HEADLINE
Banjir Hantam Koto Tangah, Hendri Zulviton Pastikan Keselamatan Warga Jadi Prioritas Utama BPBD Padang    
Sabtu, Oktober 10, 2026

On Sabtu, Oktober 10, 2026

Banjir Hantam Koto Tangah, Hendri Zulviton Pastikan Keselamatan Warga Jadi Prioritas Utama BPBD Padang
Aliran Sungai Lubuk Minturun meluap dan merendam permukiman warga di kawasan Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah. (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Sabtu (10/10/2026) menyebabkan peningkatan debit air secara drastis di sejumlah wilayah. Kondisi cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan aliran Sungai Lubuk Minturun meluap dan merendam permukiman warga di kawasan Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah.

Merespons situasi darurat tersebut, Pemerintah Kota Padang bergerak cepat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang. Tanpa menunda waktu, puluhan personel langsung disiagakan dan diterjunkan menuju titik-titik rawan banjir untuk memberikan bantuan penanganan awal secara intensif.

Aksi tanggap darurat ini dilakukan secara kolaboratif. Personel BPBD Kota Padang bersama Tim Reaksi Cepat (TRC), dibantu jajaran TNI dan Polri, bahu-membahu menembus genangan air demi memastikan seluruh masyarakat terdampak berada dalam kondisi aman dan terlayani dengan baik.

Fokus utama tim gabungan di lapangan adalah melakukan proses evakuasi skala prioritas, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan balita. Sinergi lintas instansi ini menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah di tengah situasi kritis masyarakat.

Selain menyelamatkan jiwa, petugas di lokasi kejadian turut membantu warga dalam mengamankan barang-barang berharga dan dokumen penting ke tempat yang lebih tinggi. Langkah pencegahan ini diambil guna meminimalisasi kerugian material yang berpotensi dialami oleh keluarga terdampak.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menegaskan bahwa penanganan bencana di Kampung Apa dilakukan secara menyeluruh dan terukur. Seluruh armada penyelamatan serta peralatan evakuasi telah dikerahkan penuh di area banjir.

"Saat ini, personel BPBD bersama tim TRC, TNI, dan Polri sudah berada di lokasi untuk memprioritaskan evakuasi warga terdampak serta memastikan keselamatan mereka," ujar Hendri Zulviton saat memberikan keterangan di tengah pemantauan evakuasi.

Mengingat cuaca di kawasan Kota Padang yang masih berpotensi mendung dan diguyur hujan, BPBD mengeluarkan peringatan dini. Masyarakat, khususnya yang berdomisili di sepanjang bantaran sungai dan kawasan rawan genangan, diminta untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan.

"Kami juga mengimbau seluruh masyarakat Kota Padang, khususnya yang tinggal di sepanjang bantaran sungai, untuk tetap waspada mengingat curah hujan yang masih tinggi," pungkas Hendri Zulviton memungkas keterangannya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Sediakan Total Hadiah Rp106 Juta, Evi Yandri Ajak Generasi Muda Menaklukkan Jalur 40 KM LLA-TJPHK V 2026    
Sabtu, Oktober 10, 2026

On Sabtu, Oktober 10, 2026

Sediakan Total Hadiah Rp106 Juta, Evi Yandri Ajak Generasi Muda Menaklukkan Jalur 40 KM LLA-TJPHK V 2026
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, menegaskan bahwa LLA-TJPHK dirancang memiliki misi edukasi yang jauh lebih luas daripada sekadar olahraga pemacu adrenalin. (Foto: Idris). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Menembus pekatnya hutan, meniti perbukitan terjal, menyeberangi aliran sungai, hingga menapaki aspal jalan raya sejauh 40 kilometer menjadi tantangan adrenalin yang luar biasa. 

Bagi ratusan peserta Lomba Lintas Alam Telusur Jejak Perjuangan Harimau Kuranji (LLA-TJPHK) V Tahun 2026, petualangan ini bukan sekadar ajang uji ketahanan fisik semata. 

Lebih dari itu, langkah kaki para petualang ini adalah upaya menghidupkan kembali memori kolektif akan sejarah heroik rakyat Sumatra Barat dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Kemeriahan dan nilai histori ajang ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, di SMAN 11 Padang, kawasan Bungus Teluk Kabung, pada Jumat malam (9/10/2026).

Dalam sambutannya, Wagub Vasco menekankan agar seluruh peserta tidak hanya memanjakan hasrat berpetualang, tetapi juga menjadikan kecintaan terhadap alam sebagai komitmen nyata menjaga kelestarian lingkungan.

Ia berpesan agar semangat persaudaraan, etika di alam bebas, dan pemahaman wawasan kebangsaan tetap menjadi fondasi utama selama menempuh rute perjuangan Batalyon Harimau Kuranji.

Daya tarik LLA-TJPHK V 2026 terbukti kian memikat perhatian publik nasional. Tercatat sebanyak 324 pecinta alam yang terbagi ke dalam 81 tim—terdiri dari 46 tim pelajar dan 35 tim kategori umum—turut ambil bagian. 

Tidak hanya didominasi oleh perwakilan dari 19 kabupaten dan kota se-Sumbar, ajang tahun ini juga berhasil menggaet kontingen dari luar daerah seperti Pekanbaru (Riau) dan Kerinci (Jambi). Ketua KPA Bias, Khalid Saifullah Rajo Basa, mengonfirmasi adanya lonjakan partisipasi peserta yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Gengsi kejuaraan ini semakin membara berkat total hadiah menggiurkan senilai Rp106 juta yang bersumber dari pokok-pokok pikiran (pokir) Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, beserta puluhan doorprize menarik. Tim terbaik kategori I berhak memboyong hadiah utama sebesar Rp10 juta, disusul terbaik II Rp7,5 juta, dan terbaik III Rp6 juta.

Namun, di luar nilai finansial tersebut, kehormatan untuk menaklukkan medan ekstrem sepanjang 40 kilometer dengan penilaian berbasis kecepatan waktu menjadi piala paling bergengsi bagi para peserta.

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, menegaskan bahwa LLA-TJPHK dirancang memiliki misi edukasi yang jauh lebih luas daripada sekadar olahraga pemacu adrenalin.

Melalui kegiatan interaktif berbasis alam ini, generasi muda diajak untuk mengenal lebih dekat warisan sejarah Batalyon Harimau Kuranji sebagai laskar benteng pertahanan rakyat di Kota Padang.

Evi Yandri juga mengungkapkan rasa bangganya atas meluasnya jangkauan peserta hingga luar provinsi dan berkomitmen untuk mengakomodasi minat tim daerah lain pada penyelenggaraan mendatang.

Dari sudut pandang teknis, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar, Tasliatul Fuadi, menjelaskan bahwa LLA-TJPHK merupakan wadah strategis untuk membentuk kepribadian, disiplin, dan silaturahmi pemuda. 

Meskipun lokasi pelepasan sempat mengalami penyesuaian dari Kabupaten Solok ke Bungus Teluk Kabung akibat musibah longsor, seluruh perancangan rute dan skenario keselamatan telah disiapkan secara matang dan profesional demi kenyamanan para peserta di sepanjang lintasan.

Perjalanan menantang ini dibagi ke dalam dua etape yang kaya akan pemandangan alam memukau. Etape pertama membentang dari SMAN 11 Padang Bungus, menembus kerapatan Hutan Baringin di Lubuk Kilangan, hingga bermalam di area eksotis Gua Kelelawar Padayo. 

Selanjutnya, etape kedua dilanjutkan dengan menembus kawasan Hutan Gaduik, melintasi Pauh V, dan menyentuh garis finis yang penuh kenangan di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh IX, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

Guna memperkuat bobot historis dari lintasan yang dilalui, panitia penyelenggara tidak hanya membekali peserta dengan technical meeting navigasi, tetapi juga sesi pembekalan materi sejarah. 

Menghadirkan akademisi sejarah ternama dari Universitas Andalas, Hari Efendi Iskandar, para peserta diajak menyelami narasi perjuangan masa lalu sebelum turun langsung merasakan medan gerilya para pahlawan. Hal ini memastikan bahwa setiap tetes keringat peserta di lapangan diiringi oleh pemahaman sejarah yang mendalam.

Pada akhirnya, keberhasilan LLA-TJPHK V 2026 tidak hanya diukur dari siapa yang berhasil menyentuh garis finis paling cepat. Penyelenggaraan kegiatan ini sukses membuktikan bahwa olahraga petualangan, pelestarian lingkungan, dan penghormatan terhadap sejarah lokal dapat dipadukan menjadi sebuah narasi advertorial yang menginspirasi.

Perjalanan 40 kilometer dari Bungus hingga Kuranji ini menjadi bukti nyata bahwa semangat membara Harimau Kuranji akan terus hidup dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa. (*) 

Laporan: Idris
Editor: Zamri Yahya, WU

Antrean Solar Truk di Padang Tak Lagi Mengular di Jalan, Fadly Amran Andalkan QR Code    
Sabtu, Oktober 10, 2026

On Sabtu, Oktober 10, 2026

Antrean Solar Truk di Padang Tak Lagi Mengular di Jalan, Fadly Amran Andalkan QR Code
Wali Kota Padang, Fadly Amran, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Yudi Indra Sani, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait, termasuk unsur kepolisian, TNI, Bank Nagari, Hiswana Migas, dan pengelola SPBU Bandar Buat. (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Antrean panjang truk pengangkut barang yang selama ini mengular di sekitar SPBU Bandar Buat, Kota Padang, mulai ditata melalui penerapan sistem antrean digital. Pemerintah Kota Padang memindahkan lokasi antrean kendaraan ke Tempat Khusus Parkir (TKP) Truk Koto Lalang agar pengisian BBM jenis solar berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman.

Penataan tersebut dilakukan pada Sabtu (10/10/2026) dengan dihadiri Wali Kota Padang, Fadly Amran, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Yudi Indra Sani, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait, termasuk unsur kepolisian, TNI, Bank Nagari, Hiswana Migas, dan pengelola SPBU Bandar Buat.

Fadly Amran mengatakan, pemindahan lokasi antrean menjadi langkah konkret untuk mengurangi kemacetan sekaligus mencegah potensi kecelakaan akibat truk yang menunggu solar di bahu jalan. Menurutnya, antrean kendaraan berat yang meluber ke jalan juga berisiko mengganggu aktivitas ekonomi warga dan pelaku usaha di sekitar SPBU.

"Truk bisa mengantre di fasilitas yang kita sediakan, mereka bisa nyaman di sini. Nanti ketika nomor antreannya ini sudah dipanggil, mereka bisa langsung datang ke SPBU secara digital. Jadi, tidak ada tumpukan antrean di jalan yang membahayakan dan mengganggu aktivitas perekonomian warga setempat," ujar Fadly.

Untuk mendukung ketertiban tersebut, Pemko Padang menerapkan sistem antrean berbasis digital menggunakan kode QR (QR Code) yang diterbitkan melalui sistem Bank Nagari. Setiap sopir mendapatkan kode antrean yang hanya dapat digunakan satu kali dalam periode 24 jam. Mekanisme ini dirancang untuk mempersempit peluang penyalahgunaan nomor antrean serta praktik spekulan atau pelangsiran BBM.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Yudi Indra Sani, menjelaskan bahwa sistem tersebut mengalihkan antrean yang sebelumnya berada di jalan raya ke area parkir khusus. Ia menegaskan, kebijakan ini bukan solusi untuk mengatasi kelangkaan BBM, tetapi merupakan upaya menertibkan lalu lintas dan mengurangi dampak antrean terhadap masyarakat.

"Setiap sopir yang akan mengantre BBM mendapatkan QR yang hanya bisa dipakai satu kali dalam 24 jam. Otomatis sistem ini sudah mengurangi para pelangsir karena nomor antreannya dikeluarkan langsung oleh sistem Bank Nagari dan tidak bisa diperjualbelikan," jelas Yudi.

TKP Truk Koto Lalang memiliki kapasitas statis sekitar 80 unit kendaraan. Melalui pengaturan keluar-masuk kendaraan secara bergantian atau system flow, fasilitas tersebut diproyeksikan mampu melayani antrean hingga 200 kendaraan per hari. Dengan sistem ini, sopir dapat menunggu di lokasi yang disediakan tanpa harus memenuhi bahu jalan atau berhadapan dengan warga dan pemilik usaha di sekitar SPBU.

Penerapan sistem baru ini mendapat sambutan positif dari para sopir truk. Yudi (56), sopir truk angkutan pupuk bersubsidi, mengaku terbantu karena proses menunggu menjadi lebih aman dan tertib. "Sejak adanya antrean di terminal ini, urusan para sopir jadi jauh lebih terbantu dan kami tidak perlu lagi antre di tepi jalan," ungkapnya. Ia berharap fasilitas serupa dapat diterapkan di SPBU lain agar pengisian solar berlangsung lebih teratur.

Fadly Amran menambahkan, digitalisasi layanan publik akan terus didorong sebagai bagian dari peta jalan Padang Smart City, terutama melalui penguatan aspek smart environment, smart government, dan smart society. Pemko Padang berharap sistem antrean digital berbasis QR Code ini dapat direplikasi di lokasi lain sesuai kebutuhan, sehingga penataan lalu lintas, kenyamanan sopir, dan kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Kejar Predikat Juara Umum PORPROV Sumbar 2026, Cabor Karate Kabupaten Solok Siap Kalahkan Keterbatasan!    
Sabtu, Oktober 10, 2026

On Sabtu, Oktober 10, 2026

Kejar Predikat Juara Umum PORPROV Sumbar 2026, Cabor Karate Kabupaten Solok Siap Kalahkan Keterbatasan!
Momentum PORPROV XVI dipandang bukan sekadar ajang kompetisi biasa, melainkan panggung pembuktian atas kerja keras, kebanggaan, dan cita-cita besar mengharumkan nama Kabupaten Solok di tingkat provinsi. (Foto: Oktoryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gemuruh semangat membakar arena latihan cabang olahraga (cabor) Karate Kabupaten Solok. Menjelang perhelatan akbar Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVI Sumatera Barat 2026, kontingen Karate Kabupaten Solok secara resmi memasang target tinggi: membawa pulang gelar Juara Umum demi mengukuhkan dominasi olahraga bela diri daerah ini.

Komitmen besar tersebut disampaikan dalam pertemuan hangat bersama insan pers pada Sabtu (10/10/2026) di Hall GOR Batu Batupang. Hadir dalam acara tersebut deretan pejabat penting daerah, mulai dari Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, para Asisten Setda, hingga pemangku kepentingan olahraga yang bersatu memberikan dukungan penuh.

Meski dihadapkan pada tantangan keterbatasan anggaran, tekad para atlet dan pengurus cabor sama sekali tidak surut. Momentum PORPROV XVI dipandang bukan sekadar ajang kompetisi biasa, melainkan panggung pembuktian atas kerja keras, kebanggaan, dan cita-cita besar mengharumkan nama Kabupaten Solok di tingkat provinsi.

Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menegaskan bahwa jajaran atlet terbaik telah melewati proses pembinaan dan persiapan matang untuk bertanding. Dukungan sinergis dari Pemerintah Kabupaten Solok, jajaran DPRD, serta seluruh lapisan masyarakat menjadi benteng moral yang menguatkan mental para petarung di arena.

Salah satu poin penting yang menjadi sorotan adalah kepastian apresiasi bagi para pahlawan olahraga. Pemerintah Daerah bersama DPRD Kabupaten Solok telah duduk bersama membicarakan skema bonus bagi para atlet yang berhasil mengamankan medali di ajang bergengsi ini.

Meskipun nilai besaran bonus dipatok dengan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah, pemerintah memastikan nilainya akan diberikan secara maksimal. Hal ini dicanangkan sebagai bentuk penghormatan nyata atas keringat dan dedikasi atlet yang berjuang di medan laga.

"Kami ingin memberikan yang maksimal untuk atlet kita, tentu disesuaikan dengan kemampuan anggaran kita. Semoga ini menjadi motivasi tambahan bagi adik-adik kita di arena pertandingan," ujar perwakilan pengurus cabor Karate di sela-sela kegiatan.

Sesuai dengan perencanaan keuangan daerah, pencairan bonus bagi para peraih medali tersebut direncanakan akan dieksekusi pada tahun anggaran 2027 mendatang. Kepastian ini diharapkan memberikan ketenangan fokus bagi para atlet agar dapat tampil all-out tanpa memikirkan hal-hal teknis di luar lapangan. 

Cabor Karate diproyeksikan menjadi salah satu 'lumbung emas' utama yang siap menyumbang poin signifikan bagi kontingen Kabupaten Solok. Dengan semangat "Kita punya rumah, kita punya semangat," para atlet diimbau untuk menjaga sportivitas tinggi dan bertarung habis-habisan demi mengibarkan panji kemenangan daerah. (80) 

Pewarta: Oktryoni
Editor: Zamri Yahya, WU

Bikin Bangga! 12 Atlet Pilihan SOIna Padang Siap Bertarung di Pesonas II 2026 NTT Demi Tiket World Games Santiago      
Sabtu, Oktober 10, 2026

On Sabtu, Oktober 10, 2026

Bikin Bangga! 12 Atlet Pilihan SOIna Padang Siap Bertarung di Pesonas II 2026 NTT Demi Tiket World Games Santiago
Pelepasan resmi 12 atlet Special Olympics Indonesia (SOIna) Kota Padang yang siap bertarung membawa nama Sumatera Barat dalam ajang Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II 2026 di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Semangat keterbukaan dan kepedulian terhadap kesetaraan prestasi olahraga kembali ditunjukkan oleh Pemerintah Kota Padang. Langkah nyata ini dibuktikan melalui pelepasan resmi 12 atlet Special Olympics Indonesia (SOIna) Kota Padang yang siap bertarung membawa nama Sumatera Barat dalam ajang Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II 2026 di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Suasana penuh keharuan dan kebanggaan mewarnai prosesi pelepasan yang berlangsung di Gedung Putih, Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Jumat (9/10/2026). Hadir langsung Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Asisten Administrasi Umum Setdako Padang Corri Saidan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Eka Putra Buhari, Ketua SOIna Kota Padang Sri Hayati Maigus Nasir, jajaran pengurus, serta para orang tua atlet.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan pantang menyerah para atlet bertalenta ini. Ia menegaskan bahwa Pemko Padang memiliki komitmen kuat untuk terus memberikan panggung dan dukungan penuh bagi tumbuh kembang olahraga inklusif serta prestasi atlet penyandang disabilitas intelektual.

Maigus Nasir berpesan kepada seluruh atlet agar senantiasa menjaga kepercayaan diri, disiplin mematuhi arahan pelatih, dan mengobarkan semangat juang terbaik di arena pertandingan pada 14–18 Oktober 2026 mendatang. Dukungan penuh serta doa dari seluruh lapisan masyarakat dan orang tua diyakini akan menjadi pendorong utama menguatkan mental bertanding anak-anak hebat ini.

Apresiasi senada turut disampaikan oleh Ketua SOIna Kota Padang, Sri Hayati Maigus Nasir, atas keberpihakan Pemko Padang terhadap pembinaan atlet berkebutuhan khusus. Sri Hayati berharap sinergi ini terus berjalan berkesinambungan agar para atlet senantiasa memiliki ruang gerak yang luas untuk berlatih, mengasah bakat, dan mengukir prestasi gemilang.

Ke-12 atlet yang diberangkatkan memperkuat kontingen Sumatera Barat ini bukanlah sosok sembarangan. Mereka merupakan para jawara peraih medali emas pada Pekan Special Olympics Daerah (PeSODa) Sumbar 2024, yang akan berlaga di pelbagai cabang olahraga bergengsi seperti atletik, renang, bocce, senam ritmik, hingga tenis meja.

Maigus Nasir menegaskan bahwa terpilihnya anak-anak ini di tingkat nasional adalah bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi. Menurutnya, dengan semangat, ketenangan, dan kekompakan tim, para atlet mampu melampaui segala tantangan serta membuktikan bahwa Kota Padang memiliki potensi luar biasa di panggung nasional.

Ajang Pesonas II 2026 ini bukan hanya sebatas wadah kompetisi olahraga tingkat nasional bagi penyandang disabilitas intelektual. Lebih jauh dari itu, kejuaraan ini menjadi tangga krusial dan batu loncatan utama menuju ajang olahraga internasional kelas dunia, yaitu Special Olympics World Games 2027 yang akan digelar di Santiago, Chile.

Dengan kesiapan fisik dan mental yang matang, 12 atlet SOIna Kota Padang bersiap mengukir sejarah baru di Nusa Tenggara Timur. Pemerintah Kota Padang bersama masyarakat Ranah Minang mendoakan agar seluruh atlet selalu diberikan kesehatan, kelancaran bertanding, serta berhasil mengharumkan nama Sumatera Barat dengan pulang membawa medali kebanggaan. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Bukan Sekadar Seremonial! Momen Ketua DPRD Sumbar Muhidi Tegaskan Sinergi Legislatif-Eksekutif Hadirkan Tata Kelola Bersih    
Sabtu, Oktober 10, 2026

On Sabtu, Oktober 10, 2026

Bukan Sekadar Seremonial! Momen Ketua DPRD Sumbar Muhidi Tegaskan Sinergi Legislatif-Eksekutif Hadirkan Tata Kelola Bersih
Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi yang digelar secara khidmat di Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat, Kamis (8/10/2026). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Komitmen besar untuk mewujudkan birokrasi yang bersih, profesional, dan akuntabel kembali ditegaskan di Ranah Minang. Seluruh jajaran pimpinan daerah se-Sumatera Barat berkumpul dalam Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi yang digelar secara khidmat di Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat, Kamis (8/10/2026).

Langkah strategis ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama seluruh kabupaten/kota serius dalam membentengi tata kelola anggaran daerah dari praktik penyimpangan. Momentum penting ini dihadiri langsung oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) untuk memperkuat arah kebijakan pencegahan korupsi di daerah.

Kehadiran Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Muhidi, M.M., bersama para Kepala Daerah se-Sumbar menegaskan soliditas antara legislatif dan eksekutif. Sinergi ini ditujukan untuk memperketat tata kelola APBD, menjaga integritas para pejabat publik, serta memastikan setiap rupiah anggaran negara benar-benar berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Acara berskala besar ini turut dihadiri oleh pejabat penting dari berbagai instansi pusat dan daerah. Tampak hadir Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah BPKP RI, pejabat Kementerian Dalam Negeri dan KPK RI, Deputi Bidang Hukum dan Penyelesaian Sanggah LKPP Setya Budi Arijanta, serta Kepala Perwakilan Ombudsman Sumbar.

Dari jajaran daerah, tampak hadir secara kompak para bupati, wali kota, wakil bupati, wakil wali kota, Ketua DPRD kabupaten/kota, hingga para Sekretaris Daerah beserta jajaran pejabat eselon II se-Sumatera Barat. Kehadiran seluruh elemen kunci ini mencerminkan tekad bersama dalam membangun sistem pemerintahan daerah yang transparan dan bebas korupsi.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dalam sambutannya menegaskan kembali komitmen Pemprov Sumbar untuk terus menjaga marwah tata kelola pemerintahan. Gubernur menekankan pentingnya menghadirkan pelayanan publik yang bersih, efektif, transparan, serta akuntabel sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Sementara itu, Ketua KPK RI, Komjen Pol. (Purn) Dr. Setyo Budiyanto, menyampaikan bahwa kegiatan koordinasi ini merupakan bagian vital dari upaya pencegahan (prevention). Penguatan pemahaman mengenai regulasi pencegahan tindak pidana korupsi diharapkan dapat membentengi para pejabat daerah dari potensi pelanggaran hukum.

Ketua KPK menekankan agar dokumen komitmen bersama yang telah ditandatangani tidak hanya berhenti di atas kertas, melainkan diterapkan secara konsisten dalam tugas sehari-hari. Fokus utama implementasi tersebut mencakup kepatuhan anggaran, pengadaan barang dan jasa, transparansi mutasi dan rotasi jabatan, hingga kedisiplinan pelaporan LHKPN.

Melalui sinergi erat antara Ketua DPRD Sumbar Muhidi, Pemprov Sumbar, KPK, Kemendagri, dan BPKP, rakor ini diharapkan mampu memantapkan tata kelola pemerintahan Sumatera Barat yang makin maju. Langkah bersama ini menjadi modal berharga dalam menghadirkan iklim investasi yang sehat dan pelayanan masyarakat yang optimal tanpa rasa cemas akan praktik korupsi. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Bukan Sekadar Rendang! Strategi Rahasia Pemko Padang Sulitkan Pesaing Kuliner Demi Masuk Jaringan Kota Kreatif Dunia    
Sabtu, Oktober 10, 2026

On Sabtu, Oktober 10, 2026

Bukan Sekadar Rendang! Strategi Rahasia Pemko Padang Sulitkan Pesaing Kuliner Demi Masuk Jaringan Kota Kreatif Dunia
Langkah besar ini ditegaskan dalam acara Temu Ramah Pelaku Usaha Sektor Gastronomi yang berlangsung hangat di Pangeran Beach Hotel, Jumat (9/10/2026). (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kekayaan kuliner Kota Padang tidak hanya sekadar memanjakan lidah, tetapi kini bersiap menembus panggung Internasional. Langkah besar ini ditegaskan dalam acara Temu Ramah Pelaku Usaha Sektor Gastronomi yang berlangsung hangat di Pangeran Beach Hotel, Jumat (9/10/2026). Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran, Kepala Dinas PMPTSP Kota Padang Fauzan Ibnovi, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, Ketua BPD PHRI Sumbar Rina Pangeran, serta jajaran pimpinan organisasi APINDO, HIPMI, ASITA, KADIN, travel Umrah-Haji, dan para pelaku usaha kuliner lokal.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa momen ini menjadi ruang penting untuk memperkuat sinergi dan komunikasi antara Pemerintah Kota dengan para pelaku usaha. Sektor gastronomi dinilai sebagai salah satu mesin penggerak utama perekonomian daerah yang menyimpan potensi sangat luar biasa. Menurutnya, potensi besar ini tidak hanya datang dari sektor kuliner semata, tetapi juga didukung oleh ekosistem perhotelan serta industri travel umrah dan haji yang terus berkembang pesat di Kota Padang.

Untuk mengoptimalkan peluang emas tersebut, Pemko Padang berkomitmen penuh menciptakan iklim usaha yang kondusif dan sehat. Berbagai langkah konkrit terus disiapkan, mulai dari memberikan kemudahan berinvestasi, meningkatkan kualitas pelayanan perizinan yang ramah bisnis, hingga membenahkan lingkungan dan fasilitas infrastruktur kota. Komitmen ini dihadirkan agar para pengusaha kuliner dapat tumbuh pesat dan berdaya saing tinggi.

Dukungan data mutakhir turut memperkuat optimisme pertumbuhan ekonomi tersebut. Kepala Dinas PMPTSP Kota Padang, Fauzan Ibnovi, mengungkapkan bahwa saat ini tercatat sekitar 20.791 pelaku usaha kuliner aktif di Kota Padang dari berbagai tingkatan skala usaha, mulai dari UMKM hingga usaha besar. Sektor pendukung seperti perhotelan, restoran, dan hiburan pun mencatatkan kenaikan omzet yang sangat signifikan dari tahun ke tahun, di mana pada tahun 2025 lalu total omzetnya berhasil menembus angka fantastis mencapai Rp1,7 triliun.

Tren positif perekonomian Kota Padang diprediksi akan terus melesat hingga akhir tahun. Hingga September 2026, catatan realisasi omzet dari ketiga sektor tersebut sudah menyentuh angka Rp1,3 triliun. Dengan menyisakan tiga bulan terakhir yang biasanya merupakan periode peak season liburan dan akhir tahun, capaian ekonomi Kota Padang pada tahun 2026 ini diyakini mampu melampaui rekor capaian tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, Fauzan juga menyoroti potensi raksasa yang datang dari ceruk pasar keagamaan. Setiap tahunnya, ada sekitar 40 ribu jemaah umrah yang terbang melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Angka lalu lintas jemaah yang sangat besar ini merupakan peluang ekonomi strategis yang siap digarap lebih optimal oleh para pelaku usaha restoran, oleh-oleh, dan perhotelan di Kota Padang.

Di balik melesatnya angka-angka ekonomi tersebut, ada cita-cita besar yang sedang diusung oleh Kota Padang. Wali Kota Fadly Amran membeberkan bahwa Kota Padang saat ini tengah berjuang dalam Seleksi Nasional Tahap II untuk diusulkan sebagai nominasi anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) tahun 2027 di bidang Gastronomi. Fadly mengajak seluruh elemen pengusaha untuk merapatkan barisan dan berkolaborasi aktif demi mewujudkan mimpi besar ini.

Fadly menambahkan, komitmen ini diusung agar pesona kuliner Minang tidak hanya berhenti di level nasional, melainkan mampu memikat pasar global secara berkelanjutan. Ketika Kota Padang resmi terdaftar dalam jaringan kota kreatif dunia versi UNESCO, gerbang kesempatan untuk menggelar pameran gastronomi berskala internasional serta festival global akan terbuka lebar di Kota Padang.

Menutup pertemuan penuh semangat tersebut, Fauzan Ibnovi berharap kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha dapat memperluas peluang investasi baru serta menaikkan kelas kuliner lokal. Sinergi ini diyakini tidak hanya memperkuat posisi Kota Padang sebagai ibu kota kuliner di tingkat nasional, tetapi juga siap mengukuhkan namanya di peta pariwisata dan gastronomi dunia. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU