HEADLINE
Jelang Penetapan 18 Situs Warisan Geologi “The Windows of Ombilin Basin”, Pemko Sawahlunto Gelar FGD    
Jumat, Mei 15, 2026

On Jumat, Mei 15, 2026

Jelang Penetapan 18 Situs Warisan Geologi “The Windows of Ombilin Basin”, Pemko Sawahlunto Gelar FGD
Sawahlunto terus mempersiapkan penguatan Geopark Sawahlunto melalui sosialisasi warisan geologi kepada pemerintah daerah, masyarakat, dan kalangan akademisi.  (Foto/Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sawahlunto terus mempersiapkan penguatan Geopark Sawahlunto melalui sosialisasi warisan geologi kepada pemerintah daerah, masyarakat, dan kalangan akademisi. 

Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai kekayaan geologi yang tersimpan di kawasan Cekungan Ombilin sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan potensi tersebut secara berkelanjutan.

Keragaman geologi Kota Sawahlunto yang dirangkum dalam konsep geopark “The Windows of Ombilin Basin” atau “Jendela Cekungan Ombilin” menggambarkan kawasan ini sebagai jendela yang membuka rekaman sejarah geologi masa lampau. 

Melalui berbagai jenis batuan, fosil, dan struktur geologi, masyarakat dapat menelusuri proses pembentukan bumi yang berlangsung selama ratusan juta tahun di wilayah tersebut.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah meneliti 18 lokasi geologi di Sawahlunto yang direncanakan untuk ditetapkan sebagai situs warisan geologi (geoheritage). 

Penetapan tersebut diharapkan dapat memperkaya nilai ilmiah dan edukatif Geopark Sawahlunto sekaligus memperkuat daya tarik kawasan ini sebagai destinasi geowisata dan pusat pembelajaran kebumian.

Sebagai bagian dari persiapan, Pemerintah Kota Sawahlunto menggelar sosialisasi awal yang dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) pada Rabu, 13 Mei 2026. 

Kegiatan ini dihadiri seluruh camat se-Kota Sawahlunto, kepala desa dan lurah di lokasi geosite, kepala organisasi perangkat daerah terkait, penggiat Geopark Sawahlunto, serta mahasiswa Teknik Geologi Universitas Islam Riau.

Diskusi dipandu Asisten I Sekretariat Daerah Kota Sawahlunto, Drs. H. Irzam K., M.M., dengan menghadirkan pemateri Ketua Umum Badan Pengelola Geopark Sawahlunto, Drs. Rovanly Abdams, M.Si.; Ketua Harian Badan Pengelola Geopark Sawahlunto, Efdi, S.P.; serta Ketua Program Studi Teknik Geologi Universitas Islam Riau, Ir. Budi Prayitno, S.T., M.T.

Ketua Umum Badan Pengelola Geopark Sawahlunto, Drs. Rovanly Abdams, M.Si., menjelaskan bahwa geopark mencakup tiga unsur utama, yaitu warisan geologi (geoheritage), warisan hayati (bioheritage), dan warisan budaya (cultural heritage).

Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan kekayaan alam tersebut agar dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

Ketua Harian Badan Pengelola Geopark Sawahlunto, Efdi, S.P., menyampaikan bahwa saat ini Geopark Sawahlunto telah memiliki empat geosite bernilai internasional, yaitu fosil foraminifera dari zaman Permian (259,51–251,902 juta tahun lalu), fosil ikan air tawar dari zaman Paleosen Tengah hingga Eosen (61,66–33,9 juta tahun lalu), fosil jejak burung dari zaman Oligosen (33,9–23,04 juta tahun lalu), serta batubara antrasit dari zaman Oligosen (33,9–23,04 juta tahun lalu).

Selain itu, terdapat dua geosite bernilai nasional, yakni fosil kerang dan siput dari zaman Trias (251,902–201,4 juta tahun lalu), serta ketidakselarasan sedimentasi antara batuan berumur Oligosen–Miosen (33,9–15,98 juta tahun lalu) yang berada langsung di atas batuan berumur Trias (251,902–201,4 juta tahun lalu).

Ketua Program Studi Teknik Geologi Universitas Islam Riau, Ir. Budi Prayitno, S.T., M.T., menegaskan bahwa kondisi geologi Sawahlunto memiliki nilai global yang sangat menarik bagi perguruan tinggi yang mengembangkan ilmu kebumian dan pertambangan. 

Ia menyatakan pihaknya akan terus membawa mahasiswa untuk melaksanakan praktik lapangan dan penelitian selama masyarakat Sawahlunto tetap menjaga warisan geologi dan terbuka terhadap kunjungan edukatif.

Sementara itu, Asisten I Sekretariat Daerah Kota Sawahlunto sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga, Drs. H. Irzam K., M.M., menyebut Geopark Sawahlunto telah menjadi laboratorium lapangan bagi sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Negeri Padang, Universitas Islam Riau, Universitas Jambi, serta Universiti Teknologi PETRONAS, Malaysia.

Dalam sesi diskusi, Kepala Desa Rantih mempertanyakan langkah untuk meningkatkan status geosite dari tingkat lokal menjadi bernilai internasional.

Menanggapi hal tersebut, Ir. Budi Prayitno menjelaskan bahwa peningkatan nilai geosite dapat dilakukan melalui penelitian yang intensif dan publikasi hasil kajian pada jurnal ilmiah internasional.

Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kota Sawahlunto berharap seluruh unsur masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga warisan geologi sebagai aset ilmiah, edukatif, dan ekonomi, sekaligus memperkuat posisi Geopark Sawahlunto sebagai kawasan yang memiliki nilai penting di tingkat nasional maupun global. (*) 

Pewarta: Efdi/marjafri

Bank Nagari Masuk Jajaran Bank Terbaik Dunia Versi Majalah Forbes, Gubernur Mahyeldi Berikan Apresiasi    
Jumat, Mei 15, 2026

On Jumat, Mei 15, 2026

Bank Nagari Masuk Jajaran Bank Terbaik Dunia Versi Majalah Forbes, Gubernur Mahyeldi Berikan Apresiasi
Menurut Mahyeldi, itu menjadi bukti Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sumbar mampu bersaing, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. (Foto/Adpim). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi capaian Bank Nagari yang berhasil masuk dalam daftar bank terbaik dunia versi majalah bisnis internasional Forbes. Menurut Mahyeldi, itu menjadi bukti Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sumbar mampu bersaing, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional.

“Alhamdulillah, tentu kita sangat bersyukur. Bank Nagari masuk dalam salah satu bank terbaik versi Majalah Forbes. Ini pencapaian yang sangat membanggakan bagi Sumatera Barat,” kata Mahyeldi di Padang, Kamis (14/5/2026).

Mahyeldi menilai, capaian itu lahir dari sinergi kuat antara pemerintah daerah, manajemen Bank Nagari, serta dukungan masyarakat terhadap penguatan ekonomi daerah melalui BUMD.

“Kita terus berupaya membangun sinergi antara pemerintah daerah dengan jajaran pengurus Bank Nagari, termasuk BUMD lainnya. Keseriusan itu hari ini membuahkan hasil dan tentu prestasi ini patut kita syukuri bersama,” ujarnya.

Menurut Mahyeldi, keberhasilan Bank Nagari menjadi momentum penting untuk mendorong BUMD lain di Sumbar meningkatkan kualitas pelayanan, tata kelola, hingga kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kita berharap ke depan BUMD-BUMD lain di Sumbar juga bisa menjadi yang terbaik di tingkat nasional bahkan internasional. Dukungan pemerintah, kesungguhan manajemen, dan partisipasi masyarakat menjadi kunci utamanya,” katanya.

Ia optimistis, apabila seluruh pihak mampu menjaga komitmen dan profesionalismenya, bukan tidak mungkin akan semakin banyak BUMD Sumbar yang akan mendapat pengakuan luas di tingkat global.

“Kita yakin kalau semua memberikan yang terbaik, pemerintah daerah mendukung, masyarakat mendukung, dan manajemen bekerja sungguh-sungguh, maka hasilnya pun pasti akan baik. Tidak hanya di level nasional, tapi juga internasional,” ucap Mahyeldi.

Mahyeldi juga berharap prestasi Bank Nagari ini dapat menjadi motivasi baru bagi penguatan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap BUMD-BUMD yang ada di Sumbar.

“Mudah-mudahan ke depan semakin banyak BUMD kita yang mendapat apresiasi dan sorotan positif dari masyarakat luas,” pungkasnya. (adpsb/cen/bud)

Mohamad Feriadi Soeprapto Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026    
Jumat, Mei 15, 2026

On Jumat, Mei 15, 2026

Mohamad Feriadi Soeprapto Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026
Presiden Direktur JNE, Mohamad Feriadi Soeprapto, yang dinobatkan sebagai salah satu pemimpin terbaik dalam ajang 7th Anniversary Indonesia Best 50 CEO Awards 2026 “Employees’ Choice”. (Foto/Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Konsistensi dalam menghadirkan kepemimpinan yang inspiratif dan berorientasi pada kesejahteraan karyawan kembali membuahkan apresiasi bagi Presiden Direktur JNE, Mohamad Feriadi Soeprapto, yang dinobatkan sebagai salah satu pemimpin terbaik dalam ajang 7th Anniversary Indonesia Best 50 CEO Awards 2026 “Employees’ Choice”.

Penghargaan yang diselenggarakan oleh The Iconomics Media dengan dukungan Axia Research ini merupakan tolok ukur nyata atas apresiasi karyawan terhadap nakhoda perusahaan. 

Penilaian difokuskan pada kemampuan pemimpin dalam menjaga citra positif serta memperkuat kehadiran perusahaan di tengah masyarakat melalui empat parameter: Popularity, Competency, Crisis Leadership, dan Personality. 

Pemilihan pemenang melibatkan ribuan karyawan dari berbagai sektor industri di seluruh Indonesia. Mohamad Feriadi dinilai unggul dalam memadukan ketangkasan (agility) dan kreativitas dalam mengelola sumber daya perusahaan, sekaligus menjadi sumber inspirasi yang memperkuat fondasi organisasi di tengah dinamika industri logistik.

Mohamad Feriadi Soeprapto menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan. 

“Mewakili seluruh Kesatria dan Srikandi serta manajemen JNE, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada The Iconomics. Penghargaan Indonesia Best CEO Awards 2026 ‘Employees’ Choice’ ini adalah amanah bagi kami untuk terus bergerak bersama,” ungkapnya.

Feriadi juga menekankan bahwa pencapaian ini adalah buah dari semangat kebersamaan dan kerja keras seluruh tim, “Penghargaan ini bukan hanya milik saya, melainkan dedikasi bagi seluruh keluarga besar JNE. Selama lebih dari 35 tahun, JNE senantiasa mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap proses kerja untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan,” jelasnya.

“Dengan semangat ‘Connecting Happiness’ serta prinsip Berbagi, Memberi, dan Menyantuni, kami terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik. Hal ini kami wujudkan melalui berbagai program nyata, seperti dukungan penuh bagi kemajuan UMKM lokal, sektor edukasi, olahraga, musik, hingga pengembangan komunitas di berbagai daerah di seluruh Indonesia,” pungkas Feriadi. (*)

Gubernur Mahyeldi Dampingi Menaker RI Melakukan Kunjungan Kerja di Kota Padang    
Jumat, Mei 15, 2026

On Jumat, Mei 15, 2026

Gubernur Mahyeldi Dampingi Menaker RI Melakukan Kunjungan Kerja di Kota Padang
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli dalam kunjungan kerja ke Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Kamis (14/5/2026). (Foto/Adpim). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli dalam kunjungan kerja ke Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Kamis (14/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Ketenagakerjaan meresmikan pemanfaatan sumur bor dan fasilitas tempat wudhu baru di Masjid Raya Kenagarian Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah. Bantuan itu disalurkannya melalui lembaga kemanusiaan Human Initiative untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat pascabencana hidrometeorologi akhir 2025 lalu.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moralnya sebagai putra daerah yang ingin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kampung halaman.

“Ini sebagai tanggung jawab saya sebagai putra daerah sini. Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain pembangunan sumur bor, Yassierli juga menyiapkan program pelatihan teknologi informasi (IT) bagi 3.100 generasi muda di Kecamatan Koto Tangah sebagai upaya peningkatan kompetensi dan kesiapan tenaga kerja muda.

“Kemarin kita berpikir kalau cuma sumur bor kurang seru. Maka kita tambahkan dengan bonus pelatihan IT untuk 3.100 anak muda Kecamatan Koto Tangah,” katanya.

Ia menyebut, Kementerian Ketenagakerjaan akan terus menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari peningkatan kompetensi hingga pengembangan kewirausahaan. Sumatera Barat dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu daerah prioritas pelaksanaan program kementerian.

Sementara itu Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan fasilitas air bersih tersebut. Menurutnya, kehadiran sumur bor dan fasilitas tempat wudhu baru sangat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar air bersih di tengah masa pemulihan pascabencana.

“Kehadiran fasilitas air bersih ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus bentuk nyata solidaritas kemanusiaan di tengah masa pemulihan,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi berharap sinergi antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, dan komunitas sosial terus diperkuat agar proses pemulihan masyarakat pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan merata.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Walikota Padang Maigus Nasir, Presiden Human Initiative Tomy Hendrajati, unsur Forkopimda Provinsi Sumbar dan Kota Padang, pimpinan OPD Pemprov Sumbar dan Pemko Padang, serta Ketua Pengurus Masjid Raya Balai Gadang Firman, S.T. (adpsb/rmz/bud)

Tommy TRD: Kita Duduk Bersama dengan Bappeda, Bahas Program dan Kegiatan hingga Supporting Anggaran    
Jumat, Mei 15, 2026

On Jumat, Mei 15, 2026

Tommy TRD: Kita Duduk Bersama dengan Bappeda, Bahas Program dan Kegiatan hingga Supporting Anggaran
Bappeda Kota Padang menyelenggarakan brainstorming Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) bagi perangkat daerah Pemko Padang di Kantor Bappeda Kota Padang, Jumat (15/5/26). (Foto/Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Memastikan visi Kota Padang yang diusung Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir tercapai, Bappeda Kota Padang menyelenggarakan brainstorming Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) bagi perangkat daerah Pemko Padang di Kantor Bappeda Kota Padang, Jumat (15/5/26). 

Kepala Bappeda Kota Padang, Swesti Fanloni menyampaikan brainstorming RKPD ini dilakukan untuk memastikan program dan kegiatan yang diselenggarakan oleh perangkat daerah memang mengacu kepada visi dan misi Kota Padang 2025-2029. 

“Untuk memastikan kembali rencana kerja dan penganggaran yang diajukan oleh setiap perangkat daerah betul-betul berdampak pada penyelesaian permasalahan kota dan capaian target kinerja Pemko Padang, melalui visi-misi dan Progul yang diusung Wali Kota dan Wakil Wali Kota,” ujar Swesti Fanloni.

Sebagai perangkat daerah yang menjadi leading sector visi Smart City, Dinas Kominfo Kota Padang menjadi perangkat daerah pertama yang mengikuti kegiatan brainstorming RKPD ini. 

“Sengaja Diskominfo menjadi yang pertama, karena memiliki peran paling besar dalam pencapaian visi Kota Padang sebagai Kota Pintar atau Smart City,” tambah Swesti Fanloni.

Senada, Kepala Dinas Kominfo Kota Padang Tommy TRD menilai kegiatan brainstorming yang dilakukan oleh Bappeda ini merupakan hal baru yang memiliki dampak besar jika diseriusi bersama. 

“Kita duduk bersama dengan Bappeda, membahas program dan kegiatan, hingga supporting anggaran dalam upaya mencapai visi kota. Menarik karena perencanaan ke depan yang kami lakukan bisa lebih detail, sesuai dengan tingkat kebutuhan dan skala prioritas, baik dari aspek kegiatan ataupun penganggaran,” ungkapnya.

Terkait hasil kegiatan brainstorming yang dilakukan Bappeda, Tommy TRD mengaku diperlukan beberapa perbaikan sesuai diskusi dengan jajaran Bappeda Kota Padang. 

“Ya, perlu beberapa penyempurnaan, khususnya terkait beberapa data agar lebih terukur dan menjadi representasi capaian output dan outcome. Insya Allah kita sempurnakan dalam 1-2 hari ini sesuai saran Bu Kaban,” pungkas Tommy TRD.

Turut hadir dalam kegiatan brainstorming ini Sekretaris beserta para Kepala Bidang Bappeda Kota Padang dan Dinas Kominfo Kota Padang. (*)

Kejagung Tetapkan Bos PT CBU Jadi Tersangka Korupsi Tambang Samin Tan, Langsung Ditahan    
Jumat, Mei 15, 2026

On Jumat, Mei 15, 2026

Kejagung Tetapkan Bos PT CBU Jadi Tersangka Korupsi Tambang Samin Tan, Langsung Ditahan
Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna ketika memberikan keterangan kepada wartawan atau awak media. (Foto/Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kejaksaan Agung ( Kejagung ) menetapkan pemilik PT Cordelia Bara Utama (CBU) berinisial MJE sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di sektor pertambangan.

Kasus tersebut melibatkan pengusaha Samin Tan selaku pemilik PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT).

“Tim Penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Khusus (Jam Pidsus) menetapkan satu tersangka dan melakukan penahanan terhadap MJE selaku pemilik PT CBU," kata Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, Kamis (14/5/2026).

Anang menjelaskan, MJE ditetapkan sebagai tersangka atas dasar bukti yang diperoleh penyidik berupa 1.626 dokumen, 129 barang bukti elektronik, dan serangkaian tindakan penyidikan berupa pemeriksaan terhadap 80 orang saksi. 

“Adapun Tersangka MJE sebelumnya tidak memenuhi panggilan dari tim penyidik tanpa ada alasan yang sah,” ujar dia.

Anang menjelaskan MJE selaku pemilik PT CBU bersama Samin Tan sebagai beneficial ownership PT AKT turut menggunakan dokumen laporan hasil verifikasi yang tidak sebenarnya untuk memperoleh surat persetujuan berlayar.

"Pemilik PT CBU bersama-sama dengan tersangka ST selaku beneficial ownership PT AKT menggunakan dokumen laporan hasil verifikasi yang tidak sebenarnya untuk memperoleh Surat Persetujuan Berlayar," ungkap Anang.

“Oleh karenanya, tersangka ST melalui PT AKT dan afiliasinya dapat melakukan ekspor batubara ilegal yang diperoleh dari pertambangan PT AKT, yang izinnya telah dicabut sejak 19 Oktober 2017,” sambungnya.

Anang menambahkan, tersangka MJE telah ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Sebelumnya Kejagung menetapkan taipan Samin Tan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan tambang ilegal di wilayah Kalimantan Tengah pada periode 2016-2025.

PT AKT diduga melakukan penyimpangan pengelolaan tambang sejak izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dicabut pada 2017. PT AKT ternyata masih melakukan kegiatan tambang hingga tahun 2025.

“Bahwa setelah dicabut, PT AKT masih terus melakukan penambangan dan penjualan hasil tambang secara tidak sah dan melawan hukum sampai tahun 2025," kata Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi, Sabtu (28/3/2026).

Pengusaha Samin Tan melalui PT AKT dan afiliasinya diduga melakukan perbuatan melawan hukum melakukan penambangan sekaligus penjualan hasil tambang menggunakan dokumen perizinan ilegal. Dokumen itu diperoleh bekerja sama dengan penyelenggara negara.

"Bahwa saudara ST melalui PT AKT dan afiliasinya secara melawan hukum telah melakukan pertambangan dan penjualan menggunakan dokumen perizinan yang tidak sah bekerja sama dengan penyelenggara negara yang bertugas melakukan tugas pengawasan terhadap kegiatan penambangan," ungkap Syarief. (*)

Yusril Sebut Judul Film "Pesta Babi" Provokatif: Sutradara Jelaskan Maknanya Apa?    
Jumat, Mei 15, 2026

On Jumat, Mei 15, 2026

Yusril Sebut Judul Film "Pesta Babi" Provokatif: Sutradara Jelaskan Maknanya Apa?
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra menilai judul film dokumenter "Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita" memuat narasi yang provokatif dan kontroversial. (Foto/Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra menilai judul film dokumenter "Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita" memuat narasi yang provokatif dan kontroversial. 

Namun, Yusril menerangkan bahwa film dokumenter tersebut berisi kritik terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan yang dianggap mengganggu kelestarian alam, hak ulayat masyarakat Papua, dan lingkungan hidup. Baginya kritik tersebut sesuatu yang wajar. 

"Saya menganggap kritik semacam itu wajar saja, walaupun memang terdapat narasi yang provokatif. Judul film dokumenter itu sendiri memang kontroversial. ‘Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita’ tampak bersifat provokatif," kata Yusril dalam keterangannya, Kamis, 14 Mei 2026. 

Sebelumnya, Yusril menegaskan bahwa pemerintah maupun aparat penegak hukum pusat tidak pernah mengeluarkan arahan ataupun kebijakan pelarangan pemutaran maupun kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter "Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita".

Bahkan beberapa kampus di daerah tetap bisa nobar film tersebut tanpa halangan apa pun.  

Namun demikian, Yusril mengingatkan agar masyarakat tidak terpancing hanya karena judul film yang dinilai sengaja dibuat untuk menarik perhatian publik. 

"Tetapi tentu orang tidak boleh terpancing dan bereaksi hanya karena judul provokatif yang mungkin sengaja dibuat produsernya untuk menarik perhatian. Biarkan saja masyarakat menonton, lalu setelah itu silakan gelar diskusi dan debat. Dengan demikian publik menjadi kritis, pro dan kontra dapat terjadi," ujarnya.

Menurut Yusril, pemerintah juga dapat mengambil pelajaran dari kritik yang disampaikan melalui film tersebut, termasuk mengevaluasi apabila ada langkah di lapangan yang perlu diperbaiki. 

"Pesta Babi" Provokatif dan Ragam Tafsir  

Yusril juga menyoroti penggunaan istilah "Pesta Babi" dalam judul film yang dinilai dapat menimbulkan beragam tafsir di tengah masyarakat.

"Istilah ‘Pesta Babi’ memang potensial memunculkan aneka tafsir. Karena itu, akan lebih baik jika penulis skenario, sutradara, dan produser juga menjelaskan makna dari kata-kata tersebut," katanya. 

Ia menegaskan bahwa keterbukaan tidak hanya dituntut dari Pemerintah, tetapi juga dari kalangan seniman dan pembuat karya seni termasuk karya film.

"Kalau Pemerintah sering dituntut untuk terbuka, maka saatnya juga seniman, penulis skenario film, dan produser bersikap terbuka pula serta bersedia memberikan penjelasan. Pemerintah tidak bisa diam dengan berlindung di balik otoritas dan kekuasaan, dan pada saat yang sama seniman juga tidak bisa diam dan berlindung di balik kebebasan berekspresi," ujar Yusril. 

Sementara terkait proyek di Papua Selatan, Yusril menegaskan bahwa pembukaan lahan telah dimulai sejak tahun 2022 pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersamaan dengan pemekaran daerah di Papua. 

Proyek itu dilanjutkan oleh pemerintahan saat ini sebagai bagian dari proyek ketahanan pangan dan energi nasional.

"Sudah pasti proyek itu bukanlah kolonialisme modern di zaman sekarang. Papua adalah bagian integral dari NKRI. Pemerintah Pusat Republik Indonesia bukanlah Pemerintah Belanda dulu yang menyebut Papua dengan Nederlands Nieuw Guinea sebagai daerah jajahan di masa lalu. Pembukaan lahan seperti itu juga terjadi juga di Kalimantan dan pulau-pulau lain sebagai bagian integral dari NKRI," paparnya. 

Yusril menjelaskan proyek strategis nasional dibangun berdasarkan kajian yang matang untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. 

Walaupun, Pemerintah  tidak menutup mata terhadap segala kekurangan dan kelemahan dalam pelaksanaannya di lapangan, sehingga tetap membuka diri terhadap kritik untuk melakukan evaluasi dalam pelaksanaannya. 

Ia kembali menekankan bahwa Pemerintah menjamin kebebasan berekspresi dalam negara demokrasi, namun kebebasan tersebut tetap harus disertai tanggung jawab moral.

"Pada intinya, Pemerintah tidak pernah mengeluarkan larangan nobar film tersebut. Ini adalah negara demokrasi dan setiap orang bebas berekspresi. Namun, tidak ada kebebasan berekspresi tanpa tanggung jawab moral, baik kepada diri sendiri maupun kepada publik yang menerima sajian kebebasan berekspresi itu," kata Yusril. (*) 

Sumber: Viva.co.id

Jaringan George Soros Goyang Pemerintahan Prabowo Lewat Propaganda Film    
Jumat, Mei 15, 2026

On Jumat, Mei 15, 2026

Jaringan George Soros Goyang Pemerintahan Prabowo Lewat Propaganda Film
Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah mengatakan, salah satu instrumen yang paling efektif untuk menggoyang stabilitas sebuah pemerintahan justru dilakukan melalui operasi propaganda berbasis budaya populer, film, media digital, jaringan LSM, hingga pembentukan opini publik internasional. (Foto/RMOL). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Perang politik global di era modern tidak lagi selalu dilakukan melalui operasi militer terbuka atau intervensi ekonomi langsung.

Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah mengatakan, salah satu instrumen yang paling efektif untuk menggoyang stabilitas sebuah pemerintahan justru dilakukan melalui operasi propaganda berbasis budaya populer, film, media digital, jaringan LSM, hingga pembentukan opini publik internasional.

Dalam analisa geopolitik yang disampaikannya, Amir menilai pemerintahan Prabowo Subianto berpotensi menghadapi tekanan besar dari kekuatan global yang memiliki kepentingan terhadap arah kebijakan nasional Indonesia.

"Terutama jika pemerintahan Prabowo dianggap terlalu kuat dalam membangun kemandirian ekonomi, memperkuat nasionalisme sumber daya alam, serta memperbesar posisi tawar Indonesia di tengah rivalitas global," kata Amir, dikutip Kamis 14 Mei 2026.

Menurut Amir, pola operasi semacam ini bukan hal baru dalam percaturan internasional. Banyak negara berkembang yang mengalami tekanan politik melalui instrumen soft power warfare, yakni perang pengaruh yang dimainkan melalui narasi demokrasi, isu HAM, lingkungan, film dokumenter, gerakan sosial, hingga kampanye media internasional.

“Sekarang perang bukan lagi semata perang senjata. Yang jauh lebih berbahaya adalah perang persepsi," kata Amir. 

Ia kemudian menyinggung nama George Soros yang selama ini kerap dikaitkan berbagai kalangan geopolitik dengan pendanaan jaringan masyarakat sipil global, demokratisasi, hingga gerakan politik transnasional di berbagai negara.

Meski demikian, Amir menegaskan bahwa respons pemerintah tidak boleh emosional dan reaktif, terutama dengan langkah pelarangan film atau pembungkaman karya budaya. 

Menurutnya, langkah semacam itu justru dapat menjadi jebakan strategis yang memperbesar tekanan internasional terhadap pemerintah.

“Kalau ada film propaganda lalu negara langsung melarang, itu justru bisa dipakai untuk membangun narasi bahwa pemerintah anti-demokrasi, anti-kebebasan berekspresi, dan represif. Di situlah operasi propaganda berhasil,” kata Amir. (*) 

Sumber: RMOL

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!    
Jumat, Mei 15, 2026

On Jumat, Mei 15, 2026

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dalam sautu kesempatan. Pengamat bicara soal Jokowi dan PSI. (Foto Ilustrasi/Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Agenda keliling Indonesia yang direncanakan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai pulih dari sakit dinilai bukan sekadar kunjungan silaturahmi biasa.

Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago memprediksi, Jokowi tengah menyiapkan misi besar untuk meloloskan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke parlemen pada Pemilu 2029 mendatang.

Pangi menilai, kesehatan Jokowi yang dikabarkan sudah mencapai 99 persen akan menjadi modal utama sang mantan presiden untuk kembali "turun gunung".

Agenda menyapa masyarakat di berbagai daerah dianggap sebagai strategi terselubung untuk mengkampanyekan partai yang kini dinakhodai putra bungsunya, Kaesang Pangarep.

"Bisa iya bisa tidak bisa lolos atau tidak kan itu tergantung Pak Jokowi, karena kan tulang punggungnya Pak Jokowi gitu," ujar Pangi dalam tayangan di kanal YouTube forumkeadilanTV, dikutip Kamis (14/5/2026).

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting ini mengibaratkan posisi Jokowi di PSI layaknya seorang pemegang saham mayoritas.

Ada keterikatan emosional dan kepentingan politis yang sangat besar yang membuat Jokowi, menurutnya mustahil lepas tangan dari partai berlambang gajah tersebut.

"Mengurus PSI bagaimana PSI sekarang menjadi target beliau untuk apa, saham beliau kayaknya ada di PSI itu besar sekali kan," jelas Pangi.

Menurut Pangi, nasib keluarga besar Jokowi di panggung politik nasional juga sangat bergantung pada eksistensi PSI. Jika partai tersebut gagal menembus ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen, maka pengaruh politik keluarga Jokowi menurutnya terancam meredup.

"Untuk mengkampanyekan PSI karena nampak-nampaknya bagi Pak Jokowi kalau PSI ini kalah maka redup lagi gitu karier politiknya, karir anak, dan keluarganya ya kan," tambahnya.

Lebih tajam lagi, Pangi melihat adanya pergeseran fungsi PSI dari sekadar organisasi politik menjadi wadah untuk mengamankan kepentingan pribadi dan keluarga Jokowi.
Kehadiran Jokowi di tengah masyarakat nantinya diperkirakan akan lebih banyak membawa narasi perlindungan terhadap masa depan trahnya.

"Saya terus terang, mengkampanyekan keluarganya bukan PSI-nya. Mengkampanyekan keluarganya bagaimana menyampaikan bahwa kalau enggak ada PSI saya nanti keluarga saya tidak jelas lagi masa depannya," kata Pangi.

Pangi pun menyimpulkan bahwa bagi Jokowi, PSI adalah benteng pertahanan terakhir.

"Jadi kalau enggak ada PSI saya enggak, enggak ada yang melindungi saya menjaga saya. Nah itulah intinya," pungkasnya. (*) 

Sumber: Suara.com

Kekayaan Gibran Naik di LHKPN Terbaru, Kini Rp27,9 Miliar    
Jumat, Mei 15, 2026

On Jumat, Mei 15, 2026

Kekayaan Gibran Naik di LHKPN Terbaru, Kini Rp27,9 Miliar
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru, total harta Gibran Rakabuming Raka kini mencapai Rp27.915.654.176. (Foto Ilustrasi/Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Harta kekayaan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka tercatat naik. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru, total harta Gibran kini mencapai Rp27.915.654.176.

Sebelumnya dalam LHKPN yang dilaporkan pada 31 Desember 2026,Gibran diketahui memiliki kekayaan sebesar Rp27,5 miliar. Artinya, terdapat kenaikan sekitar Rp395,7 juta dalam setahun terakhir.

Jumlah tersebut sebagaimana tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang ia laporkan pada 23 Maret 2026 sebagai laporan periodik 2025.

Harta putra Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) ini mayoritas berupa tanah dan bangunan yang senilai Rp17.440.000.000. 

Aset tersebut sebanyak tujuh titik yang tersebar di Surakarta dan Sragen dengan status hasil sendiri.

Kemudian, harta Gibran berupa alat transportasi dan mesin terdiri atas Royal Enfield 2017 Rp40 juta, Honda Scoopy 2015 Rp6,5 juta, dan Honda CB-125 1974 Rp5 juta. 

Selanjutnya, dua Toyota Avanza 2016 dan 2012 Rp75 juta dan Rp50 juta, Isuzu Panther 2012 Rp55 juta, dan Daihatsu Gran Max 2015 Rp55 juta. 

Kekayaan selanjutnya berupa harta bergerak lainnya Rp280 juta, surat berharga Rp5.552.000.000, serta kas dan setara kas Rp4.357.154.176.

Sementara itu, dalam laporan tersebut, Gibran tidak mencantumkan kepemilikan utang. Dengan demikian, total kekayaan Gibran sebesar Rp27.915.654.176. (*)

Sumber: iNews.id

Dari Amsterdam ke Silungkang: Konsesi Tambang Emas yang Tak Pernah Tergarap    
Kamis, Mei 14, 2026

On Kamis, Mei 14, 2026

Dari Amsterdam ke Silungkang: Konsesi Tambang Emas yang Tak Pernah Tergarap
Pada awal abad ke-20, ketika modal Eropa mengalir deras ke berbagai sektor pertambangan di Nusantara, sekelompok investor di Amsterdam mendirikan N.V. (Foto/Ist). 

DI
balik kejayaan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto sebagai pusat tambang batubara terbesar di Hindia Belanda, tersimpan sebuah episode sejarah yang nyaris terlupakan: ambisi besar untuk menggali emas dari perut bumi Silungkang.

Pada awal abad ke-20, ketika modal Eropa mengalir deras ke berbagai sektor pertambangan di Nusantara, sekelompok investor di Amsterdam mendirikan N.V. Mijnbouw-Maatschappij “Siloengkang” dengan keyakinan bahwa kawasan Lembah Lunto dan Silungkang menyimpan cadangan emas yang sangat menjanjikan.

Keyakinan itu didukung oleh prospektus yang rinci, hasil analisis laboratorium, laporan ahli geologi, serta akses transportasi strategis melalui jalur kereta api menuju Pelabuhan Emmahaven (kini Teluk Bayur).

Berdasarkan iklan yang terbit pada Senin, 8 Februari 1909, G. J. Mijnarends mengumumkan penawaran terbatas saham perusahaan dengan nilai nominal ƒ100 per lembar. Harga penerbitan pertama ditetapkan sebesar 100 persen dari nilai nominal.

Untuk sementara waktu, dewan direksi menerbitkan tanda terima sementara (kwitansi) yang nantinya dapat ditukar dengan saham definitif setelah pengumuman resmi dilakukan. Penyerahan tanda terima diperkirakan berlangsung dalam waktu sekitar 14 hari, dan pencatatan resmi saham akan diajukan kepada Vereeniging voor den Effectenhandel (Asosiasi Perdagangan Efek).

STRUKTUR PERUSAHAAN DAN MODAL AWAL

Menurut prospektus perusahaan, Naamlooze Vennootschap (N.V.) Mijnbouw-Maatschappij “Siloengkang” akan didirikan di Amsterdam dengan modal dasar sebesar ƒ1.000.000, terbagi atas 10.000 saham, masing-masing bernilai ƒ100. Dari jumlah itu, 5.000 saham pertama senilai ƒ500.000 akan diterbitkan terlebih dahulu.

Sebagai komisaris ditunjuk:
• K. H. H. van Bennekom, mantan anggota firma Van Houten Steffan & Co., Padang dan ’s-Gravenhage.
• Mr. W. A. Engelbrecht, mantan anggota Raad van Nederlandsch-Indië (Dewan Hindia Belanda), ’s-Gravenhage.
• J. A. H. Joosten, mantan komisaris Mijnbouw-Maatschappij “Redjang Lebong”, s-Gravenhage.

Sebagai direktur utama diangkat Jhr. Dr. C. Sandl Sandberg, seorang ahli geologi ternama yang untuk sementara berdomisili di Arnhem. Sementara itu, firma Van Houten Steffan & Co. di Padang ditunjuk sebagai perwakilan perusahaan di Hindia Belanda.

Konsesi tambang “Siloengkang” diberikan berdasarkan Keputusan Pemerintah tertanggal 11 April 1908 dengan jangka waktu 75 tahun berturut-turut.

Kawasan konsesi telah dipetakan secara topografis dan mencakup 747 hektare, dengan biaya tetap tahunan sebesar ƒ186,75. Wilayah konsesi tersebut terletak di Afdeling Tanah Datar, bagian dari Residensi Padangsche Bovenlanden, di bawah pemerintahan Sumatra’s Westkust (Pantai Barat Sumatra).

TAMBANG LAMA DAN PENYELIDIKAN DI SILOENGKANG

Tambang-tambang pribumi lama yang berada di sisi barat Lembah Loento, pada ketinggian sekitar 200 hingga 250 meter di atas permukaan Sungai Loento, terdiri atas sebuah terowongan dan beberapa galian terbuka.

Setelah beberapa kali kunjungan lapangan, sampel bijih seberat 1.000 kilogram dikirim ke Batavia untuk dianalisis oleh Dinas Pertambangan. Hasil pengujian menunjukkan kandungan emas 21,4 gram dan perak 56,6 gram per ton.

Berdasarkan hasil tersebut, insinyur tambang Frank H. Dixon melakukan penyelidikan lanjutan.

LAPORAN INSINYUR TAMBANG F. H. DIXON

Urat kuarsa terpenting yang ditemukan di wilayah konsesi dikenal dengan nama “Lobang Antoe”. Menurut laporan, di lokasi ini pernah dilakukan penambangan besar-besaran pada masa lampau.

Setelah dilakukan pembersihan dan penggalian ulang, ditemukan urat kuarsa yang mengandung emas bebas (free gold) serta pirit (pyrites) dalam jumlah besar.

Urat ini berada di dalam batuan diabas dan memanjang dari timur laut ke barat daya dengan kemiringan 25 derajat. Pembukaan telah dilakukan sepanjang 15 meter dengan ketebalan urat antara 20 hingga 30 sentimeter.

Analisis bijih menunjukkan kadar:
• Emas: 6,8 gram per ton
• Emas: 15,4 gram per ton
• Perak: 20,4 gram per ton
• Perak: 24,0 gram per ton

Dari data itu disimpulkan bahwa penambangan dapat memberikan keuntungan apabila lapisan bijih terbukti berlanjut lebih dalam dan lebih panjang.

KONDISI TEKNIS DAN POTENSI PENAMBANGAN

Letak urat pada ketinggian sekitar 200 meter di atas Sungai Loento memberikan keuntungan besar karena penambangan dapat dilakukan melalui tingkat-tingkat horizontal tanpa memerlukan sumur vertikal yang mahal.

Bijih direncanakan akan diangkut ke pabrik penghancur (stamper battery) melalui jalur trem atau chute kayu yang memanfaatkan gravitasi. Lokasi pabrik penggilingan direncanakan di dekat Sungai Loento yang memiliki pasokan air mencukupi sepanjang tahun.

PENYELIDIKAN ALUVIAL DAN POTENSI TAMBAHAN

Penyelidikan terhadap endapan aluvial dan dasar sungai menunjukkan bahwa kandungan emasnya terlalu rendah untuk ditambang secara ekonomis. Namun karakter emas yang ditemukan berbeda dari emas pada urat yang telah dikenal, sehingga mengindikasikan kemungkinan adanya sumber emas lain di bagian hulu Lembah Loento.

CATATAN DARI DIREKSI PERUSAHAAN

Direksi mencatat bahwa lokasi konsesi hanya sekitar 8 kilometer dari ladang batubara Ombilin dan sangat dekat dengan jalur kereta api Padang–Ombilin. Seluruh pengangkutan bahan dan peralatan dari Pelabuhan Emmahaven dapat dilakukan sepenuhnya melalui kereta api, sehingga biaya logistik jauh lebih rendah dibandingkan tambang-tambang emas lain di Sumatra.

Direksi menilai dana cadangan sebesar ƒ200.000 diperlukan untuk menjamin kelancaran operasi. Nilai kontribusi konsesi ditetapkan sebesar ƒ300.000, dibayar sebagian tunai dan sebagian dalam bentuk saham.

Pembagian keuntungan ditetapkan sebagai berikut:
• 6% pertama dari laba diberikan kepada pemegang saham.
• Dari sisa laba: 5% untuk direktur, 10% untuk komisaris, 15% untuk dana cadangan, dan 70% untuk pemegang saham.

AKHIR SEBUAH JANJI

Segala rencana besar itu terdengar sangat menjanjikan—modal besar, perhitungan matang, hasil laboratorium yang optimistis, dan lokasi strategis di jantung Sumatra Barat. Namun sejarah mencatat bahwa tambang emas Siloengkang tak pernah benar-benar berkembang menjadi operasi penambangan komersial.

Ia tinggal sebagai jejak ambisi kolonial yang tersusun rapi dalam prospektus dan laporan geologi, namun tak pernah menghadirkan kilau emas dari perut bumi Lembah Loento dan Silungkang.

Disunting dari “De Indische Mercuur; Orgaan Gewijd aan den Uitvoerhandel” (1909).
Penyunting: Marjafri - wartawan, Pendiri dan Ketua Komunitas Anak Nagari Sawahlunto.

Peserta Uji Ahli K3 Umum Ungkap Pentingnya Kompetensi K3 di Dunia Industri    
Kamis, Mei 14, 2026

On Kamis, Mei 14, 2026

Peserta Uji Ahli K3 Umum Ungkap Pentingnya Kompetensi K3 di Dunia Industri
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) semakin menjadi perhatian di dunia industri seiring meningkatnya tuntutan tenaga kerja yang kompeten dan tersertifikasi.  (Foto/Biro Humas Kemenaker). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) semakin menjadi perhatian di dunia industri seiring meningkatnya tuntutan tenaga kerja yang kompeten dan tersertifikasi. 

Penguatan kompetensi di bidang ini pun menjadi penting untuk memastikan lingkungan kerja yang aman sekaligus produktif.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Kemnaker, Ismail Pakaya, menyatakan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus meningkatkan kompetensi tenaga kerja di bidang K3 melalui Evaluasi Pembinaan dan Sertifikasi Calon Ahli K3 Umum.

“Kegiatan evaluasi ini bukan sekadar proses administratif, tetapi juga memastikan calon Ahli K3 memahami norma dan prinsip K3 agar mampu menjalankan perannya secara profesional dalam menciptakan budaya kerja yang aman dan produktif,” ujar Ismail di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan Evaluasi Pembinaan dan Sertifikasi Calon Ahli K3 Umum Batch 2 dilaksanakan pada 12–13 Mei 2026 dan diikuti 2.100 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. 

Kegiatan ini digelar serentak di sejumlah wilayah di Indonesia, di antaranya Jakarta, Surabaya, dan Makassar.

Salah satu peserta, Syibro Ihmi (29), asal Lamongan, mengatakan kompetensi K3 menjadi kebutuhan penting bagi tenaga kerja yang ingin memasuki dunia industri.

“Untuk memasuki dunia industri diperlukan kompetensi di bidang K3. Karena itu saya mengikuti kegiatan ini agar memahami dan menguasai penerapan K3 di tempat kerja,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan penerapan K3 di lingkungan kerja masih cukup besar, terutama terkait kesadaran dan kedisiplinan penggunaan alat pelindung diri (APD) dalam menjalankan standar keselamatan kerja.

“Kadang pekerja maunya yang praktis dan tidak mau repot, padahal keselamatan kerja itu sangat penting. Dari pengalaman saya, masih ada tempat kerja yang belum optimal dalam penerapan K3, seperti perlengkapan APD yang belum lengkap,” katanya.

Ia menilai peran Ahli K3 tidak hanya memahami regulasi dan aspek teknis, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya keselamatan kerja melalui edukasi kepada pekerja.

Peserta lainnya, Aidil Cahyadi (23), asal Makassar, mengatakan tantangan selama mengikuti pembinaan dan evaluasi adalah membagi waktu antara pekerjaan dan proses pembelajaran, termasuk memahami cakupan regulasi K3 yang luas.

“Namun tantangan tersebut menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan berkembang,” ujarnya.

Menurut Aidil, kegiatan sertifikasi ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penerapan keselamatan kerja di lingkungan industri.

“Kegiatan ini sangat penting karena membantu kami memahami penerapan K3 di tempat kerja, tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga praktiknya secara langsung,” katanya. (*) 

Sumber: Biro Humas Kemnaker

Menelusuri Kawasan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto: Jejak Teknologi, Kekayaan Alam, dan Sejarah Multietnis Nusantara    
Kamis, Mei 14, 2026

On Kamis, Mei 14, 2026

Menelusuri Kawasan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto: Jejak Teknologi, Kekayaan Alam, dan Sejarah Multietnis Nusantara
Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto bukan sekadar kumpulan bangunan tua peninggalan industri tambang batubara. (Foto/Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto bukan sekadar kumpulan bangunan tua peninggalan industri tambang batubara. Kawasan yang ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada 2019 ini merupakan catatan utuh tentang bagaimana teknologi pertambangan modern, arsitektur Eropa, kekayaan alam Nusantara, dan keberagaman budaya masyarakat Indonesia bertemu dan membentuk sebuah peradaban industri yang unik di Asia Tenggara.

Pemahaman itu semakin terasa dalam penelusuran lapangan bersama Dr. Ir. Krisprantono, dosen purnabakti Program Studi Arsitektur Universitas Katolik Soegijapranata, didampingi Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kota Sawahlunto, Axis Citra Pama, S.T., serta Rio, salah seorang pengawas revitalisasi Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto, Kamis (14/5/2026).

Penelusuran diawali dengan mengunjungi sejumlah bangunan penting yang menjadi bagian dari sistem pertambangan terintegrasi, yakni Pembangkit Listrik Salak, Stasiun Pompa Rantih, Asrama Buruh Sungai Durian, Penjara Orang Rantai, Gedung Kompresor Durian, serta Emplasemen Saringan.

Rangkaian kunjungan tersebut memperlihatkan bagaimana tambang Ombilin sejak akhir abad ke-19 dirancang sebagai sebuah sistem industri modern yang utuh. Setelah cadangan batubara ditemukan oleh ahli geologi Belanda Willem Hendrik de Greve pada 1868, pemerintah kolonial membangun jaringan tambang, pembangkit listrik, stasiun pompa, kawasan hunian pekerja, jalur kereta api, dan pelabuhan ekspor untuk menghubungkan Sawahlunto dengan pasar dunia.

Dalam sistem itu, Emplasemen Saringan memegang peran yang sangat strategis. Kawasan ini merupakan pusat pengolahan dan pemurnian batubara, tempat material hasil tambang disaring, dipilah, dan diklasifikasikan berdasarkan kualitas sebelum dimuat ke gerbong kereta api. Dari Sawahlunto, batubara kemudian diangkut melalui Jalur Kereta Api Sawahlunto–Padang menuju Pelabuhan Emmahaven—kini Teluk Bayur—untuk diekspor ke berbagai wilayah Hindia Belanda dan pasar internasional.

Menurut Dr. Ir. Krisprantono, nilai penting warisan Ombilin tidak hanya terletak pada bentuk fisik bangunan, tetapi juga pada kecerdasan para perancang dalam memadukan teknologi dan arsitektur Eropa dengan kekayaan alam Indonesia. Kayu-kayu berkualitas tinggi, batu alam, dan material lokal lainnya dimanfaatkan secara optimal untuk menyesuaikan bangunan dengan iklim tropis dan kondisi geografis Sawahlunto.

Setiap bangunan memiliki fungsi yang saling berkaitan. Pembangkit Listrik Salak menyediakan energi, Stasiun Pompa Rantih mendukung pengelolaan air, Gedung Kompresor Durian menunjang operasi tambang, Asrama Buruh Sungai Durian menjadi tempat tinggal pekerja, Penjara Orang Rantai merekam sejarah penggunaan tenaga kerja paksa, sedangkan Emplasemen Saringan menjadi jantung pengolahan batubara sebelum komoditas tersebut memasuki jaringan perdagangan global.

Namun Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto tidak hanya berbicara tentang mesin dan bangunan. Industri batubara ini juga melahirkan ruang sosial yang mempertemukan pekerja dari berbagai suku, etnis, dan latar budaya dari seluruh Nusantara. Dari perjumpaan itulah terbentuk masyarakat multietnis yang kaya akan nilai toleransi, gotong royong, dan kearifan sosial yang hingga kini menjadi bagian dari identitas Sawahlunto.

Dari perspektif tersebut, bangunan-bangunan cagar budaya di Sawahlunto merupakan saksi bisu perjalanan sejarah yang mempertemukan ilmu pengetahuan, teknologi industri, arsitektur Eropa, kekayaan alam Nusantara, dan dinamika sosial budaya masyarakat Indonesia.

Menelusuri Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto bersama Dr. Ir. Krisprantono memberikan pemahaman bahwa pelestarian warisan dunia bukan semata menjaga bata, kayu, dan struktur bangunan. Yang sesungguhnya dirawat adalah ingatan kolektif tentang kerja keras, inovasi, keberagaman, dan perjalanan panjang yang telah membentuk identitas Sawahlunto sebagai kota warisan dunia. (*) 

Pewarta: marjafri

Pemkot Sawahlunto Sambut Penelitian Geologi Mahasiswa Universitas Islam Riau di Kawasan Geopark Nasional    
Kamis, Mei 14, 2026

On Kamis, Mei 14, 2026

Pemkot Sawahlunto Sambut Penelitian Geologi Mahasiswa Universitas Islam Riau di Kawasan Geopark Nasional
Kegiatan kerja praktik tersebut berfokus pada penelitian studi geologi dengan objek kajian kawasan Geopark Nasional Sawahlunto. (Foto/Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Sawahlunto, yang diwakili Sekretaris Daerah, Rovanly Abdams, membuka kegiatan sosialisasi kerja praktik lapangan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Islam Riau di Balai Kota Sawahlunto, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan kerja praktik tersebut berfokus pada penelitian studi geologi dengan objek kajian kawasan Geopark Nasional Sawahlunto.

Dalam sambutannya, Rovanly Abdams menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada para dosen dan mahasiswa Universitas Islam Riau yang memilih Sawahlunto sebagai lokasi penelitian lapangan.

Ia mengatakan kawasan geopark tidak hanya memiliki nilai akademis dan geologis yang penting, tetapi juga menyimpan potensi besar untuk mendukung pengembangan sektor pendidikan, pariwisata, dan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara terarah dan berkelanjutan.

“Keberadaan geopark merupakan aset strategis yang dapat memberikan manfaat luas, baik dari sisi ilmu pengetahuan maupun pengembangan daerah,” ujarnya.

Sekretaris Daerah berharap hasil penelitian yang diperoleh selama kerja praktik lapangan dapat dibagikan kepada Pemerintah Kota Sawahlunto sebagai referensi akademis dan bahan masukan dalam upaya pengembangan Geopark Nasional Sawahlunto di masa mendatang.

Pemerintah Kota Sawahlunto menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam memperkuat pengelolaan kawasan geopark sekaligus mendukung pemanfaatannya sebagai pusat edukasi, konservasi, dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. (*) 

Pewarta: marjafri

Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026, Pemko Pariaman Matangkan Persiapan    
Kamis, Mei 14, 2026

On Kamis, Mei 14, 2026

Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026, Pemko Pariaman Matangkan Persiapan
Rangkaian Pesona Hoyak Tabuik Piaman tahun 2026 dimulai 16 Juni dan puncak Hoyak Tabuik Piaman 2026 tanggal 28 Juni 2026.  (Foto/Armaidi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Rangkaian Pesona Hoyak Tabuik Piaman tahun 2026 dimulai 16 Juni dan puncak Hoyak Tabuik Piaman 2026 tanggal 28 Juni 2026. 

Untuk mempersiapkan salah satu iven besar di Kota Pariaman ini, Pemko Pariaman mengadakan rapat persiapan di ruang rapat Walikota Pariaman, Rabu (13/5).

Rapat dipimpin Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, dihadiri Forkopimda, jajaran OPD terkait, tokoh adat dari Pasa dan Subarang, serta panitia pelaksana. 

Pertemuan ini menjadi krusial karena merupakan langkah awal untuk menyelaraskan visi antara pelestarian nilai tradisi dengan tuntutan promosi pariwisata modern. 

“Pada prosesi nanti, kita meminta prosesi ritual dari Maambiak Tanah hingga Tabuik Dibuang ke laut tetap menjaga kekompakkan dan keaslian tradisi lokal. Mengingat lonjakan pengunjung setiap tahunnya, penataan parkir, rekayasa lalu lintas, dan kenyamanan pengunjung di area pantai menjadi prioritas utama, tidak hanya itu, salah satu iven yang kita gadangkan ini hendaknya harus menjadi penggerak ekonomi ril bagi masyarakat Kota Pariaman, mulai dari sektor kuliner hingga kerajinan tangan bahkan penginapan, “ ungkapnya.

Disamping itu, Wawako juga meminta agar Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan dan Satpol PP untuk menjamin kebersihan lokasi serta keamanan selama rangkaian acara berlangsung.

"Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman merupakan warisan budaya yang telah menjadi ikon kebanggaan Kota Pariaman selama lebih dari dua abad. Pada tahun 2026, iven ini akan kembali digelar dengan kemasan yang lebih atraktif, profesional, dan berkelas internasional dengan tema Magnificent West Sumatera “Tradisi yang tak Pernah Mati”," ujarnya. (R/at)