HEADLINE
Dari 3.894 Pendaftar, ParagonCorp Pilih 60 Pemimpin Perempuan untuk Women's Space Mentorship Bootcamp    
Selasa, Juni 23, 2026

On Selasa, Juni 23, 2026

Dari 3.894 Pendaftar, ParagonCorp Pilih 60 Pemimpin Perempuan untuk Women's Space Mentorship Bootcamp
Women's Space Mentorship Program yang diinisiasi ParagonCorp bersama APDC Indonesia. (Foto: Eko). 

Sebanyak 60 peserta terpilih akan mendapatkan pendampingan langsung dari para pemimpin perempuan lintas sektor untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dan memperluas dampak yang mereka ciptakan.

BENTENGSUMBAR.COM – Antusiasme perempuan Indonesia untuk bertumbuh dan mengambil peran kepemimpinan terus menunjukkan tren positif. Hal ini terlihat dari tingginya minat terhadap Women's Space Mentorship Program yang diinisiasi ParagonCorp bersama APDC Indonesia. Sebanyak 3.894 perempuan dari berbagai daerah di Indonesia mendaftarkan diri dalam kurun waktu dua minggu, dan setelah melalui proses seleksi, 60 peserta terbaik terpilih untuk mengikuti Women's Space Mentorship Bootcamp 2026.

Women's Space merupakan safe space bagi perempuan untuk bertumbuh, belajar, dan memimpin yang diinisiasi oleh ParagonCorp. Melalui program ini, peserta didorong untuk menemukan potensi terbaiknya, memperkuat kapasitas kepemimpinan, serta mewujudkan gagasan menjadi aksi nyata yang berdampak.

Sebagai perusahaan yang tumbuh dengan semangat pemberdayaan, ParagonCorp meyakini bahwa perempuan memiliki peran penting dalam menciptakan perubahan positif di berbagai lini kehidupan. 

Melalui Women's Space, ParagonCorp berkomitmen menghadirkan ruang belajar, kolaborasi, dan pengembangan diri yang dapat membantu perempuan bertumbuh menjadi pemimpin yang memberikan dampak bagi lingkungan sekitarnya.

Sebanyak 60 peserta yang terpilih berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari entrepreneur, penggerak organisasi sosial dan NGO, hingga profesional lintas sektor.

Mereka dikurasi dari 3.894 perempuan yang mendaftar dalam kurun waktu dua minggu dan berasal dari berbagai wilayah Indonesia, dari Aceh hingga Manokwari, Papua.

Peserta yang lolos seleksi berada pada rentang usia 25–38 tahun dengan rata-rata usia 30 tahun. Melalui rangkaian masterclass dan mentorship intensif, mereka akan mendapatkan ruang belajar yang aman (safe space), jejaring yang suportif, serta pendampingan langsung dari para perempuan pemimpin yang telah berpengalaman di bidangnya.

"Perempuan sering kali menjalani banyak peran dalam kehidupannya—sebagai profesional, pengusaha, penggerak komunitas, maupun bagian dari keluarga. Di tengah berbagai tanggung jawab tersebut, tidak selalu mudah untuk menyediakan ruang bagi diri sendiri untuk belajar dan bertumbuh. Melalui Women's Space Mentorship Program, kami ingin menghadirkan ruang yang aman dan suportif agar perempuan dapat mengenali potensinya, memperkuat kapasitas kepemimpinannya, serta berani melangkah lebih jauh dalam menciptakan dampak bagi lingkungan sekitarnya," ujar dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E, FINSDV, Deputy CEO ParagonCorp.

Lebih dari sekadar pelatihan, Women's Space Mentorship Program dirancang sebagai proses inkubasi kepemimpinan yang membantu peserta memahami potensi diri, memperkuat kemampuan komunikasi dan storytelling, mengembangkan kapasitas memimpin tim, serta membangun fondasi literasi keuangan yang mendukung keberlanjutan karier, usaha, maupun kontribusi sosial mereka.

Setelah mengikuti masterclass, peserta akan dibagi ke dalam tiga kelompok mentorship berdasarkan bidang kontribusi masing-masing, yaitu Entrepreneur, Socio Entrepreneur/NGO, dan Professional Across Sectors.

Pendekatan ini memungkinkan setiap peserta memperoleh pendampingan yang lebih relevan dengan tantangan dan peluang yang mereka hadapi dalam perjalanan kepemimpinannya.

Melalui program ini, Women's Space berharap dapat membangun ekosistem perempuan yang saling mendukung, menginspirasi, dan bertumbuh bersama.

Berkolaborasi dengan APDC Indonesia sebagai mitra pelaksana program mentorship, Women's Space ingin menghadirkan lebih banyak ruang pengembangan kepemimpinan yang dapat diakses perempuan Indonesia dari berbagai latar belakang.

Kehadiran lebih banyak perempuan dalam posisi kepemimpinan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi individu, tetapi juga memperkuat organisasi, komunitas, dan masyarakat secara lebih luas.

"Ketika perempuan diberi ruang yang aman untuk belajar, bermimpi, dan bertumbuh, mereka tidak hanya mengembangkan dirinya sendiri. Mereka menggerakkan keluarga, tim, organisasi, dan komunitas di sekitarnya. Karena itu, Women's Space hadir bukan hanya sebagai program mentorship, tetapi sebagai ruang yang mengingatkan setiap perempuan bahwa mereka memiliki kekuatan untuk bersinar dan tidak perlu berjalan sendirian dalam perjalanan kepemimpinannya," tutup dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E, FINSDV, Deputy CEO ParagonCorp. (*)

Prosesi Maarak Jari-Jari Pesona Budaya Tabuik Piaman 2026 Berlangsung Meriah    
Selasa, Juni 23, 2026

On Selasa, Juni 23, 2026

Prosesi Maarak Jari-Jari Pesona Budaya Tabuik Piaman 2026 Berlangsung Meriah
Rangkaian Pesona Budaya Tabuik Piaman 2026 pada Prosesi Maarak Jari-jari yang dilaksanakan pada Senin malam (22/6/2026) berlangsung meriah. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Rangkaian Pesona Budaya Tabuik Piaman 2026 pada Prosesi Maarak Jari-jari yang dilaksanakan pada Senin malam (22/6/2026) berlangsung meriah. Maarak Jari-Jari merupakan prosesi mengarak Panja mengelilingi kampung di sekitar kawasan pesta Tabuik. 

Arak-arakan dilakukan oleh kedua kelompok Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang dengan iringan gandang tasa hingga kedua rombongan bertemu di Simpang Tugu Tabuik.

“Hari ini kita menyaksikan prosesi Maarak Jari-Jari pada Pesona Pesona Budaya Tabuik Piaman 2026, yang merupakan bagian dari tradisi Kota Pariaman yang setiap tahun kita lakukan, sebagai upaya dalam mendukung pencapaian visi misi walikota menjadikan Kota Pariaman sebagai sport turism,” ujar Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Afrizal Azhar di Pariaman.

Terkait dengan PDRB, lanjut Afrizal, peningkatan ekonomi masa depan dari Kota Pariaman itu adalah pariwisata. 

Pesona Budaya Tabuik Piaman 2026 yang masuk Kalender Event Nasional ini pada acara puncaknya nanti tanggal 28 Juni 2026 akan dihadiri oleh Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha dan beberapa pejabat pusat, provinsi dan daerah tetangga.

“Kita berharap dengan adanya event ini dapat membangkitkan perputaran ekonomi masyarakat dengan banyaknya kunjungan wisatawan. Kita meyakini kunjungan pada tahun ini bisa jauh lebih meningkat dari tahun sebelumnya ,” tutupnya.

Afrizal Azhar mengajak seluruh elemen masyarakat, ninik mamak, pemuka masyarakat dan seluruh warga Kota Pariaman, mari jadi tuan rumah yang ramah sehingga event tahunan ini jadi kebanggaan bagi kita bersama.

Turut hadir, Asisten I Elfis Candra, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi. (win/at)

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion Angkat Suara soal SPMB 2026    
Selasa, Juni 23, 2026

On Selasa, Juni 23, 2026

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion Angkat Suara soal SPMB 2026
Ketua DPRD Kota Padang Muharlion Senin (22/6) mendorong, evaluasi menyeluruh terhadap berbagai kendala teknis dan sistem verifikasi dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- DPRD Kota Padang   prihatin, terhadap semrawutnya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Padang, khususnya   berpusat pada kendala  sistem aplikasi yang  error.

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion Senin (22/6) mendorong, evaluasi menyeluruh terhadap berbagai kendala teknis dan sistem verifikasi dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 setelah menerima banyak keluhan dari masyarakat.

Pelaksanaan SPMB , memicu kekecewaan warga akibat gangguan sistem seperti hang, freeze, dan akses yang lambat.

Ia  juga menyoroti, gangguan teknis pada aplikasi SPMB yang disebut mengalami kendala sejak awal pelaksanaan. 

Sistem sempat sulit diakses, bahkan tidak dapat digunakan sejak pagi hari.  Sehingga menimbulkan kebingungan di kalangan peserta dan orang tua.

"Sistem yang seharusnya memudahkan masyarakat justru tidak berjalan optimal karena belum diuji secara matang dan sosialisasinya belum tuntas," ujarnya.

Ia  menilai persoalan tersebut berdampak langsung terhadap masyarakat, khususnya calon peserta didik dan orang tua yang harus menghadapi ketidakpastian selama proses penerimaan berlangsung.

"Kami melihat ini sebagai persoalan serius. Bagi anak-anak, kesempatan masuk sekolah adalah pengalaman penting yang hanya terjadi sekali dalam hidup mereka," katanya.

Ia juga menilai berbagai kendala yang terjadi menunjukkan adanya kelemahan dalam persiapan dan pelaksanaan sistem yang digunakan tahun ini.

"Bahasa lain ya ceroboh. Ini yang akhirnya yang jadi korban adalah orang tua, kemudian calon siswanya, dan yang dirugikan ya masyarakat. Karena  mendapat layanan yang tidak proper," ucapnya.

Ia menilai,  evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari tahap perencanaan, pengembangan aplikasi, pelaksanaan di lapangan hingga penanganan pengaduan masyarakat.

"Karena ini menyangkut pelayanan publik dan masa depan anak-anak, tentu semuanya harus dievaluasi dari A sampai Z. Sampai hari ini pun masih banyak masyarakat yang mempertanyakan berbagai persoalan yang terjadi dalam proses SPMB," ujarnya.

Menurutnya, Dinas Pendidikan harus bertanggung jawab penuh atas seluruh proses pelaksanaan SPMB tahun ini dan melakukan perbaikan terhadap berbagai persoalan yang ditemukan.

"Disdik harus mempertanggungjawabkan penyelenggaraan dari awal sampai akhir. Nanti kami akan melakukan audit terhadap berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan," ujarnya.

Ia  berkomitmen,  terus mengawal proses evaluasi guna memastikan pelaksanaan penerimaan siswa baru di masa mendatang dapat berjalan lebih baik, transparan, dan memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. (*)

Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman Hadiri khatam Al Quran dan wisuda iqra' MDTA Nurul Iman    
Selasa, Juni 23, 2026

On Selasa, Juni 23, 2026

Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman Hadiri khatam Al Quran dan wisuda iqra' MDTA Nurul Iman
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta dan Wakil Wali Kota Elzadaswarman dalam mewujudkan generasi yang berakhlak mulia, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Payakumbuh terus mendorong penguatan pendidikan agama sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda guna menghadapi tantangan perkembangan zaman.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta dan Wakil Wali Kota Elzadaswarman dalam mewujudkan generasi yang berakhlak mulia, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman saat menghadiri perayaan khatam Al Quran dan wisuda iqra' MDTA Nurul Iman di Kelurahan Ibuh, Senin (22/06/2026).

Menurut Elzadaswarman, khatam Al Quran tidak hanya menjadi penanda kemampuan membaca Al Quran, tetapi juga merupakan awal bagi anak-anak untuk terus memperdalam pemahaman agama dan mengamalkan nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.

"Ini adalah awal bagaimana ke depan anak-anak kita bisa lebih mendalami Al Quran dan menjadi pribadi yang lebih baik," katanya.

Ia mengatakan pendidikan agama memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Karena itu, peran orang tua dinilai sangat strategis dalam menyiapkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia.

"Kepada orang tua, mari kita persiapkan anak-anak kita menjadi calon-calon pemimpin di masa yang akan datang dengan akhlak yang mulia," ujarnya.

Elzadaswarman menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut karena sejalan dengan program pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan karakter dan pembinaan generasi muda.

Menurut dia, manfaat pendidikan agama tidak hanya dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga oleh masyarakat secara luas karena mampu membentuk lingkungan sosial yang lebih harmonis, mengurangi pengaruh negatif pergaulan, serta melahirkan generasi yang menghormati orang tua, guru, dan sesama.

"Pemerintah kota memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini karena sejalan dengan program pembinaan generasi muda yang berkarakter," katanya.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat menjadi tantangan tersendiri bagi pembinaan moral generasi muda. Oleh sebab itu, pendidikan agama perlu terus diperkuat sebagai benteng dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif.

"Dengan cepatnya perkembangan teknologi, kita harus membentengi anak-anak kita dengan pendidikan agama," ujarnya.

Menurut Elzadaswarman, berbagai fenomena sosial yang terjadi belakangan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk semakin serius memperhatikan pendidikan moral anak.

Ia mencontohkan sejumlah kasus yang menunjukkan menurunnya penghormatan terhadap orang tua dan lemahnya kontrol diri pada sebagian generasi muda, sehingga perlu menjadi perhatian bersama.

"Makanya pendidikan moral pada anak harus dibentuk sejak dini, salah satunya melalui pendidikan berbasis agama," katanya.

Ia menegaskan bahwa pembinaan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, niniak mamak, tokoh agama, dan seluruh unsur masyarakat.

Komitmen tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan sumber daya manusia yang terus didorong Pemerintah Kota Payakumbuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta, yakni menciptakan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan budaya.

"Ini adalah tanggung jawab kita bersama, tidak hanya pemerintah, tapi juga orang tua, niniak mamak, guru, dan seluruh elemen masyarakat," ujarnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi menjaga dan membimbing generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Kepada para peserta khatam, Elzadaswarman berpesan agar tidak berhenti belajar Al Quran setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat MDTA, melainkan terus meningkatkan pemahaman agama sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas.

"Jangan berhenti sampai di sini belajar Al Quran, terus tingkatkan dan perkuat pemahaman agar menjadi pemimpin yang berhati mulia di masa yang akan datang," katanya.

Sementara itu, Pengurus MDTA Masjid Nurul Iman Delna Fitri mengatakan kegiatan khatam Al Quran tahun ini diikuti 21 peserta yang terdiri atas tujuh peserta laki-laki dan 14 peserta perempuan. Selain itu, delapan peserta lainnya mengikuti wisuda iqra'.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir generasi muda Payakumbuh yang tidak hanya mampu membaca Al Quran, tetapi juga memahami dan mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu menjadi pribadi yang berkarakter, berprestasi, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta daerah. (HM)

Seruan LKAAM Sumbar: Pecat ASN HIV, dan Jangan Pekerjakan Bencong Saat Hajatan    
Selasa, Juni 23, 2026

On Selasa, Juni 23, 2026

Seruan LKAAM Sumbar: Pecat ASN HIV, dan Jangan Pekerjakan Bencong Saat Hajatan
Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar saat kegiatan seribu tandatangan deklarasi Minangkabau Anti Narkoba dan LGBT. (Foto: Endang). 

BENTENGSUMBAR.COM
-
Untuk menghambat ruang gerak LGBT di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar, meminta bagi warga masyarakat yang menggelar resepsi perkawinan, di harapkan tidak memperkerjakan bencong - bencong sebagai penyanyi, MC dan penata rias.

"Kita tidak ingin LGBT terus merambat di Sumbar. Salah satu upaya yang di lakukan adalah tidak mempekerjakan bencong - bencong sebagai pekerja seni dan penata rias saat hajatan perkawinan, " hal ini di ungkapkan Fauzi Bahar saat kegiatan seribu tandatangan deklarasi Minangkabau Anti Narkoba dan LGBT yang dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh adat, cadiak pandai, bundo kanduang, organisasi kemasyarakatan, hingga unsur Forkopimda Sumbar saat kegiatan Car Free Day di Kota Padang. Minggu (21/6)

Lebih lanjut, Fauzi Bahar menjelaskan terdapat 50 ribu LGBT di Sumbar pada saat ini, dan 10 persennya telah terdampak HIV Aids.

"Saat ini, dari 50 ribu LGBT di Sumbar, 10 persennya penderita HIV," tegasnya.

Fauzi Bahar mengapresiasi tindakan kepolisian yang memecat anggota-nya yang tersangkut LGBT. 

"Kami mengapresiasikan Polri yang memecat langsung anggota nya yang LGBT," ujarnya, dan berharap Pemprov dan Pemko serta pemkab melakukan hal yang sama.

Saat disinggung jika ada ASN yang positif HIV, Fauzi Bahar menyarankan ASN tersebut di berhentikan dari status ASN nya.

"Jika ASN tersebut terkena HIV dari LGBT, saya menyarankan pemerintah memecatnya," tutupnya. (*/Edg)

Wawako Payakumbuh Pimpin Apel Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026    
Selasa, Juni 23, 2026

On Selasa, Juni 23, 2026

Wawako Payakumbuh Pimpin Apel Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026
Wakil Wali Kota Elzadaswarman saat Apel Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 Kota Payakumbuh di halaman Balai Kota Payakumbuh, Senin (22/06/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Payakumbuh menegaskan bahwa data yang dihimpun melalui Sensus Ekonomi (SE) 2026 akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran, khususnya untuk mendorong pertumbuhan usaha, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman saat Apel Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 Kota Payakumbuh di halaman Balai Kota Payakumbuh, Senin (22/06/2026).

Elzadaswarman mengatakan sensus yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 10 tahun sekali itu akan menghasilkan data yang komprehensif mengenai kondisi perekonomian daerah, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ekonomi digital, industri kreatif, hingga berbagai sektor usaha lainnya yang berkembang di tengah masyarakat.

"Data SE menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan pembangunan. Data yang akurat dan komprehensif akan memungkinkan pemerintah daerah untuk merancang program yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat dan pelaku usaha kita," katanya.

Menurut dia, sebagai kota yang dikenal memiliki aktivitas usaha dan kewirausahaan yang dinamis, Payakumbuh membutuhkan data ekonomi yang valid dan mutakhir agar berbagai program pembangunan, pemberdayaan ekonomi, hingga dukungan terhadap pelaku usaha dapat disusun berdasarkan kondisi riil di lapangan.

Ia menambahkan, hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat karena menjadi dasar pemerintah dalam merancang program pengembangan usaha, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta berbagai kebijakan ekonomi yang lebih efektif dan terukur.

"Jawaban yang diberikan masyarakat akan membantu pemerintah memahami kondisi usaha secara lebih mendalam sehingga program untuk memajukan usaha dan membuka lapangan kerja baru dapat dirancang lebih tepat sasaran," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Elzadaswarman menegaskan bahwa pencanangan SE 2026 bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk komitmen bersama antara pemerintah, petugas lapangan, dan masyarakat dalam menyukseskan agenda statistik nasional yang strategis.

Ia juga mengajak seluruh pihak, mulai dari unsur pemerintah, Forkopimda, instansi vertikal, camat, lurah, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung pelaksanaan pendataan di Kota Payakumbuh.

Selain itu, Wakil Wali Kota menyampaikan tiga pesan penting kepada masyarakat. Pertama, menerima petugas sensus dengan baik karena mereka merupakan petugas resmi yang dilengkapi identitas dan atribut SE 2026. Kedua, memberikan informasi yang benar dan jujur sesuai kondisi usaha yang sebenarnya. Ketiga, tidak perlu khawatir terhadap kerahasiaan data yang diberikan.

Menurut dia, seluruh data yang dihimpun dijamin kerahasiaannya sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik serta penyusunan kebijakan pembangunan.

"Sensus Ekonomi 2026 harus menjadi gerakan bersama untuk membangun budaya statistik yang kuat. Dari data yang berkualitas akan lahir kebijakan yang berkualitas pula, yang pada akhirnya mampu memperkuat usaha masyarakat, membuka lapangan kerja, dan mewujudkan Payakumbuh yang semakin maju dan sejahtera," katanya.

Pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 melalui metode kunjungan langsung ke lokasi usaha.

Mengakhiri sambutan Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman secara resmi mencanangkan dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Payakumbuh serta mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif demi terwujudnya pembangunan yang berbasis data dan kebutuhan nyata masyarakat.

Apel pencanangan tersebut diikuti Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Kepala BPS Kota Payakumbuh, kepala perangkat daerah, Direktur RSUD, Direktur PDAM, pimpinan instansi vertikal, petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026, serta ASN di lingkungan Balaikota Payakumbuh.(Hm)

Ketika Meja Birokrasi Hampir Mengubur Tambang Batubara Ombilin: "Perlawanan Pantai Barat yang Menyelamatkan Sawahlunto (1934–1935)"    
Senin, Juni 22, 2026

On Senin, Juni 22, 2026

Ketika Meja Birokrasi Hampir Mengubur Tambang Batubara Ombilin: "Perlawanan Pantai Barat yang Menyelamatkan Sawahlunto (1934–1935)"
Bagi para pejabat di Batavia dan Bandung, rencana itu mungkin tampak sebagai persoalan angka, laporan produksi, serta perhitungan untung dan rugi. (Foto Ilustrasi: Marjafri). 

PADA
pertengahan dekade 1930-an, nasib Sawahlunto nyaris ditentukan oleh sebuah keputusan administratif yang lahir jauh dari lembah Ombilin. Di tengah tekanan ekonomi yang melanda Hindia Belanda akibat krisis dunia, pemerintah kolonial mulai mempertimbangkan langkah-langkah penghematan yang dianggap perlu untuk memangkas beban keuangan negara. Salah satu opsi yang muncul adalah menutup Tambang Batubara Ombilin, perusahaan tambang milik pemerintah yang selama puluhan tahun menjadi denyut kehidupan Sawahlunto.

Bagi para pejabat di Batavia dan Bandung, rencana itu mungkin tampak sebagai persoalan angka, laporan produksi, serta perhitungan untung dan rugi. Namun bagi masyarakat Pantai Barat Sumatra, keputusan tersebut berarti sesuatu yang jauh lebih besar. Yang dipertaruhkan bukan sekadar sebuah tambang, melainkan masa depan sebuah kota, ribuan mata pencaharian, jaringan perdagangan regional, hingga roda ekonomi yang telah berputar selama puluhan tahun di sekitar industri batubara Ombilin.

Sebuah Keputusan yang Datang Terlalu Cepat

Pada tahun 1934, pemerintah kolonial secara serius mempertimbangkan likuidasi Tambang Ombilin dengan alasan bahwa operasi tambang itu tidak lagi memberikan keuntungan yang memadai.

Kabar tersebut segera memicu kegelisahan luas. Penolakan tidak hanya datang dari kalangan yang berkaitan langsung dengan industri tambang, tetapi juga dari masyarakat kota-kota di Pantai Barat Sumatra, kalangan pedagang, serta berbagai lembaga ekonomi yang melihat dampak besar yang akan ditimbulkan apabila Ombilin ditutup.

Sejumlah pihak menunjukkan bahwa masih terdapat ruang penghematan yang dapat dilakukan tanpa harus mengorbankan keberlangsungan tambang. Mereka juga mengingatkan bahwa konsekuensi sosial dan ekonomi dari penutupan itu akan jauh lebih besar dibanding manfaat yang diharapkan pemerintah.

Tekanan publik yang semakin menguat akhirnya memaksa pemerintah meninjau kembali rencana tersebut. Pembicaraan lanjutan pun dilakukan.

Pantai Barat Bergerak

Penolakan terhadap rencana penutupan Ombilin berkembang menjadi gerakan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Pada 23 September 1934, Komite Aksi Menentang Penutupan Tambang Ombilin mengadakan rapat besar di Padang yang dihadiri banyak peserta. Dalam pertemuan itu disepakati untuk mengajukan permohonan audiensi kepada Gubernur Jenderal.

Dalam waktu singkat, komite tersebut berhasil mengumpulkan sekitar 2.000 tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan mempertahankan Ombilin.

Dukungan juga datang dari luar Sumatra. Pengurus Besar Serikat Pertambangan "Ons Belang" mengirimkan telegram yang menyatakan penolakannya terhadap rencana penutupan tambang dan menyampaikan solidaritas kepada masyarakat yang sedang berjuang mempertahankan Ombilin.

Gelombang penolakan itu menunjukkan bahwa persoalan Ombilin telah berkembang menjadi isu yang melampaui batas Sawahlunto. Tambang tersebut dipandang sebagai aset ekonomi yang memiliki arti penting bagi kawasan yang lebih luas.

Dewan Kota Turut Bersuara

Perlawanan tidak berhenti pada rapat-rapat umum.

Pada awal Oktober 1934, anggota Dewan Kota Padang, Uiterwijk, mengajukan sebuah mosi resmi yang mendesak pemerintah mempertimbangkan kembali rencana penutupan Tambang Ombilin.

Dalam mosi tersebut ditegaskan bahwa penghentian operasi tambang akan menimbulkan kerugian besar, bukan hanya bagi Kota Padang, tetapi juga bagi seluruh Pantai Barat Sumatra.

Dewan Kota Padang diminta menyampaikan sikap tersebut kepada pemerintah dan mengajak Dewan Kota Fort de Kock, Sawahlunto, serta Dewan Afdeeling Padang Panjang untuk memberikan dukungan serupa.

Langkah ini memperlihatkan bahwa penolakan terhadap likuidasi Ombilin telah memasuki jalur politik dan kelembagaan. Persoalan yang semula dianggap sebagai urusan teknis pertambangan berubah menjadi kepentingan bersama masyarakat Pantai Barat.

Inspeksi yang Mengubah Arah Keputusan

Di tengah perdebatan yang semakin menghangat, Kepala Departemen Urusan Ekonomi, Van Buuren, melakukan perjalanan ke Sumatra.

Kunjungan itu menjadi titik penting dalam sejarah Ombilin.

Sebelumnya, rencana likuidasi telah mengemuka dan nyaris menjadi keputusan resmi. Namun setelah melihat langsung kondisi di lapangan serta mendengar berbagai masukan, muncul penilaian yang berbeda.

Menurut laporan yang kemudian disiarkan kantor berita Aneta, Direktur Lalu Lintas dan Pekerjaan Umum berpendapat bahwa likuidasi Ombilin merupakan langkah yang keliru.

Ia menilai bahwa penghematan lebih lanjut masih sangat mungkin dilakukan sehingga biaya produksi dapat ditekan kembali. Selain itu, organisasi dan pengelolaan kompleks pertambangan Ombilin dinilai berjalan dengan baik. Dari sudut pandang ekonomi, keberadaan tambang tersebut masih layak dipertahankan.

Penilaian itu menjadi titik balik yang sangat menentukan.

Sebab jika tidak ada peninjauan ulang dan kunjungan lapangan tersebut, sangat mungkin keputusan penutupan telah dijalankan hanya berdasarkan pertimbangan administratif dari balik meja birokrasi.

Peran Ir. W. Holleman

Dalam periode yang sama, Kepala Tambang Ombilin, Ir. W. Holleman, juga terlibat dalam berbagai pembicaraan penting mengenai masa depan perusahaan.

Ia melakukan perjalanan dinas ke Bandung untuk membahas langsung persoalan kemungkinan penutupan tambang bersama pimpinan Departemen Lalu Lintas dan Pekerjaan Umum.

Berbagai laporan pada masa itu menunjukkan bahwa Ombilin masih memiliki peluang untuk dipertahankan. Potensi penghematan, perbaikan efisiensi, serta prospek operasional tambang menjadi faktor yang memperkuat argumentasi agar keputusan penutupan dibatalkan.

Perjuangan mempertahankan Ombilin tidak hanya berlangsung di ruang-ruang rapat pemerintah, tetapi juga melalui penyusunan laporan, kajian teknis, dan upaya meyakinkan para pengambil keputusan bahwa tambang tersebut masih mempunyai masa depan.

Sawahlunto Menunggu Putusan

Selama berbulan-bulan, masyarakat Sawahlunto hidup dalam ketidakpastian.

Bagi kota yang dibangun oleh industri batubara, kemungkinan penutupan Ombilin berarti ancaman langsung terhadap kehidupan sehari-hari. Aktivitas perdagangan, jasa, transportasi, hingga keberlangsungan ribuan keluarga bergantung pada keberadaan tambang.

Karena itu, setiap perkembangan mengenai nasib Ombilin diikuti dengan penuh perhatian.

Harapan dan kecemasan berjalan berdampingan.

Ketika Kabar Gembira Datang

Akhirnya, pada tahun 1935, kabar yang ditunggu-tunggu tiba.

Rencana penutupan Tambang Ombilin tidak dilanjutkan.

Sawahlunto pun meledak dalam suasana kegembiraan.

Laporan pers masa itu menggambarkan bagaimana seluruh kota merayakan keputusan tersebut. Para pekerja tambang berarak mengelilingi kota. Di tiga puncak bukit yang mengitari Sawahlunto dinyalakan api unggun sebagai lambang sukacita. Pertunjukan kembang api turut memeriahkan malam perayaan.

Acara kemudian dilanjutkan di gedung perkumpulan Glück Auf, salah satu simbol kehidupan komunitas tambang pada masa itu.

Sebagai bentuk penghormatan atas perannya dalam mempertahankan keberlangsungan tambang, lapangan di depan gedung perkantoran bahkan diberi nama Lapangan Ir. Holleman.

Panitia perayaan juga mengirimkan telegram ucapan terima kasih kepada Direktur Lalu Lintas dan Pekerjaan Umum.

Lebih dari Sekadar Tambang

Peristiwa tahun 1934–1935 menunjukkan bahwa sejarah Ombilin tidak hanya berkisah tentang batubara, mesin, atau produksi tambang.

Di baliknya terdapat kisah tentang bagaimana sebuah keputusan administratif dapat memengaruhi kehidupan ribuan orang, serta bagaimana masyarakat, dunia usaha, lembaga perwakilan, dan para pekerja mampu membentuk gelombang perlawanan yang akhirnya mengubah arah kebijakan pemerintah.

Jika keputusan itu benar-benar dijalankan pada tahun 1934, sejarah Sawahlunto mungkin akan berbeda sama sekali.

Namun sejarah mengambil jalan lain.

Tambang Batubara Ombilin tetap beroperasi, Sawahlunto terhindar dari pukulan ekonomi yang berat, dan Pantai Barat Sumatra membuktikan bahwa suara kolektif masyarakat mampu mengubah sebuah keputusan yang hampir saja menjatuhkan vonis bagi jantung kehidupan kota tambang tersebut.

disunting dari:
- Bredasche courant, 25-09-1934
- Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 02-10-1934
- De Avondpost, 6 Desember 1934.
- Algemeen Handelsblad voor Nederlandsch-Indië, 3 September 1935.

penyunting: Marjafri - Jurnalis, Pendiri dan Ketua Komunitas Anak Nagari Sawahlunto

Guntur Abdurrahman Terpilih sebagai Ketua DPC PERADI Padang Periode 2026–2030    
Senin, Juni 22, 2026

On Senin, Juni 22, 2026

Guntur Abdurrahman Terpilih sebagai Ketua DPC PERADI Padang Periode 2026–2030
DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Padang telah sukses menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab) Pertama Tahun 2026. (Foto: Emil). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Padang telah sukses menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab) Pertama Tahun 2026 yang berlangsung secara demokratis, tertib, dan penuh semangat kebersamaan pada Minggu, 21 Juni 2026, di Padang.

Muscab yang merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat cabang tersebut dihadiri oleh anggota PERADI Padang dengan tingkat kehadiran mencapai lebih dari 75 persen dari jumlah anggota yang memiliki hak suara, sehingga memenuhi ketentuan quorum sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi.

Agenda utama Muscab adalah penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya serta pemilihan Ketua DPC PERADI Padang untuk masa bakti 2026–2030.

Dalam proses pemilihan yang berlangsung secara terbuka, demokratis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme organisasi, terdapat dua kandidat yang maju sebagai calon Ketua DPC PERADI Padang, yaitu:

- Guntur Abdurrahman, S.H., M.H.
-Fauzan Zakir, S.H., M.H.

Dengan hasil pemilihan Guntur Abdurrahman unggul dalam pemilihan, peserta Muscab menetapkan Guntur Abdurrahman, S.H., M.H., sebagai Ketua DPC PERADI Padang Periode 2026–2030.

Dalam visi kepemimpinannya, Guntur Abdurrahman mengusung gagasan "PERADI Padang sebagai Rumah Gadang Advokat Yang Menaungi Seluruh Anggota ", sebuah konsep yang menempatkan organisasi sebagai wadah bersama bagi seluruh advokat untuk meningkatkan profesionalisme, menjaga marwah profesi, memperkuat kompetensi, memperluas pengabdian kepada masyarakat, serta membangun organisasi yang solid, modern, dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Ketua terpilih menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota PERADI Padang yang telah berpartisipasi aktif dalam Muscab terutama kepada Fauzan Zakir, S.H., M.H. yang telah membidani  lahirnya dan memimpin DPC Peradi Padang sejak awal berdirinya, serta memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin organisasi selama empat tahun ke depan.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh anggota tanpa membedakan pilihan dalam Muscab serta mengajak seluruh elemen organisasi untuk bersama-sama membangun PERADI Padang yang semakin Soid, kuat, profesional, dan berintegritas.

"Muscab telah usai, kini saatnya seluruh anggota bersatu kembali untuk membangun PERADI Padang sebagai rumah bersama advokat. Perbedaan pilihan adalah bagian dari demokrasi organisasi, namun persatuan dan pengabdian kepada profesi harus tetap menjadi tujuan utama kita bersama. Terutama ucapan terima kasih banyak kepada Bg Fauzan Zakir yang telah membesarkan sejak lahirnya DPC Peradi Padang, hingga bisa juga terlaksananya Muscab pertama pada hari ini," ujar Guntur Abdurrahman.

Muscab DPC PERADI Padang Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi penguatan organisasi advokat di Sumatera Barat, sekaligus menegaskan komitmen PERADI Padang dalam menjaga independensi profesi advokat sebagai salah satu pilar penegakan hukum dan akses keadilan. (Emil) 

Data Akurat Kunci Pembangunan, Bupati Solok Pimpin Apel Siaga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026    
Senin, Juni 22, 2026

On Senin, Juni 22, 2026

Data Akurat Kunci Pembangunan, Bupati Solok Pimpin Apel Siaga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Pemerintah Kabupaten Solok menggelar Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 di Lapangan Kantor Bupati, Senin (22/6). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kabupaten Solok menggelar Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 di Lapangan Kantor Bupati, Senin (22/6).

Kegiatan ini menjadi bukti kesiapan penuh seluruh elemen pemangku kepentingan untuk mendukung kelancaran agenda nasional yang menjadi fondasi utama perencanaan pembangunan daerah.

Apel dipimpin langsung oleh Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H. Hadir mendampingi Wakil Bupati H. Candra, S.HI., Ketua TP-PKK Ny. Kurnia Jon Firman Pandu, S.Si., M.Si., unsur Forkopimda, Penjabat Sekda Jefrizal, S.Pt., M.T., Kepala BPS Kabupaten Solok Bambang Suryanggono, S.ST., M.Ec.Dev., para pimpinan OPD, camat, wali nagari, perwakilan BUMN/BUMD, serta ratusan petugas sensus dan ASN.

Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa sensus bukan sekadar pendataan rutin, melainkan investasi penting bagi masa depan daerah.

“Data yang akurat akan melahirkan kebijakan yang tepat sasaran. Jika potensi ekonomi tidak tercatat dengan baik, maka tidak akan terlihat dalam perencanaan dan tidak akan mendapatkan dukungan pengembangan. Inilah mengapa keberhasilan sensus menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Ia menyebutkan bahwa Kabupaten Solok memiliki kekayaan potensi di berbagai sektor—mulai dari perdagangan, pendidikan, kesehatan, konstruksi, hingga pariwisata—yang digerakkan oleh ribuan pelaku usaha. Semua kekuatan ini harus terdokumentasi secara lengkap agar bisa dioptimalkan demi kesejahteraan masyarakat.

Bupati juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk bersinergi maksimal: memastikan fasilitas kesehatan, lembaga pendidikan, pelaku UMKM, hingga perusahaan konstruksi semuanya tercakup dalam pendataan. 

Ia juga mengimbau masyarakat agar menyambut kedatangan petugas dengan baik dan memberikan keterangan yang benar, sekaligus berpesan kepada petugas untuk bekerja dengan santun, menghormati adat setempat, serta menjangkau seluruh pelosok tanpa terkecuali.

“Tidak boleh ada wilayah yang terlewat, tidak boleh ada usaha yang tidak terdata. Kita targetkan Kabupaten Solok menjadi salah satu daerah terbaik dalam pelaksanaan sensus ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Solok menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan nyata yang diberikan pemerintah daerah sejak tahap persiapan. 

Kolaborasi ini, katanya, menjadi modal kuat agar sensus berjalan lancar dan menghasilkan data yang berkualitas tinggi.

Acara ditutup dengan penyematan atribut secara simbolis kepada petugas sensus sebagai tanda resmi dimulainya pelaksanaan pendataan. 

Dengan semangat gotong royong, seluruh pihak optimis Sensus Ekonomi 2026 akan melahirkan data andal yang menjadi pijakan menuju pembangunan Kabupaten Solok yang lebih maju, adil, dan sejahtera.(80)