HEADLINE
Wako Payakumbuh Zulmaeta Nyatakan Dukung Kepengurusan Baru KONI 2026–2030    
Jumat, Agustus 07, 2026

On Jumat, Agustus 07, 2026

Wako Payakumbuh Zulmaeta Nyatakan Dukung Kepengurusan Baru KONI 2026–2030
Zulmaeta saat menghadiri pelantikan pengurus KONI Kota Payakumbuh masa bakti 2026–2030 di Aula Pertemuan Josrizal Zain lantai III Balai Kota Payakumbuh, Kamis (6/8/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menyatakan dukungan Pemerintah Kota Payakumbuh terhadap kepengurusan baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Payakumbuh masa bakti 2026–2030 di bawah kepemimpinan Chairul Mufti.

Dukungan tersebut disampaikan Zulmaeta saat menghadiri pelantikan pengurus KONI Kota Payakumbuh masa bakti 2026–2030 di Aula Pertemuan Josrizal Zain lantai III Balai Kota Payakumbuh, Kamis (6/8/2026).

Zulmaeta menyampaikan apresiasi kepada pengurus KONI periode 2022–2026 atas pengabdian yang telah diberikan sekaligus berharap kepengurusan baru membawa energi baru bagi pembinaan dan prestasi olahraga di Kota Payakumbuh.

“Atas nama Pemerintah Kota Payakumbuh, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus KONI Kota Payakumbuh periode 2022–2026 atas dedikasi dan pengabdiannya,” ujar Zulmaeta.

Ia mengatakan kepengurusan baru memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan pembinaan atlet secara terarah, termasuk menyiapkan regenerasi dan meningkatkan prestasi cabang olahraga di berbagai tingkatan.

“Harapan kita kepengurusan yang baru dapat menghadirkan semangat baru, meningkatkan prestasi, serta menjalankan pembinaan olahraga secara lebih terarah,” katanya.

Zulmaeta juga mengingatkan insan olahraga agar menjaga kebersamaan dan sportivitas dalam menjalankan organisasi maupun mengikuti berbagai kompetisi.

“Semoga proses ini berjalan dengan baik, menjunjung tinggi kebersamaan dan sportivitas dalam memilih dan menjalankan kepemimpinan terbaik,” ujarnya.

Menurut Zulmaeta, prestasi olahraga tidak dapat dibangun secara instan. Atlet membutuhkan proses pembinaan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan teknik, taktik, fisik, dan mental bertanding.

Karena itu, ia menilai kompetisi yang rutin menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang bagi atlet untuk memperoleh pengalaman sekaligus menemukan bibit-bibit potensial.

“Kompetisi seperti ini menjadi langkah kita dalam mencari bibit-bibit atlet berbakat sekaligus mempersiapkan tim yang tangguh,” kata Zulmaeta.

Ia memastikan Pemerintah Kota Payakumbuh akan terus memberikan dukungan terhadap pembinaan olahraga sesuai kemampuan daerah. Menurutnya, kerja bersama antara KONI, pemerintah daerah, cabang olahraga, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan agar program pembinaan dapat berjalan efektif.

“Dukungan kami bukan sekadar simbol, tetapi bentuk keyakinan bahwa dengan kerja sama antara KONI dan pemerintah, prestasi olahraga akan lebih mudah dicapai,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KONI Provinsi Sumatera Barat Hamdanus mengapresiasi proses Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) KONI Payakumbuh yang berlangsung kondusif dan demokratis.

Menurut Hamdanus, proses tersebut menunjukkan adanya regenerasi kepemimpinan yang sehat, terlebih ketua periode sebelumnya tidak kembali mencalonkan diri.

“Demokrasi olahraga sangat luar biasa di Payakumbuh. Sangat jarang ketua yang sedang menjabat tidak maju lagi. Kami juga mengapresiasi tidak adanya gesekan di sini. Siapa pun yang terpilih adalah pilihan kita bersama untuk melanjutkan kejayaan olahraga di Payakumbuh,” ujar Hamdanus.

Hamdanus juga mengingatkan seluruh jajaran KONI dan cabang olahraga mengenai persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober dengan konsep tuan rumah bersama.

“Porprov Sumbar 2026 akan dilaksanakan pada 2–14 Oktober setelah vakum selama tujuh tahun. Walaupun dengan keterbatasan anggaran, mari kita sukseskan bersama pelaksanaan Porprov 2026 ini,” katanya.

Ketua KONI Kota Payakumbuh Chairul Mufti mengatakan kepengurusan baru akan segera berfokus pada persiapan kontingen menghadapi Porprov Sumatera Barat 2026.

Chairul yang juga Ketua HIPMI Payakumbuh itu menargetkan kontingen Kota Payakumbuh mampu meraih posisi terbaik pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

“Kita siapkan Payakumbuh meraih posisi terbaik dalam Porprov Sumbar yang akan digelar Oktober nanti. Semua cabang olahraga dan perangkat daerah terkait mari bersama-sama memajukan KONI dan olahraga di Payakumbuh,” ujar Chairul.

Ia mengatakan target tersebut akan diwujudkan melalui kerja bersama seluruh cabang olahraga dan perangkat daerah terkait.

“Kita satukan kekuatan. Semua cabang olahraga dan instansi terkait harus bersinergi untuk mewujudkan Payakumbuh Juara. Visi jangka pendek kita adalah mempersiapkan Porprov 2026 secara maksimal, kemudian menyusun kepengurusan yang inklusif dan solid,” katanya.

Chairul mengungkapkan Kota Payakumbuh akan mengirimkan 286 atlet dari berbagai cabang olahraga untuk mengikuti Porprov Sumatera Barat 2026. Para atlet tersebut telah melalui proses seleksi yang dilakukan oleh masing-masing cabang olahraga.

“Sebelumnya sekitar 480 atlet mengikuti proses seleksi. Namun, keterbatasan dukungan anggaran membuat tidak seluruh atlet yang mengikuti proses pembinaan dapat diberangkatkan ke ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut,” ungkapnya.

Meski jumlah atlet yang diberangkatkan disesuaikan dengan kemampuan anggaran, Chairul tetap optimistis kontingen Payakumbuh mampu memberikan hasil terbaik.

“Kami optimistis dengan 286 atlet terbaik yang telah terpilih melalui seleksi. Mereka adalah putra-putri terbaik Payakumbuh yang siap mengharumkan nama daerah. Target posisi terbaik ini bukan sekadar wacana, tetapi sesuatu yang kami yakini bisa dicapai dengan kerja keras dan doa bersama,” katanya.

Kepengurusan baru KONI Kota Payakumbuh kini menghadapi agenda penting untuk segera diterjemahkan ke dalam program kerja, terutama persiapan menghadapi Porprov Sumatera Barat 2026. Dukungan pemerintah daerah, kesiapan cabang olahraga, serta kualitas atlet akan menjadi bagian penting dalam upaya membawa nama Payakumbuh meraih prestasi lebih tinggi di tingkat provinsi. (HM)

Tingkatkan Mutu Pelayanan, Pemko Pariaman MoU Dengan RSUP. Dr. M. Djamil Padang    
Jumat, Agustus 07, 2026

On Jumat, Agustus 07, 2026

Tingkatkan Mutu Pelayanan, Pemko Pariaman MoU Dengan RSUP. Dr. M. Djamil Padang
Pemerintah Kota Pariaman berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan kualitas dan standar pelayanan kesehatan bagi masyarakatnya.  (Foto: Diskominfo). 

BENTWNHSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Pariaman berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan kualitas dan standar pelayanan kesehatan bagi masyarakatnya. 

Langkah strategis ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Wali Kota Pariaman, Yota Balad dengan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang yang diwakili oleh Direktur Utama, Dovy Djanas tentang Penguatan Kemampuan Tata Kelola Rumah Sakit dalam rangka Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan.  di ruang kerja Walikota, Kamis (6/8/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota Pariaman, Yota Balad menyampaikan bahwa kolaborasi dengan RSUP Dr. M. Djamil Padang merupakan momentum krusial bagi transformasi kesehatan di Kota Pariaman.

"Pemko Pariaman bertekad memastikan fasilitas kesehatan daerah, seperti RSUD Dr. Sadikin, mampu sejajar dengan standar pelayanan rumah sakit rujukan nasional. Tata kelola yang akuntabel dan transparan dinilai menjadi fondasi utama dalam menjamin keselamatan pasien dan mutu layanan yang konsisten", ujarnya.

Yota Balad menyebutkan MoU ini dilaksanakan bagaimana RSUP Dr. M. Djamil Padang bisa memberikan kontribusi bagi kami Kota Pariaman terutama untuk RSUD Dr. Sadikin Kota Pariaman. 

"Melalui kerjasama ini, kami Pemko Pariaman juga akan memberikan kontribusi kepada RSUP Dr. M. Djamil Padang. Yang paling penting sinkronisasi dan kolaborasi antara rumah sakit adalah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya Kota Pariaman", terangnya.

Sejalan dengan hal itu, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dovy Djanas  menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari fungsi rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan untuk melakukan pengampuan kepada rumah sakit daerah. 

"RSUP DR. M. Djamil siap memberikan pendampingan teknis dan manajerial, pelatihan kompetensi tenaga medis, hingga transfer pengetahuan terkait efisiensi sistem rujukan dan penerapan teknologi kesehatan terintegrasi", tutupnya. (R/at)

Tigo Kayo FC Payakumbuh Akhirnya Angkat Trofi Piala Wali Kota Payakumbuh 2026    
Jumat, Agustus 07, 2026

On Jumat, Agustus 07, 2026

Tigo Kayo FC Payakumbuh Akhirnya Angkat Trofi Piala Wali Kota Payakumbuh 2026
Bermain imbang 1-1 hingga waktu normal, Tigo Kayo FC memastikan gelar juara melalui drama adu penalti dengan kemenangan 5-3 di Lapangan Kapten Tantawi, Tanjung Pauh, Kota Payakumbuh, Selasa (4/8/2026) sore. (Foto: Hermiko). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Tigo Kayo FC Payakumbuh akhirnya mengangkat trofi Piala Wali Kota Payakumbuh 2026 setelah melewati final penuh ketegangan melawan Bimbel Galatama FC.

Bermain imbang 1-1 hingga waktu normal, Tigo Kayo FC memastikan gelar juara melalui drama adu penalti dengan kemenangan 5-3 di Lapangan Kapten Tantawi, Tanjung Pauh, Kota Payakumbuh, Selasa (4/8/2026) sore.

Partai puncak tersebut disaksikan langsung Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda, jajaran Pemerintah Kota Payakumbuh, Ketua KONI Kota Payakumbuh Chairul Mufti, serta Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Payakumbuh Diki Engla Mardianto.

Ribuan masyarakat memadati Lapangan Kapten Tantawi untuk menyaksikan laga penentuan tersebut. Dari pinggir lapangan, suara dukungan suporter terus bergemuruh mengiringi setiap serangan dan peluang kedua kesebelasan. Atmosfer semakin panas ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir dengan skor masih terkunci 1-1.

Kehadiran kepala daerah, jajaran Forkopimda, dan ribuan masyarakat menambah semarak partai puncak sekaligus menunjukkan tingginya antusiasme publik terhadap perkembangan sepak bola di Kota Payakumbuh.

Pertandingan berlangsung terbuka sejak menit awal. Kedua kesebelasan tampil agresif dan silih berganti membangun serangan. Namun, rapatnya pertahanan masing-masing tim membuat sejumlah peluang belum mampu dikonversi menjadi gol hingga babak pertama berakhir dengan skor 0-0.

Memasuki babak kedua, Bimbel Galatama FC langsung memberikan kejutan. Pemain pengganti Januardi memecah kebuntuan sesaat setelah babak kedua dimulai dan membawa timnya unggul 1-0.

Tertinggal satu gol, Tigo Kayo FC merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Tekanan demi tekanan dilancarkan untuk mengejar ketertinggalan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah Fachrial mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-72.

Gol tersebut membuat pertandingan kembali terbuka. Kedua tim sama-sama memiliki peluang untuk mencetak gol kemenangan. Jual beli serangan terjadi hingga menit-menit akhir, sementara setiap peluang yang tercipta disambut sorakan penonton dari sisi lapangan.

Tempo pertandingan yang tinggi juga membuat wasit beberapa kali mengeluarkan kartu kuning untuk menjaga pertandingan tetap terkendali.

Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan. Skor 1-1 bertahan dan pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.

Ketegangan kemudian berpindah ke titik putih. Ribuan pasang mata tertuju ke arah gawang ketika para pemain satu per satu maju sebagai eksekutor.

Tekanan langsung menghampiri Bimbel Galatama FC pada eksekusi pertama. Tendangan pemainnya melambung di atas mistar gawang. Sebaliknya, Tigo Kayo FC mampu menjalankan eksekusi dengan baik.

Keunggulan tersebut menjadi modal penting bagi Tigo Kayo FC. Eksekutor berikutnya mampu menjalankan tugas masing-masing hingga memasuki tendangan kelima.

Eksekusi terakhir menjadi penentu. Ketika bola bersarang di gawang Bimbel Galatama FC, Tigo Kayo FC pun memastikan kemenangan. Skor adu penalti berakhir 5-3.

Selebrasi langsung pecah di tengah lapangan. Para pemain Tigo Kayo FC berhamburan merayakan kemenangan, sementara sorakan suporter menggema dari sekeliling lapangan. Setelah melewati final yang berlangsung ketat hingga titik putih, trofi Piala Wali Kota Payakumbuh 2026 akhirnya berada di tangan Tigo Kayo FC.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menyampaikan selamat kepada Tigo Kayo FC atas pencapaian tersebut. Ia juga meminta Bimbel Galatama FC tidak berkecil hati dan menjadikan hasil pertandingan sebagai bagian dari proses untuk terus berkembang.

"Selamat kepada Tigo Kayo FC atas pencapaian ini. Kepada Bimbel Galatama, jangan berkecil hati. Tetap semangat dan semoga menjadi yang terbaik pada event selanjutnya," kata Zulmaeta setelah menyerahkan trofi kepada tim juara.

Menurut Zulmaeta, Piala Wali Kota Payakumbuh tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan untuk melahirkan bibit-bibit pemain potensial sekaligus memperkuat ekosistem olahraga di daerah.

"Melalui turnamen seperti ini, kami berharap Payakumbuh dapat menjadi magnet bagi para pecinta olahraga. Kegiatan olahraga juga harus memberikan efek domino bagi pelaku UMKM sehingga ekonomi masyarakat ikut bergerak dan semakin tumbuh," ujarnya.

Ia mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menyaksikan pertandingan membuka peluang bagi pelaku UMKM dan sektor usaha lainnya untuk memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas selama turnamen berlangsung.

Menurutnya, penyelenggaraan kompetisi olahraga secara berkelanjutan dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Askot PSSI Kota Payakumbuh Diki Engla Mardianto mengapresiasi seluruh tim yang telah berpartisipasi dalam turnamen serta berbagai pihak yang mendukung penyelenggaraan Piala Wali Kota Payakumbuh 2026.

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga turnamen ini dapat terlaksana dengan baik, terutama Pemko Payakumbuh, para sponsor, panitia, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Piala Wali Kota Payakumbuh 2026," kata Diki.

Tigo Kayo FC akhirnya menutup perjalanan turnamen dengan kemenangan yang lahir dari ketenangan di titik putih. Di hadapan ribuan masyarakat Payakumbuh yang memenuhi Lapangan Kapten Tantawi, para pemain merayakan trofi dengan penuh suka cita, menandai malam kemenangan sepak bola bagi tim kebanggaan kota tersebut. (HM)

Kurnia Nugraha Raih Penghargaan Indonesia Public Relations Top Leader 2026    
Jumat, Agustus 07, 2026

On Jumat, Agustus 07, 2026

Kurnia Nugraha Raih Penghargaan Indonesia Public Relations Top Leader 2026
Penghargaan ini diselenggarakan oleh Warta Ekonomi Group dan diserahkan langsung oleh CEO & Chief Editor Warta Ekonomi Group, Muhamad Ihsan, bertempat di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, pada Kamis (30/7). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kurnia Nugraha, Media Communication Head JNE, berhasil meraih penghargaan bergengsi sebagai Indonesia Public Relations Top Leader 2026 for Supporting a Healthy Business Growth Through Responsible and Impactful Social Contributions untuk kategori Logistik dan Kurir. 

Penghargaan ini diselenggarakan oleh Warta Ekonomi Group dan diserahkan langsung oleh CEO & Chief Editor Warta Ekonomi Group, Muhamad Ihsan, bertempat di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, pada Kamis (30/7).

“Mewakili manajemen dan seluruh Ksatria dan Srikandi JNE, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas penghargaan ini. Keberhasilan ini merupakan wujud apresiasi atas kerja keras seluruh tim dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan melalui berbagai inisiatif program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.”

Kurnia mengungkapkan bahwa pencapaian ini mencerminkan konsistensi JNE dalam mengintegrasikan strategi komunikasi yang transparan, bertanggung jawab, dan berorientasi pada dampak sosial. Di tengah dinamika industri logistik yang kian kompetitif, komunikasi yang efektif berperan penting dalam memastikan setiap program tanggung jawab sosial perusahaan dapat tersampaikan secara akurat dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi JNE untuk terus menghadirkan inovasi komunikasi yang inspiratif. 

Indonesia Public Relations Top Leader 2026 yang mengusung tema “Leading Trust in the Age of Intelligence” ini memberikan apresiasi bagi para pemimpin komunikasi dan Public Relations di Indonesia yang unggul dalam mengelola reputasi organisasi, membangun kepercayaan publik, serta menghadirkan strategi komunikasi yang adaptif di era digital. 

Acara ini sekaligus menjadi momentum untuk menegaskan peran strategis PR dalam membentuk organisasi yang tangguh dan relevan menghadapi perubahan zaman.

Apresiasi ini juga menjadi pengakuan atas keberhasilan JNE dalam mengusung semangat “Connecting Happiness” ke berbagai lini kehidupan. 

Melalui komunikasi yang konsisten pada pilar sosial, pemberdayaan UMKM, olahraga, hingga kebudayaan, JNE tidak hanya hadir sebagai perusahaan jasa pengiriman, tetapi juga sebagai mitra strategis pembangunan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.

“Pertumbuhan bisnis yang sehat harus berjalan beriringan dengan kontribusi sosial yang berdampak luas. Ke depan, kami akan terus memperkuat komunikasi strategis yang adaptif agar setiap langkah inovasi dan pelayanan JNE dapat semakin mempererat kebaikan, serta membawa manfaat nyata bagi seluruh stakeholder, pelanggan, dan mitra setia,” tutup Kurnia. (*)

Pemko Payakumbuh Matangkan Persiapan Indonesia’s Horse Racing Cup 2026    
Jumat, Agustus 07, 2026

On Jumat, Agustus 07, 2026

Pemko Payakumbuh Matangkan Persiapan Indonesia’s Horse Racing Cup 2026
Zulmaeta mengatakan IHRC 2026 tidak hanya menjadi agenda olahraga, tetapi juga bagian dari rangkaian kegiatan memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kota Payakumbuh mematangkan persiapan Indonesia’s Horse Racing Cup (IHRC) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Kota Payakumbuh pada 23 Agustus 2026 dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Persiapan ajang pacuan kuda berskala nasional tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta bersama Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda, jajaran pemerintah daerah, panitia penyelenggara Sarga Co, dan Pengurus Kota Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Payakumbuh di Rumah Dinas Wali Kota Payakumbuh, Selasa (4/8/2026) sore.

Zulmaeta mengatakan IHRC 2026 tidak hanya menjadi agenda olahraga, tetapi juga bagian dari rangkaian kegiatan memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus menjadi peluang bagi Payakumbuh untuk memperkenalkan potensi pariwisata dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Seluruh perangkat daerah harus bekerja secara terpadu sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Persiapan harus dilakukan secara matang, mulai dari infrastruktur, kebersihan, keamanan, hingga kenyamanan bagi peserta maupun pengunjung,” ujar Zulmaeta.

Menurut dia, kehadiran peserta dan tamu dari berbagai daerah dalam momentum peringatan kemerdekaan tersebut perlu diikuti dengan pelayanan yang baik sehingga memberikan pengalaman positif selama berada di Payakumbuh.

