HEADLINE
Jelang NFSC di Palembang, Wali Kota Sawahlunto Tinjau Kesiapan Personel Damkar    
Rabu, April 22, 2026

On Rabu, April 22, 2026

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra tinjau kesiapan Personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Sawahlunto untuk mengikuti National Firefighter Skill Competition (NFSC) yang akan digelar di Palembang, Selasa 21/4/2026. (Foto: Humas). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Sawahlunto menyatakan kesiapan mengikuti National Firefighter Skill Competition (NFSC) yang akan digelar di Palembang pada 27 hingga 29 April 2026.

Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, meninjau langsung kesiapan personel dan peralatan pada Selasa (21/4/2026). Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota melakukan inspeksi armada untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung dalam kondisi prima tanpa kendala teknis.

Selain itu, Wali Kota juga memberikan arahan agar petugas tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga memiliki kesiapan mental dalam menghadapi kompetisi tingkat nasional tersebut.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Kota Sawahlunto, Nurwansyah, bersama jajaran turut memaparkan kondisi sarana dan prasarana yang akan digunakan.

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis peralatan serta mendukung pelaksanaan tugas, baik dalam kompetisi maupun pelayanan kepada masyarakat.

Di akhir kegiatan, Wali Kota menyampaikan harapan kepada seluruh personel Damkar Kota Sawahlunto.

“Semoga kontingen Damkar Kota Sawahlunto dapat memberikan hasil terbaik dan kembali dengan pengalaman berharga demi meningkatkan standar keamanan seluruh masyarakat kota.” (*) 

Pewarta: Marjafri

Tinjau Korban Kebakaran Desa Santur, Wali Kota Sawahlunto Instruksikan OPD Pastikan Bantuan Berkelanjutan    
Rabu, April 22, 2026

On Rabu, April 22, 2026

Wali kota Sawahlunto Riyanda Putra
Wali kota Sawahlunto Riyanda Putra serahkan bantuan berupa paket kebutuhan pokok dan perlengkapan tanggap darurat bagi keluarga terdampak kebakaran di Desa Santur, Selasa 21 April 2026. (Foto: Humas Sawahlunto). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kebakaran menghanguskan dua unit rumah milik Jumiran dan Rahma Geni Saputra di Desa Santur, Kecamatan Barangin, pada Senin malam.

Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, meninjau langsung lokasi kejadian pada Selasa pagi (21/4/2026). 

Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi para Asisten Sekretariat Daerah, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Barangin, serta Kepala Desa Santur.

Dalam kunjungan itu, Wali Kota menyerahkan bantuan berupa paket kebutuhan pokok dan perlengkapan tanggap darurat bagi keluarga terdampak.

Pemerintah Kota melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) juga memberikan layanan di lokasi berupa penggantian Kartu Keluarga (KK) yang rusak atau terbakar serta penerbitan ulang Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Wali Kota Riyanda Putra menginstruksikan seluruh OPD terkait untuk memastikan penanganan terhadap korban berjalan berkelanjutan.

“Saya instruksikan kepada seluruh OPD terkait agar memastikan bantuan ini tepat sasaran dan berkelanjutan. Kita harus hadir memastikan warga kita kembali pulih, baik secara fisik bangunan maupun pendampingan lainnya,” tegasnya. (*) 

Pewarta: Marjafri

Dari Juara Olimpiade hingga Diplomat, Lima Perempuan Indonesia Bicara tentang Kekuatan    
Rabu, April 22, 2026

On Rabu, April 22, 2026

diskusi “Her Strength, Her Light: A Journey through Doubt, Growth, and Becoming” di Wisma Habibie & Ainun,
Diskusi “Her Strength, Her Light: A Journey through Doubt, Growth, and Becoming” di Wisma Habibie & Ainun. (Foto: Istimewa) 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dalam momentum Hari Kartini, ParagonCorp sebagai Purposeful Beauty Tech Company asal Indonesia menggelar sesi diskusi “Her Strength, Her Light: A Journey through Doubt, Growth, and Becoming” di Wisma Habibie & Ainun, sekaligus memperkuat komitmennya dalam mendukung pemberdayaan perempuan melalui pengembangan inisiatif Women’s Space.

Perjalanan, Keraguan, dan Kekuatan Perempuan

Sesi ini menghadirkan Retno Marsudi, Susy Susanti, Nikita Willy, Nadia Habibie, serta dr. Sari Chairunnisa, yang dipandu oleh Marissa Anita, dalam diskusi reflektif mengenai kekuatan yang terbentuk dari perjalanan hidup masing-masing.

Mengangkat narasi “menemukan kekuatan di balik rasa belum cukup”, ParagonCorp menyoroti bahwa banyak perempuan memiliki keinginan untuk berkembang, namun masih dihadapkan pada keraguan diri.
dr. Sari Chairunnisa, Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, menyampaikan,
“Berbagai studi menunjukkan bahwa mayoritas perempuan memiliki motivasi untuk berkembang, namun tidak semuanya memiliki tingkat kepercayaan diri yang cukup untuk melangkah. Sebagai contoh, riset Mestara (2025) menunjukkan bahwa 83% perempuan ingin berkembang, namun hanya sekitar 30% yang merasa cukup percaya diri untuk mengambil langkah tersebut.”

Ia menambahkan, “Sering kali perempuan terlihat tenang dan mampu, tetapi di dalamnya tetap ada pertanyaan: apakah saya sudah cukup? Saya juga pernah berada di titik itu. Namun saya belajar bahwa keraguan bukan sesuatu yang harus dihilangkan, melainkan dihadapi dan justru dari situlah kita bertumbuh, sekaligus tetap rendah hati.”

Terinspirasi dari kisah B.J. Habibie dan Hasri Ainun Besari, sesi ini juga menekankan pentingnya dukungan dan relasi dalam perjalanan perempuan.
Retno Marsudi menyampaikan, “Pertanyaan ‘saya sudah cukup belum ya?’ atau ‘saya masih bisa lebih maju nggak ya?’ sering muncul di benak kita sebagai perempuan. Namun bagi saya, justru saat pertanyaan itu hadir, di situlah semangat saya tumbuh.”

Susy Susanti menambahkan,
“Saya tumbuh di dunia yang didominasi laki-laki. Namun pesan untuk pantang menyerah menjadi kekuatan bagi saya untuk terus maju, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk membuka jalan bagi perempuan lain.”

Sementara itu, Nikita Willy berbagi, “Hidup di ruang publik membuat kita sering dihadapkan pada ekspektasi dan penilaian orang lain. Namun di setiap fase kehidupan, saya belajar untuk tetap jujur pada diri sendiri dan konsisten dengan apa yang saya jalani.”

Melengkapi perspektif tersebut, Nadia Habibie menyampaikan, “Privilege bukan hanya tentang kesempatan, tetapi juga tanggung jawab bagaimana kita bisa memberi dampak bagi sekitar.”

Women’s Space: Dari Ruang Aman menjadi Ekosistem Kepemimpinan

Di balik berbagai perjalanan tersebut, satu benang merah muncul bahwa tidak ada satu pun perempuan yang bertumbuh sendirian. Selalu ada lingkungan yang mendukung dan menopang di setiap fase kehidupan the circle that holds her.

Namun, tidak semua perempuan memiliki akses terhadap dukungan tersebut. Lebih dari seribu perempuan yang telah menjadi bagian dari komunitas Women’s Space, kebutuhan terbesar yang muncul adalah keinginan untuk bertumbuh, namun belum memiliki ruang yang aman untuk mencoba.

Melihat kebutuhan ini, ParagonCorp menghadirkan Women’s Space sebagai ruang bagi perempuan untuk bertumbuh, belajar, dan saling menguatkan.

Sejak dimulai pada 2023, Women’s Space telah menjangkau lebih dari 10.000 perempuan melalui roadshow di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, dan Makassar, dengan lebih dari 1.000 peserta yang kini tergabung aktif dalam komunitas.

Women’s Space dirancang sebagai wadah bagi perempuan penggerak Indonesia untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan, meningkatkan keterampilan yang relevan, serta membangun jejaring dalam ruang yang aman dan suportif.

Memasuki fase pengembangan, ParagonCorp menghadirkan program mentorship sebagai langkah strategis untuk memperkuat dampak.

Inspiration builds community, but mentorship builds leaders.
Program ini dikembangkan dalam empat pilar kepemimpinan, yaitu Leading Self, Leading Systems, Leading Enterprise, dan Leading Narratives, yang didukung oleh para mentor perempuan dari berbagai latar belakang, seperti : 
Analisa Widyaningrum, CEO APDC Indonesia; Psikolog, Konsultan, dan Trainer
Shana Fatina, Founder & CEO Komodo Water
Nadia Habibie, Executive Board The Habibie Center; Executive Director Habibie & Ainun Foundation
Prita Ghozie, Founder & CEO Zapfinance

Melalui Women’s Space, ParagonCorp menargetkan lahirnya perempuan-perempuan pemimpin yang tidak hanya berkembang secara individu, tetapi juga mampu menciptakan dampak berkelanjutan di lingkungannya.

Women’s Space hadir dengan tujuan untuk nurture grounded women leaders who multiply positive impact across generations. Sejalan dengan keyakinan ParagonCorp bahwa ketika satu perempuan bertumbuh, dampaknya tidak berhenti pada dirinya sendiri, melainkan meluas ke keluarga, komunitas, hingga generasi berikutnya. (By)

Sekdaprov Sumbar Tekankan Sinkronisasi Lintas Daerah untuk Perencanaan Infrastruktur 2027    
Rabu, April 22, 2026

On Rabu, April 22, 2026

Adpim Sumbar
Forum Perangkat Daerah urusan Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) se-Sumbar di Bukittinggi, Selasa (21/04/2026). (Foto: Adpim Sumbar). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekdaprov Sumbar), Arry Yuswandi menegaskan pentingnya sinkronisasi lintas pemerintah daerah dalam perencanaan pembangunan infrastruktur tahun 2027.

Penegasan itu disampaikannya saat memberikan arahan dalam Forum Perangkat Daerah urusan Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) se-Sumbar di Bukittinggi, Selasa (21/04/2026).

Dalam kapasitasnya sebagai pengarah kebijakan pembangunan daerah, Sekda menekankan bahwa forum perangkat daerah harus dimanfaatkan sebagai ruang strategis untuk memastikan keterpaduan perencanaan antar level pemerintahan.

“Forum ini harus menjadi ajang untuk menyamakan persepsi dan arah kebijakan, agar pembangunan bidang ke PU-an tahun 2027 di Sumatera Barat dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menegaskan, luasnya kewenangan Pemprov Sumbar, termasuk pengelolaan sekitar 1.600 kilometer ruas jalan provinsi, menuntut kolaborasi yang kuat dengan pemerintah kabupaten dan kota.

“Tidak ada pekerjaan yang bisa kita selesaikan sendiri. Sinergi provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci agar pembangunan dapat berjalan maksimal,” ungkapnya.

Sekda juga mendorong seluruh perangkat daerah untuk menyusun perencanaan yang responsif dan berbasis kebutuhan riil masyarakat, sekaligus memastikan setiap usulan program memiliki kejelasan arah dan dampak.

“Silakan sampaikan usulan yang bisa kita koordinasikan bersama untuk pelaksanaan tahun 2027, karena kehadiran pemerintah adalah untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia turut mengingatkan tingginya ekspektasi publik terhadap sektor ke PU-an, sehingga setiap program harus dijalankan sesuai ketentuan serta dikawal dengan komunikasi yang baik.

Selain itu, pengalaman bencana hidrometeorologi sebelumnya menjadi pengingat pentingnya koordinasi yang solid dan terintegrasi dalam setiap tahapan pembangunan.

Sementara itu, Kepala Dinas BMCKTR Provinsi Sumbar, Armizoprades menyampaikan fokus pembangunan infrastruktur tahun 2027 diarahkan pada penguatan infrastruktur dasar dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Program prioritas meliputi rehabilitasi sekolah keagamaan, penyediaan sanitasi dan sekolah rakyat, swasembada air dan pangan, rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, penguatan infrastruktur logistik, pengelolaan sampah, serta penyediaan pasokan air berkelanjutan.

Melalui forum ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, sehingga perencanaan pembangunan infrastruktur ke depan mampu menjawab tantangan sekaligus mendorong pertumbuhan daerah yang berkelanjutan. 

“Forum ini bertujuan untuk menyelaraskan program antar perangkat daerah sekaligus menjaring masukan dari para pemangku kepentingan, sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing wilayah,” jelasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh para Kepala Dinas PUPR kabupaten/kota se-Sumbar, perwakilan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan, Satuan Kerja Pelaksana Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Wilayah Sumbar, Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang, serta Balai Pengelola Transportasi Darat. (adpsb/rmz/bud)

Akhiri Penantian 22 Tahun, Pemerintah dan DPR Setujui RUU PPRT Disahkan Jadi Undang-Undang    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Akhiri Penantian 22 Tahun, Pemerintah dan DPR Setujui RUU PPRT Disahkan Jadi Undang-Undang
Keputusan pengesahan diambil dalam Rapat Paripurna DPR ke-17 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 yang dipimpin oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026). (Foto: Aditya). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah bersama DPR RI menyepakati Rancangan Undang-Undang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) disahkan menjadi undang-undang. 

Pengesahan ini mengakhiri penantian panjang selama 22 tahun dalam menghadirkan kepastian payung hukum pelindungan dan jaminan sosial bagi pekerja rumah tangga. 

Pengesahan ini bermakna spesial karena bertepatan dengan momen Hari Kartini, serta menjadi kado menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026.

Keputusan pengesahan diambil dalam Rapat Paripurna DPR ke-17 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 yang dipimpin oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026). 

Sidang paripurna dihadiri wakil pemerintah di antaranya, Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas; Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya; Wakil Menteri Sekretaris Negara, Bambang Eko Suhariyanto; dan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor; Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan.

Dalam sidang tersebut, Puan menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Sekretaris Negara atas peran dan kerja sama selama pembahasan RUU PPRT.

Mewakili pemerintah, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa pembentukan UU PPRT bertujuan untuk memberikan kepastian hukum kepada pekerja rumah tangga (PRT) maupun pemberi kerja, mencegah segala bentuk diskriminasi, eksploitasi, dan pelecehan terhadap PRT, serta mengatur hubungan kerja yang harmonis dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.

“Setelah sungguh-sungguh mempertimbangkan pendapat fraksi-fraksi, izinkan kami mewakili Presiden RI dalam rapat terhormat ini menyatakan setuju RUU tentang PPRT untuk disahkan menjadi undang-undang,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menyambut baik serta memberikan apresiasi atas diselesaikannya pembahasan RUU PPRT yang telah diusulkan sejak 2004 dan akhirnya disahkan menjadi undang-undang pada 21 April 2026.

Afriansyah menambahkan bahwa pengesahan RUU PPRT ini diharapkan dapat menjadi landasan yuridis dalam pelindungan pekerja rumah tangga di Indonesia. 

“Kami mewakili Presiden menyampaikan ucapan terima kasih kepada pimpinan dan anggota Badan Legislasi DPR RI yang dengan penuh dedikasi dan kerja keras telah menyelesaikan pembahasan RUU PPRT,” ujarnya.

Sejumlah materi muatan yang diatur dalam UU PPRT antara lain perekrutan dan lingkup pekerjaan kerumahtanggaan; hubungan kerja antara pekerja rumah tangga dan pemberi kerja yang didasarkan pada kesepakatan atau perjanjian kerja; hak dan kewajiban pekerja rumah tangga, pemberi kerja, serta Perusahaan Penempatan Pekerja Rumah Tangga (P3RT); pelatihan vokasi bagi calon pekerja rumah tangga dan pekerja rumah tangga; perizinan berusaha bagi P3RT; pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pelindungan pekerja rumah tangga; penyelesaian perselisihan antara pemberi kerja, pekerja rumah tangga, dan/atau P3RT; dan peran serta masyarakat dalam pelindungan pekerja rumah tangga. (By/Aditya)

Jelang Mubes Ikasmanli 2026, Syarat Oke, Zulhardi Z Latif Segera Mendaftar    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Jelang Mubes Ikasmanli 2026, Syarat Oke, Zulhardi Z Latif Segera Mendaftar
Ketua Umum Ikasmanli Amrizal Rengganis salam kompak dengan salah satu kandidat ketua Ikatan Alumni SMAN 5 (Ikasmanli) Padang, Zulhardi Z Latif. (Foto: NOA). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Salah satu kandidat ketua Ikatan Alumni SMAN 5 (Ikasmanli) Padang, Zulhardi Z Latif mengaku akan segera mendaftar ke panitia Mubes (Musyawarah Besar) Ikasmanli Padang.

Pasalnya, syarat dukungan calon ketua yang ditetapkan dalam tata tertib (tatib) mubes yakni minimal tiga angkatan sudah terpenuhi.

"Ya, syarat dukungan calon sudah oke. Insya Allah, dalam beberapa hari ke depan saya akan mendaftar," ungkap Buya, sapaan akrab Ketua Angkatan 1991 itu kepada wartawan, Selasa (21/4/2026).

Menurut Buya, dirinya merasa terpanggil maju jadi calon ketua Ikasmanli untuk periode 2026-2030 karena ingin ikut berkontribusi langsung dalam memajukan organisasi Ikasmanli.

"Benar. Selama ini saya sibuk mengurus berbagai organisasi lain. Nah, sekaranglah saatnya saya berbagi pengalaman di Ikasmanli," bebernya berterus-terang.

Meski tidak terlalu berambisi menjadi ketua Ikasmanli, namun Ketua PMI Kota Padang itu mengaku siap fight demi menjaga kepercayaan yang diberikan sejumlah pengurus alumni angkatan.

"Pokoknya tidak ada istilah mundur dalam hidup saya. Saya siap bertempur habis-habisan di mubes. Menang kalah, itu sudah resiko dalam perjuangan," ucap Buya bersemangat.

Mantan anggota DPRD Kota Padang periode 2014-2024 itu juga mengaku telah menghitung kekuatan dirinya maupun kekuatan lawan. Dan ia telah siap bersaing dengan kandidat lain demi mendapatkan "kursi panas" Ikasmanli tersebut.

"Semakin banyak calon yang maju itu sangat bagus. Berarti dinamika berdemokrasi semakin hidup di Ikasmanli ini," tukasnya mengakhiri. (Noa)

“Irigasi Kolok Mudik Molor, Puluhan Petani Gagal Tanam; Kontraktor Janji Tuntaskan Proyek Jelang Tenggat Addendum”    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

“Irigasi Kolok Mudik Molor, Puluhan Petani Gagal Tanam; Kontraktor Janji Tuntaskan Proyek Jelang Tenggat Addendum”
Pertemuan Antara Tiga Kelompok Tani dan Pelaksana Proyek peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi utama yang difasilitasi Pemerintah Desa Kolok Mudik dihadiri oléh Kepala Kecamatan Barangin, Irma Mulyadi, Senin 21 April 2026 (Foto: Marjafri).

BENTENGSUMBAR.COM
- Pertemuan antara Pemerintah Desa Kolok Mudik, tiga kelompok tani, dan pihak kontraktor pelaksana proyek irigasi mengungkap sejumlah persoalan yang menyebabkan keterlambatan pekerjaan, mulai dari kendala pencairan dana hingga minimnya koordinasi dengan pemerintah setempat.

Pertemuan yang digelar Selasa (21/4/2026) itu turut dihadiri Camat Barangin, Irma Mulyadi, dan menjadi forum pertama yang mempertemukan langsung seluruh pihak sejak proyek berjalan.

Koordinasi yang Tidak Berjalan

Fakta bahwa pertemuan ini menjadi forum pertama yang mempertemukan pemerintah kecamatan, desa, dan pihak pelaksana mengindikasikan belum terbangunnya komunikasi yang memadai sejak awal proyek berjalan.

Dalam pelaksanaan proyek infrastruktur yang berdampak langsung pada masyarakat, koordinasi dengan pemerintah setempat umumnya menjadi bagian penting untuk memastikan kelancaran pekerjaan serta meminimalkan dampak sosial di lapangan.

Kades: Pertemuan untuk Mencari Solusi dan Kepastian

Kepala Desa Kolok Mudik, Jufrinaldi, mengatakan pertemuan tersebut difasilitasi untuk menampung keluhan masyarakat sekaligus mencari kepastian penyelesaian proyek.

“Ini pertemuan pertama antara kami sebagai Kepala Desa dengan pihak kontraktor PT Brantas Abipraya (Persero) dan subkontraktor PT FATA. Kami mengapresiasi adanya proyek ini, namun terkait permasalahan yang terjadi, kita duduk bersama menanggapi keluhan dan mencari solusi serta kepastian,” ujarnya.

Ia menegaskan, keterlambatan proyek telah berdampak langsung pada aktivitas pertanian warga.

“Ini sudah satu kali masa tanam terlewati, petani gagal tanam,” katanya.

Camat: Tidak Pernah Menerima Pemberitahuan

Dalam forum tersebut, Camat Barangin, Irma Mulyadi, menyampaikan kekecewaan karena tidak pernah menerima laporan resmi sejak awal pelaksanaan proyek.

“Ini kali pertama saya mengetahui aktivitas ini secara resmi setelah pekerjaan tersendat dan sisa masa waktu addendum tinggal sekitar 40 hari lagi,” ujarnya.

Ia meminta penjelasan langsung dari pihak pelaksana terkait penyebab keterlambatan.

“Saya minta penjelasan apa penyebab keterlambatan dan menuntut komitmen pelaksana untuk menuntaskan pekerjaan sebelum masa addendum berakhir pada 30 Mei,” tegasnya.

Kontraktor: Pekerjaan Mundur karena Dana Operasional

Menanggapi hal tersebut, perwakilan PT Brantas Abipraya (Persero), Ateng, menjelaskan bahwa keterlambatan dipicu oleh lambatnya pencairan dana operasional proyek.

“Proyek peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi utama kewenangan daerah di bawah Balai Wilayah Sungai Sumatera V, dengan nilai kontrak sebesar Rp76,13 miliar untuk 14 kabupaten/kota ini bersumber dari Inpres 2025. Keterlambatan terjadi karena pencairan dana operasional lambat, karena prioritas pemerintah pada program tanggap bencana,” ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa pelaksanaan di lapangan tidak berjalan sesuai jadwal awal.

“Pengerjaan secara faktual baru dimulai awal Januari dari yang seharusnya 6 November 2025 sampai 31 Maret 2026. Karena itu dilakukan addendum hingga 31 Mei,” katanya.

Subkontraktor: Target Tuntas Sebelum 31 Mei

Dari pihak subkontraktor PT FATA, Novi menyatakan kesiapan untuk mengejar ketertinggalan pekerjaan.

“Insyaallah jika tidak ada kendala, kami bertekad pekerjaan ini dapat selesai sebelum tanggal 31 Mei. Pengerjaan sudah dimulai kembali Jumat kemarin (17/4), dan akan menambah tim kerja untuk percepatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengerjaan di Padang Sarai dan Subangko dilakukan secara paralel untuk mempercepat progres.

Saat ini, progres pekerjaan tercatat sekitar 40 persen di Ujuang Tanjung Ngalau, 35 persen di Buah Palo Padang Sarai, dan hampir rampung di Subangko.

Petani: Aktivitas Sempat Terhenti, Risiko Pupuk Subsidi

Dalam sesi diskusi, perwakilan petani menyampaikan dampak langsung yang mereka rasakan.

Ketua Kelompok Tani Buah Palo Padang Sarai, Alfi Sahri Dt Rangkayo Tangah, mengungkapkan bahwa persoalan tidak hanya pada pengairan, tetapi juga berdampak pada pupuk subsidi.

“Jika tidak ditebus, kami akan berisiko dikurangi jatah pupuk subsidi program RDKK. Itu sangat merugikan kami karena harus membeli pupuk non-subsidi untuk menutupi kebutuhan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tidak konsistennya aktivitas pekerjaan di lapangan.

“Kami sangat menyayangkan, pada saat pengerjaan pernah tidak ada aktivitas hampir satu bulan penuh pada bulan puasa,” katanya.

Lebih dari 100 Petani Terdampak

Tiga kelompok tani terdampak yakni Ujuang Tanjung Ngalau (22 petani), Buah Palo Padang Sarai (48 petani), dan Subangko (32 petani), dengan total lebih dari 100 petani dan luas lahan lebih dari 50 hektare.

Dengan produktivitas rata-rata 5–7 ton per hektare, potensi kehilangan produksi diperkirakan mencapai 250 hingga 350 ton dalam satu musim tanam.

Tiga Kesepakatan Dicapai

Pertemuan tersebut menghasilkan tiga poin kesepakatan antara pihak kecamatan dan kontraktor:

PT Brantas Abipraya akan menyurati Camat Barangin terkait izin pelaksanaan pekerjaan yang sebelumnya tidak tersampaikan

Addendum kontrak akan disampaikan kepada camat dan Pemerintah Desa Kolok Mudik paling lambat Jumat (24/4/2026)

Pihak kontraktor berkomitmen menyelesaikan pekerjaan paling lambat 31 Mei 2026

Pertemuan ditutup dengan penandatanganan kesepakatan oleh seluruh pihak yang hadir.

Menunggu Realisasi di Lapangan

Dengan sisa waktu addendum yang terbatas, para petani kini menunggu realisasi percepatan pekerjaan di lapangan agar aliran irigasi dapat kembali normal dan musim tanam berikutnya tidak kembali terlewat. (*)

Pewarta: Marjafri

Cegah Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Sekolah, Tenaga Pendidik Dibekali Strategi Manajemen Kasus    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Cegah Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Sekolah, Tenaga Pendidik Dibekali Strategi Manajemen Kasus
Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Padang, Boby Firman membuka kegiatan Bimtek Manajemen Kasus. (Foto: Taufik). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Menghadapi tantangan kekerasan terhadap anak yang semakin kompleks, sekolah kini dipacu untuk menjadi garda terdepan dalam pencegahan. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang, pemerintah secara proaktif membekali para pendidik dengan strategi manajemen kasus yang tepat dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dilaksanakan di Gedung Bagindo Aziz Chan, Selasa, 21 April 2026.

Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Padang, Boby Firman, menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya sekadar tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang aman yang mampu mendeteksi potensi kekerasan sejak dini. 

"Anak merupakan harapan bangsa di masa depan, sebagai generasi penerus bangsa yang mempunyai peran strategis dalam menjamin kelangsungan suatu bangsa dan negara. Oleh karenanya, anak harus dilindungi agar dapat tumbuh secara optimal baik dari segi fisik maupun psikologisnya," ujar Boby Firman. 

Kegiatan Bimtek Manajemen Kasus Kekerasan Terhadap Anak Bagi Kepala Sekolah/Guru BK Tingkat SMP/MTs swasta dan Kepala Sekolah SD Se-kota Padang ini diikuti 70 orang peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru BK tingkat SMP/MTs swasta serta kepala sekolah SD se-Kota Padang.

Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengelola kasus kekerasan anak yang terjadi di sekolah, memberikan respons yang baik terhadap pengaduan, serta merumuskan program pencegahan dan penanganan kasus secara konkret. 

Untuk mencapai target tersebut, DP3AP2KB Kota Padang menghadirkan narasumber ahli, yakni H. Mulyadi Muslim, Lc.MA dari MUI Kota Padang, psikolog Neni Andriani, serta Marta Suhendra, M.Pd selaku akademisi dari UIN Kota Padang.

Upaya pencegahan kekerasan terhadap anak di sekolah kini diarahkan untuk melampaui sekadar kurikulum dengan membangun budaya peduli menyeluruh. 

Hal ini diawali dengan peningkatan kapasitas guru BK dan kepala sekolah agar memiliki keterampilan dalam merespon setiap pengaduan dengan perspektif perlindungan anak yang kuat. 

Boby Firman menambahkan bahwa sinergi antar pihak menjadi kunci utama dalam memutus rantai kekerasan.

"Sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung perkembangan siswa," tegasnya.

Selain itu, diperlukan pengamanan melalui sistem regulasi internal sekolah yang ketat untuk menutup celah terjadinya perlakuan salah, baik secara fisik maupun emosional.

Edukasi terkait hak anak juga jadi instrumen penting agar siswa memahami hak-hak mereka dan merasa aman untuk melapor jika mengalami tindakan yang tidak wajar. 

Boby Firman berharap kegiatan ini tidak berhenti pada seremonial belaka, melainkan melahirkan aksi nyata di lapangan. 

"Kegiatan Bimtek Manajemen Kasus ini diharapkan dapat menjadi sebuah wadah untuk kita sama-sama berdiskusi untuk menyepakati program-program yang akan kita laksanakan untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak terutama di sekolah," jelasnya.

Sebagai bagian dari infrastruktur pencegahan, DP3AP2KB mengingatkan kembali peran penting P2TP2A (Pusat Pemberdayaan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak) yang beralamat di Jl. Teratai No. 1. 

Lembaga ini berfungsi sebagai mitra bagi sekolah untuk berkonsultasi maupun melaporkan kasus secara gratis selama jam kerja. Dengan adanya koordinasi yang baik antara pihak sekolah dan layanan profesional tersebut, diharapkan setiap potensi kekerasan dapat diintervensi sedini mungkin sebelum berdampak jangka panjang bagi masa depan anak. (Taufik/Defrianto/Nindy)

Wawako Maigus Nasir Tanam Pohon Mangga di Hutan Kota Tibang    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Wawako Maigus Nasir Tanam Pohon Mangga di Hutan Kota Tibang
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengikuti aksi penanaman pohon dalam rangkaian Rapat Kerja Komisariat Wilayah I (Raker Komwil I) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026. (Foto: Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengikuti aksi penanaman pohon dalam rangkaian Rapat Kerja Komisariat Wilayah I (Raker Komwil I) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, 19-22 April 2026.

Aksi penghijauan di Hutan Kota Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Selasa (21/4/2026), menjadi salah satu agenda penting Raker yang diikuti para Wali kota dan Wakil Wali Kota se-Sumatera, sebagai wujud komitmen bersama mendorong pembangunan berkelanjutan.

Maigus Nasir, yang menanam pohon mangga pada kesempatan itu, mengatakan aksi penghijauan ini sebagai simbol tanggung jawab bersama menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi masa depan.

“Alhamdulillah, hari ini kita bersama menanam berbagai jenis pohon di Hutan Kota Tibang sebagai paru-paru kota dan destinasi wisata edukatif di Banda Aceh. Semoga pohon ini tumbuh subur serta memberi manfaat bagi kita semua,” ujar Maigus di sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa semangat yang dibangun dalam Raker Komwil I APEKSI mempertegas kolaborasi antarkota yang tidak hanya dibangun melalui kebijakan, tetapi juga melalui langkah konkret seperti menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Penanaman pohon ini sangat penting, karena yang kita wariskan kepada generasi mendatang bukan hanya cerita, tetapi bukti nyata dukungan terhadap pelestarian lingkungan,” tambah Wawako yang hadir bersama Ketua GOW Kota Padang, Ny. Sri Hayati Maigus Nasir.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyebut aksi penanaman pohon tersebut merupakan wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan hidup.

“Aksi ini diharapkan memberi dampak jangka panjang bagi kelestarian lingkungan, sekaligus mendukung pengembangan agrowisata di Kota Banda Aceh. Langkah ini sejalan dengan tema Raker Komwil tahun ini yakni Kota Tangguh, Fiskal Kuat, Kolaborasi Erat,” pungkas Illiza. (*)

Wako Fadly Amran: Kita akan Terus Membangun Fasilitas yang Ramah Disabilitas    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Wako Fadly Amran: Kita akan Terus Membangun Fasilitas yang Ramah Disabilitas
Wali Kota Padang Fadly Amran menerima audiensi pengurus Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Padang yang dipimpin Ketua Pertuni Kota Padang Sugiyanto, di Kediaman Resmi Wali Kota, Selasa (21/4/2026). (Foto: Prokompin) 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wali Kota Padang Fadly Amran menerima audiensi pengurus Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Padang yang dipimpin Ketua Pertuni Kota Padang Sugiyanto, di Kediaman Resmi Wali Kota, Selasa (21/4/2026).

Wali Kota Padang Fadly Amran menyambut baik berbagai aspirasi yang disampaikan, dan menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat layanan disabilitas sebagai langkah mewujudkan kota yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Kita ingin memastikan bahwa fasilitas publik di Kota Padang dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas," katanya.

"Ini penting, karena bagian dari Program Unggulan (Progul) Padang Melayani. 

Menanggapi beberapa aspirasi yang disampaikan, Fadly Amran menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Kota Padang telah menggratiskan layanan BPJS Kesehatan bagi warga. 

Terkait kebutuhan sekretariat bagi Pertuni, ia menyebutkan bahwa hal ini dapat difasilitasi melalui mekanisme bantuan hibah Pemerintah Kota Padang.

“Kita akan terus membangun fasilitas yang ramah disabilitas, seperti perbaikan jalan dan trotoar pada ruas-ruas utama, serta memastikan aksesibilitas pada fasilitas publik seperti halte dan terminal Bus Trans Padang, maupun gedung-gedung pemerintahan,” tambahnya. (*)

Pertuni Kota Padang Aktif Berperan di Tengah Masyarakat, Ini Kata Sugiyanto    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Pertuni Kota Padang Aktif Berperan di Tengah Masyarakat, Ini Kata Sugiyanto
Jajaran pengurus Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Padang mekukan audiensi dengan Wali Kota Padang, Selasa (21/4/2026). (Foto: Tomi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Jajaran pengurus Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Padang mekukan audiensi dengan Wali Kota Padang, Selasa (21/4/2026).

Ketua Pertuni Kota Padang Sugiyanto menyampaikan bahwa organisasinya telah terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Padang dan kini memiliki 108 anggota yang tersebar di berbagai kecamatan.

Sugiyanto menjelaskan, Pertuni aktif berperan di tengah masyarakat, termasuk bekerja sama dengan pemerintah kecamatan dalam pendataan penyandang disabilitas, serta berkolaborasi dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Mitra Umat Madani dalam program kesehatan.

“Kami terus berupaya hadir dan berkontribusi di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung penyandang tunanetra agar mendapatkan akses yang lebih baik,” ujar Sugiyanto.

Dalam audiensi ini, Pertuni juga menyampaikan sejumlah usulan, di antaranya optimalisasi layanan Kartu Indonesia Sehat (KIS), pengadaan sekretariat organisasi.

Kemudahan akses pendidikan sekolah rakyat bagi anak tunanetra, hingga peningkatan fasilitas publik yang ramah disabilitas.

Selain itu, mereka juga mendorong agar aparatur kelurahan mendapatkan edukasi terkait pelayanan inklusif, serta memberikan ruang partisipasi bagi penyandang disabilitas dalam perencanaan pembangunan melalui Musrenbang. (By/Tomi)

Sekdaprov Sumbar Tekankan Perencanaan Terarah, Satpol PP dan Damkar Diminta Lebih Responsif    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Sekdaprov Sumbar Tekankan Perencanaan Terarah, Satpol PP dan Damkar Diminta Lebih Responsif
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi saat membuka Rapat Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) se-Sumbar dalam rangka penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027, Selasa (21/04/2026). (Foto: Adpim Sumbar). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menekankan pentingnya perencanaan yang responsif dan terarah dalam memperkuat ketenteraman, ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi saat membuka Rapat Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) se-Sumbar dalam rangka penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027, Selasa (21/04/2026).

Arry Yuswandi menegaskan keberadaan Satpol PP dan Damkar memiliki peran strategis dalam mendukung jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Satpol PP memiliki tanggung jawab dalam penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, termasuk penanganan kebakaran. Peran ini sangat strategis dalam mewujudkan lingkungan sosial yang aman, tertib, dan harmonis,” ujarnya.

Ia menekankan, penyusunan Renja Tahun 2027 harus selaras dengan arah pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD Provinsi Sumatera Barat Tahun 2025–2029, dengan visi Sumatera Barat Madani yang Maju dan Berkeadilan. 

Dalam konteks tersebut, tugas dan fungsi Satpol PP dan Damkar memiliki keterkaitan erat dengan misi pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang beradat, berbudaya, serta berbasis nilai-nilai agama dan kearifan lokal.

“Perencanaan yang baik akan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan tugas. Karena itu, penyusunan Renja ini harus memperhatikan kondisi riil di masing-masing daerah dan berorientasi pada hasil yang ingin dicapai,” tegas Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya peningkatan kinerja dan responsivitas dalam menangani berbagai potensi gangguan ketenteraman dan ketertiban umum. 

Ia meminta agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini dengan penanganan yang cepat, tepat, serta tetap mengedepankan pendekatan humanis sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jangan menunggu masalah menjadi besar baru ditangani. Setiap potensi gangguan harus segera direspons secara cepat dan tepat, dengan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya sinergi antar daerah, khususnya di wilayah perbatasan, guna meningkatkan efektivitas penegakan Peraturan Daerah serta penyelenggaraan ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.

“Sinergi antar daerah menjadi kunci, terutama dalam menangani persoalan lintas wilayah. Dengan kerja sama yang baik, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sumbar, Irwan dalam laporannya menyampaikan sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian dalam perencanaan tahun 2027.

Di antaranya belum optimalnya penegakan Peraturan Daerah, masih adanya gangguan ketenteraman dan ketertiban umum, serta belum maksimalnya penyelenggaraan perlindungan masyarakat dan penanggulangan kebakaran.

Ia juga mengungkapkan bahwa keterbatasan sarana dan prasarana, serta belum optimalnya kualitas dan kuantitas aparatur, menjadi tantangan yang perlu segera diatasi.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Irwan mengatakan, pihaknya telah merumuskan sejumlah strategi, antara lain peningkatan sosialisasi dan penegakan Perda, penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas aparatur, serta pemenuhan sarana dan prasarana pendukung.

Di samping itu, arah kebijakan tahun 2027 akan difokuskan pada peningkatan kualitas penegakan regulasi, optimalisasi penyelenggaraan ketertiban umum, penguatan perlindungan masyarakat, serta peningkatan layanan pemadam kebakaran dan penyelamatan.

Melalui forum ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan komitmen bersama menjadi sebuah pedoman dalam pelaksanaan tugas Satpol PP dan Damkar ke depan dalam mewujudkan penyelenggaraan ketenteraman, ketertiban umum, perlindungan masyarakat, serta layanan pemadam kebakaran yang semakin optimal di Sumbar.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran kabupaten/kota se-Sumatera Barat. (adpsb/rmz/bud)

Sekda Sumbar Dorong Optimalisasi Pendekatan Klaster untuk Perkuat Sistem Penanggulangan Bencana    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Sekda Sumbar Dorong Optimalisasi Pendekatan Klaster untuk Perkuat Sistem Penanggulangan Bencana
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, saat membuka Workshop Pertemuan Lintas Sektoral Pendukung Klaster Penanggulangan Bencana Provinsi Sumbar di The ZHM Premiere Hotel Padang, Selasa (21/04/2026). (Foto: Adpim Sumbar). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus berupaya memperkuat sistem penanggulangan bencana melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. 

Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, saat membuka Workshop Pertemuan Lintas Sektoral Pendukung Klaster Penanggulangan Bencana Provinsi Sumbar di The ZHM Premiere Hotel Padang, Selasa (21/04/2026).

Arry Yuswandi menekankan kompleksitas bencana yang kerap terjadi di Sumbar menuntut adanya pendekatan yang terintegrasi dan kolaboratif antar seluruh pemangku kepentingan.

Ia mengingatkan kembali besarnya dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025 sebagai pelajaran penting bagi semua pihak.

“Bencana tersebut menimbulkan dampak signifikan, baik korban jiwa, pengungsian, kerusakan infrastruktur, hingga terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Tercatat 264 jiwa meninggal dunia, 72 orang hilang, dan lebih dari 10 ribu masyarakat harus mengungsi,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi multipihak yang terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan.

Sejalan dengan kebijakan nasional, pemerintah daerah mendorong penerapan pendekatan klaster dalam penanggulangan bencana sebagaimana diamanatkan oleh BNPB. 

Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan efektivitas koordinasi antar pemangku kepentingan, baik pada fase pra bencana, tanggap darurat, maupun pascabencana.

Namun demikian, Arry Yuswandi mengakui implementasi pendekatan klaster di daerah masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya belum optimalnya fungsi klaster yang telah terbentuk, belum jelasnya pembagian peran, serta belum terbangunnya mekanisme koordinasi yang terpadu.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin memperkuat pemahaman bersama, membangun koordinasi lintas sektor yang lebih solid, serta menyusun rencana aksi yang benar-benar implementatif dan menjawab kebutuhan di lapangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan peran strategis pemerintah provinsi dalam mengorkestrasi sinergi antar pihak, sekaligus memastikan bahwa setiap kebijakan dan langkah penanggulangan bencana berjalan efektif dan tepat sasaran.

Ia menegaskan, Pemprov Sumbar menyambut baik inisiatif kolaboratif yang dihadirkan dalam kegiatan ini, termasuk peran aktif Sumbar Pulih bersama Yayasan Plan International Indonesia. 

Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan mitra pembangunan dinilai menjadi kunci dalam membangun ketangguhan daerah terhadap bencana.

Ia berharap, melalui forum ini dapat dihasilkan struktur koordinasi klaster yang jelas dan efektif, pembagian peran yang tegas antar pihak, serta rencana aksi yang terarah dan berkelanjutan.

“Lebih dari itu, kita berharap pendekatan klaster ini benar-benar menjadi bagian integral dalam sistem penanggulangan bencana di Sumatera Barat,” tambahnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumbar beserta jajaran, pimpinan Yayasan Plan International Indonesia, pimpinan Platform Sumbar Pulih, BPBD kabupaten/kota, unsur OPD, TNI/Polri, instansi vertikal, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, relawan kebencanaan, serta para narasumber dan fasilitator. (adpsb/rmz/bud)

Archeda Co. Jepang dan Unand Lakukan Penelitan di Poktan Air Santok Indah Pariaman    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

Archeda Co. Jepang dan Unand Lakukan Penelitan di Poktan Air Santok Indah Pariaman
Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi pada pembukaan teknologi AWD Pada Budidaya Padi di Kelompok Tani (Poktan) Santok Indah oleh Universitas Andalas (Unand) dengan Archeda Co. Jepang, di halaman Kantor Desa Air Santok , Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman Selasa (21/4/2026). (Foto: Armaidi). 

BENTENGSUMBAR.COM
-  Air adalah nyawa bagi tanaman padi, namun seringkali kita berpikir bahwa menanam padi harus digenangi air secara terus menerus. 

Padahal sistem tersebut justru akan membuat akar padi sulit untuk bernapas dan mengakibatkan terjadinya pemborosan air.

“Dengan adanya  metode teknologi Altemate Wetting and Drying (AWD) mampu mengurangi penggunaan air irigasi hingga 20 persen tanpa menurunkan produktivitas padi. Melalui AWD, petani dapat mengatur pemberian air secara lebih terukur sehingga tanaman tetap tumbuh optimal meskipun dalam kondisi keterbatasan air,” kata Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi pada pembukaan teknologi AWD Pada Budidaya Padi di Kelompok Tani (Poktan) Santok Indah oleh Universitas Andalas (Unand) dengan Archeda Co. Jepang, di halaman Kantor Desa Air Santok , Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman Selasa (21/4/2026).

Kegiatan untuk mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan pada sistem budidaya padi dengan menerapkan Teknologi Altemate Wetting and Drying (AWD). 

Metode AWD ini merupakan pendekatan pengelolaan air yang bertujuan meningkatkan efisiensi penggunaan air sekaligus menurunkan emisi gas rumah kaca dari lahan sawah.

“Hadirnya delegasi Archeda Co.Jepang yang dipimpin  Takayuki Ota (Manajer Proyek & Litbang Archeda Co. Japan) dan Civitas Akademika Unand saat ini di Desa Air Santok merupakan satu kebanggaan bagi kami khususnya Poktan Santok Indah. Serap ilmunya dengan baik sehingga teknologi AWD  bisa diterapkan di sini. Nantinya juga bisa diterapkan pada Poktan lainnya yang ada di Kota Pariaman,” ulas Mulyadi.

Mulyadi sampaikan ucapan terima kasih kepada Archeda dan Unand yang telah mau membantu Poktan Santok Indah untuk menerapkan teknologi AWD. 

Melalui penelitian ini, akan dikaji secara komprehensif aspek teknis, lingkungan, dan ekonominya, dan penentuan lokasi ideal untuk implementasi metode AWD sebelum penanaman.

“Saya berharap pertanian di Desa Air Santok ini mendapatkan hasil pertanian yang melimpah, dan produktivitas padi meningkat,” pungkasnya.

Kepala Desa Air Santok Edison mengatakan  Kelompok Tani Air Santok sering melakukan kerja sama dengan pihak luar termasuk pihak kampus sehingga Poktan Air Santok Indah menjadi pilihan untuk dijadikan objek penelitian dari Archeda.

“Saya berharap kegiatan ini bisa terus dikawal oleh pihak Unand sehingga bisa meningkatkan hasil panen petani kami dan bisa lebih mensejahterakan para petani kami yang ada di Air Santok ini,” pungkas Edison. (si/at)

BPK Sampaikan Hasil Pemeriksaan Ketahanan Pangan dan Pembangunan Manusia dalam IHPS II Tahun 2025    
Selasa, April 21, 2026

On Selasa, April 21, 2026

BPK Sampaikan Hasil Pemeriksaan Ketahanan Pangan dan Pembangunan Manusia dalam IHPS II Tahun 2025
Ketua BPK, Isma Yatun dalam penyerahan IHPS II Tahun 2025 kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta pada hari ini (21/4). (Fotodok: Humas BPK). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyampaikan hasil pemeriksaan tematik terkait pilar strategis pembangunan nasional, yakni ketahanan pangan dan pembangunan manusia yang menjadi bagian dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2025.

“Hasil pemeriksaan mengungkap permasalahan signifikan beserta rekomendasi yang
bersifat lintas Kementerian/Lembaga/BUMN (cross cutting) untuk menyinergikan kebijakan yang terfragmentasi sehingga efektivitas program atau kegiatan pemerintah dapat lebih optimal,” jelas Ketua BPK, Isma Yatun dalam penyerahan IHPS II Tahun 2025 kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta pada hari ini (21/4).

Hasil pemeriksaan tematik nasional ketahanan pangan menunjukkan beberapa capaian positif dari program tersebut, di antaranya produksi beras pada tahun 2025 sebanyak 34,71 juta ton atau naik sebesar 13,36% dibandingkan tahun 2024 dan tanpa impor serta kebijakan serap gabah tahun 2025 berhasil menyerap beras dalam negeri untuk cadangan beras pemerintah sebanyak 3 juta ton.

Pada pemeriksaan ketahanan pangan, BPK mengungkapkan beberapa permasalahan dan merekomendasikan kepada Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan agar melakukan koordinasi dengan semua Kementerian/Lembaga (K/L) yang terkait untuk mendapatkan masukan atas konsep pembangunan data dan sistem informasi yang lebih terstruktur serta merekomendasikan kepada Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Menteri Pertanian, dan Menteri Pekerjaan Umum untuk menyempurnakan sistem informasi yang dimiliki masing-masing kementerian sehingga terwujud ekosistem data pangan yang saling berbagi pakai.

Selain itu, BPK merekomendasikan Menko Bidang Pangan agar mempercepat penetapan dokumen Rencana Pangan Nasional (RPN) Tahun 2025-2029 dan Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi (RAN-PG) Tahun 2025-2029. BPK juga merekomendasikan Menteri Pertanian untuk menetapkan perencanaan ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian berdasarkan kebutuhan dan kondisi riil serta
berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum terkait irigasi.

Untuk pemeriksaan tematik nasional pembangunan manusia, IHPS ini mencatat sejumlah capaian strategis yang telah diraih, antara lain pemerintah daerah (pemda) telah melakukan upaya percepatan penuntasan TBC dengan menjadikan target indikator penemuan, pengobatan, dan pencegahan TBC yang ditetapkan pemerintah pusat sebagai target kegiatan penuntasan TBC di daerah.

“Pada pemeriksaan tematik pembangunan manusia, terkait desain kebijakan, BPK merekomendasikan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan berkoordinasi dengan Pimpinan K/L untuk menetapkan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria atau NSPK yang mengatur hubungan kerja dan koordinasi lintas K/L, pemda, dan stakeholder terkait secara lebih berkelanjutan dalam penyelenggaraan pembangunan manusia bidang kesehatan dan pendidikan,” papar Isma Yatun.

Rekomendasi berikutnya adalah terkait bidang kesehatan, BPK merekomendasikan Menteri Kesehatan agar melakukan koordinasi dengan BPJS Kesehatan dengan melibatkan Kementerian Dalam Negeri untuk memperjelas regulasi dan mekanisme pemberian kapitasi khusus untuk Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) serta Daerah
Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK). Terkait sektor pendidikan, BPK merekomendasikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah agar menyusun kesepakatan bersama Menteri Dalam Negeri untuk meningkatkan peran pemda dalam peningkatan kualitas dan pendayagunaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk kebijakan bidang pendidikan di daerah.

Pemeriksaan signifikan lainnya, di antaranya pemeriksaan atas ketahanan energi sektor minyak dan gas bumi; pemeriksaan atas kebijakan, tata kelola, dan strategi ketersediaan pupuk; pemeriksaan pendapatan, biaya, dan investasi BUMN; serta perhitungan bagi hasil migas pada SKK Migas, KKKS Petronas Carigali Ketapang II dan KKKS PT Pertamina EP.

Selain itu, BPK turut berperan dalam memperbaiki tata kelola keuangan negara, di antaranya melalui dukungan pemberantasan korupsi serta penegakan hukum dan peraturan perundang-undangan. “Upaya ini dilaksanakan melalui pemeriksaan investigatif dengan nilai indikasi kerugian negara sebesar Rp274,60 miliar dan hasil penghitungan kerugian negara dengan nilai kerugian negara sebesar Rp6,80 triliun, serta pengungkapan illegal drilling yang dilakukan oleh masyarakat, yang kemudian dibeli dan dibebankan sebagai cost recovery ke negara sebesar Rp1,71 triliun,” ulas Isma Yatun.

IHPS II Tahun 2025 memuat ringkasan 685 Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), yang terdiri atas 7 LHP Keuangan, 237 LHP Kinerja, dan 441 LHP Dengan Tujuan Tertentu (DTT). Berdasarkan 685 LHP tersebut, BPK telah mendukung penyelamatan keuangan negara sebesar Rp42,87 triliun, melalui pengungkapan permasalahan kerugian, potensi kerugian, dan kekurangan penerimaan sebesar Rp18,53 triliun, serta pengungkapan permasalahan ketidakhematan, ketidakefisienan, dan ketidakefektifan sebesar Rp24,34 triliun. (*)