HEADLINE
Wagub Vasko: Pemprov Sumbar Siap Dukung PT. KAI dalam Melakukan Sosialisasi Kepada Masyarakat    
Senin, November 02, 2026

On Senin, November 02, 2026

Wagub Vasko: Pemprov Sumbar Siap Dukung PT. KAI dalam Melakukan Sosialisasi Kepada Masyarakat
Vasko menanggapi permintaan Direktur Utama PT KAI (Persero), Bobby Rasyidin, agar Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut membantu menyosialisasikan penertiban sekitar 6.800 bangunan. (Fotdok: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy menyatakan Pemerintah Provinsi Sumbar siap mendukung PT. Kereta Api Indonesia (KAI) dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penertiban dan pengosongan lahan di sepanjang jalur kereta api di Sumbar.

Menurutnya, dukungan tersebut merupakan wujud dari komitmen pemerintah daerah untuk memperlancar rencana reaktivasi jalur kereta api di Sumbar. Ia meyakini masyarakat akan dapat menerima rencana tersebut, asalkan sosialisasi dilakukan dengan koordinasi dan komunikasi yang baik.

“Prinsipnya, Pemprov Sumbar siap mendukung KAI dalam sosialisasi. Terkait teknis pelaksanaannya nanti akan kita komunikasikan lebih lanjut dengan pihak KAI," tegas Wagub Vasko di Padang, Senin (2/11/2026).

Ia berharap, reaktivasi jalur kereta api ini berjalan sesuai harapan karena besar manfaatnya untuk masyarakat dan daerah. Karena itu, sosialisasi harus dilakukan secara jelas dan terkoordinasi agar masyarakat bisa memahami tujuan dan proses yang akan dilaksanakan.

Dukungan tersebut disampaikan Vasko menanggapi permintaan Direktur Utama PT KAI (Persero), Bobby Rasyidin, agar Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut membantu menyosialisasikan penertiban sekitar 6.800 bangunan yang teridentifikasi berpotensi mengganggu jalur bebas kereta api di Sumbar.

Bobby menyampaikan permintaan tersebut saat pencanangan reaktivasi jalur kereta api Sumbar di Stasiun Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, pada Selasa (27/10) lalu. Menurutnya, keberadaan bangunan di atas lahan milik KAI menjadi salah satu tantangan dalam mengaktifkan kembali jalur kereta api, selain kondisi geografis Sumbar yang berbukit dan potensi bencana alam.

“Kami mohon bantuan Forkopimda untuk sama-sama melakukan sosialisasi agar tidak ada lagi bangunan-bangunan di sekitar rel kereta api,” ujar Bobby.

Ia menjelaskan, jalur kereta api membutuhkan ruang bebas masing-masing enam meter di sisi kanan dan kiri rel, sehingga total ruang bebas yang diperlukan mencapai 12 meter. Berdasarkan hasil identifikasi, terdapat sekitar 6.800 bangunan yang berpotensi mengganggu pemenuhan ruang bebas tersebut.

Bobby mengatakan, reaktivasi jalur kereta api di Sumbar direncanakan dilakukan secara bertahap. Tahap awal akan difokuskan pada jalur Kayu Tanam–Padang Panjang sepanjang 15,3 kilometer yang direncanakan mulai dikerjakan pada 2027. Selanjutnya, reaktivasi akan dilanjutkan pada jalur menuju Solok dan Sawahlunto. Selanjutnya, pemgembangan direncanakan menghubungkan Padang Panjang dengan Bukittinggi, Payakumbuh, hingga Limbanang di Kabupaten Limapuluh Kota, yang berbatasan dengan Riau.

Diketahui, Pencanangan reaktivasi jalur kereta api Sumbar telah dilaksanakan pada Senin (27/10) lalu di Stasiun Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Donny Oskaria; Plt. Direktur Prasarana Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Rosita; serta sejumlah pejabat pusat dan daerah lainnya. (adpsb/bud)

Gubernur Mahyeldi Imbau Masyarakat Sumbar Waspadai Potensi Hujan Lebat hingga 10 November    
Senin, November 02, 2026

On Senin, November 02, 2026

Gubernur Mahyeldi Imbau Masyarakat Sumbar Waspadai Potensi Hujan Lebat hingga 10 November
Imbauan tersebut disampaikan menyusul informasi peringatan dini cuaca dan iklim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk Dasarian I November 2026.  (Fotdok: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Sumbar pada 1 hingga 10 November 2026.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul informasi peringatan dini cuaca dan iklim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk Dasarian I November 2026. Berdasarkan prakiraan tersebut, sejumlah wilayah Sumbar berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di kawasan rawan banjir, tanah longsor, dan daerah aliran sungai. Kondisi cuaca ini perlu menjadi perhatian bersama agar kita dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan sejak dini,” ujar Mahyeldi di Padang, Senin (2/11/2026).

Berdasarkan prakiraan BMKG, pada periode 1–3 November, potensi hujan sedang hingga lebat antara lain terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sijunjung, Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman, Kepulauan Mentawai, Dharmasraya, Solok Selatan, Pasaman Barat, Kota Padang, dan Kota Pariaman.

Selanjutnya, pada periode 4–6 November, potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan masih terjadi di sejumlah wilayah tersebut, termasuk Kabupaten Solok. Sementara pada 7–10 November, potensi hujan meluas ke sejumlah daerah lainnya, meliputi Kabupaten Solok, Pesisir Selatan, Sijunjung, Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman, Kepulauan Mentawai, Dharmasraya, Solok Selatan, Pasaman Barat, serta sejumlah kota di Sumbar.

Selain prakiraan hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi untuk Dasarian I periode 1–10 November 2026. Se bagian besar Kabupaten/Kota di Sumbar masuk kategori Waspada dengan potensi curah hujan 150–200 milimeter per dasarian, sedangkan untuk kategori siaga dengan potensi curah hujan 200-300 milimeter per dasarian ada lima daerah yang diperkirakan yakni Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang Panjang dan Kota Padang.

"Sementara belum ada daerah yang  diperkirakan mengalami potensi curah hujan diatas 300 milimeter atau kategori awas. Kendati demikian kesiapsiagaan tentu perlu terus dilakukan,"ungkap Mahyeldi

Mahyeldi meminta masyarakat tidak mengabaikan perubahan kondisi cuaca, khususnya ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu cukup lama. Masyarakat yang berada di kawasan perbukitan dan dekat aliran sungai diminta lebih waspada terhadap kemungkinan longsor, banjir, maupun banjir bandang.

“Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri melintasi jalan yang tergenang, menghindari kawasan rawan longsor ketika hujan lebat, serta segera mencari tempat aman apabila melihat tanda-tanda potensi bencana,” pesannya.

Gubernur juga meminta pemerintah kabupaten dan kota bersama perangkat daerah terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi dengan BMKG dan BPBD, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan penanggulangan bencana. Langkah antisipasi perlu dilakukan agar potensi dampak cuaca ekstrem dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas.

Ia berharap seluruh unsur pemerintah dan masyarakat dapat membangun kewaspadaan bersama dengan terus memantau informasi resmi BMKG serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Menurutnya, kesiapsiagaan dan tindakan antisipatif merupakan bagian penting dalam mengurangi risiko dan dampak bencana. (adpsb/bud)

Yozarwardi Pimpin SatuPena Sumbar 2026-2031, Siapkan Gerakan Penulis Berdaya dan Bermartabat    
Minggu, November 01, 2026

On Minggu, November 01, 2026

Yozarwardi Pimpin SatuPena Sumbar 2026-2031, Siapkan Gerakan Penulis Berdaya dan Bermartabat
Terpilihnya Yozarwardi menjadi awal kepemimpinan baru untuk memperkuat gerakan literasi, meningkatkan kualitas karya, sekaligus memperluas peran penulis dalam kehidupan masyarakat. (Fotdok: Armaidi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Musyawarah Daerah (Musda) Perkumpulan Penulis SatuPena Provinsi Sumatera Barat menetapkan Ir. Yozarwardi Usama Putra, S.Hut., M.Si. sebagai Ketua DPD SatuPena Sumbar periode 2026-2031. Terpilihnya Yozarwardi menjadi awal kepemimpinan baru untuk memperkuat gerakan literasi, meningkatkan kualitas karya, sekaligus memperluas peran penulis dalam kehidupan masyarakat. Keputusan tersebut ditetapkan melalui rapat tim formatur di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Minggu (1/11/2026).

Yozarwardi yang saat ini menjabat Asisten II Setdaprov Sumbar Bidang Perekonomian dan Pembangunan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota SatuPena Sumbar untuk membangun organisasi yang semakin produktif dan memberikan manfaat nyata. "Mari kita bersama-sama bangun penulis yang berdaya, bermanfaat, bermartabat dan berkelanjutan," tegas Yozarwardi yang telah menghasilkan tiga buku.

Di bawah kepemimpinan baru, SatuPena Sumbar dihadapkan pada tantangan besar dunia kepenulisan yang terus berkembang. Yozarwardi menilai, penulis tidak cukup hanya menghasilkan karya, tetapi juga harus mampu menghadirkan gagasan yang mencerahkan, membangun karakter, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Karena itu, peningkatan kualitas dan kuantitas karya menjadi salah satu agenda penting kepengurusan lima tahun mendatang.

Yozarwardi juga menekankan pentingnya menggerakkan aktivitas menulis di kalangan generasi muda. Menurutnya, kegiatan literasi dapat menjadi ruang produktif bagi anak muda untuk mengembangkan kreativitas, menyalurkan gagasan, serta membangun karakter. Ia berharap SatuPena Sumbar hadir lebih luas melalui kegiatan kepenulisan yang mampu memberikan alternatif positif di tengah berbagai tantangan sosial. Yozarwardi sendiri mengaku telah menyukai dunia puisi sejak duduk di bangku sekolah menengah.

Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumbar, Jumaidi, S.Pd., M.Pd., saat membuka Musda menyampaikan apresiasi atas kontribusi SatuPena selama lima tahun terakhir di bawah kepemimpinan Sastri Bakry. Berbagai kegiatan seperti lomba menulis, peluncuran buku, diskusi, seminar hingga pertunjukan telah menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya literasi sekaligus mendorong masyarakat lebih produktif dalam memanfaatkan waktu di tengah ketergantungan terhadap gawai.

Salah satu pencapaian penting SatuPena Sumbar adalah penyelenggaraan International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) yang telah berlangsung empat kali. Festival tersebut menghadirkan delegasi dari puluhan negara dan membawa gerakan literasi Sumatera Barat ke panggung internasional. Jumaidi berharap kepengurusan baru mampu menjaga kesinambungan program, memperluas kolaborasi, serta melahirkan terobosan yang semakin memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai salah satu pusat kegiatan literasi.

Sementara itu, Ketua Demisioner SatuPena Sumbar, Sastri Bakry, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus, anggota, serta berbagai pihak yang telah mendukung perjalanan organisasi selama periode 2022-2026. Dukungan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, lembaga vertikal, BUMN, BUMD, lembaga negara, pihak swasta hingga masyarakat menjadi bagian penting dalam menggerakkan berbagai program SatuPena. Sastri yang kini dipercaya sebagai Koordinator Ketua SatuPena se-Sumatera berharap semangat kebersamaan tersebut terus dipertahankan.

Ketua Panitia Musda, Armaidi Tanjung, menjelaskan bahwa proses penjaringan calon ketua dan tim formatur telah berlangsung sejak 20 September hingga 20 Oktober 2026 melalui grup WhatsApp anggota dan Google Form. Dari proses tersebut muncul sembilan nama calon. Hasil pemungutan suara menetapkan Yozarwardi dan Armaidi Tanjung masing-masing memperoleh 19 suara, Rita Novita 18 suara, Leni Marlina 12 suara, Yurnaldi 11 suara, Dilla 9 suara, Hasanuddin 8 suara, Ranti Arasti 4 suara, dan Pinto Janir 2 suara. Karena Leni Marlina tidak hadir, Yurnaldi masuk sebagai pengganti dalam tim formatur bersama Yozarwardi, Armaidi Tanjung, Rita Novita, dan Sastri Bakry.

Adapun susunan inti DPD SatuPena Sumbar periode 2026-2031 menetapkan Yozarwardi Usama Putra sebagai ketua, Yurnaldi dan Ranti Arasti sebagai wakil ketua, Armaidi Tanjung sebagai sekretaris, Jias Mengki sebagai wakil sekretaris, serta Rita Novita sebagai bendahara. Kepengurusan juga dilengkapi Dewan Pakar dan Dewan Pengawas. Dengan kepemimpinan baru ini, SatuPena Sumbar memasuki babak berikutnya untuk memperkuat ekosistem penulis, memperluas gerakan literasi, dan membawa karya anak bangsa dari Sumatera Barat semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. (*) 

Pewarta: Armaidi Tanjung
Editor: Zamri Yahya, WU

Gubernur Tinjau Banjir dan Longsor di Pandai Sikek, Lima Rumah Warga Terdampak    
Minggu, November 01, 2026

On Minggu, November 01, 2026

Gubernur Tinjau Banjir dan Longsor di Pandai Sikek, Lima Rumah Warga Terdampak
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meninjau langsung lokasi bencana banjir dan longsor di Jorong Koto Tinggi, Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Minggu (1/11/2026). (Fotdok: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meninjau langsung lokasi bencana banjir dan longsor di Jorong Koto Tinggi, Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Minggu (1/11/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turun langsung bersama masyarakat melakukan upaya penanganan darurat. Ia juga meminta pemerintah nagari segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk menyiapkan langkah penanganan jangka panjang guna mengantisipasi kejadian serupa terulang.

Peristiwa banjir dan longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut. Sekitar pukul 13.30 WIB, saat melintasi Nagari Pandai Sikek dalam perjalanan menuju Kota Padang usai berkegiatan di Kota Bukittinggi, kendaraan yang ditumpangi Gubernur dihentikan sejumlah warga yang melaporkan kejadian bencana di wilayah mereka.

Merespons laporan tersebut, Gubernur langsung menuju lokasi untuk melihat kondisi dan dampak yang dialami masyarakat. Dari hasil pantauan lapangan, sedikitnya terdapat lima rumah warga dan sejumlah lahan pertanian dilaporkan terdampak akibat banjir dan longsor.

“Berdasarkan pantauan kita di lapangan, ada lima rumah dan sejumlah lahan pertanian masyarakat yang terdampak. Dari lima rumah tersebut, dua di antaranya mengalami rusak berat dan tiga lainnya rusak ringan,” ungkap Mahyeldi.

Luapan aliran air yang diduga berasal dari kawasan hulu Gunung Singgalang menjadi salah satu indikasi penyebab banjir dan longsor di Jorong Koto Tinggi. Meski ketinggian genangan air tidak terlalu dalam, derasnya arus mengakibatkan aliran air meluap dan menggenangi sejumlah rumah masyarakat.

“Namun, itu masih dugaan awal. Penyebab pasti kejadian serta keseluruhan dampaknya masih dalam pendataan petugas di lapangan,” jelas Mahyeldi.

Saat melakukan peninjauan, Gubernur bersama masyarakat melakukan upaya darurat untuk mengendalikan aliran air sungai agar tidak semakin meluap ke kawasan permukiman. Ia juga menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan kawasan bawah lereng Gunung Singgalang, mengingat hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi hingga beberapa hari kedepan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menerima informasi dari warga bahwa kejadian banjir dan longsor di kawasan tersebut bukan pertama kali terjadi. Menurut keterangan warga, peristiwa serupa telah berlangsung sebanyak tiga kali, dengan kejadian pertama tercatat pada 2024 lalu.

Menanggapi kondisi tersebut, Mahyeldi menyebut Pemprov Sumbar akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan seluruh unsur terkait untuk memastikan penanganan dampak bencana berjalan cepat. Koordinasi juga diperlukan untuk memperkuat langkah mitigasi dan penanganan jangka panjang guna mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.

Selain di Pandai Sikek, banjir juga dilaporkan terjadi di Padang Laweh, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, pada Minggu siang (1/11). Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak. Masyarakat diimbau menjauhi aliran sungai apabila debit air meningkat atau arus terlihat semakin deras. (adpsb/rmz/bud)

Irwan Basir: Perkuat Kelembagaan Adat, Jaga Warisan Minangkabau di Tengah Perubahan Zaman    
Minggu, November 01, 2026

On Minggu, November 01, 2026

Irwan Basir: Perkuat Kelembagaan Adat, Jaga Warisan Minangkabau di Tengah Perubahan Zaman
Ketua LKAAM Kota Padang, Irwan Basir Dt. Rajo Alam, SH.MM., saat menghadiri Sosialisasi Penguatan Kelembagaan Adat Kerapatan Adat Nagari (KAN) Nan XX Kecamatan Lubuk Begalung, Minggu (1/11/2026). (Fotdok: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Penguatan kelembagaan adat menjadi langkah penting dalam menjaga eksistensi adat dan budaya Minangkabau di tengah pesatnya perkembangan zaman. Pesan tersebut disampaikan Ketua LKAAM Kota Padang, Irwan Basir Dt. Rajo Alam, SH.MM., saat menghadiri Sosialisasi Penguatan Kelembagaan Adat Kerapatan Adat Nagari (KAN) Nan XX Kecamatan Lubuk Begalung, Minggu (1/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Balai Basuo, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, itu mengangkat tema "Kuatkan Semangat Banagari, Kokohkan Tungku Tigo Sajarangan, Lestarikan Adat dan Budaya Minangkabau". Sosialisasi ini menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman ninik mamak, pemangku adat, serta masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelembagaan adat di lingkungan perkotaan.

Kehadiran Irwan Basir dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya peran LKAAM dalam mendorong penguatan kehidupan adat di tengah masyarakat. Turut hadir Camat Lubuk Begalung Ikrar Perkasa, Danramil 04 Lubuk Begalung, KUA Lubuk Begalung, Ketua LKAAM dan Ketua KAN Nan XX, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Irwan Basir menekankan bahwa sosialisasi penguatan kelembagaan adat sangat diperlukan, terutama bagi ninik mamak dan seluruh pemangku adat beserta anak kamanakan di nagari yang berada dalam wilayah perkotaan. Menurutnya, nilai-nilai adat dan budaya yang diwariskan para leluhur harus terus dipahami, dijaga, dan diteruskan kepada generasi berikutnya.

"Kita tidak ingin karena perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, adat serta budaya yang diwarisi dari pendahulu kita tertinggal dan hilang tergerus masa. Kita juga tidak ingin nantinya jalan dianjak urang lalu, cupak dialih urang panggaleh, sehingga kita menjadi tamu di negeri sendiri," tegas pria yang akrab disapa Dt. IB tersebut.

Ia menjelaskan, ungkapan tersebut bukan sekadar pepatah, melainkan pengingat agar masyarakat Minangkabau tidak kehilangan identitas dan pegangan adat di tengah perubahan sosial. Karena itu, penguatan kelembagaan adat harus dilakukan secara berkelanjutan agar anak kamanakan memahami asal-usul, tradisi, serta aturan adat yang menjadi warisan bersama.

Irwan Basir juga berharap kegiatan sosialisasi seperti ini dapat diagendakan setiap tahun. Dengan demikian, pembinaan adat tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi proses berkesinambungan untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya adat dan budaya Minangkabau.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa lembaga adat yang di dalamnya terdapat ninik mamak dan para pemangku adat memiliki tanggung jawab besar. Perannya bukan hanya mempertahankan tradisi dan nilai budaya, tetapi juga menjadi wadah menjaga tatanan sosial masyarakat serta meneruskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.

Melalui sosialisasi ini, KAN Nan XX diharapkan semakin memperkuat peran kelembagaan adat dalam kehidupan masyarakat Lubuk Begalung. Semangat banagari, kekokohan Tungku Tigo Sajarangan, serta kelestarian adat Minangkabau perlu terus dirawat agar warisan leluhur tetap hidup dan menjadi pedoman bagi anak kamanakan di masa mendatang. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Fadly Amran Apresiasi Wahyu Hidayat, Dana Pokir DPRD Hidupkan Festival Tari Anak Padang    
Minggu, November 01, 2026

On Minggu, November 01, 2026

Fadly Amran Targetkan Festival Tari Anak Padang Naik Kelas, Wahyu Hidayat Siapkan Gelaran Tiga Kali Lebih Besar!
Wako Fadly Amran dan Anggota DPRD Kota Padang, Wahyu Hidayat saat menutup Festival Tari Anak Kota Padang 2026 di Bagindo Aziz Chan Youth Center, Minggu (1/11/2026). (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Festival Tari Anak Kota Padang 2026 bukan sekadar panggung pertunjukan seni. Wali Kota Padang, Fadly Amran, bahkan menargetkan festival yang digagas Sanggar Tari Mutiara Minang ini berkembang menjadi agenda berskala nasional dengan dukungan penuh Pemerintah Kota Padang. Target tersebut disampaikan Fadly Amran saat menutup Festival Tari Anak Kota Padang 2026 di Bagindo Aziz Chan Youth Center, Minggu (1/11/2026).

Fadly Amran mengapresiasi penyelenggaraan festival yang dinilainya menjadi ruang penting bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, kreativitas, sekaligus mengenal dan mencintai kebudayaan Minangkabau sejak usia dini. Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui seremoni, tetapi membutuhkan ruang ekspresi yang memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk tampil dan berprestasi.

Ia menegaskan, festival tersebut sejalan dengan semangat Program Unggulan (Progul) Padang Juara melalui program Padang Balomba. Pemerintah Kota Padang ingin mendorong anak-anak agar tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga mampu menunjukkan prestasi di bidang olahraga, seni, budaya, dan agama.

Bahkan, Fadly Amran menyampaikan harapan agar penyelenggaraan tahun berikutnya meningkat menjadi tiga kali lebih besar dibandingkan pelaksanaan sekarang. Pemko Padang juga membuka peluang menjadi sponsor utama agar Festival Tari Anak Kota Padang dapat berkembang menjadi kegiatan berskala nasional.

Fadly turut mengapresiasi konsistensi Anggota DPRD Kota Padang, Wahyu Hidayat, yang juga Pembina Sanggar Tari Mutiara Minang, dalam menggerakkan kegiatan tersebut melalui dukungan dana Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD. Menurut Fadly, kolaborasi pemerintah daerah, legislatif, dan komunitas seni menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem kebudayaan di Kota Padang.

Sementara itu, Wahyu Hidayat menjelaskan, Festival Tari Anak Kota Padang 2026 berlangsung selama dua hari, 31 Oktober hingga 1 November 2026, dengan mengusung tema "Lestarikan Budaya Minang Sejak Dini". Kegiatan ini melibatkan enam sanggar seni dengan total 300 penari dan seniman musik. Selain pertunjukan tari, festival juga menghadirkan lomba mewarnai, solo song, dan fashion show anak.

Tak hanya memberikan ruang bagi seniman cilik, Wahyu juga mendorong festival tersebut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Panitia memfasilitasi 10 pelaku usaha kuliner untuk berjualan secara gratis. Langkah ini sekaligus mendukung penguatan ekonomi lokal dan cita-cita Kota Padang menuju Kota Gastronomi UNESCO 2027.

Pada kesempatan yang sama, Pemko Padang melalui Dinas Pariwisata menyerahkan bantuan peralatan kepada delapan pelaku ekonomi kreatif dari lima kecamatan yang terdampak banjir bandang November 2025. Bantuan tersebut menyasar subsektor kriya dan musik sebagai bagian dari dukungan terhadap pemulihan aktivitas ekonomi kreatif masyarakat.

Penutupan festival yang turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yenni Yuliza, serta perwakilan enam sanggar seni itu menjadi momentum memperkuat kolaborasi pelestarian budaya. Dengan dorongan Fadly Amran dan konsistensi Wahyu Hidayat, Festival Tari Anak Kota Padang diharapkan terus berkembang, melahirkan generasi berprestasi, sekaligus membawa kekayaan seni Minangkabau ke panggung nasional. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

FOKSI Sumbar Siapkan Liga Kabaddi, Sasar Pelajar SD dan SMP di Padang    
Minggu, November 01, 2026

On Minggu, November 01, 2026

FOKSI Sumbar Siapkan Liga Kabaddi, Sasar Pelajar SD dan SMP di Padang
Fadly Amran saat menerima audiensi Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) Sumatera Barat, Liswendi Kamar, di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Minggu (1/11/2026). (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Olahraga Kabaddi bersiap memperluas kiprahnya di Kota Padang. Wali Kota Padang, Fadly Amran, mendukung rencana penyelenggaraan Liga Kabaddi perdana sekaligus pengenalan olahraga asal India tersebut kepada pelajar SD dan SMP. Langkah ini diharapkan membuka peluang lahirnya atlet-atlet muda berbakat melalui pembinaan sejak usia sekolah.

Dukungan tersebut disampaikan Fadly Amran saat menerima audiensi Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) Sumatera Barat, Liswendi Kamar, di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Minggu (1/11/2026). Pertemuan itu membahas pengembangan kompetisi, pembinaan atlet, hingga rencana menjadikan sekolah sebagai salah satu pusat pengenalan Kabaddi.

Fadly menegaskan, Pemerintah Kota Padang menyambut baik program pengenalan Kabaddi melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Menurutnya, olahraga bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga sarana membangun karakter, kedisiplinan, kebersamaan, dan pola hidup sehat bagi generasi muda.

"Pemerintah Kota Padang menyambut baik pengenalan Kabaddi melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah sebagai upaya menjaring dan membina atlet sejak dini. Olahraga ini juga mendorong anak-anak aktif dalam kegiatan positif dan terhindar dari kenakalan remaja yang sejalan dengan program Padang Balomba, aktivasi dari Program Unggulan Padang Juara," ujar Fadly.

Sementara itu, Liswendi Kamar mengungkapkan, FOKSI Sumbar merencanakan Liga Kabaddi perdana di Kota Padang sebelum memperluas penyelenggaraannya ke delapan kabupaten/kota lainnya di Sumatera Barat. Jadwal pelaksanaan masih dikoordinasikan bersama Pemko Padang dan pihak sponsor agar kompetisi dapat dipersiapkan secara matang.

"Kami berencana menggelar Liga Kabaddi perdana di Kota Padang dengan dukungan FOKSI Kota Padang. Selanjutnya, liga ini akan dikembangkan ke delapan kabupaten/kota lainnya di Sumatera Barat," ungkap Liswendi. Ia berharap kompetisi tersebut menjadi momentum memperkenalkan Kabaddi secara lebih luas sekaligus membuka ruang bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan.

Tak hanya mengandalkan kompetisi, FOKSI Sumbar juga menyiapkan program sosialisasi dan latihan rutin bagi pelajar SD dan SMP setiap Sabtu dan Minggu. Program ini mendapat dukungan sponsor berupa penyediaan buku, minuman, makanan, dan pakaian. Bahkan, guru yang terlibat direncanakan memperoleh honor sehingga pelaksanaan kegiatan tidak membebani pihak sekolah.

Kabaddi sendiri merupakan olahraga beregu asal India yang mengandalkan kekuatan fisik, kecepatan, kelincahan, strategi, serta ketahanan napas. Ketua Pengcab FOKSI Kota Padang, Yosrizal Effendi, menyebut pengembangan olahraga ini memiliki modal prestasi. Pada Porprov Sumbar XVI 2026, tim Kabaddi Kota Padang berhasil membawa pulang delapan medali emas dan dua medali perak.

Yosrizal berharap Liga Kabaddi menjadi wadah kompetisi sekaligus memperkuat regenerasi atlet di Kota Padang dan Sumatera Barat. Audiensi tersebut turut dihadiri Sekretaris Umum Pengprov FOKSI Sumbar Hendy Luthan, Kepala Dispora Kota Padang Eka Putra Buhari, serta Kepala Disdikbud Kota Padang Yopi Krislova. Dengan dukungan pemerintah, sekolah, dan sponsor, pengembangan Kabaddi diharapkan semakin terarah, mulai dari pengenalan kepada pelajar hingga lahirnya atlet berprestasi. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU