HEADLINE
Niniak Mamak Dukung Pembangunan Pasar Payakumbuh Asal Tanah Ulayat Nagari Tidak Hilang    
Senin, Agustus 03, 2026

On Senin, Agustus 03, 2026

Niniak Mamak Dukung Pembangunan Pasar Payakumbuh Asal Tanah Ulayat Nagari Tidak Hilang
Saat ia menjadi saksi jelas mengakui bahwa secara historis tanah Pasar Payakumbuh adalah tanah ulayat nagori Koto Nan Ampek dan Nagari Koto Nan Gadang. (Foto Ilustrasi: Novrianto). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Niniak Mamak Nagori Koto Nan Ompek, Kota Payakumbuh, Datuak Simarajo Lelo dan Teddy Datuak Mangkuto Simarajo menyesalkan sikap Kadis PUPR Kota Payakumbuh Muslim yang berbicara di media massa diluar konteks fakta persidangan.

Saat ia menjadi saksi jelas mengakui bahwa secara historis tanah Pasar Payakumbuh adalah tanah ulayat nagori Koto Nan Ampek dan Nagari Koto Nan Gadang.

Dalam sidang yang digelar Senin (13/7/2026) menghadirkan saksi dari tergugat Pemko Payakumbuh, yaitu Kadis PUPR Muslim dan Kadis Koperasi & UMKM Faizal.

Keduanya dalam keterangan dibawah sumpah dan tampak terisak emosional mengakui bahwa tanah Pasar Pusat Payakumbuh adalah tanah ulayat Nagari Koto Nan Ompek dan Koto Nan Godang.

Kadis PU Muslim bahkan mengakui secara terbuka bahwa tanah tempat berdirinya bangunan pasar pusat adalah benar tanah ulayat milik Nagori Koto Nan Ompek, yang kemudian dikukuhkan sesuai dengan Perda Kota Payakumbuh Nomor 13 tahun 2016.

Menurut Datuak Simarajo Lelo, belakangan di media massa, Kadis PUPR Muslim melebarkan bahwa yang ia sampaikan dalam sidang adalah perjuangan Walikota yang begitu beratnya kepada pemerintah pusat dan mengadakan pertemuan berkali-kali telah dilakukan, sampai menyebut dia bukan orang Payakumbuh segala, sehingga ia lalu merasa terharu dan terisak-isak.

"Janganlah kita melebih-lebihkan keterangan demi mengambil muka kepada atasan, itu tidak baik. Wajar-wajar sajalah karena memang tanah Pasar Payakumbuh ini adalah tanah ulayat dan sidang gugatan PTUN ini adalah untuk menguak proses penerbitan Sertifikat Hak Pakai yang penuh dengan pelanggaran," kata Dt. Simarajo Lelo kepada media Minggu (2/8/2026).

Sementara Teddy Datuak Mangkuto Simarajo mengatakan bahwa masyarkat Nagari Koto Nan Ompek dan begitu juga Nagari Koto Nan Gadang tidak pernah menghambat pembangunan, jangan sampai dipelintir oleh pejabat demi mengamankan jabatan atau mengincar jabatan yang lebih tinggi.

"Hanya karena mengincar jabatan atau mempertahankan jabatan, pejabat Pemko jangan sampai memelintir keterangan kepada publik. Masyarakat Nagari tidak ingin tanah ulayat dirampok secara semena mena tanpa mengikuti aturan adat yang berlaku di Nagari. Mari akui hak tanah ulayat nagari, duduk bersama-sama dengan Ninik Mamak di dalam kerapatan," kata Teddy Datuak Mangkuto Simarajo yang didampingi Anas Pitopang.

Menurut Teddy Dt. Mangkuto Simarajo, langkah yang dilakukan Pemko selama ini sudah salah karena hanya melibatkan oknum niniak mamak secara pribadi, bukan kolektif. 

Buktinya, tidak ada pernah terjadi rapat Niniak Mamak di Balai Adat yang menyetujui penyerahan tanah ulayat nagari. 

Hasil kesepakatan yang dilampirkan Pemko dalam memenuhi persyaratan SHP di BPN, berdasarkan hasil keterangan yang disampaikan saksi Niniak Mamak dalam persidangan PTUN patut diduga semua hasil trik administrasi pejabat Pemko yang memanfaatkan keluguan dan ketidaktahuan Niniak Mamak. Buktinya semua hal tersebut disesali oleh para Niniak Mamak dalam sidang dan mereka merasa tertipu.

Pada bagian lain Datuak Simarajo Lelo mengatakan bahwa Anak Nagari Koto Nan Ampek telah sepakat bulat mendukung Pemko membangun pasar yang terbakar jadi modern. 

Tetapi ada syaratnya, terkait kepemilikan tanah ulayat nagari diselesaikan dulu secara adat. Bukan melalui oknum Niniak Mamak, cara-cara yang sembunyi dan menjajakan formulir untuk ditandatangani ke ke rumah rumah Niniak Mamak.

Kemudian kuasa hukum Ninik Mamak dalam gugatan SHP Pasar Payakumbuh di PTUN, Dr. Wendra Yunaldi, SH.,MH., mengatakan bahwa Niniak Mamak kini sudah bersatu dan kompak melawan penerbitan SHP Pasar Payakumbuh yang penuh dengan rekayasa. Karena itu Niniak Mamak bersama anak nagari mendukung penuh gugatan SHP ke PTUN Padang.

"Harapan Niniak Mamak dan anak nagari kepada Pemko Payakumbuh adalah hentikan narasi adu domba seakan-akan Niniak Mamak menolak membangun pasar dan menuduh anak nagari anti pembangunan. Padahal yang terjadi adalah, Pemko merampas tanah ulayat nagari sebagai pusako tinggi yang  sudah ratusan tahun terjaga dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Karena itu mari kita hadapi sidang PTUN ini dengan memberikan keterangan yang benar," kata Dr. Wendra Yunaldi, SH.,MH.

Tanah ulayat dijamin dalam Konstitusi pasal 18 ayat b, dan UUPA nomor 3 tahun 1960 pasal 3. Dalam UUPA telah ditegaskan bahwa Hukum Agraria yang berlaku di atas tanah ulayat adalah hukum adat. Karena itu pengambilan keputusan pengelolaan tanah ulayat adalah melalui keputusan musyawarah adat. (*)

Laporan: Novrianto, SP

Pemprov Sumbar Siap Sukseskan Program Pembelajaran Jarak Jauh untuk Perluas Akses Pendidikan    
Senin, Agustus 03, 2026

On Senin, Agustus 03, 2026

Pemprov Sumbar Siap Sukseskan Program Pembelajaran Jarak Jauh untuk Perluas Akses Pendidikan
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat mengikuti Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Program PJJ Jenjang Pendidikan Menengah Tahun 2026 yang digelar Kemendikdasmen secara virtual, Senin (3/8/2026). (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menyatakan komitmennya untuk menyukseskan Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) jenjang pendidikan menengah yang diluncurkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai upaya memperluas akses pendidikan, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat mengikuti Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Program PJJ Jenjang Pendidikan Menengah Tahun 2026 yang digelar Kemendikdasmen secara virtual, Senin (3/8/2026).

Mahyeldi mengapresiasi peluncuran program PJJ yang dinilainya menjadi solusi strategis untuk memastikan setiap anak memperoleh hak atas pendidikan tanpa terkendala jarak maupun kondisi geografis.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang telah memfasilitasi masyarakat di pelosok agar memperoleh layanan pendidikan yang setara. Program ini menjadi harapan besar agar tidak ada lagi anak-anak yang tertinggal dan tidak mendapatkan hak atas pendidikan,” ujar Mahyeldi.

Sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi program tersebut, Pemprov Sumbar telah menetapkan SMAN 8 Padang sebagai sekolah penyelenggara PJJ karena dinilai memiliki kesiapan sarana dan prasarana. Ke depan, pelaksanaan program akan diperluas melalui koordinasi dengan SMA di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Selain menyiapkan sekolah pelaksana, Pemprov Sumbar juga melakukan sosialisasi secara berjenjang kepada pemerintah daerah, mulai dari lurah di Kota Padang hingga camat, wali nagari, serta pemerintah kabupaten dan kota, agar informasi mengenai PJJ dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Selain itu, Pemprov Sumbar juga menggandeng konten kreator lokal untuk membantu menyebarluaskan informasi mengenai program tersebut melalui berbagai platform digital. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong minat calon peserta didik untuk memanfaatkan layanan PJJ.

Mahyeldi menilai pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan sejalan dengan program unggulan Pemprov Sumbar melalui Nagari Creative Hub yang mendorong penguatan literasi digital hingga ke tingkat nagari. Dengan dukungan infrastruktur komunikasi yang terus dikembangkan, program PJJ diyakini akan memperkuat pemerataan layanan pendidikan di Sumatera Barat.

“Pada prinsipnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyambut baik program ini dan berkomitmen memaksimalkan pelaksanaannya agar dapat menjangkau nagari-nagari dan desa-desa di seluruh Sumatera Barat. Kami optimistis program ini akan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tegasnya.

Pembukaan MPLS PJJ Jenjang Pendidikan Menengah Tahun 2026 turut diikuti Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, serta para pemangku kepentingan pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia. (adpsb/rmz/bud)

Ketua DPRD Padang Muharlion Bersama Wakota Antar Langsung Undangan HJK ke-357 ke Forkopimda Sumbar    
Senin, Agustus 03, 2026

On Senin, Agustus 03, 2026

Ketua DPRD Padang Muharlion Bersama Wakota Antar Langsung Undangan HJK ke-357 ke Forkopimda Sumbar
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, bersama Wali Kota Padang secara langsung mengantarkan undangan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 kepada jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Barat, Jumat (31/7/2026). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, bersama Wali Kota Padang secara langsung mengantarkan undangan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 kepada jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Barat, Jumat (31/7/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus upaya mempererat sinergi antara Pemerintah Kota Padang, DPRD Kota Padang, dan unsur Forkopimda Provinsi Sumatera Barat dalam menyukseskan rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357.

Rombongan menyambangi sejumlah pimpinan Forkopimda untuk menyampaikan undangan secara langsung, sekaligus mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama memeriahkan momentum bersejarah bagi Kota Padang tersebut.

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mengatakan bahwa Hari Jadi Kota Padang bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh elemen daerah dalam membangun kota yang semakin maju dan berdaya saing.

"Momentum Hari Jadi Kota Padang adalah milik seluruh masyarakat. Karena itu, kami sengaja mengantarkan undangan ini secara langsung sebagai bentuk penghormatan kepada Forkopimda yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan mendukung pembangunan Kota Padang," ungkapnya.

Dirinya menambahkan sinergi yang telah terbangun dengan baik ini harus terus dipelihara demi mewujudkan Kota Padang yang semakin maju, aman, nyaman, dan sejahtera.

Ia juga mengungkapkan bahwa puncak peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357 akan dilaksanakan melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang yang menjadi agenda utama perayaan tahun ini.

Menurutnya, DPRD Kota Padang sebagai tuan rumah telah mempersiapkan penyelenggaraan rapat paripurna tersebut secara maksimal agar seluruh tamu undangan dapat merasakan suasana yang hangat, tertib, dan penuh kekeluargaan.

"Sebagai tuan rumah, kami tentu ingin memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh tamu yang hadir. Kami berharap peringatan HJK ke-357 tidak hanya berlangsung sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat semangat kolaborasi untuk kemajuan Kota Padang," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Padang menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh unsur Forkopimda, DPRD, serta masyarakat.

"Hari Jadi Kota Padang merupakan momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam membangun daerah. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat dan Forkopimda untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan inovasi demi mewujudkan Padang sebagai kota yang maju, tangguh, serta mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh warganya," ujar Wali Kota.

Ia berharap rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Padang ke-357 dapat menjadi ajang mempererat persatuan, meningkatkan rasa memiliki terhadap daerah, sekaligus mendorong semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang.

Peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357 tahun ini dijadwalkan diisi dengan berbagai kegiatan, dengan puncak acara berupa Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang yang akan dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, pejabat pemerintah, serta berbagai tamu undangan dari dalam maupun luar daerah. (*) 

Jelang Penerbitan Sukuk Daerah, Pemprov Sumbar Siapkan SDM Pengelola Pembiayaan Daerah Lewat Pelatihan DMU    
Senin, Agustus 03, 2026

On Senin, Agustus 03, 2026

Jelang Penerbitan Sukuk Daerah, Pemprov Sumbar Siapkan SDM Pengelola Pembiayaan Daerah Lewat Pelatihan DMU
Pelatihan yang berlangsung hingga 7 Agustus 2026 itu, merupakan hasil kolaborasi Pemprov Sumbar dengan Asian Development Bank (ADB) dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus berupaya memperkuat kapasitas aparatur dalam mengelola pembiayaan pembangunan daerah. Salah satunya, itu dilakukan melalui pelatihan Debt Management Unit (DMU).

Pelatihan yang berlangsung hingga 7 Agustus 2026 itu, merupakan hasil kolaborasi Pemprov Sumbar dengan Asian Development Bank (ADB) dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Bappeda Sumbar, Senin (3/8/2026).

Gubernur Mahyeldi menegaskan, pembentukan DMU merupakan langkah strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu merancang dan mengelola pembiayaan pembangunan daerah secara profesional, sehingga pembangunan tidak hanya bergantung pada APBD.

“DMU nantinya bertugas menyusun strategi pembiayaan daerah, menganalisis kapasitas fiskal, mengelola risiko, menyiapkan kajian kelayakan proyek, hingga memastikan kesiapan aset yang dapat dibiayai melalui berbagai skema pembiayaan. Karena itu, aparatur yang mengisinya harus memiliki kompetensi yang kuat,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, saat ini kebutuhan pembangunan daerah terus meningkat, baik untuk infrastruktur, pendidikan, kesehatan, penguatan konektivitas, maupun penanganan bencana. Di sisi lain, kemampuan fiskal daerah memiliki keterbatasan sehingga diperlukan inovasi dalam mencari sumber pembiayaan yang tetap mengedepankan tata kelola yang baik dan prinsip kehati-hatian.

“Daerah tidak cukup hanya menjadi pengelola APBD, tetapi juga harus mampu merancang strategi pembiayaan pembangunan secara profesional, inovatif, dan akuntabel. Agar kebutuhan daerah dapat terpenuhi secara proporsional ,” katanya.

Mahyeldi menjelaskan, salah satu alternatif pembiayaan yang tengah dipersiapkan Pemprov Sumbar adalah penerbitan Sukuk Daerah pada 2027. Keberadaan DMU diharapkan menjadi motor utama dalam menyiapkan seluruh proses tersebut, mulai dari perencanaan hingga pengelolaan pembiayaannya.

Selain mendukung penyusunan skema pembiayaan, DMU juga diharapkan mampu membangun kepercayaan pemerintah pusat, regulator, investor, dan masyarakat terhadap kredibilitas pengelolaan keuangan daerah.

Sementara itu, Asisten Deputi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Yuli Sri Wilanti mengatakan pihaknya mengapresiasi komitmen Pemprov Sumbar dalam persiapan pembentukan DMU dan penerbitan Sukuk Daerah.

Ia menjelaskan, selama lima hari pelatihan, peserta akan mendapatkan materi mengenai regulasi pembiayaan daerah, kelembagaan DMU, pemilihan proyek yang layak dibiayai, strategi pengelolaan utang, manajemen risiko, hingga mekanisme penerbitan Sukuk Daerah.

“Harapan kami, SDM yang dibentuk melalui pelatihan ini mampu mengelola pembiayaan daerah secara profesional dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan pembiayaan pembangunan yang inovatif,” ujarnya.

Deputi Country Director Indonesia Resident Mission Asian Development Bank (ADB), Kania Satwika Dipora menegaskan komitmen ADB untuk terus mendukung peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam mengembangkan alternatif pembiayaan pembangunan. Menurutnya, pembentukan DMU akan memperkuat tata kelola pembiayaan daerah agar lebih transparan, kredibel, dan berkelanjutan.

Diketahui, Pelatihan DMU tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian Keuangan, Bappenas, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Asian Development Bank.

Melalui pelatihan ini, Pemprov Sumbar menargetkan terbentuknya tim DMU yang mampu mengelola pembiayaan pembangunan daerah secara profesional sebagai bagian dari persiapan penerbitan Sukuk Daerah pada 2027. (adpsb/rmz/bud)

PJKIP Dukung Pemko Padang untuk Bergabung dalam UNESCO UCCN Kategori City of Gastronomy    
Senin, Agustus 03, 2026

On Senin, Agustus 03, 2026

PJKIP Dukung Pemko Padang untuk Bergabung dalam UNESCO UCCN Kategori City of Gastronomy
Ketua Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Kota Padang, Yuliadi Chandra, mengatakan media memiliki peran penting dalam mendukung langkah Pemerintah Kota Padang. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kota Padang terus mematangkan berbagai persyaratan untuk bergabung dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN) kategori City of Gastronomy. 

Upaya ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengakuan internasional terhadap kekayaan kuliner Minangkabau sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya daerah. 

Saat ini, Pemerintah Kota Padang bersama unsur akademisi, pelaku usaha, komunitas, pemerintah, dan media (ABCGM) tengah menyempurnakan dokumen nominasi (dossier) sebagai syarat utama pengajuan ke UNESCO.

Penyusunan dokumen tersebut dilakukan secara kolaboratif agar mampu menampilkan keunikan gastronomi Kota Padang secara komprehensif.

Ketua Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Kota Padang, Yuliadi Chandra, mengatakan media memiliki peran penting dalam mendukung langkah Pemerintah Kota Padang menuju pengakuan dunia tersebut.

“Pengajuan Kota Padang sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network kategori City of Gastronomy bukan hanya tentang kuliner yang lezat, tetapi juga bagaimana identitas budaya, sejarah, tradisi, serta kearifan lokal masyarakat Minangkabau dapat dikenal dan dihargai di tingkat internasional. Media memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi yang akurat, edukatif, dan membangun optimisme masyarakat terhadap proses ini,” ujar Yuliadi Chandra melalui keterangan tertulis, di Padang, Senin, 3 Agustus 2026.

Menurutnya, keterbukaan informasi publik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

Masyarakat perlu mengetahui setiap tahapan yang dilakukan pemerintah sehingga dapat ikut berpartisipasi dan memberikan dukungan nyata.

“Keterbukaan informasi akan memperkuat kepercayaan publik. Ketika masyarakat memahami proses yang sedang berlangsung, mereka akan merasa memiliki dan ikut menjaga warisan kuliner serta budaya yang menjadi kekuatan utama Kota Padang,” ujar Chandra yang merupakan salah seorang putra terbaik asal Kabupaten Pesisir Selatan ini. 

Yuliadi Chandra juga menilai status City of Gastronomy akan memberikan dampak luas bagi perkembangan ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku UMKM kuliner, industri kreatif, hingga sektor pariwisata.

“Jika Kota Padang berhasil masuk dalam jaringan kota kreatif UNESCO, maka peluang promosi kuliner Minangkabau akan semakin terbuka di tingkat global. Dampaknya bukan hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkuat daya saing produk lokal, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Chandra yang hobby diskusi ini. 

Ia berharap seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, hingga media dapat terus bersinergi agar proses pengajuan berjalan lancar.

“Kita harus menjadikan momentum ini sebagai gerakan bersama. Kota Padang memiliki kekayaan kuliner yang telah mendunia. Kini saatnya kita membuktikan bahwa kekayaan tersebut juga memenuhi standar kota gastronomi dunia melalui adaptasi, inovasi, dan komitmen seluruh pihak,” tutup Yuliadi Chandra yang juga Health & Fitness Coach (*)

Satresnarkoba Polres Solok Tangkap Empat Orang, Mahasiswa Hingga Petani Terlibat Sabu    
Senin, Agustus 03, 2026

On Senin, Agustus 03, 2026

Satresnarkoba Polres Solok Tangkap Empat Orang, Mahasiswa Hingga Petani Terlibat Sabu
Dalam penggeledahan yang disaksikan saksi masyarakat, petugas menemukan barang bukti lengkap yang tersebar di sejumlah titik. (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Solok kembali membuktikan keberaniannya memberantas peredaran barang haram.

Berdasarkan informasi masyarakat, tim bergerak cepat dan berhasil mengamankan empat orang laki-laki dewasa yang diduga terlibat penyalahgunaan dan peredaran narkotika golongan I jenis sabu. Penangkapan dilakukan dini hari, Senin (3/8/2026) sekira pukul 00.15 WIB di sebuah rumah di Jorong Simpang, Nagari Selayo Tanang Bukik Soleh, Kecamatan Lembang Jaya.

Keempat orang yang diamankan memiliki latar belakang beragam, mulai dari pelajar/mahasiswa, wiraswasta, hingga petani pekebun. 

Mereka adalah A M dipanggil Rifal (22), YJ dipanggil Jeri (33), EG dipanggil Eka (28), dan A P dipanggil Ade (28).

Dalam penggeledahan yang disaksikan saksi masyarakat, petugas menemukan barang bukti lengkap yang tersebar di sejumlah titik. 

Di atas tempat tidur kamar Rifal ditemukan empat paket sabu, dua timbangan digital, serta uang tunai sebesar Rp900.000. Satu paket lagi disimpan di dalam kotak besi merek Pagoda yang ada di saku celana Rifal.

Tak hanya itu, petugas juga menyita dua alat hisap sabu (bong), dua kaca pirek, dua bungkus plastik klip, pipet sedotan, serta satu unit ponsel merek Infinix warna perak yang disimpan di saku celana Ade Putra.

Saat diperiksa, keempat tersangka mengakui seluruh barang bukti itu milik mereka dan mengaku tidak memiliki izin sah dari pihak berwenang untuk menyimpan maupun menguasai narkotika tersebut.

Kasus ini dipimpin langsung oleh Kapolres Solok AKBP Rini Angraini, S.S., S.I.K., melalui Kasatresnarkoba AKP Repaldi.

Keempat orang tersebut kini disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto aturan penyesuaian pidana, serta Pasal 609 ayat (1) huruf a KUHP terbaru.

Kapolres menegaskan komitmen pihaknya untuk terus menyisir dan memberantas narkotika hingga ke pelosok desa. 

"Kami mengajak masyarakat tidak ragu melaporkan setiap informasi yang diketahui. Keamanan dan kenyamanan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama," ujarnya.

Saat ini keempat orang tersebut beserta seluruh barang bukti telah dibawa ke Markas Polres Solok untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.(80)

Wako Fadly Amran Tutup YCR Seri II Tahun 2026 yang berlangsung di NP Lanud Sutan Sjahrir Padang    
Senin, Agustus 03, 2026

On Senin, Agustus 03, 2026

Wako Fadly Amran Tutup YCR Seri II Tahun 2026 yang berlangsung di NP Lanud Sutan Sjahrir Padang
Wali Kota Padang, Fadly Amran, resmi menutup Yamaha Cup Race (YCR) Seri II Tahun 2026 yang berlangsung di Sirkuit Non Permanen (NP) Lanud Sutan Sjahrir Padang, Minggu (2/8/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang, Fadly Amran, resmi menutup Yamaha Cup Race (YCR) Seri II Tahun 2026 yang berlangsung di Sirkuit Non Permanen (NP) Lanud Sutan Sjahrir Padang, Minggu (2/8/2026).

Ajang balap legendaris yang berlangsung selama 1-2 Agustus 2026 itu diikuti sebanyak 542 starter dan menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.

Dalam sambutannya, Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Yamaha Cup Race seri kedua tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Padang akan selalu mendukung berbagai kegiatan positif yang memberi ruang penyaluran bakat bagi generasi muda.

"Pemko Padang sangat mengapresiasi ajang olahraga bermotor ini yang sejalan dengan Program Padang Balomba, aktivasi dari Program Unggulan (Progul) Padang Juara. Selain menjadi ruang kompetisi dan prestasi, kegiatan ini juga diharapkan dapat mencegah balapan liar dan berbagai bentuk kenakalan remaja," katanya. 

Fadly Amran berharap Yamaha Cup Race mampu meningkatkan minat generasi muda terhadap olahraga otomotif, sekaligus melahirkan pembalap berprestasi yang mengharumkan nama Kota Padang di tingkat nasional maupun internasional.

"Saya sangat mendukung ajang seperti ini sebagai wadah melahirkan pembalap muda berbakat sekaligus memperkenalkan Kota Padang sebagai tuan rumah event olahraga bergengsi," cakapnya. 

Sementara itu, General Manager PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Johanes B.M. Siahaan, mengatakan Yamaha Cup Race Seri II 2026 mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan komunitas balap. Ia menyebut ajang tersebut menjadi momentum kembalinya Yamaha Cup Race di Kota Padang setelah vakum lebih dari satu dekade.

"Yamaha Cup Race Seri II 2026 diikuti sebanyak 231 starter. Sementara itu, kategori Yamaha L300 Matic, Aerox, dan Endurance 1 Jam yang menampilkan ketangguhan Aerox Ultima diikuti lebih dari 311 starter, sehingga total peserta mencapai 542 starter," jelasnya. 

Johanes juga mengapresiasi support dari Wali Kota Padang dan seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan Yamaha Cup Race Seri II 2026, mulai dari dealer Yamaha Tjahaja Baru, para sponsor, IMI, TNI AU, Polri, serta komunitas motor, dan masyarakat Kota Padang yang turut menyukseskan ajang tersebut.

"Semoga event ini menjadi agenda tetap dalam kalender olahraga Kota Padang, serta semakin mengukuhkan posisi Padang sebagai tuan rumah ajang balap bergengsi tingkat nasional," urainya. 

Penutupan Yamaha Cup Race Seri II 2026 ditandai dengan penyerahan trofi kepada para juara kelas Grand Final Expert. Turut hadir pada kesempatan itu Deputy Director Yamaha Jepang, Mr. Sameshima San, Kadisops Lanud Sutan Sjahrir, Letkol Lek Rianto Lismara, serta Manager Motorsport Yamaha, Wahyu Rusmayadi, dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang, Eka Putra Buhari. 

Selain itu juga hadir Wakil Direktur CV Tjahaja Baru, Edo F. Gani, serta perwakilan Yamaha Racing, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Barat (Sumbar) dan IMI Kota Padang. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU