HEADLINE
Adel Wahidi: Kami Terus Melakukan Pendampingan dan Pengawasan Terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Publik    
Selasa, Januari 27, 2026

On Selasa, Januari 27, 2026

Adel Wahidi: Kami Terus Melakukan Pendampingan dan Pengawasan Terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Publik
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumatera Barat, Adel Wahidi menegaskan komitmen Ombudsman. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumatera Barat, Adel Wahidi menegaskan komitmen Ombudsman untuk terus mendukung pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pelayanan publik, khususnya dalam pengelolaan pengaduan masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Monitoring dan Evaluasi Nota Kesepakatan antara Ombudsman RI dengan Pemerintah Provinsi serta Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sumbar, yang digelar di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, Selasa (27/1/2026).

Menurutnya, penguatan sistem pengaduan merupakan bagian penting dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan publik, sejalan dengan agenda reformasi birokrasi nasional.

“Kami terus melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik, termasuk asistensi pembentukan unit pengaduan di OPD, monitoring dan evaluasi, serta peningkatan kapasitas aparatur agar mampu merespons laporan masyarakat secara cepat, tepat, dan profesional,” ujar Adel.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara Ombudsman RI dengan pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota, agar kualitas pelayanan publik di Sumbar terus meningkat dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin kuat.

Rapat monitoring dan evaluasi tersebut turut dihadiri perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Sumbar.

Dilingkup Pemprov Sumbar, sejumlah pejabata pimpinan tinggi pratama tampak hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Nolly Eka Mardianto; Kepala Biro Pemerintahan, Edzedin Zein dan Kepala Biro Organisasi, Dina. (ADPSB)

Gubernur Mahyeldi Dorong OPD Miliki Unit Pengaduan Mandiri dengan Pendampingan Ombudsman RI    
Selasa, Januari 27, 2026

On Selasa, Januari 27, 2026

Gubernur Mahyeldi Dorong OPD Miliki Unit Pengaduan Mandiri dengan Pendampingan Ombudsman RI
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah dan Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumatera Barat, Adel Wahidi. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar (Pemprov Sumbar) untuk memiliki unit pengaduan mandiri dengan pendampingan Ombudsman RI Perwakilan Sumbar. Hal itu bertujuan untuk memperkuat kualitas pelayanan publik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Alhamdulillah, hari ini Ombudsman RI Perwakilan Sumbar menyampaikan hasil kajian terhadap pengelolaan pengaduan masyarakat, dan secara umum hasilnya cukup baik. Ini menunjukkan bahwa pendampingan Ombudsman memberi dampak positif bagi peningkatan pelayanan publik,” ujar Mahyeldi.

Dorongan tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Monitoring dan Evaluasi Nota Kesepakatan antara Ombudsman RI dengan Pemerintah Provinsi serta Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sumbar, yang digelar di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, Selasa (27/1/2026).

Gubernur menjelaskan, pendampingan yang dilakukan Ombudsman bertujuan untuk memastikan setiap OPD mampu mengelola pengaduan masyarakat secara profesional, transparan, dan responsif, baik melalui layanan daring maupun tatap muka.

“Ke depan, kita harapkan semakin banyak OPD yang memiliki unit pengaduan sendiri. Dengan pendampingan Ombudsman, pengelolaan pengaduan bisa lebih tertata, cepat ditindaklanjuti, dan benar-benar memberi solusi bagi masyarakat,” jelasnya.

Mahyeldi juga menegaskan bahwa meskipun Sumbar tengah menghadapi situasi duka akibat bencana hidrometeorologi, roda pemerintahan dan pelayanan publik tidak boleh terhenti.

“Pascabencana pelayanan harus tetap berjalan. Justru di situasi seperti ini, kehadiran negara sangat dibutuhkan masyarakat,” tegasnya. (Adpsb/nov/bud)

Dukung Program JKN, Ratusan Kepala Daerah Terima Penghargaan di UHC Awards 2026    
Selasa, Januari 27, 2026

On Selasa, Januari 27, 2026

Dukung Program JKN, Ratusan Kepala Daerah Terima Penghargaan di UHC Awards 2026
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan keberhasilan kolaborasi lintas sektoral dalam menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan.

BENTENGSUMBAR.COM
– Sebanyak 31 pemerintah provinsi serta 397 pemerintah kabupaten dan kota 
menerima penghargaan pada ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026. Penghargaan ini merupakan apresiasi yang diberikan BPJS Kesehatan kepada kepala daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, dalam memberikan perlindungan kesehatan masyarakat 
melalui Program JKN, Selasa (27/1).

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan keberhasilan kolaborasi lintas sektoral dalam menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan. Menurutnya, Program JKN menjadi instrumen negara dalam memastikan masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan yang adil dan merata. Keberhasilan ini tidak terlepas dari komitmen kuat pemerintah daerah.

"Hingga 31 Desember 2025, jumlah kepesertaan Program JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau lebih dari 98 persen dari total penduduk Indonesia, dengan tingkat kepesertaan aktif sebesar 81,45 persen. Capaian tersebut sekaligus melampaui target nasional yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2025-2029," tegas Ghufron.

Peran kepala daerah memiliki pengaruh langsung terhadap keberhasilan tersebut, khususnya dalam mendorong penduduk untuk terdaftar dan memastikan keberlangsungan kepesertaan aktif melalui dukungan kebijakan dan penganggaran daerah. Menurut Ghufron, ketika kepala daerah memiliki komitmen yang kuat, maka perlindungan kesehatan masyarakat dapat diwujudkan secara lebih merata.

“Sejalan dengan agenda pembangunan Global Sustainable Development Goals Tahun 2030, Indonesia menempatkan Universal Health Coverage sebagai salah satu indikator utama dalam 
mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program JKN yang menjadi indikator pencapaian target SDGs 3.8, dengan tujuan mencakup seluruh penduduk pada tahun 2030,” terang Ghufron.

Capaian UHC tidak hanya berdampak pada meningkatnya akses layanan kesehatan, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan kesejahteraan sosial. Ghufron menambahkan, berdasarkan penelitian LPEM FEB UI pada tahun 2025, daerah yang telah mencapai UHC memiliki tingkat kesakitan yang lebih rendah, akses pelayanan yang lebih baik, serta penurunan beban pengeluaran kesehatan rumah tangga.

"Di sisi lain, peningkatan cakupan kepesertaan juga mendorong meningkatnya pemanfaatan layanan kesehatan. Saat ini, rata-rata kunjungan peserta Program JKN ke fasilitas kesehatan telah mencapai dua juta kunjungan per hari, mencerminkan semakin terbukanya akses masyarakat terhadap layanan kesehatan," tambah Ghufron.

Untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga, BPJS Kesehatan terus memperkuat kerja sama dengan fasilitas kesehatan, mendorong penguatan layanan primer, serta memperluas pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan JKN. Ghufron menjelaskan bahwa kini BPJS Kesehatan telah mengembangkan kanal layanan non tatap muka, seperti melalui Aplikasi Mobile JKN, Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) melalui nomor 08118165165, serta Care Center 165.

"Peserta JKN juga dapat memanfaatkan antrean online saat hendak mengakses layanan di fasilitas kesehatan, kapan pun dan di mana pun. Bahkan ada juga fitur i-Care JKN, yang dapat melihat riwayat pelayanan peserta JKN di fasilitas kesehatan dalam kurun waktu satu tahun, yang 
memudahkan dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan dengan cepat dan tepat," kata Ghufron.

Sebagai bentuk penghargaan atas komitmen tersebut, UHC Awards Tahun 2026 diberikan kepada kepala daerah dalam kategori Utama, Madya, dan Pratama. Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi daerah lainnya untuk mempercepat perluasan perlindungan kesehatan bagi masyarakat melalui Program JKN.

“Capaian ini bukanlah akhir, melainkan fondasi awal dalam menjaga keberlanjutan Program JKN sebagai gotong royong bersama seluruh anak bangsa. Dengan sinergi yang terus diperkuat, perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia dapat terus terjaga secara berkesinambungan,” 
ucap Ghufron.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, 
menegaskan bahwa Program JKN merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjalankan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Menurutnya, kehadiran Program JKN memastikan masyarakat tidak jatuh miskin hanya karena sakit, sekaligus menjadi ikhtiar negara agar seluruh rakyat dapat mengakses layanan kesehatan.

“Kesehatan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan bangsa. Dengan 
masyarakat yang sehat, akan tercipta masyarakat yang makmur, sejahtera, dan unggul,” lanjutnya.

Cak Imin menyampaikan target pemerintah untuk terus memperluas cakupan kepesertaan Program JKN hingga mencapai 99 persen penduduk pada tahun 2029. Ia menekankan bahwa keberlanjutan kepesertaan menjadi tanggung jawab bersama, khususnya pemerintah daerah.

“Tidak boleh ada pemerintah daerah yang jumlah peserta JKN-nya justru menurun. Selain perluasan cakupan, pemerintah agar mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan agar manfaat Program JKN dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat,” tegas Cak Imin.

Ia menambahkan, pemberian UHC Awards Tahun 2026 diharapkan dapat menjadi pemicu bagi daerah yang belum mencapai UHC. Dengan demikian, seluruh masyarakat Indonesia terjamin oleh Program JKN, untuk menciptakan Indonesia yang semakin sehat.

***
Informasi lebih lanjut hubungi:
Kedeputian Bidang Komunikasi Organisasi BPJS Kesehatan Kantor Pusat [email protected]
Website www.bpjs-kesehatan.go.id  (HM)

Wako Padang Belum Setuju Copot Dirut Perumda Air Minum    
Selasa, Januari 27, 2026

On Selasa, Januari 27, 2026

Wako Padang Belum Setuju Copot Dirut Perumda Air Minum
Permintaan pencopotan Direktur Umum Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, yang disuarakan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Padang, tampaknya belum mendapat lampu hijau dari Wali Kota Padang, Fadly Amran.

BENTENGSUMBAR.COM
Permintaan pencopotan Direktur Umum Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, yang disuarakan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Padang, tampaknya belum mendapat lampu hijau dari Wali Kota Padang, Fadly Amran.

Di tengah sorotan atas layanan air bersih yang dinilai belum optimal, Fadly Amran memilih bersikap hati-hati. Ditemui di sela peresmian sebuah showroom mobil di kawasan By Pass Padang, Selasa (27/1), ia menegaskan bahwa pergantian pejabat tidak bisa dilakukan secara gegabah dan harus mengikuti prosedur yang berlaku.

“Kita tidak bisa melihat dari satu atau dua sisi kacamata saja. Masalah kekeringan ini berawal dari banjir bandang yang merusak instalasi PDAM Kota Padang,” ujar Fadly secara implisit menanggapi desakan pencopotan direksi.

Menurutnya, fokus utama saat ini bukan saling menyalahkan, melainkan memastikan pelayanan air bersih kembali normal. Ia menekankan pentingnya kerja bersama lintas sektor dalam menangani dampak kerusakan pascabanjir bandang.

“Tidak hanya Perumda Air Minum, Pemko ikut bekerja, provinsi juga, bahkan kementerian, untuk memaksimalkan pendistribusian air bersih kepada masyarakat,” ungkapnya.

Nada serupa juga disampaikan Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion. Ia menyebutkan bahwa Perumda Air Minum telah berupaya maksimal dalam menyalurkan air ke rumah-rumah warga. Meski belum sepenuhnya pulih, kondisi layanan dinilai terus membaik.

“Sekarang sudah sekitar 98 persen rumah warga kembali teraliri air dari Perumda Air Minum,” jelas Muharlion. Ia menambahkan, kunci utama saat ini adalah kolaborasi semua pihak agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara menyeluruh.

Sebelumnya, Wali Kota Padang juga menjelaskan bahwa penanganan pelayanan air bersih darurat dikomandoi oleh Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton. Sebanyak 13 unit armada dari BPBD, Damkar, PU Balai, dan PMI dikerahkan setiap hari dengan rata-rata 30 kali ritase.

Setiap armada mampu menyuplai lebih dari 100 meter kubik air per hari bagi warga terdampak, di luar pelanggan tetap PDAM. Di sisi lain, Dinas Perkim tengah memvalidasi rencana pembangunan 212 titik sumur bor untuk memastikan status dan kesiapan lahan.

Menghadapi prakiraan BMKG yang menyebutkan nihil hujan dalam sepekan ke depan, Pemko Padang juga menyiapkan langkah strategis tambahan. Di antaranya penggunaan pompa berkapasitas 250–300 liter per detik di Irigasi Gunung Nago serta pemasangan pipa permanen guna menekan biaya operasional, terutama BBM. (*)

Ketua KONI Sumbar Bakal Hadiri Undangan Rakernas SIWO PWI di Banten    
Selasa, Januari 27, 2026

On Selasa, Januari 27, 2026

Ketua KONI Sumbar Bakal Hadiri Undangan Rakernas SIWO PWI di Banten
Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menerima undangan resmi untuk menghadiri Rakernas SIWO PWI Pusat yang akan digelar di Provinsi Banten dalam rangkaian peringatan HPN 2026.

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Barat, Hamdanus, menerima undangan resmi untuk menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Pusat yang akan digelar di Provinsi Banten dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Hamdanus menerima langsung surat undangan Ketua SIWO PWI Pusat yang diserahkan oleh Sekretaris SIWO PWI Sumbar, Andri Besman di Kantor KONI, Selasa (27/1/2026). Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi antara insan olahraga dan insan pers.

“Insya Allah saya menghadiri Rakernas SIWO ini. SIWO juga 'rumah' KONI,” ujar Hamdanus.

Ungkapan Hamdanus ini menegaskan kedekatan hubungan antara organisasi olahraga dan wartawan olahraga yang selama ini menjadi mitra strategis dalam pembinaan serta publikasi prestasi atlet.

Dalam kesempatan itu, Hamdanus didampingi Wakil Ketua Umum Bidang Humas KONI Sumbar, Revdi Iwansyah Putra yang akrab disapa Ope, serta Kepala Bidang Humas KONI Sumbar, Hendri Prajiga. Kehadiran jajaran humas KONI tersebut menunjukkan pentingnya peran komunikasi publik dalam mendukung kemajuan olahraga daerah, khususnya di Sumbar.

Dari pihak SIWO Sumbar, Sekretaris SIWO Andri Besman turut didampingi pengurus lainnya, yakni Science 'Boing' Astra dan Eriandi. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi serta penguatan sinergi antara SIWO sebagai organisasi wartawan olahraga dan KONI sebagai induk organisasi cabang olahraga di daerah.

Rakernas SIWO PWI Pusat dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 7 Februari 2026 di Hotel Le Dian, Kota Serang, Banten dengan agenda utama pembahasan laporan kerja serta program kerja SIWO Pusat tahun 2026.

Selain agenda rakernas, SIWO PWI Pusat juga akan menggelar Malam Anugerah Olahraga SIWO PWI Pusat 2025 pada hari yang sama, pukul 19.00 WIB di lokasi yang sama. Ajang ini menjadi bentuk apresiasi terhadap insan olahraga, atlet, pelatih, serta tokoh yang berkontribusi besar terhadap kemajuan olahraga nasional.

Kehadiran Ketua KONI Sumbar dalam forum nasional tersebut dinilai strategis, mengingat Sumatera Barat dikenal sebagai salah satu daerah yang konsisten melahirkan atlet berprestasi di berbagai cabang olahraga. Partisipasi ini juga membuka ruang komunikasi lebih luas antara KONI daerah dan SIWO PWI Pusat.

Melalui Rakernas ini diharapkan terbangun kesamaan visi antara insan pers olahraga dan pemangku kepentingan olahraga, sehingga pemberitaan tidak hanya menjadi sarana informasi, tetapi juga bagian dari ekosistem pembinaan prestasi olahraga yang berkelanjutan di Indonesia.(Ab)

Wako Fadly Amran Meninjau Progres Pengerjaan infrastruktur Pengairan di DI Koto Tuo dan DI Lubuk Minturun    
Selasa, Januari 27, 2026

On Selasa, Januari 27, 2026

Wako Fadly Amran Meninjau Progres Pengerjaan infrastruktur Pengairan di DI Koto Tuo dan DI Lubuk Minturun
Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat meninjau langsung progres pengerjaan infrastruktur pengairan di Daerah Irigasi (DI) Koto Tuo dan DI Lubuk Minturun. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota (Pemko) Padang berupaya keras memulihkan infrastruktur pengairan pascabencana hidrometeorologi dengan memprioritaskan normalisasi sungai, perbaikan jaringan irigasi, serta penanganan krisis air bersih di sejumlah wilayah terdampak.

Komitmen ini ditegaskan Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat meninjau langsung progres pengerjaan infrastruktur pengairan di Daerah Irigasi (DI) Koto Tuo dan DI Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Selasa (27/1/2026).

Fadly Amran mengatakan, pembangunan intake (pintu air) sementara menjadi prioritas utama guna memastikan aliran air kembali menjangkau permukiman dan lahan pertanian warga di tengah musim kekeringan pascabencana.

“Dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, UPTD Balai SDA Wilayah Utara, serta partisipasi masyarakat, kita akan membangun intake sementara agar air segera mengaliri lahan pertanian dan permukiman warga,” ujarnya.

Pemko Padang telah menyiapkan langkah penanganan terukur menyikapi sumur warga yang mengering. Salah satunya melalui distribusi air bersih rutin dengan mobil tangki PDAM serta penyediaan hidran umum di titik-titik terdampak.

“Untuk upaya lanjutan, kita merencanakan pembangunan ratusan sumur bor komunal di fasilitas publik seperti masjid dan musala,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, Pemko Padang akan membangun infrastruktur permanen berupa sabo dam, cek dam, serta melakukan normalisasi hulu sungai untuk menekan risiko bencana berulang.

“Kita telah mengajukan usulan dana rehabilitasi dan rekonstruksi sebesar Rp3,6 triliun kepada Pemerintah Pusat untuk pemulihan sektor infrastruktur, sosial, ekonomi, dan sektor terdampak lainnya. Semoga dapat segera direalisasikan sehingga pemulihan berjalan optimal,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, menyebutkan langkah darurat yang dilakukan meliputi normalisasi sungai, pemasangan bronjong di titik rawan, penyediaan hidran umum, pembangunan sumur bor, serta optimalisasi jaringan irigasi untuk meningkatkan resapan dan debit air sumur warga.

"Untuk di DI Koto Tuo ini, setelah saluran kanan dinyatakan aman, pengerjaan dilanjutkan ke saluran kiri dengan sistem pompanisasi berkapasitas 500 liter per detik. Sementara di DI Lubuk Minturun, akan dilakukan pembangunan intake sementara dan pembersihan saluran,” sebutnya. (*)

Ini Kata Ketua dan Sekretaris Komisi IV DPRD Padang saat Lepas Atlet Renang Pelajar ke Kejuaraan Nasional KRASSI 2026    
Selasa, Januari 27, 2026

On Selasa, Januari 27, 2026

Ini Kata Ketua dan Sekretaris Komisi IV DPRD Padang saat Lepas Atlet Renang Pelajar ke Kejuaraan Nasional KRASSI 2026
Komisi IV DPRD Kota Padang memberikan dukungan dan melepas secara resmi atlet renang pelajar asal Kota Padang. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Komisi IV DPRD Kota Padang memberikan dukungan dan melepas secara resmi atlet renang pelajar asal Kota Padang yang akan berlaga di ajang Kejuaraan Antar Sekolah Seluruh Indonesia (KRASSI) Cabang Olahraga Renang Kolam yang digelar di Yogyakarta pada 28–31 Januari 2026.

Atlet tersebut adalah Fathiyah Fifta Syakira, siswi kelas 4 SDN 36 Cengkeh, yang dipercaya mewakili Kota Padang setelah melalui proses pembinaan dan latihan yang konsisten sejak tahun 2023.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Buya Iskandar, menyampaikan bahwa DPRD melalui Komisi IV berkomitmen memberikan perhatian serius terhadap atlet-atlet muda berprestasi, khususnya di usia pelajar.

“Fathiyah adalah contoh nyata bibit unggul olahraga Kota Padang. Atlet seperti ini harus kita rawat dan dukung bersama. Program unggulan kita adalah Padang Juara, dan itu harus diwujudkan dengan dukungan konkret kepada atlet dari semua cabang olahraga,” ujar Buya Iskandar, Selasa (27/01/2026).

Ia menegaskan bahwa keberangkatan Fathiyah ke tingkat nasional bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama sekolah, cabang olahraga, dan Kota Padang.

“Walaupun masih duduk di bangku kelas 4 SD, ia sudah berani tampil di level nasional. Ini patut diapresiasi dan menjadi motivasi bagi atlet pelajar lainnya,” tambahnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Padang yang juga Ketua KONI Kota Padang, Eriato Mahmuda menyampaikan bahwa prestasi olahraga harus sejalan dengan pendidikan.

“Belajar itu utama, atlet juga utama. Prestasi olahraga adalah prestasi yang sah dan diakui. Atlet pelajar berprestasi memiliki peluang melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi ke jenjang SMP dan SMA,” kata Eriato.

Ia berharap keikutsertaan Fathiyah di KRASSI 2026 menjadi langkah awal menuju jenjang prestasi yang lebih tinggi, bahkan hingga level nasional dan internasional.

“Dengan dukungan yang berkelanjutan, kita optimistis atlet-atlet muda Padang mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di kancah yang lebih luas,” ujarnya.

Komisi IV DPRD Kota Padang menegaskan akan terus mendorong sinergi antara pemerintah daerah, KONI, cabang olahraga, sekolah, dan orang tua dalam pembinaan atlet usia dini, sebagai bagian dari upaya mencetak generasi unggul dan berkarakter melalui olahraga. (*)