HEADLINE
HWK Sumbar Tebar Kepedulian di Panti Asuhan Al-Falah, Zusneli Zubir Bawa Bantuan Sembako Sekaligus Edukasi Adat Minangkabau    
Minggu, Oktober 18, 2026

On Minggu, Oktober 18, 2026

HWK Sumbar Tebar Kepedulian di Panti Asuhan Al-Falah, Zusneli Zubir Bawa Bantuan Sembako Sekaligus Edukasi Adat Minangkabau
Dipimpin Ketua HWK Sumbar, Dra. Zusneli Zubir, M.Hum., kegiatan bertema “Cinta Tanpa Batas, Kasih Tanpa Syarat – HWK Sumbar Peduli Anak Bangsa” ini menghadirkan bantuan kebutuhan pokok sekaligus edukasi tentang warisan adat Minangkabau. (Fotdok: M. Fadli). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kepedulian terhadap anak-anak panti asuhan tak cukup hanya dengan kata-kata. Himpunan Wanita Karya (HWK) Provinsi Sumatera Barat membuktikannya melalui anjangsana ke Panti Asuhan Al-Falah di Jalan By Pass, Padang, Jumat (16/10/2026). Dipimpin Ketua HWK Sumbar, Dra. Zusneli Zubir, M.Hum., kegiatan bertema “Cinta Tanpa Batas, Kasih Tanpa Syarat – HWK Sumbar Peduli Anak Bangsa” ini menghadirkan bantuan kebutuhan pokok sekaligus edukasi tentang warisan adat Minangkabau.

Bukan sekadar menyerahkan sembako, HWK Sumbar juga membawa pesan penting tentang identitas dan masa depan generasi muda. Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyerahkan bahan makanan dan sejumlah kebutuhan bagi anak-anak panti. Namun, perhatian tidak berhenti pada bantuan materi. Zusneli turut menyampaikan edukasi mengenai sako dan pusako agar para santriwati mengenal nilai-nilai adat yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Minangkabau.

Zusneli menjelaskan, anjangsana ke lembaga sosial merupakan agenda tahunan HWK Sumbar sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Organisasi ini juga rutin membuka Toko Amal setiap bulan Ramadan dan menyalurkan bantuan kepada berbagai lembaga sosial di Sumatera Barat. Konsistensi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga semangat berbagi sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat yang membutuhkan perhatian bersama.

“Hari ini kami datang membawa sembako, bahan makanan, dan beberapa kebutuhan lain untuk anak-anak. Selain itu, kami juga ingin berbagi ilmu tentang sako dan pusako, warisan nenek moyang kita di Minangkabau yang sejalan dengan ajaran agama,” ujar Zusneli di hadapan anak-anak panti dan pengurus yayasan. Pesan tersebut memperlihatkan bahwa kepedulian sosial dapat berjalan beriringan dengan pendidikan budaya dan pembentukan karakter.

Sako dan pusako menjadi materi penting karena keduanya menyimpan nilai sejarah, identitas, dan tanggung jawab dalam adat Minangkabau. Sako merujuk pada warisan nonmaterial, seperti gelar pusaka kaum, sedangkan pusako mencakup harta warisan kaum, seperti tanah ulayat, sawah, ladang, dan rumah gadang. Dalam sistem adat Minangkabau, pewarisan pusaka mengikuti garis ibu, dengan perempuan memegang peran penting dalam keberlanjutan garis keturunan dan penjagaan harta pusaka kaum.

Edukasi tersebut juga dikaitkan dengan falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Falsafah ini menegaskan hubungan antara adat Minangkabau dan ajaran Islam, dengan syariat berpedoman pada Al-Qur’an. Melalui pengenalan nilai tersebut, HWK Sumbar berharap anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang adat, tetapi juga memahami pentingnya menjaga nilai agama, menghormati keluarga, dan merawat warisan budaya secara bertanggung jawab.

Perempuan juga memiliki posisi penting dalam menjaga keberlangsungan adat Minangkabau. Filosofi bundo kanduang, yang dikenal melalui ungkapan limpapeh rumah nan gadang, menggambarkan peran perempuan dalam keluarga dan kehidupan adat. Bagi para santriwati Madrasah Aliyah Al-Falah, pemahaman ini menjadi bekal untuk mengenali identitas budaya mereka sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dalam menatap masa depan.

Setelah penyampaian materi, pengurus HWK menyerahkan bantuan secara simbolis kepada pengelola Yayasan Syirkah Al-Falah. Rombongan kemudian berbincang dengan para santriwati, memberikan nasihat, serta menyemangati mereka agar terus tekun menempuh pendidikan dan berani merancang masa depan. Kehadiran para pengurus diharapkan menghadirkan dukungan moral sekaligus memperkuat hubungan silaturahmi dengan keluarga besar panti asuhan.

Kegiatan yang berlangsung hangat tersebut dihadiri Ketua HWK Sumbar Zusneli Zubir, Sekretaris HWK Sumbar Dr. (Cand) Rita Novita, M.Hum., serta sejumlah pengurus, termasuk Yeni Zafitri, Marniyeti, S.Pd., Suharti, S.Pd., Yuliswarti, S.Pd., Rina, Basnurida, Yusnidar, Dra. Dian Anggraini, M.Pd., Dra. Witra Dewi, M.Pd., AKBP Nuraida, dan Dra. Zahara Yunus. Melalui kegiatan ini, HWK Sumbar berharap kepedulian sosial terus tumbuh, pendidikan anak-anak semakin kuat, dan warisan budaya Minangkabau tetap dikenal serta dijaga oleh generasi penerus.

Dilaporkan Muhammad Fadhli
Editor: Zamri Yahya, WU

Wawako Suryadi Nurdal Tegaskan Al-Qur’an Harus Jadi Pedoman Hidup, Generasi Muda Solok Diingatkan Bahaya Narkoba dan Tawuran!    
Minggu, Oktober 18, 2026

On Minggu, Oktober 18, 2026

Wawako Suryadi Nurdal Tegaskan Al-Qur’an Harus Jadi Pedoman Hidup, Generasi Muda Solok Diingatkan Bahaya Narkoba dan Tawuran!
Pesan itu disampaikan Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal saat menghadiri Khatam Al-Qur’an di Masjid Al Amien, Kelurahan Tanah Garam, Sabtu (17/10/2026). (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, menegaskan pentingnya menjadikan Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, melainkan pedoman hidup yang membentuk akhlak, perilaku, dan masa depan generasi muda. Pesan itu disampaikannya saat menghadiri Khatam Al-Qur’an di Masjid Al Amien, Kelurahan Tanah Garam, Sabtu (17/10/2026). Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan anak-anak menamatkan bacaan Al-Qur’an harus dilanjutkan dengan kesungguhan mengamalkan ajarannya.

Suryadi Nurdal mengingatkan, khatam Al-Qur’an bukanlah akhir dari perjalanan belajar agama. Justru setelah menamatkan bacaan, anak-anak harus semakin dekat dengan Al-Qur’an, memahami pesan-pesannya, dan menjadikannya pegangan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Menurutnya, generasi Qurani tidak cukup hanya mampu membaca ayat-ayat suci, tetapi juga perlu menunjukkan nilai-nilai Al-Qur’an melalui sikap, perkataan, dan tindakan sehari-hari.

“Jangan berhenti sampai di sini. Teruslah giat belajar, memperdalam ilmu agama, dan mengembangkan kemampuan diri. Pemerintah Kota Solok akan terus mendukung upaya melahirkan generasi Qurani yang berakhlak mulia dan memiliki masa depan yang baik,” ujar Suryadi Nurdal. Pesan Wawako ini menekankan bahwa pendidikan agama dan pengembangan kemampuan diri harus berjalan beriringan agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berkarakter, dan bertanggung jawab.

Al-Qur’an sebagai pedoman hidup juga menjadi bekal penting untuk menghadapi ancaman perilaku negatif di kalangan generasi muda. Suryadi Nurdal mengajak anak-anak memperkuat pemahaman dan pengamalan ajaran agama agar mampu membedakan perilaku yang baik dan buruk. Ia mengingatkan bahaya tawuran, penyalahgunaan narkoba, serta pergaulan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan menjadi fondasi moral dalam menentukan pilihan dan menjalani kehidupan.

“Anak-anak kami, teruslah belajar membaca Al-Qur’an dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Al-Qur’an dapat menjadi pedoman untuk mengarahkan kalian menuju masa depan yang lebih baik,” pesannya. Penekanan tersebut menegaskan bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an harus terlihat dalam perilaku nyata, seperti menghormati orang tua, menjaga pergaulan, menghargai sesama, serta menjauhi tindakan yang merusak masa depan.

Di tengah upaya membangun generasi berakhlak mulia, Suryadi Nurdal juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Solok tetap berusaha melaksanakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kota meskipun menghadapi keterbatasan anggaran. MTQ tingkat Kota Solok direncanakan berlangsung pada pertengahan November 2026. Apabila pelaksanaan MTQ di tingkat kelurahan belum memungkinkan secara penuh, proses seleksi peserta diharapkan tetap dapat dilakukan agar pembinaan dan persiapan peserta tidak terhenti.

“Insyaallah, dengan segala keterbatasan anggaran saat ini, Pemerintah Kota Solok akan tetap berusaha melaksanakan MTQ tingkat kota. Untuk tingkat kelurahan, apabila belum memungkinkan dilaksanakan secara penuh, setidaknya proses seleksi peserta tetap dapat dilakukan,” ungkapnya. Pernyataan Wawako tersebut menunjukkan upaya mempertahankan ruang pembinaan keagamaan di tengah keterbatasan, sekaligus menjaga semangat masyarakat untuk terus mendekatkan generasi muda dengan Al-Qur’an.

Kegiatan Khatam Al-Qur’an di Masjid Al Amien itu diikuti 18 orang anak. Suryadi Nurdal menyampaikan terima kasih kepada panitia pelaksana, pengurus masjid, para orang tua, dan tokoh masyarakat Kelurahan Tanah Garam yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Dukungan keluarga dan lingkungan dinilai penting karena pembentukan karakter anak tidak hanya berlangsung di sekolah atau tempat mengaji, tetapi juga melalui teladan dan kebiasaan di rumah serta masyarakat.

Suryadi Nurdal berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Ia menekankan bahwa membentuk generasi Qurani merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, keluarga, tokoh agama, dan masyarakat. Sinergi itu diperlukan agar anak-anak tidak hanya mencintai Al-Qur’an ketika mengikuti kegiatan keagamaan, tetapi juga membawa nilai-nilainya ke dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan Wawako Solok tersebut menjadi penegasan bahwa Al-Qur’an harus hadir sebagai pedoman hidup, penuntun akhlak, dan pegangan generasi muda dalam menentukan masa depan. Tantangan seperti narkoba, tawuran, dan pergaulan yang merugikan membutuhkan pembinaan berkelanjutan, keteladanan, serta lingkungan yang mendukung. Dengan memperkuat pendidikan agama sejak dini, Kota Solok diharapkan mampu menumbuhkan generasi yang bukan hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan teguh menjalankan nilai-nilai Al-Qur’an. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

PORDI Bikin Gebrakan! 1.000 Peserta dari 10 Provinsi Ramaikan Domino Tournament 2026, Hotel Penuh dan UMKM Ketiban Berkah    
Minggu, Oktober 18, 2026

On Minggu, Oktober 18, 2026

PORDI Bikin Gebrakan! 1.000 Peserta dari 10 Provinsi Ramaikan Domino Tournament 2026, Hotel Penuh dan UMKM Ketiban Berkah
Lebih dari 1.000 peserta memadati Bandung Domino Tournament (BDT) 2026, PORDI Series 5 Babak Kualifikasi Liga Pro, yang digelar Pengurus Besar Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI) pada 17–18 Oktober 2026.  (Fotdok: Husnie). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Semangat “Bandung Lautan Api” terasa membara di D'Botanica Mall, kawasan Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat. Lebih dari 1.000 peserta memadati Bandung Domino Tournament (BDT) 2026, PORDI Series 5 Babak Kualifikasi Liga Pro, yang digelar Pengurus Besar Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI) pada 17–18 Oktober 2026. Turnamen berskala nasional ini bukan sekadar pertarungan strategi di meja domino, tetapi juga menjadi panggung persaudaraan antardaerah dan penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.

Peserta dari 10 provinsi serta seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat turut meramaikan kompetisi tersebut. Skala penyelenggaraan ini memperlihatkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap domino sebagai olahraga yang mengandalkan kecermatan, konsentrasi, strategi, dan sportivitas. Bandung pun menjadi titik pertemuan para penggemar domino dari berbagai daerah untuk berkompetisi sekaligus memperluas jejaring persaudaraan.

Wakil Wali Kota Bandung, H. Erwin, S.E., M.Pd., yang akrab disapa Kang Erwin, secara resmi membuka turnamen tersebut. Pembukaan turut dihadiri Ketua Umum PB PORDI, Dr. H. Andi Jamaro Dulung, M.Si., jajaran Pemerintah Kota Bandung, tokoh masyarakat Jawa Barat, serta pengurus PORDI dari berbagai daerah. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mempertegas pentingnya kolaborasi dalam mengembangkan olahraga domino secara terarah dan berkelanjutan.

Kang Erwin menilai domino di bawah naungan PORDI layak mendapatkan perhatian dan dukungan pengembangan. Menurutnya, penyelenggaraan turnamen selama dua hari tersebut memberikan dampak yang dirasakan sektor usaha, khususnya perhotelan dan UMKM. Ia menyebut hotel-hotel penuh dan pelaku UMKM turut merasakan manfaat dari meningkatnya aktivitas peserta serta pengunjung selama kegiatan berlangsung.

Dampak ekonomi menjadi salah satu sorotan utama Bandung Domino Tournament 2026. Kedatangan peserta dan pendukung dari berbagai wilayah berpotensi menggerakkan transaksi di sektor kuliner, perdagangan, transportasi, penginapan, dan jasa lainnya. Perputaran aktivitas tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperoleh tambahan pelanggan, sekaligus memperlihatkan bagaimana agenda olahraga dapat berkontribusi terhadap geliat ekonomi daerah.

Kang Erwin juga menilai penyelenggaraan turnamen berskala nasional berpotensi mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Meski demikian, besaran kontribusi terhadap PAD memerlukan penghitungan berdasarkan data transaksi dan penerimaan yang benar-benar tercatat. Yang jelas, kegiatan yang mendatangkan banyak pengunjung dapat membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi lokal apabila dikelola dengan baik dan melibatkan pelaku usaha setempat.

Ketua Umum PB PORDI, Dr. H. Andi Jamaro Dulung, menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Daerah PORDI Bandung, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Bandung, serta High Games Island (HGI) sebagai mitra penyelenggara. Ia menilai karakter Bandung yang kaya aktivitas komunitas dan keberagaman masyarakat menjadikannya tempat yang tepat untuk mengembangkan turnamen domino nasional. Ia berharap kompetisi ini memperkuat pembinaan atlet, memperluas partisipasi masyarakat, serta meningkatkan eksistensi domino sebagai olahraga berbasis strategi dan sportivitas.

Manajer Event sekaligus Ketua Litbang PB PORDI, Dr. Wahyu Irfandi, menegaskan bahwa turnamen domino memiliki nilai strategis yang melampaui persaingan untuk meraih kemenangan. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan insan media. Ia juga melihat peluang untuk menyisipkan edukasi publik, mulai dari literasi keuangan hingga pencegahan judi online dan peningkatan kecakapan digital, agar masyarakat semakin bijak menggunakan teknologi.

Melalui Bandung Domino Tournament 2026, PB PORDI mendorong domino berkembang sebagai olahraga yang positif, kompetitif, inklusif, dan menjunjung tinggi sportivitas. Antusiasme lebih dari 1.000 peserta menjadi modal penting untuk memperkuat pembinaan dan memperluas jangkauan kompetisi di berbagai daerah. Dengan dukungan organisasi olahraga, pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, turnamen ini diharapkan tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga mempererat persaudaraan serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi Kota Bandung. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Dua Tahun Prabowo-Gibran, CSIS Ungkap Anomali Kepuasan Publik, Kepercayaan Masyarakat Jadi Tantangan Serius    
Minggu, Oktober 18, 2026

On Minggu, Oktober 18, 2026

Dua Tahun Prabowo-Gibran, CSIS Ungkap Anomali Kepuasan Publik, Kepercayaan Masyarakat Jadi Tantangan Serius
Webinar Universitas Paramadina bertajuk “Refleksi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Evaluasi Komunikasi Pemerintahan”, Sabtu (17/10/2026). (Fotdok: Arief Tito). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran memunculkan catatan serius tentang efektivitas komunikasi publik pemerintah. Bukan sekadar persoalan menyampaikan program dan memamerkan capaian, komunikasi pemerintahan kini dituntut mampu menjawab keresahan masyarakat, membangun kepercayaan, serta memastikan suara rakyat benar-benar sampai kepada pengambil kebijakan. Sorotan tersebut mengemuka dalam webinar Universitas Paramadina bertajuk “Refleksi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Evaluasi Komunikasi Pemerintahan”, Sabtu (17/10/2026).

Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS, Arya Fernandes, menyoroti kecenderungan penurunan kepuasan publik terhadap pemerintah. Ia bahkan menyebut adanya anomali ketika ketidakpuasan terhadap presiden yang sedang menjabat disebut lebih besar daripada kepuasan. Menurut Arya, menurunnya kepercayaan masyarakat dan belum optimalnya komunikasi antara pemerintah dengan publik menjadi persoalan yang perlu mendapatkan perhatian serius.

Arya juga menyoroti dinamika kelembagaan komunikasi pemerintah, termasuk tiga kali pergantian pimpinan Badan Komunikasi RI (Bakom RI) dalam dua tahun serta perubahan nomenklatur. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi catatan penting mengenai perencanaan komunikasi pemerintah. Tantangannya bukan sekadar memperbanyak saluran informasi, melainkan membangun strategi yang konsisten, terarah, dan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Dari sisi pemerintah, Deputi II Bidang Materi dan Diseminasi Bakom RI, Fahd Pahdepie, menegaskan bahwa komunikasi publik harus berjalan dua arah. Pemerintah perlu memastikan pesan Presiden dan program prioritas tersampaikan hingga lapisan masyarakat paling bawah. Pada saat bersamaan, pemerintah juga harus mampu mendengarkan kritik, keluhan, dan aspirasi masyarakat untuk diteruskan kepada Presiden maupun jajaran pemerintahan. Dengan pola tersebut, komunikasi tidak berhenti sebagai penyampaian informasi, tetapi menjadi jembatan antara kebijakan dan kebutuhan rakyat.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina sekaligus pegiat media sosial, Prabunindya Revta Revolusi atau Prabu, menilai perhatian Presiden Prabowo terhadap komunikasi pemerintah sangat besar. Namun, banyaknya lembaga dan perangkat komunikasi belum otomatis menjamin efektivitas penyampaian kebijakan. Ia mengibaratkan instrumen komunikasi pemerintah seperti rumah mewah yang dibangun di atas fondasi rapuh. Menurutnya, penguatan struktur dan koordinasi harus disertai pendekatan empatik, terutama dengan mendengarkan masyarakat sebelum memberikan klarifikasi ketika krisis terjadi.

Sorotan lain datang dari Direktur Eksekutif Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial, Tunggal Pawestri. Ia menekankan bahwa komunikasi pemerintah harus inklusif, memperhatikan keadilan sosial, serta melibatkan kelompok rentan dan masyarakat sipil. Kritik dan masukan publik, menurutnya, bukan ancaman yang harus dihadapi secara defensif, melainkan bagian sah dari proses demokrasi. Pemerintah juga perlu menjelaskan alasan di balik setiap keputusan dan membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut menyampaikan pandangan terhadap kebijakan yang memengaruhi kehidupan mereka.

Pengamat Komunikasi Publik dan Politik sekaligus Dosen Magister Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina, Abdul Malik Gismar, mengingatkan bahwa keberhasilan komunikasi tidak cukup diukur dari kemampuan memengaruhi masyarakat. Persuasi harus tetap terhubung dengan kebenaran dan tanggung jawab sosial. Tanpa landasan tersebut, komunikasi berisiko hanya menjadi alat membangun penerimaan terhadap pesan, tanpa memastikan substansi informasi dan dampaknya bagi kepentingan publik. Karena itu, efektivitas komunikasi pemerintah perlu dinilai dari hasil dan tanggung jawabnya, bukan semata-mata dari seberapa luas pesan tersebar.

Berbagai pandangan kritis tersebut mengemuka dalam webinar yang menjadi bagian dari rangkaian Temu Alumni Magister Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina 2026. Kegiatan ini menghadirkan unsur pemerintah, pakar komunikasi, analis politik, praktisi media, serta perwakilan masyarakat sipil. Ratusan peserta dari kalangan alumni PGSC Universitas Paramadina, jurnalis, mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum turut mengikuti diskusi yang juga dihadiri Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik Junaidi Rachbini, M.Sc., Ph.D.

Evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran tersebut menegaskan satu tantangan utama: komunikasi publik harus mampu menghubungkan kebijakan dengan kepercayaan masyarakat. Pemerintah membutuhkan pesan yang transparan, koordinasi kelembagaan yang konsisten, respons terhadap kritik, serta mekanisme untuk memastikan aspirasi warga benar-benar didengar. Universitas Paramadina berharap diskusi ini menjadi masukan konstruktif bagi perbaikan strategi komunikasi pemerintah agar lebih partisipatif, transparan, dan akuntabel. Sebab, keberhasilan komunikasi pemerintahan pada akhirnya bukan hanya tentang apa yang disampaikan kepada rakyat, melainkan juga tentang bagaimana pemerintah mendengar, menjawab, dan mempertanggungjawabkan kebijakannya kepada publik. (*) 

Laporan: Arief Tito

Ali Muda Gencarkan Perda Kepemudaan di Pasaman, Narkoba dan Kenakalan Remaja Jadi Ancaman Masa Depan Generasi Muda    
Minggu, Oktober 18, 2026

On Minggu, Oktober 18, 2026

Ali Muda Gencarkan Perda Kepemudaan di Pasaman, Narkoba dan Kenakalan Remaja Jadi Ancaman Masa Depan Generasi Muda
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Ali Muda, SH, menggencarkan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2017 tentang Kepemudaan di Kogusda Unit 1 Rao, Nagari Taruang-Taruang, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sabtu (17/10/2026). (Foto: Fotdok: Idris). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Masa depan Indonesia Emas 2045 dipertaruhkan pada kualitas generasi mudanya hari ini. Ancaman kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, dan pergaulan yang merugikan menjadi tantangan yang tidak boleh diabaikan. Menyikapi persoalan tersebut, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Ali Muda, SH, menggencarkan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2017 tentang Kepemudaan di Kogusda Unit 1 Rao, Nagari Taruang-Taruang, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi regulasi, melainkan momentum untuk membangkitkan kesadaran pemuda tentang tanggung jawab besar mereka dalam menentukan arah pembangunan daerah dan bangsa. Ali Muda menegaskan bahwa generasi muda harus mempersiapkan diri sejak sekarang dengan memperkuat pengetahuan, keterampilan, kreativitas, serta karakter agar mampu menghadapi persaingan dan tantangan zaman.

Menurut Ali Muda, mewujudkan Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya dengan optimisme dan slogan. Dibutuhkan generasi muda yang berkualitas, produktif, berintegritas, dan berani mengambil peran nyata di tengah masyarakat. Karena itu, pemuda tidak boleh menyia-nyiakan waktu dan kesempatan, tetapi harus menjadikannya sebagai modal untuk mengembangkan potensi serta membangun masa depan.

Persoalan kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Ali Muda mengingatkan bahwa perilaku negatif dapat menghambat perkembangan diri dan merugikan masa depan generasi muda. Ia menilai, upaya pencegahan membutuhkan kepedulian bersama, mulai dari keluarga, lingkungan masyarakat, hingga pemerintah, agar anak-anak muda mendapatkan ruang tumbuh yang sehat dan produktif.

Ali Muda mendorong pemuda mengalihkan energi dan kreativitas ke kegiatan yang memberikan manfaat nyata. Olahraga, kegiatan sosial kemasyarakatan, kewirausahaan, serta pengembangan keterampilan dapat menjadi pilihan untuk membangun kepercayaan diri sekaligus meningkatkan kemampuan. Dengan keterlibatan aktif dalam kegiatan positif, pemuda diharapkan mampu mengembangkan bakat, memperluas pengalaman, dan memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitarnya.

Dalam sosialisasi itu, Ali Muda menegaskan bahwa pemuda merupakan generasi penerus yang akan menentukan masa depan bangsa. Untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, dibutuhkan anak muda yang memiliki semangat, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk berkontribusi dalam pembangunan. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif generasi muda.

Kegiatan sosialisasi Perda Kepemudaan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat, Ilmi, ST, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasaman, Harisudin, serta Sekretaris Nagari Taruang-Taruang, Rajab. Kehadiran unsur legislatif, pemerintah daerah, dan pemerintahan nagari menunjukkan pentingnya koordinasi lintas pihak dalam mendukung pembinaan pemuda di Kabupaten Pasaman.

Ali Muda berharap sosialisasi Perda Nomor 12 Tahun 2017 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau sekadar penyampaian aturan. Lebih dari itu, pemuda perlu memahami hak, kewajiban, dan tanggung jawabnya dalam kehidupan bermasyarakat. Pemahaman tersebut diharapkan menjadi landasan untuk membangun kemandirian, meningkatkan daya saing, serta memperkuat partisipasi generasi muda dalam berbagai kegiatan pembangunan.

Melalui sosialisasi ini, Ali Muda mengajak pemuda Nagari Taruang-Taruang, Kecamatan Rao, untuk berani mengambil peran sebagai penggerak perubahan positif. Tantangan menuju Indonesia Emas 2045 harus dijawab dengan tindakan nyata, karakter yang kuat, dan kegiatan produktif yang berkelanjutan. Dengan dukungan keluarga, masyarakat, dan pemerintah, generasi muda Pasaman diharapkan tumbuh menjadi sumber daya manusia yang unggul serta mampu membawa kemajuan bagi daerah dan bangsa. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Suryadi Nurdal Tegaskan Dukungan Generasi Qurani, MTQ Kota Solok Diupayakan Tetap Digelar Meski Anggaran Terbatas    
Minggu, Oktober 18, 2026

On Minggu, Oktober 18, 2026

Suryadi Nurdal Tegaskan Dukungan Generasi Qurani, MTQ Kota Solok Diupayakan Tetap Digelar Meski Anggaran Terbatas
Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, menegaskan pentingnya membangun generasi Qurani yang tidak hanya mampu membaca kitab suci. (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pembinaan generasi muda berbasis Al-Qur’an menjadi perhatian Pemerintah Kota Solok. Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, menegaskan pentingnya membangun generasi Qurani yang tidak hanya mampu membaca kitab suci, tetapi juga menjadikan ajarannya sebagai pedoman hidup. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri Khatam Al-Qur’an di Masjid Al Amien, Kelurahan Tanah Garam, Sabtu (17/10/2026).

Di tengah tantangan pergaulan dan perubahan zaman, kegiatan Khatam Al-Qur’an dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter anak sejak dini. Sebanyak 18 anak mengikuti kegiatan tersebut. Momentum ini bukan sekadar penanda selesainya proses belajar membaca Al-Qur’an, melainkan langkah awal untuk memperkuat pemahaman agama, membangun akhlak, dan menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Suryadi Nurdal mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan khatam sebagai akhir perjalanan belajar. Sebaliknya, anak-anak didorong untuk terus memperdalam ilmu agama sekaligus mengembangkan kemampuan diri demi meraih masa depan yang lebih baik. Ia menegaskan, Pemerintah Kota Solok akan terus mendukung upaya melahirkan generasi Qurani yang berakhlak mulia dan memiliki landasan keagamaan yang kuat.

Salah satu pesan penting yang disampaikan Suryadi adalah agar Al-Qur’an tidak berhenti sebatas bacaan, tetapi benar-benar diamalkan. Menurutnya, pemahaman terhadap nilai-nilai Al-Qur’an harus tercermin dalam sikap, perilaku, serta cara generasi muda mengambil keputusan. Dengan begitu, pendidikan agama dapat menjadi bekal menghadapi berbagai tantangan kehidupan, bukan hanya memenuhi tuntutan pembelajaran.

Ia juga mengingatkan pentingnya membentengi anak-anak dari perilaku negatif, seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, dan pergaulan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Penguatan pendidikan agama, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan pendampingan orang tua dan lingkungan yang sehat. Pembinaan karakter tidak cukup dibebankan kepada sekolah atau lembaga keagamaan, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga dan masyarakat.

Di sisi lain, Suryadi menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Solok tetap berupaya menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kota meskipun menghadapi keterbatasan anggaran. Ia menyebut pelaksanaan MTQ tingkat Kota Solok direncanakan berlangsung pada pertengahan November 2026. Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pembinaan dan pengembangan kemampuan generasi muda di bidang Al-Qur’an.

Untuk tingkat kelurahan, ia menjelaskan bahwa apabila kegiatan MTQ belum memungkinkan dilaksanakan secara penuh, proses seleksi peserta setidaknya diharapkan tetap dapat dilakukan. Langkah ini penting agar pembinaan calon peserta tidak terhenti akibat keterbatasan sumber daya. Meski demikian, pelaksanaan kegiatan tersebut tetap bergantung pada kesiapan dan kemampuan yang tersedia.

Suryadi turut menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, pengurus Masjid Al Amien, para orang tua, serta tokoh masyarakat Kelurahan Tanah Garam yang telah mendukung terselenggaranya Khatam Al-Qur’an. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat merupakan modal penting dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Semangat gotong royong tersebut diharapkan terus terpelihara agar kegiatan pembinaan keagamaan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Pemerintah Kota Solok berharap kegiatan Khatam Al-Qur’an dan pembinaan keagamaan lainnya terus berkembang sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, dan berpegang teguh pada nilai-nilai agama. Pesan Suryadi Nurdal menegaskan bahwa membangun generasi Qurani membutuhkan kerja bersama yang konsisten. Dengan dukungan keluarga, masyarakat, pengurus masjid, dan pemerintah, kecintaan terhadap Al-Qur’an diharapkan tidak berhenti pada seremoni khatam, tetapi tumbuh menjadi karakter yang membimbing anak-anak menuju masa depan yang lebih baik. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Dramatis! Payakumbuh Sikat Emas Sepak Bola Porprov XVI Sumbar, Sawahlunto Tumbang 2-1 Lewat Extra Time    
Minggu, Oktober 18, 2026

On Minggu, Oktober 18, 2026

Dramatis! Payakumbuh Sikat Emas Sepak Bola Porprov XVI Sumbar, Sawahlunto Tumbang 2-1 Lewat Extra Time
Bertanding di Stadion Utama Sumatera Barat, Rabu (14/10/2026), skuad berjuluk Kota Randang itu menunjukkan mental juara setelah bangkit dari ketertinggalan dan memastikan kemenangan dramatis. (Fotdok: Hermiko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kota Payakumbuh sukses merebut medali emas cabang sepak bola Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 setelah menaklukkan Kota Sawahlunto dengan skor 2-1 melalui babak perpanjangan waktu. Bertanding di Stadion Utama Sumatera Barat, Rabu (14/10/2026), skuad berjuluk Kota Randang itu menunjukkan mental juara setelah bangkit dari ketertinggalan dan memastikan kemenangan dramatis.

Kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah. Payakumbuh sempat dibuat tertekan ketika Sawahlunto mencuri gol lebih dahulu pada menit ke-32 melalui serangan balik cepat. Kesalahan penguasaan bola di lini tengah membuat pertahanan Payakumbuh harus menghadapi situasi berbahaya, yang kemudian dimanfaatkan lawan untuk unggul 1-0.

Tertinggal lebih dahulu tak membuat pasukan asuhan Zulka Hendra kehilangan arah. Payakumbuh justru meningkatkan intensitas serangan dengan mengandalkan pergerakan lini tengah dan kedua sayap. Berbagai peluang tercipta, tetapi rapatnya pertahanan Sawahlunto dan penampilan apik penjaga gawang lawan membuat Payakumbuh belum mampu menyamakan kedudukan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Payakumbuh tampil lebih agresif. Gol Nabil pada menit ke-64 sempat memberikan harapan, tetapi dianulir wasit karena offside. Keputusan tersebut tak menghentikan tekanan yang terus dilancarkan skuad Kota Randang demi mengejar ketertinggalan.

Perjuangan Payakumbuh akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-73. Berawal dari rangkaian serangan melalui sisi lapangan, bola diarahkan ke area berbahaya di depan gawang Sawahlunto. Agiv yang mendapatkan peluang langsung melepaskan tendangan keras dan merobek jala lawan. Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga waktu normal berakhir, memaksa kedua tim melanjutkan pertandingan ke babak extra time.

Drama semakin memuncak pada perpanjangan waktu. Kedua kesebelasan berjuang di tengah stamina yang terkuras dan tekanan pertandingan final. Momen penentu datang pada menit ke-112 ketika Payakumbuh memperoleh tendangan bebas setelah pemain Sawahlunto melakukan pelanggaran di sisi kanan luar kotak penalti. Lintar, pemain bernomor punggung 19, mengambil eksekusi dan mengirimkan bola ke depan gawang lawan.

Bola tendangan bebas tersebut memicu kemelut setelah penjaga gawang Sawahlunto gagal mengamankan tangkapan dengan sempurna. Nabil yang berada di dekat kiper bergerak cepat menyambar bola liar menggunakan paha hingga masuk ke gawang. Gol itu mengubah skor menjadi 2-1 untuk Payakumbuh sekaligus menjadi penentu kemenangan dalam laga final yang berlangsung penuh ketegangan.

Pelatih Kepala Payakumbuh, Zulka Hendra, mengapresiasi semangat juang para pemainnya yang tidak menyerah meski sempat tertinggal. Ia menilai respons tim setelah kebobolan menjadi faktor penting dalam menjaga peluang hingga akhir pertandingan. Menurutnya, gol Agiv merupakan buah dari tekanan yang terus dibangun, sedangkan gol Nabil memastikan perjuangan panjang tim berakhir dengan medali emas.

Kebanggaan juga disampaikan Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda, yang hadir menyaksikan pertandingan dari tribun VVIP. Mewakili Wali Kota Payakumbuh, ia mengapresiasi mentalitas dan perjuangan para pemain yang mampu bangkit dari ketertinggalan. Setelah pertandingan, Rida turut mengikuti prosesi pengalungan medali kepada para atlet. Hasil ini mengukuhkan Payakumbuh sebagai peraih medali emas sepak bola Porprov XVI Sumbar 2026, sementara Sawahlunto memperoleh perak dan Kabupaten Tanah Datar meraih perunggu.

Kemenangan dramatis ini menjadi catatan penting bagi sepak bola Payakumbuh sekaligus kebanggaan bagi masyarakat Kota Randang. Perjalanan dari tertinggal 0-1 hingga menang 2-1 melalui extra time memperlihatkan bahwa perjuangan hingga peluit akhir dapat menjadi pembeda dalam pertandingan besar. Dengan raihan emas tersebut, skuad asuhan Zulka Hendra menutup persaingan sepak bola Porprov XVI Sumbar 2026 dengan hasil tertinggi. (HM) 

Editor: Zamri Yahya, WU