HEADLINE
Ini Tanggapan Penyintas Bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor Batu Busuak Setelah Menempati Hunsela    
Jumat, Juli 17, 2026

On Jumat, Juli 17, 2026

Ini Tanggapan Penyintas Bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor Batu Busuak Setelah Menempati Hunsela
Pembangunan Hunsela ini menjadi bukti nyata hadirnya kolaborasi lintas sektor yang kuat di Kota Padang untuk memulihkan kehidupan warga terdampak dari hulu ke hilir. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Rasa syukur mendalam menyelimuti para penyintas bencana banjir bandang dan tanah longsor di kawasan Batu Busuak, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, setelah berbulan-bulan hidup berpindah-pindah, menumpang, hingga mengontrak rumah.

Pembangunan Hunsela ini menjadi bukti nyata hadirnya kolaborasi lintas sektor yang kuat di Kota Padang untuk memulihkan kehidupan warga terdampak dari hulu ke hilir.

Sebanyak 18 unit Hunsela yang dibangun tersebar di dua kawasan, yaitu kawasan Rimbo Panjang dan Gerbang Langit. Para penyintas sudah menempati Hunsela, setelah diresmikan Wali Kota Padang, Fadly Amran, Rabu (15/7/2026) lalu. 

Pihak-pihak yang menyokong penuh inisiasi bantuan hunian transisi ini di antaranya adalah DPP IKA Unand, Universitas Baiturrahmah (Unbrah), FMIPA Unand, Asosiasi Perempuan Peduli Bencana, Pemko Padang, serta para donatur lainnya.

Salah seorang warga terdampak di RT 03/RW 01 Lambung Bukit, Murni Ernita, menceritakan masa sulitnya pascabencana di penghujung tahun 2025 yang menghancurkan rumahnya karena berada tepat di dekat aliran sungai yang meluap.

"Dulu saat bencana terjadi, kami harus mengungsi ke SD 05, musala, lalu ke SD 02. Sebelum akhirnya bisa pindah ke Hunsela ini, hidup kami tidak menentu dan berpindah-pindah tempat. Sempat menumpang di rumah keluarga dan juga mengontrak rumah," katanya, Jumat, 17 Juli 2026.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan Hunsela yang diberikan oleh para donatur dari Universitas Baiturrahmah, Universitas Andalas, dan juga Pemko Padang. Kami ucapkan terima kasih banyak karena bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami," lanjutnya. 

Warga terdampak lainnya, Siti Rohani, yang rumahnya hanyut total terbawa arus banjir, kini bernapas lega karena kehadiran hunian transisi ini mengakhiri masa-masa sulit keluarganya yang harus mengeluarkan biaya ekstra untuk mengontrak rumah.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan Pemko Padang. Alhamdulillah, sekarang saya sudah mendapatkan tempat di Hunsela ini dan tidak perlu mengontrak rumah lagi," katanya. (*)

Pimpin Apel Gabungan, Bupati Jon Firman Pandu Tekankan ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Masyarakat    
Jumat, Juli 17, 2026

On Jumat, Juli 17, 2026

Pimpin Apel Gabungan, Bupati Jon Firman Pandu Tekankan ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Masyarakat
Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H., memimpin langsung Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) se-Kabupaten Solok di Halaman Kantor Bupati Solok, Arosuka, Jumat (17/7/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H., memimpin langsung Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) se-Kabupaten Solok di Halaman Kantor Bupati Solok, Arosuka, Jumat (17/7/2026). 

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., Sekretaris Daerah Jefrizal, S.Pt., M.T., para staf ahli, asisten, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, serta seluruh jajaran ASN lingkup Pemkab Solok.

Dalam momen berharga ini, pemerintah daerah secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun kepada sejumlah ASN yang memasuki masa purnabakti sebagai bentuk penghargaan tulus atas pengabdian mereka. 

Salah satu penerima adalah mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Zulhendri, disertai Novierti, Darnalis, Aljupri, Rifal Misrita, Yelinda, Ermis, Rukmini, Arsil Bakri, Syamsurijal, Yelma Fatmi, Yenni Rosdwita, Emi Sofia, Armisni, Zaitul Aswan, Mulyawarni, Nasril, Nasrul, Nurdiana, hingga Yenni Erlinda.

Tak hanya itu, diserahkan pula santunan Jaminan Kematian (JKM) dan pengembalian iuran Jaminan Hari Tua (JHT) kepada ahli waris almarhum Yori Gusdinora, A.Md., PPPK Dinas Komunikasi dan Informatika yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja beberapa waktu lalu.

Bupati Jon Firman Pandu menegaskan apel ini bukan sekadar upacara seremonial belaka. 

"Ini adalah momentum untuk menyatukan pandangan dan gerakan, memperkuat koordinasi, serta memastikan kita semua berjalan seirama sebagai pelayan masyarakat Kabupaten Solok," ujarnya.

Ia mengajak seluruh jajaran mulai dari pimpinan hingga staf untuk bekerja cepat, tepat, dan bebas dari penyimpangan. 

Seluruh program harus memberikan manfaat nyata bagi warga, disertai kewaspadaan menghadapi dinamika zaman serta kekompakan antarpegawai.

"Saling menghormati dan menjaga kebersamaan adalah kunci agar pelayanan berjalan optimal dan Kabupaten Solok tetap sejuk serta damai," tegasnya.

Pemerintah daerah juga berjanji akan terus melakukan evaluasi dan pemantauan menyeluruh guna memastikan setiap tugas dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.

Kepada para purnabakti, Bupati menyampaikan terima kasih mendalam atas loyalitas dan dedikasi selama ini. 

"Semoga pengabdian tidak berhenti sampai di sini, dan Bapak/Ibu tetap bisa berkontribusi bagi kemajuan daerah sesuai kemampuan masing-masing," harapnya.

Kegiatan ditutup dengan tekad bersama untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas kinerja, dan mewujudkan Kabupaten Solok yang maju, mandiri, serta sejahtera.(80)

Wawako Maigus Nasir Berikan Semangat dan Motivasi pada Pembukaan Kegiatan “Bangkit Bersama, Gerak, Kuliner, Cerita” Mantap    
Jumat, Juli 17, 2026

On Jumat, Juli 17, 2026

Wawako Maigus Nasir Berikan Semangat dan Motivasi pada Pembukaan Kegiatan “Bangkit Bersama, Gerak, Kuliner, Cerita” Mantap
Wawako Maigus Nasir memberikan semangat dan motivasi bagi seluruh pensiunan yang hadir. Menurutnya, pensiun bukan akhir dari segalanya. (Foto: Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wawako Maigus Nasir memberikan semangat dan motivasi bagi seluruh pensiunan yang hadir. Menurutnya, pensiun bukan akhir dari segalanya.

Maigus menyebut, tidak ada istilah berhenti berkarya meski sudah pensiun. Sepanjang masih ada nafas, manusia harus tetap memberikan yang terbaik terutama bagi anak cucunya kelak.

“Di dalam Islam tidak ada istilah pensiun, pensiun itu ketika meninggal dunia saja,” ujarnya, Jumat, 17 Juli 2026, di Pantai Puruih. 

Wawako mengapresiasi kegiatan “Bangkit Bersama, Gerak, Kuliner, Cerita” yang diinisiasi Bank Mantap. 

“Sebelum mati, harus ada sebutir kurma yang ditanam. Artinya, dalam hidup harus ada yang ditanam untuk nantinya kelak dinikmati oleh orang lain, karena orang yang paling disukai Allah adalah yang bisa membuat orang lain senang,” katanya.

Menurutnya, apa yang dilakukan Bank Mantap sebagai motivasi sekaligus mempersiapkan para pensiun agar menjadi orangtua teladan.

“Tentunya kami mengapresiasi kegiatan ini, Bank Mantap memerhatikan pensiunan dan menyiapkan mereka yang akan pensiun dengan layanan yang baik,” cakapnya. 

Direktur Transformasi dan Pengembangan Usaha Bank Mandiri Taspen, Noer Fajrieansyah menyebut, usia tua bukan waktu untuk berhenti melakukan aktivitas. Akan tetapi, usia tua (pensiun) merupakan awal dari segalanya.

Noer Fajrieansyah mengucapkan terimakasih kepada Pemko Padang yang telah memberikan dukungan di kegiatan “Bangkit Bersama, Gerak, Kuliner, Cerita”.

Pihaknya bertekad untuk terus memberikan yang terbaik bagi para pensiunan agar tidak merasa berhenti dan menjadi akhir dari segalanya.

Kegiatan “Bangkit Bersama, Gerak, Kuliner, Cerita” merupakan pertemuan para pensiunan yang menjadi nasabah di Bank Mantap. 

Para pensiunan diajak berolahraga, memasak kuliner, termasuk bercerita. Di kegiatan itu juga dilakukan aksi sosial donor darah.

“Pensiun bukan akhir, tetapi awal dari semua, tidak boleh patah semangat. Kami yang berusia 35 hingga 45 tahun adalah masa prapensiun yang tinggal menunggu waktu untuk pensiun, sedangkan yang telah pensiun sudah menikmati masanya,” tukuknya. 

Hadir pada kesempatan itu, Direktur Transformasi dan Pengembangan Usaha Bank Mandiri Taspen, Noer Fajrieansyah, Kepala Dinas Koperasi UKM Kota Padang Teddy Antonius, Sekretaris Dinas Pariwisata Pagara, Kabag Prokopim Setdako Junie Nursyamza, Area Head Bank Mandiri Sumbar Feri Cahyono, Plt Kacab PT Asabri Padang, Pensiunan PWRI dan Telkom dan Komunitas Mandiri Taspen. (*)

Percepat Penataan Ruang, Kemendagri Kawal Sinkronisasi Materi Teknis Perairan Pesisir Provinsi Papua Barat Daya    
Jumat, Juli 17, 2026

On Jumat, Juli 17, 2026

Percepat Penataan Ruang, Kemendagri Kawal Sinkronisasi Materi Teknis Perairan Pesisir Provinsi Papua Barat Daya
Dirjen Penataan Ruang Laut, Kartika Listriana membuka diskusi melalui arahan singkat terkait penataan ruang laut di Provinsi Papua Barat Daya. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Ditjen Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan menyelenggarakan Konsultasi Teknis Dokumen Final Materi Teknis Perairan Pesisir (MTPP) Provinsi Papua Barat Daya, Rabu (15/7) di Hotel Yuan Garden Pasar Baru, Jakarta.

Dirjen Penataan Ruang Laut, Kartika Listriana membuka diskusi melalui arahan singkat terkait penataan ruang laut di Provinsi Papua Barat Daya. 

Rapat dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Majelis Rakyat Papua, Ketua Komisi IV DPRD Papua Barat Daya, kementerian/lembaga teknis, dan pelaku usaha terkait.

Pada kesempatan itu, Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut KKP, Kartika Listriana mengapresiasi keseriusan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dalam mempercepat penyusunan dokumen MTPP.

“Kehadiran pemerintah daerah yang lengkap menunjukkan keseriusan Papua Barat Daya untuk mempercepat penetapan RTRW yang terintegrasi antara wilayah darat dan laut,” ungkapnya.

Pendekatan "growth center" dapat diterapkan dalam pengembangan kota pesisir di Provinsi Papua Barat Daya. 

Dari sektor pariwisata, Kementerian Pariwisata mendukung sinkronisasi dokumen MTPP dengan arah pengembangan Raja Ampat sebagai destinasi pariwisata berkualitas atau high quality tourism. 

Selain itu, turut disampaikan rencana pengembangan Marina Sorong sebagai bagian dari peningkatan konektivitas dan aksesibilitas pariwisata.

Perwakilan dari Direktorat Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah I Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri menyampaikan dukungan penyelesaian MTPP sebagai dokumen yang wajib diintegrasikan ke dalam RTRW Provinsi Papua Barat Daya. MTPP perlu dipastikan selaras dengan materi teknis rencana tata ruang yang saat ini sedang dalam proses penyusunan.

Disampaikan pula bahwa adanya tahapan evaluasi Raperda RTRW Provinsi yang dilaksanakan sebelum penetapan oleh Ditjen Bina Bangda. 

Selain itu, berkaitan dengan pengawalan penyelesaian terkait permasalahan tiga pulau kewenangan tersebut diampu oleh Direktorat Toponimi dan Batas Daerah Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri.

Berita Acara yang telah disepakati pada akhir rapat menjadi acuan perbaikan terhadap Dokumen Final Materi Teknis Perairan Pesisir (MTPP) Provinsi Papua Barat Daya.

Dokumen final MTPP yang telah disempurnakan menjadi dasar integrasi pengaturan ruang laut ke dalam RTRW Provinsi Papua Barat Daya. 

Harapannya, rapat konsultasi teknis ini mampu mendukung tata ruang wilayah Papua Barat Daya yang terarah dan transparan dalam mewujudkan tujuan pembangunan di Provinsi Papua Barat Daya. (*)

GTRA NTB Perkuat Sinergi Percepatan Reforma Agraria di Delapan Kabupaten    
Jumat, Juli 17, 2026

On Jumat, Juli 17, 2026

GTRA NTB Perkuat Sinergi Percepatan Reforma Agraria di Delapan Kabupaten
Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu (15/7). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Dalam rangka melaksanakan amanat Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2023 tentang Percepatan Pelaksanaan Reforma Agraria, maka dilaksanakan Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu (15/7).

Rapat dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi NTB serta dihadiri oleh direktur Landreform Kementerian ATR/BPN, perwakilan dari Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, anggota GTRA Provinsi NTB (dinas-dinas di provinsi NTB, Polri, TNI), dan Kantor Pertanahan BPN. 

Pada pelaksanaannya, potensi Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) di Provinsi NTB yang berasal dari kawasan hutan, non kawasan hutan, dan penyelesaian konflik agraria sebanyak 40 obyek dengan luas kurang lebih 9.066 hektar.

Potensi TORA yang telah ditindaklanjuti yaitu 7 objek dengan luas kurang lebih 1.479 hektar. Selanjutnya, dilakukan pembahasan kegiatan reforma agraria Provinsi NTB pada 26 lokasi potensi TORA di 8 kabupaten yaitu Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, dan Kabupaten Bima.

Guna melaksanakan agenda GTRA dengan lebih komperhensif, maka disusun berita acara kesepahaman dan kesepakatan GTRA Provinsi NTB yang memuat poin-poin sebagai berikut: sinergi melaksanakan redistribusi TORA melalui hak berjangka di atas HPLidentifikasi potensi TORA di Kab/Kota yang belum membentuk GTRA; 

koordinasi insentif penyelesaian konflik agraria; serta kolaborasi program kegiatan dan kontribusi penataan akses, integrasi aset dan akses pada program desa berdaya dan kampung reforma agraria. 

Selanjutnya, dari hasil rapat koordinasi ini akan dilaporkan kepada Tim Percepatan Reforma Agraria tingkat pusat beserta pelaksanaan kegiatan. (*)

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Kepala BKN Tancap Gas Hadirkan 14 Terobosan Pro Karier ASN    
Jumat, Juli 17, 2026

On Jumat, Juli 17, 2026

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Kepala BKN Tancap Gas Hadirkan 14 Terobosan Pro Karier ASN
Kepala BKN Prof. Zudan Arif Fakrulloh saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kebijakan efisiensi anggaran tidak menghalangi Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk terus melakukan transformasi layanan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sepanjang satu tahun terakhir, BKN berhasil melahirkan 14 kebijakan strategis yang memberikan kemudahan layanan, perlindungan hak, sekaligus memperkuat pengembangan karier ASN di seluruh Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kepala BKN Prof. Zudan Arif Fakrulloh saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

"Selama satu tahun terakhir BKN telah menerbitkan 14 kebijakan yang melindungi dan memudahkan karier ASN," ujar Prof. Zudan, dalam rilis yang diterima redaksi, Kamis (16/7/2026). 

Menurutnya, ke-14 kebijakan tersebut merupakan bagian dari transformasi manajemen ASN yang berorientasi pada pelayanan yang semakin cepat, sederhana, digital, dan berbasis sistem merit.

Salah satu kebijakan yang menjadi perhatian adalah kemudahan pencantuman gelar akademik dan gelar profesi bagi ASN. 

BKN juga meningkatkan frekuensi pelaksanaan uji kompetensi jabatan dari empat kali menjadi 12 kali dalam setahun, sehingga kesempatan pengembangan karier ASN menjadi lebih terbuka.

Selain itu, BKN menyelesaikan persoalan kenaikan pangkat ASN yang selama ini terkendala karena pangkat pegawai telah melebihi atasan langsung.

Melalui kebijakan baru, ASN yang memenuhi seluruh persyaratan tetap dapat memperoleh hak kenaikan pangkat sesuai ketentuan.

Transformasi layanan juga diwujudkan melalui standar pelayanan promosi, mutasi, dan demosi dengan target penyelesaian maksimal lima hari kerja. 

Apabila melebihi batas waktu tersebut, permohonan diproses melalui mekanisme persetujuan otomatis sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.

Dalam memperkuat penerapan sistem merit, BKN juga tidak lagi menjadi anggota panitia seleksi jabatan guna menjaga independensi proses seleksi.

Bersamaan dengan itu, implementasi manajemen talenta terus dipercepat agar pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi dilakukan secara objektif, transparan, dan berbasis kompetensi.

BKN turut memperluas digitalisasi layanan melalui kebijakan kenaikan pangkat yang kini dapat diproses setiap bulan, digitalisasi layanan pensiun dan kenaikan pangkat melalui notifikasi otomatis, hingga pengembangan e-Kinerja Harian yang memungkinkan aktivitas dan capaian kerja ASN dipantau secara real time. 

Saat ini, lebih dari 100 instansi pemerintah telah mengimplementasikan sistem tersebut.

Inovasi lainnya adalah Lemari Digital ASN yang kini dapat dimanfaatkan sekitar 6,7 juta ASN di seluruh Indonesia.

Seluruh dokumen kepegawaian yang diterbitkan BKN tersimpan secara otomatis dalam akun ASN masing-masing sehingga lebih aman, mudah diakses, dan mengurangi ketergantungan pada dokumen fisik.

Selain mengintegrasikan regulasi dan layanan manajemen ASN dalam satu ekosistem digital, BKN juga menghadirkan mekanisme kenaikan pangkat luar biasa secara otomatis bagi ASN yang memenuhi syarat tanpa harus diusulkan instansi.

Di bidang pengembangan kompetensi, BKN menyediakan layanan ASN Assessment secara gratis dengan target sekitar 600 ribu ASN mengikuti assessment sebagai bagian dari percepatan implementasi manajemen talenta nasional.

Prof. Zudan menegaskan bahwa seluruh kebijakan tersebut dirancang untuk memberikan kepastian layanan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia ASN.

Menutup paparannya, ia menyampaikan bahwa realisasi anggaran BKN Tahun Anggaran 2025 mencapai sekitar 98 persen dengan hasil pengawasan yang menunjukkan temuan bersifat minor.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa transformasi birokrasi tetap dapat berjalan optimal melalui inovasi, digitalisasi, dan tata kelola yang akuntabel meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran. (*)

Pemko Pariaman Laksanakan Pesantren ASN di Masjid Raya Badano Sungai Rotan    
Jumat, Juli 17, 2026

On Jumat, Juli 17, 2026

Pemko Pariaman Laksanakan Pesantren ASN di Masjid Raya Badano Sungai Rotan
Masjid Raya Badano, Desa Bungo Tanjung Sungai Rotan, Pariaman Timur dan Masjid Istiqomah Adam Sorin Kelurahan Jalan Baru, Pariaman Tengah, Jumat (17/7/2026) pagi. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM-
Pemko Pariaman laksanakan pesantren ASN di dua masjid yang ada di Kota Pariaman, yakni Masjid Raya Badano, Desa Bungo Tanjung Sungai Rotan, Pariaman Timur dan Masjid Istiqomah Adam Sorin Kelurahan Jalan Baru, Pariaman Tengah, Jumat (17/7/2026) pagi.

Di Masjid Badano, hadir Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, Ketua TP-PKK Kota Pariaman Ny. Yosneli Balad, Ketua GOW Ny. Dina Mulyadi, Asisten, Staf ahli, kepala perangkat daerah, dan ASN Pemko Pariaman.

Tausiah dalam pelaksanaan pesantren ASN ini disampaikan oleh Kepala Kankemenag Kota Pariaman, Edy Oktafiandi dan  dihadiri jajaran kantor Kemenag Kota Pariaman.

Mulyadi mengajak ASN seluruh Kota Pariaman untuk perkuat silaturrahmi antar ASN se-Kota Pariaman. 

Perkuat fondasi keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, dan tetap berkomitmen wujudkan kinerja terbaik dalam pelayanan kepada masyarakat Kota Pariaman secara ikhlas.

"Kegiatan-kegiatan baik ini, inshaAllah akan terus dilaksanakan dalam upaya peningkatan ukhuwah islamiyah antara ASN dengan ASN, 

dan ASN dengan masyarakat se-Kota Pariaman ke masjid-masjid lainnya yang ada di Kota Pariaman," tutupnya mengakhiri.(fad/at)

Toleransi dan Kerukunan Modal Penting bagi Terciptanya Keamanan, Investasi, serta Kesejahteraan Masyarakat    
Jumat, Juli 17, 2026

On Jumat, Juli 17, 2026

Toleransi dan Kerukunan Modal Penting bagi Terciptanya Keamanan, Investasi, serta Kesejahteraan Masyarakat
Pemberkatan dan peletakan batu pertama pembangunan Gereja TNI-Polri Santo Ignatius Jatisari, Rabu (15/7/2026). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Penantian panjang umat Katolik TNI-Polri di Jatisari, Jatiasih, Kota Bekasi, akhirnya terwujud.

Uskup Agung Jakarta sekaligus Uskup Ordinariat Castrensis Indonesia (OCI), Ignatius Kardinal Suharyo, memimpin Misa Kudus yang dilanjutkan dengan pemberkatan dan peletakan batu pertama pembangunan Gereja TNI-Polri Santo Ignatius Jatisari, Rabu (15/7/2026).

Perayaan Ekaristi yang bertepatan dengan peringatan Santo Bonaventura itu berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan umat Katolik dari kalangan TNI, Polri, serta umat Paroki Kampung Sawah, Keuskupan Agung Jakarta.

Kardinal Suharyo didampingi tujuh imam, yakni Romo Yohanes Wartaya SJ, Romo Ipda Antonius Arifin Samosir Pr, Romo Letda Inf Jimmy Yohanes Hyronimus Pr, Romo Lettu Sus Paulus Ardhi Pr, Romo Pungky Setiawan SVD, Romo Laurentius Sutarno SJ, dan Romo JB Clay Pareria SJ.

Seusai Misa Kudus, rangkaian acara dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Kardinal Suharyo bersama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, pemberkatan batu penjuru, peletakan batu pertama pembangunan gereja, serta penanaman pohon sawo kecik oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI Suparman, Wali Kota Bekasi, dan sejumlah tokoh lintas agama sebagai simbol kerukunan, persaudaraan, dan harapan agar gereja menjadi tempat bertumbuhnya iman serta pelayanan.

Dalam homilinya, Kardinal Suharyo mengajak seluruh umat mensyukuri rahmat Tuhan atas dimulainya pembangunan gereja yang digagas komunitas Katolik TNI dan Polri.

Menurutnya, peletakan batu pertama bukan sekadar awal pembangunan fisik, tetapi juga peletakan fondasi kehidupan iman yang semakin kokoh.

"Kita bersyukur kepada Tuhan yang telah menggerakkan hati banyak orang sehingga, meski melalui berbagai tantangan, akhirnya pembangunan gereja ini dapat dimulai. Yang diletakkan hari ini bukan hanya batu pertama sebuah bangunan, tetapi juga fondasi kehidupan umat yang akan bertumbuh di tempat ini," ujar Kardinal.

Mengacu pada bacaan Kitab Suci, Kardinal Suharyo mengingatkan bahwa tujuan utama membangun gereja bukanlah mendirikan bangunan megah, melainkan membentuk umat yang semakin rendah hati, semakin dekat kepada Tuhan, dan semakin mampu menghadirkan kasih bagi sesama. 

Ia menjelaskan bahwa kerendahan hati merupakan dasar seluruh keutamaan, sebagaimana dicontohkan Yesus Kristus yang rela mengosongkan diri demi keselamatan umat manusia.

"Tujuan akhirnya bukan gedungnya, tetapi agar melalui ibadah kita menjadi pribadi yang semakin rendah hati, semakin mengasihi sesama, dan semakin serupa dengan Yesus Kristus," pesannya.

Ketua Panitia Pembangunan, Marsda TNI (Purn.) Benedictus Wijanarko, mengatakan pembangunan gereja merupakan jawaban atas kebutuhan umat Katolik di kawasan Jatisari yang terus bertambah. 

Jika pada 1999 jumlah umat sekitar 100 orang, kini telah mencapai 1.826 orang sehingga keberadaan gereja menjadi kebutuhan yang mendesak.

"Ini adalah mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan setelah menunggu hampir 30 tahun sejak 1996. Kami bersyukur seluruh proses perizinan dapat dilalui dengan baik berkat dukungan banyak pihak," kata Benedictus.

Ia menjelaskan, proses pembangunan dimulai dari terbitnya izin Kepala Staf Angkatan Udara pada Agustus 2023, kemudian dilanjutkan dengan rekomendasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kementerian Agama Kota Bekasi, persetujuan pemanfaatan aset, izin Wali Kota Bekasi, hingga Surat Keputusan pembangunan gereja yang terbit pada 6 Juli 2026.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI, Suparman, menegaskan rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat berdoa, tetapi juga menjadi pusat pendidikan karakter, pelayanan sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

"Gereja harus menjadi rumah yang terbuka, menghadirkan kasih, harapan, dan pelayanan bagi semua tanpa membedakan latar belakang. Rumah ibadah juga harus menjadi sumber inspirasi dalam merawat persatuan, memperkuat moderasi beragama, serta membangun kehidupan yang damai dan harmonis," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam menjamin kebebasan seluruh warga untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.

Menurutnya, toleransi dan kerukunan merupakan modal penting bagi terciptanya keamanan, investasi, serta kesejahteraan masyarakat.

Ia berharap Gereja TNI-Polri Santo Ignatius Jatisari nantinya tidak hanya menjadi rumah ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat, pendidikan karakter, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pengurus Ordinariat Castrensis Indonesia (OCI), di antaranya Irjen Pol (Purn.) Herry Dahana, Marsda TNI (Purn.) Joko Takarianto, Laksda TNI Antonius Widyoutomo, Kombes Pol V. Thirdy Hadmiarso, S.I.K., M.A.P., dan Kolonel Inf Norbertus Warikun, S.Ag., M.Si.

Pembangunan Gereja TNI-Polri Santo Ignatius Jatisari diharapkan menjadi rumah rohani bagi umat Katolik TNI, Polri, dan masyarakat sekitar, sekaligus menjadi simbol semangat persatuan, toleransi, pelayanan, dan pengabdian kepada bangsa dan negara melalui nilai-nilai iman Kristiani. (*)

Mahasiswa KKN Universitas Andalas Kunjungi BUMNag Ayam Petelur Nagari Pauah, Pelajari Upaya Mewujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan    
Jumat, Juli 17, 2026

On Jumat, Juli 17, 2026

Mahasiswa KKN Universitas Andalas Kunjungi BUMNag Ayam Petelur Nagari Pauah, Pelajari Upaya Mewujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler II Universitas Andalas Nagari Pauah melaksanakan kunjungan ke unit usaha Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) yang bergerak di bidang peternakan ayam petelur. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler II Universitas Andalas Nagari Pauah melaksanakan kunjungan ke unit usaha Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) yang bergerak di bidang peternakan ayam petelur.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat pengelolaan usaha nagari sekaligus menggali potensi ekonomi lokal yang telah dikembangkan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh penjelasan bahwa unit usaha ayam petelur BUMNag mulai berdiri pada akhir Agustus 2025 dengan jumlah awal sebanyak 540 ekor ayam. 

Pada tahap awal operasional, kebutuhan pakan masih didukung melalui dana desa. Seiring berjalannya usaha dan meningkatnya hasil produksi, biaya pakan kini sepenuhnya dipenuhi dari hasil penjualan telur sehingga usaha dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.

Saat ini, peternakan mampu memproduksi sekitar 15 tray atau kurang lebih 450 butir telur setiap harinya. Hasil produksi tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Nagari Pauah.

Sebagai upaya mewujudkan usaha yang berkelanjutan, BUMNag juga menerapkan sistem integrasi antara peternakan ayam petelur dan budidaya ikan lele. 

Melalui sistem ini, limbah organik dari peternakan ayam dimanfaatkan sebagai salah satu sumber nutrisi untuk mendukung budidaya lele, sehingga pemanfaatan sumber daya menjadi lebih efisien, mengurangi limbah, serta menciptakan siklus usaha yang saling mendukung. 

Konsep integrasi ini tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam membangun sistem usaha yang berorientasi pada keberlanjutan dan ketahanan pangan di Nagari Pauah.

Meski menunjukkan perkembangan yang positif, pengelolaan usaha ini masih menghadapi sejumlah tantangan.

Direktur BUMNag Nagari Pauah Yon Surada, mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama adalah belum tersedianya teknologi untuk memproduksi pakan secara mandiri. 

"Kendala yang kami hadapi saat ini adalah belum tersedianya teknologi untuk penggilingan pakan. Padahal, kami ingin memproduksi pakan sendiri dengan memanfaatkan jagung yang dibudidayakan masyarakat sebagai bahan baku utama, sehingga ke depan usaha ini bisa lebih mandiri," ujar Yon Surada.

Melalui kunjungan ini, mahasiswa KKN Reguler II Universitas Andalas memperoleh pengalaman langsung mengenai pengelolaan unit usaha BUMNag sekaligus memahami pentingnya inovasi dalam membangun kemandirian ekonomi nagari.

Diharapkan, hasil kunjungan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dalam menyusun dan melaksanakan program kerja yang mendukung pengembangan potensi lokal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Nagari Pauah. (*)

Laporan: Ihlal Desta Kurnia, Syahri Rahmadani dan Syaikhul Haafiz