Surau Naik Status Jadi Masjid, Riyanda Putra Resmikan Masjid Tepi Air di Silungkang
On Selasa, September 15, 2026
| Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra meresmikan Masjid Tepi Air di Dusun Pasar Baru, Desa Silungkang Tigo, Senin (14/9/2026). (Foto: Marjafri). |
Perubahan status tersebut bukan sekadar pergantian nama. Masjid Tepi Air kini diharapkan memiliki fungsi yang lebih luas sebagai pusat kegiatan keagamaan dan ruang berkumpul masyarakat di kawasan Pasar Nagari Silungkang.
Lokasi Masjid Tepi Air yang berada di samping Pasar Nagari Silungkang membuat keberadaannya cukup strategis. Aktivitas perdagangan dan mobilitas masyarakat yang berlangsung setiap hari menjadikan masjid tersebut memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat langsung bagi warga, pedagang maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar pasar.
Riyanda Putra menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat setempat atas peresmian Masjid Tepi Air. Ia menegaskan, peningkatan status fasilitas keagamaan harus dibarengi dengan pemanfaatan yang maksimal sehingga masjid benar-benar hadir menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurut Riyanda, masjid jangan hanya ramai ketika waktu salat tiba. Keberadaannya juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan, pembinaan masyarakat, serta aktivitas sosial dan kemasyarakatan sepanjang tetap sesuai dengan fungsi dan ketentuan yang berlaku.
Pemerintah Kota Sawahlunto, kata Riyanda, berkomitmen terus membangun sinergi dengan masyarakat dalam mendukung pengembangan Masjid Tepi Air. Dukungan tersebut dapat diarahkan pada fasilitas maupun kegiatan yang dibutuhkan masyarakat dengan tetap memperhatikan ketentuan regulasi.
Dengan lokasinya yang berdekatan dengan pusat aktivitas ekonomi masyarakat, Masjid Tepi Air diharapkan menjadi salah satu fasilitas penting di Desa Silungkang Tigo. Masjid ini tidak hanya menjadi tempat menunaikan ibadah, tetapi juga dapat memperkuat hubungan sosial dan kebersamaan warga.
Peresmian Masjid Tepi Air sekaligus menjadi momentum bagi masyarakat untuk menghidupkan masjid dengan berbagai kegiatan positif. Semakin aktif masjid dimanfaatkan untuk ibadah, pendidikan keagamaan, pembinaan generasi muda, dan kegiatan sosial, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Kehadiran Masjid Tepi Air di kawasan Pasar Nagari Silungkang diharapkan mampu memperkuat akses masyarakat terhadap fasilitas ibadah sekaligus menjadi ruang yang hidup bagi kegiatan sosial dan keagamaan. Bagi warga Desa Silungkang Tigo, perubahan dari surau menjadi masjid ini menjadi langkah baru untuk memperluas peran fasilitas keagamaan di tengah kehidupan masyarakat.
Kini, tantangannya bukan lagi sekadar memiliki masjid, tetapi bagaimana Masjid Tepi Air benar-benar dihidupkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (*)
Pewarta: Marjafri