HEADLINE
Haji Ninong Soroti Pergantian Kapolri, Titip Pesan Penting untuk Jenderal Suyudi Ario Seto    
Minggu, Oktober 04, 2026

On Minggu, Oktober 04, 2026

BENTENGSUMBAR.COM - Pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mendapat perhatian dari tokoh masyarakat Kotamobagu, Sudirman Sulaiman atau Haji Ninong. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolri.

Haji Ninong berharap kepemimpinan baru Polri membawa semangat pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat. Menurutnya, rasa aman, perlindungan, pertolongan, dan kepastian hukum merupakan kebutuhan penting yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut menjadi sorotan karena Haji Ninong menilai polisi bukan sekadar institusi penegak hukum. Polri dan masyarakat memiliki hubungan yang sangat dekat, sehingga pelayanan kepada rakyat diharapkan terus menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Selamat kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto atas amanah yang diberikan sebagai Kapolri. Semoga beliau diberikan kesehatan, kekuatan dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas untuk bangsa dan negara,” ujar Haji Ninong, Sabtu (3/10/2026).

Ia berharap kehadiran polisi semakin dirasakan masyarakat, terutama ketika warga membutuhkan perlindungan maupun pertolongan. Bagi Haji Ninong, wajah pelayanan kepolisian akan semakin kuat ketika anggota Polri hadir langsung membantu masyarakat dalam berbagai situasi.

Di tengah pergantian kepemimpinan tersebut, Haji Ninong juga menyampaikan apresiasi kepada Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo atas pengabdian selama memimpin Polri. Ia menilai setiap pemimpin memiliki perjalanan dan tantangan masing-masing dalam menjalankan amanah negara.

“Terima kasih kepada Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas pengabdian dan dedikasinya selama memimpin Polri. Tentu banyak hal yang telah dilakukan dan banyak pula tantangan yang telah dihadapi,” tuturnya.

Haji Ninong berharap hal-hal baik yang telah dilakukan pada masa kepemimpinan sebelumnya dapat terus dilanjutkan, sementara berbagai hal yang masih membutuhkan penyempurnaan dapat diperbaiki. Ia juga menitipkan harapan agar Jenderal Suyudi Ario Seto semakin memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat.

Dari Kotamobagu, pesan Haji Ninong bermuara pada satu harapan: Polri semakin dekat dengan rakyat, pelayanan semakin terasa, dan rasa aman masyarakat terus terjaga. Pergantian kepemimpinan diharapkan menjadi bagian dari kesinambungan pengabdian, sehingga amanah kepada bangsa dan negara tetap berjalan serta masyarakat merasa terlindungi. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Tiga Srikandi Taekwondo Bikin Heboh PORPROV XVI Sumbar 2026, Emas Pertama Kota Solok Akhirnya Pecah!    
Minggu, Oktober 04, 2026

On Minggu, Oktober 04, 2026

Tiga Srikandi Taekwondo Bikin Heboh PORPROV XVI Sumbar 2026, Emas Pertama Kota Solok Akhirnya Pecah!
Prestasi membanggakan itu datang dari cabang olahraga taekwondo melalui aksi gemilang Nadira, Nadiva, dan Nailah. (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pecah telur! Kontingen Kota Solok akhirnya mengamankan medali emas pertama pada PORPROV XVI Sumatera Barat 2026. Prestasi membanggakan itu datang dari cabang olahraga taekwondo melalui aksi gemilang Nadira, Nadiva, dan Nailah.

Tiga atlet muda tersebut tampil penuh percaya diri dan berhasil membawa nama Kota Solok berkibar di ajang olahraga terbesar tingkat Provinsi Sumatera Barat. Emas pertama ini sekaligus menjadi suntikan moral luar biasa bagi seluruh kontingen yang tengah berjuang menambah pundi-pundi medali.

Di balik kemenangan tersebut terdapat proses panjang yang tak mudah. Latihan disiplin, persiapan matang, kekompakan tim, serta kerja keras atlet dan pelatih menjadi kunci hingga akhirnya medali emas PORPROV XVI Sumbar 2026 berhasil dibawa pulang untuk Kota Solok.

Pelatih Taekwondo Indonesia Kota Solok, Hana Citra, S.Pd., mengaku sangat bersyukur atas pencapaian Nadira, Nadiva, dan Nailah. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari ketekunan, disiplin, serta semangat juang para atlet selama menjalani latihan bersama tim.

Hana berharap emas pertama tersebut menjadi pemantik semangat bagi atlet Kota Solok dari cabang olahraga lainnya. Ia menegaskan, perjuangan di arena PORPROV masih panjang sehingga seluruh atlet diminta tetap fokus, percaya pada proses, dan memberikan penampilan terbaik untuk daerah.

Apresiasi tinggi juga datang dari Ketua KONI Kota Solok, H. Rudi Horizon. Ia menyebut keberhasilan Nadira, Nadiva, dan Nailah sebagai kebanggaan bersama sekaligus bukti bahwa atlet Kota Solok memiliki potensi besar untuk bersaing di level Sumatera Barat.

Menurut Rudi Horizon, emas pertama PORPROV XVI Sumbar bukan sekadar sebuah medali. Raihan tersebut menjadi energi positif bagi seluruh kontingen Kota Solok agar semakin percaya diri menghadapi pertandingan berikutnya dan terus mengejar prestasi terbaik.

Rudi juga memberikan penghargaan kepada Hana Citra dan seluruh tim pelatih serta tim pendukung yang telah mendampingi para atlet. Dukungan KONI Kota Solok dan seluruh pihak terkait dinilai sangat penting agar perjuangan atlet dapat berlangsung maksimal hingga seluruh rangkaian PORPROV XVI Sumatera Barat 2026 berakhir.

Kini, perhatian publik Sumatera Barat tertuju pada perjuangan kontingen Kota Solok. Nadira, Nadiva, dan Nailah telah membuka jalan dengan emas pertama dari taekwondo. Pertanyaan berikutnya: berapa banyak lagi medali yang akan dibawa pulang Kota Solok dari PORPROV XVI Sumbar 2026? Perjuangan masih panjang, dan peluang mencetak kejutan berikutnya masih terbuka lebar. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Mau Jadi Bisnis? Ini Kunci Produk Inovatif agar Tak Kalah dari Kompetitor    
Sabtu, Oktober 03, 2026

On Sabtu, Oktober 03, 2026

Mau Jadi Bisnis? Ini Kunci Produk Inovatif agar Tak Kalah dari Kompetitor
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat mengikuti sesi pitching proyek peserta TIH di Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Bekasi, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memberikan pesan penting kepada peserta Talent and Innovation Hub (TIH). Produk inovasi yang dikembangkan tidak cukup hanya terlihat menarik, tetapi harus memiliki keunggulan yang bisa dibuktikan melalui eksperimen dan pengukuran yang jelas.

Arahan itu disampaikan Yassierli saat mengikuti sesi pitching proyek peserta TIH di Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Bekasi, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti peserta TIH dari BPKK Bekasi dan BBPKK Bandung Barat yang telah mengembangkan proyek selama dua bulan.

Yassierli menilai dua bulan pertama merupakan fase penting bagi peserta untuk belajar menemukan produk yang memiliki prospek bisnis. Menurutnya, mencari produk yang benar-benar sesuai kebutuhan pasar bukan perkara mudah karena peserta harus mampu membaca persoalan sekaligus memahami kekuatan kelompok.

“Dalam dua bulan ini, adik-adik sudah belajar banyak. Salah satunya bagaimana mencari sebuah produk yang memiliki prospek untuk dikembangkan sebagai bisnis. Itu tidak mudah,” ujar Yassierli.

Menaker juga meminta peserta melakukan asesmen internal untuk mengetahui kompetensi dan kekuatan masing-masing anggota. Jika sebuah gagasan berasal dari inovator lain, peserta harus mampu menunjukkan kontribusi yang jelas agar memiliki posisi kuat dalam pengembangan produk.

Untuk produk yang lahir dari gagasan sendiri, Yassierli menekankan pentingnya pembuktian keunggulan. Peserta dapat melakukan eksperimen dan membandingkan karakteristik produknya dengan kompetitor menggunakan indikator yang terukur. Dengan begitu, inovasi tidak berhenti sebagai ide, tetapi memiliki dasar yang kuat untuk dikembangkan menjadi bisnis.

Yassierli mengingatkan bahwa inovasi tidak harus selalu rumit. Ide bisnis dapat muncul dari persoalan sehari-hari yang dilihat, dirasakan, dan dipahami, kemudian dikembangkan berdasarkan passion, kompetensi, serta keahlian anggota kelompok. Keunikan produk menjadi salah satu faktor penting untuk menghadapi persaingan pasar.

Dari BPKK Bekasi, peserta mempresentasikan enam proyek, yakni Noisora berupa panel peredam suara berbahan kain majun, Biopelet yang memanfaatkan limbah daun gambir untuk bahan bakar pendamping atau co-firing, Harbite Gummy berupa jamu dalam bentuk permen gummy, Blace–Botanica Solace berupa home gardening kit dengan pupuk berbahan ampas kopi, Cocovalue yang mengolah limbah serabut kelapa, serta Andallo, platform digital untuk pencarian dan pemesanan jasa lokal.

Sementara itu, peserta dari BBPKK Bandung Barat mengembangkan enam proyek, yakni Portofolio Ku, MindPlay, Kave, Palapa, ChocoNusa, dan Wait2Waste. Kehadiran berbagai proyek tersebut menunjukkan bagaimana program TIH mendorong peserta mengolah ide, memanfaatkan potensi sekitar, dan menguji peluang inovasi agar dapat berkembang menjadi produk bernilai ekonomi. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Erianto Optimistis Bola Tangan Kota Padang Sabet 7 Emas di Porprov XVI Sumbar    
Sabtu, Oktober 03, 2026

On Sabtu, Oktober 03, 2026

Erianto Optimistis Bola Tangan Kota Padang Sabet 7 Emas di Porprov XVI Sumbar
Ketua Umum KONI Kota Padang, Erianto, membakar optimisme jelang persaingan sengit cabang olahraga bola tangan pada Porprov XVI Sumatera Barat 2026. (Foto: Dedi Prima). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua Umum KONI Kota Padang, Erianto, membakar optimisme jelang persaingan sengit cabang olahraga bola tangan pada Porprov XVI Sumatera Barat 2026. Target besar pun dipasang: tujuh medali emas untuk Kota Padang.

Optimisme itu disampaikan Erianto saat menghadiri pembukaan pertandingan bola tangan Porprov XVI Sumbar 2026 di Lapangan Futsal Rafhely, Kota Padang, Sabtu (3/10/2026). Kompetisi dijadwalkan berlangsung hingga 12 Oktober 2026.

Erianto menilai kesiapan ABTI Kota Padang bersama panitia pelaksana patut diapresiasi. Meriahnya pembukaan menjadi sinyal positif bahwa pertandingan bola tangan Porprov XVI Sumbar siap berlangsung kompetitif, tertib, dan sportif.

Menurut Erianto, target tujuh emas bukan sekadar angka. Target tersebut menjadi tantangan sekaligus suntikan motivasi bagi atlet bola tangan Kota Padang untuk tampil maksimal, menjaga kekompakan, disiplin, dan menunjukkan semangat juang sejak pertandingan pertama.

“Kita mengetahui bola tangan menargetkan tujuh medali emas. Mudah-mudahan target ini bisa tercapai pada Porprov tahun ini dan memberikan kontribusi bagi prestasi olahraga Kota Padang,” harap Erianto.

Pertandingan bola tangan Porprov XVI Sumbar 2026 mempertandingkan nomor indoor dan outdoor. Nomor indoor digelar di Lapangan Futsal Rafhely, sedangkan nomor outdoor berlangsung di kawasan Pasir Jambak, Kota Padang, dengan peserta dari 10 kabupaten dan kota.

Ketua Pelaksana Porprov XVI ABTI Sumbar, Seprinaldi, menyebut peserta terdiri dari Kabupaten Kepulauan Mentawai, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Pasaman Barat, Agam, serta Kota Padang, Bukittinggi, Pariaman, Solok, dan Sawahlunto. Ia berharap seluruh pertandingan berlangsung aman, lancar, dan menjunjung sportivitas.

Pembukaan turut dihadiri Wakil Wali Kota Padang H. Maigus Nasir, M.Pd., Ketua KONI Sumatera Barat Hamdanus, Ketua Umum Pengprov ABTI Sumbar Muhayatul, S.E., M.Si., Sekretaris Umum ABTI Sumbar Dr. Septri, S.Si., M.Pd., Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang, Ketua Umum ABTI Kota Padang Manufer Putra Firdaus, serta Ketua Pelaksana Porprov XVI ABTI Sumbar Seprinaldi.

Erianto juga menegaskan dukungan KONI Kota Padang terhadap pembinaan bola tangan hingga level nasional. Usai Porprov XVI Sumbar, atlet diharapkan dapat mengikuti kejuaraan nasional untuk menambah pengalaman, jam terbang, dan mengukur kemampuan menghadapi persaingan yang lebih tinggi. (*) 

Laporan: Dedi Prima
Editor: Zamri Yahya, WU

Reda Manthovani Minta Satlinmas dan BPD Solid, Tata Kelola Dana Desa hingga Sampah Jadi Sorotan    
Sabtu, Oktober 03, 2026

On Sabtu, Oktober 03, 2026

Reda Manthovani Minta Satlinmas dan BPD Solid, Tata Kelola Dana Desa hingga Sampah Jadi Sorotan
Kemah Bhakti Satya Linmas, pengukuhan DPC Aslinmas Kota Bandar Lampung dan DPC Aslinmas se-Provinsi Lampung, serta DPC Abpednas Kota Bandar Lampung pada 24 September 2026. (Foto: Fadly). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI sekaligus Ketua Dewan Pengawas DPP Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas), Prof. Reda Manthovani, meminta jajaran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memperkuat soliditas organisasi. Penguatan koordinasi dinilai penting untuk menjaga ketertiban lingkungan, mengawal tata kelola pemerintahan desa, serta memastikan program pembangunan berjalan sesuai sasaran.

Pesan tersebut disampaikan Reda dalam rangkaian Kemah Bhakti Satya Linmas, pengukuhan DPC Aslinmas Kota Bandar Lampung dan DPC Aslinmas se-Provinsi Lampung, serta DPC Abpednas Kota Bandar Lampung pada 24 September 2026. Reda menegaskan, pengurus organisasi tidak boleh sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi harus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut Reda, kekompakan pengurus di tingkat cabang menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan masing-masing. Satlinmas dan kelembagaan desa diharapkan mampu memperkuat koordinasi, menjalankan tanggung jawab organisasi, serta berkontribusi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Tak hanya soal ketertiban, pengawasan tata kelola keuangan desa juga menjadi perhatian penting. Reda meminta Abpednas memperkuat peran dalam mengawal pengelolaan keuangan dan pelaksanaan program pembangunan desa agar berjalan secara bertanggung jawab. Soliditas organisasi diperlukan untuk memastikan pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi warga.

Reda turut mengungkapkan rencana penguatan program pengelolaan sampah sebagai salah satu agenda jangka pendek. Dukungan kendaraan telah disiapkan untuk menunjang pelaksanaan program tersebut. Namun, keberhasilan pengelolaan sampah juga membutuhkan keterlibatan aktif organisasi dan masyarakat, termasuk membangun kebiasaan memilah sampah dari lingkungan tempat tinggal.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Abpednas, Aditya Yusma, menegaskan pentingnya menjaga semangat patriotisme anggota Linmas. Melalui Aslinmas, yang mengusung semangat Patriot Pelindung Masyarakat, anggota Satlinmas diharapkan terus menjalankan pengabdian dan berperan aktif menjaga ketertiban di wilayah masing-masing.

Aditya juga menyoroti persoalan insentif anggota Linmas yang masih berbeda-beda di sejumlah daerah. Bahkan, menurutnya, terdapat anggota yang belum menerima insentif atas pengabdian mereka. Ia berharap pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan Satlinmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Aslinmas dan Abpednas turut menyoroti dua agenda utama, yakni gerakan pemilahan sampah untuk mendukung program Indonesia Asri serta penguatan pembangunan dari desa. Kedua agenda ini diarahkan untuk memperkuat kepedulian lingkungan, pemerataan ekonomi, dan upaya pengentasan kemiskinan melalui pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Penguatan soliditas Satlinmas, Aslinmas, dan Abpednas diharapkan mampu memperkuat sinergi organisasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Mulai dari pengawasan tata kelola keuangan desa, peningkatan kesejahteraan anggota Linmas, hingga pengelolaan sampah, seluruh upaya tersebut menjadi bagian dari pengabdian untuk mewujudkan lingkungan yang tertib, bersih, dan mendukung pembangunan desa. (*) 

Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli
Editor: Zamri Yahya, WU

Fadly Amran Buka Rakerda Gapopin Sumbar, 100 Kacamata Gratis Siap Dibagikan ke Pelajar    
Sabtu, Oktober 03, 2026

On Sabtu, Oktober 03, 2026

Fadly Amran Buka Rakerda Gapopin Sumbar, 100 Kacamata Gratis Siap Dibagikan ke Pelajar
Wali Kota Padang, Fadly Amran, membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (Gapopin) Sumatera Barat Tahun 2026 di Hotel Mercure, Sabtu (3/10/2026). (Foto: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang, Fadly Amran, membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (Gapopin) Sumatera Barat Tahun 2026 di Hotel Mercure, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan optik dan kesehatan mata di Sumatera Barat.

Mengusung tema “Penguatan Organisasi untuk Mewujudkan Optik Profesional Melalui Regulasi dan Kolaborasi”, Rakerda Gapopin Sumbar 2026 tidak hanya membahas penguatan organisasi dan regulasi usaha optik. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan bakti sosial berupa pemeriksaan mata serta penyerahan 100 kacamata gratis bagi peserta didik SD dan SMP di Kota Padang.

Fadly Amran menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Gapopin Sumbar dalam mendukung terwujudnya Padang sebagai kota sehat dan kota pintar. Menurutnya, kepedulian terhadap kesehatan mata pelajar menjadi bagian penting dalam mendukung proses pendidikan dan mencetak generasi muda berkualitas.

“Pemberian kacamata gratis dari Gapopin sangat membantu peserta didik mengikuti pembelajaran dengan lebih baik tanpa terkendala masalah penglihatan. Langkah ini juga mendukung Program Unggulan (Progul) Padang Juara dalam mencetak generasi muda berkualitas,” ujar Fadly Amran.

Rakerda turut dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Profesi Optometris Indonesia (Iropin), Mohammad Husein; Anggota DPP Gapopin Budi Riawan dan Parlin Simanjuntak; serta Ketua Gapopin Sumbar Indra Yunaidi bersama jajaran pengurus. Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Sri Kurniayati, Ketua Yayasan ARO YLPTK Amril Amir, dan perwakilan sponsor kegiatan.

Selain bakti sosial, kegiatan juga dimeriahkan pameran lensa, frame, dan instrumen optik. Pameran tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha dan insan optik untuk memperkenalkan perkembangan produk serta teknologi pendukung pelayanan kesehatan penglihatan kepada peserta Rakerda.

Ketua Gapopin Sumbar, Indra Yunaidi, mengungkapkan perkembangan organisasi yang cukup signifikan. Jumlah anggota yang sebelumnya 49 optik pada awal kepengurusan meningkat menjadi 94 optik pada 2023, menembus 100 optik pada 2024, dan kini mencapai 118 optik di Sumatera Barat.

Dalam tiga tahun terakhir, Gapopin Sumbar juga aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial. Mulai dari pemeriksaan mata dan pembagian 1.000 kacamata di Kepulauan Mentawai pada 2023, penyaluran 1.000 paket kebutuhan sekolah bagi korban longsor di Agam dan Tanah Datar, hingga pemeriksaan mata terhadap 9.340 siswa pada 2024.

Indra berharap Rakerda Gapopin Sumbar 2026 semakin memperkuat organisasi dan mendorong peningkatan kualitas pelayanan optik. Ia juga mengajak seluruh insan optik untuk mematuhi regulasi, melengkapi legalitas usaha, serta meningkatkan standar pelayanan profesional demi menjaga kesehatan penglihatan masyarakat Sumatera Barat. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Mastilizal Aye Soroti Porprov Sumbar 2026: 8 Tahun Vakum, Kini Kembali dan Jadi Ajang Pembuktian Atlet    
Sabtu, Oktober 03, 2026

On Sabtu, Oktober 03, 2026

Mastilizal Aye Soroti Porprov Sumbar 2026: 8 Tahun Vakum, Kini Kembali dan Jadi Ajang Pembuktian Atlet
Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, menyebut kembalinya Porprov Sumbar 2026 sebagai momentum penting untuk menghidupkan kompetisi sekaligus memperkuat pembinaan atlet muda. (Foto: Dedi Prima). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Setelah delapan tahun vakum sejak 2018, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat akhirnya kembali digelar. Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, menyebut kembalinya Porprov Sumbar 2026 sebagai momentum penting untuk menghidupkan kompetisi sekaligus memperkuat pembinaan atlet muda.

Mastilizal Aye menyampaikan hal itu saat menyaksikan laga sepakbola Kota Padang menghadapi Kota Pariaman di Lapangan Parit, Pauah Kamba, Kabupaten Padang Pariaman, Jumat (2/10/2026). Ia menilai keberlanjutan Porprov harus menjadi perhatian bersama agar kompetisi olahraga daerah tidak kembali terhenti.

Aye berharap Porprov Sumbar dapat digelar rutin setiap dua tahun. Menurutnya, kesinambungan kompetisi jauh lebih penting karena Porprov menjadi ruang bagi atlet daerah untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengevaluasi hasil pembinaan olahraga.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada KONI Sumatera Barat, KONI kabupaten/kota, pemerintah daerah, pengurus cabang olahraga, atlet, pelatih, ofisial, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Porprov XVI Sumbar 2026.

Bagi Aye, keberhasilan Porprov tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah medali atau bonus yang diraih kontingen. Ajang tersebut harus menjadi wadah pembinaan atlet secara berkelanjutan sekaligus membuka peluang munculnya bibit-bibit olahraga baru dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Antusiasme masyarakat di sejumlah venue pertandingan juga mendapat perhatian Aye. Ia mengajak masyarakat Sumbar memberikan dukungan positif kepada para atlet serta meminta seluruh peserta, pelatih, ofisial dan insan olahraga menjaga sportivitas Porprov Sumbar 2026 hingga seluruh pertandingan selesai.

Padang Bidik Juara Umum

Kota Padang datang dengan target mempertahankan juara umum Porprov Sumbar. Persiapan kontingen disebut telah dilakukan, namun Aye menegaskan target prestasi harus tetap berjalan seiring dengan semangat persaingan sehat dan penghormatan terhadap seluruh kontingen kabupaten/kota.

Dukungan terhadap Porprov juga terlihat dari sisi anggaran. Untuk penyelenggaraan cabang olahraga di Kota Padang, dukungan anggaran disebut mencapai Rp38 miliar melalui Pemerintah Kota Padang bersama DPRD Kota Padang dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Pemko Padang juga menyiapkan bonus Rp40 juta untuk emas, Rp20 juta untuk perak, dan Rp10 juta untuk perunggu.

Porprov XVI Sumatera Barat 2026 dijadwalkan berlangsung 2–14 Oktober 2026 dan diikuti kontingen kabupaten/kota se-Sumatera Barat. Dengan kembali bergulir setelah delapan tahun, Porprov diharapkan menjadi titik kebangkitan olahraga Sumbar, memperkuat pembinaan atlet muda, sekaligus menghadirkan kompetisi yang rutin, sehat, dan berkelanjutan. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU