HEADLINE
Teman Hebat Records Rilis 15 Lagu Penyanyi Berkebutuhan Khusus, Dunia Musik Jadi Ruang Inklusif untuk Berkarya    
Sabtu, Juni 27, 2026

On Sabtu, Juni 27, 2026

Teman Hebat Records Rilis 15 Lagu Penyanyi Berkebutuhan Khusus, Dunia Musik Jadi Ruang Inklusif untuk Berkarya
Teman Hebat Records rilis 15 lagu penyanyi berkebutuhan khusus, dunia musik jadi ruang inklusif untuk berkarya. (Dok. Istimewa)

BENTENGSUMBAR.COM
– Teman Hebat Records kembali menghadirkan langkah besar bagi dunia musik Indonesia dengan merilis 15 lagu terbaru yang dibawakan oleh anak-anak dan remaja berkebutuhan khusus. 

Seluruh karya tersebut resmi tersedia di berbagai platform musik digital mulai Jumat, 26 Juni 2026, sekaligus menjadi tonggak lahirnya penyanyi-penyanyi muda yang memiliki karya orisinal dan identitas musikal masing-masing.

Peluncuran tersebut menjadi bagian dari misi besar Teman Hebat Records sebagai rumah kreatif bagi anak dan remaja berkebutuhan khusus, meliputi Down Syndrome, Autism, ADHD, Dyslexia, Slow Learner, hingga penyandang disabilitas. 

Bersama Senada Studio's, Teman Hebat Records membuktikan bahwa dunia musik mampu menjadi ruang yang inklusif bagi siapa saja yang ingin berkarya.

Founder Teman Hebat Records, Rulli Aryanto kepada awak media pada Sabtu (27/6/2026) mengatakan antusiasme masyarakat saat proses open talent semakin menguatkan alasan berdirinya label musik tersebut. 

Menurutnya, banyak talenta luar biasa yang selama bertahun-tahun belum memperoleh ruang untuk berkembang.

"Semakin memperjelas arah dan tujuan didirikannya Teman Hebat Records sebagai rumah bagi anak-anak dan remaja berkebutuhan khusus yang ingin berkarya dan punya lagu sendiri. Waktu kami membuka talent, ternyata animonya sangat besar. Artinya masih banyak potensi yang bisa digali, terutama dalam bidang menyanyi," ujar Rulli Aryanto.

Sebanyak 15 lagu yang diluncurkan masing-masing dibawakan oleh Kinanthi Ulfidiyanaa melalui Wujudkan Impian, Evi Lugvianty Craib (Tak Harus Sama), Junior Noya (Kuat Dengan Cara Kita), Shafaminata (Aku Tak Sendiri), Vanessa Adelynn (Kisah Kita), Azka Farzana (Indah Dibalik Semua), Velovelyn Gwen (Semoga), Aisha Natasya (Aku Hebat Aku Bisa), Kenzie Rachel Andrea (Genggam Harapan), Ben Hite (Jangan Ragukan Dirimu), Azalea Dzahin (Pasti Bisa), Alika Ashadewi (Lebih Dari Segalanya), Vanesa Audrey (Hebat & Juara), Jihan Nicklany (Kita Semua Teman), serta Vanita Hiadah Rizky Aryo Putri melalui Caraku Sendiri.

Seluruh karya dipersembahkan oleh Teman Hebat Records bersama PasarLagu. Produksi musik dikerjakan oleh Rulli Aryanto, Tixxy (Tety Widiastuti), Senada Studio's, Kenneth Trevi, Denny Boy, Ivan Daniel, Andrea, serta didukung NPSCorp, Utut Utama Agung, BikinKlip, dan Kunamkane sebagai bagian dari gerakan yang menghadirkan ruang berkarya bagi setiap anak Indonesia tanpa memandang keterbatasan.

Proses produksi berlangsung dengan pendekatan yang berbeda dari rekaman musik pada umumnya. Tim produksi menyesuaikan setiap materi lagu dengan kemampuan masing-masing penyanyi agar mereka mampu menyampaikan pesan lagu secara maksimal tanpa kehilangan karakter.

Rulli menjelaskan penulisan lirik menjadi salah satu perhatian utama selama proses kreatif berlangsung. 

"Lirik tidak bisa terlalu rapat tanpa mengurangi pesan yang ingin disampaikan. Beruntung tim produksi sudah beberapa kali menangani produksi bersama anak Down Syndrome maupun anak berkebutuhan khusus lainnya," ungkapnya.

Bagi Teman Hebat Records, keberhasilan proyek tersebut tidak semata diukur dari kualitas rekaman atau jumlah pendengar.

Lebih dari itu, keberhasilan lahir ketika semakin banyak anak berkebutuhan khusus berani bermimpi menjadi penyanyi dan terus berkarya secara konsisten.

"Kami berharap mereka tidak berhenti pada satu lagu saja. Mereka perlu terus belajar dan berproses agar memiliki identitas sebagai penyanyi. Identitas tersebut akan menjadi bekal penting bagi masa depan mereka," kata Rulli.

Teman Hebat Records bersama Senada Studio's juga membawa visi yang jauh lebih luas daripada sekadar memproduksi musik.

Seluruh program dirancang agar setiap anak memperoleh kesempatan belajar, berkarya, hingga menjadikan bakat sebagai profesi yang dikelola secara profesional.

Rulli mengaku banyak momen emosional selama proses rekaman berlangsung. Salah satu pengalaman paling membekas hadir saat melihat perjuangan setiap anak memberikan kemampuan terbaik sesuai versi mereka masing-masing.

"Mereka mengajarkan bahwa menjadi bagus merupakan proses. Seseorang harus terus bergerak, tidak berhenti, tidak menyerah, dan terus belajar," tutur Rulli.

Pelajaran lain yang paling membekas baginya adalah bagaimana setiap anak mampu mensyukuri setiap langkah kehidupan meski menghadapi tantangan yang tidak ringan. Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan sering kali melahirkan rasa syukur yang lebih besar.

