HEADLINE
Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, Fakta Ini Terungkap: Sumbar Nihil Titik Api, Asap Diduga dari Luar Daerah!    
Senin, Oktober 19, 2026

On Senin, Oktober 19, 2026

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, Fakta Ini Terungkap: Sumbar Nihil Titik Api, Asap Diduga dari Luar Daerah!
Berdasarkan pemantauan dasbor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tidak terdeteksi titik api di Sumbar saat kunjungannya ke Stasiun Meteorologi Minangkabau, Senin (19/10/2026). (Fotdok: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kabut asap yang menyelimuti Sumatera Barat sejak 15 Oktober 2026 menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menegaskan perlunya memperkuat mitigasi, memperketat pemantauan kualitas udara, dan mencegah kebakaran lahan agar dampaknya tidak semakin membahayakan masyarakat. Berdasarkan pemantauan dasbor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tidak terdeteksi titik api di Sumbar saat kunjungannya ke Stasiun Meteorologi Minangkabau, Senin (19/10/2026).

Fakta ini menjadi perhatian penting: kabut asap yang menyelimuti Sumbar diduga berasal dari kebakaran di provinsi tetangga. “Setelah kita pantau melalui dasbor BMKG, tidak terdeteksi adanya titik api di Sumbar. Kabut asap yang sekarang menyelimuti Sumbar itu berasal dari provinsi tetangga,” ungkap Vasko. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan kabut asap tidak bisa ditangani oleh satu daerah saja, melainkan membutuhkan koordinasi lintas wilayah dan langkah antisipasi yang cepat.

Meski tidak terdeteksi titik api di Sumbar berdasarkan pemantauan tersebut, Vasko mengingatkan agar kewaspadaan tidak diturunkan. Kabupaten Dharmasraya, Sijunjung, dan Solok Selatan menjadi daerah yang perlu mendapat perhatian karena memiliki riwayat kebakaran lahan. Pencegahan harus diperkuat sebelum muncul titik api baru, sebab kebakaran yang terlambat ditangani berpotensi memperburuk kualitas udara dan memperluas dampak terhadap aktivitas masyarakat.

Sorotan khusus juga diarahkan pada temuan Bupati Dharmasraya mengenai lahan bekas terbakar yang ditanami kelapa sawit. Vasko meminta Dinas Kehutanan Sumbar segera berkoordinasi dengan kepolisian untuk menelusuri kejadian tersebut, termasuk memastikan penyebab kebakaran dan ada tidaknya unsur kesengajaan. “Jangan-jangan ada oknum yang sengaja bermain di sini,” tegasnya. Pernyataan itu menjadi dorongan agar temuan di lapangan ditindaklanjuti secara profesional berdasarkan bukti, bukan sekadar dugaan.

Untuk mengantisipasi memburuknya kualitas udara, Vasko menginstruksikan pembentukan tim terpadu yang melibatkan BMKG, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait lainnya. Tim ini diharapkan menjalankan pemantauan berkala, menyatukan informasi antarlembaga, serta menyiapkan langkah penanganan yang terukur. Fokusnya bukan hanya memantau kondisi atmosfer, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan respons yang cepat ketika kualitas udara memburuk.

Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukittinggi, Dr. Sugeng Nugroho, menjelaskan bahwa pemantauan menunjukkan banyak titik api terdeteksi di wilayah Sumatera Selatan dan Jambi. Pergerakan angin turut memengaruhi penyebaran asap ke sejumlah kawasan di Sumatera bagian selatan, termasuk Sumatera Barat. “Sehingga sejak 15 Oktober lalu hingga sekarang, kualitas udaranya masih parah,” ujar Sugeng. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya pemantauan kualitas udara secara berkelanjutan agar langkah perlindungan masyarakat dapat disesuaikan dengan situasi terkini.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Decky Irmawan, mengingatkan bahwa perubahan cuaca menjelang November–Desember perlu dicermati. Perubahan pola atmosfer dan angin muson dapat memengaruhi distribusi curah hujan di berbagai wilayah. Namun, peningkatan curah hujan tidak otomatis menghapus seluruh potensi kebakaran. Sebaliknya, hujan berintensitas tinggi juga dapat memicu bencana hidrometeorologi. Karena itu, pemerintah harus mengantisipasi dua risiko sekaligus: kebakaran lahan yang memicu asap dan cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan bencana.

