HEADLINE
Ketua Komisi II DPRD Kota Padang Rachmad Wijaya Dorong Percepatan Penanganan Banjir Rawang, Rp100 Miliar Siap Digelontorkan Pemerintah Pusat    
Sabtu, Februari 21, 2026

On Sabtu, Februari 21, 2026

Ketua Komisi II DPRD Kota Padang Rachmad Wijaya Dorong Percepatan Penanganan Banjir Rawang, Rp100 Miliar Siap Digelontorkan Pemerintah Pusat
Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya. 

BENTENGSUMBAR.COM
– Upaya penanganan banjir di kawasan Rawang, Kecamatan Padang Selatan, akhirnya memasuki babak baru setelah puluhan tahun dikeluhkan warga. Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya, menegaskan pembenahan kawasan tersebut kini menjadi prioritas nyata, menyusul tersedianya anggaran Rp100 miliar dari pemerintah pusat.

Kepastian anggaran itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, saat bersilaturahmi dengan warga Rawang, Jumat (20/2/2026). Dana tersebut telah dialokasikan melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan akan segera memasuki proses tender, dengan target pekerjaan fisik dimulai pada Oktober 2026.

Namun di balik kepastian anggaran tersebut, Rachmad Wijaya disebut menjadi salah satu figur yang konsisten menyuarakan persoalan banjir Rawang hingga mendapat perhatian serius di tingkat pusat. Masalah drainase dan genangan air di Rawang bukan isu baru. 

Warga setempat telah lama mengeluhkan kondisi tersebut, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi. Namun menurut Rachmad, baru dalam beberapa waktu terakhir persoalan ini benar-benar masuk dalam skala prioritas pembangunan. “Ini bukan persoalan satu atau dua tahun. Sudah puluhan tahun warga mengeluhkan banjir di Rawang. Alhamdulillah, sekarang ada kerja nyata dan kepastian anggaran,” ujar Rachmad Wijaya.

Ia menegaskan, koordinasi antara DPRD Kota Padang dan DPR RI menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program tersebut. Anggaran Rp100 miliar itu akan difokuskan untuk: • Normalisasi dan perbaikan sistem drainase • Pembangunan trotoar • Pemasangan serta peningkatan penerangan jalan umum.

Menurut Rachmad, pembenahan tidak hanya bertujuan mengurangi risiko banjir, tetapi juga meningkatkan kualitas tata kota dan kenyamanan lingkungan warga. “Kita ingin Rawang tidak lagi dikenal sebagai kawasan langganan banjir, tetapi menjadi kawasan yang tertata dan aman,” katanya.

Andre Rosiade menyebut pembenahan Rawang merupakan bagian dari komitmennya kepada masyarakat. Ia memastikan anggaran sudah tersedia dan tinggal menunggu proses administrasi serta tender. Selain proyek infrastruktur, dalam kegiatan tersebut juga diserahkan 1.000 paket sembako senilai sekitar Rp137 juta, serta bantuan lebih dari Rp17 juta untuk balai pemuda, UMKM, RT, anak yatim, dan kegiatan sosial lainnya.

Rachmad Wijaya mengapresiasi perhatian yang diberikan Andre terhadap warga Padang Selatan. Menurutnya, kolaborasi legislatif daerah dan pusat menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat dapat diwujudkan jika diperjuangkan secara konsisten. Tak hanya fokus pada Rawang, Andre juga tengah memperjuangkan anggaran lebih dari Rp18 triliun untuk pembenahan infrastruktur pascabanjir bandang di Kota Padang dan Sumatera Barat pada tahun anggaran 2026. Selain itu, untuk sektor air bersih, tersedia alokasi dana pusat sebesar Rp708 miliar guna memperbaiki sarana dan prasarana PDAM yang terdampak bencana.

Bagi Rachmad Wijaya, langkah ini menjadi momentum penting bahwa persoalan banjir dan infrastruktur di Kota Padang tidak lagi sekadar wacana. “Yang dibutuhkan masyarakat adalah hasil nyata. Hari ini kita melihat ada progres yang jelas dan anggaran yang konkret,” tegasnya.

Dengan masuknya proyek pembenahan Rawang ke tahap tender, masyarakat kini berharap realisasi berjalan sesuai jadwal dan mampu menjawab persoalan banjir yang telah berlangsung selama puluhan tahun. (*)

Ketua Tim 9 TSR Pemprov Sumbar Budi Santoso, Kunjungi Masjid Raya Kampung Baru Kota Pariaman    
Sabtu, Februari 21, 2026

On Sabtu, Februari 21, 2026

Ketua Tim 9 TSR Pemprov Sumbar Budi Santoso, Kunjungi Masjid Raya Kampung Baru Kota Pariaman
Ketua Tim 9 Tim Safari Ramadhan (TSR) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar), yaitu Ketua Pengadilan Tinggi Padang Budi Santoso. 

BENTENHSUMBAR.COM
- Ketua Tim 9 Tim Safari Ramadhan (TSR) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar), yaitu Ketua Pengadilan Tinggi Padang Budi Santoso, kunjungi Masjid Raya Kampung Baru, Desa Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Jum'at malam (20/2/2026).

Kunjungan Perdana TSR Pemprov Sumbar ke Kota Pariaman tersebut, sebelumnya dijamu dengan buka bersama di rumah makan Joyo Makmur.

Kemudian sholat Magrib bersama dan selanjutnya menuju Masjid Raya Kampung Baru untuk melaksanakan sholat isya dan tarawih.

Rombongan Tim 9 TSR Pemprov Sumbar ini disambut  Wali Kota Pariaman diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pariaman, Afrizal Azhar, Ketua DPRD Kota Pariaman Muhajir Muslim, 

Ketua Pengadilan Negeri Pariaman Yulanto Prafifto Utomo, Perwakilan Forkopimda, Asisten, Staf Ahli dan sejumlah Kepala OPD beserta jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, 

Kepala Desa Kampung Baru, Kepala BPD dan LPM Desa Kampung Baru dan Pengurus Masjid serta masyarakat Desa Kampung Baru sekitarnya.

Dalam sambutanya Sekda Afrizal Azhar ini menyebutkan bahwa kegiatan Tim Safari Ramadhan, 

secara fungsional diharapkan akan menjadi salah satu perekat hubungan antara pemerintah dengan masyarakat, dan bentuk perhatian Pemprov Sumbar ke daerah. (R/at)

Ratusan Warga Sambut Kehadiran Mahyeldi Iktikaf di Masjid Al Wustha Pulai Tangah Kabupaten Agam    
Sabtu, Februari 21, 2026

On Sabtu, Februari 21, 2026

Ratusan Warga Sambut Kehadiran Mahyeldi Iktikaf di Masjid Al Wustha Pulai Tangah Kabupaten Agam
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Suasana khidmat dan penuh antusiasme menyambut kedatangan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, di Masjid Al Wustha Pulai Tangah, Nagari Persiapan Sungai Jariah, Kecamatan Lubuak Basuang, Kabupaten Agam, Jumat (20/2/2026). Ratusan jamaah, mulai dari anak-anak hingga lansia, memadati masjid untuk melaksanakan ibadah bersama dalam rangka Safari Ramadan 1447 H/2026.

Kehadiran Gubernur untuk melaksanakan iktikaf di masjid tersebut menjadi momen yang dinanti masyarakat. Selain beribadah bersama jamaah, Mahyeldi juga menyerahkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat senilai Rp25 juta dan 20 Al-Qur’an guna mendukung pembangunan serta kegiatan syiar keagamaan Masjid Al Wustha. 

“Bantuan ini kita serahkan agar masjid-masjid di Sumbar memiliki fasilitas yang semakin baik untuk mendukung kegiatan ibadah dan syiar Islam. Ramadan adalah kesempatan bagi kita semua untuk meningkatkan kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Mahyeldi.

Ia menekankan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat ketakwaan sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Menurutnya, suasana kebersamaan yang terbangun di masjid menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni sosial. 

“Mari kita manfaatkan bulan suci ini untuk memperkuat ibadah, menjaga lisan dan perilaku, serta semakin peduli terhadap sesama. Insyaallah Ramadan membawa keberkahan bagi kita semua dan semakin mempererat persaudaraan di antara kita,” tambahnya.

Gubernur juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas daerah serta menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, sehingga suasana damai dan penuh keberkahan dapat terus terjaga di Ranah Minang.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur turut didampingi oleh sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkup Pemprov Sumbar, di antaranya Asisten Administrasi Umum, Medi Iswandi; Kepala Bappeda, Zefnihan; Kepala Badan Pendapatan Daerah, Al Amin; Kepala Biro Umum, Andree Harmadi Algamar; Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Edi Dharma; Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Nolly Eka Mardianto. (Adpsb/nov/bud)

Sebanyak Rp18,9 Triliun Anggaran Digelontorkan ke Sumbar untuk Pemulihan Pascabemcana, Wagub Vasko Minta Fokus Infrastruktur    
Sabtu, Februari 21, 2026

On Sabtu, Februari 21, 2026

Sebanyak Rp18,9 Triliun Anggaran Digelontorkan ke Sumbar untuk Pemulihan Pascabemcana, Wagub Vasko Minta Fokus Infrastruktur
Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy menyebutkan Sumbar akan menerima anggaran pembangunan infrastruktur sekitar Rp18,9 triliun pada tahun 2026 dari Pemerintah Pusat untuk pemulihan pascabencana hidrometeorologi. 

Menurutnya, angka tersebut menjadi anggaran pembangunan yang terbesar sepanjang sejarah di di Sumbar. “Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Tahun ini Sumatera Barat mendapatkan anggaran sekitar Rp18,9 triliun untuk pembangunan infrastruktur,” ujar Wagub Vasko.

Hal itu disampaikan Vasko saat kegiatan Safari Ramadan di Masjid Darul Ikhlas, Kelurahan Padang Alai Bodi, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, Jumat (20/2/2026). 

Ia menegaskan, anggaran besar tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal dan tepat sasaran, terutama untuk pembangunan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Menurutnya, pemulihan infrastruktur akan menjadi salah satu fokus utama. “Perbaiki jalan-jalan yang rusak, penerangan yang masih kurang, serta pengairan. Jangan buat program-program yang tidak bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Vasko juga menyampaikan bahwa Transfer Keuangan Daerah (TKD) pada tahun ini kembali dimaksimalkan untuk kabupaten dan kota di Sumbar. Ia meminta pemerintah daerah mengelola anggaran tersebut dengan serius, khususnya untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. 

“Kita manfaatkan sebesar-besarnya perhatian Pak Presiden kali ini kepada Sumatera Barat. Untuk masyarakat harus total. Tahun ini Sumatera Barat harus benar-benar berbenah,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menyampaikan komitmen pemerintah Kota Payakumbuh untuk terus memberikan pelayanan dan pembangunan terbaik bagi masyarakat. Ia juga menyinggung dampak bencana yang sempat memutus jalur Padang-Payakumbuh, sehingga berpengaruh terhadap pergerakan ekonomi warga.

“Kondisi itu tentu berdampak pada ekonomi. Karena itu, kami sangat berharap dukungan seluruh pihak dan tentunya masyarakat agar Payakumbuh bisa kembali bergerak dan bangkit,” tutupnya. (adpsb/cen/bud)

Safari Ramadan di Palembayan, Gubernur Mahyeldi Salurkan Bantuan dan Tegaskan Komitmen Pemulihan Pascabanjir    
Sabtu, Februari 21, 2026

On Sabtu, Februari 21, 2026

Safari Ramadan di Palembayan, Gubernur Mahyeldi Salurkan Bantuan dan Tegaskan Komitmen Pemulihan Pascabanjir
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) kembali melaksanakan Safari Ramadan 1447 H/2026, pelaksanaan tahun ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, sebab, titik kunjungan pada tahun ini memprioritaskan daerah terdampak bencana.

Kali ini, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengunjungi Masjid Taqwa di Kampung Tangah, Nagari Salareh Air Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Jumat (20/2/2026), kawasan yang sebelumnya terdampak bemcana hidrometeorologi cukup parah.

Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi menegaskan Safari Ramadan bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah. “Kami memprioritaskan daerah-daerah yang terdampak bencana. Ini adalah bentuk kepedulian dan dukungan moral pemerintah kepada masyarakat yang sedang berjuang bangkit,” ujar Mahyeldi.

Ia menyampaikan, kehadiran pemerintah di lokasi bencana bertujuan untuk melihat dan merasakan langsung sejauh mana proses pemulihan berjalan, sekaligus memastikan program rehabilitasi dan rekonstruksi dapat terlaksana dengan baik. Nagari Salareh Air Timur sendiri merupakan salah satu wilayah yang mengalami dampak berat akibat banjir bandang, bahkan di daerah tersebut terdapat banyak korban jiwa. Atas musibah tersebut, Gubernur menyampaikan duka cita mendalam. “Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga para korban husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tuturnya.

Mahyeldi juga mengajak masyarakat untuk bersabar dan tetap optimistis menghadapi ujian yang datang silih berganti. Ia memastikan pemerintah terus bekerja untuk pemulihan daerah daerah terdampak melalui kolaborasi dengan seluruh pihak terkait. “Kita tidak boleh menyerah. Dengan kebersamaan dan ikhtiar yang sungguh-sungguh, insyaallah daerah ini akan bangkit kembali,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur menyerahkan berbagai bantuan untuk mendukung pemulihan. Bantuan dari Pemprov Sumbar sebesar Rp50 juta untuk perbaikan masjid, Rp25 juta bagi warga terdampak, Rp10 juta dari Bank Nagari, Rp10 juta dari Jamkrida untuk perbaikan masjid, serta Rp195 juta dari BAZNAS Sumbar. Selain itu, diserahkan pula bantuan Al-Qur’an dari Kanwil Kemenag, Dinas Pendidikan, Biro Kesra, serta bantuan lainnya dari sejumlah perangkat daerah.

Sementara itu Bupati Agam, Benni Warlis menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kehadiran Gubernur di tengah masyarakat yang tengah berduka. “Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Gubernur. Ini menjadi penguat bagi masyarakat kami yang sedang bangkit dari musibah,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan para korban serta mendukung proses pembangunan kembali fasilitas yang terdampak agar warga dapat menjalani kehidupan dengan layak dan bermartabat. Safari Ramadan di Palembayan ini menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk terus hadir, menguatkan solidaritas, dan memastikan pemulihan pascabencana berjalan seiring dengan semangat kebersamaan di bulan suci Ramadan. (Adpsb/nov/bud)

Disambut Hangat Warga Payolinyam, Wagub Vasko Salurkan Bantuan Rp25 Juta dan Al-Qur’an untuk Masjid Nurul Jannah    
Sabtu, Februari 21, 2026

On Sabtu, Februari 21, 2026

Disambut Hangat Warga Payolinyam, Wagub Vasko Salurkan Bantuan Rp25 Juta dan Al-Qur’an untuk Masjid Nurul Jannah
Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyambut kedatangan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy di Masjid Nurul Jannah, Payolinyam, Kelurahan Tigo Koto Dibaruah, Kecamatan Payakumbuh Utara, Jumat (20/2/2026). Kedatangan Wakil Gubernur dan rombongan tersebut dalam rangka Safari Ramadan 1447 H/2026.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub menyerahkan bantuan Pemerintah Provinsi Sumbar senilai Rp25 juta serta 20 Al-Qur’an untuk mendukung pembangunan dan aktivitas keagamaan masjid. Dalam kesempatan tersebut, Vasko mengaku terkesan melihat Masjid Nurul Jannah yang berdiri megah berkat kebersamaan dan partisipasi jamaah. “Masjid ini luar biasa. Kita tidak tahu dari mana saja bantuan datang, tapi itulah tanda keberkahan. Artinya, orang-orang yang beribadah di sini tulus, dan insyaallah setiap amalnya diterima oleh Allah SWT,” ujar Vasko.

Ia menegaskan, kekuatan utama sebuah rumah ibadah bukan hanya pada bangunannya, melainkan pada ketulusan jamaahnya. Menurutnya, tidak semua masjid besar otomatis mudah mendapatkan dukungan. “Banyak masjid yang besar, tapi belum tentu menghadirkan kebersamaan. Ketika niat membangun masjid itu tulus, Allah yang akan mencukupkan. Dan orang yang membantu dengan niat baik, pahalanya insyaallah dilipatgandakan,” katanya.

Menanggapi informasi adanya sisa utang pembangunan sekitar Rp17 juta, Vasko langsung menyampaikan komitmen Pemprov Sumbar untuk membantu. “Kalau begitu, Provinsi bantu Rp25 juta untuk Masjid Nurul Jannah ini,” ucapnya, disambut takbir jamaah.

Dalam kesempatan itu, Wagub juga menyinggung kondisi masyarakat yang masih berjuang bangkit pascabencana. Ia menggambarkan bahwa fase terberat justru sering terjadi setelah masa tanggap darurat berlalu. “Awalnya orang fokus menyelamatkan nyawa. Fase berikutnya mencari tempat tinggal. Tapi fase paling berat adalah ketika harus memikirkan bagaimana makan dan menghidupi keluarga, karena ada yang kehilangan sawah, rumah, bahkan anggota keluarga,” tutur Vasko.

Menurutnya, tekanan ekonomi menjadi tantangan besar yang harus direspons secara konkret dan cepat. Karena itu, Pemprov Sumbar telah menyiapkan berbagai skema pemulihan ekonomi untuk mempercepat kebangkitan masyarakat terdampak. “Yang kita lakukan hari ini bukan hanya menyerahkan bantuan, tapi memastikan masyarakat bisa bangkit dan kembali berdaya,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemprov Sumbar kepada masyarakat Payakumbuh. “Kehadiran Bapak Wakil Gubernur di tengah masyarakat menjadi penyemangat bagi kami. Semoga membawa keberkahan bagi Kota Payakumbuh,” ujarnya.

Sebelum agenda di Masjid Nurul Jannah, rombongan Safari Ramadan Pemprov Sumbar juga menyerahkan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) kepada Linda Rianti (45), warga Kelurahan Taratak Padang Kampuang, Payakumbuh Utara. Usai dari Payolinyam, Wagub melanjutkan kegiatan dengan meninjau pasar pabukoan, berbuka puasa bersama masyarakat, serta melaksanakan salat Magrib, Isya, dan Tarawih di Masjid Darul Ikhlas, Kelurahan Padang Alai Bodi, Kecamatan Payakumbuh Timur. Pada kesempatan tersebut kembali diserahkan bantuan Pemprov Sumbar senilai Rp50 juta dan 20 Al-Qur’an, Rp10 juta dari CSR Bank Nagari, Rp3 juta dari BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, serta bantuan bagi fakir miskin. Safari Ramadan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk terus hadir di tengah masyarakat, memperkuat kebersamaan, dan memastikan program pembangunan menyentuh langsung kebutuhan umat. (adpsb/cen/bud)

Gubernur Mahyeldi Minta Dukungan Komisi II DPR RI untuk Percepatan Pendistribusian dana TKD Sumbar    
Sabtu, Februari 21, 2026

On Sabtu, Februari 21, 2026

Gubernur Mahyeldi Minta Dukungan Komisi II DPR RI untuk Percepatan Pendistribusian dana TKD Sumbar
Rapat bersama dengan Komisi II DPR RI di Auditorium Gubernuran, Jum'at (20/2/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah minta dukungan Komisi II DPR RI agar dana Transfer Ke Daerah (TKD) untuk Provinsi Sumbar yang batal dipotong segera ditransfer Kementerian Keuangan. Selain itu, Gubernur Mahyeldi juga meminta agar pengiriman TKD langsung disertai dengan petunjuk pelaksanaan dan teknis agar daerah memiliki pedoman dalam pemanfaatan.

"Sebagai daerah terdampak bencana, kami butuh banyak dana untuk pemulihan. Oleh karena itu, kami berharap TKD yang tidak jadi dipotong itu segera dikirim ke daerah agar bisa dimanfaatkan untuk pemulihan dan rehab rekon, termasuk juklak juknisnya, itu juga mesti segera dikirim agar kita di daerah tidak keliru dalam pemanfaatan," harap Gubernur Mahyeldi saat rapat bersama dengan Komisi II DPR RI di Auditorium Gubernuran, Jum'at (20/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi juga melaporkan mengenai kondisi lapangan pasca bencana hidrometeorologi di 16 kabupaten / kota terdampak secara langsung kepada Komisi II DPR RI. Ia menyebut, nilai total kerusakan dan kerugian akibat bencana diperkirakan mencapai Rp33,5 triliun. "Sedangkan data jumlah korbannya adalah, 267 meninggal dunia, 70 hilang, 382 luka-luka dan 10.854 jiwa mengungsi. Diperkirakan Total masyarakat terdampak sebanyak 230 ribu lebih jiwa," ungkap Gubernur Mahyeldi

Gubernur menjelaskan, dalam pendataan dampak bencana, Pemprov Sumbar menggunakan website satu data kebencanaan. Website tersebut dapat diakses secara terbuka oleh siapa saja melalui dasboard satu data kebencanaan di website dashboardbencana.sumbarprov.go.id. "Kami telah menyediakan informasi melalui website dashboardbencana. sumbarprov.go.id. Sebagai bentuk transparansi pemerintah dalam penanganan bencana," ucapnya.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima menegaskan bahwa kunjungan kerjanya beserta rombongan ke Sumbar merupakan bentuk perhatian terhadap kondisi masyarakat di Sumbar pasca dolanda bencana hidrometeorologi pada akhir November tahun lalu.

Sebelum, melakukan pertemuan dengan Gubernur, ia dan rombongan sudah terlebih dahulu mengunjungi sejumlah titik yang mengalami kerusakan signifikan di Kota Padang untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak. "Kami ingin memastikan apa saja persoalan di lapangan, apa yang sudah dilakukan, apa yang belum, dan apa yang harus diprioritaskan," kata Aria Bima. 

Terkait dengan dana TKD, ia mengatakan, Komisi II DPR RI akan  menyuarakan aspirasi tersebut saat nanti melakukan pertemuan dengan Kementerian terkait. Selain Aria Bima, juga hadir dalam rombongan Komisi II DPR RI tersebut antara lain Bahtra, S. PWK, Giri Rahmanda N. Kiemas (anggota), Romi Soekarno, SH (anggota), Heri Gunawan, SE, MAP (anggota), Cindy Monica Salsabila Setiawan, SM (anggota), Dr. H. Mardani Ali Sera, M. Eng (anggota) dan para pendamping dari Komisi II DPR RI. (Adpsb/nov/bud)