HEADLINE
Wabup Candra Pimpin Sosialisasi Anti-Pekat dan Narkoba, Soroti Peran Nagari dan Keluarga    
Selasa, April 07, 2026

On Selasa, April 07, 2026

Wabup Candra Pimpin Sosialisasi Anti-Pekat dan Narkoba, Soroti Peran Nagari dan Keluarga
Sosialisasi yang digelar di MTsN 3 Solok, Alahan Panjang, dan MTsN 6 Solok, Talang Babungo, Senin (06/04/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kabupaten Solok terus bergerak cepat melindungi generasi muda dari ancaman pergaulan bebas (pekat) dan penyalahgunaan narkoba. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di MTsN 3 Solok, Alahan Panjang, dan MTsN 6 Solok, Talang Babungo, Senin (06/04/2026).

Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I, didampingi Kepala Kemenag Kabupaten Solok, H. Zulkifli, serta jajaran Forkopimcam, Wali Nagari, dan tokoh pendidikan di wilayah Kecamatan Lembah Gumanti dan Hiliran Gumanti.

Kepala MTsN 3 Solok, Rusmaida, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk membentengi siswa dari pengaruh negatif, seiring upaya sekolah mencetak generasi yang unggul bukan hanya secara akademik, tetapi juga karakter.

Kemenag Soroti Lemahnya Pemahaman Agama

Sementara itu, Kepala Kemenag Solok, H. Zulkifli, menyoroti akar permasalahan yang dihadapi remaja saat ini, yaitu rendahnya pemahaman dan pengamalan ajaran agama.

"Banyak anak muda mengaku Islam, namun belum lancar membaca Al-Qur’an dan meninggalkan shalat. Ini menjadi perhatian serius," ujarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Kemenag mewajibkan seluruh madrasah memiliki fasilitas ibadah yang layak dan menerapkan shalat berjamaah minimal Dzuhur dan Ashar sebagai upaya pembiasaan disiplin dan religiusitas.

Bahaya Penyakit Tersembunyi dan Peran Aturan Nagari

Dalam arahannya, Wabup Candra mengingatkan bahaya laten penyakit sosial seperti HIV/AIDS yang memiliki masa inkubasi panjang dan bisa berdampak fatal di kemudian hari jika tidak dicegah sejak dini.

Lebih jauh, politisi ini menekankan pentingnya peran Nagari dalam menjaga moralitas. Ia mencontohkan keberhasilan Nagari Paninggahan yang menerapkan aturan ketat terkait hiburan malam selama lebih dari 20 tahun, terbukti mampu menekan angka keributan dan konflik sosial.

"Pemerintah tidak akan mentolerir kegiatan yang melanggar norma, seperti hiburan tanpa izin yang berpotensi memicu asusila. Kami akan bertindak tegas jika ditemukan pelanggaran," tegasnya.

Ia juga menilai sanksi sosial berbasis kearifan lokal di nagari seringkali lebih efektif memberikan efek jera dibandingkan sanksi formal semata. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat bersatu menjauhkan generasi muda dari perbuatan tercela. (BO)

Wujudkan Hunian Layak, Anggota DPRD Kota Padang Rafdi Apresiasi Peresmian Hunsela Kubang    
Selasa, April 07, 2026

On Selasa, April 07, 2026

Wujudkan Hunian Layak, Anggota DPRD Kota Padang Rafdi Apresiasi Peresmian Hunsela Kubang
Anggota DPRD Kota Padang, Rafdi, ST, apresiasi peresmian bantuan Hunian Sementara Sehat dan Layak (Hunsela). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Harapan masyarakat penyintas bencana di wilayah Kubang untuk memiliki tempat tinggal yang lebih baik akhirnya terwujud. Anggota DPRD Kota Padang, Rafdi, ST, apresiasi peresmian bantuan Hunian Sementara Sehat dan Layak (Hunsela). 

Kehadiran hunian ini menjadi angin segar bagi warga yang sebelumnya terdampak musibah banjir, sebagai langkah nyata dalam proses pemulihan infrastruktur pemukiman di Kota Padang.

Rafdi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada para donatur yang telah memberikan kontribusi nyata. Secara khusus, ia memberikan apresiasi tinggi kepada Bapak Dr. Ir. Arlan Septia AR atas kedermawanannya. "Kami mewakili penerima bantuan Hunsela Kubang mengucapkan terima kasih kepada donatur, semoga Allah membalas kebaikan ini dengan yang jauh lebih baik," ujar Rafdi dengan penuh khidmat.

Tak hanya kepada donatur perorangan, sinergi lintas sektor juga menjadi kunci keberhasilan program ini. Rafdi turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran MWA Universitas Andalas (Unand), tim pelaksana Unand, serta seluruh dosen yang terlibat dalam perencanaan dan pengawasan pembangunan. Kerja sama akademisi ini dinilai memberikan standar kualitas bangunan yang sehat dan layak bagi para penyintas bencana banjir di wilayah tersebut.

Lebih lanjut, dukungan dari instansi terkait juga tidak luput dari sorotan Ketua Fraksi PKS ini. Ucapan terima kasih dialamatkan kepada Pemerintah Kota Padang dan elemen kepemudaan seperti Karang Taruna Kecamatan Pauh. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan organisasi sosial ini membuktikan bahwa penanganan pascabencana di Kota Padang dapat berjalan efektif jika dilakukan secara gotong royong dan terintegrasi.

Salah satu momen emosional dalam acara tersebut adalah pemberian apresiasi khusus kepada Saudara Dasrul. Rafdi menyebut Dasrul sebagai sosok pionir yang bekerja keras di lapangan demi memastikan pembangunan Hunsela ini berjalan lancar. "Apresiasi khusus saya untuk Saudara Dasrul yang sudah menjadi pionir dalam pembangunan Hunsela bagi penyintas bencana. Dedikasinya sungguh luar biasa dalam membantu sesama," tambah Ketua Fraksi PKS itu. 

Menutup pernyataannya, Rafdi berharap agar Hunsela Kubang ini dapat dirawat dengan baik oleh para penerima manfaat sehingga fungsi hunian sehat ini tetap terjaga. Program Hunsela ini diharapkan menjadi model percontohan bagi penanganan bencana di daerah lain, yang mengedepankan sisi kemanusiaan dan keberlanjutan. "Barakallahu fiikum untuk semua pihak yang telah membantu," pungkasnya. (*)

Optimalkan potensi PAD, Gubernur Mahyeldi Rencanakan Genjot Pajak Air Permukaan    
Selasa, April 07, 2026

On Selasa, April 07, 2026

Optimalkan potensi PAD, Gubernur Mahyeldi Rencanakan Genjot Pajak Air Permukaan
Mahyeldi saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bersama Forkopimda terkait Optimalisasi Pajak Air Permukaan. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus mengoptimalkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Pajak Air Permukaan (PAP), seiring penurunan dana transfer dari pemerintah pusat. Salah satu potensi besar yang kini menjadi fokus adalah sektor perkebunan kelapa sawit, yang diperkirakan menyimpan potensi penerimaan hingga Rp1 triliun.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menegaskan pentingnya langkah strategis untuk mengoptimalkan pajak air permukaan, tidak hanya sebagai instrumen fiskal, tetapi juga sebagai upaya menjaga keberlanjutan lingkungan. “Kita harus terus menggenjot pajak air permukaan dari sektor sawit. Potensinya besar, bahkan bisa mencapai Rp1 triliun yang selama ini belum tergarap optimal,” ujar Mahyeldi saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bersama Forkopimda terkait Optimalisasi Pajak Air Permukaan di Istana Gubernuran, Senin malam (6/4/2026).

Ia menyebutkan, pada tahun 2026 target penerimaan PAP ditetapkan sebesar Rp594 miliar dengan fokus awal pada perkebunan kelapa sawit non-rakyat. Untuk itu, Pemprov Sumbar akan memperkuat sinergi lintas sektor bersama Forkopimda guna meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus mengendalikan dampak lingkungan. “Kita perlu segera menyiapkan regulasi dan melakukan sosialisasi secara masif di enam kabupaten utama, yaitu Pasaman, Agam, Pesisir Selatan, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya,” tambahnya.

Selain itu, Mahyeldi juga mendorong penerapan digitalisasi melalui pemasangan alat ukur (flow meter) pada setiap pengguna air permukaan. Tujuannya untuk menjaga transparansi dan akurasi data. “Langkah ini penting untuk memastikan transparansi dan akurasi data, sehingga besaran pajak sesuai dengan pemanfaatan riil serta meminimalisir potensi manipulasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mahyeldi menekankan pajak air permukaan juga berfungsi sebagai instrumen pengendalian eksploitasi sumber daya alam, yang berlaku tidak hanya bagi sektor perkebunan, tetapi juga sektor komersial lain seperti pariwisata dan perikanan.

Sementara itu, Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta menilai optimalisasi penerimaan PAP memerlukan pendekatan yang tepat, mengingat masih adanya resistensi dari wajib pajak. “Perlu dilakukan perbandingan regulasi dengan daerah lain yang telah berhasil, seperti Sulawesi Barat dan Maluku Utara, agar kita bisa melihat pendekatan yang efektif dalam implementasi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pembentukan satuan tugas terpadu serta penguatan koordinasi lintas sektor untuk memastikan efektivitas pemungutan pajak. Pendekatan persuasif, menurutnya, perlu dikedepankan dengan melibatkan wajib pajak dalam dialog terbuka dan menghadirkan perusahaan patuh sebagai role model. “Pemerintah harus mampu menjelaskan bahwa pajak ini merupakan kontribusi untuk pembangunan daerah, bukan sekadar beban,” tegasnya.

Asisten Administrasi Setdaprov Sumbar, Medi Iswandi mengungkapkan sebagian perusahaan perkebunan kelapa sawit masih menyampaikan keberatan terhadap pengenaan pajak air permukaan. Namun, substansi keberatan tersebut dinilai tidak sejalan dengan ketentuan Peraturan Daerah yang berlaku. “Kami juga melihat pertemuan sebelumnya belum menghasilkan keputusan strategis karena perusahaan hanya diwakili manajemen operasional. Ke depan, pertemuan akan melibatkan langsung direksi dan pemilik perusahaan,” katanya.

Ia menambahkan, perbedaan persepsi terkait pemanfaatan air menjadi salah satu kendala utama. Di lapangan, ditemukan praktik pengambilan air dari sungai yang dialirkan ke area perkebunan, namun perusahaan hanya bersedia dikenakan pajak pada penggunaan di pabrik, bukan di areal kebun.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumbar, Al Amin menyampaikan pada bulan pertama tahun 2026, realisasi penerimaan PAP baru mencapai Rp4,09 miliar atau sekitar 0,69 persen dari target tahunan. “Potensi pajak ini tersebar di enam kabupaten, dengan total puluhan perusahaan yang menjadi objek pajak. Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari inventarisasi data, penetapan pajak, hingga sosialisasi terpadu dan monitoring berkala,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala, di antaranya perbedaan persepsi terkait perhitungan volume air, metode penetapan pajak, serta keberatan atas dasar pengenaan pajak yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan. “Pemerintah terus melakukan penyempurnaan data dan pendekatan kepada wajib pajak, agar kepatuhan dapat meningkat secara bertahap,” ujarnya.

Melalui langkah strategis, sinergi lintas sektor, serta pendekatan persuasif dan berbasis data, Pemprov Sumbar optimistis target penerimaan pajak air permukaan dapat tercapai, sekaligus mendorong pengelolaan sumber daya air yang lebih berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat. (adpsb/nov/bud)

Hadiri Halal Bihalal KONI, Mahyeldi Ajak Insan Olahraga Sukseskan Porprov 2026    
Selasa, April 07, 2026

On Selasa, April 07, 2026

Hadiri Halal Bihalal KONI, Mahyeldi Ajak Insan Olahraga Sukseskan Porprov 2026
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat menghadiri kegiatan halal bihalal yang digelar KONI Sumbar. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menegaskan komitmennya memperkuat pembangunan olahraga daerah melalui sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Hal ini ditegaskan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat menghadiri kegiatan halal bihalal yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar di Auditorium Gubernuran, Senin (6/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, pengurus KONI, cabang olahraga, pelatih, serta insan olahraga Sumbar.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan kolaborasi antar seluruh elemen olahraga guna mendorong peningkatan prestasi sekaligus memastikan program pembinaan berjalan optimal. “Silaturahmi ini penting untuk memperkuat kebersamaan. Dengan kekompakan, kita bisa mendorong kemajuan olahraga Sumbar secara lebih terarah dan berkelanjutan,” ujar Mahyeldi.

Ia juga menegaskan, pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Tahun 2026 harus tetap terlaksana setelah sempat tertunda selama delapan tahun akibat pandemi Covid-19. “Kita tidak boleh lagi menunda. Meskipun ada keterbatasan anggaran dan berbagai tantangan, Porprov harus menjadi momentum kebangkitan olahraga Sumbar,” tegasnya.

Menurut Mahyeldi, Porprov tidak hanya berdampak pada peningkatan prestasi atlet, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah. Event olahraga diyakini mampu menghidupkan sektor UMKM, perdagangan, dan jasa di daerah penyelenggara. “Porprov harus memberi manfaat luas, termasuk bagi pelaku usaha dan masyarakat. Ini peluang untuk meningkatkan perputaran ekonomi dan pendapatan daerah,” tambahnya.

Selain itu, Pemprov Sumbar juga akan melakukan renovasi GOR Haji Agus Salim yang direncanakan mulai Mei 2026. Gubernur mengajak seluruh insan olahraga dan masyarakat untuk memberikan dukungan agar proses renovasi berjalan lancar.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus menyampaikan kegiatan halal bihalal ini menjadi ajang memperkuat soliditas dalam menghadapi berbagai agenda olahraga ke depan. “Prestasi olahraga tidak lahir dari kerja individu, tetapi dari sistem yang solid dan kolaboratif. Karena itu, silaturahmi ini penting untuk memperkuat kebersamaan kita,” ujarnya.

Melalui penguatan sinergi ini, Pemprov Sumbar optimistis olahraga daerah akan semakin berkembang, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan dan kebangkitan ekonomi masyarakat. (adpsb/nov/bud)

Terbukti Mampu Dongkrak UMKM Lokal, Pemprov Sumbar Targetkan 10 Nagari Creative Hub Baru pada Tahun 2026    
Selasa, April 07, 2026

On Selasa, April 07, 2026

Terbukti Mampu Dongkrak UMKM Lokal, Pemprov Sumbar Targetkan 10 Nagari Creative Hub Baru pada Tahun 2026
Kepala DPMD Sumbar, Yozarwardi Usama Putra. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Program Nagari/Desa Creative Hub (NCH) yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mulai menunjukkan dampak positif. 

Di Nagari Sikalang, Kota Sawahlunto, UMKM tumbuh aktif, produk lokal menembus platform digital seperti Shopee dan TikTok, serta kegiatan pembinaan kreativitas masyarakat berjalan secara rutin.

Keberhasilan tersebut menjadi dasar bagi Pemprov Sumbar untuk memperluas implementasi NCH sebagai motor penggerak ekonomi kreatif berbasis nagari. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menegaskan, program ini juga diarahkan menjadi identitas sekaligus kekuatan baru ekonomi daerah. “Melalui NCH, kita menghadirkan ruang kolaborasi di nagari untuk mendorong ekonomi kreatif, inovasi masyarakat, dan kapasitas generasi muda dalam pemanfaatan teknologi digital,” ujarnya saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan NCH Tahun 2026 di Auditorium Gubernuran, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, dengan hadirnya ptogram tersebut, nagari tidak hanya sebagai objek pembangunan tapi juga sekaligus menjadi subjek pembangunan yang mandiri dengan mengoptimalkan potensi sumber daya manusia, budaya, dan ekonomi lokal.

Pada 2026, Pemprov Sumbar menargetkan pengembangan 10 Nagari Creative Hub baru dengan pendekatan lebih efektif dan kolaboratif lintas OPD. Seluruh perangkat daerah diminta mengintegrasikan program dan memperkuat koordinasi agar pelaksanaan berjalan optimal dan berkelanjutan. "Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi seluruh OPD. Saya minta itu terus diperkuat. Program ini harus berjalan terarah, efektif, efisien, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DPMD Sumbar, Yozarwardi Usama Putra, menekankan pentingnya rencana aksi yang terukur, sinergi lintas sektor, serta penguatan kapasitas generasi muda melalui pelatihan, pendampingan, dan literasi digital. “Kami berharap dari hasil rakor ini lahir arah kebijakan yang menjadi pedoman bersama, sehingga intervensi yang dilakukan perangkat daerah benar-benar mampu memperkuat ekosistem Nagari Creative Hub,” ujar Yozarwardi.

Dengan dukungan bersama, ia optimistis Nagari Creative Hub akan mampu memperkuat kemandirian nagari menjadi penggerak utama ekonomi kreatif daerah. (adpsb/nov/bud)

Wako Fadly Amran Menyambut Kedatangan filantropis Syekh Mohammad MT Al Khoory    
Selasa, April 07, 2026

On Selasa, April 07, 2026

Wako Fadly Amran Menyambut Kedatangan filantropis Syekh Mohammad MT Al Khoory
Wako Fadly Amran, menyambut hangat kedatangan filantropis Syekh Mohammad MT Al Khoory. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyambut hangat kedatangan filantropis internasional sekaligus pengusaha asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Syekh Mohammad MT Al Khoory, dalam jamuan makan malam di Rumah Makan Lamun Ombak, Padang, Senin (6/4/2026).

Syekh Khoory merupakan pendiri Asian Muslim Charity Foundation (AMCF), sebuah yayasan filantropi yang aktif dalam berbagai misi sosial, pendidikan, dan keagamaan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. 

Selain kiprah sosialnya, ia juga merupakan pucuk pimpinan beberapa grup perusahaan multinasional yang bergerak di sektor infrastruktur, otomotif, hingga perhotelan.

Syekh Khoory menyampaikan bahwa kunjungannya ke Kota Padang bertujuan menjalankan program kemanusiaan sekaligus menggali potensi budaya lokal.

"Kunjungan kami ke Padang adalah langkah awal untuk mengenal lebih dekat budaya Minangkabau. Sekaligus menjajaki peluang kerja sama antara AMCF dan Pemerintah Kota Padang, terutama dalam misi kemanusiaan dan kegiatan sosial," ujar Syekh Khoory.

Sementara itu, Fadly Amran menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas atensi yang diberikan Syekh Khoory terhadap Kota Padang. Menurutnya, kehadiran tokoh sekaliber Syekh Khoory merupakan peluang emas bagi Kota Padang untuk mendapatkan mitra strategis dalam mengakselerasi program kesejahteraan masyarakat. "Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kunjungan Syekh Mohammad MT Al Khoory beserta rombongan. Kehadiran beliau bukan sekadar kunjungan kehormatan, tetapi juga membawa harapan besar untuk memperkuat kerja sama filantropi di Kota Padang," ungkap Fadly Amran.

Fadly Amran berharap dari rekam jejak AMCF yang terbukti di berbagai wilayah Indonesia dapat mendukung sektor pendidikan dan sosial di Kota Padang. Ia pun menegaskan komitmen pemerintah kota untuk mempermudah pihak yang ingin berkontribusi dalam pembangunan kemanusiaan. "Pemko Padang terbuka terhadap setiap kolaborasi demi kemaslahatan umat. Semoga pertemuan ini menghasilkan langkah nyata yang berdampak langsung pada kemajuan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat," pungkas Fadly Amran. (*)