HEADLINE
Anggota DPRD Kota Padang Rafli Boy Ajak Warga Sukseskan Progul Smart Surau dan HJK Padang ke-357    
Sabtu, Agustus 01, 2026

On Sabtu, Agustus 01, 2026

Anggota DPRD Kota Padang Rafli Boy Ajak Warga Sukseskan Progul Smart Surau dan HJK Padang ke-357
Rafly Boy ketika hadir di di Masjid Darussakinah, Komplek Perumahan Filano, Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur, Jumat 31 Juli 2026. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Anggota DPRD Kota Padang Rafli Boy mengajak warga untuk menyukseskan Progul Smart Surau dan HJK Padang ke-357. 

Hal itu disampaikannya ketika hadir di di Masjid Darussakinah, Komplek Perumahan Filano, Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur, Jumat 31 Juli 2026.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Padang Fadly Amran melakukan monitoring pelaksanaan Program Unggulan (Progul) Smart Surau sekaligus sosialisasi rangkaian acara Peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Plt. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Padang Zul Asfi Lubis, Camat Padang Timur Aidil Zulhani, Pengurus Masjid Darussakinah Syamsudirman dan Kepala MDT Darussakinah Yuli Ennefi. 

"Mari kita sukseskan program unggulan Pemerintah Kota Padang, misalnya Smart Surau. Karena itu semua akan berujung kepada warga," katanya. 

Dijelaskannya, Progul Smart Surau bertujuan untuk menjadikan masjid dan mushala sebagai pusat pendidikan karakter, kegiatan keagamaan, dan peradaban generasi muda berbasis teknologi.

Selain itu, Rafly Boy mengajak warga untuk ikut memeriahkan peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.

"Ini adalah kegiatan rutin setiap tahunnya mengingat berdirinya kota ini dan jasa-jasa pahlawan yang berjuang untuk kota ini. DPRD akan selalu mensuport kegiaran yang membangkitkan semangat patriotisme warga," uranya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU

Wako Fadly Amran Melakukan Monitoring Pelaksanaan Progul Smart Surau dan Sosialisasi HJK Padang ke-357 di Masjid Darussakinah    
Sabtu, Agustus 01, 2026

On Sabtu, Agustus 01, 2026

Wako Fadly Amran melakukan Monitoring Pelaksanaan Progul Smart Surau dan Sosialisasi HJK Padang ke-357 di Masjid Darussakinah
Wali Kota Padang Fadly Amran melakukan monitoring pelaksanaan Program Unggulan (Progul) Smart Surau sekaligus sosialisasi rangkaian acara Peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 di Masjid Darussakinah. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang Fadly Amran melakukan monitoring pelaksanaan Program Unggulan (Progul) Smart Surau sekaligus sosialisasi rangkaian acara Peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 di Masjid Darussakinah, Komplek Perumahan Filano, Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur, Jumat 31 Juli 2026.

Monitoring Progul Smart Surau kali ini difokuskan pada peninjauan kurikulum MDTW/TQA berbasis 3T (Tahsin, Tafsir, dan Tahfidz) yang telah dimulai sejak 16 Juli 2026. Program ini diikuti oleh seluruh peserta didik SMP dan MTs beragama Islam di Kota Padang.

Secara bersamaan monitoring Progul Smart Surau, dan Sosialisasi HJK Padang juga dilaksanakan secara serentak di sekitar 1.100 masjid dan musala se-Kota Padang oleh pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Padang.

Fadly Amran menjelaskan bahwa Program 3T bertujuan membentuk generasi muda yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur'an dengan baik, tetapi juga memahami kandungannya serta menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

"Program ini kita laksanakan tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Kamis hingga Sabtu, mulai setelah Salat Magrib hingga Isya. Proses pembelajarannya dirancang dua arah sehingga anak-anak tidak hanya mendengar, tetapi juga aktif berdiskusi dan memahami materi yang disampaikan," katanya. 

Fadly Amran mengajak seluruh jamaah Masjid Darussakinah untuk bersama-sama mendukung dan mensukseskan Program 3T. Menurutnya, keterlibatan aktif pengurus masjid dan musala, guru MDTW/TQA, orang tua, serta tokoh masyarakat menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

Selain melakukan monitoring Program Smart Surau, Fadly Amran juga menyosialisasikan rangkaian kegiatan HJK Padang ke-357 yang akan berlangsung pada 6-10 Agustus 2026 dengan mengusung tema "Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City."

Ia menjelaskan, tema tersebut menjadi bagian dari tekad Kota Padang untuk mewujudkan Padang sebagai Kota Gastronomi Dunia dalam jejaring UNESCO.

"Rangkaian kegiatan HJK akan dipusatkan di kawasan Kota Tua, Pantai Cimpago, Palinggam Sungai Batang Arau, Teluk Bayur, dan Youth Center. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan memeriahkan seluruh rangkaian kegiatan. Informasi lengkap dapat diakses melalui media sosial resmi dan kanal resmi Pemerintah Kota Padang," cakapnya. 

Ketua MDT Darussakinah Yuli Ennefi menyampaikan bahwa MDTW di Masjid Darussakinah saat ini memiliki 70 peserta didik, yang dibimbing oleh tiga orang guru yang telah lulus di seleksi oleh Pemerintah Kota Padang.

"Kami sangat bangga dengan adanya program ini karena mampu membangkitkan kemakmuran masjid. Gerakan yang digagas Bapak Wali Kota ini mendorong anak-anak semakin rajin ke masjid dan musala, dan akan menjadi generasi penerus yang mencintai Al-Qur'an," ujarnya. 

Hadir pada kesempatan itu, anggota DPRD Kota Padang Rafli Boy, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Plt. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Padang Zul Asfi Lubis, Camat Padang Timur Aidil Zulhani, Pengurus Masjid Darussakinah Syamsudirman dan Kepala MDT Darussakinah Yuli Ennefi. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU

Wawako Maigus Nasir Tinjau Pelaksanaan Program 3T bagi Pelajar SMP Sederajat di Masjid Al-Marhamah Ujung Gurun     
Sabtu, Agustus 01, 2026

On Sabtu, Agustus 01, 2026

Wawako Maigus Nasir Tinjau Pelaksanaan Program 3T bagi Pelajar SMP Sederajat di Masjid Al-Marhamah Ujung Gurun
Wawako Maigus Nasir, meninjau pelaksanaan Program 3T (Tahsin, Tafsir, dan Tahfiz) bagi pelajar SMP sederajat di Masjid Al-Marhamah, Jalan Ujung Gurun No.53. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, meninjau pelaksanaan Program 3T (Tahsin, Tafsir, dan Tahfiz) bagi pelajar SMP sederajat di Masjid Al-Marhamah, Jalan Ujung Gurun No.53, Kelurahan Ujung Gurun, Kecamatan Padang Barat, Jumat (31/7/2026).

Monitoring ini dilakukan untuk memastikan implementasi salah satu aktivasi Program Unggulan (Progul) Smart Surau tersebut berjalan efektif dalam memperkuat pendidikan Alquran dan pembentukan karakter generasi muda di Kota Padang.

Maigus Nasir menjelaskan, Program 3T merupakan penyempurnaan kurikulum Ta'limul Qur'an lil Aulad (TQA) dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW) yang difokuskan untuk meningkatkan kualitas bacaan, pemahaman, dan hafalan Alquran, sehingga generasi muda tidak hanya mampu membaca, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari.

"Program 3T merupakan salah satu dari empat aktivasi Smart Surau. Melalui program ini, kami ingin pelajar SMP sederajat tidak berhenti setelah khatam, tetapi terus membaca, memahami, dan menghafal Alquran," cakapnya. 

Maigus Nasir menerangkan bahwa Program 3T telah diterapkan sejak 16 Juli 2026 dan dilaksanakan setiap Kamis, Jumat, dan Sabtu malam di masjid maupun musala yang memiliki TQA atau MDTW. Kegiatan diawali dengan salat Magrib berjamaah, dilanjutkan pembelajaran hingga selesai salat Isya.

"Target kita, anak-anak tamat SMP tidak hanya benar membaca Alquran, tetapi juga memahami minimal Juz Amma dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Inilah investasi terbaik untuk membangun karakter generasi emas di masa depan," tukuknya. 

Lebih lanjut, Maigus Nasir juga mengajak orang tua dan para guru ikut mengawal pelaksanaan Program 3T.

"Keberhasilan pembinaan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan pendidikan agar anak-anak tetap dekat dengan masjid dan Alquran," katanya. 

Pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota juga turut menyosialisasikan rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 yang digelar pada 6-10 Agustus 2026. Ia menyampaikan, mengusung tema "Taste of Padang Experience 2026: Road to Gastronomy City" rangkaian HJK tahun ini akan menghadirkan berbagai agenda berskala nasional dan internasional.

"Mari kita sukseskan Hari Jadi Kota Padang ke-357. Momentum ini bukan hanya perayaan tahunan, tetapi juga ajang mempromosikan pariwisata, budaya, kuliner, serta produk UMKM agar Kota Padang semakin maju dan dikenal di tingkat nasional maupun internasional," tegasnya. 

Hadir pada kesempatan itu, Camat Padang Barat, Diko Riva Utama, pengelola TQA dan MDTW Masjid Al Marhamah, pengurus Masjid Al Marhamah, 60 Pelajar SMP sederajat peserta Program 3T di Masjid Al Marhamah dan Elemen masyarakat setempat. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU

Menaker Soroti Komitmen Perusahaan Mempekerjakan Penyandang Disabilitas    
Sabtu, Agustus 01, 2026

On Sabtu, Agustus 01, 2026

Menaker Soroti Komitmen Perusahaan Mempekerjakan Penyandang Disabilitas
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli melakukan kunjungan kerja ke PT Pan Brothers Tbk di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli melakukan kunjungan kerja ke PT Pan Brothers Tbk di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau penerapan kesempatan kerja yang setara bagi penyandang disabilitas di salah satu perusahaan tekstil dan garmen terbesar di Indonesia.

Yassierli menilai PT Pan Brothers Tbk telah menunjukkan langkah nyata dalam membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pengembangan pote nsi setiap pekerja.

"Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada manajemen PT Pan Brothers Tbk yang telah membuka ruang secara nyata dan proporsional bagi kawan-kawan penyandang disabilitas," ujar Yassierli.

Yassierli menyebut langkah tersebut selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang mewajibkan perusahaan swasta mempekerjakan paling sedikit 1 persen penyandang disabilitas dari total jumlah pekerja.

Ia mengatakan perusahaan tidak sekadar menjalankan kewajiban sesuai regulasi, tetapi juga menyediakan fasilitas pendukung dan membangun sistem kerja yang mampu mengakomodasi kebutuhan setiap pekerja.

"Pan Brothers tidak hanya berhasil memenuhi ketentuan tersebut, tetapi juga mampu menyediakan sarana pendukung dan membangun budaya kerja yang adaptif, ramah, serta inklusif," kata Yassierli.

Menaker berharap praktik yang diterapkan PT Pan Brothers Tbk dapat menjadi contoh bagi dunia usaha dalam memperluas akses kerja bagi penyandang disabilitas di berbagai sektor.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi fondasi penting untuk menciptakan pasar kerja yang memberikan kesempatan yang sama sekaligus meningkatkan produktivitas nasional.

"Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus mewujudkan pasar kerja yang inklusif, produktif, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat," pungkasnya. (*)

KPK: Data yang Terfragmentasi Membuat Pengawasan Menjadi Sulit    
Sabtu, Agustus 01, 2026

On Sabtu, Agustus 01, 2026

KPK: Data yang Terfragmentasi Membuat Pengawasan Menjadi Sulit
Kepala Satuan Tugas Integritas Sektor Publik KPK, Wahyu Dewantara Susilo pada diskusi intensif yang digelar di Ruang Rapat SUPD IV Lantai 3 Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, beberapa waktu lalu. (Foto: Husni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Dalam upaya menciptakan tata kelola pemerintahan daerah yang bersih dan efisien, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)  dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi memperkuat kolaborasi strategis pencegahan celah korupsi di tingkat daerah.

Melalui diskusi intensif yang digelar di Ruang Rapat SUPD IV Lantai 3 Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, beberapa waktu lalu, kedua lembaga sepakat untuk mengintegrasikan data dan program pencegahan korupsi, dengan memanfaatkan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sebagai tulang punggung stransparansi. 

Kepala Satuan Tugas Integritas Sektor Publik KPK, Wahyu Dewantara Susilo, mengawali diskusi dengan menyoroti pentingnya akurasi data dalam membangun peta risiko korupsi yang menjadi bagian dari Kajian Pencegahan Terinteregasi.

"Data yang terfragmentasi membuat pengawasan menjadi sulit. Melalui kemitraan ini, Kemendagri akan menjadi mitra utama kami dalam menyediakan data valid dari SIPD. Kami akan menyusun 'peta jalan' pencegahan korupsi lintas lembaga yang berbasis data nyata, bukan asumsi," jelas Wahyu, dalam rilis yang diterima redaksi Jum'at (31/7/2026).

KPK ingin memastikan bahwa program-program pencegahan korupsi dari pusat benar-benar efektif dan tidak menjadi beban birokrasi bagi daerah. “Dengan kolaborasi erat bersama Kemendagri, kami berharap dapat mengidentifikasi irisan  program yang ada, sehingga sinergi antarlembaga dapat diperkuat dan potensi risiko korupsi dapat diminimalisasi sejak tahap perencanaan," tambah Wahyu. 

Wahyu juga menegaskan bahwa tujuan utama kajian ini bukan untuk menambah beban kerja daerah, melainkan merapikan sistem yang ada. "Kami ingin memastikan bahwa setiap anggaran pencegahan korupsi benar-benar efektif. Selama ini, banyak program dari berbagai kementerian yang saling beririsan. Dengan duduk bersama Kemendagri, kami bisa memetakan mana yang perlu disinkronkan agar tidak ada duplikasi yang membuang waktu dan biaya," terang Wahyu.

Sementara itu, Analisis Kebijakan Ahli Madya Direktorat PEIPD Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Rendy Jaya Laksamana, menyoroti peran vital Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) yang dinilai sebagai instrumen paling berpengaruh dalam tata kelola pemerintahan daerah saat ini.

"SIPD bukan sekadar instrumen administratif dan aplikasi penginputan data, tetapi menjadi tulang punggung transparansi perencanaan dan penganggaran daerah. Setiap program/kegiatan beserta anggaran dirancang tersistem dan terukur dari awal perencanaan sampai akhir pelaksanaan,” jelas Rendy.

Modul SIPD juga dapat digunakan sebagai alat pantau pencapaian realisasi yang akan menghubungkan data kinerja tahun berjalan, sebagai dasar penyusunan rencana kerja tahun berikutnya. Apabila ada ketidakwajaran dalam serapan anggaran atau capaian kinerja, sistem akan mendeteksinya lebih dini. “Lewat fungsi transparansi ini, instrumen SIPD dapat membantu KPK untuk mendeteksi dan mencegah celah korupsi di tingkat daerah,” ungkap Rendy.

Lebih lanjut, Rendy menjelaskan legalitas SIPD yang dikelola Ditjen Pembangunan Daerah Kemendagri memiliki landasan hukum yang kuat, mulai dari tingkat undang-undang hingga peraturan Menteri. 

“SIPD bukan sekadar aplikasi buatan Kemendagri, melainkan amanat sebuah konstitusional untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan daerah yang modern, transparan, dan akuntabel,” kata Rendy.

Legalitas SIPD sangat kokoh karena berakar pada UU No. 23 Tahun 2014. Bagi pemerintah daerah, menggunakan SIPD bukan hanya soal kepatuhan administratif, tetapi merupakan bentuk pertanggungjawaban hukum atas pengelolahan uang rakyat. “Kegagalan dalam memanfaatkan SIPD secara optimal dapat dianggap sebagai kelalaian dalam memenuhi amanat undang-undang untuk menyediakan informasi publik yang transparan,” imbuh Rendy.

Untuk menjaga konsistensi perencanaan jangka panjang, perwakilan teknis SIPD Kemendagri, Ika Puji Astuti, membahas tantangan teknis dalam perencanaan daerah, khususnya terkait perubahan kode kegiatan dan program di tingkat daerah.

"Seringkali terjadi kebingungan saat kode sub-kegiatan berubah antara periode RPJMD dan RKPD. Untuk itu, SIPD kini dilengkapi fitur 'reverse tracking' atau penelusuran balik. Fitur ini memastikan sejarah penggunaan anggaran tetap bisa dilacak meskipun kodenya berubah. Ini menutup celah administratif yang sering disalahgunakan di tingkat daerah," jelas Ika. 

Menurut Ika, banyak kepala daerah yang merasa terjepit oleh banyaknya laporan dan program dari pusat. Diskusi hari ini adalah wadah bagi kami untuk menjaring keluhan tersebut. Tujuannya sederhana, yaitu membuat regulasi yang ramah daerah, namun tetap ketat dalam prinsip anti-korupsi. 

Kasubdit Perencanaan dan Evaluasi Wilayah II (Jawa-Bali) Direktorat PEIPD Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Yoppy Herlyan Juniaga, menyoroti secara akurat tentang tantangan dan hambatan penerapan SIPD di tingkat Pemerintah Daerah berdasarkan situasi dan kondisi terkini.

“Penerapan SIPD di tingkat pemerintah daerah menghadapi sejumlah tantangan dan hambatan yang cukup kompleks. Hambatan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyangkut aspek sumber daya manusia, budaya kerja birokrassi, dan infrastruktur,” ungkap Yoppy.

Dengan memahami tantangan dan hambatan ini secara akurat, lanjut Yoppy, Kemendagri dan KPK dapat merancang strategi pendampingan yang lebih tepat sasaran, sehingga SIPD benar-benar menjadi salah satu instrumen kredibel pemerantasan korupsi, peningkatan kinerja daerah, bukan sekadar beban digital.

Hasil utama dari diskusi ini adalah komitmen kedua belah pihak untuk melanjutkan pertukaran data dan koordinasi intensif. Kemendagri akan bertindak sebagai mitra utama KPK dalam menyediakan data terkait program dan mekanisme yang menyasar pemerintah daerah melalui SIPD. Sementara itu, KPK akan menyusun peta awal program pencegahan korupsi lintas lembaga berdasarkan data di SIPD.

Kemendagri dan KPK juga sepakat komunikasi lanjutan akan terus dilakukan untuk  memperdalam pemetaan regulasi dan menindaklanjuti temuan-temuan awal, sebagai langkah konkret menuju tata kelola pemerintahan yang lebih bersih, efisien, dan terintegrasi.

Dengan integrasi data dan koordinasi yang lebih kuat antara KPK dan Kemendagri, diharapkan upaya pencegahan korupsi di tingkat daerah dapat berjalan lebih sistematis, terukur, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik. (*)

PT AMP Plantation Gelar Sosialisasi dan Simulasi Tanggap Darurat Kebencanaan    
Jumat, Juli 31, 2026

On Jumat, Juli 31, 2026

PT AMP Plantation Gelar Sosialisasi dan Simulasi Tanggap Darurat Kebencanaan
Adapun peserta training terdiri dari gabungan Tim TPKD Wilmar Region Agam dan Pasaman Barat, yang meliputi unit usaha PT AMP Plantation, PT Gersindo Minang Plantation, PT Permata Hijau Pasaman, dan PT Primatama Muliajaya. (Foto: Rido). 

BENTENGSUMBAR.COM
- PT AMP Plantation (Wilmar Group) menggelar Kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Tanggap Darurat Kebencanaan guna meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam maupun situasi darurat.

Kegiatan yang berlangsung di area operasional perusahaan PT AMP, Kamis, 30 Juli 2026 itu memfokuskan materi pada simulasi penanganan gempa bumi, penanggulangan huru-hara, pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), hingga edukasi penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang aman untuk skala rumah tangga.

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk refresh training (pelatihan penyegaran) yang ditujukan bagi jajaran Tim Penanggulangan Keadaan Darurat (TPKD) internal perusahaan serta masyarakat yang bermukim di sekitar wilayah operasional.

Adapun peserta training terdiri dari gabungan Tim TPKD Wilmar Region Agam dan Pasaman Barat, yang meliputi unit usaha PT AMP Plantation, PT Gersindo Minang Plantation, PT Permata Hijau Pasaman, dan PT Primatama Muliajaya.

Untuk memperkuat materi teknis dan praktik di lapangan, manajemen Wilmar juga menggandeng pemangku kepentingan (stakeholders) terkait, di antaranya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Pelatihan penyegaran ini secara umum mencakup empat poin utama, yakni:

-Mitigasi dan langkah preventif Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
-Prosedur dan teknik penanganan Karhutla di lapangan.
-Mitigasi bencana alam (banjir dan gempa bumi) serta penanganan situasi huru-hara. 
-Edukasi keamanan dan keselamatan penggunaan gas LPG pada pemukiman/perumahan warga.

Group Estate Manager (GEM) Wilmar Region Agam, Sosialisman, menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen penuh dalam mendukung upaya mitigasi bencana, baik dari segi pemenuhan sarana dan prasarana maupun peningkatan keahlian personel di lapangan.

"Agar Tim TPKD lebih siap ketika terjadi keadaan darurat kebencanaan, perusahaan sudah melengkapi prasarana sesuai dengan regulasi yang berlaku. Kita berharap dengan adanya sosialisasi dan praktik langsung dari tim Satpol PP, Damkar, dan Basarnas ini dapat menambah serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tim TPKD kita, khususnya Region Agam dan Pasaman Barat, pada saat menghadapi kondisi tanggap darurat kebencanaan," ujar Sosialisman di sela-sela kegiatan, Kamis (30/7/2026).

Ia juga berharap, sinergi antara perusahaan, lembaga teknis penanggulangan bencana, dan masyarakat sekitar akan dapat menjadi sebuah kekuatan yang solid dan bergerak cepat manakala suatu saat terjadi bencana kebakaran.

Semoga dengan kegiatan sosialisasi ini, akan terbentuk sistem tanggap darurat yang cepat, tepat, dan terpadu sehingga meminimalisasi risiko korban jiwa maupun kerugian material saat bencana terjadi," harap Sosialisman mengakhiri. (*) 

Laporan: Rido

Pulihkan Sentra Ikan Koto Sani, KKP Serahkan 120 Ribu Benih Ikan Didampingi Bupati Solok    
Jumat, Juli 31, 2026

On Jumat, Juli 31, 2026

Pulihkan Sentra Ikan Koto Sani, KKP Serahkan 120 Ribu Benih Ikan Didampingi Bupati Solok
Penyerahan bantuan berlangsung khidmat dihadiri Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, Direktur Pengolahan Ditjen PDS Budi Yuwono, Direktur Sarana dan Prasarana Ditjen Perikanan Budidaya Enggar Saptopo, serta jajaran perwakilan KKP dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Semangat membangkitkan kembali sektor perikanan pascabencana terus digelorakan. Pemerintah Kabupaten Solok bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyalurkan bantuan sebanyak 120.000 ekor benih ikan, lengkap dengan coolbox dan pakan, kepada kelompok pembudidaya di Nagari Koto Sani, Jumat (31/7/2026). 

Langkah ini menjadi upaya nyata mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Penyerahan bantuan berlangsung khidmat dihadiri Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, Direktur Pengolahan Ditjen PDS Budi Yuwono, Direktur Sarana dan Prasarana Ditjen Perikanan Budidaya Enggar Saptopo, serta jajaran perwakilan KKP dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. 

Turut hadir Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok Syoufitri, Wali Nagari Koto Sani, dan para pembudidaya ikan setempat.

Direktur Sarana dan Prasarana Ditjen Perikanan Budidaya KKP Enggar Saptopo menyampaikan apresiasi atas sinergi kuat antara pemerintah daerah dan provinsi.

Ia menegaskan komitmen penuh kementerian untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi sektor ini di Kabupaten Solok.

"Kami siap bergerak cepat memulihkan kondisi pascabencana, khususnya di wilayah ini," ujarnya.

Bupati Jon Firman Pandu mengenang masa lalu ketika Koto Sani menjadi salah satu sentra penghasil ikan terbesar di Sumatera Barat. 

Sayangnya, bencana yang melanda membawa kerusakan besar akibat luapan sungai dan endapan lumpur yang menutupi kolam-kolam milik warga.

Ia mengajak masyarakat bersabar dan terus bergotong royong, mengingat pemulihan menyeluruh ditargetkan rampung hingga tahun 2028 sesuai arahan Presiden.

"Masih banyak tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi yang harus kita selesaikan. Targetnya sampai 2028 nanti semuanya sudah pulih kembali," tegasnya.

Mewakili warga, Wali Nagari Koto Sani menyampaikan rasa syukur mendalam atas perhatian pemerintah pusat dan daerah. 

Ia berharap bantuan ini menjadi penawar luka sekaligus penggerak semangat baru. Pihaknya juga menyampaikan usulan tambahan terkait bantuan indukan ikan serta perbaikan saluran irigasi dan kolam yang rusak parah.

"Semoga bantuan ini mengembalikan senyum dan penghidupan kami seperti sedia kala," harapnya.(80)