HEADLINE
Menaker Pacu Talenta Muda Jadi Inovator dan Pencipta Kerja Lewat Talent & Innovation Hub    
Minggu, Mei 10, 2026

On Minggu, Mei 10, 2026

Menaker Pacu Talenta Muda Jadi Inovator dan Pencipta Kerja Lewat Talent & Innovation Hub
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat membuka Talent & Innovation Hub Activation Series bertema From Talent to Market di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (10/5/2026). (Foto/Biro Humas Kemenaker). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pentingnya penguatan ekosistem pengembangan SDM melalui keterhubungan pelatihan vokasi, pendidikan, dan dunia industri untuk menjawab tantangan digitalisasi dan perkembangan kecerdasan artifisial (AI).

Ia menekankan bahwa pengembangan SDM tidak cukup hanya menyiapkan generasi muda untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga harus mendorong mereka menjadi inovator dan pencipta peluang usaha.

“Talenta muda perlu dipersiapkan tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan solusi inovatif,” ujar Yassierli saat membuka Talent & Innovation Hub Activation Series bertema From Talent to Market di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (10/5/2026).

Yassierli menjelaskan, Talent & Innovation Hub merupakan upaya Kemnaker untuk memperkuat keterhubungan antara pelatihan vokasi, pendidikan, dan dunia industri dalam rangka melahirkan SDM yang produktif, adaptif, dan berdaya saing global.

“Dari learning menjadi earning, dari potensi menjadi produktivitas,” katanya.

Sementara itu, Plt. Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker Estiarty Haryani menyampaikan bahwa program ini juga diarahkan untuk memperkuat lahirnya wirausaha muda dan startup berbasis inovasi.

“Melalui Talent & Innovation Hub, kami ingin menghadirkan ruang pengembangan talenta yang terintegrasi, mulai dari kesiapan kerja, pengembangan kewirausahaan, hingga akses jejaring dan pasar,” ujar Estiarty.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama dengan perguruan tinggi, perusahaan, asosiasi, dan yayasan untuk memperkuat sinergi pengembangan talenta, penempatan tenaga kerja, serta pemberdayaan tenaga kerja muda dan penyandang disabilitas.

Kegiatan ini diikuti sekitar 1.200 peserta secara luring dan daring dari kalangan alumni pelatihan vokasi, pencari kerja, UMKM, startup, perguruan tinggi, industri, dan komunitas. (*) 

Sumber: Biro Humas Kemnaker

Di Antara Perut Bumi dan Piring Nasi: Di Mana Tanggungjawab Negara?    
Minggu, Mei 10, 2026

On Minggu, Mei 10, 2026

Di Antara Perut Bumi dan Piring Nasi: Di Mana Tanggungjawab Negara?
Bagi masyarakat Sawahlunto, pertambangan batubara bukan sekadar aktivitas industri. (Foto Ilustrasi/Marjafri). 

DI
balik setiap kebijakan, setiap aturan, dan setiap keputusan administratif, selalu tersimpan satu pertanyaan mendasar yang tidak boleh diabaikan: apakah kebijakan itu benar-benar melindungi kehidupan rakyat, atau justru tanpa disadari menjauhkan mereka dari sumber penghidupannya?

Bagi masyarakat Sawahlunto, pertambangan batubara bukan sekadar aktivitas industri. Ia adalah salah satu penopang utama ekonomi lokal yang telah menghidupi ribuan keluarga selama puluhan tahun. Dari sektor inilah anak-anak disekolahkan, kebutuhan rumah tangga dipenuhi, usaha kecil bertahan, dan roda perekonomian daerah terus berputar.

Karena itu, ketika aktivitas pertambangan menghadapi proses administrasi yang memerlukan penyesuaian terhadap regulasi baru, yang dipertaruhkan bukan hanya kelancaran operasional perusahaan. Yang sesungguhnya berada di ujung ketidakpastian adalah stabilitas kehidupan masyarakat yang bergantung pada keberlangsungan aktivitas tersebut.

Amanat Konstitusi: Kekayaan Alam untuk Kemakmuran Rakyat

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya Pasal 33 ayat (3), menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Amanat ini menempatkan negara bukan hanya sebagai pembuat aturan, tetapi juga sebagai pihak yang memikul tanggung jawab konstitusional untuk memastikan bahwa pengelolaan sumber daya alam benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Artinya, setiap kebijakan yang menyangkut sektor strategis seperti pertambangan idealnya tidak hanya menekankan aspek kepatuhan administratif, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan sumber penghidupan masyarakat.

Penyesuaian Regulasi dan Kebutuhan Kepastian Proses

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 17 Tahun 2025 yang mengubah mekanisme persetujuan RKAB menjadi tahunan dan mewajibkan penyesuaian dokumen melalui sistem digital. Regulasi ini bertujuan meningkatkan transparansi dan pengawasan, sekaligus memberikan kepastian tata kelola yang lebih baik.

Namun dalam masa transisi, proses penyesuaian dokumen, verifikasi persyaratan, dan integrasi sistem dapat memerlukan waktu. 

Dalam situasi seperti ini, yang paling dibutuhkan oleh pelaku usaha dan masyarakat bukan sekadar aturan tertulis, tetapi kepastian prosedur, arahan teknis, serta koordinasi yang efektif agar proses berjalan sesuai ketentuan tanpa menimbulkan ketidakpastian yang berkepanjangan.

Sawahlunto dan Ketergantungan pada Sumber Penghidupan

Sawahlunto memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari pertambangan batubara. Aktivitas ini telah membentuk identitas sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat.

Ketika proses administrasi yang berkaitan dengan sektor ini berlangsung lebih lama dari yang diharapkan, yang terdampak bukan hanya kegiatan usaha. Pedagang kecil, pelaku transportasi, usaha rumah tangga, dan berbagai sektor pendukung lainnya turut merasakan dampaknya.

Pertanyaannya sederhana namun sangat mendasar: apabila sumber penghidupan masyarakat berada dalam ketidakpastian, sejauh mana mekanisme pelayanan publik dapat memberikan kejelasan, pendampingan, dan percepatan penyelesaian yang tetap sesuai dengan aturan?

Negara sebagai Regulator dan Fasilitator

Negara tidak cukup hadir hanya dalam bentuk regulasi. Negara juga perlu hadir sebagai fasilitator yang membantu memastikan bahwa setiap ketentuan dapat dijalankan secara jelas, terukur, dan efektif.

Kepastian hukum penting bagi keberlangsungan usaha. Namun lebih dari itu, masyarakat membutuhkan kepastian hidup: kepastian bahwa mereka tetap memiliki kesempatan untuk bekerja, memperoleh penghasilan, dan menjaga martabat keluarganya.

Dalam konteks inilah kehadiran negara paling dirasakan—bukan hanya ketika menetapkan aturan, tetapi ketika menyediakan bimbingan, panduan, dan solusi yang memungkinkan proses berjalan tanpa menimbulkan keresahan sosial yang berkepanjangan.

Harkat Bangsa Diukur dari Martabat Rakyatnya

Kedaulatan sebuah negara tidak semata-mata tercermin dari banyaknya regulasi yang diterbitkan, tetapi dari kemampuannya memastikan bahwa rakyat dapat hidup layak dan bekerja dengan tenang di tanahnya sendiri.

Pada akhirnya, perut bumi seharusnya terhubung langsung dengan piring nasi masyarakat. Kekayaan alam tidak boleh berhenti sebagai angka dalam dokumen atau sekadar objek perdebatan birokrasi. Ia harus hadir sebagai sumber kesejahteraan yang nyata dan berkeadilan.

Dan apabila ribuan keluarga hidup dalam kecemasan akibat proses administrasi yang belum memberikan kepastian yang memadai, maka pertanyaan yang patut diajukan bukan hanya tentang prosedur, melainkan tentang sejauh mana negara telah menjalankan amanat konstitusionalnya untuk menjaga harkat, martabat, dan keberlangsungan hidup rakyatnya.

---

Penulis: Marjafri, Jurnalis, pegiat budaya, pendiri dan Ketua Komunitas Anak Nagari Sawahlunto Art, Social, Culture and Tourism

Wawako Maigus Nasir Memonitoring Pelaksanaan UAM Tahun Ajaran 2025/2026, Ini Kata Yasril    
Minggu, Mei 10, 2026

On Minggu, Mei 10, 2026

Wawako Maigus Nasir Memonitoring Pelaksanaan UAM Tahun Ajaran 2025/2026, Ini Kata Yasril
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, memonitoring pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah (UAM) Tahun Ajaran 2025/2026. (Foto/Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, memonitoring pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah (UAM) Tahun Ajaran 2025/2026 bagi murid Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Kota Padang, Minggu (10/5/2026). 

Peninjauan dilakukan untuk memastikan ujian berlangsung lancar sekaligus mengevaluasi kualitas pendidikan keagamaan bagi generasi muda di Kota Padang.

Monitoring pertama dilakukan di MDT Masjid Baiturrahman, Jalan Jati IV, Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Padang Timur. Di lokasi tersebut, UAM diikuti 79 murid MDT. Selanjutnya, rombongan meninjau pelaksanaan ujian di TPQ Masjid Baitul Mukminin Jati Kampung Baru, Kelurahan Jati, yang diikuti 97 peserta.

Maigus Nasir mengapresiasi pelaksanaan ujian yang berjalan tertib dan kondusif. Ia menilai para peserta cukup menguasai materi yang diujikan.

