perhatian bersama.

“Daerah kita baru saja mengalami banjir dan longsor. Salah satu penyebabnya karena banyak pohon yang sudah hilang, baik karena tumbang maupun akibat penebangan ilegal. Karena itu, pesan-pesan pelestarian lingkungan harus terus disampaikan dengan berbagai cara, termasuk melalui seni dan budaya,” tegasnya.

Lomba Video dan Lagu Pasan Buruang merupakan hasil kolaborasi Dinas Pendidikan Sumbar bersama Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan, Diskominfotik Sumbar, serta sejumlah pihak lainnya. Gagasan penyelenggaraannya lahir sebagai bentuk refleksi atas bencana hidrometeorologi yang melanda Sumbar pada akhir tahun lalu sekaligus upaya menumbuhkan kepedulian lingkungan di kalangan pelajar.

Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Habibul Fuadi mengatakan antusiasme peserta dalam mengikuti lomba tersebut sangat tinggi. Sebanyak 311 peserta dari SMA dan SMK se-Sumbar mengirimkan video penampilan melalui media sosial sebagai bagian dari proses seleksi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 173 karya dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi dan substansi. Selanjutnya, dewan juri menetapkan 50 semifinalis yang tampil secara langsung dengan iringan musik band sebelum akhirnya terpilih 10 finalis terbaik.

“Malam ini kita menyaksikan 10 finalis terbaik, terdiri dari lima putra dan lima putri, yang telah melalui proses seleksi yang sangat ketat. Selain itu, kita juga menampilkan 10 karya video terbaik hasil kreativitas siswa-siswi dari berbagai daerah di Sumatera Barat,” ungkap Habibul.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, mulai dari pemerintah daerah, sponsor, kepala sekolah, guru pembimbing, hingga para orang tua yang turut mendampingi peserta selama proses kompetisi.

Pada kesempatan itu, Habibul juga mengungkapkan rencana penguatan pendidikan lingkungan di sekolah melalui Gerakan Satu Siswa Satu Pohon yang akan mulai diterapkan pada tahun ajaran mendatang dengan dukungan bibit dari Dinas Kehutanan Sumbar.

“Kami menargetkan sekitar 80 ribu pohon ditanam setiap tahun. Jumlah itu sebanding dengan jumlah siswa SMA dan SMK yang lulus setiap tahunnya. Ini menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian lingkungan sejak dini,” katanya.

Grand Final Lomba Video dan Lagu Pasan Buruang 2026 turut dihadiri unsur Forkopimda Sumbar, bupati dan wali kota atau perwakilan, Ketua TP-PKK Sumbar, Ketua Dharma Wanita Persatuan Sumbar, pimpinan perangkat daerah, sponsor kegiatan, dewan juri, serta ratusan pelajar dan pendukung finalis dari berbagai kabupaten dan kota di Sumbar.(adpsb/cen/bud)

Gubernur Mahyeldi Hadiri Doa Bersama Tujuh Hari Wafatnya Ibunda Kapolda Sumbar    
Sabtu, Juni 06, 2026

On Sabtu, Juni 06, 2026

Gubernur Mahyeldi Hadiri Doa Bersama Tujuh Hari Wafatnya Ibunda Kapolda Sumbar
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menghadiri kegiatan yasinan dan doa bersama tujuh hari wafatnya ibunda Kapolda Sumbar, Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta, Hj. Kastarini binti Padmo Wisastro. (Foto: ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menghadiri kegiatan yasinan dan doa bersama tujuh hari wafatnya ibunda Kapolda Sumbar, Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta, Hj. Kastarini binti Padmo Wisastro, di Rumah Dinas Kapolda Sumbar, Jumat (5/6/2026).

Kehadiran Gubernur bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, pimpinan perguruan tinggi, serta berbagai elemen masyarakat menjadi wujud penghormatan sekaligus ungkapan belasungkawa atas berpulangnya almarhumah.

Dalam sambutannya, Mahyeldi mengajak seluruh hadirin menjadikan momentum tersebut sebagai pengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT.

“Hari ini kita hadir untuk mendoakan almarhumah sekaligus mengambil pelajaran berharga. Tidak ada satu pun yang mengetahui kapan akan berpisah dengan dunia ini, tetapi yang pasti setiap orang akan mengalaminya,” ujar Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, kisah wafatnya almarhumah yang disampaikan Kapolda Sumbar mengandung hikmah yang mendalam. Almarhumah mengembuskan napas terakhir setelah menunaikan salat dhuha dan dalam keadaan berzikir kepada Allah SWT.

“Itu menjadi pelajaran bagi kita semua. Apa yang dibiasakan selama hidup akan hadir di akhir kehidupan. Mudah-mudahan hari-hari yang kita jalani dipenuhi amal-amal yang diridai Allah SWT,” katanya.

Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Sumbar, Mahyeldi menyampaikan duka cita yang mendalam kepada Kapolda Sumbar beserta seluruh keluarga yang ditinggalkan.

“Kami turut berduka cita atas berpulangnya almarhumah Hj. Kastarini. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT, diampuni segala khilafnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya,” ucap Mahyeldi.

Ia juga mengajak seluruh hadirin untuk memaafkan segala kekhilafan almarhumah semasa hidup sebagaimana permintaan yang disampaikan pihak keluarga.

“Jika ada kekhilafan ataupun kesalahan almarhumah selama hidupnya, mari kita maafkan bersama. Semoga tidak ada lagi yang menghalangi perjalanan beliau menuju rahmat dan ampunan Allah SWT,” tuturnya.

Mahyeldi turut mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.

“Mudah-mudahan Pak Kapolda dan seluruh keluarga diberikan kesabaran oleh Allah SWT. Kesabaran itulah yang akan semakin mengokohkan keimanan kita,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta mengenang almarhumah sebagai sosok ibu yang penuh kasih sayang dan selalu mengutamakan keluarga. Meski telah berusia 81 tahun, almarhumah dikenal sangat dekat dengan anak, cucu, hingga buyutnya.

Dengan suara bergetar, Gatot menceritakan pengalaman terakhir dirinya bersama sang ibunda. Ia menngungkapkan beberapa hari sebelum wafat, sang ibunda masih sempat berkunjung ke Sumbar dan menyaksikan langsung perjalanan pengabdiannya sebagai Kapolda Sumbar.

"Kebersamaan keluarga pada masa-masa terakhir tersebut, menjadi momen yang akan selalu kami kenang,"ungkapnya.

Ia juga tidak lupa menyampaikam permohonan maaf kepada seluruh pihak yang pernah bertemu dengan ibundanya. Jika selama berinteraksi ada kesalahan ibundanya, baik yang disengaja maupun tidak disengaja, selaku pihak keluarga ia memohon itu dapat dimaafkan.

"Dengan segala kerendahan hati, kami mohon agar salah dan khilaf ibu saya dapat dimaafkan,” ujar Gatot.

Suasana khidmat dan haru mewarnai rangkaian yasinan dan doa bersama tersebut. Selain menjadi sarana mempererat silaturahmi, kegiatan itu juga menjadi ruang refleksi bagi para hadirin tentang pentingnya memperbanyak amal saleh serta mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan yang kekal. (adpsb/cen/bud)

Saptarius Pemred Jurnal Sumbar Dipercaya sebagai Ketua Lembaga Kerja Sama Bisnis dan Advokasi JMSI Sumbar    
Sabtu, Juni 06, 2026

On Sabtu, Juni 06, 2026

Saptarius Pemred Jurnal Sumbar Dipercaya sebagai Ketua Lembaga Kerja Sama Bisnis dan Advokasi JMSI Sumbar
Pemimpin Redaksi Jurnal Sumbar, Saptarius juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pelayanan publik. (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pengurus Pusat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) mempercayakan Saptarius, Pemimpin Redaksi Jurnal Sumbar, untuk memimpin Lembaga Kerja Sama Bisnis dan Advokasi JMSI Provinsi Sumatera Barat periode 2025–2030.

Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Pengurus Pusat JMSI Nomor 137/PP/SK/JMSI/V/2026 tentang Penetapan Pengurus Daerah JMSI Provinsi Sumatera Barat periode 2025–2030.

Selain dikenal sebagai Pemimpin Redaksi Jurnal Sumbar, Saptarius juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pelayanan publik. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua Forum Pelayanan Publik Kabupaten Sijunjung, sebuah wadah yang mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik serta partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.

Di bidang jurnalistik, Saptarius merupakan wartawan yang telah mengantongi sertifikasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Utama, jenjang kompetensi tertinggi dalam profesi kewartawanan yang ditetapkan Dewan Pers. Pengalaman panjang di dunia pers dan organisasi menjadi salah satu modal penting dalam mengemban amanah baru tersebut.

Dalam struktur Lembaga Kerja Sama Bisnis dan Advokasi JMSI Sumbar, Saptarius akan didampingi oleh Handi Yanuar, S.Sos sebagai sekretaris, serta Yuliandi Candra dan Heru Iriawan sebagai anggota.

Kepercayaan yang diberikan kepada Saptarius dinilai sejalan dengan kiprahnya selama ini dalam membangun ekosistem media yang profesional, independen, dan berorientasi pada kepentingan publik. Melalui lembaga yang dipimpinnya, ia diharapkan mampu memperkuat kerja sama bisnis antarperusahaan pers sekaligus memberikan pendampingan dan advokasi bagi anggota JMSI di Sumatera Barat.

Penunjukan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan konsistensinya dalam dunia jurnalistik, organisasi profesi, serta berbagai aktivitas yang berkaitan dengan penguatan pelayanan publik dan pembangunan daerah. (*)

Pewarta: Marjafri

Wawako Maigus Nasir Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Padang TA 2025    
Sabtu, Juni 06, 2026

On Sabtu, Juni 06, 2026

Wawako Maigus Nasir Sampaikan Ranperda APBD Kota Padang TA 2025
Wawako Maigus Nasir menyampaikan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran APBD Kota Padang Tahun Anggaran (TA) 2025 kepada DPRD Kota Padang. (Foto: Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, secara resmi menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kot Padang Tahun Anggaran (TA) 2025 kepada DPRD Kota Padang. 

Nota keuangan pertanggungjawaban APBD Kota Padang tahun anggaran 2025 itu disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Padang di ruang Sidang Utama DPRD Kota Padang, Sabtu (6/6/2026).

Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion didampingi Wakil Ketua Mastilizal Aye dan Osman Ayub serta Sekwan Hendrizal Azhar dan anggota DPRD Kota Padang.

Sedangkan dipihak Pemko Padang, selain dihadiri Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, hadir juga Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Padang, dan unsur Forkopimda Kota Padang.

Mewakili Wali Kota Padang, Maigus Nasir menyampaikan rasa syukur atas capaian Pemerintah Kota (Pemko) Padang yang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 dari BPK RI Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar).

"Raihan WTP ini menjadi yang ke-13 kalinya bagi Pemko Padang dan ke-12 secara berturut-turut sejak tahun anggaran 2014. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari komitmen dan kerjasama antara Pemko dan DPRD dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang akuntabel dan transparan," katanya. 

Raihan WTP ini menjadi yang ke-13 kalinya bagi Pemerintah Kota (Pemko) Padang dan ke-12 secara berturut-turut sejak tahun anggaran 2014. 

Keberhasilan itu disebut tidak terlepas dari komitmen dan kerja sama antara Pemko Padang dan DPRD Kota Padang dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang akuntabel dan transparan.

Pemko Padang berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah sebagai bagian dari implementasi Program Unggulan (Progul) “Padang Amanah”.

Dalam laporan realisasi APBD tahun anggaran 2025, pendapatan daerah tercatat mencapai Rp2,85 triliun atau 99,15 persen dari target Rp2,88 triliun. Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp924,53 miliar atau 102,99 persen dari target Rp897,69 miliar.

"Pemko Padang berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan bertanggung jawab. Kami berharap, Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 ini dapat dibahas dan diproses DPRD Kota Padang sesuai ketentuan, sehingga dapat ditetapkan menjadi Perda secara tepat waktu," ujarnya. 

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mengapresiasi penyampaian Ranperda tersebut dan menyatakan siap untuk langsung membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna melakukan pembahasan lebih lanjut.

"Kita akan bahas Ranperda ini bersama OPD terkait, semoga dapat ditetapkan menjadi Perda sesuai jadwal yang ditetapkan," cakapnya. (Prokompin)

PSP Padang lolos ke Babak 32 Besar Liga 4 Nasional    
Sabtu, Juni 06, 2026

On Sabtu, Juni 06, 2026

PSP Padang lolos ke Babak 32 Besar Liga 4 Nasional
PSP menang dengan skor 3-0 atas kesebelasan ASIOP di laga terakhir grup H pada Liga 4 Nasional, Jumat, 5 Juni 2026, di Bantul, Yogyakarta. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kehadiran Wali Kota Padang, Fadly Amran, menjadi suntikan motivasi luar biasa bagi skuad PSP Padang. Menyaksikan langsung dari tribun Stadion Utama Sultan Agung, Bantul, PSP menang dengan skor 3-0 atas kesebelasan ASIOP di laga terakhir grup H pada Liga 4 Nasional, Jumat, 5 Juni 2026, di Bantul, Yogyakarta. 

Wali Kota  Padang Fadly Amran, Manajer PSP Padang Indra Yunaidi, Ketua Umum PSP Padang Amril Amin, Wakil Ketua Umum Oesman Ayub dan Pelatih PSP Joni Efendi. 

Kerja keras tim selama babak 64 besar harus patut diapresiasi. Usai bertanding, Wali Kota langsung menggelontorkan bonus kepada pemain.

"Alhamdulillah, perjuangan yang luar biasa, terimakasih seluruh Tim PSP, warga Kota Padang bangga," kata Wako.

Kemenangan gemilang ini memastikan langkah PSP Padang melaju ke babak 32 besar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026. Raihan positif ini diharapkan menjadi momentum penting bagi Pandeka Minang untuk terus melangkah jauh dan mengukir prestasi terbaik di tingkat nasional.

"Malam ini saya berikan jersey PSP dan bonus sebesar Rp20 juta untuk pemain," ujarnya. 

Manajer PSP bangga atas kerja keras tim di lapangan hijau. Apalagi sebelum bertanding, kesebelasan PSP merasakan beban berat di pundak karena harus bisa memenangkan laga.

Pemerintah Kota Padang berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan sepak bola dan pembinaan atlet-atlet muda agar mampu mengharumkan nama kota di kancah nasional maupun internasional.

PSP Padang tampil dominan sejak menit-menit awal. Gol pembuka tercipta cepat pada menit ke-3, dari tendangan 25 meter sayap kiri flamboyan Gibran Tito Kurniawan. Kemudian diikuti gol kedua di menit ke-10 oleh striker rekrutan dari PSLA Sicincin Ariswar Hanif. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

Tekanan terus berlanjut di babak kedua. Gol ketiga bersarang di menit ke-72, memastikan kemenangan meyakinkan 3-0. Gol ini, terjadi berkat sisiran di kanan pertahanan lawan oleh Syarif yang langsung memberikan umpan terukur ke Lutfi di kotak penalti. Sayap cepat PSP ini dengan tenang menceploskan bola ke gawang ASIOP Jakarta, tanpa mampu terjangkau oleh Kiper.

Kemenangan ini membawa PSP Padang naik ke posisi runner-up klasemen Grup H. Dengan hasil ini, Pandeka Minang lolos sebagai runner-up Grup H dan masuk ke babak 32 besar.

"Tapi berkat kerja keras, akhirnya Dewi Fortuna bersama kami hari ini," cakap Indra Yunaidi. (*) 

Sumber: Diskominfo Kota Padang

Terkuak Usai Setahun Disembunyikan: Ayah Tiri Cabuli Anak di Solok, Warga Murka Pelaku Dihajar    
Sabtu, Juni 06, 2026

On Sabtu, Juni 06, 2026

Terkuak Usai Setahun Disembunyikan: Ayah Tiri Cabuli Anak di Solok, Warga Murka Pelaku Dihajar
Seorang pria berinisial WJ (44), warga Jorong Panyalai, Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang, akhirnya berhadapan dengan hukum usai dilaporkan melakukan tindak pidana pencabulan dan persetubuhan berulang kali terhadap anak tirinya sendiri, RK (17). (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kabar menyayat hati sekaligus memicu kemarahan melanda masyarakat Kabupaten Solok. Seorang pria berinisial WJ (44), warga Jorong Panyalai, Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang, akhirnya berhadapan dengan hukum usai dilaporkan melakukan tindak pidana pencabulan dan persetubuhan berulang kali terhadap anak tirinya sendiri, RK (17), selama kurang lebih satu tahun lamanya. Kasus kelam ini terungkap setelah korban tak lagi mampu menahan rasa takut dan akhirnya menceritakan segalanya kepada keluarga terdekat, Jumat (5/6/2026).

Kejadian bermula dari rasa curiga keluarga korban yang menyadari adanya perubahan sikap mencolok pada diri RK. Setiap kali diminta untuk berkunjung atau pulang ke kediaman orang tuanya di Nagari Cupak, korban selalu terlihat sangat ketakutan dan berusaha menolak.

Penasaran dengan ketakutan yang beralasan itu, adik korban memberanikan diri bertanya hingga akhirnya RK menangis dan menceritakan segala perlakuan keji yang ia terima dari ayah tirinya sendiri, Weri Jefrianto, selama setahun belakangan.

Cerita itu pun menyebar ke kalangan keluarga besar. Amarah memuncak ketika fakta pahit itu terungkap. Situasi memanas pada pukul 16.13 WIB, di Jorong Balai Tinggi, Nagari Koto Gadang Koto Anau, Kecamatan Lembang Jaya. 

Keributan pecah saat warga dan keluarga mengetahui keberadaan pelaku yang berada di lokasi. Dikuasai rasa marah karena perlindungan diri anak telah dilanggar orang yang seharusnya menjaganya, massa langsung menyerbu pelaku. Weri Jefrianto sempat dihajar hingga babak belur dan tangannya diikat warga agar tidak melarikan diri.

Mendapat laporan adanya keributan massal, Kasi Pemerintahan Nagari serta pihak kepolisian dari Polsek Lembang Jaya segera bergerak ke lokasi kejadian. 

Sesampainya di tempat, petugas mendapati pelaku sudah dalam keadaan terikat dan mengalami memar di bagian wajah akibat amukan warga. 

Personel kepolisian turun tangan menenangkan situasi dan segera mengevakuasi pelaku ke dalam kendaraan dinas demi menyelamatkan nyawanya dari kemarahan massa yang kian meluap.

“Keluarga korban menyampaikan tuduhan yang sangat berat. Pelaku adalah ayah tiri korban sendiri dan telah berulang kali melakukan perbuatan asusila itu sejak sekitar bulan Mei tahun lalu. Selama ini korban diam karena terancam dan takut,” ungkap keterangan yang dihimpun dari keterangan pihak nagari.

Setelah suasana kondusif kembali, korban beserta pelaku langsung dibawa ke Polres Solok untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Secara resmi, ayah kandung korban bernama Bujang (43), berprofesi sebagai petani, telah menandatangani Laporan Polisi dengan nomor LP/B/46/VI/2026/SPKT.SAT RESKRIM/POLRES SOLOK/POLDA SUMBAR tertanggal 6 Juni 2026.

Kasus ini kini ditangani secara khusus oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) di bawah Satuan Reserse Kriminal Polres Solok. 

Penyidik tengah memfokuskan pemeriksaan mendalam guna mengumpulkan keterangan dari para saksi dan menguatkan bukti-bukti permulaan yang ada.

Pelaku terancam jerat hukum berat sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak yang memuat sanksi tambahan bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak.

Pihak kepolisian menegaskan tidak akan ada toleransi dalam kasus yang merusak masa depan anak ini. 

Langkah hukum akan dipercepat agar rasa keadilan terpenuhi dan memberikan efek jera, sekaligus mengembalikan ketenangan hati korban yang telah lama menderita dalam diam.(80)

Andre Rosiade dan Rachmad Wijaya Resmikan Area Parkir Truk Bypass, Dorong Penataan Lalu Lintas dan Kelancaran Logistik Teluk Bayur    
Sabtu, Juni 06, 2026

On Sabtu, Juni 06, 2026

Andre Rosiade dan Rachmad Wijaya Resmikan Area Parkir Truk Bypass, Dorong Penataan Lalu Lintas dan Kelancaran Logistik Teluk Bayur
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, bersama Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya, meresmikan Area Parkir Bypass di Jalan Bypass Km 2, Lubuk Begalung, Kota Padang. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, bersama Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya, meresmikan Area Parkir Bypass di Jalan Bypass Km 2, Lubuk Begalung, Kota Padang, Jumat (5/6/2026). 

Kehadiran fasilitas parkir khusus truk tersebut diharapkan menjadi solusi untuk menata lalu lintas kendaraan angkutan barang menuju Pelabuhan Teluk Bayur sekaligus mendukung kelancaran distribusi logistik dan peningkatan pendapatan daerah.

Peresmian area parkir yang mengusung slogan “Parkir Aman, Perjalanan Nyaman, Bisnis Lancar” itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye, General Manager Pelindo Teluk Bayur Ferial Dunan, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang Yudi Indra Sani, Kepala Bapenda Kota Padang Atos, unsur Forkopimda, pelaku usaha transportasi, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Andre Rosiade mengapresiasi langkah Pelindo yang memanfaatkan aset yang sebelumnya kurang optimal menjadi fasilitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia usaha.

Menurutnya, area parkir tersebut tidak hanya mendukung aktivitas logistik, tetapi juga membantu mengurai kemacetan di kawasan Bypass yang selama ini menjadi jalur utama menuju Pelabuhan Teluk Bayur.

“Kami mengapresiasi langkah Pelindo memanfaatkan aset yang kurang optimal menjadi optimal. Ini bisa menambah pemasukan bagi Pelindo, berkontribusi terhadap PAD Kota Padang, dan tentu membantu mengurai kemacetan yang ada di jalan Bypass ini,” kata Andre.

Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar itu berharap para pengusaha angkutan dan pemilik truk dapat memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan.

Menurutnya, keberadaan area parkir resmi akan memberikan rasa aman bagi sopir sekaligus mengurangi praktik-praktik yang merugikan di lapangan.

“Harapan kami para pengusaha menyampaikan kepada sopir truk, daripada parkir di luar dan menghadapi berbagai persoalan, lebih baik parkir di dalam. Lebih aman, lebih tertib, dan insyaallah biayanya juga lebih terjangkau. Ini juga memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Rachmad Wijaya menegaskan bahwa penataan kendaraan angkutan menuju Pelabuhan Teluk Bayur sudah menjadi kebutuhan mendesak.

Berdasarkan pengamatannya, sebagian besar lalu lintas kendaraan menuju pelabuhan didominasi truk tangki pengangkut CPO yang selama ini kerap menimbulkan kemacetan dan risiko kecelakaan di sepanjang jalur Bypass.

Andre Rosiade dan Rachmad Wijaya Resmikan Area Parkir Truk Bypass, Dorong Penataan Lalu Lintas dan Kelancaran Logistik Teluk Bayur
Anggota DPR RI Andre Rosiade dan Ketua Komisi II DPRD Kota Padang Rachmat Wijaya terlibat pembicaraan serius. (Foto: Ist). 

“Hampir 70 persen traffic lalu lintas ke pelabuhan itu didominasi oleh truk tangki CPO. Inilah yang selama ini menjadi salah satu penyebab kemacetan dan kecelakaan. Karena itu, kami berharap melalui kerja sama Pelindo, Pemko Padang dan seluruh stakeholder, jalan Bypass menuju pelabuhan bisa lebih tertib dan aman,” kata Rachmad.

Politisi Gerindra tersebut juga menekankan bahwa keberadaan area parkir ini akan memberikan manfaat langsung bagi Kota Padang melalui penerimaan pajak parkir. 

Selain itu, sistem pembayaran yang diterapkan secara digital dinilai dapat mencegah praktik pungutan liar.

“Dengan adanya area parkir ini, kita membantu Pemko Padang meningkatkan PAD. Ada kontribusi pajak parkir sebesar 10 persen. Yang juga penting, seluruh transaksi dilakukan secara cashless dan digital, sehingga tidak ada ruang untuk pungli,” ujarnya.

Rachmad berharap seluruh pelaku usaha angkutan dan asosiasi transportasi dapat mendukung upaya penataan tersebut dengan tidak lagi memarkir kendaraan di badan maupun bahu jalan yang selama ini menjadi sumber kemacetan dan gangguan keselamatan lalu lintas.

Pada kesempatan yang sama, Sekda Kota Padang Raju Minropa menyampaikan apresiasi kepada Andre Rosiade dan jajaran DPRD Kota Padang yang telah mendorong hadirnya fasilitas tersebut. 

Menurutnya, area parkir truk menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mendukung penertiban lalu lintas di kawasan Bypass sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah.

Sementara itu, General Manager Pelindo Teluk Bayur Ferial Dunan menjelaskan area parkir yang dibangun di atas lahan sekitar 6.000 meter persegi tersebut merupakan bentuk sinergi Pelindo dengan pemerintah daerah dan mitra usaha untuk mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di Pelabuhan Teluk Bayur sebagai pintu gerbang perdagangan Sumatera Barat.

“Pelabuhan Teluk Bayur adalah pintu gerbang Sumatera Barat. Karena itu kami ingin menghadirkan fasilitas yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pelaku usaha. Mudah-mudahan area parkir ini menjadi solusi bagi aktivitas logistik dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Ferial.

Dengan beroperasinya Area Parkir Bypass Padang, pemerintah, Pelindo, dan para pelaku usaha berharap arus kendaraan angkutan barang menuju Teluk Bayur dapat lebih tertib, aman, dan efisien, sekaligus mendukung peningkatan pelayanan logistik serta pertumbuhan ekonomi Kota Padang dan Sumatera Barat. (*/By)

Rieke: Korupsi Izin Tinggal Orang Asing adalah Ancaman Kedaulatan Negara!    
Sabtu, Juni 06, 2026

On Sabtu, Juni 06, 2026

Rieke: Korupsi Izin Tinggal Orang Asing adalah Ancaman Kedaulatan Negara!
Kasus korupsi izin tinggal orang asing yang menjerat pejabat tinggi di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) disorot Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kasus korupsi izin tinggal orang asing yang menjerat pejabat tinggi di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) disorot Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka.

Rieke menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. 

Namun, ia menegaskan jika dugaan korupsi dalam penerbitan visa, izin tinggal, dan layanan keimigrasian yang melibatkan pejabat tinggi negara terbukti benar, maka kasus ini tidak dapat dipandang sebagai tindak pidana korupsi biasa lantaran bisa menjadi ancaman terhadap keutuhan dan kedaulatan negara.

"Kasus ini menyentuh langsung aspek kedaulatan negara,” tegas Rieke dalam keterangannya dikutip Sabtu, 6 Juni 2026.

Menurutnya, imigrasi bukan sekadar layanan administrasi publik. Imigrasi merupakan instrumen negara untuk mengendalikan lalu lintas orang yang masuk, keluar, dan berada di wilayah Indonesia. 

Melalui kewenangan keimigrasian, negara menjalankan fungsi perlindungan terhadap keamanan nasional, ketertiban umum, kepentingan ekonomi nasional, serta perlindungan warga negara Indonesia.

Karena itu, kata Rieke, ketika kewenangan keimigrasian diperdagangkan, disalahgunakan, atau dijadikan objek transaksi koruptif, yang dirugikan bukan hanya keuangan negara. 

Yang dipertaruhkan adalah integritas sistem pengawasan orang asing dan kedaulatan negara itu sendiri.

Rieke juga menegaskan dalam kasus ini juga menunjukkan bahwa reformasi kelembagaan melalui pembentukan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan belum cukup apabila tidak diikuti dengan reformasi tata kelola, pengawasan, integritas birokrasi, dan transformasi digital pelayanan publik.

"Apabila dugaan praktik tersebut berlangsung secara sistematis dan dalam kurun waktu yang panjang, maka persoalannya tidak lagi semata-mata berada pada level individu. Hal tersebut menunjukkan adanya kelemahan sistemik dalam mekanisme pengawasan, pengendalian internal, audit pelayanan, dan integrasi data antarinstansi," kata Legislator PDIP ini.

Lebih jauh, Rieka menyebut korupsi di sektor keimigrasian berpotensi membuka ruang bagi berbagai bentuk kejahatan transnasional, termasuk penyalahgunaan izin tinggal, perdagangan orang, kejahatan siber lintas negara, pencucian uang, hingga infiltrasi aktor asing yang dapat mengganggu kepentingan strategis nasional.

"Oleh karena itu, penegakan hukum harus berjalan tegas. Namun penegakan hukum saja tidak cukup. Negara harus menjadikan kasus ini sebagai momentum untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem keimigrasian nasional," pungkasnya. (*) 

Sumber: RMOL

Trump Bikin Bingung, Sebut Perang Iran Kelar Berujung Kena Tampar DPR    
Sabtu, Juni 06, 2026

On Sabtu, Juni 06, 2026

Trump Bikin Bingung, Sebut Perang Iran Kelar Berujung Kena Tampar DPR
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menghadapi kontradiksi politik yang makin sulit diabaikan terkait perang melawan Iran. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menghadapi kontradiksi politik yang makin sulit diabaikan terkait perang melawan Iran. 

Di satu sisi, pemerintahannya berulang kali menyatakan konflik tersebut pada dasarnya telah berakhir.

Namun di sisi lain, Trump masih mengaku sedang menjalankan negosiasi terakhir untuk mengakhiri perang yang sama.

Sembari mengecam anggota Kongres yang berupaya menghentikan keterlibatan militer AS.

Perdebatan itu kembali mengemuka setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS pada Rabu meloloskan resolusi yang memerintahkan presiden menarik pasukan Amerika dari konflik dengan Iran. 

Resolusi tersebut disahkan dengan selisih tipis, 215 suara berbanding 208.

Pemungutan suara itu menjadi pertama kalinya salah satu kamar di Kongres berhasil meloloskan langkah semacam itu sejak dimulainya Operasi Epic Fury pada 28 Februari lalu, operasi militer yang menandai keterlibatan langsung Amerika Serikat dalam perang melawan Iran.

Sehari setelah pemungutan suara, Trump melancarkan kritik keras melalui platform Truth Social. 

Ia menyebut langkah DPR tersebut sebagai tindakan yang "tidak patriotik" dan menyalahkan apa yang disebutnya sebagai sindrom kebencian terhadap Trump.

Namun, mengutip analisis The Guardian Sabtu (5/6/2026), fakta bahwa empat anggota Partai Republik ikut mendukung resolusi tersebut menunjukkan bahwa keraguan terhadap perang Iran tidak hanya datang dari kubu Demokrat. 

Keempat anggota DPR dari Partai Republik yang membelot memiliki latar belakang politik yang berbeda-beda.

Thomas Massie dari Kentucky dikenal sebagai politisi berhaluan libertarian dan pendukung kuat konstitusi. Sejak hari pertama perang, Massie secara konsisten menentang keterlibatan militer AS.

Ia bahkan telah kalah dalam pemilihan pendahuluan dari kandidat yang didukung Trump, sehingga menurut banyak pengamat politik, ia tidak lagi memiliki banyak pertimbangan politik untuk menjaga hubungan dengan presiden.

Sementara itu, Warren Davidson dari Ohio merupakan lulusan Akademi Militer West Point, mantan anggota pasukan elite Army Ranger, serta pernah menjadi anggota Freedom Caucus yang konservatif.

Davidson sempat menolak perang bersama Massie pada Maret, kemudian kembali mendukung posisi pemerintah sebelum akhirnya kembali berbalik mendukung resolusi penghentian perang.

Tokoh Republik lain yang ikut mendukung resolusi adalah Brian Fitzpatrick dari Pennsylvania. Mantan agen FBI yang mewakili daerah pinggiran Philadelphia itu selama ini dikenal sebagai politikus moderat. 

Ia menjelaskan keputusannya dengan alasan hukum yang menurutnya sederhana.

"Anda harus mengikuti hukum, atau Anda harus mengubah hukum," kata Fitzpatrick. "Anda tidak bisa melanggar hukum. Itu bukan pilihan."

Sementara itu, Tom Barrett dari Michigan sebelumnya menolak resolusi serupa pada Maret. 

Saat itu ia mengatakan Trump telah "mendapatkan kesempatan untuk menyelesaikan konflik ini dengan cepat".

Namun pada Mei, Barrett mengubah sikapnya. Ia menyebut tekanan ekonomi yang dirasakan para konstituennya sebagai alasan utama perubahan pandangannya terhadap perang.

Keempat legislator tersebut akhirnya bersatu dalam pemungutan suara yang berlangsung Rabu malam.

Pemerintah Bersikeras Perang Sudah Berakhir

Menariknya, pemungutan suara itu berlangsung ketika pemerintahan Trump justru berkali-kali menyatakan perang dengan Iran telah selesai.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan kepada Kongres pekan ini bahwa Operasi Epic Fury telah "berakhir".

Pemerintah AS juga menegaskan bahwa operasi militer yang masih berlangsung saat ini hanya berupa serangan yang "sepenuhnya bersifat defensif".

Namun berbagai indikator menunjukkan situasi konflik masih berdampak besar terhadap ekonomi global dan domestik Amerika Serikat.

Harga bensin rata-rata nasional kini mendekati US$4,24 per galon. Di California, harga bensin bahkan hampir mencapai US$6 per galon.

Selain itu, Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar 20% aliran minyak dunia masih secara efektif tertutup, meskipun perang telah berlangsung lebih dari tiga bulan sejak serangan pertama terhadap Iran. Kontradiksi itu makin terlihat dalam unggahan Trump sendiri.

Dalam unggahan yang sama saat mengecam DPR, Trump menulis bahwa dirinya tengah menjalankan "negosiasi terakhir untuk mengakhiri perang dengan Republik Islam Iran". 

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan karena perang yang menurut pemerintah telah selesai ternyata masih memerlukan negosiasi untuk diakhiri.

Data survei juga menunjukkan bahwa penjelasan pemerintah tidak sepenuhnya diterima masyarakat AS. 

Survei Economist/YouGov pada Mei menemukan bahwa 59% warga Amerika tidak menyetujui cara Trump menangani konflik Iran, di mana hanya 31% yang menyatakan mendukung kebijakan tersebut.

Sementara itu, survei Reuters/Ipsos menunjukkan sekitar dua pertiga warga AS mengaku kenaikan harga bahan bakar telah memperburuk kondisi keuangan rumah tangga mereka.

Lembaga riset ekonomi Moody's Analytics memperkirakan konflik Iran telah membebani rumah tangga Amerika sekitar US$100 miliar secara agregat akibat meningkatnya biaya energi. (*) 

KPK Angkut Moge hingga Mobil Mewah Usai Geledah Rumah Eks Wamen Imipas Silmy Karim    
Sabtu, Juni 06, 2026

On Sabtu, Juni 06, 2026

KPK Angkut Moge hingga Mobil Mewah Usai Geledah Rumah Eks Wamen Imipas Silmy Karim
Truk pertama, tidak diketahui jenis kendaraan yang diangkut lantaran ditutupi kain. Truk towing kedua, terlihat membawa empat moge dan sejumlah sepeda. (Foto Ilustrasi: int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengangkut sejumlah motor gede (moge), dua mobil mewah, dan beberapa unit sepeda seusai menggeledah rumah eks Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Silmy Karim yang berada di Jalan Brawijaya Nomor 5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pantauan di lokasi, truk towing mulai keluar sekira pukul 19.01. Truk pertama, tidak diketahui jenis kendaraan yang diangkut lantaran ditutupi kain. Truk towing kedua, terlihat membawa empat moge dan sejumlah sepeda.

Setelah itu, terlihat dua mobil mewah merek Porsche menyusul truk towing keluar dari kediaman Silmy. 

Baik pada truk towing maupun mobil Porsche, terdapat personel Brimob yang duduk di kursi samping sopir.

Sejumlah kendaraan minibus yang dikendarai tim penyidik pun turut meninggalkan lokasi. Dengan demikian, penggeledahan ini selesai.

Diketahui, Silmy Karim dan tujuh orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait kasus dugaan pemerasan pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menyatakan, penggeledahan dimaksudkan untuk mencari bukti-bukti tambahan terkait penyidikan kasus yang dimaksud.

Moge diangkut dari rumah eks Wamen Imipas Silmy Karim.

"KPK meyakini, dalam penggeledahan ini ada bukti-bukti tambahan yang dibutuhkan penyidik untuk membantu mengungkap perkara ini menjadi terang," kata Budi dalam keterangannya.

Sebelum digeledah, rumah tersebut telah disegel tim lembaga antirasuah. Hal itu dilakukan dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (3/6/2026).

"Dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan, rumah SK menjadi salah satu titik yang disegel," ujarnya. (*) 

Sumber: Okezone.com