HEADLINE
Lewat Sosper Perda Nomor 9 Tahun 2018, Zuldafri Darma Ajak Masyarakat Perangi Narkoba    
Senin, Agustus 10, 2026

On Senin, Agustus 10, 2026

Lewat Sosper Perda Nomor 9 Tahun 2018, Zuldafri Darma Ajak Masyarakat Perangi Narkoba
Sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 9 Tahun 2018 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya di Nagari Parambahan. (Foto: Humas). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Anggota DPRD Sumatera Barat, Zuldafri Darma, mengajak masyarakat memperkuat peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. 

Ajakan itu disampaikan saat Sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 9 Tahun 2018 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya di Nagari Parambahan, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba yang dinilai masih menjadi ancaman bagi generasi muda.

Dalam kegiatan itu hadir narasumber Eka Lusiana, SKM dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dan AKP Harmen, Kasat Resnarkoba Polres Tanah Datar.

Keduanya memaparkan berbagai upaya pencegahan, dampak penyalahgunaan narkoba, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba.

Zuldafri Darma menegaskan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum atau pemerintah semata.

“Pencegahan harus dimulai dari keluarga. Orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan membangun komunikasi yang baik agar mereka tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba,” ujar Zuldafri.

Menurutnya, Perda Nomor 9 Tahun 2018 menjadi landasan penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan langkah pencegahan secara berkelanjutan.

Ia menilai edukasi kepada masyarakat perlu terus diperkuat agar pemahaman mengenai bahaya narkoba semakin luas, terutama di kalangan remaja dan generasi muda.

“Generasi muda adalah aset daerah dan bangsa. Karena itu, kita harus menjaga mereka dari ancaman narkoba melalui pendidikan, pengawasan, dan kepedulian bersama,” katanya.

Sementara itu, para narasumber menjelaskan berbagai dampak negatif penyalahgunaan narkotika terhadap kesehatan fisik, mental, maupun kehidupan sosial.

Masyarakat juga diajak mengenali tanda-tanda awal penyalahgunaan narkoba serta langkah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.

Melalui sosialisasi tersebut, Zuldafri berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan sejak dini dan aktif mengambil peran dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.

“Bersama cegah narkoba, kita wujudkan masyarakat yang sehat dan generasi Sumatera Barat yang berkualitas,” tutupnya. (*)

DPRD Ungkap Tantangan yang Masih Dihadapi Kota Padang    
Senin, Agustus 10, 2026

On Senin, Agustus 10, 2026

DPRD Ungkap Tantangan yang Masih Dihadapi Kota Padang
Ketua DPRD Kota Padang Ustad H. Muharlion, S. Pd., menyambut tamu menjelanh Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Jum'at, 7 Agustus 2026. (Foto: Humas). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Di tengah berbagai capaian pembangunan yang telah diraih, DPRD Kota Padang mengungkap berbagai tatangan yang masih dihadapi Kota Padang.

Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Kota Padang Ustad H. Muharlion, S. Pd., pada Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Jum'at, 7 Agustus 2026, di ruang sidang utama.

Menurut Muharlion, tantangan tersebut bukan untuk dipandang sebagai hambatan, melainkan sebagai agenda bersama yang harus dijawab melalui kebijakan yang tepat, kolaborasi yang kuat, dan komitmen yang berkelanjutan.

Penguatan Ketahanan Terhadap Bencana

Dia mengatakan, sebagai kota yang berada di kawasan rawan gempa bumi, tsunami, banjir, dan longsor, Kota Padang harus terus memperkuat budaya sadar bencana. 

Ia menjelaskan, mitigasi tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui penataan ruang yang berbasis resiko, penyediaan jalur dan tempat evakuasi yang memadai, sistem peringatan dini yang andal, serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi dan simulasi kebencanaan secara berkelanjutan.

Dikatakannya, pada tahun 2025 telah terjadi bencana banjir bandang yang membuat Kota Padang lumpuh dan empat hari lalu kembali lagi terjadi banjir yang membuat beberapa kawasan di Kota Padang lumpuh.

"Alhamdulillah berkat kerjasama dan koordinasi yang baik antara pemerintah provinsi dan pemerintah Kota Padang bisa segera dilakukan tindakan penyaluran bantuan kepada masyarakat dan trauma healing," ujarnya.

Pengendalian Banjir dan Penataan Lingkungan Perkotaan

Banjir yang masih terjadi di sejumlah kawasan, kata Muharlion lagi, menunjukkan perlunya percepatan pembangunan dan pemeliharaan sistem drainase, normalisasi sungai, perlindungan daerah resapan air, serta pengendalian alih fungsi lahan.

"Penanganan banjir harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar menghasilkan solusi yang berkelanjutan," tegasnya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri: Pengguna Narkoba Adalah Korban, Bukan Sampah Masyarakat    
Senin, Agustus 10, 2026

On Senin, Agustus 10, 2026

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri: Pengguna Narkoba Adalah Korban, Bukan Sampah Masyarakat
Evi Yandri saat menyosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya di Gedung Rohanna Kudus, Kompleks GOR Agus Salim, Padang, Minggu sore (9/8/2026). (Foto: Humas). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Ketua DPRD Sumatra Barat (Sumbar), Evi Yandri Rajo Budiman, menegaskan bahwa masyarakat perlu mengubah pola pikir negatif terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, para pecandu bukanlah sampah masyarakat, melainkan korban yang bisa sembuh, kembali berkontribusi, bahkan berprestasi.

"Mereka bisa direhabilitasi dan sembuh. Kecuali jika mereka ikut mengedarkan narkoba, itu urusan berbeda dan harus ditindak secara hukum," ujar Evi Yandri saat menyosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya di Gedung Rohanna Kudus, Kompleks GOR Agus Salim, Padang, Minggu sore (9/8/2026).

Evi menekankan bahwa pelaku penyalahgunaan narkoba adalah korban. Oleh karena itu, di kalangan penggiat antinarkoba, mereka lebih tepat disebut sebagai pasien.

"Mereka harus dirangkul, diajak rehabilitasi, dan disembuhkan. Daripada mereka terciduk aparat hukum, sebaiknya lebih dulu dibawa untuk rehabilitasi," paparnya.

Ia menambahkan, rehabilitasi merupakan bagian krusial dari upaya pencegahan. Dengan menyembuhkan para pengguna, masyarakat secara tidak langsung ikut menghambat perluasan peredaran narkoba. 

Evi menyadari, berbagai upaya pemerintah dan aparat penegak hukum di Sumbar selama ini belum memberikan hasil signifikan tanpa peran aktif masyarakat.

"Sumbar bukan lagi sekadar daerah perlintasan, melainkan sudah menjadi tempat peredaran. Karena itu, saya konsisten menyosialisasikan perda antinarkoba ini karena ancamannya sudah sangat masif," tegasnya.

Dalam sosialisasi tersebut, perwakilan Dinas Kesehatan Sumbar, Fradila, turut memaparkan fasilitas medis yang tersedia.

Untuk Kota Padang, masyarakat dapat mengakses layanan rehabilitasi di Puskesmas Andalas, Puskesmas Lubuk Begalung, Puskesmas Lubuk Kilangan, dan Puskesmas Lubuk Buaya. Selain itu, layanan juga tersedia di RSUP Dr. M. Djamil dan RS Jiwa Prof. HB. Saanin.

"Ada program restorative justice yang menggratiskan biaya rehabilitasi pasien penyalahgunaan narkoba. Jadi, jangan ragu untuk mengusahakan kesembuhan mereka," kata Fradila.

Upaya pemulihan ini juga didukung oleh Yayasan Pelita Jiwa Insani (YPJI) yang didirikan oleh Evi Yandri sejak tahun 2014.

Kepala YPJI, Syafrizal, mengungkapkan bahwa banyak mantan pasiennya yang kini sukses di masyarakat setelah dinyatakan sembuh.

"Ada pasien kami yang sudah sembuh kini lulus menjadi anggota TNI Angkatan Darat, bekerja di PT KAI, hingga menjadi PNS. Ini bukti nyata bahwa mereka bisa pulih dan berprestasi," ungkap Syafrizal, yang dalam acara tersebut juga menghadirkan empat pasien rehabilitasi untuk berbagi pengalaman sebagai pembelajaran bagi peserta.(*)

Perkuat Satu Rumah Satu IRT, 45 Pengrajin Dapat Bantuan    
Senin, Agustus 10, 2026

On Senin, Agustus 10, 2026

Perkuat Satu Rumah Satu IRT, 45 Pengrajin Dapat Bantuan
Wali Kota Pariaman, Yota Balad salurkan Bantuan Paket Usaha Batik dan Rajutan kepada 45 pengrajin lokal bertempat di Balairung Rumah Dinas Walikota, Senin (10/8/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Pariaman, Yota Balad salurkan Bantuan Paket Usaha Batik dan Rajutan kepada 45 pengrajin lokal bertempat di Balairung Rumah Dinas Walikota, Senin (10/8/2026).

Sebanyak 45 pengrajin lokal yang menerima bantuan tersebut merupakan peserta yang mengikuti pelatihan, diantaranya 20 orang peserta pelatihan batik cap dan 25 orang peserta pelatihan rajutan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Pariaman, Yota Balad mengatakan bahwa hari ini kita menyerahkan bantuan paket usaha batik dan rajutan kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan beberapa minggu yang lalu.

“Bantuan ini adalah implementasi dari Program Unggulan kami Wali Kota Pariaman bersama Wakil Wali Kota Pariaman yakni Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga. Kita berharap, bantuan usaha ini dapat berkesinambungan dan ada manfaatnya untuk menambah perekonomian keluarga”, ungkapnya.

Yota Balad menjelaskan bahwa Progul Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga ini, bertujuan untuk memberdayakan setiap rumah tangga tidak hanya sekadar memproduksi barang, tetapi juga mampu menjaga kelangsungan usaha dalam jangka panjang. 

“Kita menginginkan bantuan dan ilmu yang diberikan hari ini tidak hanya sebagai hobi, melainkan bertransformasi menjadi unit UMKM mandiri yang bernilai jual tinggi. Melalui kehadiran produk batik cap khas Kota Pariaman dan kerajinan rajutan yang modis, kita optimis dapat memperkaya portofolio oleh-oleh kreatif sekaligus memperkuat struktur industri rumahan lokal”, ulasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Pemko Pariaman melalui Dinas Perindagkop dan UKM Kota Pariaman akan memberikan pendampingan kepada para penerima bantuan dalam memantau perkembangan usaha yang baik hingga manajemen usaha.

“Kepada penerima manfaat yang menerima bantuan usaha ini, agar tetap melaksanakan produktivitas dan insyaallah produktivitas yang ibu-ibu buat, Pemko Pariaman mendukung bagaimana kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Perindagkop dan UKM Kota Pariaman bermanfaat dan bisa menambah perekonomian serta menghidupkan UMKM Kota Pariaman”, pungkasnya. (R/at)

DPRD Kota Padang Tanggapi Kondisi Darurat Narkoba, Maraknya Tawuran Pelajar, Aksi Geng Motor dan Penerimaan Peserta Didik Baru    
Senin, Agustus 10, 2026

On Senin, Agustus 10, 2026

DPRD Kota Padang Tanggapi Kondisi Darurat Narkoba, Maraknya Tawuran Pelajar, Aksi Geng Motor dan Penerimaan Peserta Didik Baru
Ketua DPRD Kota Padang Ustad H. Muharlion, S. Pd., dan Wali Kota Padang Fadly Amran menuju gedung DPRD Kota Padang di Hari Jadi Kota Padang ke-357 tahun, Jum'at, 7 Agustus 2026.

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebagai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, salah satu tugas dan fungsi DPRD Kota Pang adalah pengawasan program Pemerintah Kota Padang, disamping penganggaran dan pembuat peraturan daerah. 

Pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang dalam rangka Hari Jadi Kota Padang ke-357 tahun, Jum'at, 7 Agustus 2026, Ustad H. Muharlion, S. Pd., selaku Ketua DPRD Kota Padang menanggapi suara-suara yang berkembang di tengah-tengah rakyat.

Menanggapi kondisi darurat narkoba, maraknya tawuran pelajar, serta aksi geng motor yang meresahkan masyarakat, jelas Muharlion, DPRD bersama Pemerintah Kota Padang berkomitmen menghadirkan solusi konkret. 

"Melalui alokasi program kerja yang terarah dalam APBD, kita terus memperkuat pembinaan karakter generasi muda, menegakkan ketertiban umum, serta memperluas ruang kegiatan kepemudaan yang positif dan produktif," katanyan. 

Sedangkan masalah penerimaan peserta didik baru, katanya lagi, masih banyak keluhan dan laporan dari masyarakat yang menyatakan bahwa anaknya tidak diterima disekolah negeri dari berbagai tingkatan, baik sekolah dasar, sekolah lanjutan tingkat pertama, dan sekolah lanjutan tingkat atas.

Hal ini terjadi, tegas Muharlion, karena terlambatnya pembangunan sekolah baru, penyebaran sekolah yang tidak merata.

"Untuk itu kedepan tentu haruslah direncanakan pembangunan sekolah baru dengan mempertimbangkan penyebarannya sesuai yang dibutuhkan masyarakat serta melakukan pembinaan terhadap sekolah-sekolah swasta secara maksimal sehingga mutunya lebih baik," tegasnya. 

Tujuannya, terang Muharlion, agar nantinya anak didik yang tidak diterima disekolah negeri bisa menyekolahkan anaknya di sekolah swasta. "Dan ini juga sudah ada beberapa solusi yang kita lakukan bersama," pungkasnya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Pimpinan DPRD Sumbar Hadiri Padang Bajamba, Dukung Pelestarian Kuliner dan Aksi Kemanusiaan    
Senin, Agustus 10, 2026

On Senin, Agustus 10, 2026

Pimpinan DPRD Sumbar Hadiri Padang Bajamba, Dukung Pelestarian Kuliner dan Aksi Kemanusiaan
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi ketika menghadiri kegiatan Padang Bajamba – Road to Gastronomy City Charity di Gedung Youth Center Kota Padang, Jumat (7/8/2026). (Foto: Humas). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, bersama Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria, menghadiri kegiatan Padang Bajamba – Road to Gastronomy City Charity di Gedung Youth Center Kota Padang, Jumat (7/8/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357.

Kehadiran pimpinan DPRD Sumbar dalam acara itu menunjukkan dukungan terhadap berbagai kegiatan yang memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta pelestarian budaya daerah melalui kuliner tradisional.

Padang Bajamba merupakan salah satu tradisi khas Minangkabau yang sarat dengan nilai gotong royong dan kebersamaan. 

Tradisi makan bersama tersebut tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga menjadi media untuk mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan Road to Gastronomy City Charity, nilai-nilai budaya tersebut dipadukan dengan semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial. 

Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya memperkenalkan dan mengembangkan kekayaan kuliner Sumatera Barat sebagai bagian dari identitas budaya daerah.

Ketua DPRD Sumbar Muhidi menilai kegiatan yang mengangkat budaya lokal perlu terus didukung karena mampu memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya Minangkabau agar tetap lestari.

Menurutnya, kuliner tidak hanya memiliki nilai ekonomi dan pariwisata, tetapi juga menjadi sarana memperkuat identitas daerah serta membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria menyebut kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner Sumatera Barat kepada masyarakat yang lebih luas.

Acara berlangsung dengan semangat kebersamaan yang mengangkat tema “Padang Bajamba, dari tradisi untuk kebersamaan, dari kuliner untuk kemanusiaan”. 

Tema tersebut mencerminkan komitmen untuk menjadikan budaya sebagai sarana mempererat hubungan sosial sekaligus mendorong aksi kemanusiaan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya Kota Padang dalam mengembangkan potensi kuliner sebagai kekuatan budaya dan daya tarik daerah di masa mendatang. (*)

Wawako Suryadi Nurdal Lepas 33 Utusan Pramuka Kota Solok Menuju Jamnas ke-12: Bawa Mimpi dan Nama Baik Daerah    
Senin, Agustus 10, 2026

On Senin, Agustus 10, 2026

Wawako Suryadi Nurdal Lepas 33 Utusan Pramuka Kota Solok Menuju Jamnas ke-12: Bawa Mimpi dan Nama Baik Daerah
Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, S.H., secara resmi melepas sebanyak 33 putra-putri terbaik daerah untuk memulai perjalanan menuju Bumi Perkemahan Wiradadika, Cibubur, Jakarta. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Suasana penuh haru, semangat, dan doa menyelimuti titik kumpul keberangkatan Kontingen Gerakan Pramuka Kwartir Cabang 03.10 Kota Solok, Senin (10/8/2026). 

Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, S.H., secara resmi melepas sebanyak 33 putra-putri terbaik daerah untuk memulai perjalanan menuju Bumi Perkemahan Wiradadika, Cibubur, Jakarta, guna mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) ke-12 Tahun 2026 yang berlangsung 13 hingga 20 Agustus mendatang.

Apa yang terjadi?

Momen keberangkatan ini menjadi kelanjutan dari proses panjang persiapan yang telah digulirkan sejak bulan Maret 2026. Mulai dari seleksi ketat, pembinaan fisik dan mental, hingga pemantapan karakter, seluruh rangkaian dilakukan untuk memastikan kesiapan penuh para peserta. Sebagian anggota rombongan telah berangkat lebih awal, sedangkan kelompok inti dilepas hari ini, dan sisa peserta dijadwalkan menyusul pada hari berikutnya.

Siapa yang terlibat?

Acara pelepasan dihadiri oleh jajaran pengurus Kwartir Cabang Pramuka Kota Solok, para pembina, pimpinan rombongan, serta orang tua dan keluarga peserta. Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota sekaligus Ketua Kwartir Cabang menyampaikan pesan-pesan penting, disusul dengan arahan teknis dari pimpinan rombongan yang telah mendampingi proses persiapan sejak awal.

Di mana dan kapan berlangsung?

Proses pelepasan keberangkatan dilaksanakan di titik kumpul resmi keberangkatan Kota Solok pada pagi hari, Senin (10/8/2026). Seluruh kontingen nantinya akan berkumpul dan melaksanakan kegiatan selama delapan hari di lokasi perkemahan Jamnas, Bumi Perkemahan Wiradadika, Cibubur, Jakarta.

Mengapa kegiatan ini penting?

Jamnas ke-12 merupakan ajang pertemuan akbar Pramuka golongan penggalang se-Indonesia yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Menuju Kemandirian Pangan”, kegiatan ini bertujuan membentuk watak tangguh, kemandirian, keterampilan, serta menumbuhkan rasa kebangsaan yang menjunjung tinggi semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Kontingen Kota Solok hadir bukan hanya untuk berkompetisi, melainkan menjalin persaudaraan dengan peserta dari seluruh pelosok negeri, mulai dari Sabang hingga Merauke, serta membawa nama baik daerah tercinta.

Bagaimana arahan dan pesan yang disampaikan?

Wakil Wali Kota serta pimpinan rombongan menekankan sejumlah hal utama yang harus diperhatikan selama perjalanan maupun saat berada di lokasi kegiatan:

- Selalu menjaga keamanan barang bawaan setiap kali berhenti di tempat istirahat, rumah makan, maupun saat menyeberang kapal feri;

- Tidak berpisah sendirian, dan wajib melapor kepada pembina jika hendak pergi ke mana pun;

- Menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong, siap membantu teman yang membutuhkan;

- Memanfaatkan momen Jamnas untuk berkenalan dengan teman sebaya dari berbagai daerah, bertukar pengalaman, serta senantiasa menjaga nama baik Gerakan Pramuka dan Kota Solok.

Kepada para orang tua, disampaikan harapan agar memberikan kepercayaan penuh dan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar mandiri serta berkembang di ajang bergengsi ini.

“Kita berangkat dengan semangat persaudaraan dan harapan tinggi, pulang membawa pengalaman berharga serta kebanggaan bersama. Jaga diri, jaga teman, dan jaga nama baik daerah tercinta ini,” tegas Wakil Wali Kota Suryadi Nurdal di hadapan seluruh peserta dan keluarga yang hadir.(80)