 |
| BPJS Kesehatan menggelar kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. (Foto: Hemiko). |
BENTENGSUMBAR.COM - Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda terkait Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan menggelar kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh, Defiyanna Sayodase, menjelaskan bahwa mahasiswa merupakan kelompok strategis yang memiliki salah satu peran besar dalam menyebarluaskan informasi yang benar mengenai program JKN kepada masyarakat, sehingga perlu upaya peningkatan literasi kepada mahasiswa.
“BPJS Kesehatan Goes to Campus merupakan rangkaian semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 BPJS Kesehatan. Kegiatan ini juga menjadi upaya untuk memperluas pemahaman dan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya program JKN sekaligus menjadi wujud kepedulian BPJS Kesehatan sebagai institusi yang adaptif, edukatif, dan berorientasi pada generasi muda,” jelas Defiyanna.
Defiyanna menambahkan, kegiatan Goes to Campus juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa mengenai sistem jaminan kesehatan yang diterapkan di Indonesia.
Selain memahami konsep dasar JKN, mahasiswa juga memperoleh informasi mengenai hak dan kewajiban peserta, mekanisme pelayanan kesehatan berjenjang, pentingnya menjaga kepesertaan tetap aktif, hingga berbagai inovasi layanan digital yang terus dikembangkan BPJS Kesehatan.
“Kami berharap melalui program ini, mahasiswa semakin memahami konsep dan manfaat dari program JKN, serta dapat menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga maupun masyarakat sehingga informasi yang benar mengenai program JKN bisa tersampaikan secara luas,” harap Defiyanna.
Dalam kesempatan tersebut, Defiyanna juga memperkenalkan berbagai kemudahan layanan digital yang saat ini dapat dimanfaatkan oleh peserta untuk mengurus administrasi seperti
Aplikasi Mobile JKN, chat Whatsapp PANDAWA di nomor 08118165165 dan Care Center 165.
“Beragam fitur seperti kartu peserta digital, perubahan data kepesertaan, pengecekan status kepesertaan, skrining riwayat kesehatan, antrean online, hingga informasi fasilitas kesehatan dapat diakses secara praktis melalui satu aplikasi yaitu Mobile JKN. Inovasi tersebut dihadirkan untuk memberikan pengalaman layanan yang semakin mudah, cepat, dan setara bagi peserta JKN,” terang Defiyanna.
Lebih lanjut, Defiyanna menegaskan bahwa program JKN bukan sekadar program pembiayaan pelayanan kesehatan, tetapi merupakan bentuk nyata implementasi semangat gotong royong bangsa Indonesia.
“Melalui prinsip tersebut, peserta yang sehat membantu peserta yang sedang sakit, sedangkan peserta yang mampu membantu peserta yang membutuhkan, sehingga seluruh
masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas,” tegas Defiyanna.
Sementara itu, Wakil Dekan III FEBI UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Nil Firdaus, menyampaikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan atas terselenggaranya kegiatan edukatif tersebut. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah yang sangat baik dalam meningkatkan literasi mahasiswa mengenai sistem jaminan sosial di Indonesia.
"Terima kasih kepada BPJS Kesehatan atas kunjungannya yang telah memilih kampus UIN dalam program Goes to Campus. Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan literasi mahasiswa kami dan ke depannya dapat melahirkan berbagai program kerja sama lainnya, termasuk dukungan dalam penelitian yang berkaitan dengan program JKN,” ujar Firdaus.
Salah seorang mahasiswa, Eva Rahma Yanti BR Saragih (21), mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai manfaat program JKN bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus, kami mendapatkan penjelasan terkait prinsip gotong royong dalam penyelenggaraan program JKN kepada masyarakat Indonesia, hingga kemudahan akses layanan yang disediakan. Proses kuliahnya juga sangat menarik karena diselingi kuis dan tanya jawab interaktif, sehingga memudahkan kami dalam memahami materi,” ungkap Eva.
Eva menambahkan, kegiatan tersebut membuka wawasannya bahwa keberhasilan penyelenggaraan program JKN tidak hanya menjadi tanggung jawab BPJS Kesehatan dan
pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh peserta JKN.
Menurutnya, kesadaran untuk menjaga kepesertaan tetap aktif dan membayar iuran tepat waktu merupakan bentuk kontribusi nyata dalam menjaga semangat gotong royong dan
keberlangsungan program JKN.
“Suksesnya program JKN adalah tanggung jawab kita bersama. Sebagai generasi muda, kita harus peduli terhadap keberlangsungan program ini. Kuliah singkat ini memberikan gambaran jelas tentang cara mendaftar, hak dan kewajiban peserta, serta manfaat yang bisa diperoleh melalui program JKN,” ucap Eva.
Eva juga membagikan pengalamannya sebagai peserta JKN saat memanfaatkan layanan kesehatan. Ia mengaku sangat terbantu dengan berbagai inovasi digital yang dikembangkan BPJS Kesehatan, terutama fitur antrean online pada Aplikasi Mobile JKN.
“Saat ini berobat menggunakan BPJS Kesehatan sudah sangat mudah lewat fitur antrean online di Aplikasi Mobile JKN. Saya cukup mendaftar dari rumah, kemudian datang ke fasilitas
kesehatan sesuai estimasi waktu yang diberikan. Saat tiba di fasilitas kesehatan, saya cukup menunjukkan nomor antrean online dan kartu digital. Prosesnya sangat praktis, mudah, dan tidak perlu menunggu lama,” ungkap Eva.
Selain kemudahan akses layanan, Eva juga mengaku memperoleh pelayanan yang ramah tanpa adanya diskriminasi antara peserta JKN dan pasien umum. Ia merasa seluruh haknya sebagai peserta JKN terpenuhi dengan baik.
“Selama berobat, seluruh biaya pelayanan yang menjadi hak peserta dijamin sesuai ketentuan program JKN dan saya tidak pernah dikenakan biaya tambahan. Pelayanannya ramah, obat yang diberikan juga tersedia dengan baik. Pengalaman tersebut membuat saya semakin percaya terhadap manfaat program JKN,” tutur Eva.
Eva berharap semoga BPJS Kesehatan terus menghadirkan berbagai inovasi layanan yang semakin memudahkan bagi peserta. Ia juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya
generasi muda untuk menjaga status kepesertaan JKN agar tetap aktif.
“Semoga BPJS Kesehatan terus memberikan pelayanan yang semakin baik. Untuk seluruh peserta JKN, agar rutin membayar iuran setiap bulan dan selalu memastikan kepesertaannya tetap aktif. Jangan pernah merasa rugi membayar iuran karena ketika kita sehat, iuran yang kita bayarkan menjadi bentuk gotong royong yang membantu saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan pelayanan kesehatan,” pungkas Eva. (HM)