HEADLINE
APBD Padang 2027 Tembus Rp2,81 Triliun, Fadly Amran Ungkap Defisit Rp90,38 Miliar    
Senin, September 14, 2026

On Senin, September 14, 2026

BENTENGSUMBAR.COM – Pemerintah Kota Padang mengusulkan postur APBD Kota Padang Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp2,81 triliun. Di balik besarnya anggaran tersebut, terdapat defisit sebesar Rp90,38 miliar yang harus ditutup melalui skema pembiayaan agar postur APBD tetap berimbang.

Rancangan tersebut disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amran dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Padang di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Kota Padang, Senin (14/9/2026). Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Padang Muharlion dan dihadiri jajaran pimpinan serta anggota DPRD, unsur Forkopimda, Sekda Raju Minropa, pimpinan OPD, dan tamu undangan lainnya.

Dalam rapat tersebut, Fadly menyampaikan Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD Kota Padang Tahun Anggaran 2027. Dokumen tersebut disusun berdasarkan kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2027 yang telah disepakati Pemko Padang bersama DPRD pada 31 Agustus 2026.

Dari sisi pendapatan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Padang 2027 ditargetkan mencapai Rp1,15 triliun. Target tersebut berasal dari Pajak Daerah sebesar Rp938,4 miliar, Retribusi Daerah Rp170,3 miliar, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Rp27,1 miliar, serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp19,9 miliar.

Selain mengandalkan PAD, Pemko Padang juga memproyeksikan Pendapatan Transfer sebesar Rp1,57 triliun. Angka tersebut terdiri dari transfer Pemerintah Pusat sebesar Rp1,45 triliun dan Pendapatan Transfer Antar Daerah sebesar Rp116,1 miliar.

Sementara itu, kebutuhan belanja daerah pada APBD Kota Padang 2027 dipatok mencapai Rp2,81 triliun. Komposisinya terdiri dari belanja operasi sebesar Rp2,64 triliun, belanja modal Rp168,2 miliar, serta Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp7 miliar.

Dengan komposisi pendapatan dan belanja tersebut, APBD Kota Padang 2027 mengalami defisit Rp90,38 miliar. Fadly menjelaskan, defisit tersebut akan ditutup melalui surplus pembiayaan netto yang berasal dari penerimaan pembiayaan sebesar Rp94,02 miliar dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp3,63 miliar.

Menurut Fadly, rancangan APBD 2027 tidak hanya disusun berdasarkan kemampuan keuangan daerah, tetapi juga harus memastikan anggaran benar-benar diarahkan kepada program yang memiliki hasil nyata bagi masyarakat. Karena itu, penganggaran harus mengikuti prioritas program, bukan sekadar mengejar besarnya serapan anggaran.

“Rancangan APBD TA 2027 ini disusun dengan memperhatikan keselarasan prioritas perencanaan pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Nasional, serta berkomitmen pada prinsip money follows program dan penganggaran berbasis hasil,” tegas Fadly.

Ia menambahkan, struktur pembiayaan telah diperhitungkan untuk menjaga keseimbangan postur APBD. Artinya, meskipun terdapat defisit pada sisi anggaran, pembiayaan netto dirancang untuk menutup kebutuhan tersebut sehingga APBD Kota Padang 2027 tetap berada dalam posisi berimbang.

“Berdasarkan pendapatan daerah dan belanja daerah yang telah ditetapkan, maka terdapat defisit anggaran sebesar Rp90,38 miliar. Defisit ini akan ditutupi melalui surplus pembiayaan netto yang berasal dari penerimaan pembiayaan sebesar Rp94,02 miliar dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp3,63 miliar, sehingga postur APBD 2027 menjadi berimbang,” ujar Fadly.

Besarnya anggaran yang akan dikelola Pemko Padang pada 2027 sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah daerah. Dengan belanja mencapai Rp2,81 triliun, efektivitas program, ketepatan sasaran belanja, serta kemampuan merealisasikan target pendapatan akan menjadi sorotan penting dalam pelaksanaan APBD mendatang.

Pembahasan Nota Keuangan dan Ranperda APBD 2027 selanjutnya menjadi bagian penting dari proses politik anggaran antara Pemko Padang dan DPRD. Publik pun akan menunggu sejauh mana postur anggaran tersebut mampu diterjemahkan menjadi program yang benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat Kota Padang. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Target Realisasi Pembangunan Belum Tercapai, Fadly Amran Sentil OPD Pemko Padang    
Senin, September 14, 2026

On Senin, September 14, 2026

Target Realisasi Pembangunan Belum Tercapai, Fadly Amran Sentil OPD Pemko Padang
Wali Kota Padang Fadly Amran menyoroti capaian realisasi fisik dan keuangan saat memimpin Monthly Meeting Pemko Padang di Ruang Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Senin (14/9/2026). (Foto: Tomy). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang Fadly Amran menyoroti capaian realisasi fisik dan keuangan Pemerintah Kota Padang yang hingga Agustus 2026 belum memenuhi target. Teguran tersebut disampaikan saat memimpin Monthly Meeting Pemko Padang di Ruang Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Senin (14/9/2026).

Rapat yang diikuti Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, para asisten, Inspektur, serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut menjadi forum evaluasi terhadap pelaksanaan berbagai program pembangunan sepanjang 2026. Evaluasi terutama diarahkan pada kesesuaian antara perencanaan, target, dan realisasi kegiatan di lapangan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi dalam pemaparannya mengungkapkan, realisasi fisik dan keuangan per Agustus 2026 masih belum mencapai target yang telah ditetapkan. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena waktu pelaksanaan anggaran 2026 terus berjalan dan setiap OPD dituntut memastikan program yang direncanakan tidak tersendat.

Fadly Amran meminta seluruh kepala OPD kembali memeriksa perencanaan dan target masing-masing kegiatan. Ia menegaskan target pembangunan harus dibuat realistis dan disesuaikan dengan kemampuan pelaksanaan serta kondisi yang ada.

“Pastikan kembali perencanaan dan target yang sudah kita tetapkan. Jangan sampai kita memasang target yang terlalu tinggi, tetapi pada pelaksanaannya tidak mampu kita capai. Perencanaan harus realistis, dan disesuaikan dengan kemampuan serta kondisi yang ada,” tegas Fadly Amran.

Tak hanya mengevaluasi serapan pembangunan, Monthly Meeting juga membahas sejumlah program strategis. Salah satunya Smart Surau, yang dipaparkan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Tarmizi Ismail. Tahun ini, sebanyak 26 masjid di Kota Padang mendapatkan bantuan hibah untuk pembangunan ruang pembelajaran digital dan fasilitas WiFi gratis.

Fadly meminta program tersebut tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Ia mengingatkan agar ruang digital yang dibangun benar-benar memenuhi standar dan memberikan kenyamanan bagi anak-anak untuk belajar maupun bermain.

“Kita bangun ruang belajar yang bisa dimanfaatkan anak-anak untuk belajar, dilengkapi meja untuk tablet. Anggaran hibah yang kita berikan harus sesuai dengan peruntukannya. Kita juga harus memastikan kualitas ruang digital yang dibangun sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal oleh anak-anak,” ujarnya.

Perhatian juga diarahkan kepada pemulihan pelaku UMKM yang terdampak bencana banjir Sumatera pada November 2025. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang Teddy Antonius menyampaikan, Kota Padang memperoleh alokasi bantuan rehabilitasi bagi 3.206 pelaku usaha dengan total nilai mencapai Rp9,6 miliar.

Fadly menekankan, besarnya anggaran tersebut harus dibarengi pendataan penerima yang akurat. Pemerintah tidak boleh membiarkan pelaku UMKM terdampak yang seharusnya mendapatkan bantuan justru terlewat dalam proses pendataan.

“Begitu juga dengan para pelaku UMKM yang terdampak bencana dan mendapatkan bantuan, pendataannya harus jelas dan akurat. Jangan sampai ada yang tertinggal sehingga mereka tidak mendapatkan bantuan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Padang Eri Sendjaya memaparkan program digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos). Kota Padang menjadi salah satu dari tujuh kota di Pulau Sumatera yang dipilih sebagai pilot project digitalisasi bansos, yang ditujukan untuk mempercepat sekaligus meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan kepada masyarakat.

Fadly meminta digitalisasi bansos tidak justru menciptakan kelompok masyarakat baru yang terpinggirkan karena keterbatasan akses teknologi. Pendataan harus mampu menjangkau warga yang selama ini belum tersentuh teknologi sehingga seluruh masyarakat yang berhak dapat terdata dengan baik.

Dalam rapat tersebut, Fadly juga meminta seluruh OPD meningkatkan koordinasi dan mulai mempersiapkan program pembangunan 2027. Menurutnya, perencanaan sejak dini diperlukan untuk mempercepat langkah Kota Padang menuju kota pintar (smart city) sekaligus memperkuat pembangunan kota yang sehat.

Ia juga mengingatkan sejumlah agenda lain yang tidak boleh luput dari perhatian, mulai dari kelanjutan kerja sama dengan Hildesheim, penyaluran pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD agar tepat sasaran, bantuan spesifik BAZNAS, pemeliharaan keindahan dan estetika kota, penerapan KUHP, hingga penanganan persoalan narkoba.

Di tengah keterbatasan APBD, Fadly meminta kepala OPD tidak berpangku tangan. Setiap perangkat daerah didorong lebih kreatif mencari sumber pendanaan alternatif, baik dari pemerintah pusat maupun melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kami juga meminta seluruh kepala OPD untuk terus berinovasi. Jangan hanya bergantung pada anggaran APBD saja, tetapi harus mampu mencari sumber-sumber pendanaan dari pusat atau kolaborasi lainnya,” pungkas Fadly Amran. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Lahlah Fun Tennis Community 2026 Berakhir, Teman Tenis 2 Keluar sebagai Juara    
Senin, September 14, 2026

On Senin, September 14, 2026

Lahlah Fun Tennis Community 2026 Berakhir, Teman Tenis 2 Keluar sebagai Juara
Turnamen Lahlah Fun Tennis Community 2026 resmi ditutup pada Minggu (13/9) di Lapangan Tenis Kawasan GOR Radjo Bujang, Karan Aur, Kota Pariaman. (Foto: Armaidi). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Persaingan sengit antar-klub mewarnai Turnamen Lahlah Fun Tennis Community 2026 di Kota Pariaman. Setelah berlangsung selama dua hari, 12–13 September 2026, kompetisi tenis tersebut akhirnya melahirkan Teman Tenis 2 Tenis Club sebagai kampiun.

Turnamen Lahlah Fun Tennis Community 2026 resmi ditutup pada Minggu (13/9) di Lapangan Tenis Kawasan GOR Radjo Bujang, Karan Aur, Kota Pariaman. Penutupan dilakukan oleh Komandan Kodim (Dandim) 0308/Pariaman, Letkol Inf M. Nurman Setiaji, bersama Wali Kota Pariaman, Yota Balad.

Berakhirnya turnamen bukan sekadar menandai selesainya pertandingan di lapangan. Ajang tersebut juga menjadi momentum mempertemukan para pecinta tenis dari berbagai klub sekaligus memperkuat semangat sportivitas dan kebersamaan melalui olahraga.

Dandim 0308/Pariaman Letkol Inf M. Nurman Setiaji mengapresiasi pelaksanaan Lahlah Fun Tennis Community 2026 yang dinilainya berlangsung dalam suasana penuh sportivitas dan keakraban.

Menurutnya, pertandingan tenis tidak semata-mata soal mengejar kemenangan dan mengangkat trofi. Lebih dari itu, kegiatan olahraga dapat menjadi ruang untuk menjaga kebugaran sekaligus mempererat silaturahmi antarpeserta dan masyarakat.

“Turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi untuk meraih juara, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, menjaga kebugaran, serta memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Nurman Setiaji saat menutup turnamen.

Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun selama turnamen tidak berhenti setelah pertandingan berakhir. Kegiatan olahraga yang positif, kata dia, perlu terus digelorakan sehingga hubungan antarklub dan masyarakat semakin kuat.

“Kami berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga melalui kegiatan positif seperti olahraga, dan kita bisa berjumpa pada kegiatan yang sama di lain waktu,” katanya.

Usai penutupan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hadiah dan medali kepada para klub yang berhasil meraih posisi terbaik. Penghargaan tersebut menjadi puncak dari perjuangan para peserta selama dua hari berkompetisi.

Berdasarkan hasil akhir pertandingan, Teman Tenis 2 Tenis Club berhasil merebut Juara I Lahlah Fun Tennis Community 2026. Posisi Juara II ditempati Lubas Tenis Club.

Sementara itu, posisi Juara III bersama diraih Gas Tenis dan Teman Tenis 1. Hasil tersebut sekaligus menutup persaingan turnamen dengan semangat kompetisi yang tetap dibingkai sportivitas dan kebersamaan.

Lahlah Fun Tennis Community 2026 diharapkan dapat menjadi pemantik bagi semakin maraknya kegiatan olahraga tenis di Kota Pariaman. Tidak hanya melahirkan kompetisi, turnamen semacam ini juga membuka ruang silaturahmi sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif berolahraga. (wi/fad/at)

Editor: Zamri Yahya, WU

Hari Kedua MTQ Nasional, 17 Kafilah Sumbar Lanjutkan Perjuangan di Semarang    
Senin, September 14, 2026

On Senin, September 14, 2026

Hari Kedua MTQ Nasional, 17 Kafilah Sumbar Lanjutkan Perjuangan di Semarang
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Sumbar, Edi Dharma Syafni mengatakan seluruh peserta yang dijadwalkan tampil telah mempersiapkan diri dengan baik. (Foto: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Sebanyak 17 Qori, Qoriah, Hafiz, dan Hafizah Sumatera Barat (Sumbar) melanjutkan perjuangan pada babak penyisihan hari kedua Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah, Senin (14/9/2026).

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Sumbar, Edi Dharma Syafni mengatakan seluruh peserta yang dijadwalkan tampil telah mempersiapkan diri dengan baik. Para kafilah akan berlaga di sejumlah arena yang tersebar di Kota Semarang.

“Seluruh duta Al-Qur’an kita sudah siap tampil maksimal dan memberikan kemampuan terbaik untuk mengharumkan nama Sumatera Barat,” ujar Edi Dharma di Semarang, Senin (14/9/2026).

Edi menyebut selain krmampuan teknis, dukungan masyarakat Sumbar juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan perjuangan para kafilah. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus memberikan doa dan dukungan moral bagi para duta daerah yang tengah berkompetisi di Semarang.

“Kami memohon doa restu dari masyarakat seluruh masyarakat Sumatera Barat agar para peserta diberikan kemudahan, ketenangan, serta mampu meraih prestasi puncak,” harap Edi.

Sementara itu, Kabag Bina Mental Spiritual Biro Kesra Setdaprov Sumbar, Marwansyah menerangkan pada sesi pagi yang dimulai pukul 08.00 WIB, Azka El Mubarak akan tampil pada cabang Tartil Al-Qur’an Putra di Studio Catwalk BBPVP Kementerian Ketenagakerjaan Semarang. Fadhlan Mubarak berlaga pada Qira’at Murattal Remaja Putra di Aula Masjid Raya Baiturrahman.

Sedangkan Dzakiyah Talita Sakhi mengikuti cabang Hifzhil Quran 1 Juz dan Tilawah Putri di Rumah Dinas Wali Kota Semarang. Hafidz Ardi tampil pada cabang Hifzhil Quran 10 Juz Putra di Auditorium Kanwil Kemenag Jawa Tengah.

Pada cabang Fahmil Quran Putri, regu Sumbar yang terdiri dari Fathirrahmi Arfit, Tsabitah Imtitsal Muchtar, dan Tuhfatul Aufiya akan bertanding di Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Sementara itu, arena Kaligrafi di Auditorium Imam Bardjo SH Universitas Diponegoro (Undip) menjadi tempat bertanding empat peserta Sumbar, yakni Rafiki Yandra dan Nadia Adrianti pada Kaligrafi Hiasan Mushaf, serta Muhammad Hafzan dan Annisa Kurniawati pada Kaligrafi Dekorasi.

Siti Nur’aini juga dijadwalkan mengikuti cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) Putri di BPSDMD Jawa Tengah. Khusus cabang Kaligrafi, perlombaan berlangsung cukup panjang, mulai pukul 08.00 hingga 17.30 WIB.

Memasuki sesi siang yang dimulai pukul 13.30 WIB, Yuafriza Fadly akan tampil pada cabang Qira’at Murattal Dewasa Putri di Masjid Raya Baiturrahman. Aisyah mengikuti cabang Hifzhil Quran 20 Juz Putri di Kanwil Kemenag Jawa Tengah, sedangkan regu Syarhil Quran Putri yang diperkuat Mariza Ilfani, Tiara Salsabila, dan Hafizatul Ilmi berlaga di Gedung Prof. Sudarto Undip.

Menurut Marwansyah, tim official dan pelatih terus memberikan pendampingan kepada seluruh peserta selama pelaksanaan musabaqah. Pendampingan dilakukan untuk menjaga kondisi sekaligus memastikan peserta dapat berkonsentrasi menghadapi setiap penampilan.

“Tim official dan pelatih terus memberikan pendampingan secara intensif agar para peserta tampil fokus tanpa beban,” katanya. (adpsb/bud)

Surau Jangan Cuma Jadi Tempat Salat, Maigus Nasir Soroti Ancaman Narkoba dan Krisis Moral    
Senin, September 14, 2026

On Senin, September 14, 2026

Surau Jangan Cuma Jadi Tempat Salat, Maigus Nasir Soroti Ancaman Narkoba dan Krisis Moral
Maigus saat menghadiri Tabligh Akbar Pimpinan Wilayah (PW) Aisyiyah Sumatera Barat (Sumbar) di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Minggu (13/9/2026).  (Foto: Tomy/By). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ancaman narkoba dan berbagai persoalan sosial yang membayangi generasi muda menjadi perhatian serius Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir. Ia menyerukan agar fungsi surau kembali diperkuat sebagai benteng pendidikan agama, pembentukan karakter, sekaligus perlindungan generasi muda.

Seruan itu disampaikan Maigus saat menghadiri Tabligh Akbar Pimpinan Wilayah (PW) Aisyiyah Sumatera Barat (Sumbar) di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Minggu (13/9/2026). Ribuan jemaah Aisyiyah dan Muhammadiyah dari berbagai daerah di Sumbar hadir dalam kegiatan tersebut.

Mengusung tema “Aisyiyah dan Muhammadiyah Sumbar Berhaji, Langkah Emas Lebih Dekat ke Baitullah”, kegiatan itu juga dirangkai dengan penandatanganan kerja sama PW Aisyiyah Sumbar dengan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Di hadapan jemaah, Maigus menegaskan bahwa pendidikan generasi muda tidak boleh hanya mengejar kecerdasan akademik. Pembentukan akhlak, karakter, dan perilaku harus menjadi perhatian utama jika masyarakat tidak ingin kehilangan arah di tengah derasnya berbagai pengaruh negatif.

“Pemko Padang terus mendorong pendidikan yang tidak hanya mengasah kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk karakter dan perilaku generasi muda,” tegas Maigus.

Menurut Maigus, surau tidak boleh kehilangan peran strategisnya. Dalam sejarah Minangkabau, surau bukan sekadar tempat salat dan mengaji, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, pembentukan karakter, serta tempat menanamkan nilai sosial dan keagamaan kepada generasi muda.

Karena itu, ia mendorong agar surau kembali dihidupkan dengan berbagai aktivitas yang relevan dengan kebutuhan anak muda. Ancaman narkoba dan persoalan sosial lainnya, kata Maigus, merupakan alarm yang harus dijawab bersama, bukan hanya oleh pemerintah.

“Surau memiliki sejarah penting dalam pendidikan Minangkabau, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pendidikan, pembentukan karakter, dan penguatan nilai sosial. Karena itu, tantangan generasi muda, mulai dari narkoba hingga berbagai persoalan sosial lainnya membutuhkan perhatian dan penanganan bersama,” katanya.

Pemko Padang sendiri, lanjut Maigus, terus memperkuat fungsi tersebut melalui Program Unggulan Smart Surau. Program ini antara lain diwujudkan melalui Subuh Mubarakah, Remaja Masjid Reborn, fasilitasi rumah tahfiz, ruang belajar digital dengan WiFi gratis, serta pembaruan kurikulum TQA dan MDTW.

Maigus juga mengapresiasi kepercayaan kepada Kota Padang sebagai tuan rumah pengajian wilayah tahunan Aisyiyah Sumbar. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan visi Pemko Padang untuk membangun kota yang berlandaskan agama dan budaya.

Tak hanya soal pendidikan agama, Maigus turut menyoroti pentingnya kolaborasi dalam pemberdayaan masyarakat. Ia mengapresiasi kerja sama Aisyiyah Sumbar dengan BSI dan berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti sebatas penandatanganan nota kesepahaman.

“MoU antara BSI dan Aisyiyah ini merupakan bentuk sinergi yang baik. Kita berharap kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada kerja sama, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Ketua PW Aisyiyah Sumbar, Syur'aini, mengatakan kerja sama dengan BSI menjadi langkah untuk memperkuat sinergi dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mempersiapkan ibadah umrah maupun haji khusus.

“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah untuk memperkuat sinergi dan memberikan kemudahan bagi masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kami berharap semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses layanan yang baik dalam mempersiapkan ibadah umrah maupun haji khusus,” katanya.

Sementara itu, Area Head PT BSI Tbk Wilayah Padang dan Sumbar, Agung Pramono, mengatakan program “Langkah Emas Lebih Dekat ke Baitullah” menghadirkan layanan BSI bersama biro perjalanan mitra terpilih untuk memudahkan masyarakat merencanakan ibadah umrah dan haji khusus.

Agung berharap kerja sama tersebut dapat berjalan efektif dan berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh kemudahan dalam mempersiapkan ibadah ke Tanah Suci.

Tabligh Akbar ini turut dihadiri Ketua Umum MUI Sumbar Zulkarnaini, Ketua PW Aisyiyah Sumbar Syur'aini, Ketua PW Muhammadiyah Sumbar Bachtiar, jajaran BSI, serta ribuan jemaah Aisyiyah dan Muhammadiyah se-Sumatera Barat. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

DPRD Padang Gelar Paripurna Besok! Wali Kota Bakal Sampaikan R-APBD 2027, Ini Jadwal Lengkapnya    
Minggu, September 13, 2026

On Minggu, September 13, 2026

DPRD Padang Gelar Paripurna Besok! Wali Kota Bakal Sampaikan R-APBD 2027, Ini Jadwal Lengkapnya
Kasubag Humas Sekretariat Kota Padang Suzi Helda ketika memberikan keterangan kepada awak media dalam suatu kesempatan. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang dipastikan menggelar Rapat Paripurna penting pada Senin, 14 September 2026. Agenda utama dalam rapat ini adalah penyampaian Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Tahun Anggaran 2027 oleh Wali Kota Padang secara langsung di hadapan para wakil rakyat.

Langkah ini menjadi momentum krusial bagi arah pembangunan Kota Padang pada tahun mendatang. Pembahasan R-APBD 2027 akan menjadi pilar utama dalam menentukan alokasi anggaran sektor publik, infrastruktur, pendidikan, hingga penanggulangan kemiskinan dan ketahanan ekonomi daerah.

Berdasarkan surat undangan resmi bernomor 000.1.5/114/DPRD-Pdg/IX-2026 yang ditandatangani oleh Ketua DPRD Kota Padang, H. Muharlion, S.Pd, Rapat Paripurna tersebut diselenggarakan di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Padang, Jalan Bagindo Azis Chan By Pass, Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji.

Dikatakan Kasubag Humas Sekretariat Kota Padang Suzi Helda, jadwal pelaksanaan rapat paripurna dijadwalkan dimulai tepat pada pukul 10:00 WIB hingga selesai. Seluruh jajaran dewan, jajaran Forkopimda, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Padang diundang untuk menghadiri forum formal tersebut.

"Penetapan jadwal paripurna ini bukanlah hal yang mendadak, melainkan hasil kesepakatan resmi Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Padang. Kesepakatan tersebut ditetapkan dalam rapat Revisi Agenda Kegiatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Masa Sidang I Tahun 2026 untuk Masa Jabatan 2024-2029 pada tanggal 31 Agustus 2026 lalu," katanya, Ahad, 13 September 2026.

Melalui agenda ini, Wali Kota Padang diharapkan memaparkan secara transparan target prioritas pembangunan serta kerangka anggaran kota untuk tahun 2027. Penyampaian R-APBD ini nantinya akan ditindaklanjuti dengan serangkaian rapat fraksi dan pembahasan komisi sebelum disahkan menjadi APBD resmi.

Guna menjaga ketertiban dan kekhidmatan jalannya persidangan, pihak sekretariat DPRD Kota Padang juga mengimbau seluruh tamu undangan yang hadir untuk mematuhi ketentuan pakaian dinas yang telah ditentukan, yakni Pakaian Sipil Harian (PSH). (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Jangan Bangga Jadi Penguasa! Al-Qur’an Peringatkan Pemimpin Zalim Bisa Berujung Laknat Allah    
Minggu, September 13, 2026

On Minggu, September 13, 2026

Jangan Bangga Jadi Penguasa! Al-Qur’an Peringatkan Pemimpin Zalim Bisa Berujung Laknat Allah
Ayat tersebut menjadi peringatan bahwa pemimpin tidak hanya membawa dirinya sendiri menuju pertanggungjawaban, tetapi dapat menyeret banyak orang melalui keputusan dan arah kepemimpinannya. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kekuasaan bukan tiket untuk berbuat sesuka hati. Jabatan bukan pula tameng untuk menghindari pertanggungjawaban. Dalam perspektif Al-Qur’an dan hadis, pemimpin yang menyalahgunakan kekuasaan, menzalimi rakyat, merusak kehidupan masyarakat, atau mengkhianati amanah menghadapi peringatan yang sangat keras.

Al-Qur’an bahkan mempertanyakan apa yang akan dilakukan manusia ketika diberi kekuasaan: apakah memperbaiki keadaan atau justru membuat kerusakan di muka bumi dan memutus hubungan kekeluargaan.

Peringatan itu tercantum dalam Surah Muhammad ayat 22–23. Allah berfirman, “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?” Ayat tersebut kemudian menggambarkan akibat berat bagi mereka yang melakukan kerusakan dan memutus hubungan: laknat Allah serta tertutupnya kemampuan untuk menerima kebenaran.

Pesannya sangat tegas: kekuasaan yang digunakan untuk merusak bukanlah kemuliaan, melainkan jalan menuju kehinaan. Semakin besar kewenangan yang dimiliki seseorang, semakin besar pula amanah dan pertanggungjawaban yang melekat di belakangnya.

Peringatan lebih keras kembali muncul dalam Surah Al-Qasas ayat 41–42. Allah menyebut orang-orang yang dijadikan pemimpin tetapi justru menyeru manusia menuju neraka. Mereka tidak akan mendapatkan pertolongan pada hari kiamat, bahkan disebut mendapatkan laknat di dunia dan pada hari kiamat termasuk orang-orang yang dijauhkan dari rahmat Allah.

Ayat tersebut menjadi peringatan bahwa pemimpin tidak hanya membawa dirinya sendiri menuju pertanggungjawaban, tetapi dapat menyeret banyak orang melalui keputusan dan arah kepemimpinannya. Ketika kekuasaan digunakan untuk menyesatkan, menzalimi, atau mengarahkan masyarakat kepada keburukan, konsekuensinya tidak berhenti di dunia.

Al-Qur’an juga menggambarkan penyesalan orang-orang yang dahulu mengikuti para pemimpin dan pembesar yang menyesatkan mereka. Dalam Surah Al-Ahzab ayat 67–68, mereka mengakui telah menaati para pemimpin dan pembesar hingga akhirnya tersesat. Mereka kemudian memohon kepada Allah agar para pemimpin tersebut diberi azab dua kali lipat dan laknat yang besar.

Peringatan tersebut sekaligus menjadi tamparan keras bagi siapa pun yang berada di lingkaran kekuasaan. Jabatan boleh berakhir, kekuasaan bisa berpindah, dan popularitas bisa lenyap, tetapi pertanggungjawaban di hadapan Allah tidak dapat dihindari.

Rasulullah SAW juga memberikan ancaman serius terhadap pemimpin yang mengkhianati rakyat. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa seorang hamba yang diberi kewenangan memimpin rakyat, lalu meninggal dalam keadaan menipu rakyatnya, akan mendapatkan ancaman berupa diharamkannya surga baginya.

Hadis ini menunjukkan betapa berat dosa mengkhianati amanah kepemimpinan. Rakyat bukan angka dalam laporan, bukan sekadar suara ketika pemilihan, dan bukan alat untuk melanggengkan kekuasaan. Mereka adalah manusia yang haknya wajib dijaga dan dipertanggungjawabkan.

Karena itu, Al-Qur’an dan hadis tidak menggambarkan kekuasaan sebagai kemewahan tanpa batas. Sebaliknya, kekuasaan adalah amanah yang bisa menjadi jalan menuju kemuliaan apabila digunakan untuk keadilan, tetapi dapat menjadi jalan menuju kebinasaan apabila digunakan untuk kezaliman dan kepentingan diri sendiri.

Pesannya jelas: jangan bangga hanya karena sedang berkuasa. Takutlah jika kekuasaan itu justru menjadi sebab datangnya laknat Allah. Sebab ketika jabatan telah berakhir dan semua atribut kekuasaan ditanggalkan, yang tersisa hanyalah pertanggungjawaban atas setiap amanah dan keputusan yang pernah dibuat. (*)