HEADLINE
KPK Sempat Bahas Potensi Reaksi Publik Sebelum Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Kenapa Dikabulkan?    
Jumat, Maret 27, 2026

On Jumat, Maret 27, 2026

KPK Sempat Bahas Potensi Reaksi Publik Sebelum Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Kenapa Dikabulkan?
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu dan Cholil Qoumas. Kasus ini disorot publik karena pengalihan penahanan dari rumah tahanan negara (rutan) menjadi tahanan rumah. (Kolase Foto). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan sempat membahas potensi atau kemungkinan reaksi publik sebelum memutuskan pengalihan penahanan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji Yaqut Cholil Qoumas dari rumah tahanan negara (rutan) menjadi tahanan rumah.

"Tentu, iya," ujar Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis.

Asep menjelaskan hal itu dibahas dalam salah satu rapat KPK setelah adanya permohonan dari keluarga mantan Menteri Agama tersebut terkait pengalihan penahanan dari rutan ke rumah.

"Jadi, itu bukan keputusan pribadi. Itu adalah keputusan lembaga, dan tentunya mempertimbangkan, yang pertama adalah norma hukumnya ada atau tidak. Kemudian dipertimbangkan juga, tadi betul, dipertimbangkan terkait dengan masalah dampak dan lain-lainnya," katanya. 

Ia juga mengatakan dalam rapat tersebut turut dipertimbangkan terkait strategi penanganan perkara kuota haji. 

Sebelumnya, pada 9 Agustus 2025, KPK mulai menyidik kasus dugaan korupsi terkait kuota haji untuk Indonesia tahun 2023-2024. 

Pada 11 Agustus 2025, KPK mengumumkan penghitungan awal kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai Rp1 triliun lebih, dan mencegah tiga orang untuk bepergian ke luar negeri hingga enam bulan ke depan. 

Mereka yang dicegah adalah mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex selaku staf khusus Yaqut, dan Fuad Hasan Masyhur selaku pemilik biro penyelenggara haji Maktour. 

KPK pada 9 Januari 2026, mengumumkan dua dari tiga orang yang dicegah tersebut menjadi tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji, yakni Yaqut Cholil dan Gus Alex. 

Namun, Yaqut Cholil mengajukan permohonan praperadilan atas penetapan tersangka ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 10 Februari 2026 dan terdaftar dengan nomor perkara 19/Pid.Pra/2026/PN JKT.SEL. 

Pada 19 Februari 2026, KPK mengumumkan perpanjangan pencegahan ke luar negeri hanya untuk Yaqut CHolil dan Gus Alex, sementara Fuad tidak diperpanjang. 

Pada 27 Februari 2026, KPK mengumumkan telah menerima audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengenai kerugian keuangan negara akibat kasus kuota haji. 

Kemudian pada 4 Maret 2026, KPK mengumumkan kerugian keuangan negara akibat kasus tersebut mencapai Rp622 miliar.

Selanjutnya pada 11 Maret 2026, Majelis Hakim PN Jaksel menolak permohonan praperadilan Yaqut Cholil. 

Pada 12 Maret 2026, KPK menahan Yaqut Cholil di Rumah Tahanan Negara Cabang Gedung Merah Putih KPK.

Kemudian pada 17 Maret 2026, KPK menahan Gus Alex di Rutan Cabang Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK. 

Adapun saat berjalan ke mobil tahanan, dia menyatakan tidak ada perintah maupun aliran uang kasus kuota haji kepada Yaqut Cholil. 

Pada tanggal yang sama, keluarga Yaqut Cholil memohon kepada KPK agar mantan Menag tersebut menjadi tahanan rumah.

KPK kemudian mengabulkan permohonan itu dan Yaqut menjadi tahanan rumah sejak 19 Maret 2026. 

Pada 23 Maret 2026, KPK mengumumkan sedang memproses pengalihan penahanan Yaqut Cholil dari tahanan rumah menjadi tahanan rutan kembali. 

Pada 24 Maret 2026, Yaqut resmi menjadi tahanan Rutan KPK. (*) 

Sumber: Viva. co. id

Prabowo Instruksikan Bahlil Amankan BBM, Harga Diminta Tetap Stabil di Tengah Krisis Global    
Jumat, Maret 27, 2026

On Jumat, Maret 27, 2026

Prabowo Instruksikan Bahlil Amankan BBM, Harga Diminta Tetap Stabil di Tengah Krisis Global
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk segera mencari tambahan pasokan minyak dari berbagai negara. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk segera mencari tambahan pasokan minyak dari berbagai negara, sebagai langkah antisipasi terhadap dampak ketidakpastian geopolitik global.

Instruksi tersebut disampaikan langsung kepada Bahlil dan jajarannya untuk memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga.

Terutama di tengah meningkatnya risiko gangguan pasokan energi dunia.

“Bapak Presiden Semalam memerintahkan kepada saya dan tim untuk segera mencari pasokan-pasukan minyak dari berbagai negara dan mengoptimalkan seluruh sumber energi yang kita miliki,” kata Bahlil dalam pernyataannya usai sidak SPBU di Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026).

Bahlil juga mengingatkan warga untuk memakai energi dengan bijak dan tidak perlu ‘panic buying’.

Bahlil menilai sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga ketahanan energi nasional.

“Kalau pemerintah dan rakyat bisa berjalan bersama, insyaAllah kondisi energi kita akan tetap aman,” pungkas Bahlil. (*) 

Sumber:  KompasTV

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius    
Jumat, Maret 27, 2026

On Jumat, Maret 27, 2026

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara halalbihalal yang digelar di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas,Bogor, beberapa waktu lalu.

BENTENGSUMBAR.COM
- Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara halalbihalal yang digelar di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas,Bogor, beberapa waktu lalu.

Di acara itu, Anies juga sempat bertemu dan berbincang dengan SBY dan Ketua Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Namun kehadiran Anies Baswedan di Cikeas, dalam acara halalbihalal, seperti menjadi masalah serius," kata Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal, dikutip Jumat 27 Maret 2026.

Apalagi belakangan, Wasekjen Partai Demokrat, Renanda Bachtar, tegas mengatakan Anies Baswedan tidak diundang. Tapi sebagai tuan rumah, SBY dan AHY tentu harus menerima Anies Baswedan dengan baik.

"Agaknya Partai Demokrat perlu menggarisbawahi bahwa Anies Baswedan tamu tak diundang," kata Erizal.

Hal berbeda dengan Yenny Wahid, Jimly Asshiddiqie, Sufmi Dasco Ahmad, dan lain-lain yang jelas-jelas diundang. 

"Tapi, khusus untuk Anies Baswedan perlu diketahui publik, terutama pihak Istana, bahwa ia tamu tak diundang," kata Erizal.

Memang, kata Erizal, pihak Anies Baswedan seperti ingin mencari "poin" atas pertemuan itu. Apalagi pertemuan Anies dengan SBY dan AHY pertama kali diunggah oleh Merry Riana, motivator terkenal yang belakangan bergabung dengan Partai Demokrat. 

"Kalau tak diklarifikasi, bahwa Anies tidak diundang, maka bobot politiknya memang akan jauh berbeda," kata Erizal.

Klarifikasi yang dibuat Partai Demokrat belakangan, tujuannya apa lagi kalau bukan lingkaran dalam Istana, khususnya Presiden Prabowo Subianto sendiri. 

"Saat AHY mulai turun ke daerah pun, ia minta izin kepada Prabowo agar tak disalahartikan sebagai manuver politik tersendiri. Masak mengundang Anies, lalu diam-diam saja?" pungkas Erizal. (*) 

Sumber: RMOL

Said Didu Sebut Pernyataan Prabowo Subianto Soal MBG Tidak Tuntas, BGN Diminta Jelaskan    
Jumat, Maret 27, 2026

On Jumat, Maret 27, 2026

Said Didu Sebut Pernyataan Prabowo Subianto Soal MBG Tidak Tuntas, BGN Diminta Jelaskan
Eks Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu menyoroti sejumlah pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait program makan bergizi gratis (MBG).

BENTENGSUMBAR.COM
- Eks Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu menyoroti sejumlah pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait program makan bergizi gratis (MBG).

Said Didu mengatakan pernyataan Prabowo tidak tuntas, karena para pembantunya belum menjelaskan secara rinci kepada rakyat.

Dia mengungkapkan salah satu pernyataan Prabowo, yakni anggaran MBG pada 2026 tidak akan diubah.

“BGN dan Menkeu (Purbaya Yudhi Sadewa) harus memberi penjelasan tambahan atas penjelasan Bapak Presiden,” katanya dikutip dari akun X pribadinya, Kamis (26/3).

Said Didu menyampaikan maksud pernyataan Prabowo tersebut, apakah anggarannya yang harus tetap atau MBG harus jalan dengan dana yang lebih efisien.

Dia menekankan Banggar DPR dan Menkeu Purbaya juga harus menjelaskan mengenai sumber anggaran MBG yang disebut hasil dari penghematan.

Said Didu menyinggung pernyataan Prabowo yang menyebut anggaran MBG sekitar Rp 308 triliun, merupakan hasil penghematan.

“Rakyat akan menilai itu bukan penghematan, melainkan hanya pengalihan anggaran,” tuturnya.

Dia juga mengatakan pernyataan Seskab Teddy Indra Wijaya yang menyebut anggaran MBG tidak mengambil dana APBN.

Said Didu menyebut penjelasan Teddy Indra Wijaya sangat kontroversial dan salah. Sebab, MBG jelas bagian anggaran pendidikan yang punya jatah 20 persen APBN.

“Karena ada MBG di pos anggaran pendidikan ini, maka program terkait pendidikan dikurangi sebesar dana MBG,” ucapnya. (*)

Sumber: GenPI.co

Ajak Masyarakat Hemat Energi, Bahlil: Kalau Masakan Sudah Matang, Matikan Kompor!    
Jumat, Maret 27, 2026

On Jumat, Maret 27, 2026

Ajak Masyarakat Hemat Energi, Bahlil: Kalau Masakan Sudah Matang, Matikan Kompor!
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan pesan khusus kepada seluruh masyarakat Indonesia, untuk mulai menerapkan gaya hidup hemat energi.

BENTENGSUMBAR.COM
- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan pesan khusus kepada seluruh masyarakat Indonesia, untuk mulai menerapkan gaya hidup hemat energi.

Imbauan ini disampaikan Bahlil, menyusul ketidakpastian kondisi geopolitik global yang berdampak pada pasokan energi dunia.

Bahlil menekankan, menjaga ketahanan energi nasional bukan hanya menjadi beban pemerintah semata, melainkan butuh kolaborasi nyata dari seluruh lapisan masyarakat, melalui penggunaan energi yang bijaksana.

"Saya memohon dan menyarankan, ayo, kita harus memakai energi dengan bijak."

"Gunakan untuk hal-hal yang perlu saja."

"Kalau tidak perlu, saya sarankan jangan (digunakan)," ujar Bahlil dalam konferensi pers menghadapi periode arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 H di SPBU Colomadu, Solo, Kamis (26/3/2026).

Secara spesifik, Bahlil memberikan contoh sederhana namun berdampak besar dalam penggunaan LPG di rumah tangga.

Ia meminta masyarakat lebih disiplin dalam mengonsumsi gas melon maupun nonsubsidi.

"Contoh katakanlah kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah matang, jangan kompornya dibiarkan menyala boros."

"Kita harus betul-betul meminta bantuan rakyat untuk bersama-sama memakai energi secara bijaksana," tuturnya.

Bahlil menjelaskan, alasan di balik ajakan berhemat ini adalah karena Indonesia masih bergantung pada impor untuk beberapa jenis energi.

Saat ini, sekitar 50 persen kebutuhan bensin dan 70 persen kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi dari luar negeri.

Meski pemerintah menjamin pasokan saat ini dalam kondisi aman, perilaku hemat energi dari masyarakat akan menjadi benteng pertahanan utama jika krisis global berkepanjangan.

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri."

"Kami bisa mendatangkan minyak dalam kondisi krisis, tetapi kalau rakyat tidak bisa memakai ini dengan bijak, berarti kita tidak saling mendukung."

"Kalau penghematan ini mampu kita lakukan bersama-sama, insyaallah energi kita ke depan akan semakin baik," urai Bahlil.

Melalui gerakan bijak energi ini, diharapkan beban subsidi negara dapat terjaga, dan ketersediaan energi bagi seluruh rakyat Indonesia tetap terjamin meski di tengah ancaman krisis global.

"Saya mohon dukungan dari semua rakyat Indonesia."

"Masalah energi ini bukan hanya masalah pemerintah, tapi masalah kita semua," ucapnya. (*)

Warga Datangi Rumah Jokowi Diduga Dimobilisasi    
Jumat, Maret 27, 2026

On Jumat, Maret 27, 2026

Warga Datangi Rumah Jokowi Diduga Dimobilisasi
Kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo menjadi destinasi wisata dadakan pasca Lebaran Idulfitri 2026. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo menjadi destinasi wisata dadakan pasca Lebaran Idulfitri 2026. Setiap harinya ratusan masyarakat rela antre untuk bersilaturahmi dengan Jokowi.

Menanggapi fenomena tersebut, peneliti politik dan media Buni Yani mengingatkan publik tidak mudah tertipu dengan gaya politik Jokowi.

"Jangan tertipu. Orang-orang yang datang ke rumah Mulyono di Solo itu dimobilisasi. Tidak organik. Seolah dia dicintai rakyat," tulis Buni Yani melalui akun Facebook pribadinya, dikutip Jumat 27 Maret 2026.

Menurut Buni Yani, mobilisasi warga tersebut merupakan upaya untuk tetap menjaga perhatian publik setelah Jokowi tidak lagi menjabat sebagai presiden.

Informasi yang diperoleh, sejak hari pertama Lebaran Idulfitri pada Sabtu 21 Maret 2026, warga yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia mulai memadati kediaman Jokowi.

Selain warga, ada sejumlah pejabat hingga tokoh nasional juga mengunjungi kediaman Jokowi.

Antara lain Ketua Relawan Projo Budi Arie Setiadi, mantan Kepala Presidential Communication Office (PJO) Hasan Nasbi, dan Staf Khusus Wapres, Tina Talisa dan Suwardi. (*) 

Sumber: RMOL

Bea Balik Nama Mobil-motor Bekas Dihapus, Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik Lama    
Jumat, Maret 27, 2026

On Jumat, Maret 27, 2026

Bea Balik Nama Mobil-motor Bekas Dihapus, Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik Lama
Bea balik nama mobil dan motor bekas sudah dihapus. Kalau sudah balik nama, perpanjang STNK jadi lebih mudah karena tak perlu KTP pemilik lama.

BENTENGSUMBAR.COM
- Bea balik nama mobil dan motor bekas sudah dihapus. Kalau sudah balik nama, perpanjang STNK jadi lebih mudah karena tak perlu KTP pemilik lama.

Bea balik nama mobil dan motor bekas resmi dihapus. Kebijakan ini berlaku di seluruh Indonesia karena merupakan amanat Undang-Undang No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD). 

Tertulis pada Pasal 12 ayat (1) Undang-Undang No. 1 Tahun 2022, Objek BBNKB adalah penyerahan pertama atas Kendaraan Bermotor. 

Artinya, yang kena balik nama adalah kendaraan baru, sedangkan kendaraan bekas tak lagi kena tarif.

Buat kamu yang baru beli mobil atau motor bekas, mengurus balik nama ini jadi penting. Sebab, kamu tak perlu lagi meminjam KTP pemilik lama.

Mengurus perpanjangan STNK jadi lebih mudah. Dengan balik nama, kendaraan sudah pasti atas nama kamu sendiri. 

Tak bisa dipungkiri, saat ini persyaratan wajib KTP asli seringkali jadi kendala bagi pemilik mobil dan motor bekas.

Bea balik nama kendaraan bekas memang dihapus. Namun saat proses balik nama, ada sejumlah biaya lain yang harus ditanggung pemilik kendaraan. 

Biaya yang dimaksud berupa PNBP untuk penerbitan STNK, TNKB, dan BPKB yang baru. Bila kendaraan tersebut pindah daerah, maka kamu harus juga mengeluarkan biaya mutasi. Selain itu, ada juga PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) pokok yang dibayarkan untuk tahun berikutnya.

Jadi jangan salah kaprah ya kalau bea balik nama dihapus itu artinya gratis. Lalu berapa biaya yang dikeluarkan saat balik nama? Berikut rinciannya.

Pertama ada PKB dan Opsen PKB. PKB dan opsen tergantung dengan kendaraannya. Kamu bisa melihat/memperkirakan besaran PKB di lembar STNK. Jika ada keterlambatan pembayaran pajak sebelumnya, maka akan ada denda PKB.

Kedua, adalah SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan). Untuk mobil, biasanya dikenakan tarif Rp 143.000 sementara motor Rp 35.000.

Ketiga ada biaya penerbitan STNK, Rp 200.000 untuk kendaraan roda empat atau lebih. Untuk kendaraan roda dua atau roda tiga tarifnya Rp 100.000.

Keempat, ada biaya penerbitan pelat nomor alias TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) Rp 100.000 untuk kendaraan roda empat atau lebih. Sedangkan kendaraan roda dua atau roda tiga Rp 60.000.

Kelima ada biaya penerbitan BPKB dengan tarif Rp 375.000 untuk mobil dan Rp 225.000 untuk motor. 

Terakhir ada biaya mutasi bila mobil terdaftar di wilayah berbeda. Biaya penerbitan surat mutasi ke luar daerah Rp 250.000 untuk kendaraan roda empat atau lebih. (*) 

Sumber: detik.com