HEADLINE
Marsekal Muda Budhi Achmadi Gelar Syukuran Pernikahan Perak Secara Sederhana    
Minggu, Mei 17, 2026

On Minggu, Mei 17, 2026

Marsekal Muda Budhi Achmadi Gelar Syukuran Pernikahan Perak Secara Sederhana
Marsekal Muda TNI Budhi Achmadi bersama sang istri, Lulu Achmadi, merayakan hari jadi pernikahan ke-25. (Foto: Husnie). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Marsekal Muda TNI Budhi Achmadi bersama sang istri, Lulu Achmadi, merayakan hari jadi pernikahan ke-25 dalam suasana hangat dan sederhana bersama keluarga serta para sahabat dekat.

Perayaan yang berlangsung penuh keakraban itu digelar secara sederhana sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan rumah tangga seperempat abad yang telah mereka jalani bersama.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, Budhi dan Lulu tampak menikmati momen kebersamaan dengan para tamu undangan yang terdiri dari keluarga besar, sahabat lama, hingga rekan dekat.

Meski digelar tanpa kemewahan berlebihan, acara tersebut berlangsung hangat dan penuh kesan. Para tamu turut memberikan doa dan ucapan selamat atas keharmonisan rumah tangga pasangan tersebut yang telah melewati berbagai dinamika kehidupan selama 25 tahun.

Momentum ulang tahun pernikahan itu juga menjadi ajang silaturahmi dan reuni kecil bersama para sahabat yang selama ini dekat dengan keluarga Budhi Achmadi.

Sejumlah tamu mengaku terkesan dengan konsep acara yang sederhana namun sarat makna kekeluargaan dan persahabatan.

Budhi Achmadi menyampaikan rasa syukur atas perjalanan rumah tangga yang telah dilalui bersama sang istri. Ia berharap kebersamaan dan keharmonisan keluarga tetap terjaga hingga akhir hayat.

"Yang terpenting adalah rasa syukur, kebersamaan keluarga, dan persahabatan yang tetap terjalin baik," ujarnya, Sabtu (16/5).

Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama sebagai simbol harapan agar rumah tangga Budhi dan Lulu Achmadi terus dilimpahi kebahagiaan serta keberkahan. (Husnie)

Modus Janjikan Pasok Beras, Warga Solok Kota Rugi Rp11,5 Juta Akibat Dugaan Penggelapan    
Minggu, Mei 17, 2026

On Minggu, Mei 17, 2026

Modus Janjikan Pasok Beras, Warga Solok Kota Rugi Rp11,5 Juta Akibat Dugaan Penggelapan
Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Solok Kota berhasil mengungkap kasus dugaan penggelapan uang pembelian beras yang merugikan korban sebesar Rp11.550.000. (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kepercayaan dalam transaksi jual beli beras justru berujung kerugian besar bagi seorang warga di wilayah Solok Kota. Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Solok Kota berhasil mengungkap kasus dugaan penggelapan uang pembelian beras yang merugikan korban sebesar Rp11.550.000. Seorang warga Kabupaten Solok pun telah ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan untuk pertanggungjawaban hukum.

Pengungkapan kasus ini dilakukan setelah penyidik menerima laporan resmi dari pihak korban dan melengkapi persyaratan pembuktian, pada Rabu (13/5/2026). Tersangka berinisial E.P. (31), yang bekerja sebagai pegawai swasta dan beralamat di Jorong Subarang, Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, kini harus berurusan dengan hukum atas perbuatannya.

Kapolres Solok Kota, AKBP Mas’ud Ahmad, melalui Kasat Reskrim, Iptu Dasluky Okyusran, membenarkan proses hukum yang telah dijalankan terhadap tersangka. Penanganan kasus ini didasari Laporan Polisi Nomor LP/B/24/V/2026/SPKT/Polres Solok Kota/Polda Sumbar.

"Berdasarkan bukti-bukti yang kami peroleh, tersangka kami sangka melanggar Pasal 486 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait tindak pidana penggelapan," tegas Iptu Dasluky.

Kejadian bermula pada pertengahan November 2025, ketika korban meminta bantuan tersangka untuk mencarikan pasokan beras sebanyak 4 ton. Saat itu, tersangka bersedia memenuhi permintaan tersebut dan langsung mengantarkan 1,87 ton beras. Transaksi awal berjalan lancar, dan korban pun membayarnya secara tunai sebesar Rp21 juta.

Merasa percaya atas pelayanan yang diberikan, korban kembali menyerahkan uang tunai senilai Rp39 juta kepada tersangka sebagai pembayaran di muka untuk pasokan 3 ton beras berikutnya. Namun, masalah mulai terlihat saat penyerahan barang tahap kedua. Tersangka hanya mengirimkan 300 kilogram beras dengan alasan stok yang tersedia belum kering. Ia juga meminta korban menjemput sendiri 1 ton beras di rumah seorang saksi berinisial M alias B.

Secara keseluruhan, korban baru menerima 3,23 ton beras dari total 4 ton yang telah dipesan dan dibayar lunas. Pada 19 November 2025, korban sempat membuat kwitansi penyerahan uang senilai Rp60 juta sebagai bukti sah pembayaran transaksi tersebut.

Masalah memuncak ketika korban menagih sisa pasokan beras yang belum diserahkan, yakni sebanyak 770 kilogram. Alih-alih mendapatkan barang pesanan, korban justru mendapati nomor telepon tersangka sudah tidak bisa dihubungi. Upaya mendatangi kediaman tersangka pada 9 Desember 2025 pukul 15.00 WIB juga sia-sia, karena rumah terkunci dan tidak ada penghuni.

Hasil pengembangan penyidikan mengungkap fakta mengejutkan. Di bawah pemeriksaan, tersangka mengakui bahwa uang sisa pembayaran sebesar Rp11.550.000 yang seharusnya digunakan untuk memenuhi pesanan beras, justru telah digunakan sepenuhnya untuk melunasi utang pribadinya.

"Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, menyita barang bukti berupa dokumen kwitansi transaksi, dan melakukan penangkapan setelah status tersangka ditetapkan. Saat ini pelaku sudah berada di tahanan Rutan Polres Solok Kota guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut," tambah Kasat Reskrim.

Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat. Pihak kepolisian mengimbau warga untuk lebih waspada dan teliti saat melakukan transaksi jual beli, terutama yang melibatkan nilai uang besar. Masyarakat diingatkan agar selalu memastikan kejelasan identitas mitra transaksi, kelengkapan bukti tertulis, serta mekanisme penyerahan barang yang aman dan terpercaya, guna menghindari kerugian akibat tindak pidana serupa.(80)

Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah sebagai Penghormatan terhadap Perjuangan Pekerja    
Minggu, Mei 17, 2026

On Minggu, Mei 17, 2026

Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah sebagai Penghormatan terhadap Perjuangan Pekerja
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan pekerja Indonesia. (Foto: Aditya). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan pekerja Indonesia sekaligus pengingat pentingnya perlindungan dan penghormatan terhadap hak-hak pekerja. Peresmian dilakukan di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Dalam sambutannya, Presiden mengatakan museum tersebut didedikasikan untuk mengenang perjuangan kaum buruh di Indonesia. Menurutnya, keberadaan museum buruh merupakan peristiwa yang langka dan memiliki makna penting dalam perjalanan sejarah bangsa.

"Museum ini didirikan sebagai lambang, sebagai simbol dan sebagai tonggak peringatan untuk memperingati keberanian seorang pejuang, pejuang muda, seorang pejuang perempuan yang berjuang untuk hak-hak kaum buruh," ucap Presiden Prabowo.

Presiden lebih lanjut mengatakan, perjuangan Marsinah merupakan simbol perjuangan masyarakat kecil dan mereka yang berada dalam posisi lemah, baik secara ekonomi maupun kekuasaan.

Presiden mengatakan, peristiwa yang menimpa Marsinah seharusnya tidak perlu terjadi karena Indonesia dibangun di atas falsafah Pancasila yang menjunjung nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyinggung nilai kekeluargaan dalam Pancasila yang mengajarkan bahwa pihak yang kuat harus membantu yang lemah, serta seluruh elemen masyarakat memiliki kedudukan yang sama sebagai anak bangsa.

“Buruh adalah anak-anak bangsa, petani adalah anak-anak bangsa, nelayan adalah anak-anak bangsa. Semuanya,” katanya.

Presiden pun berharap peristiwa yang dialami Marsinah tidak terulang kembali di masa mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga mengungkapkan bahwa gagasan pendirian Museum Marsinah berawal dari aspirasi kalangan buruh yang mengusulkan agar Marsinah ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Menurut Presiden, para pimpinan serikat pekerja sepakat mengusulkan nama Marsinah sebagai tokoh perjuangan buruh yang layak mendapatkan penghormatan dari negara.

Usai peresmian, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan bahwa Museum Marsinah berfungsi sebagai ruang edukasi yang mendokumentasikan arsip sejarah ketenagakerjaan, termasuk perjuangan penetapan upah minimum, hak cuti hamil, serta hak berserikat. Museum ini juga diharapkan menjadi pusat studi hukum ketenagakerjaan bagi generasi pekerja baru.

Ia menambahkan, keberadaan museum tersebut juga menjadi pengingat penting mengenai perlindungan hak asasi pekerja, baik bagi penegak hukum maupun dunia usaha agar tragedi kekerasan terhadap pekerja yang sedang memperjuangkan hak-haknya tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir, antara lain, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, serta Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat. Hadir pula Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, serta pimpinan Konfederasi/Federasi Serikat Pekerja (SP), International Labour Organization (ILO), ATUC, dan ITUC. (aditya)

Gubernur Mahyeldi: Alek Anak Nagari Perkuat Karakter dan Jaga Warisan Budaya Minangkabau    
Minggu, Mei 17, 2026

On Minggu, Mei 17, 2026

Gubernur Mahyeldi: Alek Anak Nagari Perkuat Karakter dan Jaga Warisan Budaya Minangkabau
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menghadiri sekaligus membuka Iven Alek Anak Nagari Bukittinggi 2026 di Lapangan Kantin Wirabraja, Kota Bukittinggi, Sabtu (16/5/2026). (Foto: Adpim). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menghadiri sekaligus membuka Iven Alek Anak Nagari Bukittinggi 2026 di Lapangan Kantin Wirabraja, Kota Bukittinggi, Sabtu (16/5/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya dan permainan tradisional Minangkabau di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menegaskan Alek Anak Nagari bukan sekadar hiburan rakyat, tetapi juga ruang memperkuat identitas budaya dan nilai-nilai kebersamaan masyarakat Minangkabau yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.

Menurutnya, permainan tradisional memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak melalui nilai sportivitas, gotong royong, kreativitas, keberanian, dan kerja sama sosial.

“Permainan tradisional bukan hanya warisan budaya, tetapi juga sarana membangun karakter generasi muda. Nilai kebersamaan, kejujuran, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya lokal tumbuh melalui permainan rakyat yang diwariskan turun-temurun,” ujar Mahyeldi.

Ia menyebut dominasi penggunaan smartphone membuat berbagai permainan tradisional seperti galah panjang, congkak, lompat tali, sepak tekong, hingga mancik-mancik mulai jarang dimainkan anak-anak. 

Padahal, permainan rakyat memiliki keterkaitan erat dengan filosofi hidup masyarakat Minangkabau yang menjadikan alam sebagai sumber pembelajaran, sebagaimana tercermin dalam pepatah “alam takambang jadi guru”.

“Dahulu anak-anak belajar dari alam dan lingkungan sekitar. Semua yang ada di alam seperti kayu, batu, rotan, hingga tali dapat menjadi media permainan sekaligus pembelajaran kehidupan,” katanya.

Mahyeldi juga menyinggung momentum satu abad Jam Gadang sebagai simbol kebanggaan masyarakat Sumbar sekaligus saksi perjalanan sejarah daerah. 

Ia berharap peringatan tersebut menjadi momentum memperkuat identitas budaya serta mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat.

“Peringatan satu abad Jam Gadang harus menjadi momentum untuk memperkuat budaya daerah serta menggerakkan pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat,” ungkapnya.

Pemprov Sumbar, lanjut Mahyeldi, terus mendorong pelestarian permainan anak nagari melalui festival budaya, penguatan edukasi budaya di sekolah, pemanfaatan media sosial, serta revitalisasi ruang terbuka sebagai sarana bermain anak.

Sementara itu, Wakil Walikota Bukittinggi, Ibnu Asis mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumbar terhadap penyelenggaraan Alek Anak Nagari sebagai ruang edukasi budaya bagi generasi muda.

Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan budaya lokal sekaligus menanamkan nilai kebersamaan, disiplin, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya daerah di tengah perkembangan era digital.

“Kami berharap Alek Anak Nagari dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda rutin Kota Bukittinggi,” ujar Ibnu Asis.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Sumbar Nurna Eva Karmila, unsur Forkopimda, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, kepala sekolah, serta peserta Alek Anak Nagari dari perwakilan pelajar se-Kota Bukittinggi. (adpsb/rmz/bud)

Dolas AS Naik, Rupiah Melemah, Prabowo: Yang Pusing Itu yang Suka ke Luar Negeri    
Minggu, Mei 17, 2026

On Minggu, Mei 17, 2026

Dolas AS Naik, Rupiah Melemah, Prabowo: Yang Pusing Itu yang Suka ke Luar Negeri
Presiden Prabowo Subianto mengatakan pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS yang telah tembus Rp17.600 hanya dirasakan oleh masyarakat yang suka ke luar negeri. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Presiden Prabowo Subianto mengatakan pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS yang telah tembus Rp17.600 hanya dirasakan oleh masyarakat yang suka ke luar negeri.

Kepala negara itu menyebut masyarakat desa tidak perlu terlalu memikirkan kurs Dolar AS karena aktivitas mereka tidak bergantung pada mata uang asing.

“Mau Dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa nggak pake Dolar. Yang pusing itu yang suka ke luar negeri,” ujar Prabowo saat meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, Sabtu, 16 Mei 2026.

Prabowo kemudian menggoda Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto yang juga mantan istrinya. 

Prabowo juga sempat bercanda dengan sejumlah menteri yang dikenal sebagai pengusaha dan sering bepergian ke luar negeri.

“Mba Titiek ini pusing,” kata Prabowo disambut tawa.

Meski begitu, ia menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah tekanan global.

"Percaya ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Orang mau ngomong apa ya Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita, percaya kepada rakyat kita," tuturnya.

Prabowo meminta seluruh pemimpin tetap percaya pada kekuatan ekonomi nasional dan bekerja untuk kepentingan rakyat. (*) 

Sumber: RMOL

Kemenkeu Bantah Isu Purbaya Persilakan Investor Asing Pergi dari RI    
Minggu, Mei 17, 2026

On Minggu, Mei 17, 2026

Kemenkeu Bantah Isu Purbaya Persilakan Investor Asing Pergi dari RI
Kemenkeu melalui PPID buka suara terkait rumor yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempersilakan investor asing untuk cabut dari Indonesia. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kementerian Keuangan melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) buka suara terkait rumor yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempersilakan investor asing untuk cabut dari Indonesia.

Isu ini berkaitan dengan keluhan sejumlah investor China mengenai iklim investasi di Indonesia yang dinilai tidak ramah bisnis.

Dalam merespons keluhan tersebut, beredar kabar bahwa Purbaya disebut mempersilahkan investor asing mencari negara lain apabila tidak cocok dengan kebijakan di Indonesia.

Kementerian menegaskan bahwa kabar itu merupakan misinformasi.

"Berita yang beredar mengenai pernyataan Menkeu Purbaya yang mempersilahkan investor asing mencari negara lain jika tidak cocok dengan kebijakan Indonesia merupakan berita hoaks," tulis keterangan PPID Kementerian Keuangan, dikutip Sabtu (16/5/2026).

Kemenkeu menegaskan bahwa tidak pernah ada pernyataan resmi dari Menkeu Purbaya sebagaimana yang beredar luas di masyarakat. 

Karena itu, publik diminta lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

"Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menkeu Purbaya," lanjut keterangan tersebut.

Sebelumnya, isu tersebut ramai diperbincangkan setelah muncul kabar yang menyebut pemerintah merespons kritik investor asing dengan nada keras. 

Narasi itu kemudian memicu beragam reaksi di media sosial dan kalangan pelaku usaha.

Seperti diketahui, dalam surat tersebut, para pelaku usaha mengeluhkan berbagai kebijakan pemerintah dan sejumlah masalah di Tanah Air. 

Adapun, keluhannya a.l. mengenai kenaikan pajak dan royalti, pengetatan aturan devisa hasil ekspor (DHE), pengurangan kuota bijih nikel, hingga dugaan praktik penegakan hukum yang dinilai berlebihan dan membuka ruang korupsi maupun pemerasan.

Terkait dengan aturan DHE sumber daya alam (SDA), Purbaya menuturkan kebijakan ini seharusnya tidak menganggu.

Menurutnya, ada klausa aturan dimana perusahaan yang tidak pinjam uang di Indonesia bisa terbebas dari aturan DHE SDA.

Dengan pengecualian ini, seharusnya perusahaan atau pengusaha China tidak ada masalah.

"Tapi nanti tentunya kita sesuaikan dengan kebutuhan kita kan kalau DHE SDA itu kemungkinan kita nggak apa-apa kalau nggak salah, kalau perusahaan nanti yang nggak pinjam uang di Indonesia terbebas tuh dari DHE SDA. Ada pengecualian seperti itu kan, udah baca belum? belum deh, udah keluar kan DHE, belum?" papar Purbaya kepada pewarta di Kementerian Keuangan, kemarin, Selasa (13/5/2026).

"Kayaknya ada pengecualian itu deh yang saya tahu itu jadi harusnya China nggak ada masalah terus apalagi? apalagi yang tinggi?" tambahnya. (*)

Penjelasan Roy Suryo soal Gugatan Lewat KIP Terkait Dokumen Ijazah Jokowi    
Minggu, Mei 17, 2026

On Minggu, Mei 17, 2026

Penjelasan Roy Suryo soal Gugatan Lewat KIP Terkait Dokumen Ijazah Jokowi
Roy Suryo, tersangka dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Roy Suryo, tersangka dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), menjelaskan alasannya mengajukan gugatan melalui Komisi Informasi Pusat (KIP) untuk mengetahui keaslian dokumen ijazah Jokowi.

Roy berpendapat, pembuktian keaslian dokumen harus memenuhi 3C, yakni clean document; clear procedure; dan credible witnesses.

“Clean Dokumen. Jadi dokumen-dokumennya itu harus dokumen yang asli, dokumen yang bersih. Bukan bikinan Pasar Pramuka,” kata dia dalam dialog Kompas Petang Kompas TV, Sabtu (16/5/2026).

“Kemudian clear procedure. Prosedurnya juga harus detail, jelas. Kemudian juga ada yang namanya credible witnesses. Itu akan bisa dicapai kalau itu dengan pembuktian yang ada di KIP,” tambahnya.

Ia mengeklaim ada pihak yang telah berhasil membuktikan ijazah asli Jokowi tidak ada.

“Kemarin yang namanya Pak Dr Bonatua itu berhasil membuktikan bahwa yang namanya ijazah Jokowi yang asli tidak ada.”

“Tidak ada, karena dicari di mana-mana, KIP hanya mengeluarkan salinan-salinan saja. Dan itu sudah terbit bukunya loh, bukunya ilmiah,” tuturnya.

Artinya, lanjut Roy, proses yang ada di KIP akan membuat terang semua dokumen yang dimaksud.

Saat ditanya apakah upaya itu bisa dilakukan, Roy dengan tegas menjawab bisa. Landasannya adalah Undang-Undang Nomor 14 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Bisa. Landasannya adalah Undang-Undang Nomor 14 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Saya kebetulannya buat undang-undangnya juga,” kata dia.

“Itulah cara supaya masyarakat itu bisa membongkar, selama ini yang misalnya dihitamkan atau orang yang misalnya enggak, kan orang yang sangat tidak negarawan nih, yang enggak mau menunjukkan ijazahnya. Bongkar pakai KIP.” (*) 

Sumber: Kompas TV

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama, Simak Penjelasan Pengamat Politik    
Minggu, Mei 17, 2026

On Minggu, Mei 17, 2026

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama, Simak Penjelasan Pengamat Politik
Fenomena “JK Effect” dapat menjadi batu ujian serius bagi masa depan politik trah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), termasuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI). (Foto Ilustrasi: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Fenomena “JK Effect” dapat menjadi batu ujian serius bagi masa depan politik trah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), termasuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Hal itu ia ungkapkan Pengamat politik sekaligus Guru Besar London School of Public Relations (LSPR) Lely Ariani dalam diskusi Obor Rakyat Reborn bertajuk JK Effect dan Nasib Trah Jokowi 2029 yang digelar di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 16 Mei 2026.

Menurut Lely, polemik yang terjadi usai pernyataan Wakil Presiden ke-10 Jusuf Kalla (JK) soal isu ijazah Jokowi justru memperluas tekanan politik terhadap lingkar kekuasaan Jokowi.

“Peristiwa dengan Pak JK ini adalah batu ujian yang menurut saya justru lebih luas daripada sekadar anekdot-anekdot politik picisan yang dibangun selama ini tentang keberadaan Pak Jokowi,” ujar Lely.

Selain itu, kata dia, PSI sendiri juga akan semakin sulit bangkit atau rebound menuju Pemilu 2029. 

Menurutnya, branding PSI sebagai “partainya Jokowi” pada Pemilu 2024 tidak berhasil mendongkrak suara partai tersebut.

“Ketika PSI mengklaim diri sebagai partai Jokowi, ternyata tidak menang. Artinya, tidak ada branding nama Pak Jokowi di sana yang bisa dilihat oleh pemilih,” jelasnya.

Lely juga menyoroti keberadaan relawan dan elite politik di sekitar Jokowi yang dinilai justru berpotensi menggerogoti wibawa mantan Presiden tersebut lewat manuver politik mereka.

“Kelakuan-kelakuan politiknya inilah yang bisa membuat Pak Jokowi itu bersinar atau tenggelam,” tuturnya.

Sementara itu, Eks Wakil Ketua Umum Pro Jokowi (Projo) Budianto Tarigan mengatakan bahwa Jokowi dan PSI akan babak belur karena memainkan isu sara terhadap Jusuf Kalla.

Budianto menilai hubungan Jokowi dan JK mulai memanas setelah JK meminta agar ijazah Jokowi diperlihatkan kepada publik.

"Begitu Pak JK mengatakan 'tunjukkan saja ijazahnya kalau ada,' ya udah berentet semua nih pelaporan-pelaporan ini dan pemotongan-pemotongan video pidato Pak JK," bebernya.

Namun, ia mengatakan bahwa baik Jokowi dan PSI salah langkah karena mencoba memainkan isu sara terhadap Jusuf Kalla.

"Jadi kesimpulan saya, hari ini PSI kedodoran, Pak Jokowi juga babak belur. Ketiga, jangan coba-coba memainkan isu agama dalam kepentingan politik," tambahnya.

Padahal dirinya berharap Jokowi dapat menunjukkan ijazahnya langsung ketika mendapat permintaan langsung dari JK dalam mengakhiri perdebatan keabsahan ijazah Jokowi.

"Mereka ini kan pernah relasi yang dekat kan. Berdua nih, satu presiden, satu wakil. Masa sih susah-susah, Pak Jokowi?" tegasnya.

Sementara Mantan Penasihat spiritual Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi, Sri Eko Sriyanto Galgendu mengungkapkan dalang dibalik masalah ijazah palsu ialah Jokowi sendiri. 

“Kalau kemudian kita bicara masalah ijazah palsu Pak Jokowi, maka saya selalu memberikan suatu pemahaman siapa yang sebenarnya menjadi dalang suatu permasalahan,” kata Eko dalam forum diskusi. 

Ia lantas mengibaratkan kasus tersebut dengan legenda Joko Tingkir. Dalam kisah itu, kata dia, Joko Tingkir ialah tokoh yang mau menjadi pahlawan dan diminta untuk mencari banteng.

Ia melanjutkan, sang raja lantas menggelar sayembara untuk menaklukkan banteng tersebut dengan hadiah akan mengangkatnya menjadi menantu. Setelahnya, Joko Tingkir maju mengatasi banteng itu agar bisa menjadi pahlawan.

“Ada satu kalimat yang kalau ini kemudian terus diutarakan, di setiap membicarakan permasalahan ijazah palsu, walaupun hanya 5 menit, walaupun 10 menit, walaupun 30 menit atau 1 jam, saya titip satu kalimat. Yaitu, dalang dari permasalahan ijazah palsu adalah Jokowi sendiri,” beber Eko.

"Jadi saya ulangi, dalang dari permasalahan ijazah palsu adalah Jokowi sendiri,” pungkasnya. (*) 

Sumber: RMOL

Khozinudin Protes Penyebaran Isu Berkas Perkara Ijazah Jokowi Sudah P21: Polda Harus Tertibkan    
Minggu, Mei 17, 2026

On Minggu, Mei 17, 2026

Khozinudin Protes Penyebaran Isu Berkas Perkara Ijazah Jokowi Sudah P21: Polda Harus Tertibkan
Kuasa hukum Roy Suryo Cs, Ahmad Khozinudin melayangkan protes terhadap pihak yang menyebarkan isu berkas perkara ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) telah P21 atau dinyatakan lengkap. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kuasa hukum Roy Suryo Cs, Ahmad Khozinudin melayangkan protes terhadap pihak yang menyebarkan isu berkas perkara ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) telah P21 atau dinyatakan lengkap. 

Ia meminta Polda Metro Jaya untuk menertibkan pihak yang menyebarkan isu tersebut.

Khozinudin menegaskan, pengumuman penanganan perkara ijazah Jokowi hanya dimiliki oleh Polda Metro Jaya.

Namun, ia menyayangkan ada pihak yang menyebarkan isu tersebut. 

“Tapi sayangnya, justru informasi yang berkaitan dengan kasus itu dikeluarkan oleh pihak-pihak lain yang kami protes jelas. Karena tidak ada kewenangan orang-orang itu menyatakan berkas apa, dokumen apa, karena itu semuanya kewenangan dari polisi,” ujar Khozinudin saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (16/5/2026).

Kendati isu liar telah menyebar, Khozinudin menduga, informasi penanganan perkara ijazah palsu Jokowi telah mendapat persetujuan dari penyidik.

Apalagi, kata dia, hanya penyidik yang bisa mengakses barang bukti. 

“Tapi kan hari ini kita seolah-olah dikonstruksikan bahwa kasus sudah demikian, P21, sudah ada berkas, sudah ada jaksa. Padahal itu melanggar, dan pelanggaran itu tidak akan terjadi kalau aparat kepolisian selaku penyidik tidak membocorkan informasi itu,” terang Khozinudin. 

“Maka saya justru protes, sebelum Polda Metro Jaya mengumumkan status ini, Polda harus menjawab kenapa informasi terkait kasus ini bisa bocor, kalau itu benar. Kalau itu keliru, maka harus dituntut nih orang-orang yang membocorkan berkas yang ada di kejaksaan, status P21 dan sebagainya. Ini sederhana saja melawan hukum,” imbuhnya. 

Khozinudin mengatakan, segala informasi terkait penyelidikan dan penyidikan itu kewenangannya ada di penyidik.

“Maka sebelum Polda Metro Jaya mengumumkan perkembangan penyidikan kasus dugaan ijazah palsu saudara Joko Widodo ini yang melaporkan Roy Suryo dan kawan-kawan, maka Polda harus tertibkan, dari mana ada informasi yang beredar sejumlah peningkatan atau status dari kasus ini bisa diakses ke publik bahkan secara terbuka. Nggak mungkin kalau itu tidak ada akses yang diizinkan oleh penyidik atau jaksa,” pungkasnya. (*) 

Wako Fadly Amran Ucapkan Selamat kepada Pengurus PASI Kota Padang yang Baru Dilantik di Bawah Kepemimpinan Irwandi    
Sabtu, Mei 16, 2026

On Sabtu, Mei 16, 2026

Wako Fadly Amran Ucapkan Selamat kepada Pengurus PASI Kota Padang yang Baru Dilantik di Bawah Kepemimpinan Irwandi
Pelantikan Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Padang masa bakti 2025-2029, di Palanta Kediaman Resmi Wali Kota, Sabtu (16/5/2026). (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pelantikan Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Padang masa bakti 2025-2029, di Palanta Kediaman Resmi Wali Kota, Sabtu (16/5/2026).

Pelantikan dipimpin Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) PASI Sumatera Barat (Sumbar), Muhammad Iqra Chissa Putra.

Pengurus yang dilantik, Irwandi dipercaya memimpin Pengcab PASI Kota Padang didampingi Irwan Febrianto sebagai Sekretaris Umum dan Nasril selaku Bendahara Umum.

Walikota Fadly Amran yang juga  Dewan Pelindung Pengcab PASI Kota Padang menegaskan pentingnya pembinaan atletik yang terstruktur dan berkelanjutan guna mendukung target Kota Padang meraih juara umum pada Porprov Sumbar XVI tahun 2026.

"Selamat kepada pengurus PASI Kota Padang yang baru dilantik di bawah kepemimpinan Bapak Irwandi. Semoga mampu meningkatkan pembinaan dan prestasi atletik, sekaligus berkontribusi terhadap target Kota Padang meraih juara umum Porprov Sumbar 2026,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengprov PASI Sumbar, Muhammad Iqra Chissa Putra, meminta kepengurusan baru PASI Kota Padang segera melakukan konsolidasi organisasi dan memperkuat pembinaan atlet secara berjenjang.

"Mari kita efektifkan pembinaan atlet sejak usia dini dan memperkuat kolaborasi antar pengurus, pemerintah daerah, sekolah, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga. Dengan kerja bersama, saya yakin PASI Kota Padang mampu menjadi salah satu kekuatan utama atletik di Sumatera Barat,” ujarnya.

Ketua Pengcab PASI Kota Padang, Irwandi, menyatakan komitmennya untuk membenahi sistem pembinaan dan regenerasi atlet yang selama ini dinilai masih menjadi kelemahan.

"Kota Padang memiliki potensi besar karena didukung fasilitas olahraga yang memadai, namun perlu penguatan pembinaan usia dini dan kompetisi berkelanjutan di sekolah-sekolah," imbuhnya.

Irwandi fokus pada pembinaan atlet muda, penguatan klub atletik, serta pelaksanaan berbagai kejuaraan untuk menjaring bibit potensial. Ia juga menargetkan seluruh klub atletik di Kota Padang memiliki badan hukum agar lebih mudah memperoleh dukungan program dan pembinaan.

“Kami optimistis dengan dukungan pemerintah daerah, KONI, dan seluruh pemangku kepentingan, PASI Kota Padang mampu meningkatkan prestasi dan menargetkan juara umum pada Porprov Sumbar XVI 2026,” ujarnya. (By/Tommy)

Wako Fadly Amran Ikuti Secara Daring Peluncuran Operasional 1.061 KDKMP, Ini Katanya    
Sabtu, Mei 16, 2026

On Sabtu, Mei 16, 2026

Wako Fadly Amran Ikuti Secara Daring Peluncuran Operasional 1.061 KDKMP, Ini Katanya
Wako Fadly Amran, mengikuti secara daring peluncuran operasional 1.061 KDKMP yang dipimpin Presiden RI, Prabowo Subianto. (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengikuti secara daring peluncuran operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dipimpin Presiden RI, Prabowo Subianto, dari KDKMP Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan ini dihadiri Panglima Kodam (Pangdam) XX/Tuanku Imam Bonjol, Mayor Jenderal TNI Arief Gajah Mada, unsur Forkopimda Sumbar dan Kota Padang, OPD terkait, camat, lurah, serta sejumlah pengurus koperasi di Kota Padang.

Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas hadirnya KDKMP sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis gotong royong dan kebersamaan, khususnya bagi UMKM.

“Koperasi merupakan kekuatan ekonomi kerakyatan yang harus terus diperkuat. Kehadiran KDKMP diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM di setiap kelurahan di Kota Padang,” katanya.

Pemerintah Kota (Pemko) Padang mendukung penuh pengembangan KDKMP sebagai instrumen penguatan ekonomi kerakyatan. 

“KDKMP akan kita sinergikan dengan Program Unggulan (Progul) Pemko Padang ‘UMKM Naik Kelas’ melalui dukungan perizinan, sertifikasi halal, rumah kemasan, akses permodalan, hingga distribusi produk agar UMKM semakin berkembang. Kini, solusi permodalan, gerai pemasaran, dan sarana distribusi telah tersedia, tinggal bagaimana semua pihak bersama-sama memastikan dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” cakapnya. 

Dari delapan titik pembangunan KDKMP yang sedang berjalan di Kota Padang, tiga di antaranya telah rampung 100 persen, sementara sisanya terus dikebut melalui koordinasi bersama berbagai pihak, termasuk TNI.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kehadiran KDKMP diharapkan menjadi kekuatan baru dalam memperkuat distribusi ekonomi, mendukung produk lokal, serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja di daerah.

"Ekonomi kita dibangun atas asas kekeluargaan, di mana yang kuat membantu yang lemah dan yang kaya membantu yang miskin. Karena itu, koperasi dan UMKM harus diperkuat, salah satunya melalui keberadaan KDKMP,” jelasnya. 

Presiden menyebut operasionalisasi 1.061 KDKMP sebagai prestasi besar bangsa Indonesia karena mampu diwujudkan dalam waktu kurang dari satu tahun sejak konsep hingga pembangunan fisik dimulai pada November 2025.

"Program KDKMP yang terintegrasi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan memperkuat perputaran ekonomi desa dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Kita semua harus menyukseskannya," tegasnya.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan pemerintah menargetkan lebih dari 30 ribu unit KDKMP selesai dibangun dan beroperasi penuh hingga 16 Agustus 2026.

“Setiap gerai KDKMP dilengkapi fasilitas pendukung aktivitas ekonomi masyarakat, seperti gerai sembako, layanan simpan pinjam, dan sarana logistik. Untuk mendukung operasionalnya, pemerintah juga merekrut puluhan ribu manajer koperasi, serta menyiapkan sistem distribusi pangan dan penguatan usaha masyarakat berbasis desa dan kelurahan,” katanya.

Peresmian KDKMP ini bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi desa dan kelurahan sebagai motor penggerak perekonomian. Sebanyak 1.061 koperasi yang diresmikan kali ini tersebar di Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah. (By/Tommy) 

Polres Solok Gerakkan Panen Raya Jagung Serentak: Langkah Nyata Wujudkan Ketahanan Pangan    
Sabtu, Mei 16, 2026

On Sabtu, Mei 16, 2026

Polres Solok Gerakkan Panen Raya Jagung Serentak: Langkah Nyata Wujudkan Ketahanan Pangan
Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang digelar pada Sabtu (16/5) pukul 13.00 WIB di Jorong Anau Kadok, Nagari Talang, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Polres Solok kembali menunjukkan komitmen kuat mendukung program ketahanan pangan nasional. 

Hal ini dibuktikan lewat pelaksanaan kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang digelar pada Sabtu (16/5) pukul 13.00 WIB di Jorong Anau Kadok, Nagari Talang, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.

Kegiatan yang berlangsung meriah ini dipimpin langsung oleh Kapolres Solok, AKBP Agung Pranajaya, S.I.K., dan dihadiri sejumlah unsur pimpinan daerah serta instansi terkait. 

Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Anggota DPRD Kabupaten Solok Iskan Nofis, S.P., serta jajaran pejabat utama Polres Solok meliputi Kabag Ops Kompol Reddy Triananto, S.H., M.H., Ps. Kabag SDM AKP Defrianto, S.H., M.H., Kasat Lantas Iptu Rido, S.H., M.H., dan Ps. Kapolsek Gunung Talang Iptu Armen Nandes, S.H., M.H., beserta jajaran Polsek Gunung Talang, Bhabinkamtibmas, dan perwakilan Kelompok Tani Talang Sehati.

Dalam kesempatannya, Kapolres Solok menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengoptimalkan lahan produktif.

Langkah ini sejalan dengan program pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan pangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga memotivasi masyarakat untuk lebih giat bertani dan memanfaatkan lahan yang ada secara maksimal. Kehadiran kami di sini adalah bentuk dukungan penuh Polres Solok terhadap pembangunan daerah dan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat,” ujar AKBP Agung Pranajaya.

Ketua Kelompok Tani Talang Sehati mengapresiasi perhatian dan dukungan Polres Solok.

Menurutnya, kehadiran para pejabat dan perwakilan instansi memberikan semangat tersendiri bagi para petani untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas hasil pertanian.(80)