HEADLINE
Korupsi Chromebook Bukan Sekadar Angka, P2G: Tragedi yang Merusak Moral Pendidik    
Minggu, Mei 10, 2026

On Minggu, Mei 10, 2026

Korupsi Chromebook Bukan Sekadar Angka, P2G: Tragedi yang Merusak Moral Pendidik
Sidang kasus korupsi pengadaan Chromebook di pengadilan. Kepala Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Iman Zanatul Khairi buka suara. (Foto Ilutrasi/Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kepala Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Iman Zanatul Khairi buka suara menanggapi pengusutan kasus korupsi pengadaan Chromebook yang tengah ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung). 

Menurut dia, skandal tersebut bukan sekadar persoalan kerugian finansial negara, melainkan sebuah tragedi pendidikan yang memukul telak moral para guru di seluruh Indonesia. 

Dia membeberkan betapa ironisnya kebijakan pengadaan laptop ini jika disandingkan dengan realitas di lapangan, terutama di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). 

Di saat ribuan sekolah masih mengalami kerusakan fisik yang berat dan guru-guru honorer berjuang bertahan hidup dengan upah rendah, pemerintah justru menggelontorkan triliunan rupiah untuk perangkat yang seringkali tidak bisa digunakan. 

“Kok jadi ceritanya berubah gitu kan? Kok penderitaan kami di 2020, 2021, 2023 kami tuh dirugikan, publik tuh kok enggak tahu? Sekarang kok jadi playing victim dan lain sebagainya. Beli laptop ngapain? Kita butuh gaji gitu kan,” ujar Iman seperti dikutip dari kanal Podcast Jaksapedia, Sabtu (9/5/2026).

Iman memaparkan bahwa alih-alih memudahkan tugas guru, ekosistem digital yang dipaksakan ini justru menciptakan "beban digital" baru. 

Guru-guru kini dituntut menghabiskan energi untuk mengisi berbagai aplikasi dan mengejar "centang hijau" sebagai indikator kinerja, yang seringkali tidak berkorelasi dengan kualitas belajar mengajar di kelas.

P2G mencatat fenomena miris di mana profesi guru seolah digeser menjadi konten kreator atau bahkan "buzzer" kebijakan.

Adanya fitur testimoni otomatis dalam aplikasi platform merdeka mengajar (PMM) dianggap merendahkan martabat profesi karena mewajibkan guru mengunggah status ke media sosial demi membuktikan penggunaan aplikasi tersebut.

"Digitalisasi itu teorinya beban administrasi berkurang. Tapi di era ini, beban digital bertambah. Guru-guru harus begadang malam-malam hanya demi aplikasi, bukan demi murid. Ini mengkhianati profesi," tegas Iman. 

Langkah Kejagung dalam mengungkap kerugian negara sebesar Rp2,1 triliun mendapatkan dukungan penuh dari kalangan pendidik. 

Bagi P2G, uang sebesar itu seharusnya mampu mengubah wajah pendidikan Indonesia jika dialokasikan untuk hal-hal fundamental, seperti penyediaan buku bacaan berkualitas yang selama ini sangat minim di daerah terpencil. 

Iman menekankan bahwa literasi nasional saat ini berada dalam kondisi darurat, bahkan skor matematika anak-anak Indonesia disebut setara dengan wilayah konflik. 

"Kasus ini harus dibuka selebar-lebarnya. Jangan sampai masa depan anak bangsa kembali dikorupsi demi ambisi teknologi yang tidak menyentuh akar masalah," katanya. (*) 

Pengamat Nilai Kritik Amien Rais ke Seskab Teddy Masuk Ranah Privat    
Minggu, Mei 10, 2026

On Minggu, Mei 10, 2026

Pengamat Nilai Kritik Amien Rais ke Seskab Teddy Masuk Ranah Privat
Pengamat politik lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dedi Kurnia Syah, menilai kritik tersebut telah memasuki ranah privat yang seharusnya tidak dibawa ke ruang politik. (Foto/Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kritik Pendiri Partai Ummat, Amien Rais, terhadap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan menuding soal orientasi seksual menuai kontroversi.

Pengamat politik lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dedi Kurnia Syah, menilai kritik tersebut telah memasuki ranah privat yang seharusnya tidak dibawa ke ruang politik.

“Konsep dalam politik itu namanya res privata dan res publica. Res privata adalah hal-hal yang bersifat pribadi dan tidak memiliki dampak terhadap kepentingan umum,” kata Dedi dalam diskusi Obor Rakyat Reborn bertajuk “Antara Prabowo, Teddy, dan Amien Rais” di Cikini, Menteng, Jakarta, Sabtu, 9 Mei 2026.

Dedi menjelaskan, jabatan Sekretaris Kabinet merupakan posisi publik sehingga aktivitas yang berkaitan dengan tugas dan kewenangannya memang layak dikritik apabila terdapat kekeliruan atau penyimpangan.

“Secara status jabatan, Seskab adalah jabatan publik. Jadi aktivitas-aktivitasnya memang perlu dan layak untuk dikritik,” ujarnya.

Namun demikian, ia menilai isu moralitas yang bersifat personal tidak seharusnya dijadikan bahan kritik politik karena masuk dalam ranah pribadi.

“Yang jadi masalah adalah isu moralitas itu ruangnya adalah res privata. Dalam konteks politik, saya harus mengatakan bahwa hal tersebut keliru,” tuturnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) itu menegaskan kritik terhadap pejabat publik seharusnya difokuskan pada kebijakan dan kinerja yang berdampak langsung kepada masyarakat.

“Karena yang disampaikan adalah hal-hal yang sifatnya privat kepada pejabat yang seharusnya dibahas dalam ruang publik,” pungkasnya.

Selain Dedi Kurnia, diskusi tersebut juga menghadirkan Politikus Partai Ummat Ust Sambo serta pakar hukum pidana Suparji Ahmad sebagai narasumber. (*) 

Sumber: RMOL

Prabowo Blak-Blakan: Sebentar Lagi RI Swasembada BBM, Tak Lagi Impor    
Minggu, Mei 10, 2026

On Minggu, Mei 10, 2026

Prabowo Blak-Blakan: Sebentar Lagi RI Swasembada BBM, Tak Lagi Impor
Presiden Prabowo Subianto bicara posisi negara yang saat ini kuat meski ada tekanan ketidakpastian global. (Foto/Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Presiden Prabowo Subianto bicara posisi negara yang saat ini kuat meski ada tekanan ketidakpastian global. 

Sebabnya saat ini Indonesia sudah mengalami swasembada pangan. Khususnya sudah swasembada beras dan jagung.

"Kita berada dalam keadaan kuat, banyak negara panik kita tidak panik, kita sudah swasembada pangan," kata Prabowo, saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leota Selatan, Gorontalo, Sabtu (9/5/2026).

Bukan hanya itu, Prabowo juga bilang bahwa Indonesia juga akan berswasembada energi khususnya BBM. Dia menegaskan ke depan Indonesia tak lagi impor BBM.

"Dan sebentar lagi kita swasembada BBM, kita tidak akan impor BBM lagi saudara-saudara," ujarnya. 

Lebih lanjut, Prabowo mengatakan Indonesia bangsa yang kaya, namun menurutnya harus dikelola dengan baik supaya tidak diambil oleh bangsa lain.

"Kita bangsa yang kaya, tapi yang penting sekarang kekayaan harus bisa kita kuasai, harus bisa kita kelola dengan baik ya, kalau kita malas, kalau pemimpin-pemimpinnya tidak jujur atau seenaknya maka kekayaan kita akan diambil oleh bangsa-bangsa lain," kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu Kepala Negara juga mengapresiasi nelayan yang menghadapi risiko besar untuk menafkahi keluarga hingga bangsa. 

Untuk itu dia berkomitmen untuk memperbaiki hidup seluruh nelayan Indonesia.

"Para nelayan sering dilupakan orang-oranf pinter di Jakarta tidak perduli dengan nasibnya sekarang, berubah sekarang, pemerintah sekarang akan memperhatikan semua nelayan dan semua petani di seluruh Indonesia," tuturnya. (*) 

Badan Gizi Nasional Anggarkan Rp 800 Juta Kelola Opini Publik    
Minggu, Mei 10, 2026

On Minggu, Mei 10, 2026

Badan Gizi Nasional Anggarkan Rp 800 Juta Kelola Opini Publik
Kepala BGN Dadan Hindayana memberikan tanggapannya mengenai perhatian masyarakat terhadap institusi yang dipimpinnya. (Foto/Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Badan Gizi Nasional (BGN) mengalokasikan anggaran senilai Rp 800 juta untuk pengadaan Jasa Pengelolaan Opini Publik pada Tahun Anggaran 2026.

Rencana pengadaan ini muncul ke publik setelah diunggah oleh salah satu akun media sosial pada Jumat (8/5/2026).

Berdasarkan penelusuran pada situs resmi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), proyek tersebut terdaftar dengan Kode RUP 66920565. 

Informasi ini dilansir dari Money yang memverifikasi data pada laman resmi pengadaan pemerintah tersebut.

Pengalokasian dana ini terbagi ke dalam delapan paket pekerjaan yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Jasa yang digunakan termasuk dalam kategori produk dalam negeri serta melibatkan sektor usaha kecil atau koperasi.

"Spesifikasi Pekerjaan Pengelolaan Opini Publik sesuai dengan dokumen Teknis dan dokumen KAK," sebagaimana dikutip dari SiRUP LKPP, Sabtu (9/5/2026).

Pemanfaatan jasa pengelolaan opini tersebut dijadwalkan berlangsung selama enam bulan, terhitung sejak Maret 2026 hingga Agustus 2026. Laman SiRUP melaporkan bahwa pemilihan penyedia jasa dilakukan melalui metode E-Purchasing atau pengadaan secara daring.

"Total Pagu Rp 800.000.000," bunyi data tersebut.

Pelaksanaan kontrak pengadaan juga mengikuti linimasa yang sama dengan masa pemanfaatan jasa. 

Terkait transparansi lembaga, Kepala BGN Dadan Hindayana memberikan tanggapannya mengenai perhatian masyarakat terhadap institusi yang dipimpinnya.

Pernyataan tersebut merespons berbagai unggahan di media sosial yang menyoroti persoalan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dadan menegaskan bahwa pihaknya memegang prinsip keterbukaan dalam menjalankan tugas lembaga.

Dadan mengaku senang dengan unggahan viral di media sosial menyangkut persoalan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Dadan, BGN menerima nilai keterbukaan yang cukup tinggi. (*) 

Amien Rais Siap Tanggung Risiko Hukum dan Agama soal Seskab Teddy    
Minggu, Mei 10, 2026

On Minggu, Mei 10, 2026

Amien Rais Siap Tanggung Risiko Hukum dan Agama soal Seskab Teddy
Ketua Majelis Syura, Amien Rais siap menanggung segala risiko atas pernyataannya terkait Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (Foto/Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua Majelis Syura, Amien Rais siap menanggung segala risiko atas pernyataannya terkait Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Majelis Syuro Partai Ummat, Ustaz Idrus Sambo mengatakan, pernyataan Amien Rais bukanlah tuduhan dalam konteks pidana maupun fitnah sebagaimana istilah “liwath” dalam perspektif agama Islam.

“Saya yakin betul. Bisa dibuktikan. Dalam bahasa agama namanya ‘liwath’ itu kalau kita menuduh orang, kamu liwath, itu harus bawa 4 orang saksi yang melihat betul, nah itu baru betul kalimat itu. Jadi ini hal yang berbeda,” kata Idrus dalam diskusi Obor Rakyat Reborn bertajuk “Antara Prabowo, Teddy, dan Amien Rais”, di Cikini, Menteng, Jakarta, Sabtu, 9 Mei 2026.

Menurut Idrus, yang disampaikan Amien Rais lebih mengarah pada penilaian mengenai orientasi seksual yang menurutnya dapat dilihat dari perilaku sehari-hari.

Menurutnya, orientasi seksual seseorang itu bisa kita lihat dari perilaku orang sehari-hari, bagaimana cara dia berbicara dan lain sebagainya.

Idrus mengklaim banyak pihak sebenarnya sudah mengetahui isu tersebut namun tidak berani menyampaikannya secara terbuka.

“Sebagian besar kita sudah tahu, cuma enggak berani ngomong. Makanya ketika Pak Amien ngomong, banyak yang kemudian menyambut,” tuturnya.

Ia menambahkan, tujuan Amien Rais menyampaikan hal tersebut semata-mata agar Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi di lingkungan pemerintahan.

Selain itu, Idrus juga menilai Presiden Prabowo perlu mendengar langsung suara rakyat tanpa adanya penyaringan informasi dari lingkungan sekitarnya.

“Prabowo harus mau mendengar suara rakyat yang selama ini banyak tersumbat, gak sampai, disortir gitu loh, ABS (Asal Bapak Senang) aja ini,” katanya.

Lebih jauh, Idrus pun menegaskan bahwa Amien Rais siap menghadapi konsekuensi atas ucapannya, baik secara hukum maupun agama.

“Pak Amien siap menanggung risiko atas apa yang diucapkan, baik secara hukum atau juga termasuk dari sisi agama,” pungkasnya. (*) 

Sumber: RMOL

Tidak Boleh Ada Anak di Kota Padang Putus Sekolah    
Sabtu, Mei 09, 2026

On Sabtu, Mei 09, 2026

Tidak Boleh Ada Anak di Kota Padang Putus Sekolah
Wali Kota Padang Fadly Amran berpidato dalam suatu kesemapatan. Dia sangat peduli pendidikan. (Foto/Tom). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang kembali menegaskan komitmennya bahwa tidak boleh ada anak di Kota Padang yang putus sekolah atau kehilangan hak pendidikan layak hanya karena kendala biaya.

Hal ini dibuktikan dengan langkah cepat tim Disdikbud Padang dalam merespons informasi mengenai dua siswa salah satu Madrasah Aliyah Swasta (MAS/setingkat SMA) di Kota Padang yang sempat terkendala mengikuti proses belajar-mengajar akibat tunggakan uang sekolah dan seragam.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Yopi Krislova, mengatakan Wali Kota Padang Fadly Amran memerintahkan tim Dinas Pendidikan, yang kemudian dipimpin oleh Sekretaris Disdikbud beserta Kabid SMP untuk melakukan penelusuran langsung ke lapangan.

Sebagai bentuk solusi nyata, Pemko Padang menyerahkan bantuan untuk kedua siswa tersebut di panti asuhan tempat mereka tinggal. 

Penyerahan bantuan ini turut disaksikan oleh Kepala Perwakilan Ombudsman Sumatera Barat, Adel Wahidi, sebagai bentuk transparansi dan pengawasan pelayanan publik, Jumat (8/5/2026).

"Sesuai permintaan Kedua siswa tersebut, kita juga carikan sekolah baru. Ini bentuk dari upaya Pemko Padang untuk memastikan tidak ada pelajar yang tidak mendapatkan akses pendidikan layak," ujar Kepala Disdikbud Kota Padang, Yopi Krislova, Sabtu (9/5/2026).

"Prinsipnya, sesuai Progul Padang Juara dan perintah Bapak Wali Kota, Pemerintah Kota Padang memastikan tidak ada anak yang tidak sekolah. Bahkan kita ingin menekan Angka Tidak Sekolah (ATS) hingga titik nol," tegasnya.

Dengan adanya tindakan preventif dan responsif ini, Disdikbud Padang berharap ke depannya pihak sekolah maupun wali murid dapat lebih proaktif menjalin komunikasi sehingga kendala finansial tidak menjadi penghalang bagi masa depan generasi muda di Kota Padang. (Taufik)

IMLF-4 Bincang-Bincang Dengan Awak Media, Dukung Sukseskan IMLF-4    
Sabtu, Mei 09, 2026

On Sabtu, Mei 09, 2026

Satri Bakry
Awak media turut berperan penting dalam menyukseskan pelaksanaan Festival Literasi Internasional Minangkabau (IMLF) yang sudah tiga kali berturut, yakni tahun 2023, 2024 dan 2025. (Foto/Armaidi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Awak media turut berperan penting dalam menyukseskan pelaksanaan Festival Literasi Internasional Minangkabau (IMLF) yang sudah tiga kali berturut, yakni tahun 2023, 2024 dan 2025. 

Begitu juga IMLF keempat yang akan digelar 3 – 7 Juni 2026 tidak terlepas dari peran awak media dalam mempublikasikan berbagai persiapan IMLF-4 yang dipusatkan di Kota Bukittinggi.
Demikian diungkapkan Ketua IMLF-4 Sastri Bakry saat Bincang-bincang dengan awak media Menyambut IMLF-4, Sabtu (9/5/2026) di Sekretariat IMLF-4 Jalan Cinduamato NO. 13 Lapai Padang. 

Sastri Bakry didampingi Sekretaris IMLF-4 Armaidi Tanjung dan penanggungjawab Pameran Kaligrafi Yenni Ibrahim.
Sastri Bakry mengakui, selama ini belum pernah bincang-bincang menjelang pelaksanaan IMLF dengan awak media.

Setelah adanya saran dari seorang wartawan, kami pun langsung menindaklanjutinya. Sehingga hari ini dapat bertemu dan menyampaikan bagaimana proses perjalanan dan pelaksanaan IMLF sesungguhnya.

“Memang banyak orang di luar sana tidak memahami sehingga kami ini dianggap memiliki banyak  dana, didanai oleh pihak tertentu. Padahal kita  itu sebenarnya banyak berkolaborasi  dan diberikan fasilitas  oleh instansi pemerintah, lembaga,  BUMN dan pihak lainnya yang tidak mengikat,” tutur Sastri Bakry yang juga Ketua DPD Satupena Sumatera Barat. 

Sebagai organisasi sosial, beranggotakan penulis dari berbagai genre, usia, latar belakang, pendidikan, dan profesi yang beragam, sudah pasti tidak memiliki sumber pendanaan yang jelas. 

“Namun dengan berkolaborasi, semangat terus menggelorakan literasi,  Alhamdulillah ada saja jalan dan cara untuk menggelar berbagai kegiatan. Termasuk IMLF yang melibatkan ratusan delegasi dari puluhan negara. Pada IMLF-1 tahun 2023 dengan peserta dari 12 negara,  tahun 2024 dari 17 negara  dan 24 negara pada 2025,” tutur Sastri Bakry. 

“Memang selama ini kami melihatnya dari luar IMLF tersebut wah, memiliki pendanaan yang cukup, dan diberikan anggaran yang besar oleh pihak tertentu. Apalagi mampu menyelenggarakan tiga kali dengan banyak delegasi dari belasan dan puluhan negara. Ditambah lagi banyak kegiatan yang dilaksanakan selama IMLF berlangsung. Namun setelah mendengarkan penjelasan bagaimana IMLF tersebut terselenggara, kami salut terhadap panitia yang berjibaku menyelenggarakan IMLF ini,” kata Eko Muhardi Pemimpin Umum Fokussumbar.com.

Penandatanganan Sampul Peringatan 100 Tahun Jam Gadang-IMLF-4
Sementara itu, Sekretaris IMLF-4, Armaidi Tanjung menyebutkan, Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang juga Ketua Umum PP Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) dijadwalkan menandatangani Sampul Peringatan 100 Tahun Jam Gadang-IMLF-4 pada welcome dinner, Selasa, 3 Juni 2026, di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi. 

“Sampul Peringatan ini juga sudah mengantongi nomor registrasi resmi dari PP PFI atas rekomendasi PD PFI Sumbar yang diketuai, Amli Kamal dan Sekretaris Dwi Yulia,” ujarnya yang juga Penasihat PD PFI Sumbar tersebut.

Ia menambahkan, penerbitan Sampul Peringatan 100 Tahun Jam Gadang menjadi momentum peristiwa bersejarah. 

“Kehadiran Menbud sekaligus Ketum PP PFI untuk menandatangani sampul di hadapan delegasi puluhan negara akan menambah nilai filatelis yang tinggi di masa depan,” ujar Armaidi Tanjung penulis buku “Prangko dan Filatelis” ini. (R/a)

Kemnaker Siapkan Pelatihan Agroforestry untuk Perluas Peluang Kerja Warga Garut    
Sabtu, Mei 09, 2026

On Sabtu, Mei 09, 2026

Kemnaker Siapkan Pelatihan Agroforestry untuk Perluas Peluang Kerja Warga Garut
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat dialog interaktif bersama petani Papandayan di Garut, Jawa Barat, Sabtu (9/5/2026). (Foto/Biro Humas Kemenaker). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kementerian Ketenagakerjaan (Kementerian Ketenagakerjaan) menyiapkan pelatihan agroforestry terintegrasi bagi 500 warga Desa Karamatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, sebagai upaya memperluas peluang kerja sekaligus mendorong pengembangan usaha berbasis potensi desa.

Program ini diarahkan untuk mengoptimalkan potensi wilayah Desa Karamatwangi yang memiliki kawasan hutan sosial seluas sekitar 160 hektare, serta didukung ekosistem usaha lokal dan komitmen pemerintah desa dalam pengembangan ekonomi masyarakat.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membuka ruang usaha yang berkelanjutan dari potensi yang dimiliki desa.

“Kami dari Kemnaker siap melatih 500 orang. Silakan Pak Kades (Karamatwangi) dibuatkan data dan daftar peserta pelatihannya,” ujar Yassierli saat dialog interaktif bersama petani Papandayan di Garut, Jawa Barat, Sabtu (9/5/2026).

Ia menjelaskan, Desa Karamatwangi dipilih karena memiliki potensi agroforestry yang kuat, didukung ketersediaan lahan, pelaku usaha lokal, serta komitmen pemerintah desa dalam mendorong pengembangan ekonomi berbasis masyarakat.

“Pelatihan ini kami desain agar terintegrasi dari hulu sampai hilir, sehingga masyarakat tidak hanya memiliki keterampilan kerja, tetapi juga peluang usaha dari potensi desa yang ada,” katanya.

Pelatihan akan mencakup sektor agroforestry, mulai dari budidaya kopi, pengolahan pascapanen, roasting, hingga barista. Selain itu, Kemnaker juga menyiapkan pelatihan hortikultura seperti budidaya kentang dan cabai untuk memperkuat sektor pertanian produktif.

Di sektor pariwisata, pelatihan juga diberikan melalui materi hospitality dan tour guide guna mendukung pengembangan wisata berbasis alam dan pertanian di Kabupaten Garut.

Yassierli berharap, program ini dapat menjadikan Karamatwangi sebagai desa percontohan pengembangan ekonomi berbasis agroforestry yang mampu membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.

“Dari hulu sampai hilir semuanya terintegrasi. Harapannya, masyarakat yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan bisa mendapatkan peluang kerja dan usaha dari potensi yang ada di desa,” ujarnya.

Sebelumnya, Kemnaker telah melaksanakan pelatihan berbasis potensi lokal secara bertahap bagi 64 peserta pada 2025–2026 di sejumlah desa di wilayah Cisurupan.

Pada 2025, pelatihan dilakukan di Desa Genengjaya melalui budidaya kopi serta di Desa Cipaganti melalui pelatihan penyangraian biji kopi. Program ini dilanjutkan pada 2026 di Desa Genengjaya, Desa Karamatwangi, dan Desa Simpang dengan fokus pada budidaya, pascapanen, hingga roasting kopi. (*) 

Sumber: Biro Humas Kemnaker

Wawako Maigus Nasir: Semoga DMI Senantiasa Menjadi Mitra yang Baik bagi Pemerintah dan Masyarakat    
Sabtu, Mei 09, 2026

On Sabtu, Mei 09, 2026

Wawako Maigus Nasir: Semoga DMI Senantiasa Menjadi Mitra yang Baik bagi Pemerintah dan Masyarakat
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang juga Ketua Pimpinan Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Padang melantik Pengurus Ranting DMI Kelurahan se-Kota Padang periode 2026-2031. (Foto/Tom). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang juga Ketua Pimpinan Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Padang melantik Pengurus Ranting DMI Kelurahan se-Kota Padang periode 2026-2031, di Palanta Kediaman Resmi Wali Kota, Sabtu (9/5/2026).

Pelantikan yang berlangsung khidmat ini dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Yasril, para Camat dan Lurah serta pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) DMI Kecamatan se-Kota Padang.

Mengusung tema “Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid Menuju Kota Padang Maju dan Sejahtera”, pelantikan ini menjadi momentum memperkuat peran DMI dalam memakmurkan masjid dan surau di 104 kelurahan pada 11 kecamatan di Kota Padang.

Maigus Nasir menegaskan pentingnya peran DMI sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat pembinaan keagamaan dan memakmurkan masjid.

“Semoga DMI senantiasa menjadi mitra yang baik bagi pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh pengurus ranting DMI kelurahan bersinergi mendukung Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota Padang, khususnya program Smart Surau yang tengah digencarkan Pemko Padang.

Ia menjelaskan, program Smart Surau meliputi Subuh Mubarakah, Remaja Masjid Reborn, fasilitasi rumah tahfiz, penyediaan ruang belajar digital dengan WiFi gratis, serta pembaruan kurikulum TQA dan MDTW. 

"Program Smart Surau diarahkan untuk mengoptimalkan fungsi surau, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda. Kami berharap pengurus ranting DMI kelurahan se-Kota Padang bersinergi dan berkolaborasi menyukseskan program ini,” harapnya.

Selain pelantikan, kegiatan pelantikan tersebut juga dirangkai dengan agenda Halal bi Halal Syawal 1447 Hijriah yang menghadirkan penceramah Buya Ristawardi Dt. Marajo Nan Batungkek Ameh. (Dv/BT/Prokopim)

Wako Pariaman: IDI Harus Bisa Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat    
Sabtu, Mei 09, 2026

On Sabtu, Mei 09, 2026

Wali Kota Pariaman Yota Balad
Wali Kota Pariaman Yota Balad hadiri pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Pariaman periode 2026-2029. (Foto/Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Pariaman Yota Balad hadiri pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Pariaman periode 2026-2029 yang  dilantik  Ketua IDI Wilayah Sumatera Barat Roni Eka Sahputra, Sabtu pagi (9/5/2026)  di aula pertemuan Balaikota Pariaman.

Dalam pelantikan itu, Mutiara Islam resmi dikukuhkan sebagai Ketua IDI Cabang Kota Pariaman masa bakti 2026-2029, menggantikan Hendri Putra yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua IDI Cabang Kota Pariaman masa bakti 2023-2026.

Dalam sambutannya Yota Balad berikan ucapan selamat atas pelantikan pengurus IDI yang baru dan sampaikan apresiasi kepada pengurus IDI sebelumnya yang selama ini telah melibatkan  Pemerintah Daerah Kota Pariaman dalam berbagai program-programnya.

“Dokter bukan sekadar profesi, melainkan panggilan kemanusiaan. Kepada papak/ibu semua harapan masyarakat untuk sehat dan produktif dititipkan. 

IDI memiliki peran krusial tidak hanya sebagai wadah profesi, tetapi juga sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah dalam memajukan derajat kesehatan,” ujar Yota Balad.

“Saya ingin dengan telah dilantiknya pengurus IDI yang baru, semakin memperkuat kerja sama yang selama ini telah terjalin  dan selalu berkolaborasi serta bersinergi dengan visi misi Pemko Pariaman dengan program kerja IDI,

khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat terutama dalam penanganan stunting di Kota Pariaman,” ungkapnya. (R/at)

Halal bi Halal dan Pelantikan Pengurus Ranting DMI se-Kota Padang, Ini Kata Maigus Nasir    
Sabtu, Mei 09, 2026

On Sabtu, Mei 09, 2026

Halal bi Halal dan Pelantikan Pengurus Ranting DMI se-Kota Padang, Ini Kata Maigus Nasir
Kegiatan Halal bi Halal dan Pelantikan Pengurus Ranting Dewan Masjid Indonesia (DMI) se-Kota Padang. (Foto/Viqi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan Halal bi Halal dan Pelantikan Pengurus Ranting Dewan Masjid Indonesia (DMI) se-Kota Padang yang digelar di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Sabtu (9/5/2026) siang. 

Kegiatan ini mengusung tema “Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid Menuju Kota Padang Maju dan Sejahtera.” 

Pelantikan pengurus ranting DMI dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir yang juga menjabat sebagai Ketua DMI Kota Padang. 

“Terima kasih kepada seluruh pengurus DMI se-Kota Padang yang dilantik hari ini, yang telah mewakafkan dirinya menjadi pegawai Allah. Mari jaga kekompakan dalam mengurus rumah-rumah Allah,” ungkap Maigus Nasir. 

Kegiatan ini diawali dengan siraman rohani dan tausyiah oleh Buya Ristawardi, yang mengingatkan bahwa para pengurus yang menerima sertifikat DMI kini memiliki amanah besar sebagai pelayan umat dan rumah ibadah. 

“Dengan diterimanya sertifikat Dewan Masjid Indonesia ini, semuanya sudah menjadi mubaligh yang bersertifikat. Bergembiralah hari ini kalian sudah menjadi pegawai Allah,” ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Pelaksana DMI Kota Padang, Zainal Abidin Harris berpesan kepada seluruh pengurus yang dilantik agar menjaga amanah dalam memuliakan masjid. 

“Selamat mengemban amanah. Semoga Allah SWT meridai setiap langkah kita dalam memuliakan rumah-Nya,” katanya. 

Senada, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, dakwah, ukhuwah Islamiyah, kegiatan sosial, hingga pembinaan generasi muda.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen pengurus DMI dalam menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat menuju Kota Padang yang maju dan sejahtera.(Viqi / Ch)

Paradoks Hantavirus dan Kegagalan Ekuitas Kesehatan Global    
Sabtu, Mei 09, 2026

On Sabtu, Mei 09, 2026

Paradoks Hantavirus dan Kegagalan Ekuitas Kesehatan Global
Penulis: Ruben Cornelius Siagian adalah seorang peneliti muda, akademisi, penulis, dan aktivis asal Medan, Sumatera Utara, Indonesia. (Foto/Ist). 

DUNIA
medis sering kali membanggakan kecepatan inovasi vaksin di era modern, namun Hantavirus tetap menjadi noda hitam dalam sejarah kesehatan global. 

Sejak diidentifikasi secara klinis pada awal abad ke-20 dan dikenali sebagai entitas penyakit Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) sejak 1993, kita masih belum memiliki vaksin yang tersedia secara global (Butler and Peters 1994; Peters and Khan 2002). 

Ironisnya, di saat teknologi vaksin seperti mRNA telah terbukti bisa dikembangkan dalam hitungan bulan, penyakit dengan Case Fatality Rate (CFR) mencapai 40% hingga 50% ini tetap terabaikan.

Hantavirus adalah manifestasi nyata dari isu neglected disease. Meskipun menyebabkan 150.000 hingga 200.000 rawat inap setiap tahun secara global, mayoritas beban penyakit ini jatuh pada negara berkembang di Asia dan Amerika Latin. 

Ada tiga alasan fundamental mengapa pengembangan vaksin ini stagnan:

Industri farmasi besar sering kali mengabaikan penyakit yang dianggap "niche" atau hanya menyerang populasi di wilayah dengan daya beli rendah. 

Tanpa insentif finansial yang kuat, penelitian terhenti di skala laboratorium meski teknologi subunit atau mRNA secara teoretis siap diadaptasi.

Infeksi hantavirus sering kali bersifat asimtomatik atau menyerupai flu ringan, yang menyebabkan jumlah kasus sebenarnya sering kali tidak terlaporkan secara akurat. 

Di negara berkembang, kurangnya alat diagnostik laboratorium yang terstandarisasi membuat urgensi penyakit ini tidak terbaca oleh radar kebijakan global.

Fokus dunia internasional saat ini tersedot pada penyakit pandemi besar atau penyakit yang mengancam negara maju.

Hantavirus dianggap sebagai ancaman lokal, sehingga political will untuk mendanai uji klinis fase III yang mahal menjadi sangat minim.

Penelitian oleh (Bi et al. 2008) telah memperingatkan bahwa hantavirus merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat secara global.

Data menunjukkan dua spektrum klinis utama, yaitu Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang endemis di Asia dan Eropa dengan CFR 1-12%, serta HPS di belahan bumi Barat yang jauh lebih mematikan. 

Studi tersebut menekankan bahwa meskipun jumlah kasus HPS lebih sedikit secara kuantitas dibanding HFRS, tingkat kematiannya yang sangat tinggi seharusnya menempatkan hantavirus pada prioritas tinggi dalam agenda keamanan kesehatan.

Urgensi ini semakin nyata jika kita melihat data terbaru per Mei 2026, bahwa Indonesia Sejak surveilans diperkuat pada 2024, Indonesia telah mencatat 23 kasus konfirmasi positif di 9 provinsi dengan 3 kematian (CFR 13%). 

Sebaran yang luas dari DKI Jakarta hingga Nusa Tenggara Timur menunjukkan bahwa reservoir tikus yang membawa strain Seoul dan Hantaan telah menyebar di lingkungan urban maupun rural. 

Adapun Kasus di kapal pesiar MV Hondius menjadi pengingat yang mengerikan tentang potensi virus Andes. 

Berbeda dengan jenis lain, virus Andes dari Amerika Selatan diketahui dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat (Martinez et al. 2005).

Wabah ini mengakibatkan 3 kematian dan memicu kekhawatiran tentang risiko penyebaran lintas batas.

Kegagalan menghadirkan vaksin hantavirus yang layak selama puluhan tahun bukan karena ketidakmampuan sains, melainkan karena kegagalan sistemik dalam ekuitas kesehatan global.

Kita tidak boleh menunggu hingga muncul strain yang lebih mudah menular antarmanusia sebelum bertindak. Hantavirus harus dilepaskan dari label "penyakit terabaikan".

Diperlukan pendanaan publik internasional dan kolaborasi penelitian yang tidak didorong semata-mata oleh motif laba untuk menjembatani kesenjangan antara potensi teknologi vaksin dan ketersediaannya di lapangan.

Referensi

Bi Z, Formenty PB, Roth CE (2008) Hantavirus infection: a review and global update. The Journal of Infection in Developing Countries 2:003–023
Butler JC, Peters CJ (1994) Hantaviruses and hantavirus pulmonary syndrome. Clinical Infectious Diseases 387–394
Martinez VP, Bellomo C, San Juan J, Pinna D, Forlenza R, Elder M, Padula PJ (2005) Person-to-person transmission of Andes virus. Emerging infectious diseases 11:1848
Peters C, Khan AS (2002) Hantavirus pulmonary syndrome: the new American hemorrhagic fever. Clinical infectious diseases 34:1224–1231

Profil Penulis

Ruben Cornelius Siagian adalah seorang peneliti muda, akademisi, penulis, dan aktivis asal Medan, Sumatera Utara, Indonesia, yang dikenal melalui kontribusinya dalam bidang fisika, astrophysics, machine learning, serta advokasi sosial dan lingkungan. Di usia muda, ia berhasil membangun reputasi sebagai peneliti independen dengan jaringan kolaborasi nasional dan internasional, sekaligus menjadi figur aktif dalam kepemimpinan mahasiswa dan gerakan intelektual pemuda Indonesia. 

Dalam perjalanan profesionalnya, Ruben dikenal sebagai pendiri sekaligus Chief Director PT Siagian Global Research Center, sebuah lembaga riset multidisiplin yang berdiri dengan tujuan mengembangkan kolaborasi ilmiah berbasis integrasi fisika, machine learning, computational science, dan studi lingkungan berkelanjutan. Melalui lembaga ini, ia membangun ruang kolaborasi bagi peneliti muda dari berbagai daerah di Indonesia agar dapat terlibat dalam penelitian ilmiah tanpa harus terhambat oleh keterbatasan akses maupun biaya. Lembaga tersebut juga menjalin kerja sama dengan berbagai akademisi dan peneliti dari dalam maupun luar negeri dalam pengembangan riset berbasis data dan teknologi.

Selain memimpin lembaga riset, Ruben juga aktif sebagai peneliti independen dan tergabung dalam jaringan Cendekiawan dan Peneliti Muda Indonesia, sebuah komunitas ilmiah yang turut ia gagas sejak tahun 2023. Melalui komunitas tersebut, ia berupaya menciptakan budaya riset yang inklusif dan terbuka bagi generasi muda Indonesia, terutama mahasiswa dari daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap dunia penelitian internasional.

Bidang penelitian Ruben meliputi astrophysics, cosmology, black hole physics, relativistic physics, computational physics, machine learning, artificial intelligence, climate data analysis, hingga nuclear and radiation modeling. Ia memiliki ketertarikan khusus pada bagaimana pendekatan komputasi dan kecerdasan buatan dapat digunakan untuk memecahkan berbagai persoalan fisika modern maupun isu lingkungan global. Dalam aspek teknis, Ruben menguasai berbagai perangkat dan metode analisis seperti Python, R Programming, MATLAB, scientific modeling menggunakan Excel, Random Forest, XGBoost, Support Vector Machine (SVM), statistical modeling, serta simulasi numerik dan penulisan ilmiah.

Produktivitas akademiknya tergolong sangat tinggi di usia muda. Ruben telah menghasilkan puluhan karya ilmiah yang mencakup artikel jurnal internasional, prosiding konferensi, bab buku, hingga buku akademik. Penelitiannya membahas berbagai topik seperti termodinamika lubang hitam, machine learning untuk klasifikasi galaksi, prediksi arus laut dan perubahan iklim, analisis radiasi nuklir pasca-bencana Chernobyl, pengembangan early warning system berbasis media sosial, hingga kajian politik global dan keamanan internasional. Beberapa karya bukunya antara lain Ilmu Dasar Astronomi, Pengantar Matematika Geometri Lubang Hitam, Introduction to General Relativity, Computational Physics using Excel, serta Dinamika Perilaku dan Budaya Politik dalam Sistem Pemerintahan Global.

Selain aktif menulis dan melakukan penelitian, Ruben juga terlibat sebagai reviewer jurnal internasional dan presenter dalam berbagai konferensi ilmiah. Ia membangun kolaborasi dengan peneliti dari berbagai institusi nasional maupun internasional, termasuk universitas dan lembaga riset di Indonesia, Malaysia, Belgia, dan beberapa negara lainnya. Kehadirannya dalam dunia akademik menunjukkan bagaimana peneliti muda Indonesia mampu berpartisipasi dalam diskursus ilmiah global melalui kerja keras dan konsistensi.

Di bidang organisasi, Ruben memiliki pengalaman kepemimpinan yang cukup kuat. Ia aktif dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), mulai dari Koordinator Litbang Karya Tulis Ilmiah, Wakil Sekretaris Bidang Pendidikan Kader, hingga dipercaya menjadi Ketua Komisariat GMKI FMIPA UNIMED. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Senat Mahasiswa FMIPA UNIMED, di mana ia terlibat dalam berbagai advokasi akademik dan penguatan partisipasi mahasiswa. Dalam ranah kepemudaan dan politik, Ruben juga dipercaya sebagai Sekretaris Lembaga Advokasi dan Pendidikan Pemilihan Umum DPD GAMKI Sumatera Utara pada tahun 2025, dengan fokus pada pengembangan literasi politik dan pendidikan demokrasi bagi generasi muda.

Di luar dunia akademik, Ruben dikenal sebagai aktivis lingkungan dan pengamat kebijakan publik. Ia aktif menyuarakan isu-isu keadilan ekologis, konflik agraria, eksploitasi sumber daya alam, perlindungan masyarakat adat, serta pentingnya transparansi pemerintahan dan penguatan demokrasi. Dalam berbagai tulisan dan opininya, Ruben berusaha mengintegrasikan pendekatan ilmiah dengan advokasi sosial agar kebijakan publik dapat dibangun berdasarkan data dan analisis yang objektif. Tulisan-tulisannya telah dimuat di berbagai media seperti Kompasiana, Tatkala.co, Floresa.co, Birokrat Menulis, Epochstream, Jubi, dan sejumlah media lainnya.

Di era digital, Ruben juga aktif membangun jejak akademik dan publik melalui berbagai platform ilmiah dan media sosial. Ia memiliki profil aktif di Google Scholar, ORCID, ResearchGate, LinkedIn, serta jaringan akademik internasional seperti Loop Frontiers. 

Secara filosofis, Ruben percaya bahwa mimpi tidak ditentukan oleh privilege, melainkan oleh keberanian untuk belajar, konsistensi dalam bekerja, dan integritas dalam menjalani proses. Ia memiliki visi untuk membuka akses riset yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia melalui kolaborasi ilmiah gratis, pengembangan komunitas peneliti muda, serta integrasi teknologi kecerdasan buatan dalam astrophysics, energi, lingkungan, dan kebijakan publik. Melalui perjalanan hidup dan karya-karyanya, Ruben Cornelius Siagian ingin membuktikan bahwa anak muda dari daerah dan keterbatasan ekonomi tetap mampu memberikan kontribusi nyata di tingkat nasional maupun internasional melalui ilmu pengetahuan, kepemimpinan, dan integritas.