HEADLINE
Dukung PSN Air Bangis, KSOP Kelas II Teluk Bayur Kebut Pembangunan Fasilitas Darat Pelabuhan Teluk Tapang Pasbar    
Senin, Juni 22, 2026

On Senin, Juni 22, 2026

Dukung PSN Air Bangis,  KSOP Kelas II Teluk Bayur Kebut Pembangunan Fasilitas Darat Pelabuhan Teluk Tapang Pasbar
Pembangunan Fasilitas Darat Pelabuhan Laut Teluk Tapang terus dikebut proses pembangunanya oleh pihak kontraktor pemenang pekerjaan. (Foto: Buyung). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pembangunan Fasilitas Darat Pelabuhan Laut Teluk Tapang terus dikebut proses pembangunanya oleh pihak kontraktor pemenang pekerjaan.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Perhubungan Laut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas  Pelabuhan (KSOP) Kelas II Teluk Bayur.

Site Manager PT.Sumber Bangun Sentosa Valdi didampingi  Yuwono mengatakan, pelaksanaan pembangunan fasilitias darat pelabuhan teluk tapang terus di kebut progres pekerjaannya, untuk keseluruhan sampai saat ini belum kami temui kendala yang menghambat proses pelaksanaan proyek, kami optimis jika kondisi cuaca mendukung sebelum tanggal kontrak berakhir dapat kami selesaikan item - item pekerjaan hingga tuntas.

Faldi merinci untuk pelaksanaan pembangunan fasilitas darat pelabuhan teluk tapang untuk pekerjaan Talud penahan dinding untuk sisi arah laut sepanjang 414 Meter,  sisi arah Darat sepanjang 810 Meter.

Dengan lebar 7,6 Meter dan tinggi 3,8 Meter, Pasangan Batu Semen, Batu Kosong , sebelum di pasang pada bagian bawah talud terlebih dahulu di pasang Geotektile.

Sementara itu, adapun areal yang sudah di nyatakan bebas seluas 12, 15 Hektar kawasan pinjam pakai KLHK Wilayah 1 Medan, sedangkan untuk Areal relakmasi seluas 9,23 Hektar.

Selain item pekerjaan di atas Jalan Lingkung sepanjang 14.200 Meter persegi, dan areal Parkir Lapangan penumpukan Cargo di lakukan cor Beton  Tulang K 300, nanti nya fasilitas tersebut akan ada Pagar Pembatas lahan.

Ia menambahkan , untuk pekerjaan talud ukuran material batu berkisar 20 - 60 Kg, untuk bobot pekerjaan memasuki minggu ke 20 sudah mencapai bobot pekerjaan 29 % dari target 22 % .

Hal ini di buktikan dengan ketersedian material yang sudah ada di lokasi proyek pengecoran beton tulang K 300 saat ini sudah ada yang selesai di kerjakan, sementara untuk penyerapan lapangan tenaga kerja pihaknya memperkerjakan tenaga kerja lokal 30 % 10 - 15 Orang.

"Namun , saat ini kami sudah berkirim surat kepada KSOP Teluk Bayur guna memacu bobot pelaksanaan pekerjaan , kita sudah bersurat agar tumpukan Bijih Besi dapat di lakukan upaya pemindahan maupun pengapalan agar area yang menjadi lokasi proyek segera kita kerjakan proses pembangunannya, " katanya. 

Sementara itu, Pengawas Pelaksana Kegiatan Pembangunan Fasilitas Darat Pelabuhan Teluk Tapang Wilker KSOP Teluk Bayur di Air Bangis Nasaruddin terus berkomunikasi dengan pihak kontraktor pelaksana agar pelaksanaan kegiatan tersebut dapat berjalan maksimal dengan tetap mengutamakan mutu serta kualitas pembangunan. (*) 

Laporan: Buyung

Orientasi Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 akan Gelar    
Senin, Juni 22, 2026

On Senin, Juni 22, 2026

Orientasi Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 akan Gelar
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Biro Humas Kemenaker). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan menggelar Orientasi Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 2 pada 22 Juni 2026 yang sekaligus menandai dimulainya pelaksanaan pelatihan bagi peserta yang telah lolos seleksi.

Pelaksanaan PVN Batch 2 akan berlangsung di 21 Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), 13 Satuan Pelayanan (Satpel), serta Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, mengimbau seluruh peserta yang diny atakan lolos untuk memantau pengumuman resmi terkait jadwal dan instruksi teknis orientasi di balai pelatihan masing-masing.

"Kemnaker menyelenggarakan Program Pelatihan Vokasi Nasional untuk membekali peserta dengan keahlian berbasis kebutuhan industri agar memiliki kompetensi yang relevan, sehingga dapat meningkatkan peluang untuk bekerja maupun mengembangkan kewirausahaan," ujar Darmawansyah melalui Siaran Pers Biro Humas Kemnaker, Minggu (21/6/2026).

Darmawansyah menjelaskan, PVN Batch 2 diprioritaskan bagi lulusan SMA/SMK sederajat dan terbuka bagi masyarakat berusia minimal 17 tahun yang memiliki akun SIAPkerja.

Menurutnya, pelatihan vokasi menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui penguatan keterampilan, produktivitas, disiplin, dan etos kerja.

"Peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga berbagai pembekalan yang diperlukan agar lebih siap menghadapi dunia kerja maupun membangun usaha mandiri, " katanya.

Seluruh rangkaian pelatihan vokasi ini disediakan secara gratis oleh pemerintah. Peserta juga akan mendapatkan berbagai fasilitas pendukung selama mengikuti pelatihan, seperti makan siang, bantuan transportasi, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, sertifikat pelatihan dari BPVP, sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta fasilitas asrama bagi peserta yang memenuhi kriteria.

Darmawansyah berharap peserta mengikuti seluruh tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh agar kompetensi yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk meningkatkan daya saing di dunia profesional.

"Melalui Program Pelatihan Vokasi Nasional ini, Kemnaker berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri dan mampu berkontribusi dalam penguatan kualitas tenaga kerja Indonesia," ujarnya. (*) 

Sumber: Biro Humas Kemnaker

Gubernur Mahyeldi Apresiasi Gerakan Bersama LKAAM, Polda, Pemprov, dan Pemko Padang Jaga Ketahanan Sosial Sumbar    
Senin, Juni 22, 2026

On Senin, Juni 22, 2026

Gubernur Mahyeldi Apresiasi Gerakan Bersama LKAAM, Polda, Pemprov, dan Pemko Padang Jaga Ketahanan Sosial Sumbar
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi terselenggaranya Gerakan Subuh Berjamaah dan Sumbar Bebas dari Narkoba. (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi terselenggaranya Gerakan Subuh Berjamaah dan Sumbar Bebas dari Narkoba yang diinisiasi secara kolaboratif oleh Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, Polda Sumbar, Pemerintah Provinsi Sumbar, dan Pemerintah Kota Padang di Masjid Raya Syekh Khatib Al-Minangkabawi.

Menurut Mahyeldi, kolaborasi tersebut menjadi contoh nyata bagaimana seluruh unsur masyarakat dapat bersatu dalam menjaga nilai-nilai agama, adat, dan budaya yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat Minangkabau.

“Alhamdulillah, kita melihat semangat kebersamaan yang sangat kuat dalam kegiatan ini. Pemerintah, aparat keamanan, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, serta masyarakat hadir dengan tujuan yang sama, yakni menjaga masa depan generasi kita dan memperkuat ketahanan sosial di Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi di Padang, Minggu (21/6/2026).

Ia menilai, berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini memerlukan penanganan secara bersama-sama. Karena itu, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting dalam menjaga daerah tetap aman, harmonis, dan berkarakter.

Mahyeldi juga mengapresiasi peran LKAAM Sumbar yang terus konsisten mengawal nilai-nilai adat Minangkabau di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, sinergi antara lembaga adat, pemerintah, dan aparat penegak hukum merupakan kekuatan besar dalam menjaga jati diri masyarakat Sumbar.

“Kita memiliki falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Nilai-nilai itu harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kebersamaan seluruh unsur masyarakat, Insyaallah berbagai tantangan yang dihadapi dapat kita atasi bersama,” katanya.

Usai pelaksanaan salat subuh berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan aksi damai dari kawasan Masjid Raya Syekh Khatib Al-Minangkabawi menuju Markas Kepolisian Daerah Sumbar. Aksi tersebut diikuti oleh unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan spanduk sebagai bentuk komitmen bersama untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat dan menjaga nilai-nilai yang menjadi identitas masyarakat Minangkabau.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Sumbar, Ketua LKAAM Sumbar, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi, Wali Kota Padang, Wakil Wali Kota Padang, serta sejumlah pimpinan instansi vertikal dan organisasi kemasyarakatan.

Mahyeldi berharap semangat kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan tersebut dapat terus dipelihara dan menjadi gerakan bersama dalam memperkuat persatuan masyarakat serta mendukung terwujudnya Sumatera Barat yang madani, unggul, dan berkeadaban. (adpsb/bud)

Dinas PUPR Kota Padang Turunkan Personel Lapangan Perbaiki Sejumlah Titik Jalan Berlubang dan Alami Kerusakan, Ini Kata Malvi Hendri    
Senin, Juni 22, 2026

On Senin, Juni 22, 2026

Dinas PUPR Kota Padang Turunkan Personel Lapangan Perbaiki Sejumlah Titik Jalan Berlubang dan Alami Kerusakan, Ini Kata Malvi Hendri
Dinas PUPR Kota Padang menurunkan personel lapangan secara responsif untuk memperbaiki titik-titik jalan yang berlubang dan mengalami kerusakan.  (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dinas PUPR Kota Padang menurunkan personel lapangan secara responsif untuk memperbaiki titik-titik jalan yang berlubang dan mengalami kerusakan. 

Kegiatan itu bertempat di 
Kecamatan Padang Selatan, diantaranya Kampung Sebelah, Seberang Padang Utara 1 (Jl. Kampung Sebelah Berok Nipah), Depan Puskesmas Seberang Padang (Jl. Sutan Syahrir) dan Depan Masjid Al-Hakim (Kawasan Pantai Padang).

Langkah taktis ini diambil sebagai upaya jangka pendek yang rutin dilakukan agar mobilitas warga tidak terganggu.

"Hari ini personel di lapangan bergerak serentak melakukan patching di tiga kawasan utama. Langkah ini merupakan komitmen Pemko Padang untuk memastikan kondisi jalan tetap prima, aman, dan layak dilalui oleh masyarakat," kata Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri. 

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dari Pemko Padang dalam memperkuat pelayanan infrastruktur publik.

"Infrastruktur jalan yang baik adalah urat nadi perekonomian dan aktivitas warga. Dinas PUPR akan terus memantau dan bergerak cepat melakukan perbaikan demi keselamatan bersama di jalan raya," ujarnya. 

Setiap titik kerusakan ditelaah dan dikerjakan secara terukur guna memastikan kualitas tambalan aspal lebih tahan lama. Melalui penanganan yang cepat ini, diharapkan potensi kecelakaan lalu lintas dapat ditekan sekecil mungkin. 

"Dalam satu minggu ini kita rutin melakukan patching. Hari Sabtu (20/6/2026) patching jalan dilaksanakan di  Jalan Tamsis dan belakang Pasar Alai. Sebelumnya pada Jumat (19/6/2026 dan Kamis (18/6/2026) di Jalan Jakarta II, Khatib sulaiman samping McDonals, serta di Jalan Anak Air," cakapnya. (Diskominfo).

Bukittinggi Pernah Jadi Penyelamat Republik, Wagub Vasko Usulkan Sumbar Jadi Daerah Istimewa    
Senin, Juni 22, 2026

On Senin, Juni 22, 2026

Bukittinggi Pernah Jadi Penyelamat Republik, Wagub Vasko Usulkan Sumbar Jadi Daerah Istimewa
Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy mengusulkan agar Sumbar ditetapkan sebagai daerah istimewa di Indonesia. (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy mengusulkan agar Sumbar ditetapkan sebagai daerah istimewa di Indonesia. Usulan tersebut disampaikannya langsung kepada Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dalam acara Jam Gadang Cultural Night 2026 yang menjadi puncak sekaligus penutupan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-100 Jam Gadang, yang digelar di kawasan Jam Gadang, Kota Bukittinggi, Sabtu malam (20/6/2026).

Di hadapan Menteri Kebudayaan, keluarga Syafruddin Prawiranegara, keluarga Bung Hatta, serta para tamu undangan, Vasko menegaskan bahwa Sumbar memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah bangsa sehingga layak memperoleh status daerah istimewa.

“Di depan Jam Gadang ini Pak Menteri, jika diperbolehkan, atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami mengusulkan Sumatera Barat menjadi daerah istimewa di Indonesia. Mari sama-sama kita kawal, Pak Menteri,” ujar Vasko.

Menurut Vasko, peran Sumbar dalam mempertahankan eksistensi Republik Indonesia pada masa perjuangan kemerdekaan merupakan fakta sejarah yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan bangsa. Salah satu bukti paling penting adalah posisi Bukittinggi yang pernah menjadi pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) ketika negara menghadapi masa-masa paling krusial.

Ia menilai status daerah istimewa merupakan bentuk penghargaan yang layak atas kontribusi para tokoh dan masyarakat Sumbar dalam menjaga keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kalau kita berbicara sejarah, kontribusi Sumatera Barat terhadap bangsa ini sangat besar. Bukittinggi bahkan pernah menjadi pusat pemerintahan negara pada masa yang sangat menentukan bagi keberlangsungan Republik Indonesia,” katanya.

Vasko juga optimistis gagasan tersebut dapat diwujudkan apabila seluruh tokoh dan elemen masyarakat Sumbar, baik di daerah maupun di tingkat nasional, memiliki komitmen yang sama untuk memperjuangkan dan mengawalnya.

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon menyatakan dukungannya. Namun, ia menegaskan bahwa gagasan tersebut harus diperjuangkan secara serius melalui kajian dan proses yang matang.

Menurut Fadli, Sumbar memiliki landasan historis yang sangat kuat untuk memperoleh status daerah istimewa. Ia menilai tidak banyak daerah di Indonesia yang memiliki rekam jejak sejarah seperti Bukittinggi yang pernah menjadi pusat pemerintahan negara pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

“Saya mendukung, tetapi harus serius. Menurut saya sangat pantas. Daerah yang pernah menjadi ibu kota negara tidak banyak. Selain Jakarta dan Yogyakarta, ada Bukittinggi,” ujar Fadli.

Fadli menjelaskan bahwa keberadaan PDRI di Bukittinggi merupakan salah satu titik penentu dalam sejarah Indonesia. Saat itu, pemerintahan darurat yang dipimpin Syafruddin Prawiranegara berhasil menjaga eksistensi Republik Indonesia di tengah Agresi Militer Belanda.

“Bukittinggi menjadi ibu kota pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia. Itu masa yang sangat krusial dan sangat menentukan. Kalau tidak ada PDRI, tidak mungkin akan ada NKRI,” tegasnya.

Kegiatan Jam Gadang Cultural Night 2026 menjadi momentum penutup peringatan satu abad Jam Gadang sekaligus ruang refleksi atas perjalanan sejarah Bukittinggi dan Sumbar dalam perjuangan bangsa. Selain menampilkan pertunjukan seni dan budaya, kegiatan tersebut juga mengangkat kembali nilai-nilai sejarah yang menjadikan Bukittinggi sebagai salah satu kota paling penting dalam perjalanan Republik Indonesia.

Dukungan Menteri Kebudayaan terhadap usulan tersebut menambah optimisme berbagai pihak bahwa pengakuan terhadap peran historis Sumbar dapat terus diperjuangkan sebagai bentuk penghormatan atas jasa daerah tersebut dalam menjaga keberlangsungan Republik Indonesia. (adpsb/bud)

Kalaksa BPBD Kota Padang Imbau Masyarakat Waspadai Gelombang Air Laut Cukup Tinggi    
Senin, Juni 22, 2026

On Senin, Juni 22, 2026

Kalaksa BPBD Kota Padang Imbau Masyarakat Waspadai Gelombang Air Laut Cukup Tinggi
Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai gelombang air laut cukup tinggi akan terjadi di sejumlah perairan. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- BMKG Maritim Teluk Bayur menerbitkan peringatan dini bagi masyarakat. Selama empat hari ke depan, 21-24 Juni 2026, gelombang air laut cukup tinggi akan terjadi di sejumlah perairan.

Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai kondisi demikian. Nelayan diminta untuk tidak melaut pada saat gelombang tinggi, Minggu, 21 Juni 2026 di Padang. 

"Kami mengimbau kepada nelayan untuk tidak melaut ketika gelombang tinggi," katanya. 

Berdasarkan peringatan dini BMKG Maritim Teluk Bayur, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan. Seperti di perairan Kota Padang hingga Padang Pariaman. Kemudian di perairan Agam hingga Pasaman Barat. Serta di perairan Pesisir Selatan dan Mentawai. 

"Kondisi demikian akan berisiko bagi pemilik perahu dan kapal tongkang," ujarnya. 

Angin kencang di Kota Padang terjadi sejak Minggu siang. Angin kencang bergerak dari Barat menuju Utara. Kecepatan angin yakni 4-22 Knot. 

"Saat ini tim masih berada di lokasi kejadian untuk mengevakuasi," katanya lagi. 

Hujan deras disertai angin kencang sejak Minggu siang hingga malam hari membuat beberapa pohon tumbang. Pohon tumbang terjadi di Kecamatan Padang Selatan serta di Sungai Pisang. 

Selain itu, terjadi longsor di Kelok Jariang, Kekuragan Teluk Kabung Tengah, Kecamatan Bungkus Teluk Kabung. Longsor ini membuat jalan yang menghubungkan Padang - Pesisir Selatan tertimbun material.

"Tim sudah menuju lokasi longsor untuk evakuasi, pengendara yang ingin menuju Pesisir Selatan untuk menahan diri dulu hingga longsor dapat kita atasi," cakapnya. (Diskominfo)

Wako Pariaman Tutup Gowes Amal Fun & Adventure KOSSPA    
Minggu, Juni 21, 2026

On Minggu, Juni 21, 2026

Yota Balad, mengapresiasi penuh kegiatan ini.
Dukungan terhadap kegiatan ini tidak hanya datang dari dalam wilayah Sumatra Barat tetapi juga dari provinsi lainnya dalam Pulau Sumatera. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wali Kota Pariaman tutup dan serahkan doorprice hadiah "Gowes Amal Fun & Adventure" yang digagas Komunitas Sepeda Sehat Pariaman (KOSSPA) di lapangan STIT Syekh Burhanuddin, Desa Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah, Minggu (21/6/2026) sore.

Dukungan terhadap kegiatan ini tidak hanya datang dari dalam wilayah Sumatra Barat tetapi juga dari provinsi lainnya dalam Pulau Sumatera.

Yota Balad, mengapresiasi penuh kegiatan ini. 

Disamping  membuat badan kita lebih sehat namun juga dapat menikmati spot-spot kawasan wisata yang ada di Kota Pariaman, dan menjadi nilai ibadah karena setiap insert pendaftaran disumbangkan untuk pembangunan Masjid Raya Kampung baru.

“ Untuk ke depan, kita akan masukan kegiatan Gowes ini dalam agenda rutin tahunan,

karena dengan ribuan peserta yang mengikuti kegiatan ini mampu menjadi upaya promosi wisata Kota Pariaman dalam program Pariaman Sport Tourism, dan 

berdampak bagus bagi pertumbuhan ekonomi Kota Pariaman yang dibuktikan dengan banyaknya UMKM yang ikut berjualan dalam kegiatan ini,” jelas Yota. (R/at)

Bank Nagari Perkuat Sinergi dengan IKM Melalui Penandatanganan PKS Pengelolaan Keuangan dan Layanan Perbankan    
Minggu, Juni 21, 2026

On Minggu, Juni 21, 2026

Bank Nagari Perkuat Sinergi dengan IKM Melalui Penandatanganan PKS Pengelolaan Keuangan dan Layanan Perbankan
Penandatanganan PKS tersebut dilaksanakan bertepatan dengan Pengukuhan Pengurus IKM Provinsi Riau yang berlangsung meriah di Pekanbaru pada Sabtu (20/6). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Bank Nagari Cabang Pekanbaru kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat Minang di perantauan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Ikatan Keluarga Minang (IKM) dan UMKM binaan IKM terkait pengelolaan keuangan dan layanan perbankan.

Penandatanganan PKS tersebut dilaksanakan bertepatan dengan Pengukuhan Pengurus IKM Provinsi Riau yang berlangsung meriah di Pekanbaru pada Sabtu (20/6). 

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Andre Rosiade selaku Ketua Umum IKM, yang sekaligus memberikan arahan mengenai pentingnya memperkuat kolaborasi antarperantau Minang dalam membangun ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

PKS antara Bank Nagari Cabang Pekanbaru dengan IKM dan UMKM binaan IKM ditandatangani sebagai langkah strategis dalam memperluas akses layanan perbankan bagi organisasi dan pelaku usaha, mulai dari pengelolaan rekening, transaksi keuangan, pembayaran digital, hingga dukungan pembiayaan bagi UMKM yang memiliki potensi untuk berkembang.

Prosesi penandatanganan tersebut turut disaksikan oleh Direktur Keuangan Bank Nagari, Bapak Roni Edrian, sebagai bentuk dukungan penuh manajemen Bank Nagari terhadap penguatan sinergi dengan organisasi perantau Minang di Provinsi Riau.

Selain dihadiri Ketua Umum IKM, acara pengukuhan juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Wali Kota Pekanbaru, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Sekretaris Jenderal IKM Pusat, Wakil Bupati Pesisir Selatan, Bupati Lima Puluh Kota, serta berbagai tokoh masyarakat, pengurus IKM, pelaku UMKM, dan undangan dari berbagai daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bank Nagari menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis masyarakat Minang, khususnya dalam mendukung pertumbuhan sektor UMKM melalui layanan keuangan yang inovatif, mudah diakses, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi.

Melalui kerja sama ini, diharapkan tercipta ekosistem ekonomi yang lebih kuat di lingkungan IKM, sehingga organisasi dan UMKM binaannya dapat mengelola keuangan secara lebih profesional serta memperoleh akses yang lebih luas terhadap berbagai produk dan layanan perbankan Bank Nagari.

Sinergi antara Bank Nagari dan IKM diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat inklusi keuangan, mendorong pertumbuhan UMKM, serta mempererat hubungan antara Bank Nagari dengan masyarakat Minang di perantauan sebagai bagian dari upaya bersama membangun ekonomi daerah yang berdaya saing dan berkelanjutan. (*/Emil)

Misteri Kuburan Kosong yang Menggemparkan Sawahlunto Tahun 1927    
Minggu, Juni 21, 2026

On Minggu, Juni 21, 2026

Misteri Kuburan Kosong yang Menggemparkan Sawahlunto Tahun 1927
Sawahlunto bukan hanya menyimpan jejak sejarah pertambangan batubara. (Foto: Ist). 

OLEH
: Marjafri

Sawahlunto bukan hanya menyimpan jejak sejarah pertambangan batubara.

Di balik lorong-lorong tambang yang gelap dan lembap, kota tua di kaki Bukit Barisan itu juga menyimpan kisah-kisah yang diwariskan dari generasi ke generasi—kisah yang lahir dari tetesan keringat, air mata, bahkan darah para pekerja yang mengeruk emas hitam dari perut bumi.

Pada masa kolonial Belanda, ribuan orang didatangkan ke Sawahlunto. Ada pekerja bebas yang mencari penghidupan, buruh kontrak yang terikat perjanjian kerja, hingga Orang Rantai yang menjalani hukuman kerja paksa di tambang Ombilin.

Mereka bekerja di kedalaman bumi yang panas, pengap, minim perlindungan, dan setiap saat berhadapan dengan maut.

Dalam kehidupan yang begitu keras, lahirlah berbagai cerita yang sulit dijelaskan oleh akal sehat.

Orang-orang tua dahulu sering bertutur tentang manusia yang kebal senjata, memiliki ilmu batin, memakai susuk, atau mempunyai tenaga yang melampaui kemampuan manusia biasa.

Bahkan beredar kisah tentang seseorang yang tidak bisa mati atau kembali hidup setelah dikuburkan.

Sulit memastikan kebenaran cerita-cerita itu.

Sebagian hanya menjadi dongeng yang berpindah dari satu mulut ke mulut lainnya tanpa pernah terdokumentasikan.

Namun ada pula yang sempat diabadikan dalam lembaran surat kabar.

Salah satunya terbit pada Rabu, 9 November 1927.

Menariknya, artikel itu tidak langsung membahas kuburan kosong.

Justru pembuka beritanya menyinggung sebuah kisah lain yang ketika itu masih ramai diperbincangkan masyarakat Sawahlunto.

Tentang harimau jadi-jadian.

Surat kabar itu menulis bahwa cerita mengenai harimau jadi-jadian masih belum habis menjadi buah tutur masyarakat. Bahkan kawasan Kubang Sirakuk disebut masih ditakuti untuk dilalui pada malam hari karena dikaitkan dengan cerita tersebut.

Di tengah suasana masyarakat yang masih diselimuti berbagai kepercayaan itulah, sebuah peristiwa lain mendadak menggemparkan kota tambang.

Peristiwa itu terjadi di sekitar kawasan rumah potong hewan Sawahlunto.

Di sana baru saja dimakamkan seorang laki-laki bernama Maroedin, yang disebut berasal dari Petangri.

Tak lama setelah pemakaman, warga sekitar mulai mendengar suara aneh dari arah kuburan.

Suara itu digambarkan menyerupai dengungan kawanan lebah.

Mula-mula hanya terdengar oleh beberapa orang.

Namun rasa penasaran segera mengalahkan rasa takut.

Penduduk berdatangan ke lokasi.

Apa yang mereka lihat justru menimbulkan kegemparan baru.

Tanah makam itu dikabarkan telah berlubang.

Lubangnya disebut lebih besar daripada buah kelapa.

Beberapa warga kemudian mencoba mengintip ke dalam liang kubur.

Mereka mengaku melihat papan penutup makam sudah tampak dari atas, sementara di dalamnya beterbangan banyak lalat.

Suara yang menyerupai dengungan lebah itu diyakini berasal dari dalam liang makam.

Namun ada satu hal yang dianggap sangat janggal.

Menurut cerita yang beredar, dari kuburan tersebut sama sekali tidak tercium bau busuk, padahal makam itu masih tergolong baru.

Kejanggalan itu membuat rumor berkembang semakin liar.

Konon, ketika makam diperiksa, jasad yang telah dimakamkan tidak lagi ditemukan di dalamnya.

Bukan hanya tubuhnya yang disebut hilang.

Kain pembungkus jenazahnya pun dikabarkan lenyap tanpa jejak.

Tidak ada bukti resmi yang menguatkan cerita itu.

Namun kabar tersebut menyebar dengan sangat cepat di tengah masyarakat Sawahlunto.

Lalu muncul cerita yang jauh lebih mengejutkan.

Orang yang telah dimakamkan itu konon telah kembali ke rumah istrinya dengan membawa kain pembungkus jenazahnya.

Cerita tersebut segera menjadi buah bibir di seluruh kota.

Para pekerja tambang membicarakannya di barak.

Pedagang mengulanginya di pasar.

Anak-anak mendengarnya dari orang-orang dewasa.

Sawahlunto yang biasanya sibuk oleh aktivitas tambang mendadak dipenuhi kisah tentang seseorang yang dikabarkan pulang setelah dikuburkan.

Menariknya, surat kabar yang memuat kisah itu tidak serta-merta mempercayainya.

Penulis berita secara tegas menyebut bahwa kabar mengenai seseorang yang kembali ke rumah istrinya besar kemungkinan hanyalah rumor yang berkembang di tengah masyarakat.

Namun mengenai makam yang berlubang dan banyaknya lalat di dalam liang kubur, wartawan mengaku memperoleh informasi dari seseorang yang diyakini melihat langsung kejadian tersebut.

Ketika wartawan berniat datang ke lokasi untuk memastikan keadaan makam, ia mendapat kabar bahwa lubang pada kuburan itu telah ditutup kembali oleh pihak keluarga.

Sesudah itu, kisah tersebut perlahan menghilang dari pemberitaan.

Tidak ada penjelasan lanjutan.

Tidak ada penyelidikan resmi yang menjawab berbagai pertanyaan yang muncul.

Apakah makam itu benar-benar kosong?

Apakah jasad yang dimakamkan memang tidak ditemukan? 

Ataukah semua itu hanyalah rumor yang berkembang di tengah masyarakat yang hidup di bawah bayang-bayang kematian, kerja paksa, dan kuatnya pengaruh tahayul?

Sejarah tidak pernah memberikan jawaban yang pasti.

Hampir satu abad telah berlalu sejak berita itu diterbitkan.

Tambang Ombilin kini telah menjadi bagian dari warisan dunia, sementara generasi yang menyaksikan langsung kegemparan tersebut telah lama pergi.

Namun kisah itu tetap menarik untuk dikenang.

Bukan karena ada bukti bahwa orang mati benar-benar bangkit dari kubur.

Melainkan karena cerita tersebut memperlihatkan sisi lain kehidupan Sawahlunto pada masa kolonial: sebuah kota tambang yang keras, tempat manusia hidup berdampingan dengan maut, sehingga rumor sekecil apa pun dapat berkembang menjadi kisah besar yang mengguncang seluruh kota.

Dan di antara lembaran surat kabar tua yang mulai menguning dimakan usia, masih tersisa satu pertanyaan yang hingga kini belum pernah benar-benar terjawab:

Apa yang sebenarnya terjadi di balik liang makam Maroedin pada tahun 1927 ?

catatan. Cover foto rekayasa AI hanya sebagai ilustrasi , bukan foto dan suasana aslinya