“Alhamdulillah, pelaksanaan ujian berjalan lancar dan anak-anak mampu mengikuti ujian dengan baik. Kita berharap mereka tidak hanya mampu membaca Alquran, tetapi juga memahami isi kandungannya,” ujar Maigus.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Padang terus memperkuat pendidikan keagamaan melalui program 3T sebagai bagian dari Program Unggulan (Progul) Smart Surau untuk pengembangan lanjutan siswa MDT dan TPQ.

"Program tersebut meliputi Tahsin untuk memperbaiki bacaan Alquran, Tafsir guna memahami makna dan nilai Alquran, serta Tahfidz dalam rangka mencetak generasi penghafal Alquran," jelasnya.

Maigus menambahkan bahwa penguatan program tahfidz juga membuka peluang beasiswa pendidikan tinggi, termasuk melalui kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri. Salah satunya bersama Universiti Kuala Lumpur (UniKL) yang menyediakan beasiswa bagi penghafal Alquran di berbagai jurusan sains dan teknologi.

"UniKL membuka peluang beasiswa bagi penghafal Alquran minimal 10 juz yang didukung kemampuan bahasa Inggris untuk jurusan kedokteran, farmasi, teknik penerbangan, teknik perkapalan hingga perkeretaapian. Karena itu, kita mendorong anak-anak Kota Padang menghafal Alquran sejak dini,” tegas Ketua DMI Kota Padang itu. 

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang, Yasril, menyebutkan pelaksanaan UAM TPQ, TQA, dan MDTA tahun ini diikuti peserta dari 11 kecamatan di Kota Padang. Ia berharap seluruh peserta memperoleh hasil terbaik dan mampu mengamalkan ilmu yang didapat pada jenjang pendidikan berikutnya.

"Hasil ujian MDTA menjadi salah satu syarat pertimbangan masuk SMP sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kota Padang Nomor 6 Tahun 2003. Tahun ini, jumlah peserta ujian TPQ, TQA, MDTA, dan MDTW di Kota Padang mencapai sekitar 7.000 orang," terangnya. (Dv/BT/Prokopim)

Taslim Chaniago Bangga Mewakili Ketum DPP IKA UNAND di Wisuda II Tahun 2026    
Minggu, Mei 10, 2026

On Minggu, Mei 10, 2026

Taslim Chaniago Bangga Mewakili Ketum DPP IKA UNAND di Wisuda II Tahun 2026
Taslim Dt Tambogo, S.Si., S.H., Waketum Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Andalas (DPP IKA UNAND). (Foto/Agusmardi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Taslim Dt Tambogo, S.Si., S.H., Waketum Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Andalas (DPP IKA UNAND) mengaku senang dan bangga mewakili Ketua Umum DPP IKA Unand periode 2025-2029, Denny Abdi, pada Acara Wisuda II Tahun 2026 Program Diploma III, Sarjana, Profesi, Spesialist, Magister Dan Doktor, Minggu (10/5/2026).

"Bersyukur tugas mewakili Ketua DPP IKA Unand berjalan lancar dan hikmat," ujar politisi ranah Minang, yang lebih dikenal dengan nama Taslim Chaniago ini.

Taslim mengaku merasa terhormat tampil menerima alumni dihadapan  wisudawan dan ribuan orang tua wisudawan/ti dan mengajak seluruh alumni untuk terus berkontribusi aktif bagi kemajuan almamater tercinta.

Setelah menerima para alumni, kepada wartawan media ini mengatakan IKA Unand adalah sebagai rumah besar bagi alumni. 

Karena itu IKA Unand dibawah kepemimpinan Denny Abdi fokus pada strategi saling menguatkan jejaring alumni, meningkatkan kontribusi nyata, dan meningkatkan reputasi.

"Kepada adik-adik yang baru saja di Wisuda, saya ucapkan selamat datang. Jadilah petarung yang hebat diluar sana dan tetap semangat. 

Kalian adalah harapan negara ini dan harapan Sumatera Barat untuk kejayaan bangsa, terimakasih" pungkasnya. (Agusmardi)

CFN BM di Balaikota Pariaman Berikan Dampak Positif Bagi Pedagang, UMKM dan Pengunjung    
Minggu, Mei 10, 2026

On Minggu, Mei 10, 2026

CFN BM di Balaikota Pariaman Berikan Dampak Positif Bagi Pedagang, UMKM dan Pengunjung
Acara Car Free Night (CFN) Bermalam Minggu (BM) di Balaikota Pariaman, Sabtu malam (9/5/2026). (Foto/Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Untuk mendorong perputaran ekonomi pelaku UMKM dan pedagang kaki lima di Kota Pariaman, Pemerintah Kota Pariaman kembali menggelar acara Car Free Night (CFN) Bermalam Minggu (BM) di Balaikota Pariaman, Sabtu malam (9/5/2026). Setelah sempat terhenti selama lebih kurang tiga bulan.

Untuk CFN malam ini dimeriahkan  penampilan dari musisi-musisi Kota Pariaman dan Fashion Parade, guna menghibur warga Kota Pariaman dan masyarakat dari daerah tetangga yang  datang berkunjung setelah melaksanakan aktivitas yang melelahkan seharian tadi.

Selain hiburan musik dan fashion parade, langit Balaikota semakin semarak dengan warna warni lampu terbang yang dimainkan oleh anak-anak di lapangan hijau Balaikota dengan hiruk pikuk teriakan kebahagian mereka yang ditemani oleh orang tua dan saudaranya.

Suasana malam semakin hidup dengan banyaknya jumlah pengunjung yang datang ingin melihat secara langsung CFN dengan segala kehebohannya. Lenggang lenggok peserta fashion parade yang diikuti oleh Cik Uniang Cik Ajo Kota Pariaman, Duta Wisata Kota Pariaman, dan peserta lainnya menambah semangat pengunjung dengan alunan musik yang syahdu.

Begitu juga dengan alunan vocal penyanyinya yang khas dan mampu membawa pengunjung untuk mengikuti mereka melantunkan lagu yang tidak asing ditelinga pengunjung yang mendengarnya.

Untuk mengisi perut mereka yang lapar dan haus, pengunjung juga bisa menikmati kuliner yang dijual di sekitar lokasi acara seperti, Kopi, Bakso Telur, Telur Gulung, Martabak Manis, Minuman dingin, Bakso, Sate, dan banyak lagi aneka kuliner yang bisa memanjakan lidah mereka dengan rasa yang enak-enak.

Ya, CFN adalah berkah buat pedagang kaki lima dan UMKN yang menggelar dagangannya malam ini, transaksi demi transaksi silih berganti hingga dagangan mereka laris manis terjual dan bisa meraup keuntungan dari hasil usaha mereka tersebut.

Seperti yang dikatakan oleh Bang Hen pedagang Bakso Telur alias Baktel yang datang dari Desa Mangguang Kota Pariaman, menjelaskan sangat mendukung  acara ini. Jika boleh acara CFN ini digelar setiap malam minggu untuk menambah penghasilan mereka.

“Saya sangat apresiasi sekali kepada Pemerintah Kota Pariaman yang telah mengadakan acara seperti ini. Karena selama acara ini dibuat alhamdulillah saya ikuti terus dan dagangan yang saya jual selalu habis dibeli pengunjung dengan meraup rupiah sebesar 400 ribu dan lebih banyak dari hari biasanya,” ungkap Bang Hen.

Sementara itu Farhan pedagang kopi gerobak dari D,Brave Café & Restoran sebutkan biasanya kopi yang  dibawanya setiap hari berjumlah 50 cup dan kadang ada sisanya.

“Malam ini saya  membawa 100 cup kopi dan hanya tersisa sedikit lagi. Saya yakin kopi saya malam ini bisa habis terjual dan bisa membawa pulang uang hasil jualan sebanyak 1 Juta Rupiah. Kepada Bapak Wali Kota Pariaman kalau bisa adakan acara seperti ini setiap malam minggu untuk kami para pedagang ini,” pintanya.

Selain para pedagang,  pengunjung yang datang di acara CFN rata-rata mengatakan  senang dengan acara yang digelar oleh Pemko Pariaman. Karena memang mereka butuh hiburan untuk menghilangkan rasa lelah mereka setelah bekerja ataupun belajar.

Monic, Grasia, dan Sandra dari  Desa Ujung Batuang mengatakan  CFN ini bagus  diadakan untuk mereka yang jomblo dan butuh hiburan. Mereka sangat mensuport acara CFN karena selain ada hiburan, banyak kuliner juga yang bisa mereka cicipi di acara tersebut.

Andre pengunjung dari Pariaman katanya, juga sangat mendukung kegiatan ini diadakan oleh Pemko karena bisa menambah ramai Kota Pariaman di malam hari. Andre meminta kalau bisa acara CFN ini dilaksanakan dua kali dalam sebulan. (si/at)

Fauzi Rusli Terpilih Secara Aklamasi Pimpin IKASSO, Siap Satukan Potensi Alumni untuk Kegiatan Positif    
Minggu, Mei 10, 2026

On Minggu, Mei 10, 2026

Fauzi Rusli Terpilih Secara Aklamasi Pimpin IKASSO, Siap Satukan Potensi Alumni untuk Kegiatan Positif
Penetapan tersebut dilakukan dalam sidang pemilihan pengurus baru yang berlangsung di lingkungan SMKN 1 Kota Solok, Sabtu, 9 Mei 2026. (Foto/Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Fauzi Rusli, SE., MM, alumni angkatan 1999 yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Solok, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Ikatan Alumni SMEA/SMKN 1 Solok (IKASSO) untuk masa bakti 2026–2030. 

Penetapan tersebut dilakukan dalam sidang pemilihan pengurus baru yang berlangsung di lingkungan SMKN 1 Kota Solok, Sabtu, 9 Mei 2026.

Acara yang dihadiri oleh perwakilan alumni dari setiap angkatan ini tidak hanya menjadi ajang penentuan pimpinan organisasi, tetapi juga momen silaturahmi yang mempererat hubungan sesama lulusan lembaga pendidikan tersebut.

Usai ditetapkan, Fauzi Rusli menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Menurutnya, dukungan yang diterima menjadi bukti besarnya harapan seluruh alumni terhadap perjalanan organisasi ke depan.

“Terima kasih kepada seluruh perwakilan alumni yang telah memberikan kepercayaan ini. Alhamdulillah, selain berhasil menyelenggarakan proses pemilihan dengan lancar, kita juga dapat berkumpul kembali untuk mempererat hubungan sesama lulusan,” ujarnya.

Fauzi menegaskan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah dan tanggung jawab besar.

Organisasi ini, katanya, bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan tempat untuk mempersatukan berbagai potensi yang dimiliki oleh para alumni guna saling memberdayakan dan memberikan manfaat seluas-luasnya, baik bagi sesama lulusan, lembaga pendidikan almamater, maupun masyarakat sekitar.

Sebagai langkah awal kepemimpinan, ia merencanakan segera menyusun struktur organisasi yang jelas. 

Hal ini ditempuh agar setiap program kerja yang dirancang dapat berjalan secara efektif, terarah, dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

“Kami ingin menegaskan bahwa IKASSO adalah ruang kolaborasi untuk berbagai kegiatan yang bernilai positif. Seluruh potensi yang ada akan kami satukan agar organisasi ini dapat tumbuh dan memberikan kontribusi nyata,” tambahnya.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, diharapkan ikatan yang telah terjalin selama ini makin kuat, serta berbagai gagasan dan kegiatan yang bermanfaat dapat terus diwujudkan sepanjang masa bakti mendatang.(80)

Soft Opening SAMSAT KIOSK Jadi Tonggak Transformasi Digital Pelayanan Pajak di Sumbar    
Minggu, Mei 10, 2026

On Minggu, Mei 10, 2026

Soft Opening SAMSAT KIOSK Jadi Tonggak Transformasi Digital Pelayanan Pajak di Sumbar
Mahyeldi menghadiri sekaligus melaunching "Soft Opening Pelayanan SAMSAT Kiosk Cepat, Mudah, Modern & Gebyar Apresiasi Emas 2026" yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat, Minggu (10/05/2026). (Foto/Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Mahyeldi menghadiri sekaligus melaunching "Soft Opening Pelayanan SAMSAT Kiosk Cepat, Mudah, Modern & Gebyar Apresiasi Emas 2026" yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat, Minggu (10/05/2026). 

Program tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mendorong transformasi digital pelayanan publik sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor.

Peluncuran SAMSAT Kiosk menjadi inovasi baru pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor yang dirancang untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat tanpa harus melalui antrean panjang di kantor-kantor SAMSAT. 

Kehadiran perangkat layanan mandiri tersebut sekaligus menandai Sumatera Barat sebagai provinsi pertama di Pulau Sumatera yang menghadirkan layanan SAMSAT berbasis kiosk digital.

Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa peluncuran SAMSAT Kiosk bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari komitmen besar pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

“Hari ini bukan sekadar seremoni biasa, ini merupakan bukti nyata komitmen kita bersama untuk melakukan transformasi digital dalam pelayanan publik, khususnya di sektor pendapatan daerah. Di era digital ini masyarakat menuntut pelayanan yang cepat, mudah, dan modern. Oleh karena itu kehadiran SAMSAT Kiosk adalah jawaban atas tantangan tersebut,” ujar Mahyeldi.

Ia menjelaskan, melalui layanan kiosk tersebut masyarakat dapat melakukan pembayaran pajak kendaraan secara lebih mandiri, praktis, dan efisien. 

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga akan menempatkan perangkat kiosk di berbagai titik strategis dan pusat aktivitas masyarakat agar layanan semakin mudah dijangkau.

“Melalui SAMSAT Kiosk ini pelayanan menjadi lebih mandiri, tidak perlu lagi antrean panjang lewat layanan konvensional, serta memiliki aksesibilitas yang luas karena akan ditempatkan di titik-titik strategis yang dekat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari,” lanjutnya.

Menurut Mahyeldi, optimalisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat.

“Pajak yang dibayarkan masyarakat adalah nafas pembangunan daerah. Dari pajak itulah kita membangun jalan, jembatan, sekolah, hingga meningkatkan layanan kesehatan,” ungkapnya.

Selain peluncuran inovasi layanan digital, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan "Gebyar Apresiasi Emas 2026" sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat yang taat membayar pajak tepat waktu.

Program apresiasi itu diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

“Pemberian hadiah berupa emas ini hanyalah stimulus kecil, namun makna sesungguhnya adalah kemitraan yang harmonis antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun Sumatera Barat,” kata Mahyeldi.

Gubernur juga berpesan kepada seluruh petugas SAMSAT dan tim teknis agar terus menghadirkan inovasi pelayanan yang humanis, responsif, dan berintegritas demi meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.

“Kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat, mari manfaatkan fasilitas ini. Bayarlah pajak tepat waktu, karena dengan pajak akan mempercepat terwujudnya Sumatera Barat Madani yang Unggul dan Berkelanjutan,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumatera Barat, Al Amin menyampaikan bahwa pada tahap awal Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menyiapkan sembilan unit SAMSAT Kiosk yang akan didistribusikan ke berbagai pusat keramaian di kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Menurutnya, keberadaan kiosk tersebut akan semakin mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor secara cepat dan efisien tanpa harus bergantung pada pelayanan konvensional.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gatot Tri Suryanta, Dirlantas Polda Sumbar, perwakilan Bank Nagari, serta Kepala Jasa Raharja Sumatera Barat.(rmz)

PDIP Tolak Usul RUU Pemilu Jadi Inisiatif Pemerintah: Ada Apa?    
Minggu, Mei 10, 2026

On Minggu, Mei 10, 2026

PDIP Tolak Usul RUU Pemilu Jadi Inisiatif Pemerintah: Ada Apa?
Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDIP, Deddy Yevry Sitorus menolak usul Partai Amanat Nasional (PAN) agar RUU Pemilu menjadi usul inisiatif pemerintah. (Foto/Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDIP, Deddy Yevry Sitorus menolak usul Partai Amanat Nasional (PAN) agar RUU Pemilu menjadi usul inisiatif pemerintah.

Menurut Deddy, menyerahkan RUU Pemilu kepada pemerintah sama dengan menyerahkan nyawa partai politik. 

Sebab, dalam RUU tersebut, partai adalah pihak yang paling memiliki kepentingan.

"Menyerahkan inisiatif RUU Pemilu kepada Pemerintah sama saja dengan menyerahkan nyawa partai politik dan demokrasi kepada kekuasaan," ujar Deddy saat dihubungi, Minggu (9/5).

Ketua Badan Pemenangan Pemilu Eksekutif DPP PDIP itu menilai perbedaan dalam sejumlah poin pembahasan RUU Pemilu sebagai hal yang lumrah. Menurut dia, perbedaan adalah keniscayaan dalam demokrasi.

"Dalam keluarga saja bisa ada perbedaan dan pergulatan apalagi dalam politik? Kalau takut perbedaan dan pergulatan ya gak usah berpolitik atau bikin partai politik," kata dia.

Deddy karena itu menyatakan sikap tegas untuk menolak usulan PAN. 

Dia menilai usulan PAN aneh karena banyak undang-undang teknis yang justru menjadi usul inisiatif DPR.

"Tetapi UU yang vital bagi DPR malah diusulkan jadi inisiatif pemerintah. Ada apa?" ujarnya.

Usulan RUU Pemilu menjadi usul inisiatif DPR sebelumnya disampaikan Wakil Ketua Umum PAN, Saleh Daulay. 

Dikutip dari Detik.com, dia menilai hal itu penting untuk menghindari perdebatan antar partai-partai di DPR.

"Kalau didasarkan atas inisiatif pemerintah, pergelutan pikiran dan agenda parpol dapat dihindari di awal pembahasan. Kalaupun ada perbedaan, nanti akan diakumulasi pada saat pembahasan DIM," katanya.

RUU Pemilu saat ini menjadi usul inisiatif DPR dan masuk dalam agenda legislasi prioritas 2026.

Namun, DPR tak kunjung memulai pembahasan dan memberi sinyal tak akan dibahas tahun ini, meski tahapan pemilu akan dimulai pertengahan 2026 mendatang. (*) 

Korupsi Chromebook Bukan Sekadar Angka, P2G: Tragedi yang Merusak Moral Pendidik    
Minggu, Mei 10, 2026

On Minggu, Mei 10, 2026

Korupsi Chromebook Bukan Sekadar Angka, P2G: Tragedi yang Merusak Moral Pendidik
Sidang kasus korupsi pengadaan Chromebook di pengadilan. Kepala Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Iman Zanatul Khairi buka suara. (Foto Ilutrasi/Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kepala Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Iman Zanatul Khairi buka suara menanggapi pengusutan kasus korupsi pengadaan Chromebook yang tengah ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung). 

Menurut dia, skandal tersebut bukan sekadar persoalan kerugian finansial negara, melainkan sebuah tragedi pendidikan yang memukul telak moral para guru di seluruh Indonesia. 

Dia membeberkan betapa ironisnya kebijakan pengadaan laptop ini jika disandingkan dengan realitas di lapangan, terutama di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). 

Di saat ribuan sekolah masih mengalami kerusakan fisik yang berat dan guru-guru honorer berjuang bertahan hidup dengan upah rendah, pemerintah justru menggelontorkan triliunan rupiah untuk perangkat yang seringkali tidak bisa digunakan. 

“Kok jadi ceritanya berubah gitu kan? Kok penderitaan kami di 2020, 2021, 2023 kami tuh dirugikan, publik tuh kok enggak tahu? Sekarang kok jadi playing victim dan lain sebagainya. Beli laptop ngapain? Kita butuh gaji gitu kan,” ujar Iman seperti dikutip dari kanal Podcast Jaksapedia, Sabtu (9/5/2026).

Iman memaparkan bahwa alih-alih memudahkan tugas guru, ekosistem digital yang dipaksakan ini justru menciptakan "beban digital" baru. 

Guru-guru kini dituntut menghabiskan energi untuk mengisi berbagai aplikasi dan mengejar "centang hijau" sebagai indikator kinerja, yang seringkali tidak berkorelasi dengan kualitas belajar mengajar di kelas.

P2G mencatat fenomena miris di mana profesi guru seolah digeser menjadi konten kreator atau bahkan "buzzer" kebijakan.

Adanya fitur testimoni otomatis dalam aplikasi platform merdeka mengajar (PMM) dianggap merendahkan martabat profesi karena mewajibkan guru mengunggah status ke media sosial demi membuktikan penggunaan aplikasi tersebut.

"Digitalisasi itu teorinya beban administrasi berkurang. Tapi di era ini, beban digital bertambah. Guru-guru harus begadang malam-malam hanya demi aplikasi, bukan demi murid. Ini mengkhianati profesi," tegas Iman. 

Langkah Kejagung dalam mengungkap kerugian negara sebesar Rp2,1 triliun mendapatkan dukungan penuh dari kalangan pendidik. 

Bagi P2G, uang sebesar itu seharusnya mampu mengubah wajah pendidikan Indonesia jika dialokasikan untuk hal-hal fundamental, seperti penyediaan buku bacaan berkualitas yang selama ini sangat minim di daerah terpencil. 

Iman menekankan bahwa literasi nasional saat ini berada dalam kondisi darurat, bahkan skor matematika anak-anak Indonesia disebut setara dengan wilayah konflik. 

"Kasus ini harus dibuka selebar-lebarnya. Jangan sampai masa depan anak bangsa kembali dikorupsi demi ambisi teknologi yang tidak menyentuh akar masalah," katanya. (*) 

Pengamat Nilai Kritik Amien Rais ke Seskab Teddy Masuk Ranah Privat    
Minggu, Mei 10, 2026

On Minggu, Mei 10, 2026

Pengamat Nilai Kritik Amien Rais ke Seskab Teddy Masuk Ranah Privat
Pengamat politik lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dedi Kurnia Syah, menilai kritik tersebut telah memasuki ranah privat yang seharusnya tidak dibawa ke ruang politik. (Foto/Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kritik Pendiri Partai Ummat, Amien Rais, terhadap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan menuding soal orientasi seksual menuai kontroversi.

Pengamat politik lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dedi Kurnia Syah, menilai kritik tersebut telah memasuki ranah privat yang seharusnya tidak dibawa ke ruang politik.

“Konsep dalam politik itu namanya res privata dan res publica. Res privata adalah hal-hal yang bersifat pribadi dan tidak memiliki dampak terhadap kepentingan umum,” kata Dedi dalam diskusi Obor Rakyat Reborn bertajuk “Antara Prabowo, Teddy, dan Amien Rais” di Cikini, Menteng, Jakarta, Sabtu, 9 Mei 2026.

Dedi menjelaskan, jabatan Sekretaris Kabinet merupakan posisi publik sehingga aktivitas yang berkaitan dengan tugas dan kewenangannya memang layak dikritik apabila terdapat kekeliruan atau penyimpangan.

“Secara status jabatan, Seskab adalah jabatan publik. Jadi aktivitas-aktivitasnya memang perlu dan layak untuk dikritik,” ujarnya.

Namun demikian, ia menilai isu moralitas yang bersifat personal tidak seharusnya dijadikan bahan kritik politik karena masuk dalam ranah pribadi.

“Yang jadi masalah adalah isu moralitas itu ruangnya adalah res privata. Dalam konteks politik, saya harus mengatakan bahwa hal tersebut keliru,” tuturnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) itu menegaskan kritik terhadap pejabat publik seharusnya difokuskan pada kebijakan dan kinerja yang berdampak langsung kepada masyarakat.

“Karena yang disampaikan adalah hal-hal yang sifatnya privat kepada pejabat yang seharusnya dibahas dalam ruang publik,” pungkasnya.

Selain Dedi Kurnia, diskusi tersebut juga menghadirkan Politikus Partai Ummat Ust Sambo serta pakar hukum pidana Suparji Ahmad sebagai narasumber. (*) 

Sumber: RMOL

Prabowo Blak-Blakan: Sebentar Lagi RI Swasembada BBM, Tak Lagi Impor    
Minggu, Mei 10, 2026

On Minggu, Mei 10, 2026

Prabowo Blak-Blakan: Sebentar Lagi RI Swasembada BBM, Tak Lagi Impor
Presiden Prabowo Subianto bicara posisi negara yang saat ini kuat meski ada tekanan ketidakpastian global. (Foto/Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Presiden Prabowo Subianto bicara posisi negara yang saat ini kuat meski ada tekanan ketidakpastian global. 

Sebabnya saat ini Indonesia sudah mengalami swasembada pangan. Khususnya sudah swasembada beras dan jagung.

"Kita berada dalam keadaan kuat, banyak negara panik kita tidak panik, kita sudah swasembada pangan," kata Prabowo, saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leota Selatan, Gorontalo, Sabtu (9/5/2026).

Bukan hanya itu, Prabowo juga bilang bahwa Indonesia juga akan berswasembada energi khususnya BBM. Dia menegaskan ke depan Indonesia tak lagi impor BBM.

"Dan sebentar lagi kita swasembada BBM, kita tidak akan impor BBM lagi saudara-saudara," ujarnya. 

Lebih lanjut, Prabowo mengatakan Indonesia bangsa yang kaya, namun menurutnya harus dikelola dengan baik supaya tidak diambil oleh bangsa lain.

"Kita bangsa yang kaya, tapi yang penting sekarang kekayaan harus bisa kita kuasai, harus bisa kita kelola dengan baik ya, kalau kita malas, kalau pemimpin-pemimpinnya tidak jujur atau seenaknya maka kekayaan kita akan diambil oleh bangsa-bangsa lain," kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu Kepala Negara juga mengapresiasi nelayan yang menghadapi risiko besar untuk menafkahi keluarga hingga bangsa. 

Untuk itu dia berkomitmen untuk memperbaiki hidup seluruh nelayan Indonesia.

"Para nelayan sering dilupakan orang-oranf pinter di Jakarta tidak perduli dengan nasibnya sekarang, berubah sekarang, pemerintah sekarang akan memperhatikan semua nelayan dan semua petani di seluruh Indonesia," tuturnya. (*) 

Badan Gizi Nasional Anggarkan Rp 800 Juta Kelola Opini Publik    
Minggu, Mei 10, 2026

On Minggu, Mei 10, 2026

Badan Gizi Nasional Anggarkan Rp 800 Juta Kelola Opini Publik
Kepala BGN Dadan Hindayana memberikan tanggapannya mengenai perhatian masyarakat terhadap institusi yang dipimpinnya. (Foto/Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Badan Gizi Nasional (BGN) mengalokasikan anggaran senilai Rp 800 juta untuk pengadaan Jasa Pengelolaan Opini Publik pada Tahun Anggaran 2026.

Rencana pengadaan ini muncul ke publik setelah diunggah oleh salah satu akun media sosial pada Jumat (8/5/2026).

Berdasarkan penelusuran pada situs resmi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), proyek tersebut terdaftar dengan Kode RUP 66920565. 

Informasi ini dilansir dari Money yang memverifikasi data pada laman resmi pengadaan pemerintah tersebut.

Pengalokasian dana ini terbagi ke dalam delapan paket pekerjaan yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Jasa yang digunakan termasuk dalam kategori produk dalam negeri serta melibatkan sektor usaha kecil atau koperasi.

"Spesifikasi Pekerjaan Pengelolaan Opini Publik sesuai dengan dokumen Teknis dan dokumen KAK," sebagaimana dikutip dari SiRUP LKPP, Sabtu (9/5/2026).

Pemanfaatan jasa pengelolaan opini tersebut dijadwalkan berlangsung selama enam bulan, terhitung sejak Maret 2026 hingga Agustus 2026. Laman SiRUP melaporkan bahwa pemilihan penyedia jasa dilakukan melalui metode E-Purchasing atau pengadaan secara daring.

"Total Pagu Rp 800.000.000," bunyi data tersebut.

Pelaksanaan kontrak pengadaan juga mengikuti linimasa yang sama dengan masa pemanfaatan jasa. 

Terkait transparansi lembaga, Kepala BGN Dadan Hindayana memberikan tanggapannya mengenai perhatian masyarakat terhadap institusi yang dipimpinnya.

Pernyataan tersebut merespons berbagai unggahan di media sosial yang menyoroti persoalan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dadan menegaskan bahwa pihaknya memegang prinsip keterbukaan dalam menjalankan tugas lembaga.

Dadan mengaku senang dengan unggahan viral di media sosial menyangkut persoalan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Dadan, BGN menerima nilai keterbukaan yang cukup tinggi. (*)