Vasko menekankan bahwa penanganan kabut asap perlu bertumpu pada tiga prioritas utama, yakni mencegah kebakaran, mempercepat respons terhadap kejadian kebakaran dan penurunan kualitas udara, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana akibat cuaca ekstrem. Pendekatan ini membutuhkan koordinasi nyata, data yang akurat, dan tindak lanjut yang konsisten. Bagi masyarakat, langkah tersebut penting agar ancaman kabut asap tidak dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan yang jelas dan terukur.

Dalam kunjungan itu, Vasko didampingi Kepala Dinas Kehutanan Sumbar Dr. Ferdinal Asmil, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar Ir. Kuartini Deti Putri, Kepala Badan Kesbangpol Sumbar Mursalim, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima, serta perwakilan BPBD Sumbar Edral Pratama. Turut hadir Kepala UPTD KPHL Agam Raya, Syamsul Bahri. Penguatan koordinasi lintas sektor kini menjadi kunci agar pemantauan kualitas udara, pencegahan kebakaran, dan perlindungan kesehatan masyarakat berjalan lebih efektif di tengah ancaman kabut asap yang masih menyelimuti Sumatera Barat. (adpsb) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Setiap Rupiah Harus Berdampak! Wali Kota Ramadhani Tegaskan Komitmen untuk Pendidikan    
Senin, Oktober 19, 2026

On Senin, Oktober 19, 2026

Setiap Rupiah Harus Berdampak! Wali Kota Ramadhani Tegaskan Komitmen untuk Pendidikan
Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, S.E., M.M., mengikuti Entry Meeting bersama Tim Pemeriksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sumatera Barat, Senin (19/10/2026). (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pengelolaan anggaran pendidikan menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Solok. Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, S.E., M.M., mengikuti Entry Meeting bersama Tim Pemeriksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sumatera Barat, Senin (19/10/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Zahirmi Azis itu menandai dimulainya pemeriksaan terperinci terhadap pengelolaan biaya operasional pendidikan di lingkungan pemerintah daerah.

Pemeriksaan ini menjadi momentum penting untuk memastikan anggaran pendidikan tidak sekadar terserap, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat bagi sekolah dan peserta didik. Efektivitas penggunaan dana, ketepatan sasaran, hingga dampaknya terhadap kualitas pembelajaran menjadi aspek yang perlu mendapat perhatian agar setiap rupiah anggaran publik memberikan hasil nyata.

Wali Kota Ramadhani Kirana Putra menyambut kehadiran tim pemeriksa BPK dengan menegaskan pentingnya evaluasi terhadap pengelolaan keuangan daerah. Menurutnya, pemeriksaan bukan hanya menjadi bagian dari proses pengawasan, melainkan juga kesempatan untuk mengukur efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas penggunaan anggaran operasional pendidikan.

“Pemeriksaan ini merupakan langkah penting untuk mengevaluasi efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas penggunaan dana operasional pendidikan. Kami ingin memastikan setiap rupiah anggaran yang dialokasikan benar-benar berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah,” ujar Ramadhani Kirana Putra.

Tak berhenti pada pernyataan, Wali Kota juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Solok untuk bersikap kooperatif dan transparan selama proses pemeriksaan berlangsung. Ia menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan beserta seluruh kepala satuan pendidikan agar menyiapkan data dan dokumen pendukung secara lengkap, akurat, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Langkah tersebut dinilai penting agar proses pemeriksaan berjalan lancar dan tepat waktu. Kelengkapan administrasi, kesesuaian dokumen, serta kejelasan penggunaan dana menjadi bagian penting dalam mendukung proses evaluasi yang objektif. Pemerintah daerah diharapkan dapat menjadikan setiap temuan dan rekomendasi pemeriksaan sebagai bahan perbaikan tata kelola anggaran ke depan.

Sementara itu, Ketua Tim Pemeriksa BPK menjelaskan bahwa pemeriksaan mencakup kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, ketepatan sasaran penyaluran dana, serta pemanfaatan biaya operasional untuk mendukung program prioritas pendidikan. Ruang lingkup tersebut menjadi bagian penting dalam menilai apakah pengelolaan anggaran telah dilaksanakan sesuai ketentuan dan mendukung tujuan penyelenggaraan pendidikan.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Solok, para asisten, Inspektur, Kepala Dinas Pendidikan, serta pejabat terkait lainnya. Kehadiran jajaran tersebut menunjukkan bahwa pemeriksaan pengelolaan biaya operasional pendidikan membutuhkan koordinasi lintas perangkat daerah, terutama dalam memastikan data, dokumen, dan informasi yang diperlukan dapat disampaikan secara tepat.

Bagi Pemerintah Kota Solok, hasil pemeriksaan BPK diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat transparansi, meningkatkan akuntabilitas keuangan, dan memperbaiki kualitas pengelolaan anggaran pendidikan. Pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukan hanya terletak pada tertibnya administrasi, melainkan juga pada sejauh mana anggaran dikelola secara bertanggung jawab dan mampu mendukung pembelajaran yang lebih berkualitas bagi generasi penerus. (80)

Editor: Zamri Yahya, WU

Bikin Bangga Padang! Dua Siswi MTsN 3 Raih Medali Perak Nasional, Penelitiannya Angkat Isu Sensitif Remaja    
Senin, Oktober 19, 2026

On Senin, Oktober 19, 2026

Bikin Bangga Padang! Dua Siswi MTsN 3 Raih Medali Perak Nasional, Penelitiannya Angkat Isu Sensitif Remaja
Dua siswi kelas IX.1, Rindu Asmara dan Filzah Fakhira Nalfi, sukses meraih medali perak dalam ajang Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) tingkat nasional. (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan peserta didik MTsN 3 Kota Padang. Dua siswi kelas IX.1, Rindu Asmara dan Filzah Fakhira Nalfi, sukses meraih medali perak dalam ajang Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) tingkat nasional yang berlangsung di Yogyakarta pada 17–19 Oktober 2026. Capaian ini menjadi bukti bahwa siswa madrasah mampu bersaing melalui penelitian ilmiah yang kritis, inovatif, dan relevan dengan persoalan generasi muda.

Keberhasilan tersebut bukan sekadar menambah deretan prestasi madrasah, tetapi juga menunjukkan keberanian siswa mengangkat isu sosial yang dekat dengan kehidupan remaja. Melalui penelitian berjudul “Sex Before Marriage: Dampak Media Sosial terhadap Perubahan Norma Seksualitas di Kalangan Remaja dalam Perspektif Q.S. An-Nur Ayat 30–31”, Rindu dan Filzah menghadirkan kajian yang memadukan fenomena era digital dengan perspektif nilai-nilai Islam.

Penelitian itu menyoroti bagaimana media sosial menjadi salah satu ruang yang dapat memengaruhi cara remaja memperoleh informasi, membentuk pandangan, serta memahami norma dalam pergaulan. Di tengah derasnya arus informasi digital, kajian tersebut mengangkat pentingnya sikap kritis dalam menyaring konten, menjaga kehormatan diri, dan menjadikan nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan mengacu pada Q.S. An-Nur ayat 30–31, penelitian kedua siswi ini turut menekankan pentingnya menjaga pandangan, kehormatan, dan batasan dalam pergaulan. Tema tersebut membuat karya mereka relevan dengan tantangan pendidikan masa kini, ketika literasi digital dan penguatan karakter perlu berjalan beriringan dalam membentuk generasi muda yang cerdas sekaligus bertanggung jawab.

Kepala MTsN 3 Kota Padang, Nurhidayati, S.T., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Rindu Asmara serta Filzah Fakhira Nalfi atas keberhasilan meraih medali perak di tingkat nasional. Menurutnya, prestasi tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi kedua siswi untuk terus belajar, mengasah kemampuan, dan menghasilkan karya penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.

Nurhidayati juga berharap pencapaian ini mampu menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya agar tidak ragu mencoba hal baru, mengembangkan potensi, dan mengikuti berbagai kompetisi akademik. Ia menegaskan bahwa madrasah akan terus mendukung tumbuhnya budaya riset sehingga semakin banyak siswa berani melahirkan gagasan, menguji pemikiran, dan menghasilkan inovasi yang membanggakan.

Prestasi di ajang KREASI nasional ini sekaligus memperkuat pengembangan program Madrasah Riset di MTsN 3 Kota Padang. Melalui pembinaan penelitian, siswa didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, sistematis, dan inovatif. Pengalaman mengikuti kompetisi tingkat nasional juga menjadi kesempatan berharga untuk memperluas wawasan serta menguji kualitas karya di tengah persaingan dengan peserta dari berbagai daerah.

Capaian Rindu dan Filzah turut membawa semangat Padang Juara, yakni mendorong lahirnya generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat nasional. Medali perak yang diraih keduanya menjadi pengingat bahwa potensi besar siswa dapat berkembang ketika didukung pembinaan yang konsisten, keberanian meneliti, dan lingkungan pendidikan yang memberikan ruang bagi kreativitas serta prestasi.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Rindu Asmara dan Filzah Fakhira Nalfi untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi pada masa mendatang. Bagi MTsN 3 Kota Padang, medali perak KREASI 2026 bukan hanya simbol keberhasilan dua siswi, melainkan juga dorongan untuk terus memperkuat tradisi riset, membangun karakter, dan melahirkan lebih banyak generasi peneliti muda yang membawa nama baik madrasah di kancah nasional. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Predikat Inovasi Sempat Turun, Wawako Suryadi Nurdal Pacu 176 Inovasi demi Pelayanan Publik Lebih Berkualitas    
Senin, Oktober 19, 2026

On Senin, Oktober 19, 2026

Predikat Inovasi Sempat Turun, Wawako Suryadi Nurdal Pacu 176 Inovasi demi Pelayanan Publik Lebih Berkualitas
Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, kini mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar menghadirkan inovasi yang bukan sekadar memenuhi target administrasi. (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Penurunan predikat inovasi daerah menjadi alarm bagi Pemerintah Kota Solok untuk berbenah dan mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik. Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, kini mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar menghadirkan inovasi yang bukan sekadar memenuhi target administrasi, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pesan itu ditegaskannya saat membuka Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Inovasi Daerah sekaligus Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Inovasi Daerah di Ruang Rapat Akmal Room BAPPERIDA Kota Solok, Senin (19/10/2026).

Suryadi menegaskan, inovasi daerah tidak cukup hanya berupa gagasan baru atau program yang terlihat menarik di atas kertas. Setiap inovasi harus menjawab persoalan nyata, meningkatkan kinerja pemerintahan, mempermudah pelayanan, serta memberikan manfaat yang dapat diukur dan dipertahankan secara berkelanjutan. Karena itu, seluruh OPD dan kecamatan dituntut lebih serius membangun budaya inovasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Sorotan utama dalam rapat koordinasi tersebut adalah hasil penilaian Indeks Inovasi Daerah tahun 2025. Kota Solok mengalami penurunan nilai indeks, predikat, dan peringkat nasional, dari sebelumnya berpredikat Sangat Inovatif menjadi Inovatif. Salah satu faktor yang disoroti ialah jumlah dan kualitas inovasi yang dilaporkan masih terbatas. Pada tahun tersebut, tercatat 30 inovasi dengan tingkat kematangan rata-rata 90.

Kondisi itu menjadi bahan evaluasi agar pengembangan inovasi tidak berhenti pada rutinitas pelaporan. Suryadi menekankan pentingnya memperkuat kualitas program, melengkapi dokumen pendukung, serta memastikan setiap inovasi memiliki hasil yang jelas. “Tujuan kita bukan sekadar memenuhi kuantitas, tetapi yang terpenting adalah kualitas, kelengkapan data dukung, serta dampak yang dapat diukur. Mari kita bekerja sama agar predikat Sangat Inovatif dapat kembali kita raih,” ujarnya.

Untuk mengejar target tahun 2026, Pemerintah Kota Solok menetapkan Indeks Inovasi Daerah sebesar 69,93 sesuai RPJMD Kota Solok 2025–2029, dengan kebutuhan minimal 145 inovasi dan tingkat kematangan rata-rata minimal 100 dari nilai maksimal 111. Hingga saat ini, sebanyak 145 inovasi telah dilaporkan dan sedang menjalani proses verifikasi tim Innovative Government Award (IGA) 2026. Tahap berikutnya menjadi krusial karena kelengkapan bukti dan dokumen pendukung turut menentukan kualitas penilaian.

Tantangan berikutnya bahkan lebih besar. Pada 2027, target Indeks Inovasi Daerah Kota Solok ditingkatkan menjadi 71,08 dengan kebutuhan 176 inovasi, terdiri atas minimal 135 inovasi baru dan 41 inovasi lanjutan dari tahun 2025. Target tersebut menuntut setiap perangkat daerah bergerak lebih terarah, menyusun program yang relevan, serta memastikan inovasi yang dihasilkan tidak sekadar bertambah jumlahnya, tetapi juga semakin matang dan berdampak.

Untuk memastikan target tersebut tercapai, mulai awal November 2026 akan dilaksanakan pendampingan bagi seluruh inovator guna melengkapi dokumen dan meningkatkan kualitas inovasi. Setiap perangkat daerah juga memiliki target masing-masing, mulai dari satu hingga tiga inovasi sesuai jenjangnya. Langkah pendampingan ini diharapkan dapat membantu para inovator memperbaiki kelemahan administrasi sekaligus memperkuat bukti manfaat dari program yang dikembangkan.

Komitmen tersebut diperkuat melalui Perjanjian Kinerja Pelaksanaan Inovasi Daerah, sehingga pengembangan inovasi menjadi bagian dari tanggung jawab dan target kinerja setiap perangkat daerah. Kegiatan ini turut menghadirkan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sumatera Barat, Febrina Tri Susila Putri, sebagai narasumber, serta diikuti seluruh kepala OPD dan camat se-Kota Solok. Kolaborasi tersebut diharapkan mendorong tata kelola inovasi yang lebih terukur, terarah, dan berkelanjutan.

Suryadi meminta hasil evaluasi tahun sebelumnya dijadikan motivasi untuk memperbaiki kinerja dan memperkuat kerja sama lintas perangkat daerah. Target kembali meraih predikat Sangat Inovatif bukan sekadar mengejar pengakuan nasional, melainkan juga menjadi momentum untuk menghadirkan pemerintahan yang lebih responsif, pelayanan publik yang semakin berkualitas, dan manfaat pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat Kota Solok. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Jeffry Hibatullah Buka Dialog Kerukunan di Sawahlunto, 80 Peserta Perkuat Persatuan Lintas Agama    
Senin, Oktober 19, 2026

On Senin, Oktober 19, 2026

Jeffry Hibatullah Buka Dialog Kerukunan di Sawahlunto, 80 Peserta Perkuat Persatuan Lintas Agama
Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, saat membuka Dialog Kerukunan Umat Beragama yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Sawahlunto di Hotel Khas Ombilin, Senin (19/10/2026). (Fotdok: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kerukunan umat beragama bukan sekadar warisan yang dibanggakan, tetapi komitmen bersama yang harus terus dijaga agar persatuan tetap kokoh di tengah keberagaman. Pesan penting itu mengemuka saat Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, membuka Dialog Kerukunan Umat Beragama yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Sawahlunto di Hotel Khas Ombilin, Senin (19/10/2026).

Dalam pembukaan kegiatan tersebut, Jeffry menegaskan bahwa keharmonisan antarumat beragama yang selama ini terpelihara di Kota Sawahlunto merupakan salah satu keistimewaan daerah yang harus dipertahankan. Menurutnya, kerukunan tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang akan bertahan dengan sendirinya, melainkan perlu dirawat melalui komunikasi, sikap saling menghormati, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.

Jeffry juga mendorong pemerintah daerah, FKUB, Kementerian Agama, serta tokoh lintas agama agar memperkuat langkah pencegahan potensi perpecahan sejak dini. Upaya ini dinilai penting agar perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk hidup berdampingan, membangun kepercayaan, dan menjaga suasana damai di Kota Sawahlunto.

Ia menekankan, penguatan kerukunan perlu dilakukan secara nyata dan berkelanjutan, bukan hanya melalui imbauan. Karena itu, peran FKUB diharapkan semakin optimal dalam membangun ruang komunikasi lintas agama, memperluas pemahaman masyarakat, serta mendorong penyelesaian persoalan melalui dialog sebelum berkembang menjadi konflik.

Salah satu upaya yang didorong ialah memperbanyak kegiatan yang dekat dengan masyarakat, seperti dialog kerukunan dan kemah lintas agama. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat membangun interaksi yang lebih terbuka, mengenal perbedaan secara positif, dan memperkuat rasa saling percaya sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Pemerintah Kota Sawahlunto, lanjut Jeffry, mengapresiasi sekaligus mendukung kegiatan yang berkontribusi terhadap penguatan kerukunan umat beragama. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga suasana kehidupan masyarakat tetap aman dan kondusif, sekaligus memastikan keberagaman menjadi kekuatan dalam pembangunan daerah.

Sementara itu, Ketua FKUB Kota Sawahlunto, Zainul Arizal Datuak Bandaro Putih, mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan lintas generasi. Menurutnya, persatuan yang terpelihara saat ini harus diwariskan kepada generasi mendatang melalui pendidikan, keteladanan, serta langkah antisipasi yang dilakukan sejak dini. Dengan demikian, nilai toleransi tidak berhenti pada generasi sekarang, tetapi terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat.

Dialog Kerukunan Umat Beragama tersebut berlangsung selama dua hari, Senin hingga Selasa, dengan melibatkan 80 peserta yang dibagi menjadi dua angkatan. Peserta berasal dari perwakilan agama, penyuluh agama kecamatan, serta pengurus masjid. Keterlibatan berbagai unsur ini diharapkan memperluas pertukaran pandangan dan memperkuat pemahaman mengenai pentingnya merawat kerukunan di tengah masyarakat.

Melalui dialog ini, FKUB bersama Pemerintah Kota Sawahlunto berharap semangat toleransi dan persaudaraan semakin mengakar dalam kehidupan sehari-hari. Pesan yang ditegaskan Jeffry Hibatullah dan Zainul Arizal Datuak Bandaro Putih menjadi pengingat bahwa menjaga kerukunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tokoh agama, melainkan tugas bersama seluruh masyarakat demi Sawahlunto yang damai, rukun, dan bersatu. (*) 

Pewarta: Marjafri
Editor: Zamri Yahya, WU

Genangan Air di Enam Suku Jadi Perhatian, Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra Siapkan Solusi Permanen    
Senin, Oktober 19, 2026

On Senin, Oktober 19, 2026

Genangan Air di Enam Suku Jadi Perhatian, Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra Siapkan Solusi Permanen
Dari hasil peninjauan lapangan, genangan air di kawasan Enam Suku diduga dipicu oleh saluran drainase yang tersumbat. (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Genangan air yang mengganggu kenyamanan warga di kawasan Enam Suku langsung mendapat perhatian Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, S.E., M.M. Senin (19/10/2026), orang nomor satu di Kota Solok itu turun langsung meninjau lokasi setelah menerima laporan masyarakat melalui sistem pengaduan resmi Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok.

Langkah cepat tersebut menjadi bukti pentingnya laporan warga dalam mendorong penanganan persoalan lingkungan. Pemerintah Kota Solok tidak hanya menerima pengaduan, tetapi juga melakukan pengecekan langsung untuk mengetahui penyebab genangan sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat.

Dari hasil peninjauan lapangan, genangan air di kawasan Enam Suku diduga dipicu oleh saluran drainase yang tersumbat. Kondisi itu diperparah oleh pembangunan pelengkapan bangunan dan pemasangan plat dekker oleh warga yang dinilai tidak memperhatikan fungsi serta kelancaran aliran air.

Persoalan drainase bukan sekadar urusan saluran air. Jika alirannya terhambat, genangan dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan menurunkan kenyamanan lingkungan tempat tinggal. Karena itu, penataan saluran air membutuhkan perhatian bersama, baik dari pemerintah maupun masyarakat agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Merespons kondisi tersebut, Ramadhani Kirana Putra langsung menginstruksikan dinas terkait untuk membersihkan saluran yang tersumbat agar aliran air kembali lancar. Instruksi ini menjadi langkah awal untuk mengatasi genangan sekaligus memulihkan fungsi drainase di kawasan yang terdampak.

Wali Kota juga mengingatkan masyarakat agar setiap kegiatan pembangunan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Pemasangan plat dekker maupun pembangunan pelengkapan bangunan perlu dilakukan dengan mempertimbangkan fungsi saluran air, sehingga tidak menghambat aliran dan menimbulkan dampak bagi warga lainnya.

Penanganan jangka pendek tersebut akan diperkuat dengan rencana pembangunan saluran drainase yang lebih permanen di kawasan Enam Suku. Pemerintah Kota Solok menyiapkan langkah ini sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko genangan dan mencegah persoalan serupa terulang pada masa mendatang.

Rencana pembangunan drainase permanen menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan permukiman yang lebih tertata, aman, dan nyaman. Namun, keberhasilan penanganan juga membutuhkan kesadaran warga untuk menjaga kebersihan saluran serta memastikan setiap pembangunan tidak mengganggu sistem drainase yang telah ada.

Melalui respons cepat terhadap pengaduan masyarakat, penanganan saluran tersumbat, dan rencana pembangunan drainase permanen, Pemerintah Kota Solok menegaskan komitmennya untuk menghadirkan solusi bagi persoalan warga. Peninjauan langsung Ramadhani Kirana Putra di Enam Suku diharapkan menjadi langkah nyata menuju lingkungan yang bebas dari genangan akibat drainase bermasalah. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Jelang Purnatugas, Corri Saidan Kenang 34 Tahun 9 Bulan Pengabdian: Tinggalkan Pesan Penting untuk ASN Pemko Padang    
Senin, Oktober 19, 2026

On Senin, Oktober 19, 2026

Jelang Purnatugas, Corri Saidan Kenang 34 Tahun 9 Bulan Pengabdian: Tinggalkan Pesan Penting untuk ASN Pemko Padang
Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Kota Padang, Corri Saidan, menyampaikan pesan penuh makna sekaligus mengenang perjalanan pengabdiannya dalam membangun pemerintahan dan melayani masyarakat. (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Perjalanan panjang selama 34 tahun 9 bulan sebagai aparatur sipil negara (ASN) segera mencapai garis akhir. Menjelang purnatugas pada 31 Oktober 2026, Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Kota Padang, Corri Saidan, menyampaikan pesan penuh makna sekaligus mengenang perjalanan pengabdiannya dalam membangun pemerintahan dan melayani masyarakat.

Momen haru itu terasa saat apel pagi di Balai Kota Padang, Aia Pacah, Senin (19/10/2026). Di hadapan jajaran ASN Pemerintah Kota Padang, Corri tidak sekadar menyampaikan perpisahan, tetapi juga menitipkan pesan agar semangat pengabdian, profesionalisme, dan tanggung jawab tetap menjadi pegangan setiap aparatur dalam menjalankan tugas.

Corri mengungkapkan, masa pengabdiannya sebagai ASN akan resmi berakhir terhitung mulai 31 Oktober 2026. Karier panjang tersebut dimulai ketika dirinya diangkat sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kota Sawahlunto, sebelum kemudian pindah dan melanjutkan pengabdian di lingkungan Pemerintah Kota Padang.

Selama lebih dari tiga dekade, Corri telah melewati berbagai dinamika birokrasi dan mengemban amanah di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Pengalaman itu mencakup Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Inspektorat, hingga dinas yang membidangi pertanian.

Beragam penugasan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Corri dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah. Setiap jabatan dan tanggung jawab yang diemban menjadi pengalaman tersendiri dalam menjalankan roda birokrasi, sekaligus memperkuat upaya menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik bagi masyarakat Kota Padang.

Menjelang akhir masa tugasnya, Corri juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada pimpinan, rekan kerja, dan masyarakat apabila selama menjalankan amanah terdapat kekurangan maupun kekhilafan, baik melalui perkataan maupun tindakan. Dengan rendah hati, ia menyampaikan permohonan maaf kepada Wali Kota Padang, Wakil Wali Kota Padang, Sekretaris Daerah Kota Padang, serta seluruh pihak yang pernah berinteraksi dan bekerja sama dengannya.

“Terhitung tanggal 31 Oktober 2026, saya akan mengakhiri penugasan sebagai ASN, khususnya di Pemerintah Kota Padang. Lebih kurang 34 tahun 9 bulan saya mengabdi, dimulai dari pengangkatan sebagai CPNS di Kota Sawahlunto, kemudian pindah ke Kota Padang,” ujar Corri. Ia turut mengakui bahwa perjalanan pengabdian yang panjang tersebut tentu tidak lepas dari kekurangan dan kekhilafan yang mungkin terjadi selama menjalankan tugas.

Tak hanya mengenang masa lalu, Corri juga menitipkan harapan bagi masa depan birokrasi Pemko Padang. Ia mengingatkan seluruh ASN agar terus meningkatkan profesionalisme, menjaga semangat pengabdian, dan tidak berhenti memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, komitmen aparatur dalam menjalankan tugas menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya mendoakan semoga Pemerintah Kota Padang ke depan semakin maju dan sejahtera sesuai dengan visinya. Semoga ASN Pemko Padang dapat memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” tuturnya. Menjelang purnatugas, pesan Corri menjadi pengingat bahwa pengabdian seorang ASN tidak hanya diukur dari lamanya masa kerja, tetapi juga dari tanggung jawab, ketulusan, dan kontribusi yang diberikan. Setelah 34 tahun 9 bulan mengabdi, ia bersiap menutup satu bab perjalanan kariernya sembari meninggalkan harapan agar pelayanan publik dan pembangunan Kota Padang terus bergerak maju. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU