HEADLINE
Unjuk Rasa di DPRD Sumbar, KSPSI Diterima Wakil Ketua Evi Yandri Rajo Budiman dan Sekwan Maifrizon     
Senin, Mei 04, 2026

On Senin, Mei 04, 2026

Unjuk Rasa di DPRD Sumbar, KSPSI Diterima Wakil Ketua Evi Yandri Rajo Budiman dan Sekwan Maifrizon
Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman bersama Sekretaris DPRD Provinsi Sumatera Barat, Maifrizon menerima pengunjuk rasa dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sumatera Barat. (Foto/Idris). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman bersama Sekretaris DPRD Provinsi Sumatera Barat, Maifrizon menerima pengunjuk rasa dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sumatera Barat, Senin (4/5). 

Evi Yandri dalam kesempatan itu menyampaikan, DPRD Provinsi Sumatera Barat berkomitmen untuk menerima dan menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan pengunjuk rasa.

"Apa yang kawan kawan sampaikan nanti akan kita tindaklanjuti baik yang menjadi kewenangan pemerintah pusat maupun yang menjadi kewenangan daerah," sebut Evi Yandri. 

Evi Yandri menyampaikan, aksi unjuk rasa yang disampaikan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sumatera Barat bersama masyarakat ke DPRD Provinsi Sumatera Barat merupakan tempat yang tepat menyampaikan aspirasi.

Kedatangan mereka menyampaikan aspirasi dan tuntutan ke DPRD Provinsi Sumatera Barat merupakan perwakilan dari ribuan pekerja, karyawan dan buruh yang ada di Sumatera Barat untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan yang sama. 

Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sumatera Barat bersama masyarakat menggelar aksi unjuk rasa menuntut kenaikan upah ke DPRD Provinsi Sumatera Barat. Kedatangan mereka dalam rangka Hari Buruh se Dunia.

Selain menuntut kenaikan upah, mereka juga menyampaikan sejumlah perlakuan perusahaan tempat mereka bekerja yang dinilai tidak berpihak kepada mereka baik persoalan pekerjaan hingga BPJS Kesehatan maupun BPJS ketenagakerjaan. 

Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung tertib dibawah pengamanan personil kepolisian. (*)

Pasca Mubes Ikasmanli Sukses, Amrizal Rengganis Dimutasi    
Senin, Mei 04, 2026

On Senin, Mei 04, 2026

Pasca Mubes Ikasmanli Sukses, Amrizal Rengganis Dimutasi
Mantan Camat Nanggalo Amrizal Rengganis berpelukan dengan Wakil Walikota Padang Maigus Nasir di acara pelantikan pejabat di lingkungan Kota Padang. (Foto/Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Entah ada hubungannya atau cuma kebetulan saja, tapi yang jelas kebahagiaan itu hanya berlangsung sesaat.

Betapa tidak, pada hari Minggu (3/5/2026), Ketua Ikatan Alumni SMAN 5 (Ikasmanli) Padang demisioner, Amrizal Rengganis baru saja dinilai sukses menggelar kegiatan Mubes Ikasmanli Padang. Saat itu, dia masih menyandang jabatan Camat Nanggalo.

Namun esok harinya, tepatnya Senin (4/5/2026), Ketua Alumni Angkatan 1992 itu ikut kena mutasi besar-besaran Pemerintah Kota (Pemko) Padang dengan jabatan baru Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Sekban Kesbangpol) Kota Padang. 

Meski eselonnya tetap sama yakni 3 A, namun senyumnya agak sedikit berubah karena bukan lagi sebagai pucuk pimpinan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Padang.

"Tak masalah. Jabatan itu amanah. Saya siap ditempatkan dimana saja oleh pimpinan," ungkapnya sambil menghela nafas panjang usai pelantikan.

Kendati tetap berusaha tersenyum, namun dari sorot matanya ada kekecewaan. Tapi sebagai abdi negara, Rengga tidak bisa berbuat apa-apa karena keputusan berada di tangan pimpinannya.

"Sebagai PNS kita sudah disumpah untuk selalu loyal dan patuh pada keputusan pimpinan. Saya ikhlas menjalaninya," ucapnya pasrah.

Kondisi kurang beruntung juga dialami adik kandung Rengga yakni Syafrizal Cecep (Ketua Alumni Angkatan 1993). Cecep sebelumnya menjabat Lurah Mato Aie Kecamatan Padang Selatan, kini digeser menjadi Kasi Tata Pemerintahan Kelurahan Simpang Haru Kecamatan Padang Timur.

Itulah kehidupan di dunia. Tidak ada yang abadi. Hari ini kita tertawa, besok bisa saja menangis. Hari ini mendapat jabatan "empuk", besok bisa saja mendapat jabatan yang kurang kita sukai. Mari tetap bersyukur agar kita tidak menjadi orang kufur nikmat.

Selamat bertugas di tempat yang baru dua alumni terbaik SMAN 5 Padang. (Noa)

Perlindungan Optimal, Yassierli Tegaskan Jaminan Sosial untuk Semua Pekerja    
Senin, Mei 04, 2026

On Senin, Mei 04, 2026

Perlindungan Optimal, Yassierli Tegaskan Jaminan Sosial untuk Semua Pekerja
Ahli waris korban kecelakaan kereta api menerima santunan jaminan sosial sebesar Rp435.624.820 setelah korban tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan segmen Bukan Penerima Upah (BPU). (Foto/Biro Humas Kemenaker). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ahli waris korban kecelakaan kereta api menerima santunan jaminan sosial sebesar Rp435.624.820 setelah korban tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan segmen Bukan Penerima Upah (BPU). Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya jaminan sosial untuk melindungi pekerja dan keluarganya dari berbagai risiko.

"Hari ini kita melihat secara nyata bagaimana negara hadir. Ahli waris pekerja sektor informal yang mengalami musibah kecelakaan menerima manfaat jaminan sosial dengan total lebih dari Rp435 juta. Ini bukti bahwa perlindungan sosial harus dapat dirasakan semua pekerja tanpa terkecuali," ujar Yassierli usai menyaksikan penyerahan santunan di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/5/2026).

Santunan tersebut diberikan kepada Baskoro Aji (31), suami sekaligus ahli waris almarhumah Tutik Anitasari (31), yang menjadi salah satu korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada 29 April 2026. Almarhumah meninggalkan seorang suami dan anak balita.

Rincian manfaat yang diterima meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp235.238.400, santunan pemakaman Rp10.000.000, Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp11.886.420, serta beasiswa bagi anak senilai Rp166.500.000.

Kasus tersebut menunjukkan pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi seluruh pekerja, termasuk sektor informal. Pemerintah pun terus mendorong perluasan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan, salah satunya melalui kebijakan diskon iuran sebesar 50 persen untuk program JKK dan Jaminan Kematian (JKM) bagi pekerja BPU.

Menurut Yassierli, kebijakan ini dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperluas akses perlindungan sosial di tengah berbagai tantangan ekonomi.

“Melalui keringanan iuran ini, kami ingin memastikan semakin banyak pekerja informal dapat terlindungi. Iuran boleh lebih ringan, tetapi manfaat perlindungan tetap diberikan secara penuh,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa manfaat jaminan sosial tidak hanya berupa santunan, tetapi juga mencakup perlindungan jangka panjang bagi keluarga pekerja, termasuk beasiswa bagi anak.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menyatakan bahwa manfaat jaminan sosial memberikan kepastian perlindungan bagi keluarga pekerja saat menghadapi risiko.

“Manfaat ini memastikan keluarga pekerja tetap memiliki jaminan ekonomi sehingga dapat melanjutkan kehidupan dengan lebih terjamin,” ujar Saiful.

Melalui berbagai kebijakan tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh pekerja—baik formal maupun informal—mendapatkan perlindungan sosial yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. (*) 

Sumber: Biro Humas Kemnaker

Gerak Cepat! Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi    
Senin, Mei 04, 2026

On Senin, Mei 04, 2026

Gerak Cepat! Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan hingga 4 Mei 2026, sebanyak sembilan dari 16 korban meninggal dunia (MD) dalam kecelakaan antara Commuter Line Cikarang dan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek di Bekasi. (Foto/Biro Humas Kemenaker). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan hingga 4 Mei 2026, sebanyak sembilan dari 16 korban meninggal dunia (MD) dalam kecelakaan antara Commuter Line Cikarang dan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jawa Barat, pada 27 April 2026, telah menerima perlindungan jaminan sosial dari pemerintah.

Menaker Yassierli menjelaskan, total manfaat yang diterima ahli waris korban MD meliputi Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar sekitar Rp197,28 juta, Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp42 juta, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) senilai Rp2,02 miliar, serta beasiswa untuk enam anak dengan nilai maksimal Rp458,5 juta. Selain itu, terdapat pula manfaat Jaminan Pensiun (JP) yang diberikan secara berkala.

“Ini bukti pemerintah berkomitmen bahwa perlindungan jaminan sosial tidak berhenti pada pekerja, tetapi juga berlanjut kepada keluarga yang ditinggalkan. Kami ingin memastikan masa depan anak-anak mereka tetap terjaga melalui beasiswa,” ujar Yassierli di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/5/2026).

Menaker menambahkan, dari sembilan korban MD yang telah menerima santunan, delapan di antaranya merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan yang terdaftar di Kantor Cabang Jakarta Gambir, Jakarta Salemba, Jakarta Kebon Sirih, Jakarta Ceger, Jakarta Mangga Dua, Grha Jamsostek (Kanwil DKI Jakarta), serta satu peserta di Kantor Cabang Tangerang Selatan (Kanwil Banten).

Hingga saat ini, santunan telah disalurkan kepada ahli waris dalam beberapa tahap. Pada 29 April 2026, santunan diberikan kepada ahli waris Nuryati dan Nur Ainia Rahmadhynna. Keesokan harinya, santunan ditransfer kepada ahli waris Adelia Rifani.

Kemudian pada 4 Mei 2026, santunan kembali disalurkan kepada ahli waris Tutik Anitasari, Arinjani Novita Sari, dan Ida Nuraida.

Sementara itu, untuk tiga korban lainnya yakni Enggar Retno Krisjayanti, Harum Anjarsari, dan Vica Acnia Fratiwi, proses pembayaran akan segera dilakukan setelah kelengkapan administrasi dan konfirmasi ahli waris terpenuhi.

Terkait status Ida Nuraida, pemerintah masih melakukan verifikasi lanjutan untuk menentukan jenis manfaat yang diberikan, apakah masuk dalam kategori JKK atau JKM.

“Kami akan terus mengawal proses ini hingga seluruh hak ahli waris terpenuhi tanpa hambatan birokrasi,” tegas Menaker. (*) 

Sumber: Biro Humas Kemnaker

Jalan Rusak Parah Sepanjang 500 Meter, Warga Keluhkan Kondisi Jalan  Berlobang     
Senin, Mei 04, 2026

On Senin, Mei 04, 2026

Jalan Rusak Parah Sepanjang 500 Meter, Warga Keluhkan Kondisi Jalan  Berlobang
Kerusakan jalan tersebut terhitung cukup panjang, mencapai lebih dari 500 meter, sehingga sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan. (Foto/Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kondisi jalan yang rusak dan penuh dengan lubang menjadi keluhan utama masyarakat yang melintas di kawasan Simpang GOR Alimin Sinapa hingga ke arah Orchard Kelurahan Tanjung Paku  Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok.

Kerusakan jalan tersebut terhitung cukup panjang, mencapai lebih dari 500 meter, sehingga sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan.

Jalur yang seharusnya menjadi akses utama bagi warga kini berubah menjadi medan yang cukup sulit dilalui. 

Banyak pengendara motor maupun mobil yang harus berhati-hati dan memutar kendaraannya untuk menghindari lubang-lubang besar yang menganga, yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Merespons kondisi tersebut, Arben Dt. Lelo Rajo, seorang pemuka masyarakat yang bertempat tinggal di RT 02 RW 02 setempat, angkat bicara. 

Ia meminta agar Pemerintah Daerah segera turun tangan dan memprioritaskan perbaikan jalan tersebut.

"Kami sangat berharap Pemerintah Kota Solok dapat segera mendengar aspirasi kami. Jalan ini sudah sangat memprihatinkan kondisinya, sudah lama rusak namun belum ada penanganan serius. Tolong segera diperbaiki demi keselamatan dan kenyamanan bersama," ujar Arben dengan nada prihatin, Senin (4/5).

Lebih lanjut, Arben berharap agar dinas terkait dapat segera melakukan survei lokasi dan segera merealisasikan perbaikan, mengingat jalan ini merupakan akses vital yang setiap hari dilalui oleh ratusan warga.

Merespons aspirasi tersebut, Anggota DPRD Kota Solok, Efriyon Coneng, S.H., juga angkat bicara. Ia memastikan akan segera menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut.

"Mendengar langsung keluhan dari masyarakat terkait kondisi jalan ini, saya akan segera melakukan koordinasi dengan Dinas terkait, khususnya Dinas PUPR, untuk menindaklanjuti permintaan warga. Kami akan usahakan agar perbaikan jalan ini segera masuk dalam program kerja dan segera dikerjakan," tegas Efriyon.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap permohonan ini segera ditindaklanjuti agar jalan dapat kembali layak fungsi dan digunakan dengan aman.(80)

Wawali Suryadi Nurdal Bacakan Amanat Menteri Pendidikan: Bangun Generasi Cerdas, Berkarakter, dan Berdaya Saing    
Senin, Mei 04, 2026

On Senin, Mei 04, 2026

Wawali Suryadi Nurdal Bacakan Amanat Menteri Pendidikan: Bangun Generasi Cerdas, Berkarakter, dan Berdaya Saing
Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, bertindak selaku pembina upacara dan membacakan sambutan resmi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia pada kegiatan yang berlangsung khidmat di Kota Solok, Senin, 4 Mei 2026. (Foto/Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, bertindak selaku pembina upacara dan membacakan sambutan resmi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia pada kegiatan yang berlangsung khidmat di Kota Solok, Senin, 4 Mei 2026, bertempat di halaman balaikota Solok.

Dalam amanat yang dibacakan tersebut, Menteri Pendidikan menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan, melainkan upaya strategis untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, beriman, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, dan tangguh.

Hal ini sejalan dengan visi pembangunan nasional dalam kerangka Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama.

Tiga Pilar Utama Pendidikan

Menteri juga menyoroti pentingnya perubahan mindset (pola pikir), penguatan mental (ketangguhan), serta upaya menumbuhkan potensi terbaik setiap individu. 

Nilai-nilai ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan zaman, sekaligus mengembalikan semangat pendidikan nasional yang berlandaskan filosofi Asah, Asih, dan Asuh seperti yang dicetuskan oleh Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara.

Komitmen Pemerintah Daerah

Usai membacakan sambutan, Wakil Wali Kota Suryadi Nurdal menegaskan komitmen Pemerintah Kota Solok untuk terus mendukung dan melaksanakan berbagai kebijakan pendidikan nasional.

"Kita akan terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran, memperbaiki sarana dan prasarana, serta mendorong inovasi di dunia pendidikan. Semua ini dilakukan demi memastikan anak-anak kita mendapatkan layanan pendidikan yang terbaik, bermutu, dan berkeadilan," ujarnya.

Peringatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang kondusif. 

Diharapkan, melalui upaya bersama, Kota Solok dapat melahirkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berdaya saing tinggi di masa depan.(80)

Wako Fadly Amran Melantik Raju Minropa sebagai Sekdako Padang hingga Tommy TRD Jadi Kepala Dinas Kominfo    
Senin, Mei 04, 2026

On Senin, Mei 04, 2026

Wako Fadly Amran Melantik Raju Minropa sebagai Sekdako Padang hingga Tommy TRD Jadi Kepala Dinas Kominfo
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang Aie Pacah, Senin (4/5/2026). (Foto/Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wali Kota Padang, Fadly Amran, melantik Raju Minropa sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang Aie Pacah, Senin (4/5/2026).

Dalam kesempatan ini, Fadly Amran juga melantik 11 pejabat tinggi pratama, yakni Swesti Fanloni sebagai Kepala Bappeda, Fauzan Ibnovi sebagai Kepala Dinas PMPTSP, Yenni Yuliza sebagai Kepala Dinas Pariwisata, Teddy Antonius sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Yudi Indra Sani sebagai Kepala Dinas Perhubungan, serta Ances Kurniawan sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Selanjutnya, Atos sebagai Kepala Bapenda, Eka Putra Buhari sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Malvi Hendri sebagai Kepala Dinas PUPR, Fizlan Setiawan sebagai Kepala Dinas Perdagangan, dan Tommy TRD sebagai Kepala Dinas Kominfo.

Selain itu, turut dilantik 44 pejabat administrator (Eselon III), 82 pejabat pengawas (Eselon IV), 11 kepala puskesmas, serta 22 pejabat fungsional.

Dalam sambutannya, Fadly Amran menekankan pentingnya seluruh pejabat yang dilantik untuk memahami dan mengimplementasikan visi dan misi  pembangunan Kota Padang secara konkret di masing-masing perangkat daerah.

“Silakan dijabarkan program-program seperti Padang Juara, Padang Amanah, Padang Melayani, Sinergi Nagari, Jelajah Padang, Padang Sigap, dan lainnya ke dalam kebijakan dan kegiatan nyata di instansi masing-masing,” ujarnya.

Fadly Amran juga meminta para pejabat yang dilantik untuk melahirkan inovasi, sehingga organisasi yang dipimpin mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kota Padang.

“Inovasi harus lahir dari kepemimpinan Bapak dan Ibu. Pemimpin harus mampu memancing inovasi, menggali potensi ASN, dan menciptakan terobosan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Fadly Amran juga menyampaikan bahwa berbagai capaian yang telah diraih selama ini merupakan tidak terlepas dari sinergi serta koordinasi yang baik dengan unsur Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat. Ia turut mendorong seluruh pejabat yang dilantik agar proaktif dalam mencari peluang program dan kerja sama.

“Kami menunggu prestasi dari Bapak dan Ibu. Jemput bola, jangan hanya menunggu. Bangun komunikasi dengan pemerintah provinsi, kementerian, dan berbagai pihak lainnya,” tutupnya.

Pelantikan ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Maigus Nasir, Pimpinan OPD Provinsi Sumatera Barat, Ketua Tim Penggerak PKK dan BKOW Kota Padang, unsur Forkopimda Kota Padang, pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Padang dan tamu undangan lainnya. (*)

Gubernur Mahyeldi: Penting Menghidupkan Kembali Nilai Pendidikan Berbasis Keluarga    
Senin, Mei 04, 2026

On Senin, Mei 04, 2026

Gubernur Mahyeldi: Penting Menghidupkan Kembali Nilai Pendidikan Berbasis Keluarga
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai pendidikan berbasis keluarga saat membuka Seminar Nasional. (Foto/Adpim). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai pendidikan berbasis keluarga saat membuka Seminar Nasional “Kiprah Rahmah El Yunusiyyah sebagai Pahlawan Nasional dalam Pengembangan Pendidikan di Indonesia” di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Senin (4/5/2026).

Di hadapan sekitar 1.000 peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa, guru, hingga organisasi perempuan, Mahyeldi menekankan bahwa seminar ini bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan momentum mencari solusi atas krisis pendidikan yang kian kompleks.

“Seminar ini kita gagas bukan hanya untuk mengenang sejarah. Nilai-nilai yang diajarkan Ibu Rahmah El Yunusiyyah sangat realistis untuk menjawab persoalan pendidikan terkini, sehingga perlu kembali diimplementasikan dalam proses pembelajaran saat ini,” tegas Mahyeldi.

Ia lalu menyoroti fenomena hubungan guru dan murid yang kian memprihatinkan, bahkan tak jarang berujung konflik hingga masuk ranah hukum.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya krisis yang perlu ada solusi agar nilainya tidak lari dari esensi pendidikan itu sendiri.

“Kita melihat sekarang hubungan guru dan murid tidak jarang mengalami gesekan yang tidak sepatutnya. Bahkan ada yang sampai dilaporkan ke kepolisian. Ini sudah keluar dari ruh pendidikan,” ujarnya.

Mahyeldi menilai akar dari berbagai persoalan sosial tersebut karena lemahnya ketahanan keluarga. 

Ironisnya, menurut Mahyeldi, kendati Peraturan Daerah terkait ketahanan keluarga sudah ada di Sumbar, namun menurut Mahyeldi, sisi implementasinya masih lemah.

“Kita bicara narkoba, kembali permasalahan dasarnya ada di tingkat keluarga. Perilaku menyimpang, juga kembali ke keluarga. Tapi ironisnya, setiap orang yang akan berkeluarga justru tidak dibekali secara serius tentang ketahanan keluarga,” katanya.

Ia mencontohkan sistem pendidikan keluarga yang diterapkan Rahmah El Yunusiyyah melalui Diniyyah Puteri, yang sejak usia dini telah membekali perempuan dengan ilmu rumah tangga dan kehidupan. Selain nantinya juga diberikan ilmu agama, bertutur dan berlogika serta disiplin ilmu lainnya.

“Saya pernah tanya alumni Diniyyah Puteri, ternyata pelajaran tentang ketahanan keluarga itu sudah diajarkan sejak SMP. Sementara kita, menjelang menikah hanya dapat pembekalan dua jam. Ini tentu tidak cukup,” tegasnya.

Menurut Mahyeldi, konsep pendidikan yang dirintis Rahmah El Yunusiyyah terbukti melahirkan generasi perempuan tangguh, bahkan telah terbukti mampu melahirkan tokoh besar seperti Rasuna Said.

“Beliau mempersiapkan perempuan bukan hanya untuk rumah tangga, tapi juga menjadi pribadi mandiri dan berwawasan luas. Hasilnya, bisa kita lihat, banyak tokoh-tokoh besar lahir dari sana,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan seminar nasional tersebut Menteri Kebudayaan RI yang diwakili oleh Direktur Sarana dan Prasarana Kebudayaan, Feri Arlius. 

Dalam sambutannya ia menegaskan bahwa Rahmah El Yunusiyyah merupakan pelopor pendidikan perempuan di Indonesia yang pemikirannya masih relevan hingga kini.

“Beliau adalah arsitek pendidikan perempuan pertama di Indonesia melalui Diniyyah Puteri. Di tengah keterbatasan akses pendidikan saat itu, beliau membuka jalan bagi kemandirian intelektual dan spiritual perempuan,” ungkap Feri.

Pemerintah, lanjutnya, memberikan perhatian serius terhadap pengembangan Diniyyah Puteri sebagai bagian dari warisan budaya dan sejarah pendidikan nasional.

“Keberadaan Diniyyah Puteri masih sangat relevan. Kementerian Kebudayaan akan memberikan dukungan, yang saat ini masih dalam tahap pembahasan,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumbar, Syaifullah selaku ketua pelaksana Seminar Nasional “Kiprah Rahmah El Yunusiyyah sebagai Pahlawan Nasional dalam Pengembangan Pendidikan di Indonesia” mengatakan seminar ini bertujuan menggali kembali pemikiran Rahmah El Yunusiyyah serta mengontekstualisasikannya dengan tantangan pendidikan modern.

“Seminar ini diharapkan melahirkan gagasan baru serta menginspirasi generasi muda, khususnya perempuan, untuk meneladani perjuangan beliau,” ujarnya.

Seminar menghadirkan sejumlah narasumber nasional dan internasional, di antaranya Tan Sri Dato’ Seri Utama Dr. Rais Yatim, Prof. Dr. dr. Fasli Jalal, Ph.D., serta wartawan senior Khairul Jasmi. (adpsb/cen/bud)

Gubernur Mahyeldi Sambut Kedatangan Dedie Tri Hariyadi Sebagai Kajati Sumbar yang Baru    
Senin, Mei 04, 2026

On Senin, Mei 04, 2026

Gubernur Mahyeldi Sambut Kedatangan Dedie Tri Hariyadi Sebagai Kajati Sumbar yang Baru
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menyambut langsung Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumbar yang baru, Dedie Tri Hariyadi. (Foto/Adpim). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menyambut langsung Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumbar yang baru, Dedie Tri Hariyadi, di ruang VIP Bandara Internasional Minangkabau, Senin (4/5/2026).

Kedatangannya ini, sekaligus menandai dimulainya tugas Dedie sebagai Kajati Sumbar menggantikan Muhibuddin yang kini menjabat sebagai Kajati Sumatera Utara.

Dedie datang dengan rekam jejak kuat di Kejaksaan Agung. Sebelum dipercaya memimpin Kejati Sumbar, ia menjabat sebagai Direktur Pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus.

Dalam penyambutan tersebut, Gubernur Mahyeldi didampingi oleh seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, pimpinan OPD di lingkup Pemprov Sumbar, serta jajaran Kejaksaan Tinggi Sumbar. Gubernur mengatakan penyambutan ini merupakan bentuk harmonisasi dan saling menghargai antar unsur Forkopimda di Provinsi Sumbar.

“Selamat datang di Ranah Minang, Pak Kajati. Semoga kita bisa saling bersinergi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing,” kata Mahyeldi.

Sementara itu, Dedie Tri Hariyadi mengatakan jabatan yang kini diembannya bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar yang menyangkut integritas institusi.

“Ini bukan hanya jabatan, tetapi amanah untuk menjaga marwah institusi dan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum,” tegas Dedie.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk mendorong pembenahan internal Kejaksaan secara menyeluruh. 

Menurutnya, tantangan penegakan hukum saat ini semakin kompleks dan membutuhkan langkah yang lebih progresif.

“Pembenahan dan penguatan institusi harus dilakukan secara serius agar Kejaksaan semakin responsif dan dipercaya publik,” ujarnya.

Dedie memastikan, di bawah kepemimpinannya, Kejati Sumbar akan bergerak lebih adaptif dan terbuka terhadap perubahan, guna menghadirkan pelayanan hukum yang lebih berkualitas bagi masyarakat. (adpsb/cen/bud)

Reses Anggota DPRD Kota Padang Erianto: Serap Aspirasi Warga Delima Belimbing    
Senin, Mei 04, 2026

On Senin, Mei 04, 2026

Reses Anggota DPRD Kota Erianto: Serap Aspirasi Warga Delima Belimbing
Anggota DPRD Kota Padang, Erianto menggelar reses Massa Sidang III Tahun 2026 dengan menyerap aspirasi masyarakat di Masjid Al Hijrah, kawasan Delima, Belimbing, Kuranji-Kota Padang, Sabtu (2/5/2026) malam. (Foto/Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebagai anggota DPRD Kota Padang, Erianto menggelar reses Massa Sidang III Tahun 2026 dengan menyerap aspirasi masyarakat di Masjid Al Hijrah, kawasan Delima, Belimbing, Kuranji-Kota Padang, Sabtu (2/5/2026) malam.

Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan penuh antusias, menjadi ruang dialog terbuka dan membangun kedekatan antara wakil rakyat dan konstituennya.

Dalam suasana yang akrab, warga menyampaikan beragam persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka, mulai dari infrastruktur jalan dan drainase, penerangan jalan umum, hingga kebutuhan peningkatan layanan sosial dan keagamaan.

Aspirasi yang disampaikan mencerminkan harapan masyarakat akan pemerataan pembangunan yang lebih responsif dan berkelanjutan.

Erianto menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal, melainkan momentum penting untuk mendengar langsung denyut kebutuhan masyarakat.

Ia berkomitmen untuk mengawal setiap aspirasi yang disampaikan agar dapat diperjuangkan dalam pembahasan program pembangunan di DPRD Kota Padang.

“Reses ini adalah jembatan komunikasi. Apa yang disampaikan masyarakat akan menjadi catatan penting bagi kami untuk diperjuangkan, baik melalui pokok-pokok pikiran dewan maupun dalam pembahasan anggaran bersama pemerintah daerah,” ujar Eri Mahmuda sapaan akrab Erianto.

Selain menyerap aspirasi, Erianto juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat nilai-nilai gotong royong, serta aktif berpartisipasi dalam pembangunan lingkungan.

Kegiatan reses tersebut turut dihadiri tokoh masyarakat, pengurus masjid, pemuda, serta kaum ibu yang memberikan warna tersendiri dalam diskusi. Interaksi yang terbangun mencerminkan sinergi antara masyarakat dan wakil rakyat dalam mendorong kemajuan daerah.

Melalui reses ini, diharapkan lahir solusi konkret yang mampu menjawab kebutuhan warga Delima, sekaligus memperkuat kehadiran DPRD sebagai representasi aspirasi rakyat di Kota Padang.(*)

Menguji Konsistensi Standar Sawahlunto sebagai Kota Layak Anak    
Senin, Mei 04, 2026

On Senin, Mei 04, 2026

Menguji Konsistensi Standar Sawahlunto sebagai Kota Layak Anak
Ilustrasi kasus layanan kesehatan anak di Sawahlunto yang memicu perdebatan publik. Terlihat alat tes kehamilan yang telah kedaluwarsa digunakan dalam pemeriksaan awal di Puskesmas, sementara hasil akhir menunjukkan diagnosis berbeda. Visual ini menggambarkan ketegangan antara standar medis, perlindungan anak, dan implementasi predikat Kota Layak Anak di tingkat layanan dasar. (Foto/Marjafri). 

OPINI
ini pada dasarnya tidak berdiri pada kronologi peristiwa, melainkan pada satu persoalan inti: apakah predikat Kota Layak Anak (KLA) benar-benar tercermin dalam praktik layanan kesehatan, khususnya ketika menyangkut akurasi dan disiplin standar medis.

Dalam konteks Sawahlunto yang telah meraih predikat KLA hingga delapan kali, pertanyaan ini menjadi relevan, bahkan mendesak. Sebab semakin tinggi capaian administratif, semakin besar pula ekspektasi terhadap konsistensi implementasi di lapangan.

1. Kelayakan Kota Layak Anak: Diukur dari Detail, Bukan Sekadar Indikator

KLA selama ini dibangun melalui indikator yang mencakup kebijakan, kelembagaan, dan ketersediaan layanan. Namun opini ini menunjukkan satu celah penting:

indikator mampu mengukur keberadaan sistem, tetapi belum tentu menjamin kualitas pelaksanaannya.

Dalam layanan kesehatan anak, ukuran kelayakan tidak berada pada dokumen atau penghargaan, melainkan pada hal yang paling konkret:

- apakah alat yang digunakan memenuhi standar

- apakah prosedur dijalankan tanpa kompromi

- apakah keputusan diambil berdasarkan validitas yang terjamin

Dengan kata lain, kelayakan kota diuji pada ketelitian teknis di titik layanan paling awal.

2. Alat Kedaluwarsa: Masalah Teknis yang Menjadi Indikator Sistemik

Penggunaan alat tes yang telah melewati masa kedaluwarsa menjadi titik kritis dalam analisis ini. Secara medis, batas kedaluwarsa bukan sekadar formalitas, melainkan:

- batas jaminan akurasi

- batas tanggung jawab produsen

- batas yang seharusnya tidak dinegosiasikan

Ketika batas ini mulai ditafsirkan secara fleksibel, maka yang terjadi adalah:

pergeseran dari standar absolut menjadi standar situasional.

Dalam konteks Kota Layak Anak, hal ini menjadi persoalan serius, karena:

- anak tidak memiliki ruang untuk menanggung risiko ketidakpastian

- setiap potensi kesalahan awal dapat berdampak berlapis

- perlindungan anak menuntut standar tertinggi, bukan standar yang dinegosiasikan

3. Kinerja Dinas Kesehatan: Ujian pada Tiga Fungsi Inti

Kasus ini secara langsung menyorot kinerja Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto sebagai penanggung jawab layanan kesehatan.

a. Manajemen alat kesehatan

Penggunaan alat kedaluwarsa mengindikasikan kemungkinan adanya celah dalam:

- perencanaan kebutuhan

- distribusi logistik

- pengendalian masa berlaku alat

Dalam sistem yang ideal, ketersediaan alat layak pakai adalah prasyarat dasar, bukan kondisi yang harus dinegosiasikan.

b. Kepatuhan terhadap standar (SOP)

SOP dirancang untuk menghilangkan interpretasi. Namun ketika dalam praktik terjadi kelonggaran, maka:

standar berubah dari kewajiban menjadi pilihan.

Ini menjadi indikator bahwa internalisasi SOP belum sepenuhnya seragam di seluruh lini layanan.

c. Pengawasan dan kontrol mutu

Setiap penyimpangan dari standar seharusnya terdeteksi dalam sistem pengawasan. Jika tidak, maka persoalannya bukan lagi individual, tetapi struktural:

- apakah audit penggunaan alat berjalan efektif ?

- apakah ada sistem kontrol mutu yang aktif ?

Tanpa pengawasan yang kuat, standar tidak memiliki daya paksa.

4. Dampak Berlapis: Dari Teknis ke Sosial

Yang membuat kasus ini signifikan dalam perspektif KLA adalah dampaknya yang tidak berhenti pada aspek medis.

Dalam konteks anak, kesalahan pada tahap awal dapat berkembang menjadi:

- tekanan psikologis

- stigma sosial

- perubahan relasi sosial di lingkungan

Hal ini menunjukkan bahwa:

satu keputusan teknis dalam layanan kesehatan dapat menjalar menjadi persoalan perlindungan anak secara luas.

5. Perspektif Perlindungan Anak

Pemerhati anak, Boy Purbadi, menyoroti adanya dugaan:

- ketidaksesuaian penanganan medis dengan standar

- potensi pelanggaran prinsip perlindungan anak

- dampak psikologis dan sosial terhadap anak

Namun ia juga menegaskan bahwa seluruh dugaan tersebut memerlukan pembuktian berbasis data dan fakta.

Penegasan ini penting, karena mengarahkan diskusi pada:

kebutuhan evaluasi sistem, bukan sekadar penilaian peristiwa.

6. Ketidaksesuaian antara Predikat dan Pengalaman

Dengan capaian delapan kali penghargaan KLA, Sawahlunto memiliki legitimasi kuat secara administratif.

Namun opini ini menunjukkan adanya jarak antara:

- predikat sebagai capaian formal

- pengalaman nyata anak dalam layanan publik

Di titik ini, muncul kritik yang lebih mendalam:

apakah sistem telah berjalan secara konsisten hingga ke detail terkecil ?

7. Masalah Inti: Sistem Tidak Gagal, tetapi Tidak Seragam

Kesimpulan utama dari analisis ini adalah:

sistem tidak sepenuhnya gagal, tetapi tidak berjalan secara seragam.

Dalam pelayanan publik, ketidakseragaman lebih berbahaya karena:

- sulit terdeteksi dalam evaluasi formal

- tidak tercermin dalam indikator penghargaan

- berdampak langsung pada masyarakat, khususnya anak

Penutup

Opini ini tidak menolak predikat Kota Layak Anak. Namun ia menempatkan predikat tersebut dalam konteks yang lebih substansial:

bahwa kelayakan sebuah kota tidak ditentukan oleh penghargaan, melainkan oleh konsistensi standar di setiap titik layanan.

Pada akhirnya, pertanyaan yang tersisa menjadi sangat mendasar:

apakah setiap anak benar-benar dilindungi oleh sistem yang bekerja tanpa kompromi terhadap standar ?

Jika masih terdapat ruang interpretasi dalam hal yang paling teknis sekalipun, seperti penggunaan alat medis, maka yang perlu diperkuat bukan sekadar capaian, melainkan disiplin sistem itu sendiri. (*)

Penulis: Marjafri - Wartawan, pendiri dan ketua Komunitas Anak Nagari Sawahlunto

Reses III Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye di Perumahan Banda Gadang Permai: Tampung dan Dikoordinasikan    
Senin, Mei 04, 2026

On Senin, Mei 04, 2026

Reses III Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye di Perumahan Banda Gadang Permai: Tampung dan Dikoordinasikan
Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye laksanakan kegiatan agenda Reses Masa Sidang III Tahun 2026 di Perumahan Banda Gadang Permai RT 07 RW 01, Kelurahan Tabing Banda Gadang. (Foto/Bim). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye laksanakan kegiatan agenda Reses Masa Sidang III Tahun 2026 di Perumahan Banda Gadang Permai RT 07 RW 01, Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo,Kota Padang.Senin (4/5/2026).

Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye menyampaikan, sengaja hari ini kami bawa dari pihak Dinas Perkim Kota Padang, kemudian dari Kelurahan, kemudian ada langsung konsultannya. "Kita juga dikesempatan ini turut didampingi oleh Ketua PMI Kota Padang Bapak Zulhardi Z Latif yang juga nanti dari PMI Kota Padang akan menyerahkan bantuan ke warga perumahan Bandar Gadang Permai, " katanya. 

Pada beberapa waktu yang lalu bencana banjir bandang yang terjadi di Kota Padang dan sampai hari ini dampaknya masih terasa khususnya di Tabing Banda Gadang Kecamatan Nanggalo. Dampak masih terasa baik di Perumahan Griya Permata, Bandar Gadang Permai, Kubu Utama, dan sekitarnya.

"Pada kesempatan reses ini, kami sengaja membawa dari pihak Perkim untuk mengetahui lokasi ini, karena setiap hari hujan dalam jangka waktu setengah jam saja air sudah masuk ke rumah warga, " ujarnya. 

"Kondisi ini sangat memprihatinkan dan atas permintaan warga, saya coba berkonsultasi dengan Perkim, dengan Pak Tri, Pak Niko, kemudian alhamdulillah hari ini anggotanya sudah hadir di tempat kita di perumahan Bandar Gadang Permai ini," ucapnya. 

Ia juga menyampaikan, pada hari ini sekaligus dalam rangka kegiatan Reses III DPRD Kota Padang, disini bersama berkumpul agar dapat secara langsung mendengarkan dan menyaksikan bahwa aspirasi warga yang ditampung dan segera dikoordinasikan dengan pihak terkait agar segera ditindak lanjuti.

"Semoga reses hari ini betul-betul bermanfaat untuk kita semuanya.Kami ucapkan terima kasih pada Ibu-Ibu atas informasinya selama ini, kemarin juga sudah hadir menyampaikan data bencana di rumah saya dan kami sudah informasikan dengan tim," cakapnya.

"Besok konsultan bersama Perkim langsung kerja men-survey lokasi, membuat perencanaannya dan insya Allah kalau tidak ada halangan di lapangan. Akhir Juni ini, drainase di perumahan Bandar Gadang Permai ini sudah bisa dikerjakan.
Terima kasih kepada Pihak Perkim, Pak Lurah, Konsultan dan pada warga semuanya," ujarnya. 

"Saya berharap kita semuanya sabar.Kalau orang sabar itu dikasihani Tuhan.Jangan terjadi ribut-ribut, apalagi menyerang-nyerang institusi.Diharapkan komunikasi dijalin dengan semua pihak, agar ada solusi," pungkasnya. 

Sementara Ketua PMI Kota Padang Zulhardi Z Latif menyampaikan pada hari ini kita dari PMI Kota Padang turut hadir mendampingi reses III Wakil Ketua DPRD Kota Padang Bapak Mastilizal Aye.  "Kami disini membagikan bantuan pada 60 KK, berupa pakaian serta susu formula bagi balita. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi warga, " pungkasnya. (Bim)

Kwarcab Pramuka Sawahlunto Bekali 32 Penggalang Hadapi Jamnas XII 2026    
Senin, Mei 04, 2026

On Senin, Mei 04, 2026

Kwarcab Pramuka Sawahlunto Bekali 32 Penggalang Hadapi Jamnas XII 2026
Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Sawahlunto menggelar kegiatan pendidikan dan latihan (diklat) bagi calon peserta Jambore Nasional (Jamnas) XII 2026. (Foto/Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Sawahlunto menggelar kegiatan pendidikan dan latihan (diklat) bagi calon peserta Jambore Nasional (Jamnas) XII 2026 di Pusat Pendidikan dan Latihan Pramuka Cabang (Pusdiklatcab) Sei Durian, Minggu (3/5/2026).

Kegiatan ini diikuti 32 Pramuka Penggalang yang dipersiapkan sebagai kontingen utusan Kota Sawahlunto untuk mengikuti Jambore Nasional XII 2026 yang akan berlangsung di Bumi Perkemahan Cibubur pada 12–23 Agustus 2026.

Wakil Ketua Bidang Bina Muda Kwarcab Pramuka Sawahlunto, Doni Warman, mengatakan kegiatan pembekalan ini bertujuan mempersiapkan peserta dari berbagai gugus depan (gudep) se-Kota Sawahlunto agar siap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di tingkat nasional.

“Sebanyak 32 peserta terdiri dari dua regu Penggalang putra dan dua regu Penggalang putri akan mewakili Sawahlunto. Pembekalan dilakukan secara rutin setiap minggu hingga Juli 2026,” ujarnya.

Kepala Pusdiklatcab Kwarcab Pramuka Sawahlunto, Ritu Karianto, menjelaskan materi yang diberikan mencakup teknik kepramukaan seperti pionering, memasak, forum Penggalang, tata upacara, serta latihan keterampilan regu.

Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan kepariwisataan, wawasan warisan dunia, serta pengenalan seni dan budaya Kota Sawahlunto. Para peserta juga akan mengikuti praktik perkemahan selama tiga hari sebagai simulasi kegiatan di lokasi jambore.

“Pembekalan ini difokuskan agar peserta siap secara teknis maupun mental dalam mengikuti berbagai aktivitas di perkemahan nasional,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Kwarcab Pramuka Sawahlunto, Adrizal, menyatakan optimisme bahwa kontingen yang dipersiapkan akan tampil solid dan mampu berpartisipasi secara maksimal.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari pihak sekolah, orang tua, serta semangat para peserta yang akan menjadi duta daerah dalam ajang nasional tersebut.

“Dukungan semua pihak sangat penting dalam membentuk karakter dan kesiapan peserta sebagai representasi Kota Sawahlunto,” ujarnya. (*) 

Pewarta: Marjafri

Dinamika Organisasi dan Penguatan Wilayah, Polres Solok Gelar Sertijab hingga Evaluasi Kinerja Bhabin    
Senin, Mei 04, 2026

On Senin, Mei 04, 2026

Dinamika Organisasi dan Penguatan Wilayah, Polres Solok Gelar Sertijab hingga Evaluasi Kinerja Bhabin
Dua pergantian pimpinan satuan kerja. Posisi Kasat Reskrim (Kepala Satuan Reserse Kriminal) resmi diserahkan dari AKP Efrian Mustaqim Batiti, S.T.K., S.I.K. kepada IPTU Albeth Solomo Sinulaki, S.Tr.K., S.I.K., M.H. (Foto/Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Berbagai kegiatan strategis terus dilakukan di lingkungan Kepolisian Resor (Polres) Solok guna menjaga kesinambungan organisasi dan optimalisasi pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya adalah pelaksanaan serah terima jabatan (sertijab) yang digelar pada Senin, 4 Mei 2026.

Dalam prosesi khidmat tersebut, terjadi dua pergantian pimpinan satuan kerja. Posisi Kasat Reskrim (Kepala Satuan Reserse Kriminal) resmi diserahkan dari AKP Efrian Mustaqim Batiti, S.T.K., S.I.K. kepada IPTU Albeth Solomo Sinulaki, S.Tr.K., S.I.K., M.H.

Selain itu, jabatan Kapolsek Payung Sekaki juga mengalami pergantian. Jabatan tersebut diserahkan dari IPTU Maihendri, S.H. kepada IPTU Andi Rayandri Putra, S.H.

Kapolres Solok, AKBP Agung Pranajaya S.I.K. menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memastikan kepemimpinan berjalan optimal.

"Dengan adanya pergantian ini, diharapkan setiap pimpinan yang baru dapat membawa semangat baru, inovasi, serta komitmen yang tinggi dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, dan penegakan hukum di wilayah masing-masing," ujar Kapolres.

Fokus Utama: Penganiayaan dan Pencurian

Dalam pengamatannya terhadap situasi kriminal wilayah, Kapolres Agung menyoroti dua jenis tindak pidana yang menjadi perhatian utama, yaitu kasus Penganiayaan dan Pencurian.

"Kondisi situasi kriminal di wilayah kita harus disesuaikan dengan arahan pimpinan serta situasi internal. Dua hal yang paling menonjol dan menjadi sorotan saat ini adalah penganiayaan dan pencurian. Terkait hal tersebut, Polri harus hadir di tengah masyarakat 24 jam untuk mengetahui situasi yang sebenarnya," tegasnya.

Sinergi dan Evaluasi Kinerja Bhabin

Pihaknya juga menekankan pentingnya menjaga sinergitas dengan seluruh instansi terkait, khususnya dengan TNI, agar kehadiran kepolisian terlihat humanis namun tetap tegas.

Tidak hanya pergantian jabatan, Polres Solok juga bersiap melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Bhabinkamtibmas (Bhabin). Ini akan menjadi evaluasi ketiga yang dilakukan setelah evaluasi enam bulan lalu.

"Kita akan evaluasi secara mendalam. Kita lihat apakah ada yang performanya kurang atau mungkin sudah merasa jenuh. Saya tidak pungkiri, dua bulan yang lalu saat saya cek, ternyata masih ada masyarakat yang tidak mengenal Bhabinnya. Oleh karena itu, hal-hal yang baik harus dipertahankan dan ditingkatkan lagi, mengingat Bhabin adalah ujung tombak yang paling dekat dengan masyarakat," pungkas Kapolres.( 80)

Giat Patroli Malam, Satresnarkoba Polres Solok Bekuk Pengguna Sabu di Gunung Talang    
Senin, Mei 04, 2026

On Senin, Mei 04, 2026

Giat Patroli Malam, Satresnarkoba Polres Solok Bekuk Pengguna Sabu di Gunung Talang
Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Solok berhasil mengamankan seorang pria yang diduga menyalahgunakan narkotika jenis sabu-sabu dalam operasi yang dilakukan pada malam hari. (Foto barang bukti/Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Upaya kepolisian dalam memberantas peredaran gelap narkotika terus digencarkan. Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Solok berhasil mengamankan seorang pria yang diduga menyalahgunakan narkotika jenis sabu-sabu dalam operasi yang dilakukan pada malam hari.

Kejadian berlangsung pada hari Minggu, 3 Mei 2026, sekira pukul 22.00 WIB, bertempat di pinggir jalan Jorong Sungai Rotan, Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/A/17/V/2026/SPKT.SATRESNARKOBA/POLRESSOLOK/POLDA SUMBAR, petugas yang sedang melakukan patroli dan pengamanan menangkap seorang laki-laki yang berperilaku mencurigakan.

Tersangka yang berhasil diamankan bernama lengkap EN panggilan Endo (34 tahun), seorang wiraswasta yang beralamat di Jorong Kayu Jao, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang. Penangkapan tersebut dilakukan disaksikan oleh dua orang saksi, yaitu Erifasanom (53 tahun) dan Firmansyah (37 tahun).

Barang Bukti Disita

Dalam penggeledahan yang dilakukan secara transparan di hadapan saksi dan masyarakat, petugas menemukan serta menyita sejumlah barang bukti, antara lain:

- 2 paket diduga narkotika jenis sabu yang dibungkus plastik klip bening. Satu paket ditemukan di tangan kanan tersangka, dan satu paket lainnya ditemukan tersembunyi di saku celana depan kanan yang dibalut tisu dan kantong plastik.

- 1 unit Handphone Android merk Realme warna hijau.

- 1 unit sepeda motor Yamaha Mio hitam nomor polisi BA-3194-OG.

- 1 helai celana merk Picasso warna biru yang dikenakan tersangka.

Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengakui bahwa seluruh barang bukti yang ditemukan adalah miliknya dan ia mengakui telah mengkonsumsi barang haram tersebut.

Tersangka juga mengaku tidak memiliki izin resmi dari pihak yang berwenang untuk memiliki atau mengkonsumsi narkotika jenis tersebut.

Proses Hukum

Saat ini, tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Markas Polres Solok untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kepala Satresnarkoba Polres Solok, AKP Repaldi, S.H., M.M. CHRS., menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan penindakan tegas terhadap setiap aktivitas yang berkaitan dengan narkotika demi menciptakan wilayah hukum Polres Solok yang bersih dari bahaya narkoba.(80)