HEADLINE
Muhamad Yasin Bongkar Fakta! Banyak Warga Belum Tahu Hak Konsumen, Pelaku Usaha Tak Bisa Abaikan Aturan    
Senin, Oktober 19, 2026

On Senin, Oktober 19, 2026

Muhamad Yasin Bongkar Fakta! Banyak Warga Belum Tahu Hak Konsumen, Pelaku Usaha Tak Bisa Abaikan Aturan
Muhamad Yasin saat menggelar Sosialisasi Perda Nomor 21 Tahun 2018 di Ruang Pertemuan Pondok Lesehan Joyo Makmur, Kota Pariaman, Ahad (18/10/2026). (Fotdok: Arief Budiman). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kesadaran masyarakat terhadap hak perlindungan konsumen masih menjadi pekerjaan penting yang perlu mendapat perhatian serius. Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhamad Yasin, STP, menyoroti masih banyaknya masyarakat yang belum mengetahui keberadaan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 21 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Konsumen. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa konsumen perlu memahami hak-haknya agar tidak dirugikan dalam transaksi barang maupun jasa.

Persoalan tersebut disampaikan Muhamad Yasin saat menggelar Sosialisasi Perda Nomor 21 Tahun 2018 di Ruang Pertemuan Pondok Lesehan Joyo Makmur, Kota Pariaman, Ahad (18/10/2026). Kegiatan itu diikuti 100 peserta yang mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya perlindungan konsumen serta aturan yang mengatur hubungan antara konsumen dan pelaku usaha.

Dalam pemaparannya, Muhamad Yasin menegaskan bahwa pembentukan peraturan daerah merupakan salah satu fungsi penting DPRD. Karena itu, keberadaan Perda Perlindungan Konsumen tidak cukup hanya menjadi dokumen hukum, tetapi harus diketahui dan dipahami masyarakat agar manfaatnya benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dari pantauan kami, Perda ini banyak masyarakat kita yang belum mengetahui tentang Perda Nomor 21 Tahun 2018 ini,” ujar Muhamad Yasin. Pernyataan tersebut menyoroti pentingnya sosialisasi berkelanjutan agar masyarakat tidak hanya menjadi pembeli, tetapi juga memahami kedudukan dan haknya ketika berhadapan dengan produsen maupun pelaku usaha.

Menurut Muhamad Yasin, yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2 meliputi Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman, pemahaman konsumen terhadap aturan menjadi langkah penting untuk mencegah hak-hak mereka terabaikan. Masyarakat perlu mengetahui informasi yang menjadi haknya, memahami kewajibannya, serta mengenali langkah yang dapat ditempuh apabila terjadi persoalan dalam transaksi.

“Kami berharap dengan kegiatan sosialisasi ini, muncul kesadaran konsumen tentang hak-haknya sehingga tidak diabaikan oleh produsen atau pelaku usaha,” harapnya. Ia menekankan bahwa konsumen yang memahami aturan akan memiliki bekal lebih baik untuk bersikap kritis, meminta kejelasan, dan memperjuangkan haknya melalui jalur yang sesuai ketika menghadapi masalah.

Sebagai Ketua Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhamad Yasin juga menjelaskan bahwa Perda tersebut disusun bersama oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan DPRD Sumbar. Regulasi itu menjadi landasan perlindungan konsumen sekaligus memberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak dalam hubungan antara konsumen dan pelaku usaha.

Ia menerangkan, Perda Nomor 21 Tahun 2018 turut mengatur konsekuensi atas pelanggaran ketentuan serta jalur penyelesaian sengketa ketika terjadi persoalan antara konsumen dan produsen. Dengan memahami ketentuan tersebut, masyarakat diharapkan tidak kebingungan saat menghadapi perselisihan dan dapat mengetahui mekanisme penyelesaian yang sesuai dengan aturan yang berlaku.

Melalui sosialisasi yang diikuti 100 peserta ini, Muhamad Yasin berharap pemahaman tentang perlindungan konsumen semakin meluas di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman. Pesan utamanya jelas: masyarakat perlu mengenali hak dan kewajibannya, sementara pelaku usaha harus menjalankan kegiatan usahanya sesuai ketentuan. Semakin kuat kesadaran konsumen, semakin besar pula peluang terciptanya transaksi yang adil, transparan, dan memberikan kepastian bagi semua pihak. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Fadly Amran Bidik Sport Tourism dan Investasi, Wali Kota Padang Cup Golf 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Golf    
Senin, Oktober 19, 2026

On Senin, Oktober 19, 2026

Fadly Amran Bidik Sport Tourism dan Investasi, Wali Kota Padang Cup Golf 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Golf
Penutupan Wali Kota Padang Cup Executive Golf Tournament 2026 oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, di Lapangan Wirabraja Golf Club Ulu Gadut, Minggu (18/10/2026). (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Olahraga golf tak sekadar menjadi ajang adu keterampilan, tetapi juga berpotensi membuka peluang investasi dan memperkuat daya tarik pariwisata. Pesan itulah yang mengemuka dalam penutupan Wali Kota Padang Cup Executive Golf Tournament 2026 oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, di Lapangan Wirabraja Golf Club Ulu Gadut, Minggu (18/10/2026). Turnamen yang digelar Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kota Padang ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali olahraga golf sekaligus mendorong pengembangan sport tourism di Kota Padang.

Fadly Amran menilai pengembangan wisata olahraga memiliki peluang untuk memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata daerah. Turnamen golf yang mempertemukan peserta dari berbagai kalangan tidak hanya menghadirkan aktivitas olahraga, tetapi juga membuka ruang interaksi, memperluas jejaring, dan memperkuat promosi potensi Kota Padang kepada masyarakat yang lebih luas. Karena itu, ia mendorong PGI Kota Padang agar menjadikan turnamen serupa sebagai agenda berkelanjutan.

Dukungan terhadap golf juga dinilai sejalan dengan program Padang Balomba, yang mendorong kebugaran jasmani, kesehatan, kemandirian, serta kegiatan sportainment. Fadly menegaskan, pengembangan olahraga perlu berjalan beriringan dengan upaya menciptakan aktivitas positif yang menarik partisipasi masyarakat. Dengan penyelenggaraan yang konsisten, golf diharapkan semakin berkembang dan memberikan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi serta pariwisata daerah.

“Kami sangat mendukung pelaksanaan olahraga golf karena sejalan dengan program Padang Balomba yang mendorong kebugaran jasmani, kesehatan, kemandirian, serta berbagai kegiatan sportainment di Kota Padang,” ujar Fadly Amran. Dukungan tersebut menjadi dorongan bagi PGI Kota Padang untuk memperluas kegiatan olahraga golf, sekaligus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar turnamen mendatang dapat berlangsung lebih berkelanjutan.

Selain mengembangkan sport tourism, Fadly juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Padang tengah mengupayakan pengakuan sebagai Kota Kreatif UNESCO kategori Gastronomi melalui UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Upaya ini diarahkan untuk memperkuat pengenalan kuliner khas Minangkabau, meningkatkan daya tarik wisata, serta membuka peluang investasi. Menurutnya, penguatan gastronomi dan pembenahan kawasan wisata dapat menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan promosi Kota Padang di tingkat internasional.

“Kita terus mendorong pengembangan gastronomi sebagai salah satu daya tarik wisata Kota Padang. Melalui penguatan kuliner khas Minangkabau dan pembenahan kawasan wisata, kita berharap Padang semakin dikenal di tingkat internasional dan mampu mewujudkan cita-cita menjadi bagian dari UNESCO Creative Cities Network kategori Gastronomi,” ungkapnya. Pengembangan golf dan gastronomi diharapkan dapat saling melengkapi dalam memperkenalkan pengalaman wisata Kota Padang kepada pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara.

Sementara itu, Ketua PGI Kota Padang, Edi Hasymi, menyebut turnamen tersebut sebagai momentum istimewa karena PGI Kota Padang telah lebih dari 10 tahun tidak menyelenggarakan turnamen golf. Kembalinya kompetisi ini diharapkan mampu menggairahkan minat masyarakat terhadap olahraga golf sekaligus memperkuat keberadaan komunitas golf di Kota Padang. Ia menegaskan bahwa golf bukan hanya sarana menjaga kebugaran, melainkan juga ruang silaturahmi untuk memperluas jaringan dan membangun komunikasi lintas sektor.

Antusiasme terhadap turnamen turut didukung berbagai hadiah dari sponsor, mulai dari televisi, sepeda listrik, kulkas, sepeda, kulkas mini, hingga hadiah menarik lainnya. Edi menyebut dukungan tersebut sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian para pencinta golf terhadap perkembangan olahraga ini. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Padang atas dukungan yang diberikan sehingga Wali Kota Padang Cup Executive Golf Tournament 2026 dapat terlaksana dengan baik.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Padang atas dukungan yang diberikan sehingga turnamen ini dapat terlaksana dengan baik. Kami berkomitmen untuk menjadikan turnamen ini sebagai agenda tahunan guna mempererat silaturahmi sekaligus mendorong perkembangan olahraga golf di Kota Padang,” kata Edi Hasymi. Dengan komitmen tersebut, Wali Kota Padang Cup Executive Golf Tournament diharapkan menjadi agenda yang berkesinambungan, memperkuat komunitas golf, serta mendukung pengembangan sport tourism, promosi kuliner Minangkabau, dan peluang investasi di Kota Padang. (*)

Editor: Zamri Yahya, WU

Jon Firman Pandu Serahkan Piala Bupati Solok, Swiss Van Sumatera Holiday Car Meet Up Jadi Magnet Wisata Otomotif    
Senin, Oktober 19, 2026

On Senin, Oktober 19, 2026

Jon Firman Pandu Serahkan Piala Bupati Solok, Swiss Van Sumatera Holiday Car Meet Up Jadi Magnet Wisata Otomotif
Jon Firman Pandu pada Swiss Van Sumatera Holiday Car Meet Up di Alahan Panjang Resort, Kabupaten Solok, Minggu (18/10/2026). (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Bupati Solok, Dr. (H.C.) Jon Firman Pandu, S.H., menunjukkan dukungan nyata terhadap pengembangan pariwisata daerah melalui kehadirannya dalam Swiss Van Sumatera Holiday Car Meet Up di Alahan Panjang Resort, Kabupaten Solok, Minggu (18/10/2026). Tak sekadar menghadiri acara, Bupati turut menyerahkan Piala Bupati Solok kepada pemenang kategori mobil terfavorit, sekaligus memberi apresiasi atas kreativitas dan antusiasme komunitas otomotif.

Kehadiran para pecinta otomotif dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa hobi dapat berkembang menjadi ruang kebersamaan sekaligus peluang promosi wisata. Swiss Van Sumatera Holiday Car Meet Up mempertemukan peserta dari berbagai daerah untuk berbagi pengalaman, menampilkan kendaraan andalan, serta memperkuat silaturahmi dalam suasana yang penuh keakraban.

Penyerahan Piala Bupati Solok menjadi salah satu momen penting dalam kegiatan tersebut. Penghargaan bagi mobil terfavorit bukan hanya menjadi kebanggaan bagi pemenang, tetapi juga bentuk pengakuan terhadap kreativitas, keunikan kendaraan, dan partisipasi peserta yang ikut menyukseskan pertemuan otomotif tersebut.

Dukungan Bupati Jon Firman Pandu juga memperlihatkan bahwa kegiatan komunitas memiliki potensi lebih luas daripada sekadar ajang berkumpul. Jika dikelola secara berkelanjutan, pertemuan otomotif dapat menjadi sarana memperkenalkan destinasi unggulan Kabupaten Solok kepada masyarakat luar, sekaligus memperkuat citra daerah sebagai tujuan wisata yang menarik.

Alahan Panjang Resort menjadi lokasi yang mendukung daya tarik kegiatan tersebut. Berada di kawasan dataran tinggi dengan udara sejuk dan panorama alam yang memikat, destinasi ini menawarkan suasana berbeda bagi para peserta. Perpaduan antara wisata alam dan kegiatan otomotif memberikan pengalaman yang berpotensi menarik minat komunitas maupun wisatawan untuk berkunjung.

Potensi tersebut menjadi peluang bagi pelaku usaha di sekitar kawasan wisata. Kehadiran peserta dari berbagai daerah berpeluang meningkatkan kebutuhan terhadap makanan, minuman, penginapan, hingga layanan wisata lainnya. Meski dampak ekonomi tidak dapat dilepaskan dari jumlah pengunjung dan aktivitas belanja, kegiatan semacam ini membuka ruang bagi masyarakat setempat untuk ikut merasakan manfaat pariwisata.

Bagi Kabupaten Solok, menggabungkan promosi wisata dengan kegiatan komunitas merupakan salah satu cara memperluas jangkauan pemasaran destinasi. Komunitas otomotif memiliki jaringan pertemanan dan ruang komunikasi yang dapat membantu memperkenalkan keindahan Alahan Panjang melalui pengalaman langsung maupun dokumentasi kegiatan yang dibagikan kepada publik.

Pemerintah Kabupaten Solok berharap kegiatan serupa dapat terus digelar dan dikembangkan pada masa mendatang. Konsistensi penyelenggaraan, promosi yang lebih luas, serta keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi faktor penting agar agenda komunitas tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi daya tarik wisata yang berkelanjutan.

Melalui Swiss Van Sumatera Holiday Car Meet Up, Kabupaten Solok memiliki momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas otomotif, dan sektor pariwisata. Dukungan Jon Firman Pandu serta penyerahan Piala Bupati Solok menjadi bagian dari upaya mendorong kegiatan kreatif yang mempererat persaudaraan, memperkenalkan pesona Alahan Panjang, dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Doni Harsiva Yandra Sosialisasikan Perda Penanggulangan Bencana, Warga Koto Berapak Diajak Siaga Hadapi Risiko Bencana    
Senin, Oktober 19, 2026

On Senin, Oktober 19, 2026

Doni Harsiva Yandra Sosialisasikan Perda Penanggulangan Bencana, Warga Koto Berapak Diajak Siaga Hadapi Risiko Bencana
Sosialisasi Perda Provinsi Sumatera Barat Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penanggulangan Bencana di Jalan Rumah Panjang Gunung Cerek, Nagari Koto Berapak, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu siang (18/10/2026). (Fotdok: Idris). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ancaman bencana membutuhkan kesiapsiagaan nyata, bukan sekadar respons ketika musibah terjadi. Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat, Doni Harsiva Yandra, S.IP., M.E., mengajak masyarakat memperkuat kesadaran dan kesiapan menghadapi bencana melalui Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penanggulangan Bencana di Jalan Rumah Panjang Gunung Cerek, Nagari Koto Berapak, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu siang (18/10/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum untuk menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus dimulai dari kesiapsiagaan sebelum bencana datang. Doni menekankan pentingnya pemahaman terhadap regulasi penanggulangan bencana agar masyarakat mengetahui langkah yang perlu dilakukan untuk mengurangi risiko serta meminimalkan dampak yang dapat mengancam keselamatan jiwa, harta benda, dan lingkungan.

Menurut Doni Harsiva Yandra, penanggulangan bencana tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem kesiapsiagaan yang kuat, mulai dari mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar, memahami langkah mitigasi, hingga mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika situasi darurat terjadi.

“Penanggulangan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, pemahaman terhadap regulasi dan langkah-langkah mitigasi bencana menjadi hal penting untuk membangun kesadaran bersama dalam mengurangi risiko serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan,” ujar Doni.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Sekretaris Dinas BPBD Provinsi Sumatera Barat, Ilham Wahab, S.Sos., Wali Nagari Koto Berapak, Lazuardi, Ketua Bamus Yurizal, tokoh masyarakat, ninik mamak, bundo kanduang, kalangan pemuda dan pemudi, serta masyarakat setempat. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas elemen dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana hingga ke tingkat nagari.

Keterlibatan BPBD Provinsi Sumatera Barat juga memberikan penguatan pemahaman mengenai tahapan penanggulangan bencana, mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan darurat, hingga pemulihan pascabencana. Pengetahuan tersebut penting agar masyarakat tidak hanya memahami ancaman yang mungkin terjadi, tetapi juga mengenali peran dan tanggung jawab masing-masing dalam menghadapi kondisi darurat.

Doni berharap sosialisasi Perda Nomor 4 Tahun 2023 dapat mendorong tumbuhnya budaya sadar bencana di Nagari Koto Berapak. Peran pemerintah nagari, Bamus, tokoh adat, bundo kanduang, dan generasi muda dinilai penting untuk menyebarluaskan informasi serta membangun kebiasaan siaga bencana di lingkungan keluarga dan masyarakat. Kesiapsiagaan yang dibangun bersama diharapkan mampu membantu mengurangi kerentanan ketika bencana terjadi.

Lebih jauh, sosialisasi ini menjadi sarana memperkuat sinergi antara DPRD Provinsi Sumatera Barat, pemerintah daerah, BPBD, pemerintah nagari, dan masyarakat dalam mewujudkan penanggulangan bencana yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan. Pemahaman terhadap aturan perlu diikuti kesadaran untuk menerapkan langkah mitigasi sesuai kondisi dan potensi risiko di lingkungan masing-masing, sehingga upaya perlindungan masyarakat tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata.

“Dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami Perda sebagai sebuah regulasi, tetapi juga mampu menerapkan semangat kesiapsiagaan dan mitigasi bencana dalam kehidupan sehari-hari demi melindungi keselamatan jiwa, harta benda, dan lingkungan,” tutup Doni Harsiva Yandra. (*)

Editor: Zamri Yahya, WU

Eka Putra Buhari Dorong KNPI Padang Lahirkan Gagasan Baru, Musda Digelar 24 Oktober    
Senin, Oktober 19, 2026

On Senin, Oktober 19, 2026

Eka Putra Buhari Dorong KNPI Padang Lahirkan Gagasan Baru, Musda Digelar 24 Oktober
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Padang, Eka Putra Buhari, Ketua DPD KNPI Kota Padang, Muhammad Rayhan, Ketua Pelaksana Muhammad Rizky bersama peserta. (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Konsolidasi pemuda menjadi sorotan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD KNPI Kota Padang yang dijadwalkan pada 24 Oktober 2026. Melalui Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (Rapimpurda) yang digelar di Hotel Padang, Minggu (18/10/2026), organisasi kepemudaan ini memperkuat persatuan sekaligus menyiapkan langkah strategis untuk menentukan arah organisasi ke depan.

Rapimpurda tersebut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Padang, Eka Putra Buhari, Ketua DPD KNPI Kota Padang, Muhammad Rayhan, Ketua Pelaksana Muhammad Rizky, serta perwakilan 29 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan Dewan Pengurus Kecamatan (DPK). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan gagasan di tengah beragam aspirasi organisasi kepemudaan.

Kehadiran 29 OKP dan DPK menjadi bagian penting dalam proses konsolidasi menjelang Musda. Dari total 51 OKP dan 11 DPK yang berada di bawah naungan DPD KNPI Kota Padang, partisipasi tersebut menunjukkan adanya keterlibatan berbagai unsur pemuda dalam membahas masa depan organisasi. Tantangannya adalah memastikan perbedaan pandangan tidak menjadi penghalang bagi terbangunnya kekuatan bersama.

Kadispora Kota Padang, Eka Putra Buhari, menegaskan bahwa KNPI memiliki posisi strategis sebagai wadah berhimpunnya pemuda untuk menyatukan ide, gagasan, dan energi positif. Menurutnya, organisasi kepemudaan perlu terus membangun kolaborasi dengan pemerintah serta berbagai pemangku kepentingan agar kontribusi generasi muda semakin nyata dalam pembangunan daerah.

Eka berharap Rapimpurda mampu melahirkan gagasan segar sekaligus tokoh-tokoh yang dapat membawa organisasi kepemudaan menjadi lebih maju. “Rapimpurda ini diharapkan mampu melahirkan gagasan dan tokoh yang dapat memajukan organisasi kepemudaan. Solidaritas dan kebersamaan perlu diperkuat di tengah perbedaan pandangan untuk menjadi Satujuan,” ujarnya. Pesan tersebut menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh struktur, tetapi juga oleh kemampuan menjaga persatuan.

Dukungan Pemerintah Kota Padang terhadap kiprah pemuda juga diarahkan pada program-program yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Eka menyebut peluang kolaborasi dalam pengembangan ekonomi, gastronomi, serta program Padang Balomba, Jelajah Padang, Smart Surau, dan Padang Juara. Ruang kolaborasi ini dapat menjadi kesempatan bagi pemuda untuk terlibat lebih aktif dalam menggerakkan potensi kota, mulai dari kreativitas hingga promosi budaya dan kuliner.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kota Padang, Muhammad Rayhan, mengajak seluruh OKP menjaga kerukunan dan saling menghargai perbedaan. Ia menilai perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan organisasi, tetapi harus disikapi secara dewasa agar tidak berkembang menjadi perpecahan. “Mari seluruh OKP bersama-sama menjaga kerukunan, menghindari perpecahan, serta mendukung pengembangan gastronomi Kota Padang agar semakin dikenal luas hingga tingkat internasional,” katanya.

Rayhan juga menekankan pentingnya peran pemuda dalam mengangkat gastronomi Padang agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. Potensi kuliner yang telah menjadi bagian dari identitas daerah dinilai dapat dikembangkan melalui kreativitas, promosi, dan kerja sama lintas organisasi. Dengan dukungan pemuda, pengembangan gastronomi diharapkan tidak hanya memperkuat citra kota, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Menjelang Musda pada 24 Oktober 2026, Rapimpurda menjadi momentum bagi DPD KNPI Kota Padang untuk memperkuat konsolidasi, merawat kebersamaan, dan merumuskan kontribusi yang lebih konkret bagi pembangunan. Harapannya, seluruh elemen pemuda dapat menjadikan perbedaan sebagai sumber gagasan, bukan pemicu perpecahan. Semangat “Satujuan” pun menjadi pesan utama: pemuda Padang perlu bersatu, bergerak, dan mengambil peran nyata bagi kemajuan daerah. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Beri Dukungan Moral Bagi Atlet SOIna Sumbar, Gubernur Mahyeldi Hadir di Kupang    
Senin, Oktober 19, 2026

On Senin, Oktober 19, 2026

Beri Dukungan Moral Bagi Atlet SOIna Sumbar, Gubernur Mahyeldi Hadir di Kupang
Mahyeldi datang didampingi oleh Ketua TP PKK Sumbar Ny. Harneli Mahyeldi dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumbar dan Kepala Badan Penghubung Provinsi Sumbar. (Foto: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menghadiri Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II di Nusa Tenggara Timur (NTT) Sabtu, (17/10/2026). Kehadiran Mahyeldi tersebut bertujuan untuk memberikan dukungan moral kepada para atlet disabilitas asal Sumbar agar menjadi lebih bersemangat selama mengikuti ajang tersebut.

"Kita hadir untuk memberi semangat bagi para atlet kita yang tengah berjuang meraih prestasi untuk mengharumkan nama daerah," ucap Mahyeldi.

Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi datang didampingi oleh Ketua TP PKK Sumbar Ny. Harneli Mahyeldi dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumbar dan Kepala Badan Penghubung Provinsi Sumbar. Mahyeldi melihat, para atlet dari berbagai daerah bertanding dengan penuh semangat, kendati demikian, ia menilai para atlet tampak sangat menjaga semangat spotivitas dalam bertanding.

Selain menyambangi para atlet asal Sumbar untuk memberi motivasi, Gubernur Mahyeldi juga mendapat kehormatan dari panitia penyelenggara. Ia diminta untuk mengalungkan medali kepada para pemenang salah satu lomba.

"Alhamdulillah kita melihat semua bertanding dengan penuh semangat. Tadi, kita juga sempat mengalungkan medali kepada para pemenang salah satu lomba," ungkap Mahyeldi.

PESONAS II ini diselenggarakan mulai tanggal 14 hingga 18 Oktober, dengan melibatkan lebih dari 1.000 atlet yang berasal dari 22 provinsi di Indonesia. Adapun 22 provinsi yang terlibat dalam PESONAS II NTT tahun 2026 itu antara lain, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Aceh, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten.

Kemudian DI Yogyakarta, NTT, Bali, NTB, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Lampung, dan Jambi.

Sebelumnya, Ketua Panitia PESONAS II NTT Tahun 2026, Reny Marlina mengatakan pemyelenggaraan kegiatan ini menjadi ajang untuk menyiapkan atlet disabilitas intelektual Indonesia untuk berkompetisi pada Special Olympics Word Games (SOWG) tahun 2027 yang akan diselenggarakan di Santiago, Chile.

"Kegiatan ini menjadi ajang seleksi bagi atlet SOIna untuk mewakili Indonesia pada Olimpiade Disabilitas Intelektual tingkat dunia di Santiago, Chile pada Bulan Oktober tahun 2027 mendatang," ujar Ketua Panitia PESONAS II NTT Tahun 2026, Reny Marlina.

Terkait dengan venue pertandingan, Reny menyebut itu dipusatkan di GOR Flobamora Kupang, Stadion Oepoi Kupang, Grand Arena House of Pingpong, Jungle Arena Sport Center, dan Pitoby Sport Center. Sedangkan cabang olahraga yang dipertandingkan dalam PESONAS II antara lain, sepak bola, bulu tangkis, atletik, senam ritmik, bocce, tenis meja, dan renang.

"Seluruh venue juga sudah diverifikasi oleh tim dari Pengurus Pusat SOIna dan telah dinyatakan layak," ungkap Reny.

Adapun tema yang diangkat dalam Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II di Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2026 ini adalah "Akulah Bintang Dunia : Dari Kupang ke Santiago". (Adpsb/bud)

Iqra Chissa Soroti Tantangan Digital, Ketahanan Keluarga Jadi Kunci Selamatkan Generasi Muda    
Senin, Oktober 19, 2026

On Senin, Oktober 19, 2026

Iqra Chissa Soroti Tantangan Digital, Ketahanan Keluarga Jadi Kunci Selamatkan Generasi Muda
Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Sumatera Barat Nomor 17 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga di Gedung Pertemuan DPD Golkar Kota Padang, Minggu (18/10/2026). (Fotdok: Idris). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ancaman terhadap tumbuh kembang anak di era digital tak bisa dianggap sepele. Di tengah derasnya arus informasi, perubahan perilaku sosial, dan kemudahan akses konten digital, keluarga dituntut semakin kuat agar anak tidak kehilangan arah. Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Iqra Chissa, menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi membangun generasi muda yang berkarakter, mandiri, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Iqra saat menyosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Sumatera Barat Nomor 17 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga di Gedung Pertemuan DPD Golkar Kota Padang, Minggu (18/10/2026). Sosialisasi ini menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat bahwa ketahanan keluarga bukan sekadar urusan rumah tangga, melainkan bagian penting dari pembangunan sosial yang membutuhkan perhatian bersama.

Menurut Iqra, keluarga merupakan benteng pertama dalam membentuk karakter anak. Ketika komunikasi antara orang tua dan anak melemah, pendampingan berkurang, serta lingkungan rumah tidak memberikan teladan yang baik, proses pembentukan karakter dapat menghadapi tantangan lebih besar. Karena itu, orang tua perlu hadir bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga memberikan perhatian, kasih sayang, arahan, dan pengawasan yang memadai.

Perkembangan teknologi informasi, kata Iqra, menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Internet dapat membuka akses pendidikan dan pengetahuan, tetapi anak juga berpotensi terpapar konten yang tidak sesuai dengan usia mereka. Pengawasan penggunaan gawai pun tidak cukup dilakukan dengan larangan semata. Orang tua perlu membangun komunikasi terbuka, memahami aktivitas digital anak, serta memberikan pendampingan sesuai tahap perkembangan mereka.

“Ketahanan keluarga harus dimulai dari lingkungan rumah. Orang tua perlu membangun komunikasi yang baik, memberikan teladan, dan mendampingi anak dalam menghadapi perkembangan zaman,” ujar Iqra. Pesan ini menegaskan bahwa pengasuhan yang positif membutuhkan keterlibatan nyata orang tua. Anak perlu didengarkan, dihargai, dan diarahkan agar mampu memahami batasan serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Iqra juga mengingatkan bahwa ketahanan keluarga tidak dapat diukur hanya dari kemampuan memenuhi kebutuhan ekonomi. Kedekatan emosional, waktu berkualitas bersama anak, penanaman nilai moral, dan pola komunikasi yang sehat memiliki peran besar dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Ia mendorong orang tua menghindari perkataan yang merendahkan anak, terutama ketika menghadapi persoalan keluarga, karena sikap tersebut dapat memengaruhi kepercayaan diri dan hubungan emosional mereka.

Di sisi lain, penguatan keluarga harus dibarengi peningkatan kesejahteraan. Iqra mendorong masyarakat memanfaatkan program pemerintah daerah yang mendukung ekonomi keluarga agar kebutuhan dasar dapat terpenuhi dengan lebih baik. Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada perempuan kepala keluarga melalui akses pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi. Langkah tersebut diharapkan membuka peluang kemandirian sekaligus memperkuat kemampuan keluarga menghadapi tekanan ekonomi.

Bagi Iqra, Perda Sumatera Barat Nomor 17 Tahun 2018 harus menjadi landasan yang mendorong upaya nyata, bukan sekadar aturan di atas kertas. Pelaksanaannya membutuhkan sinergi pemerintah daerah, lembaga terkait, dan masyarakat agar program ketahanan keluarga benar-benar menjawab kebutuhan warga. Edukasi pengasuhan, dukungan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta pendampingan keluarga perlu berjalan seiring untuk menciptakan lingkungan yang lebih mendukung tumbuh kembang anak.

Iqra berharap penguatan ketahanan keluarga menjadi tanggung jawab bersama demi masa depan Sumatera Barat. Keluarga yang harmonis, orang tua yang hadir, pengasuhan yang positif, dan kesejahteraan yang terus diperjuangkan merupakan fondasi penting bagi lahirnya generasi muda yang tangguh. Di tengah tantangan digital yang terus berkembang, pesan Iqra jelas: membangun masa depan tidak cukup hanya dengan kemajuan teknologi, tetapi juga membutuhkan keluarga yang kuat, peduli, dan mampu menjadi tempat terbaik bagi anak untuk bertumbuh. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU