HEADLINE
Ketum PWI Pusat Pimpin Delegasi Indonesia ke General Assembly CAJ di Kuala Lumpur    
Sabtu, April 25, 2026

On Sabtu, April 25, 2026

Ketum PWI Pusat Pimpin Delegasi Indonesia ke General Assembly CAJ di Kuala Lumpur
Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, memimpin langsung delegasi Indonesia dalam menghadiri kegiatan General Assembly Confederation of ASEAN Journalists (CAJ) yang akan berlangsung di Malaysia pada 26–30 April 2026. (Foto: Istimewa). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, memimpin langsung delegasi Indonesia dalam menghadiri kegiatan General Assembly Confederation of ASEAN Journalists (CAJ) yang akan berlangsung di Malaysia pada 26–30 April 2026.

Keikutsertaan delegasi Indonesia yang diwakili PWI ini merupakan bagian dari peran aktif PWI dalam memperkuat kerja sama dan solidaritas antarorganisasi wartawan di kawasan Asia Tenggara, sekaligus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme jurnalis Indonesia di tingkat internasional.

Delegasi PWI Pusat yang akan turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Akhmad Munir selaku Ketua Umum, Atal S. Depari sebagai Ketua Dewan Kehormatan, Ahmed Kurnia Soeriawidjaja selaku Direktur CAJ, Yono Hartono sebagai Wakil Direktur CAJ, Agus Sudibyo selaku Ketua Bidang Pendidikan, Irfan Junaidi sebagai Ketua Bidang Luar Negeri, Sumber Rajasa Ginting sebagai Wakil Bendahara Umum I, Herlina sebagai Wakil Bendahara Umum II, 

Lalu Novrizon Burman sebagai Wakil Ketua Bidang Pembinaan Daerah, Kadirah sebagai Wakil Ketua Bidang Kerjasama dan Kemitraan, Musrifah sebagai Wakil Ketua Departemen Hankam Khusus POLRI, Mercys Charles Loho sebagai Wakil Direktur Anti Hoax, serta Theodorus Dar Edi Yoga sebagai Bendahara CAJ.

Dalam keterangannya, Akhmad Munir berharap kegiatan tersebut dapat berjalan lancar serta memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kerja sama dan profesionalisme insan pers di kawasan Asia Tenggara.

“Saya, Ahmad Munir, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Pusat, mengucapkan selamat mengikuti konferensi wartawan ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sukses,” ujarnya saat rapat persiapan keberangkatan tim di Ruang Rapat PWI Pusat, Jumat (24/4).

General Assembly CAJ  merupakan forum strategis yang mempertemukan organisasi wartawan dari negara-negara ASEAN untuk membahas berbagai isu penting, termasuk kebebasan pers, tantangan disinformasi, serta penguatan kerja sama lintas negara di bidang jurnalistik.

Melalui keikutsertaan ini, PWI diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan media regional serta mendorong terciptanya ekosistem pers yang lebih profesional dan berintegritas di kawasan. (*)

Magang Nasional Batch I Ditutup    
Sabtu, April 25, 2026

On Sabtu, April 25, 2026

Magang Nasional Batch I Ditutup
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menutup Program Pemagangan Nasional Batch I yang diikuti 16.112 peserta pada periode Oktober 2025 hingga April 2026. Penutupan program dilakukan di Jakarta, Jumat (24/4/2026). (Foto: Biro Humas Kemenaker). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menutup Program Pemagangan Nasional Batch I yang diikuti 16.112 peserta pada periode Oktober 2025 hingga April 2026. Penutupan program dilakukan di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam sambutannya menegaskan bahwa program pemagangan merupakan bagian dari strategi penguatan kompetensi tenaga kerja nasional yang tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga membangun kesiapan kerja berbasis keterampilan.

Sejalan dengan itu, setelah menyelesaikan program, peserta akan melanjutkan ke tahap sertifikasi kompetensi sebagai bentuk pengakuan atas keterampilan yang telah diperoleh di dunia kerja.

“Kami mengajak adik-adik peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini karena sertifikasi kompetensi diberikan secara gratis sebagai pengakuan atas keterampilan yang dimiliki,” ujar Yassierli.

Untuk itu, ia juga meminta para peserta mempersiapkan diri dengan belajar sebelum mengikuti uji kompetensi di balai pelatihan Kemnaker maupun Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang bermitra dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Lebih lanjut, Yassierli menyampaikan hasil evaluasi pelaksanaan Program Pemagangan Nasional Batch I.

Dari hasil evaluasi tersebut, Kemnaker menekankan pentingnya pemerataan pelaksanaan program agar tidak terpusat di Pulau Jawa, melainkan lebih merata di seluruh Indonesia guna memperluas kesempatan bagi putra-putri daerah.

Selain pemerataan wilayah, program juga akan diperluas agar terbuka bagi seluruh program studi, tidak terbatas pada jurusan tertentu.

Dalam upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan, Kemnaker turut mengkaji penguatan keterlibatan perusahaan, termasuk skema kontribusi yang lebih terstruktur untuk mendukung pembinaan peserta.

Menurut Yassierli, sejumlah perusahaan telah menunjukkan praktik baik dalam pemagangan melalui pemberian proyek kerja, evaluasi berkala, hingga pendampingan langsung, yang akan terus diperkuat dalam skema kemitraan yang lebih luas.

“Tahun ini fokusnya memberikan pengalaman kerja. Ke depan, kami ingin tidak hanya pengalaman kerja, tetapi juga memastikan peserta memiliki sertifikat kompetensi dan peluang lebih besar untuk diserap oleh industri,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dari penguatan tersebut, Yassierli menyampaikan bahwa Kemnaker terus memperkuat ekosistem ketenagakerjaan melalui pengembangan platform SiapKerja, termasuk fitur KarirHub yang menyediakan informasi lowongan kerja dari berbagai sektor.

“Kami terus mengintegrasikan SiapKerja dengan portal-portal swasta agar seluruh lowongan kerja, baik di dalam maupun luar negeri, dapat terkonsolidasi dalam satu platform,” katanya.

Melalui platform tersebut, ia mendorong peserta untuk memanfaatkan KarirHub sebagai sarana mencari peluang kerja, sekaligus mengajak perusahaan lebih aktif membuka lowongan agar akses kerja semakin luas.

Di akhir pernyataannya, Yassierli menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan mitra dan mentor atas kontribusinya dalam menyukseskan Program Pemagangan Nasional Batch I. (*) 

Menaker Ajak Serikat Pekerja Perkuat Kompetensi Hadapi Transformasi Dunia Kerja    
Sabtu, April 25, 2026

On Sabtu, April 25, 2026

Menaker Ajak Serikat Pekerja Perkuat Kompetensi Hadapi Transformasi Dunia Kerja
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Kongres ke-VII Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) di Jakarta, Jumat (24/4/2026). (Foto: Biro Humas Kemenaker). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) tidak hanya berperan dalam advokasi, tetapi juga menjadi penggerak peningkatan kompetensi tenaga kerja guna menghadapi transformasi dunia kerja yang kian cepat.

Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Kongres ke-VII Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Menurut Yassierli, perubahan dunia kerja saat ini berlangsung sangat cepat, didorong dinamika global, percepatan digitalisasi, serta perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang menggeser kebutuhan keterampilan di berbagai sektor industri. Kondisi ini menuntut pekerja Indonesia untuk terus beradaptasi agar tetap kompetitif di pasar kerja.

Dalam konteks tersebut, ia menilai serikat pekerja memiliki peran strategis dalam menyiapkan anggotanya menghadapi perubahan tersebut, termasuk melalui dorongan peningkatan keterampilan dan produktivitas.

“Pekerja Indonesia harus memiliki daya saing dan kompetensi yang kuat. Serikat pekerja juga memiliki peran penting untuk menyiapkan anggotanya menghadapi transformasi dunia kerja yang sangat cepat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan pekerja harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Dalam hal ini, serikat pekerja berperan sebagai jembatan antara kebutuhan industri dan pengembangan kapasitas tenaga kerja.

Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Ketenagakerjaan membuka ruang kolaborasi dengan SP/SB untuk menghadirkan program pelatihan yang lebih adaptif dan berbasis kebutuhan industri. Program tersebut mencakup peningkatan keterampilan teknis dan nonteknis, sertifikasi kompetensi, edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta penguatan produktivitas kerja.

