HEADLINE
Wagub Vasko: Pembangunan Sumbar Harus Merata, Mulai dari Kota Hingga Wilayah Perbatasan    
Selasa, November 03, 2026

On Selasa, November 03, 2026

Wagub Vasko: Pembangunan Sumbar Harus Merata, Mulai dari Kota Hingga Wilayah Perbatasan
Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy menegaskan pembangunan infrastruktur di Sumbar harus dirasakan seluruh masyarakat tanpa terkecuali. (Fotdok: Tonni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus memperkuat pemerataan pembangunan infrastruktur hingga wilayah perbatasan. Salah satunya itu diimplementasikan melalui rehabilitasi jalan provinsi ruas Simpang Koto Baru–Tanjung Simalidu di Kabupaten Dharmasraya yang kini telah menuntaskan tahap pengaspalan dan masuk tahap pembangunan bahu jalan.

Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy menegaskan pembangunan infrastruktur di Sumbar harus dirasakan seluruh masyarakat tanpa terkecuali, termasuk mereka yang tinggal di nagari-nagari yang berada jauh dari pusat pemerintahan. Menurutnya, Pemprov Sumbar secara bertahap akan terus mengupayakan perbaikan jalan provinsi yang mengalami kerusakan diseluruh wilayah.

“Jarak bukan alasan untuk membedakan perhatian. Jangan sampai karena berada di ujung provinsi, masyarakat menjadi terabaikan. Mereka juga punya hak untuk menikmati infrastruktur yang layak,” tegas Vasko saat meninjau pengerjaan ruas jalan Simpang Koto Baru–Tanjung Simalidu di Kecamatan Koto Salak, Kabupaten Dharmasraya. Senin (2/11/2026).

Ia juga menegaskan, upaya pemerataan pembangunan Pemprov Sumbar tidak hanya menyangkut infrastruktur jalan, tetapi juga mencakup sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, dan berbagai sektor strategis lainnya. Tujuannya agar seluruh wilayah Sumbar dapat tumbuh dan berkembang secara bersama.

Diketahui, rehabilitasi ruas Simpang Koto Baru–Tanjung Simalidu sendiri telah dimulai sejak 13 Agustus 2026 oleh Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumbar. Pekerjaan tersebut didanai melalui tambahan Transfer ke Daerah (TKD), dengan nilai kontrak sebesar Rp6.997.457.143 dan masa pelaksanaan 140 hari kalender, serta masa pemeliharaan 180 hari kalender.

Dalam pelaksanaannya, pekerjaan tidak hanya mencakup pengaspalan, tetapi juga pembangunan bahu jalan, perataan badan jalan serta pengerjaan lapis fondasi agregat kelas B dan kelas A untuk memperkuat struktur jalan. Saat ini, tahapan pengaspalan telah tuntas dan mulai masuk tahap pembangunan bahu jalan.

Perbaikan ruas jalan itu pun mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Tokoh masyarakat Dharmasraya, H. Salihin (65), menyebut kondisi ruas jalan tersebut sudah cukup lama mengalami kerusakan dan terakhir mendapat pemeliharaan pada 1992.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Wakil Gubernur dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Akhirnya jalan kami mendapat perhatian dan diperbaiki,” ungkap Salihin.

Dalam peninjauan tersebut, Wagub Sumbar turut didampingi Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, Kepala Dinas BMCKTR Provinsi Sumbar, Armizoprades, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. (adpsb/bud)

Jalan Solok–Padang di Nagari Talang Bebas Buka-Tutup Mulai 3 November Sore    
Selasa, November 03, 2026

On Selasa, November 03, 2026

Jalan Solok–Padang di Nagari Talang Bebas Buka-Tutup Mulai 3 November Sore
Portal penutup jalan tidak lagi dioperasikan sehingga kendaraan dapat melintas tanpa harus mengikuti sistem buka-tutup. (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pengguna jalan lintas Solok–Padang kini bisa bernapas lega. Pekerjaan proyek preservasi jalan di kawasan Nagari Talang, Kabupaten Solok, telah rampung. Mulai Selasa (3/11/2026) sore, portal penutup jalan tidak lagi dioperasikan sehingga kendaraan dapat melintas tanpa harus mengikuti sistem buka-tutup.

Berakhirnya pembatasan lalu lintas ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang setiap hari mengandalkan jalur Solok–Padang untuk berbagai aktivitas. Selama pekerjaan berlangsung, pengendara harus menyesuaikan perjalanan dengan pengaturan arus kendaraan yang diberlakukan di lokasi proyek.

Informasi mengenai pembukaan akses jalan tersebut disampaikan pihak proyek melalui Novel Suryadi, S.T., kepada Ketua Ikatan Pemuda Nagari Talang (IPNT), Roni Akhyar (Sutan Batuah), pada Senin (2/11/2026).

Dengan tidak lagi diberlakukannya sistem buka-tutup, pengguna jalan diharapkan dapat menikmati perjalanan yang lebih lancar. Antrean kendaraan akibat pengaturan lalu lintas selama pengerjaan proyek pun tidak lagi menjadi hambatan seperti sebelumnya.

Sebelumnya, sistem buka-tutup diterapkan sebagai bagian dari pengaturan keselamatan dan kelancaran pekerjaan preservasi jalan. Pembatasan tersebut diperlukan agar proses pengerjaan dapat berlangsung optimal sekaligus menjaga keselamatan pekerja dan pengguna jalan.

Novel Suryadi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Sumatera Barat, khususnya warga Nagari Talang, yang telah memberikan dukungan, pengertian, dan kerja sama selama proyek berlangsung. Menurutnya, partisipasi masyarakat turut membantu kelancaran pekerjaan hingga dapat diselesaikan.

Dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan proyek infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kepentingan publik. Karena itu, pihak proyek berharap hubungan baik dan kebersamaan yang telah terjalin selama pengerjaan dapat terus dipertahankan.

Rampungnya pekerjaan preservasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan perjalanan, tetapi juga mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Sebab, jalur Solok–Padang merupakan akses strategis yang menunjang berbagai aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat.

Kini, mulai Selasa sore, 3 November 2026, masyarakat dapat kembali melintasi kawasan Nagari Talang tanpa sistem buka-tutup. Pihak proyek pun menyampaikan terima kasih atas kesabaran dan dukungan warga, seraya berharap hasil pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi seluruh pengguna jalan. (80) 

Pewarta: Oktryoni
Editor: Zamri Yahya, WU

PCMM Cabang Indonesia Resmi Dikukuhkan, Mahyeldi Dorong Diaspora Minang Berkontribusi untuk Sumbar    
Selasa, November 03, 2026

On Selasa, November 03, 2026

PCMM Cabang Indonesia Resmi Dikukuhkan, Mahyeldi Dorong Diaspora Minang Berkontribusi untuk Sumbar
Mahyeldi saat menghadiri silaturahmi dan pengukuhan Pengurus PCMM Cabang Indonesia di Istana Gubernur Sumbar, Senin (2/11/2026). (Fotdok: Tonni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mendorong Persatuan Cendekiawan Minang Malaysia (PCMM) Cabang Indonesia menjadi jembatan kolaborasi masyarakat Minangkabau lintas negara. Keberadaan organisasi tersebut diharapkan memperkuat hubungan ranah dan rantau sekaligus menyatukan potensi cendekiawan, profesional, dan diaspora Minang untuk mendukung pembangunan Sumatera Barat.

Hal itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri silaturahmi dan pengukuhan Pengurus PCMM Cabang Indonesia di Istana Gubernur Sumbar, Senin (2/11/2026). Pengukuhan dilakukan langsung Presiden PCMM Dato' Haji Ismail bin Ahmad dengan menetapkan Endrizal sebagai ketua bersama jajaran pengurus cabang Indonesia.

Mahyeldi menyambut baik terbentuknya kepengurusan PCMM di Indonesia. Menurutnya, organisasi tersebut menjadi wadah strategis untuk mempererat hubungan masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat dengan warga Minang yang berada di Malaysia maupun negara lainnya.

“Kami mengucapkan selamat kepada Ketua dan seluruh pengurus PCMM Indonesia. Kehadiran organisasi ini sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menghubungkan ranah dan rantau,” ujar Mahyeldi.

Ia mengatakan, masyarakat Minangkabau memiliki jaringan yang luas di berbagai negara. Potensi diaspora tersebut perlu dihubungkan agar dapat menjadi kekuatan bersama dalam bidang pendidikan, sosial budaya, ekonomi, dan pembangunan daerah.

Mahyeldi juga mengungkapkan sejumlah jejak tokoh Minangkabau di kawasan Asia Tenggara hingga negara lainnya. Pemerintah Provinsi Sumbar, katanya, terus berupaya menelusuri hubungan sejarah dan keluarga tokoh-tokoh Minang di luar negeri sebagai bagian dari penguatan jejaring diaspora. Salah satu upaya yang tengah dilakukan adalah menjalin hubungan dengan keluarga Raja Godam di Sarawak, Malaysia.

Pemerintah Provinsi Sumbar juga merencanakan kunjungan ke Sabah, Sarawak, dan Brunei Darussalam pada 25 November mendatang untuk memperkuat silaturahmi dengan masyarakat serta keluarga keturunan Minangkabau di kawasan tersebut.

Menurut Mahyeldi, penguatan jejaring diaspora juga dilakukan melalui penelusuran hubungan dengan keluarga tokoh Minang di berbagai negara, termasuk keluarga Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi di Arab Saudi dan Zubir Said, pencipta lagu kebangsaan Singapura yang berasal dari Agam.

“Upaya ini memang sengaja kita lakukan untuk menghubungkan generasi terdahulu dengan generasi sekarang. Dengan begitu, silaturahmi dan hubungan masyarakat Minangkabau di mana pun berada dapat terus terjaga,” katanya.

Sementara itu, Presiden PCMM Dato' Haji Ismail bin Ahmad mengatakan, organisasi tersebut telah dirintis sejak 2012 dengan melibatkan mahasiswa Indonesia, khususnya dari Sumatera. Jaringan yang dibangun sejak masa mahasiswa itu kini telah berkembang, dengan sejumlah anggotanya menempati posisi sebagai dekan, pimpinan, hingga rektor.

Ia berharap kepengurusan PCMM Cabang Indonesia dapat melanjutkan kerja organisasi dan memperluas kolaborasi masyarakat Minangkabau di Indonesia maupun Malaysia. Menurutnya, kekuatan jaringan diaspora perlu diarahkan untuk saling membantu dan berbagi pengetahuan.

“Yang kaya akan membantu yang miskin, yang pandai akan menyampaikan ilmunya kepada yang belum pandai. Insyaallah, kita akan berjaya,” ujar Ismail.

Ia juga menyampaikan rencana pengembangan program dakwah serumpun yang melibatkan penceramah dari Indonesia dan Malaysia. Program tersebut direncanakan berlangsung pada awal 2027 melalui kerja sama dengan sejumlah lembaga di bawah koordinasi pemerintah Malaysia.

Dalam laporan panitia disebutkan, PCMM merupakan wadah silaturahmi dan kolaborasi cendekiawan Minangkabau yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, sosial budaya, ekonomi, dan kemajuan masyarakat. Pembentukan cabang Indonesia dimaksudkan untuk memperkuat jejaring intelektual, profesional, dan dunia usaha antara kedua negara.

PCMM Cabang Indonesia diharapkan menjadi rumah bersama bagi akademisi, profesional, pengusaha, dan tokoh Minangkabau untuk menyatukan gagasan serta menghadirkan kontribusi nyata bagi Sumatera Barat. Kerja sama yang dibangun mencakup bidang pendidikan, penelitian, investasi, perdagangan, pariwisata, sosial budaya, dan pengembangan sumber daya manusia.

Melalui pengukuhan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berharap hubungan masyarakat Minangkabau di ranah dan rantau semakin kuat. Jejaring diaspora yang telah terbentuk di berbagai negara diharapkan tidak hanya menjaga ikatan persaudaraan, tetapi juga menjadi kekuatan kolaborasi untuk kemajuan daerah dan masyarakat. (adpsb/cen)

Rutan Sawahlunto Buka Akses Kejar Paket, Warga Binaan Tetap Bisa Raih Pendidikan    
Selasa, November 03, 2026

On Selasa, November 03, 2026

Rutan Sawahlunto Buka Akses Kejar Paket, Warga Binaan Tetap Bisa Raih Pendidikan
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sawahlunto membuka akses pendidikan kesetaraan melalui program Kejar Paket bagi warga binaan. (Fotdok: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Menjalani masa pembinaan di balik jeruji besi bukan berarti harus kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sawahlunto membuka akses pendidikan kesetaraan melalui program Kejar Paket bagi warga binaan sebagai upaya memberikan kesempatan belajar dan menyiapkan masa depan yang lebih baik.

Program yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Sawahlunto ini menjadi langkah nyata dalam memenuhi hak pendidikan warga binaan. Kesempatan tersebut sekaligus membuka jalan bagi mereka yang belum menuntaskan pendidikan formal agar tetap dapat melanjutkan pembelajaran sesuai jenjang yang dibutuhkan.

Kepala Rutan Kelas IIB Sawahlunto, Mustofa, menyebut pendidikan kesetaraan bukan sekadar kegiatan pengisi waktu selama menjalani masa pembinaan. Program ini merupakan kesempatan bagi warga binaan untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan kemampuan akademik, serta mendapatkan ijazah sesuai jenjang pendidikan yang ditempuh.

Dalam pelaksanaannya, warga binaan mengikuti pembelajaran dengan pendampingan tenaga pendidik dari SKB Kota Sawahlunto. Proses belajar berlangsung secara terarah, memberikan ruang bagi peserta untuk memahami materi, mengajukan pertanyaan, dan mengembangkan kemampuan melalui kegiatan pendidikan.

Kehadiran program Kejar Paket juga membawa pesan penting bahwa keterbatasan kebebasan tidak seharusnya memutus kesempatan seseorang untuk belajar. Setiap warga binaan tetap memiliki hak untuk mengembangkan diri dan memperoleh bekal pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupannya.

Lebih dari sekadar memperoleh ijazah, pendidikan kesetaraan diharapkan mampu membangun kembali kepercayaan diri warga binaan. Pengetahuan dan pendidikan menjadi modal penting agar mereka memiliki kesempatan lebih luas untuk melanjutkan pendidikan, mencari pekerjaan, maupun menjalani kehidupan produktif setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Kerja sama Rutan Sawahlunto dengan SKB Kota Sawahlunto memperlihatkan bahwa pembinaan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan masa hukuman, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan menjadi salah satu jalan untuk membekali warga binaan agar mampu menghadapi tantangan ketika kembali ke lingkungan sosial.

Upaya membuka akses pendidikan ini sekaligus menegaskan bahwa masa pembinaan dapat menjadi momentum untuk memperbaiki diri. Kesempatan belajar yang diberikan diharapkan menumbuhkan semangat, tanggung jawab, dan tekad warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Melalui program Kejar Paket, Rutan Kelas IIB Sawahlunto ingin memastikan bahwa pintu pendidikan tetap terbuka bagi siapa pun, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan. Sebab, masa depan seseorang tidak semestinya berhenti karena kesalahan masa lalu, tetapi dapat dibangun kembali melalui pendidikan, kesempatan, dan kemauan untuk berubah. (*) 

Pewarta: Marjafri
Editor: Zamri Yahya, WU

Wamendagri Soroti Potensi Dana Perantau untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi Sumbar    
Selasa, November 03, 2026

On Selasa, November 03, 2026

Wamendagri Soroti Potensi Dana Perantau untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi Sumbar
Bima Arya saat menghadiri Rapat Koordinasi Pemantapan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Sumbar di Auditorium Gubernuran, Senin (2/11/2026). (Fotdok: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya menyoroti besarnya potensi dana perantau Minangkabau yang diperkirakan mencapai Rp20 triliun sebagai salah satu sumber pembiayaan alternatif untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat (Sumbar).

Potensi tersebut perlu diarahkan tidak hanya untuk konsumsi, tetapi juga investasi produktif dan pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah.

Hal itu disampaikan Bima Arya saat menghadiri Rapat Koordinasi Pemantapan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Sumbar di Auditorium Gubernuran, Senin (2/11/2026). Ia mengapresiasi inisiatif Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, yang mempertemukan seluruh kepala daerah untuk merumuskan strategi pertumbuhan ekonomi berdasarkan potensi dan karakteristik masing-masing wilayah.

Menurut Bima, Sumbar memiliki modal ekonomi yang besar untuk berkontribusi terhadap pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, potensi tersebut perlu dikelola melalui strategi yang tepat, termasuk membangun ekosistem ekonomi yang mampu menggerakkan berbagai sektor dan tidak hanya bergantung pada belanja pemerintah.

“Potensi dana rantau ini perlu dimaksimalkan agar memberikan manfaat jangka panjang, termasuk untuk investasi dan infrastruktur. Setiap daerah juga harus mampu mengenali potensinya dan membangun ekosistem pertumbuhan ekonomi sesuai karakteristik masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, mendorong seluruh kabupaten dan kota mempercepat investasi, memperkuat hilirisasi, serta mengoptimalkan sektor unggulan daerah untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan ekonomi Sumbar pasca terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 lalu.

Mahyeldi menjelaskan, ekonomi Sumbar pada 2025 tumbuh 3,37 persen. Namun, bencana hidrometeorologi menimbulkan kerusakan dan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp33,527 triliun, dengan kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi sekitar Rp21,45 triliun. Dampaknya cukup signifikan karena enam daerah terdampak, secara persentase menyumbang sekitar 58,9 persen terhadap perekonomian Sumbar.

Meski menghadapi tekanan tersebut, perekonomian Sumbar mulai menunjukkan pemulihan. Pada triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,02 persen dan pada triwulan II sebesar 4,54 persen, dengan pertumbuhan kumulatif semester I mencapai 4,77 persen. Momentum ini, menurut Mahyeldi, harus diperkuat melalui peningkatan produktivitas pertanian, hilirisasi, pengembangan UMKM, konektivitas antarwilayah, percepatan investasi, serta belanja pemerintah yang memiliki daya ungkit ekonomi.

“Pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya menjadi angka dalam statistik atau perencanaan, melainkan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kita ingin pertumbuhan itu berdampak pada peningkatan kesempatan kerja, pendapatan, penurunan kemiskinan, dan penguatan daya beli masyarakat,” tegasnya.

Guna mensukseskan rencana tersebut, Mahyeldi meminta setiap kabupaten dan kota segera menyusun langkah konkret sesuai potensi dan persoalan daerah masing-masing, mulai dari penetapan lokasi program, penanggung jawab, jadwal pelaksanaan, kebutuhan anggaran, hingga dukungan lintas pemerintahan.

Mahyeldi berharap, rakor tersebut menghasilkan tindakan nyata untuk memperkuat investasi, meningkatkan produktivitas, mengembangkan hilirisasi, dan mempererat keterhubungan ekonomi antardaerah di Sumbar.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi menekankan pentingnya pembangunan ekosistem usaha sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Menurutnya, besarnya jumlah UMKM harus diikuti keterhubungan dengan industri berskala besar sehingga pelaku usaha kecil turut menjadi bagian dari rantai pasok dan menikmati pertumbuhan sektor industri.

Ia mencontohkan pengalaman Jepang yang mampu menjaga keterlibatan UMKM dalam industri otomotif melalui jaringan pemasok suku cadang dan komponen. Pendekatan tersebut, menurutnya, dapat menjadi pembelajaran bagi daerah dalam mengembangkan sektor unggulan dengan memperkuat hubungan antarpelaku usaha.

Sonny juga menegaskan pentingnya data ekonomi yang akurat, termasuk melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, untuk mengidentifikasi sumber pertumbuhan dan menentukan kebijakan yang tepat. Ia meminta BPS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota memperkuat koordinasi dengan kepala daerah dan OPD dalam merumuskan langkah percepatan ekonomi.(adpsb/cen/bud)

Muhidi Kunjungi SMKN 2 Batusangkar, Petik Langsung Melon Hasil Budidaya Siswa    
Senin, November 02, 2026

On Senin, November 02, 2026

Muhidi Kunjungi SMKN 2 Batusangkar, Petik Langsung Melon Hasil Budidaya Siswa
Salah satu momen menarik terjadi ketika Muhidi diajak memetik buah melon segar hasil budidaya sekolah. (Fotdok: Humas). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Muhidi, M.M., melakukan kunjungan kerja ke SMKN 2 Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Senin (2/11/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan dengan dunia pendidikan sekaligus melihat langsung aktivitas dan potensi yang dikembangkan oleh sekolah kejuruan.

Kehadiran Muhidi disambut hangat oleh jajaran majelis guru, tenaga kependidikan, serta siswa-siswi SMKN 2 Batusangkar. Suasana penuh keakraban mewarnai temu ramah tersebut, mencerminkan antusiasme keluarga besar sekolah menyambut pimpinan lembaga legislatif Sumatera Barat itu.

Dalam kunjungan tersebut, Muhidi tidak sekadar hadir untuk bersilaturahmi. Ia juga berkesempatan melihat secara langsung berbagai aktivitas produktif yang menjadi bagian dari pembelajaran dan pengembangan keterampilan peserta didik di lingkungan sekolah.

Salah satu momen menarik terjadi ketika Muhidi diajak memetik buah melon segar hasil budidaya sekolah. Dengan penuh antusias, ia mengikuti kegiatan tersebut dan melihat langsung hasil kerja siswa dalam mengembangkan tanaman hingga menghasilkan buah yang siap dipanen.

Momen memetik melon itu menjadi gambaran menarik tentang bagaimana pendidikan kejuruan dapat menghadirkan pengalaman belajar yang nyata. Siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan keterampilan yang berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan produktif.

Bagi Muhidi, kunjungan ke lingkungan sekolah seperti SMKN 2 Batusangkar juga menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat dinamika pendidikan dan potensi yang dimiliki satuan pendidikan. Interaksi langsung dengan guru, tenaga kependidikan, dan siswa memberikan ruang untuk memahami berbagai aktivitas yang berlangsung di sekolah.

Suasana temu ramah semakin memperlihatkan pentingnya kedekatan antara unsur pemerintah, lembaga legislatif, dan dunia pendidikan. Kehadiran Muhidi di tengah keluarga besar SMKN 2 Batusangkar menjadi bentuk perhatian terhadap lingkungan pendidikan yang memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda.

Kegiatan budidaya melon yang diperlihatkan kepada Muhidi sekaligus menjadi contoh bahwa sekolah kejuruan memiliki peluang besar mengembangkan pembelajaran berbasis praktik. Potensi tersebut dapat menjadi bekal bagi siswa untuk meningkatkan keterampilan, kreativitas, serta kesiapan menghadapi dunia kerja dan peluang usaha.

Kunjungan kerja Muhidi pun meninggalkan kesan tersendiri bagi keluarga besar SMKN 2 Batusangkar. Lebih dari sekadar agenda silaturahmi, pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa potensi sekolah, kreativitas siswa, dan penguatan pendidikan kejuruan layak mendapat perhatian dalam upaya membangun sumber daya manusia Sumatera Barat yang unggul. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

29 Mahasiswa IAI Sumbar Pariaman Resmi Jadi Kader PMII, Dituntut Kritis dan Adaptif    
Senin, November 02, 2026

On Senin, November 02, 2026

29 Mahasiswa IAI Sumbar Pariaman Resmi Jadi Kader PMII, Dituntut Kritis dan Adaptif
Ketua Komisariat PMII IAI Sumbar Pariaman, Fajra Indratul Fadly Tuanku Kuniang dan anggota baru dari Komisariat Institut Agama Islam Sumatera Barat (IAI Sumbar) Pariaman. (Fotdok: Armaidi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Menjadi mahasiswa bukan sekadar datang ke kampus, mengikuti perkuliahan, lalu pulang tanpa keterlibatan dalam persoalan sosial. Mahasiswa dituntut memiliki kepekaan, keberanian berpikir kritis, serta kemampuan menawarkan solusi. Semangat inilah yang menjadi salah satu pesan utama dalam Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Institut Agama Islam Sumatera Barat (IAI Sumbar) Pariaman.

Sebanyak 29 mahasiswa dan mahasiswi IAI Sumbar Pariaman resmi menjadi anggota PMII setelah mengikuti Mapaba selama dua hari, Sabtu hingga Minggu malam (31 Oktober–1 November 2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Nahdatul Ulum, Desa Kajai, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman.

Namun, keanggotaan baru ini bukan sekadar penambahan jumlah kader organisasi. Lebih dari itu, Mapaba diharapkan menjadi titik awal pembentukan mahasiswa yang memiliki karakter, wawasan luas, kepedulian sosial, serta keberanian mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.

Ketua Komisariat PMII IAI Sumbar Pariaman, Fajra Indratul Fadly Tuanku Kuniang, menegaskan bahwa mahasiswa yang telah mengikuti Mapaba harus serius menjalani proses kaderisasi. Ia mengingatkan agar kader tidak terjebak menjadi mahasiswa kupu-kupu atau kuliah pulang-kuliah pulang, tanpa mengembangkan kemampuan berpikir dan kepekaan terhadap lingkungan.

Menurutnya, mahasiswa harus tampil sebagai kelompok intelektual yang kritis sekaligus adaptif. Kritik yang disampaikan tidak boleh berhenti pada menyampaikan ketidakpuasan, tetapi harus disertai gagasan dan solusi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Fajra juga menekankan pentingnya budaya membaca dan berdiskusi sebagai fondasi pengembangan intelektualitas kader. Ia mengingatkan bahwa pengetahuan tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus dibangun melalui kebiasaan belajar, memperluas wawasan, dan menuangkan pemikiran melalui tulisan. "Jika kita ingin melihat dunia maka membacalah, jika kita ingin dilihat dunia maka menulislah," tuturnya.

Pesan lainnya disampaikan Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Pariaman, Idrian, S.Kom., CHST. Saat pembukaan Mapaba, ia mengingatkan bahwa kader PMII juga perlu menguasai keterampilan di luar ilmu organisasi. Kemampuan digital marketing, desain grafis, menjadi konten kreator, serta berbagai keterampilan lainnya dinilai penting untuk menghadapi tantangan era modern.

Idrian juga mengingatkan agar kader PMII tidak menjadi aktivis yang sekadar mengikuti arus atau kepentingan pihak tertentu. Keberanian menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi, menurutnya, harus berpijak pada hati nurani rakyat, bukan karena arahan senior ataupun kepentingan pribadi. Ia menegaskan, kader harus aktif, kritis, dan memiliki pendirian.

Mapaba yang dibuka Ketua Cabang PMII Kota Pariaman, Annisa Fitri, tersebut ditutup pada Minggu malam (1 November 2026) pukul 23.00 WIB. Dengan resminya 29 mahasiswa menjadi anggota, tantangan berikutnya bukan hanya mempertahankan keaktifan organisasi, tetapi membuktikan bahwa kader PMII mampu tumbuh menjadi mahasiswa berpengetahuan, terampil, berintegritas, dan berani memperjuangkan kepentingan masyarakat. (*) 

Pewarta: Armaidi Tanjung
Editor: Zamri Yahya, WU