HEADLINE
Pasar Tanah Kongsi Padang Siap jadi Tempat Tujuan Wisata Gastronomi    
Minggu, Juni 28, 2026

On Minggu, Juni 28, 2026

Pasar Tanah Kongsi Padang Siap jadi Tempat Tujuan Wisata Gastronomi
Pasar Tanah Kongsi bersiap memperkuat posisinya sebagai salah satu ikon wisata kuliner andalan di Kota Padang. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pasar Tanah Kongsi bersiap memperkuat posisinya sebagai salah satu ikon wisata kuliner andalan di Kota Padang dengan menjadi tempat tujuan wisata gastronomi unggulan yang terintegrasi langsung dengan cagar budaya kawasan Kota Tua Padang. 

"Pasar Tanah Kongsi mempunyai beragam kuliner yang spesifik dan tidak ditemui di pasar lain. Di mana kuliner di sini dijual oleh empat suku yaitu Minang, Tionghoa, India, dan Nias," kata Kepala UPTD Pasar Tanah Kongsi Dinas Perdagangan Kota Padang, Masrizal Raba’is, Sabtu, 27 Juni 2026, di Padang. 

Masrizal Raba’is menyebut, pengembangan pasar rakyat ini berfokus pada keunikan potensi kuliner lokal serta peningkatan kualitas fasilitas pasar melalui penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Di situ sudah ada SOP penataan, baik itu dalam segi kebersihan, keamanan dan penataan zona-zonasi yang harus kita ikuti sesuai standar SNI," cakapnya. 

Pasar Tanah Kongsi memiliki karakteristik kuliner yang sangat spesifik dan heterogen yang tidak dapat ditemukan di tempat lain karena lahir dari akulturasi empat budaya. 

Mendukung kenyamanan para pengunjung dan wisatawan yang datang, pihak UPTD telah melakukan langkah konkret berupa penataan ulang lapak pedagang yang mengacu pada regulasi SNI 8152:2015 tentang Pasar Rakyat. 

Proses menuju pasar berstandar nasional ini telah dirintis sejak tahun 2024 dan sertifikat resminya telah diserahkan pada tahun 2025 lalu. Masrizal menjelaskan bahwa aturan tersebut menjadi acuan operasional di lapangan. 

"Kami menargetkan untuk ke depannya bagaimana potensi wisata kuliner yang ada di Pasar Tanah Kongsi bisa kita kerja samakan dengan pariwisata, salah satunya yakni kawasan Kota Tua yang merupakan kawasan yang tergabung di Pasar Tanah Kongsi," tegasnya. 

Ke depan, pihak UPTD Pasar Tanah Kongsi kini membidik target perluasan promosi dengan menjalin kerja sama erat bersama sektor pariwisata daerah. Langkah penggabungan ini dinilai sangat potensial karena secara geografis letak Pasar Tanah Kongsi menyatu dan menjadi bagian dari kawasan bersejarah Kota Tua Padang. (Diskominfo)

Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Padang Sarankan Pelaksanaan Kegiatan Tidak Dilakukan Akhir Tahun Anggaran    
Minggu, Juni 28, 2026

On Minggu, Juni 28, 2026

Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Padang Sarankan Pelaksanaan Kegiatan Tidak Dilakukan Akhir Tahun Anggaran
Juru bicara Fraksi Partai Demokrat, Rusdi pada rapat paripurna penyampaian pendapat akhir tentang perubahan KUA PPAS tahun anggaran 2026, Sabtu, 27 Juni 2026. (Foto: Humas). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Perubahan KUA-PPAS merupakan kebijakan riil terhadap kondisi APBD Tahun 2026 sesuai dengan kebutuhan belanja daerah pascabencana, program Pemerintah Provinsi seperti Porprov, serta pengembalian TKD dan perubahan kegiatan dari program unggulan Wali Kota Padang. 

"Oleh karena itu, perlu dilakukan Perubahan KUA-PPAS," terang juru bicara Fraksi Partai Demokrat, Rusdi pada rapat paripurna penyampaian pendapat akhir tentang perubahan KUA PPAS tahun anggaran 2026, Sabtu, 27 Juni 2026.

Dikatakannya, beranjak dari penyampaian Nota Keuangan Pengantar Rencana Perubahan KUA-PPAS oleh Wali Kota Padang pada tanggal 15 Juni 2026, kemudian dilakukan pembahasan pada tingkat Panitia Khusus (Pansus), dilanjutkan dengan finalisasi bersama Banggar dan TAPD serta rapat internal fraksi.

Untuk itu, kami memberikan pendapat akhir sebagai berikut," katanya.

Di sektor pendapatan, Fraksi Partai Demokrat melihat hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan masih berpotensi untuk ditingkatkan.

"Oleh karena itu, kami berpendapat pendapatan di sektor ini harus lebih dioptimalkan, seperti Taman Hutan Raya Bung Hatta, gedung pertemuan Dinas Pertanian, dan aset daerah lainnya," katanya.

Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Padang meminta kepada Wali Kota Padang agar dinas terkait yang melakukan pengelolaan kekayaan daerah mempunyai inovasi dan tata kelola yang profesional terhadap aset daerah tersebut sehingga menjadi potensi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), seperti yang ada di Dinas Pertanian.

"Sedangkan untuk belanja modal, terutama pada belanja modal tanah, mengalami kenaikan sekitar Rp18,7 miliar dari semula Rp14,9 miliar," tegasnya. 

Kenaikan ini memang signifikan, namun merupakan kebijakan yang harus dilakukan pascabencana untuk pengadaan tanah Hunian Tetap (Huntap).

"Kami mengingatkan kepada Pemerintah Kota agar proses pengadaan ini dilakukan secara sangat teliti sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta memastikan bahwa tanah tersebut tidak bermasalah sehingga tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari," cakapnya.

Fraksi Partai Demokrat juga menyigi penerimaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya.

Menurutnya, kenaikan penerimaan SiLPA sebesar Rp66,4 miliar yang bersumber dari SiLPA Tahun 2025 pada Perubahan KUA-PPAS merupakan salah satu gambaran bahwa sebagian kemungkinan bersumber dari kegiatan tahun sebelumnya yang tidak terlaksana dengan berbagai alasan. 

"Oleh karena itu, kami mengingatkan agar pelaksanaan kegiatan tidak dilakukan pada akhir tahun anggaran sehingga tidak terjadi SiLPA yang terlalu besar pada Tahun 2026," tegasnya. (*) 

Pewarta: Zamri Yahya, SH. I, WU

Tabuik Naiak Pangkek Diramaikan Oleh Ribuan Pengunjung    
Minggu, Juni 28, 2026

On Minggu, Juni 28, 2026

Tabuik Naiak Pangkek Diramaikan Oleh Ribuan Pengunjung
Dimana Tabuik Pasa berlokasi di area parkir lapangan merdeka dan Tabuik Subarang berlokasi di depan tugu Tabuik simpang Kampung Cino Kota Pariaman. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Salah satu prosesi pembuatan Tabuik yang paling ditunggu-tunggu masyarakat dan paling heboh adalah prosesi “Tabuik Naiak Pangkek” (tabuik naik pangkat) antara Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang, pada tanggal 10 Muharram 1448 H sebelum tabuik dihoyak dan dibuang ke laut.

Pada acara tersebut ribuan pengunjung memadati prosesi tabuik naiak pangkek  baik lokal, perantau Minang.

Serta wisatawan domestik baik dari dalam pulau sumatera maupun luar pulau Sumatera.  

Prosesi Tabuik naiak pangkek tersebut berlangsung pada Minggu pagi (28/6/2026). 

Dimana Tabuik Pasa berlokasi di area parkir lapangan merdeka dan Tabuik Subarang berlokasi di depan tugu Tabuik simpang Kampung Cino Kota Pariaman.

Wali Kota Pariaman Yota Balad, Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi dan Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Azhar turut serta menghadiri kegiatan tersebut. 

Mereka ikut serta bergabung dengan anak tabuik menabuh gandang tasa untuk menyemangati anak tabuik lainnya dalam proses tabuik naiak pangkek. (R/at)

Belanja Modal Hanya Rp527,36 M, Belanja Pegawai Capai Rp1,526 T, Fraksi PKS DPRD Kota Padang Bersuara    
Minggu, Juni 28, 2026

On Minggu, Juni 28, 2026

Belanja Modal Hanya Rp527,36 M, Belanja Pegawai Capai Rp1,526 T, Fraksi PKS DPRD Kota Padang Bersuara
Juru Bicara Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Padang, Gufron pada rapat paripurna, Sabtu, 27 Juni 2026. (Foto: Humas) 

BENTENGSUMBAR.COM
- Fraksi PKS mencermati bahwa Belanja Pegawai mencapai Rp1,526 triliun, atau sekitar 47,6% dari total belanja daerah sebesar Rp3,207 triliun. Sementara itu, Belanja Modal hanya sebesar Rp527,36 miliar atau sekitar 16,4% dari total belanja.

"Komposisi ini menunjukkan bahwa ruang fiskal pemerintah untuk membiayai pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat masih relatif terbatas," ujar Juru Bicara Fraksi PKS Gufron pada rapat paripurna, Sabtu, 27 Juni 2026.

Fraksi PKS berharap efisiensi belanja aparatur terus dilakukan sehingga porsi belanja pembangunan dapat ditingkatkan.

Selain itu, katanya lagi, Fraksi PKS mencermati bahwa APBD Tahun 2026 mengalami defisit sebesar Rp146,71 miliar yang ditutup melalui SiLPA Tahun Anggaran Sebelumnya sebesar Rp157,48 miliar. 

Fraksi PKS berpandangan bahwa penggunaan SiLPA memang merupakan mekanisme yang sah, namun tidak boleh menjadi pola pembiayaan rutin setiap tahun. 

"Pemerintah Kota perlu meningkatkan kualitas perencanaan anggaran sehingga ketergantungan terhadap SiLPA dapat dikurangi dan APBD menjadi lebih sehat serta berkelanjutan," ujarnya. 

Dikatakannya, Fraksi PKS mendukung kebijakan Pemerintah Kota yang memberikan perhatian terhadap penanganan bencana hidrometeorologi mengingat Kota Padang merupakan daerah yang memiliki risiko bencana cukup tinggi.

"Namun demikian, kami berharap alokasi anggaran tidak hanya digunakan untuk penanganan pascabencana, tetapi juga diperkuat pada aspek mitigasi, pencegahan, normalisasi sungai dan drainase, edukasi masyarakat, serta peningkatan kesiapsiagaan," cakapnya. 

Menurutnya, Fraksi PKS mengingatkan agar setiap program dan kegiatan yang direncanakan memiliki indikator kinerja yang jelas, terukur, dan berorientasi pada hasil (outcome), bukan sekadar serapan anggaran.

"Pemerintah Kota Padang harus memastikan bahwa setiap rupiah anggaran yang dibelanjakan memberikan manfaat yang nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," tegasnya. 

Ia menegaskan, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera berkomitmen mendukung setiap kebijakan Pemerintah Kota Padang yang berpihak kepada kepentingan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat perekonomian daerah, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel.

"Kami menyadari sepenuhnya bahwa KUPA-PPAS 2026 yang telah disusun dan dikaji serta dibahas bersama antara Pemerintah Kota Padang dan DPRD Kota Padang adalah hasil maksimal pada tahap perencanaan pembangunan Kota Padang," urainya. (*) 

Pewarta: Zamri Yahya, SH. I, WU

Data Akurat Jadi Fondasi Kebijakan Pembangunan, Gubernur Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026    
Minggu, Juni 28, 2026

On Minggu, Juni 28, 2026

Data Akurat Jadi Fondasi Kebijakan Pembangunan, Gubernur Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dengan memberikan data yang benar dan lengkap kepada petugas sensus.

Menurutnya, data ekonomi yang akurat menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Provinsi Sumbar bersama Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, di Halaman Kantor Gubernur Sumbar, Minggu (28/6/2026).

Mahyeldi menegaskan Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum penting untuk memotret kondisi dan dinamika perekonomian daerah secara menyeluruh.

“Melalui Sensus Ekonomi 2026, kita akan memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi dan perkembangan usaha di Provinsi Sumatera Barat. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi landasan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat dunia usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Gubernur mengapresiasi Badan Pusat Statistik (BPS) beserta seluruh pihak yang telah mempersiapkan pelaksanaan sensus di Sumbar. 

Menurutnya, data yang valid sangat dibutuhkan dalam proses perencanaan, monitoring, hingga evaluasi pembangunan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, perubahan pola konsumsi masyarakat, dan munculnya berbagai jenis usaha baru.

“Melalui data yang akurat, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, mulai dari pengembangan UMKM, pembangunan infrastruktur ekonomi, hingga peningkatan daya saing pelaku usaha,” katanya.

Mahyeldi juga memberikan apresiasi kepada BPS Provinsi Sumbar yang telah menerjunkan sebanyak 5.480 petugas sensus untuk melakukan pendataan lapangan sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. 

Ia mengajak seluruh perangkat daerah, pelaku usaha, dan masyarakat memberikan dukungan agar proses pendataan berjalan lancar.

“Data masyarakat dijamin kerahasiaannya oleh Undang-Undang. Data tersebut akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kebijakan yang lebih tepat sasaran, seperti bantuan usaha, pelatihan, perbaikan pasar, hingga kemudahan perizinan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mahyeldi menyebut pencanangan Sensus Ekonomi 2026 menjadi simbol komitmen bersama dalam menghadirkan data ekonomi yang berkualitas.

Karena itu, ia berharap dukungan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, Forkopimda, BUMD, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha, agar seluruh aktivitas ekonomi di Sumatera Barat dapat tercatat secara menyeluruh.

Kepada para petugas sensus, Gubernur berpesan agar menjalankan tugas dengan penuh semangat, profesional, serta menjunjung tinggi integritas sehingga mampu membangun kepercayaan masyarakat selama proses pendataan berlangsung.

Sementara itu Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengapresiasi komitmen Pemprov Sumbar dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Menurutnya, pencanangan yang dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Car Free Day menjadi momentum yang tepat karena memperlihatkan secara langsung aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia menjelaskan, Sumbar memiliki potensi ekonomi yang besar dengan didukung dominasi penduduk usia produktif serta lebih dari 715 ribu unit usaha yang sebagian besar merupakan usaha mikro dan kecil. 

Oleh sebab itu, data hasil sensus akan menjadi pijakan penting dalam merumuskan kebijakan pengembangan ekonomi daerah.

Sonny juga menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 tidak berkaitan dengan kepentingan perpajakan. 

Seluruh data yang dikumpulkan hanya digunakan untuk kebutuhan statistik dan perencanaan pembangunan serta dijamin kerahasiaannya sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

“Kami mengajak seluruh masyarakat menerima kehadiran petugas sensus dan memberikan data yang benar. Dengan data yang lengkap dan akurat, pemerintah dapat menyusun berbagai program pembangunan yang semakin tepat sasaran bagi pelaku usaha maupun masyarakat,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimda Provinsi Sumbar, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, kepala perangkat daerah, serta berbagai unsur masyarakat dan pelaku usaha. (adpsb/rmz/bud)

Sampaikan Pendapat Akhir Fraksi  Partai  Gerindra  DPRD  Kota  Padang, Dewi Susanti Bersuara Lantang    
Minggu, Juni 28, 2026

On Minggu, Juni 28, 2026

Sampaikan Pendapat Akhir Fraksi  Partai  Gerindra  DPRD  Kota  Padang, Dewi Susanti Bersuara Lantang
Juru bicara Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Padang, Dewi Susanti bersuara lantang di rapat paripurna, Sabtu, 27 Juni 2026. (Foto: Humas). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Fraksi  Partai  Gerindra  DPRD  Kota  Padang  telah  mencermati dengan saksama Nota Pengantar Wali Kota Padang, hasil pembahasan komisi dan proses finalisasi oleh Badan Anggaran, serta ringkasan Akun SIPD  Kota  Padang  untuk  tahun  anggaran  2026.  

"Kami  mengapresiasi upaya  Pemerintah  Kota  Padang  dalam  merespons  dinamika  fiskal daerah, di mana total pendapatan daerah diproyeksikan mencapai 3,06 triliun  Rupiah,  terjadi  peningkatan  sebesar  504,54  miliar  Rupiah,  atau 19,74% dibandingkan dengan APBD awal yang sebesar 2,55 triliun Rupiah," kata juru bicara Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Padang, Dewi Susanti bersuara lantang di rapat paripurna, Sabtu, 27 Juni 2026.

Namun,  sebagai  wakil  rakyat,  Fraksi  Partai  Gerindra  tetap mempertahankan  sikap  kritis  namun  konstruktif  dalam  pandangan akhirnya. 

Khususnya menyoroti struktur belanja dan urgensi pemanfaatan dana  darurat  bencana  untuk  menangani  akar permasalahan  secara efektif  dalam  rancangan  Perubahan  KUA  –  PPAS  2026  terutama pascabanjir Kota Padang tahun 2025.

Sikap kritis itu ditunjukan Fraksi Parta Gerindra DPRD Kota Padang dalam bentuk: Pertama,  kritik  terkait  struktur  belanja  yang  belum  sepenuhnya mencerminkan kondisi darurat.

Fraksi  Partai  Gerindra  mencatat  adanya  ketidakseimbangan  dalam struktur anggaran perubahan, khususnya: 

1. Dominasi Belanja Operasional: Peningkatan  belanja  operasional  menjadi  2,669  triliun  Rupiah, dinilai berlebihan, terutama mengingat perlunya efisiensi anggaran dan  masa  pemulihan  yang  sedang  berlangsung.  

"Kami mengkhawatirkan  terjadinya  potensi  inefisiensi  birokrasi  di  saat masyarakat membutuhkan tindakan nyata di lapangan," ungkap Dewi Susanti.

2. Belanja Modal dan Belanja Tidak Terduga (BTT) yang Minim:

Alokasi sebesar 527,36 miliar  rupiah, untuk Belanja Modal dan 5 miliar  Rupiah,  untuk  Belanja  Tidak  Terduga  (BTT)  menunjukkan  kurangnya  kepekaan  fiskal  serta  jauh  dari  kebutuhan  riil  untuk merekonstruksi  infrastruktur  vital  selama  masa  tanggap  darurat lanjutan. 

"Kami mendesak TAPD, dalam pembahasan selanjutnya, untuk  merealokasikan  dana  dari  anggaran  Belanja  Operasional yang  membengkak  ke  Belanja  Modal  bagi  infrastruktur  terkait bencana, serta meningkatkan cadangan Belanja Tidak Terduga di atas angka 5 miliar Rupiah," tegasnya. 

Kedua, mandat tegas terkait pemanfaatan tambahan TKD sebesar 371 miliar  Rupiah,  serta  kepatuhan  mutlak  terhadap  Surat  Edaran Menteri Dalam Negeri. 

Fraksi  Partai  Gerindra  menegaskan  bahwa  peningkatan pendapatan transfer didorong oleh alokasi tambahan TKD sebesar 371 miliar Rupiah, berdasarkan KMK Nomor 59 Tahun 2026. 

Dana tersebut bukanlah “Uang Kaget” untuk proyek-proyek yang bersifat seremonial, melainkan  merupakan  amanat  mendesak  yang  harus  dialokasikan secara khusus untuk pemulihan pascabencana, rehabilitasi infrastruktur vital, dan jaring pengaman sosial.

Integrasi dana tersebut ke dalam RKPD Perubahan dan KUA-PPAS Perubahan  Tahun  2026  harus  menjamin  akuntabilitas  penuh.  Setiap rupiah  wajib  dimanfaatkan  sesuai  dengan  peruntukannya,  dengan pelaksanaan teknis yang mematuhi SE Mendagri Nomor 900.1.3/1084/SJ. 

Regulasi ini menjadi acuan untuk memastikan percepatan pencairan, transparansi, pemenuhan spesifikasi teknis, serta pelaporan yang terpisah dan mudah diaudit. 

"Kami juga ingin mengingatkan semua pihak bahwa dampak banjir tahun  2025  tidak  hanya  terbatas  pada  kerusakan  fisik,  tetapi  juga mencakup  dampak  ekonomi  serta  trauma  psikologis  yang  dialami warga. Oleh karena itu, kami mendesak agar, selain pemanfaatan TKD  untuk jaring pengaman sosial, sebagian dari Surplus Pembiayaan Neto sebesar  146,7  miliar  Rupiah,  segera  dialokasikan  kembali  guna memberikan stimulus ekonomi bagi penyintas banjir, penyediaan sanitasi darurat, serta layanan kesehatan mental," pungkasnya.

Hal ini merupakan kewajiban moral pemerintah daerah terhadap warga yang terdampak banjir. Selain  itu,  Fraksi Partai Gerindra  juga  telah  mempertajam  hasil  pembahasan  Fraksi Gerindra di tingkat komisi komisi, sebagai berikut: 

1.  Fraksi Partai Gerindra menegaskan bahwa target PAD sebesar 1,04 triliun Rupiah, tidak boleh dicapai semata-mata melalui kenaikan tarif  dan  perluasan  basis  pajak  konvensional,  melainkan  harus didorong  oleh  transformasi  digital  secara  radikal.  

"Kami  menilai bahwa sistem manual yang masih beroperasi di sebagian besar OPD penghasil PAD, termasuk Bapenda dan OPD lainnya, menjadi celah utama kebocoran pendapatan dan inefisiensi birokrasi," katanya. 

Oleh karena itu, Fraksi Partai Gerindra menuntut digitalisasi total pada sistem  pemungutan:  seluruh  OPD  penghasil  PAD  harus  segera beralih dari sistem manual ke sistem digital terintegrasi (e-retribution dan  e-taxation)  guna  menjamin  transparansi  dan  pelaporan secara  real-time,  serta  meminimalkan  interaksi  manusia  yang rentan terhadap praktik Pungli. 

2.  Terkait audit pengadaan langsung serta kegiatan Monev Saber Pungli,  Fraksi  Partai  Gerindra  mencermati  bahwa  pasca-diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2025, Satgas Saber Pungli telah resmi dibubarkan. 

Namun, pembubaran satgas tersebut tidak berarti masalah pungutan liar menjadi terabaikan. Sebaliknya,  hal  ini  menjadi  momentum  bagi  Inspektorat  Kota Padang  untuk  beralih  dari  pendekatan  yang  bersifat  ad-hoc menuju  bentuk  pengawasan  internal  yang  lebih  sistemik  dan berkelanjutan,  yakni  pengawasan  yang  berbasis  risiko  dan didukung oleh sistem digital. 

Oleh karena itu, Fraksi Partai Gerindra mendesak agar kegiatan pemantauan dan evaluasi Inspektorat tidak lagi sekadar formalitas, melainkan diintegrasikan sepenuhnya dengan indikator Monitoring Center for Prevention (MCP) dari KPK. 

Hal ini mencakup tiga langkah konkret: (1) Integrasi Sistem Digital: Seluruh hasil pemantauan dan evaluasi harus terhubung dengan sistem e-government; 

(2) Mitigasi Risiko Berbasis Data dari indikator MCP  untuk  memprioritaskan  audit  terhadap  OPD  yang  memiliki risiko  tinggi;  dan  (3)  Kolaborasi  Penegakan  Hukum:  apabila ditemukan adanya pelanggaran. 

3.  Fraksi  Partai  Gerindra  setuju  agar  anggaran  pemberdayaan difokuskan pada UMKM produktif yang berpotensi menghasilkan PAD, yang disalurkan melalui Dinas teknis terkait (Koperasi dan UKM, Perdagangan,  Ketenagakerjaan,  serta  Perindustrian),  dengan syarat menerapkan tiga langkah konkret:

(1) Memberikan stimulus modal kerja dan bantuan restocking bagi UMKM yang terdampak banjir;  (2)  Memberikan  pendampingan  digitalisasi  untuk memperluas pasar usaha; dan (3) Melakukan verifikasi ulang data secara akurat guna memastikan bantuan tepat sasaran kepada UMKM yang benar-benar terdampak dan produktif. 

4.  Khusus  untuk  Dinas  Perdagangan,  perlu  melakukan  pendataan ulang secara menyeluruh terhadap PKL, Kios pasar, dan Toko guna menutup celah kebocoran retribusi serta penyalahgunaan "kartu kuning."

Selain itu, dana tambahan 2026 harus diprioritaskan bagi perbaikan pasar, peningkatan jaringan listrik, serta pemasangan sistem CCTV di Pasar Raya dan pasar-pasar satelit. 

Langkah ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keamanan, tetapi juga menjamin transparansi pengelolaan retribusi serta menertibkan pasar. 

5.  Fraksi Partai Gerindra mendukung usulan penambahan anggaran sebesar 2,5 miliar Rupiah, untuk pengembangan sistem Area Traffic Control  System  (ATCS)  dan  CCTV  di  Dinas  Perhubungan.  

"Kami memandang  ini  bukan  sekadar  belanja  modal  infrastruktur, melainkan investasi strategis yang memiliki dua dampak langsung: yaitu Optimalisasi PAD: Melalui pengawasan lalu lintas yang lebih ketat dan otomatisasi tilang elektronik (e-tilang) untuk mengurangi kebocoran  penerimaan  denda  dan  retribusi.  Serta  Peningkatan Pelayanan Publik yaitu Memastikan kelancaran arus lalu lintas dan keamanan warga, khususnya di titik-titik rawan kemacetan pasca-rehabilitasi infrastruktur, " pungkasnya. 

6.  Fraksi Partai Gerindra mencatat masih adanya kesenjangan dalam penyaluran bantuan bagi korban bencana yang belum menerima bantuan  perbaikan  rumah.  

"Oleh  karena  itu,  kami  mendukung usulan penambahan anggaran sebesar 1,25 miliar Rupiah, untuk program perbaikan Rumah Layak Huni (RLH) bagi 25 rumah milik korban bencana," urainya.

Dukungan ini diberikan dengan syarat bahwa Dinas  Perkim  dapat  memastikan  ketepatan  sasaran  bagi  25 penerima  manfaat  tersebut  serta  menerapkan  Standar  Kualitas Bangunan untuk perbaikan struktur yang tahan bencana. 

7.  Fraksi  Partai  Gerindra  menyoroti  persoalan  warga  yang sebelumnya  menerima  bantuan  namun  kemudian  dicoret  dari Data  Tunggal  Sosial-Ekonomi  Nasional  (DTSEN)  pascabencana. 

"Kami  mendesak  Dinas  Sosial  untuk  segera  melakukan lapangan  terhadap  warga  yang  dicoret  tersebut  dengan membandingkan kondisi mereka sebelum dan sesudah bencana, serta  menyediakan  saluran  pengaduan  cepat  bagi masyarakat yang merasa dirugikan akibat perubahan data tersebut," cakapnya. (*)

Pewarta: Zamri Yahya, SH. I, WU

Ketum PB PORDI: Jakarta Domino Tournament 2026, Momentum Penting Menuju Fornas Palu    
Minggu, Juni 28, 2026

On Minggu, Juni 28, 2026

Ketum PB PORDI: Jakarta Domino Tournament 2026, Momentum Penting Menuju Fornas Palu
PB PORDI sukses membuka hari pertama ajang Jakarta Domino Tournament (JDT) 2026 Series 2 pada Sabtu (27/6/2026). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pengurus Besar Perkumpulan Domino Indonesia (PB PORDI) sukses membuka hari pertama ajang Jakarta Domino Tournament (JDT) 2026 Series 2 pada Sabtu (27/6/2026).

Turnamen berskala nasional yang berlangsung di Aula Lantai 3 GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini diikuti oleh 1024 peserta atau 512 pasangan dari 20 provinsi di Indonesia.

Rangkaian acara JDT 2026 Series 2 dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (28/6/2026). 

Sebelumnya, PB PORDI juga telah menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Olahraga Domino dalam Perspektif Holistik: Integrasi Sport Science, Kesehatan, Sport Industry, Budaya dan Sosial Menuju Indonesia Emas” di lokasi yang sama pada Jumat (26/6/2026).

Ketua Umum PB PORDI, Dr. Andi Jamaro Dulung, menegaskan efek  JDT 2026 terhadap memiliki peranan krusial sebagai momentum penting sekaligus ajang pemanasan menuju Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) 2027 di Palu, Sulawesi Tengah. 

Menurutnya, deretan event nasional dan internasional yang digelar PORDI sejauh ini selalu mendapat sambutan positif dari masyarakat.

"PORDI yang tadinya adalah organisasi kampung, berada di tempat-tempat terpencil, di bawah pohon, di pinggir sungai, di warung-warung kopi. Hari ini kita sudah angkat derajatnya, naik pada level tertinggi. Semua gedung terbaik di Indonesia sudah bisa dimasuki oleh pemain domino," ujar Andi.

Andi juga menambahkan bahwa kehadiran 1024 peserta ini membawa angin segar bagi ekonomi Jakarta. 

Seluruh hotel di kawasan Rawamangun dan sekitar UNJ dilaporkan penuh. Tak hanya itu, denyut nadi ekonomi warga ikut berdenyut kencang—mulai dari UMKM yang laris manis hingga pusat perbelanjaan dan tempat makan yang padat pengunjung.

Hanya dalam dua hari, perputaran uang di event ini diperkirakan menembus angka Rp6 miliar, menciptakan efek ekonomi sirkular yang luar biasa.

Sebagai olahraga berbasis masyarakat, Andi menilai tingginya antusiasme peserta dari seantero nusantara menjadi bukti nyata bahwa domino mampu mewujudkan ikatan nasionalisme yang kuat. 

Melalui olahraga ini, batasan suku, agama, ras, dan jabatan melebur dalam semangat kebersamaan dan sportivitas.

Lebih lanjut, Tokoh asal Makassar ini menuturkan bahwa JDT 2026 Series 2 merupakan langkah taktis PB PORDI dalam memperluas ekosistem olahraga domino sekaligus memperkuat pembinaan atlet menuju kompetisi profesional. 

Atas capaian ini, ia mengapresiasi kerja keras Pengurus Daerah (Pengda) PORDI DKI Jakarta, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), dan High Games Island (HGI) selaku mitra penyelenggara.

Dukungan nyata terhadap perkembangan olahraga asah otak ini juga datang dari pemerintah daerah. 

Manajer Event sekaligus Ketua Litbang PB PORDI, Dr. Wahyu Irfandi, mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan respons luar biasa pasca-audiensi terkait JDT 2026. 

Pemprov DKI Jakarta berencana mengintegrasikan pembinaan olahraga domino ke dalam program unggulan "Jaga Jakarta", yang memungkinkan domino masuk hingga ke tingkat Rukun Warga (RW).

Melalui komunitas dan klub domino yang tersebar di tingkat kelurahan, pemerintah daerah berpeluang menyisipkan program pemberdayaan masyarakat.

Wahyu menegaskan bahwa PB PORDI sangat siap bersinergi dengan agenda besar Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno untuk mengoptimalkan empat pilar program "Jaga Jakarta" melalui medium olahraga domino. 

Empat pilar tersebut mencakup Jaga Warga (pencegahan tawuran dan narkoba), Jaga Lingkungan (kebersihan dan tata ruang), Jaga Aturan (edukasi hukum), serta Jaga Amanah (transparansi pelayanan aparat).

Domino tidak hanya menjadi sarana kompetisi, melainkan juga wadah strategis bagi tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan (ormas), hingga rekan media untuk bersama-sama menjaga ketertiban wilayah. 

Selain itu, pemerintah daerah dapat menyisipkan berbagai program edukasi mulai dari literasi keuangan, pencegahan judi online, hingga pelatihan kecakapan digital bagi masyarakat luas. (*)

Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Padang Menyigi Penambahan Belanja Daerah, Ini Kata Helmi Moesim    
Minggu, Juni 28, 2026

On Minggu, Juni 28, 2026

Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Padang Menyigi Penambahan Belanja Daerah, Ini Kata Helmi Moesim
Ketua Fraksi Partai Golongan Karya atau Golkar DPRD Kota Padang Helmi Moesim atau yang akrab sapa da Ay. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Padang menyigi penambahan belanja daerah, dimana pada APBD awal ditargetkan sebesar Rp2,69 triliun, pada perubahan KUA PPAS menjadi Rp3,20 triliun rupiah bertambah sebesar Rp510 miliar atau Rp18,81 persen.

"Kebijakan  belanja  daerah haruslah diselaraskan dengan sumber  -  sumber penerimaan dan penggunaannya, sebagaimana yang diamanatkan dalam peraturan pemerintah nomor 35 tahun 2023," kata juru bicara Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Padang, Defi Vebrida pada rapat paripurna, Sabtu, 27 Juni 2026.

Seperti, ungkapnya, penerimaan dana bagi hasil yang berasal dari pajak daerah dan non pajak, Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Uuntuk itu, ujarnya, Fraksi Partai Golkar merasa perlu mengingatkan bahwa, Pemerintah Daerah dalam menyusun belanja pada perubahan  KUA PPAS APBD tahun anggaran 2026, selain memperhatikan prinsip, kebijakan umum dan pedoman teknis penyusunan APBD, juga sangat perlu memperhatikan kebijakan belanja untuk mendanai urusan pemerintahan daerah, anggaran pendidikan, kesehatan, belanja infrastruktur, pelayanan publik, dan belanja pegawai.  

Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Padang Menyigi Penambahan Belanja Daerah, Ini Kata Helmi Moesim
Juru bicara Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Padang, Defi Vebrida. (Foto: Humas). 

Berkaitan dengan belanja modal, jelasnya, bila dilihat  nota pengantar Walikota terhadap perubahan KUA dan perubahan PPAS tahun 2026, maka belanja modal yang semula sebesar Rp220.93  miliar mengalami kenaikan menjadi Rp.518,61  miliar atau naik sebesar Rp297,68 miliar atau 134,68 persen. 

"Harapan kami kepada Walikota dan Wakil Walikota Padang, kiranya belanja modal ini harus tetap ditingkatkan dari tahun - ketahun, sebab belanja modal ini merupakan belanja yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh warga Kota Padang," katanya.

Sedangkan terkait rekomendasi, saran dan catatan yang telah disampaikan Pansus I, II,III, dan IV DPRD kota Padang melalui laporan hasil pembahasan  perubahan KUA dan perubahan PPAS APBF kota Padang tahun 2026, Fraksi Partai Golkar sangat memahami dan menyetujui untuk segera ditindak lanjuti oleh masing - masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  di lingkungan Pemerintah Kota Padang,  sehingga  terjadi perbaikan dan perubahan  dalam pelaksanaan  pelayanan publik dan kegiatan  lainnya  di Pemerintahan Kota Padang.

Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Padang Helmi Moesim atau yang akrab sapa da Ay mengingakan kepada setiap OPD dengan terjadinya peningkatan anggaran di KUA PPAS Perubahan tahun 2026, agar berhatihati dalam keterbatasan waktu dan cermat dalam mempedomani regulasi terbaru. (*) 

Pewarta: Zamri Yahya, SHI, WU

AFI Ikut Ramaikan Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026    
Minggu, Juni 28, 2026

On Minggu, Juni 28, 2026

AFI Ikut Ramaikan Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026
Wali Kota Pariaman, Yota Balad usai menerima kunjungan pengurus Asosiasi Fotografi Indonesia (AFI) Wilayah Sumatera Barat (Sumbar). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Asosiasi Fotografi Indonesia (AFI) Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) ikut meramaikan pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026. 

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pariaman, Yota Balad usai menerima kunjungan pengurus Asosiasi Fotografi Indonesia (AFI) Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) di panggung utama iven Bandagala, Muaro Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, Sabtu (27/6).

Wali Kota Pariaman, Yota Balad menyatakan dukungan penuhnya terhadap pembentukan dan keberadaan AFI di Sumatera Barat. 

Yota  berharap kehadiran wadah ini mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi sektor pariwisata daerah.

“Kita meminta kepada seluruh jajaran pengurus AFI agar ikut aktif mempromosikan potensi pariwisata Kota Pariaman ke kancah nasional maupun internasional. Promosi tersebut diharapkan dapat dioptimalkan baik melalui momentum berskala besar seperti event budaya nasional Pesona Hoyak Tabuik, maupun melalui eksplorasi visual keindahan destinasi wisata alam dan budaya yang dimiliki Pariaman,“ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan mandat kepengurusan AFI Sumbar serta penyerahan Majalah "Mata".

Majalah produksi AFI ini merupakan media visual yang merangkum berbagai event seni, budaya, serta pesona pariwisata dari seluruh penjuru Indonesia.(dre/wi/at)