HEADLINE
Wakil Ketua DPRD Padang Jupri  Pastikan Pembangunan Ruang BK SMPN 6 Sesuai Spek    
Senin, Mei 25, 2026

On Senin, Mei 25, 2026

Wakil Ketua DPRD Padang Jupri  Pastikan Pembangunan Ruang BK SMPN 6 Sesuai Spek
Kunjungan Jupri yang akrab disapa Makdang ini untuk melihat secara langsung pembangunan ruang Bimbingan dan Konseling (BK) sekolah tersebut yang dibangun melalui Pokir. (Foto: Sari). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Ketua DPRD Kota Padang Jupri, SAP mengunjungi SMPN 6 Padang pada, Senin (25/5/2026).
Kunjungan Jupri yang akrab disapa Makdang ini untuk melihat secara langsung pembangunan ruang Bimbingan dan Konseling (BK) sekolah tersebut yang dibangun melalui Pokir.

Jupri Makdang mengatakan sengaja untuk memantau secara langsung proses pembangunan ruang tersebut.  

"Kita selalu memantau dari awal sampai selesai. Alhamdulillah, pembangunannya sesuai spek.  Artinya, proses konstruksi dikerjakan berdasarkan dokumen kontrak," ujar Jupri Makdang yang merupakan Anggota DPRD dari Fraksi PAN ini. 

Kedatangan Jupri Makdang juga, untuk memastikan kualitas material. Termasuk metode pengerjaan. serta  hasil akhir memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan. Agar bangunan aman, awet, dan tepat sasaran.

Jupri Makdang bersyukur pembangunan ruang BK ini sudah selesai. Apalagi, pembangunannya sangat memuaskan.

"Sebelumnya, kita juga telah mengunjungi SMPN 24 Padang. Karena, juga ada renovasi atap sekolah tersebut melalui Pokir kita. Habis ini, kita langsung mengunjungi SD di Gurun Laweh. Untuk melihat pembangunan sekolah tersebut yang juga berasal dari Pokir kita," ujar Jupri Makdang.

Jupri Makdang mengaku pokirnya, lebih difokuskan pada lembaga-lembaga pendidikan. Baik tingkat sekolah dasar maupun SMP.

"Pokir kita juga diperuntukkan untuk pembangunan Mushalla SMPN 17 Padang dan beberapa SD dan SMP lainnya. Karena kehadiran mushalla sangat penting untuk mendirikan shalat berjamaah di sekolah tersebut," ujarnya.

Jupri juga menegaskan pemanfaatan Pokir pada berbagai sekolah tersebut juga sebagai salah satu upaya mendukung program Padang Juara.

Sementara Kepala SMPN 6 Padang Noverilan, M.Pd. berterimakasih atas Pokir yang telah dianggarkan Jupri. 

Dia ungkapkan kehadiran ruang ini berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Khususnya di SMPN 6 Padang.

"Kita juga berharap Makdang juga memberikan Pokir untuk lantai hall yang saat ini sudah rusak parah," ujarnya. (Sari)

ADI Gugat Keadilan Pengupahan Dosen di Mahkamah Konstitusi    
Senin, Mei 25, 2026

On Senin, Mei 25, 2026

ADI Gugat Keadilan Pengupahan Dosen di Mahkamah Konstitusi
ADI sebagai Pihak Terkait dalam sidang pengujian Pasal 52 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen di Mahkamah Konstitusi (MK) dengan perkara Nomor 272/PUU-XXIII/2025. (Foto: Husnie). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) secara tegas menyatakan bahwa isu kesejahteraan dosen bukan lagi sekadar persoalan administratif internal kampus, melainkan sebuah agenda strategis kebangsaan yang berdampak langsung pada masa depan negara. 

Pandangan ini disampaikan ADI sebagai Pihak Terkait dalam sidang pengujian Pasal 52 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen di Mahkamah Konstitusi (MK) dengan perkara Nomor 272/PUU-XXIII/2025. 

Di hadapan majelis hakim, Ketua Umum ADI, Mohammed Ali Berawi, yang didampingi Sekretaris Jenderal Mohammad Nur Rianto Al Arif, menekankan bahwa negara harus hadir untuk menjamin sistem pengupahan yang adil dan manusiawi.

“Kehadiran dosen yang sejahtera dan kompeten merupakan prasyarat mutlak agar Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat berjalan optimal, demi melahirkan sumber daya manusia unggul serta riset inovatif yang mampu mendongkrak daya saing global Indonesia,”  ujar Mohammed Ali Berawi di MK Jakarta, Senin (25/05).

Namun, realitas di lapangan menunjukkan kondisi yang sangat memprihatinkan dan penuh paradoks. Saat ini, rata-rata gaji dosen di Indonesia hanya menyentuh angka Rp3,36 juta per bulan, sebuah nominal yang menempatkan Indonesia di posisi buncit dalam peta kesejahteraan akademik di Asia Tenggara. 

Angka ini tertinggal jauh di bawah Singapura yang mencapai Rp85,50 juta, Brunei Darussalam Rp23,28 juta, Kamboja Rp22,19 juta, Thailand Rp21,9 juta, Malaysia Rp18,29 juta, Vietnam Rp10,56 juta, bahkan Filipina sebesar Rp7,65 juta. Ketimpangan ini menciptakan ketidakadilan struktural yang nyata. 

Di satu sisi, pemerintah menuntut para akademisi berpendidikan magister dan doktor ini untuk menghasilkan publikasi internasional, inovasi teknologi, serta hilirisasi riset, namun di sisi lain, kebutuhan dasar hidup mereka belum terpenuhi secara layak.

Dampak dari rendahnya kompensasi ini sangat sistemik terhadap ekosistem pendidikan tinggi nasional. Demi mencukupi kebutuhan sehari-hari, banyak dosen terpaksa mencari pekerjaan sampingan di luar kampus sebagai konsultan atau pekerja paruh waktu. 

Akibatnya, fokus mereka dalam mengajar, membimbing mahasiswa, dan meneliti menjadi terpecah, yang pada akhirnya menurunkan kualitas pembelajaran secara keseluruhan serta memicu kejenuhan kerja (burnout). 

