HEADLINE
Seminar Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI: Mempersiapkan Transformasi Dunia Pendidikan Nasional di Era Kecerdasan Buatan    
Senin, Juli 20, 2026

On Senin, Juli 20, 2026

Seminar Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI: Mempersiapkan Transformasi Dunia Pendidikan Nasional di Era Kecerdasan Buatan
Universitas Paramadina bekerja sama dengan Komisi X DPR RI menyelenggarakan seminar pendidikan kolaboratif berskala nasional guna membahas disrupsi teknologi di dunia akademik. (Foto: Arief Toto). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Universitas Paramadina bekerja sama dengan Komisi X DPR RI menyelenggarakan seminar pendidikan kolaboratif berskala nasional guna membahas disrupsi teknologi di dunia akademik. 

Bertajuk "Transformasi Dunia Pendidikan di Era AI: Peluang, Tantangan dan Inovasi Masa Depan", forum strategis ini digelar di Auditorium Firmanzah, Kampus Cipayung, Jakarta Timur, dengan menghadirkan para pemangku kebijakan, akademisi, dan praktisi pendidikan. 

Acara ini dihadiri oleh 80 peserta guru, dosen, tenaga pendidik, mahasiswa, dan siswa SMA.

Inovasi teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) telah membawa pergeseran mendalam pada konstelasi ekonomi dan tatanan global. 

Universitas Paramadina memandang tantangan ini sebagai momentum emas untuk menyelaraskan penguasaan keahlian teknologi dengan kedalaman integritas akhlak mahasiswa, searah dengan pilar universitas: Keislaman, Keindonesiaan, dan Kemodernan.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKS, Dr. Hj. Kurniasih Mufidayati, M.Si., yang hadir sebagai pembicara kunci (keynote speaker), menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam menyikapi disrupsi ini.

Menurutnya, penetrasi AI tidak boleh memperlebar kesenjangan kualitas pendidikan di Indonesia.

"Negara harus memastikan bahwa penetrasi teknologi AI di sektor pendidikan tidak menciptakan jurang pemisah baru di Indonesia. Fungsi pengawasan dan penganggaran DPR RI Komisi X akan terus kami optimalkan demi menjamin pemerataan fasilitas digital dan peningkatan kompetensi guru dari Sabang sampai Merauke, sehingga akselerasi inovasi masa depan ini dapat dirasakan tepat sasaran oleh seluruh anak bangsa."

Di samping regulasi tingkat makro, kesiapan kurikulum di tingkat pendidikan tinggi juga menjadi instrumen vital dalam merespons tuntutan zaman.

Wakil Rektor Universitas Paramadina Bidang Akademik, Dr. Harry T.Y Achsan, dalam sambutannya menekankan agar kampus secara tangkas memperbarui metode ajar agar para lulusan tidak gagap teknologi namun tetap memegang teguh nilai kemanusiaan.

Sementara itu, dosen Teknik Informatika Universitas Paramadina, M. Darwis, M.Kom., menjelaskan dari sisi keilmuan teknologi informasi bahwa kecerdasan buatan merupakan mesin pengolah data dengan kapasitas luar biasa, namun mutlak membutuhkan batasan etis manusia dalam penggunaannya.

"Artificial intelligence adalah alat yang luar biasa kuat, namun ia tidak memiliki nurani. Di ruang-ruang kelas digital masa depan, kemampuan critical thinking dan pemecahan masalah secara etis jauh lebih berharga daripada sekadar menghafal timbunan informasi. Kita harus melatih mahasiswa untuk menguasai AI secara teknis, sekaligus memiliki pola pikir adaptif yang berakar pada nilai humanitas."

Darwis menekankan, orientasi mengajar guru dan dosen harus bertransformasi secara radikal.

Fokus pendidikan tidak boleh lagi sekadar mentransfer pengetahuan hafalan yang dengan mudah dicari melalui mesin AI, melainkan wajib bergeser untuk mengasah penalaran tingkat tinggi dan pemecahan kasus nyata di masyarakat.

Meninjau dari perspektif ekonomi makro, Wakil Kepala Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF, Dr. Handi Rizsa, M.Ec., memaparkan ancaman nyata dari hilangnya beberapa sektor pekerjaan konvensional akibat otomatisasi AI. 

Ia mendesak adanya rekonstruksi kurikulum pendidikan tinggi nasional secara masif.

"Pergeseran ekonomi dunia berbasis AI menuntut transformasi total pada kurikulum perguruan tinggi. Jika kita tidak menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri masa depan yang dinamis, maka risiko pengangguran intelektual akan meningkat. Pendidikan harus diarahkan pada fleksibilitas keahlian dan penguatan integritas berbasis nilai kemodernan serta kebangsaan."

Dari sektor praktisi pendidikan menengah, Kepala SMAN 7 Bekasi, Drs. Fajar Heryadi Trimawardi, M.Pd., menyatakan bahwa siswa-siswi di level sekolah menengah paling rentan terpapar dampak negatif teknologi jika tanpa pengawasan yang tepat. 

Dirinya mengapresiasi kolaborasi lintas lembaga ini sebagai acuan praktis bagi pihak sekolah.

"Sebagai praktisi di tingkat pendidikan menengah, kami melihat AI sebagai peluang besar sekaligus tantangan moral. Guru tidak lagi berperan sebagai satu-satunya sumber ilmu, melainkan sebagai fasilitator yang mengarahkan siswa memanfaatkan teknologi secara bijak. Kolaborasi seperti seminar ini memberikan panduan strategis bagi sekolah dalam mendesain inovasi pembelajaran sejak dini."

Penanggung Jawab Acara yang juga menjabat sebagai Direktur Pemasaran dan Beasiswa Universitas Paramadina, Dr. Peni Hanggarini, S.IP., M.A., menambahkan bahwa seminar nasional ini berhasil mengumpulkan aspirasi dari praktisi dan akademisi untuk dirangkum menjadi draf rekomendasi kebijakan strategis. (*) 

Laporan: Arief Tito

Putra Ketua PWI Sijunjung Raih Gelar Duta GenRe Kota Solok 2026    
Senin, Juli 20, 2026

On Senin, Juli 20, 2026

Putra Ketua PWI Sijunjung Raih Gelar Duta GenRe Kota Solok 2026
Gifran tampil sebagai pemenang bersama Khanaya Andriga Balqis, siswi SMAN 2 Kota Solok, yang terpilih sebagai Winner Putri Duta GenRe Kota Solok 2026. (Foto: Andri Besman). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Prestasi membanggakan diraih Gifran Petra Ghaniyy, putra Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sijunjung, Husnal Petra. 

Siswa SMAN 1 Kota Solok itu berhasil dinobatkan sebagai Winner Putra Duta Generasi Berencana (GenRe) Kota Solok Tahun 2026 pada malam Grand Final Pemilihan Duta GenRe yang berlangsung di Gedung Kubuang Tigo Baleh, Sabtu (18/7/2026).

Gifran tampil sebagai pemenang bersama Khanaya Andriga Balqis, siswi SMAN 2 Kota Solok, yang terpilih sebagai Winner Putri Duta GenRe Kota Solok 2026.

Keduanya berhasil menyisihkan 18 finalis lainnya setelah melewati rangkaian seleksi mulai dari pendaftaran, pembinaan hingga karantina.

Ajang yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kota Solok bekerja sama dengan Forum GenRe Kota Solok itu diikuti 20 finalis terbaik, terdiri dari 10 putra dan 10 putri.

Penilaian dilakukan secara menyeluruh, meliputi wawasan, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta komitmen dalam mengampanyekan Program Generasi Berencana.

Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, yang membuka malam grand final menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta. 

Menurutnya, pemilihan Duta GenRe bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi wadah melahirkan generasi muda yang berkarakter, berintegritas, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Ia menegaskan, para Duta GenRe diharapkan mampu mengedukasi remaja mengenai pentingnya perencanaan masa depan, kesehatan reproduksi, bahaya pernikahan usia dini, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, HIV/AIDS, hingga berbagai perilaku negatif yang dapat menghambat masa depan generasi muda.

"Permasalahan remaja saat ini semakin kompleks. Karena itu, Duta GenRe harus hadir sebagai role model, motivator, edukator, sekaligus konselor sebaya yang mampu mengajak remaja Kota Solok menjalani kehidupan yang sehat, produktif, dan berprestasi," ujar Wali Kota.

Selain pasangan pemenang utama, panitia juga menetapkan Salman Alfarizi Yusuf dan Siti An Nuuru Dilfa Wamaliyah sebagai Juara II, sedangkan Juara III diraih Arkan Atha Libariq dan Khairin Rahayu Milasari. 

Berbagai kategori penghargaan lain seperti Harapan, Favorit, Motivator, Talenta, dan Sosial Media juga diumumkan pada malam puncak tersebut.

Keberhasilan Gifran Petra Ghaniyy menjadi Duta GenRe Kota Solok 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar PWI Sijunjung.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi, mengembangkan potensi diri, serta berkontribusi positif dalam membangun karakter remaja yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.(*)

Dorong Ekonomi Berbasis Inovasi, Pemko Payakumbuh Perkuat Pelindungan Kekayaan Intelektual    
Senin, Juli 20, 2026

On Senin, Juli 20, 2026

Dorong Ekonomi Berbasis Inovasi, Pemko Payakumbuh Perkuat Pelindungan Kekayaan Intelektual
Penjajakan Nota Kesepakatan dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Sumatera Barat sebagai landasan memperkuat sinergi dalam pelindungan dan pemanfaatan kekayaan intelektual di daerah. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat pelindungan kekayaan intelektual sebagai bagian dari strategi meningkatkan daya saing produk unggulan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi. 

Upaya tersebut diwujudkan melalui penjajakan Nota Kesepakatan dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Sumatera Barat sebagai landasan memperkuat sinergi dalam pelindungan dan pemanfaatan kekayaan intelektual di daerah.

Langkah tersebut sejalan dengan arah pembangunan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta yang menempatkan penguatan UMKM, inovasi, dan hilirisasi potensi lokal sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Penjajakan nota kesepakatan berlangsung di Ruang Riza Falepi, Balai Kota Payakumbuh, Kamis (16/7/2026), saat Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda menerima Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Barat Lista Widyastuti beserta jajaran.

Pada kesempatan yang sama, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh menerima sertifikat hak merek Randang Payakumbuh sebagai bentuk pelindungan hukum terhadap salah satu identitas produk unggulan daerah.

Sertifikat hak merek tersebut memperkuat pelindungan atas identitas Randang Payakumbuh sekaligus membuka peluang peningkatan nilai tambah dan daya saing produk di pasar.

Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda mengatakan penjajakan nota kesepakatan tersebut menjadi langkah awal bagi kedua belah pihak untuk membangun kerja sama yang lebih terarah dalam pelindungan, pengelolaan, dan pemanfaatan kekayaan intelektual sehingga inovasi dan potensi daerah memiliki kepastian hukum sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi.

"Ini bertujuan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat terhadap pentingnya pelindungan kekayaan intelektual, mendorong pelindungan dan pemanfaatan potensi kekayaan intelektual daerah, memperkuat daya saing produk unggulan Kota Payakumbuh, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah berbasis kekayaan intelektual," katanya.

Menurut Rida, nota kesepakatan yang sedang dijajaki akan menjadi dasar penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai tindak lanjut pelaksanaan berbagai program sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ruang lingkup kerja sama yang direncanakan mencakup sosialisasi regulasi, pendampingan pendaftaran hak cipta, merek, paten, desain industri, dan indikasi geografis, inventarisasi serta pemetaan potensi kekayaan intelektual daerah, penguatan Sentra Kekayaan Intelektual, hingga dukungan penyusunan kebijakan di bidang kekayaan intelektual.

"Dengan sinergi ini, kita ingin memastikan setiap inovasi, karya, dan produk unggulan yang lahir dari Payakumbuh memperoleh pelindungan hukum yang memadai sehingga mampu meningkatkan nilai ekonomi, memperkuat daya saing daerah, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," ujarnya.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Barat Lista Widyastuti mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh dalam membangun ekosistem kekayaan intelektual yang terintegrasi.

Menurutnya, kolaborasi tersebut akan memperluas pelindungan terhadap berbagai inovasi daerah sekaligus mempercepat hilirisasi hasil karya agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian daerah.

"Kami siap memberikan pendampingan teknis, konsultasi, sosialisasi, hingga fasilitasi pendaftaran berbagai bentuk kekayaan intelektual. Kami juga mendukung pembentukan dan penguatan Sentra Kekayaan Intelektual agar pengelolaan kekayaan intelektual di daerah berjalan lebih optimal," katanya.

Ia menambahkan, pendampingan yang berkelanjutan diharapkan mampu mempercepat lahirnya inovasi daerah yang terlindungi secara hukum sehingga siap dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan berdaya saing.

Melalui penjajakan nota kesepakatan tersebut, Pemerintah Kota Payakumbuh menargetkan semakin banyak inovasi, karya kreatif, dan produk unggulan daerah memperoleh pelindungan kekayaan intelektual sehingga memiliki nilai tambah, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing.

Sinergi yang sedang dibangun itu diharapkan menjadi fondasi penguatan ekosistem kekayaan intelektual sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang bertumpu pada inovasi dan potensi lokal. (HM)

Desa Batang Tajongkek Juara Umum MTQ ke-IX Tingkat Kecamatan Pariaman Selatan    
Senin, Juli 20, 2026

On Senin, Juli 20, 2026

Desa Batang Tajongkek Juara Umum MTQ ke-IX Tingkat Kecamatan Pariaman Selatan
Desa Batang Tajongkek berhasil meraih juara umum pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-IX Tingkat Kecamatan Pariaman Selatan. (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Desa Batang Tajongkek berhasil meraih juara umum pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-IX Tingkat Kecamatan Pariaman Selatan setelah mengumpulkan nilai tertinggi dari seluruh cabang yang diperlombakan. 

Piala juara umum diserahkan pada penutupan MTQ yang  ditutup Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi di Kantor Camat Pariaman Selatan Kota Pariaman, Minggu (19/7/2026)  malam.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, dewan hakim, peserta, serta masyarakat yang telah berpartisipasi dan menyukseskan penyelenggaraan MTQ. 

Menurutnya, semarak syiar Islam yang terlihat selama pelaksanaan MTQ merupakan hasil dari dukungan para ulama dan seluruh elemen masyarakat.

"Syiar Islam yang kita saksikan hari ini sangat luar biasa. Hal ini tidak terlepas dari dukungan para ulama yang telah berperan penting dalam penyelenggaraan kegiatan ini," ujar Mulyadi.

Ia mengatakan, MTQ merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Pariaman untuk terus menghidupkan syiar Islam di tengah masyarakat. 

Selain menjadi ajang kompetisi, MTQ juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan di bidang Al-Qur'an serta membentuk karakter yang religius.

"Melalui MTQ ini, anak-anak kita memiliki kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan terbaiknya dalam berbagai cabang perlombaan keagamaan. Kita berharap akan lahir generasi Qurani yang berprestasi dan berakhlak mulia," tambahnya.

Mulyadi juga mengungkapkan  Pemerintah Kota Pariaman akan terus memperkuat pembinaan keagamaan melalui berbagai program, salah satunya dengan menggelar Lomba Tahfiz MDTA Tingkat Kota Pariaman sebagai upaya meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur'an. (R/at)

Pemko Payakumbuh Matangkan Rencana Pengoperasian Angkutan Umum Listrik    
Senin, Juli 20, 2026

On Senin, Juli 20, 2026

Pemko Payakumbuh Matangkan Rencana Pengoperasian Angkutan Umum Listrik
Pemerintah Kota Payakumbuh mematangkan rencana pengoperasian angkutan umum listrik dengan menempatkan kebutuhan transportasi pelajar sebagai prioritas layanan. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kota Payakumbuh mematangkan rencana pengoperasian angkutan umum listrik dengan menempatkan kebutuhan transportasi pelajar sebagai prioritas layanan.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan sistem transportasi publik yang aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sejalan dengan arah pembangunan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta yang mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik serta mobilitas masyarakat.

Langkah tersebut diawali dengan pemaparan laporan pendahuluan feasibility study (FS) mengenai kebutuhan armada dan trayek yang disusun Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas di Ruang Riza Falepi, Balai Kota Payakumbuh, Kamis (16/7/2026).

Hasil studi tersebut akan menjadi dasar bagi Pemerintah Kota Payakumbuh dalam menentukan kebutuhan armada, rute pelayanan, pola operasional, hingga skema pengembangan angkutan umum listrik sebelum program direalisasikan.

Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda mengatakan kajian tersebut diperlukan agar sistem transportasi yang dibangun benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya pelajar yang masih bergantung pada sepeda motor sebagai sarana mobilitas.

"Sebelum angkutan ini beroperasi kita harus melakukan kajian mendalam agar semuanya berjalan optimal dan seluruh masyarakat dapat terlayani," katanya.

Ia mengatakan Pemerintah Kota Payakumbuh ingin menghadirkan sistem angkutan massal yang tidak hanya modern, tetapi juga mampu menjawab berbagai persoalan mobilitas perkotaan, terutama tingginya penggunaan kendaraan roda dua oleh pelajar.

Menurut Rida, ketergantungan pelajar terhadap sepeda motor meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas sekaligus memicu kepadatan kendaraan di kawasan sekolah pada jam masuk dan pulang belajar.

"Ketergantungan mobilitas pelajar pada kendaraan roda dua menciptakan risiko keselamatan dan inefisiensi sistemik. Karena itu, kita membutuhkan solusi berupa angkutan massal yang aman dan ramah lingkungan," ujarnya.

Selain meningkatkan keselamatan, angkutan umum listrik diharapkan mampu mengurangi kemacetan di sekitar kawasan pendidikan, menekan biaya transportasi yang ditanggung keluarga, serta mendorong peralihan penggunaan kendaraan pribadi menuju transportasi umum yang lebih efisien dan rendah emisi.

Rida menambahkan seluruh rekomendasi mengenai kebutuhan armada maupun trase akan diselaraskan dengan dokumen rencana tata ruang Kota Payakumbuh agar pengembangan sistem transportasi tersebut berlangsung secara terarah dan berkelanjutan.

"Tujuan kita membangun sistem angkutan umum yang aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan untuk Kota Payakumbuh. Seluruh rekomendasi teknis armada dan trase nantinya diselaraskan dengan tata ruang resmi Kota Payakumbuh," katanya.

Sementara itu, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Payakumbuh Amri menyatakan dukungan terhadap rencana Pemerintah Kota Payakumbuh menghadirkan angkutan umum listrik.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya ditentukan oleh penyediaan armada, tetapi juga memerlukan penguatan regulasi dan pengawasan, terutama terhadap pelajar yang belum memenuhi syarat mengendarai kendaraan bermotor.

"Kami mendukung program pemerintah menghadirkan transportasi umum listrik. Namun harus ada aturan yang tegas karena anak-anak di bawah umur memang tidak diperbolehkan membawa kendaraan sendiri. Kalau aturannya jelas, Insyaa Allah program ini akan sukses. Harapan kami, benahi dulu aturannya," katanya.

Melalui kajian tersebut, Pemerintah Kota Payakumbuh menargetkan pengembangan angkutan umum listrik yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama pelajar. 

Sistem transportasi yang disiapkan diharapkan mampu meningkatkan keselamatan berkendara, mengurangi kemacetan di kawasan pendidikan, memperluas akses masyarakat terhadap layanan angkutan umum, serta menjadi fondasi pembangunan transportasi perkotaan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. (HM)

Kejuaraan Tenis Sukses Digelar, Wako Pariaman Rebut Juara I Tenis Ganda Putra KU 110    
Senin, Juli 20, 2026

On Senin, Juli 20, 2026

Kejuaraan Tenis Sukses Digelar, Wako Pariaman Rebut Juara I Tenis Ganda Putra KU 110
Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, Sekdako Pariaman, Afrizal Azhar, Ketua TP-PKK Kota Pariaman, Ny.Yosneli Balad dan beberapa pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Pariaman. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kejuaraan Tenis Kelompok Umur (KU) 110 Tahun Piala Wali Kota Pariaman 2026 yang berlangsung meriah di lapangan tenis Pemko Pariaman, Kelurahan Karan Aur Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman resmi ditutup Wali Kota Pariaman, Yota Balad pada Minggu sore (19/7/2026). 

Penutupan turnamen juga dihadiri Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, Sekdako Pariaman, Afrizal Azhar, Ketua TP-PKK Kota Pariaman, Ny.Yosneli Balad dan beberapa pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Pariaman.

Tak hanya sukses menyelenggarakan kejuaraan, Wali Kota Pariaman, Yota Balad menunjukkan kebolehannya di lapangan dengan meraih juara pertama kategori Ganda Putra KU 110 Tahun,  berpasangan dengan Pudin asal Negara Malaysia.

Yota Balad usai pertandingan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh peserta, panitia, wasit, dan juga masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan ini dengan sukses.

“Kita telah melaksanakan rangkaian kegiatan Turnamen Tenis selama dua hari berturut-turut yang dimulai tanggal 18 s/d 19 Juli 2026. Kejuaraan ini tidak hanya tingkat nasional, melainkan internasional karena beberapa peserta juga datang dari Malaysia dan Singapura. 

Hal ini tentu tidak hanya tentang meraih juara, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi antar pecinta tenis, memotivasi generasi muda untuk aktif berolahraga dan sekaligus untuk memperkenalkan pariwisata Kota Pariaman ke internasional,” ujarnya.

Penutupan kejuaraan ini ditandai dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang. 

Untuk Juara I Ganda Putra Turnamen Tenis KU 110 Tahun yakni Yota Balad dan Pudin menerima hadiah sebesar Rp 3 juta, juara II yakni Prof. Zul dan Afrizal Azhar sebesar Rp 2 juta dan juara III oleh Eka Satria dan Anto serta Prof. Ganefri dan Marvianus sebesar Rp 1 juta. (R/at)

PPWN Ophir Luhak Nan Duo Pasbar Terima Berkas Pencalonan Bakal Wali Nagari, Wildi Pratama Saputra    
Minggu, Juli 19, 2026

On Minggu, Juli 19, 2026

PPWN Ophir Luhak Nan Duo Pasbar Terima Berkas Pencalonan Bakal Wali Nagari, Wildi Pratama Saputra
Panitia Pemilihan Wali Nagari (PPWN) Ophir, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat terima berkas pencalonan bakal Wali Nagari, Wildi Pratama Saputra. (Foto: Rido). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Panitia Pemilihan Wali Nagari (PPWN) Ophir, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat terima berkas pencalonan bakal Wali Nagari, Wildi Pratama Saputra sebagai pendaftar yang ke lima (5), Minggu, 19 Juli 2026 siang.

Wildi diantar oleh keluarga besar dan tim sukses yang di dominasi Gen Z, sebagai bentuk dukungan terhadap harapan pemimpin muda milenial di Nagari Ophir.

Sekretaris PPWN Nagari Ophir, Endra mengatakan pihaknya telah menerima lima berkas pencalonan bakal calon wali di Nagari Ophir. 

Wildi adalah bakal calon wali Nagari yang ke lima, setelah mendaftar ke ppwn nagari Ophir, Luhak Nan Duo.

"Iya, sejauh ini kami telah menerima sebanyak lima berkas pencalonan dan wildi adalah yang terakhir mendaftar hari ini. Sebelumnya kami telah menerima berkas calon, Sugeng Hariadi, Wisnu A. Utama, Gatot Sukoco dan Yunis Andi," ucapnya.

Endra menambahkan, pihaknya meminta kepada seluruh bakal calon agar bersama-sama mewujudkan pemilihan badunsanak yang harmonis dan bersih dari perpecahan.

Pihaknya juga tidak akan mempersulit pendaftaran berkas para calon dan menerima semua peserta yang mendaftar.

"Kita berharap pilwana ini berjalan dengan lancar, maka dari itu kita minta kepada seluruh tim sukses agar tidak bersama sama menjaga kampung karena dalam pemilihan wali ini tujuan kita adalah sama, yaitu untuk menjadikan nagari Ophir yang lebih baik kedepannya," ungkapnya.

Sementara itu, Wildy Pratama Saputra mengatakan terima kasih kepada ppwn nagari Ophir yang telah menerima berkas pendaftarannya sebagai bakal calon wali Nagari.

Sebagai tokoh milenial Ophir, pihaknya membawa harapan baru dengan visi membawa Nagari Ophir melalui kepemimpinan yang progresif, transparan, konseptor dan eksekutor yang berorientasi pada hasil nyata kesejahteraan rakyat yang terstruktur.

"Terima kasih kepada keluarga dan semua pihak yang telah memberikan dukungan, semoga usaha kita bisa membuahkan hasil," ucapnya.

Selain misi, pihaknya juga membawa misi sebagai berikut.

1.Peningkatan Perekonomian
• Digitalisasi pemasaran produk UMKM lokal
• Berkolaborasi ekstrim dan memperkuat Koperasi Merah Putih
• Fasilitasi pupuk bersubsidi tepat sasaran
• Meningkatkan infrastruktur, terkhususnya jalan utama para petani
• Optimalisasi pengelolaan Badan Usaha Milik Nagari

2. Pendidikan dan Kesehatan
• Memastikan pendidikan gratis SD dan SMP
• Mempersiapkan kandidat penerima beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat
• Memastikan program 1 Dokter 1 Nagari, dan 1 Bidan 1 Kejorongan terealisasikan di Nagari Ophir

3. Transformasi Pelayanan Publik
• Ophir Smart : Pelayanan administrasi dan surat-menyurat via aplikasi untuk efisiensi waktu masyarakat
• Dashboard Dana Desa : Transparansi anggaran dapat diakses publik kapan saja melalui website resmi 
Nagari Ophir
• Lapor Pak Wali : Saluran pengaduan langsung ke nomor pribadi Wali Nagari Ophir untuk respon cepat 
bagi seluruh keluhan masyarakat Nagari Ophir

4. Peningkatan SDM Nagari Ophir
• Program pelatihan sektor pertanian, perikanan, ekonomi kewirausahaan, ekonomi kerakyatan, dan 
peningkatan skill. (*) 

Laporan: Rido

Kemendagri-KLH Percepat Penyusunan Perda RPPLH    
Minggu, Juli 19, 2026

On Minggu, Juli 19, 2026

Kemendagri-KLH Percepat Penyusunan Perda RPPLH
Direktur PSDAB Kementerian Lingkungan Hidup, Hariani Samal pada Sosialisasi Penyusunan dan Penetapan Peraturan Daerah tentang RPPLH yang dilaksanakan secara daring. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperkuat sinergi dalam pembinaan pemerintah daerah untuk mempercepat penyusunan dan penetapan Peraturan Daerah tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH).

Hal tersebut disampaikan pada Sosialisasi Penyusunan dan Penetapan Peraturan Daerah tentang RPPLH yang dilaksanakan secara daring.

Rapat dipimpin Kepala Subdirektorat Lingkungan Hidup, Abdul Aziz yang mewakili Direktur SUPD I Ditjen Bina Pembangunan Daerah. Rapat ini bertujuan memperkuat pemahaman pemerintah daerah mengenai kebijakan penyusunan dan implementasi RPPLH. Penyusunan Perda RPPLH mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 27 Tahun 2025.

Direktur PSDAB Kementerian Lingkungan Hidup, Hariani Samal, menegaskan bahwa pembangunan wilayah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

“RPPLH menjadi instrumen penting untuk memastikan pembangunan daerah tetap berada dalam batas daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, sekaligus melindungi ekosistem dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” jelas Hariani, dalam rilis yang diterima redaksi, Minggu (19/7/2026).

Sebagai langkah konkret mendorong percepatan di daerah, Kemendagri juga telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri terkait percepatan penyusunan dan penetapan Perda RPPLH.

Pemerintah daerah yang belum memiliki Perda RPPLH didorong untuk segera menyusun dan menetapkannya sesuai jangka waktu yang ditentukan. Sementara daerah yang telah memiliki Perda RPPLH perlu melakukan evaluasi dan penyesuaian berdasarkan ketentuan terbaru.

Pada sesi diskusi, pemerintah daerah diharapkan dapat menyusun materi teknis RPPLH pada 2027 agar dapat menjadi dasar penyusunan KLHS yang terintegrasi dengan RPJMD pada tahun 2028. 

Bagi daerah yang telah menyusun materi teknis sebelum terbitnya PP Nomor 26 Tahun 2025, namun belum menetapkannya menjadi Perda, perlu dilakukan reviu dan penyesuaian sesuai ketentuan yang berlaku.

Kemendagri dan KLH berkomitmen untuk terus berkolaborasi memberikan asistensi dan pendampingan kepada pemerintah daerah, mulai dari penyusunan materi teknis hingga penetapan Perda RPPLH.

Percepatan Perda RPPLH bukan sekadar memenuhi amanat regulasi, tetapi menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan daerah memiliki pijakan lingkungan yang kuat dan berkelanjutan. (*)

Trotoar Ramah Pejalan Kaki di Kota Padang Diperbaikan, Ini Penjelasan Malvi Hendri    
Minggu, Juli 19, 2026

On Minggu, Juli 19, 2026

Trotoar Ramah Pejalan Kaki di Kota Padang Diperbaikan, Ini Penjelasan Malvi Hendri
Perbaikan dan pembangunan trotoar ini sejalan dengan program "Padang Rancak" yang dicanangkan Wali Kota Padang, Fadly Amran. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Perbaikan dan pembangunan trotoar ini sejalan dengan program "Padang Rancak" yang dicanangkan Wali Kota Padang, Fadly Amran. 

Fokus utama dari proyek perbaikan ini adalah titik-titik krusial yang berada di sepanjang jalan protokol Kota Padang.

Pengerjaan fisik saat ini sedang gencar dilaksanakan di beberapa lokasi utama, di antaranya Jalan Haji Agus Salim, kawasan Nipah, serta Jalan A. Yani.

"Ya, untuk perbaikan trotoar ini sejalan dengan program Padang Rancak Bapak Wali Kota Padang. Yang mana kita harus menyediakan trotoar ramah pejalan kaki," ujar Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, Ahad, 19 Juli 2026.

Percepatan penyelesaian proyek ini ditargetkan guna mendukung perhelatan Hari Jadi Kota Padang sekaligus memberikan fasilitas trotoar yang representatif bagi publik.

"Untuk saat ini kita fokus pada titik-titik yang krusial untuk jalan-jalan protokol. Nah, sekarang ini ada beberapa titik lokasi yang kita laksanakan seperti di Jalan Haji Agus Salim, dan juga di Nipah, dan juga ada beberapa titik lokasi lainnya di A. Yani. Ini sedang dilaksanakan pekerjaannya. Mudah-mudahan ini bisa kita segera selesaikan guna mendukung kegiatan hari jadi kota kita dan juga memang merupakan kegiatan yang penting untuk bisa dirasakan masyarakat tentunya," cakapnya.

Kehadiran trotoar yang representatif dinilai memberikan dampak positif langsung terhadap karena memberikan ruang pejalan kaki yang lebih luas, aman, nyaman, dan lega.

"Saya melihat pembangunan trotoar di sekitaran Jalan Haji Agus Salim ini, Alhamdulillah lumayan bagus. Ini memberikan tempat yang luas lah bagi pejalan kaki dan lega. Semoga Pemko Padang bisa lebih mempercantik lagi ke depannya trotoar-trotoar yang lain," aku salah seoranb warga, Andika Putra Zainal. (*)