“Silakan sampaikan kebutuhan pelatihan yang diperlukan. Pemerintah siap memfasilitasi agar pekerja memiliki nilai tambah dan posisi tawar yang semakin baik,” katanya.

Selain penguatan kompetensi, Yassierli juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan pekerja. Upaya ini dilakukan melalui penguatan manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) serta dorongan perluasan perlindungan bagi pekerja platform digital, termasuk pengemudi dan kurir daring.

Ia juga mengajak serikat pekerja untuk aktif memberikan masukan terhadap berbagai regulasi ketenagakerjaan yang tengah dibahas. Menurutnya, hubungan industrial yang sehat hanya dapat dibangun melalui dialog yang konstruktif antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.

“Semangat kita sama, yaitu memajukan industri sekaligus menyejahterakan pekerja. Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk masukan dan rekomendasi terbaik dari forum ini,” tuturnya. (*)

Aguswanto Terpilih Jadi Ketua JMSI Sumbar Periode 2026-2031    
Sabtu, April 25, 2026

On Sabtu, April 25, 2026

Aguswanto Terpilih Jadi Ketua JMSI Sumbar Periode 2026-2031
Pada Musda yang diadakan di aula kantor DPD Golkar Sumbar, Padang, Sabtu (25/4/2026) ini, secara aklamasi memilih Aguswanto sebagai Ketua JMSI Sumbar periode 2026 - 2026. (Foto/By). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sejumlah pemilik media online di Sumbar yang tergabung dalam Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumbar menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026.

Pada Musda yang diadakan di aula kantor DPD Golkar Sumbar, Padang, Sabtu (25/4/2026) ini, secara aklamasi memilih Aguswanto sebagai Ketua JMSI Sumbar periode 2026 - 2026.

Musda ini dibuka langsung Plt Ketua JMSI Sumbar yang juga salah seorang pengurus JMSI pusat Novermal Yuska,  hadir juga dipembukaan itu, Kabid Siber dan Sandi Diskominfotik Sumbar Sony, Sekretaris DPD Golkar Sumbar, Helmi Moesim.

Dalam sambutannya, Novermal Yuska menyampaikan, kepengurusan JMSI Sumbar yang baru terbentuk agar bisa melanjutkan program kerja dari organisasi ini dengan baik kedepannya.

"Karena melihat dari kondisi hari ini, kerja sama antara JMSI dengan sejumlah instansi masih jauh dari harapan," katanya.

Sebaliknya, sebut dia, saat ini para pemilik media online harus berjalan sendiri-sendiri agar tetap eksis dengan usaha yang dimiliki.

"Jadi, dengan terbentuknya kepengurusan baru JMSI Sumbar kesempatan kerja sama dengan pihak pemerintahan dan juga instansi lainnya bisa lebih ditingkatkan dan bisa terus berkembang dan menghasilka karya-karya jurnalistik berkualitas," tukas Novermal.

Sementara ketua JMSI Sumbar terpilih, Aguswanto mengungkapkan, terima kasihnya kepada peserta musda yang memilihnya sebagai ketua JMSI Sumbar periode 2026-2031.

"Semoga amanah ini bisa saya jalankan dengan baik dengan bantuan para anggota JMSI Sumbar yang ada saat ini. Tanpa hal itu, tidak mungkin bisa saya lakukan sendiri," kata Aguswanto.

Ia juga menyampaikan, memanfaatkan posisinya sebagian salah seorang tenaga ahli di DPRD Sumbar, ia akan membuat kolaborasi dan sinergitas dengan pihak legislatif maupun eksekutif guna mendukung program kerja yang dibuatnya.

Ia melanjutkan, untuk langkah pertama pasca terbentuk pengurus baru JMSI Sumbar yakni konsolidasi organisasi, dengan menambah beberapa cabang JMSI di kabupaten kota.

Saat ini, terangnya baru ada tiga cabang JMSI yang terbentuk di Sumbar, yakni Payakumbuh, Bukittinggi dan Pesisir Selatan, itu pun masa periodesasi kepengurusannya sudah habis dan perlu diperbaiki.

"Jadi minimal, dalam periodesasi saya sekarang minimal bisa membentuk cabang JMSI setengah dari jumlah kabupaten kota yang ada di Sumbar," ungkapnya.

Ada juga daerah yang akan digabung menjadi satu cabang kepengurusannya misalnya Pariaman dan Kabupaten Padangapariaman, serta daerah yang tidak mempunyai media online tidak bisa dibuat cabang JMSI.

Program kerja lain yang disampaikan Aguswanto untuk JMSI Sumbar, yakni membuat kerja sama dengan berbagai sekolah maupun kampus yang merupakan bentuk edukasi JMSI Sumbar pada generasi muda.

Selanjutnya, tambah dia, program kerja peningkatan kapasitas dari pemilik media online yang bernaung dibawah JMSI Sumbar.

"Dengan peningkatan serupa ini mampu meningkatkan pendapatan media online yang mereka miliki bukan dari kerja sama saja, namun juga dari memanfaatkan perkembang teknologi salah satunya melalui Google adsens," pungkas Aguswanto.

Sedangkan, Sekretaris DPD Golkar Sumbar, Helmi Moesim mengatakan, media pemberitaan (media massa, red) merupakan alat kontrol sosial bagi publik dalam sejumlah hal.

Dengan adanya informasi yang diberikan oleh media pemberitaan ini, terkadang bisa membantu. 

Dirinya berharap terhadap Musda JMSI Sumbar kali ini bisa melahirkan kepengurusan yang benar-benar solid dan komit membesarkan organisasinya.

"Kita tidak akan sukses kalau kita tidak mempunyai organisasi yang kuat dan saling menjadi komitmen," ujar Helmk Moesim.

"Selain itu, para pengurus JMSI Sumbar yang baru, diminta untuk bisa melahirkan program-program yang menunjang perkembangan organisasi kedepannya secara profesional," tukas Helmi Moesim. (By/Arsil)

Di Tengah Guyuran Hujan, Pemko Sawahlunto Benahi Genangan Pasar Silo, Pedagang Harapkan CSR PTBA Segera Terealisasi    
Sabtu, April 25, 2026

On Sabtu, April 25, 2026

Di Tengah Guyuran Hujan, Pemko Sawahlunto Benahi Genangan Pasar Silo, Pedagang Harapkan CSR PTBA Segera Terealisasi
Langkah itu dilakukan menyusul musim hujan yang menyebabkan kawasan pasar kuliner tergenang dan berubah jadi danau kecil sehingga mengganggu aktivitas pedagang. (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Sawahlunto melakukan sejumlah upaya penanganan genangan air di kawasan Pasar Kuliner Silo di tengah wacana dukungan dana CSR dari PT Bukit Asam untuk penataan kawasan tersebut.

Langkah itu dilakukan menyusul musim hujan yang menyebabkan kawasan pasar kuliner tergenang dan berubah jadi danau kecil sehingga mengganggu aktivitas pedagang.

Menjelang tindak lanjut proposal penataan yang diserahkan secara resmi kepada PT Bukit Asam pada Selasa (21/4/2026), pemerintah kota melakukan upaya teknis untuk mengurangi limpasan air, di antaranya memutus curahan air dari arah Kebun Jati dengan membuat selokan baru yang diarahkan ke saluran utama yang telah ada.

Upaya tersebut diharapkan dapat meminimalisir gelombang air saat hujan yang selama ini kerap menggenangi kawasan Pasar Silo.

Pada Sabtu (25/4/2026), di lokasi terlihat alat berat ekskavator melakukan penggalian untuk pembuatan saluran baru. Kegiatan itu dipantau Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sawahlunto, Tatang Sumarna, di tengah hujan yang masih melanda.

Langkah penanganan tersebut dilakukan sembari menunggu realisasi rencana penataan yang diharapkan dapat menjadi solusi lebih menyeluruh bagi persoalan genangan di kawasan pasar.

Salah seorang pedagang sekaligus Bendahara Asosiasi Pedagang Silo Sawahlunto (Apesisto), Dewi, menyampaikan harapan agar penataan kawasan segera terlaksana.

Menurutnya, persoalan genangan saat hujan menjadi perhatian pedagang karena berdampak terhadap kenyamanan berdagang dan aktivitas pasar.

“Di sini memang ada kenyamanan dalam berdagang, tapi karena kondisi yang belum tertata dan jadi danau saat hujan, kami berharap proposal yang diajukan tempo hari ke PTBA dapat terealisasi segera sehingga tidak ada gejolak di tengah masyarakat khususnya pedagang mengenai kepastian penataan,” ujarnya.

Di tengah curah hujan yang hampir terjadi setiap hari, para pedagang berharap upaya penanganan sementara yang kini dilakukan dapat berlanjut pada pembenahan yang lebih permanen, sehingga aktivitas ekonomi di kawasan pasar dapat berjalan lebih baik. (*) 

Pewarta: Marjafri

Penggunaan Tes Kehamilan Kedaluwarsa dalam Kasus Siswi SMP di Talawi, Sawahlunto, Soroti Standar Pengelolaan Alat Kesehatan    
Sabtu, April 25, 2026

On Sabtu, April 25, 2026

Penggunaan Tes Kehamilan Kedaluwarsa dalam Kasus Siswi SMP di Talawi, Sawahlunto, Soroti Standar Pengelolaan Alat Kesehatan
Laporan ini merupakan lanjutan dari pemberitaan sebelumnya terkait kasus siswi kelas III SMP di Talawi yang mengalami tekanan psikis setelah hasil pemeriksaan awal berujung berbeda dengan diagnosis akhir rumah sakit. (Foto ilustrasi rekayasa tekhnologi AI: Marjafri) 

BENTENGSUMBAR.COM
- Penggunaan alat tes kehamilan yang telah melewati masa berlaku dalam pemeriksaan awal seorang siswi SMP di Talawi menyorot standar pengelolaan alat kesehatan di fasilitas layanan dasar, menyusul dampak psikologis yang dialami pasien setelah hasil awal yang dinyatakan positif kehamilan berbeda dengan hasil pemeriksaan lanjutan rumah sakit yang menetapkan diagnosis usus buntu akut.

Laporan ini merupakan lanjutan dari pemberitaan sebelumnya terkait kasus siswi kelas III SMP di Talawi yang mengalami tekanan psikis setelah hasil pemeriksaan awal berujung berbeda dengan diagnosis akhir rumah sakit.

Dalam perkembangan terbaru, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Sawahlunto, Ranu Verra Mardianti, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (24/4/2026), menyatakan belum melakukan konfirmasi mendalam kepada petugas terkait penggunaan alat tes yang telah melewati masa kedaluwarsa tersebut.

“Nanti ditelusuri, apakah sempat terjadi kekosongan atau belum sempat mengambil barangnya di gudang obat,” ujarnya.

Sorotan terhadap Standar Alat Diagnostik

Kasus ini memunculkan perhatian karena alat tes kehamilan termasuk kategori alat diagnostik in vitro (IVD).

Mengacu Pedoman Grouping Alat Kesehatan dan Alat Diagnostik In Vitro Kementerian Kesehatan RI 2019, perangkat diagnostik in vitro merupakan alat yang digunakan untuk analisis sampel manusia guna mendukung pengambilan keputusan pelayanan kesehatan, termasuk kit tes kehamilan.

Dalam konteks regulasi, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 62 Tahun 2017 mengatur alat kesehatan diagnostik in vitro yang telah kedaluwarsa masuk kategori yang harus dimusnahkan.

Pada Pasal 59, pemusnahan dilaksanakan terhadap alat kesehatan yang:

- tidak memenuhi syarat keamanan, mutu, dan kemanfaatan;
- telah kedaluwarsa;
- atau tidak sesuai ketentuan perundang-undangan.

Sementara Pasal 60 mengatur pemusnahan juga menjadi tanggung jawab fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah maupun pemerintah daerah sesuai ketentuan pengelolaan barang milik negara/daerah.

Regulasi ini menempatkan isu penggunaan alat kedaluwarsa bukan semata persoalan teknis operasional, tetapi terkait standar keamanan, mutu, dan tata kelola alat kesehatan.

Ketika Dampak Tak Lagi Sekadar Administratif

Sorotan terhadap penggunaan alat kedaluwarsa dalam kasus ini menguat karena persoalan tidak berhenti pada aspek prosedural.

Dalam kasus siswi Talawi tersebut, hasil awal pemeriksaan disebut memunculkan konsekuensi sosial dan psikologis bahkan setelah diagnosis akhir diperoleh melalui pemeriksaan rumah sakit.

Di titik ini, isu alat kesehatan bergeser dari soal kepatuhan prosedur menjadi persoalan dampak.

Dalam Pasal 64 Permenkes Nomor 62 Tahun 2017, pelanggaran terhadap ketentuan yang mengakibatkan seseorang mengalami gangguan kesehatan serius, cacat, atau kematian dapat dikenai sanksi pidana sesuai peraturan perundang-undangan.

Meski demikian, dalam laporan ini tidak terdapat penilaian mengenai penerapan pasal tersebut terhadap kasus konkret ini, melainkan sebagai rujukan norma hukum yang mengatur penggunaan alat kesehatan.

Pengawasan dan Pertanyaan yang Mengemuka

Pernyataan Kepala Dinas Kesehatan yang menyebut kemungkinan perlu ditelusuri apakah terjadi kekosongan stok atau persoalan distribusi alat di gudang memunculkan pertanyaan lebih luas tentang rantai pengadaan, pengawasan masa berlaku, hingga mekanisme penggunaan alat kesehatan di fasilitas pelayanan primer.

Pertanyaan yang mengemuka bukan hanya bagaimana alat yang melewati masa berlaku digunakan, tetapi juga bagaimana sistem pengawasan bekerja agar situasi serupa tidak berulang.

Dalam kasus seorang anak yang telah menanggung dampak psikologis akibat hasil awal yang kemudian terbukti tidak sesuai diagnosis akhir, sorotan publik pun tidak lagi hanya tertuju pada satu alat tes, melainkan pada standar kehati-hatian yang seharusnya melindungi pasien sejak awal proses pelayanan.

Potensi Menjadi Perhatian KPAI

Kasus ini juga berpotensi menjadi perhatian Komisi Perlindungan Anak Indonesia karena tidak semata berkaitan dengan persoalan layanan kesehatan, tetapi menyentuh isu perlindungan anak.

Dimensi yang muncul bukan hanya penggunaan alat kesehatan yang dipersoalkan, melainkan dampak psikologis terhadap anak, stigma yang sempat berkembang, hingga persoalan privasi dan kepentingan terbaik bagi anak yang menjadi prinsip dasar perlindungan anak.

Dalam berbagai isu yang menyangkut tekanan mental, pelabelan sosial, dan kerentanan anak sebagai korban, Komisi Perlindungan Anak Indonesia selama ini menekankan pentingnya pendekatan perlindungan, pemulihan, dan pencegahan agar anak tidak menanggung dampak berlapis dari sebuah peristiwa.

Dalam konteks itu, kasus siswi SMP di Talawi ini dapat dibaca bukan hanya sebagai persoalan koreksi diagnosis medis, tetapi juga sebagai situasi yang memunculkan pertanyaan lebih luas: apakah hak anak untuk terlindungi dari stigma, tekanan psikologis, dan dampak sosial sudah sepenuhnya terjaga.

Terlebih, ketika seorang anak disebut keluarga mengalami tekanan psikis akibat hasil awal yang kemudian terbukti berbeda, disertai informasi yang sempat berkembang hingga masuk ke lingkungan sekolah, persoalan ini bersinggungan dengan ruang yang selama ini menjadi perhatian lembaga perlindungan anak.

Pada titik itu, isu ini tidak lagi semata soal alat diagnostik kedaluwarsa, tetapi berpotensi masuk dalam diskursus perlindungan anak yang lebih luas, sesuatu yang secara prinsip berada dalam spektrum perhatian Komisi Perlindungan Anak Indonesia.

Perkara ini juga memunculkan dimensi yang tidak seluruhnya dapat dijawab oleh prosedur administratif atau klarifikasi semata, yakni dampak yang dialami korban.

Menurut keterangan keluarga, beban yang muncul akibat hasil awal yang keliru, ditambah informasi yang sempat beredar hingga masuk ke lingkungan sekolah, meninggalkan tekanan psikologis yang tidak sederhana.

Dampak berupa rasa malu, ketakutan, tekanan sosial, dan hilangnya rasa aman pada seorang anak, dapat berlangsung panjang dan tidak serta-merta pulih hanya oleh permintaan maaf atau ajakan berdamai.

Dalam konteks itu, persoalan ini tidak hanya menyisakan pertanyaan tentang standar penggunaan alat kesehatan, tetapi juga tentang pemulihan bagi korban, karena ada luka yang tidak tampak dalam hasil laboratorium, tetapi nyata dalam kehidupan seorang anak.

Bagi siswi yang telah lebih dulu menanggung beban dari hasil yang kemudian terbukti keliru, termasuk akibat kabar yang berkembang di lingkungan sosialnya, penderitaan yang ditinggalkan dinilai dapat berlangsung lama dan membutuhkan penanganan serius serta pendampingan berkelanjutan.

Sebab ada dampak yang tidak selesai ketika diagnosis dikoreksi.

Ada luka sosial dan psikologis yang tidak selalu dapat dipulihkan oleh klarifikasi, tidak seluruhnya sembuh oleh kata “maaf”, dan dapat menetap bila tidak ditangani secara sungguh-sungguh. Pada titik itulah, kasus ini tidak lagi hanya berbicara tentang alat kesehatan kedaluwarsa, tetapi tentang seorang korban yang harus hidup menanggung akibatnya.(*)

Pewarta: marjafri

Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI    
Sabtu, April 25, 2026

On Sabtu, April 25, 2026

Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI
Wisuda Program Sarjana dan Magister Universitas Paramadina yang bertajuk "Membangun Generasi Inovatif, Kompetitif, dan Berintegritas Menuju Indonesia Maju" di Jakarta, Sabtu (25/4/2026). (Foto/Aditya). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menyatakan bahwa ijazah akademik bukan lagi jaminan tunggal untuk memenangkan persaingan di pasar kerja global yang kian dinamis. Menaker mengimbau para lulusan perguruan tinggi untuk membekali diri dengan strategi "Triple Readiness" (Tiga Kesiapan) guna menghadapi disrupsi teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Hal tersebut disampaikan Menaker saat memberikan Orasi Ilmiah dalam acara Wisuda Program Sarjana dan Magister Universitas Paramadina yang bertajuk "Membangun Generasi Inovatif, Kompetitif, dan Berintegritas Menuju Indonesia Maju" di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Dalam orasinya, Menaker memaparkan data yang menunjukkan bahwa pergeseran lanskap dunia kerja sedang terjadi secara masif. Mengutip data LinkedIn, ia menyebutkan bahwa 80 persen judul pekerjaan saat ini tidak ada 20 tahun yang lalu. Bahkan, diprediksi sekitar 50 persen pekerjaan yang ada saat ini akan menjadi tidak relevan dalam sepuluh tahun ke depan.

"Dunia kerja terus berubah seiring perubahan teknologi. Tantangan terbesar kita saat ini adalah digital skill gap. Saat ini, pekerja kita yang memiliki keterampilan digital baru mencapai 27 persen, jauh di bawah standar global yang berada di angka 60 hingga 70 persen," ujar Yassierli di hadapan para wisudawan.

Namun, di balik pergeseran lanskap dunia kerja ini, Menaker menyatakan ada peluang ekonomi baru yang harus dioptimalkan oleh generasi muda seperti greeneconomy, digital platform, dan care economy. Oleh karenanya, agar lulusan perguruan tinggi dapat menangkap peluang-peluang pada lanskap dunia kerja baru tersebut, Menaker mengenalkan konsep Triple Readiness.

Pertama, Technical Skills Readiness. Menaker menjelaskan, lulusan perguruan tinggi perlu menyiapkan penguasaan keterampilan teknis yang relevan dengan industri masa depan, seperti keterampilan digital tingkat lanjut (advanced digital skills) dan keterampilan ekonomi hijau (green jobs). Ia mengingatkan bahwa kemampuan sekadar menggunakan media sosial bukanlah keterampilan digital yang dicari industri.

Kedua, Human Skills Readiness. Di tengah masifnya penggunaan AI, Menaker menegaskan bahwa human skills seperti berpikir kritis, empati, kepemimpinan, dan kreativitas tetap menjadi pembeda utama.

"AI tidak akan bekerja optimal tanpa sentuhan manusia. Human skills membuat pengguna memahami konteks, batasan, dan risiko AI," tambahnya.

Ketiga, Market Entry Readiness. Menaker menyebut kesiapan ini berkaitan dengan kemampuan lulusan untuk memahami dinamika industri. Oleh karenanya, Ia mendorong wisudawan untuk memiliki portofolio yang kuat, pengalaman magang, dan sertifikasi kompetensi sebagai bukti konkret kapabilitas mereka di mata perusahaan.

Dalam acara tersebut, Menaker juga menyoroti urgensi penguasaan AI. Berdasarkan survei, hampir 70% pemimpin bisnis di Indonesia menyatakan tidak akan merekrut kandidat yang tidak memiliki kemampuan dasar terkait AI. Hal ini sejalan dengan peningkatan permintaan pekerjaan dengan AI skills di Asia Tenggara yang melonjak hingga 2,4 kali lipat dalam lima tahun terakhir.

"Saat ini yang dicari industri adalah skills, not school. Kami melihat peningkatan empat kali lipat jumlah lowongan kerja yang lebih mementingkan kompetensi nyata dibanding sekadar gelar administratif dalam satu dekade terakhir," tegasnya.

Di akhir orasinya, Menaker menegaskan komitmen pemerintah dalam menyediakan akses pengembangan kompetensi bagi seluruh anak bangsa. Melalui 44 Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, Kemnaker terus menggencarkan program reskilling dan upskilling.

"Kuncinya adalah growth mindset. Jangan pernah merasa puas dengan ijazah yang ada. Jadilah pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner) yang siap beradaptasi dengan segala perubahan bisnis dan teknologi," pungkas Menaker. (*)

Taman Syech Kukut Bakal Disulap Jadi Taman Literasi Digital, Punya Bioskop Hingga Pertunjukan Seni    
Sabtu, April 25, 2026

On Sabtu, April 25, 2026

Taman Syech Kukut Bakal Disulap Jadi Taman Literasi Digital, Punya Bioskop Hingga Pertunjukan Seni
Pemerintah Kota Solok merencanakan revitalisasi kawasan tersebut menjadi Taman Literasi Digital, yang dikembangkan dengan konsep taman kota terpadu. (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wajah salah satu ruang publik andalan Kota Solok, Taman Syech Kukut, akan segera berubah total. Pemerintah Kota Solok merencanakan revitalisasi kawasan tersebut menjadi Taman Literasi Digital, yang dikembangkan dengan konsep taman kota terpadu yang modern, nyaman, dan memiliki beragam fungsi untuk memenuhi kebutuhan serta aktivitas seluruh lapisan masyarakat.

Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, menyampaikan hal tersebut saat memberikan keterangan pada Kamis, 23 April 2026. Menurutnya, desain yang disusun mengusung sentuhan estetika kekinian, namun tetap mempertahankan fungsi utama sebagai ruang hijau yang menyejukkan lingkungan.

“Nantinya taman ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau semata, tetapi juga menjadi pusat kegiatan dan interaksi sosial bagi warga Kota Solok dan sekitarnya. Kami ingin tempat ini menjadi tempat berkumpul, berkreasi, hingga menambah wawasan bagi semua kalangan,” ujar Wali Kota.

Hadirkan Berbagai Fasilitas Menarik dan Lengkap

Dalam rancangan yang telah disusun, sejumlah fasilitas unggulan akan menjadi daya tarik utama kawasan ini. Salah satunya adalah panggung terbuka dengan desain arsitektur yang unik, yang diperuntukkan sebagai tempat penyelenggaraan pertunjukan seni, kegiatan komunitas, hingga berbagai acara berskala daerah.

Tak hanya itu, di bagian tengah plaza akan dibangun air mancur interaktif yang diharapkan menjadi ikon baru sekaligus tempat hiburan yang digemari, terutama oleh keluarga dan anak-anak. Bahkan, pemerintah kota berencana menyediakan fasilitas bioskop di kawasan tersebut.

“Insya Allah kami juga akan menyiapkan fasilitas bioskop, sehingga warga Kota Solok tidak perlu lagi jauh-jauh ke Kota Padang untuk menonton film. Semua fasilitas hiburan dan edukasi nantinya bisa dinikmati di kota sendiri,” jelasnya.

Penataan ruang juga dirancang dengan memerhatikan aspek kenyamanan dan keamanan. Tersedia jalur khusus bagi pejalan kaki dan pesepeda yang aman dan nyaman, dapat dimanfaatkan untuk berolahraga ringan seperti jogging maupun bersepeda santai. Ruang hijau akan diperluas dengan penanaman berbagai jenis pohon rindang, serta disediakan area bermain anak yang dikembangkan dengan konsep modern dan aman.

Dari sisi pendukung, kawasan ini akan dilengkapi area parkir yang tertata rapi, pencahayaan lampu taman bernuansa seni, serta tempat duduk yang tersebar di berbagai titik untuk kenyamanan pengunjung. Sebagai taman literasi, juga akan disediakan fasilitas pendukung kegiatan membaca dan belajar.

“Pembangunan ini tidak hanya mengedepankan keindahan visual, tetapi juga mengoptimalkan fungsi ruang agar lebih aman, nyaman, dan bermanfaat secara produktif bagi masyarakat,” tambahnya.

Hidupkan Seni Budaya, Dorong Perekonomian Warga

Untuk menambah keseruan dan nilai budaya, setiap malam Sabtu dan Minggu akan dijadwalkan penyelenggaraan berbagai pertunjukan seni dan budaya khas daerah, seperti atraksi silek, pertunjukan randai, hingga berbagai kegiatan olahraga dan acara budaya lainnya.

Wali Kota Solok berkeyakinan bahwa pengembangan kawasan ini akan membawa dampak positif yang luas. Daya tarik yang dimiliki diprediksi akan mendatangkan lebih banyak kunjungan, yang pada akhirnya akan menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar.

“Kami sangat optimis langkah ini akan meningkatkan citra dan daya tarik Kota Solok, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Tempat ini nantinya tidak hanya menjadi lokasi rekreasi, tetapi juga pusat interaksi sosial dan wadah penyaluran ekspresi kreativitas masyarakat,” ungkapnya.

Pekerjaan Dimulai Pertengahan Mei 2026

Rencana revitalisasi ini akan segera diwujudkan dalam waktu dekat. Pemerintah Kota Solok menargetkan pelaksanaan pekerjaan pembangunan paling lambat sudah dimulai pada pertengahan Mei 2026.

Dengan konsep yang komprehensif ini, Taman Syech Kukut diharapkan mampu menjawab kebutuhan ruang publik yang berkualitas, serta menjadi kebanggaan bersama bagi warga Kota Solok. (BO)

PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi    
Sabtu, April 25, 2026

On Sabtu, April 25, 2026

Acara dilaksanakan di Kantor PWI Pusat Lantai 4, Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Jumat, (24/4) pukul 14.00 WIB.
Acara dilaksanakan di Kantor PWI Pusat Lantai 4, Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Jumat, (24/4) pukul 14.00 WIB. (Foto: Istimewa). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari berbagai kalangan hingga akhir hayatnya.

“Jam 8 saya berangkat ke Pekanbaru mengantarkan jenazah almarhum. Sesampainya di sana kami disambut sangat baik, PWI di sana sangat dihargai dan dihormati, mulai dari Pemprov Riau, pejabat daerah hingga tetangga almarhum,” ujar Akhmad Munir, Jumat (24/4/).

Ia menegaskan bahwa penghormatan tersebut merupakan cerminan dari jasa besar almarhum, baik bagi daerah maupun bagi masyarakat.

“Bentuk penghormatan ini juga karena jasa almarhum kepada daerah dan atas jasa beliau juga membesarkan PWI. Beliau sangat total dalam organisasi PWI, termasuk saat PWI bersatu kembali,” lanjutnya.

Pernyataan ini disampaikan Akhmad Munir dalam acara takziah dan doa bersama yang digelar PWI Pusat untuk memperingati tujuh hari wafatnya almarhum Zulmansyah Sekedang.

Acara dilaksanakan di Kantor PWI Pusat Lantai 4, Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Jumat, (24/4) pukul 14.00 WIB.

Diiikuti oleh pengurus PWI Pusat, PWI Provinsi, PWI Kabupaten/Kota, dan anggota PWI di seluruh Indonesia secara hybrid.

Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan duka mendalam dari keluarga besar PWI atas sosok yang dikenal memiliki dedikasi tinggi, loyalitas kuat, serta komitmen besar dalam memajukan organisasi dan dunia jurnalistik nasional.

Suasana haru turut disampaikan oleh Wakil Ketua Departemen Hankam Bidang Polri Musrifah, yang mendampingi almarhum di saat-saat terakhir.

“Saya orang yang mendampingi di detik-detik serangan jantung itu,” ujarnya.

Dengan penuh emosi, ia memberikan kesaksian mendalam tentang sosok almarhum.

“Dari banyak teman dan kawan, inilah orang paling baik yang pernah saya kenal. Saya bersaksi dunia dan akhirat beliau orang yang baik,” ungkapnya.

Ketua Umum PWI Pusat juga mengajak seluruh jajaran untuk terus mendoakan almarhum.

“Kami mengajak seluruh pengurus PWI Pusat untuk hadir dan bersama-sama mendoakan almarhum Zulmansyah Sekedang. Semoga segala pengabdian beliau menjadi amal jariyah dan almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Akhmad Munir.

Semangat yang ia tanamkan, ketulusan yang ia tunjukkan, serta jejak pengabdiannya akan terus hidup dalam setiap langkah organisasi ini menjadi pengingat bahwa kerja-kerja sunyi yang dilakukan dengan hati, pada akhirnya akan menemukan maknanya di hadapan manusia dan Tuhan. (*)

Tanggapan DPRD: Fasilitas Dasar Kunci Kenyamanan, Kinerja Pembangunan Kota Solok 2025 Tetap Cemerlang    
Sabtu, April 25, 2026

On Sabtu, April 25, 2026

Tanggapan DPRD: Fasilitas Dasar Kunci Kenyamanan, Kinerja Pembangunan Kota Solok 2025 Tetap Cemerlang
Anggota DPRD dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Rusdi Saleh, menyampaikan tanggapannya menekankan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik dan penyediaan fasilitas dasar harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah. (Foto/Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kinerja pembangunan Kota Solok sepanjang Tahun Anggaran 2025 menuai apresiasi sekaligus masukan konstruktif dari anggota DPRD dari Partai PAN yang di kenal tegas pro masyarakat Dalam Sidang Paripurna yang digelar pada Sabtu, 25 April 2026.

Anggota DPRD dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Rusdi Saleh, menyampaikan tanggapannya menekankan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik dan penyediaan fasilitas dasar harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

"Kami menyambut baik seluruh capaian yang telah disampaikan pemerintah daerah. Namun, kami ingin menegaskan kembali bahwa pelayanan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat harus menjadi skala prioritas. Contoh nyatanya adalah penyediaan dan pemeliharaan lampu jalan di seluruh wilayah. Fasilitas ini bukan sekadar perlengkapan penerangan, melainkan sarana utama yang menciptakan rasa aman, nyaman, dan ketertiban bagi warga saat beraktivitas, baik di siang hari maupun malam hari," tegas Rusdi Saleh saat memberikan tanggapan.

Ia juga menambahkan bahwa fasilitas umum yang terawat dengan baik akan memberikan dampak luas, mulai dari kelancaran aktivitas sosial hingga mendukung pertumbuhan perekonomian masyarakat. "Hal yang terlihat sederhana ini memiliki manfaat yang sangat besar. Kami berharap pemerintah daerah terus memprioritaskan hal-hal seperti ini dalam penyusunan program kerja ke depan, agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh seluruh lapisan masyarakat," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Solok secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 yang dibacakan langsung oleh Wakil Wali Kota Solok, Suryadi Nurdal. Laporan ini menjadi bentuk pertanggungjawaban atas seluruh program dan kegiatan yang telah dilaksanakan, sekaligus menjadi laporan pertama dalam masa kepemimpinan periode 2025–2030.

Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa berbagai capaian yang diraih merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintahan, dukungan yang konstruktif dari DPRD, serta partisipasi aktif masyarakat. "Kami menyadari bahwa apa yang telah dicapai adalah buah kerja sama semua pihak. Di sisi lain, kami juga mengakui masih ada sejumlah target yang belum tercapai secara maksimal, dan hal ini akan menjadi bahan evaluasi serta perbaikan kinerja ke depan," ujarnya.

Pengelolaan Keuangan Berjalan Baik, Indikator Kesejahteraan Meningkat

Dari sisi keuangan daerah, kinerja yang ditunjukkan tergolong sangat baik dengan prinsip efisiensi dan efektivitas. Dari target pendapatan sebesar Rp575,34 miliar, realisasinya mencapai Rp589,77 miliar atau melebihi rencana hingga 102,51 persen

Rinciannya, Pendapatan Asli Daerah terealisasi sebesar Rp63,42 miliar atau 104,90 persen, sedangkan Pendapatan Transfer dari Pemerintah Pusat sebagai sumber utama pendapatan daerah terealisasi sebesar Rp522,35 miliar atau 101,45 persen. Sementara itu, penyerapan belanja daerah mencapai Rp509,18 miliar dari total anggaran Rp550,50 miliar atau setara dengan 92,5 persen, yang digunakan untuk membiayai berbagai keperluan pembangunan dan operasional pemerintahan.

Secara makroekonomi, pertumbuhan ekonomi Kota Solok tercatat sebesar 3,61 persen. Angka ini memang sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya, namun tetap lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Barat yang hanya mencapai 3,37 persen.

Kesejahteraan masyarakat juga terlihat dari peningkatan Pendapatan Per Kapita yang naik menjadi Rp72,53 juta, serta Indeks Pembangunan Manusia yang meningkat menjadi 80,90 poin. Berbagai kemajuan juga dicapai di sektor pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, pembangunan infrastruktur, hingga penyederhanaan birokrasi untuk mempercepat pelayanan publik.

Atas kinerja dan inovasi yang dilakukan, Kota Solok berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi, di antaranya predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian yang diterima secara berturut-turut untuk kesembilan kalinya, penghargaan Kota Layak Anak, serta apresiasi di bidang penerapan teknologi dan tata kelola pemerintahan.

Teguh Hadapi Bencana, Bangkit Bersama Semangat Gotong Royong

Perjalanan pembangunan tahun 2025 tidak lepas dari berbagai tantangan, salah satunya adalah serangkaian bencana alam akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah. Mulai dari kebakaran hutan dan lahan pada bulan Juli, hujan lebat disertai angin puting beliung pada bulan Oktober, hingga bencana banjir besar yang terjadi di akhir tahun.

Banjir yang disebabkan oleh fenomena hidrometeorologi tersebut berdampak cukup luas, tercatat sebanyak 2.978 kepala keluarga atau setara dengan 9.375 jiwa yang tersebar di 9 kelurahan terkena dampak. Bencana ini menimbulkan kerusakan pada pemukiman warga, fasilitas umum, serta sarana perekonomian masyarakat.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota Solok segera mengambil langkah cepat dan tepat untuk melakukan penanganan serta pemulihan. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari pembersihan lingkungan yang melibatkan aparatur sipil negara, relawan, dan elemen masyarakat, hingga penyaluran bantuan sosial yang bersumber dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, serta dukungan para dermawan.

Berkat semangat kebersamaan dan gotong royong yang terjalin erat, dampak buruk akibat bencana dapat segera diminimalisir. Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus memperbaiki infrastruktur pendukung, memperkuat sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, serta memastikan peristiwa ini tidak menyurutkan semangat untuk terus memajukan Kota Solok.

Penutup dan Harapan

Di akhir penyampaiannya, Wakil Wali Kota Solok menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, serta seluruh undangan yang telah memberikan perhatian penuh terhadap laporan pertanggungjawaban tersebut.

"Segala capaian yang kita raih adalah hasil kerja bersama, sedangkan kekurangan yang ada menjadi tanggung jawab kita untuk memperbaikinya. Apabila dalam penyampaian laporan ini terdapat kata-kata atau sikap yang kurang berkenan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya," pungkasnya.

Pemerintah Kota Solok berharap, evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tahun 2025 serta berbagai masukan yang disampaikan, dapat menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja yang lebih matang, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar lagi bagi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat di masa mendatang. (BO)

LKPJ 2025: Di Tengah Ujian Bencana, Kinerja Pembangunan Kota Solok Tetap Gemilang    
Sabtu, April 25, 2026

On Sabtu, April 25, 2026

LKPJ 2025: Di Tengah Ujian Bencana, Kinerja Pembangunan Kota Solok Tetap Gemilang
Laporan ini dibacakan langsung oleh Wakil Wali Kota Solok, Suryadi Nurdal, dan menjadi bentuk pertanggungjawaban atas seluruh program serta kegiatan pembangunan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun berkenaan. (Foto/Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kota Solok secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Solok, yang berlangsung pada hari Sabtu, 25 April 2026.

Laporan ini dibacakan langsung oleh Wakil Wali Kota Solok, Suryadi Nurdal, dan menjadi bentuk pertanggungjawaban atas seluruh program serta kegiatan pembangunan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun berkenaan.

Laporan ini juga memiliki makna khusus, karena menjadi laporan pertanggungjawaban pertama yang disampaikan di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solok untuk masa bakti 2025–2030.

Dalam penyampaiannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian yang telah diraih. 

Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah, dukungan politik yang konstruktif dari DPRD, serta partisipasi dan gotong royong yang tinggi dari seluruh lapisan masyarakat.

"Kami sadar, apa yang telah kita capai hari ini adalah buah dari sinergi dan kerja sama semua pihak. Namun demikian, kami juga mengakui bahwa masih ada beberapa target yang belum tercapai secara maksimal dan belum mampu memuaskan semua harapan. Hal ini akan menjadi bahan evaluasi utama kami untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan kinerja di masa mendatang," ujarnya.

Keuangan Sehat, Indikator Kesejahteraan Terus Meningkat

Dari sisi pengelolaan keuangan daerah, kinerja yang ditunjukkan tergolong sangat baik dan dikelola dengan prinsip efisiensi serta efektivitas. 

Dari target pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp575,34 miliar, realisasinya berhasil menembus angka Rp589,77 miliar atau mencapai 102,51 persen dari yang direncanakan.

Perinciannya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp63,42 miliar atau 104,90 persen, sedangkan Pendapatan Transfer dari Pemerintah Pusat sebagai sumber utama pendapatan daerah terealisasi sebesar Rp522,35 miliar atau 101,45 persen. 

Sementara itu, penyerapan belanja daerah mencapai Rp509,18 miliar dari total anggaran Rp550,50 miliar atau setara dengan 92,5 persen, yang digunakan untuk membiayai belanja operasional, pembangunan modal, serta keperluan tak terduga.

Secara makroekonomi, pertumbuhan ekonomi Kota Solok tercatat sebesar 3,61 persen. Meskipun angka ini sedikit menurun dibandingkan capaian tahun sebelumnya, namun kinerjanya tetap lebih unggul dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Barat yang hanya sebesar 3,37 persen.

Kesejahteraan masyarakat juga terlihat dari peningkatan Pendapatan Per Kapita yang naik menjadi Rp72,53 juta, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang meningkat menjadi 80,90 poin. Capaian ini membuktikan bahwa kualitas hidup masyarakat Kota Solok terus mengalami perbaikan yang signifikan.

Berbagai kemajuan juga berhasil dicapai di sektor pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, pembangunan infrastruktur, hingga penyederhanaan birokrasi untuk mempercepat pelayanan publik.

Atas dedikasi dan inovasi yang dilakukan, Kota Solok pun berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi, di antaranya predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diterima secara berturut-turut untuk kesembilan kalinya, penghargaan Kota Layak Anak, serta apresiasi di bidang penerapan teknologi dan tata kelola pemerintahan.

Teguh Hadapi Bencana, Bangkit dengan Semangat Kebersamaan

Perjalanan pembangunan sepanjang tahun 2025 tidak lepas dari ujian berat, yakni terjadinya serangkaian bencana alam akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah. 

Di antaranya adalah kebakaran hutan dan lahan pada bulan Juli, hujan lebat disertai angin puting beliung pada bulan Oktober, serta bencana banjir besar yang terjadi di akhir tahun.

Banjir yang disebabkan oleh fenomena hidrometeorologi tersebut berdampak cukup luas, tercatat sebanyak 2.978 kepala keluarga atau setara dengan 9.375 jiwa yang tersebar di 9 kelurahan terkena dampak.

Bencana ini menimbulkan kerusakan pada pemukiman warga, fasilitas umum, serta sarana perekonomian masyarakat, sekaligus meninggalkan duka dan kesedihan bagi sejumlah warga yang menjadi korban.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota Solok segera mengambil langkah cepat dan tepat untuk melakukan penanganan serta pemulihan.

Berbagai upaya dilakukan, mulai dari pembersihan lingkungan yang melibatkan aparatur sipil negara, relawan, dan elemen masyarakat, hingga penyaluran bantuan sosial yang bersumber dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, serta dukungan para dermawan.

Berkat semangat kebersamaan dan gotong royong yang terjalin erat, dampak buruk akibat bencana dapat segera diminimalisir. 

Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus memperbaiki infrastruktur pendukung, memperkuat sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, serta memastikan peristiwa ini tidak menyurutkan semangat untuk terus memajukan Kota Solok.

Penutup dan Harapan

Di akhir penyampaiannya, Wakil Wali Kota Solok menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, serta seluruh undangan yang telah menyimak dan memberikan perhatian penuh terhadap laporan tersebut.

"Segala capaian yang kita raih adalah hasil kerja bersama, sedangkan kekurangan yang ada menjadi tanggung jawab kita untuk memperbaikinya. Apabila dalam penyampaian laporan ini terdapat kata-kata atau sikap yang kurang berkenan di hati hadirin sekalian, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya," pungkasnya.

Pemerintah Kota Solok berharap, evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tahun 2025 dapat menjadi fondasi yang kuat untuk menyusun rencana kerja yang lebih matang, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar lagi demi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat di masa-masa mendatang. (BO)

Wali Kota Buka Pelatihan Peningkatan Kualitas Batik Prada, Anggota DPRD Tekankan Pentingnya Bangga Karya Sendiri    
Sabtu, April 25, 2026

On Sabtu, April 25, 2026

Wali Kota Buka Pelatihan Peningkatan Kualitas Batik Prada, Anggota DPRD Tekankan Pentingnya Bangga Karya Sendiri
Anggota DPRD Kota Solok, Efriyon Coneng saat dikonfirmasi Sabtu 25/4/2026 sebelum sidang Paripurna LKPJ Wali Kota Solok tahun 2025   menyampaikan pandangan dan dukungannya terhadap upaya pengembangan batik daerah tersebut. (Foto/Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wali Kota Solok membuka secara resmi kegiatan pelatihan peningkatan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia bagi para pembatik Batik Prada yang digelar di Mimi Batik, Kampung Jawa, Selasa (21/4/2026). 

Kegiatan ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi seni budaya sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Turut hadir menyaksikan acara ini Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Solok, Asisten I Sekretariat Daerah, para kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait, serta para perajin batik yang menjadi peserta utama kegiatan.

Untuk memastikan hasil pelatihan yang maksimal, panitia menghadirkan narasumber ahli yang sudah berpengalaman di bidangnya, yakni Endang Wilujeng dari Yogyakarta. Kehadiran beliau diharapkan dapat berbagi pengetahuan, keterampilan, dan strategi pengembangan usaha yang dapat diterapkan langsung oleh para peserta.

Dalam sambutannya, Wali Kota Solok menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memajukan industri kerajinan lokal. Menurutnya, kualitas dan keunikan menjadi kunci utama agar batik karya anak daerah mampu bersaing di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

"Kami berharap ilmu dan pengalaman yang disampaikan narasumber dapat membuka wawasan baru bagi para perajin, baik dalam hal teknik pembuatan, penciptaan desain yang menarik, maupun cara mengelola usaha agar semakin berkembang. Ciptakanlah ciri khas tersendiri, sehingga batik Solok memiliki identitas yang mudah dikenali dan menjadi kebanggaan kita bersama," ujar Wali Kota.

Pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kemajuan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, khususnya di sektor kerajinan. Dukungan ini akan terus ditingkatkan melalui berbagai program pembinaan, pendampingan, hingga pemasaran produk.

Anggota DPRD: Pemda Harus Jadi Contoh Pakai Karya Lokal

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Solok, Efriyon Coneng saat dikonfirmasi Sabtu 25/4/2026 sebelum sidang Paripurna LKPJ Wali Kota Solok tahun 2025   menyampaikan pandangan dan dukungannya terhadap upaya pengembangan batik daerah tersebut. Ia menilai batik bukan sekadar hasil kerajinan tangan, melainkan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, seni, dan ekonomi yang tinggi.

"Kita harus bangga dan mencintai karya buatan anak daerah sendiri. Batik yang dihasilkan oleh perajin kita memiliki kualitas yang tak kalah bagus dengan produk dari daerah lain, bahkan memiliki keunikan tersendiri yang menjadi ciri khas Kota Solok," tegas Efriyon Coneng.

Ia juga menekankan agar pemerintah daerah dapat menjadi contoh nyata dalam mendukung pemasaran dan penggunaan batik lokal. Menurutnya, kebiasaan memakai batik buatan perajin daerah dalam berbagai kegiatan resmi akan menjadi dorongan besar bagi kemajuan usaha mereka.

"Saya berharap seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari pimpinan daerah hingga staf, menjadikan batik buatan perajin Kota Solok sebagai pakaian andalan dalam setiap acara resmi maupun kegiatan sehari-hari. Kalau kita sendiri yang percaya dan memakainya, maka masyarakat luas pun akan mengikuti dan semakin tertarik untuk memilikinya. Ini adalah bentuk dukungan nyata yang sangat berarti bagi keberlangsungan usaha mereka," tambahnya.

Lebih lanjut, politisi ini berjanji akan terus mengawal dan mendukung setiap kebijakan pemerintah daerah yang bertujuan untuk memajukan industri kerajinan lokal, sehingga batik Solok tidak hanya dikenal di dalam daerah, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas. (BO)

Banmus DPRD Susun Jadwal Ketat, Pembahasan LKPJ Wali Kota Solok 2025 Dimulai Akhir Bulan Ini    
Sabtu, April 25, 2026

On Sabtu, April 25, 2026

Banmus DPRD Susun Jadwal Ketat, Pembahasan LKPJ Wali Kota Solok 2025 Dimulai Akhir Bulan Ini
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Solok Tahun Anggaran 2025. (Foto/Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kota Solok menetapkan jadwal resmi pelaksanaan berbagai kegiatan strategis, dengan agenda utama adalah pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Solok Tahun Anggaran 2025. Penetapan jadwal ini dilakukan dalam rapat yang digelar di Ruang Rapat Besar Sekretariat DPRD Kota Solok, Kamis (23/4/2026).

Rapat berlangsung secara produktif dan dihadiri oleh pimpinan serta anggota Banmus, yaitu Ketua DPRD sekaligus Ketua Banmus Fauzi Rusli, SE, MM, Wakil Ketua Amrinof Dias Dt Ula Gadang, SH, Wakil Ketua Mira Harmadia, S.S, beserta sejumlah anggota lainnya. Dari unsur Pemerintah Kota Solok turut hadir Asisten I Zulkarnaini, AP, M.Si, Kepala Bapperida Refendi, S.Pt, dan sejumlah pejabat tinggi lainnya.

Dalam arahannya, Fauzi Rusli menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi wadah penting untuk menyusun langkah kerja ke depan, sehingga seluruh tugas dan fungsi lembaga legislatif dapat berjalan secara teratur, terkoordinasi, dan tepat waktu. Ia juga menyampaikan permintaan khusus kepada seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memastikan keberadaannya di wilayah tugas masing-masing, mengingat agenda pembahasan yang akan berlangsung dalam waktu dekat ini membutuhkan kesiapan dan kehadiran penuh dari seluruh jajaran pemerintah daerah.

“Rapat ini kami laksanakan agar semua rencana kegiatan yang telah disusun dapat dijalankan dengan baik. Khususnya menyangkut pembahasan LKPJ, kami memastikan bahwa seluruh pemangku kepentingan siap memberikan data, informasi, dan penjelasan yang dibutuhkan selama proses berlangsung,” tegas Fauzi.

Jadwal Padat Mulai 25 April 2026

Hasil kesepakatan dalam rapat ini melahirkan jadwal kegiatan yang terstruktur untuk periode April hingga Mei 2026. Rangkaian kegiatan dimulai pada Sabtu, 25 April 2026 pukul 09.00 WIB, dengan pelaksanaan Rapat Paripurna yang menjadi momen penyampaian Nota Pengantar LKPJ Tahun 2025 dari Pemerintah Kota Solok kepada lembaga DPRD.

Hanya berselang dua jam, tepatnya pukul 11.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) yang bertugas mendalami dan membahas seluruh isi laporan pertanggungjawaban tersebut.

Proses pembahasan mendalam akan berlangsung selama tiga hari kerja, yakni pada tanggal 26 hingga 28 April 2026. Pada hari terakhir pembahasan, tepatnya tanggal 28 April 2026, akan diadakan rapat internal sebagai wadah penyampaian hasil kajian dan pembahasan dari Pansus kepada Pimpinan DPRD.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyelenggaraan Rapat Paripurna lanjutan, yang menjadi ajang penyampaian rekomendasi resmi dari DPRD Kota Solok terhadap laporan pertanggungjawaban yang disampaikan oleh Wali Kota.

Reses Sidang Juga Masuk Agenda

Selain pembahasan laporan pertanggungjawaban, dalam kesempatan ini juga telah ditetapkan jadwal pelaksanaan masa reses Sidang ke-2 yang akan berlangsung mulai bulan Mei hingga Agustus 2026 mendatang.

Dengan adanya jadwal yang telah disusun secara rinci dan disepakati bersama antara legislatif dan eksekutif ini, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan secara efektif, efisien, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi kemajuan pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat Kota Solok. (BO)

Jelang Mubes Ikasmanli 2026, Angkatan 94 Resmi Dukung Ijal    
Sabtu, April 25, 2026

On Sabtu, April 25, 2026

Jelang Mubes Ikasmanli 2026, Angkatan 94 Resmi Dukung Ijal
Ketua alumni angkatan 1994, Hardi Baron Diarmy, secara resmi memberikan dukungan "politik" kepada Syafrizal Malin Mudo alias Ijal. (Foto/Noa). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua alumni angkatan 1994, Hardi Baron Diarmy, secara resmi memberikan dukungan "politik" kepada Syafrizal Malin Mudo alias Ijal untuk maju sebagai calon ketua Ikatan Alumni SMAN 5 (Ikasmanli) Padang periode 2026-2030 mendatang.

"Setelah mempertimbangkan dengan matang, akhirnya kami dari angkatan 94 menjatuhkan pilihan pada Ijal. Semoga dia sukses," ungkap Baron sapaan akrab ketua angkatan 94 itu usai menyerahkan dukungan tertulis di kediamannya Lubuk Lintah, Sabtu (25/4/2026).

Menurutnya, pilihan pada Ijal ini bukan tanpa alasan. Selain aktif diberbagai organisasi sosial kemasyarakatan selama ini, Ijal juga merupakan sosok pemimpin kreatif, komunikatif, humanis dan visioner.

Selain itu, Ketua Yayasan Peduli Jiwa Insani Kota Padang itu juga pintar dalam melakukan lobi-lobi ke berbagai pihak. Tentu saja ini menjadi modal yang sangat berharga demi kemajuan organisasi Ikasmanli Padang ke depan.

"Satu lagi kelebihan sosok Ijal ini, dia pandai bergaul dengan siapa saja. Sehingga para alumni baik senior maupun junior merasa dihargai," puji Baron.

Diakuinya, memang secara pribadi, dia tidak begitu akrab dengan Ijal karena kesibukan masing-masing. Namun berdasarkan informasi dari kawan-kawan alumni, mayoritas menilai Ijal memiliki kepribadian yang cukup baik.

"Jadi saya menilai, Ijal sosok yang tepat untuk memimpin Ikasmanli ke depan," kata Owner Tiger Camp tersebut penuh kagum.

Sementara itu, Ketua angkatan 2008, dr. Ardiansyah SPb, yang sebelumnya berniat untuk maju jadi calon ketua Ikasmanli, akhirnya memutuskan mundur dan dukungan suaranya diberikannya kepada Ijal.

"Benar. Tadi saya sudah dihubungi saudara Ardiansyah. Katanya dia tak jadi maju dan memberikan dukungannya pada saya," ucap Ijal ketika dikonfirmasi secara terpisah.

Dengan demikian, lanjut Ijal, berarti sudah ada sebanyak 16 angkatan yang memberikan dukungan tertulis kepadanya. Sisanya, masih ada sekitar 5 angkatan yang akan segera menyusul.

"Insya Allah, sore ini Ijal bersama tim akan segera mendaftar ke panitia," tukasnya dengan nada optimis.

Seperti diketahui, kegiatan Musyawarah Besar (Mubes) Ikasmanli tersebut akan digelar pada hari Minggu tanggal 3 Mei 2026 di SMAN 5 Padang. (Noa)

Jika Ikasmanli Bikin Bimbel, Fitri Elfira Siap Membantu    
Sabtu, April 25, 2026

On Sabtu, April 25, 2026

Jika Ikasmanli Bikin Bimbel, Fitri Elfira Siap Membantu
Fitri Elfira SPd, MPd (alumni 2001), yang saat ini tercatat sebagai tenaga pendidik di SMAN 16 Padang. (Foto/Noa). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Mendengar adanya wacana program bimbingan belajar (bimbel) yang akan dibuka pengurus Ikatan Alumni SMAN 5 (Ikasmanli) Padang periode mendatang, mendapat respon positif dari segenap alumni yang bergelut di dunia pendidikan.

Salah satunya, Fitri Elfira SPd, MPd (alumni 2001), yang saat ini tercatat sebagai tenaga pendidik di SMAN 16 Padang.

Guru bidang studi matematika itu menyatakan kesediaannya jika memang diminta untuk membantu oleh pengurus Ikasmanli Padang periode 2026-2030 nanti.

"Insya Allah, saya siap membantu jika diminta. Saya sangat mendukung wacana pembukaan bimbel untuk siswa kurang mampu itu oleh Ikasmanli," ungkap Elfitra saat ditemui disela-sela kesibukannya, Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, wacana pembukaan bimbel untuk siswa kurang mampu oleh organisasi alumni itu merupakan ide yang sangat bagus dalam rangka peningkatan mutu siswa khususnya di SMAN 5 Padang.

"Sebagai alumni tentu saya sangat bangga bila diberi kepercayaan menjadi salah satu guru bimbel tersebut nantinya," ucapnya sembari tersenyum.

Terkait rencana kegiatan musyawarah besar (Mubes) Ikasmanli yang akan dilaksanakan tanggal 3 Mei 2026 mendatang, dirinya mengaku siap mendukung siapa pun yang terpilih jadi ketua Ikasmanli nantinya.

"Tak masalah, siapa pun yang terpilih jadi ketua Ikasmanli nanti, secara pribadi saya akan selalu mendukung," kata bendaharawan SMAN 16 itu dengan santai.

Bicara kandidat yang layak memimpin Ikasmanli ke depan, Elfira mengaku tak terlalu mengikuti secara langsung namun hanya membaca perkembangan informasi melalui media online atau media sosial.

"Kalau bisa yang jadi pemimpin itu yang lebih senior lah. Tapi kalau ada yang muda, ya juga tak masalah. Yang penting bagaimana memajukan Ikasmanli dan almamater SMAN 5 Padang," tukasnya berharap.

Seperti diberitakan sebelumnya, bursa kandidat calon ketua Ikasmanli Padang sudah viral di dunia maya akhir-akhir ini.

Mereka adalah, Azwarman Rahim (1987), Buya Zulhardi Z Latif (1991), Hendri Yazid (1995), Defri Nasli (2000) dan Syafrizal Malin Mudo (2006). (Noa)