HEADLINE
Hingga  Ada Kejelasan  Regulasi, Penambahan Rp5,8 M untuk Program  Dubalang  Kota Dipending     
Minggu, Juni 28, 2026

On Minggu, Juni 28, 2026

Hingga  Ada Kejelasan  Regulasi, Penambahan Rp5,8 M untuk Program  Dubalang  Kota Dipending
Penambahan anggaran Rp5,8 M untuk Program  Dubalang  Kota dipending  hingga ada kejelasan regulasi. (Foto Ilustrasi: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dalam pendapat akhirnya, Fraksi Partai Amanat Nasinal (PAN) DPRD Kota Padang mengungkap penambahan anggaran Rp5,8 M untuk Program  Dubalang  Kota dipending  hingga ada kejelasan regulasi.

"Misalnya  pada  OPD  Satuan  Polisi  Pamong  Praja  (Satpol  PP)  yang  mencapai Rp1,490 miliar lebih," kata Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Padang Rustam Effendi.

Rustam Effendi menegaskan, sedangkan penambahan sebesar Rp5,8 miliar  untuk  program  dubalang  dipending  hingga  ada kejelasan  regulasi  atau  payung  hukum  yang  sah. 

Hal itu disampaikan Ketua Fraksi PAN, Rustam Effendi pada rapat paripurna DPRD Kota Padang dengan agenda pendapat akhir fraksi terhadap perubahan KUA-PPAS tahun anggaran 2026, Sabtu, 27 Juni 2026.

Sebelumnya Rustam Effendi mengungkapkan, Secara  umum,  alokasi  anggaran  pada  OPD  Pemko  yang menjadi  mitra  Komisi  I  DPRD  Padang,  dalam  pembahasan dengan  Pansus  I  dan  disempurnakan  dalam  rancangan kesepakatan  perubahan  PPAS  tahun  2026,  terungkap terjadinya  penambahan anggaran.

Dengan adanya  penambahan  anggaran  Satpol  PP  ini,  Fraksi  PAN berharap dalam penegakan Perda dan Perkada, Satpol PP jangan tebang pilih. 

Sebab hingga saat ini, masih ada yang pedagang  yang  berjualan  memanfaatkan  fasilitas  umum (fasum) maupun fasum dijadikan untuk kepentingan pribadi dan kelompok. (*) 

Pewarta: Zamri Yahya, SH. I, WU

Fraksi  PAN DPRD Kota Padang Sorot Kenaikan Belanja Modal Lebih 50 Persen, Rustam Effendi Ingatkan Ini    
Minggu, Juni 28, 2026

On Minggu, Juni 28, 2026

Fraksi  PAN DPRD Kota Padang Sorot Kenaikan Belanja Modal Lebih 50 Persen, Rustam Effendi Ingatkan Ini
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kota Padang, Rustam Effendi membacakan pendapat akhir fraksi pada rapat paripurna, Sabtu, 27 Juni 2026.

BENTENGSUMBAR.COM
- Fraksi  PAN  mengucapkan  terimakasih  dan  penghargaan  yang tulus dan sebesar-besarnya kepada Panitia Khusus (Pansus) 1, II, III dan IV  DPRD  Kota  Padang  bersama  mitra  kerja/  OPD  di  lingkungan Pemerintah Kota Padang  yang telah merampungkan pembahasan Rancangan  KUA dan P-PPAS Tahun 2026.  

"Kami mendoakan semoga kelelahan  dan  pikiran  yang  terkuras  menjadi  amal  ibadah  bagi bapak/ibu dan kita semua yang hadir pada rapat paripurna hari ini. Aamiin," ungkap Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kota Padang, Rustam Effendi pada rapat paripurna, Sabtu, 27 Juni 2026.

Rustam Effendi mengatakan, Fraksi  PAN berharap kenaikan belanja modal lebih 50 persen ini, betul-betul berpedoman kepada Surat Edaran (SE) Walikota nomor 900.1/377/BPKAD-PDG/2025  tertanggal  23  Agustus  2025 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah Tahun Anggaran 2026.  

"Fraksi PAN berharap  dengan  bertambahnya  belanja  modal  sebesar Rp304,422 miliar, belanja barang dan jasa sebesar Rp153,389 miliar  dan  belanja  hibah  sebesar  Rp59,350  miliar  dapat mendukung  dan  mempercepat  akselari  visi  Smart  City  dan Kota  Sehat,  peningkatan  daya  tarik  pariwisata  dan peningkatan produktivitas industri kreatif," tegasnya. 

Masih  terkait  dengan  kenaikan  belanja  modal  yang mencapai  Rp306,422  miliar  itu,  Fraksi  PAN  berharap  bisa dilaksanakan hingga tuntas, mengingat dari tahapan APBD-P 2026, diperkirakan bisa dieksekusi di tiga atau empat bulan terakhir tahun ini. Fraksi PAN tidak ingin, belanja modal yang tidak terlaksana dan tuntas itu menjadi Silpa.  

Secara  umum,  alokasi  anggaran  pada  OPD  Pemko  yang menjadi  mitra  Komisi  I  DPRD  Padang,  dalam  pembahasan dengan  Pansus  I  dan  disempurnakan  dalam  rancangan kesepakatan  perubahan  PPAS  tahun  2026,  terungkap terjadinya  penambahan anggaran.  

"Misalnya  pada  OPD  Satuan  Polisi  Pamong  Praja  (Satpol  PP)  yang  mencapai Rp1,490 miliar lebih. Sedangkan penambahan sebesar Rp5,8 miliar  untuk  program  dubalang  dipending  hingga  ada kejelasan  regulasi  atau  payung  hukum  yang  sah," katanya. 

Dengan adanya  penambahan  anggaran  Satpol  PP  ini,  Fraksi  PAN berharap dalam penegakan Perda dan Perkada, Satpol PP jangan tebang pilih. Sebab hingga saat ini, masih ada yang pedagang  yang  berjualan  memanfaatkan  fasilitas  umum (fasum) maupun fasum dijadikan untuk kepentingan pribadi dan kelompok.  

Dalam  matrik  pembahasan P-KUA  P-PPAS  tahun  2026,  yaitu   pada  OPD  pemerintahan  kecamatan,  seluruh  kecamatan alami  penambahan  anggaran. Ia menegaskan, Fraksi  PAN  setuju  dengan penambahan  anggaran  ini,  dengan  catatan  jajaran kecamatan bersama jajaran kelurahan, melakukan pendataan  terhadap  warganya  bersama  pendamping berbagai  program  pemerintah,  baik  menyangkut  data kemiskinan,  verifikasi  guru  TPA  termasuk  soal  potensi  PAD khususnya dalam sektor PBB-P2. 

"Fraksi PAN juga sependapat dengan rekomendasi pansus, terkait pokir dewan yang ada di kecamatan  sebelum  dieksekusi  sebaiknya  menghubungi anggota dewan bersangkutan," ungkapnya.  

Berdasarkan pembahasan Pansus II DPRD Padang bersama mitra kerja, terungkap target pendapatan pada perubahan APBD  2026  tetap  sebesar  Rp817,304  miliar  lebih,  dengan rincian  target  BPHTB  dan  PBJT  meningkat  sedang  Pajak reklame, air tanah dan PBB-P2 menurun. 

"Fraksi PAN berharap Bapenda  menggali  potensi  PAD  lain  yang  belum  tergarap untuk  mendongkrak  PAD.  Fraksi  PAN  juga  berharap  OPD terkait  merincikan    dan  menjelaskan  kenaikan  pada  BPHTB dan  PBJT  sekaligus  target  pada  sektor  PBB-P2  dan  Pajak Barang dan Jasa yang turun itu," pungkasnya.  

Fraksi PAN meminta Bapenda untuk mempercepat digitalisasi pelayanan perpajakan, memperkuat validitas basis data serta mengoptimalkan pencapaian target melalui intensifikasi dan ekstentifikasi  pajak.  

"Fraksi  PAN  berharap  dengan  adanya Satgas  Pajak  Daerah,  potensi  PAD  yang  selama  ini  tak maksimal digarap seperti parkir, kehadiran kafe-kafe, PBB-P2 yang  masih  terpiutang,  reklame  dan  lainnya,  bisa dimaksimalkan," tukasnya.

Berdasarkan  hasil  pembahasan  Pansus  III  DPRD  Padang bersama  mitra  kerja,  terungkap  pada  Dinas  Perumahan Rakyat  dan  Kawasan  Permukiman  (Perkim)  terjadi penambahan  anggaran  cukup  besar  mencapai  Rp133,105 miliar lebih.

"Fraksi PAN berharap penambahan anggaran ini perlu  dikaji  secara  matang,  apakah  dimungkinkan  tuntas hingga  akhir  tahun  ini,  sehingga  tidak  menjadi  Silpa.  Fraksi PAN juga berharap Dinas Perkim mencari alternatif program bagi  korban  bencana  hidrometeorologi  yang  belum mendapatkan bantuan rumah," katanya.  

Masih  dari  hasil  pembahasan  Pansus  III  DPRD  Padang bersama mitra, terungkap pula. Realisasi fisik  Dinas Pekerjaan Umum  dan  Penataan  Ruang  (PUPR)  baru  mencapai  6,46 persen.  

"Fraksi  PAN  berharap  OPD  ini  harus  optimis  dan melakukan  percepatan  kegiatan.  Apalagi  kegiatan  dan program  yang  dilakukan  dominan  implementasi  progul Walikota  dan  Wawako  Padang  khususnya  perbaikan  jalan, drainase yang menyangkut hajat orang banyak. Fraksi PAN berharap  pula  kondisi  rill  jalan  yang  menjadi  kewenangan kota  yang  rusak  berat,  rusak  sedang,  termasuk  kondisi drainase dan berapa total anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaikinya. Fraksi PAN tidak ingin, karena diperbaiki dan dibenahi  di  beberapa  titik,  lantas  sudah  dianggap  progul perbaikan jalan dan drainase berhasil," cakapnya. 

Dinas Lingkungan Hidup juga mendapat kenaikan anggaran yang  luar  biasa  dari  Rp133,  843  miliar  menjadi  Rp198,599 miliar. OPD paling banyak mendapat tambahan anggaran.

"Fraksi PAN berharap belanja yang besar ini dijelaskan secara detil dan sejauh mana korelasinya dalam mendukung progul Padang Rancak. Fraksi PAN tidak menginginkan penambahan belanja yang besar ini, azas manfaatnya tidak sebesar penambahan anggarannya," katanya.

Berdasarkan  hasil  pembahasan  Pansus  IV  DPRD  Padang bersama  mitra  kerja,  Fraksi  PAN  menyarankan  Dinas Kesehatan  untuk  melakukan  moratorium  pegawai  karena adanya pindahan dari Kota Pariaman dengan berkoordinasi Bersama BKPSDM.  

"Fraksi  PAN  juga  menyarankan  Dinas  Sosial  agar  data  detil (DTSN) masyarakat yang tereleminasi ditinjau kembal karena sebelumnya  mereka  merupakan  penerima  bantuan," urainya.  

Fraksi PAN  juga  sependapat  dengan  Komisi IV  yang menjelaskan bantuan social perorangan melalui pokir diminta ditiadakan ke depannya dan penanganan terhadap anak jalanan lebih ditingkatkan. 

"Fraksi PAN meminta Pemko Padang agar alokasi anggaran pada  KUPA  dan  P-PPAS  Tahun  Anggaran  2026  digunakan tepat  sasaran,  tepat  manfaat  dan  tepat  waktu  untuk menghindari kerugian belanja daerah tahun 2026 ini," cakapnya.

Dengan tepat  sasaran,  tepat  waktu,  maka  outputnya  akan memberikan  dampak  positif  kepada  pembangunan  kota Padang dan masyarakat kota Padang. Ini adalah harapan dan  cita-cita  mulia  kita  bersama,  Pemko  Padang,  DPRD Padang dan hadirin yang hadir dalam rapat paripurna ini. (*) 

Pewarta: Zamri Yahya, SH. I, WU

AFI Ikut Ramaikan Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026    
Minggu, Juni 28, 2026

On Minggu, Juni 28, 2026

AFI Ikut Ramaikan Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026
Wali Kota Pariaman, Yota Balad usai menerima kunjungan pengurus Asosiasi Fotografi Indonesia (AFI) Wilayah Sumatera Barat (Sumbar). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Asosiasi Fotografi Indonesia (AFI) Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) ikut meramaikan pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026. 

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pariaman, Yota Balad usai menerima kunjungan pengurus Asosiasi Fotografi Indonesia (AFI) Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) di panggung utama iven Bandagala, Muaro Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, Sabtu (27/6).

Wali Kota Pariaman, Yota Balad menyatakan dukungan penuhnya terhadap pembentukan dan keberadaan AFI di Sumatera Barat. 

Yota  berharap kehadiran wadah ini mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi sektor pariwisata daerah.

“Kita meminta kepada seluruh jajaran pengurus AFI agar ikut aktif mempromosikan potensi pariwisata Kota Pariaman ke kancah nasional maupun internasional. Promosi tersebut diharapkan dapat dioptimalkan baik melalui momentum berskala besar seperti event budaya nasional Pesona Hoyak Tabuik, maupun melalui eksplorasi visual keindahan destinasi wisata alam dan budaya yang dimiliki Pariaman,“ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan mandat kepengurusan AFI Sumbar serta penyerahan Majalah "Mata".

Majalah produksi AFI ini merupakan media visual yang merangkum berbagai event seni, budaya, serta pesona pariwisata dari seluruh penjuru Indonesia.(dre/wi/at)

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat    
Minggu, Juni 28, 2026

On Minggu, Juni 28, 2026

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat
Penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) dan Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA) periode 2026–2028 di Jakarta, Jumat (26/6/2026). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, mengatakan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) merupakan cerminan hubungan industrial yang sehat karena dibangun melalui dialog, musyawarah, dan kesepahaman antara manajemen dan pekerja.

Hal tersebut disampaikan Afriansyah saat menghadiri penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) dan Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA) periode 2026–2028 di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

"Keberhasilan PKB ini menunjukkan bahwa perbedaan kepentingan tidak harus berujung pada konflik berkepanjangan, melainkan dapat diwadahi melalui solusi yang mengakomodasi semua pihak," ujar Afriansyah.

Menurut Afriansyah, PKB memiliki makna yang melampaui aspek administratif maupun legal formal. Dokumen tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun hubungan kerja yang sehat, adaptif, dan berkeadilan.

Ia menilai ruang komunikasi yang terbuka menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keseimbangan antara produktivitas perusahaan dan kesejahteraan pekerja. Karena itu, proses perundingan yang melibatkan berbagai pandangan merupakan bagian penting dalam memperkuat hubungan industrial.

Dalam proses penyusunan PKB, perbedaan pandangan juga sempat muncul, terutama pada fase pra-perundingan saat menentukan komposisi keterwakilan tim perunding. Namun, keberadaan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 28 Tahun 2014 dinilai mampu menjadi pijakan dalam menyelesaikan kebuntuan tersebut.

"Sebagai BUMN strategis yang menopang konektivitas nasional dan pertumbuhan ekonomi, stabilitas hubungan kerja di PT KAI memegang peran yang sangat krusial," katanya.

Lebih lanjut, Afriansyah menekankan pentingnya menjaga kesinambungan hubungan industrial setelah penandatanganan PKB. Menurutnya, dokumen tersebut perlu menjadi rujukan bersama untuk memperkuat rasa saling percaya dan mempererat kolaborasi antarpihak.

Ia juga berharap setiap persoalan yang muncul di lingkungan kerja dapat diselesaikan melalui pendekatan dialogis sehingga potensi gesekan dapat diredam sejak awal.

"Semoga kesepakatan ini dapat mendorong lahirnya budaya kerja yang semakin produktif sekaligus memperkuat kinerja perusahaan," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa PKB merupakan instrumen strategis yang mencerminkan kesamaan pandangan antara manajemen dan pekerja dalam memperkuat arah pengembangan perusahaan ke depan.

Ia menilai hubungan industrial yang kuat perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka, kepercayaan yang terus dijaga, serta komitmen bersama untuk tumbuh dan berkembang.

"Hubungan industrial yang sehat hanya dapat terwujud melalui komunikasi yang terbuka, rasa saling percaya, serta komitmen untuk tumbuh bersama," ujar Bobby. (*)

Profesionalisme Militer Indonesia Harus Adaptif Hadapi Ancaman Multidimensi    
Minggu, Juni 28, 2026

On Minggu, Juni 28, 2026

Profesionalisme Militer Indonesia Harus Adaptif Hadapi Ancaman Multidimensi
Marsda TNI Dr. Budhi Achmadi dalam tulisannya berjudul Profesionalisme Militer Lama dan Baru: Dalam Perspektif Indonesia. (Foto: ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Konsep profesionalisme militer di Indonesia dinilai perlu terus berkembang seiring perubahan lingkungan strategis global yang semakin kompleks. 

Di tengah meningkatnya ancaman hibrida, disrupsi teknologi, serangan siber, terorisme, bencana alam, pandemi, hingga krisis pangan dan energi, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dituntut tidak hanya memiliki kemampuan tempur yang andal, tetapi juga mampu beradaptasi dengan berbagai kebutuhan strategis bangsa.

Pandangan tersebut disampaikan Marsda TNI Dr. Budhi Achmadi dalam tulisannya berjudul Profesionalisme Militer Lama dan Baru: Dalam Perspektif Indonesia. 

Menurutnya, perdebatan mengenai profesionalisme militer kembali mengemuka di tengah dinamika geopolitik dan meningkatnya kompleksitas tantangan nasional.

"Apakah militer yang profesional adalah militer yang semata-mata fokus pada perang dan pertahanan eksternal, atau justru militer yang mampu beradaptasi dengan berbagai kebutuhan strategis bangsa?" tulis Budhi membuka pembahasannya, Sabtu (27/6).

Budhi menjelaskan, konsep profesionalisme militer klasik (old professionalism) diperkenalkan oleh ilmuwan politik Samuel P. Huntington melalui karya monumentalnya The Soldier and the State. 

Huntington menempatkan profesionalisme militer pada tiga pilar utama, yakni keahlian (expertise), tanggung jawab (responsibility), dan semangat korps (corporateness). 

Dalam perspektif tersebut, militer profesional adalah institusi yang fokus pada fungsi pertahanan negara, menjauhi politik praktis, serta tunduk kepada otoritas sipil melalui konsep objective civilian control.

Namun, menurut Budhi, perkembangan lingkungan strategis internasional memunculkan pandangan baru mengenai profesionalisme militer.

Konsep new professionalism dikembangkan oleh Alfred Stepan melalui bukunya The New Professionalism of Internal Warfare and Military Role Expansion.

Dalam konsep tersebut, militer di negara-negara berkembang tidak lagi hanya bertugas menghadapi ancaman dari luar negeri, tetapi juga menjalankan fungsi yang lebih luas dalam menghadapi ancaman internal, menjaga stabilitas nasional, serta mendukung pembangunan negara.

"Profesionalisme militer tidak semata diukur dari kemampuan tempur, tetapi juga dari kapasitas adaptasi terhadap berbagai tantangan strategis bangsa," jelasnya.

Menurut Budhi, konsep tersebut semakin relevan pada abad ke-21 karena karakter ancaman telah berubah secara signifikan.

Ancaman terhadap negara tidak lagi hanya berupa invasi militer, melainkan juga terorisme, bencana alam, pandemi, kejahatan siber, disrupsi teknologi, perubahan iklim, hingga krisis pangan dan energi.

"Batas antara ancaman militer dan nonmiliter semakin kabur. Karena itu profesionalisme militer modern menuntut kemampuan multidomain yang melampaui paradigma perang konvensional," katanya.

Ia mencontohkan sejumlah negara yang telah menerapkan pendekatan tersebut. Di India, militer menjadi tulang punggung penanggulangan bencana dan pembangunan di wilayah terpencil. 

Di Brasil, angkatan bersenjata berperan dalam pengamanan kawasan Amazon serta operasi kemanusiaan. Di Korea Selatan, militer ikut mendukung pengembangan teknologi dan industri strategis. 

Bahkan di Amerika Serikat, militer memiliki kontribusi besar dalam penanganan bencana, keamanan siber, hingga dukungan logistik nasional tanpa mengurangi prinsip supremasi sipil.

Budhi menilai Indonesia memiliki tantangan yang lebih kompleks dibanding banyak negara lain. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia berada di persimpangan jalur perdagangan global, memiliki ribuan pulau, rawan bencana alam, serta menghadapi ancaman siber dan kontestasi geopolitik kawasan.

"Dalam situasi seperti itu, membatasi profesionalisme TNI hanya pada kemampuan tempur konvensional justru menjadi pandangan yang terlalu sempit," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa Undang-Undang TNI telah memberikan mandat yang jelas melalui tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP), mulai dari penanggulangan bencana, penanganan terorisme, pengamanan wilayah perbatasan, bantuan kemanusiaan, hingga membantu pemerintah dalam kondisi tertentu.

Menurut Budhi, berbagai tugas tersebut bukan merupakan penyimpangan dari profesionalisme militer, melainkan manifestasi profesionalisme baru yang mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan bangsa.

Pengalaman beberapa tahun terakhir, lanjutnya, memperlihatkan bagaimana TNI menjadi salah satu aktor utama dalam penanganan pandemi COVID-19, membantu distribusi logistik nasional, mendukung percepatan pembangunan di wilayah tertinggal, mengamankan kawasan perbatasan, hingga menjadi garda terdepan dalam operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

"Kehadiran TNI dalam berbagai misi tersebut menunjukkan bahwa profesionalisme militer modern tidak hanya diukur dari kemampuan memenangkan perang, tetapi juga dari kemampuan menjaga keberlangsungan negara ketika menghadapi krisis multidimensi," tulisnya.

Meski demikian, Budhi menegaskan bahwa profesionalisme baru bukan berarti mengembalikan militer ke ranah politik praktis ataupun mengurangi prinsip supremasi sipil. 

Seluruh peran TNI harus tetap berada dalam koridor demokrasi, tunduk pada konstitusi, serta dilaksanakan berdasarkan keputusan politik negara.

Sebaliknya, profesionalisme baru justru menuntut kualitas yang lebih tinggi, yakni prajurit yang memiliki kemampuan tempur, menguasai teknologi, mampu beroperasi secara multidomain, sekaligus memiliki sensitivitas terhadap tantangan pembangunan nasional.

Budhi juga menilai pemikiran Samuel P. Huntington dan Alfred Stepan tidak seharusnya dipertentangkan. Menurutnya, kedua konsep tersebut justru saling melengkapi dalam konteks Indonesia.

"Samuel Huntington mengingatkan bahwa inti profesionalisme militer adalah pengabdian kepada negara. Sementara Alfred Stepan menegaskan bahwa di negara-negara berkembang, militer sering kali dituntut menjalankan peran yang lebih luas sebagai instrumen stabilitas dan pembangunan nasional," paparnya.

Karena itu, ia berpendapat Indonesia membutuhkan keduanya secara bersamaan, yakni TNI yang memiliki kemampuan tempur kelas dunia sebagaimana dicita-citakan profesionalisme klasik, sekaligus memiliki kapasitas adaptif untuk menghadapi ancaman nonmiliter dan mendukung kepentingan strategis bangsa.

"Profesionalisme militer Indonesia bukan hanya tentang kemampuan mengelola kekuatan bersenjata, melainkan tentang kemampuan menghadirkan rasa aman dan ketahanan bagi seluruh rakyat Indonesia. Di era ancaman multidimensi, TNI dituntut tidak hanya menjadi war fighting institution, tetapi juga nation safeguarding institution yang mampu menjaga kedaulatan, membantu masyarakat, dan mendukung keberlanjutan pembangunan nasional. Itulah esensi profesionalisme militer Indonesia di abad ke-21," pungkas Budhi. (*)

Persiapan Porwanas XV Dikebut, Pendaftaran Atlet Dimulai Agustus dengan Verifikasi Ketat    
Minggu, Juni 28, 2026

On Minggu, Juni 28, 2026

Persiapan Porwanas XV Dikebut, Pendaftaran Atlet Dimulai Agustus dengan Verifikasi Ketat
Rapat koordinasi yang digelar di Balai Wartawan Hi. Solfian Akhmad, Jumat (26/6/2026). (Foto: ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XV terus dimatangkan. 

SIWO PWI Lampung bersama Komite Porwanas memastikan proses verifikasi atlet akan dilakukan lebih ketat melalui sistem pendaftaran berbasis digital guna menjamin keabsahan seluruh peserta.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar di Balai Wartawan Hi. Solfian Akhmad, Jumat (26/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek teknis penyelenggaraan, mulai dari kesiapan pertandingan, penetapan nomor lomba, hingga mekanisme pendaftaran atlet.

Ketua Komite Porwanas, Erwin Muhammad, menjelaskan bahwa seluruh kartu identitas atlet dan kontingen nantinya akan dilengkapi barcode. 

Langkah ini diterapkan sebagai upaya mencegah pemalsuan dokumen sekaligus memastikan setiap atlet yang berlaga benar-benar memenuhi persyaratan.

"Seluruh identitas atlet akan menggunakan barcode sehingga proses verifikasi menjadi lebih akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Menurut Erwin, proses pendaftaran atlet dijadwalkan dimulai pada Agustus 2026. Selanjutnya, panitia akan melakukan tahapan verifikasi hingga Desember 2026, dengan target daftar atlet yang dinyatakan lolos sudah ditetapkan pada Januari 2027.

Sementara itu, Ketua Harian Porwanas, Supriyadi Alfian, meminta seluruh penanggung jawab cabang olahraga segera menyusun buku panduan pertandingan. 

Dokumen tersebut akan menjadi pedoman resmi dalam pelaksanaan seluruh pertandingan selama Porwanas XV berlangsung.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, panitia berharap Porwanas XV dapat terselenggara secara profesional, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas, sekaligus menjadi ajang kompetisi yang kredibel bagi insan pers dari seluruh Indonesia. (*)

Pemuda Sumbar Harus Berkarakter dan Berdaya Saing, Gubernur: Masa Depan Daerah Ditentukan Generasi Muda    
Minggu, Juni 28, 2026

On Minggu, Juni 28, 2026

Pemuda Sumbar Harus Berkarakter dan Berdaya Saing, Gubernur: Masa Depan Daerah Ditentukan Generasi Muda
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat memberikan motivasi kepada ratusan peserta Youth Smart Camp Sumatera Barat di Auditorium MiFan Padang Panjang, Sabtu (27/6/2026). (Foto: adpsb) 

BENTENGSUMBAR.COM
– Masa depan Sumatera Barat (Sumbar) tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik maupun kemajuan teknologi, tetapi terutama oleh kualitas generasi mudanya. 

Karena itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengajak para pemuda untuk terus membangun karakter, memperkuat keimanan, serta meningkatkan daya saing agar mampu menjadi pemimpin dan penggerak pembangunan di masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur saat memberikan motivasi kepada ratusan peserta Youth Smart Camp Sumatera Barat di Auditorium MiFan Padang Panjang, Sabtu (27/6/2026).

Di hadapan para peserta, Mahyeldi menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset paling berharga bagi daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan pada masa mendatang bergantung pada sejauh mana pemuda mampu mempersiapkan diri menjadi pribadi yang berintegritas, berilmu, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Hari ini saya berdiri di hadapan kalian bukan untuk melihat siapa yang paling pintar atau paling berprestasi. Saya ingin melihat harapan, karena masa depan Sumatera Barat sedang duduk di ruangan ini. Kalianlah yang akan membawa perubahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di masa mendatang,” ujar Mahyeldi.

Ia menekankan bahwa ukuran keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh profesi ataupun jabatan yang diraih, melainkan dari besarnya manfaat yang diberikan kepada orang lain. 

Karena itu, generasi muda perlu membangun karakter yang kuat, menjunjung tinggi kejujuran, memiliki kepedulian sosial, serta tidak mudah menyerah menghadapi tantangan.

Menurut Mahyeldi, derasnya arus informasi dan media sosial menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda. Tidak sedikit anak muda yang kehilangan rasa percaya diri karena terlalu sering membandingkan dirinya dengan orang lain, padahal setiap orang memiliki potensi dan jalan hidup yang berbeda.

Karena itu, ia menilai Youth Smart Camp menjadi wadah yang tepat bagi para peserta untuk mengenali potensi diri, memperkuat karakter, sekaligus menemukan arah hidup yang ingin dicapai.

“Setiap orang memiliki waktunya masing-masing. Yang terpenting bukan siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang terus bertumbuh. Jangan berhenti belajar, jangan berhenti mencoba, dan jangan pernah berhenti percaya bahwa Allah menciptakan setiap manusia dengan tujuan yang baik,” katanya.

Mahyeldi juga mengajak generasi muda memanfaatkan bonus demografi Indonesia sebagai peluang untuk melahirkan sumber daya manusia unggul yang mampu membawa kemajuan daerah dan bangsa. Ia pun kemudian mengutip hadis Syababu al-yaum rijalu al-ghad yang bermakna pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan.

Selain itu, Mahyeldi mengingatkan pentingnya menjadikan nilai-nilai agama sebagai fondasi dalam menjalani kehidupan. Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Kahfi ayat 13–14 yang menggambarkan bahwa perubahan besar dalam sejarah lahir dari tangan para pemuda yang memiliki keimanan, keberanian, dan keteguhan dalam memperjuangkan kebaikan.

Mengakhiri arahannya, Mahyeldi berharap seluruh peserta menjadikan Youth Smart Camp sebagai momentum untuk memperkuat keyakinan terhadap potensi diri, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan agama.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Rumah Maha Bahagia Bersama, panitia, fasilitator, para guru, orang tua, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Youth Smart Camp Sumatera Barat. 

Ia berharap kegiatan ini menjadi awal lahirnya generasi muda Sumbar yang beriman, percaya diri, berkarakter, memiliki visi yang jelas, serta siap menjadi motor penggerak pembangunan daerah di masa depan. (Adpsb/rmz/bud)

Tinjau TC Kafilah MTQ Korpri, Gubernur Optimistis Sumbar Mampu Pertahankan Juara Nasional    
Minggu, Juni 28, 2026

On Minggu, Juni 28, 2026

Tinjau TC Kafilah MTQ Korpri, Gubernur Optimistis Sumbar Mampu Pertahankan Juara Nasional
Pelaksanaan pemusatan latihan (Training Center/TC) calon peserta di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional I Sumatera, Padang, Sabtu (27/6/2026). (Foto: adpsb) 

BENTENGSUMBAR.COM
– Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah optimistis kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Sumbar mampu mempertahankan gelar juara pada MTQ Korpri Tingkat Nasional Tahun 2026. 

Optimisme itu disampaikannya saat meninjau pelaksanaan pemusatan latihan (Training Center/TC) calon peserta di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional I Sumatera, Padang, Sabtu (27/6/2026).

MTQ Korpri Tingkat Nasional Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung di Provinsi Sulawesi Selatan pada 23–30 Agustus 2026. 

Pemusatan latihan yang kini memasuki tahap akhir menjadi bagian dari upaya mematangkan kemampuan para peserta sebelum berlaga di ajang tersebut.

Dalam peninjauan itu, Mahyeldi mengapresiasi kesungguhan panitia, pelatih, dan seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian pembinaan hingga tahap kelima. 

Menurutnya, persiapan yang dilakukan secara serius menjadi modal penting bagi Sumbar untuk kembali mengukir prestasi di tingkat nasional.

“Alhamdulillah, persiapan berjalan dengan baik dan sekarang sudah memasuki tahap pemantapan. Kita berharap para qari dan qariah yang akan mewakili Sumatera Barat semakin bersungguh-sungguh mengikuti pembinaan. Korpri telah melakukan berbagai ikhtiar, didukung para pelatih yang membimbing dengan penuh dedikasi. Insyaallah, usaha ini akan membuahkan hasil terbaik,” ujar Mahyeldi.

Gubernur juga mengajak seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi maupun pemerintah kabupaten dan kota untuk memberikan dukungan kepada para peserta.

Selain memaksimalkan ikhtiar, ia mengajak seluruh masyarakat mendoakan agar kafilah Sumbar diberi kemudahan dan mampu menampilkan kemampuan terbaik selama pelaksanaan MTQ.

Menurut Mahyeldi, keberhasilan pada MTQ Korpri bukan hanya menjadi kebanggaan prestasi, tetapi juga memperkuat citra Sumbar sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dan memiliki tradisi yang kuat dalam mencintai serta membumikan Al-Qur’an.

“Prestasi ini bukan hanya untuk pemerintah, tetapi menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Sumatera Barat, termasuk para perantau Minangkabau di berbagai daerah. Semoga dengan persiapan yang matang, kita dapat kembali mengharumkan nama daerah di tingkat nasional,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Korpri Sumbar, Andri Yulika menjelaskan bahwa proses seleksi calon peserta dilakukan secara bertahap dan ketat. Dari lebih 300 pendaftar, saat ini tersisa 39 peserta yang mengikuti tahap akhir pemusatan latihan. Selanjutnya akan ditetapkan 38 orang sebagai anggota kafilah resmi Sumbar.

Ia mengatakan, seluruh peserta telah melewati lima tahapan seleksi sehingga yang terpilih merupakan putra-putri terbaik yang diharapkan mampu mempertahankan prestasi Sumbar sebagai juara umum MTQ Korpri tingkat nasional.

“Target kami tentu mempertahankan prestasi yang telah diraih sebelumnya. Namun yang tidak kalah penting, MTQ Korpri menjadi media untuk memperkuat syiar Islam dan membudayakan nilai-nilai Al-Qur’an di lingkungan Korpri Sumatera Barat,” ujar Andri.

Turut mendampingi Gubernur dalam peninjauan tersebut Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sumbar, Fitriati dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar, Nolly Eka Mardianto. (adpsb/rmz/bud)

Mahyeldi: Literasi Keuangan Syariah Jadi Benteng Generasi Muda Hadapi Pinjol dan Investasi Ilegal    
Minggu, Juni 28, 2026

On Minggu, Juni 28, 2026

Mahyeldi: Literasi Keuangan Syariah Jadi Benteng Generasi Muda Hadapi Pinjol dan Investasi Ilegal
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah pada Sumbar Syariah Innovation Festival (SIF) 2026, di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Sabtu (27/6/2026). (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan pentingnya penguatan literasi keuangan syariah sebagai benteng bagi generasi muda menghadapi berbagai risiko di era digital, mulai dari maraknya investasi ilegal, pinjaman online ilegal, hingga beragam bentuk penipuan berbasis teknologi.

Pesan tersebut disampaikannya saat membuka Sharia Financial Talk (SHIFT) 2026, yang menjadi bagian dari rangkaian Sumbar Syariah Innovation Festival (SIF) 2026, di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Sabtu (27/6/2026).

Menurut Mahyeldi, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membuka banyak peluang sekaligus menghadirkan tantangan baru. Karena itu, generasi muda tidak cukup hanya menguasai teknologi, tetapi juga harus memiliki kecerdasan finansial agar mampu mengambil keputusan ekonomi secara bijaksana.

“Literasi keuangan menjadi bekal penting agar generasi muda mampu mengelola pendapatan, membangun kebiasaan menabung, serta berinvestasi sesuai prinsip-prinsip syariah. Dengan bekal itu, mereka tidak mudah terjebak pada praktik investasi ilegal, pinjaman online ilegal, maupun berbagai bentuk penipuan digital,” ujar Mahyeldi.

Ia menilai, penguatan literasi keuangan syariah merupakan investasi jangka panjang dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang tangguh, berintegritas, dan berdaya saing, terutama dalam menyongsong bonus demografi Indonesia.

Mahyeldi juga mengajak generasi muda untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan. Menurutnya, sejarah Islam menunjukkan banyak tokoh sukses yang membangun peradaban melalui dunia usaha. Selain menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian, para pelaku usaha juga memiliki peran besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah.

Ia mengungkapkan, rasio kewirausahaan di Indonesia hingga kini masih berada pada kisaran satu digit. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk melahirkan lebih banyak wirausaha muda, termasuk dari Sumbar.

Menurut Mahyeldi, nilai-nilai ekonomi syariah yang menjunjung keadilan, transparansi, tanggung jawab, dan keberlanjutan sangat selaras dengan falsafah masyarakat Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Karena itu, penguatan literasi keuangan syariah bukan hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga memperkuat karakter generasi muda.

Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam setiap aspek kehidupan. Generasi muda diharapkan mampu menyelaraskan pikiran, perkataan, dan perbuatan sehingga dapat menjadi pribadi yang dipercaya dan mampu memberi kontribusi bagi daerah, bangsa, bahkan dunia.

Sementara itu Chief Executive Officer BeraniKarya.id, Reza Firmansyah HSB menjelaskan bahwa BeraniKarya.id merupakan platform kepemudaan yang berfokus pada penguatan ekosistem ekonomi syariah sebagai wadah bagi generasi muda untuk berkarya, bertumbuh, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Menurut Reza, BeraniKarya.id menjalankan tiga program utama, yakni penguatan literasi ekonomi syariah, peningkatan kapasitas generasi muda melalui berbagai pelatihan keterampilan, serta pemberdayaan sosial berkelanjutan melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga dan komunitas.

Ia menambahkan, penyelenggaraan SHIFT 2026 bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ekonomi dan keuangan syariah sekaligus memperluas inklusi keuangan syariah melalui kolaborasi pemerintah, lembaga keuangan, komunitas, dan kalangan muda.

Melalui penyelenggaraan SHIFT 2026, Pemprov Sumbar berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki literasi keuangan syariah yang baik, berjiwa wirausaha, serta mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi daerah yang berlandaskan nilai-nilai syariah dan kearifan lokal. (adpsb/rmz/bud)