HEADLINE
Ketua DPRD Padang Muharlion Bicara Dubalang Kota, Ujung-ujungnya Tetap Saja Bermuara ke Satpol PP    
Selasa, Juni 16, 2026

On Selasa, Juni 16, 2026

Ketua DPRD Padang Muharlion Bicara Dubalang Kota, Ujung-ujungnya Tetap Saja Bermuara ke Satpol PP
Ketua DPRD Kota Padang Muharlion kepada awak media, Senin, 15 Juni 2026, di ruangan kerjanya bicara soal Dubalang Kota dan Satpol PP. (Foto Ilustrasi: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sejak Kota Padang dipimpin Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir, dibentuklah Dubalang Kota. 

Terkait keterlibatan Dubalang Kota dalam pemberantasan penyakit masyarakat, termasuk LGBT, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menegaskan akan mengkajinya.

"Namun ujung-ujungnya tetap saja bermuara ke Satpol PP, karena Satpol PP adalah pengawal penegakkan Perda," katanya kepada awak media, Senin, 15 Juni 2026, di ruangan kerjanya. 

Meski demikian, kata Muharlion, DPRD Kota Padang terus memantau dan evaluasi peran Dubalang Kota. Terutama dalam penegakan Perda tribum yang akan dirobah DPRD. 

"Nanti kita akan coba comben. Nanti seperti apa? Apakah peran ninik mamak seperti apa? Bundo Kanduang, semua peran lah. Intinya Perda ini sangat urgent, harus disahkan," katanya. 

Soal sanksi, Muharlion mengatakan akan dibuat nanti. Apalagi dalam KUHP ada sanksi sosial. 

"Sehingga sanksinya dapat dimasukan ke dalam sanksi sosial. Karena sanksi sosial terkait hukum adat. Dan adat itu salingka nagari," ujarnya.

Bekal Pengetahuan Hukum

Asisten I Setdako Padang, Tarmizi Ismail
Asisten I Setdako Padang, Tarmizi Ismail. (Foto: Int). 

Sebelumnya, Asisten I Setdako Padang, Tarmizi Ismail mengatakan, bekal pengetahuan hukum dinilai penting agar para Dubalang Kota dapat menjalankan tugas secara tepat, profesional, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Termasuk mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat. 

Tarmizi Ismail menegaskan bahwa peningkatan wawasan hukum perlu terus dilakukan agar para Dubalang Kota mampu memahami berbagai bentuk pelanggaran yang terjadi di masyarakat serta menjalankan tugas sesuai koridor hukum.

"Para Dubalang Kota perlu terus meningkatkan pengetahuan hukumnya agar memahami bentuk-bentuk pelanggaran yang terjadi di tengah masyarakat dan dapat menjalankan tugas sesuai koridor hukum yang berlaku," katanya pada kegiatan Penguatan pemahaman hukum bagi Dubalang Kota, Rabu, 10 Juni 2026, di Balai Kota Padang. (By)

Editor: Zamri Yahya, SH. I., WU

Peringati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, Pemko Pariaman Gelar Tabligh Akbar    
Selasa, Juni 16, 2026

On Selasa, Juni 16, 2026

Peringati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, Pemko Pariaman Gelar Tabligh Akbar
Pemerintah Kota Pariaman menggelar Tabligh Akbar dan Apel Akbar Didikan Subuh di halaman Balaikota Pariaman, Selasa (16/6/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah / 2026 Masehi, Pemerintah Kota Pariaman menggelar Tabligh Akbar dan Apel Akbar Didikan Subuh di halaman Balaikota Pariaman, Selasa (16/6/2026).

Tabligh Akbar  menghadirkan penceramah Al-Ustadz Aprinaldi Yunas dan dihadiri  Wali Kota Pariaman, Yota Balad, Wakil Walikota Pariaman, Mulyadi, Sekretaris Daerah, Afrizal Azhar, Ketua TP-PKK Kota Pariaman, Ny.Yosneldi Balad, Ketua GOW Kota Pariaman, Ny.Dina Mulyadi, Ketua DWP Kota Pariaman, Ny.Nen Afizal, Kepala Perangkat Daerah, Camat, Lurah/Kepala Desa, serta santriwan-santriwati MDTA/MDTW se-Kota Pariaman. Kegiatan diawali dengan apel akbar didikan subuh dan dilanjutkan dengan tabligh akbar serta doa bersama.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad mengatakan kegiatan hari ini sesuai dengan  Program Unggulan kami, Yota Balad-Mulyadi yakni ⁹⁹menjadikan Kota Pariaman menjadi kota RISALAH (Beriman, Saleh dan Berahlak).

“Saya bersama Wakil Walikota Pariaman berkomitmen bagaimana syiar agama Islam akan terus ada di Kota Pariaman. Kita memperluas syiar agama islam sampai ke pelosok desa sehinggga kegiatan keagamaan insya Allah akan terus dilanjutkan. Oleh karena itu, kita berharap seluruh elemen masyarakat khsusunya di bidang keagamaan mari sama-sama kita dukung agar program yang kita laksanakan bisa sukses, berkelanjutan dan syiar agama sama-sama kita laksanakan”, ujarnya.

Yota Balad menyebutkan peringatan 1 Muharram tidak hanya diperingati secara seremonial tetapi bagaimana sebagai umat islam kita bisa muhasabah dan hijrah serta memperbaiki diri, memperkuat iman dan peduli sesama umat islam.

“Semoga semangat 1 Muharram ini membawa keberkahan dan kebaikan bagi seluruh warga Kota Pariaman dan dapat menjadi seorang muslim dan muslimat yang lebih baik lagi kedepanya”, ulasnya

Lebih lanjut, Ia juga menjelaskan bahwa didikan subuh merupakan kegiatan  yang bertujuan menanamkan nilai-nilai keislaman, membentuk akhlak mulia, serta melatih kedisiplinan beribadah sejak dini.

“Kegiatan didikan subuh akan membentuk generasi muda yang berakhlak mulia. Pintar pun kita, sehebat apapun kalau tidak mempunyai akhlak yang mulia, tidak punya rasa keimanan pasti tidak akan membawa ilmu yang bermanfaat bagi orang banyak”, terangnya

Ia juga berharap anak-anak yang mengikuti didikan subuh, mari tetap semangat, selalu disiplin dan lebih mengenal agama islam secara mendalam dan hormati guru serta patuh kepada kedua orang tua, sehingga anak-anak Kota Pariaman bisa menjadi anak hebat dan generasi yang tangguh, cerdas kedepannya. (ka/at)

Perubahan APBD 2026, Ini Kata Ketua DPRD Kota Padang Muharlion    
Selasa, Juni 16, 2026

On Selasa, Juni 16, 2026

Perubahan APBD 2026, Ini Kata Ketua DPRD Kota Padang Muharlion
Ketua DPRD Kota Padang Muharlion ketika ditemui awak media usai memimpin rapat paripurna, Senin, 15 Juni 2026. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ada beberapa poin yang menjadi sorotan pada penyampaian rencana perubahan APBD 2026.

Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kota Padang Muharlion ketika ditemui awak media usai memimpin rapat paripurna, Senin, 15 Juni 2026.

Menurutnya, ada beberapa sorotan terkait hal itu. Diantaranya, Porprov, karena sudah ada arahan dari gubernur. Porprov dilaksanakan di Oktober. 

"Ini memeng juga agak berat juga kita ini. Karena kita ada, kalau gak salah 25 atau 15 cabor di Padang," katanya. 

Kemudian, juga menyambut hari jadi Kota Padang di Agustus.

"Kita ingin juga menyemarakan, walau pun dengan sederhana, tapi juga memberikan impach ekonomi," katanya. 

Termasuk juga dengan kembalinya TKD sebesar Rp371 M. 

"Itu juga bahagian yang tidak terbilang, walau itu bisa dengan perubahan peraturan wali kota. Tapi tetap juga ditampung dalam APB perubahan. Dan beberapa hal nanti yang jadi pembahasan," cakapnya. (By) 

Wako dan Wawako Padang Membuka Parade Tauhid Memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah    
Selasa, Juni 16, 2026

On Selasa, Juni 16, 2026

Wako dan Wawako Padang Membuka Parade Tauhid Memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
Wali Kota Padang, Fadly Amran, bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir, membuka sekaligus mengikuti langsung kegiatan Parade Tauhid dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. (Foto: Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang, Fadly Amran, bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir, membuka sekaligus mengikuti langsung kegiatan Parade Tauhid dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Selasa (16/6/2026) pagi.

Hadir pada kesempatan itu, selain Wali Kota Padang, Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, juga anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Jelita Donal, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumbar, Ahmad Zakri, Habib Rizieq Shihab, Ustadz Derry Sulaiman, Sejumlah tokoh Islam nasional, Konten Kreator, Willie Salim, Pimpinan dan Anggota Ormas Islam se-Kota Padang dan Ribuan peserta Long March Parade Tauhid.

Pelepasan berlangsung di pelataran Masjid Agung Nurul Iman. Selanjutnya, peserta Parade Tauhid melakukan longmarch menuju Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi melalui Jalan Jenderal Sudirman.

Sepanjang perjalanan, ribuan peserta mengumandangkan takbir dan salawat sambil mendengarkan tausiah dari Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Jelita Donal, Habib Rizieq Shihab, serta Ustadz Derry Sulaiman, dan sejumlah tokoh Islam nasional lainnya.

Setibanya di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, kegiatan dilanjutkan dengan orasi ulama dan tokoh masyarakat, pembacaan resolusi masyarakat Sumatera Barat (Sumbar), serta ditutup dengan doa bersama.

Wako Fadly Amran mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, Parade Tauhid menjadi momentum penting dalam memperingati Tahun Baru Islam, sekaligus memperkuat semangat hijrah menuju perubahan hidup yang lebih baik.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah berpartisipasi. Mudah-mudahan parade tauhid ini menjadi bagian dari ikhtiar kita memperlihatkan perubahan demi perubahan ke arah yang lebih baik melalui momentum pergantian tahun baru Islam," ujar Fadly Amran.

Fadly Amran menegaskan bahwa nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) terus diperkuat di Kota Padang melalui sejumlah Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota (Pemko) Padang, khususnya Smart Surau dan Sinergi Nagari.

"Insya Allah, lahirnya Peraturan Daerah (Perda) Nagari di Dalam Kota menjadi langkah strategis kita untuk memperkuat sinergi pemerintah dengan niniak mamak dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat. Selain itu, kami juga tengah menyiapkan revisi Perda Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) sebagai upaya menjawab berbagai persoalan sosial, seperti tawuran, pergaulan bebas, dan penyimpangan perilaku lainnya," tegasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menyatakan siap memasukkan Parade Tauhid ke dalam rangkaian agenda Festival Surau yang diselenggarakan Pemko Padang.

"Semoga dapat menambah semarak Festival Surau sebagai bagian dari syiar Islam serta penguatan nilai-nilai ABS-SBK di Kota Padang," imbuh Wali Kota, diamini Wakil Wali Kota Maigus Nasir.

Sementara itu, Anggota DPD RI, Jelita Donal, selaku inisiator kegiatan Parade Tauhid mengatakan bahwa 1 Muharram merupakan momentum kebangkitan umat Islam yang berangkat dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, konsep hijrah tidak hanya bermakna perpindahan tempat, tetapi juga perubahan menuju kehidupan yang lebih baik sesuai tuntunan Alquran dan sunah.

"Aksi longmarch dari Masjid Agung Nurul Iman menuju Masjid Raya Syech Ahmad Khatib Al Minangkabawi menjadi simbol hijrah. Semoga kegiatan ini mendapat ridha Allah SWT dan semakin memperkuat persatuan dan kebangkitan umat Islam khususnya di Sumatera Barat," harap pria yang akrab disapa Ustadz Jel Fathullah itu. (Prokompin)

Parkir Liar Jadi Topik Bahasan Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion: Dia Bukan Petugas, Dia Ambil...    
Selasa, Juni 16, 2026

On Selasa, Juni 16, 2026

Parkir Liar Jadi Topik Bahasan Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion: Dia Bukan Petugas, Dia Ambil...
Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menjadikan topik parkir liar sebagai bahasan ketika bertemu dengan awak media di ruangan kerjannya, Senin, 15 Juni 2026. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kasus parkir liar seakan tak henti-hentinya menjadi permasalahan di Kota Padang. Hampir di tempat  wisata, cafe dan hiburan terjadi hal ini. 

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menjadikan topik ini sebagai bahasan ketika bertemu dengan awak media di ruangan kerjannya, Senin, 15 Juni 2026.

Kalau dari Pemkonya, itu sudah juga dibahas teman-teman media, maraknya tukang parkir liar ya. Yang mereka ini tidak petugas Parkir, tetapi mengambil parkir yang semborono. Seperti di Pantai Padang, kejadian viral terakhir kan," katanya.

Ironisnya, pelaku parkir liar ini berani secara terang-terangan mengambil yang bukan haknya.

"Dia bukan petugas, dia ambil, dimana sisi kita menertibkan? Nanti di Perda ini. Kalau mereka melanggar ketertiban, nanti kita akan tindak dengan Perda," tegasnya. 

Bahkan persoalan ini masuk pada perubahan perda yang menjadi tugas dan wewenang Propemperda DPRD Kota Padang. 

"Mungkin nanti banyak hal masukan, yang jelas apa problem-problem kita yang ketemu nanti, kita akan ramu disitu. Jadi terkait dengan perubahan Propemperda kita," urainya. (By).

Wawako Payakumbuh Hadiri Khatam Al-Qur'an dan Wisuda Iqra IV TPQ Mudarma Surau Palito Jannah    
Selasa, Juni 16, 2026

On Selasa, Juni 16, 2026

Wawako Payakumbuh Hadiri Khatam Al-Qur'an dan Wisuda Iqra IV TPQ Mudarma Surau Palito Jannah
Acara yang dihadiri Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman dan diikuti 68 santri, terdiri atas 46 peserta khatam Al-Qur'an, 14 peserta wisuda Iqra, serta delapan peserta lomba hafalan Surah Al-Fatihah. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Mudarma Surau Palito Jannah, Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Payakumbuh Timur, kembali menggelar Khatam Al-Qur'an dan Wisuda Iqra IV setelah sempat vakum selama beberapa tahun akibat pandemi COVID-19.

Kegiatan yang digelar pada Senin (15/6/2026) itu dihadiri Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman dan diikuti 68 santri, terdiri atas 46 peserta khatam Al-Qur'an, 14 peserta wisuda Iqra, serta delapan peserta lomba hafalan Surah Al-Fatihah.

Pada kesempatan tersebut, Elzadaswarman menegaskan Pemerintah Kota Payakumbuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan melalui pembinaan TPQ, peningkatan kapasitas guru mengaji, serta dukungan terhadap berbagai kegiatan pendidikan Al-Qur'an di tengah masyarakat.

Upaya tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kota Payakumbuh 2025–2029, yakni "Payakumbuh Maju Bermartabat melalui Pemberdayaan, Pengembangan Kualitas Pendidikan, dan Sentra UMKM yang Kompetitif", khususnya dalam memperkuat kualitas pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda sejak usia dini.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas moral, akhlak, dan karakter generasi penerus yang akan menentukan masa depan daerah.

"Karena itu, keberadaan TPQ memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang beriman, berkarakter, dan siap menghadapi perubahan zaman," katanya.

Mengusung tema "Membangun Generasi Emas yang Cinta Masjid dan Gemar Membaca Al-Qur'an", kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan keagamaan berbasis surau sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter kepada generasi muda sejak usia dini.

Elzadaswarman mengatakan khatam Al-Qur'an bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan langkah awal untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

"Anak-anakku yang hari ini khatam Al-Qur'an dan wisuda Iqra jangan berhenti belajar setelah prosesi ini. Al-Qur'an harus terus dibaca, dipahami, diamalkan, dan menjadi penuntun dalam kehidupan sehari-hari," katanya saat melepas peserta pawai khatam Al-Qur'an.

Menurut dia, tantangan yang dihadapi generasi muda pada era digital semakin kompleks sehingga membutuhkan penguatan pendidikan agama dan pembentukan karakter yang kokoh sejak dini.

"Gawai dan pengaruh lingkungan dapat menjadi tantangan bagi tumbuh kembang anak. Karena itu, membiasakan anak dekat dengan masjid dan Al-Qur'an merupakan investasi terbaik untuk masa depan mereka," ujarnya.

Ia menambahkan Pemerintah Kota Payakumbuh akan terus memberikan perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan Al-Qur'an sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat yang religius, berkarakter, dan berdaya saing.

Sementara itu, Pengelola TPQ Mudarma Refdinel mengaku bersyukur karena kegiatan khatam Al-Qur'an dapat kembali dilaksanakan setelah sempat terhenti akibat pandemi.

Ia menjelaskan TPQ Mudarma yang berdiri sejak 2014 pertama kali menggelar khatam Al-Qur'an pada 2016. Namun, pandemi COVID-19 membuat kegiatan serupa tidak dapat dilaksanakan selama beberapa tahun.

"Alhamdulillah, setelah melalui masa yang cukup panjang, tahun ini kami kembali dapat melaksanakan khatam Al-Qur'an dan wisuda Iqra. Ini menjadi kebahagiaan sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus membina anak-anak dalam belajar Al-Qur'an," ujarnya.

Refdinel berharap dukungan dari pemerintah daerah, ninik mamak, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat terus mengalir guna meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pembelajaran di Surau Palito Jannah.

Menurut dia, kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah daerah diperlukan agar pendidikan Al-Qur'an terus berkembang dan mampu menjangkau lebih banyak anak-anak di lingkungan sekitar.

Kegiatan tersebut tidak hanya menandai bangkitnya kembali aktivitas pendidikan Al-Qur'an pascapandemi di TPQ Mudarma, tetapi juga menjadi upaya bersama dalam memperkuat kualitas pendidikan karakter dan pembinaan akhlak generasi muda. Melalui pendidikan Al-Qur'an yang berkelanjutan, TPQ diharapkan mampu melahirkan generasi Qurani yang beriman, berakhlak mulia, cinta masjid, serta memiliki ketahanan moral dan sosial dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan perubahan zaman. (HM)

DPRD Kota Padang Akan Kawal Laporan Keungan Pemko Berdasarkan Audit BPK RI    
Selasa, Juni 16, 2026

On Selasa, Juni 16, 2026

DPRD Kota Padang Akan Kawal Laporan Keungan Pemko Berdasarkan Audit BPK RI
Ketua DPRD Kota Padang Muharlion ketika ditemui awak media di gedung megah DPRD Kota Padang, jalan Bagindo Azis Chan Kelurah Sungai Sapih Bypass Kuranji Padang. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota (Pemko) Padang telah menyampaikan Perda pertanggungjawaban APBD 2025 kepada DPRD Kota Padang, Senin, 15 Juni 2026.

"Secara audit keuangan sudah diaudit oleh Badan Keuangan, terkait CLK-nya sudah kita dapatkan, catatan laporan keuangan. Itu terkait keuangan tentu ada tindak lanjut 60 hari dari apa yang disampaikan BPK. Tentu ini akan kita kawal," kata Ketua DPRD Kota Padang Muharlion ketika ditemui awak media di ruangan kerjanya. 

Dikatakan Muharlion, BPK hanya memeriksa terkait capaian keuangan. Upamanya 100 persen atau 82 persen.

"Tapi kita melihatnya dari aspek kinerja. Karena tidak hanya output-ya, tapi kita ingin melihatnya secara outcome seperti apa. Ini akan jadi catatan kita dalam proses APBD 2026 ini," tegasnya. 

"Dari apa yang kita lihat dari PAD, ini akan kita lihat juga dalam APBD perubahan, sebagai catatan untuk kita," kata Muharlion lagi.

Termasuk juga program yang telah dilaksanakan 2025, yang kalau dia nanti di 2026 ini seperti apa juga di perubahan. "Nanti itu akan kita lihat," ungkapnya. 

Muharlion juga menyinggung kaitan antara realisasi anggaran dan capaian program unggulan atau Progol yang menjadi kebanggaan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang. 

"Maka Perda perubahan ini menjadi catatan bagi kita terkait Perda 2026 perubahan dan juga 2027. Mana Progul-progul itu tidak tercapai secara output keuangannya, kemudian outcome-nya secara kinerjanya," cakapnya. (By)

Pemko Payakumbuh Gelar Seminar Hukum bertajuk "Mitigasi Risiko Pidana dan Tindak Pidana Korupsi dalam Jabatan"    
Selasa, Juni 16, 2026

On Selasa, Juni 16, 2026

Pemko Payakumbuh Gelar Seminar Hukum bertajuk "Mitigasi Risiko Pidana dan Tindak Pidana Korupsi dalam Jabatan"
Pemerintah Kota Payakumbuh memperkuat kapasitas aparatur sipil negara (ASN) dalam menghadapi perubahan lanskap hukum nasional melalui Seminar Hukum bertajuk "Mitigasi Risiko Pidana dan Tindak Pidana Korupsi dalam Jabatan". (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Payakumbuh memperkuat kapasitas aparatur sipil negara (ASN) dalam menghadapi perubahan lanskap hukum nasional melalui Seminar Hukum bertajuk "Mitigasi Risiko Pidana dan Tindak Pidana Korupsi dalam Jabatan" yang digelar di Aula Josrizal Zain, Kantor Wali Kota Payakumbuh, Senin (15/6/2026).

Kegiatan yang diikuti 130 pejabat struktural tersebut menjadi langkah strategis Pemko Payakumbuh dalam memastikan seluruh kebijakan, program pembangunan, dan pelayanan publik berjalan sesuai koridor hukum, sekaligus meminimalkan potensi pelanggaran yang dapat merugikan masyarakat maupun pemerintah daerah.

Komitmen tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta yang terus mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi. Penguatan kapasitas hukum ASN dinilai menjadi fondasi penting agar setiap program pembangunan dapat terlaksana secara efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Seminar yang terselenggara melalui kerja sama Pemerintah Kota Payakumbuh dengan Pusat Studi Hukum Pidana dan Sistem Peradilan Pidana Fakultas Hukum Universitas Andalas itu dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman.

Dalam arahannya, Elzadaswarman mengatakan berlakunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional sejak 2 Januari 2026 menuntut aparatur pemerintah untuk terus memperbarui pemahaman terhadap berbagai ketentuan hukum yang mengatur pelaksanaan tugas dan kewenangan jabatan.

"Sebagai pelayan publik, ASN memikul tanggung jawab besar. Di satu sisi dituntut mempercepat pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat, namun di sisi lain harus memastikan setiap langkah tetap berada dalam koridor hukum. Karena itu, pemahaman mitigasi risiko pidana bukan lagi sekadar formalitas, tetapi menjadi kebutuhan mendasar," katanya.

Ia menegaskan bahwa ketidaktahuan terhadap aturan hukum tidak dapat dijadikan alasan pembenar ketika terjadi pelanggaran. Oleh sebab itu, ASN harus memiliki pemahaman yang memadai agar mampu mengambil keputusan secara tepat, terukur, dan sesuai ketentuan perundang-undangan.

"Kita tidak ingin ada aparatur yang tersandung persoalan hukum karena kelalaian administrasi atau kurang memahami regulasi. Dampaknya tidak hanya terhadap individu, tetapi juga terhadap pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah," ujarnya.

Menurut Elzadaswarman, seminar tersebut juga bertujuan memberikan kepastian dan kepercayaan diri kepada ASN dalam menjalankan program kerja serta mengelola anggaran daerah.

"Setelah memahami batasan yang diperbolehkan dan yang dilarang, ASN tidak perlu bekerja dalam rasa takut yang berlebihan. Yang terpenting adalah bekerja sesuai aturan, berintegritas, dan mengedepankan akuntabilitas," katanya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Payakumbuh Nofriwandi melaporkan seminar diikuti oleh para asisten, staf ahli wali kota, kepala perangkat daerah, kepala bagian, sekretaris dinas, sekretaris badan, sekretaris kecamatan, hingga para lurah se-Kota Payakumbuh.

Pada sesi utama, Guru Besar Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Andalas Prof. Dr. Elwi Danil mengulas perkembangan rezim pemberantasan korupsi pasca berlakunya KUHP Nasional.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia kini memasuki fase yang dikenal sebagai "rezim ganda" dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi. Dalam sistem tersebut, ketentuan mengenai korupsi tidak hanya diatur dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) sebagai hukum khusus (lex specialis), tetapi juga telah diakomodasi dalam KUHP Nasional sebagai hukum umum.

Menurut Elwi, keberadaan dua rezim hukum tersebut bukan untuk menimbulkan tumpang tindih aturan, melainkan memperkuat upaya pemberantasan korupsi. Dalam praktiknya, apabila suatu perbuatan secara khusus diatur dalam UU Tipikor, maka ketentuan dalam undang-undang tersebut tetap menjadi rujukan utama penegakan hukum. Sementara itu, KUHP berfungsi sebagai payung hukum umum yang melengkapi sistem pemidanaan nasional.

"ASN perlu memahami perubahan ini agar tidak salah dalam mengambil keputusan administrasi maupun kebijakan. Pemahaman hukum yang baik akan menjadi pelindung bagi aparatur dalam menjalankan tugas dan kewenangannya," kata Elwi.

Ia juga mengingatkan bahwa salah satu ketentuan yang paling dekat dengan aktivitas aparatur adalah pengaturan mengenai gratifikasi. Setiap pemberian yang berkaitan dengan jabatan, baik berupa hadiah, fasilitas maupun bentuk keuntungan lainnya, wajib dilaporkan melalui mekanisme yang berlaku sebagai bentuk perlindungan hukum sekaligus upaya menjaga integritas penyelenggaraan pemerintahan.

Selain isu korupsi, seminar juga membahas tantangan hukum di era digital yang disampaikan oleh akademisi Fakultas Hukum Universitas Andalas Dr. Yoserwan.

Ia mengingatkan ASN agar lebih berhati-hati dalam penggunaan teknologi informasi, termasuk terkait perlindungan data pribadi, privasi digital, serta pemanfaatan media sosial.

Menurutnya, penyebaran tangkapan layar percakapan pribadi tanpa izin, akses ilegal terhadap perangkat elektronik milik orang lain, hingga penyebaran data pribadi dapat menimbulkan konsekuensi hukum berdasarkan ketentuan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) maupun Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Yoserwan menjelaskan bahwa data pribadi yang dilindungi oleh UU PDP tidak hanya mencakup nomor induk kependudukan (NIK), alamat, dan nomor telepon, tetapi juga data biometrik seperti foto wajah, sidik jari, rekaman suara, data kesehatan, hingga informasi keuangan seseorang.

Karena itu, ASN diminta lebih berhati-hati dalam mengelola dan menyebarluaskan data yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas, sebab penggunaan atau pengungkapan data pribadi tanpa hak dapat menimbulkan sanksi pidana maupun administratif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam paparannya, Yoserwan juga mengingatkan peserta agar meninggalkan tujuh kebiasaan digital yang kerap dianggap sepele namun memiliki risiko hukum tinggi.

Kebiasaan tersebut meliputi mengunggah foto orang lain tanpa persetujuan, menyebarkan tangkapan layar percakapan pribadi, membuka telepon seluler, surat elektronik maupun akun media sosial orang lain tanpa izin, menyebarkan foto atau video yang mempermalukan seseorang, merekam percakapan yang tidak melibatkan dirinya, membagikan data pribadi orang lain seperti KTP, nomor telepon dan rekening, serta membuat konten yang menyerang kehormatan atau nama baik seseorang.

Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi harus diimbangi dengan kesadaran hukum dan etika digital agar ASN tidak terjerat persoalan hukum dalam kehidupan pribadi maupun pelaksanaan tugas pemerintahan.

Melalui kegiatan tersebut, Pemko Payakumbuh berharap seluruh ASN semakin memahami batas kewenangan jabatan, mampu mengidentifikasi potensi risiko hukum sejak dini, serta menjaga etika dan profesionalisme dalam bekerja.

Penguatan literasi hukum aparatur ini pada akhirnya diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, percepatan pelaksanaan program pembangunan yang taat aturan, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan di Kota Payakumbuh. (HM)

Kasus LGBT Jadi Perhatian Publik, DPRD Kota Padang Gagas Perubahan Perda, Simak Penjelasan Muharlion    
Selasa, Juni 16, 2026

On Selasa, Juni 16, 2026

Kasus LGBT Jadi Perhatian Publik, DPRD Kota Padang Gagas Perubahan Perda, Simak Penjelasan Muharlion
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion mengungkap alasan  Perda ini mendesak disahkan. Tak lain tak bukan karena maraknya kasus LGBT dicuatkan media dan medsos. (Foto: Ist)? 

BENTENGSUMBAR.COM
- Maraknya LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender), menjadi perhatian bagi DPRD Kota Padang, apalagi kasus ini sudah menyedot perhatian publik. 

Untuk itu, DPRD Kota Padang menggelar rapat paripurna penyampaian perubahan Propemperda, Senin, 15 Juni 2026.

"Apa yang menjadi urgensi dari perubahan itu? Adalah suatu perda yang kita rubah adalah perda yang terkait dengan ketertiban umum atau tribum," jelas Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion.

Muharlion mengungkap alasan  Perda ini mendesak disahkan. Tak lain tak bukan karena maraknya kasus LGBT dicuatkan media dan medsos. 

"Kenapa mendesak? Karena sekarang lagi marak. Pertama, isu terkait LGBT. Kan sudah tidak menjadi rahasia umum lagi, sudah menjadi konsumsi publik dan sudah menjadi ke khawatiran, LGBT sangat marak," katanya. 

Namun dia kan tidak bisa dihukum secara sanksi pidana. "Maka kita akan muat dalan Perda kita. Nanti akan kita comben dengan Perda yang baru kita sahkan kemaren, Perda tentang Adat dan Kelembagaan Adat. Itu nanti akan kita comben, disitu kan ada sanksi sosial. Ini kalau secara ketertiban umum sudah meresahkan ini," ungkapnya. 

Bahkan, pihaknya berencana hukum sanksi sosial bagi pelaku LGBT, sehingga dapat ditindak. "Nanti kita akan muat dalam satu materi itu. Hukum sanksi sosial kah, hukum adatkah, apalah? Yang penting bisa kita tindak. Ini akan kita comben nanti. Suatu matera ini yang usulan dari DPRD. Ini sudah kita diskusikan dengan beberapa teman-teman," tegasnya. 

"Mungkin nanti banyak hal masukan, yang jelas apa problem-problem kita yang ketemu nanti, kita akan ramu disitu. Jadi terkait dengan perubahan Propemperda kita," katanya. 

Terkait keterlibatan dubalang kota, Muharlion menegaskan akan mengkajinya, namun ujung-ujungnya tetap saja bermuara ke Satpol PP, karena Satpol PP adalah pengawal penegakkan Perda. 

"Nanti kita akan coba comben. Nanti seperti apa? Apakah peran ninik mamak seperti apa? Bundo Kanduang, semua peran lah. Intinya Perda ini sangat urgent, harus disahkan. 

Soal sanksi, Muharlion mengatakan akan dibuat nanti. Apalagi dalam KUHP ada sanksi sosial. Sehingga sanksinya dapat dimasukan ke dalam sanksi sosial. Karena sanksi sosial terkait hukum adat. Dan adat itu salingka nagari. 

"Misalnya Kuranji, nanti dilakukan lah adat Pauh IX. Kalau di Pauh, ya diberlakukan adat Pauh V. Karena adat salingka nagari. Kan kita ada beberapa KAN ini, KAN Koto Tangah, KAN Pauh IX, KAN Pauh V, KAN Limau Manih, KAN Luki, KAN Nan Dupuluh, KAN Bungus, dan lain sebagainya," katanya. (By)

Wako Zulmaeta Ikuti Rapat Paripurna DPRD Dengan Agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi Terhadap Tiga Ranperda    
Selasa, Juni 16, 2026

On Selasa, Juni 16, 2026

Wako Zulmaeta Ikuti Rapat Paripurna DPRD Dengan Agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi Terhadap Tiga Ranperda
Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman mengikuti Rapat Paripurna DPRD Kota Payakumbuh. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Payakumbuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta terus mendorong lahirnya regulasi yang akuntabel, responsif, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat melalui pembahasan tiga rancangan peraturan daerah (ranperda) strategis bersama DPRD Kota Payakumbuh.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Kota Payakumbuh dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Nota Penjelasan Wali Kota Payakumbuh mengenai tiga ranperda, Senin (15/6/2026).

Ketiga ranperda tersebut meliputi Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Ranperda tentang Mars Payakumbuh, serta Ranperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Sago Kota Payakumbuh.

Elzadaswarman menilai pemandangan umum yang disampaikan seluruh fraksi DPRD merupakan bagian penting dalam proses penyempurnaan kebijakan daerah agar regulasi yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

"Kami mengapresiasi seluruh pandangan, saran, catatan, dan pertanyaan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD. Seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan dalam proses pembahasan ranperda sehingga menghasilkan regulasi yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Menurut dia, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.

Ia menyebut pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 menjadi instrumen penting untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Sementara itu, Ranperda tentang Mars Payakumbuh diharapkan mampu memperkuat identitas daerah, menumbuhkan rasa memiliki, serta meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap Kota Payakumbuh.

Adapun perubahan Perda Nomor 2 Tahun 2020 tentang Perumda Air Minum Tirta Sago diarahkan untuk memperkuat tata kelola dan kinerja perusahaan daerah sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.

"Kolaborasi antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi modal penting untuk melahirkan kebijakan yang tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah," ujarnya.

Elzadaswarman mengatakan Pemko Payakumbuh segera menyiapkan jawaban resmi atas seluruh pandangan umum yang disampaikan masing-masing fraksi sesuai agenda yang telah ditetapkan DPRD.

Untuk mendukung proses pembahasan, ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah terkait menyiapkan data, dokumen pendukung, dan bahan penjelasan secara komprehensif sehingga setiap masukan dan pertanyaan yang disampaikan DPRD dapat dijawab secara objektif dan berdasarkan fakta.

"Setelah ini kami akan menyiapkan tanggapan terhadap seluruh pandangan fraksi. Kami ingin proses pembahasan berjalan efektif, objektif, dan menghasilkan keputusan terbaik yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Payakumbuh," katanya.

Ia optimistis pembahasan ketiga ranperda tersebut akan menghasilkan regulasi yang implementatif dan mendukung terwujudnya visi Kota Payakumbuh 2025–2029, yakni "Payakumbuh Maju Bermartabat melalui Pemberdayaan, Pengembangan Kualitas Pendidikan, dan Sentra UMKM yang Kompetitif".

Menurutnya, regulasi yang baik tidak hanya menjadi landasan hukum bagi penyelenggaraan pemerintahan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan identitas daerah, transparansi pengelolaan keuangan, serta layanan air bersih yang semakin baik dan berkelanjutan.

"Kami optimistis melalui pembahasan yang konstruktif antara pemerintah daerah dan DPRD akan lahir kebijakan-kebijakan yang semakin memperkuat pembangunan daerah, meningkatkan pelayanan publik, dan mendorong kesejahteraan masyarakat Kota Payakumbuh," pungkasnya. (HM)

Wakil DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye Apresiasi Rencana Stadion Bungus: Dorong Sport Tourism dan Akademi Sepak Bola Padang    
Selasa, Juni 16, 2026

On Selasa, Juni 16, 2026

Wakil DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye Apresiasi Rencana Stadion Bungus: Dorong Sport Tourism dan Akademi Sepak Bola Padang
Wakil Ketua DPRD Kota Mastilizal Aye menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Pemerintah Kota Padang membangun stadion baru di kawasan Bungus Teluk Kabung. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Ketua DPRD Kota Mastilizal Aye menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Pemerintah Kota Padang membangun stadion baru di kawasan Bungus Teluk Kabung. 

Ia menilai, pembangunan stadion di wilayah pinggiran kota menjadi langkah penting untuk mendorong pemerataan pembangunan, tidak hanya terpusat di kawasan inti kota.

“Kita lihat sendiri, saat ini Kota Padang belum memiliki stadion sepak bola sendiri. Dengan hadirnya stadion di Bungus, tentu akan menjadi kandang bagi PSP Padang. Ingat, saat ini PSP Padang juga belum memiliki lapangan sendiri. Jika berlatih, mereka masih harus menyewa ke pihak lain,” ujar Mastilizal Aye, Senin (16/6).

Ia menambahkan, pembangunan stadion tersebut juga diyakini akan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar Bungus Teluk Kabung.

“Bungus selama ini dikenal dengan wisata alamnya yang masih asri. Dengan adanya stadion milik Pemko Padang, tentu akan menggeliatkan ekonomi masyarakat di sana,” tambahnya.

Sementara itu, rencana pembangunan stadion ini sebelumnya telah disampaikan oleh Wali Kota Padang Fadly Amran dalam pertemuan bersama Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bungus Teluk Kabung KAN Bungus Teluk Kabung pada awal Juni 2026.

Dalam paparannya, stadion tersebut tidak hanya disiapkan sebagai markas baru PSP Padang, tetapi juga akan dikembangkan sebagai pusat pembinaan sepak bola usia muda serta kawasan sport tourism yang terintegrasi dengan potensi wisata alam Bungus. 

Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir selatan Kota Padang.(Edg)

Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H Kota Payakumbuh Dijadikan Sebagai Momentum Perkuat Nilai Kagamaan    
Selasa, Juni 16, 2026

On Selasa, Juni 16, 2026

Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H Kota Payakumbuh Dijadikan Sebagai Momentum Perkuat Nilai Kagamaan
Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman di Halaman Balai Kota Payakumbuh, Senin (15/06/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Kota Payakumbuh dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat nilai-nilai keagamaan, pembinaan karakter generasi muda, serta mempererat persaudaraan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan yang melibatkan organisasi Islam dan warga setempat.

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Payakumbuh bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Payakumbuh tersebut dibuka Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman di Halaman Balai Kota Payakumbuh, Senin (15/06/2026), dan diikuti berbagai elemen masyarakat, lembaga keagamaan, serta komunitas pendidikan Islam.

Upaya penguatan kehidupan religius tersebut sejalan dengan arah pembangunan yang terus didorong Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta untuk mewujudkan masyarakat yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia yang berakhlak dan berkarakter.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada PHBI Kota Payakumbuh dan seluruh panitia yang telah mengadakan kegiatan ini. Semoga menjadi amal saleh dan bernilai pahala di sisi Allah SWT," kata Elzadaswarman saat membuka rangkaian kegiatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Menurut dia, Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian kalender hijriah, melainkan momentum untuk melakukan introspeksi diri dan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik melalui peningkatan kualitas iman, ibadah, dan akhlak.

Ia mengatakan salah satu misi pembangunan Kota Payakumbuh adalah mewujudkan masyarakat yang religius. Karena itu, pembinaan rohani harus terus diperkuat agar mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga memiliki karakter, moral, dan etika yang baik.

"Melalui peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini kita berharap semangat keberagamaan yang telah tumbuh subur di Kota Payakumbuh dapat terus berkembang sehingga kita mampu melahirkan generasi yang memiliki pondasi iman yang kuat," ujarnya.

Elzadaswarman menilai penguatan nilai-nilai keagamaan memiliki manfaat strategis bagi masyarakat karena dapat menjadi benteng dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hingga dampak negatif perkembangan teknologi informasi.

Menurut dia, ajaran Islam hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam yang mengajarkan kasih sayang, kepedulian sosial, toleransi, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, umat Islam perlu menampilkan sikap yang ramah dan mencerminkan nilai-nilai luhur yang diajarkan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan bermasyarakat.

"Mari kita sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan meningkatkan iman dan takwa, menebarkan kelembutan serta akhlak mulia. Semoga Allah SWT mengangkat derajat kita dan menempatkan kita di antara hamba-hamba-Nya yang mulia," katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh Hendri Yazid mengajak masyarakat menjadikan bulan Muharram sebagai momentum memperbanyak amal ibadah dan memperbaiki kualitas diri.

Ia mengatakan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam sehingga setiap amal kebaikan yang dilakukan akan memperoleh ganjaran yang besar dari Allah SWT.

"Pada bulan Muharram ini semakin banyak kita berbuat kebaikan maka akan berlipat ganda pula pahala yang diberikan Allah SWT. Sebaliknya, semakin banyak kita berbuat keburukan maka semakin besar pula dosa yang kita peroleh," katanya.

Menurut Hendri, semangat hijrah yang terkandung dalam Tahun Baru Islam harus dimaknai sebagai upaya meninggalkan kebiasaan buruk dan beralih menuju kehidupan yang lebih baik, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia.

"Karena itu, mari bersama-sama berhijrah menjadi lebih baik. Bulan Muharram adalah bulan penyelamat bagi mereka yang ingin memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT," ujarnya.

Ketua PHBI Kota Payakumbuh Wal Asri mengatakan pihaknya menyiapkan berbagai kegiatan keagamaan untuk menyemarakkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi tabligh akbar, zikir bersama, pawai obor, apel didikan subuh, serta berbagai lomba keagamaan yang melibatkan peserta dari berbagai kelompok usia.

"Kami berkolaborasi dengan berbagai organisasi keagamaan seperti BKMT, kelompok yasin, lembaga didikan subuh, BKPMRI, Muhammadiyah, NU, MUI, pengurus masjid se-Kota Payakumbuh dan berbagai elemen masyarakat lainnya," katanya.

Menurut dia, kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan keagamaan menjadi sarana memperkuat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperluas syiar Islam yang menyejukkan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Ia berharap seluruh masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam setiap rangkaian kegiatan yang telah disiapkan sehingga peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi wahana memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong.

"Mari kita semarakkan peringatan Tahun Baru Hijriah 1448 H ini sebagai momentum memperkuat keimanan, persaudaraan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat," katanya.

Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wirman Putra, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Rida Ananda, para asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, organisasi Islam, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Payakumbuh. (HM)

Dukung Program Padang Juara dan Bangun Budaya Olahraga, Anggota DPRD Kota Padang, Iskandar Kucurkan Dana Pokir    
Selasa, Juni 16, 2026

On Selasa, Juni 16, 2026

Dukung Program Padang Juara dan Bangun Budaya Olahraga, Anggota DPRD Kota Padang, Iskandar Kucurkan Dana Pokir
Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang Buya Iskandar bersama Wali Kota Padang Fadly Amran, Ketua KONI Kota Padang, Erianto, dan peserta. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang Buya Iskandar membuktikan dukungannya terhadap program Padang Juara dan membangun budaya olahraga di tengah masyarakat.

Ini terungkap pada penutupan Bulutangkis Anak Nagari Cup I Tingkat Kota Padang Tahun 2026 yang berlangsung di ADT Badminton Hall Balai Baru, Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Senin (15/6/2026).

Anggota DPRD Kota Padang dari Partai Nasdem ini menyebut, turnamen tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung Program Padang Juara sekaligus membangun budaya olahraga di tengah masyarakat.

Ia menilai olahraga tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga membentuk generasi yang sehat dan terhindar dari berbagai pengaruh negatif.

“Kegiatan ini sengaja digelar untuk mencari bibit-bibit dan potensi atlet bulutangkis Kota Padang. Ternyata kita memiliki banyak atlet muda yang potensial,” kata Iskandar.

Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen Bulutangkis Anak Nagari Cup I 2026, Heru Supriadi, menjelaskan bahwa turnamen tersebut merupakan yang pertama digelar dengan diikuti puluhan atlet usia dini dan anak-anak dari berbagai klub bulutangkis di Kota Padang. 

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan bahkan berkembang menjadi kejuaraan di tingkat Provinsi Sumatera Barat.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang, KONI Kota Padang, para sponsor, panitia, pelatih, wali murid, dan seluruh peserta yang telah mendukung suksesnya turnamen ini. Apresiasi khusus kami sampaikan kepada Anggota DPRD Kota Padang, bapak Iskandar yang mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan ini melalui dana pokok-pokok pikiran (pokir)-nya,” ujar Heru.

Penutupan turnamen ditandai dengan penyerahan trofi, piagam penghargaan, dan hadiah kepada para juara dari berbagai kategori yang dipertandingkan. 

Penutupan Bulutangkis Anak Nagari Cup I Tingkat Kota Padang Tahun 2026 dilakukan Wali Kota Padang Fadly Amran dan dihadiri Ketua KONI Kota Padang, Erianto. (*) 

Editor: Zamri Yahya

Wali Kota Zulmaeta Dorong Penguatan Literasi Kebencanaan Melalui Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi     
Selasa, Juni 16, 2026

On Selasa, Juni 16, 2026

Wali Kota Zulmaeta Dorong Penguatan Literasi Kebencanaan Melalui Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi
Kegiatan Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Kebencanaan yang digelar di Aula Peternakan Provinsi Sumatera Barat, Senin (15/6/2026), diikuti pelajar dari SMAN 1 Payakumbuh, SMAN 2 Payakumbuh, dan MAN 2 Payakumbuh. (Foto: Hermiko). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat upaya pengurangan risiko bencana melalui jalur pendidikan dengan membekali 150 pelajar tingkat SMA dan madrasah keterampilan dasar kesiapsiagaan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi membangun budaya siaga bencana sejak dini agar masyarakat memiliki kemampuan menghadapi situasi darurat secara cepat dan tepat.

Kegiatan Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Kebencanaan yang digelar di Aula Peternakan Provinsi Sumatera Barat, Senin (15/6/2026), diikuti pelajar dari SMAN 1 Payakumbuh, SMAN 2 Payakumbuh, dan MAN 2 Payakumbuh.

Dalam arah pembangunan daerah yang menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas, Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mendorong penguatan literasi kebencanaan melalui sektor pendidikan guna menciptakan generasi yang tangguh, adaptif, dan mampu berperan aktif dalam upaya mitigasi di lingkungan masing-masing.

Wali Kota Zulmaeta melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Erizon mengatakan sekolah memiliki peran strategis dalam membangun budaya siaga bencana sekaligus menyiapkan generasi muda yang mampu merespons keadaan darurat secara tepat.

“Edukasi bencana bukan lagi sekadar pengetahuan pelengkap, melainkan keterampilan hidup yang wajib dimiliki oleh generasi muda kita saat ini,” kata Erizon.

Menurutnya, pelajar tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan yang menyebarluaskan pengetahuan mitigasi bencana kepada keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, manfaat edukasi kebencanaan dapat dirasakan lebih luas dan berkontribusi terhadap peningkatan ketangguhan masyarakat secara keseluruhan.

Ia menambahkan, sekolah merupakan ruang yang efektif untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Pelajar dapat menjadi penghubung penyebaran informasi mitigasi ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Ketika pemahaman ini dimiliki sejak dini, maka budaya siaga bencana akan tumbuh lebih kuat di tengah masyarakat,” ujarnya.

Erizon juga menekankan bahwa pembentukan budaya siaga bencana membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan hingga masyarakat.

Karena itu, kegiatan tersebut turut melibatkan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Wilayah IV dan Kementerian Agama Kota Payakumbuh sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh Devitra mengatakan pemahaman terhadap tingkat kerawanan wilayah menjadi salah satu kunci dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Ia menjelaskan BPBD terus memperkuat pemetaan potensi ancaman bencana sebagai dasar penyusunan kebijakan mitigasi yang lebih terarah dan sesuai dengan karakteristik wilayah.

“Semakin baik masyarakat memahami risiko yang ada di lingkungannya, maka semakin besar peluang untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan saat bencana terjadi,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Komandan Pos Basarnas Kabupaten Lima Puluh Kota Roni Nur memberikan materi mengenai teknik dasar penyelamatan diri serta langkah-langkah yang perlu dilakukan pada saat-saat awal setelah bencana terjadi.

Menurutnya, kemampuan bertahan dan menyelamatkan diri merupakan keterampilan penting yang perlu dimiliki pelajar karena bantuan profesional membutuhkan waktu untuk menjangkau seluruh lokasi terdampak.

“Detik-detik pertama setelah bencana sering menjadi penentu keselamatan. Karena itu, kemampuan melakukan penyelamatan diri harus dipahami dan dilatih sejak usia sekolah,” katanya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Payakumbuh Arman Riska menambahkan keberhasilan pengurangan risiko bencana sangat bergantung pada kesiapsiagaan masyarakat yang dibangun secara berkelanjutan.

Ia berharap para pelajar yang mengikuti sosialisasi tersebut dapat menjadi pelopor budaya siaga bencana di sekolah maupun lingkungan tempat tinggalnya sehingga upaya mitigasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.

“Melalui edukasi yang terus dilakukan, kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat yang harus dimulai dari lingkungan terdekat,” pungkasnya. (HM)