HEADLINE
Wako Fadly Amran Bersama Anggota DPRD Kota Padang Surya Jufri Bitel Resmikan GSG RW III di Kelurahan Padang Besi    
Jumat, Januari 09, 2026

On Jumat, Januari 09, 2026

Wako Fadly Amran Bersama Anggota DPRD Kota Padang Surya Jufri Bitel Resmikan Masjid Muhajirin
Peresmian gedung ini ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Padang bersama Anggota DPRD Kota Padang Surya Jufri Bitel. 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wali Kota Padang, Fadly Amran, meresmikan Gedung Serba Guna (GSG) Rukun Warga (RW) III Masjid Muhajirin yang berlokasi di Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Jumat (9/1/2026).

Peresmian gedung ini ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Padang bersama Anggota DPRD Kota Padang Surya Jufri Bitel.

Fadly Amran menyampaikan bahwa di tengah keterbatasan dan kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Padang bersama DPRD Kota Padang tetap memprioritaskan pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DPRD Kota Padang serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan gedung ini. Ini bukan hasil kerja satu atau dua orang, tetapi buah dari kebersamaan dan semangat gotong royong kita semua,” ujar Fadly Amran.

Fadly Amran juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan serta merawat fasilitas yang telah dibangun. Menurutnya, keberadaan GSG ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang.

“Gedung ini silakan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kita harapkan dari sini lahir berbagai aktivitas positif dan kreativitas masyarakat, baik untuk kegiatan kepemudaan, sosial, maupun kesenian,” tambah Wali Kota didampingi  Camat Lubuk Kilangan Nurul Widya Siska Usman.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Padang Surya Jufri Bitel menyampaikan bahwa pembangunan GSG RW III Masjid Muhajirin telah berlangsung selama lima tahun dengan total anggaran sebesar Rp5 miliar. 

Gedung ini dibangun untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat dan kegiatan pemerintahan di tingkat lingkungan.

“Insyaallah pada tahun ini akan dilakukan penyempurnaan gedung dengan tambahan anggaran sekitar Rp600 juta yang dialokasikan untuk instalasi listrik serta sarana pendukung lainnya,” pungkas anggota dewan empat periode itu. (*)

Catatan Khairul Jasmi: Kesaksian Saya Melihat Huntara Aceh Tamiang    
Jumat, Januari 09, 2026

On Jumat, Januari 09, 2026

Catatan Khairul Jasmi: Kesaksian Saya Melihat Huntara Aceh Tamiang
Khairul Jasm adalah Pimpinan Redaksi Harian Singgalang dan wartawan senior Ranah Minang ini merupakan Komisaris PT. Semen Padang. 

SAYA
hadir menyaksikan berhari-hari situasi di Kuala Simpang Aceh Tamiang. Juga daerah sekitarnya. Terakhir hadir di lokasi pembangunan huntara.

Jangankan Kuala Simpang, Langsa di sebelahnya juga terkena banjir besar pertama dalam sejarah. Dengan demikian, pemilihan lokasi huntara yang jauh dari sungai besar Tamiang, sudah tepat. Tamiang daerahnya datar, maklum terletak di pantai Timur Sumatera, berbanding terbalik dengan Barat yang berbukit dan terjal. 

Pada beberapa musibah di Sumatera Barat sebelum ini, saya terlibat langsung atau tak langsung dalam pembangunan huntara. Dari pengalaman itu dan saya teliti di Tamiang maka yang di Aceh Tamiang, terbaik. Ini dibangun oleh BUMN Karya di bawah kendali Danantara.
Tiang-tiangnya besi, jeriaunya kuat, dinding juga. Ruangan termasuk lega sebagai sebuah hunian sementara. Seperti rumah di sebuah komplek.
Di tiap huntara ada dua dipan, ada suami istri dan anak-anak. Jadi itu bukan sekadar bangunan segi empat berpintu, namun hunian sementara yang sangat layak. Sampai detik ini, sama sekali tidak ada keluhan soal huntara di Tamiang, entah kalau saya tidak tahu.

Yang saya tahu, insinyur BUMN Karya, para tukang profesional bekerja siang malam. Setelah siap mereka pergi ke rumah memeluk anak dan istri, itupun jika mereka selamat dari musibah.

Saya menaruh rasa hormat kepada para tukang, mandor dan para insinyur yang bekerja untuk korban banjir, meskipun meraka dibayar. 

Ada yang menyebut bencana Aceh ditimpa pula bencana medsos. Tentu saya paham, ini gara-gara kepala BNPB yang salah ucap. Lalu, minta maaf. Kata netizen, di Sumbar lebih cepat selesai ketimbang dua provinsi lain. Tentu, disebabkan dua provinsi lain lebih luas wilayah yang kena. 

Saya saksikan Kuala Simpang yang berusaha bangkit, meski saya datang 20 hari setelah banjir. Tapi, saya sepekan di sana. Jadi telat sedikit, lumayan lama di TKP. Jangan bandingkan dengan relawan yang tak pulang-pulang, habis saya nanti.

Dan, saya yang sudah pergi dari Tamiang, masih saja membayangkan warga yang terdampak. Doeloe saya juga seperti mereka, untung dulu belum ada medsos. (*)

Wako Fadly Amran Sebut PSP Padang Representasi Kebangkitan Olahraga Kota Padang    
Jumat, Januari 09, 2026

On Jumat, Januari 09, 2026

Wako Fadly Amran Sebut PSP Padang Representasi Kebangkitan Olahraga Kota Padang
Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa dukungan ini mencerminkan kehadiran pemerintah dalam mendorong perkembangan olahraga di Kota Padang.

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kota (Pemko) Padang menyiapkan dukungan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk Persatuan Sepakbola Padang (PSP) sebagai bagian dari upaya membangkitkan prestasi sepakbola daerah.

Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa dukungan ini mencerminkan kehadiran pemerintah dalam mendorong perkembangan olahraga di Kota Padang.

“PSP Padang bukan sekadar klub sepak bola, tetapi representasi kebangkitan olahraga Kota Padang. Untuk itu, kami memberikan dukungan penuh,” ujar Fadly Amran saat bertemu pengurus PSP Padang di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Jumat (9/1/2026).

Fadly meminta pengurus PSP menyusun roadmap yang memuat target jangka pendek, menengah, dan panjang untuk pengembangan klub. Roadmap ini diharapkan diumumkan kepada publik sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.

Wali Kota juga menyampaikan dukungan penuh atas partisipasi PSP Padang dalam Liga 4 PSSI Sumatera Barat musim 2025/2026 yang dijadwalkan kick-off pada 22 Januari 2026. Ia berharap beberapa kemenangan terakhir menjadi pemantik untuk meraih prestasi lebih tinggi.

“Cita-cita PSP tidak berhenti di Liga 4. Dalam beberapa tahun ke depan, PSP diharapkan mampu menembus Liga 3, Liga 2, hingga Liga 1, menjadi representasi sepak bola Kota Padang di tingkat nasional,” tambahnya.

Ketua Umum PSP Padang Amril Amin menegaskan komitmen klub legendaris yang berdiri sejak 1928 ini untuk melakukan pembenahan dan menjalin kerja sama strategis agar PSP kembali melahirkan atlet profesional.

“PSP telah menjadi bagian sejarah dan kebanggaan masyarakat Kota Padang. Kami bertekad mengembalikan kejayaan itu,” ujar Amril Amin didampingi Ketua Harian PSP Padang Osman Ayub. (*)

Wako Fadly Amran: Saat Ini Terdapat Dua Pesantren yang Terdampak Banjir dan Longsor di Kawasan Batang Kabung    
Jumat, Januari 09, 2026

On Jumat, Januari 09, 2026

Wako Fadly Amran: Saat Ini Terdapat Dua Pesantren yang Terdampak Banjir dan Longsor di Kawasan Batang Kabung
Wali Kota Padang Fadly Amran. 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wali Kota Padang Fadly Amran mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Padang untuk aktif terlibat dalam percepatan pemulihan pascabencana di Kota Padang.

Ajakan ini disampaikan Wali Kota Padang saat memberikan sambutan pada kegiatan Wirid Bulanan ASN Pemerintah Kota Padang, yang digelar di Masjid Agung Nurul Iman, Jumat pagi (9/1/2026).

Fadly Amran menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Padang bersama stakeholder terkait akan melaksanakan gotong royong bersama untuk membersihkan drainase serta sisa lumpur akibat bencana. Ia meminta ASN berperan aktif sebagai penggerak gotong royong serta membangun komunikasi dengan masyarakat.

“Meskipun Bapak dan Ibu tidak berada di perangkat daerah yang bersentuhan langsung dengan kebencanaan, tetapi mari semua tetap memiliki peran dalam proses pemulihan, baik dari sisi infrastruktur maupun dari sisi sosial dan kemanusiaan,” ujarnya.

Wali Kota juga mengajak seluruh ASN untuk meningkatkan kepedulian sosial dengan menyisihkan sebagian rezeki guna membantu masyarakat terdampak bencana. Ia melihat saat ini masih banyak masyarakat yang terdampak yang membutuhkan uluran tangan.

“Saat ini terdapat dua pesantren yang terdampak banjir dan longsor di kawasan Batang Kabung. Kami mengimbau kepada ASN untuk menggalang bantuan untuk membantu perbaikan pesantren tersebut, sembari kita terus mengupayakan dukungan dari pemerintah pusat,” tambahnya.

Pada kesempatan ini, Wali Kota Fadly Amran juga mengajak seluruh ASN Pemerintah Kota Padanh untuk menjadikan awal tahun sebagai momentum introspeksi, baik dalam menjalankan tugas pemerintahan maupun sebagai pribadi muslim.

“Mari kita merancang langkah-langkah strategis di awal tahun 2026 ini, untuk terutama dalam meningkatkan tata kelola birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Ustadz Sofyan Hadi dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa bekerja merupakan bagian dari ibadah. Ia mengingatkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan beragam profesi sebagai bentuk rahmat, sehingga setiap pekerjaan patut disyukuri dan dijalani dengan penuh tanggung jawab. (*)

Gubernur Mahyeldi Tegaskan Produk Beredar di Sumbar Wajib Bersertifikat Halal    
Jumat, Januari 09, 2026

On Jumat, Januari 09, 2026

Gubernur Mahyeldi Tegaskan Produk Beredar di Sumbar Wajib Bersertifikat Halal
Mahyeldi saat menerima audiensi Kepala Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Provinsi Sumatera Barat di Istana Gubernuran, Jumat (9/1/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa seluruh produk, khususnya makanan dan minuman yang beredar di tengah masyarakat, wajib bersertifikat halal sebagai bentuk perlindungan konsumen dan peningkatan kepercayaan publik.

Penegasan itu disampaikan Mahyeldi saat menerima audiensi Kepala Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Provinsi Sumatera Barat di Istana Gubernuran, Jumat (9/1/2026).

Ia menyebut, sertifikasi halal merupakan tanggung jawab bersama pemerintah dan pelaku usaha. Selain itu, hal tersebut juga merupakan amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

“Setiap produk yang dikonsumsi masyarakat harus jelas kehalalannya. Sertifikat halal adalah jaminan mutu dan kepercayaan,” ujar Mahyeldi.

Pemprov Sumbar, lanjutnya, berkomitmen mempercepat sertifikasi halal melalui pendampingan dan kemudahan layanan, terutama bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK), termasuk melalui program sertifikasi halal gratis. Dengan sertifikat halal, produk lokal dinilai bisa memiliki daya saing lebih kuat di pasar nasional maupun internasional.

Mahyeldi juga mendorong kawasan strategis seperti destinasi pariwisata, bandara, stasiun, dan terminal transportasi publik menjadi zona kuliner halal, aman, dan sehat, sekaligus memperkuat citra Sumbar sebagai daerah unggulan pengembangan produk halal.

Sementara itu, Kepala BPJPH Provinsi Sumbar, H. Dr. Ikrar Abdi, S.Ag., M.A. menyampaikan bahwa BPJPH mengalokasikan sebanyak 32.601 sertifikat halal gratis bagi pelaku UMK di Sumbar melalui program SEHATI 2026, yang ditargetkan rampung paling lambat Oktober 2026.

“Program ini merupakan peluang besar bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas akses pasar,” ujarnya.(adpsb/nov/bud)

R3P Sumbar Rampung, Gubernur Mahyeldi Dorong Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana    
Jumat, Januari 09, 2026

On Jumat, Januari 09, 2026

R3P Sumbar Rampung, Gubernur Mahyeldi Dorong Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana
Pertemuan dengan Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Muhammad Rachmat Kaimuddin. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mendorong percepatan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumbar setelah dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dinyatakan tuntas.

Hal itu disampaikannya saat pertemuan dengan Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Muhammad Rachmat Kaimuddin, di Ruang Rapat Gubernuran, Jumat (9/1/2026).

Gubernur Mahyeldi menjelaskan, dokumen R3P Sumbar telah diselesaikan secara menyeluruh, disepakati bersama pemerintah kabupaten/kota, dan telah diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Dokumen R3P sudah tuntas dan kemarin telah kami serahkan ke BNPB melalui Sekretaris Utama,” ujar Mahyeldi.

Ia menegaskan, percepatan tindak lanjut R3P sangat penting agar proses pemulihan pascabencana dapat segera dilakukan. Keterlambatan, menurutnya, berpotensi memperpanjang dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat terdampak.

“Karena itu, kami sangat berharap dukungan dan pengawalan dari Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan agar rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumbar bisa segera dilaksanakan,” tambahnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Muhammad Rachmat Kaimuddin menyampaikan pihaknya akan mempelajari dokumen R3P yang telah disampaikan Pemprov Sumbar melalui BNPB.

Ia menjelaskan, pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi nantinya akan menggunakan skema hibah nasional, sesuai dengan regulasi keuangan terbaru, guna mengatasi keterbatasan fiskal daerah dalam membiayai kebutuhan yang nilainya mencapai triliunan rupiah.

“Koordinasi dan komunikasi yang lancar antara pemerintah pusat dan daerah terdampak menjadi kunci, agar proses pemulihan tidak terfragmentasi dan seluruh sektor terdampak dapat ditangani secara terpadu dan berkelanjutan,” ujarnya. (adpsb/nov/bud)

2 Istri Mantan Gubernur Sumbar Fasilitasi Donatur Pembangunan Hunsela bagi Korban Banjir Bandang Batu Busuk    
Jumat, Januari 09, 2026

On Jumat, Januari 09, 2026

2 Istri Mantan Gubernur Sumbar Fasilitasi Donatur Pembangunan Hunsela bagi Korban Banjir Bandang Batu Busuk
Dua istri mantan Gubernur Sumatera Barat, Ibu Vita Gamawan Fauzi dan Ibu Wiwik Marlis Rahman, memfasilitasi pencarian donatur untuk pembangunan Hunian Sementara. 

BENTENGSUMBAR.COM – Dua istri mantan Gubernur Sumatera Barat, Ibu Vita Gamawan Fauzi dan Ibu Wiwik Marlis Rahman, memfasilitasi pencarian donatur untuk pembangunan Hunian Sementara layak sehat (Hunsela) bagi korban banjir bandang di Batu Busuk, Kota Padang.

Pembangunan Hunsela tersebut diperuntukkan bagi 11 kepala keluarga korban banjir bandang yang kehilangan tempat tinggal dan rumah rusak berat dan sedang di lahan Kaum Suku Tanjung Pangka Jambatan Batu Busuk, RT 03 RW 04, Kelurahan Kapalo Koto.

Desain bangunan ini di prakasai oleh team unand yaitu Prof Fauzan  dengan ukuran bangunan 3,60 meter x 7,20 meter.

2 Istri Mantan Gubernur Sumbar Fasilitasi Donatur Pembangunan Hunsela bagi Korban Banjir Bandang Batu Busuk
Dua istri mantan Gubernur Sumatera Barat, Ibu Vita Gamawan Fauzi dan Ibu Wiwik Marlis Rahman, memfasilitasi pencarian donatur untuk pembangunan Hunian Sementara. 

Ninik Mamak Kapalo Warih Kaum Suku Tanjung Pangka Jambatan Batu Busuk, Usar, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Vita Gamawan Fauzi dan Ibu Wiwik Marlis Rahman yang telah memfasilitasi donatur pembangunan Huntara bagi korban banjir bandang di daerah kami. Semoga Allah membalas kebaikan mereka,” ujar Usar.

Ibu Wiwik Marlis Rahman selaku donatur dan tokoh pemakrasa bersama ibuk Vits gamawan Fauzi dan Team dosen unand prof Heny  mengatakan, melalui organisasi lain, dirinya akan terus menggalang donasi untuk membantu delapan kepala keluarga lainnya dari Kaum Suku Tanjung yang juga terdampak banjir bandang.

2 Istri Mantan Gubernur Sumbar Fasilitasi Donatur Pembangunan Hunsela bagi Korban Banjir Bandang Batu Busuk
Dua istri mantan Gubernur Sumatera Barat, Ibu Vita Gamawan Fauzi dan Ibu Wiwik Marlis Rahman, memfasilitasi pencarian donatur untuk pembangunan Hunian Sementara. 

Hingga saat ini, sembilan donatur telah menyatakan kesediaannya untuk berdonasi.

“Kami akan terus berupaya membantu masyarakat yang terdampak banjir bandang, khususnya mereka yang masih membutuhkan bantuan,” kata Wiwik.

Pembangunan Huntara ini merupakan salah satu upaya membantu korban banjir bandang di Sumatera Barat dan diharapkan dapat mendorong kepedulian berbagai pihak terhadap masyarakat terdampak bencana. (*)