HEADLINE
Kabupaten Solok Ikut Penanaman Bawang Putih Serentak Nasional, Sinergi Lintas Sektor Perkuat Ketahanan Pangan    
Jumat, Agustus 21, 2026

On Jumat, Agustus 21, 2026

Kabupaten Solok Ikut Penanaman Bawang Putih Serentak Nasional, Sinergi Lintas Sektor Perkuat Ketahanan Pangan
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Solok H. Candra, Kapolda Sumatera Barat Inspektur Jenderal Polisi Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., Wakapolda Sumatera Barat, Kepala Dinas Pertanian Sumatera Barat Afniwirman, serta jajaran pejabat Polda Sumbar dan pemerintah daerah. (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
 - Kabupaten Solok turut ambil bagian dalam gelaran Penanaman Bawang Putih Serentak Nasional yang digelar di 17 provinsi di Indonesia, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan dipusatkan di Nagari Kampuang Batu Dalam, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok, dan menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Solok H. Candra, Kapolda Sumatera Barat Inspektur Jenderal Polisi Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., Wakapolda Sumatera Barat, Kepala Dinas Pertanian Sumatera Barat Afniwirman, serta jajaran pejabat Polda Sumbar dan pemerintah daerah. 

Komoditas bawang putih dinilai memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan impor.

Kabupaten Solok dikenal memiliki potensi besar dalam pengembangan hortikultura. Kondisi geografis dan agroklimat di kawasan dataran tinggi seperti Kecamatan Danau Kembar menjadi modal utama pengembangan komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi. 

Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung bagi petani dan masyarakat di daerah sentra produksi.

Penanaman serentak di 17 provinsi ini menjadi momentum penguatan gerakan bersama. 

Pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan memastikan keberlanjutan program melalui pendampingan petani, peningkatan produktivitas, penyediaan sarana produksi, serta penguatan tata kelola hasil panen.

Bagi Kabupaten Solok, kegiatan ini mempertegas komitmen daerah untuk terus mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat. 

Melalui sinergi pemerintah, kepolisian, petani, dan pemangku kepentingan lainnya, pengembangan bawang putih diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan berlanjut hingga menghasilkan produksi yang memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.(80)

Inovasi "Sang Juara" Bawa Kabupaten Solok Masuk Tiga Terbaik TPAKD Sumatera Barat 2026    
Jumat, Agustus 21, 2026

On Jumat, Agustus 21, 2026

Inovasi "Sang Juara" Bawa Kabupaten Solok Masuk Tiga Terbaik TPAKD Sumatera Barat 2026
Acara Puncak Hari Indonesia Menabung Tahun 2026 yang digelar di UPI Sport & Exhibition Hall, Kamis (20/8/2026).  (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- Kabar membanggakan kembali hadir dari Kabupaten Solok. Pemerintah Kabupaten Solok berhasil meraih nominasi tiga terbaik Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Sumatera Barat Tahun 2026. 

Prestasi ini diraih melalui inovasi unggulan yang diberi nama "Sang Juara", yang dinilai efektif mendorong literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar se-derajat provinsi.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat pada Acara Puncak Hari Indonesia Menabung Tahun 2026 yang digelar di UPI Sport & Exhibition Hall, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Sekretaris Daerah se-Sumatera Barat, serta pimpinan industri dan asosiasi jasa keuangan.

Penghargaan diterima oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Solok, Drs. Zaitul Ikhlas, A.P., M.Si., mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, didampingi Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Tissa Hellidhya Vicelly Meriska, S.T., beserta staf.

Dalam penilaian yang dilakukan OJK Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Solok unggul dalam sejumlah indikator: penyusunan laporan edukasi keuangan, rencana dan realisasi program melalui Sistem Informasi TPAKD (SiTPAKD), dukungan kebijakan daerah, alokasi anggaran, pencapaian kepemilikan rekening pelajar, serta pelaksanaan sosialisasi Program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar). 

Tema yang diusung OJK tahun ini, "Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan", sejalan dengan langkah Kabupaten Solok dalam menanamkan budaya menabung sejak usia sekolah.

Capaian ini menegaskan komitmen Pemkab Solok membangun ekosistem keuangan yang inklusif. Inovasi "Sang Juara" memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, OJK, lembaga jasa keuangan, dan satuan pendidikan untuk meningkatkan pemahaman keuangan masyarakat, khususnya generasi muda. 

Diharapkan, pengakuan ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan terobosan baru, memperluas akses keuangan, dan melahirkan generasi muda Kabupaten Solok yang cerdas, mandiri, serta bijak dalam mengelola keuangan.(80)

Gubernur Mahyeldi Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor, Tak Boleh Ada Pasien Terlantar    
Jumat, Agustus 21, 2026

On Jumat, Agustus 21, 2026

Gubernur Mahyeldi Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor, Tak Boleh Ada Pasien Terlantar
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kolaborasi Lintas Sektor dalam Penanganan Pasien Terlantar di Sumbar, di Aula Lantai IV RSUP Dr. M. Djamil Padang, Kamis (20/8/2026). (Foto: adpsb).

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan tidak ada lagi pasien yang terlantar setelah mendapatkan pelayanan medis.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, rumah sakit, BPJS Kesehatan, Baznas, lembaga filantropi, serta berbagai unsur terkait lainnya.

Penegasan itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kolaborasi Lintas Sektor dalam Penanganan Pasien Terlantar di Sumbar, di Aula Lantai IV RSUP Dr. M. Djamil Padang, Kamis (20/8/2026).

Menurut Mahyeldi, persoalan pasien terlantar tidak dapat diselesaikan hanya melalui pelayanan medis. Dibutuhkan koordinasi berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan pasien, mulai dari aspek kesehatan, administrasi, jaminan sosial, pembiayaan, hingga pemulangan dan reunifikasi dengan keluarga, dapat ditangani secara terpadu.

“Dengan adanya kerja sama lintas sektor ini, akan ada kecepatan layanan, lebih akurat, dan lebih tepat sasaran. Artinya, masyarakat yang mendapatkan pengobatan di RS M. Djamil akan mendapatkan layanan yang lebih baik,” ujar Mahyeldi.

Ia menekankan, kolaborasi tersebut menjadi semakin penting dalam menangani masyarakat yang menghadapi keterbatasan sosial dan ekonomi. 

Karena itu, kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan melalui pelayanan yang memberikan solusi konkret bagi masyarakat.

“Tidak ada lagi yang terlantar. Inilah yang akan mewujudkan keberadaan pemerintah benar-benar dirasakan, sehingga masyarakat terlayani,” tegasnya.

Mahyeldi mengingatkan, keberhasilan kerja sama tidak cukup hanya ditandai dengan penandatanganan MoU dan PKS. Yang lebih penting adalah memastikan kesepakatan tersebut diterapkan secara nyata di lapangan.

“Tidak cukup hanya MoU kerja sama, tetapi rakyat membutuhkan apa yang mereka perlukan, itu yang harus mereka dapatkan,” katanya.

Selain penguatan layanan, Mahyeldi juga mendorong Baznas dan lembaga filantropi untuk mengembangkan berbagai terobosan pembiayaan sosial.

Menurutnya, potensi masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi perlu dihubungkan dengan masyarakat yang membutuhkan dukungan melalui konsep pembiayaan yang kreatif dan berkelanjutan.

“Tugas pemerintah sebenarnya sederhana, yaitu menghubungkan antara yang ghani dan yang dhaif. Hadirkan konsep dan program, sehingga yang punya keterbatasan ini bisa difasilitasi,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang Dovy Djanas mengatakan, penanganan pasien terlantar bukan semata-mata tanggung jawab rumah sakit, melainkan persoalan bersama yang membutuhkan kepedulian dan kolaborasi lintas sektor. 

Sebagai rumah sakit rujukan, RSUP Dr. M. Djamil masih menghadapi pasien tanpa identitas, tanpa keluarga atau penanggung jawab, keterbatasan sosial ekonomi, hingga persoalan administrasi kependudukan dan jaminan kesehatan.

“Yang kita bangun hari ini bukan sekadar kerja sama antarinstansi, tetapi sebuah ekosistem pelayanan yang terintegrasi,” ujar Dovy.

Melalui kerja sama tersebut, penanganan pasien terlantar diharapkan tidak berhenti pada aspek medis, tetapi mencakup penelusuran identitas, fasilitasi jaminan kesehatan, penanganan persoalan sosial, dukungan pembiayaan, hingga proses pemulangan dan reunifikasi dengan keluarga.

Implementasinya akan diperkuat melalui koordinasi antarinstansi, penetapan person in charge (PIC), penyempurnaan alur dan standar operasional, pemanfaatan sistem informasi, serta monitoring dan evaluasi secara berkala.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemerintah Kota Padang, BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Dukcapil, RSUD, Baznas, lembaga filantropi, Yayasan Jamil Peduli Kasih, Kitabisa.com, jajaran manajemen RSUP Dr. M. Djamil Padang, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan pelayanan pasien terlantar semakin terintegrasi dan tidak ada lagi masyarakat yang terhambat mendapatkan layanan karena persoalan administrasi, sosial, ekonomi, maupun ketiadaan keluarga atau penanggung jawab. (adpsb/rmz/bud)

Sempat Cemas Biaya Rawat Inap, Peserta JKN Ini Lega Berobat hingga Pulih    
Jumat, Agustus 21, 2026

On Jumat, Agustus 21, 2026

Sempat Cemas Biaya Rawat Inap, Peserta JKN Ini Lega Berobat hingga Pulih
Saat nyeri perut, pusing, dan muntah hebat menyerang, Syahdati harus dilarikan ke rumah sakit. (Foto: Hermiko).

BENTENGSUMBAR.COM
– Sakit datang tanpa aba-aba. Saat nyeri perut, pusing, dan muntah hebat menyerang, Syahdati harus dilarikan ke rumah sakit. Di tengah kondisi yang membutuhkan penanganan segera, satu hal sempat membuatnya cemas, yaitu biaya rawat inap.

Kekhawatiran itu sirna setelah Syahdati mengetahui kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dimilikinya masih aktif. Ia pun bisa menjalani pemeriksaan hingga rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. M. Ali Hanafiah tanpa harus terbebani biaya pengobatan.

“Waktu dibawa ke IGD, saya memang sudah sangat khawatir. Selain memikirkan kondisi kesehatan, saya juga sempat terpikir soal biaya kalau sampai harus dirawat inap. Tetapi 
setelah mengetahui saya bisa menggunakan JKN, saya merasa lebih tenang,” ujar Syahdati.

Sebelumnya, kondisi kesehatan Syahdati tiba-tiba memburuk pada pagi hari. Penyakit maag yang dideritanya kambuh disertai pusing, nyeri perut, dan muntah. Karena gejala yang dirasakan semakin tak tertahankan, ia segera dibawa ke IGD rumah sakit terdekat.

Setibanya di rumah sakit, tim medis langsung memberikan penanganan. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter menyarankan Syahdati menjalani rawat inap agar kondisi kesehatannya dapat dipantau dan mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Bagi Syahdati, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa kebutuhan pelayanan kesehatan bisa muncul kapan saja. Beruntung, saat membutuhkan pertolongan, status kepesertaannya sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) masih aktif sehingga ia dapat memanfaatkan JKN untuk memperoleh pelayanan kesehatan sesuai ketentuan.

“Beruntung status kepesertaan JKN saya sebagai peserta PBI masih aktif. Jadi, saya tidak merasa terbebani dengan biaya pengobatan dalam kondisi darurat seperti ini dan keluarga bisa fokus mendampingi saya,” ungkap Syahdati.

Proses pelayanan JKN yang dijalaninya pun berlangsung lancar. Mulai dari pemeriksaan di IGD hingga mendapatkan ruang rawat inap, Syahdati mengaku tidak menemukan kendala berarti.

“Proses penggunaan JKN juga berjalan dengan baik dan saya tidak menemui kendala. Petugas membantu menjelaskan prosesnya, sehingga saya tidak merasa bingung. Yang penting kita wajib ikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku,” ucap Syahdati.

Lebih lanjut, Syahdati menilai pelayanan yang diterimanya sangat nyaman. Dokter dan perawat secara rutin memantau kondisi kesehatannya, sementara kebutuhan medis dan obatobatan diberikan sesuai kebutuhan perawatannya.

“Ruang rawat inapnya nyaman dan bersih. Perawat dan dokter rutin memantau perkembangan kondisi saya. Semua tim medisnya ramah dan komunikatif, serta kebutuhan 
obat-obatan saya diberikan dengan lengkap dan tidak ada pungutan biaya tambahan,” kataSyahdati.

Pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinan Syahdati mengenai pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Menurutnya, ketika seseorang sakit secara tiba-tiba, fokus utama seharusnya adalah mendapatkan pertolongan medis, bukan memikirkan bagaimana menyiapkan biaya pengobatan.

“Kalau sakitnya datang tiba-tiba seperti kemarin, tentu kita tidak sempat memikirkan banyak hal. Yang paling penting saat itu adalah bagaimana bisa segera mendapatkan pertolongan. Saya bersyukur sudah menjadi peserta JKN sehingga bisa fokus menjalani pengobatan,” tutur Syahdati.

Selain itu, bukan kali pertama Syahdati merasakan manfaat JKN. Beberapa tahun sebelumnya, ia juga pernah menjalani dua kali operasi kecil untuk pengangkatan benjolan di bagian kaki yang mengharuskannya menjalani rawat inap.

Menurutnya, jika seluruh biaya pelayanan kesehatan yang pernah diterimanya dihitung, nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Nominal tersebut tentu bukan jumlah kecil bagi 
keluarganya.

“Tidak terhitung sudah berapa kali saya memanfaatkan JKN untuk berobat. Mulai dari rawat inap hingga operasi sudah pernah saya jalani. Kalau dihitung-hitung, mungkin sudah menghabiskan puluhan juta rupiah. Bagi saya, nominal tersebut sangat besar dan JKN sangat membantu meringankan beban biaya pengobatan,” jelas Syahdati.

Syahdati menilai kepesertaan JKN bukan sekadar kebutuhan ketika seseorang sudah jatuh sakit. Menurutnya, memiliki jaminan kesehatan merupakan bentuk perlindungan yang perlu dipersiapkan sejak dini, termasuk dengan memastikan status kepesertaan tetap aktif.

Ia pun mengajak masyarakat tidak menunggu sakit untuk menyadari pentingnya jaminan kesehatan. Sebab, tidak ada yang dapat memastikan kapan seseorang membutuhkan pelayanan medis.

“Dulu mungkin kita merasa sehat-sehat saja sehingga tidak terlalu memikirkan jaminan kesehatan. Tetapi setelah mengalami sendiri, saya menyadari bahwa kita tidak pernah tahu kapan membutuhkan pelayanan kesehatan. Karena itu, menurut saya, menjadi peserta JKN aktif itu sangat penting,” pungkas Syahdati. (HM)

Plt. Wali Nagari Batu Kalang Utara Apresiasi Betor dari Pokir Anggota DPRD Sumbar Muhammad Yasin    
Kamis, Agustus 20, 2026

On Kamis, Agustus 20, 2026

Plt. Wali Nagari Batu Kalang Utara Apresiasi Betor dari Pokir Anggota DPRD Sumbar Muhammad Yasin
Kunjungan itu dalam rangka penyerahan 1 (satu) unit Becak Motor yang berasal dari Program Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Provinsi Sumbar Muhammad Yasin. (Foto: Djuna).

BENTENGSUMBAR.COM
- Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Dapil Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman Muhammad Yasin, S. STP mengunjungi Kelompok Tani Naga Intan Korong Pondok Kayu, Nagari Batu Kalang Utara, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Kunjungan itu dalam rangka penyerahan 1 (satu) unit Becak Motor yang berasal dari Program Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Provinsi Sumbar Muhammad Yasin.

Kunjungan tersebut dihadiri Camat Padang Sago, Plt. Nagari Batu Kalang Utara dan sejumlah anggota Kelompok Tani Naga Intan.

Dalam kesempatan itu, Plt. Wali Nagari Batu Kalang Utara Hartika Nelis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Muhammad Yasin yang sudah membantu Becak Motor untuk Kelompok Tani Naga Intan - Batu Kalang Utara. 

Hartika Nelis menambahkan, "Kami berharap bantuan Betor ini bisa bermanfaat untuk membantu mobilisasi hasil tani dari anggota Kelompok Tani Naga Intan Batu Kalang Utara."

Camat Padang Sago Zarmiati dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPRD Sumbar Muhammad Yasin yang membantu Becak Motor untuk Kelompok Tani - Batu Kalang Utara. 

"Ditengah kondisi fiskal pemerintah yang sedang tidak baik - baik saja, bantuan betor untuk Kelompok Tani Naga Intan ini adalah bantuan yang sangat membantu bagi warga kami", ujar Camat Padang Sago Zarmiati.

Dalam kesempatan itu, Anggota DPRD Sumbar yang juga Ketua Bapemperda DPRD Sumatera Barat Muhammad Yasin mengatakan bahwa sejak dilantik sudah membantu  lebih dari 50 Kelompok  Tani di Kabupaten dan Padang Pariaman. 

"Adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi kami jika dapat membantu masyarakat khusus petani di Dapil kami", pungkas Muhammad Yasin. (*)

Hujan Deras, Bangunan SD 19 Baringin yang Tak Terpakai Roboh, Warga Soroti Kondisi Sungai    
Kamis, Agustus 20, 2026

On Kamis, Agustus 20, 2026

Hujan Deras, Bangunan SD 19 Baringin yang Tak Terpakai Roboh, Warga Soroti Kondisi Sungai
Bagian dari SD 19 Baringin yang sebelumnya digunakan sebagai fasilitas pendidikan. (Foto: Hanza Rico).

BENTENGSUMBAR.COM
- Hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur Kota Padang pada Rabu (19/8/2026) mengakibatkan satu lokal bangunan SD yang sudah tidak digunakan lagi roboh di Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan.

Bangunan tersebut merupakan bagian dari SD 19 Baringin yang sebelumnya digunakan sebagai fasilitas pendidikan. Selain menyebabkan bangunan roboh, hujan dengan intensitas cukup tinggi juga mengakibatkan terjadinya pelebaran jalur sungai di kawasan tersebut.

Kondisi ini kembali menyoroti persoalan aliran sungai dan infrastruktur di Kelurahan Baringin yang dinilai membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Ketua LPMK Baringin, Jamal F Chan, mengatakan pihaknya berharap Pemerintah Kota Padang memberikan perhatian serius terhadap kondisi yang terjadi di kawasan tersebut, terutama terkait aliran sungai dan infrastruktur penghubung masyarakat.

"Kita berharap perhatian yang sangat serius dari Pemerintah Kota Padang dengan keadaan seperti ini. Apalagi jembatan penghubung antara Baringin dengan Koto Lalang sudah lama hancur dan sampai sekarang belum ada perbaikan lagi," ujar Jamal.

Jamal menjelaskan, bangunan SD 19 Baringin tersebut memiliki sejarah cukup panjang. Sekolah tersebut sebelumnya terdampak banjir pada tahun 1997 sehingga kemudian dilakukan pemindahan.

Pada tahun 1999 hingga 2019, bangunan tersebut masih digunakan untuk kegiatan pendidikan. 

Bahkan, TK Waladar Rasyid juga sempat memanfaatkan bangunan tersebut sebagai tempat kegiatan belajar mengajar. Kemudian pada tahun 2023, kegiatan pendidikan kembali dipindahkan.

Seiring waktu, kondisi bangunan yang sudah tidak digunakan tersebut semakin memprihatinkan hingga akhirnya roboh setelah hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur kawasan Baringin.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kelurahan Tarantang, Rusdianto, mengungkapkan bahwa persoalan normalisasi sungai sebenarnya sudah lama disuarakan kepada pemerintah.

"Sejak tahun 2015 saya sudah menyuarakan untuk dilakukan normalisasi sungai, bahkan sudah disampaikan pada saat Musrenbang kecamatan. Tapi sampai sekarang belum juga ada tindakan dari pemimpin kita, terutama Pemko Padang," ungkap Rusdianto.

Menurutnya, normalisasi sungai sangat penting dilakukan mengingat kondisi aliran sungai yang mengalami pelebaran dan berpotensi menimbulkan dampak lebih besar ketika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

Warga berharap pemerintah segera melakukan kajian dan penanganan terhadap kondisi sungai, termasuk memperhatikan jembatan penghubung Baringin-Koto Lalang yang sudah lama mengalami kerusakan.

Masyarakat juga berharap kejadian robohnya bangunan tersebut menjadi perhatian bersama agar kondisi infrastruktur dan aliran sungai di kawasan Baringin dapat segera ditangani demi mengurangi risiko bencana serta menjaga keselamatan masyarakat. (*)

ParagonCorp dan ARC USK Eksplorasi Potensi Nilam Aceh untuk Pengembangan Bahan Aktif Kosmetik    
Kamis, Agustus 20, 2026

On Kamis, Agustus 20, 2026

ParagonCorp dan ARC USK Eksplorasi Potensi Nilam Aceh untuk Pengembangan Bahan Aktif Kosmetik
Kolaborasi mempertemukan keunggulan riset minyak atsiri dan nilam ARC USK dengan kapabilitas riset kosmetik ParagonCorp untuk mengeksplorasi potensi bahan alam Indonesia secara ilmiah dan bernilai tambah. (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- ParagonCorp memperkuat kolaborasi riset dengan Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan di ParagonCorp Head Office, 19 Agustus 2026. 

Salah satu fokus awal kolaborasi ini adalah mengeksplorasi potensi nilam Aceh, termasuk patchouli alcohol crystal yang berasal dari minyak nilam, sebagai kandidat bahan aktif alami untuk aplikasi kosmetik.

Kolaborasi ini mempertemukan keahlian ARC USK dalam penelitian nilam, minyak atsiri, dan bahan alam dengan kapabilitas riset dan pengembangan kosmetik ParagonCorp. 

Melalui pendekatan lintas disiplin tersebut, kedua pihak akan mengkaji karakteristik bahan, potensi manfaat, serta peluang pengembangannya untuk kebutuhan industri kosmetik melalui proses penelitian dan validasi secara bertahap.

Sebagai purposeful beauty tech company, ParagonCorp memandang kolaborasi dengan institusi pendidikan dan penelitian sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem inovasi yang berbasis sains.

Pengembangan inovasi tidak hanya dilakukan melalui pengembangan produk, tetapi juga melalui proses riset untuk memahami potensi bahan, teknologi, serta pendekatan baru yang dapat menjawab kebutuhan industri beauty.

Nilam Aceh menjadi salah satu potensi bahan alam yang menarik untuk dikaji lebih lanjut. Minyak nilam telah lama dikenal sebagai salah satu komoditas minyak atsiri Indonesia, sementara pengembangan fraksi atau turunannya untuk kebutuhan yang lebih spesifik masih membuka ruang penelitian. 

Dalam kolaborasi ini, patchouli alcohol crystal menjadi salah satu objek yang akan dieksplorasi untuk memahami karakteristik dan potensi aplikasinya sebagai kandidat bahan aktif kosmetik.
Pengembangan tersebut akan dilakukan secara bertahap dan berbasis data. 

Penelitian akan mencakup proses untuk memahami karakteristik bahan serta mengevaluasi potensi dan relevansinya terhadap kebutuhan aplikasi kosmetik.

Dengan demikian, setiap peluang pengembangan akan melalui proses kajian dan validasi ilmiah sebelum dapat ditarik kesimpulan lebih lanjut.

“Bagi ParagonCorp, kolaborasi riset menjadi salah satu cara untuk mempertemukan potensi sumber daya alam dan talenta Indonesia dengan kebutuhan inovasi industri. Melalui kolaborasi dengan ARC USK, kami ingin mempelajari potensi nilam Aceh secara lebih mendalam, bukan hanya dari sisi bahan alamnya, tetapi juga bagaimana potensi tersebut dapat dipahami melalui riset dan dikaji relevansinya untuk kebutuhan beauty. Proses ini penting agar setiap peluang pengembangan dibangun berdasarkan data dan bukti ilmiah yang memadai.” ujar dr. Sari Chairunnisa, Sp.DVE, FINSDV, Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp.

ARC USK memiliki kompetensi dalam penelitian minyak atsiri dan nilam, termasuk pengembangan pengetahuan terkait potensi bahan alam dari wilayah Aceh. 

Kolaborasi dengan ParagonCorp memberikan ruang untuk mempertemukan kompetensi tersebut dengan perspektif dan kebutuhan pengembangan industri kosmetik, sehingga hasil penelitian memiliki peluang untuk dikaji lebih lanjut menuju aplikasi yang relevan.

“Kolaborasi ini menjadi kesempatan untuk mempertemukan kompetensi riset yang dikembangkan di perguruan tinggi dengan kebutuhan dan pengalaman industri. Nilam Aceh memiliki potensi yang dapat terus dikaji dari berbagai sisi, dan kami berharap kerja sama dengan ParagonCorp dapat membuka ruang penelitian yang lebih aplikatif. Di saat yang sama, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan potensi nilam Aceh melalui pendekatan berbasis riset serta membuka peluang pengembangan lebih lanjut.” ujar Syaifullah Muhammad, Kepala ARC USK.

Selain penelitian dan pengembangan potensi bahan alam, Nota Kesepahaman antara ParagonCorp dan ARC USK juga mencakup ruang kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Ruang kolaborasi tersebut membuka peluang bagi kedua pihak untuk saling berbagi pengetahuan, memperkuat kapasitas talenta, serta mengembangkan kegiatan yang dapat mendukung kebutuhan ekosistem beauty dan pemanfaatan bahan alam Indonesia.

Kolaborasi ini sejalan dengan langkah ParagonCorp untuk memperluas jejaring riset bersama universitas dan institusi penelitian. Melalui kemitraan lintas disiplin, ParagonCorp berupaya menjalankan peran beyond creating beauty products dengan turut berkontribusi dalam penguatan science, technology, talent, and innovation ecosystem di Indonesia.

Ke depan, ParagonCorp dan ARC USK akan melanjutkan penelitian untuk memahami potensi nilam Aceh secara lebih mendalam.

Setiap hasil penelitian akan menjadi bagian dari proses validasi bertahap untuk memastikan pengembangan bahan alam dilakukan secara bertanggung jawab dan berbasis bukti ilmiah, sekaligus membuka peluang terciptanya inovasi yang dapat memberikan nilai tambah bagi potensi sumber daya alam Indonesia. (Eko)