HEADLINE
Gubernur Mahyeldi: Terkait Rencana Pembangunan Refinery di Air Bangis, Belum Ada Keputusan Pusat    
Jumat, November 06, 2026

On Jumat, November 06, 2026

Gubernur Mahyeldi: Terkait Rencana Pembangunan Refinery di Air Bangis, Belum Ada Keputusan Pusat
Mahyeldi saat bersilaturahmi dengan pucuk adat dan ninik mamak Air Bangis di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Air Bangis, Kamis (5/11/2026). (Fotdok: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa rencana pembangunan kilang minyak (refinery) di Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat masih menunggu keputusan Pemerintah Pusat. Hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait rencana proyek yang sebelumnya diwacanakan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut.

Hal itu disampaikan Mahyeldi saat bersilaturahmi dengan pucuk adat dan ninik mamak Air Bangis di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Air Bangis, Kamis (5/11/2026). Dalam pertemuan tersebut, sejumlah tokoh adat menanyakan kepastian kelanjutan rencana pembangunan refinery yang menjadi perhatian masyarakat setempat.

“Hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari pusat. Jika seandainya ada perkembangan, tentu nanti akan kami beritahukan dan mendiskusikannya dengan masyarakat untuk langkah selanjutnya,” tegas Mahyeldi.

Dalam pertemuan itu, Gubernur juga menyampaikan perkembangan pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang yang berada di kawasan Air Bangis. Ia menjelaskan, pekerjaan pembangunan lapangan penumpukan oleh Kementerian Perhubungan telah selesai dilaksanakan.

Selanjutnya, pada 2027 direncanakan dilakukan pembangunan kawasan perkantoran pelabuhan serta pembenahan dermaga. Seluruh tahapan tersebut ditargetkan tuntas sehingga Pelabuhan Teluk Tapang dapat mulai beroperasi pada 2028.

Menurut Mahyeldi, keberadaan Pelabuhan Teluk Tapang memiliki posisi strategis dalam memperpendek jalur distribusi barang sekaligus membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pantai barat Pulau Sumatera.

Selama ini, sejumlah komoditas unggulan Pasaman Barat, seperti crude palm oil (CPO) dan bijih besi, untuk keperluan ekspor masih didistribusikan melalui Pelabuhan Belawan di Medan. Dengan beroperasinya Pelabuhan Teluk Tapang, diharapkan jalur distribusi komoditas tersebut menjadi lebih efisien dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Mahyeldi menegaskan, setiap kebijakan dan pelaksanaan pembangunan harus tetap memperhatikan aspirasi serta kepentingan masyarakat setempat. Karena itu, komunikasi dan dialog antara pemerintah dengan pucuk adat, ninik mamak, serta tokoh masyarakat perlu terus dibangun agar setiap rencana pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Seperti diketahui,  rencana pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Air Bangis di Kabupaten Pasaman Barat menyimpan potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Sumbar. Kehadiran kawasan industri petrokimia, kilang minyak, dan pelabuhan terpadu tersebut diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru, khususnya bagi masyarakat Air Bangis dan sekitarnya.

Proyek yang direncanakan mencakup lahan sekitar 30.162 hektare itu memiliki arti strategis bagi pengembangan ekonomi daerah. Jika terealisasi dan berjalan sesuai rencana, kawasan tersebut berpotensi mendatangkan investasi berskala besar sekaligus membuka peluang pengembangan industri hilir di Sumbar.

Salah satu dampak yang diharapkan adalah meningkatnya pertumbuhan perekonomian daerah. Masuknya investasi dalam jumlah besar akan membuka ruang bagi berkembangnya berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari sektor industri, perdagangan, jasa, hingga usaha masyarakat yang berkaitan dengan kegiatan kawasan industri.

Selain itu, pembangunan PSN Air Bangis juga berpotensi mempercepat pembangunan infrastruktur terpadu. Rencana pengembangan pelabuhan dan dukungan infrastruktur energi di kawasan tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas wilayah serta menunjang kelancaran distribusi barang dan hasil industri.

Dampak lainnya adalah terbukanya lapangan pekerjaan baru. Pembangunan kawasan industri petrokimia, kilang minyak, pelabuhan, serta fasilitas pendukung diperkirakan membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar, baik pada tahap konstruksi maupun ketika kawasan mulai beroperasi.

Peluang tersebut diharapkan dapat memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat lokal untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi, sekaligus meningkatkan kesempatan kerja dan kesejahteraan masyarakat Air Bangis.

Dengan cakupan kawasan yang luas dan rencana pengembangan sejumlah sektor strategis, PSN Air Bangis berpotensi menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumbar. Namun, realisasi pembangunan menjadi faktor penting agar potensi investasi, infrastruktur, dan penyerapan tenaga kerja tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi daerah. (adpsb/rmz/bud)

Tembus Tiga Besar Nasional, Wako Zulmaeta Sambut Tim Penilai Kemendagri di Payakumbuh    
Jumat, November 06, 2026

On Jumat, November 06, 2026

Tembus Tiga Besar Nasional, Wako Zulmaeta Sambut Tim Penilai Kemendagri di Payakumbuh
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menyambut langsung kedatangan Tim Penilai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang melakukan verifikasi faktual, Kamis (5/11/2026). (Fotdok: Hermiko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Payakumbuh terus berupaya mengukir prestasi di tingkat nasional. Kali ini, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang (Sapaku), Kecamatan Payakumbuh Selatan, berhasil menembus nominasi tiga besar Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Regional I Sumatera 2026. Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menyambut langsung kedatangan Tim Penilai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang melakukan verifikasi faktual, Kamis (5/11/2026).

Keberhasilan tersebut sekaligus mempertahankan rekor Kota Payakumbuh sebagai wakil Provinsi Sumatera Barat dalam ajang Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional selama empat tahun berturut-turut. Verifikasi lapangan menjadi tahapan penting untuk membuktikan berbagai inovasi dan program unggulan yang telah dijalankan Kelurahan Sapaku.

Dalam kesempatan itu, Zulmaeta mempersilakan tim penilai melihat langsung kondisi di lapangan, termasuk berbagai inovasi unggulan seperti SAPAKU KECE, SAKU TABA, WARBIASA, serta Unit Pengelolaan Sampah Terpadu (UPPO PCI). Program-program tersebut dinilai memberikan dampak nyata terhadap penanganan stunting, penguatan ketahanan pangan, hingga pengendalian inflasi.

"Kami tidak ingin menampilkan apa yang tidak ada. Silakan Bapak dan Ibu bertanya, melihat, dan memeriksa langsung. Kami percaya apa yang dipaparkan Kelurahan Sapaku merupakan hasil kerja nyata yang dapat dibuktikan di lapangan dan dirasakan masyarakat," tegas Zulmaeta.

Menurut Zulmaeta, keberhasilan Kelurahan Sapaku tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor yang melibatkan perangkat daerah, lembaga kemasyarakatan, dunia usaha, serta partisipasi aktif masyarakat. Pemko Payakumbuh juga berkomitmen memperkuat pembinaan kelurahan dan meningkatkan kualitas pelayanan dasar demi mendorong pembangunan yang berdampak langsung bagi warga.

Ketua Tim Penilai Kemendagri, Ayu Firman, menjelaskan bahwa verifikasi faktual dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara dokumen administrasi, presentasi, dan kondisi sebenarnya di tengah masyarakat. Ia menegaskan, tahapan tersebut bukan penilaian ulang, melainkan proses konfirmasi dan validasi terhadap capaian yang telah disampaikan Kelurahan Sapaku.

Ayu juga mengapresiasi berbagai praktik baik yang dikembangkan Kelurahan Sapaku, terutama inovasi pemberdayaan masyarakat, pengelolaan sampah, serta SAKU TABA (Sawah Padang Aua Kuniang Tujuan Wisata Budaya dan Adat). Program tersebut dinilai menarik karena mampu memadukan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dengan upaya menjaga kelestarian budaya lokal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat, Mahdinur, menyoroti keberhasilan kepemimpinan lurah dalam mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi masyarakat. Salah satunya pengolahan limbah rumah tangga yang kini mampu memberikan nilai ekonomi dan menjadi sumber pendapatan warga. Ia berharap Sapaku dapat menjadi contoh bagi kelurahan lain dalam mengembangkan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.

Verifikasi lapangan dijadwalkan berlangsung hingga 9 November 2026, sedangkan pleno penetapan juara Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Regional I Sumatera akan dilaksanakan pada 10 November 2026. Kunjungan tim penilai ditutup dengan prosesi makan bajamba bersama niniak mamak dan masyarakat setempat, yang sekaligus memperlihatkan kuatnya nilai adat dan budaya Minangkabau di Kelurahan Sapaku. (HM) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Pelabuhan Teluk Tapang Ditargetkan Beroperasi 2028, Disiapkan Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru Sumbar    
Jumat, November 06, 2026

On Jumat, November 06, 2026

Pelabuhan Teluk Tapang Ditargetkan Beroperasi 2028, Disiapkan Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru Sumbar
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang terus berjalan secara bertahap. (Fotdok: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menargetkan Pelabuhan Teluk Tapang di Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, mulai beroperasi pada 2028. Kehadiran pelabuhan tersebut diproyeksikan menjadi pintu masuk investasi sekaligus pusat logistik dan pengembangan industri hilirisasi di wilayah pantai barat Sumatera.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang terus berjalan secara bertahap. Salah satu tahapan yang telah diselesaikan adalah pembangunan fasilitas sisi darat atau bidang jalan penampungan dengan nilai anggaran Rp83,75 miliar.

“Alhamdulillah, tahap demi tahap pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang terus diselesaikan. Hari ini kita meninjau pembangunan sisi darat yang telah selesai dilaksanakan dengan nilai Rp83,75 miliar,” kata Mahyeldi saat meninjau kawasan pelabuhan tersebut, Kamis (5/11/2026).

Ia menjelaskan, tahapan pembangunan selanjutnya pada 2027 akan difokuskan pada pembangunan perkantoran dan fasilitas pendukung lainnya melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Termasuk pembangunan jalan sepanjang tujuh kilometer untuk mendukung aksesibilitas kawasan pelabuhan.

Menurut Mahyeldi, Pelabuhan Teluk Tapang memiliki posisi strategis untuk dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis industri hilirisasi. Kawasan ini direncanakan menjadi lokasi pengembangan industri strategis, seperti industri biodiesel berbasis minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

“Sumatera Barat memiliki posisi strategis di pantai barat Sumatera. Pengembangan Teluk Tapang akan menjadi pintu masuk investasi sekaligus pusat logistik dan industri yang mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam daerah,” ujarnya.

Mahyeldi menilai, potensi pengembangan kawasan tersebut sangat besar karena didukung ketersediaan komoditas unggulan daerah, terutama kelapa sawit. Pasaman Barat sendiri merupakan salah satu sentra perkebunan sawit terbesar di Sumbar. Dengan beroperasinya pelabuhan ini, distribusi hasil perkebunan diharapkan lebih efisien dan tidak lagi terlalu bergantung pada pelabuhan di luar wilayah Sumbar, seperti Belawan di Medan.

Selain memperkuat konektivitas logistik antardaerah, Teluk Tapang juga diproyeksikan menjadi simpul distribusi bagi kawasan pantai barat Sumatera, termasuk wilayah Mandailing Natal, Sumatera Utara. Pengembangan kawasan industri hijau di sekitarnya diharapkan dapat menarik investasi, membuka lapangan kerja, serta memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Mudah-mudahan tahun depan pembangunan jalan sepanjang tujuh kilometer, perkantoran, dan fasilitas lainnya juga bisa dilaksanakan, sehingga pada 2028 pelabuhan ini sudah bisa beroperasi,” harap Mahyeldi.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Teluk Bayur, Gamal Sembiring menyatakan dukungannya terhadap target tersebut. Ia menyebutkan, pembangunan perkantoran pelabuhan direncanakan dapat dilaksanakan pada 2027 dengan menggunakan anggaran APBN.

“Sesuai harapan Bapak Gubernur, mudah-mudahan pada 2028 pelabuhan ini sudah bisa beroperasi. Jika memungkinkan, ke depan fasilitas transportasi seperti kapal penumpang juga dapat disediakan,” ungkap Gamal. (adpsb/rmz/bud)

Trisnawati Apresiasi Muhidi, Berharap UMKM Bungus Teluk Kabung Makin Maju    
Jumat, November 06, 2026

On Jumat, November 06, 2026

Trisnawati Apresiasi Muhidi, Berharap UMKM Bungus Teluk Kabung Makin Maju
Trisnawati, mengapresiasi perhatian Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, terhadap pengembangan pelaku usaha di Bungus Teluk Kabung. (Fotdok: Djuna). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Peserta Bimtek Peningkatan Kapasitas Pengusaha dan UMKM Angkatan XIX, Trisnawati, mengapresiasi perhatian Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, terhadap pengembangan pelaku usaha di Bungus Teluk Kabung. Ia berharap kegiatan tersebut mampu menambah pengetahuan, meningkatkan keterampilan, serta mendorong UMKM setempat semakin maju dan berkembang.

Apresiasi itu disampaikannya setelah mengikuti kegiatan yang digelar Muhidi di Aula Kantor Camat Bungus Teluk Kabung, Kamis (5/11/2026). Menurut Trisnawati, pembekalan yang diberikan menjadi kesempatan berharga bagi pelaku UMKM untuk memperluas wawasan, mengenali peluang usaha, dan mendapatkan motivasi dalam mengembangkan bisnis.

“Terima kasih kepada Bapak Muhidi yang telah memberikan perhatian kepada kami melalui kegiatan ini. Kami mendapatkan banyak arahan dan motivasi untuk menuju kesuksesan. Mudah-mudahan ilmu yang diperoleh bisa kami terapkan sehingga UMKM di Bungus Teluk Kabung semakin maju,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan peningkatan kapasitas seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Sebab, pelaku UMKM membutuhkan ruang belajar untuk meningkatkan kemampuan, menghadirkan inovasi, serta menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar. Ia juga berharap usaha yang dirintis masyarakat dapat berkembang, menambah penghasilan keluarga, dan semakin dikenal luas.

Harapan serupa disampaikan Camat Bungus Teluk Kabung, Afridon. Ia mengapresiasi perhatian Muhidi terhadap pengembangan ekonomi masyarakat di wilayahnya. Menurutnya, masyarakat Bungus memiliki beragam mata pencaharian, mulai dari petani, buruh, nelayan hingga pelaku usaha kecil yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kesejahteraan.

Sementara itu, Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, menegaskan bahwa penguatan UMKM merupakan bagian penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan lahirnya pengusaha-pengusaha baru.

“Kalau infrastruktur sekali dibangun, manfaatnya bisa dirasakan bertahun-tahun. Tetapi mencetak entrepreneur membutuhkan waktu dan proses. Kita berharap dari Bungus Teluk Kabung ada yang tumbuh menjadi pengusaha sukses dan nantinya bisa membagikan ilmu kepada masyarakat lainnya,” ujar Muhidi.

Muhidi juga mengingatkan peserta agar tidak menjadikan keterbatasan modal sebagai penghalang untuk memulai usaha. Keberanian, kreativitas, keterampilan, serta kemampuan membaca peluang merupakan modal penting untuk membangun bisnis. Ia mendorong peserta memulai usaha dari potensi yang dimiliki sambil terus meningkatkan pengetahuan.

Ia menjelaskan, pengetahuan dan keterampilan dapat diperoleh melalui berbagai cara, seperti belajar dari orang berpengalaman, mengikuti pendidikan dan pelatihan, serta membiasakan diri membaca untuk memperluas wawasan. Melalui proses tersebut, pelaku UMKM diharapkan semakin siap menghadapi tantangan dan mengembangkan usahanya.

Muhidi berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi pelatihan, tetapi mampu melahirkan pengusaha baru dari Bungus Teluk Kabung. Peserta yang memiliki potensi diharapkan dapat mengikuti program inkubasi agar memperoleh pembinaan lanjutan hingga mampu mengembangkan usaha dan menginspirasi pelaku UMKM lainnya. (*)

Terima Audiensi Bupati Annisa Suci Ramadhani, Mahyeldi Bahas Pembangunan Infrastruktur Dharmasraya    
Jumat, November 06, 2026

On Jumat, November 06, 2026

Terima Audiensi Bupati Annisa Suci Ramadhani, Mahyeldi Bahas Pembangunan Infrastruktur Dharmasraya
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menerima audiensi Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani di Istana Gubernuran Sumbar, Rabu (4/11/2026). (Fotdok: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menerima audiensi Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani di Istana Gubernuran Sumbar, Rabu (4/11/2026). Pertemuan tersebut membahas pembangunan infrastruktur jalan provinsi di Kabupaten Dharmasraya serta penguatan koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam mempercepat pembangunan daerah.

Dalam audiensi tersebut, Annisa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Mahyeldi atas perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terhadap perbaikan infrastruktur jalan di wilayah Dharmasraya.

"Atas nama pemerintah daerah dan mewakili masyarakat Dharmasraya, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur. Masyarakat merasa senang karena jalan yang sebelumnya rusak kini sudah diperbaiki dan manfaatnya sudah dirasakan," ujar Annisa.

Salah satu pekerjaan yang telah diselesaikan adalah rehabilitasi ruas jalan Simpang Koto Baru–Tanjung Simalidu. Proyek yang dilaksanakan Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumbar tersebut dimulai pada 13 Agustus 2026.

Pekerjaan itu didanai melalui tambahan Transfer ke Daerah (TKD) dengan nilai kontrak Rp6.997.457.143. Proyek memiliki masa pelaksanaan 140 hari kalender dan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender.

Annisa mengatakan, perbaikan jalan tersebut sangat berarti bagi masyarakat. Sebab, sebelumnya sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan parah dan berlumpur sehingga menghambat mobilitas serta aktivitas ekonomi warga.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan secara bertahap telah membantu memperlancar akses transportasi masyarakat. Ia berharap perhatian pemerintah provinsi terhadap pembangunan di Dharmasraya dapat terus berlanjut.

Menanggapi hal tersebut, Mahyeldi mengapresiasi koordinasi dan perhatian Bupati Dharmasraya terhadap kebutuhan pembangunan infrastruktur di daerahnya. Ia mengatakan, pembangunan jalan provinsi menjadi salah satu fokus Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada 2027.

"Pada 2027 ini kita sangat konsen terhadap jalan-jalan provinsi. DPRD juga mengusulkan hal yang sama. Karena itu, kita akan terus mendorong penanganan jalan provinsi agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi secara bertahap," kata Mahyeldi.

Ia menjelaskan, penanganan infrastruktur jalan membutuhkan koordinasi yang baik antara pemerintah provinsi, DPRD, dan pemerintah kabupaten. Dengan sinergi tersebut, usulan pembangunan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas masing-masing daerah.

Mahyeldi juga menyebutkan, mulai 2027 terdapat sejumlah ruas jalan yang masuk dalam kewenangan provinsi, termasuk jalur panjang menuju Solok Selatan. Perubahan status dan kewenangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antardaerah.

Mahyeldi berharap komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah kabupaten terus diperkuat sehingga pembangunan jalan dan jembatan di Sumatera Barat dapat berjalan berkesinambungan serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (adpsb/cen)

APBD Solok 2027 Resmi Jadi Perda, Kini Saatnya Buktikan Manfaat untuk Rakyat    
Jumat, November 06, 2026

On Jumat, November 06, 2026

APBD Solok 2027 Resmi Jadi Perda, Kini Saatnya Buktikan Manfaat untuk Rakyat
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Solok yang digelar di Aula Perpustakaan Daerah Kabupaten Solok, Koto Baru, Kamis (5/11/2026). (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Solok Tahun Anggaran 2027 resmi disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Pengesahan ini menjadi langkah penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan dan penggunaan anggaran daerah untuk tahun mendatang.

Keputusan tersebut diambil melalui Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Solok yang digelar di Aula Perpustakaan Daerah Kabupaten Solok, Koto Baru, Kamis (5/11/2026). Rapat dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir, dan dihadiri Bupati Solok, Jon Firman Pandu, unsur pimpinan dan anggota DPRD, Sekretaris Daerah, kepala OPD, serta camat se-Kabupaten Solok.

Sebelum pengesahan, anggota DPRD Kabupaten Solok, Yetti Aswati, menyampaikan laporan hasil pembahasan APBD 2027. Dalam laporan tersebut, ditegaskan bahwa pembahasan anggaran bukan sekadar proses administratif, melainkan bagian penting dari fungsi penganggaran dan pengawasan DPRD untuk memastikan uang rakyat dialokasikan sesuai kebutuhan daerah.

Pembahasan APBD dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah, prioritas pembangunan, serta aspirasi masyarakat. DPRD berharap anggaran yang telah disepakati mampu menjawab kebutuhan warga, menciptakan pemerataan pembangunan, dan memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat Kabupaten Solok.

Setelah melalui pembahasan bersama, Ranperda APBD 2027 akhirnya disepakati untuk ditetapkan menjadi Perda. Persetujuan tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh pihak eksekutif dan legislatif sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjalankan pembangunan daerah.

Dalam pendapat akhirnya, Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota DPRD, khususnya Badan Anggaran, yang telah bekerja intensif bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah selama proses pembahasan berlangsung.

Bupati menegaskan, berbagai masukan dan rekomendasi DPRD akan menjadi bahan penting bagi pemerintah daerah untuk menyempurnakan kebijakan anggaran. Pemerintah daerah, katanya, menerima dan akan menindaklanjuti seluruh rekomendasi sesuai kewenangan serta kemampuan keuangan daerah.

Tak hanya itu, Bupati juga menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar mencermati dan melaksanakan rekomendasi DPRD secara sungguh-sungguh. Setiap program dan kegiatan yang dibiayai APBD harus dijalankan secara efektif, tepat sasaran, dan tidak menyimpang dari prioritas pembangunan yang telah ditetapkan.

Dengan disahkannya APBD 2027, tantangan berikutnya adalah memastikan anggaran tersebut benar-benar diwujudkan melalui pembangunan yang terukur dan berdampak nyata. Masyarakat Kabupaten Solok tentu menantikan agar setiap rupiah uang daerah tidak berhenti sebagai angka dalam dokumen anggaran, tetapi hadir dalam bentuk pelayanan publik yang lebih baik, infrastruktur yang memadai, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Mahyeldi Apresiasi FPTI Sumbar atas Terselenggaranya HICFEST 2026 di Lembah Harau    
Jumat, November 06, 2026

On Jumat, November 06, 2026

Mahyeldi Apresiasi FPTI Sumbar atas Terselenggaranya HICFEST 2026 di Lembah Harau
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyampaikan apresiasi kepada Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sumbar atas terselenggaranya Harau International Climbing Festival (HICFEST) 2026 di kawasan Lembah Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (3/11/2026).  (Fotdok: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyampaikan apresiasi kepada Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sumbar atas terselenggaranya Harau International Climbing Festival (HICFEST) 2026 di kawasan Lembah Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (3/11/2026). Event berskala internasional tersebut dinilai menjadi langkah positif dalam memperkenalkan potensi wisata dan olahraga panjat tebing Sumatera Barat ke tingkat nasional maupun internasional.

Mahyeldi mengatakan, HICFEST merupakan kegiatan strategis yang tidak hanya memberikan ruang bagi atlet dan komunitas panjat tebing, tetapi juga menjadi sarana promosi potensi alam Sumatera Barat, khususnya kawasan Lembah Harau.

"Melalui HICFEST 2026, kita berharap Harau semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Potensi alam yang dimiliki kawasan ini sangat luar biasa dan memiliki banyak pilihan aktivitas wisata, salah satunya panjat tebing," ujar Mahyeldi.

Menurutnya, penyelenggaraan HICFEST merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yang telah mendapat perhatian komunitas panjat tebing. Ia berharap agenda serupa dapat terus ditingkatkan sehingga Harau semakin diperhitungkan sebagai lokasi penyelenggaraan kejuaraan panjat tebing nasional dan internasional.

Mahyeldi menyebutkan, keunggulan Harau terletak pada karakter tebing alamnya yang menantang dan memiliki daya tarik tersendiri. Bahkan, sejumlah tamu mancanegara yang hadir menyampaikan kekaguman terhadap potensi tebing di kawasan tersebut.

"Informasi dari tamu-tamu yang datang, termasuk Steve Long, menyebutkan tebing di Harau memiliki ketinggian yang luar biasa. Ini menjadi potensi besar yang harus kita kembangkan," katanya.

Selain panjat tebing, kawasan Lembah Harau juga memiliki kekayaan wisata alam berupa sekitar 27 air terjun. Potensi tersebut, menurut Mahyeldi, menjadi modal penting untuk mengembangkan Harau sebagai destinasi wisata unggulan yang menggabungkan keindahan alam, olahraga, seni, dan budaya.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan terus mendukung penyelenggaraan berbagai event yang mampu mendatangkan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat.

"Kita sangat mendukung kegiatan yang menghadirkan banyak orang ke Sumatera Barat. Pariwisata menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah, sehingga event olahraga, budaya, seni, dan kegiatan lainnya perlu terus kita dorong," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pengprov FPTI Sumbar Zuhrizul mengatakan, HICFEST dirancang untuk memperkenalkan panjat tebing sebagai bagian dari wisata olahraga yang dapat dinikmati berbagai kalangan, termasuk anak-anak dan keluarga.

"Harapan kita, ke depan banyak anak-anak yang meminta orang tuanya berwisata ke Harau karena ingin mencoba panjat tebing. Jadi, panjat tebing bukan lagi sekadar olahraga ekstrem, tetapi juga menjadi olahraga wisata," ungkap Zuhrizul.

Ia menjelaskan, FPTI Sumbar juga ingin memastikan aktivitas wisata panjat tebing di Harau dapat berlangsung secara berkelanjutan, tidak hanya ketika festival diselenggarakan. Untuk mendukung hal tersebut, pihaknya mendapat dukungan BKSDA berupa pemanfaatan gedung bekas kantor BKSDA yang direncanakan menjadi Harau Climbing Center, sebagai pusat informasi panjat tebing di kawasan tersebut.

HICFEST 2026 dipusatkan di empat lokasi, yakni Tebing Aka Barayun, Tebing Echo, Tebing Pataki, dan Tebing Konoha. Zuhrizul berharap kegiatan tersebut menjadi awal berkembangnya aktivitas wisata panjat tebing sepanjang tahun di Lembah Harau.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan festival, termasuk BKSDA, BPBD, KONI, Eiger, dan Bank Nagari.

Melalui HICFEST 2026, Mahyeldi berharap Lembah Harau semakin dikenal sebagai destinasi wisata olahraga berkelas internasional. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, membuka peluang usaha, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota. (Cen)