HEADLINE
Buka MTQ ke-46 Kota Sawahlunto, Gubernur Ajak Masyarakat Bumikan Nilai-Nilai Al-Qur’an    
Jumat, Oktober 30, 2026

On Jumat, Oktober 30, 2026

Buka MTQ ke-46 Kota Sawahlunto, Gubernur Ajak Masyarakat Bumikan Nilai-Nilai Al-Qur’an
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-46 tingkat Kota Sawahlunto Tahun 2026 di Lapangan Sepak Bola Santur, Kecamatan Barangin, Jumat (30/10/2026). (Fotdok: Tonni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengajak masyarakat untuk terus menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari sebagai landasan membangun generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan berkarakter. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-46 tingkat Kota Sawahlunto Tahun 2026 di Lapangan Sepak Bola Santur, Kecamatan Barangin, Jumat (30/10/2026).

Mengusung tema “Dengan Musabaqah Tilawatil Qur’an Kita Wujudkan Generasi Qur’ani dan Berakhlakul Karimah”, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus mengimplementasikan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dalam kehidupan bermasyarakat di Sumatera Barat.

Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa nilai-nilai ABS-SBK merupakan kearifan lokal masyarakat Minangkabau yang juga telah ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat. Karena itu, Al-Qur’an memiliki kedudukan fundamental sebagai pedoman dalam kehidupan masyarakat Sumatera Barat.

Menurutnya, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana untuk membumikan nilai-nilai keislaman serta mendorong masyarakat agar semakin dekat dengan Al-Qur’an.

“Untuk mengimplementasikan nilai-nilai ABS-SBK, Musabaqah Tilawatil Qur’an merupakan salah satu kegiatan yang memang harus kita hadirkan. Kita ingin nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar hidup dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat,” ungkapnya.

Gubernur juga menekankan pentingnya menghadirkan kegiatan-kegiatan positif bagi generasi muda. Menurutnya, MTQ menjadi salah satu wadah untuk mengarahkan anak-anak dan generasi muda pada aktivitas yang bermanfaat, sekaligus membangun karakter dan membentengi mereka dari pengaruh negatif, termasuk penggunaan media sosial yang tidak produktif.

Gubernur menyebutkan, pelaksanaan MTQ perlu terus diperkuat mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi. Dengan demikian, pembinaan generasi Qur’ani dapat berlangsung secara berjenjang dan melibatkan potensi lokal di setiap daerah.

Gubernur mengapresiasi berbagai inovasi pemerintah kabupaten dan kota dalam pengembangan pendidikan Al-Qur’an, seperti program satu nagari satu rumah tahfiz dan satu rumah satu hafiz. Menurutnya, berbagai upaya tersebut perlu terus didorong agar kegiatan yang dekat dengan Al-Qur’an semakin tumbuh di tengah masyarakat.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga mulai mengembangkan program implementasi nilai-nilai keuangan dan ekonomi syariah di seluruh kabupaten dan kota pada 2026. Program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat penerapan nilai-nilai Islam, tidak hanya dalam kehidupan beragama, tetapi juga dalam aktivitas perekonomian masyarakat.

Pada kesempatan itu, Gubernur turut mengingatkan generasi muda Sawahlunto tentang sejarah dan kontribusi putra-putri terbaik Sumatera Barat dalam perjalanan bangsa, termasuk peran tokoh-tokoh asal daerah tersebut dalam menggerakkan semangat kebangsaan. Ia berharap generasi muda mampu meneruskan semangat perjuangan para pendahulu dengan bekal keimanan, ilmu pengetahuan, dan akhlak yang baik.

“Penanaman keimanan dan mendekatkan generasi muda dengan Al-Qur’an merupakan ikhtiar penting untuk mempersiapkan pemimpin bangsa di masa depan. Kita ingin melahirkan generasi yang memiliki pengetahuan, iman, akhlak, dan intelektualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Sumatera Barat dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya MTQ ke-46 tingkat Kota Sawahlunto.

Riyanda menyebutkan, setelah terakhir dilaksanakan pada 2022, MTQ tingkat Kota Sawahlunto kembali digelar pada 2026. Momentum tersebut diharapkan dapat memperkuat pembinaan peserta sekaligus mempersiapkan kafilah Kota Sawahlunto menghadapi MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2027.

Riyanda juga berharap melalui pelaksanaan MTQ ini akan lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga mengamalkan ajarannya dalam perilaku sehari-hari.

Riyanda mengajak para orang tua, guru, pendidik, dan tokoh masyarakat untuk terus menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini. Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar mengikuti perlombaan dengan sungguh-sungguh, menjunjung sportivitas, serta menghormati keputusan dewan hakim.

Pelaksanaan MTQ ke-46 tingkat Kota Sawahlunto diharapkan tidak hanya melahirkan peserta terbaik untuk mewakili daerah pada tingkat provinsi, tetapi juga semakin memperkuat ukhuwah, persatuan, dan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.(rmz)

Pemko Padang Gandeng LAN Sumbar, Satgas Narkoba Disiapkan hingga Sekolah dan Kampus    
Jumat, Oktober 30, 2026

On Jumat, Oktober 30, 2026

Pemko Padang Gandeng LAN Sumbar, Satgas Narkoba Disiapkan hingga Sekolah dan Kampus
Audiensi Ketua LAN Sumbar, Firman Sikumbang, dengan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, di ruang kerja Wakil Wali Kota Padang, Balai Kota Aie Pacah, Jumat (30/10/2026). (Foto: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Padang memperkuat langkah menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Bersama Lembaga Anti Narkotika (LAN) Sumatera Barat, Pemko Padang mendorong penguatan edukasi, pengawasan hingga pembentukan Satuan Tugas (Satgas) pencegahan narkoba yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Ketua LAN Sumbar, Firman Sikumbang, dengan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, di ruang kerja Wakil Wali Kota Padang, Balai Kota Aie Pacah, Jumat (30/10/2026). Pertemuan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi untuk melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari ancaman narkotika.

Maigus Nasir menegaskan, persoalan narkoba tidak bisa ditangani hanya oleh pemerintah atau aparat penegak hukum. Dibutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, tokoh adat, tokoh agama hingga organisasi kemasyarakatan agar upaya pencegahan berjalan lebih luas dan berkelanjutan.

Menurut Maigus, data yang disampaikan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Barat menunjukkan persoalan peredaran narkoba di Kota Padang masih menjadi perhatian serius. Karena itu, diperlukan strategi antisipasi yang terencana, termasuk memperkuat edukasi kepada pelajar dan mahasiswa serta mendorong pembentukan Satgas pencegahan narkoba.

"Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menyusun upaya antisipasi ke depan, dimulai dari edukasi kepada pelajar dan mahasiswa. Kita juga perlu menggerakkan peran orang tua, Niniak Mamak, Bundo Kanduang, alim ulama, serta pemuda melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) pencegahan narkoba," tegas Maigus.

Tidak hanya mengedepankan pencegahan, Pemko Padang juga menyiapkan dorongan terhadap langkah pembinaan dan pemulihan bagi penyalahguna narkotika, termasuk fasilitas rehabilitasi. Maigus menilai pengawasan harus berjalan beriringan dengan edukasi dan penanganan agar masyarakat tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga memperoleh dukungan ketika membutuhkan pemulihan.

Sementara itu, Ketua LAN Sumbar, Firman Sikumbang, menjelaskan bahwa organisasinya selama ini aktif menggerakkan sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Sejumlah program yang dijalankan meliputi LAN Go to School, LAN Go to Campus, dan LAN Go to Nagari. Program tersebut diarahkan untuk mempersempit ruang masuk narkotika ke lingkungan pendidikan dan masyarakat.

"Program ini kami lakukan untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkotika agar tidak masuk ke lingkungan pendidikan, khususnya sekolah dan perguruan tinggi. Kami juga mendorong penguatan peran Niniak Mamak, Bundo Kanduang, dan tokoh masyarakat dalam memberikan pemahaman serta pengawasan di lingkungan masing-masing," ujar Firman.

Firman menegaskan, kejahatan narkotika merupakan kejahatan luar biasa yang membutuhkan penanganan serius dan langkah bersama. Karena itu, LAN Sumbar berharap kolaborasi dengan Pemko Padang semakin kuat sehingga edukasi, pencegahan, penanganan, dan pemulihan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Kesbangpol Syahendri Barkah, Kepala Dinas Kesehatan Srikurnia Yati, Kabag Kerja Sama Otto Sarbi MT Damanik, serta unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Asmel Firdaus Tetap Bisa Bertani dan Pulih, JKN Ringankan Biaya Operasi    
Jumat, Oktober 30, 2026

On Jumat, Oktober 30, 2026

Asmel Firdaus Tetap Bisa Bertani dan Pulih, JKN Ringankan Biaya Operasi
Asmel Firdaus, petani asal Nagari Maek, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar). (Fotdok: Hermiko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Aktivitas berkebun yang menjadi sumber penghidupan Asmel Firdaus, petani asal Nagari Maek, Kabupaten Lima Puluh Kota, mendadak berubah menjadi musibah. Saat memotong kayu di kebunnya, parang yang digunakan justru melukai tangan kirinya hingga menyebabkan pembuluh darah putus dan pendarahan hebat. Namun, di tengah kondisi darurat tersebut, kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi penyelamat dari kekhawatiran biaya pengobatan.

Bagi Asmel, bekerja di kebun bukan sekadar rutinitas, melainkan pekerjaan utama untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu, ia harus mengandalkan tenaga dan aktivitas sehari-hari di lahan pertanian. Cedera serius itu pun menjadi pukulan berat karena berpotensi menghambat pekerjaannya.

Setelah kejadian, rekan Asmel segera membawanya ke puskesmas sebelum dirujuk ke IGD RSUD dr. Achmad Darwis. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan pembuluh darah di tangan kirinya putus sehingga membutuhkan tindakan operasi segera. Tim medis bergerak melakukan penanganan untuk menghentikan pendarahan dan menyelamatkan kondisi tangannya.

"Setibanya di rumah sakit, saya langsung mendapatkan penanganan dari tim medis. Setelah menjalani pemeriksaan, diketahui pembuluh darah di tangan kiri saya putus sehingga harus segera dioperasi," ungkap Asmel.

Operasi berlangsung sekitar satu jam dengan anestesi umum atau bius total. Sebagai petani yang menggantungkan penghasilan dari hasil pekerjaannya, Asmel sempat diliputi kecemasan. Ia membayangkan besarnya biaya operasi dan perawatan yang harus ditanggung apabila tidak memiliki perlindungan kesehatan.

Beruntung, kepesertaan JKN Asmel melalui segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) masih aktif. Kondisi tersebut membuatnya dapat menjalani tindakan medis dan perawatan sesuai ketentuan program tanpa harus menanggung sendiri biaya pelayanan kesehatan yang dijamin JKN. Ia pun bisa lebih tenang menjalani pemulihan.

"Awalnya saya khawatir memikirkan biaya operasi dan perawatan. Penghasilan sebagai petani tidak selalu pasti. Alhamdulillah, kepesertaan JKN saya masih aktif sehingga saya bisa menjalani pengobatan dengan lebih tenang dan fokus pada pemulihan," tuturnya.

Selama dirawat lebih dari tiga hari, Asmel mengaku mendapatkan pelayanan yang baik dari dokter maupun petugas rumah sakit. Penanganan di IGD berlangsung sigap, obat-obatan yang dibutuhkan tersedia, dan ia tidak merasakan perbedaan pelayanan dibandingkan pasien lainnya. Baginya, kecepatan penanganan menjadi hal terpenting ketika menghadapi keadaan darurat.

Pengalaman tersebut membuat Asmel semakin memahami pentingnya perlindungan kesehatan bagi masyarakat pekerja, terutama petani yang memiliki penghasilan tidak menentu. Menurutnya, Program JKN melalui semangat gotong royong memberikan perlindungan ketika musibah datang tanpa diduga. Ia berharap program tersebut terus berjalan dan semakin banyak masyarakat merasakan manfaatnya.

"Kalau tidak ada JKN, saya akan kesulitan memikirkan biaya pengobatannya. Kita tidak pernah tahu kapan musibah datang. Oleh karena itu, perlindungan kesehatan sangat berarti bagi saya dan keluarga," ujarnya. Asmel juga mengimbau masyarakat memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif serta mencari informasi manfaat dan prosedur pelayanan melalui kanal resmi BPJS Kesehatan, bukan mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. (HM) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Rio Ebu Pratama Genjot Perlinsos, 25.158 KK Terdaftar    
Jumat, Oktober 30, 2026

On Jumat, Oktober 30, 2026

Rio Ebu Pratama Genjot Perlinsos, 25.158 KK Terdaftar
Camat Koto Tangah, Rio Ebu Pratama, menegaskan bahwa proses pendaftaran Perlinsos masih terus berjalan. (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, terus digenjot. Hingga Oktober 2026, sebanyak 25.158 kepala keluarga (KK) telah tercatat mendaftar. Capaian ini menjadi bagian dari upaya Kecamatan Koto Tangah memperluas jangkauan pendataan masyarakat sekaligus mendorong penyaluran perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran.

Camat Koto Tangah, Rio Ebu Pratama, menegaskan bahwa proses pendaftaran Perlinsos masih terus berjalan. Bahkan, seluruh agen Perlinsos di wilayahnya terus bergerak memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik melalui kantor kelurahan maupun dengan mendatangi rumah warga secara langsung.

Menurut Rio, pelayanan jemput bola menjadi salah satu langkah penting untuk mempermudah masyarakat yang belum sempat melakukan pendaftaran. Dengan pendekatan tersebut, warga dapat memperoleh pendampingan secara langsung tanpa harus menghadapi kendala akses pelayanan.

Tantangan yang dihadapi Kecamatan Koto Tangah tidak kecil. Wilayah ini memiliki target pendaftaran sekitar 64.000 KK, angka tertinggi di Kota Padang. Karena itu, Rio bersama jajaran kelurahan terus memperkuat sosialisasi dan pelayanan agar semakin banyak keluarga dapat terdata dalam program Perlinsos.

"Kami terus melakukan sosialisasi dan memfasilitasi kegiatan ini. Kami mengimbau seluruh masyarakat, terutama yang masuk dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), agar segera mendaftarkan diri dan memanfaatkan perpanjangan waktu yang telah diberikan," ujar Rio saat memberikan keterangan di Kantor Camat Koto Tangah, Jumat (30/10/2026).

Rio menjelaskan, dengan capaian 25.158 KK hingga Oktober, pihaknya mengupayakan agar pendaftaran dapat mencapai 40 persen dari target sekitar 64.000 KK sampai akhir 2026. Untuk mewujudkan sasaran tersebut, koordinasi dengan seluruh kelurahan terus diperkuat, termasuk memastikan agen Perlinsos aktif mendampingi warga.

Peluang masyarakat untuk melakukan pendaftaran juga semakin terbuka setelah pemerintah memperpanjang masa pendaftaran Perlinsos hingga 31 Desember 2026. Kebijakan ini memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk mendaftarkan diri maupun melakukan pemutakhiran data, sebagaimana tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat yang turut didorong Dinas Sosial Kota Padang.

"Pelaksanaan Perlinsos di Koto Tangah tetap berjalan. Agen Perlinsos terus memfasilitasi pendaftaran warga, baik di kantor lurah maupun melalui pelayanan jemput bola dari rumah ke rumah. Hingga Oktober ini, sebanyak 25.158 KK telah terdaftar," tegas Rio.

Melalui percepatan pendaftaran, Rio berharap masyarakat tidak menyia-nyiakan kesempatan hingga batas waktu 31 Desember 2026. Partisipasi warga sangat diperlukan agar data sosial ekonomi semakin akurat dan mutakhir, sehingga dapat menjadi landasan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan serta menyalurkan program perlindungan sosial secara lebih tepat sasaran. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Nagari Creative Hub Sungai Duo Hadirkan 17 Tenant Kuliner dan Kriya Lokal    
Jumat, Oktober 30, 2026

On Jumat, Oktober 30, 2026

Nagari Creative Hub Sungai Duo Hadirkan 17 Tenant Kuliner dan Kriya Lokal
Kehadiran tenant tersebut menjadikan NCH sebagai ruang promosi sekaligus pusat aktivitas ekonomi kreatif masyarakat nagari. (Fotdok: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Nagari Creative Hub (NCH) di Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, menghadirkan 17 tenant usaha lokal yang menawarkan beragam pilihan produk kuliner dan kriya. Kehadiran tenant tersebut menjadikan NCH sebagai ruang promosi sekaligus pusat aktivitas ekonomi kreatif masyarakat nagari.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Mahdianur mengatakan pengembangan NCH tidak hanya bertujuan menyediakan tempat bagi pelaku usaha untuk berjualan, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi nagari yang mampu mendorong pertumbuhan dan pengembangan UMKM lokal.

Menurutnya, keberadaan berbagai tenant dengan produk dan karakter usaha yang beragam merupakan potensi yang perlu terus dikembangkan. Melalui NCH, para pelaku usaha mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan pemasaran, sekaligus meningkatkan daya saing usaha.

“Di NCH Sungai Duo ini, kita menghadirkan beragam pilihan dengan menggandeng pelaku usaha lokal, mulai dari kuliner hingga produk kriya lokal. Kita ingin tempat ini menjadi ruang tumbuh bagi UMKM nagari, sekaligus destinasi yang menarik bagi masyarakat untuk datang, berbelanja, dan menikmati produk-produk lokal,” ujar Mahdianur di Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Jum'at (30/10/2026).

Pada kategori kuliner, terdapat 16 tenant yang menawarkan beragam pilihan makanan dan minuman. Di antaranya Sempol Ayam Mba Nila, Lotek Bude Sar, Mie Gacoan Teh Taty, Seblak Cerita Rasa, Mie Ayam Kedai Nusantara, Warung Minum Mba Lis, Warung Minum Bu Dewi, Yummy Food, Teh Anak Nagari, Tella Krez Mang Anda, Es Millo Arsya, Korean Food Atmam, Warung Pecel Mba Fitri, Warung Cemal Cemil Mba Nila, King Dimsum, dan Machaboy.

Sementara itu, pada kategori kriya fashion, NCH Sungai Duo menghadirkan Batik Tanah Liek Citra Batik Dharmasraya yang menawarkan produk batik dengan kekhasan motif dan identitas budaya lokal.

Mahdianur menjelaskan, pengembangan NCH juga diarahkan untuk mendorong pelaku UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi pemasaran. Selain menyediakan ruang transaksi secara langsung, para tenant didorong memanfaatkan platform digital, termasuk melalui siaran langsung atau live streaming untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas.

“Potensi UMKM nagari harus kita dorong agar tidak hanya dikenal di lingkungan sekitarnya. Dengan pendampingan dan pemanfaatan pemasaran digital, kita berharap produk-produk mereka bisa menjangkau konsumen yang lebih luas, bahkan hingga ke luar Sumatera Barat,” tambahnya.

Selain menjadi pusat aktivitas ekonomi, NCH Sungai Duo juga dirancang sebagai ruang interaksi dan kreativitas masyarakat. Berbagai kegiatan seni dan budaya direncanakan hadir untuk menambah daya tarik kawasan sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk berkembang bersama.

Melalui NCH, Pemprov Sumbar berharap tumbuh pusat-pusat ekonomi kreatif berbasis potensi nagari yang mampu membuka peluang usaha, memperluas pemasaran produk lokal, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. (adpsb/bud)

Tri Hadiyanto Targetkan 523 Huntap di Padang Tuntas 2027, Balai Gadang Kebagian 340 Unit    
Jumat, Oktober 30, 2026

On Jumat, Oktober 30, 2026

Tri Hadiyanto Targetkan 523 Huntap di Padang Tuntas 2027, Balai Gadang Kebagian 340 Unit
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Padang, Tri Hadiyanto, menargetkan seluruh kebutuhan hunian tersebut dapat terpenuhi pada 2027 melalui pembangunan di tiga kawasan. (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pembangunan 523 unit hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Kota Padang terus dipacu. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Padang, Tri Hadiyanto, menargetkan seluruh kebutuhan hunian tersebut dapat terpenuhi pada 2027 melalui pembangunan di tiga kawasan.

Tri Hadiyanto menjelaskan, pembangunan huntap saat ini dipusatkan di Bumi Perkemahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Sungkai, Kelurahan Lambung Bukit, serta Kampung Lalang, Kecamatan Pauh. Ketiga lokasi tersebut melibatkan dukungan pemerintah, lembaga sosial, dan pihak swasta untuk mempercepat penyediaan rumah layak bagi masyarakat.

Di kawasan Balai Gadang, pembangunan direncanakan mencapai 340 unit melalui kerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 138 unit ditargetkan dibangun tahun ini di atas lahan seluas 2,9 hektare, sedangkan 202 unit lainnya direncanakan pada 2027 dengan lahan sekitar tiga hektare. Pemko Padang melalui Dinas Perkim bertanggung jawab menyiapkan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU).

"Pembangunan di Balai Gadang kita bagi menjadi dua tahap. Tahun ini ditargetkan sebanyak 138 unit, sedangkan 202 unit lainnya direncanakan dibangun pada 2027 dengan lahan yang telah disiapkan," jelas Tri Hadiyanto, Jumat (30/10/2026).

Sementara itu, di kawasan Sungkai, Kelurahan Lambung Bukit, direncanakan pembangunan 183 unit huntap di atas lahan seluas 4,6 hektare. Program ini mendapatkan bantuan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), termasuk pembangunan fisik rumah beserta infrastruktur pendukungnya. Pemko Padang mengambil peran dalam penyediaan lahan, pembersihan kawasan, penyiapan lahan, serta sumber air. Pembangunan di lokasi ini ditargetkan selesai pada 2026.

Adapun di Kampung Lalang, Kecamatan Pauh, pembangunan huntap eksitu mendapat dukungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Sebanyak 10 unit rumah telah selesai dibangun. Untuk menunjang kelayakan kawasan, Dinas Perkim juga menuntaskan fasilitas air minum dan drainase, sementara pembangunan jalan lingkungan masih berlangsung dan ditargetkan rampung tahun ini.

Tri menegaskan, target pemenuhan 523 unit huntap pada 2027 tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah, tetapi juga memastikan kesiapan infrastruktur sebelum masyarakat menempatinya. Pemerintah kota kini turut mempersiapkan mekanisme penempatan calon penghuni agar proses pembagian rumah berjalan tertib, transparan, dan sesuai ketentuan.

"Total kebutuhan kita sebanyak 523 unit dan insyaallah tahun depan seluruhnya dapat terbangun. Untuk calon penghuni juga sudah ditetapkan melalui Surat Keputusan Wali Kota Padang Nomor 119 Tahun 2026, lengkap dengan data nama dan alamat. Saat ini kita sedang menyusun mekanisme pembagian huniannya," ungkap Tri.

Melalui percepatan pembangunan di Balai Gadang, Sungkai, dan Kampung Lalang, Dinas Perkim Kota Padang berupaya memastikan masyarakat mendapatkan hunian tetap yang layak dan didukung fasilitas dasar memadai. Target 523 unit pada 2027 menjadi tahapan penting dalam pemulihan tempat tinggal masyarakat, sekaligus mendorong kepastian bagi calon penghuni untuk kembali menjalani kehidupan di lingkungan yang lebih aman dan tertata. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Belum Dilaunching, Nagari Creative Hub Sungai Duo Sudah Hasilkan Omzet UMKM Rp950 Ribu dalam Sejam    
Jumat, Oktober 30, 2026

On Jumat, Oktober 30, 2026

Belum Dilaunching, Nagari Creative Hub Sungai Duo Sudah Hasilkan Omzet UMKM Rp950 Ribu dalam Sejam
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sumbar, Mahdianur mengatakan sejak tahun 2025, Pemprov Sumbar telah menetapkan 13 nagari sebagai lokus pengembangan program NCH. (Fotdok: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Program Nagari Creative Hub (NCH) di Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, mulai menunjukkan manfaat ekonomi bagi masyarakat bahkan sebelum resmi diluncurkan. Salah seorang pelaku usaha binaannya berhasil meraup omzet sekitar Rp950 ribu hanya dalam satu jam melalui penjualan secara live streaming di platform TikTok.

Capaian tersebut dirasakan Vera (45), pelaku usaha kriya fashion dengan merek dagang Citra Batik Dharmasraya. Ia mengaku mendapatkan hasil penjualan tersebut saat memasarkan produknya melalui akun TikTok NCH Sungai Duo dalam waktu yang relatif singkat.

“Saya baru live sekitar satu jam menggunakan akun TikTok NCH Sungai Duo. Alhamdulillah, hasilnya langsung terasa. Omzet yang saya dapat sudah mencapai Rp950 ribu,” ungkap Vera di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Jumat (30/10/2026).

Menurut Vera, kehadiran NCH menjadi peluang sekaligus solusi bagi pelaku UMKM lokal yang belum terbiasa memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk. Melalui program tersebut, para pelaku usaha tidak hanya mendapatkan fasilitas pemasaran, tetapi juga pendampingan dari satuan tugas NCH bersama perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar).

Ia mengaku bersyukur karena manfaat program tersebut sudah dapat dirasakan, bahkan sebelum peluncuran resmi yang dijadwalkan akan dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, pada Jumat malam (30/10).

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sumbar, Mahdianur mengatakan sejak tahun 2025, Pemprov Sumbar telah menetapkan 13 nagari sebagai lokus pengembangan program NCH. Nagari Sungai Duo menjadi salah satu lokasi yang dikembangkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Menurutnya, NCH Sungai Duo saat ini telah membina sembilan UMKM lokal yang bergerak di bidang kriya fashion dan kuliner. Para pelaku usaha tersebut difasilitasi untuk memasarkan produknya melalui transaksi langsung maupun secara daring melalui akun TikTok @nchlapaunagari.sungaiduo.

“Melalui NCH, kita ingin membantu UMKM lokal memperluas jangkauan pemasaran. Mereka tidak hanya mengandalkan transaksi secara langsung, tetapi juga didorong untuk memanfaatkan platform digital agar produknya dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” jelas Mahdianur.

Selain pengembangan pemasaran digital, NCH Sungai Duo juga dirancang menjadi ruang aktivitas ekonomi dan kreativitas masyarakat. Setiap Sabtu malam, kawasan tersebut direncanakan menjadi lokasi pergelaran budaya dan pertunjukan seni yang sekaligus dapat menarik kunjungan masyarakat.

Para pelaku UMKM juga akan difasilitasi untuk melakukan siaran langsung melalui berbagai platform digital guna memperkenalkan dan memasarkan produk mereka kepada masyarakat luas secara digital.

Melalui pengembangan NCH, Pemprov Sumbar berharap UMKM nagari semakin mampu memanfaatkan teknologi digital, meningkatkan kapasitas usaha, serta memperluas jangkauan pemasaran. Dengan demikian, produk-produk lokal tidak hanya dikenal di lingkungan nagari, tetapi juga berpeluang menembus pasar nasional. (adpsb/bud)