"Saya melihat pelajaran hidup yang luar biasa. Manusia yang diciptakan istimewa dengan tantangan yang istimewa akan lebih menghargai banyak hal yang Tuhan berikan dalam hidup," tambahnya.

Founder Teman Hebat Records, Yuly Twins, memandang perjalanan seluruh penyanyi jauh lebih bernilai dibanding hasil akhir rekaman. 

Sebagai ibu yang juga memiliki anak berkebutuhan khusus, ia memahami bahwa perjuangan sesungguhnya telah berlangsung jauh sebelum mereka memasuki studio.

"Bagi aku, proses mereka jauh lebih berharga. Mereka bukan hanya belajar menyanyikan lagu, tetapi sedang belajar percaya pada kemampuan mereka sendiri selangkah demi selangkah," ujar Yuly Twins.

Menurut Yuly Twins, setiap anak melewati tantangan yang berbeda. Sebagian masih belajar membaca, sebagian lain menghafal lirik melalui pendengaran, bahkan ada yang dibantu orang tua dengan gerakan visual agar lebih mudah memahami setiap bait lagu.

Pendampingan keluarga menjadi fondasi utama dalam membangun rasa percaya diri anak. 

Selama bertemu dengan 15 keluarga penyanyi, Yuly Twins melihat satu kesamaan yang sangat kuat, yakni keyakinan orang tua selalu menjadi sumber keberanian anak.

"Kepercayaan diri anak tumbuh dari keyakinan orang tuanya terlebih dahulu. Orang tua yang terus percaya akan memberi kesempatan lebih besar bagi anak untuk percaya kepada dirinya sendiri," jelasnya.

Momen paling berkesan baginya hadir ketika para penyanyi pertama kali mengenakan headset dan mendengar suara mereka melalui perangkat rekaman profesional. Ekspresi bahagia, bangga, dan takjub menjadi pemandangan yang sulit dilupakan.

"Mereka tersenyum lebar, sangat bangga, bahkan tidak menyangka suara mereka akan didengar banyak orang. Bagi orang lain mungkin sederhana, tetapi bagi aku menjadi kebahagiaan yang sangat besar," kenangnya.

Selama proses latihan, tim Teman Hebat Records lebih mengutamakan rasa nyaman dibanding mengejar hasil secara instan. 

Pendekatan personal dilakukan kepada setiap anak sesuai karakter masing-masing sehingga mereka merasa diterima sebelum mulai bernyanyi.

"Kami memberikan ruang untuk mengenal studio, mengenal tim, bermain, bercanda, dan mengikuti ritme mereka. Setelah merasa aman dan diterima, mereka jauh lebih mudah menunjukkan kemampuan terbaik," kata Yuly Twins.

Yuly Twins juga mengajak seluruh orang tua agar tidak pernah berhenti memberi kesempatan kepada anak untuk mencoba. 

Konsistensi latihan, pengulangan, serta dukungan tanpa menghakimi diyakini mampu membuka potensi yang selama ini belum terlihat.

"Kemampuan anak tidak muncul hanya dalam satu atau dua kali percobaan. Ketika anak terus diberi ruang dan kesempatan, mereka bisa berkembang jauh melampaui yang kita bayangkan," ujarnya.

Bagi Teman Hebat Records, bernyanyi hanyalah media untuk membangun sesuatu yang jauh lebih besar. 

Seluruh perjalanan tersebut diarahkan agar setiap anak memiliki keberanian, pengalaman berhasil, rasa diterima, dan keyakinan bahwa mereka mampu meraih kesempatan yang sama seperti siapa pun.

"Lagu hanya menjadi kendaraan. Tujuan terbesar kami adalah membangun keberanian, kepercayaan diri, pengalaman berhasil, rasa diterima, dihargai, dipercaya, dan keyakinan bahwa mereka mampu meraih kesempatan yang sama," tutup Yuly Twins.

Lima belas lagu dari 15 penyanyi berkebutuhan khusus yang dirilis Teman Hebat Records tersebut bisa didengarkan melalui tautan playlist YouTube berikut ini: https://youtube.com/playlist?list=PLJUTfoaqTYqNnHUAkPv7EhawYFuIXYxos&si=qQ6-y5RMQztraDmN

Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli

Kemendagri Perkuat Sinkronisasi Perencanaan Daerah dalam Konsultasi Usulan Rencana Kerja Provinsi Dampingan SKALA    
Sabtu, Juni 27, 2026

On Sabtu, Juni 27, 2026

Kemendagri Perkuat Sinkronisasi Perencanaan Daerah dalam Konsultasi Usulan Rencana Kerja Provinsi Dampingan SKALA
Konsultasi Usulan Rencana Kerja Provinsi Dampingan SKALA Semester III Tahun 2026 — Semester Terakhir Fase 1, Kamis (25/6). (Foto: Husnie). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) menyelenggarakan kegiatan Konsultasi Usulan Rencana Kerja Provinsi Dampingan SKALA Semester III Tahun 2026 — Semester Terakhir Fase 1, Kamis (25/6) di Novotel Jakarta Cikini. 

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyiapkan penutupan Fase 1 Program SKALA sekaligus memperkuat arah transisi menuju Fase 2.

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari kementerian/lembaga, tim Program SKALA, serta perwakilan daerah dampingan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Analis Kebijakan Ahli Madya Direktorat Perencanaan, Evaluasi, dan Informasi Pembangunan Daerah (PEIPD) Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Rendy Jaya Laksamana.

Pertemuan ini diselenggarakan sebagai forum konsultasi usulan rencana kerja provinsi dampingan SKALA Semester III Tahun 2026 kepada masing-masing direktorat teknis pengampu. Selain itu, kegiatan bertujuan memastikan keselarasan antara usulan daerah dengan kebijakan nasional serta kapasitas teknis kementerian/lembaga terkait.

Pada kesempatan itu, Kemendagri menekankan bahwa sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah perlu terus diperkuat agar berbagai usulan program mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan layanan dasar dan kelompok rentan. 

Hasil Midterm Review juga menjadi perhatian utama untuk dijadikan dasar dalam proses penyesuaian dan penyusunan strategi menjelang Fase 2 Program SKALA.

Selama pelaksanaan kegiatan, tim SKALA bersama kementerian/lembaga pengampu membahas dan mengkonsolidasikan berbagai usulan dari 12 provinsi dampingan yang telah dianalisis berdasarkan kesesuaian teknis dengan kapasitas masing-masing direktorat pengampu.

Selain itu, peserta juga memperkuat pemahaman bersama terhadap empat area intervensi utama Program SKALA, yakni tata kelola dan data, pengelolaan keuangan daerah (Public Financial Management/PFM), tata kelola pembangunan daerah yang responsif gender dan inklusi, serta tata kelola penyediaan layanan dasar melalui Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Pertemuan turut mengidentifikasi sejumlah isu strategis yang memerlukan perhatian, di antaranya sinkronisasi antara perencanaan, penganggaran, dan realisasi program, pemutakhiran nomenklatur Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), serta penguatan pengawasan pemanfaatan dana transfer.

Sebagai tindak lanjut, disepakati bahwa penyusunan dan penyampaian Annual Work Plan (AWP) atau usulan final daerah ditargetkan selesai paling lambat Oktober 2026. 

Target tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang cukup untuk proses konsolidasi Fase 1 sekaligus menjadi landasan kuat dalam mempersiapkan implementasi Fase 2 Program SKALA.

Melalui kegiatan ini, para pemangku kepentingan membangun komitmen bersama untuk memanfaatkan hasil Fase 1 sebagai pijakan strategis menuju pencapaian target Program SKALA hingga tahun 2030. (*)

Seminar Nasional PORDI Ungkap Potensi Besar Olahraga Pikiran Menuju Indonesia Emas    
Sabtu, Juni 27, 2026

On Sabtu, Juni 27, 2026

Seminar Nasional PORDI Ungkap Potensi Besar Olahraga Pikiran Menuju Indonesia Emas
Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan menggelar Seminar Nasional di GOR UNJ, Jakarta Timur, Jumat (26/6/2026). (Foto: Husnie). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) terus mendorong pengembangan olahraga domino agar semakin diakui sebagai cabang olahraga yang memiliki standar kompetisi dan kajian akademik. 

Upaya tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan menggelar Seminar Nasional di GOR UNJ, Jakarta Timur, Jumat (26/6/2026).

Seminar nasional tersebut mengusung tema "Olahraga Domino dalam Perspektif Holistik: Integrasi Sport Science, Kesehatan, Sport Industry, Budaya dan Sosial Menuju Indonesia Emas". 

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi untuk memperkuat ekosistem olahraga domino di Indonesia melalui pendekatan ilmiah dan profesional.

Ketua Panitia Dr Hendro Wardoyo, M.Pd mengatakan kegiatan ini bertujuan menghadirkan perspektif dari para ahli di bidangnya masing-masing untuk memperkuat ekosistem olahraga domino di Indonesia. 

Selain itu, seminar juga menjadi sarana edukasi bagi pengurus, pegawai, official PORDI, serta masyarakat umum agar memahami olahraga domino secara lebih luas.

"Menjadikan permainan Domino sebagai olahraga yang modern berbasis kajian akademik dalam perspektif sport science dan industri olahraga global," ucapnya.

Menurut Hendro, transformasi domino menjadi olahraga modern membutuhkan dukungan kajian akademik agar pembinaan atlet dan penyelenggaraan kompetisi dapat berjalan lebih profesional.

Sementara itu, Dekan FIKK UNJ Prof. Dr. Nofi Marlina Siregar, M.Pd menjelaskan bahwa olahraga domino memiliki karakteristik yang berbeda karena mengandalkan kemampuan berpikir dan strategi.

Domino saat ini tidak lagi hanya dipandang sebagai permainan rekreasi, tetapi telah berkembang menjadi cabang olahraga yang memiliki sistem kompetisi terstruktur.

Olahraga domino, kata dia, dimainkan dengan aturan baku, sistem penilaian objektif, serta membutuhkan kemampuan strategi, konsentrasi, dan ketahanan mental dari seorang atlet.

"Permainan ini telah berkembang dari sekadar aktivitas rekreasi menjadi olahraga kompetitif yang dipertandingkan dalam berbagai turnamen lokal, nasional, maupun internasional. Artinya Domino ini sudah bisa menjadi salah satu olahraga pikiran," jelasnya.

Prof. Nofi menyebut olahraga domino memiliki nilai kognitif tinggi yang dapat melatih berbagai kemampuan atlet, mulai dari berpikir strategis, membaca pola permainan, mengambil keputusan dalam tekanan, hingga menjaga fokus selama pertandingan.

"Dalam konteks olahraga prestasi, aspek ini dinilai sejalan dengan kajian psikologi olahraga, khususnya pada cabang yang menuntut ketahanan mental (mental endurance) dan kecerdasan taktis," pungkasnya.

Ketua Umum PB PORDI Andi Jamaro Dulung menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya seminar nasional tersebut, khususnya FIKK UNJ yang telah menjadi mitra dalam pengembangan olahraga domino.

Menurutnya, kolaborasi dengan institusi pendidikan menjadi bagian penting untuk membangun fondasi olahraga domino yang lebih kuat, baik dalam pembinaan atlet maupun peningkatan kualitas kompetisi.

"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, khususnya kepada Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta serta seluruh peserta yang hadir. Semoga seminar ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem olahraga domino di Indonesia, mencetak atlet-atlet berprestasi, serta membawa olahraga domino Indonesia menuju panggung nasional maupun internasional," ujarnya.

Melalui seminar nasional ini, PORDI berharap olahraga domino semakin berkembang sebagai cabang olahraga yang memiliki nilai prestasi, akademik, dan mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan UNJ dan PB PORDI.

Gelaran seminar ini merupakan rangkaian dari Jakarta Domino Tournament yang akan digelar di Jakarta International Velodrome pada 27-28 Juni 2026. 

Pada turnamen nanti, akan menghadirkan 1024 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. (*)

ASN Harus Mulai Memikirkan Masa Depan Sejak Hari Ini    
Sabtu, Juni 27, 2026

On Sabtu, Juni 27, 2026

ASN Harus Mulai Memikirkan Masa Depan Sejak Hari Ini
Kepala BKN, Prof. Zudan menekankan pentingnya bagi ASN mempersiapkan masa pensiunnya sejak awal. (Humas BKN). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Badan Kepegawaian Negara (BKN) terus mendorong kesejahteraan ASN mulai dari awal karier hingga memasuki masa pensiun. Hal ini ditegaskan Kepala BKN, Prof. Zudan yang menekankan pentingnya bagi ASN mempersiapkan masa pensiunnya sejak awal dengan memanfaatkan berbagai program perencanaan keuangan yang kini semakin mudah diakses.

Prof. Zudan mengatakan bahwa pembangunan sumber daya manusia aparatur tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kompetensi dan kinerja selama masa kerja, tetapi juga mencakup kesiapan ASN menghadapi masa pensiun dengan kondisi finansial yang sehat dan mandiri. 

“ASN harus mulai memikirkan masa depan sejak hari ini. Ketika memasuki masa pensiun, ASN diharapkan tetap produktif, mandiri, dan memiliki ketahanan finansial yang baik. Karena itu, literasi keuangan menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia aparatur,” ujar Prof. Zudan dalam BKN Menyapa BKD bertema “Manfaat Tabungan Hari Tua (THT) ASN 1 Miliar” yang digelar secara daring pada Rabu (24/06/2026).

Selain itu, Prof. Zudan juga menjelaskan bahwa saat ini ASN memiliki akses yang semakin luas terhadap berbagai instrumen perencanaan keuangan dan program perlindungan hari tua.

Kemudahan tersebut menjadi peluang bagi ASN untuk menyusun strategi keuangan jangka panjang sesuai kebutuhan dan target kesejahteraan masing-masing. 

Alternatif kemudahan yang dihadirkan dalam pembahasan BKN Menyapa BKD kali ini, yakni dengan menghadirkan narasumber dari Taspen Life, dan diikuti ASN serta pengelola kepegawaian dari berbagai instansi pemerintah di seluruh Indonesia.

Pada kesempatan itu, pihak Taspen Life menjelaskan sejumlah pilihan program yang dapat dimanfaatkan ASN untuk mengoptimalkan manfaat hari tua melalui perencanaan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. 

Dengan komitmen menabung dan berinvestasi secara disiplin, manfaat yang diterima saat pensiun dapat berkembang secara signifikan sesuai dengan skema yang dipilih peserta.

Program kesejahteraan ini disambut antusias oleh para peserta, terutama pembahasan mengenai peluang memperoleh manfaat THT hingga Rp1 miliar, mekanisme kepesertaan bagi ASN maupun PPPK, serta jaminan perlindungan manfaat bagi keluarga apabila peserta menghadapi risiko sebelum memasuki masa pensiun.

Prof. Zudan menilai antusiasme tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran ASN terhadap pentingnya pengelolaan keuangan pribadi sebagai bagian dari perencanaan karier dan kehidupan. 

Menurutnya, kesejahteraan ASN perlu dipandang secara menyeluruh, mulai dari masa aktif hingga memasuki masa purnatugas. 

“Menjadi ASN bukan hanya tentang mengabdi kepada negara hari ini, tetapi juga memastikan kualitas hidup yang baik di masa depan. Semakin dini perencanaan dilakukan, semakin besar peluang untuk mencapai masa pensiun yang aman, tenang, dan sejahtera,” tambahnya.

Melalui program BKN Menyapa BKD, BKN terus memperluas akses informasi yang bermanfaat bagi ASN, termasuk mengenai pengelolaan keuangan dan perencanaan masa pensiun. 

BKN akan terus mendukung terwujudnya ASN yang profesional, berkinerja tinggi, dan memiliki kesejahteraan yang berkelanjutan hingga masa pensiun. (*)

Brigjen Marinir Pardosi: Operasi MV Sinar Kudus Buktikan Indonesia Mampu Proyeksikan Kekuatan hingga Laut Arab    
Sabtu, Juni 27, 2026

On Sabtu, Juni 27, 2026

Brigjen Marinir Pardosi: Operasi MV Sinar Kudus Buktikan Indonesia Mampu Proyeksikan Kekuatan hingga Laut Arab
Brigjen TNI Marinir Dr. Freddy J.H. Pardosi, S.E., S.H., M.M pada Program Doktor Hubungan Internasional. (Foto: Husnie). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Operasi pembebasan kapal niaga Indonesia MV Sinar Kudus yang dibajak perompak Somalia pada 2011 menjadi salah satu bukti penting kemampuan Indonesia memproyeksikan kekuatan maritim hingga ribuan kilometer dari wilayah nasional.

Keberhasilan operasi tersebut kini menjadi kajian akademik yang dituangkan dalam disertasi Brigjen TNI Marinir Dr. Freddy J.H. Pardosi, S.E., S.H., M.M pada Program Doktor Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (Unpad).

Dalam disertasi berjudul "Strategi Pertempuran Jarak Jauh Angkatan Laut dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP): Studi tentang Operasi Pembebasan MV Sinar Kudus oleh Tentara Nasional Indonesia," Pardosi mengkaji bagaimana operasi militer tersebut tidak hanya menjadi keberhasilan taktis, tetapi juga menunjukkan kemampuan Indonesia mengintegrasikan kekuatan militer, diplomasi, hukum internasional, dan kepentingan nasional dalam satu strategi yang utuh.

"Operasi MV Sinar Kudus menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk melaksanakan proyeksi kekuatan maritim jauh di luar kawasan strategis terdekatnya. Ini bukan sekadar operasi penyelamatan sandera, tetapi juga cerminan kemampuan negara hadir dan melindungi kepentingan nasional di ruang maritim internasional," kata Brigjen Marinir Pardosi, Kamis (25/6).

Menurutnya, selama ini kajian tentang operasi ekspedisi angkatan laut lebih banyak menyoroti negara-negara besar yang memiliki armada global seperti Amerika Serikat, Inggris, maupun negara-negara NATO. Sementara Indonesia relatif jarang dikaji dalam konteks operasi militer jarak jauh yang melibatkan kepentingan strategis di luar kawasan.

"Padahal Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki kepentingan langsung terhadap keamanan jalur perdagangan internasional. Karena itu, pengalaman pembebasan MV Sinar Kudus sangat relevan untuk dipelajari dalam perspektif strategi maritim modern," ujarnya.

MV Sinar Kudus dibajak kelompok perompak Somalia saat melintasi Laut Arab, salah satu jalur pelayaran internasional tersibuk yang menghubungkan Asia, Timur Tengah, dan Eropa. Pembajakan tersebut segera menjadi perhatian pemerintah Indonesia karena menyangkut keselamatan awak kapal, keamanan perdagangan nasional, dan citra Indonesia sebagai negara maritim.

Pardosi menjelaskan, ancaman yang dihadapi Indonesia saat itu berbeda dengan ancaman militer konvensional. Musuh yang dihadapi bukan negara lain, melainkan kelompok non-negara yang memanfaatkan luasnya wilayah laut, lemahnya pengawasan kawasan pesisir Somalia, serta kompleksitas hukum internasional.

"Karakter ancaman seperti ini tidak dapat dihadapi hanya dengan pendekatan militer tradisional. Diperlukan perpaduan antara instrumen militer, diplomasi, intelijen, hukum internasional, dan komunikasi strategis agar tujuan operasi dapat tercapai," katanya.

Karena itu, pemerintah memilih menggunakan kerangka Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang memungkinkan penggunaan kekuatan militer secara terukur tanpa mengabaikan aspek diplomatik dan kemanusiaan. Pendekatan tersebut dinilai mampu menjaga keseimbangan antara ketegasan negara dan keselamatan para sandera.

Dalam penelitiannya, Pardosi menemukan, keberhasilan operasi sangat ditentukan oleh kemampuan mengelola tiga dimensi strategis sekaligus, yakni waktu, ruang, dan kekuatan.

Pada dimensi waktu, Indonesia dinilai mampu merespons cepat dengan mengirim unsur TNI Angkatan Laut ke kawasan Laut Arab tanpa kehilangan kendali terhadap eskalasi situasi.

"Kehadiran kapal perang Indonesia merupakan pesan strategis bahwa negara hadir untuk melindungi warga negaranya. Namun pada saat yang sama, pemerintah tetap membuka ruang bagi proses negosiasi dan penyelesaian diplomatik," ungkapnya.

Menurut Pardosi, hal tersebut menunjukkan, operasi militer modern tidak selalu identik dengan penggunaan kekuatan bersenjata secara langsung. Dalam banyak kasus, kehadiran militer justru berfungsi sebagai instrumen tekanan strategis yang memperkuat posisi tawar negara dalam proses penyelesaian konflik.

Tantangan berikutnya berada pada dimensi ruang. Operasi berlangsung ribuan kilometer dari pangkalan utama TNI AL sehingga membutuhkan kemampuan logistik, intelijen, komando dan kendali, serta koordinasi lintas instansi yang tidak sederhana.

"Keberhasilan mempertahankan operasi pada jarak sejauh itu menunjukkan berkembangnya kapasitas ekspedisi Indonesia. Kemampuan seperti ini selama bertahun-tahun identik dengan negara yang memiliki kemampuan blue water navy," kata Pardosi.

Ia menegaskan, pengalaman tersebut membuktikan TNI AL memiliki kemampuan untuk mengoperasikan unsur-unsurnya dalam jangka waktu lama di wilayah yang jauh dari tanah air, sekaligus berinteraksi dengan berbagai armada negara lain yang berada di kawasan yang sama.

Pada dimensi kekuatan, Indonesia menerapkan konsep penggunaan kekuatan secara proporsional. Unsur kapal perang, pasukan khusus, dukungan intelijen, dan negosiasi dijalankan secara simultan sesuai tujuan politik yang ingin dicapai pemerintah.

"Kekuatan tidak digunakan secara berlebihan. Seluruh instrumen diselaraskan dengan tujuan utama, yakni menyelamatkan warga negara Indonesia dan menjaga kepentingan nasional tanpa menciptakan eskalasi yang tidak diperlukan," jelas Pardosi yang turut serta dalam operasi tersebut.

Disertasi tersebut juga menyoroti pentingnya keselarasan antara strategi militer dan strategi nasional. Sejak awal, operasi pembebasan MV Sinar Kudus tidak dirancang sebagai demonstrasi agresivitas militer, melainkan sebagai instrumen perlindungan kepentingan nasional Indonesia di luar negeri.

"Tujuan operasinya sangat jelas, yaitu melindungi warga negara Indonesia, menjaga keamanan jalur perdagangan internasional, memperkuat identitas Indonesia sebagai negara maritim, dan meningkatkan kredibilitas Indonesia di mata dunia," ujarnya.

Aspek lain yang mendapat perhatian khusus adalah diplomasi pertahanan. Ketika Indonesia mengirim kapal perang ke Laut Arab, kawasan tersebut telah dipenuhi armada berbagai negara yang tergabung dalam operasi internasional anti-pembajakan.

Dalam situasi demikian, setiap langkah militer memiliki implikasi diplomatik yang besar. Kesalahan kecil dapat memicu persoalan hukum internasional maupun ketegangan dengan negara lain yang beroperasi di wilayah yang sama.

"Keberhasilan operasi tidak hanya ditentukan kemampuan tempur, tetapi juga kemampuan diplomasi. Indonesia berhasil menunjukkan bahwa kepentingan nasional dapat dilindungi tanpa mengabaikan norma hukum internasional dan kerja sama keamanan maritim global," katanya.

Di tingkat domestik, operasi tersebut juga menghadapi dinamika politik yang cukup kuat. Muncul berbagai perdebatan mengenai risiko pengerahan militer ke luar negeri, biaya operasi, hingga keselamatan personel dan para sandera.

Namun, menurut Pardosi, pengawasan politik yang dilakukan pemerintah dan berbagai lembaga negara justru memperkuat kualitas pengambilan keputusan.

"Koordinasi antara pemerintah dan TNI berjalan baik sehingga operasi tetap berada dalam koridor kepentingan nasional dan mandat politik yang jelas. Ini penting untuk menjaga legitimasi penggunaan kekuatan negara," ujarnya.

Sorotan media yang sangat besar terhadap nasib awak kapal juga menjadi faktor penting yang memengaruhi jalannya operasi. Pemerintah harus mampu menjawab tuntutan publik yang menginginkan tindakan cepat, tetapi tetap mengutamakan keselamatan para sandera.

"Pengelolaan opini publik menjadi bagian dari strategi. Pemerintah berhasil membangun narasi bahwa pengerahan kekuatan dilakukan untuk melindungi warga negara, bukan untuk menunjukkan agresivitas militer," kata Pardosi.

Ia menyimpulkan bahwa keberhasilan operasi ekspedisi modern tidak lagi dapat diukur semata-mata dari jumlah kapal perang, kekuatan senjata, atau kecanggihan teknologi yang dimiliki suatu negara.

"Faktor yang paling menentukan adalah kemampuan menyinkronkan operasi militer dengan tujuan strategis nasional, diplomasi internasional, hukum internasional, dan legitimasi politik domestik. Di situlah letak kekuatan ekspedisi modern yang sesungguhnya," tegasnya.

Pardosi menilai keberhasilan pembebasan MV Sinar Kudus telah memberikan pelajaran penting bagi pengembangan strategi maritim Indonesia di masa depan. Operasi tersebut membuktikan bahwa Indonesia mampu tampil sebagai aktor maritim yang bertanggung jawab dan memiliki kapasitas untuk melindungi kepentingannya di tingkat global.

"MV Sinar Kudus bukan sekadar kisah keberhasilan penyelamatan sandera. Operasi ini adalah bukti bahwa Indonesia mampu mengintegrasikan kekuatan militer, diplomasi, hukum internasional, dan komunikasi strategis dalam menghadapi tantangan keamanan maritim abad ke-21," pungkas Brigjen Marinir Freddy J.H. Pardosi. (*)

Mursyidi Terpilih Jadi Ketua PWI Kabupaten Agam, Sumatera Barat Masa Bakti 2026-2029    
Sabtu, Juni 27, 2026

On Sabtu, Juni 27, 2026

Mursyidi Terpilih Jadi Ketua PWI Kabupaten Agam, Sumatera Barat Masa Bakti 2026-2029
Mursyidi terpilih menjadi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Agam, Sumatera Barat masa bakti 2026-2029. (Foto: Firdaus Abie). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wartawan Harian Singgalang, Mursyidi terpilih menjadi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Agam, Sumatera Barat masa bakti 2026-2029 hasil konferensi kabupaten di Balairung rumah dinas bupati setempat, Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) pada Jumat (26/6/2026).

Mursyidi terpilih setelah mendapatkan sembilan suara dari 13 suara yang sah dan rivalnya atas nama Lukman memperoleh empat suara atau hasil akhir 9-4 suara. 

"Terima kasih kepada pengurus PWI Agam atas amanah yang telah diberikan kepada saya," kata Mursyidi di Lubuk Basung, Jumat seraya bertekad akan merangkul seluruh anggota PWI dalam kepengurusan nantinya dalam menjalankan program kerja.

Ketua PWI Sumbar Widya Navies mengucapkan selamat atas terpilihnya kepada Mursyidi sebagai Ketua PWI Agam periode 2026-2029.

"Perbedaan saat konferensi hal yang biasa, namun persatuan dalam kemajuan PWI harus dilakukan," katanya.

Ia menambahkan konferensi ini merupakan amanah yang harus dilakukan selama satu kali tiga tahun untuk kabupaten dan kota dan Sumbar satu kali selama lima tahun.

Konferensi yang dilakukan PWI Agam ini merupakan yang ke tujuh kali semenjak enam bulan pada 2026. 

Tujuh PWI kabupaten dan kota yang telah dilaksanakan yakni, PWI Kabupaten Tanah Datar, PWI Kota Padang Panjang, PWI Pariaman, PWI Kota Solok, PWI Sijunjung, PWI Dharmasraya dan PWI Agam.

"Setelah ini bakal ada sembilan kabupaten dan kota lagi yang bakal menggelar konferensi," katanya.

Seremoni konferensi berakhir ditandai Ketua PWI Kabupaten Agam terpilih Mursyidi menerima pataka dari Ketua PWI Sumbar Widya Nafis saat konferensi di balairung rumah dinas bupati setempat. 

Sebelumnya, Mursidi yang juga Ketua panitia, mengatakan bahwa konferensi ini merupakan momentum penting bagi organisasi untuk menentukan arah kepemimpinan PWI ke depan. 

"Pers memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat," kata Mursidi.

Menurutnya, kepengurusan yang akan terpilih nantinya diharapkan mampu menyusun program- program yang lebih baik serta semakin memperkuat peran organisasi dalam mendukung kemajuan dunia jurnalistik di Kabupaten Agam.

Pihaknya berharap kepengurusan baru dapat membangun sinergi yang semakin baik melalui pola hubungan yang saling mendukung atau take and give antara PWI dan pemerintah daerah.

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Agam periode 2023–2026, Romi Firmansyah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Agam serta seluruh anggota PWI yang telah memberikan dukungan selama masa kepengurusannya.

Sedangkan, Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal SE MCom, buka secara resmi Konferensi dan Pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Agam periode 2026–2029, di Balairung Rumah Dinas Bupati Agam, Padang Baru, Lubuk Basung, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan yang diikuti anggota PWI Kabupaten Agam tersebut mengusung tema “Menguatkan Profesionalisme dan Integritas Pers Lokal untuk Membangun Kabupaten Agam yang Informatif dan Demokratis.” 

Konferensi ini bertujuan untuk memilih kepengurusan PWI Kabupaten Agam untuk masa bakti 2026–2029.

Turut hadir Ketua PWI Sumatera Barat beserta dengan anggotanya dengan semangat bertemu dengan calon ketua PWI Kabupaten Agam agar lancar dan nyaman serta sesuai yang direncanakan. (*/By)

Rapat Pleno DPD Partai Golkar Kota Padang, Ini Arahan Iqra Chissa Putra    
Sabtu, Juni 27, 2026

On Sabtu, Juni 27, 2026

Rapat Pleno DPD Partai Golkar Kota Padang, Ini Arahan Iqra Chissa Putra
M. Iqra Chissa Putra ketika membuka Rapat Pleno DPD Partai Golkar Kota Padang di Ruang Beringin I, Kantor DPD Partai Golkar Kota Padang, Jalan Kampung Nias, Padang, Sabtu (26/6/2026). (Foto: Eko Muhardi).

BENTENGSUMBAR.COM
– Ketua DPD Partai Golkar Kota Padang, M. Iqra Chissa Putra, S.ST., MM, menegaskan komitmen melakukan pembenahan organisasi sekaligus memperkuat kedekatan partai dengan masyarakat.

Pernyatakan ini disampaikan M. Iqra Chissa Putra ketika membuka Rapat Pleno DPD Partai Golkar Kota Padang di Ruang Beringin I, Kantor DPD Partai Golkar Kota Padang, Jalan Kampung Nias, Padang, Sabtu (26/6/2026).

Rapat pleno dipimpin sekretaris DPD Partai Golkar Padang, Erizal, SE., MM dengan didampingi Bendahara, Rio Hartono, ST, anggota fraksi Partai Golkar DPRD kota Padang, Devi Febrida, SE turut dihadiri jajaran pengurus serta organisasi sayap partai.

Dalam arahannya, Iqra Chissa mengajak seluruh pengurus dan kader untuk mengubah pola pikir dari sikap eksklusif menjadi lebih inklusif.

Menurut Iqra Chissa yang juga Wakil Ketua DPRD Sumbar ini, partai Golkar harus semakin hadir di tengah masyarakat dan membuka ruang seluas-luasnya bagi berbagai elemen untuk berinteraksi dengan partai.

"Kantor Partai Golkar tidak lagi hanya menjadi tempat rapat dan kegiatan internal. Mulai sekarang, kantor ini menjadi rumah aspirasi masyarakat. Siapa pun, mulai dari organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, komunitas, hingga rekan-rekan pengemudi ojek online, kami persilakan datang. Bahkan kami mengundang masyarakat untuk nonton bareng Piala Dunia 2026 di kantor Golkar," ujarnya.

Iqra juga menegaskan bahwa seluruh jajaran partai harus mulai mempersiapkan diri menghadapi agenda politik mendatang.

Ia menyebut revitalisasi struktur partai melalui pelaksanaan Musyawarah Kecamatan (Muscam) menjadi langkah awal untuk memperkuat mesin organisasi.

Menurutnya, kepengurusan di tingkat kecamatan harus diisi oleh kader yang memiliki visi, misi, integritas, dan kemampuan membesarkan partai.

Ia juga mendorong pembentukan Satuan Tugas Khusus (Satgas) guna menjaring calon pengurus kecamatan secara objektif dan realistis.

Selain itu, Iqra mengingatkan seluruh kader agar mengakhiri segala bentuk perbedaan kelompok di internal partai.

Ia menekankan pentingnya persatuan demi mewujudkan target menjadikan Partai Golkar sebagai pemenang pada Pemilu 2029.

"Mulai hari ini tidak ada lagi faksi atau kelompok di tubuh Partai Golkar Kota Padang. Kita harus bersatu, tidak membawa perasaan, tetapi berpikir realistis untuk membesarkan partai," tegasnya.

Ia juga meminta seluruh pengurus menjadi mata dan telinga partai dalam menyerap aspirasi masyarakat sehingga berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat ditindaklanjuti melalui program-program sosial kemasyarakatan Partai Golkar.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Barat diwakili Sekretaris, Helmi Moesim, S.IP, mengapresiasi perkembangan Partai Golkar Kota Padang dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, soliditas yang dibangun di bawah kepemimpinan M. Iqra Chissa Putra telah membuahkan hasil positif.

Helmi mengungkapkan, setelah era reformasi Partai Golkar Kota Padang sempat kesulitan meraih kemenangan pada Pilkada.

Namun melalui kebersamaan seluruh kader, Golkar berhasil berkontribusi mengantarkan kemenangan Wali Kota Padang.

Pada Pileg 2024, Partai Golkar juga berhasil menempatkan lima kader terbaiknya sebagai anggota DPRD Kota Padang.

Ia berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun terus dipertahankan sebagai modal utama menghadapi Pemilu 2029.

"Kekompakan, soliditas, dan kebersamaan harus terus dijaga. Dengan semangat itu, saya optimistis Partai Golkar Kota Padang mampu meraih hasil yang lebih baik dan menjadi pemenang pada Pemilu 2029," katanya. (By/Eko)

Melalui Program ASN Peduli, Gubernur Dorong Perluasan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Rentan di Sumbar    
Sabtu, Juni 27, 2026

On Sabtu, Juni 27, 2026

Melalui Program ASN Peduli, Gubernur Dorong Perluasan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Rentan di Sumbar
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat menerima audiensi jajaran BPJS Ketenagakerjaan di Istana Gubernuran, Jum'at (26/6/2026). (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus memperkuat perlindungan sosial bagi pekerja rentan melalui penguatan sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan. Salah satu langkah yang didorong adalah optimalisasi Program ASN Peduli, program tersebut bertujuan agar semakin banyak pekerja informal memperoleh jaminan sosial ketenagakerjaan.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat menerima audiensi jajaran BPJS Ketenagakerjaan di Istana Gubernuran, Jum'at (26/6/2026). Pertemuan itu juga membahas pemberdayaan Karang Taruna sebagai Agen Perisai dalam memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Sumbar.

Menurut Mahyeldi, Program ASN Peduli merupakan wujud semangat gotong royong aparatur sipil negara untuk menghadirkan perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja rentan di lingkungan sekitarnya.

“Program ini adalah bentuk kepedulian ASN kepada masyarakat. Dengan adanya penyesuaian iuran hingga 50 persen, kami berharap semakin banyak pekerja rentan yang bisa memperoleh perlindungan jaminan sosial,” ujar Gubernur Mahyeldi.

Ia menjelaskan, dengan jumlah sekitar 25 ribu ASN di lingkungan Pemprov Sumbar, sedikitnya 25 ribu pekerja rentan berpeluang mendapatkan perlindungan melalui program tersebut. Dalam pelaksanaannya, diharapkan pejabat Eselon II melindungi minimal 10 pekerja, Eselon III sebanyak lima pekerja, sedangkan ASN lainnya minimal satu pekerja.

Mahyeldi menegaskan, perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meminimalisir resiko bagi pekerja sektor non formal  di Sumbar, sekaligus mengejar target cakupan perlindungan jaminan sosial di Sumbar. Ke depan, pihaknya juga berencana akan memperkuat program tersebut melalui dukungan anggaran pada masing-masing perangkat daerah agar pelaksanaannya semakin berkelanjutan.

Selain memberikan perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja dan kematian, Mahyeldi menyebut peserta juga memperoleh manfaat berupa beasiswa pendidikan bagi dua orang anak ahli waris. Pemerintah bersama BPJS Ketenagakerjaan juga akan memberikan pelatihan kepada keluarga penerima manfaat agar dana santunan dapat dikelola secara produktif sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.

“Program ASN Peduli juga telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Gubernur, sehingga pelaksanaannya memiliki kepastian regulasi dan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Syahrul Hidayat mengapresiasi komitmen Pemprov Sumbar dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Menurutnya, penerbitan Surat Edaran Gubernur serta pelaksanaan Gerakan ASN Peduli merupakan langkah strategis yang patut menjadi di contoh daerah lain.

Syahrul mengungkapkan, selain dengan Pemerintah Daerah, BPJS Ketenagakerjaan juga memperkuat kolaborasi dengan Karang Taruna Provinsi Sumbar melalui pembentukan Agen Perisai atau Penggerak Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. 

Program tersebut ditargetkan melibatkan sekitar 10 ribu anggota Karang Taruna dan menjadi proyek percontohan pertama di Indonesia yang secara khusus memberdayakan Karang Taruna untuk memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Selain memperluas perlindungan bagi pekerja, program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi anggota Karang Taruna. Kami juga mendorong agar manfaat yang diterima peserta dapat dikelola secara produktif melalui pelatihan dan pendampingan sehingga dapat menjadi penyangga ekonomi keluarga penerima manfaat,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur turut menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman antara BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Padang dengan Karang Taruna Provinsi Sumbar tentang pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Pekerja Bukan Penerima Upah pada ekosistem Karang Taruna di Sumbar. Kerja sama ini diharapkan semakin mempercepat perluasan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja informal melalui kolaborasi lintas sektor. (adpsb/rmz/bud)

Lestarikan Budaya Lokal, Pemko Pariaman Gelar Festival Maantaan Sambareh    
Sabtu, Juni 27, 2026

On Sabtu, Juni 27, 2026

Lestarikan Budaya Lokal, Pemko Pariaman Gelar Festival Maantaan Sambareh
Acara ini dibuka  Wali Kota Pariaman Yota Balad dan dihadiri  Komandan Komando Daerah Angkatan Laut II (Kodaeral II) Padang Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung  beserta seluruh jajaran. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dalam rangka melestarikan budaya lokal khas Piaman, Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman menggelar Festival Maantaan Sambareh tingkat Kota Pariaman tahun 2026 yang dilaksanakan di Muaro Pantai Gandoriah, Jum’at sore (26/6/2026).

Acara ini dibuka  Wali Kota Pariaman Yota Balad dan dihadiri  Komandan Komando Daerah Angkatan Laut II (Kodaeral II) Padang Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung  beserta seluruh jajaran.

Serta didampingi Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, Perwakilan Forkopimda, Sekretaris Daerah Afrizal Azhar, Ketua TP PKK Ny. Yosneli Balad, Ketua GOW Ny. Dina Mulyadi, Ketua DWP Ny. Nelvia Afrizal.

Tampak juga Asisten I Elfis Candra, Staf Ahli, Kepala OPD, Kabag, Camat, LKAAM, Bundo Kanduang dan peserta yang berasal dari Bundo Kanduang Kecamatan dan Pelajar SMA/SMK se Kota Pariaman.

“Bagi masyarakat Piaman, Sambareh bukan sekadar kuliner tradisional saja, lebih dari itu, Sambareh adalah simbol perekat sosial. Tradisi Maantan Sambareh, di mana menantu mengantarkan sambareh ke rumah mertua, mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga hubungan silaturahmi, rasa hormat, dan nilai kepatuhan dalam keluarga,”ujar Yota Balad dalam sambutanya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Pemerintah Kota Pariaman berkomitmen penuh untuk terus mendukung, melestarikan, dan mempromosikan tradisi-tradisi lokal seperti ini. 

Di tengah arus modernisasi dan digitalisasi, kita tidak boleh membiarkan anak cucu kita lupa akan jati dirinya sebagai orang Piaman. (R/at)