HEADLINE
DPRD Padang Gelar Paripurna Besok! Wali Kota Bakal Sampaikan R-APBD 2027, Ini Jadwal Lengkapnya    
Minggu, September 13, 2026

On Minggu, September 13, 2026

DPRD Padang Gelar Paripurna Besok! Wali Kota Bakal Sampaikan R-APBD 2027, Ini Jadwal Lengkapnya
Kasubag Humas Sekretariat Kota Padang Suzi Helda ketika memberikan keterangan kepada awak media dalam suatu kesempatan. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang dipastikan menggelar Rapat Paripurna penting pada Senin, 14 September 2026. Agenda utama dalam rapat ini adalah penyampaian Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Tahun Anggaran 2027 oleh Wali Kota Padang secara langsung di hadapan para wakil rakyat.

Langkah ini menjadi momentum krusial bagi arah pembangunan Kota Padang pada tahun mendatang. Pembahasan R-APBD 2027 akan menjadi pilar utama dalam menentukan alokasi anggaran sektor publik, infrastruktur, pendidikan, hingga penanggulangan kemiskinan dan ketahanan ekonomi daerah.

Berdasarkan surat undangan resmi bernomor 000.1.5/114/DPRD-Pdg/IX-2026 yang ditandatangani oleh Ketua DPRD Kota Padang, H. Muharlion, S.Pd, Rapat Paripurna tersebut diselenggarakan di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Padang, Jalan Bagindo Azis Chan By Pass, Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji.

Dikatakan Kasubag Humas Sekretariat Kota Padang Suzi Helda, jadwal pelaksanaan rapat paripurna dijadwalkan dimulai tepat pada pukul 10:00 WIB hingga selesai. Seluruh jajaran dewan, jajaran Forkopimda, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Padang diundang untuk menghadiri forum formal tersebut.

"Penetapan jadwal paripurna ini bukanlah hal yang mendadak, melainkan hasil kesepakatan resmi Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Padang. Kesepakatan tersebut ditetapkan dalam rapat Revisi Agenda Kegiatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Masa Sidang I Tahun 2026 untuk Masa Jabatan 2024-2029 pada tanggal 31 Agustus 2026 lalu," katanya, Ahad, 13 September 2026.

Melalui agenda ini, Wali Kota Padang diharapkan memaparkan secara transparan target prioritas pembangunan serta kerangka anggaran kota untuk tahun 2027. Penyampaian R-APBD ini nantinya akan ditindaklanjuti dengan serangkaian rapat fraksi dan pembahasan komisi sebelum disahkan menjadi APBD resmi.

Guna menjaga ketertiban dan kekhidmatan jalannya persidangan, pihak sekretariat DPRD Kota Padang juga mengimbau seluruh tamu undangan yang hadir untuk mematuhi ketentuan pakaian dinas yang telah ditentukan, yakni Pakaian Sipil Harian (PSH). (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Jangan Bangga Jadi Penguasa! Al-Qur’an Peringatkan Pemimpin Zalim Bisa Berujung Laknat Allah    
Minggu, September 13, 2026

On Minggu, September 13, 2026

Jangan Bangga Jadi Penguasa! Al-Qur’an Peringatkan Pemimpin Zalim Bisa Berujung Laknat Allah
Ayat tersebut menjadi peringatan bahwa pemimpin tidak hanya membawa dirinya sendiri menuju pertanggungjawaban, tetapi dapat menyeret banyak orang melalui keputusan dan arah kepemimpinannya. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kekuasaan bukan tiket untuk berbuat sesuka hati. Jabatan bukan pula tameng untuk menghindari pertanggungjawaban. Dalam perspektif Al-Qur’an dan hadis, pemimpin yang menyalahgunakan kekuasaan, menzalimi rakyat, merusak kehidupan masyarakat, atau mengkhianati amanah menghadapi peringatan yang sangat keras.

Al-Qur’an bahkan mempertanyakan apa yang akan dilakukan manusia ketika diberi kekuasaan: apakah memperbaiki keadaan atau justru membuat kerusakan di muka bumi dan memutus hubungan kekeluargaan.

Peringatan itu tercantum dalam Surah Muhammad ayat 22–23. Allah berfirman, “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?” Ayat tersebut kemudian menggambarkan akibat berat bagi mereka yang melakukan kerusakan dan memutus hubungan: laknat Allah serta tertutupnya kemampuan untuk menerima kebenaran.

Pesannya sangat tegas: kekuasaan yang digunakan untuk merusak bukanlah kemuliaan, melainkan jalan menuju kehinaan. Semakin besar kewenangan yang dimiliki seseorang, semakin besar pula amanah dan pertanggungjawaban yang melekat di belakangnya.

Peringatan lebih keras kembali muncul dalam Surah Al-Qasas ayat 41–42. Allah menyebut orang-orang yang dijadikan pemimpin tetapi justru menyeru manusia menuju neraka. Mereka tidak akan mendapatkan pertolongan pada hari kiamat, bahkan disebut mendapatkan laknat di dunia dan pada hari kiamat termasuk orang-orang yang dijauhkan dari rahmat Allah.

Ayat tersebut menjadi peringatan bahwa pemimpin tidak hanya membawa dirinya sendiri menuju pertanggungjawaban, tetapi dapat menyeret banyak orang melalui keputusan dan arah kepemimpinannya. Ketika kekuasaan digunakan untuk menyesatkan, menzalimi, atau mengarahkan masyarakat kepada keburukan, konsekuensinya tidak berhenti di dunia.

Al-Qur’an juga menggambarkan penyesalan orang-orang yang dahulu mengikuti para pemimpin dan pembesar yang menyesatkan mereka. Dalam Surah Al-Ahzab ayat 67–68, mereka mengakui telah menaati para pemimpin dan pembesar hingga akhirnya tersesat. Mereka kemudian memohon kepada Allah agar para pemimpin tersebut diberi azab dua kali lipat dan laknat yang besar.

Peringatan tersebut sekaligus menjadi tamparan keras bagi siapa pun yang berada di lingkaran kekuasaan. Jabatan boleh berakhir, kekuasaan bisa berpindah, dan popularitas bisa lenyap, tetapi pertanggungjawaban di hadapan Allah tidak dapat dihindari.

Rasulullah SAW juga memberikan ancaman serius terhadap pemimpin yang mengkhianati rakyat. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa seorang hamba yang diberi kewenangan memimpin rakyat, lalu meninggal dalam keadaan menipu rakyatnya, akan mendapatkan ancaman berupa diharamkannya surga baginya.

Hadis ini menunjukkan betapa berat dosa mengkhianati amanah kepemimpinan. Rakyat bukan angka dalam laporan, bukan sekadar suara ketika pemilihan, dan bukan alat untuk melanggengkan kekuasaan. Mereka adalah manusia yang haknya wajib dijaga dan dipertanggungjawabkan.

Karena itu, Al-Qur’an dan hadis tidak menggambarkan kekuasaan sebagai kemewahan tanpa batas. Sebaliknya, kekuasaan adalah amanah yang bisa menjadi jalan menuju kemuliaan apabila digunakan untuk keadilan, tetapi dapat menjadi jalan menuju kebinasaan apabila digunakan untuk kezaliman dan kepentingan diri sendiri.

Pesannya jelas: jangan bangga hanya karena sedang berkuasa. Takutlah jika kekuasaan itu justru menjadi sebab datangnya laknat Allah. Sebab ketika jabatan telah berakhir dan semua atribut kekuasaan ditanggalkan, yang tersisa hanyalah pertanggungjawaban atas setiap amanah dan keputusan yang pernah dibuat. (*)

629 Warga Koto Baru Nan XX Terima Bantuan Beras, Alex Indra Lukman Dorong Penyaluran Triwulan IV Dipercepat, Ini Kata Wawako Maigus Nasir    
Minggu, September 13, 2026

On Minggu, September 13, 2026

629 Warga Koto Baru Nan XX Terima Bantuan Beras, Alex Indra Lukman Dorong Penyaluran Triwulan IV Dipercepat, Ini Kata Wawako Maigus Nasir
Penyaluran bantuan pangan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir yang mendampingi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman. (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebanyak 629 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kelurahan Koto Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, menerima bantuan beras dari Perum BULOG Wilayah Sumatera Barat, Minggu (13/9/2026).

Penyaluran bantuan pangan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir yang mendampingi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman. Turut hadir Pemimpin Wilayah Perum BULOG Sumatera Barat R. Darma Wijaya, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani, Camat Lubuk Begalung Ikrar Prakarsa serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Bantuan pangan yang disalurkan berupa beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Khusus bagi masyarakat Kelurahan Koto Baru Nan XX, total bantuan yang disalurkan mencapai 18,870 ton beras untuk 629 penerima.

Setiap Penerima Bantuan Pangan memperoleh 10 kilogram beras setiap bulan. Dengan adanya penyaluran untuk tiga bulan sekaligus, masing-masing penerima mendapatkan total 30 kilogram beras untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan apresiasi kepada Perum BULOG dan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman yang terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Kota Padang. Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

“Semoga bantuan yang diterima masyarakat ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Kami juga berharap dukungan dan pengawasan dari Perum BULOG bersama DPR RI agar program ini dapat terus berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” ujar Maigus.

Selain mengandalkan bantuan pangan, Maigus juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah melalui program urban farming. Menurutnya, masyarakat dapat menanam cabai, sayuran dan berbagai tanaman pangan lainnya untuk memenuhi sebagian kebutuhan rumah tangga secara mandiri.

“Dengan begitu, sebagian kebutuhan pangan rumah tangga dapat dipenuhi secara mandiri,” katanya. Pemerintah Kota Padang, lanjutnya, juga telah bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat dalam penyediaan bantuan bibit untuk mendukung program tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman mengatakan, penyaluran bantuan pangan tersebut sekaligus menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap pelaksanaan program pemerintah. Pengawasan dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

“Kita terus melakukan pengawasan agar bantuan ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Kita juga mendorong Perum BULOG agar alokasi bantuan untuk Oktober, November, dan Desember dapat dipercepat penyalurannya,” ujar Alex.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Sumatera Barat R. Darma Wijaya mengungkapkan, program bantuan pangan untuk Kota Padang mencakup 74.716 Penerima Bantuan Pangan dengan pagu sebanyak 2.241,480 ton beras.

“Bantuan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah bersama DPR sesuai dengan Asta Cita Bapak Presiden. Mudah-mudahan bantuan ini dapat membantu dan meringankan beban masyarakat serta memudahkan urusan perekonomian Bapak dan Ibu semua,” kata Darma.

Penyaluran bantuan pangan tersebut diharapkan tidak hanya membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat, tetapi juga memastikan ketersediaan pangan bagi keluarga penerima manfaat. Pemerintah dan DPR RI pun menekankan pentingnya pengawasan agar distribusi bantuan berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Dorong Ekonomi Pesisir, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Salurkan Bantuan Benih dan Pakan Ikan Kerapu di Teluk Buo    
Minggu, September 13, 2026

On Minggu, September 13, 2026

Dorong Ekonomi Pesisir, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Salurkan Bantuan Benih dan Pakan Ikan Kerapu di Teluk Buo
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Muhidi, M.M., hadir langsung dalam penyerahan bantuan benih dan pakan ikan kerapu kepada kelompok pembudidaya ikan di Teluk Buo. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Upaya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat pesisir terus dilakukan melalui penguatan sektor perikanan budidaya. Salah satunya diwujudkan melalui penyerahan bantuan benih dan pakan ikan kerapu kepada kelompok pembudidaya ikan di Teluk Buo, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sabtu (12/9/2026).

Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Muhidi, M.M., hadir langsung dalam penyerahan bantuan tersebut. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat produktivitas pembudidaya ikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan perekonomiannya pada sektor kelautan dan perikanan.

Bantuan benih dan pakan ikan kerapu tersebut merupakan realisasi alokasi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Ketua DPRD Sumbar Muhidi yang dilaksanakan melalui sinergi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Barat.

Menurut Muhidi, dukungan terhadap pembudidaya ikan perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama untuk membantu masyarakat menghadapi tingginya biaya operasional dalam kegiatan budidaya. Bantuan pakan diharapkan dapat meringankan beban biaya produksi, sementara benih ikan kerapu menjadi modal penting untuk meningkatkan hasil budidaya.

Ia berharap bantuan yang diberikan tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan produksi dalam jangka pendek, tetapi mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat pesisir. Produktivitas budidaya yang meningkat diharapkan berdampak pada bertambahnya pendapatan pembudidaya dan tumbuhnya aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar.

Muhidi juga mengingatkan kelompok pembudidaya agar mengelola bantuan secara optimal, transparan, dan bertanggung jawab. Kekompakan antaranggota kelompok dinilai penting agar seluruh bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan secara efektif dan memberikan hasil maksimal.

“Kelola bantuan ini dengan baik, transparan dan penuh kekompakan. Mudah-mudahan budidaya ikan kerapu ini menghasilkan panen yang baik dan memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” pesan Muhidi.

Ia menegaskan, DPRD Sumatera Barat akan terus mengawal aspirasi masyarakat, khususnya nelayan dan pembudidaya ikan. Dukungan terhadap sektor kelautan dan perikanan dinilai penting dalam memperkuat ekonomi pesisir sekaligus mendorong kemandirian pangan bahari di Sumatera Barat.

Dengan adanya sinergi antara DPRD Sumbar, pemerintah daerah, DKP, dan kelompok pembudidaya, pengembangan budidaya ikan kerapu di Teluk Buo diharapkan dapat terus berkembang. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjadikan potensi kelautan Sumatera Barat sebagai sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

PWI Sumbar Menggila di Meja Biliar, Tiga Atlet Tembus Semifinal Nasional Open    
Minggu, September 13, 2026

On Minggu, September 13, 2026

PWI Sumbar Menggila di Meja Biliar, Tiga Atlet Tembus Semifinal Nasional Open
Langkah atlet biliar PWI Sumatera Barat (Sumbar) di ajang Nasional Open PWI Pekanbaru 2026 semakin dekat menuju podium juara. (Foto Ilustrasi: Syaiful). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Langkah atlet biliar PWI Sumatera Barat (Sumbar) di ajang Nasional Open PWI Pekanbaru 2026 semakin dekat menuju podium juara. Tiga dari tujuh atlet yang dikirim Sumbar berhasil menembus babak semifinal dalam turnamen yang memperebutkan Piala Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, T. Azwendi Fajri, SE, MM.

Kompetisi yang berlangsung di Golden Break, Pekanbaru, Riau, sejak Sabtu (12/9/2026) itu menjadi panggung pembuktian bagi atlet biliar PWI Sumbar. Tiga wakil Sumbar yang masih bertahan yakni Paul, Wardi, dan Bento Rahmat dari PWI Kota Padang Panjang.

Ketua SIWO PWI Sumbar, Syaiful Husein, mengungkapkan keberhasilan tiga atlet tersebut menjadi capaian membanggakan di tengah ketatnya persaingan dengan atlet biliar PWI dari berbagai daerah di Indonesia.

“Ketiga atlet itu merupakan atlet Porwanas Sumbar dari PWI Kota Serambi Mekah Padang Panjang, masing-masing Paul, Wardi dan Rahmat. Sementara empat atlet lainnya hanya mampu sampai putaran ketiga,” ujar Syaiful.

PWI Sumbar sendiri mengirim tujuh atlet dalam turnamen tersebut. Selain Paul, Wardi dan Bento Rahmat dari Padang Panjang, kontingen Sumbar diperkuat Ega Yudistira dari Kota Solok serta Yusra Akbar dan Bambang Zulwadi dari wilayah Paliko.

Rombongan atlet juga didampingi Ketua PWI Paliko, Aspon Dedi, bersama tim ofisial Oktriyoni dari Kota Solok, Adi Paker dan Isril dari Paliko, serta Syasoedarman. Seluruh persiapan dan pendampingan kontingen dilakukan di bawah arahan langsung Ketua SIWO PWI Sumbar.

Syaiful menilai persaingan di Nasional Open PWI Pekanbaru 2026 menjadi pengalaman penting bagi atlet Sumbar dalam mematangkan kemampuan sebelum menghadapi Porwanas 2027 di Lampung. Karena itu, tampil di turnamen nasional dinilai jauh lebih berharga dibanding hanya berlatih menghadapi lawan dari daerah sendiri.

“Kami tidak hanya berlatih di dalam wilayah sendiri. Melawan lawan dari berbagai daerah adalah cara terbaik mempersiapkan diri agar nanti saat Porwanas 2027 di Lampung, atlet kita siap berjuang dan meraih hasil terbaik,” tegasnya.

Peluang Sumbar mengirim wakilnya ke partai final pun semakin terbuka. Berdasarkan bagan pertandingan, tiga atlet Sumbar berada di jalur yang membuat mereka berpeluang saling berhadapan dalam perebutan tiket menuju babak berikutnya.

Di sisi lain, Andre dari PWI Kota Pekanbaru harus berhadapan dengan Endang dari Kepri. Sementara Paul dari Sumbar menghadapi Rispandi Tanke dari Raja Ampat, Papua Barat. Para pemenang dari pertandingan tersebut akan melaju ke babak selanjutnya untuk memperebutkan tiket menuju partai puncak.

Dengan tiga wakil yang masih bertahan, PWI Sumbar kini berada di ambang perebutan gelar juara Nasional Open PWI Pekanbaru 2026. Jika mampu menjaga konsistensi permainan, bukan tidak mungkin salah satu atlet Sumbar melangkah hingga final dan membawa pulang gelar bergengsi tersebut.

Bagi SIWO PWI Sumbar, hasil ini bukan sekadar soal menang atau kalah. Performa tiga atlet tersebut menjadi indikator bahwa pembinaan olahraga wartawan di Sumatera Barat terus berkembang sekaligus menjadi bekal penting untuk menghadapi target yang lebih besar, yakni Porwanas 2027 di Lampung. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Rahmat Saleh Raih Penghargaan Pejuang Anggaran Pertanian dan Nelayan Sumbar    
Minggu, September 13, 2026

On Minggu, September 13, 2026

Rahmat Saleh Raih Penghargaan Pejuang Anggaran Pertanian dan Nelayan Sumbar
Anggota DPR RI Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Barat I, Rahmat Saleh, menerima penghargaan sebagai Pejuang Anggaran Pertanian dan Nelayan Sumbar. (Foto: Relasipublik.com) 

BENTENGSUMBAR.COM
- Anggota DPR RI Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Barat I, Rahmat Saleh, menerima penghargaan sebagai Pejuang Anggaran Pertanian dan Nelayan Sumbar dalam rangkaian HUT ke-9 media online Relasipublik.com.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kiprah Rahmat Saleh dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Sumatera Barat, khususnya yang berkaitan dengan sektor pertanian, kelautan, dan kepentingan petani serta nelayan.

Penghargaan itu diterima oleh Tenaga Ahli (TA) Dapil Rahmat Saleh, Ikhwan, pada puncak peringatan HUT ke-9 Relasipublik.com yang digelar di Restoran Suasso, Padang, Sabtu (12/9/2026).

Pemimpin Redaksi Relasipublik.com, Novrianto, mengatakan penghargaan tersebut diberikan kepada tokoh-tokoh yang dinilai konsisten menjaga hubungan baik dengan pers sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap perkembangan media dan masyarakat di Sumatera Barat.

“Alhamdulillah, terima kasih atas kehadiran para undangan di puncak HUT Relasipublik.com ini. Semoga silaturahmi selalu terjalin erat,” ujar Novrianto.

Menurut Novrianto, penghargaan kepada Rahmat Saleh bukan diberikan secara sembarangan. Pihaknya memiliki sejumlah indikator dalam menentukan tokoh yang layak mendapatkan apresiasi, salah satunya berdasarkan rekam kiprah dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Sumatera Barat.

“Kita tidak sembarangan memberikan penghargaan, tapi ada indikator yang kita tetapkan. Hasilnya ada empat tokoh, salah satunya Rahmat Saleh, yang kita melihat gigih dalam memperjuangkan sektor pertanian dan kelautan di Sumbar selama ini,” katanya.

Terpisah, Rahmat Saleh menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan Relasipublik.com. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat hadir langsung dalam acara tersebut.

“Sebelumnya saya berterima kasih atas penghargaan ini, dan memohon maaf belum dapat hadir. Namun, perjuangan untuk anggaran pertanian dan nelayan Sumbar adalah amanah yang akan terus kita jalankan,” ujar Rahmat di Padang, Minggu (13/9/2026).

Rahmat menegaskan, perpindahan tugasnya ke Komisi VI DPR RI tidak akan mengurangi komitmennya dalam memperjuangkan kepentingan petani dan nelayan di Sumatera Barat. Meski sebelumnya berada di Komisi IV, perhatian terhadap sektor pertanian dan kelautan tetap menjadi bagian penting dari perjuangannya.

“Saya ingin memastikan bahwa suara petani dan nelayan tidak tenggelam di tengah arus kebijakan nasional. Walaupun saya kini bertugas di Komisi VI, saya akan terus menyuarakan aspirasi mereka, baik melalui rapat-rapat resmi maupun komunikasi dengan kementerian terkait,” tegasnya.

Menurut Rahmat, perjuangan untuk petani dan nelayan tidak semata-mata berkaitan dengan besarnya alokasi anggaran. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan setiap kebijakan pemerintah memberikan manfaat nyata dan berpihak kepada masyarakat kecil.

“Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi dorongan moral agar saya tidak berhenti memperjuangkan hak-hak petani dan nelayan. Saya percaya, dengan kerja sama semua pihak, kita bisa menghadirkan kebijakan yang lebih adil dan berkelanjutan,” tutup Rahmat. (*) 


Editor: Zamri Yahya, WU

1.500 Goweser Serbu Pariaman, Fun and Adventure Padati Marancah III Meriah    
Minggu, September 13, 2026

On Minggu, September 13, 2026

1.500 Goweser Serbu Pariaman, Fun and Adventure Padati Marancah III Meriah
Kegiatan Fun and Adventure Padati Marancah III yang dibuka langsung oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi. (Foto: Armaidi Tanjung). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Sebanyak 1.500 goweser menyerbu Kota Pariaman dan memadati kawasan objek wisata Pantai Kata dalam gelaran Fun and Adventure Padati Marancah III, Minggu (13/9/2026).

Ribuan peserta dari berbagai daerah ikut meramaikan kegiatan yang menggabungkan olahraga, petualangan, dan wisata tersebut. Antusiasme peserta menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperkuat posisi Kota Pariaman sebagai salah satu daerah yang serius mengembangkan sport tourism di Sumatera Barat.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi. Keduanya hadir di kawasan Pantai Kata yang menjadi salah satu titik kegiatan Fun and Adventure Padati Marancah III.

Yota Balad mengatakan, tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa kegiatan olahraga berbasis wisata memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di Kota Pariaman.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Pemko Pariaman untuk meramaikan kota sesuai dengan visi-misi kami, yaitu mengembangkan sport tourism,” ujar Yota.

Menurut Yota, jumlah peserta tahun ini bahkan mencapai sekitar 1.500 orang atau melampaui perkiraan awal. Karena itu, ia berharap Fun and Adventure Padati Marancah dapat terus digelar secara berkelanjutan dengan konsep dan skala yang semakin besar.

“Alhamdulillah peserta yang hadir mencapai kurang lebih 1.500 orang. Kami berharap ke depan kegiatan ini bisa lebih meriah lagi, menarik lebih banyak pengunjung, serta memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat Kota Pariaman,” katanya.

Tak hanya mendongkrak sektor olahraga dan pariwisata, kehadiran ribuan goweser juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Yota menyebut sektor perhotelan, homestay, UMKM, kuliner, dan berbagai usaha lokal sebagai pihak yang berpotensi mendapat manfaat dari meningkatnya kunjungan wisatawan.

“Khususnya bagi pengelola perhotelan, homestay, serta para pelaku UMKM lokal,” lanjutnya.

Sementara itu, faktor cuaca juga menjadi perhatian pemerintah daerah menjelang pelaksanaan kegiatan. Pemko Pariaman bersama panitia telah berkoordinasi dengan instansi teknis untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman.

Koordinasi dilakukan antara lain dengan Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), terutama untuk memastikan kondisi jalur yang dilalui peserta serta kesiapan penanganan apabila terjadi kondisi yang tidak diinginkan.

Dengan jumlah peserta yang mencapai 1.500 orang, Fun and Adventure Padati Marancah III tidak hanya menjadi ajang bersepeda, tetapi juga momentum untuk memperkenalkan potensi wisata Pariaman sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Pemko Pariaman pun mendorong agar kegiatan serupa terus dikembangkan sehingga sport tourism semakin menjadi magnet kunjungan ke Kota Pariaman. (*) 

Pewarta: Armaidi Tanjung