HEADLINE
SK 131 Berakhir, Amanah Revdi Tetap Tercatat: Porprov Agam Tak Boleh Kehilangan Arah    
Kamis, September 03, 2026

On Kamis, September 03, 2026

SK 131 Berakhir, Amanah Revdi Tetap Tercatat: Porprov Agam Tak Boleh Kehilangan Arah
SK tersebut kini telah dicabut seiring terbitnya SK Ketua Umum KONI Sumbar Nomor 144 Tahun 2026 tanggal 3 September 2026 yang menetapkan Syahindra Nurben, SH., MH., C.Med sebagai Ketua Caretaker KONI Kabupaten Agam yang baru. (Foto: Ucox)! 

BENTENGSUMBAR.COM
– Sebuah jabatan bisa berakhir melalui keputusan organisasi. Namun pekerjaan yang telah dilakukan selama menjalankan amanah tidak serta-merta hilang dari catatan.

Itulah konteks yang layak diberikan terhadap perjalanan Revdi Iwan Syahputra sebagai Ketua Caretaker KONI Kabupaten Agam berdasarkan SK Ketua Umum KONI Sumatera Barat Nomor 131 Tahun 2026.

SK tersebut kini telah dicabut seiring terbitnya SK Ketua Umum KONI Sumbar Nomor 144 Tahun 2026 tanggal 3 September 2026 yang menetapkan Syahindra Nurben, SH., MH., C.Med sebagai Ketua Caretaker KONI Kabupaten Agam yang baru.

Namun pergantian tersebut tidak menghapus satu fakta penting: selama SK 131 berlaku, Revdi telah menjalankan mandat yang diberikan kepadanya, terutama menjaga agar roda organisasi tetap bergerak dan persiapan Kabupaten Agam menghadapi PORPROV XVI Sumatera Barat 2026 tidak kehilangan momentum.

SK 131 sendiri memberikan mandat kepada caretaker untuk menjalankan kewenangan operasional dan administrasi organisasi, menjaga keberlangsungan pembinaan olahraga, melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Agam, KONI Sumbar dan Pengurus Cabang Olahraga, serta memastikan kesiapan dan keikutsertaan Agam dalam Porprov.

Dalam waktu yang relatif singkat, Revdi memilih menjalankan mandat tersebut dengan satu prinsip: kepentingan atlet harus tetap berada di depan.

Ia membangun komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Agam, jajaran caretaker dan sejumlah Pengcab. Koordinasi dilakukan untuk memastikan persiapan kontingen tetap berjalan, termasuk menyangkut dukungan pembiayaan.

Revdi juga menyampaikan bahwa hasil koordinasinya dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Agam memberikan kepastian bahwa anggaran untuk pembiayaan atlet Agam telah tersedia dalam APBD 2026 sebesar Rp3,4 miliar.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Sekda Agam soal Porprov dan keuangannya, sudah dijamin Sekda. Saya juga intensif berkoordinasi dengan pengurus caretaker dan beberapa Pengcab. Insya Allah kita ikut Porprov, jangan ragu,” ujar Revdi.

Pesan tersebut menggambarkan arah kerja yang dipilihnya. Di saat dinamika organisasi berlangsung, Revdi berusaha memastikan atlet tidak ikut terseret dan persiapan Porprov tetap berjalan.

Bukan Soal Kursi, Melainkan Amanah

Posisi caretaker sejak awal bukanlah kepengurusan definitif. Ia merupakan mandat sementara untuk menjaga keberlangsungan organisasi sampai proses organisasi berikutnya berjalan.

Karena itu, keberhasilan seorang caretaker semestinya tidak diukur dari lamanya seseorang berada di kursi tersebut, melainkan dari bagaimana mandat yang diberikan dapat dijalankan.

Dalam SK 131, caretaker diberikan kewenangan menjalankan administrasi dan kegiatan rutin KONI Agam serta melakukan koordinasi dengan berbagai pihak yang berkepentingan terhadap pembinaan olahraga.

Bahkan caretaker diwajibkan bertanggung jawab kepada Ketua Umum KONI Sumatera Barat serta menyampaikan laporan pelaksanaan tugas secara berkala.

Dengan kerangka itu, langkah Revdi memprioritaskan persiapan Porprov merupakan bagian dari pelaksanaan mandat, bukan agenda pribadi.

“Yang paling penting bagi kami adalah atlet. Mereka sudah berlatih dan mempersiapkan diri. Jangan sampai persoalan organisasi mengganggu kesempatan mereka untuk bertanding dan membawa nama Kabupaten Agam,” ujarnya.

Kalimat tersebut sekaligus menjadi garis merah selama ia menjalankan tugas: organisasi boleh mengalami dinamika, tetapi atlet tidak boleh kehilangan kesempatan.

Kini Syahindra Melanjutkan Estafet

Terbitnya SK Nomor 144 Tahun 2026 menjadi babak baru bagi KONI Agam.

Dalam surat keputusan tersebut, KONI Sumbar menjelaskan bahwa kepengurusan KONI Agam masa bakti 2022–2026 telah berakhir pada 31 Agustus 2026, sehingga sejak 1 September terjadi kekosongan kepengurusan yang perlu segera diisi untuk menjamin keberlangsungan administrasi organisasi, pembinaan olahraga dan persiapan Porprov. SK 144 sekaligus mencabut dan menyatakan tidak berlaku SK Nomor 131 Tahun 2026.

Syahindra Nurben kemudian dipercaya memimpin caretaker baru, didampingi dr. Hendri Rusdian sebagai Wakil Ketua, H. Defriandi sebagai Sekretaris, Fatmiarti sebagai Wakil Sekretaris dan Yeni Rosanti sebagai Bendahara.

Menariknya, Revdi Iwan Syahputra tetap tercantum dalam struktur baru sebagai salah satu anggota jajaran Pengarah.

Posisi tersebut memperlihatkan bahwa pergantian caretaker tidak harus dibaca sebagai pertarungan siapa menang dan siapa kalah. Ada kesinambungan kerja yang tetap diperlukan, khususnya ketika agenda Porprov sudah berada di depan mata.

SK 144 memberikan tugas kepada caretaker baru untuk menjalankan administrasi organisasi, menjaga kesinambungan pembinaan olahraga, melakukan koordinasi dengan Pemkab Agam, KONI Sumbar dan Pengcab, serta menjamin kesinambungan persiapan dan keikutsertaan Agam dalam Porprov.

Caretaker baru juga diberi tugas mempersiapkan dan menyelenggarakan Musorkab sesuai ketentuan organisasi.

Dalam melaksanakan tugas tersebut, caretaker diwajibkan menjaga independensi, objektivitas, netralitas dan perlakuan yang setara kepada seluruh anggota dan cabang olahraga.

Satu Periode, Satu Amanah

Dengan terbitnya SK 144, babak Revdi sebagai Ketua Caretaker berdasarkan SK 131 memang berakhir.

Tetapi berakhirnya mandat tidak berarti pekerjaan yang telah dilakukan harus dipandang sebagai sesuatu yang sia-sia.

Revdi datang ketika organisasi membutuhkan kepastian. Ia bekerja ketika waktu persiapan Porprov semakin sempit. Dan selama mandat berada di tangannya, fokus yang dikedepankan adalah bagaimana Agam tetap memiliki kesempatan mengirim atletnya ke arena Porprov.

Kini estafet itu berpindah kepada caretaker baru.

Dan justru di titik inilah kedewasaan organisasi diuji: tidak perlu ada yang kehilangan muka ketika sebuah mandat berakhir. Yang penting, olahraga Agam tetap berjalan, atlet tetap bertanding dan organisasi tetap menemukan jalan menuju Musorkab.

Bagi Revdi, barangkali catatan terbaik dari periode tersebut bukanlah soal berapa lama ia menjadi caretaker, melainkan bahwa ia telah menerima sebuah amanah dan berusaha menjalankannya sesuai ruang kewenangan yang diberikan.

Sebab jabatan hanyalah sementara.

Amanah yang dijalankan dengan baik, itulah yang menjadi catatan.

Dan ketika estafet kini berpindah, Revdi tetap berada di dalam struktur sebagai bagian dari Pengarah. Artinya, kepentingan olahraga Agam jauh lebih besar daripada sekadar pergantian nama di dalam sebuah surat keputusan.

Porprov harus jalan. Atlet harus berjuang. KONI Agam harus tetap tegak.

Itulah pekerjaan yang belum selesai—dan menjadi tanggung jawab bersama.(*)

Kontingen PKK Sawahlunto Tampil Maksimal di Jambore PKK Sumbar ke-XXII di Bukittinggi    
Kamis, September 03, 2026

On Kamis, September 03, 2026

Kontingen PKK Sawahlunto Tampil Maksimal di Jambore PKK Sumbar ke-XXII di Bukittinggi
Kontingen Sawahlunto ambil bagian dalam berbagai rangkaian kegiatan dan perlombaan dengan mengedepankan semangat kebersamaan, kekompakan, serta tanggung jawab sebagai perwakilan daerah. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kontingen Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Sawahlunto mengikuti Jambore PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat ke-XXII yang digelar di Kota Bukittinggi.

Kontingen Sawahlunto ambil bagian dalam berbagai rangkaian kegiatan dan perlombaan dengan mengedepankan semangat kebersamaan, kekompakan, serta tanggung jawab sebagai perwakilan daerah.

Sebelumnya, kontingen tersebut dilepas secara resmi oleh Wali Kota Sawahlunto di Rumah Dinas Wali Kota beberapa hari sebelum pelaksanaan jambore.

Dalam kegiatan tersebut, kontingen TP-PKK Kota Sawahlunto mengikuti sejumlah perlombaan dan menampilkan berbagai program serta hasil kreativitas kader.

Kegiatan yang diikuti antara lain lomba yel-yel, fashion show berbahan daur ulang, demo masak, hingga pameran hasil karya UMKM binaan PKK.

Penampilan kontingen Sawahlunto juga mengangkat kekhasan budaya lokal serta inovasi dalam program pemberdayaan keluarga. 

Hal tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperkuat peran PKK dalam mendorong kreativitas dan kemandirian masyarakat.

Ketua TP-PKK Kota Sawahlunto menyampaikan apresiasi dan rasa bangga terhadap kerja keras seluruh anggota kontingen.

“Kami berangkat bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga untuk belajar dan membawa semangat Sawahlunto. Alhamdulillah, tim kita tampil maksimal dan membawa nama baik Kota Sawahlunto,” ujarnya.

Semangat kebersamaan turut terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Dukungan para pendamping, organisasi perangkat daerah (OPD), serta masyarakat Kota Sawahlunto menjadi tambahan motivasi bagi para anggota kontingen untuk memberikan penampilan terbaik.

Keikutsertaan Sawahlunto dalam Jambore PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat ke-XXII diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperluas wawasan, memperkuat sinergi antarkader dan pemangku kepentingan, serta menjadi ruang berbagi pengalaman dalam pelaksanaan program pemberdayaan keluarga. (*)

Pewarta: Marjafri

Wako Zulmaeta Buka Orientasi Klasikal PPPK Kota Payakumbuh Tahun 2026    
Kamis, September 03, 2026

On Kamis, September 03, 2026

Wako Zulmaeta Buka Orientasi Klasikal PPPK Kota Payakumbuh Tahun 2026
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta meminta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tidak menjadikan rutinitas sebagai ukuran keberhasilan. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta meminta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tidak menjadikan rutinitas sebagai ukuran keberhasilan, tetapi memastikan setiap tugas menghasilkan kinerja yang berdampak langsung terhadap pelayanan masyarakat.

“Ketika menjadi ASN, kita tidak cukup hanya hadir dan bekerja sesuai rutinitas. Setiap pekerjaan harus memberikan hasil dan manfaat bagi masyarakat,” kata Zulmaeta saat membuka Orientasi Klasikal PPPK Kota Payakumbuh Tahun 2026 Angkatan II di Aula SKB, Padang Alai Bodi, Rabu (2/9/2026).

Ia mengatakan orientasi tersebut menjadi bagian dari pembekalan PPPK agar memahami nilai, tugas, fungsi, dan etika sebagai aparatur sipil negara (ASN), sekaligus membantu peserta beradaptasi dengan lingkungan birokrasi dan memahami tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.

Orientasi berlangsung selama dua hari dan diikuti 124 PPPK dari berbagai bidang, termasuk guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis.

Menurut Zulmaeta, nilai dan etika ASN harus menjadi dasar dalam menjalankan tugas. PPPK, kata dia, harus menempatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai orientasi utama, bukan kepentingan pribadi.

“Nilai dan etika ASN harus menjadi dasar dalam menjalankan tugas. Kita ingin PPPK memahami sejak awal bahwa orientasi mereka adalah memberikan pelayanan, bukan mengejar kepentingan pribadi,” ujarnya.

Ia menekankan pelayanan publik membutuhkan kesiapsiagaan aparatur dalam berbagai kondisi. ASN harus mampu hadir ketika masyarakat membutuhkan pelayanan, termasuk dalam situasi darurat, serta menjalankan tugas dengan tanggung jawab tanpa mengeluh.

Zulmaeta juga mengingatkan PPPK mengenai pentingnya disiplin sebagai bagian dari akuntabilitas aparatur. Jam kerja standar di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh dimulai pukul 07.30 hingga 16.00, dengan waktu istirahat pukul 12.00-13.00. Khusus Jumat, waktu kerja berakhir pukul 13.30.

“Disiplin terhadap waktu kerja merupakan bentuk tanggung jawab kita. Delapan jam kerja harus kita isi dengan pekerjaan yang produktif sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan tanggung jawab kita,” katanya.

Lebih lanjut, Zulmaeta membedakan kerja dengan kinerja. Kerja merupakan aktivitas yang dilakukan, sedangkan kinerja menunjukkan hasil yang dicapai dari aktivitas tersebut.

“Jangan merasa sudah berkinerja hanya karena sudah bekerja. Yang kita lihat adalah hasil akhirnya,” ujarnya.

Selain berorientasi pada pelayanan dan hasil kerja, Zulmaeta mendorong PPPK membangun kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah sesuai kemampuan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Ia juga meminta PPPK menjaga loyalitas kepada negara dan instansi serta terus meningkatkan kompetensi melalui berbagai program pengembangan kapasitas dan sistem manajemen talenta.

“Jadilah ASN yang loyal, disiplin, terus belajar dan selalu siap melayani. Ukuran keberhasilan kita bukan sekadar sudah bekerja, tetapi seberapa besar hasil kerja itu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Dalam orientasi tersebut, peserta juga memperoleh materi pengenalan fungsi dan tugas ASN melalui sistem pembelajaran daring Massive Open Online Course (MOOC), serta materi mengenai nilai dan etika di lingkungan instansi pemerintah.

Pemerintah Kota Payakumbuh berharap pembekalan tersebut dapat memperkuat kapasitas PPPK sehingga mampu menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada hasil pelayanan publik. (HM)

Riyanda Putra Pimpin HKTI Sawahlunto Periode 2026–2031    
Kamis, September 03, 2026

On Kamis, September 03, 2026

Riyanda Putra Pimpin HKTI Sawahlunto Periode 2026–2031
Pelantikan berlangsung di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Selasa (1/9/2026). Prosesi pelantikan dipimpin Ketua Harian Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, Prof. Dr. Andi Muhammad Syakir. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mendapat amanah memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Sawahlunto periode 2026–2031.

Pelantikan berlangsung di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Selasa (1/9/2026). Prosesi pelantikan dipimpin Ketua Harian Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, Prof. Dr. Andi Muhammad Syakir.

Dalam kepengurusan DPC HKTI Kota Sawahlunto, Riyanda Putra didampingi Aulia Pramadihka sebagai sekretaris dan Panji Rangga Warman sebagai bendahara.

Pelantikan pengurus HKTI Sawahlunto tersebut menjadi bagian dari agenda pelantikan secara serentak 18 DPC HKTI kabupaten/kota se-Sumatera Barat.

Sejumlah unsur pemerintah dan organisasi HKTI turut hadir dalam kegiatan itu. 

Di antaranya Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPN HKTI Sonny Soerojo Junior, Kepala Dinas Pertanian Sumatera Barat, pimpinan Pemuda Tani Indonesia Sumbar, pimpinan Wanita Tani Indonesia Sumbar, serta Kepala Dinas Pertanian kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.

HKTI merupakan organisasi tani nasional yang memiliki tujuan meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung kebijakan pembangunan pertanian.

Kepemimpinan Riyanda Putra di DPC HKTI Kota Sawahlunto diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan hubungan antara pemerintah daerah dan pelaku pertanian di daerah tersebut.

Dengan terbentuknya kepengurusan untuk periode 2026–2031, HKTI Sawahlunto selanjutnya memiliki ruang untuk menjalankan peran organisasi dalam mendukung kepentingan petani serta pembangunan sektor pertanian di Kota Sawahlunto. (*)

Pewarta: marjafri

HUT ke-58 SMPN 7 Padang, PROMIS ke-10 Digelar, Ini Kata Ikhwansyah dan Fitria Yenira    
Kamis, September 03, 2026

On Kamis, September 03, 2026

HUT ke-58 SMPN 7 Padang, PROMIS ke-10 Digelar, Ini Kata Ikhwansyah dan Fitria Yenira
Peringatan HUT ke-58 tahun ini tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan sekolah, tetapi juga ruang untuk menampilkan berbagai potensi yang dimiliki peserta didik. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- SMP Negeri 7 Padang memperingati hari ulang tahun ke-58 dengan menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan yang memadukan pengembangan prestasi, kreativitas, dan penguatan karakter siswa. Peringatan tersebut dimulai dengan pelaksanaan PROMIS (Pra-Olimpiade) ke-10 di SMP Negeri 7 Padang, Rabu (2/9/2026).

Mengusung tema “Dengan semangat PROMIS ke-10 dan Wisuda Tahfizh ke-5 SMP Negeri 7 Padang, bersama mewujudkan generasi Indonesia Emas yang berakhlak Qurani, cerdas, kreatif, dan berwawasan global”, peringatan HUT ke-58 tahun ini tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan sekolah, tetapi juga ruang untuk menampilkan berbagai potensi yang dimiliki peserta didik.

Berbagai penampilan turut memeriahkan rangkaian acara, mulai dari seni tari, musik tradisional, solo song, hingga peragaan busana. Pertunjukan tersebut memberikan kesempatan kepada para siswa untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka di hadapan warga sekolah dan tamu undangan.

Selain pertunjukan seni, rangkaian HUT ke-58 SMP Negeri 7 Padang juga diisi dengan PROMIS ke-10. Kegiatan yang telah berlangsung selama satu dekade tersebut merupakan seleksi pra-olimpiade sebagai salah satu upaya sekolah dalam mempersiapkan siswa menghadapi berbagai kompetisi akademik, termasuk olimpiade tingkat nasional.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Ikhwansyah, mengapresiasi konsistensi SMP Negeri 7 Padang dalam melaksanakan berbagai kegiatan positif bagi siswa. Menurutnya, perjalanan 58 tahun menunjukkan bahwa sekolah tersebut telah memiliki pengalaman dan kematangan dalam mengembangkan pendidikan serta prestasi peserta didik.

“SMP Negeri 7 Padang sudah memasuki usia yang sangat matang. Kami berharap sekolah ini terus meningkatkan inovasi sehingga dapat terus berprestasi dan melahirkan anak-anak yang mampu berkontribusi, baik di tingkat daerah, kota, provinsi, maupun nasional," katanya. 

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 7 Padang, Fitria Yenira, mengatakan peringatan HUT ke-58 tahun ini dikemas melalui beberapa rangkaian kegiatan. Setelah PROMIS ke-10, kegiatan akan dilanjutkan dengan Wisuda Tahfizh ke-5 yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat.

“Melalui rangkaian HUT ke-58 ini, kami berharap lahir generasi penerus bangsa yang unggul secara akademik dan spiritual. Kami ingin melahirkan generasi emas dari SMP Negeri 7 Padang yang menjadi cikal bakal Indonesia Emas 2045," cakapnya. 

Wisuda tersebut akan diikuti sebanyak 24 hafiz dan hafizah. Kehadiran kegiatan tahfiz menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk membangun keseimbangan antara pencapaian akademik dan penguatan spiritual siswa.

Momentum HUT ke-58 juga dimanfaatkan sekolah untuk memberikan penghargaan terhadap perjalanan PROMIS yang telah memasuki tahun ke-10. Dalam kegiatan tersebut, sekolah turut menghadirkan para guru yang menjadi perintis atau pelopor ketika PROMIS pertama kali didirikan.

Dengan rangkaian kegiatan yang menggabungkan kompetisi akademik, seni, kreativitas, dan tahfiz, peringatan HUT ke-58 SMP Negeri 7 Padang menjadi momentum untuk memperkuat identitas sekolah sebagai ruang tumbuh bagi siswa. Tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki karakter, kreativitas, serta bekal spiritual untuk menghadapi masa depan. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Pemko Sawahlunto dan Kodim 0310/SS Tandatangani MoU Pelaksanaan TMMD ke-130    
Kamis, September 03, 2026

On Kamis, September 03, 2026

Pemko Sawahlunto dan Kodim 0310/SS Tandatangani MoU Pelaksanaan TMMD ke-130
Penandatanganan tersebut dilakukan di Ruang Rapat Balai Kota Sawahlunto, Kamis (3/9/2026), sekaligus dirangkaikan dengan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan program. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Sawahlunto bersama Kodim 0310/SS menandatangani nota kesepahaman (MoU) pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026.

Penandatanganan tersebut dilakukan di Ruang Rapat Balai Kota Sawahlunto, Kamis (3/9/2026), sekaligus dirangkaikan dengan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan program.

MoU ditandatangani Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra bersama Dandim 0310/SS Letkol Inf Dicky Sakti Maulana. 

Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari persiapan bersama dalam pelaksanaan TMMD yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober hingga 6 November 2026.

Pelaksanaan TMMD ke-130 di Sawahlunto akan dipusatkan di tiga desa, yakni Desa Batu Tanjung, Desa Datar Mansiang, dan Desa Tumpuk Tangah. 

Pemerintah Kota Sawahlunto menyiapkan dukungan anggaran sebesar Rp1,4 miliar untuk mendukung sasaran fisik dan nonfisik program tersebut.

TMMD merupakan program lintas sektoral yang melibatkan TNI, pemerintah daerah, instansi vertikal, pemerintah desa, dan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan di wilayah sasaran.

Melalui program tersebut, pembangunan tidak hanya diarahkan pada sasaran fisik, tetapi juga kegiatan nonfisik. 

Sasaran fisik antara lain mencakup pembangunan infrastruktur jalan, sarana umum, dan fasilitas desa, sedangkan kegiatan nonfisik diarahkan pada peningkatan wawasan kebangsaan, kesehatan, pendidikan, serta penguatan semangat gotong royong masyarakat.

Pelaksanaan TMMD juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah sasaran.

Sebelumnya, Kodim 0310/SS telah melakukan peninjauan terhadap lokasi yang direncanakan menjadi sasaran TMMD di Sawahlunto.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan sasaran pembangunan fisik dan nonfisik sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus membangun koordinasi awal antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat. 

Melalui rapat koordinasi dan penandatanganan MoU tersebut, seluruh pihak mulai mematangkan persiapan pelaksanaan TMMD ke-130 agar kegiatan yang berlangsung di Desa Batu Tanjung, Desa Datar Mansiang, dan Desa Tumpuk Tangah dapat berjalan sesuai rencana.

Pemerintah Kota Sawahlunto dan Kodim 0310/SS berharap dukungan pemerintah desa serta partisipasi masyarakat dapat memperkuat pelaksanaan program, sehingga sasaran pembangunan yang dilaksanakan melalui TMMD dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di tiga desa tersebut.(*) 

Pewarta: Marjafri

Ekspose Penilaian Lomba Sekolah Sehat Berstratifikasi UKS/M Strata Standar Tingkat Kota Padang Tahun 2026    
Kamis, September 03, 2026

On Kamis, September 03, 2026

Ekspose Penilaian Lomba Sekolah Sehat Berstratifikasi UKS/M Strata Standar Tingkat Kota Padang Tahun 2026
Rangkaian pemaparan (ekspose) peserta berlangsung selama tiga hari, dimulai dari jenjang TK pada Selasa (1/9/2026), dilanjutkan jenjang SD pada Rabu (2/9/2026), dan jenjang SMP pada Kamis (3/9/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) melaksanakan Penilaian Lomba Sekolah Sehat Berstratifikasi UKS/M Strata Standar Tingkat Kota Padang Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang, mulai 1 hingga 3 September 2026.

Rangkaian pemaparan (ekspose) peserta berlangsung selama tiga hari, dimulai dari jenjang TK pada Selasa (1/9/2026), dilanjutkan jenjang SD pada Rabu (2/9/2026), dan jenjang SMP pada Kamis (3/9/2026).

Pada hari pertama, Selasa (1/9/2026) lima perwakilan TK terbaik yang tampil memaparkan program kesehatan sekolahnya adalah TK Negeri Pembina, TK Kemala Bhayangkari IV, RA Ikhlas, TK Mariana, dan TK Semen Padang. 

Pada hari kedua, Rabu (2/9/2026) untuk jenjang Sekolah Dasar, perwakilan terdiri dari SDN 20 Indarung, SDN 03 Alai, SDN 15 Padang Sarai, SDN 27 Anak Air, dan SD Islam Al Azhar 32. Sementara jenjang SMP dilaksanakan pada hari ketiga, Kamis (3/9/2026). 

Plt Kabag Kesra Setdako Padang, Zul Asfi Lubis menjelaskan bahwa tahap ekspose ini merupakan bagian terintegrasi dari serangkaian proses penilaian.

“Kita melakukan lomba UKS melalui beberapa kategori, dari mulai dokumen yang kita kumpulkan, lalu kemudian ekspos sekolah-sekolah terbaik. Sebelum kita menentukan mana yang terbaik, kita akan pastikan dulu seluruh eksposnya ini selesai dari sekolah-sekolah terbaik di Kota Padang, baru nanti ada waktunya tim akan turun untuk monitoring ke lapangan, check and balance apakah sesuai dengan yang disampaikan, apakah faktanya seperti itu adanya," katanya.

Penilaian dimulai dari pengumpulan dokumen, ekspose program sekolah terbaik, hingga verifikasi langsung (monitoring) ke tiap unit pendidikan oleh tim juri untuk check and balance data. Pemko Padang berharap melalui ajang ini kualitas pelayanan kesehatan sekolah semakin meningkat.

“Mudah-mudahan UKS pada tahun ini lebih baik dan juga anak-anak kita lebih bersemangat untuk bisa hidup sehat di lingkungan sekolah masing-masing," jelasnya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU