HEADLINE
2,6 Ton Sabu hingga 1,3 Ton Ketamin Diungkap, Kodaeral IV Borong Dua Penghargaan dari Kepri    
Jumat, September 25, 2026

On Jumat, September 25, 2026

2,6 Ton Sabu hingga 1,3 Ton Ketamin Diungkap, Kodaeral IV Borong Dua Penghargaan dari Kepri
Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV menerima dua penghargaan sekaligus atas kontribusi strategis dalam pemberantasan narkotika dan pengabdian kepada masyarakat pesisir. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kiprah TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan sekaligus hadir di tengah masyarakat mendapat pengakuan dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV menerima dua penghargaan sekaligus atas kontribusi strategis dalam pemberantasan narkotika dan pengabdian kepada masyarakat pesisir.

Dua penghargaan tersebut diberikan kepada Komandan Kodaeral IV Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla dalam kegiatan Groundbreaking Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., bersama Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, S.E., M.M. Momentum tersebut sekaligus menjadi penegasan atas peran aparat dalam menjaga Kepri yang berada di kawasan strategis perbatasan dan jalur maritim internasional.

Penghargaan pertama diberikan atas prestasi dan kontribusi Kodaeral IV dalam pengungkapan tindak pidana narkotika di wilayah Kepulauan Riau. Capaian tersebut ditandai dengan sejumlah pengungkapan narkotika dalam jumlah besar yang masuk melalui jalur laut.

Di antaranya, pengungkapan 1,3 ton ketamin di perairan Berakit, Bintan, dari kapal kargo MV King Sun pada 6 Agustus 2026. Tak berhenti di sana, aparat juga mengungkap 2,6 ton metamfetamin atau sabu di perairan Karimun Anak dari kapal MV Ocean Porter pada 17 Agustus 2026.

Pengungkapan berikutnya terjadi di wilayah perairan Kepulauan Anambas. Sebanyak 800 kilogram ketamin berhasil diungkap dari kapal general cargo MV Fuchangxing 1 pada 22 Agustus 2026. Rangkaian pengungkapan tersebut menunjukkan besarnya ancaman narkotika melalui jalur laut sekaligus pentingnya pengawasan maritim di wilayah Kepri.

Sementara itu, penghargaan kedua diberikan kepada Dankodaeral IV atas pelaksanaan Program Kampung Bahari Nusantara (KBN) Tahun 2026, khususnya kegiatan Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial di Pulau Penyengat Warna-Warni. Program tersebut memperlihatkan bahwa pengabdian TNI AL tidak hanya berkutat pada aspek pertahanan dan keamanan.

Melalui KBN, TNI AL hadir langsung memberikan pelayanan kesehatan, bantuan sosial dan berbagai bentuk kegiatan kemasyarakatan. Kehadiran tersebut sekaligus memperkuat hubungan antara TNI AL dengan masyarakat pesisir, termasuk warga yang tinggal di kawasan pulau-pulau terluar.

Dua penghargaan yang diterima Kodaeral IV menjadi gambaran dua sisi pengabdian TNI AL di Kepri: menutup ruang gerak kejahatan narkotika di laut sekaligus membuka ruang pengabdian bagi masyarakat. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memberikan apresiasi atas kontribusi tersebut sebagai bagian dari sinergi menjaga keamanan maritim dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kodaeral IV menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait. Dengan wilayah Kepri yang memiliki karakter kepulauan dan berada di jalur strategis, pengawasan laut, pemberantasan kejahatan lintas batas, serta penguatan masyarakat pesisir menjadi bagian penting dari pengabdian menjaga Merah Putih. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Tinjau Sejumlah Infrastrukur Terdampak Bencana di Solok, Wapres Dorong Percepatan Perbaikan Akses dan Layanan Publik    
Jumat, September 25, 2026

On Jumat, September 25, 2026

Tinjau Sejumlah Infrastrukur Terdampak Bencana di Solok, Wapres Dorong Percepatan Perbaikan Akses dan Layanan Publik
Wapres meminta pemulihan akses utama dan infrastruktur terdampak dilakukan secepat mungkin untuk memastikan mobilitas dan keselamatan masyarakat tetap terjaga. (Foto: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau sejumlah infrastruktur dan fasilitas publik yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Jumat (25/09/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung dampak bencana sekaligus memastikan langkah pemulihan dan perbaikan dapat segera dilakukan.

Pada kesempatan ini, Wapres meminta pemulihan akses utama dan infrastruktur terdampak dilakukan secepat mungkin untuk memastikan mobilitas dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.

"Prioritas sekarang, akses utama harus segera pulih. Kita pastikan jalur yang digunakan masyarakat aman, sehingga mobilitas warga, distribusi bantuan, dan pelayanan pemerintahan bisa kembali berjalan. Keselamatam masyarakat harus menjadi prioritas,” ungkapnya.

Saat meninjau Jembatan Arosuka yang menjadi akses penghubung Kota Padang dan Kabupaten Solok, Wapres menginstrusikan agar kebutuhan sarana dan prasarana jembatan, termasuk ruas jalan di sekitarnya yang terdampak banjir, segera ditangani. 

“Akses utama jalan dan jembatan harus dipulihkan secepat mungkin. Utamakan juga aspek keselamatan warga yang melintas,” tegasnya.

Dari infrastruktur penghubung antardaerah, perhatian Wapres kemudian berlanjut pada fasilitas penyelenggaraan pemerintahan. Ketika mengunjungi Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Solok yang turut terdampak, Wapres meminta dilakukan pendataan menyeluruh terhadap fasilitas yang mengalami kerusakan.

Sebagaimana dilaporkan, banjir bandang pada Senin malam (21/09/2026) lalu, merusak sedikitnya 12 bangunan perkantoran di wilayah Kabupaten Solok. Untuk itu, pendataan tersebut diperlukan guna menentukan bentuk penanganan berdasarkan tingkat kerusakan dan urgensinya, sekaligus menjaga agar pelayanan publik kepada masyarakat tetap berjalan.

“Untuk fasilitas penyelenggaraan pemerintahan yang terdampak, segera didata, mana yang membutuhkan penanganan darurat, mana yang membutuhkan perbaikan permanen. [Hal] yang paling penting, pelayanan kepada masyarakat jangan sampai berhenti,” pinta Wapres. 

Lebih jauh, Wapres menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak berhenti setelah air surut. Material lumpur, pasir, batu, kayu, hingga longsoran perlu segera dibersihkan agar akses masyarakat dapat kembali terbuka.

Selain itu, pemulihan jalan dan jembatan, kawasan permukiman, lahan pertanian, masjid, fasilitas umum, serta kantor pemerintahan perlu dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi. Langkah tersebut diperlukan agar aktivitas masyarakat, distribusi bantuan, dan pelayanan publik dapat kembali berjalan normal.

Sejalan dengan Wapres, dalam rapat koordinasi penanganan dampak banjir bandang di Posko Utama, Bupati Solok Jon Firman Pandu menjelaskan sejumlah kebutuhan prioritas yang perlu segera ditindaklanjuti dalam tahap pemulihan. Kebutuhan tersebut mencakup pembangunan sabo dam sebagai langkah mitigasi bencana, serta perbaikan berbagai fasilitas dan sarana yang terdampak.

“Rencana pembangunan Sabodam, ke depan ini penting. Selain itu perbaikan gedung kantor yang berkaitan dengan palayanan publik, perbaikan sawah, rumah, dan masjid,” ujarnya. 

Percepatan penanganan di berbagai sektor tersebut diharapkan dapat segera memulihkan akses dan layanan dasar masyarakat, sekaligus mendukung kembalinya aktivitas warga secara bertahap setelah bencana. (adpsb/budi)

Fadly Amran Bergerak! Tim Rescue Padang Turun Cari Korban dan Bersihkan Jejak Galodo Solok    
Jumat, September 25, 2026

On Jumat, September 25, 2026

Fadly Amran Bergerak! Tim Rescue Padang Turun Cari Korban dan Bersihkan Jejak Galodo Solok
Fadly Amran menegaskan bantuan Pemko Padang dibagi dalam dua kebutuhan utama, yakni dukungan personel untuk penanggulangan bencana serta pengiriman bahan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak. (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kota (Pemko) Padang bergerak cepat membantu Kabupaten Solok yang dilanda bencana galodo atau banjir bandang. Atas instruksi Wali Kota Padang Fadly Amran, personel kebencanaan, tim rescue, relawan hingga bantuan logistik dikerahkan ke sejumlah lokasi terdampak sejak Rabu hingga Jumat (23–25/9/2026). Langkah ini menjadi bentuk solidaritas nyata Padang terhadap daerah tetangga yang tengah menghadapi situasi darurat.

Sejak tahap awal penanganan, puluhan personel dan relawan kebencanaan Kota Padang diterjunkan ke Kabupaten Solok. Tim yang dipimpin Sekretaris BPBD Kota Padang Robert Chandra Eka Putra tersebut berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Solok sekaligus membantu membersihkan material galodo yang menutup permukiman warga. Tidak berhenti pada pembersihan, Tim Rescue Kota Padang juga ikut dalam proses pencarian warga terdampak yang masih dinyatakan hilang.

Pada Kamis (24/9/2026), tim gabungan Pemko Padang kembali bekerja di lapangan. Personel BPBD, Tim Rescue dan relawan kebencanaan menyasar rumah warga, masjid serta musala yang terdampak material banjir bandang. Kehadiran mereka diarahkan untuk mempercepat pembersihan lingkungan sekaligus membantu masyarakat kembali beraktivitas setelah diterjang bencana.

Dukungan Pemko Padang juga menyasar kebutuhan dasar para korban. Kepala Dinas Sosial Kota Padang Eri Sendjaya menyerahkan bantuan logistik ke Posko Utama Arosuka setelah salat Maghrib berdasarkan Berita Acara Serah Terima Barang Bantuan Logistik Bencana Alam Nomor /Dinsos/2026. Bantuan tersebut mencakup beras, air mineral, makanan siap konsumsi, roti, gula, kopi, minyak goreng hingga kebutuhan khusus perempuan dan anak-anak seperti pampers dan pembalut.

Fadly Amran menegaskan bantuan Pemko Padang dibagi dalam dua kebutuhan utama, yakni dukungan personel untuk penanggulangan bencana serta pengiriman bahan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak. Menurutnya, kedua dukungan tersebut diperlukan agar penanganan darurat tidak hanya bertumpu pada pemerintah dan relawan yang berada di wilayah bencana.

“Pengiriman bantuan kita bagi kepada dua kebutuhan utama. Pertama dukungan atau bantuan personel untuk penanggulangan bencana, dan yang berikutnya pengiriman bahan-bahan kebutuhan dasar untuk masyarakat terdampak,” ujar Fadly Amran.

Menurut Fadly, solidaritas tersebut penting karena Padang dan Kabupaten Solok sama-sama berada di wilayah yang memiliki potensi bencana tinggi. “Sama seperti Kabupaten Solok, Kota Padang juga memiliki potensi bencana yang tinggi. Jadi sudah sepatutnya sebagai daerah tetangga kita memberikan bantuan dan dukungan yang kita bisa,” tegasnya. Pengerahan personel, relawan dan bantuan logistik itu sekaligus menegaskan satu pesan: ketika bencana datang, daerah tetangga tidak boleh hanya menjadi penonton. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Didampingi Gubernur dan Wagub Sumbar, Wapres Gibran Jenguk Korban Banjir Bandang di RSUD Arosuka    
Jumat, September 25, 2026

On Jumat, September 25, 2026

Didampingi Gubernur dan Wagub Sumbar, Wapres Gibran Jenguk Korban Banjir Bandang di RSUD Arosuka
Wapres didampingi Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy langsung menuju poli bedah. (Foto: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menjenguk langsung warga yang menjadi korban banjir bandang dan tengah menjalani perawatan di RSUD Arosuka, Kabupaten Solok, Jumat (25/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan di sela peninjauan kondisi wilayah terdampak bencana di Arosuka.

Tiba sekitar pukul 11.55 WIB, Wapres didampingi Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy langsung menuju poli bedah, kemudian melanjutkan kunjungan ke ruang perawatan untuk melihat kondisi warga yang terdampak bencana.

Dalam pertemuan tersebut, Gibran menyampaikan dukacita atas korban jiwa akibat bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Solok. Ia juga meminta agar seluruh warga yang mengalami luka mendapatkan penanganan medis secara optimal hingga kondisi mereka pulih.

Gubernur Sumbar Mahyeldi yang turut mendampingi kemudian menyapa warga yang masih menjalani rawat inap. Mahyeldi mendoakan agar seluruh pasien segera diberikan kesembuhan, dimudahkan dalam menjalani proses pengobatan, dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga serta beraktivitas seperti biasa.

“Semoga segera diberikan kesembuhan, dimudahkan proses pengobatannya, dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga serta beraktivitas seperti biasa,” ujar Mahyeldi.

Direktur RSUD Arosuka Kabupaten Solok, Jebnoka Levismon mengatakan hingga saat ini terdapat 10 warga terdampak banjir bandang yang telah mendapatkan penanganan di rumah sakit tersebut. Dari jumlah itu, dua orang masih menjalani rawat inap di RSUD Arosuka, dua orang dirujuk ke RSUP M. Djamil Padang, satu orang meninggal dunia, sementara lima lainnya telah diperbolehkan melanjutkan pemulihan melalui rawat jalan.

Dua pasien yang masih menjalani perawatan di RSUD Arosuka tersebut antara lain Ulil Amri (34) dan Fitrianita (54). Keduanya mengalami patah tulang pada bagian tangan sehingga masih memerlukan perawatan sebelum dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

Sementara itu, dua pasien yang dirujuk ke RSUP M. Djamil Padang, yakni Affan Alqadri (26) dan Muhammad Nurzan (57). Mereka saat ini telah mendapatkan penanganan medis dan menjalani tindakan operasi.

“Pasien kita yang di M. Djamil saat ini sudah ditangani, sudah melewati operasi. Sedangkan untuk pasien yang dirawat di sini, juga sudah kita berikan tindakan medis,” kata Jebnoka.

Adapun satu warga yang meninggal dunia dalam bencana tersebut adalah Daffi Arrahman (21). Sedangkan lima pasien yang telah diperbolehkan pulang dan menjalani pemulihan di rumah masing-masing yakni Muslihat (54), Anggiat Sirait (66), Yurnalis (45), Sinol (32), dan Frengky (27).

Jebnoka berharap kondisi seluruh warga yang masih menjalani perawatan dapat segera membaik, hingga mereka dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Mari kita doakan bersama-sama semoga keluarga kita, sanak kita ini cepat sembuh dan dapat beraktivitas seperti biasa,” ujarnya. (adpsb/cen/bud)

IKAPI Sumbar Bawa Buku Minangkabau Ke Panggung Nasional, Lokalitas Sumatera Barat Siap Mengguncang IIBF 2026    
Jumat, September 25, 2026

On Jumat, September 25, 2026

IKAPI Sumbar Bawa Buku Minangkabau Ke Panggung Nasional, Lokalitas Sumatera Barat Siap Mengguncang IIBF 2026
Ketua IKAPI Sumatera Barat Alizar Tanjung menegaskan, kehadiran Sumbar di IIBF bukan sekadar ikut meramaikan pameran buku. (Foto: Armaidi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Buku-buku bernuansa Sumatera Barat dan Minangkabau siap mencuri perhatian di panggung Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026. Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Provinsi Sumatera Barat membawa karya-karya penerbit daerah ke ajang berskala nasional dan internasional yang digelar 30 September hingga 4 Oktober 2026 di Assembly Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Ketua IKAPI Sumatera Barat Alizar Tanjung menegaskan, kehadiran Sumbar di IIBF bukan sekadar ikut meramaikan pameran buku. Momentum ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Sumatera Barat memiliki kekayaan intelektual, sejarah, budaya, dan literasi yang layak dikenal lebih luas. Buku-buku tentang Sumbar dan Minangkabau pun didorong menembus pasar pembaca di luar daerah.

“Kita mengagendakan ke depannya IKAPI Sumbar untuk terlibat langsung dalam pameran buku skala nasional dan internasional. Minimal dalam satu tahun itu ada dua pameran buku besar yang mesti diikuti langsung. IIBF salah satunya,” ujar Alizar, Jumat (25/9/2026), saat mempersiapkan pengiriman buku-buku ke Jakarta.

Menurut Alizar, Sumatera Barat memiliki sejarah panjang dalam dunia penerbitan nasional. Karena itu, keterlibatan langsung di IIBF sekaligus menjadi ruang belajar bagi pengurus IKAPI Sumbar untuk memperkuat kemampuan mengelola pameran buku di daerah. Ia menilai Sumbar sudah semestinya kembali memiliki agenda pameran buku besar secara rutin, setidaknya satu kali dalam setahun.

“Kita mendapat satu stand dari penyelenggara IIBF 2026, yakni IKAPI Pusat. Peluang ini tentu kita manfaatkan untuk lebih memperkenalkan langsung buku-buku bernuansa Sumatera Barat kepada pengunjung IIBF 2026,” tegas Alizar didampingi Sekretaris IKAPI Sumbar Armaidi Tanjung.

Kesempatan tersebut langsung dimanfaatkan dengan mengajak penerbit anggota IKAPI Sumbar mengirimkan buku-buku bernuansa lokalitas Sumatera Barat. Alizar menyebut respons penerbit cukup positif. Buku-buku yang telah dikirim selanjutnya akan ditampilkan di stand IKAPI Sumbar, sehingga pengunjung IIBF dari berbagai daerah dapat menemukan referensi tentang Sumatera Barat dan Minangkabau dalam karya yang diterbitkan penerbit daerah.

“Alhamdulillah, penerbit yang memiliki buku-buku bernuansa Sumatera Barat sudah mengirimkannya. Selanjutnya ditampilkan di stand IKAPI Sumbar IIBF,” kata Alizar. Ia juga mengajak para perantau Sumatera Barat di Jakarta dan sekitarnya untuk datang langsung ke IIBF, berburu buku tentang Sumbar dan Minangkabau, sekaligus melihat langsung karya penerbit asal Ranah Minang. Pada edisi ke-46 IIBF 2026, IKAPI juga menghadirkan Children's Book Festival @ IIBF serta kategori penghargaan baru Local Content Book of the Year dalam IKAPI Awards 2026. “Ini kesempatan bagi pencinta buku untuk lebih banyak mendapatkan informasi buku,” ujar Alizar. (*) 

Pewarta: Armaidi
Editor: Zamri Yahya, WU

Wapres Gibran Tinjau Dampak Banjir Bandang Solok, Tekankan Percepatan Penanganan dan Pemulihan    
Jumat, September 25, 2026

On Jumat, September 25, 2026

Wapres Gibran Tinjau Dampak Banjir Bandang Solok, Tekankan Percepatan Penanganan dan Pemulihan
Wapres didampingi Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Vasko Ruseimy. (Foto: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung kondisi masyarakat dan sejumlah infrastruktur yang terdampak banjir bandang di Arosuka, Kabupaten Solok, Jumat (25/9/2026). Dalam peninjauan tersebut, Wapres didampingi Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Vasko Ruseimy.

Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat terdampak sekaligus memastikan penanganan darurat dan proses pemulihan berjalan cepat. Wapres menekankan sejumlah kebutuhan prioritas masyarakat terdampak mesti terpenuhi, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, pencarian korban yang masih hilang, pemulihan infrastruktur, hingga perlindungan terhadap kelompok rentan.

Wapres juga meminta pemerintah daerah mendata masyarakat terdampak yang memiliki cicilan pada perbankan, termasuk nasabah PNM Mekar dan bank-bank Himbara. Pendataan tersebut diperlukan agar masyarakat dapat memperoleh keringanan melalui skema restrukturisasi selama masa kebencanaan, sehingga beban ekonomi warga tidak semakin berat di tengah proses pemulihan.

"Kita minta pendataan disegerakan, agar segala kebutuhan penanganan dapat dihitung. Termasuk yang terkait cicilan perbankan, kita akan bantu dengan skema restrukturisasi," ucap Wapres

Selain kebutuhan dasar, Wapres menekankan percepatan pemulihan lahan pertanian yang terdampak. Kabupaten Solok memiliki peran penting dalam produksi pangan Sumbar maupun nasional, khususnya komoditas padi dan bawang. Karena itu, pemulihan lahan pertanian perlu menjadi bagian penting dari penanganan pascabencana agar aktivitas produksi masyarakat dapat kembali berjalan.

Wapres juga meminta pelayanan publik tetap berjalan, terutama pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat yang kehilangan dokumen akibat bencana. Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan, seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, anak-anak, dan ibu hamil, terutama dalam pendistribusian bantuan.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Wapres turut menekankan pentingnya ketersediaan air bersih guna mencegah munculnya penyakit pascabencana. Sementara untuk mengurangi risiko bencana serupa ke depan, pemerintah didorong mempercepat langkah mitigasi jangka panjang berupa normalisasi sungai dan pembangunan sabo dam.

Wapres meminta seluruh rencana rehabilitasi dan rekonstruksi disusun secara terencana melalui dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Dokumen tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan pemulihan jangka panjang, termasuk pembangunan sabo dam maupun kemungkinan relokasi bangunan yang berada di kawasan rawan bencana.

Dalam pembangunan hunian tetap, Wapres juga mengingatkan agar lokasi yang dipilih benar-benar aman dari risiko bencana, namun tetap mempertimbangkan kedekatannya dengan tempat tinggal sebelumnya serta sumber mata pencaharian masyarakat. Dengan demikian, masyarakat dapat kembali menjalankan kehidupan sosial dan aktivitas ekonominya tanpa meningkatkan risiko terdampak bencana serupa.

Wapres mengajak seluruh unsur pemerintah dan masyarakat menjaga kekompakan dalam mempercepat pemulihan Kabupaten Solok. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Forkopimda, relawan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar seluruh proses penanganan dan pemulihan dapat berlangsung cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

"Dalam penanganan ini, semua harus bergerak, berkolaborasi," tegasnya

Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengatakan normalisasi sungai menjadi salah satu prioritas penanganan yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat. Hal itu dinilai penting mengingat curah hujan di sejumlah wilayah Sumbar masih tinggi sehingga potensi bencana susulan perlu diantisipasi.

“Normalisasi sungai ini yang menjadi prioritas. Walaupun dari Balai juga sudah turun. Curah hujan masih tinggi, seperti yang terjadi di Agam dan Padang. Kalau ada curah hujan dengan intensitas tinggi dan panjang lagi, ini berpotensi akan terdampak,” ujar Mahyeldi.

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Sumbar telah menyurati seluruh bupati dan wali kota untuk melakukan penyusuran sungai di wilayah masing-masing. Penyusuran dilakukan untuk mengidentifikasi sekaligus membersihkan berbagai material yang berpotensi menghambat aliran air, seperti kayu tumbang maupun material lainnya.

Langkah tersebut akan dilaksanakan secara kolaboratif bersama pemerintah kabupaten/kota, Forkopimda, relawan, kelompok Siaga Bencana, dan komunitas pencinta alam. Pemprov Sumbar juga memperoleh dukungan BNPB berupa peralatan, termasuk chainsaw, untuk mendukung proses pembersihan di lapangan.

Kepala BNPB, Suharyanto memastikan pemerintah pusat akan terus mendampingi Pemprov Sumbar dan Pemkab Solok dalam penanganan bencana ini. Untuk satu warga yang masih dalam pencarian, operasi pencarian terus dilakukan hingga hari ketujuh sesuai ketentuan, dengan melibatkan Basarnas dan unsur terkait.

BNPB juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terus dipenuhi, termasuk logistik dan kebutuhan khusus bagi pengungsi. Bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat, pemerintah menyiapkan dana tunggu hunian sebesar Rp600 ribu per keluarga per bulan selama tiga bulan. Sementara bantuan untuk rumah rusak ringan dan sedang masing-masing akan diberikan sebesar Rp15 juta dan Rp30 juta.

Bupati Solok, Jon Firman Pandu melaporkan, banjir bandang yang terjadi pada Senin (21/9) lalu telah menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu orang masih dalam pencarian. Selain itu, terdapat satu orang mengalami luka berat dan tiga orang luka ringan. Sebanyak 480 warga terdampak dan sebagian mengungsi secara mandiri ke rumah keluarganya masing-masing serta ke sejumlah lokasi pengungsian.

Bencana juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur, antara lain enam gedung perkantoran yang mengalami kerusakan berat, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, kendaraan, jembatan, sawah, lahan kering, serta puluhan rumah warga. Total kerugian sementara yang ditaksir pemerintah daerah mencapai sekitar Rp300 miliar.

Untuk penanganan darurat, Pemkab Solok telah menetapkan status tanggap darurat bencana sejak 22 September hingga 5 Oktober 2026. Penanganan difokuskan pada pencarian korban, evakuasi warga, pengoperasian posko dan dapur umum, pembersihan jalan, sungai dan fasilitas pemerintahan, pendistribusian logistik, pelayanan warga yang terluka, serta koordinasi lintas pemerintahan.

Memasuki tahap pemulihan, Pemkab Solok merencanakan pembangunan tiga unit sabo dam, perbaikan gedung pelayanan publik, normalisasi sungai, pemulihan sawah dan lahan terdampak, serta perbaikan rumah, sarana ibadah, jembatan dan kendaraan dinas. Total kebutuhan anggaran untuk rencana pemulihan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp929 miliar. (adpsb/rmz/bud)

450 Anak Hafiz Mengguncang Pariaman, Target 1 Rumah 1 Hafiz Digenjot    
Jumat, September 25, 2026

On Jumat, September 25, 2026

450 Anak Hafiz Mengguncang Pariaman, Target 1 Rumah 1 Hafiz Digenjot
Pemko Pariaman memperkuat program unggulan Satu Rumah Satu Hafiz sekaligus mendorong lahirnya generasi yang dekat dengan Al-Qur’an. (Foto: Armaidi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebanyak 450 anak mengikuti Lomba Hafiz MDTA dan Hafiz Cilik se-Kota Pariaman Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kota Pariaman di GOR Rajo Bujang, Jumat (25/9/2026). Ajang ini menjadi salah satu langkah Pemko Pariaman memperkuat program unggulan Satu Rumah Satu Hafiz sekaligus mendorong lahirnya generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.

Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama Wakil Wali Kota Mulyadi membuka langsung kegiatan tersebut. Yota menegaskan, lomba hafiz tidak boleh dipandang sebatas kompetisi untuk memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana mengukur sejauh mana pembinaan hafiz berjalan sekaligus memperkuat visi Pariaman sebagai kota yang beriman, saleh, dan berakhlak melalui program unggulan Pariaman Risalah.

"Ini bukan sekadar ajang bertanding, tetapi bagian dari cara kita mencetak generasi yang Qur’ani dan berakhlak mulia. Hingga saat ini, pemantauan tim mencatat sudah ada sekitar 3.000 anak hafiz yang tersebar di Kota Pariaman," tegas Yota. Ia menargetkan keberadaan hafiz terus diperluas hingga cita-cita setiap rumah di Pariaman memiliki sedikitnya satu penghafal Al-Qur’an dapat diwujudkan.

Target tersebut sekaligus menempatkan keluarga sebagai basis utama pembentukan generasi Qur’ani. Pemko Pariaman mengajak orang tua tidak menyerahkan pendidikan Al-Qur’an sepenuhnya kepada sekolah atau lembaga pendidikan, tetapi ikut aktif membimbing anak sejak usia dini, mulai dari PAUD, TK hingga SD.

Di sisi lain, Pemko Pariaman memberikan perhatian terhadap guru mengaji dan tenaga pendidik MDTA yang menjadi ujung tombak pembinaan hafiz. Yota menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah merumuskan langkah peningkatan kesejahteraan dan pemberian insentif bagi para pengajar agama sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program pembinaan Al-Qur’an.

Tak berhenti di tingkat kota, Pemko Pariaman juga memasang target lebih besar. Yota menyebut setelah pelaksanaan lomba tingkat Kota Pariaman, daerah tersebut akan menjadi tuan rumah Lomba Hafiz tingkat Provinsi Sumatra Barat. Bahkan, kegiatan tersebut diarahkan menjadi agenda tahunan untuk menjaga kesinambungan pembinaan sekaligus memberikan ruang lebih luas bagi anak-anak penghafal Al-Qur’an untuk berprestasi.

Untuk mewujudkan Satu Rumah Satu Hafiz, Pemko Pariaman menegaskan dukungan pemerintah saja tidak cukup. Ulama, guru, orang tua, MDTA, lembaga pendidikan Al-Qur’an dan seluruh masyarakat harus bergerak bersama. "Kami mengajak seluruh masyarakat, terutama orang tua yang masih punya anak-anak, dari PAUD, TK, SD, mari kita memberikan pembelajaran Al-Qur'an supaya mereka bisa menjadi hafiz Al-Qur'an di Kota Pariaman," pungkas Yota. (wi/fad/at)

Editor: Zamri Yahya, WU