HEADLINE
Ini Kata Wawako Maigus Nasir pada Pembekalan kepada 30 personel Dubalang Kota se-Kecamatan Lubuk Begalung    
Rabu, Juli 15, 2026

On Rabu, Juli 15, 2026

Ini Kata Wawako Maigus Nasir pada Pembekalan kepada 30 personel Dubalang Kota se-Kecamatan Lubuk Begalung
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat memberikan pembekalan kepada 30 personel Dubalang Kota dari 15 kelurahan se-Kecamatan Lubuk Begalung, di Aula Lantai III Kantor Camat Lubuk Begalung, Selasa (14/7/2026). (Foto: Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Para Dubalang Kota memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memperkuat kontrol sosial berbasis nilai-nilai adat Minangkabau.

Selain Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, hadir juga Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Padang, Tarmizi Ismail, Sekretaris Satpol PP Kota Padang, Darmalis, Camat Lubuk Begalung, Ikrar Prakasa, Para Lurah dan Kepala Seksi Trantib se-Kecamatan Lubuk Begalung, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lubuk Begalung, Jasrizal dan Perwakilan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Nan XX.

Karena itu, setiap personel Dubalang dituntut berintegritas, berkarakter mulia, memahami adat dan budaya, serta mampu bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam mencegah berbagai persoalan sosial.

Demikian ditegaskan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat memberikan pembekalan kepada 30 personel Dubalang Kota dari 15 kelurahan se-Kecamatan Lubuk Begalung, di Aula Lantai III Kantor Camat Lubuk Begalung, Selasa (14/7/2026).

"Kami sangat mengapresiasi peran Dubalang Kota dalam mengantisipasi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat, mulai dari tawuran, penyalahgunaan narkoba, tindakan asusila, hingga berbagai bentuk penyakit masyarakat lainnya. Keberhasilan ini merupakan buah sinergi Dubalang Kota bersama niniak mamak, Satpol PP, TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat," katanya. 

Maigus Nasir menjelaskan, pembentukan Dubalang Kota sejak 30 Oktober 2025 lalu merupakan langkah strategis Pemerintah Kota (Pemko) Padang dalam memperkuat sistem keamanan dan ketertiban masyarakat berbasis kearifan lokal.

Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari Program Unggulan (Progul) Padang Sigap, salah satu dari sembilan Progul Pemko Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Padang, Fadly Amran.

Maigus menambahkan, keberadaan Dubalang juga merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali semangat bernagari di Kota Padang.
Langkah itu juga diperkuat dengan telah lahirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Budaya Minangkabau yang menjadi landasan hukum pelaksanaan tugas Dubalang.

"Kami ingin nagari di dalam kota benar-benar hidup sehingga peran niniak mamak dan nilai adat dapat dirasakan masyarakat. Alhamdulillah, upaya ini telah diperkuat dengan adanya Perda Penguatan Adat dan Budaya Minangkabau," ujarnya. 

Terakhir, Wakil Wali Kota juga mengingatkan agar seluruh personel Dubalang menjaga nama baik institusi dengan menjunjung tinggi kejujuran, etika, dan disiplin. Ia menegaskan tidak akan mentoleransi apabila ada anggota yang justru melakukan penyelewengan atau pelanggaran hukum lainnya.

"Dubalang adalah pagar kampung, dan jangan sampai pagar justru merusak tanaman. Karena itu saya minta seluruh Dubalang menjaga integritas," cakapnya. 

Sementara itu, Camat Lubuk Begalung, Ikrar Prakasa, mengungkapkan kehadiran Dubalang sejauh ini telah memberikan dampak positif dalam membantu menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Lubuk Begalung.

Selain melakukan patroli malam, Dubalang juga aktif berkolaborasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, BPBD, hingga ikut mengawasi persoalan lingkungan seperti pembuangan sampah liar.

"Kami berharap pembekalan dari Bapak Wakil Wali Kota hari ini semakin memperkuat kapasitas para Dubalang dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Dengan dukungan seluruh pihak, kami optimistis Dubalang dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, serta tetap berlandaskan nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau," tukuknya. (*)

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Siapkan Pengembangan Transportasi Publik Berbasis Kendaraan Listrik    
Rabu, Juli 15, 2026

On Rabu, Juli 15, 2026

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Siapkan Pengembangan Transportasi Publik Berbasis Kendaraan Listrik
Zulmaeta saat menerima kunjungan manajemen PT Zeven Metro International di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan H.R. Rasuna Said, Selasa (14/7/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menyiapkan pengembangan transportasi publik berbasis kendaraan listrik sebagai bagian dari transformasi sistem transportasi yang modern, ramah lingkungan, dan rendah emisi di Kota Payakumbuh. 

Tahap awal pengembangannya diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan transportasi pelajar sebelum diperluas menjadi layanan angkutan umum bagi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Zulmaeta saat menerima kunjungan manajemen PT Zeven Metro International di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan H.R. Rasuna Said, Selasa (14/7/2026).

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan yang telah dilaksanakan pada 9 Juli 2026. 

Dalam kesempatan itu, PT Zeven Metro International mempresentasikan bus listrik berukuran medium berkapasitas hingga 22 penumpang sebagai salah satu alternatif pengembangan transportasi publik ramah lingkungan di Kota Payakumbuh.

Menurut Zulmaeta, Pemerintah Kota Payakumbuh mulai mengkaji pemanfaatan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya membangun sistem transportasi perkotaan yang lebih efisien, berkelanjutan, dan mendukung pengurangan emisi karbon.

"Kota Payakumbuh ke depan direncanakan akan menggunakan moda transportasi ramah lingkungan. Langkah awal yang menjadi prioritas kami adalah untuk menunjang kebutuhan transportasi anak sekolah secara aman dan bebas emisi," kata Zulmaeta.

Ia menjelaskan, setelah layanan transportasi bagi pelajar dapat diwujudkan, pengembangan kendaraan listrik akan dilakukan secara bertahap untuk mendukung layanan angkutan umum sehingga masyarakat memperoleh akses transportasi yang lebih aman, nyaman, efisien, dan ramah lingkungan.

Zulmaeta menilai karakteristik Kota Payakumbuh yang memiliki wilayah relatif kompak dengan jarak tempuh antarpusat aktivitas sekitar 10 kilometer menjadi keunggulan dalam penerapan transportasi publik berbasis kendaraan listrik.

"Kota Payakumbuh ini wilayahnya tidak terlalu luas. Untuk rute perjalanan di dalam kota rata-rata hanya berkisar sekitar 10 kilometer," ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut mendukung efisiensi operasional kendaraan listrik sekaligus menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mengkaji kebutuhan infrastruktur pendukung, aspek operasional, serta skema implementasi yang sesuai dengan karakteristik Kota Payakumbuh.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kota Payakumbuh bersama PT Zeven Metro International juga membahas peluang kolaborasi, efisiensi operasional, kesiapan infrastruktur pendukung, serta langkah-langkah implementasi transportasi publik berbasis kendaraan listrik sebagai bagian dari pengembangan sistem transportasi perkotaan di Kota Payakumbuh.

Melalui pengembangan transportasi publik berbasis kendaraan listrik, Wali Kota Zulmaeta berharap masyarakat Payakumbuh ke depan dapat menikmati layanan transportasi yang lebih aman, nyaman, efisien, dan ramah lingkungan sekaligus memperkuat upaya mewujudkan kota yang rendah emisi, berkelanjutan, dan memiliki kualitas pelayanan publik yang semakin baik. (HM)

Wako Fadly Amran Serahkan Kunci Hunsela kepada Penyintas Bencana Hidrometeorologi    
Rabu, Juli 15, 2026

On Rabu, Juli 15, 2026

Wako Fadly Amran Serahkan Kunci Hunsela kepada Penyintas Bencana Hidrometeorologi
Wali Kota Padang, Fadly Amran, meresmikan sekaligus menyerahkan kunci Hunsela kepada penyintas bencana hidrometeorologi di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Rabu (15/7/2026). (Foto: Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang, Fadly Amran, meresmikan sekaligus menyerahkan kunci Hunian Sementara Sehat dan Layak (Hunsela) kepada penyintas bencana hidrometeorologi di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Rabu (15/7/2026).

Sebanyak 18 unit Hunsela yang terdiri atas 15 unit di kawasan Rimbo Panjang dan tiga unit di Gerbang Langit mulai ditempati warga yang kehilangan rumah akibat banjir bandang dan tanah longsor pada penghujung 2025.

Hadir dalam kesempatan itu Ketua Yayasan Universitas Baiturrahmah (Unbrah), Hj. Maizarnis, bersama Rektor Unbrah, Musliar Kasim, Sekretaris Uiversitas Andalas (Unand), Aidinil Zetra, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unand, Mai Efdi, serta Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Andalas (DPP IKA Unand), Hary Efendi Iskandar, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang, Raju Minropa dan sejumlah kepala OPD terkait di lingkup Pemerintah Kota (Pemko) Padang.

Fadly Amran mengatakan, kehadiran Hunsela menjadi solusi sementara untuk menyediakan hunian yang sehat, aman, dan layak bagi warga terdampak, sekaligus mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hingga pembangunan hunian tetap (Huntap) terealisasi.

"Selamat kepada bapak dan ibu yang hari ini menempati Hunsela. Semoga hunian sementara ini memberikan kenyamanan dan menjadi awal yang baik untuk bangkit kembali setelah bencana," katanya. 

Fadly Amran menegaskan bahwa Pemko Padang berkomitmen mengawal proses pemulihan pascabencana secara menyeluruh, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar penyintas hingga penyelesaian pembangunan Huntap. Pemko juga akan mempercepat penyediaan sarana pendukung di kawasan Hunsela, seperti akses jalan dan jaringan air bersih.

"Kami akan terus mencarikan solusi bagi warga yang belum dapat memperoleh Huntap, baik melalui program CSR maupun dukungan para dermawan. Untuk akses jalan dan air bersih juga sudah saya instruksikan kepada OPD terkait agar segera ditangani," tegasnya. 

Wali Kota Padang turut mengapresiasi DPP IKA Unand, Asosiasi Perempuan Peduli Bencana, Unbrah, serta FMIPA Unand dan sejumlah donatur yang telah bergotong royong mewujudkan pembangunan Hunsela bagi penyintas bencana di Kota Padang.

"Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti kuatnya semangat kolaborasi dalam membantu masyarakat kita yang terdampak bencana. Semoga seluruh kebaikan yang diberikan menjadi amal ibadah," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Hunsela Rimbo Panjang dan Gerbang Langit, Mairawita, menyebutkan pembangunan 18 unit Hunsela yang diresmikan kali ini terwujud berkat dukungan DPP IKA Unand, Unbrah, Grup Beringin, Grup Tamansari, Grup Arisan An-Nafisah, serta FMIPA Unand melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Mairawita, seluruh Hunsela dibangun di atas lahan yang tidak memiliki persoalan status maupun kepemilikan sehingga diharapkan dapat mempermudah pembangunan Huntap pada masa mendatang.

"Hingga pertengahan 2026, kita bersama-sama telah membangun sebanyak 38 unit Hunsela secara bertahap sebagai hunian transisi bagi penyintas bencana hidrometeorologi. Hunsela tidak hanya menjadi tempat tinggal sementara, tetapi juga simbol kepedulian dan semangat gotong royong, dengan harapan seluruh penyintas nantinya dapat kembali memiliki hunian permanen yang aman dan layak," ujarnya. (*)

Amira Kim bersama Senada Digital Records Ceritakan Nusantara Lewat Nada    
Rabu, Juli 15, 2026

On Rabu, Juli 15, 2026

Amira Kim bersama Senada Digital Records Ceritakan Nusantara Lewat Nada
Amira Kim bersama Senada Digital Records ceritakan Nusantara lewat nada. (Fotdok. Istimewa). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Dunia musik anak Indonesia kembali melahirkan talenta muda yang layak mendapat perhatian. Amira Kim, penyanyi cilik asal Bekasi, terus menunjukkan perkembangan artistik melalui karya-karya bertema kebangsaan yang diproduksi Senada Digital Records, sekaligus menghadirkan warna segar bagi industri musik anak Tanah Air.

Pada konferensi pers yang berlangsung di Jakarta, Rabu (15/7/2026), Amira tampil percaya diri saat berbagi cerita mengenai perjalanan bermusiknya. 

Di hadapan media, siswi kelas 3 AIIS (Akhyar International Islamic School) tersebut menunjukkan kedewasaan berpikir yang melampaui usianya ketika berbicara tentang kecintaannya terhadap Indonesia.

Perjalanan Amira Kim dimulai dari kecintaannya terhadap dunia musik sejak usia sangat dini. Penyanyi bernama lengkap Amira Azzahra Kimberlite, kelahiran Bekasi, 7 November 2017, berhasil membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk berkarya secara serius melalui dua single bertajuk "Makanan Nusantara Juaranya" dan "Nusantara Indah".

"Bagi saya, Indonesia adalah rumah yang sangat indah dan istimewa. Indonesia memiliki banyak budaya, makanan, bahasa, dan tempat yang luar biasa. Melalui lagu-lagu saya, saya ingin mengajak teman-teman seusia saya untuk bangga menjadi anak Indonesia dan lebih mencintai budaya serta kekayaan negeri kita," ungkap Amira Kim.

Pilihan tema Nusantara pada kedua singlenya bukan sekadar konsep musikal, melainkan menjadi bagian dari pesan yang ingin disampaikan kepada generasi muda. 

Melalui lagu-lagu tersebut, Amira berharap anak-anak Indonesia semakin mengenal budaya bangsa sekaligus tumbuh menjadi pribadi yang bangga terhadap identitas nasional.

Meski penampilannya di studio rekaman terlihat santai dan alami, Amira mengaku telah melalui proses latihan yang panjang. 

Rutinitas latihan vokal, menghafal lirik, mengatur pernapasan, hingga mengulang proses rekaman menjadi bagian penting dalam membangun kualitas bernyanyinya.

"Banyak orang melihat hasilnya saja, padahal di balik itu ada proses yang cukup panjang. Saya sering berlatih vokal, menghafal lirik, belajar mengatur pernapasan, dan mengulang rekaman jika hasilnya belum maksimal. Kadang saya juga merasa lelah, tetapi karena saya sangat menyukai musik, semua proses itu terasa menyenangkan dan membuat saya semakin percaya diri," tutur Amira.

Kesibukan Amira juga terbilang luar biasa untuk anak seusianya. Selain menjalani pendidikan formal, Amira mengikuti les mengaji, vokal, piano, drum, matematika, drawing, gimnastik, ice skating, pottery, hingga bahasa Inggris. 

Seluruh aktivitas tersebut dijalani tanpa mengurangi semangatnya sebagai seorang anak.

"Saya selalu mencoba menikmati setiap kegiatan yang saya lakukan. Orang tua juga membantu mengatur jadwal agar saya tetap punya waktu bermain dan beristirahat. Saya percaya kalau kita melakukan sesuatu dengan hati yang senang, maka semuanya akan terasa lebih ringan dan menyenangkan," katanya.

Ke depan, Amira memiliki mimpi yang jauh lebih besar. Selain ingin terus mengembangkan kemampuan vokal melalui lagu dalam berbagai bahasa, penyanyi cilik tersebut juga bercita-cita memperkenalkan Indonesia di panggung musik internasional.

"Saya ingin terus belajar dan mencoba hal-hal baru dalam musik. Saya ingin menyanyikan lagu dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Inggris. Saya juga bermimpi suatu hari nanti bisa tampil di panggung internasional dan memperkenalkan Indonesia melalui lagu-lagu yang saya nyanyikan," ujar Amira penuh semangat.

Bagi Amira, perjalanan bermusik juga menjadi sarana untuk menyampaikan pesan kepada anak-anak Indonesia agar tidak takut bermimpi. 

Semangat belajar, keberanian mencoba, dan konsistensi menjadi nilai yang selalu ingin ia bagikan kepada teman-teman sebayanya.

"Jangan takut bermimpi dan jangan mudah menyerah. Kalau kita punya cita-cita, kita harus rajin belajar, terus berlatih, dan berani mencoba. Tidak apa-apa jika kita masih kecil, karena setiap mimpi besar selalu dimulai dari langkah kecil," pesannya.

Perjalanan Amira tentu tidak lepas dari dukungan keluarga. Sang ibu, Vera, mengungkapkan bahwa ketertarikan Amira terhadap musik bermula sejak usia dua setengah tahun ketika mengikuti kelas vokal di Purwacaraka sebagai aktivitas pengembangan diri.

"Awalnya hanya untuk mengisi kegiatan. Setelah rajin berlatih setiap pekan dan mulai sering tampil di berbagai acara Purwacaraka saat berusia lima tahun, saya melihat keberanian Amira di atas panggung serta bakatnya berkembang dengan sangat baik. Dari situlah kami mulai yakin bahwa potensi tersebut layak didukung secara serius," tutur Vera.

Menurut Vera, tantangan terbesar bukan terletak pada padatnya jadwal sang putri, melainkan menjaga keseimbangan antara pendidikan, pengembangan bakat, waktu bermain, serta kesehatan mental. 

Keluarga selalu menempatkan kebahagiaan Amira sebagai prioritas utama dalam setiap keputusan.

"Kami ingin Amira berkembang, tetapi juga tetap menikmati masa kecilnya. Karena itu kami selalu mendengarkan keinginannya, menjaga kesehatan fisik dan mentalnya, serta memastikan semua kegiatan dijalani dengan rasa senang, bukan karena tekanan," jelas Vera.

Vera juga menegaskan bahwa keluarga tidak pernah menjadikan popularitas sebagai tujuan utama. 

Baginya, karakter yang baik akan menjadi bekal paling berharga dibandingkan pencapaian apa pun di dunia hiburan.

"Prestasi dan popularitas bukan tujuan utama. Kami berharap Amira tumbuh menjadi pribadi yang baik, rendah hati, disiplin, serta mampu memberikan manfaat bagi orang lain melalui karya-karyanya. Musik menjadi jalan untuk menyebarkan semangat positif sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Indonesia," ungkapnya.

Di balik perkembangan Amira, produser Tety Widiastuti melihat kualitas yang jarang dimiliki penyanyi seusia Amira. 

Kemauan belajar, kemampuan menerima arahan, serta perkembangan vokal yang konsisten menjadi modal besar untuk melangkah lebih jauh.

"Saya melihat kualitas paling menonjol dari Amira adalah kemauan belajarnya yang luar biasa. Amira cepat menerima arahan dan selalu berusaha memberikan yang terbaik di setiap proses rekaman. Dengan pendampingan yang tepat serta karya berkualitas, saya optimistis Amira memiliki peluang besar membawa nama Indonesia di tingkat internasional," ujar Tety Widiastuti .

Sebagai produser, Tety Widiastuti juga sengaja membangun identitas artistik Amira melalui tema-tema Nusantara. 

Pendekatan tersebut dipilih agar karya Amira memiliki karakter yang kuat sekaligus menjadi media edukasi budaya bagi generasi muda.

"Identitas yang kuat membuat seorang penyanyi memiliki ciri khas. Kami ingin menanamkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia sejak dini. Ke depan, nilai-nilai tersebut tetap menjadi fondasi, sementara konsep musikal, visual, hingga tema lagu akan berkembang mengikuti perjalanan Amira," jelasnya.

Tety Widiastuti bahkan telah menyiapkan sejumlah tantangan kreatif untuk proyek-proyek berikutnya. 

Eksplorasi lagu berbahasa Inggris, musik etnik Indonesia, kolaborasi lintas genre, hingga pasar internasional menjadi bagian dari peta perjalanan karier yang disusun secara bertahap.

"Kami ingin Amira mengeksplorasi berbagai bahasa, termasuk bahasa Inggris, sekaligus memperkenalkan kekayaan musik daerah seperti Minang, Jawa, Sunda, dan daerah lainnya dengan aransemen modern. Fokus utama kami adalah membangun fondasi yang kuat terlebih dahulu sebelum melangkah ke pasar global," pungkas Tety Widiastuti.

Dengan fondasi keluarga yang kokoh, dukungan produser berpengalaman, serta semangat belajar yang terus menyala, Amira Kim menunjukkan bahwa masa depan musik anak Indonesia masih memiliki banyak harapan. 

Melalui setiap nada yang dinyanyikan, Amira tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga membawa pesan tentang kecintaan terhadap budaya bangsa yang dapat menginspirasi generasi berikutnya. (*)

Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli

Gubernur Mahyeldi dan Menteri Lingkungan Hidup Canangkan Gerakan Tobat Ekologis di Sumbar    
Rabu, Juli 15, 2026

On Rabu, Juli 15, 2026

Gubernur Mahyeldi dan Menteri Lingkungan Hidup Canangkan Gerakan Tobat Ekologis di Sumbar
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah bersama Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Moh Jumhur Hidayat. (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah bersama Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Moh Jumhur Hidayat, mencanangkan Gerakan Tobat Ekologis yang dirangkai dengan penanaman pohon sebagai bentuk dukungan terhadap mitigasi bencana hidrometeorologi tahun 2026 di Politeknik Pelayaran Sumatera Barat, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (14/7/2026).

Pencanangan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan peninjauan inovasi Humanist, Smart, Sustainable, Eco-Friendly Campus (HSSEC) Green Campus, yang menampilkan berbagai inovasi pengelolaan lingkungan dan pengolahan sampah terpadu di lingkungan kampus.

Kegiatan itu menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat upaya mitigasi bencana melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Moh Jumhur Hidayat menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.

Menurutnya, Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan global sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi tantangan perubahan iklim.

Ia menjelaskan, pemerintah menginisiasi Gerakan Tobat Ekologis Nasional sebagai gerakan bersama untuk memperbaiki kerusakan lingkungan yang telah terjadi.

Gerakan tersebut tidak berhenti pada ajakan moral, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata, mulai dari rehabilitasi lahan kritis, pengelolaan sampah, pengembangan ekonomi sirkular, perdagangan karbon, hingga penciptaan lapangan kerja hijau (green jobs).

“Seluruh pihak harus mengambil peran sesuai kapasitasnya. Yang memiliki kewenangan menggunakan kewenangannya, yang memiliki ilmu menggunakan ilmunya, dan yang memiliki pengaruh menggunakan pengaruhnya untuk menyelamatkan lingkungan. Dengan kolaborasi, Indonesia dapat menjadi contoh bagi dunia dalam pengelolaan lingkungan hidup,” ujar Jumhur.

Sementara itu, Gubernur Mahyeldi mengatakan Gerakan Tobat Ekologis memiliki makna yang sangat relevan bagi Sumbar yang dalam beberapa tahun terakhir kerap menghadapi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor.

Bencana tersebut telah menimbulkan kerusakan besar terhadap infrastruktur, lahan pertanian, hingga aktivitas masyarakat, sehingga pelestarian lingkungan harus menjadi agenda bersama yang terus diperkuat.

Menurut Mahyeldi, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.

“Gerakan Tobat Ekologis mengajak kita melakukan perubahan nyata dalam memperlakukan lingkungan. Ketika alam dijaga, maka kita juga sedang melindungi kehidupan masyarakat dan generasi yang akan datang,” ujar Mahyeldi.

Ia mengungkapkan, secara bertahap Pemprov Sumbar telah menerapkan kebijakan agar seluruh kantor pemerintahan tingkat provinsi dan sekolah yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi mengelola sampah secara mandiri di sumbernya.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu mengurangi timbulan sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir sekaligus menumbuhkan budaya peduli lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga mengapresiasi Politeknik Pelayaran Sumbar yang dinilai berhasil menghadirkan sistem pengelolaan sampah terpadu yang inovatif. 

Berbagai inovasi yang dikembangkan mampu mengolah sampah organik menjadi maggot bernilai ekonomi, pupuk organik, hingga cairan pengendali hama yang bermanfaat bagi sektor pertanian.

“Pengelolaan sampah yang dilakukan Politeknik Pelayaran Sumatera Barat membuktikan bahwa sampah dapat menjadi sumber manfaat apabila dikelola dengan inovasi yang tepat. Model seperti ini layak dikembangkan di berbagai institusi pendidikan maupun perkantoran di Sumatera Barat,” katanya.

Selain menjadi contoh dalam pengelolaan lingkungan, Mahyeldi juga mengapresiasi keberhasilan Politeknik Pelayaran Sumbar dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan terserap di dunia kerja bahkan sebelum menyelesaikan pendidikan. 

Pemprov Sumbar, katanya, siap mendukung peningkatan akses bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan di institusi tersebut.

Pada kesempatan yang sama juga diserahkan bantuan Program Ketahanan Pangan Nasional hasil kolaborasi Politeknik Pelayaran Sumbar bersama PT PLN UID Sumbar berupa 5.000 bibit kelapa setiap tiga bulan. 

Selain itu, PT Semen Padang menyerahkan bantuan 3.300 bibit mangrove sebagai bagian dari upaya rehabilitasi kawasan pesisir dan penguatan ekosistem lingkungan.

Melalui Gerakan Tobat Ekologis, Pemprov Sumbar berharap lahir gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperkuat budaya menjaga lingkungan, mengurangi timbulan sampah, serta meningkatkan ketahanan daerah dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi menuju Indonesia Emas 2045. (adpsb/rmz/bud)

Mahasiswa UIN Imam Bonjol Raih Emas di SelBa Internasional Festival 2026    
Rabu, Juli 15, 2026

On Rabu, Juli 15, 2026

Mahasiswa UIN Imam Bonjol Raih Emas di SelBa Internasional Festival 2026
Yuwanda Efrianti, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. (Foto: Abie). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebuah prestasi membanggakan kembali lahir dari ranah pendidikan Sumatera Barat. 

Di tengah persaingan mahasiswa dari berbagai negara, seorang mahasiswi UIN Imam Bonjol Padang menunjukkan bahwa keterbatasan waktu bukan penghalang untuk menghadirkan karya terbaik.

Yuwanda Efrianti, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, berhasil meraih Gold Medal (Medali Emas) pada cabang Poetry (Puisi) dalam ajang Internasional SeIBa International Festival IV, tahun 2026.

Prestasi tersebut menjadi catatan istimewa karena diraih dalam sebuah kompetisi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara dan perguruan tinggi. 

SeIBa International Festival IV Tahun 2026 merupakan ajang internasional yang menjadi ruang pertemuan kreativitas, budaya, dan kompetensi mahasiswa.

Kegiatan ini berlangsung pada 7–12 Juli 2026 dengan pusat kegiatan di UIN Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat.

Festival internasional tersebut mengusung tema “Sustainable From Nusantara to Global Harmony” yang membawa semangat memperkenalkan nilai budaya Nusantara sekaligus membangun harmoni global.

Ajang ini diikuti delegasi dari 8 negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Kamboja, Turki, dan Nigeria. 

Selain itu, kegiatan tersebut melibatkan 486 peserta dari 35 perguruan tinggi yang berkompetisi dalam berbagai kategori, mulai dari seni, budaya, bahasa, hingga bidang akademik.

Dalam suasana kompetisi yang mempertemukan berbagai budaya dan latar belakang, Yuwanda tampil membawa identitas Indonesia melalui seni puisi.

Pada kategori Poetry, Yuwanda membacakan puisi berjudul “Sejuta Warisan Budaya” karya Alista Nur Rachman.

Puisi tersebut mengangkat kekayaan Indonesia, mulai dari keindahan alam, rumah adat, musik tradisional, hingga tradisi luhur yang menjadi identitas bangsa. 

Puisi tersebut juga menyampaikan kegelisahan terhadap ancaman hilangnya kepedulian generasi terhadap budaya dan lingkungan.

Melalui penghayatan, ekspresi, serta kemampuan komunikasi yang menjadi bagian dari kompetensi mahasiswa KPI, Yuwanda berhasil menghadirkan pesan puisi tersebut kepada para juri.

Baginya, puisi bukan hanya rangkaian kata, tetapi sebuah media komunikasi yang mampu menyampaikan nilai, membangun kesadaran, dan menghubungkan pesan budaya kepada masyarakat luas.

Di balik keberhasilan meraih medali emas, terdapat proses perjuangan yang tidak sederhana.

Persiapan menuju kompetisi berlangsung dalam waktu yang cukup terbatas. 

Pergantian peserta delegasi UIN Imam Bonjol Padang menjadi salah satu tantangan yang membuat waktu latihan harus dimaksimalkan.

Dalam kondisi tersebut, Yuwanda tetap berusaha memberikan penampilan terbaik. 

Dengan dukungan dan arahan dari pelatih Khilal Syauqi, proses latihan dilakukan secara intensif untuk memperkuat teknik pembawaan, penghayatan, vokal, serta ekspresi dalam membawakan puisi.

Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Penampilan yang awalnya dipersiapkan dalam waktu singkat mampu berkembang menjadi sebuah pertunjukan yang membawa Yuwanda meraih penghargaan tertinggi pada kategori Poetry.

Sebagai mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam, Yuwanda melihat bahwa kemampuan berbicara dan menyampaikan pesan memiliki peran penting dalam berbagai bidang kehidupan.

“Puisi memiliki kekuatan yang sama dengan aktivitas komunikasi lainnya, yaitu menyampaikan gagasan, membangun hubungan emosional, serta memberikan pengaruh positif kepada masyarakat,” kata Yuwanda yang disaat masih berseragam Putih Abu-abu sudah belajar menulis di Bengkel Literasi Rakyat Sumbar, dibimbing Firdaus Abie. 

Prestasi internasional ini menjadi salah satu bukti bahwa mahasiswa bidang komunikasi tidak hanya mampu berkarya melalui dunia akademik, tetapi juga melalui ruang seni dan budaya.

Keberhasilan Yuwanda menjadi bagian dari deretan prestasi mahasiswa Sumatera Barat yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Dari ranah Minang, ia membawa pesan bahwa generasi muda daerah memiliki potensi besar untuk tampil dan mendapatkan pengakuan di panggung dunia.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan pelajar Sumatera Barat agar terus berani mengembangkan kemampuan, menciptakan karya, dan mengambil peluang dalam berbagai kompetisi nasional maupun internasional.

Bagi Yuwanda, medali emas bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk terus belajar, berkarya, dan membawa nama baik daerah serta Indonesia melalui kemampuan yang dimiliki.

“Setiap kesempatan adalah ruang untuk berkembang. Selama kita mau berusaha dan memberikan yang terbaik, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti melangkah,” ujarnya. (Abie).

Katim Satgas PRR Brigjen Pol. Yopie Indra Prasetya Sepang, Apresiasi Langkah cepat Kota Pariaman    
Rabu, Juli 15, 2026

On Rabu, Juli 15, 2026

Katim Satgas PRR Brigjen Pol. Yopie Indra Prasetya Sepang, Apresiasi Langkah cepat Kota Pariaman
Monitoring dan Evaluasi (Monev) sekaligus untuk koordinasi, dan konsolidasi pelaksanaan penanganan pasca bencana di Kota Pariaman. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua Tim (Katim) Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol. Yopie Indra Prasetya Sepang, yang saat ini menjabat sebagai Teknisi Jibom Utama Tk. II Korbrimob Polri beserta rombongan, kunjungi Kota Pariaman.

Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka Monitoring dan Evaluasi (Monev) sekaligus untuk koordinasi, dan konsolidasi pelaksanaan penanganan pasca bencana di Kota Pariaman.

Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Yofie juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pariaman, sebagai daerah yang cepat merespon serta bergerak cepat dalam menangani masalah pasca bencana di Kota Pariaman.

Kedatangan Jenderal Bintang satu ini disambut  Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, Waka Polres Pariaman Kompol Yuhendri, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Pariaman Ferry Ferdian Bagindo Putra dan jajaran, serta Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan OIahraga Kota Pariaman Yurnal, di ruang kerja Wakil Wali Kota Pariaman, Balaikota Pariaman, Selasa (14/7/2026).

“Tujuan kami datang ke sini, adalah untuk melihat langsung kondisi daerah terdampak sekaligus melakukan pengecekan penerima manfaat Hunian Tetap (Huntap), sekaligus memastikan apa ada kendala dan permasalahan yang terjadi di lapangan. Kami memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pariaman, termasuk daerah yang respon dan laporannya cepat,” ujarnya.

Brigjen Yofie menyampaikan  Monev ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah pusat dalam mewujudkan Realisasi Pembangunan Pascabencana. 

Berdasarkan Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRRP) Sumatera 2026 - 2028, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran yang cukup besar untuk hal tersebut, tukasnya.

“Anggaran ini dialokasikan untuk pemulihan jangka panjang yang mencakup pembangunan infrastruktur, perumahan, pendidikan, kesehatan, dan perbaikan ekonomi masyarakat.

Untuk itu, tugas kami di Satgas PRR berupaya mengebut realisasi pembangunan Hunian Tetap (Huntap) serta infrastruktur fasilitas umum lainnya, yang nantinya untuk pembangunanya akan dilakukan secara bertahap di Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh,” ungkapnya.

Sementara itu Wakil Wali Kota (Wawako) Pariaman Mulyadi menanggapi bahwa masyarakat Kota Pariaman masih memegang teguh azas gotong royong dan kerja sama, sehingga ketika terjadi bencana, masyarakat langsung bahu membahu saling bantu untuk menangani kerusakan akibat bencana tersebut.

“Pemerintah Kota Pariaman termasuk daerah yang cepat mengatasi terjadinya bencana dan pasca bencana. Di sini, seluruh stake holder terlibat, mulai dari TNI, Polri, Tagana, PMI dan masyarakat saling bahu membahu membantu terhadap bencana yang menimpa di masyarakat Kota Pariaman,” terangnya.

Lebih lanjut, Mulyadi menyampaikan bahwa kunjungan ini diharapkan agar percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Kota Pariaman dapat berjalan lebih optimal, sehingga masyarakat terdampak bisa menikmati bantuan dengan mendapatkan hunian tetap yang layak serta dukungan pemulihan kehidupan secara menyeluruh, ucapnya.

”Kunjungan Satgas PRR ini menjadi sinyal kuat hadirnya sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pemulihan Kota Pariaman, sehingga masyarakat bersama dengan pemerintah dapat segera bangkit, agar Kota Pariaman menjadi labih tangguh dan lebih baik lagi kedepanya,” tutupnya.

Selanjutnya, rombongan Tim Satgas PRR dan Pemko Pariaman meninjau sejumlah titik strategis yang mengalami kerusakan akibat bencana, dimulai dari SMP N 8 Pariaman di Tungkal Utara, Kecamatan Pariaman Utara.

Kemudian melihat rumah yang terkena longsor di Desa Punggung Ladiang dan terakhir meninjau pembangunan Huntap Mandiri serta jalan putus di Desa Rambai yang sama-sama berada di Kecamatan Pariaman Selatan. (J/at)

DPRD Kota Solok Bahas Hasil Pembahasan APBD 2025 dan Serahkan Pendapat Akhir Seluruh Fraksi    
Rabu, Juli 15, 2026

On Rabu, Juli 15, 2026

DPRD Kota Solok Bahas Hasil Pembahasan APBD 2025 dan Serahkan Pendapat Akhir Seluruh Fraksi
DPRD Kota Solok menggelar rapat penyampaian hasil pembahasan Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Solok menggelar rapat penyampaian hasil pembahasan Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Sekaligus penyerahan pendapat akhir fraksi terhadap Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Solok Tahun Anggaran 2025. 

Kegiatan berlangsung Selasa malam (14/7/2026) di Ruang Rapat Besar DPRD Kota Solok.

Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Solok Fauzi Rusli, S.E., M.M., didampingi Wakil Ketua DPRD Amrinof Dias Dt. Ula Gadang, S.H., Mira Harmadia, S.S., serta Sekretaris Dewan Arjuna Anwar Nani, S.Sos., M.Si. Turut hadir sejumlah anggota DPRD, antara lain Romi Indra Utama, S.T., Deni Nofri Pudung, Dr. Rio Putra, S.E., M.M., Ardi Alhakim, Ade Merta, S.Pd., Yusmanita, S.H., Wazadly, S.H., M.H., dan Rinaldi Dt. Rangkayo Sutan, S.E.

Agenda berlanjut dengan penyerahan secara resmi pendapat akhir masing-masing fraksi kepada Pimpinan DPRD.

Penyerahan diawali oleh Fraksi Partai Golkar yang disampaikan Dr. Rio Putra, S.E., M.M., dilanjutkan Fraksi Partai Nasdem oleh Yusmanita, S.H. 

Kemudian Fraksi Solok Maju diserahkan Romi Indra Utama, S.T., dan ditutup Fraksi Nurani Keadilan oleh Ade Merta, S.Pd.

Pendapat akhir ini menjadi bagian penting dalam tahapan penetapan pertanggungjawaban anggaran daerah, sebagai wujud pengawalan dan persetujuan wakil rakyat atas pengelolaan keuangan daerah selama tahun berjalan. 

Hasil pembahasan Banggar serta catatan dari setiap fraksi akan menjadi dasar pertimbangan dalam sidang penetapan selanjutnya, guna memastikan pengelolaan anggaran berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran bagi kemajuan Kota Solok.(80)

Sekda Sumbar: Kenyamanan Jamaah Kunci Memakmurkan Masjid    
Rabu, Juli 15, 2026

On Rabu, Juli 15, 2026

Sekda Sumbar: Kenyamanan Jamaah Kunci Memakmurkan Masjid
Pelatihan Akustik Masjid (Batch III) Tahun 2026 yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumbar di Hotel UNP Hospitality and Convention, Ruang Singgalang, Selasa (14/7/2026). (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus mendorong peningkatan kualitas tata suara (akustik) masjid sebagai bagian dari ikhtiar memakmurkan rumah ibadah.

Kenyamanan jamaah dalam mendengarkan bacaan imam maupun khutbah dinilai menjadi salah satu faktor penting agar masyarakat semakin nyaman dan betah beribadah di masjid.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi saat membuka Pelatihan Akustik Masjid (Batch III) Tahun 2026 yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumbar di Hotel UNP Hospitality and Convention, Ruang Singgalang, Selasa (14/7/2026).

Arry mengatakan kualitas sistem tata suara tidak boleh dipandang sebagai persoalan teknis semata. Akustik yang baik akan membantu jamaah mendengar bacaan imam dan khatib secara jelas sehingga ibadah dapat berlangsung lebih khusyuk dan nyaman.

“Kenyamanan kita dalam beribadah di rumah Allah harus didukung fasilitas yang memadai. Jangan sampai imam membaca Al-Qur’an dengan indah, tetapi jamaah di bagian belakang tidak dapat mendengar dengan jelas,” ujar Arry.

Ia mengapresiasi konsistensi DMI Sumbar yang telah menyelenggarakan pelatihan tersebut hingga memasuki batch ketiga. 

Menurutnya, program ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Daerah yang menempatkan masjid dan surau sebagai pusat pembinaan umat, sebagaimana semangat falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

“Ini kegiatan yang sangat baik. Harapan kita, masyarakat semakin nyaman datang ke masjid dan surau karena didukung kualitas akustik yang baik. Masjid yang nyaman akan semakin mendorong masyarakat untuk memakmurkannya,” katanya.

Arry menegaskan bahwa kualitas suara tidak semata ditentukan oleh mahal atau murahnya perangkat sound system.

Penempatan speaker, pengaturan sistem, kondisi ruangan, hingga kemampuan operator dalam mengelola perangkat turut menentukan kejernihan suara yang diterima jamaah.

Ia menyebutkan, berdasarkan data yang dimiliki Pemerintah Provinsi Sumbar, terdapat sekitar 19.741 masjid dan musala yang tersebar di seluruh daerah.

Karena itu, peningkatan kapasitas pengurus masjid dalam mengelola sistem tata suara perlu terus diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan semakin banyak rumah ibadah.

“Pelatihan ini merupakan bagian dari ikhtiar kita memakmurkan masjid. Kalau suara imam dan khatib terdengar jelas, jamaah akan lebih nyaman mengikuti ibadah dan kajian,” ujarnya.

Selain meningkatkan kompetensi teknis, Arry juga mengajak seluruh peserta menjadikan pelatihan sebagai wadah berbagi pengalaman dan mencari solusi atas berbagai persoalan akustik yang dihadapi di masjid masing-masing.

Pelatihan Akustik Masjid Batch III diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Sumbar. 

Peserta terdiri atas pengurus masjid, pengurus DMI, teknisi masjid, garin, serta pengelola rumah ibadah. 

Kegiatan berlangsung selama satu hari melalui dua sesi pembelajaran yang diawali dengan pre-test dan diakhiri post-test.

Pelatihan bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam merancang, mengoperasikan, dan mengoptimalkan sistem akustik masjid sehingga menghasilkan kualitas suara yang jernih, merata, dan nyaman didengar oleh seluruh jamaah. Kegiatan ini didukung oleh Paragon Corp, TOA, dan Bank Nagari.

Turut hadir pada pembukaan kegiatan Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat DMI H. Rofiqul Umam, Ketua PW DMI Sumbar Prof. Dr. KH. Ganefri, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumbar H. Mustapa, M.A., jajaran pengurus DMI, serta peserta pelatihan dari berbagai daerah di Sumbar. (adpsb/cen/bud)