HEADLINE
Wako Fadly Amran Instruksikan Seluruh Camat Memperkuat Pengawasan dan Pembinaan di Wilayah Masing-masing    
Kamis, Agustus 27, 2026

On Kamis, Agustus 27, 2026

Wako Fadly Amran Instruksikan Seluruh Camat Memperkuat Pengawasan dan Pembinaan di Wilayah Masing-masing
Wako Fadly Amran saat memimpin rapat internal bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan camat se-Kota Padang. (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang, Fadly Amran, menginstruksikan seluruh camat memperkuat pengawasan dan pembinaan di wilayah masing-masing guna menekan bangunan ilegal, spanduk liar, pungutan liar (pungli), hingga pembuangan limbah sembarangan, dan berbagai bentuk kesemrawutan kota.

Instruksi tersebut disampaikan Fadly Amran saat memimpin rapat internal bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan camat se-Kota Padang, di Rumah Makan Sederhana, Rabu (26/8/2026). Rapat turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Tarmizi Ismail.

“Kita berharap penataan tidak berhenti pada penertiban, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk mewujudkan lingkungan kota yang tertib, bersih, nyaman, dan berkelanjutan. Tidak boleh ada lagi pembangunan ilegal di Kota Padang, setiap temuan harus segera ditindaklanjuti sesuai mekanisme administrasi yang berlaku," katanya.

Fadly Amran menekankan penataan kota harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kebersihan lingkungan, pengelolaan limbah, penertiban spanduk dan bangunan liar, hingga penataan trotoar serta kawasan wisata. Ia meminta seluruh camat menjadikan pengawasan lapangan sebagai bagian penting dari tugas pemerintahan di wilayah masing-masing.

“Camat harus aktif turun ke lapangan, bukan sekadar menunggu laporan, agar setiap persoalan masyarakat dapat ditangani secara baik," tukuknya.

Fadly Amran juga meminta camat menegakkan kebijakan dengan tetap mengedepankan pembinaan dan pendekatan humanis di lapangan.

“Pedagang kaki lima (PKL) tetap harus dibina dan diberikan solusi, tetapi pemanfaatan fasilitas umum secara semrawut tidak boleh dibiarkan," tegasnya.

Lebih lanjut, Fadly Amran menyoroti penataan wajah kota, terutama keberadaan terpal atau tenda biru, spanduk liar, bedeng, serta bangunan yang mengganggu trotoar, drainase, dan jalur hijau. Menurutnya, penataan harus dilakukan tegas dengan tetap mengedepankan pembinaan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban dan fungsi fasilitas umum.

Selain penataan fisik kota, Wali Kota menegaskan tidak ada toleransi terhadap praktik pungli, terutama di kawasan wisata seperti Pantai Padang, Pantai Air Manis, Gunung Padang dan Batang Arau.

“Pengawasan harus diperkuat hingga malam hari, termasuk memastikan petugas parkir yang beroperasi merupakan petugas legal, memiliki identitas dan menerapkan mekanisme pembayaran yang jelas. Saya tidak ingin ada lagi terjadi pungli di kota ini," ujarnya. (*)

Editor: Zamri Yahya, WU

10.126 Warga Kurang Mampu di Pariaman Terima Bantuan Beras    
Kamis, Agustus 27, 2026

On Kamis, Agustus 27, 2026

10.126 Warga Kurang Mampu di Pariaman Terima Bantuan Beras
Penyerahan untuk hari pertama kepada warga Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman di Balairung Pendopo Walikota Pariaman, Rabu (26/8). (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Pariaman, Yota Balad menyalurkan bantuan pangan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) alokasi periode Juli hingga September 2026 kepada sebanyak 10.126 warga kurang mampu se Kota Pariaman. 

Penyerahan untuk hari pertama kepada warga Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman di Balairung Pendopo Walikota Pariaman, Rabu (26/8).

Yota Balad dalam sambutannya menjelaskan bahwa program ketahanan pangan nasional dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini dilaksanakan oleh Perum BULOG bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pariaman.

Kerjasama itu melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3), Dinas Sosial, serta instansi terkait lainnya. 

“Periode ini semua total bantuan yang disalurkan mencapai 303.780 kg (303,78 ton) beras yang diperuntukkan bagi 10.126 Penerima Bantuan Pangan (PBP)," katanya.

"Tahun 2025, kita mendapatkan bantuan sebanyak 5.278 KK," jelasnya.

Artinya terjadi penambahan bantuan pada tahun 2026, sehingga yang sebelumnya belum mendapatkan bantuan, tahun ini sudah menjadi penerima bantuan. (wi/fadl/at).

32 Unit EWS Tsunami dan 6 Unit EWS Banjir Terkonfirmasi dalam Kondisi Aktif dan Berfungsi dengan Baik    
Kamis, Agustus 27, 2026

On Kamis, Agustus 27, 2026

32 Unit EWS Tsunami dan 6 Unit EWS Banjir Terkonfirmasi dalam Kondisi Aktif dan Berfungsi dengan Baik
Menurut Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, kegiatan pengujian ini dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor: 800.1.11.1/52/SPT/BPBD-Pdg. (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- BPBD Kota Padang melaksanakan pengujian dan pengaktifan berkala terhadap seluruh sistem Early Warning System (EWS) tsunami dan banjir yang tersebar di wilayah Kota Padang, Rabu (26/8/2026).

Menurut Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, kegiatan pengujian ini dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor: 800.1.11.1/52/SPT/BPBD-Pdg.

Ia menjelaskan, hasil pengecekan menunjukkan bahwa sebanyak 32 unit EWS Tsunami dan 6 unit EWS Banjir terkonfirmasi aktif dan beroperasi 100% dengan baik (hidup semua).

Dikatakannya, pengujian EWS Tsunami mencakup 32 titik lokasi strategis, meliputi kawasan permukiman warga, gedung sekolah, rumah ibadah, fasilitas kesehatan, pelabuhan, hingga perkantoran pemerintah seperti Kantor Balaikota Air Pacah dan Kantor Balai Kota Lama.

Sedangkan pengujian EWS Banjir, jelasnya lagi, dilaksanakan pada 6 titik rawan luapan air dan Daerah Aliran Sungai (DAS), yaitu Perumahan Lumin Park, Objek Wisata Pemandian Lumin, Gunung Nago, Tabiang Banda Gadang, Kantor Balai Pemuda Ikua Koto, dan Musholla Al-Hikmah Ikua Koto.

"Dari pengujian dan evaluasi yang kami lakukan hari ini, sebanyak 32 unit EWS Tsunami dan 6 unit EWS Banjir terkonfirmasi dalam kondisi aktif dan berfungsi dengan baik," katanya.

Menurutnya, pengecekan menyeluruh ini dilakukan guna memastikan seluruh modul suara (voice) dan sirene peringatan dini berfungsi optimal saat menghadapi situasi darurat bencana.

"Pengujian rutin ini merupakan komitmen BPBD Kota Padang untuk memastikan seluruh peralatan peringatan dini siap siaga demi keselamatan warga dari potensi ancaman bencana," cakapnya. (*)

Editor: Zamri Yahya, WU

Dari Persalinan hingga Kecelakaan, Rahmad Rasakan Manfaat JKN di Saat Tak Terduga    
Kamis, Agustus 27, 2026

On Kamis, Agustus 27, 2026

Dari Persalinan hingga Kecelakaan, Rahmad Rasakan Manfaat JKN di Saat Tak Terduga
Rahmad telah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak delapan tahun yang lalu. (Foto: Hermiko).

BENTENGSUMBAR.COM
– Kesehatan sering kali terasa berharga justru ketika seseorang dihadapkan pada situasi yang tidak pernah direncanakan. Bagi Rahmad Hidayat warga asal Kota Payakumbuh, pengalaman menjalani perawatan akibat kecelakaan hingga mendampingi dua kali persalinan sang istri membuatnya memahami bahwa jaminan kesehatan adalah bentuk 
perlindungan ketika risiko datang tanpa aba-aba.

Rahmad telah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak delapan tahun yang lalu. Awalnya, ia mengaku belum sepenuhnya memahami pentingnya mempertahankan kepesertaan JKN tetap aktif. Baginya, JKN sempat dipandang sebatas program yang 
diwajibkan negara.

Namun, pandangan tersebut berubah ketika Rahmad mengalami kecelakaan tunggal lalu lintas yang membuatnya harus menjalani rawat inap selama dua belas hari. Dalam kondisi tersebut, perhatian Rahmad dan keluarga sepenuhnya tertuju pada proses penyembuhan, sementara biaya pelayanan kesehatan dijamin melalui Program JKN.

“Jujur, sejak awal terdaftar sebagai peserta JKN, saya belum memahami betul pentingnya kepesertaan JKN ini. Namun, setelah saya menggunakannya untuk biaya berobat akibat kecelakaan tunggal lalu lintas, saya tersadar jika JKN membantu meringankan beban finansial peserta agar tidak jatuh miskin,” ungkap Rahmad.

Selama menjalani perawatan hingga kontrol pasca kecelakaan, Rahmad mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Pengalaman tersebut membuatnya semakin bersyukur telah memiliki perlindungan kesehatan.

“Hingga hari ini saya tidak pernah dipungut biaya sepersen pun untuk biaya berobat. Mulai dari proses rawat inap dan kontrol pasca kecelakaan dulu, semua biayanya dijamin. Tentunya, saya sangat terbantu dan bersyukur Program JKN ini hadir dalam hidup saya,” tambah Rahmad.

Bagi Rahmad, manfaat JKN tidak berhenti ketika menghadapi kecelakaan. Program tersebut 
juga hadir dalam dua momen penting dalam kehidupan keluarganya, yakni saat kelahiran anak pertama dan anak kedua.

JKN dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan kesehatan selama kehamilan hingga proses persalinan. Kehadiran JKN tersebut membuat Rahmad dan istrinya dapat lebih fokus mempersiapkan kelahiran buah hati tanpa dihantui kekhawatiran mengenai biaya persalinan.

“JKN sudah dua kali menemani kami sekeluarga untuk menyambut sang buah hati, dari persalinan anak pertama hingga anak kedua. Mulai dari biaya kontrol kehamilan hingga biaya persalinan di fasilitas kesehatan, semuanya ditanggung JKN. Sangat meringankan,” kata Rahmad.

Pengalaman berulang tersebut juga membentuk keyakinan Rahmad bahwa kepesertaan JKN aktif merupakan bagian penting dari perencanaan keluarga. Menurut dia, seseorang tidak pernah tahu kapan membutuhkan pelayanan kesehatan.

Ia pun mengapresiasi pelayanan yang diterimanya selama menjadi peserta JKN. Rahmad mengatakan tidak pernah merasakan adanya perbedaan perlakuan dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

“Bagi saya kualitas layanan JKN itu sangat bagus dan memuaskan. Kami sekeluarga tidak pernah kecewa selama memanfaatkan JKN untuk berobat dan tidak ada perbedaan layanan. Kami pun tidak pernah mengira jika peserta JKN diperlakukan sangat istimewa,” ujar Rahmad.

Keramahan dan kesigapan petugas turut menjadi nilai tambah bagi Rahmad. Ia menilai pelayanan yang mudah dipahami membuat peserta merasa lebih nyaman ketika 
membutuhkan bantuan.

“Semua pelayanan yang saya terima sangat baik. Petugas di fasilitas kesehatan ramah, melayani dengan cepat dan prosedur layanannya pun mudah dipahami. Yang paling berkesan bagi saya adalah kesigapan petugas BPJS Kesehatan saat membantu kendala administrasi
JKN saya,” tutur Rahmad.

Jika dibandingkan dengan kemungkinan yang harus dihadapi tanpa JKN, Rahmad menyadari 
beban keluarga bisa jauh lebih berat. Tetapi dengan hadirnya JKN, ia tidak perlu mengalihkan perhatian dari pemulihan untuk mencari biaya pengobatan. 

“Saat melihat perjuangan istri saya melahirkan, hal yang terlintas di pikiran saya adalah terima kasih JKN sudah membantu melengkapi momen kebahagiaan kami. Hari itu, saya merasa tenang dan tidak khawatir oleh persoalan biaya karena sudah ada JKN,” ucap Rahmad.

Rahmad menyimpulkan bahwa sehat hari ini bukan jaminan seseorang akan selalu terbebas dari risiko kesehatan. Karena itu, memiliki jaminan kesehatan sebelum risiko datang menjadi 
langkah penting untuk melindungi diri dan keluarga.

“Kalau kita sehat hari ini, bukan berarti besok kita tahu apa yang akan terjadi. Kalau saat itu saya tidak punya JKN aktif, tentu beban biaya pengobatan akan jauh lebih berat. Kepesertaan JKN adalah bentuk rasa aman dan persiapan untuk menghadapi hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegas Rahmad.

Rahmad berharap Program JKN terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin mudah, cepat, dan setara bagi masyarakat. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak menunggu sakit terlebih dahulu untuk menyadari pentingnya jaminan kesehatan.

“Jangan tunggu sakit baru merasa JKN itu penting. Selagi kita sehat, justru saat itulah kita harus mempersiapkan perlindungan untuk diri dan keluarga. Harapan saya, JKN terus ada dan semakin baik, sehingga masyarakat tidak perlu terlalu khawatir memikirkan biaya dan bisa fokus pada proses pengobatan,” tutup Rahmad. (HM)

Wako Ajak Warga yang Memiliki Produk UMKM untuk Manfaatkan Fasilitas Sentra Rendang Kota Padang, Ini Penjelasan Feri Erviyan Rinaldy    
Kamis, Agustus 27, 2026

On Kamis, Agustus 27, 2026

Wako Ajak Warga yang Memiliki Produk UMKM untuk Manfaatkan Fasilitas Sentra Rendang Kota Padang, Ini Penjelasan Feri Erviyan Rinaldy
Wali Kota Padang Fadly Amran melakukan kunjungan ke Komplek Sentra Rendang Kota Padang di Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Rabu (26/8/2026). (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang Fadly Amran melakukan kunjungan ke Komplek Sentra Rendang Kota Padang di Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Rabu (26/8/2026).

Kedatangan Wali Kota bertujuan melihat secara langsung kondisi sarana dan prasarana yang tersedia, khususnya ruang produksi yang meliputi ruang sterilisasi, ruang kemasan primer dan sekunder, serta dapur produksi.

Fadly Amran mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan berbagai fasilitas produksi rendang yang dimiliki Pemerintah Kota Padang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha.

“Dari hasil peninjauan, kita melihat kondisi dapur cukup panas karena sistem pembuangan udara atau exhaust masih belum memadai. Kita akan segera perbaiki, sehingga kondisi dapur menjadi lebih baik,, dan proses memasak rendang dapat berjalan lebih lancar," katanya.

Menurut Fadly Amran, keberadaan Sentra Rendang memiliki peran penting dalam mendukung Program Unggulan (Progul) UMKM Naik Kelas, khususnya dalam meningkatkan keterampilan, kewirausahaan, serta pengembangan produk unggulan Kota Padang.

Ia menyebutkan, fasilitas yang tersedia tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk produksi rendang, tetapi juga untuk pengembangan berbagai produk UMKM lainnya. Karena itu, ia mengajak para pelaku usaha memanfaatkan fasilitas tersebut secara maksimal.

“Kami mengajak warga Kota Padang yang memiliki produk UMKM untuk memanfaatkan fasilitas Sentra Rendang Kota Padang. Pemerintah Kota tidak akan membebani biaya yang besar untuk mencari untung, hanya retribusi sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku," ujarnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang Feri Erviyan Rinaldy menjelaskan, Sentra Rendang telah siap digunakan sejak 2024. Namun, pemanfaatannya belum optimal karena masih terdapat sejumlah peralatan dan fasilitas yang membutuhkan dukungan anggaran untuk pemeliharaan.

“Kita akan mengusulkan anggaran untuk perbaikan pembuangan udara atau exhaust, sekaligus penambahan sarana pendukung lainnya, sehingga Sentra Rendang ini dapat dimanfaatkan secara maksimal," terangnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga berencana meningkatkan kapasitas produksi rendang melalui penambahan ukuran kuali. Saat ini, satu kuali memiliki kapasitas sekitar 15 Kg rendang dalam sekali proses memasak.

“Pada 2027 kita akan mengupayakan peningkatan kapasitas menjadi 20 Kg untuk satu kuali. Kita memiliki delapan kamar produksi. Jika satu kamar menggunakan satu kuali berkapasitas 20 Kg, maka kapasitas produksinya bisa mencapai sekitar 160 Kg dalam sekali proses memasak," urainya.

Pada kesempatan itu, terlihat hadir Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kadis Kominfo Tommy TRD, Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama, Chef Dian Nugraha dan jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang.. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Wako Pariaman Lepas Kontingen TP PKK Ikuti Wirakarya Jambore Kader PKK Provinsi Sumbar ke-22    
Kamis, Agustus 27, 2026

On Kamis, Agustus 27, 2026

Wako Pariaman Lepas Kontingen TP PKK Ikuti Wirakarya Jambore Kader PKK Provinsi Sumbar ke-22
Wali Kota Pariaman, Yota Balad melepas Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kota Pariaman untuk mengikuti kegiatan Wirakarya Jambore Kader PKK tingkat Provinsi Sumatera Barat ke-22. (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Pariaman, Yota Balad melepas Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kota Pariaman untuk mengikuti kegiatan Wirakarya Jambore Kader PKK tingkat Provinsi Sumatera Barat ke-22.

Kegiatan itu dalam rangka peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tahun 2026 di Aula Balaikota Pariaman, Rabu (26/8).

Dalam arahannya, Walikota Pariaman menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh kader PKK yang telah mempersiapkan diri dengan latihan intensif. 

Beliau berpesan agar ajang Jambore ini tidak hanya dipandang sebagai kompetisi semata, tetapi juga sebagai wadah silaturahim, evaluasi, serta peningkatan kapasitas diri bagi para penggerak kesejahteraan keluarga di akar rumput.

"Jambore PKK adalah momentum yang tepat untuk menunjukkan dedikasi, kreativitas, dan inovasi kader PKK Kota Pariaman," katanya.

"Tampilkan yang terbaik, jaga nama baik daerah, dan buktikan bahwa kader kita memiliki kualitas unggul," ujarnya.

Yota Balad juga optimis dengan persiapan matang yang telah dilakukan, kontingen Kota Pariaman mampu meraih prestasi gemilang dan membawa pulang piala serta penghargaan dari berbagai cabang lomba yang dipertandingkan di Kota Bukittinggi.(wi/an/at)

Wako Fadly Amran Tegaskan Pentingnya Peran PWRI Kota Padang sebagai Mitra Strategis dalam Dukung Pembangunan Daerah    
Kamis, Agustus 27, 2026

On Kamis, Agustus 27, 2026

Wako Fadly Amran Tegaskan Pentingnya Peran PWRI Kota Padang sebagai Mitra Strategis dalam Dukung Pembangunan Daerah
Fadly Amran saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 PWRI tingkat Kota Padang, di Palanta Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Rabu (26/8/2026). (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan pentingnya peran Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Padang sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, PWRI memiliki potensi besar karena beranggotakan para pensiunan dengan pengalaman panjang di bidang pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Hal itu disampaikan Fadly Amran saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 PWRI tingkat Kota Padang, di Palanta Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung semarak dan penuh kekeluargaan dengan diikuti sekitar 500 orang anggota PWRI dari 11 kecamatan se-Kota Padang. Hadir di kesempatan itu Ketua Umum PWRI Kota Padang, Yusman Kasim, beserta jajaran pengurus, serta Ketua PWRI Kecamatan se-Kota Padang, dan stakeholder terkait lainnya.

Fadly Amran mengatakan pengalaman panjang para anggota PWRI di bidang pemerintahan dan pelayanan masyarakat merupakan potensi besar yang perlu terus diberdayakan. Pemerintah Kota (Pemko) Padang, ungkapnya, sangat mengapresiasi semangat para pensiunan yang tetap ingin berkontribusi meski telah menyelesaikan masa tugas sebagai aparatur sipil negara.

“Pemko Padang sangat mengapresiasi. Walaupun Bapak dan Ibu anggota PWRI sudah purna tugas, namun tetap ingin berkontribusi untuk pembangunan kota yang kita cintai ini," katanya.

Lebih lanjut, Fadly Amran juga mendorong anggota PWRI Kota Padang menjadi penggerak kebersihan di lingkungan masing-masing, terutama dalam membudayakan pemilahan sampah dari rumah. 

Menurutnya, ambisi menjadikan Padang sebagai kota gastronomi dunia harus ditopang lingkungan yang bersih, pengelolaan limbah yang baik, drainase dan sungai yang terjaga, serta perubahan perilaku masyarakat.

“Saya berharap PWRI menjadi penggerak dalam mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan membiasakan pemilahan sampah dari rumah. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi timbulan sampah di Kota Padang yang mencapai lebih dari 600 ton per hari," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PWRI Kota Padang, Yusman Kasim, menyampaikan bahwa PWRI siap terus bersinergi dengan Pemko Padang dan berkontribusi sesuai kapasitas para anggotanya. Ia menilai pengalaman para pensiunan dapat menjadi kekuatan dalam mendukung berbagai program pembangunan dan kemasyarakatan di Kota Padang.

"Peringatan HUT ke-64 PWRI ini menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi, sekaligus menegaskan komitmen para pensiunan untuk tetap berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan Kota Padang," cakapnya. (*)

Editor: Zamri Yahya, WU