HEADLINE
Kemnaker-FPPI Jalin Kerja Sama Perluas Akses Kerja bagi Perempuan    
Jumat, Juli 03, 2026

On Jumat, Juli 03, 2026

Kemnaker-FPPI Jalin Kerja Sama Perluas Akses Kerja bagi Perempuan
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FPPI, Marlinda Irwanti di Jakarta, Kamis (2/7/2026). (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sa ma dengan Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) untuk memperluas akses kerja yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) berbasis pemberdayaan perempuan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FPPI, Marlinda Irwanti di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Cris menyatakan bahwa Kemnaker siap mendukung penuh penguatan kapasitas masyarakat melalui optimalisasi infrastruktur pelatihan kerja milik pemerintah. Menurutnya, masyarakat dapat memanfaatkan jaringan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) serta Balai Latihan Kerja (BLK) yang tersebar di tingkat pusat dan daerah sebagai sarana mengasah keterampilan.

"Kolaborasi yang dibangun harus mampu menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memperluas akses terhadap pelatihan dan kesempatan kerja," ujar Cris.

Selain memperkuat pe latihan berbasis kompetensi, Kemnaker kini tengah memperluas jangkauan program ketenagakerjaan. Langkah ini diambil agar semakin banyak masyarakat yang dapat meningkatkan daya saingnya di pasar kerja yang kian kompetitif.

Untuk mempercepat efisiensi layanan, Kemnaker juga telah mengintegrasikan program-programnya ke dalam ekosistem digital melalui platform SIAPkerja. Lewat ekosistem ini, masyarakat dan kader FPPI dapat mengakses berbagai layanan terpadu secara daring, mulai dari informasi pelatihan, lowongan kerja, program pemagangan, pengembangan usaha, hingga sertifikasi profesi.

Di sisi lain, Cris berharap jajaran pengurus FPPI di tingkat daerah segera memperkuat koordinasi dengan balai pelatihan dan dinas ketenagakerjaan setempat. Koordinasi yang kuat di tingkat tapak dinilai krusial agar poin-poin kerja sama ini dapat segera diimplementasikan secara konkret.

"Kemitraan yang dibangun harus diikuti pelaksanaan program yang terukur dan mampu memberikan dampak nya ta bagi peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya perempuan," pungkasnya. (*)

Gubernur: Keseimbangan Keimanan, IPTEK, dan Karakter Menjadi Kunci Pendidikan Masa Depan    
Jumat, Juli 03, 2026

On Jumat, Juli 03, 2026

Gubernur: Keseimbangan Keimanan, IPTEK, dan Karakter Menjadi Kunci Pendidikan Masa Depan
Peringatan Hari Lahir ke-60 Yayasan Pendidikan Bakti Wanita Islam (YPBWI) sekaligus membuka Workshop Implementasi Kurikulum YPBWI yang berlangsung di Hotel Imam Bonjol, Padang, Kamis (2/7/2026). (Foto: Adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa pendidikan harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai keimanan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), serta pembentukan karakter sebagai fondasi dalam mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Penegasan tersebut disampaikannya saat menghadiri Peringatan Hari Lahir ke-60 Yayasan Pendidikan Bakti Wanita Islam (YPBWI) sekaligus membuka Workshop Implementasi Kurikulum YPBWI yang berlangsung di Hotel Imam Bonjol, Padang, Kamis (2/7/2026).

Mahyeldi menyampaikan apresiasi atas pengabdian YPBWI selama enam dekade yang dinilainya konsisten berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan melalui penguatan nilai-nilai keislaman, penguasaan IPTEK, serta pemberdayaan perempuan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh pengurus YPBWI dari berbagai daerah di Indonesia, sekaligus mengucapkan selamat Hari Lahir ke-60 YPBWI. Enam puluh tahun merupakan perjalanan panjang yang menunjukkan dedikasi dan komitmen dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta melahirkan generasi yang unggul dan berakhlak mulia,” ujar Mahyeldi.

Menurut Gubernur, tantangan pendidikan saat ini menuntut hadirnya kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun tetap berpijak pada nilai-nilai keagaman. Karena itu, Workshop Implementasi Kurikulum YPBWI dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat sistem pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Yang kita harapkan adalah lahirnya peserta didik yang memiliki karakter Islami, adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan masa depan. Keberhasilan pendidikan juga memerlukan dukungan keluarga, termasuk peran perempuan yang sangat penting dalam membentuk karakter anak,” katanya.

Mahyeldi menegaskan, Pemprov Sumbar akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh lembaga pendidikan yang memiliki komitmen membangun sumber daya manusia unggul sebagai modal utama menuju Indonesia Emas.

Lebih lanjut, Mahyeldi menjelaskan bahwa konsep pendidikan yang mengintegrasikan nilai keislaman dengan penguasaan IPTEK sejatinya telah menjadi bagian dari filosofi pendidikan di Sumbar. Pembangunan manusia, menurutnya, harus bertumpu pada tiga kecerdasan, yakni kecerdasan spiritual, kecerdasan intelektual, dan kecerdasan sosial.

Ketiga aspek tersebut tercermin dalam falsafah Tali Tigo Sapilin, Tungku Tigo Sajarangan yang memadukan peran niniak mamak, alim ulama, dan cadiak pandai dalam membentuk manusia seutuhnya. Mahyeldi mencontohkan tokoh-tokoh besar Minangkabau seperti Buya Hamka dan Mohammad Natsir yang berhasil memadukan ketiga kecerdasan tersebut sehingga mampu memberikan kontribusi besar bagi bangsa.

Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan berbangsa di Indonesia dibangun di atas fondasi nilai-nilai spiritual sebagaimana tercermin dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Karena itu, menurutnya, pendidikan harus terus menjaga keseimbangan antara penguatan keimanan, penguasaan ilmu pengetahuan, dan pembentukan karakter.

Mahyeldi juga mengajak seluruh keluarga besar YPBWI menjadikan momentum Hari Lahir ke-60 sebagai semangat untuk terus memperluas pengabdian di bidang pendidikan, memperkuat kualitas kurikulum, serta melahirkan generasi pemimpin masa depan yang berakhlak mulia, unggul, dan mampu bersaing di tingkat global.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bunda PAUD Sumbar Harneli Mahyeldi, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar Edi Darma, jajaran pengurus YPBWI, serta peserta workshop dari berbagai daerah di Indonesia. (adpsb/rmz/bud)

KSPI Sumbar Mundur Berjamaah dari Partai Buruh, Ruli Eka Pratama: Kami Kecewa    
Jumat, Juli 03, 2026

On Jumat, Juli 03, 2026

KSPI Sumbar Mundur Berjamaah dari Partai Buruh, Ruli Eka Pratama: Kami Kecewa
Ketua DPD KSPSI AGN Sumatra Barat, Ruli Eka Pratama mengatakan, surat pengunduran diri telah disampaikan secara resmi kepada Partai Buruh, keputusan itu juga berlaku bagi seluruh pengurus Partai Buruh yang berasal dari afiliasi KSPSI AGN di Sumbar. (Foto: Rido). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN resmi menarik seluruh kadernya dari Partai Buruh. Keputusan itu mengikuti langkah organisasi di tingkat pusat yang menyatakan sikap keluar dari partai tersebut.

Ketua DPD KSPSI AGN Sumatra Barat, Ruli Eka Pratama mengatakan, surat pengunduran diri telah disampaikan secara resmi kepada Partai Buruh, keputusan itu juga berlaku bagi seluruh pengurus Partai Buruh yang berasal dari afiliasi KSPSI AGN di Sumbar.

"Ini merupakan keputusan organisasi. Karena pusat sudah memutuskan keluar, maka kami di daerah wajib mengikuti," ujar Ruli kepada wartawan, Kamis, 2 Agustus 2026.

Ruli Eka Pratama  menambahkan, pengunduran diri tidak hanya dilakukan di tingkat provinsi.

Pengurus yang berafiliasi dengan KSPSI AGN di kabupaten/kota hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa juga mengikuti keputusan itu. 

"Ini bagian bentuk kekecewan kami terhadap said Ikbal selaku presiden partai buruh, yang kami nilai akhir-akhir ini telah salah dalam mengambil kebijakan bagi kami," ucapnya.

Ruli menambahkan, sebagai perintis partai buruh di Sumatera Barat, pihaknya bersama teman-teman organisasi buruh lainnya telah banyak berkontribusi terhadap kemajuan partai.

Lebih dari 70% pengurus partai serta pimpinan partai buruh di 19 kabupaten/kota berasal dari inisator ORI KSPSI AGN Sumbar.

"Sebenarnya saya pribadi sangat berberat hati untuk keluar dari partai, dikarenakan saya dan kawan kawan menjadi pondasi utama merintis hingga berjalanya partai di Sumatra barat, semua kami lakukan bersama, sumbangan dan gotong royong seluruh Kader tampa bantuan dari pihak manapun," ungkapnya.

Lanjutnya, saat ini hanya tinggal satu inisator FSPMI yang bergabung dengan partai buruh, hal itu dinyatakan setelah Ketua SPI ( Serikat Petani Indonesia) wilayah Sumatera Barat ikut menyatakan mundur dalam pengurus partai buruh.

"Lewat percakapan WhatsApp, SBSI mundur terlebih dahulu, setelah itu di susul oleh KPBI di Sumatra barat," katanya.

Ia juga menjelaskan, KSPSI AGN memiliki lebih dari 8 ribu anggota di Sumatra Barat. Setelah tidak lagi menjadi bagian dari Partai Buruh, kader KSPSI AGN diberikan kebebasan menentukan pilihan politiknya masing-masing.

Selain itu, Organisasi juga tidak membatasi kader jika ingin bergabung dengan partai politik lain.

"Kami tidak melarang. Silakan memilih partai mana yang dianggap sesuai. Itu hak masing-masing kader," katanya.

Bahkan, sambung dia, DPP KSPSI AGN telah memberikan arahan kepada seluruh kader di Indonesia agar bebas menentukan kendaraan politik. Organisasi juga siap memberikan dukungan kepada kader yang ingin berkiprah di dunia politik, termasuk maju sebagai calon kepala daerah maupun anggota legislatif.

"Kalau ada kader yang serius ingin berjuang melalui partai politik, tentu akan kami dukung sesuai mekanisme organisasi," tegasnya.

Ia menambahkan, meski tidak lagi berafiliasi dengan Partai Buruh, KSPSI AGN tetap fokus menjalankan fungsi sebagai organisasi serikat pekerja dalam memperjuangkan hak dan kepentingan buruh.

"Meski tidak didalam partai buruh, fungsi serikat kita tetap sama, yaitu untuk memperjuangkan hak-hak dan kepentingan buruh," tutup Ruli mengakhiri. (*)

Pewarta: Rido

2.600 Jamba Meriahkan Makan Bajamba HUT Kota Pariaman ke-24    
Jumat, Juli 03, 2026

On Jumat, Juli 03, 2026

2.600 Jamba Meriahkan Makan Bajamba HUT Kota Pariaman ke-24
Makan Bajamba menjadi salah satu kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Pariaman dalam rangka meriahkan Hari Jadi Kota Pariaman ke-24 tahun 2026. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebanyak 2.600 jamba disediakan Pemko Pariaman yang berasal dari seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemko Pariaman, desa/kelurahan, BUMN, BUMD dan Bundo Kanduang Kota Pariaman. 

Makan Bajamba menjadi salah satu kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Pariaman dalam rangka meriahkan Hari Jadi Kota Pariaman ke-24 tahun 2026.

Makan bajamba dilaksanakan setelah Rapat Paripurna DPRD Kota Pariaman  di halaman Balaikota Pariaman, Kamis (2/7/2026).

Wali Kota Pariaman, Yota Balad saat memberikan sambutan mengatakan makan bajamba dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Pariaman ke-24.

“Kegiatan ini mudah-mudahan ke depan akan kita pertahankan. Mungkin selama ini setiap kegiatan makannya di Pandopo Walikota. Tetapi hari ini  ingin merasakan makan bajamba bersama masyarakat Kota Pariaman,” ungkapnya.

Yota Balad juga menyebutkan makna dari makan bajamba ini adalah untuk menumbuhkan nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan dengan masyarakat.

Makan bajamba merupakan tradisi makan duduk bersama dalam kelompok kecil di satu ruangan atau area yang telah ditentukan. 

Kegiatan ini bukan sekadar ajang makan bersama, tetapi sarat akan nilai filosofis masyarakat Minangkabau untuk mempererat tali silaturahmi tanpa memandang status sosial dan mengajarkan kebersamaan.

“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terlaksana setiap tahunnya agar budaya kita selalu terjaga dan bisa dilanjutkan  anak cucu nantinay,” tukasnya mengakhiri. (ka/at)

Tari Piriang Balenggek Lunto Jalani Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2026    
Jumat, Juli 03, 2026

On Jumat, Juli 03, 2026

Tari Piriang Balenggek Lunto Jalani Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2026
Tari Piriang Balenggek Lunto, kesenian tradisional khas Nagari Lunto, mengikuti Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia Tahun 2026 Termin I. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Satu lagi kekayaan budaya Kota Sawahlunto menapaki tahap penting menuju pengakuan nasional. 

Tari Piriang Balenggek Lunto, kesenian tradisional khas Nagari Lunto, mengikuti Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia Tahun 2026 Termin I yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Kamis (2/7/2026).

Sidang yang digelar secara daring melalui Zoom itu menjadi bagian dari proses penilaian terhadap usulan warisan budaya dari berbagai daerah di Indonesia. 

Apabila dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan, Tari Piriang Balenggek akan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Sawahlunto sebagai daerah yang tidak hanya kaya warisan industri tambang, tetapi juga memiliki tradisi seni yang terus hidup di tengah masyarakat.

Berakar dari Nagari Lunto, Tari Piriang Balenggek merupakan perpaduan harmonis antara seni tari, permainan piring, dan gerak silek Minangkabau. 

Tarian ini tidak sekadar menyuguhkan keindahan gerak, tetapi juga merepresentasikan nilai kebersamaan, keberanian, ketangkasan, disiplin, dan semangat gotong royong yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Keistimewaan tarian ini terletak pada atraksi balenggek, yakni formasi bertingkat ketika seorang penari berdiri di atas pundak penari lainnya sambil memainkan piring. 

Atraksi tersebut menuntut kekuatan fisik, keseimbangan, kekompakan, sekaligus kepercayaan antarpenari sehingga menjadi daya tarik yang membedakannya dari tari piring di daerah lain.

Seluruh pertunjukan diiringi alunan talempong dan gandang yang berpadu dengan gerak-gerak yang terinspirasi dari pencak silat Minangkabau serta pengamatan terhadap gerak alam. 

Secara turun-temurun, Tari Piriang Balenggek dibawakan oleh penari laki-laki dengan mengenakan busana adat Minangkabau berupa baju gunting cino, celana galembong, dan deta.

Bagi masyarakat Nagari Lunto, tari ini bukan sekadar pertunjukan seni. Tari Piriang Balenggek hadir dalam berbagai upacara adat, perhelatan budaya, hingga penyambutan tamu sebagai simbol identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Keberlangsungannya menjadi bukti bahwa tradisi lokal tetap mampu bertahan di tengah arus modernisasi.

Keikutsertaan dalam Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia menjadi langkah penting dalam upaya pelindungan dan pelestarian kesenian tradisional tersebut.

Pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda diharapkan tidak hanya memperkuat status Tari Piriang Balenggek sebagai identitas budaya Sawahlunto, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi pembinaan, dokumentasi, promosi, serta regenerasi para pelakunya.

Bagi Kota Sawahlunto, yang telah dikenal dunia melalui status Warisan Dunia UNESCO atas Warisan Tambang Batubara Ombilin, upaya mengusulkan Tari Piriang Balenggek sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia memiliki makna yang lebih luas. 

Langkah ini menunjukkan bahwa warisan kota tidak hanya tersimpan pada bangunan, rel kereta, dan jejak industri tambang, tetapi juga hidup dalam tradisi, seni, dan kearifan masyarakat yang terus diwariskan hingga kini.

Jika nantinya ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Tari Piriang Balenggek tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Nagari Lunto, melainkan juga memperkaya khazanah budaya nasional sebagai warisan yang merekam kreativitas, nilai sosial, dan identitas budaya bangsa. (*)

Pewarta: marjafri

Mantan Wamen ESDM RI Archandra Tahar: 4 Ciri Kota Ingin Maju    
Jumat, Juli 03, 2026

On Jumat, Juli 03, 2026

Mantan Wamen ESDM RI Archandra Tahar: 4 Ciri Kota Ingin Maju
Wakil Menteri ESDM Republik Indonesia  Arcandra Tahar datang memenuhi undangan dari pasangan Wali Kota Pariaman  dan Wakil Wali Pariaman Yota Balad-Mulyadi, Kamis (02/7/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Setelah beberapa kali menolak undangan menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Pariaman dari Pimpinan Kota Pariaman, akhirnya di HUT Kota Pariaman yang ke-24 Tahun 2026  mantan Wakil Menteri ESDM Republik Indonesia  Arcandra Tahar datang memenuhi undangan dari pasangan Wali Kota Pariaman  dan Wakil Wali Pariaman Yota Balad-Mulyadi, Kamis (02/7/2026).

Sebagai tokoh masyarakat Kota Pariaman,  Arcandra Tahar putra daerah berasal dari Desa Naras I Kecamatan Pariaman Utara sangat senang bisa menghadiri HUT Kota Pariaman untuk pertama kalinya dan mengapresiasi kinerja Balad-Mulyadi atas prestasi yang telah diraih selama lebih kurang dua tahun menjabat sebagai pimpinan daerah Kota Pariaman.

Arcandra Tahar menyampaikan empat ciri-ciri daerah maju dan akan maju, yaitu bersih, tertib dan disiplin, indah, dan sungguh-sungguh.

“Daerah yang maju dan akan mau maju biasanya mempunyai ciri yang sama yaitu pertama daerah tersebut harus bersih dari sampah. Sampah harus bisa dikelola dengan baik sehingga betul-betul bisa menjadi kota maju yang bersih, seperti negara jepang dan negara-negara Eropa,” ungkap Arcandra Tahar.

Ciri-ciri daerah maju kedua  masyarakatnya tertib dan disiplin. Daerah maju atau yang akan maju masyarakatnya harus memiliki sifat tertib dan disiplin seperti negara Singapura sebagai contohnya.

Ketiga, menurut Arcandra Tahar,  daerah tersebut harus indah. Indah disini bukan berarti daerah tersebut harus mempunyai alam yang indah tetapi pemerintah daerah tersebut bisa dan mampu menata kotanya dengan baik agar terlihat indah dimata khalayak ramai.

“Keempat atau yang terakhir adalah sungguh-sungguh. Sungguh-sungguh disini berarti pemerintah daerah mesti serius dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu hal atau pembangunan demi kesejahteraan rakyatnya,” jelasnya.

Menurutnya, empat ciri tersebut bisa dilaksanakan oleh pemerintah daerah yang memang ingin kota mereka maju dalam segala hal. 

Ciri-ciri ini sudah menjadi pemahaman umum di kalangan kepala negara, kepala daerah, dan institusi lainnya yang fokus pada kemajuan ekonomi global.

Wali Kota Pariaman Yota Balad setuju dengan apa yang disampaikan  Arcandra Tahar.

“Apa yang disampaikan Arcandra Tahar tersebut memang sangat tepat dan ideal sekali sebagai syarat majunya sebuah daerah. Keempat ciri-ciri tersebut memang pantas menjadi pilar utama dalam mewujudkan kemajuan  sebuah daerah yang berkualitas bagi masyarakatnya,” ulas Yota Balad.

“Kota Pariaman sendiri kebersihan itu sudah menjadi tugas utama kami dalam menjaganya. Akan ditingkatkan lagi ke depannya agar Kota Pariaman  semakin indah dan sedap dipandang mata orang yang melihatnya,” tegas Yota Balad.

“Mudah-mudahan semua sampah  di Kota Pariaman ini baik sampah organik maupun sampah plastik akan kita jadikan pupuk tanaman untuk sampah organik dan sampah plastik akan dijadikan RDF dan dijual kepada PT. Semen Padang sesuai dengan perjanjian kerjasama yang telah dilakukan sebelumya,” pungkas Yota Balad. (si/at)

Wawako Maigus Nasir Pimpinan Rombongan Koordinasi dan Konsultasi Pemko dan FKUB Kota Padang, Ini Agendanya    
Jumat, Juli 03, 2026

On Jumat, Juli 03, 2026

Wawako Maigus Nasir Pimpinan Rombongan Koordinasi dan Konsultasi Pemko dan FKUB Kota Padang, Ini Agendanya
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir dan rombongan Pemko Padang dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Padang. (Foto: Prokompin). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemko Padang bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Padang melakukan koordinasi dan konsultasi ke Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama (Kemenag) RI guna memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Kegiatan dilaksanakan dengan mendatangi Kantor Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama (Kemenag) RI, Rabu (1/7/2026). Selain itu, Kantor Direktorat Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang, Yasril, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Padang, Syahendri Barkah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang, Boby Firman, Ketua FKUB Kota Padang, Salmadanis, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Padang, Sri Hayati Maigus Nasir dan jajaran pengurus Baznas Kota Padang.

Dari Kementerian Agama RI menyambut Ketua Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI, Muhammad Adib Abdushomad. Sedangkan dari Kemendagri ada
Kasubdit Pembinaan Kerukunan Suku, Umat Beragama, Ras, Golongan dan Penghayat Kepercayaan pada Direktorat Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum, Hartono.

Pada hari yang sama, rombongan yang dipimpin Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, juga mengunjungi Direktorat Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya, Direktorat Jenderal (Ditjen) Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI guna memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas sosial dan kehidupan masyarakat yang harmonis.

Kunjungan ini merupakan bagian dari program kerja Pemko Padang bersama FKUB Kota Padang untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat terkait strategi membangun toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang berkelanjutan.

"Kami ingin terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat agar kehidupan masyarakat Kota Padang tetap harmonis, rukun, dan saling menghormati dalam keberagaman. Kerukunan merupakan modal penting untuk mendukung pembangunan Kota Padang yang berlandaskan agama dan budaya," kata Wawako Maigus Nasir. 

Upaya tersebut menurutnya sejalan dengan visi Kota Padang yakni menggerakkan seluruh potensi untuk mewujudkan Kota Padang yang pintar dan sehat, berlandaskan agama dan budaya menuju kota yang maju dan sejahtera.

Maigus Nasir menegaskan, Kota Padang selama ini terus berkomitmen menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama melalui berbagai program yang melibatkan pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta FKUB.

"Semoga sinergi ini semakin memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kota Padang. Setelah ini, kami akan melanjutkan agenda koordinasi serupa dengan Pemko Bekasi, Kantor Kemenag Kota Bekasi, dan FKUB Kota Bekasi, serta Setara Institute," cakapnya. 

Ketua Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI, Muhammad Adib Abdushomad menyambut baik kunjungan Pemko Padang bersama FKUB sebagai bentuk komitmen daerah dalam memperkuat moderasi beragama dan menjaga harmoni di tengah masyarakat yang majemuk.

Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, FKUB, dan pemerintah pusat menjadi faktor penting dalam menjaga kondusivitas daerah sekaligus memperkuat persatuan bangsa di tengah keberagaman agama, suku, dan budaya.

"Sinergi antara pemerintah daerah, FKUB, dan pemerintah pusat menjadi faktor penting dalam menjaga kondusivitas daerah sekaligus memperkuat persatuan bangsa di tengah keberagaman agama, suku, dan budaya," terangnya. 

Kasubdit Pembinaan Kerukunan Suku, Umat Beragama, Ras, Golongan, dan Penghayat Kepercayaan Direktorat Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Hartono, mengapresiasi komitmen Pemko Padang dalam memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama melalui kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, keberhasilan menjaga kerukunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan peran aktif tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta FKUB.

"Kerukunan merupakan modal utama dalam menjaga stabilitas daerah dan mendukung pembangunan. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, FKUB, dan seluruh elemen masyarakat perlu terus diperkuat agar potensi konflik dapat dicegah sejak dini dan kehidupan masyarakat tetap harmonis," tegasnya. (Prokompin)

HUT Ke-24, Wako Pariaman  Paparkan Capaian Yang Diraih Pemko Pariaman    
Jumat, Juli 03, 2026

On Jumat, Juli 03, 2026

HUT Ke-24, Wako Pariaman  Paparkan Capaian Yang Diraih Pemko Pariaman
Pemerintah Kota Pariaman beserta jajaran menghadiri Sidang Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pariaman di Ruang Rapat Utama DPRD Kota Pariaman, Kamis (2/7/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Agenda pertama rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Pariaman ke-24, Pemerintah Kota Pariaman beserta jajaran menghadiri Sidang Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pariaman di Ruang Rapat Utama DPRD Kota Pariaman, Kamis (2/7/2026).

Di usia Kota Pariaman yang ke-24 tahun ini, Wali Kota Pariaman Yota Balad dalam sambutannya menyampaikan sejumlah capaian yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Pariaman dalam menunjang pembangunan selama masa kepemimpinan mereka berdua (Balad-Mulyadi).

Yota Balad mengatakan  sebagai kota kecil yang lahir dari pemekaran Kabupaten Padang Pariaman pada tanggal 02 Juli 2002, Kota Pariaman secara bertahap telah mampu mengisi predikat Kota Otonom yang diperoleh dengan cara bekerja keras untuk meningkatkan pemerataan hasil-hasil pembangunan sampai ke pelosok desa sekaligus memberikan akses untuk pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan warga Kota Pariaman.

“Selama lebih kurang dua tahun ini kami berdua Balad-Mulyadi sudah berusaha semaksimal mungkin dengan berbagai tantangan dan pekerjaan rumah yang masih banyak lagi harus diselesaikan. Secara bertahap kami juga sudah bisa menorehkan prestasi pembangunan yang kami lakukan selama  ini dan itu semua juga tidak terlepas dari bantuan yang datang dari berbagai pihak,” ungkap Yota Balad.

Yota Balad menjelaskan, diantara prestasi pembangunan tersebut, Kota Pariaman telah berhasil mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Tahun 2025 dan 2026, mendapat predikat Kota Terendah Inflasi secara nasional dari Kemendagri, Penghargaan Nasional Layanan E-Purchasing dari Wakil Presiden RI.

Penghargaan UI Green City Matric Award 2025 dari Universitas Indonesia, Penghargaan Apresiasi Bunda PAUD dan Penghargaan Program Digitalisasi Pembelajaran dari Kemendikdasmen RI, Sertifikat Indikasi Geografis (IG) untuk Produk Unggulan Sulaman Kapalo Peniti Nareh dari Kementerian HukumRI, Penghargaan UHC Awards tahun 2026 dengan Kategori Madya, dan banyak lagi keberhasilan lainnya dari program unggulan Balad-Mulyadi.

Yota Balad menambahkan, secara makro, pertumbuhan ekonomi Kota Pariaman tahun 2025 sebesar 3,46%, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Barat sebesar 3,37%, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pariaman mengalami peningkatan dari 80,49 menjadi 81,27, angka kemiskinan mengalami penurunan dari 4,26% menjadi 3,83%, tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan dari 5,32% menjadi 5,16% dan usia harapan hidup mengalami peningkatan dari 74,37 tahun menjadi 74,62 tahun.

“Berbagai keberhasilan, baik tingkat nasional maupun regional yang telah kita raih selama dua tahun terakhir, adalah sebagai apresiasi yang telah diberikan Pemerintah atas berbagai keberhasilan pembangunan yang telah kita laksanakan di Kota Pariaman.  Kesemua prestasi tersebut merupakan wujud komitmen kita dalam pencapaian RPJMD 2025-2030, yang tertuang ke dalam visi terwujudnya Pariaman Kota Wisata yang Maju, Kreatif, Berbasis Agama dan Berbudaya,” terang Yota Balad.

Sidang istimewa  dipimpin  Ketua DPRD Kota Pariaman Muhajir Muslim,  dihadiri  Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, Perwakilan Gubernur Sumatera Barat dan Forkopimda Sumbar, Forkopimda Kota Pariaman, Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Azhar, Ketua TP PKK Kota Pariaman Ny. Yosneli Balad, Ketua TGOWKK Kota Pariaman Ny. Dina Mulyadi, Ketua DWP Kota Pariaman Nelvia Afrizal,  mewakili tokoh masyarakat Kota Pariaman  Arcandra Tahar (mantan Wakil Menteri ESDM Republik Indonesia) serta mantan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pariaman terdahulu (si/at)

Buru 2 Hari, Polres Solok Tangkap Pelaku Perampokan di Pasar Raya    
Kamis, Juli 02, 2026

On Kamis, Juli 02, 2026

Buru 2 Hari, Polres Solok Tangkap Pelaku Perampokan di Pasar Raya
Tim opsnal Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Solok berhasil menangkap terduga pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan hanya dalam waktu dua hari setelah peristiwa terjadi. (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Tim opsnal Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Solok berhasil menangkap terduga pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan hanya dalam waktu dua hari setelah peristiwa terjadi. Penangkapan dilakukan di lokasi keramaian Pasar Raya Kota Solok, Kamis (2/7).

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/48/VI/2026/SPKT.SAT RESKRIM/POLRES SOLOK/POLDA SUMBAR tertanggal 11 Juni 2026, peristiwa bermula pada Rabu, 10 Juni 2026 sekira pukul 16.00 WIB di Jorong Kandang Jambu, Nagari Koto Gadang Koto Anau, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok. Korban adalah Ratna Wilis (50 tahun), warga Jalan Telaga Biruhun, Kota Solok.

Berdasarkan petunjuk dan pengembangan kasus, tim opsnal yang dipimpin Aipda Tj Sijabat menerima informasi bahwa terduga pelaku berada di Pasar Raya Kota Solok. Langkah cepat segera diambil, dan sekitar pukul 18.00 WIB pelaku yang berjalan di area pasar berhasil diamankan tanpa perlawanan.

Terduga pelaku beridentitas Donda Saputra (36 tahun), pekerjaan swasta beralamat di Jorong Koto Kaciak, Nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok. Pelaku kini dibawa ke Markas Polres Solok untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Saat ini penyidik tengah memeriksa keterangan pelaku, mencari dan memanggil saksi, serta mengumpulkan barang bukti guna memperkuat berkas perkara. Pelaku dijerat dengan pasal pencurian dengan kekerasan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

"Kami berkomitmen menindak tegas setiap kejahatan yang meresahkan masyarakat. Kecepatan penanganan kasus ini bukti keseriusan kami menjaga keamanan di wilayah Kabupaten maupun Kota Solok," ujar keterangan resmi Sat Reskrim Polres Solok.

Sat Reskrim Polres Solok senantiasa mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor jika melihat hal mencurigakan.(80)