HEADLINE
Sentuhan Hangat Perantau: Masjid Raya Sunua Padang Pariaman Bangun Rumah Singgah dan Marbot, Wujud Nyata Gotong Royong    
Minggu, Oktober 11, 2026

On Minggu, Oktober 11, 2026

Sentuhan Hangat Perantau: Masjid Raya Sunua Padang Pariaman Bangun Rumah Singgah dan Marbot, Wujud Nyata Gotong Royong
Ketua Umum Ikatan Keluarga Sunua Berdunsanak (IKSB), Usman Pelangi, Wali Nagari Sunua H. Efrizal Lstif, Wali Nagari Sunua Tengah Habibi, Wali Nagari Sunua Barat Zandi Putra, ST, serta Kepala Desa Pasir Sunua, Andi. (Foto: Novrianto). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wujud nyata kebersamaan antara warga di kampung halaman dan perantau kembali mengukir cerita manis di Kabupaten Padang Pariaman. Langkah mulia ini ditandai dengan dimulainya pembangunan rumah marbot dan rumah singgah di lingkungan Masjid Raya Sunua melalui prosesi peletakan batu pertama pada Minggu (11/10/2026).

Pembangunan fasilitas sosial dan keagamaan tersebut menjadi bukti nyata betapa kuatnya rasa kepedulian serta semangat gotong royong masyarakat Sunua Raya. Tidak hanya mengandalkan swadaya warga lokal, proyek kebaikan ini didorong penuh oleh kontribusi para perantau yang tersebar di berbagai pelosok Nusantara.

Momen bersejarah peletakan batu pertama ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Ikatan Keluarga Sunua Berdunsanak (IKSB), Usman Pelangi. Kehadirannya didampingi oleh para pimpinan nagari, yaitu Wali Nagari Sunua H. Efrizal Lstif, Wali Nagari Sunua Tengah Habibi, Wali Nagari Sunua Barat Zandi Putra, ST, serta Kepala Desa Pasir Sunua, Andi.

Suasana kehangatan dan kebersamaan kian terasa dengan hadirnya jajaran pengurus Masjid Raya Sunua, Zulfahmi, M.Pd., dan H. Fajar, beserta tokoh masyarakat setempat. Seluruh elemen menyatu dalam semangat yang sama untuk memajukan sarana ibadah di nagari tercinta.

Ketua IKSB, Usman Pelangi, mengungkapkan bahwa gagasan pembangunan rumah marbot dan rumah singgah ini murni lahir dari kerinduan para perantau Sunua Raya untuk memajukan tanah kelahiran. Para perantau bertekad ingin terus menghidupkan kegiatan keagamaan sekaligus melengkapi fasilitas penunjang di Masjid Raya Sunua.

"Semangat gotong royong antara masyarakat di kampung halaman dan perantau menjadi landasan utama kami dalam merealisasikan pembangunan ini. Oleh karena itu, atas semua bantuan, perhatian, dan ketulusan dari seluruh pihak, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya," tutur Usman dengan penuh haru.

Dukungan mengalir deras dari berbagai pihak yang berharap proses konstruksi berjalan lancar tanpa hambatan hingga selesai. Nantinya, keberadaan rumah marbot akan memberikan tempat tinggal yang layak dan nyaman bagi para penjaga serta pengurus yang setia merawat rumah Allah tersebut.

Di sisi lain, kehadiran rumah singgah diproyeksikan menjadi fasilitas pendukung yang sangat bermanfaat bagi para tamu, musafir, maupun masyarakat umum yang memiliki keperluan di lingkungan Masjid Raya Sunua. Fasilitas ini siap menyambut siapa saja dengan kehangatan khas pemuda dan tokoh Nagari Sunua.

Pembangunan ini mengagaskan pesan mendalam bahwa jarak tak mampu memisahkan ikatan kekeluargaan masyarakat Sunua Raya. Melalui sinergi ini, fasilitas yang dibangun tidak hanya mempercantik area masjid, tetapi juga semakin mempererat persatuan, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong warga ranah dan rantau. (*) 

Laporan: Novrianto
Editor: Zamri Yahya, WU

Bangkitkan Ekonomi Pasca Bencana, Pemprov Sumbar Turun Langsung Salurkan Modal Kunci Perikanan di Koto Sani!    
Minggu, Oktober 11, 2026

On Minggu, Oktober 11, 2026

Bangkitkan Ekonomi Pasca Bencana, Pemprov Sumbar Turun Langsung Salurkan Modal Kunci Perikanan di Koto Sani!
Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., turun langsung menyerahkan bantuan sektor perikanan kepada para pembudidaya ikan di Jorong Padang Balimbiang, Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Jumat (9/10/2026). (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Langkah nyata dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana terus digencarkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. 

Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., turun langsung menyerahkan bantuan sektor perikanan kepada para pembudidaya ikan di Jorong Padang Balimbiang, Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Jumat (9/10/2026).

Penyaluran bantuan ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah untuk hadir di tengah masyarakat yang tengah berjuang memulihkan mata pencaharian mereka. Sebanyak enam orang pembudidaya ikan terdampak bencana menerima alokasi bantuan secara langsung guna menyambung kembali fondasi perekonomian keluarga.

Dalam arahannya di lokasi penyerahan, Gubernur Mahyeldi memberikan dorongan semangat agar bantuan bibit ikan tersebut dikelola secara serius dan profesional. Ia menekankan pentingnya perawatan secara konsisten agar bantuan ini memberi dampak jangka panjang.

"Kami berharap bantuan ini tumbuh, berkembang biak, dan memberikan manfaat jangka panjang. Ini bukan sekadar bantuan konsumsi, tetapi upaya memulihkan ekonomi warga sekaligus memperkuat ketahanan pangan kita di daerah," tegas Mahyeldi di hadapan para penerima manfaat.

Kehadiran orang nomor satu di Sumatera Barat ini didampingi oleh sejumlah pejabat kunci daerah, termasuk Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar, Syefdinon, serta Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Masheri Yanda Boy, S.H.
Turut hadir pula Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok Syoufitri, Sekretaris Kecamatan X Koto Singkarak Nila Kesumawati, pimpinan nagari, serta tokoh kelompok pembudidaya ikan setempat yang menyambut hangat jalannya kegiatan.

Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten ini diharapkan mampu memastikan pemanfaatan bantuan berjalan tepat sasaran serta produktif. Langkah ini disiapkan untuk menghidupkan kembali kolam-kolam budidaya warga yang sempat terhenti akibat dampak musibah. 

Selain berfokus pada peningkatan pendapatan harian keluarga, program revitalisasi sektor perikanan ini diproyeksikan dapat memperkuat pilar ketahanan pangan lokal di wilayah Kabupaten Solok secara keseluruhan. 

Melalui bantuan perikanan ini, harapan baru kini terbit bagi warga Nagari Koto Sani untuk dapat bangkit mandiri, menata kembali roda perekonomian, dan menyongsong masa depan yang lebih sejahtera. (80) 

Pewarta: Oktryoni
Editor: Zamri Yahya, WU

Atasi Banjir Koto Tangah, Manufer Desak Pemko Padang Optimalkan Efektivitas Anggaran dan Libatkan Spesialis    
Minggu, Oktober 11, 2026

On Minggu, Oktober 11, 2026

Atasi Banjir Koto Tangah, Manufer Desak Pemko Padang Optimalkan Efektivitas Anggaran dan Libatkan Spesialis
Manufer menilai, anggaran penanggulangan bencana yang ada sebenarnya sudah berjalan hampir setiap tahun, merujuk pada musibah yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. (Foto: Int) 

BENTENGSUMBAR.COM
- Persoalan banjir yang terus berulang dan menghantui masyarakat Kota Padang, khususnya di wilayah Koto Tangah dan Kuranji, kembali memicu kritik tajam dari kalangan legislatif. Setiap kali hujan deras mengguyur, genangan air dan banjir seolah menjadi pemandangan rutin yang meresahkan warga.

Menanggapi fenomena tahunan ini, Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Partai Gerindra, Manufer Putra Firdaus pada Ahad, 11 Oktober 2026, melaui sambungan telepon selularnya, secara tegas menyatakan bahwa penanganan yang dilakukan oleh Pemko Padang selama ini belum menunjukkan hasil yang maksimal. Menurutnya, kejadian banjir di titik-titik tertentu selalu sama dari tahun ke tahun tanpa ada solusi yang tuntas.

Manufer menilai, anggaran penanggulangan bencana yang ada sebenarnya sudah berjalan hampir setiap tahun, merujuk pada musibah yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, ia mempertanyakan efektivitas alokasi dana tersebut karena rasanya anggaran belum menjadi indikator penyelesaian masalah yang komprehensif.

Lebih lanjut, politisi Partai Gerindra dari dapil Koto Tangah ini mendorong Pemko Padang untuk mengambil langkah yang lebih taktis dengan menggandeng pihak profesional. Jika pemerintah kota merasa kesulitan menyelesaikan persoalan ini sendiri, sudah saatnya berkonsultasi langsung ke pihak pusat atau mendatangkan konsultan perencana yang ahli di bidangnya.

Ia menganalogikan situasi ini seperti orang sakit yang harus segera dibawa ke dokter spesialis yang tepat. Pemerintah Kota Padang diminta untuk tidak ragu melibatkan tenaga ahli tata ruang dan perencana banjir profesional agar master plan penataan kota dan drainase bisa dirumuskan secara jelas dan jitu.

Selain masalah infrastruktur drainase, Manufer juga menyoroti aspirasi masyarakat terkait adanya rel kereta api di sekitar lokasi banjir yang diduga turut menjadi salah satu pemicu hambatan aliran air. Ia menyarankan agar Pemko Padang segera berkoordinasi secara intensif dengan PT KAI untuk mencari solusi terbaik atas kendala tersebut.

Tidak hanya kerugian material dan fisik, dampak banjir berulang ini juga dirasakan sangat berat oleh para pelaku UMKM dan sektor kuliner di kawasan Koto Tangah. Padahal, wilayah tersebut dikenal sebagai salah satu pusat sentra kuliner favorit di Kota Padang yang kerap dikunjungi warga pada akhir pekan.

Manufer menegaskan bahwa penanganan bencana harus diprioritaskan terlebih dahulu di tengah keterbatasan anggaran saat ini. Walaupun program-program pembangunan lain seperti sektor pariwisata penting, keselamatan serta kenyamanan warga di kawasan rawan banjir harus ditempatkan di urutan paling atas.

Ia juga mengingatkan agar Pemko Padang benar-benar menjadikan evaluasi tahunan ini sebagai catatan penting dalam merancang kebijakan. Skala prioritas anggaran harus difokuskan secara merata, mulai dari hulu ke hilir, termasuk perbaikan infrastruktur di aliran sungai yang menjadi langganan banjir.

Sebagai wakil rakyat, Manufer bersama jajaran DPRD Kota Padang memastikan akan terus mengawal dan mendesak pemerintah agar alokasi dana penanganan darurat benar-benar tepat sasaran. Pihaknya optimistis jika koordinasi lintas instansi antara Pemko, Pemprov, dan pemerintah pusat berjalan solid, masalah menahun ini perlahan bisa diurai.

Ia berharap Pemko Padang tidak tinggal diam dan segera bergerak cepat merumuskan master plan mitigasi banjir yang komprehensif. Masyarakat Kota Padang, khususnya di daerah pemilihan Padang I, tentu mendambakan tindakan nyata agar wilayah mereka terbebas dari ancaman banjir setiap kali musim hujan tiba. (*)

Pewarta: Zamri Yahya, WU

Resmi Ditutup Yanisman, Penutupan Wushu Porprov Sumbar XVI Jadi Sorotan: Momen Kebangkitan Atlet Daerah!    
Minggu, Oktober 11, 2026

On Minggu, Oktober 11, 2026

Resmi Ditutup Yanisman, Penutupan Wushu Porprov Sumbar XVI Jadi Sorotan: Momen Kebangkitan Atlet Daerah!
Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu Indonesia Sumatera Barat, Yanisman, secara resmi menutup rangkaian pertandingan yang berlangsung meriah di Hall Ateh Ngarai, Kota Bukittinggi, Sabtu (10/10/2026). (Foto: Novrianto). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gelaran kompetisi sengit cabang olahraga (cabor) Wushu Indonesia pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI Tahun 2026 resmi berakhir dengan sukses besar. Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu Indonesia Sumatera Barat, Yanisman, secara resmi menutup rangkaian pertandingan yang berlangsung meriah di Hall Ateh Ngarai, Kota Bukittinggi, Sabtu (10/10/2026).

Acara penutupan yang dikemas semarak tersebut dirangkai langsung dengan prosesi penganugerahan medali kepada para pemenang. Momen ini sekaligus menjadi panggung selebrasi atas perjuangan gigih para atlet Wushu terbaik dari berbagai kabupaten dan kota se-Sumatera Barat yang telah berlaga memperebutkan gengsi dan kehormatan daerah.

Dalam sambutannya, Yanisman menegaskan bahwa ajang bergengsi empat tahunan ini tidak semata-mata menjadi arena berburu medali emas. Menurutnya, Porprov merupakan tolok ukur utama untuk menilai keberhasilan dan efektivitas pembinaan atlet yang telah dijalankan di setiap daerah.

“Porprov ini bukan hanya tentang siapa yang meraih medali emas, perak, atau perunggu. Lebih dari itu, ajang ini menjadi evaluasi bagi kita semua untuk melihat sejauh mana pembinaan atlet Wushu telah berjalan. Atlet yang berprestasi harus terus dibina, sementara yang belum berhasil harus tetap semangat berlatih dan meningkatkan kemampuan,” ujar Yanisman di hadapan ratusan atlet dan official.

Ia juga menambahkan bahwa kunci utama keberhasilan olahraga wushu di Sumatera Barat terletak pada sinergi yang kokoh antara pengurus, pelatih, atlet, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah. Kolaborasi yang berkesinambungan ini diyakini mampu melahirkan talenta unggulan yang sanggup mengibarkan bendera daerah di kancah nasional.

Lebih lanjut, Yanisman mengingatkan para jawara agar tidak cepat merasa puas dengan raihan medali yang diraih di Bukittinggi. Ia membakar semangat para atlet agar menjadikan momentum Porprov ini sebagai batu loncatan menuju panggung kompetisi yang jauh lebih bergengsi.

“Jangan berhenti sampai di Porprov. Teruslah berlatih, jaga disiplin, dan tingkatkan kemampuan. Kita ingin atlet-atlet Wushu Sumatera Barat tidak hanya berjaya di tingkat provinsi, tetapi juga mampu membawa nama daerah ke pentas nasional,” tegasnya penuh optimisme.

Persaingan di papan klasemen sendiri menyajikan kejutan menarik, terutama pada kategori Taolu. Kontingen Kabupaten Solok tampil sangat dominan dan keluar sebagai juara umum kategori ini dengan memborong 8 medali emas, disusul tuan rumah Kota Bukittinggi (6 emas), Kota Solok (5 emas), Kota Padang (4 emas), serta Kota Sawahlunto, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Kepulauan Mentawai yang masing-masing mengamankan 1 medali emas.

Berakhirnya laga di Hall Ateh Ngarai Bukittinggi ini menjadi angin segar bagi peta kekuatan olahraga bela diri di Sumatra Barat. Porprov Sumbar XVI diharapkan menjadi titik balik lahirnya generasi baru atlet Wushu yang makin solid, tangguh, dan siap mengharumkan nama daerah di level yang lebih tinggi. (*) 

Laporan: Novrianto, SP
Editor: Zamri Yahya, WU

Turun Langsung ke Posko Pengungsian, Senator RI Irman Gusman Bongkar Siasat Cepat Pemulihan Pasca Banjir Bandang Solok!    
Minggu, Oktober 11, 2026

On Minggu, Oktober 11, 2026

Turun Langsung ke Posko Pengungsian, Senator RI Irman Gusman Bongkar Siasat Cepat Pemulihan Pasca Banjir Bandang Solok!
Kedatangan Senator asal Sumbar Irman Gusman, S.E., M.B.A., disambut hangat oleh Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H. (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, S.E., M.B.A., melakukan kunjungan kerja langsung ke Posko Utama Penanganan Bencana Banjir Bandang di Arosuka, Kabupaten Solok, Jumat (9/10/2026). Kehadiran tokoh nasional ini merupakan wujud nyata kepedulian sekaligus upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana.

Kedatangan Senator asal Sumbar tersebut disambut hangat oleh Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H. Turut mendampingi dalam penyambutan tersebut Asisten II Setda Kabupaten Solok Jefrizal, S.Pt., M.M., jajaran kepala OPD, serta Ketua MDMC Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat, Portito, S.Pd.I.

Dalam pemaparannya, Bupati Jon Firman Pandu mengungkapkan bahwa bencana banjir bandang yang menerjang kawasan Arosuka dipicu oleh cuaca ekstrem, di mana wilayah tersebut sempat mengalami kemarau panjang selama hampir tiga bulan sebelum akhirnya diguyur hujan berintensitas tinggi. Peristiwa alam ini berdampak sangat signifikan terhadap kawasan permukiman warga maupun kompleks perkantoran pemerintah setempat.

Meski demikian, hingga saat ini proses penanganan darurat terus digenjot secara terpadu oleh berbagai unsur terkait. Kehadiran bantuan alat berat berupa ekskavator dan truk terbukti sangat krusial dalam mempercepat proses pembersihan material sisa longsoran dan endapan lumpur di lapangan.

"Sekitar 95 persen rumah warga terdampak telah dibersihkan dari lumpur. Penyaluran listrik dan kebutuhan dasar masyarakat juga terus dilakukan agar kehidupan warga segera kembali normal," jelas Bupati Jon Firman Pandu dengan penuh optimisme.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa fase krusial berikutnya yang menjadi fokus utama pemerintah daerah adalah tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Tahapan ini mencakup perbaikan rumah warga yang rusak berat, pemulihan kawasan perkantoran, hingga pengembalian pelayanan publik secara maksimal kepada masyarakat.

Menanggapi situasi tersebut, Irman Gusman menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Kabupaten Solok. Ia menilai kunjungan lapangan ini sangat penting agar dirinya bisa melihat langsung realita di lokasi serta memahami kebutuhan penanganan secara akurat dan tepat sasaran.

"Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik, sehingga rawan bencana adalah kenyataan yang harus kita hadapi bersama. Penanganan yang efektif membutuhkan koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat — mulai dari kewenangan yang jelas, ketersediaan sumber daya, hingga ketepatan penyaluran bantuan," tegas Irman Gusman di hadapan para pengungsi dan relawan.

Kunjungan strategis ini tidak hanya memperkuat komitmen kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, tetapi juga menumbuhkan asa baru bagi warga Arosuka. Pemerintah Kabupaten Solok berharap dukungan lintas sektor ini dapat terus berlanjut hingga seluruh proses rehabilitasi tuntas, sehingga masyarakat bisa bangkit kembali dengan jauh lebih tangguh. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Gebrakan Cepat Bank Nagari dan Pemko Padang: Ratusan Bantuan Pangan Langsung Tembus Pengungsian Banjir Tengah Malam!    
Minggu, Oktober 11, 2026

On Minggu, Oktober 11, 2026

Gebrakan Cepat Bank Nagari dan Pemko Padang: Ratusan Bantuan Pangan Langsung Tembus Pengungsian Banjir Tengah Malam!
Bank Nagari menunjukkan kepedulian sosialnya dengan bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik tanggap darurat bagi para korban banjir. (Foto: Tommy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Curah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Sabtu (10/10/2026) meluapkan debit air sungai hingga merendam permukiman warga di dua wilayah terdampak parah, yakni Kecamatan Koto Tangah dan Kecamatan Kuranji. Kondisi darurat tersebut memaksa sebagian besar warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman guna menghindari ancaman bahaya yang lebih besar.

Merespons situasi krisis yang terjadi secara mendadak tersebut, Bank Nagari menunjukkan kepedulian sosialnya dengan bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik tanggap darurat bagi para korban banjir. Sebanyak 400 bungkus nasi siap saji disiapkan khusus untuk memenuhi kebutuhan pangan mendesak warga yang kini berada di lokasi pengungsian.

Proses pendistribusian logistik pangan ini dilaksanakan pada Sabtu malam, dimulai tepat pukul 20.00 WIB sesudah Salat Isya. Kehadiran tim gabungan di lokasi pengungsian membawa secercah harapan serta kehangatan bagi para penyintas bencana di tengah suasana malam yang dingin dan serba terbatas.

Guna memastikan bantuan tersebar merata, tim mengalokasikan sebanyak 250 bungkus nasi siap saji untuk warga di kawasan Kampung Apa dan Lumin, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah. Wilayah ini menjadi salah satu titik penanganan prioritas karena dampaknya yang cukup signifikan.

Sementara itu, sisa bantuan sebanyak 150 bungkus nasi dialokasikan khusus bagi masyarakat terdampak di kawasan Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji. Pembagian makanan ini disambut antusias oleh warga yang membutuhkan asupan nutrisi cepat saji di tengah situasi penanganan bencana.

Kelancaran aksi kemanusiaan di lapangan tidak lepas dari sinergi dan dukungan penuh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang. Kolaborasi ini memastikan seluruh bantuan didistribusikan secara tertib, lancar, dan tepat sasaran kepada warga yang paling membutuhkan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, membenarkan perihal skema penyaluran tanggap darurat tersebut. "Untuk tanggap darurat, Bank Nagari mendistribusikan sebanyak 400 bungkus nasi, yaitu 250 ke Koto Tangah di Lumin dan Kampung Apa, serta 150 ke Kuranji di Lapau Munggu sesudah Salat Isya sekitar jam 8 malam," jelasnya.

Pemimpin Cabang Bank Nagari Pasar Raya Padang, Hendri Gozari, ST, MM, menegaskan komitmen lembaganya dalam mendampingi pemerintah daerah saat bencana terjadi. “Kami dari Tim Tanggap Darurat Bank Nagari siap memberikan support kepada Pemko Padang dalam menghadapi bencana. Tahap awal kita mendistribusikan nasi bungkus bagi warga terdampak, dan tetap akan memantau kebutuhan ke depannya di lapangan,” ungkapnya.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian dan kepekaan sosial yang ditunjukkan oleh Bank Nagari. “Terima kasih kepada Bank Nagari yang fast response memberikan support kepada Pemko Padang dan warga terdampak bencana. Semoga dengan kolaborasi semua pihak, kita bisa mengatasi kebutuhan korban terdampak dengan cepat,” pungkasnya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Geger! Ketua DPRD Padang Muharlion Bongkar Penyebab Kriminalitas Naik dan Alasan Satpol PP Sulit Razia Hotel Bintang    
Minggu, Oktober 11, 2026

On Minggu, Oktober 11, 2026

Geger! Ketua DPRD Padang Muharlion Bongkar Penyebab Kriminalitas Naik dan Alasan Satpol PP Sulit Razia Hotel Bintang
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, angkat bicara secara blak-blakan mengenai akar permasalahan yang sedang terjadi di tengah masyarakat. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kriminalitas di Kota Padang dikabarkan mulai merangkak naik dan menjadi sorotan publik. Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, angkat bicara secara blak-blakan mengenai akar permasalahan yang sedang terjadi di tengah masyarakat.

Lonjakan angka kriminalitas ini dinilai tidak terjadi begitu saja, melainkan dipicu oleh sejumlah faktor krusial. Menurut Muharlion, melemahnya kontrol sosial serta faktor ekonomi dan kesulitan hidup menjadi pemicu utama meningkatnya tindak kejahatan.

Untuk mengatasi persoalan ini, DPRD mendorong agar seluruh elemen masyarakat dilibatkan secara aktif. "Mulai dari ulama, cerdik pandai, pemuka masyarakat, hingga peran orang tua sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengawasan di lingkungan masing-masing," ujarnya, dibalik gagang ponselnya, Ahad, 11 Oktober 2026.

Dari sisi pemerintah, langkah penertiban dan penataan kawasan rawan terus digalakkan. Pemerintah daerah bersama aparat berwenang juga memperketat pengawasan jam malam, mengingat tingkat kerawanan kriminalitas paling tinggi kerap terjadi pada malam hari.

Terkait efektivitas penegakan aturan, kapasitas Satpol PP sebagai penegak perda tentu memiliki keterbatasan wilayah dan personel. "Oleh karena itu, sinergi yang kuat dengan pihak kepolisian serta partisipasi aktif warga dalam melaporkan titik rawan sangat diperlukan," cakap Muharlion. 

Sorotan tajam juga diarahkan pada kasus-kasus kriminal yang menyeret hotel berbintang, seperti insiden memilukan yang belum lama ini terjadi di hotel kawasan Rocky Plaza. Publik pun mempertanyakan apakah hotel-hotel mewah sekelas bintang lima bisa tersentuh dan dirazia oleh Satpol PP.

Menanggapi hal tersebut, Muharlion menjelaskan bahwa pengawasan terhadap hotel berbintang memiliki tantangan tersendiri terkait regulasi yang berlaku. "Pihak hotel semestinya memperketat aturan tamu, termasuk mewajibkan menunjukkan identitas KTP bagi pasangan yang sah demi mencegah pelanggaran hukum," tegas politisi PKS ini. 

Kendati demikian, aturan turunan seperti Perda Tibum (Ketertiban Umum) saat ini dinilai belum secara spesifik menyentuh operasional hotel-hotel berbintang. DPRD Kota Padang berencana menjadikan celah regulasi ini sebagai bahan evaluasi penting dalam revisi perda ke depannya.

Dengan adanya evaluasi aturan ini, diharapkan ke depannya penegakan hukum di Kota Padang bisa berlaku adil tanpa pandang bulu. Semua tempat, termasuk tempat hiburan dan hotel mewah, ke depan dapat tersentuh pengawasan yang ketat demi menciptakan keamanan dan kenyamanan warga. (*) 

Pewarta: Zamri Yahya, WU