HEADLINE
Literasi Jadi Kunci Hadapi Era Digital, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Ajak Siswa SMK se Kota Padang Perkuat Jati Diri    
Sabtu, Mei 23, 2026

On Sabtu, Mei 23, 2026

Literasi Jadi Kunci Hadapi Era Digital, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Ajak Siswa SMK se Kota Padang Perkuat Jati Diri
Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi saat kegiatan pemantapan nilai literasi siswa di SMK Negeri 9 Padang, Jumat (22/5/2026). (Foto: Idris). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi menegaskan pentingnya penguatan literasi dan jati diri generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital saat menghadiri kegiatan pemantapan nilai literasi siswa di SMK Negeri 9 Padang, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan bertema “Membaca Terbuka Jendela Dunia, Menulis Terukir Inspirasi Jiwa” itu menjadi momentum untuk mendorong lahirnya generasi SMK yang cerdas, kritis, dan literatif di era digital.

Dalam arahannya, Muhidi menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda di era disrupsi informasi. Menurutnya, derasnya perkembangan teknologi dan pergaulan bebas harus diimbangi dengan penguatan identitas dan karakter.

“Yang pertama harus kita bangun adalah identitas dan jati diri. Apalagi kita orang Minang punya falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Kita boleh bergaul dengan siapa saja, tetapi tetap harus punya prinsip dan identitas sendiri,” ujar Muhidi di hadapan para siswa.

Ia juga menekankan bahwa budaya literasi menjadi fondasi penting untuk memperkuat wawasan dan kemampuan beradaptasi di tengah perubahan zaman. 

Muhidi menyebut membaca sebagai jalan utama membangun pola pikir yang kuat, dengan Al-Qur’an sebagai sumber bacaan utama sebelum memperluas pengetahuan melalui literatur lainnya.

“Untuk menguatkan pikiran, kita harus banyak membaca. Kalau sudah menemukan kenyamanan dalam membaca, maka wawasan akan semakin luas,” katanya.

Tak hanya soal literasi, Muhidi juga menyinggung komitmen DPRD Sumbar dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Salah satunya dengan mendukung fasilitas pembelajaran berbasis teknologi di sekolah.

Saat ini, kata dia, tengah diuji coba satu ruang kelas lengkap dengan perangkat IT seperti laptop dan papan digital. Jika program tersebut berhasil, maka akan dikembangkan ke sekolah lain, termasuk SMA 10 Padang.

“Kita fokus pada SDM. Kebutuhan siswa harus terlayani, mulai dari buku hingga fasilitas teknologi. Tahun ini program penguatan semangat belajar juga mulai digerakkan kepada kepala sekolah dan guru,” ungkapnya.

Selain itu, DPRD Sumbar juga tengah merevisi Perda Pendidikan agar siswa tidak hanya memperoleh pembelajaran umum, tetapi juga muatan lokal yang memperkuat karakter budaya daerah.

Di akhir kegiatan, Muhidi memberikan motivasi kepada para siswa agar fokus menyiapkan masa depan sejak dini. 

Ia menegaskan bahwa generasi muda harus menjadi aktor utama dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

“Kalau bukan kita yang menyiapkan masa depan, siapa lagi. Kami di DPRD hanya menjadi pendorong untuk menyiapkan prosesnya,” tuturnya.

Kegiatan tersebut berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa aktif bertanya kepada Muhidi, mulai dari pengalaman perjalanan politiknya hingga fungsi dan tugas pokok DPRD Sumatera Barat. (Idris) 

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri: Generasi Muda Harus Jadi Garda Terdepan Jaga Persatuan Bangsa    
Sabtu, Mei 23, 2026

On Sabtu, Mei 23, 2026

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri: Generasi Muda Harus Jadi Garda Terdepan Jaga Persatuan Bangsa
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman pasca menghadiri kegiatan pembinaan Kesadaran Bela Negara Keluarga Besar TNI Kodam XX/TIB, Jumat (22/5) di Gedung Sapta Marga, Makodam XX/TIB di Padang. (Foto: Idris). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa serta mempertahankan nilai-nilai kebangsaan.  

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman pasca menghadiri kegiatan pembinaan Kesadaran Bela Negara Keluarga Besar TNI Kodam XX/TIB, Jumat (22/5) di Gedung Sapta Marga, Makodam XX/TIB di Padang. 

Evi Yandri juga menghadiri kegiatan tersebut sebagai Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Sumbar. 

Selain Evi Yandri, Anggota Komisi V DPRD Sumbar, Endarmy juga mengikuti kegiatan tersebut yang juga merupakan ketua FKPPI.

Termasuk pula berbagai perwakilan lintas organisasi lainnya, terutama yang berada di bawah pembinaan Kodam Tuanku Imam Bonjol, diantaranya PPM,  FKPPI, P3AD, PPAD.

Evi Yandri mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat nasionalisme, persatuan, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air di tengah masyarakat. 

Melalui pembinaan bela negara, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

"Kita berharap kegiatan ini ikut mendorong lahirnya generasi muda yang solid, berkarakter, serta memiliki semangat nasionalisme yang tinggi," ujar Evi. 

Senada dengan itu, Anggota DPRD Sumbar, Endarmy mengatakan, sinergi antara oganisasi kepemudaan, keluarga besar TNI, dan seluruh elemen masyarakat amat penting dalam memperkuat wawasan kebangsaan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

"Wawasan kebangsaan harus terus ditanamkan pada masyarakat sejak dini, ini sangat berpengaruh dalam upaya menjaga keutuhan negara," tutur Endarmy. 

Perwakilan Kodam XX/TIB,  Letkol KAV Mahpuzh mengatakan ada puluhan peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, terutama organisasi yang berada dibawah pembinaan Kodam Tuanku Imam Bonjol. 

Saat membuka kegiatan tersebut, Mahpuzh mengingatkan tentang pentingnya untuk menjadi satu persatuan. 

"Kita harus menjadi satu, bukan terpisah-pisah. Kalau kita sudah menjadi satu wadah dalam satu pembinaan tentu kita akan menjadi kuat," katanyam

Mahpuzh berharap kegiatan tersebut bukanlah yang terakhir, melainkan akan diadakan berbagai kegiatan lainnya untuk menguatkan jalinan dan sinergi antar organisasi.(*)

Mahfud Wanti-wanti Demokrasi Digunakan untuk Membunuh Demokrasi    
Sabtu, Mei 23, 2026

On Sabtu, Mei 23, 2026

Mahfud Wanti-wanti Demokrasi Digunakan untuk Membunuh Demokrasi
Mantan Menteri Koordinator Bidang  Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyinggung soal perjalanan sistem demokrasi yang berjalan di Indonesia hingga hari ini. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Mantan Menteri Koordinator Bidang  Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyinggung soal perjalanan sistem demokrasi yang berjalan di Indonesia hingga hari ini.

Namun, dia mengingatkan tentang potensi penyelewengan dalam implementasinya.

Hal tersebut dia sampaikan saat dialog Terus Terang yang digelar di Universitas Islam Indonesia (UII), di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis malam, 21 Mei 2026.

“Dulu tahun 1933, Mohammad Hatta (Wakil Presiden Pertama RI) itu sudah menulis, hati-hati dengan demokrasi. Kalau besok Indonesia merdeka, kata Hatta, kita memilih demokrasi, tapi hati-hati dengan demokrasi,” ujar Mahfud.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu memandang, pengalaman negara-negara yang menggunakan sistem demokrasi, justru dimanfaatkan untuk mempertahankan kekuasaan.

Dari situ, dia menyampaikan sebuah kesimpulan tentang bahaya sistem demokrasi yang tidak dikontrol secara awas oleh masyarakat.

“Karena apa? Karena banyak pengalaman bangsa-bangsa itu. Demokrasi digunakan untuk membunuh demokrasi. Jadi membuat konfigurasi otoriter, tapi melalui proses-proses yang demokratis,” urainya.

Dia menyebutkan sejarah satu negara yang awalnya menerapkan sistem demokrasi, namun pada akhirnya ketika penguasa terpilih dalam pemilihan umum (pemilu), justru menerapkan sistem otoritarian.

“Itu kemudian terjadi ketika Hitler berkuasa (di Jerman). Dia ikut pemilu, dapat kursi sedikit, lalu bergabung dengan partai yang kecil menjadi besar besar, semuanya lalu diteror,” katanya.

“Jadilah dia penjahat paling besar, dengan menggunakan proses demokrasi, menggunakan proses konstitusi,” demikian Mahfud menambahkan. (*) 

Sumber: RMOL

Polisi Akan Limpahkan Perkara Roy Suryo Cs, Refly Harun: Pernyataan Normatif!    
Sabtu, Mei 23, 2026

On Sabtu, Mei 23, 2026

Polisi Akan Limpahkan Perkara Roy Suryo Cs, Refly Harun: Pernyataan Normatif!
Koordinator tim hukum Troya, Refly Harun, menanggapi pernyataan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto yang menyebut akan penyidik akan melimpahkan perkara Roy Suryo ke Kejaksaan (P21). Menurutnya, pernyataan itu bersifat normatif. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Koordinator tim hukum Troya, Refly Harun, menanggapi pernyataan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto yang menyebut akan penyidik akan melimpahkan perkara Roy Suryo ke Kejaksaan (P21). Menurutnya, pernyataan itu bersifat normatif.

Refly menilai, Kabid Humas Polda Metro tak tahu kapan penyidik melimpahkan perkara tersebut ke Kejaksaan.

"Itu pernyataan yang normatif sifatnya. Dan yang kedua, dia juga tidak tahu persis apakah memang akan P21 atau tidak. Intinya dia membantah kalau tidak P21, tapi apakah akan P21, dia juga tidak tahu," ujar Refli saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026).

"Nah, karena itu menurut saya apa yang disampaikan dia itu, ya memang dia doing his job sebagai Humas. Kan Humas kalau ditanya pasti tidak mungkin tidak jawab," tambahnya.

Namun terlepas dari itu, Refly Harun menilai, perkara yang menyeret kliennya tak layak untuk ditindaklanjuti. 

Pasalnya, kata dia, penanganan perkara itu terlampau telah melebihi batas waktu yang diatur dalam KUHAP baru.

"Jadi kalau kami hitung sejak misalnya pelimpahan P19 misalnya, itu pelimpahan pertama itu pada tanggal 13 Januari,"ujar Refly.

"Kemudian dikembalikan pada hari ke-13, berarti tanggal 26 Januari, dan seharusnya cuma ada waktu 14 hari untuk melimpahkan berkas P19 ke Kejaksaan Tinggi DKI dari penyidik Polda Metro Jaya, maka lampaunya waktu itu sudah bertambah-tambah," lanjutnya.

Kendati demikian, Refly meraaa janggal dengan penanganan perkara tersebut. Ia menilai, perkara itu sudah tak layak untuk ditindaklanjuti.

"Bahkan saya berkali-kali mengatakan, jangankan dilakukan penyelidikan dan penyidikan serta penersangkaan, itu diterima saja laporannya tidak layak sebenarnya,”ujarnya.

“Karena ini adalah sebuah kegiatan akademik ya, yang menilai atau meneliti mengenai ijazah pejabat publik atau mantan pejabat publik yang memang berada di ranah publik berdasarkan UU KIP," tutup Refly.  (*) 

Sumber: rctiplus.com

42 Pesawat Militer AS Dilaporkan Hancur dalam Perang di Iran, Termasuk F-35    
Sabtu, Mei 23, 2026

On Sabtu, Mei 23, 2026

42 Pesawat Militer AS Dilaporkan Hancur dalam Perang di Iran, Termasuk F-35
Perang Iran telah mengakibatkan hilangnya atau kerusakan 42 pesawat militer Amerika Serikat (AS), menurut laporan Kongres. Pentagon kini memperkirakan total biaya operasi militer telah meningkat menjadi sekitar USD29 miliar. (Foto Ilustrasi: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Perang Iran telah mengakibatkan hilangnya atau kerusakan 42 pesawat militer Amerika Serikat (AS), menurut laporan Kongres.

Laporan ini mengungkap bahwa AS menghabiskan biaya atau mengalami kerusakan yang lebih besar dari yang dilaporkan sebelumnya terkait perang di Iran.

Dilansir Newsmax, analisis baru dari Congressional Research Service yang dirilis pada 13 Mei menggambarkan peningkatan biaya signifikan terkait dengan Operasi Epic Fury yang diluncurkan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Laporan yang disusun berdasarkan pernyataan Pentagon, pengungkapan Komando Pusat AS (CENTCOM), dan pemberitaan media tersebut menemukan bahwa jet tempur, pesawat tanker, drone, helikopter, dan pesawat operasi khusus semuanya rusak atau hancur selama konflik.

Di antara kerugian tersebut adalah empat F-15E Strike Eagle, satu jet tempur F-35A Lightning II, satu pesawat serang A-10 Thunderbolt II, tujuh pesawat tanker pengisian bahan bakar udara KC-135, satu pesawat pengintai AWACS E-3 Sentry, dua pesawat operasi khusus MC-130J Commando II, satu helikopter penyelamat HH-60W, 24 drone MQ-9 Reaper, dan satu drone MQ-4C Triton.

Pentagon kini memperkirakan total biaya operasi militer telah meningkat menjadi sekitar USD29 miliar.

"Sebagian besar peningkatan itu berasal dari perkiraan yang lebih akurat tentang biaya perbaikan atau penggantian peralatan," kata Jules Hurst, penjabat sementara pengawas keuangan Pentagon, dalam kesaksiannya di hadapan Kongres bulan ini.

Mendarat Darurat, Diduga Ditembak Iran

Beberapa insiden paling merusak terjadi selama operasi penyelamatan berisiko tinggi di dalam Iran setelah sebuah F-15E ditembak jatuh pada April.

Menurut laporan tersebut, dua pesawat MC-130J yang mendukung misi tersebut harus dihancurkan secara sengaja di darat setelah tidak dapat lepas landas. 

Sebuah helikopter penyelamat HH-60W juga rusak akibat tembakan senjata ringan selama operasi tersebut.

Laporan tersebut juga menyoroti kerugian besar pada pesawat nirawak (drone), dengan 24 MQ-9 Reaper dilaporkan hancur sejak perang dimulai. 

Pesawat nirawak tersebut, yang masing-masing berharga sekitar USD30 miar dan dapat membawa hingga 16 rudal Hellfire, merupakan pukulan finansial dan operasional yang signifikan bagi pasukan AS.

Beberapa kerugian juga mengungkap kerentanan dalam pertahanan udara dan strategi pangkalan Amerika. 

Sebuah pesawat pengintai E-3 Sentry dan lima pesawat tanker KC-135 rusak selama serangan rudal dan pesawat nirawak Iran di Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi. 

Laporan tersebut mencatat bahwa E-3 dilaporkan diparkir di "jalur taksi yang tidak terlindungi."

Para anggota parlemen sekarang mendesak Pentagon untuk lebih transparan mengenai biaya jangka panjang perang, rencana penggantian pesawat, dan dampaknya terhadap kesiapan militer.

Laporan tersebut memperingatkan bahwa kerugian yang melibatkan platform yang sudah tua tetapi penting seperti E-3 Sentry dapat menciptakan kesenjangan kemampuan bagi militer AS dan membebani basis industri Amerika karena permintaan akan pesawat dan amunisi pengganti meningkat. (*) 

Sumber: Okezone

Purbaya Bongkar Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Lewat Perusahaan Perantara Singapura    
Sabtu, Mei 23, 2026

On Sabtu, Mei 23, 2026

Purbaya Bongkar Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Lewat Perusahaan Perantara Singapura
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap dugaan praktik manipulasi dalam ekspor crude palm oil (CPO) Indonesia yang dilakukan melalui perusahaan perantara di Singapura. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap dugaan praktik manipulasi dalam ekspor crude palm oil (CPO) Indonesia yang dilakukan melalui perusahaan perantara di Singapura.

Menurut Purbaya, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya praktik under-invoicing maupun skema lain yang bermuara pada manipulasi nilai ekspor.

Modus tersebut dilakukan dengan mengirim produk ke Singapura melalui perusahaan perdagangan yang masih terafiliasi dengan eksportir, sebelum dijual kembali ke negara tujuan dengan harga jauh lebih tinggi. 

“Mereka manipulasi, bisa juga transfer pricing dan lain-lain. Tapi manipulasi. Dia kirim Singapura, pakai perusahaan trading, mana perusahaannya dia sendiri. Dari sini ke sana, ke tujuannya dengan harga yang dua kali lipat atau lebih. Ada yang 200 persen, ada yang 4 kali lipat," ujarnya sai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan jajaran menteri bidang ekonomi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.

Temuan tersebut diperoleh setelah pemerintah melakukan pengujian data secara rinci terhadap pengapalan CPO dari sejumlah perusahaan besar.

Analisis dilakukan dengan menelusuri transaksi per kapal pada tiga jalur pengapalan utama yang mewakili masing-masing 10 eksportir terbesar.

Purbaya menjelaskan, praktik tersebut selama bertahun-tahun sulit terdeteksi karena keterbatasan data kepabeanan yang hanya mencatat tujuan ekspor sampai Singapura.

Akibatnya, pergerakan barang menuju pembeli akhir tidak dapat dipantau secara utuh sehingga membuka celah terjadinya manipulasi nilai transaksi.

Namun situasi berubah setelah pemerintah memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan mengakses basis data perdagangan yang lebih lengkap.

"Akhirannya kita terapkan AI, kemudian kita beli data juga yang lebih lengkap, sehingga di sini ketahuan impornya seperti apa. Jadi bukan data besar dari UN database itu, tapi udah betul kapal per kapal. Jadi confirm, dari data yang kita periksa memang mereka melakukan itu. Dan kalau dibetulin ya bagus buat Indonesia," jelasnya. (*) 

Sumber: RMOL

Canda Bahlil ke Rudy Mas’ud: Kalau Pejabat Gak Viral, Berarti Belum Top!    
Sabtu, Mei 23, 2026

On Sabtu, Mei 23, 2026

Canda Bahlil ke Rudy Mas’ud: Kalau Pejabat Gak Viral, Berarti Belum Top!
Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud. Ceretita soal candaan Bahlil ke Rudy Mas'ud. (Kolase foto: By). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia melontarkan candaan kepada Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud. 

Candaan tersebut disampaikan Bahlil ketika mengapresiasi penemuan blok gas baru di Kalimantan Timur oleh ENI dan Petronas. 

Ia kemudian meminta Rudy Mas’ud berdiri di hadapan peserta acara.

“Ini adalah sebuah langkah baru. Ini gubernurnya nih, ada gubernurnya. Pak Rudy, berdiri Pak Rudy. Ini Gubernur Kalimantan Timur yang lagi viral,” kata Bahlil, dilihat dari Instagram @idnvoice, sabtu 23 Mei 2026.

Diketahui momen tersebut terjadi saat pembukaan dan peresmian IPA Convention and Exhibition 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu 20 Mei 2026. 

Bahlil lalu melanjutkan candaan terkait dinamika yang dihadapi seorang pejabat publik.

Menurutnya, sorotan publik merupakan hal biasa dalam pemerintahan. 

“Yang lagi viral. Pak Rudy, kalau kita jadi pejabat nggak viral itu nggak top. Karena kita viral, maka kita top. Plus minus itu biasa. Tinggal bagaimana cara kita memitigasi dan mensiasati. Nah, dengan kata lain harus kita olah-olah sedikit, kira-kira begitu,” ujarnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga menyemangati Rudy Mas’ud agar tetap menghadapi berbagai kritik dan dinamika politik yang muncul. 

“Nggak apa-apalah, kamu Ketua Golkar kok, nggak apa-apa. Jadi nggak ada itu kita mundur-mundur,” tutur Bahlil.

Sebelumnya, sejumlah kebijakan Rudy Mas’ud menjadi sorotan publik di Kalimantan Timur. 

Salah satunya terkait pengadaan mobil dinas senilai Rp8,5 miliar hingga yang terbaru terkait anggaran laundry Rp450 juta.

Selain itu, rencana renovasi rumah dinas dengan anggaran mencapai Rp25 miliar juga memicu kritik publik hingga terjadi aksi demonstrasi di Kalimantan Timur. (*) 

Sumber: Viva.co.id

Davif Wewe Masuk Nominasi Hoegeng Award 2026, Bukti Keseriusan Berantas Kejahatan    
Jumat, Mei 22, 2026

On Jumat, Mei 22, 2026

Aiptu Davif Rico Dermawan,
Aiptu Davif Rico Dermawan, yang dikenal dengan sapaan David Wewe, kini menjadi sorotan publik, baik di tingkat daerah maupun nasional, khususnya di Kota Padang dan Sumatera Barat. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Aiptu Davif Rico Dermawan, yang dikenal dengan sapaan David Wewe, kini menjadi sorotan publik, baik di tingkat daerah maupun nasional, khususnya di Kota Padang dan Sumatera Barat.

Anggota kepolisian yang bertugas sebagai Kasubnit II Unit 6 Reskrim Polresta Padang tersebut dikenal luas berkat aksinya dalam mengungkap berbagai kasus kriminal. 

Ia kerap melakukan penyamaran untuk menangkap pelaku kejahatan, yang kemudian membuat banyak pelaku tak berkutik saat berhadapan dengannya. 

Bahkan penyamaran Davif sering membuat orang yang tidak suka menjadi sakit hati, dan membuat opini seolah-olah ia melakukan pelanggaranpelanggaran, berkenderaan tidak memakai helm, dengan knalpot memekakkan telinga, dan sebagainya, padahal itu dilakukan agar penyamaran tidak diketahui, sehingga penjahat terjebak serta bisa ditangkap.

Hanya orang bodoh yang sok pintar selau coment seolah-olah apa yang dilakukan Davif Wewe dan anggotanya serta teman-temannya merupakan pelanggaran, padahal tehnik penyamaran menangkap penjahat harus seperti penjahat, maka para penjahat masuk perangkap. 

Aksi-aksi penindakan yang dilakukan David Wewe sering diunggah melalui media sosial, baik di akun pribadinya maupun milik institusi kepolisian. 

Tak jarang, konten tersebut turut dibagikan masyarakat yang mendukung upayanya dalam memberantas tindak kriminal di Kota Padang.

Atas dedikasi dan kinerjanya, Dewan Pakar Hoegeng Award memasukkan nama Davif Rico Dermawan sebagai kandidat penerima Hoegeng Award 2026 dalam kategori Polisi Berdedikasi. 

Saat ini, ia bahkan telah masuk dalam tiga besar nominasi penghargaan tersebut.

Masuknya nama David Wewe ke dalam tiga besar nominasi tidak hanya membanggakan Polda Sumatera Barat dan Polresta Padang, tetapi juga mendapat dukungan luas dari masyarakat Sumatera Barat. 

Banyak pihak berharap ia mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.

Dukungan juga datang dari wartawan Senior Sumbar yang juga Ketua Forum Wartawan Parlemen, Penasehat Jaringan Pemred dan Pembina Persatuan Jurnalis Keterbukaan Informasi, Novrianto, ketika ditengah kesibukannya,Jumat (21/5/2026), ia mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan dan doa kepada Davif Rico Dermawan, karena ini bukti putra bangsa bekerja dengan baik untuk keamanan masyarakat.

“Kami semua warga tempat domisili dan tempat berkumpul mengucapkan selamat kepada Aiptu Davif Rico Dermawan atau Davif Wewe, putra Minang, warga Sumatera Barat yang menjadi nominasi Polisi Berdedikasi Hoegeng Award 2026,” ucap Novrianto. 

Ia juga berharap dukungan penuh masyarakat dapat mengantarkan David Wewe meraih penghargaan tersebut, jika ada yang tidak mendukung , menunjukkan orang tersebut tidak ingin negri ini terbebas dari kejahatan, sehingga masyarakat selalu dalam keresahan. 

“Besar harapan seluruh warga Sumatera Barat mendukung keberhasilan Aiptu Davif Rico Dermawan atau Davif Wewe di Hoegeng Award 2026 ,ini menunjukkan kalau gerakan yang dilakukannya bersama teman-teman dan anggotanya dalam memberantas kejahatan dinilai positif serta tepat sasaran, dengan berbagai tehnik yang dimilikinya," tutup Novrianto yang kerap dipanggil Ucok. (*)

Ratusan Masyarakat Antusias Dalam Reses Anggota DPRD Sumatera Utara Aripay Tambunan di Desa Perjuangan    
Jumat, Mei 22, 2026

On Jumat, Mei 22, 2026

Ratusan Masyarakat Antusias Dalam Reses Anggota DPRD Sumatera Utara Aripay Tambunan di Desa Perjuangan
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dari Partai Gerindra, Dr Drs Aripay Tambunan MM melaksanakan Reses III Tahun Sidang II 2025–2026 di Desa Perjuangan Dusun I, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batubara, Jumat (22/5/26). (Foto: Herman M). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dari Partai Gerindra, Dr Drs Aripay Tambunan MM melaksanakan Reses III Tahun Sidang II 2025–2026 di Desa Perjuangan Dusun I, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batubara, Jumat (22/5/26).

Kegiatan reses yang digelar di halaman Salah Satu rumah warga di dusun I desa perjuangan itu dihadiri Penjabat Kepala Desa Perjuangan, Junaidi SH, Ketua DPD dan Ketua LPM beserta ratusan konstituen.

Dr. Drs. Aripay Tambunan, MM., dalam sambutannya menyampaikan sejumlah program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. 

Beberapa program yang disampaikan di antaranya makan bergizi gratis, sekolah rakyat, serta koperasi merah putih.serta ketahanan pangan nasional

Menurutnya, program koperasi merah putih memiliki banyak manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung sektor pertanian dan perikanan warga.

“Selain nantinya dapat menampung hasil pertanian dan perikanan warga, masyarakat juga bisa membeli kebutuhan dengan harga lebih murah,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat Desa Perjuangan Kecamatan Sei Balai untuk mendukung program pemerintah agar berjalan maksimal demi kesejahteraan rakyat. 

Junaidi,  SH., selaku Kepala Desa Perjuangan perwakilan masyarakat di Desa Perjuangan Kecamatan Sei Balai meminta tolong kepada bapak anggota DPRD Sumatera Utara Fraksi Partai Gerindra Dr Drs Aripay Tambunan Selaku Salah satu anggota DPRD Sumatera Utara berbagai aspirasi atau Reses masyarakat Desa Perjuangan  ke tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Dr. Drs. Aripay Tambunan berjanji akan memperjuangkan aspirasi masyarakat di Desa Perjuangan Kecamatan Sei Balai dan ia juga berjanji akan memperjuangkan permintaan masyarakat pertama salah satu jalan yang kurang bagus mudah mudahan akan bagus kedua Masalah irigasi persawahan, ke-tiga alat berat  pertanian ke empat bibit tanaman untuk kelompok tani wanita 

Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Perjuangan Kecamatan Sei Balai, Junaidi, SH., menyampaikan apresiasi atas kedatangan anggota DPRD Sumut tersebut dalam rangka reses.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Dr Drs Aripay Tambunan 
ke Desa Perjuangan Kecamatan Sei Balai. Semoga aspirasi warga dapat ditampung dan diperjuangkan,” katanya.

Ia berharap kegiatan reses tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap program pemerintah sekaligus menjadi sarana penyaluran aspirasi warga.

“Semoga melalui reses ini masyarakat dapat memahami program pemerintah dan aspirasi warga bisa tersalurkan,” tutupnya.Junaidi, SH., Kepala Desa Perjuangan (Herman Manurung)

Wali Kota Solok: PWI Mitra Strategis, Wartawan Harus Berakhlak dan Beretika    
Jumat, Mei 22, 2026

On Jumat, Mei 22, 2026

Wali Kota Solok: PWI Mitra Strategis, Wartawan Harus Berakhlak dan Beretika
Pemerintah Kota Solok menegaskan posisi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebagai mitra strategis pembangunan yang sangat dibutuhkan. (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Solok menegaskan posisi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebagai mitra strategis pembangunan yang sangat dibutuhkan. 

Pemerintah daerah sangat mengharapkan masukan, saran, hingga kritik membangun dari rekan-rekan wartawan demi menjaga kinerja pemerintahan tetap pada koridor yang benar, apalagi di era keterbukaan informasi saat ini.

Pernyataan ini disampaikan Wali Kota Solok Ramadani Kirana Putra yang dibacakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok, Nurzal Gustim, dalam Konferensi Cabang (Konfercab) PWI Kota Solok yang menetapkan Drs. Raunis Roni sebagai Ketua Terpilih periode 2026–2029.

"Kami dari unsur pemerintah daerah sangat berharap adanya masukan, sumbang saran, bahkan peringatan dari rekan-rekan sekalian. Ingatkan kami, jangan sampai melangkah salah atau keliru. Apalagi di zaman serba terbuka ini," ujar Nurzal Gustim mewakili Wali Kota.Jumat 22 Mei 2026 – Bertempat di Balairung 99.Rumah Dinas Wali Kota Solok.

Ia menyadari, sering kali ada hal-hal di luar jangkauan pengetahuan pemerintah dan aparatur, sementara wartawan memiliki ruang gerak lebih luas dalam mengamati kondisi di lapangan. Karena itu, peran pers sangat dibutuhkan untuk melengkapi informasi bagi pemerintah.

"Jika ada hal yang perlu disampaikan, silakan berikan masukan. Kami percaya rekan-rekan adalah orang berintegritas, berkapasitas, dan bisa berkomunikasi dengan baik," tambahnya.

Pemerintah Kota Solok juga berharap hubungan kemitraan tidak hanya berjalan di antara pimpinan organisasi dengan pemerintah saja, tetapi melibatkan seluruh anggota PWI secara setara.

"Jangan hanya ketua saja yang berbicara atau berhubungan dengan pemerintah. Yang bermitra itu PWI-nya, artinya dari ketua hingga seluruh anggota, semuanya harus memiliki akses dan peran yang setara," tegasnya.

Lebih jauh, pemerintah menginginkan PWI Kota Solok mampu melahirkan wartawan-wartawan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan beretika tinggi, atau yang disebut sebagai wartawan soleh. Tantangan besar selanjutnya adalah merangkul seluruh tenaga kewartawanan di Solok agar bergabung dalam satu payung besar organisasi profesi yang resmi dan kuat, sehingga kekuatan pers di daerah ini semakin terasa.

"Rasanya miris jika nama besar Persatuan Wartawan Indonesia hanya diisi belasan atau puluhan orang, padahal jika bersatu jumlahnya bisa ratusan. Mari kita perbaiki, kita rumuskan cara baru merangkul rekan-rekan potensial sesuai aturan organisasi," ujarnya.

Ia menilai kecerdasan seorang wartawan tidak dilihat dari tingginya gelar pendidikan semata, melainkan dari kualitas pemikiran dan ilmu bermanfaat yang bisa dibagikan saat berinteraksi. "Banyak ilmu yang saya dapatkan bukan dari pembinaan senior, tapi dari kawan-kawan sejawat. Itu kekayaan luar biasa," katanya.

Di akhir sambutannya, ia memberikan apresiasi tinggi kepada panitia pelaksana Konfercab. Menurutnya, kegiatan kali ini berbeda dari sebelumnya, berjalan lebih tertib, berwarna, dan mencerminkan kedewasaan berorganisasi.

Aspirasi Wartawan: Harapkan Perhatian Lebih, Siap Jalankan Fungsi Kontrol


Sementara itu, Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Nafis, mengapresiasi dukungan penuh seluruh elemen di Kota Solok sehingga Konfercab berjalan sukses. Ia menyampaikan aspirasi rekan-rekan wartawan di daerah yang berharap mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah, terutama terkait kondisi ekonomi dan kebijakan efisiensi yang berjalan.

"Di tengah kondisi ekonomi dan efisiensi, ada harapan dari rekan-rekan agar keberadaan kami sebagai mitra juga mendapatkan perhatian layak dari Pemda. Kami berharap dengan adanya Tenaga Kerja Daerah (TKD) dan perubahan kebijakan, ada kemudahan dan keuntungan yang lebih baik bagi media," ungkap Widya Nafis.

Ia menegaskan, PWI dan seluruh anggotanya siap bekerja sama dan bermitra dengan pemerintah. Namun, ia mengingatkan bahwa fungsi kontrol sosial merupakan tugas pokok pers yang harus tetap dijalankan.

"Niscaya akan ada kritik, itu adalah bentuk tanggung jawab profesi yang akan kami laksanakan sesuai aturan dan koridor yang berlaku," tegasnya.

Terkait kepemimpinan baru hasil Konfercab, Widya berharap Drs. Raunis Roni mampu mewujudkan moto organisasi dan merespons tantangan zaman. Tantangan terbesar bagi ketua terpilih adalah menyatukan seluruh elemen wartawan di Solok ke dalam naungan PWI dengan aturan yang telah disepakati bersama.

Raunis Roni Terpilih Kembali, Tegaskan Prinsip Persatuan dan Keterbukaan


Drs. Raunis Roni secara resmi ditetapkan sebagai Ketua PWI Kota Solok untuk periode 2026–2029. Dalam sambutannya usai penetapan, Raunis Roni menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan. Ia menegaskan prinsip kebersamaan dan keterbukaan akan menjadi landasan kepemimpinannya.

"Saya tegaskan, ini bukan perjuangan saya atau kami semata, melainkan perjuangan kita semua. Maju atau tidaknya organisasi ini tidak ditentukan oleh ketuanya saja, melainkan atas dasar kerja sama kita semua," ujar Raunis Roni.

Ia berjanji tidak akan bertindak sepihak atau membuat kebijakan sendiri. Segala langkah dan kebijakan akan selalu dibahas dan dimusyawarahkan bersama seluruh pengurus dan anggota.

"Insya Allah, dalam kepengurusan saya nanti, tidak ada istilah membuang atau mencampakkan anggota. Siapa pun yang tertinggal akan kita rangkul, siapa pun yang ada akan kita satukan dan kita bina bersama sesuai aturan organisasi," tegas Raunis.

Mengenai hubungan dengan pemerintah daerah, Raunis menegaskan posisi PWI tetap profesional. Ia mengakui pers adalah mitra strategis daerah, namun kemitraan itu tidak berarti kehilangan jati diri dan independensi.

"Walaupun kita bermitra, kita tetap menjaga profesionalitas. Menjadi mitra bukan berarti menutup mata atau menelan mentah-mentah segala hal, tetapi tetap berpegang pada prinsip, kode etik, dan kebenaran," pungkas Raunis Roni.

Kepemimpinan periode 2026–2029 ini diharapkan mampu membawa PWI Kota Solok semakin eksis, solid, dan menjadi garda terdepan penyebar informasi akurat serta beretika bagi masyarakat luas.(80)

Gubernur Mahyeldi Dorong Penguatan SDM Adaptif dan Berbudaya pada ICOF 2026 Universitas Fort De Kock    
Jumat, Mei 22, 2026

On Jumat, Mei 22, 2026

Gubernur Mahyeldi Dorong Penguatan SDM Adaptif dan Berbudaya pada ICOF 2026 Universitas Fort De Kock
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah menghadiri Seminar Internasional The 2nd International Conference of Fort De Kock University (ICOF 2026). (Foto: Adpim). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah menghadiri Seminar Internasional The 2nd International Conference of Fort De Kock University (ICOF 2026) dengan tema “The Effect of Global Change Across Multiple Sectors to Increase Quality of Human Resources” yang digelar di Universitas Fort De Kock, Jumat (22/05/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa konferensi internasional tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas negara untuk menghadapi tantangan perubahan global, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang adaptif dan berdaya saing.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kami mengucapkan selamat datang kepada para narasumber dan peserta seminar internasional di Kota Bukittinggi, kota wisata di Ranah Minang yang kaya akan budaya, tradisi intelektual, dan nilai kebersamaan,” ujar Mahyeldi.

Gubernur menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan sektor kesehatan, pendidikan, keterampilan, dan daya saing masyarakat sebagaimana tertuang dalam visi “Sumatera Barat Madani yang Maju dan Berkeadilan”.

Menurutnya, tantangan global seperti revolusi industri 4.0, perubahan iklim, ekonomi digital hingga krisis pangan harus dijawab dengan kesiapan daerah dalam membangun SDM yang unggul namun tetap berakar pada nilai budaya dan agama.

Ia menjelaskan, falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) menjadi fondasi penting dalam pembangunan manusia di Sumatera Barat. Filosofi tersebut dinilai mampu menjadi kekuatan moral sekaligus identitas masyarakat Minangkabau di tengah arus globalisasi.

“Strategi peningkatan sumber daya manusia harus berorientasi pada dua kata kunci yakni adaptif dan berbudaya. Adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan global, namun tetap menjaga identitas budaya Minangkabau sebagai kekuatan dan pembeda di tingkat global,” katanya.

Mahyeldi juga menyebutkan bahwa capaian pembangunan manusia di Sumatera Barat terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data BPS tahun 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumatera Barat mencapai 77,27 atau meningkat 0,84 poin dibanding tahun sebelumnya dan menempatkan Sumbar pada peringkat keenam nasional.

Konferensi internasional ICOF 2026 menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar dari berbagai negara di antaranya Malaysia, Bangladesh, Pakistan, Australia, Arab Saudi serta akademisi nasional dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Pembina Yayasan Universitas Fort De Kock Bukittinggi Drs. H. Zainal Abidin, MM, Ketua Yayasan Universitas Fort De Kock Bukittinggi H. Windasnofil, SKM, MM, Rektor Universitas Fort De Kock Prof. Dr. Hj. Evi Hasnita, SPd. Ns. M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dr. Aklima, MPH, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Ramli Andrian, SKM, MKM, CEO Putra Specialist Hospital Melaka beserta jajaran, serta para rektor perguruan tinggi mitra dan peserta seminar internasional.(rmz/adpsb)

Handi Risza: Target Ekonomi 2027 Ambisius, Pemerintah Perlu Perkuat Implementasi dan Reformasi Struktural    
Jumat, Mei 22, 2026

On Jumat, Mei 22, 2026

Handi Risza: Target Ekonomi 2027 Ambisius, Pemerintah Perlu Perkuat Implementasi dan Reformasi Struktural
Wakil Rektor Universitas Paramadina, Dr. Handi Risza, menilai pidato Presiden Prabowo Subianto dalam penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027. (Foto: Arief Tito). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Rektor Universitas Paramadina, Dr. Handi Risza, menilai pidato Presiden Prabowo Subianto dalam penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 menunjukkan upaya pemerintah membangun optimisme terhadap prospek perekonomian nasional sekaligus menegaskan komitmen untuk mengembalikan sistem ekonomi Indonesia pada amanat Pasal 33 UUD 1945 secara konsisten.

Menurut Handi, pidato tersebut memberikan sinyal bahwa pemerintah memandang ekonomi tidak hanya sebagai persoalan teknokratis dan administratif, melainkan sebagai bagian dari komitmen politik kebangsaan yang harus diarahkan dan dijalankan secara serius.

Handi menyambut positif target pertumbuhan ekonomi yang dipatok sebesar 5,8–6,5 persen pada 2027 dan diarahkan mencapai 8 persen pada 2029.

Pemerintah juga menargetkan defisit APBN tetap terjaga pada kisaran 1,8–2,4 persen terhadap PDB, kemiskinan turun menjadi 6–6,5 persen, serta tingkat pengangguran berada pada rentang 4,3–4,87 persen.

“Kita menyambut baik target pertumbuhan ekonomi yang direncanakan sebesar 5,8–6,5 persen pada 2027 dan menuju 8 persen pada 2029, dengan defisit APBN dijaga 1,8–2,4 persen PDB,” kata Handi.

Ia menilai berbagai target tersebut mencerminkan keinginan kuat pemerintah untuk bekerja keras memperbaiki kondisi ekonomi nasional. 

Ia juga menyatakan dukungan terhadap arah dan target ekonomi yang telah disampaikan Presiden. 

Namun demikian, Handi mengingatkan bahwa keberhasilan agenda tersebut sangat ditentukan oleh kualitas implementasi kebijakan.

“Kita mendukung sepenuhnya rencana dan target ekonomi tahun 2027 yang sudah disampaikan oleh Presiden Prabowo tersebut. Tetapi, kita juga perlu mengingatkan bahwa, terdapat kondisi yang perlu diperhatikan dan diperbaiki, jangan sampai rencana tersebut hanya sebatas konsep tetapi lemah dalam implementasi,” ujarnya.

Menurut Handi, visi politik yang kuat perlu diterjemahkan ke dalam reformasi ekonomi yang konkret, terukur, dan implementatif. 

Ia mengidentifikasi sedikitnya lima aspek yang perlu mendapat perhatian pemerintah.

Pertama, target pertumbuhan ekonomi dinilai sangat optimistis di tengah tekanan global dan pelemahan domestik. 

Hal ini terlihat dari asumsi nilai tukar rupiah yang diproyeksikan berada pada kisaran Rp16.800–17.500 per dolar AS, yang menunjukkan pemerintah sendiri mengakui adanya tekanan eksternal terhadap perekonomian nasional. 

Karena itu, pemerintah dinilai perlu merumuskan kebijakan yang mampu menjaga stabilitas nilai tukar sebagai fondasi pencapaian target pertumbuhan.

Kedua, Handi menilai pidato Presiden belum memberikan penjelasan yang cukup mengenai sumber pertumbuhan ekonomi baru. 

Selama ini perekonomian Indonesia masih bertumpu pada konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor komoditas.

Meskipun hilirisasi kembali menjadi agenda utama, tanpa strategi industrialisasi yang jelas kebijakan tersebut berisiko memperkuat ekonomi ekstraktif dibandingkan membangun basis manufaktur berteknologi tinggi dan penciptaan lapangan kerja berkualitas.

“Pemerintah juga perlu memperkuat kebijakan industri yang berbasis komponen sumber daya lokal,” katanya.

Ketiga, Handi melihat masih terdapat tantangan antara ekspansi berbagai program prioritas pemerintah dan kapasitas fiskal negara. 

Dengan target belanja negara mencapai 14,8 persen PDB sementara pendapatan negara hanya berada pada kisaran 11,82–12,4 persen PDB, ruang fiskal dinilai tetap terbatas dan ketergantungan terhadap utang masih cukup tinggi.

Handi menegaskan bahwa reformasi perpajakan perlu terus diperkuat agar disiplin fiskal dapat terjaga secara berkelanjutan.

“Kita mendukung keberlajutan kebijakan reformasi perpajakan yang sudah dilakukan sebelumnya. Tanpa itu, ekonomi Indonesia akan mengalami ketimpangan untuk membiayai proses pembangunan,” ujarnya.

Keempat, meskipun pidato Presiden mengusung semangat “ekonomi untuk rakyat”, Handi menilai persoalan ketimpangan ekonomi belum dijawab secara memadai. 

Target penurunan rasio gini menjadi 0,362–0,367 dinilai positif, namun distribusi hasil pertumbuhan masih menjadi pekerjaan rumah besar. 

Selama struktur ekonomi masih terkonsentrasi pada kelompok usaha besar dan bersifat oligopolistik, pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu menghasilkan pemerataan kesejahteraan.

Karena itu, pemerintah dinilai perlu menghadirkan kebijakan turunan yang lebih dirasakan langsung oleh kelompok masyarakat menengah dan bawah.

Kelima, aspek kualitas belanja negara dinilai belum mendapat perhatian yang memadai.

Menurut Handi, ekspansi fiskal yang direncanakan perlu diiringi dengan jaminan peningkatan kualitas belanja agar mampu menghasilkan dampak nyata bagi sektor riil.

“Masalah klasik yang masih kita hadapi, inefisiensi, kebocoran, dan rendahnya multiplier effect terangkum dalam angka ICOR yang tinggi belum dijawab secara sistemik,” katanya.

Ia berharap pemerintah memperkuat kembali reformasi tata kelola anggaran agar peningkatan belanja negara tidak hanya memperbesar defisit, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Meski demikian, Ia mengapresiasi kehadiran Presiden secara langsung dalam penyampaian KEM-PPKF 2027.

Langkah tersebut dinilai menunjukkan bahwa arah kebijakan fiskal kini ditempatkan sebagai agenda politik nasional yang strategis, bukan sekadar dokumen teknokratis.

Handi menilai penekanan pemerintah pada ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja formal, dan perlindungan masyarakat menunjukkan adanya kesadaran bahwa legitimasi pemerintahan ke depan sangat bergantung pada peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat.

Menurutnya, tantangan utama saat ini bukan lagi membangun optimisme, melainkan memastikan kredibilitas pelaksanaan kebijakan.

Pemerintah perlu memastikan APBN benar-benar menjadi instrumen transformasi ekonomi yang mampu memperkuat industri domestik, memperluas kelas menengah, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, dan mengurangi ketimpangan.

“Karena itu, tantangan berikutnya bukan lagi membangun optimisme, melainkan membangun kredibilitas implementasi,” tegas Handi.

Ia menambahkan bahwa target-target besar dalam KEM-PPKF hanya akan bermakna apabila diwujudkan melalui kebijakan yang efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat. 

Untuk itu, Ia menantikan penjabaran lebih lanjut arah kebijakan fiskal pemerintah dalam pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2027 yang akan disampaikan Presiden pada 16 Agustus 2026 mendatang. (*) 

Laporan: Arief Tito