HEADLINE
Yozarwardi Pimpin SatuPena Sumbar 2026-2031, Siapkan Gerakan Penulis Berdaya dan Bermartabat    
Minggu, November 01, 2026

On Minggu, November 01, 2026

Yozarwardi Pimpin SatuPena Sumbar 2026-2031, Siapkan Gerakan Penulis Berdaya dan Bermartabat
Terpilihnya Yozarwardi menjadi awal kepemimpinan baru untuk memperkuat gerakan literasi, meningkatkan kualitas karya, sekaligus memperluas peran penulis dalam kehidupan masyarakat. (Fotdok: Armaidi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Musyawarah Daerah (Musda) Perkumpulan Penulis SatuPena Provinsi Sumatera Barat menetapkan Ir. Yozarwardi Usama Putra, S.Hut., M.Si. sebagai Ketua DPD SatuPena Sumbar periode 2026-2031. Terpilihnya Yozarwardi menjadi awal kepemimpinan baru untuk memperkuat gerakan literasi, meningkatkan kualitas karya, sekaligus memperluas peran penulis dalam kehidupan masyarakat. Keputusan tersebut ditetapkan melalui rapat tim formatur di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Minggu (1/11/2026).

Yozarwardi yang saat ini menjabat Asisten II Setdaprov Sumbar Bidang Perekonomian dan Pembangunan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota SatuPena Sumbar untuk membangun organisasi yang semakin produktif dan memberikan manfaat nyata. "Mari kita bersama-sama bangun penulis yang berdaya, bermanfaat, bermartabat dan berkelanjutan," tegas Yozarwardi yang telah menghasilkan tiga buku.

Di bawah kepemimpinan baru, SatuPena Sumbar dihadapkan pada tantangan besar dunia kepenulisan yang terus berkembang. Yozarwardi menilai, penulis tidak cukup hanya menghasilkan karya, tetapi juga harus mampu menghadirkan gagasan yang mencerahkan, membangun karakter, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Karena itu, peningkatan kualitas dan kuantitas karya menjadi salah satu agenda penting kepengurusan lima tahun mendatang.

Yozarwardi juga menekankan pentingnya menggerakkan aktivitas menulis di kalangan generasi muda. Menurutnya, kegiatan literasi dapat menjadi ruang produktif bagi anak muda untuk mengembangkan kreativitas, menyalurkan gagasan, serta membangun karakter. Ia berharap SatuPena Sumbar hadir lebih luas melalui kegiatan kepenulisan yang mampu memberikan alternatif positif di tengah berbagai tantangan sosial. Yozarwardi sendiri mengaku telah menyukai dunia puisi sejak duduk di bangku sekolah menengah.

Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumbar, Jumaidi, S.Pd., M.Pd., saat membuka Musda menyampaikan apresiasi atas kontribusi SatuPena selama lima tahun terakhir di bawah kepemimpinan Sastri Bakry. Berbagai kegiatan seperti lomba menulis, peluncuran buku, diskusi, seminar hingga pertunjukan telah menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya literasi sekaligus mendorong masyarakat lebih produktif dalam memanfaatkan waktu di tengah ketergantungan terhadap gawai.

Salah satu pencapaian penting SatuPena Sumbar adalah penyelenggaraan International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) yang telah berlangsung empat kali. Festival tersebut menghadirkan delegasi dari puluhan negara dan membawa gerakan literasi Sumatera Barat ke panggung internasional. Jumaidi berharap kepengurusan baru mampu menjaga kesinambungan program, memperluas kolaborasi, serta melahirkan terobosan yang semakin memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai salah satu pusat kegiatan literasi.

Sementara itu, Ketua Demisioner SatuPena Sumbar, Sastri Bakry, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus, anggota, serta berbagai pihak yang telah mendukung perjalanan organisasi selama periode 2022-2026. Dukungan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, lembaga vertikal, BUMN, BUMD, lembaga negara, pihak swasta hingga masyarakat menjadi bagian penting dalam menggerakkan berbagai program SatuPena. Sastri yang kini dipercaya sebagai Koordinator Ketua SatuPena se-Sumatera berharap semangat kebersamaan tersebut terus dipertahankan.

Ketua Panitia Musda, Armaidi Tanjung, menjelaskan bahwa proses penjaringan calon ketua dan tim formatur telah berlangsung sejak 20 September hingga 20 Oktober 2026 melalui grup WhatsApp anggota dan Google Form. Dari proses tersebut muncul sembilan nama calon. Hasil pemungutan suara menetapkan Yozarwardi dan Armaidi Tanjung masing-masing memperoleh 19 suara, Rita Novita 18 suara, Leni Marlina 12 suara, Yurnaldi 11 suara, Dilla 9 suara, Hasanuddin 8 suara, Ranti Arasti 4 suara, dan Pinto Janir 2 suara. Karena Leni Marlina tidak hadir, Yurnaldi masuk sebagai pengganti dalam tim formatur bersama Yozarwardi, Armaidi Tanjung, Rita Novita, dan Sastri Bakry.

Adapun susunan inti DPD SatuPena Sumbar periode 2026-2031 menetapkan Yozarwardi Usama Putra sebagai ketua, Yurnaldi dan Ranti Arasti sebagai wakil ketua, Armaidi Tanjung sebagai sekretaris, Jias Mengki sebagai wakil sekretaris, serta Rita Novita sebagai bendahara. Kepengurusan juga dilengkapi Dewan Pakar dan Dewan Pengawas. Dengan kepemimpinan baru ini, SatuPena Sumbar memasuki babak berikutnya untuk memperkuat ekosistem penulis, memperluas gerakan literasi, dan membawa karya anak bangsa dari Sumatera Barat semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. (*) 

Pewarta: Armaidi Tanjung
Editor: Zamri Yahya, WU

Gubernur Tinjau Banjir dan Longsor di Pandai Sikek, Lima Rumah Warga Terdampak    
Minggu, November 01, 2026

On Minggu, November 01, 2026

Gubernur Tinjau Banjir dan Longsor di Pandai Sikek, Lima Rumah Warga Terdampak
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meninjau langsung lokasi bencana banjir dan longsor di Jorong Koto Tinggi, Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Minggu (1/11/2026). (Fotdok: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meninjau langsung lokasi bencana banjir dan longsor di Jorong Koto Tinggi, Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Minggu (1/11/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turun langsung bersama masyarakat melakukan upaya penanganan darurat. Ia juga meminta pemerintah nagari segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk menyiapkan langkah penanganan jangka panjang guna mengantisipasi kejadian serupa terulang.

Peristiwa banjir dan longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut. Sekitar pukul 13.30 WIB, saat melintasi Nagari Pandai Sikek dalam perjalanan menuju Kota Padang usai berkegiatan di Kota Bukittinggi, kendaraan yang ditumpangi Gubernur dihentikan sejumlah warga yang melaporkan kejadian bencana di wilayah mereka.

Merespons laporan tersebut, Gubernur langsung menuju lokasi untuk melihat kondisi dan dampak yang dialami masyarakat. Dari hasil pantauan lapangan, sedikitnya terdapat lima rumah warga dan sejumlah lahan pertanian dilaporkan terdampak akibat banjir dan longsor.

“Berdasarkan pantauan kita di lapangan, ada lima rumah dan sejumlah lahan pertanian masyarakat yang terdampak. Dari lima rumah tersebut, dua di antaranya mengalami rusak berat dan tiga lainnya rusak ringan,” ungkap Mahyeldi.

Luapan aliran air yang diduga berasal dari kawasan hulu Gunung Singgalang menjadi salah satu indikasi penyebab banjir dan longsor di Jorong Koto Tinggi. Meski ketinggian genangan air tidak terlalu dalam, derasnya arus mengakibatkan aliran air meluap dan menggenangi sejumlah rumah masyarakat.

“Namun, itu masih dugaan awal. Penyebab pasti kejadian serta keseluruhan dampaknya masih dalam pendataan petugas di lapangan,” jelas Mahyeldi.

Saat melakukan peninjauan, Gubernur bersama masyarakat melakukan upaya darurat untuk mengendalikan aliran air sungai agar tidak semakin meluap ke kawasan permukiman. Ia juga menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan kawasan bawah lereng Gunung Singgalang, mengingat hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi hingga beberapa hari kedepan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menerima informasi dari warga bahwa kejadian banjir dan longsor di kawasan tersebut bukan pertama kali terjadi. Menurut keterangan warga, peristiwa serupa telah berlangsung sebanyak tiga kali, dengan kejadian pertama tercatat pada 2024 lalu.

Menanggapi kondisi tersebut, Mahyeldi menyebut Pemprov Sumbar akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan seluruh unsur terkait untuk memastikan penanganan dampak bencana berjalan cepat. Koordinasi juga diperlukan untuk memperkuat langkah mitigasi dan penanganan jangka panjang guna mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.

Selain di Pandai Sikek, banjir juga dilaporkan terjadi di Padang Laweh, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, pada Minggu siang (1/11). Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak. Masyarakat diimbau menjauhi aliran sungai apabila debit air meningkat atau arus terlihat semakin deras. (adpsb/rmz/bud)

Irwan Basir: Perkuat Kelembagaan Adat, Jaga Warisan Minangkabau di Tengah Perubahan Zaman    
Minggu, November 01, 2026

On Minggu, November 01, 2026

Irwan Basir: Perkuat Kelembagaan Adat, Jaga Warisan Minangkabau di Tengah Perubahan Zaman
Ketua LKAAM Kota Padang, Irwan Basir Dt. Rajo Alam, SH.MM., saat menghadiri Sosialisasi Penguatan Kelembagaan Adat Kerapatan Adat Nagari (KAN) Nan XX Kecamatan Lubuk Begalung, Minggu (1/11/2026). (Fotdok: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Penguatan kelembagaan adat menjadi langkah penting dalam menjaga eksistensi adat dan budaya Minangkabau di tengah pesatnya perkembangan zaman. Pesan tersebut disampaikan Ketua LKAAM Kota Padang, Irwan Basir Dt. Rajo Alam, SH.MM., saat menghadiri Sosialisasi Penguatan Kelembagaan Adat Kerapatan Adat Nagari (KAN) Nan XX Kecamatan Lubuk Begalung, Minggu (1/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Balai Basuo, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, itu mengangkat tema "Kuatkan Semangat Banagari, Kokohkan Tungku Tigo Sajarangan, Lestarikan Adat dan Budaya Minangkabau". Sosialisasi ini menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman ninik mamak, pemangku adat, serta masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelembagaan adat di lingkungan perkotaan.

Kehadiran Irwan Basir dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya peran LKAAM dalam mendorong penguatan kehidupan adat di tengah masyarakat. Turut hadir Camat Lubuk Begalung Ikrar Perkasa, Danramil 04 Lubuk Begalung, KUA Lubuk Begalung, Ketua LKAAM dan Ketua KAN Nan XX, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Irwan Basir menekankan bahwa sosialisasi penguatan kelembagaan adat sangat diperlukan, terutama bagi ninik mamak dan seluruh pemangku adat beserta anak kamanakan di nagari yang berada dalam wilayah perkotaan. Menurutnya, nilai-nilai adat dan budaya yang diwariskan para leluhur harus terus dipahami, dijaga, dan diteruskan kepada generasi berikutnya.

"Kita tidak ingin karena perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, adat serta budaya yang diwarisi dari pendahulu kita tertinggal dan hilang tergerus masa. Kita juga tidak ingin nantinya jalan dianjak urang lalu, cupak dialih urang panggaleh, sehingga kita menjadi tamu di negeri sendiri," tegas pria yang akrab disapa Dt. IB tersebut.

Ia menjelaskan, ungkapan tersebut bukan sekadar pepatah, melainkan pengingat agar masyarakat Minangkabau tidak kehilangan identitas dan pegangan adat di tengah perubahan sosial. Karena itu, penguatan kelembagaan adat harus dilakukan secara berkelanjutan agar anak kamanakan memahami asal-usul, tradisi, serta aturan adat yang menjadi warisan bersama.

Irwan Basir juga berharap kegiatan sosialisasi seperti ini dapat diagendakan setiap tahun. Dengan demikian, pembinaan adat tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi proses berkesinambungan untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya adat dan budaya Minangkabau.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa lembaga adat yang di dalamnya terdapat ninik mamak dan para pemangku adat memiliki tanggung jawab besar. Perannya bukan hanya mempertahankan tradisi dan nilai budaya, tetapi juga menjadi wadah menjaga tatanan sosial masyarakat serta meneruskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.

Melalui sosialisasi ini, KAN Nan XX diharapkan semakin memperkuat peran kelembagaan adat dalam kehidupan masyarakat Lubuk Begalung. Semangat banagari, kekokohan Tungku Tigo Sajarangan, serta kelestarian adat Minangkabau perlu terus dirawat agar warisan leluhur tetap hidup dan menjadi pedoman bagi anak kamanakan di masa mendatang. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Fadly Amran Apresiasi Wahyu Hidayat, Dana Pokir DPRD Hidupkan Festival Tari Anak Padang    
Minggu, November 01, 2026

On Minggu, November 01, 2026

Fadly Amran Targetkan Festival Tari Anak Padang Naik Kelas, Wahyu Hidayat Siapkan Gelaran Tiga Kali Lebih Besar!
Wako Fadly Amran dan Anggota DPRD Kota Padang, Wahyu Hidayat saat menutup Festival Tari Anak Kota Padang 2026 di Bagindo Aziz Chan Youth Center, Minggu (1/11/2026). (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Festival Tari Anak Kota Padang 2026 bukan sekadar panggung pertunjukan seni. Wali Kota Padang, Fadly Amran, bahkan menargetkan festival yang digagas Sanggar Tari Mutiara Minang ini berkembang menjadi agenda berskala nasional dengan dukungan penuh Pemerintah Kota Padang. Target tersebut disampaikan Fadly Amran saat menutup Festival Tari Anak Kota Padang 2026 di Bagindo Aziz Chan Youth Center, Minggu (1/11/2026).

Fadly Amran mengapresiasi penyelenggaraan festival yang dinilainya menjadi ruang penting bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, kreativitas, sekaligus mengenal dan mencintai kebudayaan Minangkabau sejak usia dini. Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui seremoni, tetapi membutuhkan ruang ekspresi yang memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk tampil dan berprestasi.

Ia menegaskan, festival tersebut sejalan dengan semangat Program Unggulan (Progul) Padang Juara melalui program Padang Balomba. Pemerintah Kota Padang ingin mendorong anak-anak agar tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga mampu menunjukkan prestasi di bidang olahraga, seni, budaya, dan agama.

Bahkan, Fadly Amran menyampaikan harapan agar penyelenggaraan tahun berikutnya meningkat menjadi tiga kali lebih besar dibandingkan pelaksanaan sekarang. Pemko Padang juga membuka peluang menjadi sponsor utama agar Festival Tari Anak Kota Padang dapat berkembang menjadi kegiatan berskala nasional.

Fadly turut mengapresiasi konsistensi Anggota DPRD Kota Padang, Wahyu Hidayat, yang juga Pembina Sanggar Tari Mutiara Minang, dalam menggerakkan kegiatan tersebut melalui dukungan dana Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD. Menurut Fadly, kolaborasi pemerintah daerah, legislatif, dan komunitas seni menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem kebudayaan di Kota Padang.

Sementara itu, Wahyu Hidayat menjelaskan, Festival Tari Anak Kota Padang 2026 berlangsung selama dua hari, 31 Oktober hingga 1 November 2026, dengan mengusung tema "Lestarikan Budaya Minang Sejak Dini". Kegiatan ini melibatkan enam sanggar seni dengan total 300 penari dan seniman musik. Selain pertunjukan tari, festival juga menghadirkan lomba mewarnai, solo song, dan fashion show anak.

