HEADLINE
Blank Spot Akhirnya Hilang! Tower BTS Telkomsel Resmi Aktif, Warga Talawi Mudiak Kini Bisa Internetan    
Senin, September 21, 2026

On Senin, September 21, 2026

Blank Spot Akhirnya Hilang! Tower BTS Telkomsel Resmi Aktif, Warga Talawi Mudiak Kini Bisa Internetan
Peresmian tower BTS Telkomsel tersebut dilakukan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, didampingi Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra. (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kabar gembira datang dari Desa Talawi Mudiak, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Persoalan blank spot dan keterbatasan jaringan internet yang selama ini dirasakan sebagian warga mulai teratasi setelah tower BTS Telkomsel di wilayah tersebut resmi dioperasikan, Sabtu (19/9/2026).

Peresmian tower BTS Telkomsel tersebut dilakukan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, didampingi Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra. Kehadiran infrastruktur telekomunikasi ini menjadi langkah penting dalam membuka akses komunikasi digital bagi masyarakat di kawasan yang sebelumnya belum mendapatkan layanan jaringan secara optimal.

Dengan beroperasinya tower BTS tersebut, warga sejumlah dusun di Desa Talawi Mudiak kini dapat menikmati akses jaringan yang lebih baik. Konektivitas internet diharapkan tidak hanya memudahkan komunikasi, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi, pekerjaan, pelayanan publik hingga kebutuhan pendidikan masyarakat.

Bagi masyarakat di daerah, akses internet bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan. Jaringan telekomunikasi telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari komunikasi keluarga, mencari informasi, menjalankan usaha, mengikuti pembelajaran hingga mengakses berbagai layanan digital.

Tower BTS Talawi Mudiak juga menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Kota Sawahlunto yang terus didorong dalam dua tahun terakhir. Sejumlah wilayah sebelumnya telah mendapatkan pembangunan tower, di antaranya Desa Kubang Tangah, Batu Tanjung dan Taratak Bancah.

Sementara itu, pembangunan tower di Desa Talago Gunuang juga tengah memasuki tahap persiapan. Langkah tersebut menunjukkan adanya upaya memperluas jangkauan jaringan telekomunikasi ke kawasan-kawasan yang sebelumnya masih menghadapi keterbatasan akses komunikasi digital.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mengatakan, pembangunan BTS di Talawi Mudiak merupakan hasil sinergi Pemerintah Kota Sawahlunto bersama Telkom Indonesia. Dukungan dan fasilitasi Andre Rosiade juga dinilai berperan dalam mengawal usulan pemerintah daerah kepada pihak Telkom.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan serta fasilitasi yang diberikan untuk Sawahlunto,” ujar Riyanda.

Menurut Riyanda, penguatan jaringan telekomunikasi merupakan bagian penting dari pembangunan daerah. Ketika akses internet semakin terbuka, masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk memanfaatkan teknologi digital dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, ekonomi, usaha dan pelayanan masyarakat.

Tidak berhenti pada pembangunan tower di Talawi Mudiak, Pemko Sawahlunto juga mengusulkan pembangunan satu tower tambahan di kawasan pusat kota. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas, terutama ketika terjadi peningkatan aktivitas masyarakat maupun saat Sawahlunto menggelar berbagai kegiatan dan event.

Usulan tersebut menjadi perhatian karena kebutuhan jaringan telekomunikasi dapat meningkat seiring mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. Ketersediaan jaringan yang memadai juga menjadi salah satu faktor pendukung bagi masyarakat maupun pelaku usaha dalam memanfaatkan berbagai layanan digital.

Pemko Sawahlunto, kata Riyanda, akan terus membangun koordinasi dengan DPR RI, kementerian, lembaga serta BUMN. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang dukungan program pembangunan sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik di Kota Sawahlunto.

Bagi warga Desa Talawi Mudiak, beroperasinya tower BTS Telkomsel menjadi perubahan penting setelah sebelumnya sejumlah wilayah menghadapi persoalan blank spot. Kini, akses komunikasi dan internet semakin terbuka sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas digital dengan lebih mudah.

Peresmian tower ini sekaligus memperlihatkan bahwa pemerataan akses internet di daerah membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah daerah, wakil rakyat, BUMN dan perusahaan telekomunikasi memiliki peran masing-masing dalam memastikan pembangunan infrastruktur digital dapat menjangkau masyarakat hingga ke kawasan yang sebelumnya mengalami keterbatasan jaringan.

Dengan semakin luasnya jaringan telekomunikasi, Sawahlunto terus bergerak menuju konektivitas digital yang lebih merata. Tower BTS Telkomsel di Talawi Mudiak bukan hanya berdiri sebagai infrastruktur komunikasi, tetapi juga menjadi pintu bagi masyarakat untuk memperoleh informasi, mengembangkan usaha, mendukung pendidikan dan memanfaatkan peluang ekonomi digital. (*) 

Pewarta: Marjafri
Editor: Zamri Yahya, WU

MTQ Nasional 2026 Berakhir, Sekda Sumbar Arry Yuswandi Siapkan Strategi Baru Menuju MTQ Nasional 2027    
Senin, September 21, 2026

On Senin, September 21, 2026

MTQ Nasional 2026 Berakhir, Sekda Sumbar Arry Yuswandi Siapkan Strategi Baru Menuju MTQ Nasional 2027
Arry Yuswandi usai menghadiri penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang. (Foto: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah, resmi berakhir pada Sabtu malam, 19 September 2026. Berakhirnya ajang bergengsi tingkat nasional tersebut menjadi momentum penting bagi Sumatera Barat (Sumbar) untuk melakukan evaluasi sekaligus menyusun strategi pembinaan menuju MTQ Nasional XXXII Tahun 2027 di DKI Jakarta.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekda Sumbar) Arry Yuswandi menegaskan, evaluasi terhadap kinerja Kafilah Sumbar harus dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, setiap hasil yang diperoleh di MTQ Nasional 2026 perlu dijadikan bahan untuk memperkuat pembinaan dan meningkatkan kualitas peserta Sumbar pada kompetisi Al-Qur’an tingkat nasional berikutnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Arry Yuswandi usai menghadiri penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang. Tidak menunggu waktu lama, Arry langsung memimpin rapat koordinasi bersama Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Sumbar Edi Dharma Syafni, Kabag Bina Mental Spiritual Marwansyah, official Kafilah Sumbar, serta jajaran Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumbar.

“Kita perlu melakukan evaluasi. Semua kelemahan kita pada tahun ini akan kita lakukan perbaikan-perbaikan untuk persiapan MTQ Nasional tahun depan,” ujar Arry Yuswandi.

Arry menilai, evaluasi tidak boleh berhenti pada pencatatan hasil perlombaan. Berbagai aspek mulai dari pola pembinaan, kesiapan peserta, kualitas pelatih, pemetaan cabang lomba hingga strategi menghadapi persaingan antardaerah perlu dikaji agar pembinaan Kafilah Sumbar semakin terarah dan berkelanjutan.

Karena itu, Arry meminta LPTQ Sumbar segera menggelar rapat kerja untuk menindaklanjuti hasil MTQ Nasional XXXI. Langkah tersebut dinilai penting agar pembinaan calon peserta MTQ Nasional 2027 dapat dilakukan lebih awal dengan program yang terukur dan sesuai kebutuhan masing-masing cabang.

“Kita minta LPTQ Sumbar segera melaksanakan rapat kerja untuk mengevaluasi hasil MTQ Nasional tahun ini,” tegasnya.

Meski belum berhasil membawa pulang gelar juara umum, Kafilah Sumbar tetap mencatat sejumlah prestasi pada MTQ Nasional 2026. Salah satu capaian menonjol diraih Ari Saputra Rahmadani yang berhasil meraih Juara II Golongan Kaligrafi Digital Putra.

Selain itu, sejumlah peserta Sumbar juga berhasil menembus jajaran juara harapan. Dzakiyah Talita Sakhi meraih Harapan I Golongan 1 Juz Tilawah Putri, Muhammad Hafzan meraih Harapan I Golongan Kaligrafi Dekorasi Putra, dan Siti Nur’aini meraih Harapan I Golongan KTIQ Putri. Sementara Fahmil Quran Putri berhasil meraih Harapan II.

Prestasi lainnya dicatat Hamda Sakhia Dahlan sebagai Harapan II Golongan Tartil Putri, Rindu Annisa sebagai Harapan II Golongan Kaligrafi Kontemporer Putri, Syarhil Putri sebagai Harapan II, serta Sri Rahma Yul Insani yang meraih Harapan III Golongan Kaligrafi Digital Putri.

Dengan capaian tersebut, Sumbar memiliki sejumlah modal penting untuk memperkuat pembinaan menghadapi MTQ Nasional XXXII Tahun 2027 di DKI Jakarta. Waktu persiapan yang masih tersedia diharapkan dapat dimanfaatkan untuk melakukan pembinaan secara lebih intensif dan memetakan potensi peserta sejak dini.

Sementara itu, MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 secara resmi ditutup Menteri Agama RI Nasaruddin Umar di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang. Penutupan ditandai dengan pemukulan bedug oleh Menteri Agama dan dimeriahkan tari kolosal yang menampilkan keberagaman budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam hasil akhir MTQ Nasional XXXI, Kalimantan Timur ditetapkan sebagai juara umum, disusul Jawa Tengah di posisi kedua dan DKI Jakarta di posisi ketiga. Setelah Semarang menjadi tuan rumah MTQ Nasional 2026, penyelenggaraan MTQ Nasional XXXII Tahun 2027 selanjutnya akan berlangsung di DKI Jakarta.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi pelaksanaan MTQ Nasional XXXI yang berlangsung tanpa kendala teknis maupun nonteknis yang berarti. Ia menegaskan, semangat MTQ tidak seharusnya berhenti ketika kompetisi berakhir, tetapi harus dilanjutkan dengan upaya membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah kehidupan masyarakat.

Pesan tersebut menjadi relevan bagi Sumatera Barat dalam menyusun agenda pembinaan ke depan. Evaluasi MTQ Nasional 2026 dan persiapan menuju MTQ Nasional 2027 diharapkan mampu melahirkan pola pembinaan yang semakin kuat, memperluas ekosistem pembelajaran Al-Qur’an, memanfaatkan teknologi secara bijak, sekaligus meningkatkan prestasi Kafilah Sumbar di tingkat nasional. (adpsb/Budi) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Jangan Sampai Salah Langkah! MagangHub 2026 Dimulai Besok, Peserta Wajib Siapkan 5 Hal Ini    
Minggu, September 20, 2026

On Minggu, September 20, 2026

Jangan Sampai Salah Langkah! MagangHub 2026 Dimulai Besok, Peserta Wajib Siapkan 5 Hal Ini
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Darmawansyah. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Besok bukan hari biasa bagi ribuan peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Batch 2 Angkatan II Tahun 2026. Senin (21/9/2026), para peserta dijadwalkan mulai menjalani pemagangan sesuai penempatan masing-masing.

Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Darmawansyah. 

Bagi peserta, hari pertama bukan sekadar datang ke tempat magang. Ini menjadi awal untuk mengenal lingkungan kerja, memahami tugas, membangun pengalaman, sekaligus mengembangkan kompetensi sebelum benar-benar masuk ke dunia kerja.

Karena itu, persiapan sebelum berangkat menjadi hal yang tidak boleh dianggap sepele. Peserta MagangHub 2026 diminta memastikan sejumlah kebutuhan telah siap agar tidak kebingungan ketika tiba di lokasi pemagangan.

Pertama, cek detail penempatan. Pastikan kembali lokasi magang, informasi penempatan, dan waktu kedatangan. Jangan sampai kesalahan membaca informasi membuat langkah pertama peserta justru terganggu.

Kedua, pastikan email dan nomor telepon aktif. Peserta perlu mengecek komunikasi secara berkala agar tidak melewatkan informasi penting yang berkaitan dengan pelaksanaan program MagangHub Batch 2.

Ketiga, jangan sungkan menghubungi penyelenggara atau mentor. Sebelum berangkat, peserta dapat memastikan jam kedatangan, lokasi yang harus dituju, serta pihak yang perlu ditemui pada hari pertama.

Langkah sederhana tersebut bisa membuat peserta lebih siap menghadapi lingkungan baru. Datang dengan informasi yang lengkap tentu berbeda dengan datang tanpa mengetahui siapa yang harus ditemui dan apa yang harus dilakukan.

Keempat, siapkan administrasi dan perlengkapan magang. Peserta perlu memastikan seluruh dokumen dan kebutuhan yang diperlukan selama mengikuti program sudah tersedia sebelum hari pertama dimulai.

Kelima, baca kembali posisi dan tugas magang. Peserta harus memahami tanggung jawab sesuai posisi yang dipilih. Jangan sampai sudah berada di tempat kerja tetapi masih belum mengetahui tugas yang harus dijalankan.

Program MagangHub 2026 diharapkan menjadi ruang bagi peserta untuk memperoleh pengalaman kerja yang relevan dengan kompetensi masing-masing. Pengalaman tersebut penting sebagai bagian dari proses pengembangan kemampuan sebelum memasuki dunia kerja.

Melalui pemagangan, peserta dapat belajar menerapkan kompetensi dalam situasi kerja, memahami tanggung jawab, serta beradaptasi dengan lingkungan profesional. Karena itu, setiap kesempatan belajar selama program perlu dimanfaatkan secara maksimal.

Persiapan yang matang juga dapat membantu peserta menjalani hari pertama dengan lebih terarah. Mulai dari mengetahui lokasi, menjaga komunikasi, menyiapkan perlengkapan, hingga memahami tugas, semuanya menjadi bagian dari kesiapan memasuki dunia kerja.

Jadi, jangan menunggu sampai pintu tempat magang sudah di depan mata. Cek penempatan, aktifkan kontak, hubungi mentor, siapkan perlengkapan, dan pahami tugas. Lima langkah ini wajib dibereskan sebelum peserta memulai perjalanan dalam Program Pemagangan Nasional MagangHub Batch 2 Angkatan II 2026.

Besok adalah hari pertama. Bukan waktunya panik, apalagi kebingungan. Datang dengan persiapan, pahami tugas, dan manfaatkan pengalaman MagangHub 2026 sebagai bekal menghadapi dunia kerja. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

3 Tahun Bangun Surau, Kekompakan Perantau Pariaman di Kuansing Bikin Wawako Mulyadi Bangga    
Minggu, September 20, 2026

On Minggu, September 20, 2026

3 Tahun Bangun Surau, Kekompakan Perantau Pariaman di Kuansing Bikin Wawako Mulyadi Bangga
Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi menghadiri Alek Batagak Kudo-Kudo Surau Darul Aman PKDP Kabupaten Kuansing sekaligus kegiatan Maulid Nabi, Sabtu (19/9/2026). (Foto: Armaidi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kekompakan perantau Pariaman di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, kembali mendapat perhatian. Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi menghadiri Alek Batagak Kudo-Kudo Surau Darul Aman PKDP Kabupaten Kuansing sekaligus kegiatan Maulid Nabi, Sabtu (19/9/2026).

Alek tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi perantau Pariaman sekaligus memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat Minang di rantau. Surau Darul Aman yang dibangun melalui kebersamaan warga menjadi simbol kekompakan perantau Pariaman yang terus menjaga hubungan dengan kampung halaman.

Dalam sambutannya, Mulyadi mengapresiasi pengurus dan keluarga besar PKDP Kabupaten Kuansing yang dinilainya mampu mempertahankan silaturahmi, ukhuwah Islamiyah dan kerja sama antarperantau. Menurutnya, keberhasilan membangun surau dalam waktu sekitar tiga tahun merupakan bukti nyata kekuatan kebersamaan masyarakat Pariaman di perantauan.

“Kami sangat bangga, keluarga kami di Kuansing ini bisa menjaga silaturahmi, ukhuwah Islamiyah dan kerja sama dalam wadah PKDP sehingga dalam jangka waktu tiga tahun sudah mampu membangun mushalla yang sangat besar ini,” ungkap Mulyadi.

Mulyadi berharap tradisi gotong royong, kebersamaan dan silaturahmi perantau Pariaman terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Menurutnya, kekuatan organisasi perantau bukan hanya terlihat dari kegiatan sosial, tetapi juga dari kemampuan membangun fasilitas keagamaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Ia juga menitipkan para perantau Pariaman kepada Pemerintah Kabupaten Kuansing agar hubungan dan kerja sama yang selama ini terjalin semakin diperkuat. “Pak Bupati, saya titipkan dunsanak saya di Pariaman agar dilaksanakan pembinaan dan kerja sama dalam pembangunan Kabupaten Kuansing,” tutur Mulyadi.

Sementara itu, Bupati Kuansing Mukhlisin mengaku bangga melihat kekompakan dan jiwa gotong royong perantau Pariaman. Ia menilai kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat Pariaman di Kuansing menjadi kekuatan positif dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah.

“Suatu kebanggaan luar biasa, perantau Pariaman sebagai warga Kabupaten Kuansing menjaga kekompakan, kerja sama dan saling bersilaturahmi sehingga mampu membangun mushalla tapi ukurannya sebesar masjid,” ujar Mukhlisin.

Alek Batagak Kudo-Kudo Surau Darul Aman PKDP Kabupaten Kuansing dan Maulid Nabi tersebut turut dihadiri Ketua DPW PKDP Provinsi Riau Amran Tambi, Kepala Dinas Kominfo Kota Pariaman Yalviendri, Ketua KONI Kota Pariaman Edison TRD, serta para Ketua DPD PKDP Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau. Kegiatan ini menjadi gambaran kuatnya hubungan perantau Pariaman di Riau dengan pemerintah daerah serta kampung halaman, sekaligus menegaskan bahwa semangat badunsanak, gotong royong dan menjaga surau tetap hidup di tanah rantau. (*) 

Pewarta: Armaidi Tanjung
Editor: Zamri Yahya, WU

Bukan Sekadar Naik Sabuk! 245 Karateka Padang Ditempa Jadi Generasi Disiplin dan Calon Pemimpin    
Minggu, September 20, 2026

On Minggu, September 20, 2026

Bukan Sekadar Naik Sabuk! 245 Karateka Padang Ditempa Jadi Generasi Disiplin dan Calon Pemimpin
Sebanyak 245 karateka dari 18 dojo di Kota Padang menjalani Ujian Kenaikan Tingkat-Kyu/Sabuk Semester II Tahun 2026 Lemkari Kota Padang di Gedung BKOM dan Pelkes Sumatera Barat, Minggu (20/9/2026). (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebanyak 245 karateka dari 18 dojo di Kota Padang menjalani Ujian Kenaikan Tingkat-Kyu/Sabuk Semester II Tahun 2026 Lemkari Kota Padang di Gedung BKOM dan Pelkes Sumatera Barat, Minggu (20/9/2026). Namun, ujian tersebut bukan sekadar tentang kenaikan sabuk, melainkan menjadi bagian dari proses panjang membentuk karakter generasi muda.

Ujian dibuka langsung Wali Kota Padang Fadly Amran, yang juga Ketua Dewan Pembina Pengprov Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari) Sumatera Barat. Kehadiran ratusan karateka dari berbagai dojo menunjukkan geliat pembinaan olahraga karate di Kota Padang terus berjalan secara berjenjang dan terarah.

Turut hadir Wakil Ketua DPRD Sumbar sekaligus Ketua Umum Pengprov Lemkari Sumbar Nanda Satria, Ketua Pengcab Lemkari Kota Padang Surfa Yondri, Sekretaris Umum KONI Kota Padang Tri Putra Juniadi, jajaran pengurus Pengprov Lemkari Sumbar, pelatih, serta para peserta ujian. Momentum ini sekaligus memperkuat sinergi pembinaan olahraga antara organisasi karate dan pemerintah daerah.

Fadly Amran menilai karate memiliki peran penting dalam membentuk anak dan remaja yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, kejujuran, dan kemampuan menghormati orang lain. Nilai tersebut dinilai semakin penting di tengah perubahan pola aktivitas anak yang semakin banyak bersentuhan dengan gadget.

“Ujian kenaikan tingkat ini bukan sekadar proses meraih sabuk, tetapi bagian dari pendidikan olahraga yang membentuk disiplin, tanggung jawab, keberanian, dan karakter bagi adik-adik karateka,” kata Fadly Amran.

Ia juga mengaitkan pembinaan olahraga dengan program Padang Balomba, yang menjadi bagian dari Program Unggulan (Progul) Padang Juara. Pemerintah Kota Padang ingin olahraga menjadi ruang positif bagi anak-anak untuk tumbuh sehat, aktif, produktif, berprestasi, sekaligus membangun kemampuan sosial dan mental yang kuat.

“Anak-anak Lemkari dididik menjadi pemimpin sejak usia dini dengan belajar patuh, disiplin, menghormati, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang penting untuk membentuk generasi emas kita,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov Lemkari Sumbar Nanda Satria mengatakan pembinaan karate tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi pertandingan. Para karateka juga didorong membawa nilai-nilai yang dipelajari di dojo ke sekolah dan lingkungan masing-masing. “Kami berharap para karateka mampu menjadi agen perubahan di sekolah dan lingkungannya masing-masing. Begitu pula berani mencegah berbagai persoalan di kalangan remaja, serta menjadi teladan bagi teman-temannya,” katanya.

Selain pembentukan karakter, perhatian juga diarahkan kepada persiapan atlet menuju Porprov XVI Sumbar. Nanda berharap karateka Lemkari yang dipercaya memperkuat kontingen Kota Padang mampu menunjukkan hasil pembinaan melalui performa terbaiknya. Dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten, Lemkari Sumbar berharap lahir atlet-atlet berprestasi sekaligus generasi muda yang memiliki karakter kuat dan siap mengambil peran sebagai pemimpin masa depan. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Prabowo Gebrak Pendidikan Nasional, SD hingga Universitas Negeri Mau Digratiskan: Prof Didik Dorong Wajib Belajar 15 Tahun    
Minggu, September 20, 2026

On Minggu, September 20, 2026

Prabowo Gebrak Pendidikan Nasional, SD hingga Universitas Negeri Mau Digratiskan: Prof Didik Dorong Wajib Belajar 15 Tahun
Pernyataan tersebut mendapat perhatian serius dari Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini, Ph.D. (Foto: Arief Tito). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal pendidikan gratis langsung membuka babak baru dalam kebijakan pendidikan nasional. Prabowo menegaskan biaya pendidikan di sekolah negeri mulai SD, SMP, SMA hingga universitas negeri harus gratis, dan menyatakan akan segera menggelar rapat terbatas untuk membahas kebijakan tersebut. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri HUT ke-28 PAN di JICC, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Pernyataan tersebut mendapat perhatian serius dari Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini, Ph.D. Menurut Didik, gagasan pendidikan gratis hingga perguruan tinggi negeri bukan sesuatu yang mustahil, tetapi harus segera diterjemahkan menjadi desain kebijakan yang jelas, termasuk soal pembiayaan dan tahapan pelaksanaannya.

Didik menilai pemerintah kini memiliki momentum untuk memperluas kebijakan wajib belajar hingga 15 tahun, dengan pendidikan gratis setidaknya sampai jenjang SMA negeri. Ia menyebut fondasi pembiayaan pendidikan dasar dan menengah sebelumnya telah dibangun melalui kebijakan wajib belajar dan dukungan biaya operasional sekolah. “Sekarang Presiden Prabowo tinggal melanjutkan untuk wajib belajar 15 tahun, yakni pendidikan gratis untuk sekolah menengah atas negeri,” ujar Didik.

Namun, pendidikan gratis hingga perguruan tinggi menjadi tantangan yang jauh lebih besar. Sorotan Didik mengarah pada sistem pembiayaan PTN, termasuk jalur mandiri yang menurutnya perlu ditata ulang agar akses masuk perguruan tinggi tetap berbasis meritokrasi dan kemampuan akademik, sekaligus memberi ruang lebih besar bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Didik bahkan mendorong penghentian praktik yang menurutnya mengarah pada komersialisasi penerimaan mahasiswa baru PTN. Ia berpandangan PTN semestinya tidak dibebani target mencari pemasukan sendiri secara berlebihan, melainkan dapat lebih fokus pada fungsi pendidikan dan riset. Pandangan ini menempatkan reformasi pembiayaan perguruan tinggi sebagai bagian penting jika wacana kuliah gratis di universitas negeri benar-benar hendak diwujudkan.

Persoalan berikutnya adalah anggaran pendidikan. Didik menilai pemerintah perlu melakukan penataan ulang alokasi anggaran agar sebagian sumber daya dapat diarahkan untuk membiayai operasional PTN. Ia menyebut dana pendidikan nasional yang mencapai ratusan triliun rupiah dapat menjadi bagian dari perhitungan, tetapi implementasinya tetap membutuhkan desain fiskal yang terukur dan mekanisme pembiayaan yang jelas.

Di sisi lain, rencana tersebut bukan sekadar soal menghapus biaya pendidikan. Pemerintah juga harus menentukan siapa yang dibiayai, biaya apa saja yang ditanggung negara, bagaimana mekanisme penerimaan mahasiswa, serta bagaimana nasib PTN dan PTS. Didik mengusulkan pembagian peran yang lebih jelas, dengan PTN memberikan akses kepada mahasiswa berdasarkan kemampuan akademik dan kondisi ekonomi, sementara PTS tetap menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Jika gagasan tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan, dampaknya akan menyentuh langsung jutaan keluarga Indonesia yang selama ini menghadapi biaya pendidikan. Tetapi pernyataan Presiden saat ini masih merupakan arah kebijakan yang perlu diterjemahkan pemerintah melalui rapat, regulasi, skema anggaran, dan tahapan implementasi. Sejumlah pihak juga mengingatkan perlunya perhitungan fiskal yang matang sebelum pendidikan gratis SD hingga perguruan tinggi negeri diterapkan secara luas.

Kini bola berada di tangan pemerintah untuk menjawab pertanyaan besar yang muncul setelah pernyataan Prabowo: benarkah biaya sekolah negeri hingga kuliah di PTN akan benar-benar gratis, kapan mulai berlaku, dan dari mana pembiayaannya? Prof. Didik menilai semangat tersebut dapat menjadi momentum untuk membenahi desain pendidikan nasional, sementara pemerintah perlu segera menjabarkannya menjadi kebijakan yang konkret, terukur, dan dapat dilaksanakan. (*) 

Laporan: Arief Tito
Editor: Zamri Yahya, WU

35 Tahun Berlalu, Alumni SMAN 5 Padang Kembali Bersatu: Reuni IKASMANLI 1991 Penuh Nostalgia dan Cerita    
Minggu, September 20, 2026

On Minggu, September 20, 2026

35 Tahun Berlalu, Alumni SMAN 5 Padang Kembali Bersatu: Reuni IKASMANLI 1991 Penuh Nostalgia dan Cerita
Reuni 35 Tahun IKASMANLI Angkatan 1991 SMAN 5 Padang yang berlangsung hangat dan semarak di Hotel Padang, Minggu (20/9/2026). (Foto: Eko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Tiga puluh lima tahun bukanlah waktu yang singkat. Namun, jarak dan waktu ternyata tak mampu menghapus kenangan masa putih abu-abu. Hal itu terlihat dalam Reuni 35 Tahun IKASMANLI Angkatan 1991 SMAN 5 Padang yang berlangsung hangat dan semarak di Hotel Padang, Minggu (20/9/2026).

Mengusung tema “Bersama dalam Kenangan, Bersatu dalam Kebanggaan. Basamo Mangko Kabajadi”, reuni alumni SMAN 5 Padang tersebut menjadi momentum istimewa untuk kembali bertemu, bersilaturahmi dan bernostalgia setelah 35 tahun meninggalkan bangku sekolah. Para alumni datang dari berbagai daerah, mulai dari Sumatera Barat, Jambi, Riau, Batam, Jakarta hingga Selangor, Malaysia.

Ketua Panitia Reuni 35 Tahun IKASMANLI ’91, Eko Muhardi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri karena dapat mempertemukan kembali teman-teman sekolah yang telah menjalani kehidupan masing-masing selama puluhan tahun. Menurutnya, reuni bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi juga menjadi ruang untuk melepas rindu dan menghidupkan kembali kenangan masa sekolah.

“Reuni ini bukan sekadar berkumpul, tetapi menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi dan melepas rasa kangen. Kita kembali mengenang masa-masa sekolah yang penuh cerita dan kenangan,” ujar Eko.

Eko menyebut keberhasilan Reuni IKASMANLI 1991 tidak terlepas dari kekompakan seluruh alumni. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para alumni yang telah berkontribusi sehingga acara 35 tahun setelah lulus dari SMAN 5 Padang tersebut dapat terlaksana dengan baik.

Kegiatan itu turut dihadiri Ketua IKASMANLI A ’91, Zulhardi Z Latif, SH, MM, Ketua IKASMANLI periode 2026–2031 Defri Nasli, SH, MH, serta Kepala SMAN 5 Padang Walmukminin, M.Pd. Zulhardi mengapresiasi kekompakan alumni angkatan 1991 dan berharap tradisi silaturahmi serta reuni alumni dapat terus berlanjut untuk menjaga hubungan kekeluargaan.

Defri Nasli juga mengaku bangga melihat kekompakan alumni SMAN 5 Padang angkatan 1991 yang tetap terjaga meski telah 35 tahun berpisah. Ia berharap semangat kebersamaan tersebut tidak berhenti pada acara reuni, tetapi berkembang menjadi kekuatan bersama untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan almamater.

Sementara itu, Kepala SMAN 5 Padang, Walmukminin, M.Pd., memberikan apresiasi terhadap alumni angkatan 1991. “Alumni angkatan 1991 memang keren. Sejak saya menjabat sebagai kepala sekolah di SMAN 5 Padang, baru kali ini alumni mengadakan acara reuni seperti ini,” ungkapnya. Ia berharap para alumni terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan yang melibatkan sekolah dan alumni.

Suasana reuni 35 tahun alumni SMAN 5 Padang semakin meriah dengan berbagai penampilan, mulai dari tari pasambahan, dance, solo song hingga pembagian doorprize. Canda, tawa dan cerita masa lalu kembali menghidupkan suasana putih abu-abu yang pernah mereka jalani bersama. Reuni tersebut akhirnya bukan hanya menjadi perayaan perjalanan waktu, tetapi juga menjadi pengingat bahwa sejauh apa pun para alumni melangkah, SMAN 5 Padang tetap menjadi bagian penting dari perjalanan hidup yang menyatukan mereka. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU