HEADLINE
SMK SMTI Padang Meledak di HUT ke-60! Buka CSC Lustrum XII, Sekolah Pencetak Tenaga Kerja Kelas Dunia Siap Guncang Indonesia Emas 2045!    
Kamis, Oktober 08, 2026

On Kamis, Oktober 08, 2026

SMK SMTI Padang Meledak di HUT ke-60! Buka CSC Lustrum XII, Sekolah Pencetak Tenaga Kerja Kelas Dunia Siap Guncang Indonesia Emas 2045!
Chatalist Scout Competition (CSC) dalam rangka Lustrum XII di Jalan Juanda, Kelurahan Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, Kamis (8/10/2026). (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Panggung pendidikan Kota Padang mendadak gempar! Sekolah Menengah Kejuruan-Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMK SMTI) Padang resmi menghentak lewat pembukaan ajang bergengsi Chatalist Scout Competition (CSC) dalam rangka Lustrum XII di Jalan Juanda, Kelurahan Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, Kamis (8/10/2026).

Ajang yang berlangsung membara selama tiga hari hingga 10 Oktober 2026 ini berhasil menyedot perhatian ratusan siswa-siswi tingkat SMP sederajat se-Kota Padang serta melibat aktifkan seluruh elemen internal sekolah.

Perayaan spektakuler memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 SMK SMTI Padang ini mengusung tema membakar semangat: "Berkarya Bersama, Mandiri Berdaya, Berjaya di Kancah Global".

Acara dibuka langsung secara resmi oleh Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) 09 Gerakan Pramuka Kota Padang.

Turut hadir Camat Padang Barat Diko Riva Utama, Kepala SMK SMTI Padang Sylvi, Ketua Harian Kwarda 03 Gerakan Pramuka Sumbar Yulius, serta Ketua Pelaksana Masna Ainul.

Tak hanya Lomba Pramuka Tingkat Penggalang (CSC) yang membuat suasana memanas, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan Sarasehan Alumni, Lomba Tarik Tambang Otak (Tarik Tambang Digital), Lomba Sains, hingga Lomba Dekor Kelas dan Tata Ruang 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin).

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir melemparkan pujian setinggi langit atas peran vital SMK SMTI Padang dalam mencetak generasi muda siap pakai yang langsung diserap pasar kerja.

Maigus membocorkan fakta mengejutkan bahwa sekolah di bawah naungan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia ini berhasil menyalurkan sekitar 70 hingga 90 persen lulusannya langsung ke dunia usaha dan industri skala nasional hingga internasional.

"Dunia industri dan perusahaan saat ini tidak hanya mencari orang pintar, tetapi sangat membutuhkan individu dengan karakter yang baik, beretika, dan dapat dipercaya," tegas Maigus Nasir di hadapan ratusan peserta.

Maigus juga mendorong penuh penguatan pendidikan karakter di SMK SMTI Padang sebagai modal utama pembentukan generasi unggul demi menyongsong era Indonesia Emas 2045.

"Kami berharap kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kreativitas, serta kemampuan bekerja sama demi menyongsong Indonesia Emas 2045," tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMK SMTI Padang, Sylvi, menekankan bahwa kompetisi ini dirancang khusus untuk menggembleng mentalitas dan kualitas diri para generasi muda sejak dini.

"Melalui perlombaan ini, kami berharap peserta menunjukkan penguasaan ilmu, kedisiplinan, kemandirian, kekompakan, serta komunikasi yang baik," ujar Sylvi penuh harap.

Ketua Pelaksana Masna Ainul menambahkan, ajang ini menjadi strategi tajam untuk memperkenalkan keunggulan SMK SMTI Padang ke sekolah-sekolah tingkat SMP agar dapat menyaring bibit-bibit unggul terbaik di masa depan. (*) 

Laporan: Tommy
Editor: Zamri Yahya, WU

Pariaman Jadi Pusat Dunia! Peralatan Mewah Diimpor dari Hungaria, Kejuaraan Teqball Porprov Sumbar XVI Resmi Meledak!    
Kamis, Oktober 08, 2026

On Kamis, Oktober 08, 2026

Pariaman Jadi Pusat Dunia! Peralatan Mewah Diimpor dari Hungaria, Kejuaraan Teqball Porprov Sumbar XVI Resmi Meledak!
Yota Balad juga membakar mental para petarung agar tampil habis-habisan tanpa mengesampingkan rasa hormat di atas lapangan. (Foto: Armaidi Tanjung). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Panggung Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat mendadak jadi sorotan nasional! Kejuaraan cabang olahraga Teqball resmi dibuka secara spektakuler di GOR Rajo Bujang, Kota Pariaman, Kamis (8/10/2026).