Tak hanya memberikan ruang bagi seniman cilik, Wahyu juga mendorong festival tersebut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Panitia memfasilitasi 10 pelaku usaha kuliner untuk berjualan secara gratis. Langkah ini sekaligus mendukung penguatan ekonomi lokal dan cita-cita Kota Padang menuju Kota Gastronomi UNESCO 2027.

Pada kesempatan yang sama, Pemko Padang melalui Dinas Pariwisata menyerahkan bantuan peralatan kepada delapan pelaku ekonomi kreatif dari lima kecamatan yang terdampak banjir bandang November 2025. Bantuan tersebut menyasar subsektor kriya dan musik sebagai bagian dari dukungan terhadap pemulihan aktivitas ekonomi kreatif masyarakat.

Penutupan festival yang turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yenni Yuliza, serta perwakilan enam sanggar seni itu menjadi momentum memperkuat kolaborasi pelestarian budaya. Dengan dorongan Fadly Amran dan konsistensi Wahyu Hidayat, Festival Tari Anak Kota Padang diharapkan terus berkembang, melahirkan generasi berprestasi, sekaligus membawa kekayaan seni Minangkabau ke panggung nasional. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

FOKSI Sumbar Siapkan Liga Kabaddi, Sasar Pelajar SD dan SMP di Padang    
Minggu, November 01, 2026

On Minggu, November 01, 2026

FOKSI Sumbar Siapkan Liga Kabaddi, Sasar Pelajar SD dan SMP di Padang
Fadly Amran saat menerima audiensi Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) Sumatera Barat, Liswendi Kamar, di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Minggu (1/11/2026). (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Olahraga Kabaddi bersiap memperluas kiprahnya di Kota Padang. Wali Kota Padang, Fadly Amran, mendukung rencana penyelenggaraan Liga Kabaddi perdana sekaligus pengenalan olahraga asal India tersebut kepada pelajar SD dan SMP. Langkah ini diharapkan membuka peluang lahirnya atlet-atlet muda berbakat melalui pembinaan sejak usia sekolah.

Dukungan tersebut disampaikan Fadly Amran saat menerima audiensi Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) Sumatera Barat, Liswendi Kamar, di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Minggu (1/11/2026). Pertemuan itu membahas pengembangan kompetisi, pembinaan atlet, hingga rencana menjadikan sekolah sebagai salah satu pusat pengenalan Kabaddi.

Fadly menegaskan, Pemerintah Kota Padang menyambut baik program pengenalan Kabaddi melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Menurutnya, olahraga bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga sarana membangun karakter, kedisiplinan, kebersamaan, dan pola hidup sehat bagi generasi muda.

"Pemerintah Kota Padang menyambut baik pengenalan Kabaddi melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah sebagai upaya menjaring dan membina atlet sejak dini. Olahraga ini juga mendorong anak-anak aktif dalam kegiatan positif dan terhindar dari kenakalan remaja yang sejalan dengan program Padang Balomba, aktivasi dari Program Unggulan Padang Juara," ujar Fadly.

Sementara itu, Liswendi Kamar mengungkapkan, FOKSI Sumbar merencanakan Liga Kabaddi perdana di Kota Padang sebelum memperluas penyelenggaraannya ke delapan kabupaten/kota lainnya di Sumatera Barat. Jadwal pelaksanaan masih dikoordinasikan bersama Pemko Padang dan pihak sponsor agar kompetisi dapat dipersiapkan secara matang.

"Kami berencana menggelar Liga Kabaddi perdana di Kota Padang dengan dukungan FOKSI Kota Padang. Selanjutnya, liga ini akan dikembangkan ke delapan kabupaten/kota lainnya di Sumatera Barat," ungkap Liswendi. Ia berharap kompetisi tersebut menjadi momentum memperkenalkan Kabaddi secara lebih luas sekaligus membuka ruang bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan.

Tak hanya mengandalkan kompetisi, FOKSI Sumbar juga menyiapkan program sosialisasi dan latihan rutin bagi pelajar SD dan SMP setiap Sabtu dan Minggu. Program ini mendapat dukungan sponsor berupa penyediaan buku, minuman, makanan, dan pakaian. Bahkan, guru yang terlibat direncanakan memperoleh honor sehingga pelaksanaan kegiatan tidak membebani pihak sekolah.

Kabaddi sendiri merupakan olahraga beregu asal India yang mengandalkan kekuatan fisik, kecepatan, kelincahan, strategi, serta ketahanan napas. Ketua Pengcab FOKSI Kota Padang, Yosrizal Effendi, menyebut pengembangan olahraga ini memiliki modal prestasi. Pada Porprov Sumbar XVI 2026, tim Kabaddi Kota Padang berhasil membawa pulang delapan medali emas dan dua medali perak.

Yosrizal berharap Liga Kabaddi menjadi wadah kompetisi sekaligus memperkuat regenerasi atlet di Kota Padang dan Sumatera Barat. Audiensi tersebut turut dihadiri Sekretaris Umum Pengprov FOKSI Sumbar Hendy Luthan, Kepala Dispora Kota Padang Eka Putra Buhari, serta Kepala Disdikbud Kota Padang Yopi Krislova. Dengan dukungan pemerintah, sekolah, dan sponsor, pengembangan Kabaddi diharapkan semakin terarah, mulai dari pengenalan kepada pelajar hingga lahirnya atlet berprestasi. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

SDIT PIS dan SMPIT Surau Minang Buka SPMB 2027/2028, Ada Robotik dan AI    
Minggu, November 01, 2026

On Minggu, November 01, 2026

SDIT PIS dan SMPIT Surau Minang Buka SPMB 2027/2028, Ada Robotik dan AI
SDIT PIS (SD Swasta IT Padang Islamic School) dan SMPIT Surau Minang resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2027/2028 mulai 11 November 2026. (Fotdok: Ucok). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Orang tua yang tengah mencari sekolah Islam berkualitas dengan pendidikan karakter, pengembangan prestasi, serta penguasaan teknologi digital kini memiliki pilihan di Kota Padang. SDIT PIS (SD Swasta IT Padang Islamic School) dan SMPIT Surau Minang resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2027/2028 mulai 11 November 2026. Menariknya, kedua sekolah ini tidak hanya mengedepankan pendidikan agama, tetapi juga memperkenalkan robotik, coding, kecerdasan buatan (AI), dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Berada di bawah pembinaan Ustadz Dr. Agustiar Abu Ibrahim, Lc., MH., kedua lembaga pendidikan ini mengusung konsep pendidikan Islam terpadu yang memadukan pembentukan akhlak, pengembangan kemampuan akademik, keterampilan digital, dan pendidikan lingkungan. Visi SDIT PIS sendiri adalah membentuk generasi berkarakter Islami sesuai Al-Qur'an dan Hadis, sehat, berprestasi, serta memiliki wawasan lingkungan. Konsep tersebut menjadi fondasi pembelajaran agar peserta didik tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian dan kepedulian sosial.

Sejumlah program unggulan disiapkan untuk mewujudkan visi tersebut, mulai dari pembelajaran dan penerapan karakter Sunnah, program digital berupa robotik, coding dan artificial intelligence (AI), parenting class, green school, hingga guest teacher. Berlokasi di Jalan Raya Ampang, belakang Kantor Pos Kuranji, Kota Padang, SDIT PIS dan SMPIT Surau Minang berupaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang menghubungkan nilai-nilai keislaman dengan kebutuhan generasi masa depan.

SDIT PIS: Bangun Karakter Islami dan Kemandirian Anak Sejak Dini. Kepala SDIT PIS, Nursal, menegaskan bahwa pendidikan dasar merupakan fase penting dalam membangun fondasi kepribadian dan kemampuan anak. "Pendidikan dasar merupakan fondasi penting bagi perkembangan anak. Karena itu, pembelajaran perlu berjalan seiring dengan pembentukan karakter Islami, pembiasaan perilaku baik, serta pengembangan potensi peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, dan berprestasi," ujar Nursal. Melalui pembiasaan karakter Sunnah dan parenting class, sekolah juga mendorong keterlibatan orang tua dalam mendampingi perkembangan anak, sehingga pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi berlanjut dalam kehidupan keluarga.

Dari sisi fasilitas, SDIT PIS menyediakan ruang kelas ber-AC dan kipas angin, perpustakaan, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), serta area bermain dan olahraga. Tidak berhenti di situ, keberadaan fasilitas hidroponik dan greenhouse menjadi bagian dari program green school untuk mengenalkan anak pada dunia tanaman, budidaya, dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Program guest teacher juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperoleh wawasan tambahan dari narasumber sesuai bidang keahliannya, sehingga pengalaman belajar menjadi lebih beragam dan kontekstual.

SMPIT Surau Minang: Pendidikan Islam Berpadu Robotik, Coding, dan AI. Memasuki jenjang SMP, peserta didik mendapatkan kesempatan mengembangkan kemampuan yang lebih luas melalui pembelajaran berbasis teknologi digital. Kepala SMPIT Surau Minang, Zaki, mengatakan bahwa pembentukan karakter Islami harus berjalan beriringan dengan penguasaan pengetahuan dan keterampilan. "Pembentukan karakter Islami harus berjalan beriringan dengan pengembangan pengetahuan dan keterampilan. Melalui pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi, peserta didik diharapkan dapat mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir, dan potensi dirinya tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam," ungkap Zaki.

Salah satu program yang menjadi daya tarik SMPIT Surau Minang adalah pengenalan robotik, coding, dan kecerdasan buatan atau AI. Pembelajaran tersebut diarahkan untuk melatih kreativitas, penalaran logis, serta kemampuan memecahkan masalah. Sekolah juga menyediakan fasilitas laptop dan akses internet sesuai syarat dan ketentuan untuk mendukung pembelajaran digital. Di samping itu, fasilitas hidroponik dan greenhouse memperkuat program green school, sementara pembinaan akhlak, kedisiplinan, kemandirian, serta prestasi akademik dan nonakademik tetap menjadi perhatian. Untuk Tahun Ajaran 2027/2028, SMPIT Surau Minang menyediakan kuota 32 siswa yang terbagi untuk kelompok ikhwan dan akhwat.

Pendaftaran Dibuka 11 November, Ini Informasi Biayanya. Orang tua dapat mendaftarkan putra-putrinya secara daring melalui laman https://spmb.surauminang.sch.id mulai 11 November 2026. Untuk informasi SDIT PIS, dapat menghubungi Kepala Sekolah Nursal di nomor 0822-8304-5889. Sementara informasi SMPIT Surau Minang dapat diperoleh melalui Kepala Sekolah Zaki di nomor 0831-6454-6703. Khusus SMPIT Surau Minang, biaya pendaftaran ditetapkan Rp150.000, uang bulanan Rp450.000, uang pembangunan Rp8.800.000 untuk ikhwan dan Rp8.900.000 untuk akhwat. Dengan perpaduan pendidikan Al-Qur'an dan Hadis, pembinaan karakter, pengembangan prestasi, teknologi digital, serta kepedulian lingkungan, SDIT PIS dan SMPIT Surau Minang menghadirkan alternatif pendidikan Islam terpadu bagi keluarga di Padang yang ingin mempersiapkan generasi berakhlak mulia sekaligus siap menghadapi tantangan masa depan. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Maigus Nasir Bidik Bukit Padayo Jadi Buper Baru Pramuka Padang, Butuh Lahan hingga 10 Hektare    
Minggu, November 01, 2026

On Minggu, November 01, 2026

Maigus Nasir Bidik Bukit Padayo Jadi Buper Baru Pramuka Padang, Butuh Lahan hingga 10 Hektare
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, turun langsung meninjau kawasan tersebut, Minggu (1/11/2026), untuk melihat potensi lahan yang disiapkan sebagai pengganti Buper lama. (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kawasan Bukit Padayo, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, mulai dilirik sebagai calon lokasi baru Bumi Perkemahan (Buper) Kwartir Cabang (Kwarcab) 09 Gerakan Pramuka Kota Padang. Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, turun langsung meninjau kawasan tersebut, Minggu (1/11/2026), untuk melihat potensi lahan yang disiapkan sebagai pengganti Buper lama.

Peninjauan ini menjadi langkah penting Pemerintah Kota Padang dalam memastikan kegiatan kepramukaan tetap memiliki fasilitas memadai. Sebelumnya, Buper Kwarcab 09 berada di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah. Namun, kawasan tersebut kini telah dimanfaatkan untuk pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga yang menjadi korban bencana hidrometeorologi pada November 2025 lalu.

Didampingi Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Camat Lubuk Kilangan Nurul Widya Siska Usman, unsur Forkopimca, serta pemilik lahan, Maigus melihat langsung kondisi kawasan Bukit Padayo. Pemerintah Kota Padang kini menjajaki alternatif lokasi yang tidak hanya mampu menampung kegiatan perkemahan, tetapi juga mendukung pengembangan pendidikan karakter generasi muda.

Menurut Maigus, keberadaan Bumi Perkemahan merupakan kebutuhan penting bagi Gerakan Pramuka. Apalagi, kegiatan kepramukaan menjadi bagian dari pendidikan ekstrakurikuler wajib yang memiliki peran strategis dalam membentuk kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, tanggung jawab, dan karakter generasi muda.

Bukit Padayo dinilai memiliki potensi menarik karena berada di sekitar kawasan PT Semen Padang. Tidak hanya menawarkan ruang terbuka untuk kegiatan kepramukaan, kawasan ini juga berdekatan dengan objek wisata Goa Kelelawar Padayo dan Cagar Budaya Pabrik Indarung I milik PT Semen Padang. Kombinasi potensi alam, sejarah, dan pendidikan tersebut membuka peluang menghadirkan konsep Buper yang lebih beragam.

"Gerakan Pramuka juga sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Padang, khususnya Padang Juara dan penguatan pendidikan karakter melalui program Smart Surau. Oleh sebab itu, kita harus menyiapkan lahan untuk membangun Buper yang baru," ujar Maigus.

Ia menjelaskan, kebutuhan ideal lahan Buper mencapai sekitar 10 hektare. Namun, apabila tersedia lahan seluas 6 hingga 7 hektare, kawasan tersebut sudah dapat dipertimbangkan untuk dimanfaatkan. Fasilitasnya harus mampu mengakomodasi lapangan utama serta area perkemahan terpisah bagi peserta putra dan putri sesuai ketentuan kepramukaan.

"Dengan potensi tersebut, kegiatan perkemahan nantinya tidak hanya menjadi sarana pendidikan kepramukaan, tetapi juga dapat dipadukan dengan pengenalan sejarah dan wisata alam bagi generasi muda Kota Padang," ungkapnya. Meski demikian, Maigus menegaskan bahwa Bukit Padayo belum ditetapkan sebagai lokasi definitif Buper baru.

Pemerintah Kota Padang masih perlu melakukan kajian teknis secara menyeluruh, meliputi kondisi dan struktur tanah, kesesuaian tata ruang, tingkat kemiringan lahan, ketersediaan air bersih, hingga akses jalan. Hasil kajian tersebut akan menjadi pertimbangan sebelum keputusan penetapan lokasi diambil. Jika seluruh persyaratan terpenuhi, Bukit Padayo berpeluang menjadi pusat kegiatan kepramukaan baru yang sekaligus memperkenalkan kekayaan alam dan sejarah Indarung kepada generasi muda Kota Padang. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU