HEADLINE
Polres Solok Tangkap Dua Terduga Pelaku Narkoba, 8 Paket Sabu Disita    
Selasa, Oktober 20, 2026

On Selasa, Oktober 20, 2026

Polres Solok Tangkap Dua Terduga Pelaku Narkoba, 8 Paket Sabu Disita
Dalam penggeledahan, polisi menemukan satu paket diduga sabu yang dibungkus plastik klip bening. (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Upaya pemberantasan narkotika di Kabupaten Solok kembali membuahkan hasil. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Solok mengamankan dua pria dalam dua operasi terpisah pada Senin (19/10/2026). Dari kedua penindakan tersebut, polisi menyita delapan paket yang diduga sabu beserta sejumlah barang bukti lainnya.

Penangkapan pertama berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB di sebuah rumah di Komplek Nusa Indah 7, Jorong Subarang, Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung. Petugas mengamankan BDP (23), warga Kota Solok, setelah melakukan penindakan di lokasi tersebut.

Dalam penggeledahan, polisi menemukan satu paket diduga sabu yang dibungkus plastik klip bening. Petugas juga menyita satu unit ponsel TECNO warna silver dan sepeda motor Suzuki Satria FU warna hitam. Berdasarkan keterangan dalam laporan, tersangka mengakui barang bukti tersebut miliknya dan tidak memiliki izin kepemilikan narkotika.

Belum berselang lama, sekitar pukul 17.30 WIB, petugas kembali melakukan penindakan di pinggir jalan Jorong Pakan Sabtu, Nagari Panyakalan, Kecamatan Kubung. Kali ini, seorang pria berinisial DMA (26), warga setempat, diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dari penggeledahan terhadap DMA, polisi menyita tujuh paket diduga sabu dalam plastik klip bening. Barang bukti lainnya meliputi satu kotak rokok, sedotan plastik, alat hisap sabu atau bong, tiga plastik klip kosong, kotak hitam, tas hitam merek ABHILL, timbangan digital, serta satu unit ponsel OPPO A12 warna hitam-biru.

Dengan demikian, dari dua operasi pada hari yang sama, polisi menyita total delapan paket yang diduga sabu. Keberadaan timbangan digital dan sejumlah perlengkapan lain dalam barang bukti perkara kedua menjadi bagian dari materi yang perlu didalami penyidik untuk mengungkap fakta dan peran tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan.

Perkara tersebut tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/A/50/X/2026/SPKT.SATRESNARKOBA/POLRESSOLOK/POLDASUMBAR tertanggal 19 Oktober 2026. Kedua tersangka beserta barang bukti telah dibawa ke Polres Solok. Mereka diduga melanggar Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau ketentuan hukum terkait lainnya. Proses penyidikan masih berlangsung.

Polres Solok mengimbau masyarakat agar tidak menutup mata terhadap dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan sekitar. Informasi yang disampaikan melalui jalur resmi dapat membantu aparat menindaklanjuti dugaan tindak pidana secara tepat, dengan tetap menghindari tuduhan tanpa dasar terhadap pihak tertentu.

Dua penindakan dalam sehari ini menjadi pengingat bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan kerja berkelanjutan dan dukungan masyarakat. Polres Solok mengajak warga memperkuat kepedulian lingkungan serta melaporkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, demi melindungi keluarga dan generasi muda dari bahaya narkotika. Kedua tersangka tetap memiliki hak hukum, dan dugaan terhadap mereka harus dibuktikan melalui proses peradilan. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Wako Padang Perkuat Perlindungan Lansia, Ramlan Dorong Program Warga Emas Kian Meluas    
Selasa, Oktober 20, 2026

On Selasa, Oktober 20, 2026

Wako Padang Perkuat Perlindungan Lansia, Ramlan Dorong Program Warga Emas Kian Meluas
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menerima audiensi pengurus Yayasan Rumah Sunnah Lansia Indonesia di Ruang VIP Rumah Dinas Wali Kota Padang, Senin (19/10/2026). (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Komitmen meningkatkan kesejahteraan warga lanjut usia (lansia) terus diperkuat Pemerintah Kota Padang. Wali Kota Padang, Fadly Amran, menerima audiensi pengurus Yayasan Rumah Sunnah Lansia Indonesia di Ruang VIP Rumah Dinas Wali Kota Padang, Senin (19/10/2026), untuk membahas sinergi program pendampingan dan peningkatan kualitas hidup warga lanjut usia.

Dalam pertemuan tersebut, Fadly Amran mengapresiasi berbagai kegiatan sosial yang dijalankan yayasan, terutama pendampingan bagi lansia. Menurutnya, kepedulian terhadap warga usia lanjut membutuhkan kerja sama berkelanjutan agar mereka memperoleh perhatian, pelayanan, serta kesempatan menjalani kehidupan yang lebih layak dan bermartabat.

Program yayasan dinilai sejalan dengan Program Peduli Warga Emas, salah satu aktivasi Program Unggulan (Progul) Padang Melayani. Melalui program ini, Pemerintah Kota Padang berupaya memperkuat pelayanan yang ramah lansia, sekaligus mendorong keterlibatan berbagai pihak agar pendampingan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga didukung komunitas dan lembaga sosial.

Fadly Amran menegaskan bahwa perhatian terhadap lansia diwujudkan melalui berbagai layanan, termasuk pelayanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas serta penyediaan infrastruktur yang ramah bagi warga usia lanjut. Pemerintah kota juga berkomitmen memperluas kolaborasi dengan sejumlah pihak, termasuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Sumatera Barat, guna mendukung layanan yang semakin responsif terhadap kebutuhan lansia.

“Program Warga Emas ini kita wujudkan melalui pelayanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas. Kita menyediakan infrastruktur dan sarana prasarana yang ramah lansia, serta berbagai layanan lainnya,” ujar Fadly Amran. Ia berharap upaya tersebut dapat memperkuat perlindungan sosial sekaligus memastikan warga lanjut usia mendapatkan perhatian sesuai kebutuhan mereka.

Wali kota juga mengharapkan Yayasan Rumah Sunnah Lansia Indonesia terus bersinergi dengan pemerintah daerah. “Kami juga berharap Rumah Lansia Indonesia dapat terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Padang dalam meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan warga lanjut usia. Melalui kolaborasi ini, kita berharap semakin banyak lansia yang mendapatkan pendampingan,” katanya.

Inisiator Yayasan Rumah Sunnah Lansia Indonesia, Ramlan, menjelaskan bahwa sejak diluncurkan pada 2023, yayasan telah menjalankan beragam kegiatan sosial dan pendampingan bagi lansia. Kegiatannya meliputi penyediaan pusat sosialisasi, bimbingan keagamaan, serta pembinaan bagi warga usia lanjut agar tetap memiliki ruang untuk berinteraksi, memperkuat kehidupan spiritual, dan menjalani aktivitas sosial.

Selain program lansia, Ramlan menyampaikan bahwa melalui Lembaga Sosial Meja Putih Saiyo, pihaknya telah memfasilitasi program khitan gratis sejak 2008 dengan jumlah peserta lebih dari 4.000 orang. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan kegiatan sosial yang ingin terus dikembangkan agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. “Yayasan Rumah Sunnah Lansia Indonesia ini awalnya berasal dari Lembaga Sosial Meja Putih Saiyo. Kami berharap dukungan dari Bapak Wali Kota Padang agar Rumah Lansia Indonesia dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkap Ramlan.

Audiensi ini menjadi momentum memperkuat kerja sama antara pemerintah dan lembaga sosial dalam membangun layanan yang lebih peduli terhadap lansia. Dengan sinergi yang berkelanjutan, Program Peduli Warga Emas diharapkan semakin luas menjangkau masyarakat, sehingga warga lanjut usia memperoleh pendampingan, akses layanan, dan perhatian yang mendukung kehidupan lebih sehat, aman, serta bermartabat. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Karhutla Picu Kabut Asap, Jon Firman Pandu Bergerak Lindungi Siswa    
Selasa, Oktober 20, 2026

On Selasa, Oktober 20, 2026

Karhutla Picu Kabut Asap, Jon Firman Pandu Bergerak Lindungi Siswa
Bupati Solok, Dr. (H.C.) Jon Firman Pandu, S.H., mengambil langkah antisipatif dengan menyalurkan bantuan masker dan vitamin kepada siswa SMP Negeri 3 X Koto Singkarak, Senin (19/10/2026). (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai memengaruhi kualitas udara mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Solok. Bupati Solok, Dr. (H.C.) Jon Firman Pandu, S.H., mengambil langkah antisipatif dengan menyalurkan bantuan masker dan vitamin kepada siswa SMP Negeri 3 X Koto Singkarak, Senin (19/10/2026), demi membantu melindungi kesehatan peserta didik.

Langkah ini menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keselamatan siswa di tengah kondisi udara yang perlu diwaspadai. Bantuan tersebut diharapkan membantu meningkatkan perlindungan diri selama kegiatan belajar mengajar berlangsung, sekaligus mengingatkan seluruh warga sekolah agar tidak mengabaikan dampak kabut asap terhadap kesehatan.

Dalam kegiatan itu, Jon Firman Pandu didampingi perwakilan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok, Wali Nagari Sumani Masri Bakar, serta Kepala SMPN 3 X Koto Singkarak, Elfiana, S.Pd. Penyaluran bantuan ini menegaskan pentingnya keterlibatan pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam mengantisipasi dampak penurunan kualitas udara.

Bupati menegaskan bahwa kegiatan pembelajaran tetap berjalan, tetapi kesehatan siswa harus menjadi prioritas. Ia meminta pihak sekolah memastikan penggunaan masker dan konsumsi vitamin sesuai anjuran serta melakukan pemantauan secara berkala agar upaya pencegahan dapat dilaksanakan dengan baik.

“Proses belajar mengajar harus tetap berjalan, tetapi kewaspadaan dan penjagaan kesehatan tetap harus kita kedepankan. Penggunaan masker dan konsumsi vitamin perlu dipastikan benar-benar dilaksanakan dan dipantau oleh pihak sekolah,” tegas Jon Firman Pandu. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberlangsungan pendidikan perlu diiringi langkah perlindungan kesehatan yang tepat.

Penyerahan bantuan di SMP Negeri 3 X Koto Singkarak dilakukan secara simbolis. Pemerintah Kabupaten Solok selanjutnya berencana menyalurkan bantuan serupa ke seluruh satuan pendidikan di wilayah tersebut bersama TP PKK Kabupaten Solok, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan. Langkah lanjutan ini diharapkan memperluas jangkauan antisipasi agar sekolah-sekolah turut mendapatkan perhatian di tengah kondisi kabut asap.

Selain penyaluran masker dan vitamin, Bupati mengingatkan setiap sekolah untuk memantau kualitas udara setiap hari. Jika kondisi memburuk, pihak sekolah diminta segera berkoordinasi dengan instansi terkait agar langkah penanganan dapat disesuaikan dengan situasi. Kewaspadaan ini penting untuk membantu menentukan tindakan yang diperlukan demi menjaga keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Jon Firman Pandu juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, termasuk bebas dari perundungan. Dengan demikian, perlindungan terhadap peserta didik tidak hanya menyangkut ancaman kesehatan akibat kabut asap, tetapi juga mencakup terciptanya suasana belajar yang mendukung tumbuh kembang serta kenyamanan siswa.

Wali Nagari Sumani, Masri Bakar, menyambut baik langkah Pemerintah Kabupaten Solok dan menyatakan komitmennya untuk ikut mendukung pengawasan di lingkungan sekolah. Melalui sinergi pemerintah daerah, TP PKK, tenaga pendidik, dan masyarakat, upaya mengantisipasi dampak kabut asap diharapkan semakin optimal sehingga kesehatan siswa tetap terjaga dan proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman serta lancar. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Fadly Amran Dukung Marandang 2026, Youth Center Disiapkan Jadi Pusat Kolaborasi Komunitas Kreatif    
Selasa, Oktober 20, 2026

On Selasa, Oktober 20, 2026

Fadly Amran Dukung Marandang 2026, Youth Center Disiapkan Jadi Pusat Kolaborasi Komunitas Kreatif
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Marandang 2026, sebuah agenda yang digagas House of Padang Entrepreneur (HOPE). (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif dan penguatan komunitas di Kota Padang terus diperkuat. Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Marandang 2026, sebuah agenda yang digagas House of Padang Entrepreneur (HOPE) untuk mempertemukan berbagai komunitas dalam satu ruang kolaborasi, kreativitas, dan pengembangan potensi.

Dukungan tersebut disampaikan Fadly Amran saat menerima audiensi Komunitas House of Padang Entrepreneur (HOPE) di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Senin (19/10/2026). Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang Ferri Erviyan Rinaldy, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, serta Ketua Tim Acara Marandang 2026, Mutiara Dwi Zonal.

Marandang 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11–13 Desember 2026 di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Kota Padang, di bawah naungan Balai Diklat Industri (BDI) Padang. Kegiatan ini dirancang menjadi wadah terbuka bagi komunitas untuk berkumpul, menampilkan karya, bertukar gagasan, memperluas jejaring, dan saling mendukung dalam mengembangkan potensi masing-masing.

Fadly Amran menegaskan, Pemerintah Kota Padang terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dengan menyediakan ruang dan fasilitas yang dapat dimanfaatkan para pelaku kreatif. Salah satu fasilitas strategis tersebut adalah Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, yang diharapkan semakin berkembang sebagai pusat aktivitas anak muda, kreativitas, dan kolaborasi komunitas.

“Kita akan terus melakukan pembenahan terhadap Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center ini sehingga dapat semakin optimal dimanfaatkan sebagai ruang kreativitas, kolaborasi, dan pengembangan potensi komunitas di Kota Padang,” ujar Fadly Amran. Menurutnya, keberadaan ruang bersama yang memadai dapat membuka peluang lebih besar bagi komunitas untuk tumbuh, menghasilkan gagasan baru, dan membangun kerja sama yang produktif.

Tak hanya mendorong aktivitas komunitas, Pemerintah Kota Padang juga tengah mengupayakan agar Padang dapat menjadi bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN) bidang gastronomi. Saat ini, Padang mengikuti proses penilaian tingkat nasional untuk berpeluang terpilih mewakili Indonesia. Upaya ini menjadi momentum penting untuk memperkuat potensi kuliner khas Padang sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat nasional dan dunia.

“Kami mohon dukungan dari para pelaku ekonomi kreatif, komunitas, dan seluruh masyarakat agar upaya ini dapat berjalan dengan baik. Kolaborasi seluruh pihak sangat dibutuhkan untuk memperkuat potensi gastronomi serta memperkenalkan kekayaan kuliner Kota Padang ke tingkat nasional maupun internasional,” kata Fadly Amran. Sinergi pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha dinilai penting agar potensi lokal dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Ketua Tim Acara Marandang 2026, Mutiara Dwi Zonal, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kepedulian terhadap keberlanjutan komunitas, termasuk tantangan regenerasi anggota. Menurutnya, komunitas membutuhkan ruang untuk saling mengenal, bertukar ide, dan membangun kolaborasi agar aktivitas mereka tetap hidup serta mampu menarik keterlibatan generasi baru. Dalam Marandang 2026, setiap komunitas akan diberi kebebasan menampilkan kreativitas sesuai bidang masing-masing.

“Kegiatan ini menjadi ruang terbuka bagi komunitas untuk memperkenalkan potensi sekaligus membangun jejaring dengan komunitas lainnya. Kami mengajak seluruh teman-teman komunitas yang ada di Padang untuk bergabung bersama dalam Marandang 2026,” ungkap Mutiara. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi titik temu yang mendorong kreativitas, memperkuat jejaring antarkomunitas, dan membuka peluang kolaborasi baru. Dengan dukungan berbagai pihak, Marandang 2026 diharapkan menghadirkan ruang bersama yang bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk mengembangkan potensi komunitas dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Kota Padang. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

49 Warga Payakumbuh Terima Bantuan Kemensos, Ada Kaki Palsu hingga Paket Usaha untuk Kemandirian    
Selasa, Oktober 20, 2026

On Selasa, Oktober 20, 2026

49 Warga Payakumbuh Terima Bantuan Kemensos, Ada Kaki Palsu hingga Paket Usaha untuk Kemandirian
Bantuan yang disalurkan pada Senin (19/10/2026) ini diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendukung kemandirian penerima manfaat. (Fotdok: Hermiko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebanyak 49 warga Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Kota Payakumbuh menerima bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial melalui Sentra Abiseka Pekanbaru. Bantuan yang disalurkan pada Senin (19/10/2026) ini diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendukung kemandirian penerima manfaat.

Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus. Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, hadir mewakili Wali Kota Zulmaeta dalam penyerahan bantuan di Kantor Dinas Sosial Kota Payakumbuh. Ia menegaskan bahwa bantuan sosial harus menyentuh kebutuhan nyata masyarakat, terutama warga yang menghadapi keterbatasan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Penerima bantuan berasal dari berbagai kelompok, mulai dari penyandang disabilitas, korban penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA), kelompok rentan, hingga anak yang berhadapan dengan hukum (ABH). Keberagaman penerima tersebut menunjukkan pentingnya pelayanan sosial yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing individu agar dukungan yang diberikan lebih tepat sasaran.

“Bantuan ATENSI ini sangat penting bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesejahteraan sosial, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari,” kata Elzadaswarman. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial melalui Sentra Abiseka Pekanbaru atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat Payakumbuh.

Bantuan untuk 49 penerima manfaat itu disesuaikan dengan hasil asesmen kebutuhan. Bentuknya beragam, meliputi paket kewirausahaan untuk mendukung kegiatan produktif, bantuan pemenuhan hidup layak, alat bantu fisik, kaki palsu, hingga sarana kelengkapan kamar. Ragam bantuan ini diharapkan dapat membantu penerima menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan kemandirian.

Elzadaswarman menjelaskan bahwa perlindungan terhadap fakir miskin dan anak telantar merupakan amanat konstitusi sebagaimana tercantum dalam Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945. Namun, ia mengakui bahwa kemampuan anggaran daerah memiliki keterbatasan, sementara kebutuhan pelayanan sosial di tengah masyarakat masih luas. Karena itu, dukungan pemerintah pusat menjadi salah satu unsur penting dalam memperluas jangkauan bantuan bagi warga yang membutuhkan.

Untuk melengkapi bantuan dari pemerintah pusat, Pemko Payakumbuh juga mengalokasikan bantuan permakanan dan sandang bagi penyandang disabilitas telantar, lanjut usia telantar, anak telantar, serta gelandangan dan pengemis. Warga yang memenuhi persyaratan juga dapat mengakses berbagai program perlindungan sosial nasional, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), dan bantuan beras sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemerintah berharap bantuan sosial tidak hanya meringankan beban kebutuhan harian, tetapi juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kerentanan sosial. Paket kewirausahaan, misalnya, dapat menjadi modal awal untuk kegiatan produktif, sedangkan alat bantu fisik dapat menunjang mobilitas dan aktivitas penerima manfaat. Meski demikian, dampak jangka panjangnya tetap memerlukan pendampingan dan dukungan yang berkelanjutan.

Menutup arahannya, Elzadaswarman mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi untuk ikut membantu warga kurang mampu, termasuk melalui penyaluran zakat kepada pihak yang berhak menerimanya. “Kita yang mampu mari membantu yang miskin. Para ASN Muslim juga jangan pelit mengeluarkan zakat. Semoga dengan partisipasi aktif kita semua, semakin banyak warga kurang mampu yang terlayani,” pungkasnya. Kolaborasi pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat perlindungan sosial sehingga semakin banyak warga Payakumbuh memperoleh kesempatan hidup yang lebih layak dan mandiri. (HM) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Pemko Padang Jajaki Beasiswa UniKL Malaysia, 10 Calon Mahasiswa Lolos Seleksi Administrasi    
Selasa, Oktober 20, 2026

On Selasa, Oktober 20, 2026

Pemko Padang Jajaki Beasiswa UniKL Malaysia, 10 Calon Mahasiswa Lolos Seleksi Administrasi
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat bertemu Professor Management & Entrepreneurship Section UniKL, Prof. Ilham Sentosa, Ph.D. (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Peluang generasi muda Kota Padang untuk menempuh pendidikan tinggi di Malaysia semakin terbuka. Pemerintah Kota Padang menjajaki kerja sama pendidikan dengan Universiti Kuala Lumpur (UniKL), termasuk program beasiswa yang memadukan penguasaan teknologi dengan penguatan hafalan Alquran.

Rencana kerja sama tersebut mendapat sambutan positif dari Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat bertemu Professor Management & Entrepreneurship Section UniKL, Prof. Ilham Sentosa, Ph.D., di Rumah Makan Takana Nasi Padang, Senin (19/10/2026). Kolaborasi ini diharapkan membuka akses pendidikan internasional sekaligus memperluas kesempatan mahasiswa Padang mengembangkan kompetensi akademik dan keagamaan.

Salah satu perkembangan yang disampaikan dalam pertemuan itu adalah selesainya seleksi administrasi terhadap sejumlah calon mahasiswa dari Padang. Sebanyak 10 calon mahasiswa dinyatakan lolos tahap tersebut dan akan belajar di UniKL. Tahapan berikutnya menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan mereka mengikuti program pendidikan yang ditawarkan.

Maigus Nasir menyambut baik peluang kerja sama tersebut. Menurutnya, kesempatan belajar di luar negeri dapat menjadi jalan bagi generasi muda untuk memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan teknologi, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan. “Tentunya kami menyambut baik kerja sama ini, harapan kita nantinya mahasiswa di Padang akan belajar teknologi dan ilmu agama di UniKL,” ujar Maigus.

Perhatian khusus dalam pembahasan ini tertuju pada program Huffaz Teknologis, yakni program pendidikan setara S1 yang dirancang untuk melahirkan tenaga profesional di bidang teknologi dengan kemampuan menghafal Alquran. Program tersebut menawarkan pendekatan pendidikan yang menggabungkan pengembangan keahlian modern dengan pembinaan spiritual secara terstruktur.

Prof. Ilham Sentosa menjelaskan, UniKL juga memiliki program Ulul Albab yang memadukan kegiatan perkuliahan dengan pembinaan hafalan Alquran. “Salah satu program kami yakni Ulul Albab, yakni menggabungkan perkuliahan dengan program hafalan Alquran selama 10 jam seminggu,” ungkapnya. Untuk mengikuti program yang dibahas, calon mahasiswa terlebih dahulu menjalani pengujian kompetensi hafazan. Peserta yang memiliki hafalan lima atau enam juz akan mendapatkan pembinaan lanjutan sesuai skema program yang berlaku.

Program pembinaan tersebut direncanakan berlangsung selama tiga tahun, dengan kegiatan menghafal Alquran yang terintegrasi dalam rutinitas mahasiswa. Peserta dijadwalkan membaca Alquran sebelum perkuliahan pada pagi hari dan kembali melakukannya pada sore hari. Pola ini diharapkan membantu mahasiswa menyeimbangkan tuntutan akademik dengan konsistensi mengembangkan hafalan.

Kerja sama yang dibahas tidak hanya berfokus pada kesempatan kuliah di Malaysia. Mahasiswa UniKL juga direncanakan melaksanakan pengabdian masyarakat di Kota Padang selama sepekan, dengan tinggal bersama warga melalui program orang tua angkat. Kegiatan yang direncanakan meliputi kelas digital, kelas bilingual, dan pengembangan smart surau. “Tadi sudah disampaikan Pak Wawako, mahasiswa yang melakukan pengabdian masyarakat akan tinggal bersama penduduk setempat dan mendapat program orang tua angkat, mahasiswa akan berada di Padang selama sepekan,” kata Prof. Ilham.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, Sekretaris Disdikbud Padang, Irwansyah, serta Kepala Bagian Kerja Sama Setdako Padang, OS Damanik, turut hadir dalam pembahasan tersebut. Selain program pendidikan dan pengabdian masyarakat, UniKL juga menyatakan kesiapan untuk mendukung kegiatan kolaborasi di bidang budaya dan penelitian yang bermanfaat bagi kedua pihak. Maigus berharap kerja sama ini dapat ikut menumbuhkan generasi emas yang mampu berkontribusi bagi bangsa. Realisasi program beasiswa, skema penerimaan, dan pelaksanaan kegiatan selanjutnya menjadi bagian penting yang perlu ditindaklanjuti agar peluang tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh calon mahasiswa Padang. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Keluhan Air Bersih Jadi Sorotan, Bupati Jon Firman Pandu Bidik 30.000 Pelanggan Perumda Tirta Solok Nan Indah    
Selasa, Oktober 20, 2026

On Selasa, Oktober 20, 2026

Keluhan Air Bersih Jadi Sorotan, Bupati Jon Firman Pandu Bidik 30.000 Pelanggan Perumda Tirta Solok Nan Indah
Bupati Solok, Dr. (H.C.) Jon Firman Pandu, S.H., memimpin langsung rapat evaluasi kinerja Perumda Air Minum Tirta Solok Nan Indah di kantor perusahaan tersebut, Senin (19/10/2026). (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Keluhan masyarakat terkait layanan air bersih yang kerap terganggu menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Solok. Bupati Solok, Dr. (H.C.) Jon Firman Pandu, S.H., memimpin langsung rapat evaluasi kinerja Perumda Air Minum Tirta Solok Nan Indah di kantor perusahaan tersebut, Senin (19/10/2026), untuk mendorong perbaikan pelayanan yang lebih andal dan berkelanjutan.

Evaluasi ini menjadi momentum penting bagi Perumda Tirta Solok Nan Indah untuk membenahi persoalan distribusi air bersih yang masih dikeluhkan warga. Bagi masyarakat, kelancaran pasokan air bukan sekadar urusan teknis perusahaan, melainkan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan aktivitas rumah tangga, kebersihan, dan kenyamanan hidup sehari-hari.

Dalam rapat tersebut, Direktur Perumda memaparkan kondisi kinerja perusahaan beserta berbagai kendala yang dihadapi dalam penyediaan dan pendistribusian air bersih. Paparan itu menjadi bahan evaluasi untuk mengidentifikasi persoalan sekaligus merumuskan langkah perbaikan agar gangguan layanan dapat ditangani secara lebih terarah.

Bupati Jon Firman Pandu menegaskan, masyarakat berhak memperoleh pelayanan air bersih yang lancar dan memadai. Karena itu, evaluasi tidak boleh berhenti pada pemaparan masalah, tetapi harus ditindaklanjuti dengan solusi konkret, perencanaan yang terukur, serta peningkatan respons terhadap setiap pengaduan pelanggan.

“Melalui evaluasi ini, kita ingin menemukan solusi konkret agar distribusi air tidak lagi sering terhenti. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang lancar dan memadai,” tegas Jon Firman Pandu. Pernyataan tersebut menekankan pentingnya menjadikan kebutuhan warga sebagai prioritas dalam pembenahan kinerja perusahaan daerah penyedia air minum.

Tak hanya menyoroti persoalan layanan saat ini, Bupati juga menetapkan target strategis untuk meningkatkan jumlah pelanggan Perumda Tirta Solok Nan Indah dari sekitar 16.000 menjadi 30.000 pelanggan. Target tersebut berarti perusahaan perlu memperluas jangkauan pelayanan kepada sekitar 14.000 pelanggan tambahan, sekaligus mempersiapkan kapasitas produksi dan distribusi yang memadai agar ekspansi tidak mengabaikan kualitas layanan.

Untuk mendukung rencana itu, Pemerintah Kabupaten Solok akan mengupayakan dukungan investasi dari Pemerintah Pusat guna memperbaiki infrastruktur yang ada dan menambah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru. Pengembangan infrastruktur diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi, memperluas cakupan layanan, serta memperkuat keandalan distribusi air bersih di wilayah Kabupaten Solok.

Bupati meminta jajaran Perumda segera menyiapkan seluruh dokumen dan persyaratan yang diperlukan agar proses pengajuan dukungan bantuan dapat berjalan dengan baik. Kesiapan administrasi dan perencanaan investasi menjadi bagian penting dalam membuka peluang dukungan pendanaan, meskipun realisasinya tetap bergantung pada proses dan keputusan pihak terkait.

Ke depan, Perumda Air Minum Tirta Solok Nan Indah dituntut terus berbenah, meningkatkan respons terhadap keluhan pelanggan, dan menyusun strategi pengembangan yang matang. Target 30.000 pelanggan akan menjadi tantangan sekaligus dorongan untuk memperkuat pelayanan, sementara masyarakat menantikan perbaikan nyata berupa distribusi air yang lebih lancar, jangkauan yang semakin luas, dan akses air bersih yang berkelanjutan. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU