HEADLINE
Pecah Telur! Raysa Razelin Alhabi Bawa Emas Perdana untuk Payakumbuh di Porprov Sumbar 2026    
Selasa, Oktober 06, 2026

On Selasa, Oktober 06, 2026

Pecah Telur! Raysa Razelin Alhabi Bawa Emas Perdana untuk Payakumbuh di Porprov Sumbar 2026
Adalah Raysa Razelin Alhabi yang menjadi sosok di balik ledakan prestasi tersebut. Ia tampil gemilang dan finis tercepat pada nomor 400 meter gaya bebas putri. (Foto: Hermiko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Payakumbuh akhirnya pecah telur! Cabang olahraga renang sukses membuka keran medali emas bagi kontingen Kota Payakumbuh pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI 2026.

Adalah Raysa Razelin Alhabi yang menjadi sosok di balik ledakan prestasi tersebut. Ia tampil gemilang dan finis tercepat pada nomor 400 meter gaya bebas putri.

Perlombaan berlangsung di Kolam Renang Teratai, Kota Padang, Ahad (4/10/2026). Penampilan Raysa menjadi salah satu kabar paling menggembirakan dari kontingen akuatik Payakumbuh.

Medali emas ini terasa sangat spesial. Bukan sekadar tambahan angka di papan perolehan medali, tetapi menjadi emas perdana cabang renang Kota Payakumbuh pada Porprov Sumbar 2026.

Kemenangan Raysa langsung menyulut semangat kontingen. Satu emas di awal perjuangan diharapkan menjadi pemantik lahirnya medali-medali berikutnya dari para atlet Payakumbuh.

Dukungan langsung juga datang dari Staf Ahli Pemerintah Kota Payakumbuh, Elfriza Zaharman, yang hadir di pinggir kolam menyaksikan perjuangan Raysa.

Perempuan yang akrab disapa Bu Cece tersebut hadir sebagai bagian dari Koordinator Kontingen Wilayah Padang. Seusai perlombaan, ia langsung memberikan hadiah apresiasi kepada Raysa.

“Alhamdulillah, akhirnya pecah telur juga. Renang langsung menyumbangkan medali emas untuk Kota Payakumbuh,” ujar Elfriza Zaharman.

Menurut Elfriza, keberhasilan Raysa harus menjadi suntikan energi bagi atlet renang Payakumbuh lainnya. Ia berharap para perenang yang masih menunggu jadwal bertanding mampu menjaga fokus dan tampil maksimal.

Apresiasi juga diberikan kepada tim pelatih dan para orang tua atlet yang selama ini terus mendampingi proses latihan. Dukungan mereka dinilai menjadi bagian penting di balik perjuangan para atlet hingga tampil di Porprov.

Pelatih Renang Payakumbuh, Jumedi, menyebut emas Raysa memiliki arti besar bagi tim. Kemenangan tersebut diyakini mampu mendongkrak kepercayaan diri dan mental bertanding atlet lainnya.

Kini, perjuangan belum berakhir. Tim renang Kota Payakumbuh masih membidik peluang medali berikutnya. Emas Raysa Razelin Alhabi telah menjadi sinyal kuat bahwa Payakumbuh siap terus menggigit dan bersaing di Porprov Sumbar XVI 2026. (HM) 

Editor: Zamri Yahya, WU

3 Emas Radit Saroni Meledak di Porprov Sumbar 2026, Kota Padang Kuasai Balap Sepeda    
Selasa, Oktober 06, 2026

On Selasa, Oktober 06, 2026

3 Emas Radit Saroni Meledak di Porprov Sumbar 2026, Kota Padang Kuasai Balap Sepeda
Aksi para pembalap Kota Padang berlangsung di Velodrome Rimbo Data, Bandar Buat, Selasa (6/10/2026). Hasilnya, Kota Padang sukses mengumpulkan 9 medali. (Foto: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Balap sepeda Porprov Sumbar XVI 2026 semakin panas! Kontingen Kota Padang tampil dominan dan sementara berhasil menguasai puncak klasemen perolehan medali.

Aksi para pembalap Kota Padang berlangsung di Velodrome Rimbo Data, Bandar Buat, Selasa (6/10/2026). Hasilnya, Kota Padang sukses mengumpulkan 9 medali.

Rinciannya cukup menggigit, yakni 4 medali emas, 3 perak, dan 2 perunggu. Raihan tersebut menempatkan Kota Padang di posisi teratas klasemen sementara cabang olahraga balap sepeda Porprov Sumbar 2026.

Posisi kedua ditempati Kota Payakumbuh dengan 7 medali, terdiri dari 2 emas, 3 perak, dan 2 perunggu. Berikutnya, Kota Bukittinggi mengoleksi 4 medali dan Kota Solok meraih 2 medali.

Data klasemen sementara itu disampaikan Technical Delegate Porprov Sumbar XVI 2026, Arif Budiman, pada Selasa (6/10/2026) di Velodrome Rimbo Data, Bandar Buat.

Di balik gemilangnya raihan Kota Padang, muncul nama Radit Saroni yang sukses mencuri perhatian. Atlet balap sepeda Kota Padang tersebut berhasil menyumbangkan 3 medali emas.

Tiga emas Radit menjadi salah satu suntikan besar bagi kontingen Kota Padang. Prestasi tersebut sekaligus mempertegas tajamnya persaingan balap sepeda pada Porprov Sumbar XVI 2026.

Radit mengungkapkan, hasil tersebut tidak datang secara instan. Persiapan dilakukan secara matang bersama pelatih, mekanik, serta rekan satu tim atau teammates.

"Persiapan saya untuk Porprov Sumbar 2026 ini matang sekali dengan pelatih saya yang effort-nya sudah luar biasa dengan saya, dan mekanik saya juga, dengan teammate saya juga," ujar Radit Saroni.

Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil sesuai target. Radit mengaku raihan tiga medali emas memang sudah menjadi ekspektasinya sebelum berlaga di Porprov Sumbar 2026.

"Jumlah medali emas yang saya dapatkan sesuai ekspektasi. Saya berhasil meraih 3 emas Porprov Sumbar 2026," katanya.

Capaian atlet dan tim balap sepeda Kota Padang juga tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kota Padang, pelatih, mekanik, serta seluruh rekan satu tim yang terus bekerja di balik layar.

Dengan koleksi 4 emas dan total 9 medali, Kota Padang kini berada di puncak sementara balap sepeda Porprov Sumbar XVI 2026. Perburuan medali masih berlangsung dan persaingan dipastikan semakin sengit hingga pertandingan berikutnya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Bukan Kaleng-Kaleng! Senam Payakumbuh Borong 2 Emas, Target 5 Emas Porprov 2026 Makin Dekat    
Selasa, Oktober 06, 2026

On Selasa, Oktober 06, 2026

Bukan Kaleng-Kaleng! Senam Payakumbuh Borong 2 Emas, Target 5 Emas Porprov 2026 Makin Dekat
Dua medali emas tambahan berhasil disabet pada hari terakhir perlombaan nomor artistik di GOR Senam Semen Padang, Minggu (4/10/2026). (Foto: Hermiko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Senam Kota Payakumbuh kembali mencuri perhatian di Porprov Sumatera Barat 2026. Dua medali emas tambahan berhasil disabet pada hari terakhir perlombaan nomor artistik di GOR Senam Semen Padang, Minggu (4/10/2026).

Dua emas tersebut dipersembahkan Natasya Calestine pada nomor artistik putri alat palang bertingkat dan Gilang Ramadhan melalui nomor artistik putra alat meja lompat.

Tak hanya emas, Payakumbuh juga mengamankan dua medali perak. Dimas Arya meraih perak nomor perorangan artistik putra alat senam lantai, sedangkan M. Zikri menyumbangkan perak dari nomor artistik putra alat gelang-gelang.

Tambahan empat medali ini membuat koleksi sementara tim senam Payakumbuh mencapai tiga emas, empat perak, dan dua perunggu. Perolehan tersebut membuat target besar yang dipasang sejak awal semakin dekat.

Target lima medali emas Porprov 2026 kini bukan lagi sekadar harapan. Peluang tersebut terbuka karena masih ada sejumlah nomor andalan yang belum dipertandingkan.

Pelatih Senam Payakumbuh, Aldi Kristian, menyebut capaian tersebut merupakan hasil dari latihan panjang dan kerja keras para atlet. Ia pun bersyukur perjuangan anak asuhnya mulai membuahkan hasil.

“Alhamdulillah, hasil latihan anak-anak mulai membuahkan hasil. Target lima emas di Porprov ini, insyaallah, bisa tercapai,” ujar Aldi di lokasi pertandingan.

Bahkan, Aldi melihat peluang Senam Payakumbuh meraih lebih dari lima emas masih sangat terbuka. Karena itu, ia meminta seluruh atlet tetap fokus dan tidak terlena dengan medali yang sudah diraih.

Pesan Aldi tegas: jaga fokus, pertahankan semangat dan jangan cepat puas. Seluruh kekuatan harus dikerahkan sampai pertandingan cabang olahraga senam Porprov Sumbar 2026 benar-benar tuntas.

Dukungan masyarakat Kota Payakumbuh juga menjadi faktor penting. Aldi berharap doa dan dukungan masyarakat terus mengalir untuk menjaga mental bertanding para pesenam di sisa perlombaan.

“Dukungan masyarakat sangat berarti bagi mental bertanding anak-anak. Kami akan terus berjuang untuk melampaui target awal sekaligus memberikan kebanggaan bagi Payakumbuh di Porprov tahun ini,” tegas Aldi.

Dengan 3 emas, 4 perak dan 2 perunggu, perjuangan Senam Payakumbuh belum selesai. Natasya Calestine, Gilang Ramadhan, Dimas Arya, M. Zikri dan seluruh tim kini membidik tambahan medali. Target lima emas semakin dekat, bahkan peluang untuk melampauinya masih terbuka lebar! (HM) 

Editor: Zamri Yahya, WU

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Melesat ke Tahap Akhir, Nasib Pekerja dan Pengusaha Segera Berubah?    
Selasa, Oktober 06, 2026

On Selasa, Oktober 06, 2026

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Melesat ke Tahap Akhir, Nasib Pekerja dan Pengusaha Segera Berubah?
Rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2026). Rapat dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. (Foto: Aditya). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Babak baru RUU Pelindungan Ketenagakerjaan resmi bergulir. Pemerintah menyatakan dapat menerima rancangan aturan tersebut untuk dilanjutkan ke Pembicaraan Tingkat II bersama DPR RI.

Keputusan penting itu muncul dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2026). Rapat dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mewakili pemerintah dalam agenda tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota Komisi IX DPR RI, khususnya Panitia Kerja (Panja) yang telah membahas RUU secara intensif.

Menurut Yassierli, RUU Pelindungan Ketenagakerjaan memiliki arti penting karena menyangkut pelindungan pekerja, kepastian hukum, dan penataan regulasi ketenagakerjaan. RUU tersebut juga menjadi tindak lanjut Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023.

Tak hanya pekerja atau buruh, rancangan aturan ini juga menyentuh pencari kerja, peserta pemagangan, hingga pengusaha. Pemerintah menilai berbagai pihak dalam hubungan industrial perlu mendapatkan kepastian dan perlindungan yang seimbang.

Prinsip keadilan, kesetaraan, nondiskriminasi, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi bagian penting dalam RUU tersebut. Keseimbangan antara hak, kewajiban, dan kepentingan para pihak dalam hubungan industrial juga menjadi perhatian.

Yang tak kalah menarik, sistem pengawasan dan penegakan hukum ketenagakerjaan turut diperkuat. Pemerintah menginginkan sistem pengawasan yang lebih efektif, profesional, proporsional, sekaligus memberikan kepastian hukum.

Namun, keberlangsungan dunia usaha tetap menjadi pertimbangan. Pemerintah menegaskan penguatan pelindungan ketenagakerjaan harus berjalan dengan tetap memperhatikan keberlanjutan dunia usaha dan hubungan industrial yang sehat.

Panja pemerintah dan DPR RI sebelumnya telah melakukan pembahasan intensif. Dalam rapat kerja tersebut, laporan hasil pembahasan disampaikan sebagai bagian dari proses penyelesaian RUU, termasuk pembacaan naskah RUU Pelindungan Ketenagakerjaan.

Tahapan berikutnya diisi dengan penyampaian pendapat akhir mini masing-masing fraksi dan pendapat akhir pemerintah. Setelah seluruh proses tersebut, dilakukan penandatanganan naskah RUU Pelindungan Ketenagakerjaan.

Pemerintah kemudian menyatakan dapat menerima RUU tersebut dan menyetujui agar pembahasannya dilanjutkan ke Pembicaraan Tingkat II untuk selanjutnya diambil keputusan dalam Rapat Paripurna DPR RI. Artinya, proses legislasi memasuki tahapan penting.

Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Reza, Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto, dan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus. Seluruh tahapan ini menjadi sorotan karena RUU Pelindungan Ketenagakerjaan menyangkut masa depan hubungan industrial, kepastian hukum, serta keseimbangan kepentingan pekerja dan pengusaha. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Zulmaeta Gaspol! Bonus Rp45 Juta Menanti, Pencak Silat Payakumbuh Memburu 4 Emas di Porprov Sumbar    
Selasa, Oktober 06, 2026

On Selasa, Oktober 06, 2026

Zulmaeta Gaspol! Bonus Rp45 Juta Menanti, Pencak Silat Payakumbuh Memburu 4 Emas di Porprov Sumbar
Kunjungan langsung Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda ke arena pencak silat di GOR Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Tanjung Pati, Kabupaten Limapuluh Kota, Ahad (4/10/2026). (Foto: Hermiko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Perjuangan kontingen Payakumbuh pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI 2026 semakin panas. Dukungan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta ikut membakar semangat para atlet yang tengah bertarung mengejar medali.

Dukungan itu disampaikan melalui kunjungan langsung Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda ke arena pencak silat di GOR Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Tanjung Pati, Kabupaten Limapuluh Kota, Ahad (4/10/2026).

Rida hadir mewakili Wali Kota Zulmaeta untuk memberikan dukungan moril kepada para atlet. Kehadirannya menjadi suntikan motivasi ketika para pesilat Payakumbuh menghadapi pertandingan penting.

Hasilnya cukup menggembirakan. Dua laga yang disaksikan langsung Rida berakhir dengan kemenangan bagi kontingen Payakumbuh. Persaingan menuju podium pun semakin terbuka.

Tak hanya membawa semangat, Rida juga menyampaikan kabar soal bonus atlet Porprov Sumbar 2026. Pemerintah Kota Payakumbuh menyiapkan bonus Rp45 juta untuk peraih emas kategori perorangan dan Rp15 juta bagi peraih perak.

Bonus tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemko Payakumbuh terhadap atlet yang berjuang membawa nama daerah. Pesan Zulmaeta pun jelas: atlet diminta tetap fokus, percaya diri, dan tampil maksimal.

Hingga Ahad, kontingen Payakumbuh telah mengoleksi 10 medali emas, 10 perak, dan 12 perunggu. Pundi-pundi medali masih berpeluang bertambah dari sejumlah cabang olahraga, termasuk panahan, renang, dan pencak silat.

Di cabang pencak silat, 12 atlet Payakumbuh diturunkan untuk bertarung di Porprov Sumbar XVI. Sebanyak sembilan pesilat berhasil melaju ke babak berikutnya, sementara tiga atlet harus terhenti di fase penyisihan.

Pada tujuh partai yang berlangsung Ahad, empat pesilat Payakumbuh, yakni Wevi, Harits, Zaki, dan Raditya, sukses mengamankan kemenangan. Sementara Latifa, Zikri, dan Farel harus menerima kekalahan.

Pelatih Pencak Silat Kota Payakumbuh Arief Fadli menegaskan target tim tidak berubah. Payakumbuh membidik empat medali emas dari cabang pencak silat pada Porprov Sumbar 2026.

Peluang tersebut semakin terbuka setelah Wevi, Zaki, dan Harits melaju dan masing-masing hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk menyegel tiket semifinal. Artinya, setiap pertandingan berikutnya menjadi laga yang sangat menentukan.

Arief mengingatkan para pesilat agar tidak terlena. Menurutnya, pencak silat sangat ditentukan oleh konsentrasi dan detail kecil di gelanggang. Dengan dukungan Wali Kota Zulmaeta, Sekda Rida Ananda, dan Pemko Payakumbuh, perjuangan memburu emas Porprov Sumbar 2026 kini memasuki fase yang semakin menegangkan. (HM) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Sambo Padang Menggila di Porprov 2026, Erianto Turun Memantau: 3 Emas Berhasil Diamankan!    
Selasa, Oktober 06, 2026

On Selasa, Oktober 06, 2026

Sambo Padang Menggila di Porprov 2026, Erianto Turun Memantau: 3 Emas Berhasil Diamankan!
Erianto hadir bersama Staf Khusus KONI Kota Padang Jufrizal dan Wakil Sekretaris Umum KONI Kota Padang Dedi Prima Maha Rajo Dirajo menyerahkan mendali. (Foto: Dedi Prima). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Perburuan medali Porprov XVI Sumatera Barat 2026 semakin sengit. Kontingen Kota Padang kembali mencuri perhatian setelah cabor Sambo tampil impresif dengan menyapu medali dari seluruh nomor yang diikuti.

Bukan sekadar ikut bertanding, Sambo Kota Padang berhasil meraih 6 medali dari 6 nomor pertandingan. Rinciannya, 3 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu berhasil dibawa pulang untuk memperkuat perolehan medali Kota Padang.

Capaian tersebut langsung mendapat perhatian Ketua Umum KONI Kota Padang, Erianto. Ia turun langsung memantau perjuangan atlet Sambo Kota Padang di GOR SMAN 1 Padang, Jalan Belanti Raya, Kelurahan Lolong Belanti, Kecamatan Padang Utara, Senin, 5 Oktober 2026.

Erianto hadir bersama Staf Khusus KONI Kota Padang Jufrizal dan Wakil Sekretaris Umum KONI Kota Padang Dedi Prima Maha Rajo Dirajo III. Kehadiran jajaran KONI menjadi bentuk dukungan langsung bagi atlet yang sedang bertarung di arena Porprov.

Hasil di arena pun langsung berbicara. Tiga emas, satu perak dan dua perunggu menjadi bukti perjuangan atlet Sambo Kota Padang sekaligus tambahan penting bagi kontingen dalam mengejar target prestasi di Porprov Sumbar 2026.

Erianto mengapresiasi perjuangan para atlet yang telah tampil maksimal. Menurutnya, hasil tersebut tidak lepas dari persiapan, latihan, kedisiplinan dan kerja keras yang dilakukan sebelum menghadapi pertandingan.

“Kami mengapresiasi perjuangan para atlet Sambo Kota Padang. Raihan medali ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan persiapan yang dilakukan mampu membuahkan hasil,” ujar Erianto.

Meski sudah mendulang enam medali, Erianto meminta atlet tidak cepat berpuas diri. Fokus, konsistensi dan semangat bertanding harus tetap dijaga karena rangkaian Porprov XVI Sumbar 2026 masih berlangsung.

Di sisi lain, Ketua Cabor Sambo Kota Padang Hendri GD menyebut pihaknya memang menurunkan atlet pada enam nomor pertandingan. Hasilnya, seluruh nomor tersebut berhasil menghasilkan medali.

Hendri mengapresiasi perjuangan atlet Sambo Kota Padang. Raihan 3 emas, 1 perak dan 2 perunggu dinilai menjadi hasil yang patut disyukuri sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan.

Menurut Hendri, prestasi tersebut juga tidak terlepas dari persiapan sebelum pertandingan. Evaluasi tetap diperlukan agar kekurangan dari sisi teknik maupun kesiapan atlet dapat diperbaiki menghadapi kompetisi selanjutnya.

Kini, torehan Sambo Kota Padang menjadi tambahan amunisi penting dalam perburuan medali. Dengan dukungan KONI Kota Padang, para atlet diharapkan mampu menjaga performa hingga seluruh pertandingan Porprov XVI Sumbar 2026 berakhir. (*) 

Laporan: Dedi Prima
Editor: Zamri Yahya, WU

Payakumbuh Siap Jadi Tuan Rumah Porprov Sumbar 2028, Tantang Padang di Bursa Kandidat!    
Selasa, Oktober 06, 2026

On Selasa, Oktober 06, 2026

Payakumbuh Siap Jadi Tuan Rumah Porprov Sumbar 2028, Tantang Padang di Bursa Kandidat!
Sinyal kuat itu disampaikan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda. (Foto: Hermiko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Porprov Sumbar 2028 mulai memanas bahkan ketika Porprov Sumbar 2026 masih berlangsung. Pemerintah Kota Payakumbuh resmi menyatakan kesiapannya untuk masuk dalam bursa calon tuan rumah ajang olahraga terbesar tingkat Sumatera Barat tersebut.

Sinyal kuat itu disampaikan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda. Pemko Payakumbuh melihat antusiasme atlet, ofisial, dan jajaran KONI sebagai modal penting untuk menggelar Porprov di kampung sendiri.

Rida Ananda menegaskan, Pemerintah Kota Payakumbuh siap berjalan bersama KONI Payakumbuh. Tekad tersebut muncul setelah melihat langsung semangat kontingen Payakumbuh yang tengah bertarung dalam Porprov Sumbar 2026.

“Melihat antusiasme atlet, ofisial, dan tekad dari KONI Payakumbuh, kami dari pihak pemerintah daerah menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi tuan rumah pada ajang selanjutnya,” ujar Rida.

Bukan sekadar ambisi. Payakumbuh mengklaim memiliki modal infrastruktur olahraga yang dapat menunjang pelaksanaan berbagai cabang olahraga dalam Porprov. Fasilitas yang tersedia menjadi salah satu kekuatan untuk maju sebagai kandidat tuan rumah.

Mulai dari tenis, sepak bola, akuatik, panahan, cabang olahraga bela diri, bola basket, sepatu roda, balap motor hingga bola voli, disebut memiliki dukungan fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk penyelenggaraan pertandingan.

Kesiapan fasilitas tersebut dipadukan dengan dukungan pemerintah daerah dan KONI. Kombinasi infrastruktur dan sumber daya olahraga itu menjadi dasar Payakumbuh untuk memantapkan langkah menuju Porprov Sumbar 2028.

Gayung bersambut. Ketua Umum KONI Payakumbuh, Chairul Mufti, memastikan organisasi olahraga tersebut siap satu komando dengan pemerintah daerah. Bahkan, KONI disebut harus lebih siap dalam menyiapkan atlet terbaik.

“Kalau pemerintah siap, KONI harus lebih siap lagi, terutama dalam hal menyiapkan atlet-atlet terbaik untuk bertarung di rumah sendiri pada tahun 2028 mendatang,” kata Chairul Mufti yang akrab disapa Heru.

Tidak hanya bicara soal venue dan penyelenggaraan, KONI Payakumbuh juga mulai memikirkan pembinaan atlet jangka panjang. Program berkelanjutan akan dirancang sebagai langkah untuk meningkatkan prestasi apabila Payakumbuh benar-benar dipercaya menjadi tuan rumah.

Persaingan menuju Porprov Sumbar 2028 dipastikan menarik. Kota Padang juga telah menyatakan minat menjadi tuan rumah, sehingga Payakumbuh harus mengikuti seluruh prosedur dan mekanisme yang berlaku dalam proses pencalonan.

Saat ini perhatian publik masih tertuju pada Porprov XVI Sumatera Barat 2026 yang berlangsung 2 hingga 14 Oktober 2026. Seluruh kontingen kabupaten dan kota se-Sumatera Barat ambil bagian dalam pesta olahraga tersebut.

Jika langkah Payakumbuh berlanjut mulus, persiapan menuju Porprov Sumbar 2028 bakal menjadi proyek besar yang menyatukan Pemko Payakumbuh, KONI Payakumbuh, atlet, ofisial, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga. Kini, bola panas pencalonan tuan rumah mulai bergulir. (HM) 

Editor: Zamri Yahya, WU