HEADLINE
Dokter Tifa: Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif    
Sabtu, Januari 31, 2026

On Sabtu, Januari 31, 2026

Dokter Tifa: Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif
Pegiat media sosial Tifauziah Tyassuma atau Dokter Tifa menyinggung kondisi kesehatan Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi yang makin menurun.

BENTENGSUMBAR.COM
- Pegiat media sosial Tifauziah Tyassuma atau Dokter Tifa menyinggung kondisi kesehatan Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi yang makin menurun.

Dokter Tifa mengaku, dalam pertemuan dengan sejumlah loyalis Jokowi, dirinya menyampaikan keprihatinan atas kondisi Kesehatan bekas orang nomor satu di Indonesia tersebut yang terus merosot.

"Secara kasat mata kita bisa lihat betapa beliau jalan makin tertatih, kulit wajah begitu pucat artinya Hb sepertinya di bawah 11, vitiligo makin banyak di beberapa tempat, kaos kaki untuk menutupi kulit kaki yang menghitam," tulis Dokter Tifa melalui akun X pribadinya, dikutip Jumat 30 Januari 2026.

"Kasihan sekali," sambungnya.

Atas dasar itulah, Dokter Tifa mengatakan bahwa orang yang paling memerlukan restorative justice adalah Jokowi. 

"Kasihan dengan kondisi beliau. Jelas butuh perawatan super intensif. Jelas butuh penanganan yang advance," kata Dokter Tifa.

"Para Termul, kalian ngga kasihan, sih?" imbuhnya. (*) 

Sumber: RMOL

Jaksa Usut Dugaan Korupsi Tata Kelola Sawit era Siti Nurbaya    
Sabtu, Januari 31, 2026

On Sabtu, Januari 31, 2026

Jaksa Usut Dugaan Korupsi Tata Kelola Sawit era Siti Nurbaya
Perkara ini bersinggungan dengan kepemimpinan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2014-2019 Siti Nurbaya Bakar. (Foto: Ilustrasi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kejaksaan Agung mengatakan tengah melakukan penyidikan dugan praktik lancung dalam tata kelola kebun dan industri sawit 2015-2024. 

Merujuk pada tempusnya, perkara ini bersinggungan dengan kepemimpinan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2014-2019 Siti Nurbaya Bakar. 

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan penyidikan ini sudah dimulai sejak tahun lalu. 

Dalam perkara ini, jaksa juga telah menggeledah rumah dari Siti Nurbaya Bakar. 

Selain itu, jaksa juga telah melakukan penggeledahan di lima lokasi lainnya, termasuk pemerintah dan swasta. 

"Itu adalah penyidikan tata kelola kebun dan industri sawit. [Kasusnya] tidak baru-baru amat," ujar Syarief kepada awak media, Jumat (30/01/2026). 

Dia mengatakan, belum melakukan pemeriksaan terhadap Nurbaya dan pihak lain yang menjadi sasaran penggeledahan. 

Dia juga belum menjelaskan dugaan keterlibatan Nurbaya dalam perkara ini -- termasuk apakah menteri era Presiden ke-7 Joko Widodo itu menandatangani keputusan alih fungsi lahan menjadi perkebunan kelapa sawit. 

Kendati demikian, jaksa telah memeriksa 10 hingga 20 orang sebagai saksi dalam perkara ini. 

Nantinya, Purbaya akan menjadi salah satu saksi dalam perkara ini. 

Jaksa juga memastikan belum ada pihak yang dicegah ke luar negeri dalam perkara ini.

"Belum. Dicegah belum. Kalau KUHAP baru kayaknya harus tersangka kan [kalau dicekal]," ujar dia. (*) 

Jokowi Respons Namanya Disebut Yaqut di Kasus Korupsi Kuota Haji    
Sabtu, Januari 31, 2026

On Sabtu, Januari 31, 2026

Jokowi Respons Namanya Disebut Yaqut di Kasus Korupsi Kuota Haji
Presiden ketujuh RI, Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara usai namanya disebut-sebut dalam tindak pidana korupsi kuota haji tambahan.

BENTENGSUMBAR.COM
- Presiden ketujuh RI, Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara usai namanya disebut-sebut dalam tindak pidana korupsi kuota haji tambahan.

Dalam sebuah siniar yang tayang di YouTube 15 Januari 2026, Menteri Agama periode 2020-2024, Yaqut Cholil Qoumas menyebut 20 ribu kuota haji tambahan untuk tahun 2024 diterima langsung oleh Presiden Jokowi, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menpora Dito Ariotedjo.

Jokowi mengaku mengambil kebijakan untuk meminta kuota tambahan haji tahun 2024 kepada Kerajaan Arab Saudi. 

Ia lalu menyerahkan kuota tambahan tersebut kepada Kementerian Agama untuk dikelola.

"Ya, memang itu kebijakan Presiden. Memang itu arahan dari Presiden," kata Jokowi di Solo, Jumat (30/1).

Jokowi tak mempersoalkan jika namanya disebut-sebut dalam sejumlah kasus korupsi di masa kepemimpinannya. 

Pasalnya, kasus-kasus korupsi tersebut terjadi di program-program yang muncul dari arahan Presiden.

"Setiap kasus pasti mengaitkan dengan nama saya, karena apapun program kerja menteri pasti dari kebijakan Presiden, pasti dari arahan Presiden, dan juga dari perintah-perintah Presiden," kata dia.

Meski demikian, Jokowi memastikan semua program tersebut dibuat dengan niat baik. 

Ia mengaku tidak pernah memerintah menterinya untuk korupsi selama menjadi Presiden,

"Tetapi tidak ada yang namanya perintah, tidak ada yang namanya arahan untuk korupsi. Enggak ada," kata dia. (*) 

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Apresiasi Kepedulian Raffi Ahmad, Tompi dan Tim Serahkan Bantuan Bagi Korban Banjir di Huntara Ketaping    
Jumat, Januari 30, 2026

On Jumat, Januari 30, 2026

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Apresiasi Kepedulian Raffi Ahmad, Tompi dan Tim Serahkan Bantuan Bagi Korban Banjir di Huntara Ketaping
Kedatangan mereka didampingi langsung Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Vasko Rusaimy dan Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandari Rajo Budiman, Jumat (30/1).

BENTENGSUMBAR.COM - Kedatangan artis kondang. Tak hanya satu, tapi dua, menyerahkan bantuan pula, membuat masyarakat terharu. Kedatangan Raffi Ahmad, dr. Tompi disambut masyarakat ramai menunggu di lokasi yang terdiri bukan hanya warga Huntara namun juga warga sekitar. 

Kedatangan mereka didampingi langsung Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Vasko Rusaimy dan Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandari Rajo Budiman serta stokholder terkait. Masyarakat antusias menunggu Raffi Ahmad yang memang terkenal digandrungi kaum wanita.

Evi Yandri Rajo Budiman mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan 100 musisi heal Sumatera, Rans Entertainment dan alumni UI. Bantuan yang diserahkan pada masyarakat di sejumlah daerah terdampak bencana hidrometeorologi di Sumbar ini diharapkan bisa menjadi berkah dan bermanfaat. 

"Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan pada masyarakat. Bantuan tersebut tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat pasca terdampak bencana," ujar Evi Yandri saat mendampingi penyerahan bantuan tersebut secara simbolik pada masyarakat di hunian sementara Ketaping, Batang Anai, Padang Pariaman, Jumat (30/1). 

Evi Yandri juga sempat menyampaikan apresiasinya terhadap kepedulian Raffi Ahmad pada ranah Minang. Dimana kunjungan Raffi pada hari itu bukanlah yang pertama kali, namun sudah berulang kali pasca bencana terjadi akhir November lalu. Bahkan secara swadaya Raffi Ahmad juga ikut membantu pembangunan Huntara di Kepalo Koto, Pauh, Padang bersama Evi Yandri dan Vasko.

Saat penyerahan bantuan tersebut hadir langsung Raffi Ahmad mewakili Rans Entertainment dan sekaligus sebagai utusan khusus presiden bidang pembinaan generasi muda dan pekerja seni. Hadir pula musisi dr. Tompi dan Irma Hutabarat.

Wakil Gubernur Vasko Ruseimy dan Bupati Padang Pariaman John Kennedy Azis juga Ikut mendampingi. Bantuan yang diberikan beragam mulai dari alat rumah tangga, peralatan masak, sembako dan filter untuk air bersih. Walaupun secara simbolik bantuan di berikan diberikan di Huntara Ketaping, namun bantuan serupa telah pula disalurkan ke sejumlah daerah lainnya di Sumbar yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Saat pertemuan dengan masyarakat tersebut Raffi berharap bantuan yang diberikan bisa meringankan beban masyarakat yang sudah banyak kehilangan dan menjadi korban bencana. Tompi pun sempat menyanyikan satu lagu Minang dan lagi populernya yang juga disambut antusias warga. Jadilah penyerahan bantuan tersebut penuh kegembiraan. Raffi Ahmad juga ikut menyerahkan secara simbolik kunci Huntara pada warga. Huntara tersebut dibangun danantara dan sudah bisa dihuni masyarakat. 

Vasko Ruseimy dan Evi Yandri sebelum mendampingi Raffi Ahmad, Tompi dan tim ikut menjemput kedatangan mereka di Bandara. Sebelum datang ke Huntara, Vasko mengajak Raffi dan tim mencicipi kelezatan kuliner Minang, Gulai Kepalo Lauik di rumah makan sekitar bandara. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH. i, WU

Wawako Pariaman  Ikuti Tanam Pohon Serentak Seluruh Indonesia    
Jumat, Januari 30, 2026

On Jumat, Januari 30, 2026

Wawako Pariaman  Ikuti Tanam Pohon Serentak Seluruh Indonesia
Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi melakukan penanaman pohon secara simbolis di belakang GOR Rajo Bujang Kota Pariaman, Jumat (30/01/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi melakukan penanaman pohon secara simbolis di belakang GOR Rajo Bujang Kota Pariaman, Jumat (30/01/2026).

Pada kesempatan itu dia didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Azhar, Asisten I Elvis Chandra, dan seluruh Kepala OPD serta Camat. 

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25, Balai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI). 

Penanaman sejuta pohon tersebut secara serentak dilakukan di seluruh Indonesia oleh BPOM RI. 

Untuk Kota Pariaman dilaksanakan BPOM di Padang yang dihadiri oleh Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang Martin Suhendri beserta jajaran.

“Dari 19 Kabupaten/Kota yang ada di Sumatera Barat, suatu kebanggaan bagi kami Kota Pariaman ditunjuk 

sebagai tempat pelaksanaan kegiatan untuk pelestarian lingkungan setelah terdampak bencana banjir dan longsor pada bulan Desember 2025 kemaren,” ujar Mulyadi. (R/at)

Menteri PU : Pemerintah Pusat Siapkan Rp2,6 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana Sumbar    
Jumat, Januari 30, 2026

On Jumat, Januari 30, 2026

Menteri PU : Pemerintah Pusat Siapkan Rp2,6 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana Sumbar
Menteri PU RI, Dody Hanggodo meninjau langsung IPA Gunung Pangilun milik Perumda Air Minum Kota Padang, Jumat (30/1/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
- Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo meninjau langsung Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun milik Perumda Air Minum Kota Padang, Jumat (30/1/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan layanan air bersih bagi masyarakat pascabencana banjir bandang yang berdampak pada sejumlah wilayah di pusat Kota Padang. “Untuk penanganan darurat pascabencana PDAM Kota Padang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp600 miliar. Sementara untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di seluruh wilayah Sumatera Barat, kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp2 triliun,” ujar Dody.

Ia menegaskan, pemerintah pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), seluruhnya dialokasikan untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana. “Total bantuan pemerintah pusat untuk Sumbar mencapai Rp2,6 triliun. Anggaran ini difokuskan untuk memastikan pemulihan infrastruktur vital, termasuk penyediaan air bersih bagi masyarakat,” tegasnya.

Dody menambahkan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah pusat berkomitmen memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, khususnya air bersih. Untuk penanganan sementara, pihak balai dan PDAM setempat mengerahkan mobil tangki air untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat, sambil menunggu penyelesaian pembangunan sumur bor. “Kami minta masyarakat bersabar. Target kami, sebelum Ramadan, persoalan air bersih di Kota Padang sudah dapat teratasi,” katanya.

Sementara itu Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menyampaikan kondisi kekeringan yang terjadi saat ini di Kota Padang cukup berat, terutama di Kecamatan Pauh dan Kuranji. Selain itu, juga ada dua kecamatan lainnya yang pasokan air bersihnya juga terganggu. “Ada empat kecamatan yang pasokan airnya belum optimal, yaitu Pauh, Kuranji, Nanggalo, dan Padang Utara. Karena itu, kami berharap ada percepatan penanganan darurat, termasuk normalisasi aliran sungai untuk mencegah dampak lanjutan bagi masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Gubernur menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat siap mendukung penuh langkah-langkah percepatan yang dilakukan pemerintah pusat demi pemulihan layanan dasar masyarakat. “Kami siap mendukung penuh upaya percepatan penanganan ini agar masyarakat bisa kembali beraktivitas secara normal,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Walikota Padang, Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat dalam menangani krisis air bersih yang dialami Kota Padang. Ia menjelaskan, IPA Gunung Pangilun merupakan salah satu fasilitas vital penyediaan air bersih di Kota Padang dengan kapasitas produksi mencapai 500 liter per detik. Pascabencana, fasilitas ini mengalami gangguan yang berdampak langsung terhadap layanan air bersih di kawasan pusat kota.

Selain itu, sumur warga di empat kecamatan juga banyak yang mengering. Akibatnya kebutuhan air bersih masyarakat menjadi terganggu. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian PU sangat dibutuhkan, agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi pascabencana. "Kami berharap, sebelum Ramadhan permasalahan air bersih ini bisa tuntas. Untuk itu, tentu kita butuh dukungan Pemerintah Pusat," harapnya.

Usai meninjau IPA Gunung Pangilun, rombongan Menteri PU melanjutkan kunjungan ke kawasan Gunung Nago, Lambuang Bukik, Kecamatan Pauh. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembenahan aliran Sungai Batang Gunung Nago serta upaya pemulihan pasokan air bersih berjalan sesuai rencana. Dalam kunjungan tersebut, Menteri PU didampingi Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, serta Wali Kota Padang Fadly Amran, bersama jajaran Kementerian PU, dan sejumlah Kepala OPD di lingkup Pemprov Sumbar dan Kota Padang. (adpsb/nov/bud)

Wako Fadly Amran Apresiasi Respons Cepat Pemerintah Pusat Tangani Krisis Air Bersih di Kota Padang    
Jumat, Januari 30, 2026

On Jumat, Januari 30, 2026

Wako Fadly Amran Apresiasi Respons Cepat Pemerintah Pusat Tangani Krisis Air Bersih di Kota Padang
Wali Kota Padang, Fadly Amran, mendampingi Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang, Fadly Amran, mendampingi Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meninjau Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun milik Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang, Jumat (30/1/2026).

Dalam peninjauan ini, Menteri PU bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Gubernur Sumbar Mahyeldi, dan unsur terkait mendengarkan pemaparan terkait kondisi intake dan jaringan perpipaan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi, sekaligus mengevaluasi penanganan darurat serta rencana penguatan sistem penyediaan air bersih Kota Padang ke depan. Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah pusat dalam menangani krisis air bersih di Kota Padang.

Ia menjelaskan, pascabencana hidrometeorologi akhir November 2025, perbaikan intake dan jaringan perpipaan Perumda AM telah mencapai 98,9 persen dan ditargetkan rampung awal Februari 2026. Namun, distribusi air belum optimal karena masih menggunakan pipa sementara sehingga tekanan ke pelanggan belum maksimal. “Menyikapi krisis air bersih, Pemko Padang telah menggratiskan tagihan PDAM dan retribusi sampah bulan Februari bagi sekitar 1.382 pelanggan terdampak. Selain itu, kita juga menyiapkan langkah jangka panjang berupa usulan pembangunan sekitar 200 sumur bor komunal gratis di wilayah rawan kekeringan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Fadly Amran juga memaparkan kondisi IPA Gunung Pangilun yang dinilai sudah tidak layak dan membutuhkan solusi permanen melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru sebagai bagian dari mitigasi bencana. “Kami mengusulkan dua SPAM baru berkapasitas 200 liter per detik dan 500 liter per detik. Alhamdulillah, salah satunya telah disetujui pemerintah pusat, yakni SPAM Palukahan dengan tambahan kapasitas 300 liter per detik,” tandasnya.

Sementara itu, Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung percepatan pemulihan sekaligus penguatan sistem air bersih di Kota Padang. “Kami memastikan penanganan krisis air bersih berjalan optimal pascabencana di Kota Padang. Sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang agar sistem penyediaan air minum lebih aman, andal, dan tangguh terhadap bencana,” tegasnya.

Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, mengungkapkan bahwa IPA Gunung Pangilun berkapasitas 500 liter per detik akan digantikan instalasi baru berteknologi modern karena instalasi lama peninggalan GrĂ©mont Prancis yang dibangun pada 1957 dinilai tidak lagi layak pascagempa 2009. “Instalasi baru akan dibangun di dekat intake Kampung Koto Gunung Pangilun di atas lahan sekitar 13.100 meter persegi dengan dukungan anggaran pusat Rp400 miliar. Proyek ini ditargetkan rampung akhir 2027 dan akan melayani sekitar 40.730 pelanggan atau 31 persen pelanggan Perumda AM Kota Padang,” jelasnya.

Selain meninjau IPA Gunung Pangilun, Menteri PU bersama Wali Kota Padang dan rombongan juga meninjau Irigasi Gunung Nago dan Intake Palukahan Lubuk Minturun sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh sistem penyediaan air minum di Kota Padang. (*)