HEADLINE
Gempar di Ranah Minang! Dominasi Tanpa Tanding Kota Padang di Porprov XVI Sumbar Bikin Merinding: Rahasia Sukses di Balik Perolehan Medali yang Menggila!    
Selasa, Oktober 13, 2026

On Selasa, Oktober 13, 2026

Gempar di Ranah Minang! Dominasi Tanpa Tanding Kota Padang di Porprov XVI Sumbar Bikin Merinding: Rahasia Sukses di Balik Perolehan Medali yang Menggila!
Kota Padang berdiri tegak di puncak klasemen dengan dominasi mutlak yang sulit dipercaya. (Foto: Dedi Prima). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Atmosfer olahraga di Sumatra Barat mencapai puncaknya. Kabar terbaru dari Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVI Sumbar benar-benar mengejutkan publik. Sebuah fenomena tak tertandingi sedang terjadi di lapangan, di mana satu kota telah menciptakan jurang prestasi yang sedemikian rupa dengan para pesaingnya, meninggalkan semua mata terbelalak.

Mari bicara data yang valid dan terkini. Hingga update resmi pada Selasa, pukul 7:25, sebagaimana terekam dalam klasemen medali, Kota Padang berdiri tegak di puncak klasemen dengan dominasi mutlak yang sulit dipercaya. Tim asal ibu kota provinsi ini telah mengoleksi total medali yang sangat fantastis, yakni 415 medali, dengan rincian emas yang mencengangkan sebanyak 175 keping.

Angka ini bukan sekadar statistik; ini adalah rekor yang menghancurkan nalar persaingan. Sebagai perbandingan, Kota Solok di posisi kedua mengumpulkan 242 medali (94 emas), sementara Kabupaten Padang Pariaman di posisi ketiga memiliki 187 medali (61 emas). Perolehan medali emas Kota Padang sendiri sudah hampir mendekati total seluruh medali yang diraih oleh gabungan peringkat lima besar di bawahnya. Dominasi ini adalah berita besar dalam sejarah olahraga Sumbar.

Kekuatan luar biasa Kota Padang ini bukan kebetulan semata. Dalam sebuah momen yang penuh kebanggaan di area pertandingan utama, keberhasilan bersejarah ini disaksikan langsung dan diapresiasi oleh tokoh-tokoh kunci. Hadir di tengah keramaian, Walikota Padang, serta jajaran pimpinan KONI Kota Padang dan para legenda olahraga lokal memberikan dukungan penuh, yang jelas-jelas menjadi pemicu semangat bagi para atlet untuk melampaui batas kemampuan mereka. 

Di balik angka-angka tersebut, terdapat cerita tentang dedikasi, air mata, dan strategi yang matang. Pihak penyelenggara mengungkapkan bahwa kunci di balik performa epik ini adalah investasi jangka panjang pada pelatihan atlet muda dan fasilitas olahraga yang superior. Ini bukan sekadar tentang bakat alami, tetapi tentang sistem pendukung yang dirancang untuk melahirkan pemenang.

Kabar tentang 'Perolehan Medali Tergila di Porprov XVI' ini telah menyebar seperti api di media sosial. Netizen dari seluruh Sumatra Barat (dan Indonesia!) berbondong-bondong membicarakan dan membagikan klasemen ini. Pencarian untuk 'Hasil Porprov XVI Sumbar' dan 'Medali Kota Padang' meroket, menempatkan artikel ini di garis depan minat publik.

Dominasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi warga Kota Padang tetapi juga pemicu semangat bagi seluruh masyarakat Sumatra Barat. Prestasi ini menunjukkan potensi luar biasa yang dimiliki oleh anak muda Ranah Minang untuk bersaing di level nasional dan bahkan internasional. Ini adalah demonstrasi kekuatan karakter dan tekad yang kuat.

Keberhasilan Kota Padang ini diharapkan tidak hanya berhenti di tingkat provinsi. Dengan persiapan matang, atlet-atlet bertalenta ini berpotensi besar untuk mengharumkan nama Sumatra Barat di ajang yang lebih tinggi, seperti PON dan SEA Games. Ini adalah tonggak sejarah baru dalam pembinaan atlet daerah.

Prestasi spektakuler Kota Padang di Porprov XVI Sumbar bukan sekadar kemenangan tim, melainkan simbol kebangkitan dan semangat juara yang menginspirasi. "Mari kita jadikan momen ini sebagai pemicu untuk terus mendukung bakat-bakat olahraga di sekitar kita. Terus ikuti update terbaru dan berita eksklusif untuk mengetahui kisah sukses para pahlawan olahraga kita!," ungkap Erianto Mahmuda, Ketua KONI Kota Padang. (*) 

Laporan: Dedi Prima
Editor: Zamri Yahya, WU

Dokter Rusli Zainudin Rilis “Budak Cinta”, Lagu Hipdut yang Menyindir Manusia Terjebak Ambisi dan Pekerjaan    
Selasa, Oktober 13, 2026

On Selasa, Oktober 13, 2026

Dokter Rusli Zainudin Rilis “Budak Cinta”, Lagu Hipdut yang Menyindir Manusia Terjebak Ambisi dan Pekerjaan
Rusli Zainudin memilih menghadirkan karya dengan pesan kehidupan dengan merilis single terbaru berjudul “Budak Cinta”. (Foto: Fadli). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Di tengah persaingan industri musik digital yang kerap mengukur popularitas melalui angka streaming, Rusli Zainudin memilih menghadirkan karya dengan pesan kehidupan. Dokter yang tetap aktif menjalani profesinya ini merilis single terbaru berjudul “Budak Cinta”, sebuah lagu yang mengajak pendengar merenungkan makna kebebasan, pekerjaan, ambisi, dan kebahagiaan.

Dalam keterangannya kepada awak media di Jakarta, Selasa (13/10/2026), Rusli mengungkapkan bahwa perjalanan bermusiknya bukan sekadar tentang jumlah lagu yang diciptakan. Baginya, setiap karya merupakan dokumentasi perjalanan hidup yang mempertemukan profesi, keluarga, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap musik. Ia bersyukur masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk terus berkarya.

Single “Budak Cinta” resmi dirilis pada 5 Oktober 2026 melalui berbagai platform musik digital. Lagu tersebut menjadi karya ke-25 yang tercatat secara resmi di platform digital dan karya ke-29 berdasarkan perhitungan pribadi Rusli. Saat ini, lagu tersebut juga memasuki tahap produksi video musik untuk memperluas cerita dan pesan yang ingin disampaikan kepada pendengar.

Meski judulnya terkesan menggambarkan kisah romantis, “Budak Cinta” justru mengangkat persoalan yang lebih luas. Lagu ini menyindir kondisi manusia yang terkadang merasa diperbudak oleh pekerjaan, waktu, ambisi, materi, hingga keinginan memperoleh pengakuan. Rusli mengaku menuangkan pengalaman pribadinya ke dalam lirik sebagai bahan refleksi tentang rutinitas yang sering membuat seseorang lupa menikmati kehidupan.

Sebagai seorang dokter dengan kesibukan yang padat, Rusli memahami bagaimana tuntutan pekerjaan dapat menyita waktu dan energi. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak semestinya hanya diukur dari pencapaian materi atau produktivitas. Waktu bersama keluarga, kebahagiaan sederhana, serta kesempatan menikmati hidup juga menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.

Dari sisi musikalitas, Rusli menawarkan eksplorasi melalui konsep Hipdut, perpaduan dangdut, hip-hop, nuansa Melayu, serta sentuhan ritme Latin. Aransemen yang dikembangkan bersama Denny MK menghadirkan warna musik yang berbeda dari bayangan awal Rusli yang ingin mengusung Melayu modern. Perpaduan tersebut diharapkan memberikan pengalaman musikal yang segar tanpa meninggalkan karakter vokalnya.

Rusli menilai Hipdut bukan semata-mata upaya mengikuti tren, melainkan bentuk perkembangan musik Indonesia yang terbuka terhadap berbagai pengaruh budaya. Ia bersama tim berusaha menemukan keseimbangan agar unsur dangdut, Melayu, pop, hip-hop, dan rap dapat menyatu secara ritmis. Baginya, proses eksperimen harus tetap menjaga karakter setiap unsur sekaligus menghasilkan musik yang nyaman dinikmati.

Pengalaman panjang sebagai dokter juga memengaruhi proses kreatif Rusli. Interaksinya dengan pasien yang menghadapi rasa sakit, kesedihan, dan berbagai persoalan kehidupan mengajarkannya tentang empati. Nilai tersebut kemudian menjadi salah satu bekal dalam menciptakan lagu yang dekat dengan pengalaman manusia. Di tengah aktivitas bermusik, Rusli menegaskan bahwa tanggung jawab profesinya tetap menjadi prioritas ketika pasien membutuhkan pertolongan.

Daya tarik “Budak Cinta” juga diperkuat melalui penggarapan video musik yang memadukan drama, romansa, misteri, dan fantasi. Ceritanya mengikuti seorang gadis desa yang menolong pemuda terluka hingga berkembang menjadi kisah cinta penuh konflik dan perubahan. Rusli terlibat langsung sebagai produser, penulis skenario, sutradara, sekaligus pengarah konsep koreografi. Setelah karya ini, ia juga menyiapkan sejumlah lagu baru dan berharap Hipdut semakin dikenal luas, termasuk di tingkat internasional. Melalui “Budak Cinta”, Rusli ingin mengingatkan bahwa musik bukan hanya hiburan atau angka streaming, melainkan sarana menyampaikan pengalaman, membangun kedekatan emosional, dan mengajak manusia menjalani hidup dengan lebih seimbang.

Laporan: Muhammad Fadhli
Editor: Zamri Yahya, WU

Erianto Mahmuda dan Fadly Amran Saksikan Final Kickboxing Porprov Sumbar 2026, Padang Pastikan Juara Umum!    
Selasa, Oktober 13, 2026

On Selasa, Oktober 13, 2026

Erianto Mahmuda dan Fadly Amran Saksikan Final Kickboxing Porprov Sumbar 2026, Padang Pastikan Juara Umum!
Wali Kota Padang Fadly Amran, Ketua KONI Sumatera Barat Hamdanus dan Ketua KONI Kota Padang Erianto Mahmuda menyaksikan langsung partai final kickboxing yang digelar di Lanud Sutan Sjahrir Padang, Selasa (13/10/2026). (Foto: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Prestasi membanggakan ditorehkan cabang olahraga (cabor) kickboxing Kota Padang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026. Hingga Selasa (13/10/2026), tim kickboxing Kota Padang telah mengoleksi sembilan medali emas, satu perak, dan satu perunggu, sekaligus memastikan diri sebagai juara umum, menurut Sekretaris Umum KBI Kota Padang, William Jalmav.

Wali Kota Padang Fadly Amran menyaksikan langsung partai final kickboxing yang digelar di Lanud Sutan Sjahrir Padang, Selasa (13/10/2026). Pertandingan tersebut menjadi ajang perebutan medali emas pada berbagai nomor sekaligus momentum bagi atlet untuk menunjukkan hasil pembinaan dan latihan yang telah dijalani.

Ketua KONI Sumatera Barat Hamdanus dan Ketua KONI Kota Padang Erianto Mahmuda turut menghadiri kegiatan tersebut. Hadir pula Sekretaris Umum Kickboxing Indonesia (KBI) Kota Padang William Jalmav, perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Padang, serta tamu undangan lainnya.

William Jalmav menjelaskan, sebanyak 21 atlet Kota Padang berhasil melaju ke babak final pada 19 nomor pertandingan. Berdasarkan data hingga pukul 12.27 WIB pada 13 Oktober 2026, tim kickboxing Padang telah mengumpulkan sembilan medali emas, satu perak, dan satu perunggu, sementara enam pertandingan masih akan dijalani.

Menurut William, perolehan tersebut memastikan kickboxing Kota Padang meraih juara umum pada Porprov Sumbar 2026. Ia menyampaikan apresiasi kepada para atlet yang telah berjuang dan memberikan hasil terbaik untuk daerah, serta kepada seluruh pihak yang mendukung pembinaan olahraga kickboxing di Kota Padang.

Fadly Amran menyatakan, pencapaian para atlet sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Padang Juara yang dijalankan Pemerintah Kota Padang. Ia menilai prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga yang dilakukan bersama KONI Kota Padang mulai menunjukkan hasil positif dan perlu terus diperkuat.

Wali Kota juga mengapresiasi perjuangan para atlet serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan. Ia mengingatkan atlet agar tidak cepat berpuas diri dan menjadikan prestasi di Porprov sebagai pijakan untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Terkait penghargaan bagi atlet berprestasi, Fadly Amran menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Padang telah menyiapkan anggaran bonus. Ia berharap penyerahan bonus dapat dilakukan setelah pelaksanaan Porprov Sumbar 2026 berakhir pada 14 Oktober 2026, sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan prestasi para atlet.

Capaian kickboxing ini menjadi dorongan bagi Kota Padang untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan olahraga dan melahirkan atlet berprestasi. Dengan dukungan pemerintah daerah, KONI, pengurus cabang olahraga, serta semangat para atlet, prestasi Padang di Porprov Sumbar 2026 diharapkan menjadi pijakan untuk meraih hasil lebih tinggi pada kompetisi berikutnya. (*) 

Laporan: Tommi
Editor: Zamri Yahya, WU

Tak Hanya Uang Rp100 Juta, Sawahlunto Juga Kerahkan Personel Bantu Korban Galodo Solok    
Selasa, Oktober 13, 2026

On Selasa, Oktober 13, 2026

Tak Hanya Uang Rp100 Juta, Sawahlunto Juga Kerahkan Personel Bantu Korban Galodo Solok
Bantuan itu diserahkan langsung Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, didampingi Wakil Ketua DPRD Sawahlunto, Jaswandi, pada Senin (12/10/2026). (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana galodo di Kabupaten Solok ditunjukkan Pemerintah Kota Sawahlunto dengan menyalurkan bantuan dana sebesar Rp100 juta. Bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan antardaerah untuk membantu penanganan bencana dan mempercepat pemulihan masyarakat terdampak.

Bantuan itu diserahkan langsung Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, didampingi Wakil Ketua DPRD Sawahlunto, Jaswandi, pada Senin (12/10/2026). Penyerahan bantuan berlangsung di Posko Utama Penanggulangan Bencana Galodo Kabupaten Solok, di depan Kantor Bupati Solok.

Secara simbolis, Riyanda menyerahkan bantuan tersebut kepada Bupati Solok, Jon Firman Pandu. Sejumlah perangkat daerah terkait turut mendampingi kegiatan penyerahan bantuan sebagai bagian dari dukungan Pemerintah Kota Sawahlunto terhadap penanganan bencana di Kabupaten Solok.

Bantuan Rp100 juta tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan penanganan dampak galodo dan pemulihan masyarakat. Pemanfaatannya akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan agar dukungan yang diberikan dapat membantu proses penanganan pascabencana.

Dukungan Pemko Sawahlunto tidak hanya berupa bantuan dana. Sebelumnya, pemerintah kota juga telah mengerahkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk membantu penanganan bencana di wilayah terdampak.

Personel yang dikerahkan turut terlibat dalam kegiatan operasional lapangan, termasuk pembersihan material banjir dan membantu proses evakuasi warga. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung petugas di lokasi agar penanganan dampak bencana dapat berjalan sesuai kebutuhan.

Dalam kesempatan itu, Riyanda Putra menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat Kabupaten Solok yang terdampak galodo. Ia berharap warga diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut serta menyampaikan dukungan kepada Bupati Solok beserta jajaran pemerintah daerah dalam menjalankan penanganan dan pemulihan pascabencana.

Riyanda menegaskan bahwa kerja sama dan kebersamaan antardaerah sangat diperlukan dalam menghadapi bencana. Menurutnya, dukungan melalui pengerahan personel maupun bantuan dana merupakan wujud solidaritas untuk membantu masyarakat melewati masa sulit dan mendukung pemulihan wilayah terdampak.

Melalui bantuan Rp100 juta dan dukungan personel lapangan, Pemerintah Kota Sawahlunto berharap upaya penanganan galodo di Kabupaten Solok dapat terbantu. Sinergi antara pemerintah daerah diharapkan terus terjaga agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani dan proses pemulihan berjalan sesuai kondisi di lapangan. (*) 

Pewarta: Marjafri
Editor: Zamri Yahya, WU

Fadly Amran Bentuk Tim Sertifikasi Pangan dan Halal di Padang, UMKM Disiapkan Naik Kelas!    
Selasa, Oktober 13, 2026

On Selasa, Oktober 13, 2026

Fadly Amran Bentuk Tim Sertifikasi Pangan dan Halal di Padang, UMKM Disiapkan Naik Kelas!
Pembentukan tim tersebut dipimpin langsung Wali Kota Padang, Fadly Amran, di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Selasa (13/10/2026). (Foto: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota (Pemko) Padang membentuk Tim Fasilitasi Sertifikasi Keamanan Pangan dan Sertifikasi Halal untuk memperkuat perlindungan konsumen sekaligus meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini diharapkan mendorong produk lokal semakin aman, higienis, dan terjamin kehalalannya.

Pembentukan tim tersebut dipimpin langsung Wali Kota Padang, Fadly Amran, di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Selasa (13/10/2026). Program ini diarahkan untuk mempercepat pemenuhan standar keamanan pangan dan sertifikasi halal bagi pelaku usaha di Kota Padang.

Kegiatan itu dihadiri Kepala Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Sumatera Barat, Ikrar Abdi, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang, Irwan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Padang, Didi Aryadi, serta Kepala Dinas Perikanan dan Pangan, Alfiadi. Sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemko Padang juga turut hadir.

Fadly Amran menegaskan, fasilitasi sertifikasi tidak boleh berhenti pada pemenuhan persyaratan administrasi. Menurutnya, keamanan pangan dan jaminan kehalalan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta membantu pelaku usaha meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dipasarkan.

“Keamanan pangan dan sertifikasi halal harus berjalan bersama. Kita ingin produk yang beredar benar-benar aman, higienis, dan terjamin kehalalannya, sehingga masyarakat terlindungi dan produk lokal semakin dipercaya,” tegas Fadly Amran.

Ia juga menyoroti pentingnya pembenahan tempat pemotongan dan penjualan daging serta ayam agar memenuhi standar kebersihan dan kelayakan. Perbaikan drainase, penyediaan fasilitas pemotongan yang layak, pengawasan terhadap pelaku usaha, hingga kemungkinan relokasi menjadi sejumlah aspek yang perlu dikaji untuk menciptakan sistem pangan yang lebih baik.

Selain pembenahan sarana, Pemko Padang mendorong pelaksanaan program secara bertahap dengan melibatkan koperasi dan pelaku usaha yang siap memenuhi standar. Pemerintah kota juga akan mengkaji penyediaan fasilitas pemotongan higienis, penataan sistem penjualan, serta penyederhanaan proses perizinan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) guna mendukung percepatan sertifikasi.

Kepala BPJPH Sumbar, Ikrar Abdi, menyatakan dukungan terhadap pembentukan tim tersebut. Dukungan sertifikasi halal, menurutnya, dapat mencakup pembiayaan dari APBN, APBD, maupun pihak swasta, serta pendampingan pengajuan dan pemenuhan persyaratan, termasuk penyediaan juru sembelih halal bersertifikat agar proses produksi memenuhi ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala BBPOM di Padang, Irwan, mengapresiasi langkah Pemko Padang dan menekankan pentingnya memperjelas sasaran program. Ia menjelaskan bahwa sertifikasi sebelum produk dipasarkan (pre-market) perlu dibedakan dari pengawasan setelah produk beredar (post-market), termasuk dalam menentukan apakah fasilitasi ditujukan kepada sarana produksi seperti usaha tahu, tempe, mi, dan kerupuk, atau sarana distribusi.

Fadly Amran meminta tim yang dibentuk menyusun peta jalan yang jelas, lengkap dengan kebutuhan anggaran dan target pelaksanaan. Ia juga menekankan pentingnya pembinaan dan pemberian insentif sebelum mempertimbangkan sanksi. Melalui koordinasi Pemko Padang, BPJPH Sumbar, dan BBPOM di Padang, program ini diharapkan memperkuat keamanan pangan, memperluas pemenuhan sertifikasi halal, serta meningkatkan daya saing UMKM lokal. (*) 

Laporan: Tommi
Editor: Zamri Yahya, WU

Muzli M. Nur Salurkan Bantuan Alsintan untuk Petani Pasaman, Perjuangkan Produktivitas hingga Infrastruktur Jalan    
Selasa, Oktober 13, 2026

On Selasa, Oktober 13, 2026

Muzli M. Nur Salurkan Bantuan Alsintan untuk Petani Pasaman, Perjuangkan Produktivitas hingga Infrastruktur Jalan
H. Muzli M. Nur merupakan anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). (Foto: Novrianto). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kabar baik bagi petani di Kabupaten Pasaman. Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Muzli M. Nur, menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa alat pengolah tanah sejenis bajak kepada sejumlah kelompok tani, Selasa (13/10/2026). Bantuan melalui dana aspirasi atau pokok-pokok pikiran (Pokir) tersebut diharapkan membantu petani mengolah lahan secara lebih efektif.

Penyerahan bantuan berlangsung di Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman. Kegiatan ini didampingi jajaran Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman, serta Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman.

Bantuan alsintan tersebut diharapkan mampu menunjang kegiatan pengolahan lahan, menghemat waktu dan tenaga, serta membantu meningkatkan efisiensi kerja kelompok tani. Ketersediaan peralatan yang sesuai kebutuhan menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran usaha pertanian, terutama dalam mempersiapkan lahan sebelum masa tanam.

H. Muzli M. Nur merupakan anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). Ia telah menjalani enam periode pengabdian sebagai wakil rakyat dan saat ini bertugas di Komisi IV DPRD Sumbar serta menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD Provinsi Sumatera Barat.

Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya petani yang membutuhkan dukungan sarana pertanian. Dengan pemanfaatan alsintan secara optimal, kelompok tani diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pekerjaan dan mendukung produktivitas lahan pertanian di Kabupaten Pasaman.

Tidak hanya memperhatikan kebutuhan pertanian, Muzli M. Nur juga mendorong perhatian terhadap pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan provinsi di Pasaman. Infrastruktur jalan yang memadai penting untuk menunjang mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, dan mempermudah akses petani menuju pasar.

Dukungan alsintan dan infrastruktur jalan memiliki keterkaitan dalam memperkuat sektor pertanian. Pengolahan lahan yang lebih efisien perlu diimbangi akses transportasi yang baik agar hasil usaha tani dapat didistribusikan dengan lebih lancar. Karena itu, sinergi antara DPRD, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan instansi teknis diperlukan untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

Kelompok tani penerima bantuan diharapkan memanfaatkan peralatan sesuai peruntukannya, mengatur penggunaan secara bersama, serta menjaga dan merawat alsintan agar tetap berfungsi dengan baik. Pengelolaan yang tertib menjadi faktor penting agar manfaat bantuan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh para petani.

Melalui dukungan sarana pertanian dan perjuangan terhadap kebutuhan infrastruktur daerah, penguatan sektor pertanian Pasaman diharapkan terus berkembang. Dampak bantuan ini nantinya dapat dilihat dari pemanfaatan alat oleh kelompok tani, efisiensi pengolahan lahan, serta kontribusinya terhadap produktivitas dan kesejahteraan petani. Kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan menjadi kunci agar aspirasi masyarakat dapat diwujudkan menjadi manfaat nyata. (*) 

Laporan: Novrianto
Editor: Zamri Yahya, WU

MTQ ke-42 Kota Padang: Puluhan Peserta Adu Kemampuan Qiraat Muratal, Ini Jadwal Finalnya!    
Selasa, Oktober 13, 2026

On Selasa, Oktober 13, 2026

MTQ ke-42 Kota Padang: Puluhan Peserta Adu Kemampuan Qiraat Muratal, Ini Jadwal Finalnya!
Pelaksanaan cabang Qiraat Muratal melibatkan peserta dari berbagai kecamatan di Kota Padang yang bersaing menunjukkan kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai ketentuan perlombaan. (Foto: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-42 tingkat Kota Padang menghadirkan perlombaan cabang Qiraat Muratal tingkat remaja dan dewasa. Cabang ini menjadi salah satu upaya memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus mengenalkan keragaman bacaan sesuai kaidah qiraat.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Al-Hijrah, Dadok, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Pelaksanaan cabang Qiraat Muratal melibatkan peserta dari berbagai kecamatan di Kota Padang yang bersaing menunjukkan kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai ketentuan perlombaan.

Ketua Dewan Hakim Qiraat Muratal, H. Adrizal, hadir memberikan penjelasan mengenai karakteristik cabang lomba tersebut. Turut hadir Panitera Qiraat Muratal MTQ ke-42 Kota Padang, Humaira Lubis, serta para peserta kategori remaja dan dewasa, baik putra maupun putri.

Berdasarkan data panitia, cabang Qiraat Muratal diikuti 14 peserta tingkat remaja dan 19 peserta tingkat dewasa. Jumlah tersebut mencerminkan keterlibatan generasi muda dan peserta dewasa dalam mempelajari serta melestarikan ragam bacaan Al-Qur’an.

Panitera Qiraat Muratal MTQ ke-42 Kota Padang, Humaira Lubis, menjelaskan bahwa perlombaan tingkat remaja dijadwalkan pada 11 Oktober 2026, sedangkan kategori dewasa berlangsung pada 12 Oktober 2026. Sementara itu, babak final dijadwalkan pada 13 Oktober 2026.

Menurut Humaira, pembagian jadwal tersebut menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan perlombaan agar setiap kategori dapat mengikuti tahapan sesuai agenda yang telah ditetapkan panitia. Babak final selanjutnya menjadi tahap penentuan bagi peserta yang berhasil melaju ke putaran akhir.

Ketua Dewan Hakim Qiraat Muratal, H. Adrizal, menjelaskan bahwa cabang ini memperkenalkan variasi bacaan Al-Qur’an berdasarkan tiga imam qiraat, yakni Imam Nafi’ dengan riwayat Qalun dan Warsy, Imam Ibnu Katsir dengan riwayat Al-Bazzi dan Qunbul, serta Imam Abu Amr dengan riwayat Ad-Duri dan As-Susi.

Penilaian peserta mencakup aspek tajwid, termasuk penerapan kaidah usuliah yang berkaitan dengan perbedaan riwayat, fashahah dan adab yang meliputi ketepatan pelafalan huruf serta makhraj, dan aspek irama atau lagu. Unsur-unsur tersebut menjadi perhatian dewan hakim dalam menilai ketepatan dan kualitas bacaan peserta.

Melalui MTQ ke-42 dengan tema “Membumikan Al-Qur'an, Menguatkan Smart Surau Menuju Padang Maju dan Sejahtera”, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, memperluas pemahaman tentang keragaman qiraat, serta mendorong penerapan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. (*) 

Laporan: Tommi
Editor: Zamri Yahya, WU