Ajang bergengsi ini makin berkelas karena seluruh fasilitas dan perlengkapan pertandingan diterbangkan langsung dari Hungaria. Langkah berani ini membuktikan komitmen totalitas Kota Pariaman sebagai sentra utama pencetak atlet Teqball berkelas dunia.

Sebanyak 10 kabupaten/kota, termasuk Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Pasaman Barat, siap bertarung sengit memperebutkan tahta tertinggi hingga 12 Oktober mendatang. Tensi persaingan di atas meja cembung dipastikan memanas sejak hari pertama.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menegaskan bahwa hadirnya ajang ini menjadi bukti nyata kesiapan Sumatera Barat dalam mengadopsi olahraga internasional yang tengah naik daun tersebut.

"Kota Pariaman kini dijadikan sebagai sentra dalam mencetak atlet-atlet Teqball Sumatera Barat sekaligus atlet nasional. Berkat dukungan dari pusat, fasilitas perlengkapan akhirnya berhasil didatangkan langsung dari Hungaria," ujar Yota Balad dalam sambutannya yang membakar semangat.

Yota Balad juga membakar mental para petarung agar tampil habis-habisan tanpa mengesampingkan rasa hormat di atas lapangan.

"Bertandinglah dengan penuh semangat dan junjung tinggi sportivitas. Kemenangan terbesar adalah saat kita mampu mengalahkan ego dan menunjukkan respek tinggi," tegasnya penuh penekanan.

Momen ini terasa makin sakral karena menjadi ajang kebangkitan usai Porprov sempat vakum selama 8 tahun. Kembalinya pesta olahraga ini disambut antusias luar biasa oleh ratusan atlet dan pimpinan kontingen.

Sekretaris Umum KONI Sumatera Barat, Anandya Dipo Pratama, menyebut momentum ini sebagai batu loncatan emas bagi para atlet daerah untuk melesat ke level dunia.

"Porprov XVI Sumbar ini menjadi momentum kebangkitan setelah 8 tahun vakum. Kita berharap seluruh atlet dapat bertanding secara sportif dan menjadikan ajang ini batu loncatan menuju prestasi internasional," tutur Anandya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov POTSI Sumbar, Syafrizal Bakhtiar, mengungkapkan bahwa Pariaman bukan sekadar tuan rumah, melainkan kawah candradimuka lahirnya atlet-atlet papan atas Indonesia.

"Kota Pariaman sudah terbukti melahirkan atlet-atlet berprestasi yang pernah mewakili Indonesia pada ajang SEA Games di Thailand. Kejuaraan ini akan melahirkan penerus-penerus baru yang lebih mengerikan," pungkas Syafrizal mengakhiri. (*) 

Pewarta: Armaidi Tanjung, WU
Editor: Zamri Yahya, WU

Kota Padang Mengamuk di Payakumbuh! Skuad IPSI Sapu Bersih 8 Emas, Sah Jadi Raja Pencak Silat Porprov Sumbar XVI 2026!    
Kamis, Oktober 08, 2026

On Kamis, Oktober 08, 2026

Kota Padang Mengamuk di Payakumbuh! Skuad IPSI Sapu Bersih 8 Emas, Sah Jadi Raja Pencak Silat Porprov Sumbar XVI 2026!
Azizul Hakim (Kelas B), Rheydo Shabililah (Kelas D), M. Tri Bintang Syanu (Kelas F), Muhammad Safrizal (Kelas G), serta Muliyono (Kelas J) tampil sangat perkasa merontokkan pertahanan lawan demi emas. (Foto: Dedi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- GELANGGANG Politani Payakumbuh mendadak bergetar hebat! Kontingen Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Padang tampil ganas dan membantai habis rival-rivalnya di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026, Kamis (8/10/2026).

Tanpa memberi ampun sedikit pun, para pendekar Kota Padang menyabet total 13 medali yang terdiri dari 8 medali emas, 1 perak, dan 4 perunggu. Hasil fantastis ini otomatis mengunci status Kota Padang sebagai Raja Utama alias Juara Umum cabor Pencak Silat.

Ledakan keemasan diawali oleh aksi beringas lima pesilat putra. Azizul Hakim (Kelas B), Rheydo Shabililah (Kelas D), M. Tri Bintang Syanu (Kelas F), Muhammad Safrizal (Kelas G), serta Muliyono (Kelas J) tampil sangat perkasa merontokkan pertahanan lawan demi emas.

Dominasi Padang makin tak tertandingi saat dua srikandi hebat, Zahra Fadli (Kelas D Putri) dan Winda Novi Yalni (Kelas C Putri), mengamuk di gelanggang.

Keduanya sukses mempersembahkan medali emas tambahan usai menundukkan lawan lewat jurus-jurus mematikan.

Pesta kemenangan Kota Padang makin sempurna di nomor seni. Pasangan saudara Shaadiq Firaas Yulson dan Shiddiq Firaas Yulson tampil sangat kompak dan memukau juri hingga berhasil merebut medali emas ke-8 dari nomor Ganda Putra.

Tak hanya emas, pundi medali Padang dipertegas oleh Wahdi Ahda yang merebut perak di Kelas I. Sementara Muhammad Waahid (Kelas C), Farid Mardatillah (Kelas H), serta tim nomor Tunggal dan Beregu Putra sukses melengkapi penderitaan lawan dengan raihan 4 perunggu.

Ketua Umum IPSI Kota Padang, Zulhardi Z. Latif, tak mampu menyembunyikan rasa bangga atas ledakan prestasi anak-anak asuhnya di ajang bergengsi tingkat provinsi ini.

"Alhamdulillah, perjuangan atlet membuahkan hasil. Terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, official, dan semua pihak. Prestasi ini menjadi kebanggaan besar bagi Kota Padang," tegas Zulhardi dengan nada penuh semangat.

Meski berhasil merajai ajang Porprov, Zulhardi menegaskan agar seluruh pesilat tidak cepat berpuas diri. Kemenangan mutlak ini baru awal dari batu loncatan menuju panggung yang jauh lebih panas di tingkat nasional.

"Prestasi ini jangan membuat kita cepat berpuas diri. Justru menjadi motivasi untuk terus berlatih. Kita berharap para atlet terus berkembang dan mampu membawa nama Sumatera Barat di kancah nasional," tambahnya.

Keberhasilan dahsyat ini tak lepas dari kawalan ketat jajaran KONI Kota Padang. Kehadiran Zulhardi Z. Latif bersama Wasekum III Dedi Prima Maha Rajo Dirajo dan Wasekum VI Yuherdi di lokasi pertandingan menjadi suntikan mental paling ampuh bagi para atlet.

Melalui evaluasi mendalam dan sistem pembinaan yang makin solid, dominasi IPSI Kota Padang terbukti bukan cuma gertak sambal. Pesilat Padang kini menjelma menjadi monster menakutkan yang siap menguasai arena pertarungan nasional di masa depan. (*) 

Laporan: Dedi Prima
Editor: Zamri Yahya, WU

Solok Kota Hujan Emas! Cabor Atletik Ngamuk di Porprov Sumbar XVI 2026, Borong 9 Medali Sekaligus!    
Kamis, Oktober 08, 2026

On Kamis, Oktober 08, 2026

Solok Kota Hujan Emas! Cabor Atletik Ngamuk di Porprov Sumbar XVI 2026, Borong 9 Medali Sekaligus!
Kontingen cabor Atletik Kota Solok tampil gila-gilaan dan sukses mengoyak dominasi lawan setelah membabat habis total 9 medali emas, perak, dan perunggu dalam sehari, Kamis (8/10/2026). (Foto: Okryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
-  Panggung Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 mendadak panas! Kontingen cabor Atletik Kota Solok tampil gila-gilaan dan sukses mengoyak dominasi lawan setelah membabat habis total 9 medali emas, perak, dan perunggu dalam sehari, Kamis (8/10/2026).

Pencapaian spektakuler ini makin mempertegas posisi Kota Solok sebagai markas utama penyuplai medali andalan. Tanpa beri ampun, para atlet tampil meledak di setiap nomor pertandingan hingga menguasai panggung kehormatan. Nomor Jalan Cepat 5.000 Meter Putri menjadi laga paling menyengat dan menguras emosi.

Dua srikandi hebat Kota Solok, Nindy Febrianti dan Jenita Adinda Putri, tampil dominan hingga berhasil mengunci posisi finish terdepan serta menyabet medali emas dan perak sekaligus.
Keperkasaan Solok makin tak tertahankan di kategori putra.

Raditya Putra tampil perkasa dan melesat cepat tanpa tanding di nomor Jalan Cepat 5.000 Meter Putra hingga berhasil mengamankan medali emas berharga untuk daerahnya.
Ledakan prestasi berlanjut di lintasan lari lewat aksi memukau Aqsa Guntala. Lari secepat kilat, Aqsa sukses merebut medali emas di nomor Lari 400 Meter Putra serta menambah perolehan medali perunggu pada nomor Lari 100 Meter Putra.

Tak mau kalah, dua pelari putri lainnya turut menyumbangkan peluru medali. Hariken Martha sukses mengamankan perunggu di nomor Lari 400 Meter Putri, disulut aksi impresif Suci Arafi yang mengunci perunggu di nomor Lari 1.000 Meter Putri.

Pencapaian luar biasa ini disambut sukacita oleh Wakil Wali Kota Solok sekaligus Ketua Cabor Atletik, H. Suryadi Nurdal, S.H. Ia menegaskan bahwa dominasi atletik Kota Solok bukanlah keberuntungan semata, melainkan buah dari pembinaan yang matang.

"Atletik memang selalu menjadi kebanggaan Kota Solok. Tradisi emas ini harus terus dijaga dan ditingkatkan. Hasil hari ini membuktikan bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil," tegas Suryadi penuh apresiasi.

Suryadi juga menyampaikan rasa bangga mendalam atas perjuangan seluruh kontingen yang telah mengharumkan nama daerah di ajang olahraga terbesar se-Sumatera Barat ini.

"Terima kasih kepada seluruh atlet dan pelatih yang telah mengharumkan nama daerah. Ini bukti nyata dedikasi dan komitmen kita bersama," lanjutnya dengan nada optimistis.

Tangan dingin tim pelatih menjadi kunci utama di balik rentetan prestasi manis ini. Kolaborasi solid trio pelatih Anwar, M.MPd., Hari Gusfernando, S.Pd., dan Frengki Mulyade, S.Pd. terbukti ampuh membentuk mental juara para atlet.

Lewat metode latihan terukur dan dedikasi tanpa henti, skuad Atletik Kota Solok kini menjelma menjadi ancaman paling mengerikan di Porprov Sumbar XVI 2026 dan siap menambah pundi-pundi kemenangan berikutnya. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Darah Muda Tumbangkan Senior 29 Tahun! Alfarel Radhiya Sabet Emas MMA Porprov Sumbar XVI 2026, Kota Padang Menyengat!    
Kamis, Oktober 08, 2026

On Kamis, Oktober 08, 2026

Darah Muda Tumbangkan Senior 29 Tahun! Alfarel Radhiya Sabet Emas MMA Porprov Sumbar XVI 2026, Kota Padang Menyengat!
Alfarel Radhiya Fadli Akbar, sukses menguncang panggung pertarungan dan menyumbangkan medali emas berharga untuk kontingen Kota Padang pada kategori Stand Up Putera kelas 61,2 kg, Kamis (8/10/2026). (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Arena Mixed Martial Arts (MMA) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI 2026 gempar! Sosok pemuda berusia 19 tahun, Alfarel Radhiya Fadli Akbar, sukses menguncang panggung pertarungan dan menyumbangkan medali emas berharga untuk kontingen Kota Padang pada kategori Stand Up Putera kelas 61,2 kg, Kamis (8/10/2026).

Tampil sebagai debutan yang sama sekali tak diunggulkan di ajang bergengsi yang dihelat di Kepulauan Mentawai tersebut, Alfarel justru menjelma menjadi predator di atas oktagon. Nyali petarung muda ini teruji saat melibas barisan lawan demi membuktikan bahwa usia hanyalah sebatas angka.

Momen paling dramatis dan meledak terjadi di babak semifinal. Alfarel harus berhadapan langsung dengan atlet senior berusia 29 tahun yang bertabur pengalaman. Laga krusial ini berlangsung panas, penuh tensi tinggi, serta adu pukulan yang membuat ribuan pasang mata penonton menahan napas.

Meski digempur pengalaman bertarung lawan yang jauh lebih jamak, ketenangan dan teknik mematikan Alfarel menjadi pembeda utama. Dengan mental baja dan semangat pantang menyerah, ia berhasil menumbangkan petarung senior tersebut dalam pertarungan sengit yang menjadi perbincangan hangat sepanjang turnamen.

Langkah tak terbendung itu berlanjut hingga partai puncak. Alfarel tampil makin meledak dan mengunci medali emas, mengukuhkan dominasi Kota Padang di panggung olahraga tarung derajat paling bergengsi tingkat provinsi ini.

Keberhasilan meraih medali tertinggi di ajang debut ini menjadi pembuktian berharga bagi karir Alfarel. Publik olahraga Sumatera Barat kini menyorotinya sebagai salah satu prospek paling berbahaya dan berpotensi besar di dunia MMA tanah air.

"Lawan paling berat itu saat semifinal. Lawan merupakan atlet senior berusia 29 tahun yang sudah berpengalaman. Namun alhamdulillah, berkat perjuangan dan kerja keras, saya bisa melewati pertandingan tersebut hingga akhirnya meraih medali emas," ungkap Alfarel Radhiya Fadli Akbar dengan nada bangga saat ditemui usai pengalungan medali.

Tak berhenti di podium Porprov, petarung muda berdarah dingin ini langsung memasang target lebih tinggi. Usai mengibarkan bendera Kota Padang, Alfarel siap melangkah ke kancah yang jauh lebih membara untuk membawa nama daerah dan bangsa.

"Target selanjutnya, insya Allah saya ingin menunjukkan bahwa Sumatera Barat memiliki atlet yang siap bersaing di tingkat nasional, khususnya membawa nama daerah di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) dan membela Indonesia," tegas petarung berusia 19 tahun tersebut penuh optimisme.

Sumbangan emas Alfarel menjadi pemicu ledakan prestasi kontingen MMA Kota Padang. Tim MMA Kota Padang sukses mengukuhkan diri sebagai Juara Umum 2 Porprov Sumbar XVI 2026 setelah memborong total 9 medali, yang terdiri dari 3 medali emas, 2 perak, dan 4 perunggu.

Dua medali emas lainnya disumbangkan oleh petarung andalan Chandra Azwar yang menguasai kelas Full MMA Putera 61,2 kg serta Rangga Prasetya yang tampil perkasa di kelas Stand Up Putera 56,7 kg.

Pencapaian fantastis Alfarel dan kolega tak hanya memperkokoh dominasi MMA Kota Padang, tetapi juga menegaskan lahirnya generasi emas petarung Minang yang siap menghentak dan menguasai arena pertarungan nasional hingga internasional. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Kabut Asap Mencekik Padang! DPRD Semprot Pemko: Jangan Tunggu Paru-Paru Anak Rusak Baru Liburkan Sekolah!    
Kamis, Oktober 08, 2026

On Kamis, Oktober 08, 2026

Kabut Asap Mencekik Padang! DPRD Semprot Pemko: Jangan Tunggu Paru-Paru Anak Rusak Baru Liburkan Sekolah!
Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Buya Iskandar, angkat bicara keras menanggapi lambannya respons eksekutif. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Udara Kota Padang kian hari kian mencekik leher, namun ribuan siswa SD dan SMP sederajat seolah ditumbalkan untuk tetap menghirup racun kabut asap di sekolah. Kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Padang yang terkesan lambat dan wait and see kini menuai kritik pedas dari parlemen.

DPRD Kota Padang menilai Pemko terlalu bertele-tele dan kurang peka terhadap ancaman kesehatan yang membayangi anak-anak sekolah. Pasalnya, hingga Rabu (8/10/2026), proses belajar mengajar secara tatap muka masih dipaksakan berjalan meski polusi udara sudah berada pada level yang sangat memprihatinkan.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Buya Iskandar, angkat bicara keras menanggapi lambannya respons eksekutif. Lewat wawancara khusus via WhatsApp, Rabu, 8 Oktober 2026, politisi kawakan ini mendesak agar Pemko Padang tak ragu dan tidak menunda-nunda keputusan untuk menyelamatkan nyawa serta kesehatan warga kota.

Buya Iskandar mengingatkan kembali komitmen Wali Kota Padang yang sebelumnya sempat disampaikan secara resmi dalam Rapat Paripurna DPRD. Saat itu, Pemko berjanji akan mengambil tindakan darurat jika kualifikasi udara dinilai sudah tidak layak oleh pihak berwenang.

"Waktu kan sudah dijawab oleh Walikota ketika Paripurna bahwa bila kondisi udara sesuai pantauan pihak berwenang tidak layak, maka pasti pemerintah akan mengambil langkah penyelamatan seluruh warga kota," tegas Buya Iskandar yang juga politisi NasDem ini. 

Namun, realita di lapangan justru berbanding terbalik dengan janji manis di meja paripurna. Ketika asap kian pekat dan sesak napas mulai mengintai, respons pemerintah daerah dinilai sangat lamban dan tidak secepat memburuknya kualitas udara.

Menanggapi kepanikan para orang tua murid yang cemas akan kondisi anak-anak mereka, Buya Iskandar membeberkan bahwa sinyal pembelajaran jarak jauh (BJJ) sebenarnya sudah mulai digodok. Informasi terkini menyebutkan keputusan krusial tersebut sangat bergantung pada evaluasi kondisi udara hingga sore ini.

"Infonya kalau memang sampai sore ini kondisi udara masih buruk, besok siswa akan BJJ," ungkap Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang itu mengungkapkan skenario darurat yang tengah disiapkan.

Tak ingin Pemko Padang terus berdiam diri, Buya Iskandar mengaku telah menyemprot dan mendesak jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang agar segera bertindak tegas tanpa perlu menunggu jatuhnya korban dari kalangan siswa.

"Buya sudah mendesak Pemko melalui Kadisdikbud agar segera mengambil langkah yang bijak untuk keselamatan siswa dan warga kota pada umumnya, terima kasih," pungkas Buya Iskandar menyampaikan sikap tegas Komisi IV DPRD Kota Padang.

Desakan keras dari wakil rakyat ini menjadi cerminan atas jeritan hati para orang tua di Kota Padang yang saban hari merasa was-was melepas buah hati mereka menembus pekatnya kabut asap. Pilihan untuk memindahkan ruang belajar ke rumah (BJJ) dianggap sebagai harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Kini, bola panas ada di tangan Pemko Padang dan Disdikbud. Akankah pemerintah bergerak cepat menyelamatkan paru-paru generasi muda, atau justru membiarkan kesehatan anak-anak Padang terus tergadai di tengah kepungan udara beracun? Keputusan sore ini akan menjadi ujian ketegasan pemimpin kota. (*) 

Pewarta: Zamri Yahya, WU

Bank Nagari Bikin Gebrakan! Raih Penghargaan Bergengsi, Kontribusi Pajak Daerah Sumbar Makin Menggigit    
Kamis, Oktober 08, 2026

On Kamis, Oktober 08, 2026

Bank Nagari Bikin Gebrakan! Raih Penghargaan Bergengsi, Kontribusi Pajak Daerah Sumbar Makin Menggigit
Apresiasi ini menjadi pengakuan atas kontribusi Bank Nagari dalam mendukung optimalisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). (Foto: Instagram). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kabar membanggakan datang dari Ranah Minang. Bank Nagari kembali menunjukkan peran strategisnya setelah meraih Penghargaan Optimalisasi Penerimaan Pajak Daerah Sumatera Barat dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Penghargaan tersebut diserahkan pada 3 Oktober 2026 di Halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat. Apresiasi ini menjadi pengakuan atas kontribusi Bank Nagari dalam mendukung optimalisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Capaian tersebut sekaligus menegaskan posisi Bank Nagari sebagai Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat yang terus mengambil bagian dalam mendukung program pemerintah daerah.

Dukungan itu diwujudkan melalui layanan perbankan serta sinergi dengan pemerintah daerah yang diarahkan untuk memberikan kemudahan dan manfaat bagi masyarakat.

Optimalisasi penerimaan pajak daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas fiskal pemerintah daerah. Semakin optimal penerimaan, semakin besar pula ruang pemerintah untuk membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.

Karena itu, penghargaan yang diterima Bank Nagari bukan sekadar seremoni. Pengakuan tersebut mencerminkan adanya kontribusi nyata dalam mendukung pengelolaan penerimaan daerah, khususnya dari sektor PKB.

Bagi Bank Nagari, penghargaan ini justru menjadi pemacu untuk bergerak lebih jauh. Kualitas layanan perbankan dan kolaborasi dengan pemerintah daerah akan terus diperkuat agar manfaatnya semakin terasa.

Bank Nagari menilai sinergi antara dunia perbankan dan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan Sumatera Barat.

Ketika kolaborasi semakin kuat, penerimaan daerah diharapkan semakin optimal. Pada saat yang sama, layanan kepada masyarakat juga dapat terus ditingkatkan.

Penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menjadi motivasi bagi Bank Nagari untuk mempertahankan kinerja sekaligus meningkatkan kontribusinya bagi pembangunan daerah.

Bank Nagari juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat atas penghargaan yang diberikan. Pengakuan tersebut menjadi energi baru untuk memperkuat kerja sama ke depan.

Dengan semangat sinergi dan pelayanan yang terus ditingkatkan, Bank Nagari menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat serta ikut mendorong Sumatera Barat tumbuh semakin kuat. (*) 

Sumber: banknagari.co.id
Editor: Zamri Yahya, WU