Lebih berbahaya lagi, tekanan ekonomi yang berat ini meningkatkan risiko terjadinya brain drain yaitu eksodus talenta-talenta akademik terbaik ke luar negeri atau sektor industry serta berpotensi mengikis integritas akademik melalui praktik ilmiah yang tidak sehat. 

Dalam era ekonomi berbasis pengetahuan, abainya negara terhadap kesejahteraan dosen sama saja dengan mempertaruhkan masa depan intelektual bangsa.

Oleh karena itu, melalui momentum gugatan di Mahkamah Konstitusi ini, ADI melayangkan petitum tegas agar frasa "gaji pokok" dalam UU Guru dan Dosen ditafsirkan ulang. 

ADI memohon agar MK menetapkan bahwa gaji pokok dosen sekurang-kurangnya bernilai dua kali lipat dari upah minimum yang berlaku di wilayah satuan pendidikan tinggi tersebut berada. 

Selain itu, penghasilan dosen harus dipastikan berada di atas kebutuhan hidup minimum yang mencakup tunjangan profesi, fungsional, kehormatan, hingga maslahat tambahan berbasis prestasi. 

Sebagai organisasi profesi yang mewakili lebih dari 64 ribu dosen sejak tahun 1998, ADI berharap putusan MK ini dapat menjadi titik balik bersejarah dalam memuliakan profesi akademik, mempertahankan independensi ilmiah, dan memperkuat pilar penta helix demi kemajuan peradaban Indonesia. (*)

PWI Sumbar Terima Hewan Kurban dari Perumda AM Kota Padang    
Senin, Mei 25, 2026

On Senin, Mei 25, 2026

PWI Sumbar Terima Hewan Kurban dari Perumda AM Kota Padang
Ketua PWI Sumbar Widya Navies menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Perumdam AM Kota Padang beserta jajarannnya. (Foto: Emil). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Total sebanyak 85 hewan kurban pada Idul Adha 1447 H atau 2026 M tahun ini. Adapun rincian hewan kurban kali ini masing-masing sebanyak 55 sapi dan 30 kambing yang sasaran pembagian ke sejumlah masjid yang berlokasi di kawasan sumber air baku Perusahaan umum daerah air minum Kota Padang atau PerumdamPadang.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama PerumdamPadang, Hendra Pebrizal saat upacara penyerahan hewan kurban di halaman Kantor Pusat Perumdam Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Senin (25/5/2026) pagi. 

Turut hadir saat upacara Wali Kota Padang yang diwakili Sekdako Raju Minrofa Chaniago beserta Ketua Dewan Pengawas Perumdam Padang, Didi Aryadi dan jajaran direksi serta para karyawan/karyawati.

Dirut Hendra Pebrizal menyebutkan hewan kurban yang disalurkan Perumdam Kota Padang bersumber dari sumbangan segenap karyawan/karyawati perusahaan yang dipimpinnya dalam kurun waktu tertentu secara rutin setiap tahun. 

Di samping itu, Perumdam Kota Padang menerima sumbangan hewan kurban satu ekor sapi dari Bank Nagari dan satu unit truk tangki air dari Bank Mega. Penyerahan bantuan tersebut diserahkan masing-masing utusan Bank Nagari melalui Direktur Keuangan Roni Erdian serta perwakilan dari Bank Mega di halaman Kantor Perumdam Kota Padang pada Senin pagi tadi.

Pada kesempatan sama Sekda Kota Padang, Raju Minrofa Chaniago dalam sambutannya menyampaikan penghargaan kepada Perumdam Kota Padang serta Bank Nagari dan Bank Mega yang telah berkontribusi melalui Dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Selanjutnya, dari keseluruhan hewan kurban itu pihaknya membagikan sekaligus membagikan kepada segenap pihak yang dianggap layak menerimanya. Utamanya, sasaran penerima hewan kurban yang diberikan melalui hasil survei tim Perumdam Kota Padang selama ini. 

Hewan Kurban untuk PWI Sumbar

Kali ini PWI Sumbar juga termasuk yang mendapat hewan kurban hasil sumbangan tersebut. Menanggapi hal ini, Ketua PWI Sumbar Widya Navies menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Perumdam Kota Padang beserta jajarannnya. 

"Kami turut mengapresiasi Perumdam Kota Padang, serta mendoakan supaya perusahaan umum daerah air minum Kota Padang kembali pulih kondisinya menyusul sempat twrdampak akibat bencana hydrometerologi yang melanda sebagian daerah Pulau Sumatera akhir tahun 2025 silam, " ujar Widya Navies, didampingi Sekretaris Firdaus Abie dan Sekretris Dewan Kehormatan Provinsi (DKP), Emil Mahmudsyah serta beberapa pengurus PWI Sumbar lainnya saat menerima secara simbolis sumbangan kurban. (*)

Wardah dan Kahf Disorot sebagai Rujukan Authentic Halal Brand dalam Buku Terbaru IHATEC    
Senin, Mei 25, 2026

On Senin, Mei 25, 2026

Wardah dan Kahf Disorot sebagai Rujukan Authentic Halal Brand dalam Buku Terbaru IHATEC
Di tengah meningkatnya kesadaran konsumen terhadap nilai, transparansi, dan integritas brand, konsep halal kini dinilai berkembang melampaui sekadar sertifikasi produk. (Foto: Eko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Di tengah meningkatnya kesadaran konsumen terhadap nilai, transparansi, dan integritas brand, konsep halal kini dinilai berkembang melampaui sekadar sertifikasi produk. 

Halal semakin dipandang sebagai fondasi kepercayaan dan arah strategis bisnis yang dijalankan secara menyeluruh. Perspektif ini menjadi sorotan dalam peluncuran buku Authentic Halal Brand: Dilengkapi Studi Kasus Merek yang Mengusung Nilai-nilai Halal terbitan IHATEC Publisher yang resmi diluncurkan pada 20 Mei 2026.

Seiring berkembangnya industri halal global dan meningkatnya perhatian terhadap value-driven brand, konsep halal kini semakin dipahami tidak hanya sebagai standar kepatuhan produk, tetapi juga sebagai representasi transparansi, tanggung jawab, dan integritas brand secara menyeluruh. Kondisi ini mendorong semakin banyak brand membangun pendekatan yang lebih autentik dalam menghadirkan nilai halal kepada konsumen.

Dalam buku tersebut, dua brand dari ParagonCorp, Wardah dan Kahf, mendapat perhatian sebagai contoh brand yang dinilai berhasil mengimplementasikan konsep Authentic Halal Brand secara menyeluruh. 

Keduanya ditempatkan pada tingkat maturitas tertinggi, yakni Level 4 Authentic Halal Brand, karena dinilai mampu menghadirkan nilai halal secara konsisten dalam proses bisnis, komunikasi brand, hingga kontribusi sosial yang berkelanjutan. 

Founder & CEO Inspark Indonesia sekaligus penggagas konsep Authentic Halal Brand, Dr. Wahyu T. Setyobudi, menjelaskan bahwa di tengah berkembangnya industri halal, brand dituntut tidak hanya memenuhi aspek kepatuhan, tetapi juga mampu menghadirkan nilai halal secara konsisten dalam identitas, budaya, dan pengalaman konsumen. 

“Authentic Halal Brand tumbuh dari kepedulian nyata sebuah brand untuk menjadikan nilai halal bukan sekadar atribut, melainkan value yang menyatu, menghidupkan arah bisnis, budaya, inovasi, hingga makna yang dirasakan konsumen,” ujar Dr. Wahyu T. Setyobudi, Founder & CEO Inspark Indonesia. 

Wardah dalam buku ini disebut sebagai salah satu brand yang berhasil mengubah persepsi halal di industri kecantikan Indonesia. Sejak awal kehadirannya, Wardah tidak hanya memposisikan halal sebagai atribut produk, tetapi sebagai nilai yang mendorong keberanian, keberdayaan, dan relevansi yang inklusif lintas generasi.

Novia Sukmawaty, Senior Group Head Wardah Masterbrand & Skincare Paragon Technology and Innovation untuk Wardah, menjelaskan bahwa bagi Wardah, halal merupakan komitmen untuk menghadirkan kebaikan yang dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Bagi Wardah, halal bukan hanya tentang apa yang boleh digunakan, tetapi tentang bagaimana sebuah brand dapat menghadirkan rasa aman, percaya, dan kebermanfaatan secara konsisten. Kami percaya halal harus hidup dalam kualitas produk, proses bisnis, hingga kontribusi yang kami hadirkan bagi masyarakat,” ujar Novia.

Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut turut mendorong Wardah untuk terus menghadirkan inovasi berbasis sains, komunikasi yang bertanggung jawab, serta berbagai inisiatif sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Kahf dipandang sebagai contoh bagaimana nilai halal dapat diterjemahkan secara kontekstual dan relevan bagi generasi pria modern. Dalam buku tersebut, Kahf diperkenalkan sebagai companion brand yang hadir menemani perjalanan konsumen menjadi versi diri yang lebih baik, tanpa pendekatan yang menggurui.

Andrie Kurniarahman, Group Head of Brand Development PC & Innovation untuk Kahf, mengatakan bahwa pendekatan tersebut lahir dari pemahaman bahwa konsumen saat ini membutuhkan brand yang mampu hadir secara autentik dan relevan dengan perjalanan hidup mereka.

“Bagi Kahf, halal bukan hanya menjadi fondasi produk, tetapi nilai yang diterjemahkan secara relevan dalam kehidupan pria modern. Karena itu, Kahf ingin tumbuh bersama konsumen dengan membangun ekosistem positif bersama komunitas dan partner yang memiliki semangat sejalan, serta hadir sebagai pendamping dalam perjalanan mereka menjadi versi diri yang lebih baik,” jelas Andrie.

Selain membahas Wardah dan Kahf, buku Authentic Halal Brand juga menghadirkan berbagai studi kasus lintas industri, mulai dari makanan, logistik, hingga hospitality, untuk menunjukkan bahwa nilai halal dapat menjadi fondasi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Melalui peluncuran buku ini, IHATEC berharap semakin banyak pelaku industri melihat halal bukan sekadar standar kepatuhan, tetapi sebagai kerangka nilai yang mampu membangun kepercayaan, loyalitas, dan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. (*)

Hadapi PORPROV XVI, KONI Kota Solok Gandeng BPJS Ketenagakerjaan Jamin Perlindungan Atlit    
Senin, Mei 25, 2026

On Senin, Mei 25, 2026

Hadapi PORPROV XVI, KONI Kota Solok Gandeng BPJS Ketenagakerjaan Jamin Perlindungan Atlit
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Solok mengambil langkah strategis dengan menjalin kerja sama resmi bersama BPJS Ketenagakerjaan Kota Solok. (Foto: Oktriyoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Menyambut Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVI Sumatera Barat, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Solok mengambil langkah strategis dengan menjalin kerja sama resmi bersama BPJS Ketenagakerjaan Kota Solok.

Kesepakatan ini memastikan seluruh atlet hingga jajaran pengurus mendapatkan perlindungan jaminan sosial dan risiko secara penuh, baik saat berlatih maupun saat bertanding.

Pertemuan koordinasi berlangsung di ruang pertemuan kantor BPJS Ketenagakerjaan Kota Solok, Senin (25/5/2026).

Hadir dalam kegiatan ini Ketua KONI Kota Solok Rudi Horizon, Alexsindo Rengga Permata, Sekretaris Umum Herdi Yulis YonDeri, Ahkirizal, serta seluruh jajaran pengurus. 

Kerja sama ini menjadi tonggak penting kesiapan daerah mengarungi ajang olahraga terbesar tingkat provinsi.

Ketua KONI Kota Solok, Rudi Horizon, menegaskan bahwa kesejahteraan dan keamanan atlet adalah prioritas utama. 

Bagi dia, atlet adalah aset berharga yang berjuang mengharumkan nama daerah, sehingga perlindungan maksimal adalah kewajiban organisasi.

"Kerja sama ini dalam rangka memberikan jaminan kesehatan dan perlindungan risiko bagi seluruh atlet dan pengurus Kota Solok dalam menghadapi PORPROV XIV, sekaligus bentuk kesiapan matang kami menyambut PORPROV XVI Sumatera Barat nanti," tegas Rudi Horizon.

"Saya tegaskan, semua atlet wajib terdaftar dan terlindungi. Tidak ada pengecualian. Ini bentuk perhatian kami agar jika terjadi risiko kecelakaan, sakit, hingga hal tak terduga, mereka dan keluarga mendapatkan hak layak sesuai aturan," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kota Solok, Arief Sabara, SE, sangat mengapresiasi langkah proaktif KONI. 

Menurutnya, inisiatif ini selaras dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang perluasan jaminan sosial bagi pekerja rentan, termasuk kalangan atlet.

"Langkah ini bukti nyata kepedulian terhadap nasib atlet. Kami siap mendata dan menjamin perlindungan terbaik. Program ini bukan sekadar administrasi, tapi penghargaan atas jerih payah mereka mengharumkan nama daerah," ungkap Arief Sabara.

Sekretaris Umum KONI, Herdi Yulis, menjelaskan pendaftaran akan dilakukan bertahap untuk seluruh cabang olahraga, dengan data yang langsung disinkronkan ke sistem BPJS agar perlindungan aktif kapan saja.

"Kami ingin bangun budaya aman dan sejahtera. Atlit berlatih tenang, fokus, berprestasi tanpa cemas risiko. Ini terobosan awal kami: KONI yang tidak hanya kejar medali, tapi juga jamin masa depan atlet," tambahnya.

Langkah ini menjadi contoh pembinaan lengkap. Kini, dengan perlindungan jaminan sosial yang kokoh, atlet Kota Solok dipastikan siap bertanding di ajang PORPROV dengan dukungan penuh dan ketenangan hati.(80)

Bank Nagari Salurkan Hewan Kurban, PWI Sumbar Terima Satu Ekor Sapi    
Senin, Mei 25, 2026

On Senin, Mei 25, 2026

Bank Nagari Salurkan Hewan Kurban, PWI Sumbar Terima Satu Ekor Sapi
Bank Nagari kembali menyalurkan bantuan hewan kurban kepada masyarakat di lingkungan sekitar kantor Bank Nagari serta berbagai mitra. (Foto: Susi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Bank Nagari kembali menyalurkan bantuan hewan kurban kepada masyarakat di lingkungan sekitar kantor Bank Nagari serta berbagai mitra yang selama ini mendukung perjalanan bank tersebut.

Direktur Operasional Bank Nagari dalam kesempatan penyerahan secara simbolis di Kantor Pusat Bank Nagari, Zilfa Efrizon mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi bentuk nyata kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada masyarakat, khususnya dalam momentum Hari Raya Idul Adha.

Menurutnya, Idul Adha mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, serta pentingnya mempererat hubungan antarsesama. 

Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman bagi Bank Nagari dalam menjalankan peran perusahaan, tidak hanya sebagai lembaga bisnis, tetapi juga bagian dari masyarakat yang tumbuh bersama lingkungan sekitarnya.

“Dalam setiap rezeki yang kita miliki terdapat hak orang lain yang perlu kita bahagiakan. Keberhasilan bukan hanya tentang seberapa besar kita bertumbuh, tetapi juga tentang seberapa banyak tangan yang dapat kita rangkul dan bantu,” ujar Zilfa Efrizon.

Pada tahun ini, bantuan kurban yang disalurkan Bank Nagari terdiri atas hewan kambing yang disetarakan dengan bantuan uang tunai serta sejumlah sapi kurban yang diserahkan secara simbolis kepada masjid-masjid di sekitar Kantor Pusat Bank Nagari dan berbagai mitra.

Adapun rincian penyaluran bantuan sapi kurban Bank Nagari tahun 2026 yakni lima ekor sapi untuk Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Selain itu, masing-masing satu ekor sapi disalurkan kepada Masjid Nurul Wasilah Kotomarapak, Masjid Al-Muqamah Kotomarapak, Masjid Taqwa Lubukbegalung, Masjid Jihad Muhammadiyah Pengambiran Ampalu, Masjid Taqwa Muhammadiyah, PWI Sumatera Barat, PMI Provinsi Sumatera Barat, PDAM, serta Universitas Andalas. Total bantuan yang disalurkan mencapai 14 ekor sapi.

Selain itu, Bank Nagari juga sebelumnya telah menyalurkan bantuan empat ekor kambing, masing-masing tiga ekor untuk Kementerian Dalam Negeri melalui kerja sama dengan Divisi Dana dan Treasury Bank Nagari serta satu ekor untuk Masjid Taufiq Ulak Karang.

Tidak hanya melalui program CSR perusahaan, keluarga besar Bank Nagari yang terdiri dari direksi, komisaris, Dewan Pengawas Syariah, tenaga ahli DPS, Isbanda, Koperasi Konsumen Bank Nagari, dana pensiun, hingga seluruh karyawan dan karyawati juga melaksanakan ibadah qurban di Kantor Pusat dan seluruh kantor cabang Bank Nagari di Sumatera Barat dan Pekanbaru.

Total hewan kurban yang dilaksanakan keluarga besar Bank Nagari pada tahun ini mencapai 41 ekor sapi dan satu ekor kambing. 

Nantinya, daging qurban tersebut akan disalurkan kepada masyarakat di sekitar kantor-kantor Bank Nagari.

Lebih lanjut Zilfa menyebut, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar sekaligus dukungan bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat melalui Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Melalui momentum Idul Adha, Bank Nagari berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh menjadi budaya bersama, sekaligus mempererat silaturahmi antara perusahaan dan masyarakat.

Sementara itu, Sekda Sumbar diwakili Kabiro Kesra Setdaprov Sumbar, Edi Dharma mengapresiasi Bank Nagari yang rutin menyerahkan bantuan hewan kurban kepada masyarakat Sumbar.

Ia menambahkan, diharapkan bantuan hewan kurban itu bisa disalurkan dengan baik sehingga bantuan tersebut bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Sumbar.

Kegiatan penyerahan simbolis itu juga turut dihadiri Direktur Keuangan Bank Nagari, Roni Edrian, jajaran komisaris, Dewan Pengawas Syariah Bank Nagari, Pemimpin Divisi dan Cabang Bank Nagari. 

Ketua PWI Sumbar, Widya Navies dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi  Bank Nagari terhadap bantuan rutin ini. 

"Terima kasih Bank Nagari. Semoga Bank Nagari terus berjaya," ujarnya. (*)

Wako Fadly Amran Buka Pembekalan 60 Calon Penerima Beasiswa Kuliah ke Provinsi Guangdong    
Senin, Mei 25, 2026

On Senin, Mei 25, 2026

Wako Fadly Amran Buka Pembekalan 60 Calon Penerima Beasiswa Kuliah ke Provinsi Guangdong
Wali Kota Padang Fadly Amran membuka secara resmi pembekalan 60 Calon Penerima Beasiswa Kuliah ke Provinsi Guangdong. (Foto: Prokompin Kota Padang). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebagai Wali Kota Padang Fadly Amran membuka secara resmi pembekalan 60 Calon Penerima Beasiswa Kuliah ke Provinsi Guangdong, China melalui Progul Padang Juara, bertempat di Gedung Bagindo Aziz Chan Balai Kota Padang Aie Pacah, Senin (25/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova, Perwakilan Dinas Provinsi Sumatera Barat, Perwakilan Perguruan Tinggi dan Mitra, 60 siswa calon penerima beasiswa dan Para Guru dan Orang Tua 60 Siswa. 

“Selamat kepada siswa terbaik Kota Padang yang lolos seleksi dan akan menempuh pendidikan di China. Ini peluang emas sekaligus amanah, mari belajarlah dengan tekun, disiplin, serta jaga nama baik keluarga dan Kota Padang," katanya. 

Program beasiswa merupakan implementasi Program Unggulan (Progul) “Padang Juara” untuk membuka akses pendidikan tinggi berstandar internasional bagi generasi muda Kota Padang.

Sebanyak 60 siswa terpilih akan menempuh pendidikan S1 dan D4 di Provinsi Guangdong, China, tahun akademik 2026/2027.

Para penerima beasiswa menjalani skema double degree atau gelar ganda melalui pola perkuliahan “1-2-1”, yakni satu tahun pembelajaran dan pembekalan bahasa Mandarin di Indonesia, dua tahun kuliah di Guangdong, dan satu tahun penyelesaian studi di kampus asal di Kota Padang.

Seluruh biaya pendidikan dan biaya hidup mahasiswa ditanggung penuh oleh Pemko Padang.

“Seluruh biaya pendidikan dan biaya hidup ditanggung penuh oleh Pemko Padang. Anak-anak tinggal fokus belajar agar mampu bersaing dan berkarier di tingkat global, termasuk di luar negeri," ujarnya. 

Pemko Padang menargetkan sedikitnya 300 mahasiswa memperoleh beasiswa luar negeri dalam lima tahun kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir.

“Kami ingin anak-anak Padang memiliki daya saing global. Tidak hanya kuliah di luar negeri, tetapi juga mampu berkarya dan membawa nama baik Kota Padang di tingkat internasional," terangnya. 

Selain China, Pemko Padang juga tengah menjajaki kerja sama pendidikan dengan Malaysia, Taiwan, Amerika Serikat, dan Timur Tengah.

Program beasiswa ke Guangdong diawali melalui expo pendidikan dan seleksi pada 20-23 Januari 2026.

Dari sekitar 1.500 peserta expo, sebanyak 163 siswa mengikuti ujian seleksi daring yang difasilitasi lembaga pendidikan Guangdong bersama China University and College Admission System (CUCAS) Indonesia.

Sebanyak 83 siswa dinyatakan lulus seleksi, kemudian dipilih 60 siswa terbaik untuk menerima beasiswa tahun ini.

“Dari hasil seleksi tersebut, sebanyak 83 siswa dinyatakan lulus, kemudian dipilih 60 siswa terbaik untuk menerima beasiswa tahun ini," cakap Kepala Disdikbud Kota Padang Yopi Krislova. 

Ke-60 siswa akan dibagi ke empat perguruan tinggi mitra di Kota Padang, yakni UNP, Unand, Politeknik Negeri Padang (PNP), dan UPI YPTK.

Pada tahun pertama, mahasiswa akan menjalani pembelajaran intensif bahasa Mandarin lima kali per minggu dengan pengajar langsung dari China sebelum melanjutkan studi di delapan kampus mitra di Guangdong.

“Selama tahun pertama para mahasiswa akan menjalani pembelajaran intensif bahasa Mandarin sebanyak lima kali per minggu dengan pengajar langsung dari China. Setelah itu, mereka akan melanjutkan studi di delapan kampus mitra di Guangdong yang telah disiapkan melalui kerja sama pendidikan internasional," katanya. (*)

Sumber: Prokompin Kota Padang

Pemprov Sumbar Perkuat Skill Digital Wirausaha Muda Melalui Program Pelatihan    
Senin, Mei 25, 2026

On Senin, Mei 25, 2026

Pemprov Sumbar Perkuat Skill Digital Wirausaha Muda Melalui Program Pelatihan
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah membuka Pelatihan Digital Marketing bagi Wirausaha Muda Sumbar 2026 di Auditorium II Mifan Resort and Water Park, Padang Panjang, Minggu (24/5/2026). (Foto: Adpim). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah membuka Pelatihan Digital Marketing bagi Wirausaha Muda Sumbar 2026 di Auditorium II Mifan Resort and Water Park, Padang Panjang, Minggu (24/5/2026).

Pelatihan yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumbar itu diikuti 90 wirausahawan muda dari berbagai kabupaten dan kota di Sumbar. Selama tiga hari kedepan, para peserta akan dibekali keterampilan affiliate marketing, live streaming, branding, hingga pengembangan usaha berbasis digital.

Kepada para peserta pelatihan, Gubernur Mahyeldi menegaskan pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital. Menurutnya, sekarang tidak zamannya lagi anak muda pasif.

“Pemuda adalah kekuatan moral, agen perubahan, sekaligus penggerak pembangunan ekonomi. Di tengah era digital ini, generasi muda harus aktif, tidak boleh pasif, jangan hanya sekadar mencari tapi juga mesti berpikir bagaimana menciptakan pekerjaan dari berbagai peluang yang ada,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, melahirkan generasi muda yang mandiri, kreatif, inovatif, dan mampu memanfaatkan teknologi digital dalam membangun usaha menjadi salah satu program prioritas dimasa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Vasko Ruseimy. Hal itu ditandai dengan, ditetapkannya Nagari Creatif Hub sebagai salah satu program unggulan daerah.

“Semakin banyak anak muda berwirausaha, semakin luas juga lapangan kerja yang terbuka dan semakin bergerak ekonomi daerah. Itulah yang mendasari, mengapa kami sangat serius dalam memperkuat dan mengawal implementasi NCH di Sumbar," tegas Mahyedli

Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria mengaku bangga karena  program pelatihan bertajuk “Affiliate & Livestreamer Cuan Puluhan Juta Hingga Miliaran dari Rumah” itu mendapat antusiasme tinggi dari kalangan anak muda Sumbar. Ia menyebut, sejak pelaksanaan perdana, jumlah pendaftar membludak, hingga mencapai 1.000 orang.

"Antusiasme masyarakat untuk mengikuti pelatihan ini sangat tinggi. Ini perlu kita fasilitasi secara bertahap, agar tekad daerah untuk melakukan gerak cepat di bidang ekonomi ini betul-betul bisa terwujud sesuai harapan," ujarnya

Sementara itu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumbar, Mahdianur mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari penguatan program unggulan Pemprov Sumbar, yakni Nagari Creative Hub.

Menurutnya, peserta yang berasal dari berbagai daerah di Sumbar, termasuk Kepulauan Mentawai, diharapkan mampu membentuk komunitas kreatif dan menularkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan kepada rekan sejawat di daerahnya masing-masing. (adpsb/cen/bud)

Tak Lagi Bertumpu pada Fiskal, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Diaspora Minang Jadi Motor Pembangunan Sumbar    
Senin, Mei 25, 2026

On Senin, Mei 25, 2026

Tak Lagi Bertumpu pada Fiskal, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Diaspora Minang Jadi Motor Pembangunan Sumbar
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi saat menjadi salah satu pembicara dalam Forum Silaturahmi Minangkabau Diaspora Network Global (MDNG) 2026, Sabtu (23/5) di Auditorium Lantai 12 Universitas YARSI Jakarta. (Foto: Idris). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, mendorong arah pembangunan Sumbar ke depan tidak lagi bertumpu pada kemampuan keuangan daerah. Menurutnya, percepatan pembangunan membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan diaspora Minangkabau di berbagai belahan dunia.

Hal tersebut disampaikan Muhidi saat menjadi salah satu pembicara dalam Forum Silaturahmi Minangkabau Diaspora Network Global (MDNG) 2026, Sabtu (23/5) di Auditorium Lantai 12 Universitas YARSI Jakarta.

Muhidi menilai, potensi besar yang dimiliki perantau Minang harus mampu disinergikan dengan kekuatan ekonomi untuk menciptakan pembangunan yang berdaya saing global.

“Kita ingin pembangunan Sumatera Barat tidak mengandalkan APBD, tetapi diperkuat melalui kolaborasi dengan dunia usaha serta diaspora Minangkabau. Karena itu seluruh stakeholder harus mampu memanfaatkan peluang untuk optimalisasi pembangunan,” ujarnya.

Menurut Muhidi, Sumbar memiliki banyak komoditas unggulan yang belum memberikan nilai tambah maksimal bagi masyarakat. Seperti komoditas seperti gambir, kakao, kopi, kayu manis, sawit, hingga hasil pertanian strategis lainnya perlu didorong menuju industrialisasi modern.

“Kita ingin komoditas unggulan Sumatera Barat tidak hanya berhenti sebagai bahan mentah, tetapi berkembang menjadi industri bernilai tambah tinggi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nagari,” katanya.

Dalam paparannya, Muhidi juga menyoroti pentingnya membangun iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan di Sumatera Barat. Menurutnya, investasi tidak cukup hanya berbicara soal modal dan keuntungan, tetapi juga harus memperhatikan nilai sosial dan budaya masyarakat Minangkabau.

Ia menegaskan, persoalan strategis seperti tanah ulayat harus diselesaikan melalui pendekatan musyawarah dan nilai “saiyo sakato” yang selama ini menjadi kekuatan budaya Minang.

“Kami menyadari investasi membutuhkan kepastian hukum, kemudahan regulasi, dan dukungan sosial masyarakat. Terkait berbagai persoalan, termasuk tanah ulayat, nilai musyawarah dan saiyo sakato menjadi jalan penyelesaian yang adil dan bijaksana,” jelasnya.

Muhidi menambahkan, DPRD Sumbar berkomitmen memperkuat regulasi dan pengawasan guna menciptakan kepastian hukum bagi investor tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat nagari.

“DPRD Provinsi Sumatera Barat akan terus menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan untuk memperkuat kepastian hukum, menciptakan iklim investasi yang sehat, serta mendorong pembangunan yang berpihak kepada masyarakat nagari,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, Muhidi turut memperkenalkan konsep pembangunan kolaboratif berbasis jaringan yang disebut sebagai model “Bintang Laut”. Model ini menempatkan pembangunan daerah tidak lagi bersifat sentralistik, melainkan dibangun melalui kolaborasi antara nagari, perantau, pemerintah, dan pelaku usaha.

Menurutnya, pola kolaboratif tersebut akan membuat ekonomi Sumbar lebih fleksibel, adaptif, dan memiliki daya tahan kuat menghadapi tantangan global.
Selain itu, Muhidi juga mendorong konsep investasi berbasis adat sebagai identitas pembangunan Sumatera Barat.

Dalam konsep tersebut, tanah ulayat tidak dipandang sebagai hambatan investasi, melainkan sebagai bagian dari sinergi sosial antara ninik mamak, masyarakat nagari, dan investor.

“Investasi di Minangkabau bukan hanya transaksi ekonomi, tetapi hubungan sosial dan budaya yang saling menguatkan,” tutupnya. 

Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan Minangkabau merupakan etnis terbesar keenam di Indonesia dengan populasi sekitar 6,7 juta jiwa dan memiliki jejak sejarah besar di tingkat nasional maupun internasional. Banyak tokoh Minang berperan penting sebagai ulama, pejuang kemerdekaan, hingga pemimpin bangsa. 

Di antaranya Raja Baginda penyebar Islam di Filipina, Ahmad Khatib Al Minangkabawi Imam Besar Masjidil Haram, serta tokoh nasional seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Tan Malaka. 

Sebanyak 21 dari 200 Pahlawan Nasional Indonesia berasal dari Minangkabau atau keturunannya. Bahkan, tiga dari empat pendiri Republik Indonesia merupakan putra Minang. 

Sejak awal kemerdekaan, banyak tenaga profesional dan intelektual Indonesia berasal dari Minangkabau, menunjukkan besarnya kontribusi masyarakat Minang dalam perjalanan bangsa. (Idris)

Satresnarkoba Polres Solok Amankan Mahasiswa Berbekal Sabu di Pinggir Jalan Gunung Talang    
Senin, Mei 25, 2026

On Senin, Mei 25, 2026

Satresnarkoba Polres Solok Amankan Mahasiswa Berbekal Sabu di Pinggir Jalan Gunung Talang
Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Solok kembali menorehkan keberhasilan dalam pemberantasan peredaran barang haram di wilayah hukum Kabupaten Solok. (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Solok kembali menorehkan keberhasilan dalam pemberantasan peredaran barang haram di wilayah hukum Kabupaten Solok. 

Tim operasi berhasil mengamankan seorang pemuda berstatus mahasiswa yang diduga kuat menyalahgunakan dan memiliki narkotika jenis sabu, dalam operasi yang digelar Minggu malam (24/05/2026).

Penangkapan berlangsung sekira pukul 22.15 WIB di pinggir jalan Jorong Sawah Taluek, Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang. 

Sasaran operasi adalah seorang laki-laki berinisial JM atau akrab disapa Jeksen (27 tahun), warga asal Pakan Sanayan, Jorong Lurah Nan Tigo, Nagari Selayo, Kecamatan Kubung.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari Kasatresnarkoba Polres Solok, AKP Repaldi, S.H., M.M., CHRS, saat petugas mendatangi lokasi, pelaku sedang berada di tempat tersebut. 

Saat dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan yang disaksikan saksi serta warga sekitar, petugas menemukan 1 (satu) paket kecil berisi benda kristal diduga narkotika golongan 1 jenis sabu yang tergenggam di tangan kiri pelaku. 

Di tangan kanannya, petugas juga menyita 1 unit ponsel pintar merek VIVO berwarna emas.

Saat ditanya petugas menggunakan bahasa setempat, mengenai apa isi bungkusan tersebut, pelaku berani mengakuinya secara langsung.

"Apoko? (Apa ini?)," tanya petugas.

"Sabu Pak," jawab pelaku.

Ditanya kembali apakah memiliki izin menyimpan barang tersebut, pelaku pun menggeleng dan menjawab tidak ada izin sama sekali.

Dalam pengakuan awalnya, pemuda berstatus pelajar/mahasiswa ini mengakui seluruh barang bukti yang disita adalah miliknya dan sepenuhnya berada dalam penguasaannya tanpa ada surat izin resmi dari pihak berwenang.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku dan seluruh barang bukti kemudian dibawa ke markas Polres Solok untuk menjalani proses hukum dan penyidikan lebih lanjut. 

Penanganan kasus ini tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/A/20/V/2026/SPKT.SATRESNARKOBA/POLRESSOLOK/POLDA SUMBAR, tertanggal 24 Mei 2026.

AKP Repaldi menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan ruang sedikitpun bagi siapa saja yang terlibat dalam perdagangan maupun penggunaan narkotika, tanpa memandang status sosial maupun latar belakang pelaku.

"Siapa pun itu, apalagi yang berstatus pelajar atau mahasiswa yang seharusnya menjadi teladan, jika melanggar hukum narkotika, kami akan tindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Ini demi menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya penyalahgunaan zat adiktif," tegas AKP Repaldi.

Saat ini, tersangka masih menjalani pemeriksaan mendalam terkait asal-usul barang bukti yang dimilikinya, untuk kemudian dijerat dengan Pasal 114 atau Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal seumur hidup.(80)

Di Forum MDNG 2026, Ketua DPRD Sumbar Dorong Investasi dan Transfer Pengetahuan Diaspora ke Ranah    
Senin, Mei 25, 2026

On Senin, Mei 25, 2026

Di Forum MDNG 2026, Ketua DPRD Sumbar Dorong Investasi dan Transfer Pengetahuan Diaspora ke Ranah
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, ajak perantau Minang di dalam maupun luar negeri, pulang dan berkontribusi nyata bagi kampung. Mulai dari pemikiran, investasi, hingga transfer pengetahuan demi kemajuan Sumbar. (Foto: Idris). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Menjadi salah satu pemateri dalam perhelatan akbar Forum Silaturahmi Minangkabau Diaspora Network Global (MDNG) 2026, Sabtu (23/5) Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, ajak perantau Minang di dalam maupun luar negeri, pulang dan berkontribusi nyata bagi kampung. Mulai dari pemikiran, investasi, hingga transfer pengetahuan demi kemajuan Sumbar. 

"Pulang tidak selalu harus dimaknai secara fisik. Pulang dapat diwujudkan melalui kontribusi pemikiran, investasi, transfer pengetahuan, penguatan jejaring, serta perhatian dan kepedulian terhadap pembangunan kampung halaman,” ujar Muhidi dalam acara yang digelar di Auditorium Lantai 12 Universitas YARSI Jakarta.

Muhidi mengatakan Sumbar memiliki potensi di berbagai sektor, mulai dari pertanian, pariwisata, perdagangan hingga ekonomi kreatif. Begitupun sumber daya alam yang menjadi kekuatan utama daerah.

Jadi berbagai potensi tersebut belum sepenuhnya mampu memberikan nilai tambah maksimal bagi kesejahteraan masyarakat. 

“Karena itu, kami mengajak para perantau dan pengusaha diaspora Minangkabau untuk bersama-sama membangun ranah ini agar lebih maju, mandiri, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” katanya.

Muhidi menilai budaya Minangkabau juga menjadi modal sosial terbesar dalam mendorong pembangunan daerah di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Menurutnya, nilai-nilai budaya seperti Saiyo Sakato, semangat gotong royong, serta kuatnya jaringan kekerabatan masyarakat Minang merupakan kekuatan yang tidak dimiliki semua daerah.

“Budaya Minangkabau adalah modal pembangunan yang sangat besar. Nilai Saiyo Sakato, gotong royong, dan jaringan kekerabatan orang Minang harus menjadi kekuatan bersama dalam menghadapi tantangan global,” tegasnya.

Menurutnya, potensi besar diaspora Minangkabau yang tersebar di berbagai daerah dan negara harus mampu dioptimalkan sebagai kekuatan pembangunan Sumatera Barat di masa depan.

Karena itu, ia mengajak seluruh perantau untuk mengubah cara pandang lama terkait fenomena brain drain menjadi brain gain, yakni menjadikan keberhasilan dan pengalaman perantau sebagai sumber kekuatan baru bagi daerah.

“Oleh karena itu, kita perlu mengubah cara pandang dari brain drain menjadi brain gain. Keberhasilan dan pengalaman para perantau harus menjadi energi positif untuk kemajuan Ranah Minang,” tegasnya.

Kegiatan Forum Silaturahmi Minangkabau Diaspora Network Global (MDNG) 2026 tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional asal Minangkabau dan pejabat negara.

Di antaranya Kepala Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia, Dony Oskaria, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Yassierli, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon, serta Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago.

Hadir pula Anggota DPR RI yang juga Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM), Andre Rosiade, bersama tokoh diaspora Minangkabau dari berbagai daerah dan luar negeri.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengungkapkan sejumlah persoalan strategis yang masih menjadi tantangan pembangunan di Sumbar.

Menurut Mahyeldi, hingga saat ini kualitas pembangunan dan daya saing sumber daya manusia masih belum optimal. Selain itu, ketahanan pangan daerah dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan juga masih perlu diperkuat. Persoalan lain yang menjadi perhatian ialah keterbatasan layanan infrastruktur dasar serta sosial ekonomi untuk mendorong kemajuan dan kemandirian nagari/desa.

Ia juga menilai pertumbuhan ekonomi daerah belum sepenuhnya inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Di sisi lain, pengelolaan infrastruktur yang inklusif serta ketangguhan daerah terhadap bencana alam juga dinilai masih belum maksimal.

Dalam aspek sosial budaya, Mahyeldi mengatakan perwujudan masyarakat yang beradat, harmonis, religius, dan berbasis keluarga berkualitas masih membutuhkan penguatan.

Selain itu, daya saing sektor pariwisata dan ekonomi kreatif juga dinilai masih rendah untuk menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Tak hanya itu, tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, serta pelayanan publik yang efektif juga menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi ke depan.

Ia berharap seluruh tokoh perantau Minang dapat bersama-sama dengan masyarakat di ranah untuk memanfaatkan seluruh potensi dan kemampuan dalam membangun kampung halaman.

“Dalam kesempatan ini, kami sangat berharap kepada seluruh tokoh perantau yang hadir untuk bisa bersama-sama dengan kami yang ada di ranah membangun tanah Minangkabau yang kita cintai ini,” tutupnya. (Idris)

Pangi Syarwi Chaniago Minta Presiden Prabowo Harus Hati-hati ke Depan, Contohkan Jokowi    
Senin, Mei 25, 2026

On Senin, Mei 25, 2026

Pangi Syarwi Chaniago Minta Presiden Prabowo Harus Hati-hati ke Depan, Contohkan Jokowi
Pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago, mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar berhati-hati dalam mengelola kekuasaan.  (Foto kolase: By). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago, mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar berhati-hati dalam mengelola kekuasaan. 

Menurutnya, persoalan besar kerap muncul ketika masa kekuasaan mulai berakhir.

Pangi menilai saat seorang pemimpin masih berada di puncak kekuasaan, kritik biasanya tidak terlalu terasa.

Namun situasi bisa berubah ketika pengaruh politik mulai melemah.

“Kadang kekuasaan itu bikin tuli dan buta. Kekuasaan itu sewenang-wenang,” ujar Pangi di kanal Youtube Bambang Widjojanto, Minggu, 24 Mei 2026.

Menurutnya, kondisi itu menjadi pengingat penting bagi Prabowo agar tidak terlena dengan situasi politik saat ini yang relatif stabil.

“Presiden Prabowo harus hati-hati ke depan. Sekarang memang tidak ada masalah, tapi ketika nanti akan mengakhiri pemerintahannya, masalah bisa muncul,” katanya.

Pangi mencontohkan kondisi yang kini dialami Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi. 

Ia menilai berbagai persoalan dan kritik terhadap Jokowi justru semakin banyak muncul setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.

“Nah itu yang dialami Jokowi. Itu pengingat dan alarm bagi Pak Prabowo,” ujarnya.

Menurut Pangi, Jokowi saat ini terus menjadi sorotan publik, mulai dari polemik ijazah hingga berbagai isu lain yang kembali diungkit.

“Betapa tersiksanya Jokowi hari ini karena semuanya bunyi semua, masalah dan aibnya dibuka,” katanya.

Ia juga menyinggung langkah Jokowi yang dinilai masih aktif memberikan komentar terkait isu kebangsaan meski sudah tidak lagi menjabat.

“Selalu mengomentari soal bangsa, padahal kan sudah pensiun dan kembali ke Solo. Mungkin ini lebih mengawal Gibran,” pungkasnya. (*) 

Sumber: RMOL