“Indonesia’s Horse Racing Cup merupakan ajang berskala nasional yang akan membawa banyak tamu dan peserta ke Kota Payakumbuh. Karena itu, saya meminta seluruh perangkat daerah dan pihak terkait bekerja maksimal sesuai tugas dan fungsinya. Kita ingin menunjukkan bahwa Payakumbuh mampu menjadi tuan rumah yang baik dengan pelayanan yang prima, lingkungan yang bersih, serta penyelenggaraan yang tertib dan aman,” katanya.

Zulmaeta berharap penyelenggaraan IHRC 2026 turut memberi dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sektor pariwisata.

“Kita berharap kegiatan ini tidak hanya sukses sebagai kompetisi olahraga berkuda, tetapi juga menjadi penggerak sektor UMKM, pariwisata, dan ekonomi masyarakat. Kolaborasi semua pihak menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat mendukung rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, termasuk IHRC 2026, dengan menjaga ketertiban serta memberikan sambutan yang baik kepada peserta dan pengunjung dari luar daerah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda mengatakan rapat koordinasi tersebut menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi sekaligus memetakan kebutuhan penyelenggaraan kegiatan.

“Ini menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi dan memastikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan telah dipetakan dengan baik. Setiap perangkat daerah memiliki peran yang saling melengkapi sehingga koordinasi harus terus diperkuat hingga hari pelaksanaan,” kata Rida.

Menurut Rida, hasil rapat perlu segera ditindaklanjuti oleh masing-masing perangkat daerah sesuai tugas dan kewenangannya. Persiapan mencakup sarana dan prasarana, kebersihan, lalu lintas, keamanan, serta kenyamanan peserta dan pengunjung.

“Dengan koordinasi yang baik, kita optimistis Indonesia’s Horse Racing Cup 2026 dapat berlangsung lancar dan memberikan kesan positif bagi peserta maupun masyarakat yang hadir,” ujarnya. (HM)

Wako Fadly Amran Sambut Kedatangan KRI Teluk Kendari-518 di Dermaga IV Pelabuhan Teluk Bayur    
Jumat, Agustus 07, 2026

On Jumat, Agustus 07, 2026

Wako Fadly Amran Sambut Kedatangan KRI Teluk Kendari-518 di Dermaga IV Pelabuhan Teluk Bayur
Kapal Republik Indonesia (KRI) Teluk Kendari-518 yang resmi bersandar di Dermaga IV Pelabuhan Teluk Bayur, Kamis (6/8/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Perayaan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 semakin semarak dengan hadirnya Kapal Republik Indonesia (KRI) Teluk Kendari-518 yang resmi bersandar di Dermaga IV Pelabuhan Teluk Bayur, Kamis (6/8/2026).

Kehadiran kapal perang milik TNI Angkatan Laut (TNI AL) tersebut menjadi salah satu daya tarik utama rangkaian HJK yang berlangsung pada 6-10 Agustus 2026.

Selama bersandar di Pelabuhan Teluk Bayur pada 6-8 Agustus 2026, KRI Teluk Kendari-518 dibuka gratis untuk masyarakat. Pengunjung dapat menjelajahi geladak kapal, berfoto, berinteraksi dengan prajurit TNI AL, sekaligus menambah wawasan mengenai pertahanan dan kemaritiman Indonesia.

Hadir pada kesempatan itu, Wali Kota Padang, Fadly Amran, Komandan KRI Teluk Kendari-518, Letkol Laut (P) Fanny Gunawan Siregar, Komandan Kodaeral II Padang, Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, Unsur Forkopimda Kota Padang, sejumlah pimpinan OPD di lingkup Pemko Padang, prajurit KRI Teluk Kendari-518 dan masyarakat dan tamu undangan. 

Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang hadir menyambut kedatangan KRI Teluk Kendari-518, Kamis (6/8/2026), menyampaikan bahwa kehadiran KRI Teluk Kendari-518 merupakan kado istimewa bagi masyarakat dalam momentum HJK Padang ke-357. Menurutnya, kunjungan kapal perang karya anak bangsa itu memperkuat semangat Padang sebagai kota pesisir yang memiliki sejarah dan potensi maritim besar.

"Kepada warga maupun tamu yang datang ke Kota Padang, silakan kunjungi KRI Teluk Kendari, saksikan kemegahannya, sekaligus menambah wawasan kemaritiman. Ini momen emas yang patut kita manfaatkan," katanya. 

Fadly Amran juga mengapresiasi TNI AL, khususnya Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) II Padang, yang menghadirkan KRI Teluk Kendari-518 di Kota Padang. Menurutnya, kehadiran kapal tersebut sejalan dengan semangat HJK bertajuk "Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City", yang bukan hanya memperkenalkan cita rasa kuliner, tetapi juga memperkuat identitas Padang sebagai kota pelabuhan yang terbuka bagi dunia.

"Berbicara Taste of Padang bukan hanya tentang rasa di lidah, tetapi juga rasa yang hadir di hati. Rasa itu ingin kami bagikan kepada dunia," cakapnya. 

Sementara itu, Komandan KRI Teluk Kendari-518, Letkol Laut (P) Fanny Gunawan Siregar, menjelaskan kapal bertolak dari Jakarta pada 3 Agustus 2026 dengan membawa 117 prajurit, termasuk komandan kapal. Selama berada di Padang, seluruh personel siap menyambut masyarakat yang ingin berkunjung ke kapal perang tersebut.

"KRI Teluk Kendari dibuka untuk umum tanpa biaya. Kami mengajak masyarakat datang berkunjung dengan tetap mematuhi ketentuan keamanan dan menjaga ketertiban selama berada di atas kapal. Kami senang bisa hadir di Padang sekaligus ikut memeriahkan Hari Jadi Kota Padang," ungkapnya. 

Fanny menjelaskan, KRI Teluk Kendari-518 merupakan kapal perang jenis Landing Ship Tank (LST) yang dirancang untuk mengangkut pasukan, kendaraan tempur, tank, logistik, serta mendukung operasi pendaratan amfibi.

"Selain menjalankan operasi militer, kapal ini juga berperan dalam distribusi logistik ke wilayah terpencil, bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana (Humanitarian Assistance and Disaster Relief/HADR), serta evakuasi masyarakat saat terjadi bencana alam," tukuknya. 

Pada kesempatan yang sama, Komandan Kodaeral II Padang, Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, menyebut kehadiran KRI Teluk Kendari-518 merupakan wujud kedekatan TNI AL dengan masyarakat sekaligus bentuk dukungan terhadap peringatan HJK Padang ke-357.

"Kehadiran KRI Teluk Kendari diharapkan dapat mempererat hubungan TNI AL dengan masyarakat, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap dunia kemaritiman," cakapnya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SHi.i, WU

Wawako Payakumbuh Elzadaswarman Hadiri Rakor Kepala Daerah se-Sumatera Barat    
Jumat, Agustus 07, 2026

On Jumat, Agustus 07, 2026

Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman saat menghadiri Rapat Koordinasi Kepala Daerah se-Sumatera Barat
Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman saat menghadiri Rapat Koordinasi Kepala Daerah se-Sumatera Barat. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kota Payakumbuh mendukung percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha serta penguatan ekosistem halal untuk meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman saat menghadiri Rapat Koordinasi Kepala Daerah se-Sumatera Barat bertema “Penguatan Komitmen Pemerintah Daerah dalam Percepatan Sertifikasi Halal dan Pembangunan Ekosistem Halal di Sumatera Barat”* di Auditorium Gubernuran Sumatera Barat, Padang, Selasa (4/8/2026).

Elzadaswarman mengatakan kebijakan Pemerintah Kota Payakumbuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta diarahkan pada penguatan UMKM dan pengembangan potensi ekonomi lokal. Dalam kerangka tersebut, sertifikasi halal dinilai tidak sekadar menjadi kewajiban regulasi, tetapi juga peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar.

“Percepatan sertifikasi halal bukan hanya untuk memenuhi ketentuan regulasi, tetapi juga menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, dan meningkatkan kepercayaan konsumen,” ujar Elzadaswarman.

Ia mengatakan Pemko Payakumbuh akan memperkuat pendampingan dan pembinaan agar semakin banyak produk UMKM memperoleh sertifikat halal dan memiliki daya saing di pasar regional maupun nasional.

“Kami berkomitmen memperkuat pendampingan, pembinaan, serta sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar semakin banyak produk UMKM kita yang memiliki sertifikat halal dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” katanya.

Menurut Elzadaswarman, pengembangan ekosistem halal perlu dilakukan secara lebih luas dan tidak berhenti pada penerbitan sertifikat. Sertifikasi perlu diikuti dengan peningkatan kualitas produk, penguatan rantai pasok, pemasaran, serta keterhubungan dengan sektor perdagangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

“Kami akan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga pendidikan, serta berbagai pihak lainnya agar Payakumbuh mampu mengembangkan UMKM unggul dengan produk halal yang berkualitas. Dengan demikian, ekonomi masyarakat semakin kuat dan kesejahteraan dapat terus meningkat,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan UMKM berbasis produk halal sejalan dengan arah pembangunan yang didorong Wali Kota Zulmaeta, khususnya dalam mengembangkan perekonomian berbasis potensi lokal.

Karena itu, dukungan pemerintah daerah, kata dia, perlu mencakup akses informasi, pendampingan proses sertifikasi, peningkatan kapasitas pelaku usaha, pembinaan mutu produk, pemasaran, hingga perluasan jejaring usaha.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi dan diikuti kepala daerah kabupaten/kota se-Sumatera Barat. Elzadaswarman hadir bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta perangkat daerah yang membidangi UMKM dan perdagangan.

Dalam arahannya, Mahyeldi mengatakan sertifikasi halal telah berkembang menjadi instrumen strategis untuk memperkuat daya saing daerah, memberikan perlindungan kepada konsumen, memperluas akses pasar, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis nilai dan syariat.

Bagi masyarakat Minangkabau, kata Mahyeldi, prinsip halal juga memiliki keterkaitan erat dengan identitas masyarakat yang berlandaskan falsafah *Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah*. Karena itu, percepatan sertifikasi halal dinilai memiliki dimensi ekonomi sekaligus berkaitan dengan penguatan identitas daerah.

Mahyeldi mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menempatkan pengembangan ekonomi halal sebagai bagian dari arah pembangunan daerah. Komitmen tersebut antara lain diperkuat melalui Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 1 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pariwisata Halal.

Ia juga menyampaikan capaian program sertifikasi halal di Sumatera Barat. Hingga 2026, target kuota Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) telah tercapai 100 persen, dengan 72.385 pelaku usaha mengikuti program tersebut. Sebanyak 110.124 sertifikat halal telah diterbitkan dan 246.332 produk telah memperoleh sertifikat halal.

Menurut Mahyeldi, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah daerah, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Kementerian Agama, perguruan tinggi, pendamping proses produk halal, dan pelaku usaha.

Mahyeldi mengingatkan bahwa 17 Oktober 2026 menjadi batas akhir penahapan kewajiban sertifikasi halal untuk sejumlah kelompok produk, termasuk makanan, minuman, hasil sembelihan, dan jasa penyembelihan bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

Karena itu, ia meminta pemerintah kabupaten dan kota memperkuat pendampingan kepada pelaku usaha serta menjadikan percepatan sertifikasi halal sebagai bagian dari prioritas pembangunan daerah.

Selain sertifikasi, pengembangan ekosistem halal, menurut Mahyeldi, perlu mencakup industri halal, destinasi wisata halal, gaya hidup halal, Zona Kuliner Halal, Aman dan Sehat (KHAS), pusat halal, laboratorium halal, pembinaan UMKM, serta penguatan rantai pasok.

Ia juga mendorong pemerintah daerah memperluas kolaborasi dengan dunia usaha, BUMN, BUMD, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya agar pengembangan ekosistem halal memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

Rakor tersebut menjadi bagian dari upaya menyinergikan kebijakan pemerintah daerah di Sumatera Barat dalam mempercepat sertifikasi halal sekaligus membangun ekosistem halal yang lebih kuat dan berkelanjutan, termasuk melalui penguatan UMKM di masing-masing daerah. (HM)