HEADLINE
Perusahaan Diminta Manfaatkan Insentif Pajak Super Tax Deduction    
Kamis, Juli 30, 2026

On Kamis, Juli 30, 2026

Perusahaan Diminta Manfaatkan Insentif Pajak Super Tax Deduction
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan) Kemnaker, Anwar Sanusi. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengajak perusahaan memanfaatkan insentif pajak Super Tax Deduction (STD) untuk memperkuat kompetensi tenaga kerja. 

STD merupakan insentif perpajakan yang memberikan pengurangan penghasilan bruto hingga 200 persen atas biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk kegiatan vokasi, termasuk pelatihan dan pemagangan.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan) Kemnaker, Anwar Sanusi, dalam Webinar Ketenagakerjaan bertema "Optimalisasi Pemanfaatan Super Tax Deduction (STD) dalam Penyiapan SDM yang Berkualitas dan Berdaya Saing" di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Dalam paparannya, Anwar menegaskan bahwa peningkatan kapasitas dan produktivitas tenaga kerja merupakan fondasi penting untuk membangun perekonomian yang lebih kompetitif. 

Karena itu, pemerintah terus memperkuat berbagai program pengem bangan SDM, mulai dari Pelatihan Vokasi Nasional hingga Program Pemagangan Nasional.

Menurut Anwar, kehadiran kebijakan STD menjadi langkah strategis untuk mendorong keterlibatan dunia usaha dalam pengembangan kompetensi tenaga kerja. 

Melalui skema ini, investasi pelatihan tidak lagi bertumpu sepenuhnya pada anggaran pemerintah, tetapi juga didorong melalui partisipasi aktif sektor swasta.

"Pengembangan kompetensi tenaga kerja tidak boleh lagi dilihat hanya sebagai biaya operasional perusahaan. Ini adalah investasi jangka panjang yang berdampak nyata, baik bagi kemajuan perusahaan itu sendiri maupun bagi pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Anwar.

Meski menawarkan manfaat yang besar, hasil analisis Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa pemanfaatan STD oleh DUDI masih belum optimal. Jumlah perusahaan yang memanfaatkan insentif tersebut masih relatif sedikit.

Karena itu, Barenbang Ketenagakerjaan Kemnaker terus merumuskan strategi pengua tan kebijakan agar pemanfaatan STD semakin luas dan regulasinya semakin adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha.

Anwar berharap webinar ini dapat menghasilkan masukan dan rekomendasi yang memperkuat efektivitas implementasi STD sehingga mampu mendorong lebih banyak perusahaan berinvestasi dalam pengembangan kompetensi tenaga kerja.

"Mewujudkan tenaga kerja yang berdaya saing adalah kunci menopang pertumbuhan ekonomi. Kita membutuhkan sinergi yang kuat antara pekerja, organisasi usaha, industri, akademisi, dan pemerintah untuk memastikan praktik produksi di Indonesia menjadi lebih berkelanjutan, efisien, dan siap bersaing secara global," katanya. (*)

Revitalisasi SMPN 3 Gunung Talang Hampir Selesai, Bupati Jon Firman Pandu: Jaga Fasilitas Ini dengan Baik    
Kamis, Juli 30, 2026

On Kamis, Juli 30, 2026

Revitalisasi SMPN 3 Gunung Talang Hampir Selesai, Bupati Jon Firman Pandu: Jaga Fasilitas Ini dengan Baik
Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, saat meninjau perkembangan revitalisasi SMP Negeri 3 Gunung Talang, Rabu (29/7/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Suasana ceria menyambut kedatangan Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, saat meninjau perkembangan revitalisasi SMP Negeri 3 Gunung Talang, Rabu (29/7/2026).

Kunjungan ini dilakukan guna memastikan pekerjaan berjalan lancar dan fasilitas baru ini segera dapat dinikmati secara maksimal oleh seluruh warga sekolah.

Bupati didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Elafki, S.Pd., MM., beserta jajaran, serta Kepala Bagian Pembangunan Afrianto.

Di lokasi, rombongan disambut hangat oleh Kepala Sekolah Rossydiana bersama jajaran guru dan staf.

Kepala Sekolah melaporkan bahwa revitalisasi mencakup pembenahan 20 ruang kelas dengan total anggaran sekitar Rp3,8 miliar. 

Kini, pekerjaan fisik telah memasuki tahap akhir menjelang serah terima, bahkan perabot baru pun sudah mulai dimanfaatkan di beberapa ruangan.

Melihat hasil pembangunan yang tampak kokoh dan rapi, Bupati menyampaikan harapan besar agar pembenahan ini membawa dampak positif nyata.

"Semoga fasilitas yang lebih baik ini semakin membangkitkan semangat belajar siswa dan kenyamanan mengajar para pendidik," ujarnya.

Tak hanya meninjau bangunan, Bupati juga menyempatkan diri menyapa langsung para siswa yang sedang belajar di dalam kelas. 

Beliau memberikan pesan mendalam agar anak-anak menjaga dan merawat fasilitas yang ada, serta belajar dengan sungguh-sungguh demi menggapai cita-cita.

Bupati juga mengingatkan para siswa untuk senantiasa menghormati orang tua dan guru, karena itu adalah kunci utama kesuksesan dalam menempuh pendidikan.

Diharapkan, dengan adanya pembenahan ini, lingkungan belajar di SMPN 3 Gunung Talang menjadi lebih aman, nyaman, dan berkualitas, sehingga turut mendongkrak mutu pendidikan di Kabupaten Solok secara keseluruhan.(80)

Disambut Antusiasme Siswa, Bupati Jon Firman Pandu Janji Perjuangkan Revitalisasi SDN 03 Kotobaru    
Kamis, Juli 30, 2026

On Kamis, Juli 30, 2026

Disambut Antusiasme Siswa, Bupati Jon Firman Pandu Janji Perjuangkan Revitalisasi SDN 03 Kotobaru
Suasana hangat dan penuh semangat menyambut kedatangan Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, di sela kunjungannya meninjau perkembangan pembangunan TK Negeri 1 Kubung.  (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Suasana hangat dan penuh semangat menyambut kedatangan Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, di sela kunjungannya meninjau perkembangan pembangunan TK Negeri 1 Kubung. 

Tak ingin melewatkan kesempatan, para siswa SDN 03 Kotobaru yang berada tepat di sebelah lokasi peninjauan menyambut rombongan dengan antusias dan ingin bersalaman langsung dengan Bupati.

Melihat semangat yang ditunjukkan anak-anak, Bupati pun menyempatkan diri mampir ke sekolah mereka. 

Kedatangan beliau didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Elafki, S.Pd., M.M., beserta jajaran serta Kepala Bagian Pembangunan Afrianto, disambut gembira oleh para guru dan seluruh peserta didik.

Di hadapan Bupati, para guru menyampaikan kondisi riil sekolah yang sangat membutuhkan perhatian segera. Mereka menjelaskan perlunya rehabilitasi dan kelanjutan pembangunan. 

Mengingat luas lahan yang terbatas, sekolah ini memerlukan bangunan bertingkat untuk memenuhi kebutuhan ruang belajar. 

Selain itu, masih terdapat ruangan yang hanya dibatasi sekat tripleks dan sebagian dinding bangunan belum selesai dicor.

Mendengar aspirasi tersebut, Bupati langsung turun melihat kondisi bangunan secara langsung. 

Ia pun memberikan kepastian akan memperjuangkan SDN 03 Kotobaru agar masuk dalam daftar prioritas Program Revitalisasi Sekolah pemerintah pusat.

Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok sesungguhnya berkomitmen penuh membenahi fasilitas pendidikan. 

Namun, besarnya kebutuhan yang ada belum dapat seluruhnya dipenuhi melalui kemampuan keuangan daerah semata. 

Oleh karena itu, sinergi dengan pemerintah pusat menjadi langkah paling strategis untuk mempercepat pemenuhan infrastruktur pendidikan.

"Kita menginginkan setiap sekolah yang memerlukan perbaikan segera tertangani. Namun kemampuan APBD ada batasnya, sementara kebutuhan sangat besar. Maka dari itu, kita akan kawal dan perjuangkan agar SDN 03 Kotobaru memenuhi syarat dan masuk dalam program revitalisasi pusat," tegas Bupati.

Beliau juga mengingatkan pentingnya data yang akurat, lengkap, dan valid sesuai kondisi lapangan. 

Data yang baik menjadi kunci utama agar usulan dapat dipertimbangkan dan bantuan yang diterima benar-benar tepat sasaran.

"Dengan data yang kuat, langkah kita untuk memperjuangkan kebutuhan sekolah ini akan semakin kokoh," tambahnya.

Melalui upaya ini, Bupati berharap nantinya terwujud sarana pendidikan yang aman, nyaman, dan layak, sehingga proses belajar mengajar di SDN 03 Kotobaru dapat berjalan dengan lebih baik dan berkualitas.(80)

Wako Zulmaeta Ajukan Proposal Pengembangan RSUD dr. Adnaan WD ke Kementerian Kesehatan    
Kamis, Juli 30, 2026

On Kamis, Juli 30, 2026

Wako Zulmaeta Ajukan Proposal Pengembangan RSUD dr. Adnaan WD ke Kementerian Kesehatan
Pemerintah Kota Payakumbuh memperkuat transformasi pelayanan kesehatan melalui kerja sama pengampuan dengan RSUP dr. M. Djamil Padang. (Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kota Payakumbuh memperkuat transformasi pelayanan kesehatan melalui kerja sama pengampuan dengan RSUP dr. M. Djamil Padang sekaligus mengajukan proposal pengembangan RSUD dr. Adnaan WD kepada Kementerian Kesehatan dalam kunjungan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di RSUP dr. M. Djamil Padang, Kamis (30/7/2026).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta dan Direktur RSUP dr. M. Djamil Padang Dovy Djanas mengenai Penguatan Pengampuan Tata Kelola Rumah Sakit dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kesehatan.

"Kesepakatan bersama ini menjadi fondasi bagi kita untuk memperkuat tata kelola rumah sakit sehingga mutu pelayanan kesehatan, keselamatan pasien, dan kinerja organisasi terus meningkat," kata Wali Kota Zulmaeta.

Menurut Zulmaeta, kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Payakumbuh dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui penguatan tata kelola organisasi, pelayanan klinis, pengelolaan keuangan, pengembangan sumber daya manusia, manajemen risiko, mutu dan keselamatan pasien, serta pengembangan sistem informasi rumah sakit.

Selain itu, kerja sama juga mencakup pendampingan, konsultasi, pembinaan, monitoring, dan evaluasi guna meningkatkan kapasitas RSUD dr. Adnaan WD sekaligus mendukung pemenuhan standar akreditasi rumah sakit.

"Tujuan kami adalah menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel sehingga masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang semakin berkualitas," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Zulmaeta menyerahkan proposal pengembangan RSUD dr. Adnaan WD kepada Menteri Kesehatan sebagai upaya memperoleh dukungan pendanaan pemerintah pusat untuk meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan.

Proposal tersebut meliputi rencana pembangunan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) senilai Rp26 miliar, gedung poliklinik sebesar Rp82 miliar, serta ruang rawat inap senilai Rp92 miliar.

Menurut Zulmaeta, keterbatasan kapasitas fiskal daerah menjadi alasan pemerintah daerah mengupayakan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat agar pengembangan fasilitas kesehatan dapat direalisasikan lebih cepat.

"Kami berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat pembangunan fasilitas kesehatan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Kota Payakumbuh maupun Kabupaten Lima Puluh Kota," katanya.

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah pusat saat ini terus menjalankan program pembangunan dan pengembangan rumah sakit umum daerah di berbagai kabupaten dan kota di Indonesia.

Ia meminta Pemerintah Kota Payakumbuh bersama Dinas Kesehatan dan manajemen RSUD dr. Adnaan WD mengawal seluruh proses pengajuan proposal agar setiap persyaratan administrasi dan teknis dapat dipenuhi sehingga peluang realisasinya semakin besar.

"Proposal ini harus dikawal oleh Kepala Dinas dan Direktur Rumah Sakit agar prosesnya berjalan baik dan dapat direalisasikan," kata Budi Gunadi Sadikin.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Payakumbuh didampingi Asisten I Setdako Payakumbuh Nofriwandi, Kepala Bagian Pemerintahan Danil Defo, Kepala Bagian Protokol Diki Engla Mardianto, dan Direktur RSUD dr. Adnaan WD Efriza Naldi.

Zulmaeta menegaskan Pemerintah Kota Payakumbuh akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan rumah sakit rujukan nasional sebagai langkah mempercepat peningkatan kapasitas RSUD dr. Adnaan WD sekaligus menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin bermutu, modern, dan mudah diakses masyarakat.

"Sinergi dengan pemerintah pusat dan rumah sakit rujukan nasional akan terus kami perkuat agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin maju dan berkualitas," pungkasnya. (HM)

Wawako Elzadaswarman Hadiri Rapat Koordinasi KKMA    
Kamis, Juli 30, 2026

On Kamis, Juli 30, 2026

Wawako Elzadaswarman Hadiri Rapat Koordinasi KKMA
Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Provinsi Sumatera Barat yang digelar di MAN 1 Kota Payakumbuh, Kamis (30/7/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Provinsi Sumatera Barat yang digelar di MAN 1 Kota Payakumbuh, Kamis (30/7/2026).

Rapat koordinasi tersebut diikuti sekitar 90 kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) se-Sumatera Barat sebagai forum untuk memperkuat koordinasi, komunikasi, serta kapasitas kepemimpinan kepala madrasah dalam menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang.

Berdasarkan agenda kegiatan, rapat koordinasi membahas sosialisasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 736 Tahun 2026, persiapan dan strategi pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) Madrasah Aliyah, serta penyusunan program kerja tahunan KKMA Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026/2027.

Dalam sambutannya, Elzadaswarman menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Payakumbuh sebagai tuan rumah penyelenggaraan rapat koordinasi tersebut.

"Atas nama Pemerintah Kota Payakumbuh, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta dari berbagai daerah di Provinsi Sumatera Barat. Kehadiran hampir 90 peserta pada hari ini menunjukkan semangat kebersamaan, kekompakan, dan kepedulian terhadap kemajuan pendidikan. Semoga Payakumbuh dapat menjadi tuan rumah yang baik, meninggalkan kesan yang indah, serta memberikan manfaat bagi seluruh peserta," ujarnya.

Menurut Elzadaswarman, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia sekaligus masa depan bangsa. Oleh karena itu, peningkatan mutu pendidikan harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter generasi muda.

"Ketika kita berbicara tentang pendidikan, sesungguhnya kita sedang membicarakan masa depan bangsa. Tidak ada negara yang maju tanpa pendidikan yang berkualitas dan tidak ada generasi yang unggul tanpa karakter yang kuat," katanya.

Ia menambahkan, ajaran Islam telah memberikan landasan yang kokoh mengenai pentingnya ilmu pengetahuan melalui wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yakni perintah Iqra' atau membaca.

Menurutnya, pesan tersebut mengandung makna bahwa kemajuan sebuah peradaban berawal dari budaya membaca, belajar, dan mencari ilmu. Pendidikan tidak hanya berfungsi mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk akhlak, etika, dan kepribadian peserta didik.

Elzadaswarman juga menyoroti tantangan dunia pendidikan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Menurutnya, generasi saat ini tumbuh bersama internet dan kecerdasan buatan sehingga memerlukan pendampingan yang semakin kuat dari keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana dan bertanggung jawab.

"Anak-anak kita memperoleh informasi dengan sangat cepat. Bahkan dalam banyak hal, pengetahuan mereka berkembang lebih cepat dibandingkan pengalaman orang tua maupun guru. Inilah tantangan besar yang harus kita hadapi bersama," ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari keberhasilan membentuk karakter peserta didik agar memiliki integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap agama, budaya, dan bangsa.

"Tugas kita bukan sekadar menjadikan mereka pintar, tetapi juga memastikan mereka memiliki karakter yang kuat. Mereka harus dibekali dengan kejujuran, disiplin, tanggung jawab, rasa hormat kepada orang tua dan guru, serta kecintaan terhadap agama, budaya, dan bangsa," tegasnya.

Ia menambahkan, pendidikan yang ideal merupakan pendidikan yang mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Untuk mewujudkannya diperlukan kolaborasi yang erat antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat.

Menurut Elzadaswarman, Kota Payakumbuh yang menjunjung tinggi falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) memiliki modal sosial yang kuat dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

Ia berharap rapat koordinasi tersebut menjadi ruang lahirnya berbagai gagasan, inovasi, dan kolaborasi yang mampu memperkuat kualitas pendidikan madrasah di Sumatera Barat sekaligus menghasilkan langkah-langkah strategis untuk menjawab tantangan pendidikan di masa mendatang.

"Jadikan forum ini bukan sekadar ajang bertemu, tetapi menjadi ruang berbagi pengalaman, memperkuat kolaborasi, serta melahirkan solusi atas berbagai tantangan pendidikan yang kita hadapi bersama," pungkasnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut jajaran pengurus KKMA Provinsi Sumatera Barat, perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, kepala Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta se-Sumatera Barat, serta para undangan lainnya. (HM)

Wali Kota Zulmaeta Hadiri Pisah Sambut Kapolres Payakumbuh    
Kamis, Juli 30, 2026

On Kamis, Juli 30, 2026

Wali Kota Zulmaeta Hadiri Pisah Sambut Kapolres Payakumbuh
Acara pisah sambut Kapolres Payakumbuh di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Payakumbuh, Rabu (29/7/2026) malam. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kota Payakumbuh meyakini stabilitas keamanan yang selama ini menjadi fondasi pembangunan daerah akan tetap terjaga seiring pergantian kepemimpinan Polres Payakumbuh dari AKBP Ricky Ricardo kepada AKBP Irwan Andeta. 

Pergantian tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung pembangunan di wilayah Luak Limopuluah.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengatakan alih tugas dan alih jabatan di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan bagian dari dinamika organisasi yang strategis sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kesinambungan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.

"Alih tugas dan alih jabatan di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bernilai strategis," kata Zulmaeta saat menghadiri acara pisah sambut Kapolres Payakumbuh di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Payakumbuh, Rabu (29/7/2026) malam.

Pada kesempatan tersebut, Zulmaeta menyampaikan apresiasi kepada AKBP Ricky Ricardo atas kepemimpinan, dedikasi, dan pengabdiannya selama bertugas di Kota Payakumbuh.

Menurutnya, kepemimpinan AKBP Ricky Ricardo berhasil membangun hubungan kerja yang harmonis dengan Pemerintah Kota Payakumbuh, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota, serta unsur Forkopimda sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga dengan baik dan berbagai agenda pembangunan dapat berlangsung secara kondusif.

"Atas nama Pemerintah Kota Payakumbuh, seluruh jajaran instansi, dan segenap masyarakat, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya serta apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak AKBP Ricky Ricardo atas pengabdian, dedikasi, dan kepemimpinan yang telah diberikan selama bertugas di Kota Payakumbuh," ujarnya.

Zulmaeta menilai ketegasan dalam menjalankan tugas yang diimbangi dengan pendekatan humanis kepada masyarakat menjadi ciri kepemimpinan AKBP Ricky Ricardo selama memimpin Polres Payakumbuh.

Ia berharap pengalaman dan berbagai capaian yang diraih selama bertugas di Kota Payakumbuh menjadi bekal dalam mengemban amanah di tempat penugasan yang baru.

"Selamat bertugas di tempat pengabdian yang baru. Semoga Bapak AKBP Ricky Ricardo beserta keluarga senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan, dan kesuksesan dalam setiap langkah pengabdian," katanya.

Kepada Kapolres Payakumbuh yang baru, AKBP Irwan Andeta, Zulmaeta menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus harapan agar sinergi yang telah terbangun selama ini dapat terus diperkuat.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Payakumbuh siap memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi bersama Polres Payakumbuh dalam menciptakan daerah yang aman, tertib, dan kondusif sebagai prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak AKBP Irwan Andeta beserta Ibu di Kota Payakumbuh. Kami siap melanjutkan dan memperkuat sinergi bersama Polres Payakumbuh demi mewujudkan daerah yang aman, tertib, sejahtera, dan kondusif," ujarnya.

Zulmaeta menegaskan keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai oleh satu institusi semata, melainkan bergantung pada kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, kepolisian, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat.

"Keberhasilan itu hanya dapat dicapai melalui kerja sama yang erat antara pemerintah daerah, kepolisian, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat Luak Limopuluah," pungkasnya. (HM)

Digagas oleh Rafdinal, 116 Orang Tua Anak CP Ikuti Pelatihan Terapi    
Kamis, Juli 30, 2026

On Kamis, Juli 30, 2026

Digagas oleh Rafdinal, 116 Orang Tua Anak CP Ikuti Pelatihan Terapi
Puluhan orang tua yang mendampingi anak penyandang Cerebral Palsy (CP) di Sumatera Barat (Sumbar) mengikuti pelatihan terapi selama tiga hari, 29–31 Juli 2026. (Foto: Faiz). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Puluhan orang tua yang mendampingi anak penyandang Cerebral Palsy (CP) di Sumatera Barat (Sumbar) mengikuti pelatihan terapi selama tiga hari, 29–31 Juli 2026. 

Melalui pelatihan tersebut, para orang tua diharapkan mampu melakukan terapi secara mandiri di rumah, mengingat masih terbatasnya jumlah fisioterapis di Sumbar.

Pelatihan bertajuk Bimbingan Teknis Terapis bagi Orang Tua Pendamping dan Anak Penyandang Disabilitas Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Angkatan II itu diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Sumatera Barat melalui dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Anggota Komisi III DPRD Sumbar, Rafdinal.

Kegiatan tersebut juga bekerja sama dengan Yayasan Rumah Gadang Cerebral Palsy (Raga CP) dan digelar di salah satu hotel di Bukittinggi.

Rafdinal mengatakan, pelatihan tersebut merupakan program yang dilaksanakan setiap tahun. Sepanjang 2026, kegiatan telah digelar dalam dua angkatan dengan jumlah peserta masing-masing 58 orang tua pendamping, sehingga total mencapai 116 peserta.

"Anak penyandang Cerebral Palsy membutuhkan fisioterapi secara berkelanjutan. Namun, dalam praktiknya jumlah fisioterapis di Sumatera Barat masih sangat terbatas. Karena itu, peran orang tua dan pendamping menjadi sangat penting untuk menunjang perkembangan anak," ujar Rafdinal saat pembukaan kegiatan, Rabu malam (29/7). 

Ia menjelaskan, untuk mengatasi keterbatasan tenaga fisioterapis, pelaksanaan bimtek angkatan kedua turut melibatkan akademisi dan mahasiswa Universitas Fort De Kock Bukittinggi sebagai peserta. 

Menurut Rafdinal, tantangan lain yang dihadapi pemerintah daerah adalah belum tersedianya data yang akurat mengenai jumlah penyandang Cerebral Palsy di Sumatera Barat. Padahal, jumlah penyandang CP diperkirakan cukup banyak.

Karena itu, pihaknya bekerja sama dengan Yayasan Rumah Gadang Cerebral Palsy (Raga CP) untuk mendata sekaligus menghimpun para orang tua pendamping penyandang CP agar dapat mengikuti berbagai kegiatan pembinaan, termasuk pelatihan terapi mandiri yang dapat diterapkan di rumah.

"Dengan pelatihan ini, kami berharap orang tua tidak hanya bergantung pada layanan fisioterapi di fasilitas kesehatan, tetapi juga mampu memberikan terapi dasar secara mandiri di rumah untuk mendukung tumbuh kembang anak penyandang Cerebral Palsy," tutup Rafdinal.

Pembukaan pelatihan itu juga dihadiri Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis. Ia mengapresiasi kepedulian Anggota Komisi III DPRD Sumbar, H. Rafdinal, yang secara konsisten memperjuangkan program pemberdayaan bagi keluarga penyandang disabilitas.

Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak penyandang Cerebral Palsy di tengah keterbatasan tenaga fisioterapis.

Sementara itu Kabid PHPA-DP3AP2KB Desra Elena mengatakan Bimtek angkatan ke dia ini diikuti oleh peserta dari Kota Bukittinggi, Padang, Payakumbuh, Sawahlunto, serta sejumlah daerah lainnya di Sumatera Barat.

Melalui bimbingan teknis ini, kami mengajarkan orang tua agar mampu melakukan terapi secara mandiri di rumah. Ini sangat penting karena keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari," jelas Desra.

Menurutnya, kemampuan orang tua melakukan terapi mandiri akan sangat membantu ketika anak tidak dapat menjalani terapi di fasilitas kesehatan secara rutin. (*)