HEADLINE
Bentuk Tim Khusus Lintas Sektor, Pemko Solok Siapkan Langkah Konkret Percepatan Ekonomi Daerah    
Rabu, Oktober 14, 2026

On Rabu, Oktober 14, 2026

Bentuk Tim Khusus Lintas Sektor, Pemko Solok Siapkan Langkah Konkret Percepatan Ekonomi Daerah
Seminar Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Barat yang berlangsung hangat di Bukittinggi pada Selasa (13/10/2026). (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Laju perekonomian Sumatera Barat kini berada di ambang babak baru yang penuh optimisme. Ditengah pesatnya dinamika pembangunan nasional, komitmen kuat ditunjukkan oleh para pemimpin daerah untuk memastikan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud secara nyata dan berkelanjutan.

Langkah strategis ini mengemuka secara kuat dalam gelaran Seminar Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Barat yang berlangsung hangat di Bukittinggi pada Selasa (13/10/2026). Forum bergengsi ini menjadi panggung sinergi bersama dalam merumuskan peta jalan percepatan ekonomi daerah.

Hadir secara langsung mewakili Kota Solok, Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal. Kehadiran beliau menegaskan tekad bulat Pemerintah Kota Solok untuk terus berada di garis depan dalam mengawal agenda-agenda besar percepatan pembangunan ekonomi di daerah.

Seminar nasional ini digelar bukan tanpa alasan mendasar, melainkan sebagai fondasi utama untuk memperkuat koordinasi dan harmonisasi antara pemerintah pusat dan daerah. Sinergi ini menjadi kunci mutlak untuk mengawal target pertumbuhan ekonomi nasional yang sangat ambisius, yakni mencapai angka 8 persen pada tahun 2029.

Dalam forum yang penuh dengan gagasan konstruktif tersebut, seluruh pemerintah daerah didorong untuk tidak lagi bertahan pada pola lama. Daerah dituntut mengambil langkah-langkah konkret, terukur, dan strategis agar potensi ekonomi lokal dapat tergarap secara maksimal.

Salah satu keputusan paling krusial dan menjadi sorotan utama dalam seminar ini adalah instruksi pembentukan Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah. Kehadiran tim ini diyakini akan menjadi "motor penggerak" baru yang mengakselerasi berbagai program prioritas di tingkat kabupaten dan kota.

Struktur tim khusus ini dirancang sangat solid untuk memastikan eksekusi kebijakan di lapangan berjalan tanpa hambatan. Tim ini akan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) sebagai Ketua, didampingi Kepala Bappeda sebagai Sekretaris, serta memperlibatkan seluruh perangkat daerah teknis terkait.

Tak hanya internal pemerintahan, kolaborasi ini semakin kuat dengan dilibatkannya jajaran TNI, Polri, Kejaksaan, hingga instansi vertikal lainnya. Sinergi lintas sektor secara terpadu ini menjadi jaminan bahwa iklim investasi dan kepastian hukum di daerah akan semakin kondusif.

Melalui kerja sama yang erat dan terarah ini, percepatan ekonomi di Sumatera Barat—khususnya Kota Solok—diharapkan berjalan efektif. Langkah nyata ini pada akhirnya bermuara pada peningkatan aktivitas roda ekonomi lokal serta muara utamanya: kesejahteraan masyarakat yang makin meningkat. (80) 

Pewarta: Oktryoni
Editor: Zamri Yahya, WU

Yota Balad Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, 35 Nelayan Pariaman Dibekali Ilmu Penting Sebelum Melaut    
Rabu, Oktober 14, 2026

On Rabu, Oktober 14, 2026

Yota Balad Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, 35 Nelayan Pariaman Dibekali Ilmu Penting Sebelum Melaut
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, meresmikan kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) yang diselenggarakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas III Maritim Teluk Bayur Padang, Rabu (14/10/2026). (Foto: Armaidi Tanjung). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Keselamatan nelayan saat melaut menjadi perhatian Pemerintah Kota Pariaman. Wali Kota Pariaman, Yota Balad, meresmikan kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) yang diselenggarakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas III Maritim Teluk Bayur Padang, Rabu (14/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula Balaikota Pariaman itu diikuti 35 nelayan untuk memperkuat pemahaman tentang cuaca dan kondisi laut.

Program ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan pengetahuan nelayan menghadapi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Bagi masyarakat pesisir, memahami kondisi alam bukan sekadar tambahan wawasan, melainkan bekal penting untuk menentukan waktu keberangkatan, memperhitungkan risiko, dan menjaga keselamatan selama mencari ikan di laut.

Dalam sambutannya, Yota Balad menegaskan bahwa Kota Pariaman memiliki potensi kelautan dan perikanan yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat. Karena itu, keberlangsungan aktivitas nelayan perlu didukung dengan pengetahuan yang memadai, termasuk kemampuan memahami informasi prakiraan cuaca dan kondisi perairan.

Menurutnya, kegiatan penangkapan ikan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor alam, mulai dari tinggi gelombang, kecepatan dan arah angin, hingga arus laut. Perubahan pada faktor-faktor tersebut dapat berdampak terhadap keselamatan pelayaran, keberhasilan penangkapan ikan, serta pendapatan nelayan. Pemahaman terhadap kondisi cuaca pun perlu menjadi bagian dari pertimbangan sebelum memutuskan untuk melaut.

Yota menilai, Sekolah Lapang Cuaca Nelayan merupakan salah satu bentuk edukasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat pesisir. Melalui kegiatan ini, nelayan diharapkan tidak hanya menerima informasi prakiraan cuaca, tetapi juga mampu memahami maknanya dan menggunakannya untuk mengambil keputusan secara lebih tepat.

Selain penguatan pengetahuan, Yota turut menyoroti potensi pemanfaatan teknologi mitigasi maritim di Kota Pariaman. Ia menyebut keberadaan HR Radar di Taman Anas Malik sebagai salah satu fasilitas yang diharapkan dapat mendukung kebutuhan informasi cuaca dan aktivitas perikanan apabila dapat difungsikan sesuai peruntukannya.

Ia berharap BMKG dapat membantu mengaktifkan fasilitas HR Radar tersebut. Menurut Yota, teknologi itu diharapkan dapat mendukung prakiraan cuaca bagi nelayan sekaligus membantu mendeteksi keberadaan kumpulan ikan di laut. Pemanfaatan teknologi secara optimal diharapkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan keselamatan dan produktivitas nelayan.

Kepada 35 peserta SLCN, Yota berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti sebagai materi pelatihan, tetapi benar-benar diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, terutama ketika mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum berangkat mencari ikan.

Melalui Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Pemerintah Kota Pariaman berharap literasi cuaca dan pemanfaatan teknologi maritim semakin berkembang di kalangan nelayan. Sinergi pemerintah daerah dan BMKG diharapkan dapat membantu masyarakat pesisir mengambil keputusan berdasarkan informasi yang lebih baik, sehingga keselamatan saat melaut semakin diperhatikan dan kesejahteraan nelayan dapat terus ditingkatkan. (*) 

Pewarta: Armaidi Tanjung
Editor: Zamri Yahya, WU

Terobos Jalur Ekstrim Pakai Trail, Wako Sawahlunto & Dandim Buka Akses Impian Warga Talawi!    
Rabu, Oktober 14, 2026

On Rabu, Oktober 14, 2026

Terobos Jalur Ekstrim Pakai Trail, Wako Sawahlunto & Dandim Buka Akses Impian Warga Talawi!
Momen bersejarah tersebut terpancar jelas saat Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, turun langsung bersama Komandan Kodim (Dandim) 0310/SS, Letkol Inf. Dicky Sakti Maulana, pada Selasa (13/10/2026). (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kabar gembira sekaligus angin segar akhirnya berembus bagi masyarakat di Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto. Setelah sekian lama merindukan kemudahan akses transportasi, impian ribuan warga untuk memiliki jalur penghubung antar-desa kini resmi menjadi kenyataan lewat langkah nyata di lapangan.

Momen bersejarah tersebut terpancar jelas saat Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, turun langsung bersama Komandan Kodim (Dandim) 0310/SS, Letkol Inf. Dicky Sakti Maulana, pada Selasa (13/10/2026). Kehadiran jajaran pimpinan ini menjadi bukti komitmen kuat pemerintah dan TNI dalam menjawab kebutuhan mendasar masyarakat.

Fokus utama peninjauan tersebut ditujukan pada proyek pembukaan jalan baru yang menghubungkan tiga wilayah sekaligus, yaitu Desa Datar Mansiang, Desa Tumpuak Tangah, dan Desa Batu Tanjung. Infrastruktur penting ini merupakan sasaran fisik utama dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130.

Langkah terobosan ini hadir untuk memangkas kendala mobilitas harian warga sekaligus memperlancar jalur angkut hasil pertanian. Keberadaan akses baru ini diyakini akan menjadi pendorong utama roda perekonomian para petani lokal yang selama ini kesulitan membawa komoditasnya ke pasar.

Aksi lapangan ini terasa makin memikat ketika Wali Kota Riyanda Putra bersama Dandim Letkol Inf. Dicky Sakti Maulana menembus medan dan menyusuri jalur anyar tersebut hingga titik nol kilometer menggunakan sepeda motor trail. Turut mendampingi dalam aksi penuh kebersamaan ini, Wakil Ketua DPRD Kota Sawahlunto, Jaswandi.

Tidak berhenti pada pembangunan jalan semata, rombongan kemudian bergerak menuju lokasi proyek kemanusiaan lainnya, yakni rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Batu Tanjung. Program ini menjadi bukti konkret bahwa TMMD ke-130 hadir untuk menyentuh langsung aspek kesejahteraan serta kelayakan hidup warga.

Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menegaskan bahwa pembukaan jalan melalui TMMD ini merupakan pijakan awal yang sangat krusial. Namun, ia mengingatkan bahwa langkah ini harus ditindaklanjuti dengan penguatan mutu infrastruktur agar asas manfaatnya bisa dirasakan secara optimal dan jangka panjang.

Sebagai langkah konkret berikutnya, Pemerintah Kota Sawahlunto siap memperjuangkan dan mengusulkan dukungan dari pemerintah pusat melalui program Instruksi Jalan Daerah (IJD). Pengusulan ini difokuskan untuk pekerjaan lanjutan berupa pengaspalan, sehingga jalur distribusi pertanian makin mulus tanpa hambatan.

Penggabungan dua agenda utama—pembukaan jalan dan rehabilitasi empat unit RTLH hasil kolaborasi TNI, Pemko, serta BAZNAS Provinsi Sumatera Barat—menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Program TMMD ke-130 di Kecamatan Talawi ini diyakini menjadi titik balik menuju kemajuan dan kesejahteraan Sawahlunto yang lebih merata. (*) 

Pewarta: Marjafri
Editor: Zamri Yahya, WU

Usai Rang Solok Baralek Gadang 2026, Ramadhani Kirana Putra Pimpin Aksi Bersih-Bersih Lapangan Merdeka    
Rabu, Oktober 14, 2026

On Rabu, Oktober 14, 2026

Usai Rang Solok Baralek Gadang 2026, Ramadhani Kirana Putra Pimpin Aksi Bersih-Bersih Lapangan Merdeka
Kegiatan diawali dengan apel gabungan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, S.E., M.M. (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
 - Sehari setelah perhelatan Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026 resmi ditutup, Pemerintah Kota Solok langsung bergerak membersihkan kawasan Lapangan Merdeka, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan fasilitas publik setelah berlangsungnya agenda besar daerah.

Kegiatan diawali dengan apel gabungan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, S.E., M.M. Apel tersebut diikuti seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Solok.

Dalam arahannya, Ramadhani Kirana Putra menegaskan pentingnya perencanaan yang matang dalam setiap pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah. Menurutnya, perencanaan yang baik menjadi fondasi agar kegiatan berjalan efektif, mencapai target, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Ia mengingatkan seluruh jajaran agar tidak mengabaikan tahap perencanaan. Setiap program harus dipersiapkan secara cermat sehingga pelaksanaannya memberikan hasil maksimal dan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Solok.

Selain menekankan pentingnya perencanaan, Wali Kota juga menyampaikan kabar mengenai Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Ia memastikan bahwa pemberian TPP bagi ASN pada 2027 tidak akan mengalami pengurangan. Kepastian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi pegawai untuk terus meningkatkan disiplin, kinerja, dan kualitas pelayanan publik.

Usai apel gabungan, seluruh peserta langsung melaksanakan gotong royong di kawasan Lapangan Merdeka dan lingkungan sekitarnya. Para kepala OPD bersama ASN membersihkan sisa-sisa kegiatan, mengumpulkan sampah, serta merapikan area yang sebelumnya digunakan untuk rangkaian acara RSBG 2026.

Aksi bersih-bersih ini menunjukkan bahwa tanggung jawab penyelenggaraan sebuah acara tidak berhenti ketika kegiatan resmi ditutup. Pemulihan kondisi lingkungan dan pemeliharaan fasilitas umum juga menjadi bagian penting agar ruang publik kembali bersih, tertata, dan nyaman dimanfaatkan masyarakat.

Keterlibatan pimpinan daerah, kepala OPD, dan ASN dalam kegiatan tersebut sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong. Pemerintah Kota Solok berharap kepedulian terhadap kebersihan tidak hanya muncul setelah acara besar, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Solok menegaskan komitmennya menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan perencanaan yang lebih baik, kedisiplinan ASN, dan budaya gotong royong yang terus dipelihara, Kota Solok diharapkan semakin bersih, nyaman, dan membanggakan. (80) 

Pewarta: Oktryoni
Editor: Zamri Yahya, WU

Rachmad Wijaya Pimpin Rapat Panas! DPRD Padang Bongkar Hasil Pertemuan dengan Pertamina soal Isu BBM    
Rabu, Oktober 14, 2026

On Rabu, Oktober 14, 2026

Rachmad Wijaya Pimpin Rapat Panas! DPRD Padang Bongkar Hasil Pertemuan dengan Pertamina soal Isu BBM
Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya ketika memberikan keterangan kepada awak media usai pimpin rapat didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan pihak pertamina. (Foto: By). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Isu hangat mengenai dugaan bahan bakar minyak (BBM) bercampur zat lain dan fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Padang akhirnya memicu tindakan cepat dari legislatif. 

Komisi II DPRD Kota Padang menggelar rapat penting dengan memanggil pihak Pertamina, dan Dinas Perdagangan Kota Padang, Rabu, 14 Oktober 2026, bertempay di rungan kerja Komisi II setempat. Hadir pada kesempatan itu Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, Ketua Komisi II Rachmad Wijaya, anggota Miswar Jambak, Arnedi Yarmen dan Yoserizal Effendi. 

Rapat intensif yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya, ini mengupas tuntas berbagai persoalan yang tengah meresahkan masyarakat. Berdasarkan hasil pertemuan tersebut, terungkap sejumlah fakta penting terkait perkembangan investigasi di lapangan yang dinantikan oleh publik. Kehadiran lintas instansi ini diharapkan mampu menghadirkan solusi konkret atas polemik BBM yang dikeluhkan warga.

Terkait kasus dugaan BBM yang tercampur zat lain hingga menyebabkan kendaraan konsumen mengalami mogok atau "ndut-ndutan", Rachmad Wijaya kepada awak media usai rapat menjelaskan bahwa sampel bahan bakar telah dikirimkan ke laboratorium Lemigas di pusat untuk diuji secara teknis. Kendati demikian, hingga saat ini hasil uji laboratorium tersebut belum keluar. Pihak DPRD menegaskan bahwa mereka belum bisa menyimpulkan letak kesalahan atau pihak yang bertanggung jawab secara pasti sebelum hasil uji lab resmi dirilis.

Meski hasil uji laboratorium masih dalam proses penantian, apresiasi diberikan kepada bentuk kepedulian Pertamina. Pihak Pertamina telah bergerak cepat dengan memberikan bantuan kepada masyarakat atau korban yang kendaraannya mengalami mogok serta gangguan akibat permasalahan BBM ini. Langkah humanis ini setidaknya dapat meringankan beban para pengendara yang terdampak langsung di jalanan Kota Padang.

Kualitas BBM dari Sisi Depot Dipastikan Aman

Berdasarkan evaluasi awal mengenai standar kualitas produk, pihak Pertamina memastikan bahwa kualitas BBM yang keluar dari Depot atau Fuel Terminal telah sesuai spesifikasi (on spec). Pengujian internal dari sisi suplai utama menunjukkan tidak adanya anomali kualitas sebelum BBM tersebut didistribusikan ke jaringan SPBU.

Menepis kekhawatiran publik bahwa seluruh SPBU di Padang bermasalah, langkah pengecekan menyeluruh telah dilakukan. Rachmad Wijaya menyebutkan bahwa pengambilan sampel di seluruh SPBU di Kota Padang telah tuntas dilaksanakan dan hasilnya dinyatakan aman. Hal ini menepis spekulasi liar bahwa seluruh jaringan SPBU di ibu kota provinsi Sumatera Barat ini terkontaminasi.

DPRD Kota Padang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh berbagai informasi yang belum teruji kebenarannya. Pihak legislatif berkomitmen mengawal kasus ini hingga tuntas dan transparan. Keputusan serta analisis mendalam terkait akar permasalahan baru akan diambil oleh dewan setelah data otentik berupa hasil uji lab Lemigas pusat diterima secara resmi.

Antrian di SPBU

Selain kasus dugaan kontaminasi zat lain, rapat ini juga menyoroti akar penyebab antrean panjang kendaraan yang kerap mengular di berbagai SPBU di Kota Padang. Koordinasi lintas instansi terus digenjot agar distribusi energi ini bisa kembali normal, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas serta kelancaran lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Komisi II DPRD Kota Padang berjanji tidak akan tinggal diam dan akan terus memantau perkembangan penanganan kasus ini secara berkala. Kolaborasi antara Dinas Perdagangan, Pertamina, dan perbankan pendukung seperti Bank Nagari juga diarahkan untuk memperkuat pengawasan distribusi serta perlindungan konsumen di sektor energi lokal.

Kasus ini menjadi pelajaran penting pentingnya sinergi antara pengawasan legislatif, ketegasan korporasi energi, dan perlindungan konsumen. Masyarakat Padang kini menaruh harapan besar agar hasil investigasi laboratorium segera diumumkan secara terbuka, sehingga kejelasan hukum serta rasa aman bagi para pengendara dapat segera pulih secepatnya. (*) 

Pewarta: Zamri Yahya, WU

Riyanda Putra Buka TMMD ke-130 di Sawahlunto, Sinergi TNI dan Warga Jadi Kunci Pembangunan Desa    
Rabu, Oktober 14, 2026

On Rabu, Oktober 14, 2026

Riyanda Putra Buka TMMD ke-130 di Sawahlunto, Sinergi TNI dan Warga Jadi Kunci Pembangunan Desa
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, memimpin upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 di wilayah Kodim 0310/SS. (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, memimpin upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 di wilayah Kodim 0310/SS. Upacara berlangsung di Lapangan Sepak Bola Talawi, Selasa (13/10/2026), sekaligus menandai dimulainya program kolaborasi pembangunan yang melibatkan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Dalam upacara tersebut, Riyanda Putra bertindak sebagai inspektur upacara. Pembukaan TMMD menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dalam mendukung pembangunan wilayah pedesaan serta menjawab kebutuhan masyarakat di daerah sasaran.

Program TMMD ke-130 tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup kegiatan pemberdayaan masyarakat. Melalui rangkaian program tersebut, kolaborasi TNI dan pemerintah daerah diharapkan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan warga.

Selain pembangunan fisik, TMMD juga menjadi wadah untuk memperkuat semangat gotong royong dan partisipasi masyarakat. Keterlibatan warga dalam proses pembangunan diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian bersama terhadap kemajuan lingkungan dan desa.

Pembukaan TMMD ke-130 di Talawi turut dihadiri Staf Ahli Kodam I/Bukit Barisan, Staf Ahli Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat, perwakilan Lanud Padang, serta perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat. Kehadiran unsur tersebut mencerminkan keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung pelaksanaan program.

Wakil Bupati Dharmasraya juga hadir bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sawahlunto. Turut hadir Komandan Kodim 0310/SS selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD yang berperan dalam pelaksanaan program di wilayah sasaran.

Selain unsur TNI dan pemerintah, kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP-PKK Kota Sawahlunto dan Ketua GOW Kota Sawahlunto. Kehadiran berbagai unsur ini memperlihatkan dukungan lintas kelembagaan terhadap program yang menghubungkan pembangunan, pemberdayaan, dan partisipasi masyarakat.

Melalui pelaksanaan TMMD ke-130 Tahun 2026, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan semakin kuat. Kerja sama tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendukung pemerataan pembangunan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah sasaran.

Dengan dimulainya TMMD ke-130 di Sawahlunto, masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat program melalui pembangunan yang sesuai kebutuhan serta kegiatan pemberdayaan yang berkelanjutan. Semangat gotong royong pun diharapkan terus tumbuh sebagai modal bersama dalam mendorong kemajuan wilayah pedesaan. (*) 

Pewarta: Marjafri
Editor: Zamri Yahya, WU

Tertibkan BBM Subsidi! Pemko Padang dan DPRD Ancam Sanksi Tegas Oknum Penyalahgunaan QR Code dan Tangki Modifikasi    
Rabu, Oktober 14, 2026

On Rabu, Oktober 14, 2026

Tertibkan BBM Subsidi! Pemko Padang dan DPRD Ancam Sanksi Tegas Oknum Penyalahgunaan QR Code dan Tangki Modifikasi
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, S.STP., M.M., menegaskan bahwa pihaknya memiliki kewenangan penuh untuk mengawal kuota BBM. (Foto: By). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Perdagangan terus memperketat pengawasan terhadap distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi agar tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak. Langkah strategis ini diambil menyusul masih ditemukannya berbagai kendala di lapangan, termasuk antrean panjang kendaraan yang berpotensi memicu kemacetan hingga kerawanan kecelakaan.

Usai rapat bersama Komisi II DPRD Kota Padang pada Rabu, 14 Oktober 2026, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, S.STP., M.M., menegaskan bahwa pihaknya memiliki kewenangan penuh untuk mengawal kuota BBM. Pengawasan ini dimulai dari depot hingga titik akhir penyaluran di stasiun pengisian bahan bakar agar jumlah serta takarannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Tim Satgas pengawasan yang terdiri dari unsur Dinas Perdagangan, kepolisian, hingga TNI, secara aktif memantau pendistribusian BBM jenis Pertalite dan biosolar hingga ke tangan end-user. Koordinasi lintas sektoral ini dipastikan akan terus diperkuat guna mencegah adanya penyalahgunaan, khususnya oknum pabrik atau gudang nakal yang kedapatan menggunakan BBM subsidi untuk proses produksi.

Selain pengawasan distribusi, Dinas Perdagangan juga memastikan seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Padang telah melalui uji tera secara rutin demi perlindungan konsumen. Berdasarkan data resmi, puluhan SPBU terdaftar di Padang telah lulus uji tera baik pada tangki maupun pompa penyalurannya, yang diukur secara berkala sesuai permintaan PT Pertamina.

Terkait masih maraknya antrean truk di sejumlah titik yang kerap dikeluhkan warga, Fizlan menjelaskan bahwa penerapan sistem QR Code pada pembelian BBM sebenarnya bertujuan untuk memvalidasi data kendaraan yang berhak mengisi. Melalui pemindaian QR Code, nomor polisi, jenis kendaraan, hingga foto fisik kendaraan akan langsung terdeteksi sehingga menutup celah bagi oknum tak bertanggung jawab untuk berbuat curang.

Sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan akibat antrean, Pemko Padang bersama Pertamina Patra Niaga telah menjalin kerja sama penyediaan kantong-kantong parkir khusus di kawasan tertentu seperti Koto Lalang. Program penataan parkir terpadu ini nantinya akan diduplikasi ke berbagai wilayah lain agar kendaraan tidak lagi memadati badan jalan dan membahayakan pengguna lalu lintas lainnya.

Pihaknya juga dengan tegas mengingatkan bahwa QR Code dan BBM subsidi hanya diperuntukkan bagi kendaraan yang benar-benar terdaftar dan sesuai spesifikasi aturan. Kendaraan tua, mati pajak, menggunakan tangki modifikasi, atau yang tidak terdaftar dipastikan melanggar aturan dan tidak boleh mengisi BBM bersubsidi di SPBU.

Sebagai warning keras, beberapa kasus penyalahgunaan QR Code dan tangki modifikasi di wilayah Sumatera Barat sebelumnya telah ditindak tegas oleh jajaran kepolisian seperti Polda Sumbar dan Polresta Padang. Pelaku-pelaku yang nekat menyelewengkan BBM subsidi ini dipastikan akan diproses secara hukum pidana demi keadilan masyarakat luas.

Melalui sinergi yang kuat antara Pemko Padang, DPRD, aparat penegak hukum, dan Pertamina, diharapkan distribusi energi subsidi di Kota Padang semakin transparan, tertib, dan tepat sasaran. Masyarakat juga diimbau untuk ikut aktif mengawasi serta melaporkan apabila menemukan indikasi penyimpangan di lapangan. (*) 

Pewarta: Zamri Yahya, WU