HEADLINE
Gubernur Mahyeldi Raih Upakarya Wanua Nugraha dari Pemerintah Pusat    
Kamis, Januari 15, 2026

On Kamis, Januari 15, 2026

Gubernur Mahyeldi Raih Upakarya Wanua Nugraha dari Pemerintah Pusat
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meraih anugerah Upakarya Wanua Nugraha dari Pemerintah Pusat atas keberhasilannya membina desa/nagari dan kelurahan berprestasi di wilayah Sumbar.

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meraih anugerah Upakarya Wanua Nugraha dari Pemerintah Pusat atas keberhasilannya membina desa/nagari dan kelurahan berprestasi di wilayah Sumbar.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus kepada Gubernur Sumbar yang diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumbar, Yozawardi Usama Putra dalam peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (15/1/2025).

Atas penghargaan tersebut, Gubernur Mahyeldi menyampaikan rasa syukur dan menilai capaian ini merupakan hasil dari terbangunnya kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

“Alhamdulillah, kita kembali mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat. Ini menjadi bukti bahwa jika sinergi antara pemerintah dan masyarakat terus dijaga, insya Allah akan selalu lahir berbagai capaian yang membawa kebaikan bersama,” ujar Mahyeldi.

Selain Gubernur Sumbar, dua desa/nagari dan kelurahan berprestasi dari Sumbar juga berhasil meraih penghargaan tingkat nasional pada momentum tersebut.

Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, meraih Terbaik I Lomba Tata Kelola Pemerintahan Desa/Nagari Regional I Tingkat Nasional Tahun 2025. Sementara itu, Kelurahan Koto Tangah, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, meraih Terbaik I Lomba Pemerintahan Kelurahan Regional I Tingkat Nasional Tahun 2025.

Gubernur Mahyeldi berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi desa, nagari, dan kelurahan lainnya di Sumatera Barat untuk terus berinovasi, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
(adpsb/bud)

Wawako Pariaman, Terima Kunjungan Kepala BBPOM Padang    
Kamis, Januari 15, 2026

On Kamis, Januari 15, 2026

Wawako Pariaman, Terima Kunjungan Kepala BBPOM Padang
Wakil Wali Kota (Wawako) Pariaman Mulyadi menerima kunjungan silaturahmi dari Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang Drs.Martin Suhendri,Apt.,M.Farm., di ruang kerjanya, Kamis (15/01/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
  - Wakil Wali Kota (Wawako) Pariaman Mulyadi menerima kunjungan silaturahmi dari Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang Drs.Martin Suhendri,Apt.,M.Farm., di ruang kerjanya, Kamis (15/01/2026).

Wawako pada kesempatan itu, didampingi  Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Azhar dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Nazifah.

Kunjungan tersebut  dalam rangka melakukan kordinasi dan kerjasama dengan Pemko Pariaman terkait gerakan penanaman pohon pasca banjir. 

Kegiatan ini merupakan salah satu gerakan yang dicanangkan oleh Kepala BPOM Pusat Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D.

Selain itu, pertemuan ini membicarakan tentang pengawasan terhadap pangan jajanan anak-anak di sekolah, di pasar dan di desa serta pengawasan takjil dalam menghadapi bulan puasa yang akan datang.

Tindaklanjuti pembicaraan tersebut, Mulyadi apresiasi tiga agenda kerja sama yang difasilitasi oleh BBPOM Padang. 

Terutama memastikan keamanan pangan dan obat-obatan yang beredar di tengah-tengah masyarakat.

Sekaligus penghijauan dalam program menanam 23 juta pohon se-Indonesia.  (R/at)

Audiensi dengan PWI, Ahmad Muzani: Hati Saya Tetap Wartawan    
Kamis, Januari 15, 2026

On Kamis, Januari 15, 2026

Audiensi dengan PWI, Ahmad Muzani: Hati Saya Tetap Wartawan
Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat melakukan pertemuan dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026) sore. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat melakukan pertemuan dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026) sore. 

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan reflektif, membahas makna profesi wartawan sebagai panggilan nurani sekaligus peran pers dalam kehidupan kebangsaan.

Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Muzani mengenang kembali perjalanannya sebagai wartawan. Ia bercerita bahwa pada tahun 1991 dirinya mengikuti ujian menjadi wartawan muda di PWI DKI Jakarta, dengan satu pertanyaan yang hingga kini membekas kuat dalam ingatannya.

“Salah satu pertanyaannya adalah, jika dalam meliput kita menemukan kecelakaan di tengah jalan, mana yang didahulukan, membantu korban atau menulis berita?” ujar Muzani.

Ia mengaku memilih membantu korban terlebih dahulu, baru kemudian memberitakan peristiwa tersebut. Bagi Muzani, kemanusiaan harus selalu berada di atas kepentingan apa pun. Dari proses itu, ia dinyatakan lulus sebagai wartawan muda PWI.

“Menjadi wartawan itu bukan sekadar profesi, tapi panggilan hati. Artinya memilih untuk mengatakan yang benar itu benar, dan yang salah itu salah,” tegas Ahmad Muzani yang pernah menjadi wartawan di majalah Amanah dan penyiar radio Ramako.

Menurutnya, esensi menjadi wartawan adalah memperjuangkan kebenaran dan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi. Nilai itu, kata dia, harus terus hidup meski seseorang telah berpindah peran.

“Saya tidak pernah merasa terpisah dari wartawan. Hati saya sampai sekarang masih wartawan. 

Muzani juga mengingatkan kembali nilai-nilai dasar PWI yang dirumuskan sejak Kongres PWI tahun 1946 di Solo, yang menempatkan pers sebagai alat perjuangan serta pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Di PWI wartawan itu disebut pejuang sebab memperjuangkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi,” tuturnya.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyambut baik refleksi yang disampaikan Ketua MPR RI tersebut. Menurutnya, kisah itu menjadi pengingat penting bagi seluruh insan pers tentang esensi profesi wartawan.

“Apa yang disampaikan Ketua MPR menunjukkan bahwa jurnalisme sejati selalu bertumpu pada kebenaran dan kemanusiaan. Nilai-nilai inilah yang terus kita jaga di PWI,” ujar Akhmad Munir yang juga menjabat Ketua Dewas LKBN Antara.

Menurut Munir, PWI sampai sekarang tetap memelihara dan merawat nilai-nilai luhur dari para pendiri, sebagai rumah besar wartawan Indonesia yg menjaga nilai-nilai perjuangan yang berkontribusi besar terhadap kemajuan bangsa dan negara.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, menyampaikan bahwa pertemuan ini juga menjadi bagian dari komunikasi PWI dengan pimpinan lembaga negara menjelang pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten.

“Kami secara resmi mengundang Ketua MPR RI untuk dapat hadir pada peringatan Hari Pers Nasional. Kehadiran beliau tentu akan menjadi kehormatan dan penguat semangat insan pers dalam menjalankan peran kebangsaan,” kata Zulmansyah yang juga Ketua Panitia HPN 2026.

Ia menambahkan, HPN merupakan momentum refleksi bersama antara pers dan negara dalam menjaga demokrasi, persatuan, serta kepentingan nasional.

Ahmad Muzani juga menyinggung perubahan lanskap jurnalistik saat ini, di mana peran pewarta turut dijalankan oleh netizen dan konten kreator di ruang digital.

“Dari pemberitaan mereka kita mengetahui bahwa ada bantuan yang belum sampai dan penanganan yang belum optimal,” ujarnya.

Audiensi dengan Ketua MPR RI tersebut turut dihadiri jajaran Pengurus PWI Pusat lainnya, yakni Bendahara Umum Marthen Selamet Susanto, Ketua Bidang Kemitraan dan Kerjasama Ariawan beserta wakilnya Kadirah, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Irfan Junaidi.

Hadir pula Wakil Sekretaris Jenderal Haryo Ristamadji, Ketua Departemen Hankam TNI-Polri Johnny Hardjojo, beserta wakilnya Musrifah dan Badar Subur, Ketua Departemen Parlemen Ade Candra, Ketua Departemen Seni, Musik, Film, dan Budaya Ramon Damora, Ketua Departemen Kajian dan Litbang Akhmad Sefudin dan Wakil Humas Akhmad Dani. (*)

Tinjau Daerah Terdampak Bencana di Kabupaten Solok, Normalisasi Sungai dan Penyerahan Bantuan Menjadi Fokus Sekdaprov Sumbar    
Kamis, Januari 15, 2026

On Kamis, Januari 15, 2026

Tinjau Daerah Terdampak Bencana di Kabupaten Solok, Normalisasi Sungai dan Penyerahan Bantuan Menjadi Fokus Sekdaprov Sumbar
Daerah terdampak bencana hidrometeorologi di Nagari Paninggahan dan Muara Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Kamis (15/1/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
- Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekdaprov Sumbar), Arry Yuswandi meninjau daerah terdampak bencana hidrometeorologi di Nagari Paninggahan dan Muara Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Kamis (15/1/2026).

Dalam peninjauan itu, ia memantau langsung proses pengerjaan normalisasi sungai dan berdialog dengan masyarakat setempat. Hal itu dilakukannya untuk memastikan proses penanganan berjalan sesuai rencana.

"Fokus kita saat ini adalah bagaimana alirannya bisa kembali ke titik semula dan bahu sungai kembali terbentuk, sembari kita melakukan pengerukan sedimen. Sehingga, jika debit air meningkat, tidak meluap lagi ke pemukiman masyarakat. Memang ini belum tuntas, tapi progresnya cukup baik," ungkap Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana berupa 25 unit rice cooker dan 100 unit kompor gas. Ia berharap, bantuan tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasarnya dalam masa pemulihan pascabencana.

"Semoga ini bisa memudahkan Bapak/Ibu semua dalam memenuhi kebutuhan dasar. Memang tidak banyak, tapi mudah-mudahan bermanfaat,"ucapnya.

Diketahui, sebelum melakukan peninjauan tersebut, Sekda menghadiri kegiatan groundbreaking rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana bersama pihak Kementerian Pertanian di Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok.

Sementara itu, Wakil Bupati Solok, H. Candra menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sekdaprov Sumbar atas besarnya perhatian Pemerintah Provinsi terhadap masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Solok.

Tampak hadir mendampingi Sekdaprov Sumbar dalam peninjauan tersebut Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar, Nolly Eka Mardianto dan Kalaksa BPBD Kabupaten Solok. (adpsb/rmz/bud)

Tim Terpadu Tertibkan PETI di Pasaman, Barang Temuan Dimusnahkan    
Kamis, Januari 15, 2026

On Kamis, Januari 15, 2026

Tim Terpadu Tertibkan PETI di Pasaman, Barang Temuan Dimusnahkan
Tim Terpadu Pencegahan dan Penertiban Pertambangan Tanpa Izin (PETI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melakukan penertiban aktivitas tambang ilegal di Jorong Lubuk Aro. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Tim Terpadu Pencegahan dan Penertiban Pertambangan Tanpa Izin (PETI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melakukan penertiban aktivitas tambang ilegal di Jorong Lubuk Aro, Nagari Padang Matinggi Utara, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Kamis (15/1/2025).

Saat tiba di lokasi, aktivitas tambang sudah tidak lagi berlangsung. Namun, tim terpadu masih menemukan sejumlah peralatan bekas penambangan. Untuk mencegah aktivitas serupa kembali terjadi, tim memasang spanduk larangan serta memusnahkan barang temuan dengan cara dibakar.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar, Helmi Heriyanto mengatakan penertiban tersebut merupakan bagian dari langkah tegas pemerintah daerah dalam menghentikan maraknya aktivitas PETI, khususnya di wilayah Kecamatan Rao. “Kendati pelakunya tidak ditemukan, ini tidak akan mengurangi komitmen kita untuk terus melakukan penertiban aktivitas PETI di Sumatera Barat,” ujar Helmi.

Penertiban ini dilakukan menyusul semakin maraknya aktivitas PETI di Sumbar, sehingga pemerintah provinsi menilai perlu melakukan penanganan serius. Langkah tersebut diperkuat melalui Surat Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 540/40/BP/X/DESDM-2025 tentang Pembentukan Tim Terpadu Pencegahan dan Penertiban Pertambangan Tanpa Izin.

Sebagai solusi jangka panjang, Helmi menyebut, Pemprov Sumbar tengah menyiapkan skema legalisasi melalui Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Saat ini, proses tersebut masih berjalan di Kementerian ESDM dan diawali dengan penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). “Sudah kita usulkan 301 blok WPR dengan luas sekitar 13.800 hektare yang tersebar di sembilan kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Saat ini masih menunggu keputusan dari Menteri ESDM,” jelas Helmi.

Ia mengimbau masyarakat agar bersabar dan tidak mudah dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. “IPR adalah salah satu solusi yang disiapkan pemerintah provinsi,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar, Tasliatul Fuaddi mengatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk mengkaji dampak lingkungan akibat aktivitas tambang ilegal tersebut. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan tingginya tingkat kekeruhan air sungai dan potensi kerusakan lingkungan. “Kondisi alur sungai sudah tidak semestinya lagi. Jika terjadi cuaca ekstrem, ini berpotensi membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Wali Nagari Padang Matinggi Utara, Muhammad Fauzan memperkirakan aktivitas tambang ilegal di wilayahnya baru berlangsung sekitar tiga bulan terakhir. Sebagai langkah pencegahan, ia menyebut, pemerintah nagari telah memasang spanduk imbauan penghentian PETI. “Kami dari pemerintah nagari sudah memasang spanduk untuk stop PETI, sesuai kemampuan dan kewenangan yang kami miliki,” ujarnya. (adpsb/cen/bud)

Pemerintah Mulai Melakukan Rehabilitasi Lahan Pertanian Terdampak Bencana di Sumbar    
Kamis, Januari 15, 2026

On Kamis, Januari 15, 2026

Pemerintah Mulai Melakukan Rehabilitasi Lahan Pertanian Terdampak Bencana di Sumbar
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi menyampaikan terimakasih kepada gerak cepat Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kementerian Pertanian resmi memulai kegiatan rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar). Khusus di Sumbar, kegiatan perdana rehabilitasi lahan dilaksanakan di Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Kamis (15/1/2026).

Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian mengatakan rehabilitasi lahan terdampak bencana ini bertujuan untuk menjaga sumber pendapatan petani dan sekaligus menjaga produktivitas pangan nasional. "Kegiatan ini, kita laksanakan secara serentak di 3 wilayah terdampak bencana dan dilaunching langsung oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bapak Andi Amran Sulaiman untuk menjaga produktivitas pangan nasional dan ekonomi petani ," ungkap Sam Herodian.

Lebih lanjut, ia menjelaskan prioritas awal Kementerian Pertanian adalah menangani lahan sawah dengan kategori kerusakan ringan hingga sedang. Sementara untuk kategori rusak berat, akan ditangani selanjutnya secara bertahap.

Ia menuturkan, langkah rehabilitasi mencakup pembentukan kembali struktur lahan, hingga pendampingan penanaman dan bantuan alat mesin pertanian agar sawah segera kembali produktif dan bisa ditanami petani. "Bentuk intervensi yang kita berikan adalah kita akan membentuk kembali lahannya, pendampingan penanaman, itu kita tangani, termasuk bantuan peralatan mesin pertanian," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi menyampaikan terimakasih kepada gerak cepat Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian dalam melakukan pemulihan terhadap lahan masyarakat yang terdampak bencana di Sumbar.

Ia menegaskan, kegiatan rehabilitasi lahan ini tidak hanya di Kabupaten Solok, tapi juga akan dilaksanakan di kabupaten/kota lainnya yang terdampak bencana di Sumbar. Skema penanganannya pun di mulai dari yang rusak ringan setelah itu baru ke yang rusak sedang dan berat. "Tahap awal ini, kita mulai penanganan untuk lahan yang rusak ringan dulu setelah itu baru yang rusak sedang. Tidak hanya di Solok tapi juga di kabupaten/kota lain yang terdampak, semua dapat giliran,"tegas Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi.

Ia berharap dengan adanya program rehabilitasi ini, para Petani di Sumbar dapat kembali bersemangat. Dengan tujuan, agar Sumbar bisa segera bangkit dan pulih, baik secara mental maupun ekonomi. Arry mengungkap berdasarkan catatan Pemprov Sumbar, luas lahan yang terdampak bencana di Sumbar mencapai 6.451 hektar. Dengan rincian, seluas 2.802 hektar rusak ringan, 822 hektar rusak sedang dan  2.827 hektar rusak berat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Solok, H. Chandra; Wakil Walikota Solok, Suryadi Nurdal; Forkopimda Kabupaten dan Kota Solok; Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumbar, Afniwirman; Kepala Dinas Peternakan dan Keswan Provinsi Sumbar, Sukarli; serta Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumbar, Nolly Eka Mardianto. (adpsb/rmz/bud)

Wako Fadly Amran Menghadiri Pelantikan Pengurus KONI Kota Padang Periode 2025–2029    
Kamis, Januari 15, 2026

On Kamis, Januari 15, 2026

Wawako Fadly Amran Menghadiri Pelantikan Pengurus KONI Kota Padang Periode 2025–2029
Wali Kota Padang Fadly Amran menghadiri pelantikan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Padang periode 2025–2029.

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang Fadly Amran menghadiri pelantikan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Padang periode 2025–2029, yang digelar di Axana Hotel Padang, Kamis (15/1/2026).

Pelantikan dipimpin langsung Ketua KONI Provinsi Sumatera Barat, Hamdanus. Adapun jajaran pengurus inti yang dilantik yakni Ketua Umum Erianto, Ketua Harian Syamsu Rizal, Sekretaris Umum Tri Putra Junaidi Nast, serta Bendahara Umum Zulhardi Z. Latif.

Fadly Amran menekankan agar seluruh pengurus KONI yang baru dilantik dapat bekerja secara disiplin, konsisten, serta menerapkan langkah-langkah strategis dalam memajukan olahraga di Kota Padang.

“Jangan muluk-muluk, tetapi capailah prestasi tertinggi yang dapat dipersembahkan bagi Kota Padang. Pemerintah Kota Padang akan terus menuntaskan berbagai pekerjaan rumah melalui komunikasi dan koordinasi dengan DPRD Kota Padang,” ujarnya.

Fadly Amran juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat yang dijadwalkan berlangsung pada Juni–Juli mendatang, sekaligus kesiapan Kota Padang sebagai tuan rumah.

“Event ini memberikan ruang bagi atlet untuk menunjukkan prestasi. Target juara tentu penting, namun yang lebih utama adalah menanamkan semangat Padang Juara dan mental kompetitif kepada generasi muda,” tambahnya.

Ketua Umum KONI Kota Padang Erianto menyampaikan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk membawa olahraga Kota Padang semakin maju, berprestasi, dan bermartabat. Semangat ini sejalan dengan program unggulan Padang Juara Pemerintah Kota Padang.

“Melalui olahraga, kita tidak hanya membangun fisik dan prestasi, tetapi juga membentuk karakter, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap Kota Padang,” pungkasnya. (*)