HEADLINE
Warga Kuranji dan Pauh Dilanda Kekeringan Sepekan Terakhir, Ini Kata Anggota DPRD Padang Rafdi    
Jumat, Januari 23, 2026

On Jumat, Januari 23, 2026

Warga Kuranji dan Pauh Dilanda Kekeringan Sepekan Terakhir, Ini Kata Anggota DPRD Padang Rafdi
Anggota DPRD Kota Padang, Rafdi saat rapat kerja Komisi II DPRD Padang dengan mitra kerja terkait penanganan pasokan air bersih pascabencana hidrometeorologi. 

BENTENGSUMBAR.COM - Warga di Kecamatan Kuranji dan Pauh dilanda kekeringan sepekan terakhir. Sumur warga mengering seiring tak mengalirnya air pada saluran irigasi pascaruntuhnya bendungan Gunung Nago akibat banjir bandang 28 November 2025 lalu. "Warga di dua kecamatan ini, sumber air warganya dari sumur yang berasal dari air permukaan. Sejak jaringan irigasi tak lagi dialiri air, sumur juga kehilangan sumber mata airnya," ungkap anggota Komisi II DPRD Padang, Rafdi. 

Hal itu disampaikannya, saat rapat kerja Komisi II DPRD Padang dengan mitra kerja terkait penanganan pasokan air bersih pascabencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang, akhir November 2025 lalu. Rapat dipimpin Ketua DPRD Padang, Muharlion didampingi Rachmad Wijaya (ketua Komisi II), Mizwar Jambak (wakil ketua) dan Arnedi Yarmen (sekretaris). Dari Pemko Padang, dihadiri Tri Hadi Yanto (Kadis PUPR) beserta tiga orang Kabid, Marzuki, Novianti dan Well of Sanora. Kemudian, Kepala BPBD, Hendri Zulfiton, Hendra Pebrizal (Dirut Perumda AM), serta perwakilan dari Dinas Perkim, Febriani Rusyda dan Berliani Osmeiri. 

Ditegaskan Rafdi, secara pribadi, dirinya sudah kewalahan menampung aspirasi warga yang meminta pasokan air bersih dari dua kecamatan itu. 

Ketua Fraksi PKS DPRD Padang ini mengaku, sejak sepekan terakhir tak henti memasok air bersih dengan tandon yang dibawa dengan mobil pikap. "Untuk solusi jangka pendek, sebenarnya telah dilakukan dengan membuat jalur air ke saluran irigasi di bendungan Gunung Nago. Namun, gagal seiring banjir yang kembali melanda tanggal 2 Januari 2026. Tanggul sementara yang difungsikan untuk mengaliri air ke saluran irigasi, jebol sepanjang 10 meter. Sayangnya, tanggul yang jebol itu, tak kunjung diperbaiki Pemko Padang. Kami heran juga, kenapa setelah dibantu Pemprov Sumbar untuk membuat tanggul sementara, lalu jebol, malah terkesan dibiarkan saja," terang Rafdi.

"Padahal, dengan mengalirnya air di saluran irigasi, akan membuat sumur warga kembali mengalir mata airnya. Karena, sumur warga di dua kecamatan ini, mayoritas merupakan air permukaan," tegas wakil rakyat dari Dapil Kecamatan Pauh dan Lubuk Kilangan itu. 

Rafdi memahami, Perumda AM Padang tidak bisa melayani warga di dua kecamatan itu secara langsung. Karena, mayoritas warga yang alami kekeringan, tidak tercatat sebagai pelanggan perusahaan air ledeng itu. "Karena bukan pelanggan Perumda AM, kita minta Pemko Padang untuk memasok air bersih pada daerah terdampak kekeringan ini. Apakah itu dipasok truk air milik BPBD, Damkar atau melalui hidrant umum (HU) milik Dinas PUPR," tegas Rafdi.

Merespon kasus kekeringan yang disampaikan Rafdi ini, Kadis PUPR Padang, Tri Hadi Yanto menyebut, dirinya akan segera berkoodinasi dengan Pemprov Sumbar dan Balai Wilayah Sungai (BWS) V. Tri saat dikonfirmasi usai rapat kembali menegaskan, Dinas PUPR Padang tidak bisa ikut berkontribusi mengatasi jebolnya tanggul sementara sepanjang 10 meter itu, terkait kewenangan penanganan sungai yang ada di lingkup pemerintahan provinsi dan BWS. (*)

Wakil Ketua DPRD Sumbar Hadiri HUT ke-7 GEKRAFS di Huntara Limau Manis, Evi Yandri: Ini Bentuk Kepedulian yang Patut Dicontoh    
Jumat, Januari 23, 2026

On Jumat, Januari 23, 2026

Wakil Ketua DPRD Sumbar Hadiri HUT ke-7 GEKRAFS di Huntara Limau Manis, Evi Yandri: Ini Bentuk Kepedulian yang Patut Dicontoh
Evi Yandri mengapresiasi langkah GEKRAFS yang memilih merayakan hari jadinya dengan kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Melalui peringatan HUT ke-7 ini, GEKRAFS menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam penguatan ekonomi kreatif nasional, sekaligus mengambil peran aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, khususnya di daerah-daerah yang terdampak bencana.

Hal itu terungkap pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) yang digelar di Hunian Sementara (Huntara) Limau Manis, Kota Padang, Kamis (22/1).

Hadir pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy, Anggota DPR RI Andre Rosiade, jajaran pengurus DPP GEKRAFS, serta para Wakil Ketua Umum GEKRAFS, yakni Melly Goeslaw, Raffi Ahmad, dan Laja Lapian. 

Hadir pula Wakil Menteri UMKM Helvi Moriza, Dewan Penyantun, Dewan Pakar, Dewan Penasihat, Dewan Pembina, serta pengurus dan anggota DPW GEKRAFS Sumatera Barat.

Peringatan HUT GEKRAFS tahun ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, namun juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Di antaranya peletakan batu pertama pembangunan Masjid Nusantara, penyerahan simbolis sejumlah bantuan, serta kegiatan bermain dan hiburan bersama anak-anak pengungsi.

Evi Yandri mengapresiasi langkah GEKRAFS yang memilih merayakan hari jadinya dengan kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. 

Menurutnya, kehadiran organisasi ekonomi kreatif di tengah masyarakat terdampak bencana menunjukkan kepedulian nyata sekaligus memberi harapan bagi pemulihan sosial dan ekonomi warga. “Ini bentuk kepedulian yang patut dicontoh. GEKRAFS tidak hanya berbicara tentang ekonomi kreatif, tetapi juga hadir langsung membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Evi Yandri di sela kegiatan. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH., WU

Muharlion Tegaskan DPRD Kota Padang Mendorong Agar Distribusi Air Bersih Dilakukan Secara Terpusat dan Terkoordinasi    
Jumat, Januari 23, 2026

On Jumat, Januari 23, 2026

Muharlion Tegaskan DPRD Kota Padang Mendorong Agar Distribusi Air Bersih Dilakukan Secara Terpusat dan Terkoordinasi
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menegaskan perlunya langkah cepat dan terkoordinasi untuk mengatasi krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang.

BENTENGSUMBAR.COM - Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menegaskan perlunya langkah cepat dan terkoordinasi untuk mengatasi krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang. Hal tersebut disampaikannya usai rapat kerja Komisi II DPRD Padang dengan instansi terkait, Kamis (22/01/2026) dengan pembahasan krisis air bersih di Kota Padang.

Muharlion menyebutkan, dari hasil rapat telah disepakati beberapa kesimpulan penting. Untuk pelanggan PDAM, ia meminta Perumda Air Minum fokus mengoptimalkan armada mobil tangki (M4) agar pelayanan air bersih dapat dilakukan secara maksimal kepada masyarakat yang belum terlayani jaringan perpipaan. “Dengan ketersediaan air baku yang ada, termasuk pengaturan pengisian mobil tangki, PDAM harus benar-benar fokus melayani pelanggan yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, bagi masyarakat yang bukan pelanggan PDAM yang terdampak akibat sumur mengering, DPRD mendorong agar distribusi air bersih dilakukan secara terpusat dan terkoordinasi. Menurut Muharlion, sistem satu komando dan satu pintu sangat penting agar tidak terjadi tumpang tindih distribusi.

Wilayah terdampak kekeringan, lanjutnya, cukup luas, mencakup Kecamatan Kuranji, Pauh, serta sebagian wilayah Padang Timur. Untuk pengambilan air, ia menyarankan agar wilayah Kuranji tidak mengambil air dari Pauh karena antrean yang cukup panjang, melainkan melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA) Palukahan. “Air sudah bisa diambil di IPA Palukahan. Tinggal diatur komunikasinya oleh kepala BPBD agar distribusinya berjalan lancar dan merata,” jelasnya.

Selain langkah jangka pendek melalui pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki, Muharlion juga menekankan pentingnya solusi jangka menengah dan panjang melalui pembangunan sumur bor. Ia mengungkapkan bahwa Balai terkait telah membuka peluang untuk pembangunan sumur bor dan meminta agar data kebutuhan segera disiapkan. “Pembuatan sumur bor membutuhkan waktu, sekitar dua hingga tiga minggu. Karena itu, kita dorong Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) untuk segera berkoordinasi dengan balai agar proses ini dipercepat,” katanya.

Muharlion menilai, distribusi air dengan mobil tangki tidak bisa sepenuhnya menjamin kebutuhan harian masyarakat karena kemungkinan hanya bisa dilakukan satu hingga dua hari sekali. Padahal, kebutuhan air bersih bersifat harian dan mendesak. “Kalau sumur bor bisa cepat direalisasikan, masyarakat akan lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan air. Apalagi kemarau ini bisa berlangsung cukup lama, bahkan hingga menjelang Ramadan,” ujarnya.

Ia menargetkan, sebelum bulan Ramadan, setidaknya 60 persen wilayah terdampak sudah dapat tertangani melalui pembangunan sumur bor. Sementara sisanya masih dapat dibantu melalui suplai air bersih menggunakan mobil tangki. Dari hasil pendataan sementara, jumlah titik terdampak diperkirakan mencapai sekitar 200 titik. Untuk mengejar target tersebut, Muharlion membuka kemungkinan melibatkan kontraktor dari luar daerah jika kapasitas kontraktor lokal tidak mencukupi. “Yang terpenting sekarang adalah kecepatan. Kalau perlu, kita libatkan tenaga dari luar. Kita ingin persoalan ini cepat selesai agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan air bersih,” pungkasnya. (*)

Perkuat Gerakan Pramuka, Kwartir Ranting 031603 Pariaman Selatan Gelar Raker dan Pelantikan DKR    
Jumat, Januari 23, 2026

On Jumat, Januari 23, 2026

Perkuat Gerakan Pramuka, Kwartir Ranting 031603 Pariaman Selatan Gelar Raker dan Pelantikan DKR
Rapat Kerja Ranting perdana sekaligus melantik Dewan Kerja Ranting (DKR) di aula Kantor Camat Pariaman Selatan, Kamis (22/1/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
- Pasca dilantik oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) 0316 Gerakan Pramuka Kota Pariaman, pada 30 Desember 2025 lalu, Kwartir Ranting 031603 Gerakan Pramuka Kecamatan Pariaman Selatan menggelar Rapat Kerja Ranting perdana sekaligus melantik Dewan Kerja Ranting (DKR) di aula Kantor Camat Pariaman Selatan, Kamis (22/1/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut visi dan misi kwartir ranting dalam memajukan Gerakan Pramuka di tingkat Kecamatan Pariaman Selatan.

Rapat kerja dan pelantikan DKR dibuka  Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran) Kecamatan Pariaman Selatan,  Muhammad Farid Marwan.

Dalam sambutannya, Muhammad Farid mendorong DKR agar berperan aktif membangun karakter generasi muda dan menjadikan Pramuka Pariaman Selatan lebih unggul.

Diharapkan DKR dapat memberikan wadah terbaik untuk jenjang pendidikan pembentukan karakter ditingkat Kecamatan Pariaman Selatan dalam segi Gerakan Pramuka.

“Adik-adik harus siap dalam membangun dan membentuk karakter dalam pendidikan kepramukaan, bersedia untuk memajukan Pramuka di wilayah Kecamatan Pariaman Selatan. Mari bersinambung untuk kemajuan pramuka Pariaman Selatan ," ujarnya.

Sambutan tersebut menjadi motivasi bagi DKR untuk melangkah lebih maju dalam mengembangkan Gerakan Pramuka di Kecamatan Pariaman Selatan. 

Semangat yang diberikan mendorong mereka untuk tetap berpegang pada nilai Tri Satya dan Dasa Darma, sekaligus menumbuhkan jiwa kepemimpinan sesuai motto Scout Today, Leader Tomorrow sebagai bagian dari proses kaderisasi generasi Pramuka masa depan.

Rapat Kerja Ranting menyepakati sejumlah program kerja jangka pendek. Salah satunya pelaksanaan Jambore Ranting Kwartir Ranting 031603 Kecamatan Pariaman Selatan.

Kegiatan ini selaras dengan agenda Jambore Nasional dan bertujuan menjaring serta mempersiapkan penggalang berpotensi di tingkat kecamatan. (R/at)

Akibat Bencana Hidrometeorologi, Kerugian di Padang Capai Rp5,5 Triliun    
Jumat, Januari 23, 2026

On Jumat, Januari 23, 2026

Akibat Bencana Hidrometeorologi, Kerugian di Padang Capai Rp5,5 Triliun
Di Padang, infrastruktur rusak berat, ekonomi merosot, sejumlah perumahan ikut terdampak.

BENTENGSUMBAR.COM
– Bencana hidrometeorologi mengakibatkan kerusakan di mana-mana. Di Padang, infrastruktur rusak berat, ekonomi merosot, sejumlah perumahan ikut terdampak.

Wali Kota Padang Fadly Amran membenarkannya. Bencana yang melanda daerahnya pada 28 November 2026 lalu, telah menelan kerugian hingga triliunan rupiah. 

“Setelah diskusi bersama, total kerugian dan kerusakan tercatat mencapai sekitar Rp5,5 triliun,” ungkap Wali Kota Padang, Jumat (23/1/2026).

Rincian kerusakan dan kerugian yakni sektor perumahan. Sektor itu menelan kerugian sekitar Rp2,4 triliun. Kemudian sektor infrastruktur sebesar Rp2,7 triliun, sektor ekonomi Rp154 miliar, termasuk sektor sosial Rp93 miliar, dan lintas sektor Rp140 miliar.

Bencana banjir itu bahkan telah merusak ratusan rumah. Sebanyak 556 rumah rusak berat, 2.207 rusak sedang, dan 2.934 rusak ringan. Kemudian infrastruktur vital sebanyak 31 unit rumah, 13 jembatan terdampak, 74.000 meter jalan rusak, termasuk 22 bendungan.

Tidak itu saja. Lima unit gedung pemerintahan ikut terdampak. Kemudian fasilitas pendidikan, kesehatan, rumah ibadah, irigasi, drainase, sistem air bersih, pertanian dan perikanan. 

Bencana hidrometeorologi berdampak pada 67.563 jiwa. Pemko Padang telah menyediakan hunian tetap (huntap) di Balai Gadang dan Kecamatan Pauh. 

Kebutuhan huntap yang harus disediakan Pemko Padang yakni 800 unit. Huntap tersebut untuk merelokasi warga yang ada di bibir sungai.(Charlie)

PSP Padang Patahkan Lawan Di Laga Perdana    
Jumat, Januari 23, 2026

On Jumat, Januari 23, 2026

PSP Padang Patahkan Lawan Di Laga Perdana
Laga perdana Liga 4 Sumatera Barat yang ditabuh di Stadion Haji Agus Salim Padang berlangsung sengit.

BENTENGSUMBAR.COM
- Kesebelasan berjuluk "Pandeka Minang", PSP Padang akhirnya mematahkan perlawanan lawannya, Josal FC, Kamis (22/1/2026). Laga perdana Liga 4 Sumatera Barat yang ditabuh di Stadion Haji Agus Salim Padang berlangsung sengit.

Begitu pluit panjang dibunyikan wasit, penggawa PSP Padang langsung mengambil inisiatif serangan. Serangan dari sayap kiri dan kanan menggedor pertahanan Josal FC. 

Terbukti, di menit ketujuh, seorang pemain PSP Padang, Feruzen Maulana mampu menjebol gawan Josal FC. Tendangannya dari luar kotak penalti meluncur deras ke sisi kiri gawan Josal FC.

Keunggulan satu gol membuat kesebelasan PSP terus termotivasi melakukan serangan. Serangan bertubi-tubi terus dilancarkan dari pertahanan kiri dan kanan Josal FC. Sayangnya, serangan itu tak berlangsung lama. Selepas 15 menit pertandingan digelar,  PSP mengendorkan serangan. 

Kendornya serangan PSP Padang dimanfaatkan Josal FC. Serangan kemudian diambil alih pemain Josal FC. Sayang, penyelesaian akhir yang kurang matang membuat Josal FC tidak mampu menciptakan gol hingga babak pertama berakhir. 

Di babak kedua, PSP Padang kembali mendominasi serangan. Carrel Sayadef kembali menambah keunggulan PSP Padang di menit ke 74. Sundulan kepalanya menghunjam ke gawang Josal FC. 

Tak mau ketinggalan, Josal FC meningkatkan intensitas serangan. La Ode Muhammad Harun berhasil mengeksekusi penalti yang diberikan wasit. Hingga akhir pertandingan, skor tidak berubah, 2-1 untuk kemenangan PSP Padang di laga perdana Liga 4 Sumatera Barat.(Charlie)

Lawan Krisis Hidrometeorologi, Kota Padang Mulai Gerakan Tanam Sejuta Pohon    
Jumat, Januari 23, 2026

On Jumat, Januari 23, 2026

Lawan Krisis Hidrometeorologi, Kota Padang Mulai Gerakan Tanam Sejuta Pohon
Penjabat (Pj) Sekda Kota Padang, Raju Minropa. 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kerusakan ekosistem di hulu sungai pasca-bencana hidrometeorologi akhir tahun lalu telah memicu krisis air bersih di sejumlah titik di Kota Padang. 

Kondisi itu menjadikan ibu kota Provinsi Sumbar itu kemudian dipilih sebagai lokasi launching dan penanaman perdana "Sejuta Pohon untuk Sumbar 2026" yang digagas Rumah Aktivis Sejahtera. Kegiatan itu berlangsung di Pemandian Jembatan Sitapuang, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kamis (22/1/2026). 

"Penghijauan kembali kawasan hutan dan hulu sungai merupakan solusi mutlak untuk memperbaiki siklus air," kata Penjabat (Pj) Sekda Kota Padang, Raju Minropa yang hadir pada kegiatan itu.

Dikatakannya, bencana yang melanda Kota Padang pada November dan Desember lalu membuat terjadinha pergeseran aliran sungai yang menyebabkan jaringan irigasi terputus dan cadangan air tanah menurun drastis.

Data pemerintah menunjukkan terdapat 121 titik kekeringan yang tersebar di Kota Padang, dengan dampak terparah berada di wilayah Kecamatan Kuranji. Krisis ini menjadi pelik karena sekitar 80 persen masyarakat di daerah tersebut tidak terjangkau layanan PDAM dan selama ini hanya bergantung pada sumur gali.

"Sungai-sungai berpindah daerah alirannya sehingga jaringan irigasi terputus. Hal ini mengakibatkan sumur-sumur masyarakat kering. Saat ini fokus kita adalah memastikan kebutuhan air warga kembali terpenuhi," ujar Raju Minropa.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemkot Padang telah menyusun rencana aksi yang terbagi dalam dua tahap, yaitu distribusi air bersih melalui BPBD Kota Padang bersama BPBD Provinsi dan PMI yang terus mengoperasikan mobil tangki untuk menyuplai air bersih langsung ke pemukiman warga di 121 titik terdampak.

Untuk solusi permanen, mulai Sabtu  ini, pemerintah bekerja sama dengan Balai Pembangunan Kawasan Permukiman Sumbar akan membangun sumur bor di lima lokasi prioritas sebagai sumber air baru bagi warga non-PDAM.

"Selain itu, gerakan penanaman satu juta pohon yang berkolaborasi dengan Yayasan Rumah Aktivis Sejahtera diharapkan mampu mengembalikan fungsi resapan air di hulu. Melalui Dinas Pertanian yang juga membidangi urusan kehutanan, Pemkot berkomitmen mengawal pertumbuhan pohon-pohon ini demi ketahanan ekologi jangka panjang," tegasnya. 

Launching dan penanaman perdana  itu juga diikuti Gubernur Sumbar, Mahyeldi yang turut mengapresiasi langkah strategis dalam pemulihan ekologis pasca-bencana di Sumbar itu.  (Taufik)