HEADLINE
Masjid Jangan Sepi! Milad ke-49 BKPRMI Dorong Pemuda Jadi Motor Smart Surau dan Generasi Qurani    
Sabtu, September 19, 2026

On Sabtu, September 19, 2026

Masjid Jangan Sepi! Milad ke-49 BKPRMI Dorong Pemuda Jadi Motor Smart Surau dan Generasi Qurani
Puncak Milad ke-49 Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) tingkat Provinsi Sumatera Barat yang digelar di Aula Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Sabtu (19/9/2026). (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Masjid bukan sekadar tempat ibadah. Di tengah tantangan zaman, masjid juga dituntut menjadi ruang tumbuh bagi pemuda, tempat membangun karakter, memperkuat ilmu agama, sekaligus melahirkan generasi yang mampu memberi manfaat bagi masyarakat.

Semangat itulah yang mengemuka dalam Puncak Milad ke-49 Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) tingkat Provinsi Sumatera Barat yang digelar di Aula Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Sabtu (19/9/2026).

Momentum 49 tahun perjalanan BKPRMI tersebut tidak hanya diisi dengan perayaan organisasi. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat kembali peran pemuda dan remaja agar lebih aktif menghidupkan masjid melalui kegiatan keagamaan, pembinaan generasi muda, serta aktivitas sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Wali Kota Padang Fadly Amran yang hadir sebagai keynote speaker mendorong BKPRMI terus mengambil peran dalam memakmurkan masjid. Ia juga mengajak organisasi pemuda dan remaja masjid memperkuat sinergi dalam membangun generasi yang memiliki kemampuan keagamaan sekaligus karakter yang baik.

“Selamat Milad ke-49 BKPRMI. Semoga momentum ini semakin memperkuat peran BKPRMI dalam memakmurkan masjid, menggerakkan pemuda dan remaja, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Fadly.

Dorongan tersebut sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Smart Surau yang dikembangkan Pemerintah Kota Padang. BKPRMI dinilai memiliki ruang strategis untuk ikut menggerakkan pemuda dan remaja agar semakin aktif menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan positif dan pembinaan keagamaan.

“Semoga BKPRMI terus bersinergi dengan Pemko Padang dalam menguatkan pelaksanaan Smart Surau, sehingga semakin banyak pemuda dan remaja yang aktif di masjid serta berkontribusi dalam kegiatan keagamaan,” katanya.

Tak berhenti pada gerakan memakmurkan masjid, momentum Milad ke-49 BKPRMI Sumbar juga ditandai dengan peluncuran logo Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) tingkat Sumatera Barat. FASI diharapkan menjadi salah satu ruang pembinaan bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan keagamaan sekaligus membangun karakter sejak dini.

“Kami Pemko Padang mendukung penuh pelaksanaan FASI tingkat Sumbar. Semoga kegiatan ini semakin mendorong lahirnya bibit anak soleh dan solehah di Kota Padang,” lanjutnya.

Ketua Umum DPW BKPRMI Sumbar Maisar Setiawan Munaf menegaskan, usia 49 tahun menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan kontribusi pemuda masjid. BKPRMI, katanya, siap terus membina dan menggerakkan generasi muda Sumbar agar aktif memakmurkan masjid.

Menurut Maisar, BKPRMI merupakan organisasi kemasyarakatan yang mewadahi pemuda dan remaja masjid hingga tingkat daerah. Karena itu, keberadaan organisasi tersebut diharapkan terus menjadi bagian dari gerakan membangun generasi Qurani yang memiliki kepedulian sosial dan mampu berkontribusi bagi bangsa.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Puncak Milad ke-49 BKPRMI Sumbar M. Rizki Attani mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas perjalanan BKPRMI selama 49 tahun. Selain itu, momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antarpengurus dan anggota.

Puncak Milad ke-49 BKPRMI Sumbar turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar Adib Alfikri yang mewakili Gubernur Sumbar, Anggota DPRD Sumbar Nurfirmanwansyah, Ketua DPD BKPRMI se-Sumbar, pengurus DMDI Sumbar serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Dari momentum ini, satu pesan menguat: ketika pemuda bergerak dan masjid hidup, pembinaan generasi Qurani memiliki ruang yang semakin luas untuk tumbuh. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Wali Kota Solok Turun Langsung! Kapolres Cup IV Jadi Perburuan Bibit Atlet Menuju Porprov XVI    
Sabtu, September 19, 2026

On Sabtu, September 19, 2026

Wali Kota Solok Turun Langsung! Kapolres Cup IV Jadi Perburuan Bibit Atlet Menuju Porprov XVI
Wali Kota Solok hadir langsung menyaksikan jalannya pertandingan, Sabtu (19/9/2026), menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pembinaan olahraga, termasuk cabang olahraga menembak. (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Masa depan olahraga menembak Kota Solok mulai dipertaruhkan di Lapangan Merdeka. Kejuaraan Menembak Senapan Angin Kaliber 4,5 mm Kapolres Cup Solok Kota IV Tahun 2026 menjadi panggung bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan, sekaligus membuka ruang pencarian bibit potensial menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI Tahun 2026.

Wali Kota Solok hadir langsung menyaksikan jalannya pertandingan, Sabtu (19/9/2026). Kehadiran orang nomor satu di Kota Solok itu menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pembinaan olahraga, termasuk cabang olahraga menembak.

Kejuaraan ini tidak semata-mata berbicara tentang siapa yang paling tepat mengenai sasaran. Di balik persaingan tersebut, ada proses pembinaan yang membutuhkan ketekunan, latihan, disiplin, konsentrasi dan pengalaman bertanding.

Momentum Kapolres Cup IV menjadi semakin penting karena berlangsung menjelang Porprov XVI. Kompetisi seperti ini memberikan kesempatan kepada atlet untuk menguji kemampuan sekaligus memperlihatkan potensi yang mereka miliki dalam suasana pertandingan sesungguhnya.

Pemerintah Kota Solok menilai pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan. Prestasi tidak cukup dibangun melalui satu pertandingan, tetapi membutuhkan ekosistem yang melibatkan pemerintah, kepolisian, organisasi olahraga, pelatih, atlet dan pemangku kepentingan lainnya.

Wali Kota Solok menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan olahraga di Kota Solok. Menurutnya, sinergi seluruh pihak menjadi kunci agar pembinaan dapat berjalan konsisten dan mampu menghasilkan atlet yang berprestasi.

“Sinergi antar seluruh pihak sangat diperlukan agar pembinaan olahraga di Kota Solok dapat berjalan secara berkelanjutan dan menghasilkan prestasi yang membanggakan,” ujar Wali Kota Solok.

Dalam olahraga menembak, kemampuan menjaga fokus menjadi salah satu aspek penting. Atlet dituntut mampu mengendalikan diri, mempertahankan konsentrasi dan menjalankan teknik secara tepat ketika berhadapan dengan sasaran.

Karakter tersebut tidak lahir secara instan. Pengalaman mengikuti kompetisi menjadi bagian dari proses pembentukan mental atlet. Karena itu, kejuaraan seperti Kapolres Cup memiliki fungsi lebih luas sebagai ruang belajar sekaligus mengukur perkembangan kemampuan peserta.

Para atlet pun tampil penuh semangat sepanjang perlombaan. Mereka berusaha memberikan hasil terbaik sembari tetap menjunjung tinggi sportivitas. Setiap sesi pertandingan menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kemampuan dan memperbaiki kekurangan.

Dari kompetisi inilah potensi atlet dapat terus dipetakan dan dikembangkan. Bibit-bibit yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk berkembang diharapkan mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan sehingga mampu bersaing pada level yang lebih tinggi.

Kapolres Cup Solok Kota IV Tahun 2026 pada akhirnya bukan hanya tentang podium dan hasil pertandingan. Lebih jauh, ajang ini menjadi bagian dari proses membangun regenerasi olahraga menembak di Kota Solok.

Dari Lapangan Merdeka, langkah menuju Porprov XVI mulai ditempa. Dengan dukungan pemerintah dan sinergi seluruh pihak, talenta-talenta olahraga Kota Solok diharapkan terus tumbuh, berkembang dan nantinya mampu memperkuat daerah dalam persaingan olahraga tingkat Sumatera Barat. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Fadly Amran Gebrak Limau Manis: 40 Imam Digembleng, Adat dan Agama Diperkuat!    
Sabtu, September 19, 2026

On Sabtu, September 19, 2026

Fadly Amran Gebrak Limau Manis: 40 Imam Digembleng, Adat dan Agama Diperkuat!
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril terlibat pembicaraan serius dengan Wali Kota Padang Fadly Amran disaksikan yang lainnya. (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Penguatan adat dan agama di Kota Padang tak berhenti pada slogan. Pemerintah Kota Padang mulai mendorong langkah konkret melalui penguatan kapasitas imam masjid dan musala, sekaligus menghidupkan kembali peran lembaga adat dalam membina masyarakat. Langkah itu terlihat dalam Pelatihan Imam Masjid/Musala se-Kenagarian Limau Manis dan Muzakarah Ulama yang dibuka Wali Kota Padang Fadly Amran, Sabtu (19/9/2026).

Bertempat di Aula PLB Kampus IV Universitas Negeri Padang (UNP), Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, kegiatan ini mempertemukan unsur pemerintah, KAN, ulama, imam masjid dan musala, serta unsur Forkopimca. Bukan sekadar forum seremonial, kegiatan tersebut diarahkan menjadi ruang peningkatan kualitas sekaligus penguatan sinergi kehidupan adat dan keagamaan di tengah masyarakat.

Sebanyak 40 imam mengikuti pelatihan yang digelar selama dua hari, 19–20 September 2026. Hari pertama difokuskan pada pelatihan imam masjid dan musala, sementara hari kedua dilanjutkan dengan Muzakarah Ulama yang mengangkat pembahasan mengenai tradisi Manujuh, 40 dan 100 Hari.

Wali Kota Padang Fadly Amran memberikan apresiasi terhadap inisiatif Kerapatan Adat Nagari (KAN) Limau Manis. Menurutnya, peningkatan kualitas imam menjadi bagian penting dalam memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat karena imam bersentuhan langsung dengan jamaah dan kehidupan sosial di lingkungannya.

“Kegiatan ini merupakan implementasi Program Unggulan (Progul) Sinergi Nagari, aktivasi Optimalisasi Peran Tungku Tigo Sajarangan Dalam Pemberdayaan Masyarakat. Kami berharap kegiatan ini menjadi motivasi bagi KAN lainnya di Kota Padang,” ujar Fadly Amran.

Tak hanya berbicara tentang peningkatan kapasitas imam, Fadly juga menegaskan dukungan pemerintah terhadap penguatan lembaga adat. Ia menyebut Pemko Padang bersama DPRD Kota Padang telah mengesahkan Perda Nomor 5 Tahun 2026 tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai-Nilai Budaya Minangkabau.

Perda tersebut menjadi payung hukum bagi pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian adat dan budaya Minangkabau. Fadly menilai keberadaan regulasi tersebut penting agar kehidupan bernagari dan nilai-nilai adat tetap memiliki ruang di tengah dinamika masyarakat perkotaan.

“Selain mendukung berbagai kegiatan adat dan budaya Minangkabau, Perda ini pada hakikatnya kami hadirkan untuk memperkuat jati diri kita sebagai masyarakat adat. Kita berharap, meskipun berada dalam lingkungan perkotaan, khazanah kehidupan bernagari tetap terpelihara,” tegasnya.

Ketua KAN Limau Manis Zulkifli Dt Rajo Gumayang menilai peningkatan kualitas imam merupakan kebutuhan penting di tengah masyarakat. Imam tidak hanya berperan dalam memimpin salat berjamaah, tetapi juga memiliki posisi strategis dalam menciptakan kenyamanan dan kekhusyukan jamaah dalam menjalankan ibadah.

Sementara itu, Ketua Panitia Wardas Tanjung menyampaikan apresiasi kepada Pemko Padang atas lahirnya Perda Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai-Nilai Budaya Minangkabau. Menurutnya, regulasi tersebut menjadi angin segar bagi penguatan marwah lembaga adat dan niniak mamak di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 19 dan 20 September 2026. Hari pertama pelatihan imam masjid/musala dan hari kedua muzakarah ulama. Untuk pelatihan imam masjid/musala ini diikuti sebanyak 40 orang,” kata Wardas.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Camat Pauh Yandry, Ketua KAN Limau Manis Zulkifli Datuak Rajo Gumayang, Ketua Panitia Wardas Tanjung, unsur Forkopimca Kecamatan Pauh, serta imam masjid dan musala se-Kenagarian Limau Manis.

Bagi Pemko Padang, penguatan adat dan agama menjadi bagian dari upaya menjaga identitas masyarakat di tengah perubahan zaman. Melalui Sinergi Nagari dan optimalisasi peran Tungku Tigo Sajarangan, pemerintah mendorong agar adat, agama dan kehidupan bermasyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling menguatkan untuk menjaga nilai-nilai Minangkabau tetap hidup di Kota Padang. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Jelang Musda IX LKAAM Padang, Hendri Yazid Rangkul Tokoh Adat: Jangan Sampai Beda Pilihan Putus Silaturahmi    
Sabtu, September 19, 2026

On Sabtu, September 19, 2026

Jelang Musda IX LKAAM Padang, Hendri Yazid Rangkul Tokoh Adat: Jangan Sampai Beda Pilihan Putus Silaturahmi
Silaturahmi dan tatap muka yang digelar di Kaffe Alta, Jalan Kampuang Lalang, By Pass, Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Sabtu (19/9/2026), berlangsung dalam suasana kekeluargaan. (Foto: Novrianto Ucok). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) IX Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Padang, Dr. H. Hendri Yazid, S.Pd.I., MM., Dt. Rajo Diguci, membangun komunikasi dengan sejumlah tokoh adat serta jajaran LKAAM dan Kerapatan Adat Nagari (KAN) se-Kota Padang.

Silaturahmi dan tatap muka yang digelar di Kaffe Alta, Jalan Kampuang Lalang, By Pass, Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Sabtu (19/9/2026), berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Pertemuan menjadi ruang bagi Hendri untuk menyerap langsung pandangan, masukan dan harapan para pemangku adat terkait masa depan kelembagaan adat di Kota Padang.

Dalam tahapan Musda IX yang akan menentukan kepengurusan LKAAM Kota Padang periode 2026-2031, Hendri Yazid diketahui telah mendaftarkan diri sebagai calon Ketua LKAAM Kota Padang. Namun, ia menegaskan silaturahmi tersebut tidak semata-mata berbicara soal pencalonan, melainkan bagian dari upaya memperkuat hubungan antarpemangku adat.

Menurut Hendri, LKAAM dan KAN memiliki posisi penting dalam menjaga nilai-nilai adat Minangkabau, memperkuat hubungan sosial serta melakukan pembinaan terhadap anak kemenakan. Karena itu, berbagai persoalan adat dan sosial perlu dibicarakan melalui komunikasi terbuka serta mengedepankan musyawarah dan mufakat.

“Silaturahmi ini kita laksanakan sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi dan mempererat hubungan dengan jajaran LKAAM dan KAN se-Kota Padang. Masukan dari para tokoh adat sangat penting untuk melihat bagaimana kelembagaan adat ke depan dapat semakin kuat dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Hendri.

Ia menilai perkembangan zaman menghadirkan tantangan baru bagi kelembagaan adat. Nilai-nilai luhur Minangkabau seperti adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah (ABS-SBK), musyawarah, gotong royong serta penghormatan terhadap niniak mamak harus tetap dijaga, namun penerapannya juga perlu mampu menjawab kebutuhan masyarakat masa kini.

“Adat harus tetap hidup dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kita harus mampu menjembatani nilai-nilai adat dengan kebutuhan masyarakat hari ini. Generasi muda harus dirangkul dan diberikan ruang agar mereka mengenal, memahami dan ikut melestarikan adat serta budaya Minangkabau,” katanya.

Hendri juga menekankan pentingnya memperkuat LKAAM dan KAN agar tidak sekadar hadir dalam kegiatan seremonial. Menurutnya, kelembagaan adat harus mampu menjadi ruang bersama untuk membicarakan berbagai persoalan masyarakat serta mendorong penyelesaian melalui dialog dan musyawarah.

“LKAAM dan KAN harus menjadi ruang bersama untuk membangun komunikasi. Kalau komunikasi berjalan dengan baik, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat dibicarakan dengan mengedepankan musyawarah dan mencari solusi bersama,” tuturnya.

Di tengah dinamika menuju Musda IX, Hendri mengingatkan agar perbedaan pandangan maupun pilihan tidak menjadi alasan untuk merenggangkan hubungan antarsesama pemangku adat. Ia berharap seluruh tahapan Musda berjalan tertib, aman dan tetap mengedepankan suasana kekeluargaan.

“Kita tidak ingin perbedaan pilihan atau pandangan menjadi alasan untuk memutus silaturahmi. Justru melalui silaturahmi dan dialog, kita bisa saling memahami, saling memberikan masukan dan bersama-sama mencari jalan terbaik untuk kemajuan kelembagaan adat di Kota Padang,” tegasnya.

Hendri berpandangan, siapa pun yang nantinya mendapat amanah dalam kepengurusan LKAAM Kota Padang periode 2026-2031 akan menghadapi tanggung jawab yang sama, yakni menjaga marwah adat, memperkuat kelembagaan, merangkul generasi muda dan memperhatikan kepentingan anak kemenakan.

“Yang paling utama adalah persatuan. Kita boleh berbeda pandangan dalam proses organisasi, tetapi setelah seluruh proses selesai, kita tetap satu keluarga besar masyarakat adat. Kepentingan bersama dan kepentingan anak kemenakan harus menjadi perhatian kita,” ujarnya.

Ia pun berharap silaturahmi dengan jajaran LKAAM, KAN, niniak mamak, tokoh masyarakat dan generasi muda terus dibangun. Bagi Hendri, kekuatan adat tidak hanya ditentukan oleh struktur organisasi, tetapi oleh kebersamaan seluruh pemangku adat dalam menjaga nilai Minangkabau agar tetap hidup, relevan dan memberi manfaat bagi masyarakat Kota Padang. (Novrianto Ucox) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Nelayan Terpuruk Pascabencana, Pemko Padang Gerak Cepat: 19 Perahu, 19 Mesin dan 724 Jaring Disalurkan    
Sabtu, September 19, 2026

On Sabtu, September 19, 2026

Nelayan Terpuruk Pascabencana, Pemko Padang Gerak Cepat: 19 Perahu, 19 Mesin dan 724 Jaring Disalurkan
Dinas Perikanan dan Pangan menyerahkan bantuan sarana penangkapan ikan dalam jumlah besar kepada nelayan terdampak, Sabtu (19/9/2026). (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Setelah terpukul bencana pada November 2025, nelayan di Kecamatan Padang Utara kini mendapat angin segar untuk kembali menghidupkan aktivitas melaut. Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Perikanan dan Pangan menyerahkan bantuan sarana penangkapan ikan dalam jumlah besar kepada nelayan terdampak, Sabtu (19/9/2026).

Bantuan tersebut diserahkan di Lapangan Voli Universitas Bung Hatta, Ulak Karang, dengan total 19 unit perahu fiber, 19 unit mesin tempel 15 PK, dan 724 unit jaring penangkap ikan. Sarana ini ditujukan untuk membantu nelayan memulihkan aktivitas usaha sekaligus memperkuat kembali sumber penghasilan keluarga.

Bagi nelayan, perahu dan mesin bukan sekadar peralatan kerja. Keduanya menjadi modal utama untuk kembali melaut setelah bencana mengganggu aktivitas mereka. Karena itu, bantuan yang diserahkan Pemko Padang diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pesisir.

Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, M. Dwi Richie, mengatakan penyerahan bantuan tersebut merupakan bagian dari program unggulan Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir melalui Padang Melayani, sekaligus bagian dari penanganan pascabencana.

“Pada hari ini kita melaksanakan penyerahan bantuan dari Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Perikanan dan Pangan berupa perahu fiber sebanyak 19 unit, mesin tempel sebanyak 19 unit, dan jaring sebanyak 724 unit,” ujar Dwi Richie.

Menurutnya, bantuan tersebut harus dimanfaatkan secara optimal oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) penerima. Pemerintah berharap sarana yang diberikan dapat membantu mengurangi beban nelayan sekaligus menjadi penopang untuk kembali meningkatkan aktivitas ekonomi setelah bencana November 2025.

“Kepada KUB penerima, diharapkan sesuai dengan arahan Bapak Wali Kota untuk memanfaatkan sebaik mungkin bantuan yang telah diterima sehingga dapat meringankan beban pada saat pascabencana yang lalu,” katanya.

Distribusi perahu fiber dan mesin tempel menyasar empat kelurahan di Kecamatan Padang Utara. Ulak Karang Utara menerima tiga unit, Ulak Karang Selatan lima unit, Kampung Lapai dua unit, dan Kampung Olo satu unit, dengan bantuan sarana lainnya disalurkan kepada kelompok nelayan penerima sesuai program.

Lurah Ulak Karang Utara, Saringat, menyambut bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Ia berharap bantuan perahu dan mesin dapat menjadi pengungkit pendapatan warga di empat kelurahan penerima.

“Alhamdulillah kami pada hari ini warga menerima bantuan pascabencana, yaitu berupa kapal fiber dan mesin tempel. Kami mewakili warga masyarakat dari empat kelurahan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang,” ujar Saringat.

Menurut Saringat, bantuan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi sehari-hari. Ia berharap sarana yang diterima dapat digunakan secara maksimal sehingga pendapatan warga kembali meningkat dan kebutuhan keluarga dapat terpenuhi.

Perwakilan Kelompok Nelayan Hasil Family Ulak Karang, Danil Saputra, juga menyampaikan apresiasi kepada Pemko Padang dan Dinas Perikanan dan Pangan. Ia menyebut bantuan perahu fiber beserta mesin 15 PK sangat membantu nelayan terdampak untuk kembali menjalankan aktivitas melaut.

“Bantuan yang kita terima ini sangat bermanfaat dan membantu pihak nelayan yang terdampak bencana kemarin. Semoga ini lebih dapat meningkatkan hasil tangkapan dari pihak nelayan, khususnya di Ulak Karang,” kata Danil.

Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi solusi pemulihan pascabencana, tetapi juga menjadi pijakan bagi nelayan untuk kembali produktif. Dengan sarana melaut yang memadai, Pemko Padang berharap roda ekonomi masyarakat pesisir kembali bergerak dan kesejahteraan nelayan terus meningkat melalui program Padang Melayani. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Kabut Asap Ganggu Solok, Daswippetra Bagikan 20 Ribu Masker untuk Warga dan Pelajar    
Sabtu, September 19, 2026

On Sabtu, September 19, 2026

Kabut Asap Ganggu Solok, Daswippetra Bagikan 20 Ribu Masker untuk Warga dan Pelajar
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Daswippetra, Dt Mjj Alam, bergerak dengan menyalurkan 20 ribu masker bagi masyarakat dan pelajar di Kota dan Kabupaten Solok. (Foto: Novrianto). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Barat mulai mengusik aktivitas masyarakat. Di tengah kondisi udara yang memburuk, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Daswippetra, Dt Mjj Alam, bergerak dengan menyalurkan 20 ribu masker bagi masyarakat dan pelajar di Kota dan Kabupaten Solok.

Bantuan tersebut tidak hanya menyasar masyarakat umum. Dari total 20 ribu masker, sebanyak 10 ribu telah dibagikan kepada warga, sedangkan 10 ribu lainnya disalurkan ke sekolah-sekolah untuk membantu melindungi para pelajar dari paparan udara yang kurang baik.

Langkah itu menjadi perhatian di tengah kekhawatiran terhadap dampak kabut asap terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat. Terlebih, anak-anak harus tetap menjalani kegiatan pendidikan meski kondisi udara di sejumlah wilayah belum sepenuhnya membaik.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya melaporkan adanya sebaran asap di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Sumatera Barat. Kondisi atmosfer yang relatif kering pada musim kemarau juga dapat meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan serta memperluas sebaran asap.

Kabut asap bukan sekadar persoalan jarak pandang. Kualitas udara yang menurun juga dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan mengganggu berbagai aktivitas, termasuk transportasi. Kelompok rentan seperti anak-anak menjadi salah satu pihak yang membutuhkan perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk.

Situasi tersebut bahkan telah memengaruhi aktivitas pendidikan di Kabupaten Solok Selatan. Pada 17 September 2026, pemerintah daerah mengambil kebijakan penyesuaian pembelajaran setelah kualitas udara terdampak kabut asap selama beberapa pekan dan ISPU dilaporkan berada pada kategori tidak sehat.

Dalam kebijakan itu, pembelajaran PAUD dan TK diliburkan. Sementara siswa SD dan SMP diarahkan mengikuti pembelajaran dari rumah pada 18–19 September 2026 untuk mengurangi aktivitas anak-anak di tengah kondisi udara yang kurang baik.

Daswippetra mengatakan kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap masyarakat tidak bisa hanya menunggu persoalan semakin besar. Menurutnya, wakil rakyat perlu hadir ketika masyarakat menghadapi situasi yang berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari.

“Kita melihat sendiri bagaimana kabut asap mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu, saya terpanggil untuk melakukan sesuatu yang bisa langsung membantu masyarakat,” ujar Daswippetra.

Ia mengakui masker bukan solusi untuk mengatasi sumber persoalan kabut asap. Namun, menurutnya, masker dapat menjadi salah satu ikhtiar sederhana untuk membantu masyarakat mengurangi paparan ketika harus beraktivitas di luar rumah.

“Anak-anak kita harus tetap belajar, tetapi kesehatan mereka jangan sampai dikorbankan. Masker ini salah satu ikhtiar sederhana untuk memberikan perlindungan,” katanya.

Daswippetra berharap 20 ribu masker tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat dan pelajar, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Ia juga mengimbau warga memperhatikan perkembangan kualitas udara, mengurangi aktivitas di luar rumah ketika udara memburuk, serta menggunakan masker jika memang harus keluar.

“Kita tentu berharap kondisi ini segera membaik. Bantuan ini mungkin sederhana, tetapi mudah-mudahan bisa membantu masyarakat dan menjadi bentuk kepedulian kita terhadap kondisi yang sedang mereka hadapi,” ujarnya. Ia berharap pemerintah terus melakukan pemantauan dan mengambil langkah yang diperlukan agar dampak kabut asap terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat dapat diminimalkan. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Ijazah Saja Tak Cukup! Pemerintah Gebrak Akses Kerja untuk Mahasiswa dan Alumni    
Sabtu, September 19, 2026

On Sabtu, September 19, 2026

Ijazah Saja Tak Cukup! Pemerintah Gebrak Akses Kerja untuk Mahasiswa dan Alumni
Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi saat menghadiri Sosialisasi Program Kemnaker di Unsoed, Purwokerto, Jumat (18/9/2026). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dunia pendidikan kini dituntut tidak berhenti pada pencapaian akademik. Tantangan berikutnya adalah memastikan mahasiswa dan alumni memiliki akses yang lebih luas menuju dunia kerja. Langkah konkret ke arah itu tengah disiapkan melalui penguatan sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah perpanjangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Kerja sama tersebut diarahkan agar berbagai program ketenagakerjaan dapat semakin mudah diakses mahasiswa maupun alumni.

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Sosialisasi Program Kemnaker di Unsoed, Purwokerto, Jumat (18/9/2026). Ia menegaskan, perpanjangan MoU menjadi salah satu agenda penting yang perlu segera ditindaklanjuti.

Menurut Cris, kerja sama tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi dokumen administratif. MoU perlu menjadi landasan untuk menjalankan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan mahasiswa dan alumni, mulai dari informasi pasar kerja hingga fasilitasi kesempatan kerja.

Program yang dapat dikembangkan mencakup peningkatan kompetensi, pemagangan, penyediaan informasi pasar kerja, serta berbagai bentuk fasilitasi penempatan tenaga kerja. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dibekali pengetahuan akademik, tetapi juga dipersiapkan menghadapi tuntutan nyata dunia kerja.

Di sisi lain, penguatan tracer study dinilai memiliki peran penting. Data mengenai lulusan setelah menyelesaikan pendidikan dapat menjadi gambaran apakah kompetensi yang diperoleh selama kuliah telah sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Informasi seperti masa tunggu mendapatkan pekerjaan, kesesuaian bidang pendidikan dengan pekerjaan, hingga kebutuhan kompetensi di dunia industri dapat menjadi bahan penting dalam menyusun kebijakan. Data tersebut juga dapat digunakan untuk merancang program pengembangan kompetensi dan penempatan tenaga kerja yang lebih tepat sasaran.

Mahasiswa dan alumni juga didorong memanfaatkan ekosistem SIAPkerja. Berbagai layanan di dalamnya menyediakan akses terhadap kebutuhan ketenagakerjaan, sehingga lulusan tidak harus bergerak sendiri ketika memasuki persaingan dunia kerja.

Layanan yang tersedia antara lain Karirhub untuk informasi lowongan kerja, Skillhub untuk pengembangan keterampilan, Maganghub untuk akses pemagangan, Sertifhub untuk sertifikasi, serta Bizhub yang mendukung pengembangan kewirausahaan. Kehadiran berbagai layanan tersebut membuka lebih banyak jalur bagi mahasiswa dan alumni untuk meningkatkan kesiapan kerja.

Cris menekankan bahwa keberhasilan kerja sama tidak cukup hanya dengan menandatangani MoU. Komunikasi, konsolidasi, serta penyamaan arah antara kedua institusi menjadi faktor penting agar program yang telah disepakati benar-benar berjalan dan memberikan dampak.

Karena itu, program prioritas perlu ditentukan secara jelas dengan mempertimbangkan kebutuhan mahasiswa, alumni, serta dinamika pasar kerja. Sinergi yang kuat diharapkan mampu mempertemukan kebutuhan dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

“Ke depan, komunikasi dan sinergi antara Kemnaker dan Unsoed diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat, khususnya dalam mendukung kesiapan mahasiswa dan alumni menghadapi kebutuhan dunia kerja,” kata Cris. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU