HEADLINE
Laporan Masyarakat Berbuah Manis, Markas Sabu di Koto Anau Digerebek Polisi: Dua Pria Pasrah Diseret ke Mapolres Solok    
Sabtu, Oktober 10, 2026

On Sabtu, Oktober 10, 2026

Laporan Masyarakat Berbuah Manis, Markas Sabu di Koto Anau Digerebek Polisi: Dua Pria Pasrah Diseret ke Mapolres Solok
Tim gabungan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Solok berhasil mengamankan dua orang tersangka dari dua lokasi berbeda dalam selang waktu yang sangat berdekatan. (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Keseriusan aparat kepolisian dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Kabupaten Solok terus dibuktikan secara nyata. Melalui komitmen pantang menyerah, tim gabungan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Solok kembali menorehkan keberhasilan dalam menindak tegas para pelaku kejahatan narkotika.

Langkah cepat petugas ini diwujudkan melalui penggerebekan intensif dalam rangka Operasi Sarang Narkoba yang digelar di wilayah Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok, pada Jumat (9/10/2026). Dalam aksi terukur tersebut, petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka dari dua lokasi berbeda dalam selang waktu yang sangat berdekatan.

Penyergapan pertama bermula sekira pukul 14.00 WIB, di mana petugas mengarahkan target ke sebuah bangunan pondok yang berlokasi di Jorong Aia Angek, Nagari Koto Gadang Koto Anau. Di tempat tersebut, tim berhasil mengamankan seorang pemuda berinisial RM (22) yang tak bisa berbuat banyak saat dikepung petugas.

Dari tangan tersangka RM, petugas menyita sejumlah barang bukti krusial berupa 4 paket yang diduga kuat berisi narkotika jenis sabu. Selain itu, petugas juga menyita 1 unit ponsel merek Infinix warna biru, 2 unit alat hisap sabu (bong), serta satu set peralatan pendukung lainnya yang digunakan untuk aktivitas terlarang tersebut.

Tak butuh waktu lama bagi tim gabungan untuk bergerak mengejar target berikutnya. Hanya berselang 30 menit dari penangkapan pertama, sekira pukul 14.30 WIB, petugas kembali bergerak cepat menuju sasaran kedua di Jorong Kandang Jambu, Nagari Koto Anau.

Di lokasi kedua yang merupakan sebuah rumah tinggal ini, petugas sukses membekuk tersangka berinisial AA (43). Penangkapan terhadap AA berhasil dilakukan berkat adanya laporan dan informasi tepercaya dari masyarakat sekitar yang merasa resah karena lokasi tersebut kerap dijadikan tempat transaksi narkotika.

Dari hasil penggeledahan terhadap AA, petugas kembali mengamankan barang bukti berupa 4 paket diduga narkotika jenis sabu, 1 unit alat hisap sabu (bong), 1 buah kotak warna putih, serta 5 lembar plastik klip bening dan peralatan pendukung lainnya yang menguatkan keterlibatannya.

Saat diinterogasi di tempat kejadian, kedua tersangka mengakui secara jujur bahwa seluruh barang bukti yang ditemukan memang berada dalam penguasaan mereka. Keduanya juga tidak mampu menunjukkan izin sah dari pihak berwenang untuk menyimpan maupun mengedarkan barang haram tersebut, sehingga langsung dibawa ke Mapolres Solok untuk penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 Ayat (1) huruf a UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman hukuman berat demi menjaga kondusivitas wilayah Solok dari bahaya narkoba. (80) 

Laporan: Zamri Yahya, WU
Editor: Zamri Yahya, WU

Atlet Dayung Putra Kota Padang Sabet Emas 1.000 Meter di Porprov Sumbar 2026, Kini Bidik Kejurnas!    
Jumat, Oktober 09, 2026

On Jumat, Oktober 09, 2026

Atlet Dayung Putra Kota Padang Sabet Emas 1.000 Meter di Porprov Sumbar 2026, Kini Bidik Kejurnas!
Kali ini, atlet putra cabang olahraga (cabor) dayung Kota Padang berhasil meraih medali emas pada nomor 1.000 meter, Jumat (9/10/2026). (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan kontingen Kota Padang pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Kali ini, atlet putra cabang olahraga (cabor) dayung Kota Padang berhasil meraih medali emas pada nomor 1.000 meter, Jumat (9/10/2026).

Keberhasilan tersebut diraih dalam pertandingan yang berlangsung di Sungai Banda Bakali, kawasan GOR Haji Agus Salim, Kota Padang. Raihan emas ini menjadi bukti perjuangan atlet dalam menghadapi persaingan olahraga tingkat provinsi.

Medali emas tersebut tidak datang begitu saja. Di balik pencapaian itu, terdapat kerja keras, kedisiplinan, serta latihan yang dijalani para atlet untuk mempersiapkan diri menghadapi pertandingan Porprov XVI Sumatera Barat 2026.

Atlet dayung Kota Padang, Muhammad Lutfi, mengungkapkan rasa senang dan syukurnya atas keberhasilan meraih medali emas. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari latihan keras dan perjuangan seluruh tim selama menjalani persiapan.

“Kami senang dan bersyukur bisa meraih medali emas. Hasil ini merupakan buah dari latihan keras dan perjuangan seluruh tim,” ujar Muhammad Lutfi.

Kontingen dayung Kota Padang sendiri diperkuat oleh 30 atlet putra dan putri yang berlaga pada Porprov XVI Sumatera Barat 2026. Mereka berjuang membawa nama Kota Padang sekaligus menunjukkan kemampuan terbaik di cabang olahraga dayung.

Keberhasilan meraih medali emas nomor 1.000 meter diharapkan menjadi tambahan motivasi bagi seluruh atlet dayung Kota Padang. Capaian tersebut juga menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kemampuan, menjaga konsistensi latihan, dan memperkuat kerja sama tim.

Atlet dayung Kota Padang lainnya, Guslamardin, turut menjadi bagian dari kontingen yang berjuang pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Kehadiran para atlet dalam kompetisi ini menjadi bagian dari upaya mengembangkan potensi dan prestasi dayung Kota Padang.

Usai menyelesaikan pertandingan Porprov XVI Sumatera Barat 2026, perjuangan atlet dayung Kota Padang belum berakhir. Mereka akan kembali menjalani persiapan untuk menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang.

Muhammad Lutfi menegaskan, hasil positif di Porprov menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan berikutnya. Dengan semangat dan latihan yang berkelanjutan, tim dayung Kota Padang berharap dapat kembali menunjukkan performa terbaik saat berlaga di Kejurnas Desember mendatang. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Sawahlunto Punya Kisah Besar! Perjuangan Menuju Warisan Dunia UNESCO Kini Diabadikan dalam Sebuah Buku    
Jumat, Oktober 09, 2026

On Jumat, Oktober 09, 2026

Sawahlunto Punya Kisah Besar! Perjuangan Menuju Warisan Dunia UNESCO Kini Diabadikan dalam Sebuah Buku
Focus Group Discussion (FGD) di Ballroom Saka Ombilin, Jumat (9/10/2026). (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Perjalanan panjang Kota Sawahlunto dari kota tambang batu bara menjadi destinasi wisata sejarah berkelas dunia menyimpan kisah perjuangan yang tidak boleh dilupakan. Pengakuan UNESCO terhadap Warisan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto (WTBOS) menjadi tonggak penting yang kini hendak diabadikan melalui penyusunan sebuah buku sejarah.

Upaya tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) di Ballroom Saka Ombilin, Jumat (9/10/2026). Kegiatan yang diprakarsai anggota DPRD Sumatera Barat, Neldaswenti, melalui dana aspirasi ini menghadirkan Prof. Erwiza Erman, Zohirin Sayuti, Media Iswandi, dan Rahmat Gino untuk memperkaya informasi serta mempertajam narasi perjalanan WTBOS menuju pengakuan dunia.

Prof. Erwiza Erman, pakar sejarah pertambangan Ombilin yang turut berperan dalam perjuangan memperoleh pengakuan UNESCO, menyampaikan sejumlah masukan penting bagi penyempurnaan buku. Ia juga memaparkan perjalanan panjang berbagai pihak dalam memperjuangkan warisan pertambangan Sawahlunto agar mendapat pengakuan internasional.

Menurut Erwiza, buku tersebut bukan sekadar catatan sejarah, melainkan sarana membangkitkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga warisan budaya. Dokumentasi yang kuat diharapkan dapat memperluas pemahaman publik mengenai nilai sejarah WTBOS, sekaligus memperkenalkan proses panjang yang mengantarkan Sawahlunto menjadi bagian dari Warisan Dunia UNESCO.

Lebih jauh, pelestarian WTBOS dinilai memiliki peluang besar untuk mendukung pengembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat. Peninggalan pertambangan, bangunan bersejarah, serta jejak industri masa lalu dapat menjadi daya tarik wisata apabila dikelola secara berkelanjutan dan melibatkan masyarakat setempat.

Transformasi Sawahlunto semakin penting untuk dicatat setelah aktivitas pertambangan batu bara Ombilin berhenti pada 2003. Kota ini kemudian menghadapi tantangan untuk mengembangkan potensi lain dengan memanfaatkan kekayaan sejarah, budaya, dan peninggalan industri sebagai fondasi pembangunan sektor pariwisata.

Anggota DPRD Sumatera Barat, Neldaswenti, menegaskan bahwa pengakuan UNESCO harus disertai komitmen nyata untuk menjaga kelestarian warisan tersebut. Karena itu, buku yang tengah disusun diharapkan mampu merekam bukan hanya perjalanan sejarah, tetapi juga kontribusi pemerintah, akademisi, komunitas, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak yang terlibat dalam perjuangan WTBOS.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Ahmad Zakri, turut menyoroti pentingnya pendokumentasian data dan nilai sejarah secara sistematis. Dengan dokumentasi yang baik, informasi mengenai WTBOS dapat terus dipelajari dan diwariskan kepada generasi mendatang, sekaligus menjadi rujukan dalam upaya pelestarian cagar budaya.

UNESCO menetapkan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto sebagai Warisan Dunia pada 6 Juli 2019. Kawasan ini mencerminkan satu kesatuan sistem industri pertambangan batu bara yang mencakup kawasan tambang, kota tambang, jaringan transportasi kereta api, hingga fasilitas pelabuhan. Dalam FGD tersebut, gagasan penguatan koordinasi lintas daerah, termasuk pelibatan enam kabupaten dan kota lainnya yang terkait dengan kawasan WTBOS, juga mengemuka untuk mendukung pengelolaan terpadu. Melalui penyusunan buku ini, kisah perjuangan Sawahlunto diharapkan tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi juga inspirasi untuk menjaga warisan dunia, mengembangkan pariwisata sejarah, dan memperkuat perekonomian masyarakat secara berkelanjutan. (*) 

Pewarta: Marjafri
Editor: Zamri Yahya, WU

Porprov Sumbar 2026 Bawa Berkah! Pedagang Jajanan di Pantai Pasir Jambak Ikut Raup Rezeki    
Jumat, Oktober 09, 2026

On Jumat, Oktober 09, 2026

Porprov Sumbar 2026 Bawa Berkah! Pedagang Jajanan di Pantai Pasir Jambak Ikut Raup Rezeki
Kehadiran atlet, ofisial, peserta, dan pengunjung yang meramaikan kegiatan olahraga tersebut turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi pertandingan. (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026 pada cabang olahraga Panahan Berkuda di kawasan wisata Pantai Pasir Jambak, Kota Padang, membawa berkah tersendiri bagi para pedagang jajanan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.

Kehadiran atlet, ofisial, peserta, dan pengunjung yang meramaikan kegiatan olahraga tersebut turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi pertandingan. Pantai Pasir Jambak tidak hanya menjadi arena adu ketangkasan atlet, tetapi juga menghadirkan peluang usaha bagi warga pesisir.

Salah seorang pedagang jajanan, Ita (50), mengaku bersyukur karena kegiatan olahraga tingkat provinsi itu memberikan dampak positif terhadap pendapatannya. Menurutnya, meningkatnya aktivitas pengunjung ikut mendorong penjualan jajanan yang ditawarkan kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan ini pendapatan kami mulai meningkat dari biasanya. Event seperti ini menjadi wadah penambah penghasilan bagi masyarakat,” ujar Ita, Jumat (9/10/2026).

Ia mengatakan, manfaat kegiatan tersebut tidak hanya dirasakan oleh pedagang yang sudah lama berjualan. Warga yang sebelumnya tidak terbiasa menjalankan usaha juga memiliki kesempatan untuk ikut berpartisipasi memanfaatkan ramainya pengunjung.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa penyelenggaraan event olahraga dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Selain menjadi ajang pembinaan dan kompetisi atlet, kegiatan tersebut berpotensi membuka peluang usaha, memperluas pasar, serta menambah pemasukan pedagang kecil di sekitar venue.

Bagi pelaku UMKM lokal, meningkatnya jumlah pengunjung menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk jajanan kepada konsumen yang lebih beragam. Aktivitas perdagangan yang tumbuh selama kegiatan berlangsung juga dapat mendukung perputaran ekonomi di kawasan pesisir Kota Padang.

Pantai Pasir Jambak sendiri memiliki daya tarik sebagai kawasan wisata pesisir. Perpaduan kegiatan olahraga dan kunjungan masyarakat di lokasi ini menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi wisata sekaligus mendorong aktivitas ekonomi warga di sekitar kawasan.

Ita berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. “Mudah-mudahan ke depannya kegiatan-kegiatan seperti ini terus ada. Pesan kami untuk Kota Padang, semoga semakin jaya dan bertambah maju ke depannya,” tuturnya. Kehadiran Porprov di Pantai Pasir Jambak pun menjadi harapan bagi pedagang lokal agar kegiatan olahraga dan pariwisata terus membuka peluang rezeki bagi masyarakat. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Dampingi Wamen UMKM di Bukittinggi, Mahyeldi Dorong Legalitas, Sertifikasi Halal, dan Akses Permodalan    
Jumat, Oktober 09, 2026

On Jumat, Oktober 09, 2026

Dampingi Wamen UMKM di Bukittinggi, Mahyeldi Dorong Legalitas, Sertifikasi Halal, dan Akses Permodalan
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mendorong perluasan legalitas usaha, sertifikasi halal, dan akses permodalan agar UMKM semakin kuat menghadapi tekanan ekonomi dan mampu berkembang. (Foto: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Penguatan 740 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mendorong perluasan legalitas usaha, sertifikasi halal, dan akses permodalan agar UMKM semakin kuat menghadapi tekanan ekonomi dan mampu berkembang.

Hal itu disampaikan Mahyeldi saat mendampingi Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Wamen UMKM) RI Helvi Yuni Moraza dalam Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Jumat (9/10/2026). Kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan fasilitasi kemudahan berusaha kepada UMKM penerima manfaat.

Mahyeldi mengatakan, UMKM memiliki peran strategis karena menjadi sumber penghidupan bagi sebagian besar masyarakat Sumatera Barat. Dengan jumlah sekitar 740 ribu UMKM, sektor tersebut dinilai memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat dan keluarga pelaku usaha.

“Kalau satu UMKM melibatkan satu keluarga dengan lima orang, saya kira hampir empat juta orang bergerak di UMKM. Artinya, sekitar dua pertiga penduduk Sumatera Barat berkaitan dengan sektor ini,” kata Mahyeldi.

Menurutnya, penguatan UMKM semakin penting setelah Sumatera Barat menghadapi berbagai bencana alam dan tekanan ekonomi. Karena itu, pemerintah perlu menghadirkan kemudahan berusaha serta perlindungan agar pelaku UMKM dapat bertahan dan terus mengembangkan usahanya.

Salah satu upaya yang didorong adalah penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai identitas legal pelaku usaha. Mahyeldi menyebut penerbitan NIB di Sumatera Barat pada 2025 telah melampaui 3.000, sedangkan hingga triwulan III 2026 jumlahnya mendekati 2.000.

“NIB ini KTP-nya usaha. Karena itu, kami mendorong pelaku UMKM segera mengurus legalitasnya agar memiliki akses lebih luas terhadap berbagai fasilitas dan dukungan pemerintah,” ujarnya.

Mahyeldi juga menyoroti pentingnya sertifikasi halal dan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Penyaluran KUR di Sumatera Barat pada 2025 hampir mencapai Rp8 triliun, sedangkan pada 2026 telah mendekati Rp6,5 triliun. Ia berharap penyaluran pembiayaan tersebut terus meningkat hingga akhir tahun.

“Legalitas usaha, sertifikasi halal, dan dukungan pembiayaan harus berjalan beriringan. Dengan sinergi yang baik, kita berharap UMKM semakin kuat dan mampu menggerakkan perekonomian Sumatera Barat,” katanya.

Ia menambahkan, peran UMKM juga berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang didukung konsumsi masyarakat. Menurut Mahyeldi, pariwisata perlu terus didorong sebagai penggerak ekonomi, disertai pembenahan kawasan wisata dan peningkatan kenyamanan bagi pengunjung. Ia turut mengingatkan persoalan sampah yang masih menjadi tantangan dan membutuhkan penanganan bersama pemerintah provinsi serta kabupaten dan kota.

Melalui festival tersebut, Pemprov Sumbar berkolaborasi dengan Kementerian UMKM dan sejumlah kementerian serta lembaga untuk menghadirkan pelayanan terpadu. Fasilitas yang diberikan meliputi pengurusan NIB, perlindungan hak kekayaan intelektual, pendaftaran merek dagang, pembiayaan dengan bunga terjangkau, serta fasilitasi sertifikasi halal. Pemerintah provinsi juga mendorong pemanfaatan KUR dan kredit program daerah melalui LKMA Simamak dengan dukungan subsidi bunga dari APBD Sumbar.

Sementara itu, Wamen UMKM RI Helvi Yuni Moraza menyoroti besarnya potensi kewirausahaan masyarakat Minangkabau. Menurutnya, tradisi berdagang sudah melekat dalam kehidupan masyarakat Sumatera Barat sehingga dukungan pemerintah seharusnya berfokus pada penyediaan fasilitas dan akses pengembangan usaha.

“DNA-nya sudah dagang, Pak. Jadi urusan berdagang jangan diajarin. Yang perlu kita lakukan adalah fasilitasi,” kata Helvi.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan pengembangan UMKM selama ini adalah pendataan pelaku usaha. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian UMKM menerbitkan SAPA UMKM agar pelaku usaha terdata dan dapat mengakses berbagai program pemerintah, termasuk permodalan, perluasan pasar, sertifikasi, dan perizinan.

“Saya berharap UMKM Sumatera Barat jangan ketinggalan. Kami berharap semua UMKM terdaftar sehingga mendapat fasilitas-fasilitas yang sudah diberikan pemerintah, di antaranya akses permodalan, akses pasar, sertifikasi, dan perizinan,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Reghi Perdana, mengatakan festival tersebut menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha, pemerintah, lembaga pembiayaan, dan pihak penerbit perizinan. Menurutnya, kolaborasi itu dibutuhkan agar pelaku UMKM dapat memperoleh berbagai kemudahan untuk mengembangkan bisnisnya.

Kegiatan yang diikuti 800 pengusaha UMKM itu menghadirkan booth pelayanan dan konsultasi, talkshow edukatif, penyerahan simbolis fasilitasi kemudahan dan perlindungan usaha, pameran produk unggulan Sumatera Barat, serta pemeriksaan kesehatan gratis. Reghi mengapresiasi dukungan Pemprov Sumbar, Pemko Bukittinggi, perbankan, lembaga pembiayaan, dan kementerian serta lembaga yang terlibat dalam kegiatan tersebut. (adpsb/cen)

Skor Imbang 10-10! PKS Sumbar dan PWI Sumbar Sajikan Duel Mini Soccer Sengit, Sundulan Ulyadi Curi Perhatian    
Jumat, Oktober 09, 2026

On Jumat, Oktober 09, 2026

Skor Imbang 10-10! PKS Sumbar dan PWI Sumbar Sajikan Duel Mini Soccer Sengit, Sundulan Ulyadi Curi Perhatian
Pertandingan yang digelar di Masita Arena Mini Soccer, Jalan Flamboyan Baru, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Jumat (9/10/2026), itu berakhir imbang dengan skor 10-10. (Foto: Humas PKS Kota Padang). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Laga persahabatan mini soccer antara Tim Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Barat (Sumbar) dan Tim Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar berlangsung sengit dan penuh gol. Pertandingan yang digelar di Masita Arena Mini Soccer, Jalan Flamboyan Baru, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Jumat (9/10/2026), itu berakhir imbang dengan skor 10-10.

Pertandingan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WIB tersebut menyuguhkan aksi saling serang sejak awal laga. Kedua tim tampil penuh semangat, memperlihatkan kemampuan mengolah bola, kekompakan, serta daya juang hingga peluit akhir dibunyikan.

Tim PKS Sumbar diperkuat Ketua DPW PKS Sumbar Ulyadi dan Ketua DPD PKS Kota Padang Mulyadi Muslim. Sementara itu, tim PWI Sumbar menurunkan sejumlah pengurus dan anggota, termasuk pemain yang dipersiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 di Lampung.

Laga tersebut turut disaksikan Ketua PWI Sumbar Widya Navies, Sekretaris PWI Sumbar Firdaus Abie, serta Sekretaris Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Sumbar Emil Mahmudsyah. Turut merumput Wakil Ketua Pembinaan Daerah PWI Sumbar Rommi Delfiano, bersama jajaran Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Sumbar, yakni Eriandi dan Science Asra serta anggota lainnya.

Manajer Tim PWI Sumbar, Firdaus Abie, mengatakan skuad yang diturunkan memiliki pengalaman mengikuti berbagai pertandingan, termasuk laga persahabatan. Menurutnya, pertandingan tersebut menjadi kesempatan untuk menjaga kebugaran sekaligus mengasah kekompakan tim.

“Sebagian anggota PWI Sumbar yang ikut bermain merupakan pemain yang dipersiapkan untuk Porwanas 2027 di Lampung,” ujar Firdaus Abie seusai pertandingan. Ia menambahkan, tim PWI Sumbar juga kerap mendapat undangan untuk mengikuti berbagai ajang pertandingan.

Di kubu lawan, Tim PKS Sumbar menunjukkan perlawanan tangguh dan tidak mudah menyerah. Kapten tim, Mulyadi Muslim, yang bermain selama separuh pertandingan, turut memberikan tekanan kepada pertahanan PWI Sumbar. Ia mengatakan timnya rutin menjalani latihan dan pertandingan, termasuk laga persahabatan seperti pertemuan kali ini.

Salah satu momen menarik datang dari Ketua DPW PKS Sumbar, Ulyadi, yang menyumbangkan gol melalui sundulan kepala. Ulyadi mengaku puas bisa berhadapan dengan tim PWI Sumbar yang dinilainya memberikan perlawanan cukup tangguh. Pertukaran gol sepanjang pertandingan akhirnya mengantarkan kedua tim berbagi angka 10-10.

Usai pertandingan, kedua tim saling menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas laga persahabatan yang berlangsung penuh keakraban. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama. Selain menjadi ajang olahraga, pertemuan ini juga mempererat silaturahmi antara insan pers dan keluarga besar PKS Sumbar melalui semangat sportivitas dan kebersamaan. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Zakia Sumbang Emas untuk Pariaman di Porprov Sumbar 2026, Yota Balad Serahkan Medali!    
Jumat, Oktober 09, 2026

On Jumat, Oktober 09, 2026

Zakia Sumbang Emas untuk Pariaman di Porprov Sumbar 2026, Yota Balad Serahkan Medali!
Kali ini, medali emas berhasil dipersembahkan Zakia dari cabang olahraga (cabor) Soft Tenis nomor Tunggal Putri, Jumat sore (9/10/2026), di Lapangan Tenis Kota Pariaman. (Foto: Armaidi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kontingen Kota Pariaman kembali menorehkan prestasi membanggakan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Kali ini, medali emas berhasil dipersembahkan Zakia dari cabang olahraga (cabor) Soft Tenis nomor Tunggal Putri, Jumat sore (9/10/2026), di Lapangan Tenis Kota Pariaman.

Prestasi Zakia menjadi tambahan berharga bagi kontingen tuan rumah dalam persaingan memperebutkan medali Porprov XVI Sumbar 2026. Keberhasilannya meraih posisi tertinggi menunjukkan perjuangan atlet Kota Pariaman dalam membawa nama daerah ke podium juara.

Medali emas tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad. Penyerahan medali itu menjadi momen apresiasi atas perjuangan Zakia yang berhasil mengungguli para pesaingnya pada nomor Tunggal Putri Soft Tenis.

Berdasarkan data resmi hasil pertandingan, posisi juara II atau medali perak nomor Tunggal Putri diraih Hafizah dari Kota Solok. Sementara itu, medali perunggu diberikan kepada Rini dari Kota Solok dan Adiba dari Kabupaten Solok, yang sama-sama menempati posisi juara III.

Persaingan sengit juga berlangsung pada nomor Tunggal Putra. Atlet Kota Pariaman, Julio, berhasil menyumbangkan medali perak setelah menempati posisi juara II. Hasil ini turut menambah catatan prestasi kontingen Pariaman dalam cabang olahraga Soft Tenis.

Adapun medali emas nomor Tunggal Putra diraih Risky dari Kota Solok. Sementara posisi juara III bersama ditempati Gunawan dari Kota Pariaman dan Zaki dari Kota Solok. Hasil tersebut memperlihatkan persaingan antardaerah yang berlangsung kompetitif dalam perebutan gelar juara.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, bersama Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan para atlet yang telah berupaya memberikan hasil terbaik bagi daerah. Dukungan tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi atlet untuk terus mengembangkan kemampuan dan menjaga konsistensi selama pertandingan.

Pemerintah Kota Pariaman juga berharap tambahan medali dari cabang Soft Tenis mampu memacu semangat atlet dari cabang olahraga lainnya. Seluruh kontingen diharapkan terus menjunjung tinggi sportivitas, menjaga kekompakan, dan memaksimalkan peluang untuk meraih prestasi pada Porprov XVI Sumatera Barat 2026.

Dengan tambahan emas dari Zakia dan perak dari Julio, Kota Pariaman terus berjuang mewujudkan target masuk 10 besar pada Porprov XVI Sumbar 2026. Dukungan pemerintah daerah dan semangat para atlet menjadi bagian penting dalam upaya mengharumkan nama Pariaman di panggung olahraga Sumatera Barat. (R/at)

Editor: Zamri Yahya, WU