HEADLINE
Kisruh Bantuan Bencana di Gunung Sariak Viral di Medsos, Ketua DPRD Kota Padang Bersuara Lantang    
Rabu, Agustus 12, 2026

On Rabu, Agustus 12, 2026

Kisruh Bantuan Bencana di Gunung Sariak Viral di Medsos, Ketua DPRD Kota Padang Bersuara Lantang
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion dengan latar kantor Lurah Gunung Sariak Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Pencairan bantuan tunai bagi warga terdampak bencana di Kelurahan Gunung Sariak jadi perbincaraan publik. (Foto Kolase: By/Edg). 

BENTENGSUMBAR.COM
— Pencairan bantuan tunai bagi warga terdampak bencana di Kelurahan Gunung Sariak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, sempat diwarnai kekisruhan. Peristiwa yang terjadi di Kantor Lurah Gunung Sariak pada Senin malam, 10 Agustus 2026, itu bahkan viral di media sosial dan menjadi perhatian masyarakat.

Hal itu juga mendapat perhatian serius dari Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion. Ia meminta pemerintah tidak terlambat melakukan pendataan warga yang terdampak bencana.

“Jika pendataan terlambat, kejadian seperti di Kelurahan Gunuang Sariak akan terus terjadi,” tegas Muharlion.

Menurutnya, Pemko Padang juga harus menyampaikan secara terbuka kriteria warga yang berhak menerima bantuan bencana.

Penjelasan tersebut, katanya, perlu disampaikan melalui berbagai kanal, baik media massa maupun pamflet dan pengumuman di tingkat kelurahan.

“Hal ini bertujuan agar tidak ada komplain dari warga yang tidak menerima bantuan. Sosialisasi harus dilakukan dari tingkat kelurahan hingga RT/RW. Standarisasi penerima bantuan harus diberikan, kalau perlu ada kajian uji publiknya sehingga tidak ada permasalahan di kemudian hari tentang persoalan data ini,” paparnya.

Muharlion menilai, transparansi kriteria penerima menjadi penting agar masyarakat memahami siapa yang masuk sebagai penerima bantuan dan siapa yang belum memenuhi persyaratan. Dengan demikian, perbedaan data tidak berkembang menjadi persoalan di tengah masyarakat.

Tak hanya soal pendataan, Muharlion juga mendesak Pemko Padang segera memastikan pencairan bantuan tahap kedua bagi warga yang terdampak banjir namun belum menerima bantuan.

“Pemerintah harus mengumumkan kapan bantuan tahap II bagi warga. Jadi warga tidak menunggu kapan pencairan harus diberikan. Pemerintah harus menyegerakan bantuan tahap II ini,” tutupnya. (Edg)

Editor: Zamri Yahya, WU

Dinas Perikanan Padang Perkuat Kapasitas Pelaku Usaha Olahan Ikan di Kawasan Kampung Nelayan Merah Putih    
Rabu, Agustus 12, 2026

On Rabu, Agustus 12, 2026

Dinas Perikanan Padang Perkuat Kapasitas Pelaku Usaha Olahan Ikan di Kawasan Kampung Nelayan Merah Putih
Dinas Perikanan dan Pangan menggelar kegiatan peningkatan kapasitas pelaku usaha kelautan dan perikanan di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih, Padang Sarai, Rabu (12/8/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Perikanan dan Pangan menggelar kegiatan peningkatan kapasitas pelaku usaha kelautan dan perikanan di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih, Padang Sarai, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah hasil perikanan sekaligus menciptakan produk yang memiliki nilai tambah.

Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Danti Arvan, mengatakan kegiatan tersebut menyasar pelaku usaha pada sektor hilir, khususnya Kelompok Pengolah dan Pemasaran (Poklahsar). 

Menurutnya, pengolahan hasil perikanan menjadi penting karena dapat mengubah bahan baku ikan menjadi beragam produk yang lebih menarik bagi konsumen.

"Hari ini kita melaksanakan bimtek untuk kelompok nelayan yang dari sisi teknisnya adalah sisi hilir, yaitu kelompok pengolah dan pemasaran. Kita harapkan bahan baku berbasis ikan dapat dikonversi menjadi banyak varian," katanya. 

Ia menyebut, pengembangan produk olahan ikan juga sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan dan kampanye gemar makan ikan. 

Selain memiliki beragam pilihan olahan, konsumsi ikan dinilai penting untuk mendukung pola makan sehat, khususnya bagi tumbuh kembang anak.

Penguatan sektor hilir tersebut juga dinilai relevan dengan cita-cita Kota Padang menuju Gastronomy City. 

Sebagai kota pesisir, Padang memiliki potensi bahan baku perikanan yang dapat dikembangkan menjadi produk kuliner unggulan, sehingga tidak hanya mengandalkan kuliner yang telah dikenal luas.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi terkait pengolahan makanan, tetapi juga aspek higienitas, sanitasi, serta cita rasa. 

Pengolahan ikan diarahkan agar menghasilkan produk yang lebih beragam, mulai dari makanan yang selama ini umum dikonsumsi hingga olahan dengan teknik dan penyajian yang lebih modern.

Danti menjelaskan, program peningkatan kapasitas tersebut merupakan bagian dari rencana kegiatan Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang sepanjang 2026. 

"Sebagai kota pesisir, kita tentu tidak akan mengabaikan potensi bahan berbasis ikan untuk menjadikan kota kita, di samping rendang yang telah dikenal, juga bisa menawarkan hal lain yang berbasis ikan," ucapnya. 

Pada kesempatan kali ini, pelatihan dilaksanakan dalam tiga angkatan dan dijadwalkan berlangsung hingga Jumat.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Nyon Elvis, mengatakan pemilihan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai lokasi kegiatan sekaligus menjadi bagian dari upaya mengoperasionalkan kawasan yang telah selesai dibangun tersebut.

Menurut Nyon Elvis, keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih di Padang Sarai merupakan bagian dari program strategis nasional pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. 

Kota Padang menjadi salah satu daerah penerima program tersebut pada 2025, bersama 64 lokasi lainnya di Indonesia.

Karena pembangunan kawasan telah rampung, tantangan berikutnya adalah memastikan berbagai fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan dan aktivitas ekonomi masyarakat mulai berjalan. 

"Tujuannya untuk peningkatan kapasitas pelaku usaha perikanan. Pelaku usaha perikanan itu terdiri dari KUB atau nelayan, kelompok pengolah dan pemasar, serta Pokdakan atau kelompok pembudidaya ikan," jelasnya. 

Salah satunya dengan mendorong pedagang dan pelaku usaha di sekitar kawasan untuk memanfaatkan los ikan dan sentra kuliner yang telah disediakan.

Kegiatan peningkatan kapasitas itu diikuti 50 peserta. Selain memberikan keterampilan kepada pelaku usaha, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih.

"PR kita sekarang bagaimana Kampung Nelayan kita ini operasional. Kita juga mengupayakan sentra kuliner yang sudah dibangun untuk dioperasionalkan, sehingga pedagang yang menjual masakan berbahan baku ikan dapat berjualan di sini," terangnya. 

Nyon Elvis menegaskan, tujuan akhir dari pengembangan kawasan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha perikanan adalah meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat yang menggantungkan penghidupannya pada sektor tersebut.

Dengan penguatan kapasitas dari hulu hingga hilir, Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan tidak sekadar menjadi kawasan permukiman dan fasilitas perikanan, tetapi juga tumbuh sebagai pusat aktivitas ekonomi berbasis perikanan. 

Produk olahan ikan yang semakin beragam dan bernilai tambah diharapkan mampu membuka peluang usaha sekaligus memperkuat posisi Padang sebagai kota pesisir yang kaya potensi kuliner berbasis hasil laut.

"Tujuan akhirnya untuk kesejahteraan nelayan. Dengan adanya Kampung Nelayan ini, fasilitas yang lengkap dan dibekali dengan sumber daya manusia, kita berharap pengetahuan nelayan bertambah sehingga mereka mampu mandiri dan berinovasi," tutupnya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Wako Pariaman Lepas Kontingen Pramuka ke Bumi Perkemahan Cibubur    
Rabu, Agustus 12, 2026

On Rabu, Agustus 12, 2026

Wako Pariaman Lepas Kontingen Pramuka ke Bumi Perkemahan Cibubur
Wali Kota Pariaman Yota Balad melepas Kontingen Pramuka Penggalang Kwarcab 16 Pramuka Kota Pariaman, ke Bumi Perkemahan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Pariaman Yota Balad sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) 16 Gerakan Pramuka Kota Pariaman didampingi Ketua Kwartir Cabang (Kakwarcab) 16 Gerakan Pramuka Kota Pariaman yang juga Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, melepas Kontingen Pramuka Penggalang Kwarcab 16 Pramuka Kota Pariaman, ke Bumi Perkemahan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur.

Mereka akan mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII pada tanggal 13–20 Agustus 2026 mendatang. 

Pelepasan Selasa (11/8/2026) di Balairung Wali Kota Pariaman.

Kontingen Pramuka Kota Pariaman menggunakan jalur darat dengan memakai bus Al Hijrah untuk membawa rombongan Pramuka asal Kota Tabuik ini. 

Berangkat dari Kota Pariaman ke Cibubur, Jakarta Timur, yang juga dilepas oleh para orangtua dan keluarga peserta Jamnas.

"Jaga nama daerah, jaga kesehatan dan jaga sikap selama mengikuti kegiatan Jamnas, dan ikuti seluruh kegiatan dengan baik, agar pengalaman yang didapat, dapat dibagikan nanti kepada rekan-rekan Pramuka mereka, ketika kembali ke Kota Pariaman. 

Kepada Pembina Pendamping, untuk dapat mengawasi dan menjaga seluruh peserta kontingen, agar dapat mengikuti Jambore Nasional ini dengan baik dan lancar," ujar Yota Balad di Balairung rumah dinas Wali Kota Pariaman saat pelepasan. (R/at)

Matangkan Silungkang Fashion Day, Panitia Siapkan Side Event SISSCa 2026    
Rabu, Agustus 12, 2026

On Rabu, Agustus 12, 2026

Matangkan Silungkang Fashion Day, Panitia Siapkan Side Event SISSCa 2026
Rapat digelar di Ruang Rapat Rumah Dinas Wali Kota Sawahlunto dan dihadiri Ketua TP-PKK Kota Sawahlunto, Ny. Yori Riyanda, dan lain-lain. (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
— Pemerintah Kota Sawahlunto mematangkan persiapan pelaksanaan Silungkang Fashion Day, salah satu side event dalam rangkaian Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) 2026.

Rapat teknis kegiatan tersebut digelar di Ruang Rapat Rumah Dinas Wali Kota Sawahlunto dan dihadiri Ketua TP-PKK Kota Sawahlunto, Ny. Yori Riyanda, Kepala Bidang Warisan Budaya dan Permuseuman Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto, Gusnelly, S.STP., M.Si., Kepala Bidang Pemasaran dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Sawahlunto, Prima Yogi Murphi, S.Pd., M.M., beserta jajaran terkait.

Pembahasan rapat difokuskan pada pematangan konsep dan teknis pelaksanaan Silungkang Fashion Day agar dapat menjadi bagian yang menarik dalam rangkaian SISSCa 2026.

Dalam rapat tersebut, Ny. Yori Riyanda yang juga Ketua TP-PKK Kota Sawahlunto memberikan sejumlah arahan dan masukan terkait pelaksanaan kegiatan.

Penguatan kolaborasi antarpihak menjadi salah satu perhatian dalam mempersiapkan kegiatan yang mengangkat potensi Songket Silungkang tersebut.

Silungkang Fashion Day diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan Songket Silungkang melalui kreativitas dan karya, sekaligus memperkuat rangkaian kegiatan SISSCa 2026 sebagai salah satu agenda budaya dan pariwisata Kota Sawahlunto.

Melalui koordinasi antara perangkat daerah dan unsur terkait, Pemerintah Kota Sawahlunto menargetkan pelaksanaan Silungkang Fashion Day dapat berlangsung dengan baik serta memberikan pengalaman yang menarik bagi masyarakat dan pengunjung. (*) 

Pewarta: marjafri

Kota Padang Masuk Enam Besar Nominasi Anugerah Adinata Syariah 2026    
Rabu, Agustus 12, 2026

On Rabu, Agustus 12, 2026

Kota Padang Masuk Enam Besar Nominasi Anugerah Adinata Syariah 2026
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengikuti penilaian nominasi Anugerah Adinata Syariah 2026 yang dipimpin Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi di Ruang Rapat Istana Gubernur, Rabu (12/8/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kota Padang masuk enam besar nominasi Anugerah Adinata Syariah 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Selain Kota Padang, lima daerah lainnya yang masuk nominasi yakni Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Solok Selatan, Kota Pariaman, dan Kota Payakumbuh.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengikuti penilaian nominasi Anugerah Adinata Syariah 2026 yang dipimpin Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi di Ruang Rapat Istana Gubernur, Rabu (12/8/2026).

Selain Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi dan Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, hadir juga Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Indra Noveri, dan Direktur Eksekutif Komite Daerah Ekonomi Keuangan Syariah (KDEKS) Kota Padang Muhammad Sobri.

Maigus Nasir mengatakan, Pemerintah Kota Padang memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Kota Padang. Hal itu sejalan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat.

“Komitmen ini juga sudah tergambar dari kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Padang bersama DPRD Kota Padang. Ketika ada efisiensi anggaran, dukungan terhadap program keagamaan dan keuangan syariah tidak," cakapnya. 

Maigus menyampaikan, dalam memperkuat ekonomi keuangan syariah, Pemerintah Kota Padang memiliki KDEKS Kota Padang. Selain itu, upaya penguatan ekonomi dan keuangan syariah juga dilakukan melalui lembaga pendidikan, dan Masjid dan Musala melalui program unggulan Smart Surau.

“Kita sangat optimistis mendapatkan penghargaan ini, karena kita tidak lagi berada pada tataran konsep atau pemikiran, tetapi sudah masuk kepada action. Kita sudah memulai dengan langkah-langkah konkret dan sekaligus memberikan dukungan pendanaan untuk pengembangan tersebut," katanya. 

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kota Padang Indra Noveri menyebutkan, sejumlah dukungan Pemko Padang terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah antara lain berupa dukungan anggaran untuk percepatan sertifikasi halal, SNI, dan legalitas bagi pelaku usaha.

Selain itu, Pemko Padang menghibahkan sebidang tanah untuk Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Provinsi Sumatera Barat, pengembangan UMKM halal, peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah, pembentukan kota wakaf, serta optimalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

Tim penilai Anugerah Adinata Syariah 2026 terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Provinsi Sumatera Barat, Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat, dan Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Jajaki Kerja Sama Hijau Bersama Korea, Wabup Candra: Solusi Lingkungan Jadi Peluang Majukan Ekonomi Daerah    
Rabu, Agustus 12, 2026

On Rabu, Agustus 12, 2026

Jajaki Kerja Sama Hijau Bersama Korea, Wabup Candra: Solusi Lingkungan Jadi Peluang Majukan Ekonomi Daerah
Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., dalam Audiensi dan Diskusi Kelompok Bersama Delegasi Republik Korea di Istana Gubernur Sumatera Barat, Selasa (11/8/2026). (Foto: Diskominfo) 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., mendorong agar tantangan lingkungan yang dihadapi daerah tidak hanya dipandang sebagai beban, melainkan diubah menjadi peluang untuk menghadirkan inovasi sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat. Hal itu disampaikannya saat mewakili Bupati Solok dalam Audiensi dan Diskusi Kelompok Bersama Delegasi Republik Korea di Istana Gubernur Sumatera Barat, Selasa (11/8/2026).

Pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari penjajakan kerja sama dan rencana investasi yang telah dibahas sebelumnya pada awal Agustus 2026. Kini, forum diarahkan untuk memetakan potensi proyek dan peluang investasi yang memungkinkan dikembangkan di berbagai wilayah Sumatera Barat, termasuk Kabupaten Solok.

Bagi H. Candra, pertemuan ini memiliki makna yang sangat strategis. Pasalnya, pembahasan menyentuh langsung sektor-sektor yang kini menjadi prioritas pembangunan daerah, mulai dari pengelolaan sampah, pengembangan energi terbarukan, hingga penerapan konsep ekonomi sirkular yang ramah lingkungan.

“Kita harus mulai melihat persoalan lingkungan bukan hanya sebagai beban pemerintah, tetapi juga sebagai ruang untuk menghadirkan inovasi. Kalau tersedia teknologi, investasi, dan pola kerja sama yang mampu menyelesaikan persoalan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi, tentu peluang seperti ini harus kita pelajari secara serius,” ujarnya di hadapan peserta pertemuan.

Dalam diskusi tersebut, sejumlah sektor strategis menjadi fokus utama pembahasan antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan delegasi Republik Korea. Di antaranya pengelolaan sampah berkelanjutan, pemanfaatan gas metana dari Tempat Pemrosesan Akhir, pengurangan emisi gas rumah kaca, hingga peluang pengembangan kredit karbon dan akses pasar karbon internasional.

H. Candra menilai paradigma baru dalam pengelolaan sampah sangat penting untuk dipahami. Sampah tidak lagi sekadar limbah yang harus dibuang, melainkan sumber daya yang dapat diolah kembali menjadi produk bernilai ekonomi, sumber energi, maupun bahan baku industri.

“Kita ingin belajar bagaimana daerah lain dan negara yang teknologinya lebih maju mengelola persoalan ini. Bukan sekadar mengangkut dan membuang sampah, tetapi bagaimana sampah bisa dikelola lebih produktif, bahkan jika memungkinkan menjadi sumber energi dan aktivitas ekonomi baru,” tegasnya.

Wakil Bupati menegaskan bahwa nilai penting sebuah kerja sama tidak semata diukur dari besarnya modal yang masuk. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana Kabupaten Solok memperoleh akses terhadap teknologi, pengetahuan, dan sistem pengelolaan yang dapat disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan daerah.

“Investasi harus memberikan nilai tambah. Kita harus melihat kelayakannya, dampak lingkungannya, dan manfaat jangka panjangnya. Jangan sampai daerah hanya menjadi lokasi investasi, sementara masyarakat tidak mendapatkan manfaat yang sepadan,” ujarnya.

Lebih lanjut, H. Candra menyampaikan bahwa Kabupaten Solok memiliki potensi yang cukup besar pada sektor pertanian, kawasan hutan, serta kekayaan alam dan lingkungan yang dapat dikembangkan melalui pendekatan pembangunan hijau. Namun seluruh potensi tersebut harus dipetakan secara cermat agar mampu menarik investasi yang benar-benar selaras dengan kebutuhan daerah.

Meski demikian, H. Candra menegaskan bahwa proses ini baru berada pada tahap penjajakan dan identifikasi potensi, sehingga belum dapat dimaknai sebagai kepastian masuknya investasi. Langkah selanjutnya, seluruh perangkat daerah terkait diminta menyusun kajian mendalam untuk melihat peluang yang benar-benar dapat diwujudkan di Kabupaten Solok.

“Setelah pertemuan ini, tugas kita adalah melihat apa yang benar-benar bisa dikembangkan di daerah. Potensinya dipetakan, kebutuhan disiapkan, dan kelayakannya dikaji. Kalau ada peluang yang realistis dan bermanfaat besar bagi masyarakat, tentu harus kita kawal hingga menjadi tindak lanjut yang nyata,” tambahnya.

Forum bersama delegasi Republik Korea ini menjadi pintu awal bagi Kabupaten Solok untuk mempertemukan potensi daerah, kebutuhan pembangunan, teknologi modern, dan investasi hijau dalam satu kerangka kerja yang berkelanjutan. Pengelolaan sampah, energi terbarukan, ekonomi sirkular, dan pasar karbon bukan lagi sekadar isu masa depan, melainkan agenda pembangunan yang harus mulai dipersiapkan sejak sekarang.

Melalui keterlibatan aktif dalam penjajakan kerja sama ini, H. Candra berharap Kabupaten Solok dapat mengambil peran lebih besar dalam transformasi pembangunan hijau di Sumatera Barat. Dengan dukungan teknologi, pengetahuan, dan investasi yang tepat, persoalan lingkungan diharapkan tidak lagi dipandang sebagai hambatan, melainkan peluang untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan Kabupaten Solok yang semakin maju, mandiri, dan lestari.(80)

Sekda Sawahlunto Pimpin Rapat Teknis Persiapan SISSCa 2026    
Rabu, Agustus 12, 2026

On Rabu, Agustus 12, 2026

Sekda Sawahlunto Pimpin Rapat Teknis Persiapan SISSCa 2026
Rapat tersebut dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto Rovandly Abdams dan dihadiri Asisten III Pemerintah Kota Sawahlunto, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Sawahlunto Meldi Hidayah Marta beserta jajaran. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kota Sawahlunto mematangkan persiapan penyelenggaraan Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) 2026 melalui rapat teknis yang digelar di Ruang Rapat Balai Kota Sawahlunto, Selasa (11/8/2026).

Rapat tersebut dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto Rovandly Abdams dan dihadiri Asisten III Pemerintah Kota Sawahlunto, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Sawahlunto Meldi Hidayah Marta beserta jajaran.

Sejumlah unsur terkait turut hadir dalam rapat tersebut, di antaranya Polres Sawahlunto, organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, serta unsur lainnya yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.

Disparpora Kota Sawahlunto menjadi leading sector dalam pelaksanaan SISSCa 2026. Rapat difokuskan pada pematangan berbagai aspek teknis penyelenggaraan kegiatan secara menyeluruh.

Selain mempersiapkan pelaksanaan SISSCa 2026, rapat juga membahas evaluasi dan penyempurnaan berdasarkan pelaksanaan event sebelumnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung secara optimal, tertib, aman, dan sesuai dengan perencanaan.

Koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam persiapan tersebut, mengingat penyelenggaraan SISSCa melibatkan berbagai perangkat daerah, unsur keamanan, serta pemerintahan di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Pemerintah Kota Sawahlunto berharap melalui koordinasi dan sinergi seluruh pihak, SISSCa 2026 dapat terlaksana dengan baik serta memberikan pengalaman yang positif bagi masyarakat, peserta, wisatawan, dan seluruh pihak yang terlibat. (*) 

Pewarta: Marjafri