HEADLINE
Tiga Akhlak Mulia Dunia dan Akhirat, Pesan Imam Ja’far Shadiq untuk Menjaga Kemuliaan Diri    
Minggu, September 06, 2026

On Minggu, September 06, 2026

Tiga Akhlak Mulia Dunia dan Akhirat, Pesan Imam Ja’far Shadiq untuk Menjaga Kemuliaan Diri
Imam Ja’far Shadiq mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang tidak hanya terlihat dari ilmu dan kedudukannya. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Imam Ja’far Shadiq mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang tidak hanya terlihat dari ilmu dan kedudukannya, tetapi juga dari bagaimana ia memperlakukan orang lain, terutama ketika menghadapi perlakuan yang tidak menyenangkan.

Dalam sebuah nasihat yang diriwayatkan dalam al-Kafi, Jilid 2 halaman 107, Imam Ja’far Shadiq menyebutkan tiga akhlak yang menjadi kemuliaan bagi manusia, baik di dunia maupun di akhirat.

ثَلَاثٌ مِنْ مَكَارِمِ الدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ تَعْفُو عَمَّنْ ظَلَمَكَ وَ تَصِلُ مَنْ قَطَعَكَ وَ تَحْلُمُ إِذَا جُهِلَ عَلَيْكَ

Artinya, “Ada tiga akhlak mulia dunia dan akhirat: memaafkan orang yang menzalimimu, menyambung hubungan dengan orang yang memutusmu, dan bersikap santun ketika orang berbuat bodoh kepadamu.”

Pesan pertama adalah memaafkan orang yang menzalimi. 

Memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan atau membiarkan kezaliman terus terjadi. 

Namun, sikap memaafkan menunjukkan kemampuan seseorang untuk mengendalikan amarah dan tidak membiarkan keburukan orang lain menguasai hatinya.

Akhlak kedua adalah menyambung hubungan dengan orang yang memutuskan hubungan. 

Dalam kehidupan, tidak semua hubungan berjalan sesuai harapan. 

Ada kalanya seseorang menjauh, memutus silaturahmi, atau memilih untuk tidak lagi berkomunikasi.

Namun, ajaran ini mendorong manusia untuk tetap membuka pintu kebaikan dan tidak membalas sikap tersebut dengan keburukan.

Sementara akhlak ketiga adalah bersikap santun ketika menghadapi kebodohan atau perlakuan kasar orang lain. 

Kesantunan dalam situasi seperti itu merupakan bentuk pengendalian diri. 

Seseorang tidak harus membalas perkataan kasar dengan perkataan yang sama, karena menjaga lisan dan sikap merupakan bagian dari kemuliaan akhlak.

Tiga pesan tersebut mengajarkan bahwa kemuliaan sejati tidak selalu ditunjukkan dengan membalas perlakuan orang lain. 

Justru, kemampuan memaafkan, menjaga silaturahmi, dan tetap santun ketika disakiti menjadi cermin kedewasaan dan keluhuran budi. (*)

Pengurus KAN  IV Koto Sungai Rotan Pariaman Periode 2025-2030 Dikukuhkan    
Minggu, September 06, 2026

On Minggu, September 06, 2026

Pengurus KAN  IV Koto Sungai Rotan Pariaman Periode 2025-2030 Dikukuhkan
Wali Kota Pariaman Yota Balad menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus KAN IV Koto Sungai Rotan yang telah dikukuhkan.  (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Pariaman Yota Balad menghadiri pengukuhan (Pati Ambalau) Pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) IV Koto Sungai Rotan periode 2025-2030, yang berlangsung di halaman Kantor Desa Bungo Tanjung, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Sabtu (5/9/2026).

Pengukuhan pengurus KAN IV Koto Sungai Rotan tersebut dilakukan oleh Wakil Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Pariaman, Aspar Tanjung Rangkayo Rajo Bugih. Kegiatan ini turut dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh adat, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Yota Balad menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus KAN IV Koto Sungai Rotan yang telah dikukuhkan. 

Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi menjaga marwah adat dan kepentingan anak kemenakan di tengah masyarakat.

Menurut Yota, pengukuhan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran pemangku adat dalam menjaga nilai-nilai luhur, adat istiadat dan kebudayaan Minangkabau. 

Peran lembaga adat dinilai semakin penting di tengah perkembangan zaman dan berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat.

Yota Balad juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan unsur Tungku Nan Tigo Sajarangan, yakni alim ulama, cadiak pandai dan ninik mamak.

Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial sekaligus menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.

“Pemerintah Kota Pariaman sangat mendukung eksistensi lembaga adat seperti KAN. Kehadiran pengurus yang baru dikukuhkan ini diharapkan mampu menjadi benteng bagi anak kemenakan kita dari pengaruh negatif perkembangan zaman, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan pembangunan daerah,” ujar Yota.

Ia berharap kepengurusan KAN IV Koto Sungai Rotan yang baru dapat merangkul seluruh elemen masyarakat dan ikut meluruskan kembali pemahaman tentang nilai-nilai adat berdasarkan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

“Selamat kepada pengurus yang telah dikukuhkan. Semoga dengan dikukuhkannya hari ini pengurus KAN IV Koto Sungai Rotan dan sebelumnya KAN Pasa, mudah-mudahan ada KAN selanjutnya untuk dikukuhkan. Mari kita satukan persepsi, sama-sama kita bangun Kota Pariaman untuk lebih baik dan maju lagi,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua KAN IV Koto Sungai Rotan terpilih, Baharuddin, Tk. Bagindo, menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah serta membangun sinergi dengan Pemerintah Kota Pariaman.

Ia berharap kerja sama antara lembaga adat dan pemerintah dapat terus diperkuat demi menjaga adat, budaya dan kepentingan masyarakat.

Pengukuhan tersebut menjadi momentum bagi KAN IV Koto Sungai Rotan untuk memperkuat eksistensi lembaga adat sekaligus berkontribusi dalam menjaga nilai-nilai budaya Minangkabau di tengah masyarakat. 

Dengan sinergi antara pemerintah dan pemangku adat, pembangunan Kota Pariaman diharapkan dapat berjalan seiring dengan pelestarian adat dan budaya lokal. (R/at)

Wako Fadly Amran Bawa Kuliner Padang ke Panggung Global, Dorong Gastronomi Jadi Kekuatan Ekonomi Kreatif    
Minggu, September 06, 2026

On Minggu, September 06, 2026

Wako Fadly Amran Bawa Kuliner Padang ke Panggung Global, Dorong Gastronomi Jadi Kekuatan Ekonomi Kreatif
Wali Kota Padang Fadly Amran saat menjadi salah satu pembicara dalam ajang Ideafest 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, 5 Agustus 2026. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kuliner Indonesia memiliki kekayaan dan keragaman yang sangat besar untuk menembus panggung dunia tanpa harus kehilangan identitas dan nilai autentiknya. 

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amran saat menjadi salah satu pembicara dalam ajang Ideafest 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, 5 Agustus 2026.

Dalam forum yang dihadiri para penggiat ekonomi kreatif dan ratusan pengunjung tersebut, Fadly Amran tampil membawakan tema “Can Indonesian Food Become a Global Cuisine?”. 

Ia mengupas potensi besar kuliner Nusantara untuk menjadi bagian dari kekuatan Indonesia dalam industri kreatif dan pariwisata global.

Menurut Fadly Amran, keragaman kuliner dan gastronomi yang dimiliki Indonesia merupakan aset budaya sekaligus kekuatan ekonomi yang harus terus dikembangkan. 

Namun, proses membawa kuliner Indonesia ke tingkat internasional harus tetap mempertahankan karakter, sejarah, serta nilai-nilai lokal yang melekat di dalamnya.

Ia mencontohkan kuliner Padang yang telah berhasil dikenal luas oleh masyarakat dunia.

Keberadaan rumah makan Padang di berbagai negara, menurutnya, menunjukkan bahwa makanan tradisional Indonesia memiliki kemampuan untuk diterima oleh pasar internasional tanpa harus menghilangkan jati dirinya.

“Kuliner Padang sudah menunjukkan bisa dikenal di panggung dunia tanpa harus kehilangan identitasnya. Kita bisa menemukan Nasi Padang di Eropa, Amerika, Australia, dan mungkin wilayah lainnya,” ujar Fadly Amran.

Ia menilai keberhasilan kuliner Padang tersebut dapat menjadi contoh bagaimana kekuatan gastronomi lokal mampu menjadi media diplomasi budaya sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Kuliner tidak hanya berbicara tentang makanan, tetapi juga membawa cerita mengenai budaya, tradisi, masyarakat, dan daerah asalnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fadly Amran juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Padang saat ini tengah berupaya mendapatkan rekognisi internasional melalui UNESCO Creative Cities Network (UCCN) dengan mengusung sektor gastronomi.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah Kota Padang untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis kuliner sekaligus memperkenalkan kekayaan gastronomi Minangkabau kepada dunia. 

Rekognisi internasional diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

“Saat ini Kota Padang tengah mengupayakan menjadi bagian dari jejaring kota kreatif dunia sebagai kota gastronomi pada UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Harapan kita, dengan rekognisi internasional di sektor gastronomi ini akan menarik banyak kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik untuk lebih mengenal Kota Padang secara lebih komprehensif lagi,” katanya.

Fadly berharap gastronomi dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkenalkan Kota Padang secara lebih luas kepada dunia. 

Tidak hanya melalui cita rasa masakannya, tetapi juga melalui budaya, tradisi, sejarah, serta kreativitas masyarakat yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari kekayaan kuliner Kota Padang.

Keikutsertaan Wali Kota Padang dalam Ideafest 2026 sekaligus menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan potensi gastronomi Padang di hadapan jejaring ekonomi kreatif nasional.

Dengan kekuatan kuliner yang telah mendunia, Padang terus didorong untuk menjadikan gastronomi sebagai identitas sekaligus kekuatan baru dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Gubernur Mahyeldi Lepas Jenazah Kadis Kebudayaan Syaiful Bahri, Kenang Dedikasi hingga Akhir Pengabdian    
Minggu, September 06, 2026

On Minggu, September 06, 2026

Gubernur Mahyeldi Lepas Jenazah Kadis Kebudayaan Syaiful Bahri, Kenang Dedikasi hingga Akhir Pengabdian
Prosesi pelepasan jenazah berlangsung dalam suasana haru dan dihadiri jajaran pejabat serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumbar. (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berduka atas berpulangnya Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Syaiful Bahri, S.P., M.M. Sebagai bentuk penghormatan terakhir, jenazah almarhum disemayamkan di Kantor Gubernur Sumbar, sebelum dilepas menuju tempat peristirahatan terakhir oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, Sabtu (5/9/2026).

Prosesi pelepasan jenazah berlangsung dalam suasana haru dan dihadiri jajaran pejabat serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumbar. Kepergian almarhum menjadi duka mendalam bagi jajaran Pemprov Sumbar, terlebih karena sehari sebelumnya Syaiful Bahri masih menjalankan aktivitas kedinasan.

Syaiful Bahri, S.P., M.M., bin Bahar Hamzah meninggal dunia pada usia 59 tahun sekitar pukul 04.00 WIB di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua orang putra, Almarhum dimakamkan di pemakaman keluarga di kawasan Andalas, Kota Padang.

Gubernur Mahyeldi mengaku sangat terkejut menerima kabar wafatnya Syaiful Bahri. Sebab, hingga sehari sebelum berpulang, almarhum masih aktif menjalankan tugas dan mengikuti sejumlah rapat pemerintahan.

“Saya sendiri juga kaget. Setelah Subuh saya diberi tahu bahwa beliau meninggal jam 4 pagi tadi. Kemarin beliau masih beraktivitas dan masih ada rapat,” ungkap Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, selama ini tidak ada informasi mengenai keluhan kesehatan serius yang dialami almarhum. Berdasarkan penituran pihak keluarga, keluhan kesehatan baru dirasakan Syaiful Bahri pada sore hari sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit.

“Selama ini tidak ada keluhan-keluhan yang kita ketahui. Sore kemarin, kalau tidak salah saat Magrib, beliau ada keluhan dan dibawa ke rumah sakit. Tidak berapa lama di rumah sakit, sampai jam 4 pagi beliau meninggalkan kita,” tuturnya.

Mahyeldi menilai, meski baru sekitar dua tahun dipercaya memimpin Dinas Kebudayaan Sumbar, Syaiful Bahri telah memberikan kontribusi dalam pengembangan kebudayaan di daerah. Bahkan, hingga hari terakhir pengabdiannya, almarhum masih memikirkan berbagai program dan perencanaan pembangunan kebudayaan.

“Walaupun baru menjabat, sudah banyak yang dilakukan Pak Syaiful terkait dengan kebudayaan. Bahkan hari ini beliau merencanakan kegiatan untuk mengevaluasi perencanaan yang sedang kita lakukan di Taman Budaya,” kata Mahyeldi.

Salah satu agenda yang masih dibahas almarhum sehari sebelumnya adalah rencana pembangunan gedung kebudayaan di kawasan Taman Budaya Sumbar. Bagi Mahyeldi, hal tersebut menggambarkan dedikasi Syaiful Bahri yang tetap mencurahkan perhatian terhadap tugas dan tanggung jawabnya hingga akhir masa pengabdian.

“Mudah-mudahan pengabdian beliau menjadi amal saleh bagi almarhum dan menjadi contoh bagi kita semua. Apa yang telah dihadirkan Pak Syaiful Bahri bisa menjadi bagian yang kita teladani dan memberikan dampak positif bagi kita yang ada sekarang,” ujar Mahyeldi.

Syaiful Bahri lahir di Padang, 19 Desember 1967. Ia mengawali karier sebagai CPNS pada 4 Juni 1998 dengan pangkat Penata Muda (III/a), dan mencapai pangkat terakhir Pembina Utama Madya (IV/d) pada 1 April 2024.

Sepanjang perjalanan kariernya, almarhum pernah menduduki sejumlah jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Padang Panjang dan Pemerintah Kota Padang, di antaranya Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kota Padang Panjang serta Kepala Dinas Pertanian Kota Padang.

Sejak 21 November 2021, Syaiful Bahri mengabdikan diri di Pemprov Sumbar melalui sejumlah jabatan, antara lain Kepala Bidang Retribusi dan Pendapatan Lain, Kepala Dinas Pangan, serta Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan. Sejak 2 Januari 2024, almarhum dipercaya menjabat Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar hingga akhir masa pengabdiannya. Almarhum merupakan lulusan Sarjana Pertanian dan Magister Manajemen Universitas Andalas. (adpsb/cen/bud)

Anggota DPRD Kota Padang, Yusri Latif Berbaur dan Makan Bajamba Bersama Warga Kabun Jalan Tunggang    
Minggu, September 06, 2026

On Minggu, September 06, 2026

Anggota DPRD Kota Padang, Yusri Latif Berbaur dan Makan Bajamba Bersama Warga Kabun Jalan Tunggang
Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi PKB, Yusri Latif, S.HI., berbaur dan makan bajamba bersama warga Kabun Jalan Tunggang. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi PKB, Yusri Latif, S.HI., berbaur dan makan bajamba bersama warga Kabun Jalan Tunggang, RT 04/RW 02, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Sabtu (5/9/2026) malam.

Kehadiran Yusri Latif berlangsung dalam malam hiburan warga yang digelar di depan Posko Pemuda Ikatan Pemuda Kabun (IPEKAB) Jalan Tunggang. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat atas terlaksananya seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam kegiatan itu, warga menikmati makan bajamba dengan hidangan yang disajikan di atas daun pisang. Suasana semakin meriah dengan hiburan organ tunggal. Yusri pun tampak menyatu bersama masyarakat tanpa sekat, menikmati hidangan dan suasana kebersamaan.

Ketua Pemuda IPEKAB Jalan Tunggang, Pajok Zondra Volta, mengapresiasi kehadiran Yusri Latif. Menurutnya, kehadiran tersebut memiliki arti tersendiri bagi warga karena Yusri menyempatkan diri hadir meski kawasan Kabun Jalan Tunggang bukan merupakan daerah pemilihannya.

Dalam sambutannya, Yusri mengapresiasi kekompakan IPEKAB bersama masyarakat yang telah melaksanakan berbagai kegiatan sejak Juli 2026. Menurutnya, rangkaian kegiatan diawali dengan Turnamen Koa Badunsanak, kemudian dilanjutkan dengan jalan santai dan senam sehat bersama Ibu PKK RT 04 serta berbagai perlombaan untuk anak-anak dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Ini luar biasa. Dalam setahun ini bisa digelar tiga acara besar. Mudah-mudahan keaktifan dan kekompakan IPEKAB bersama warga bisa terjaga dengan baik dan dipertahankan,” ujar Yusri.

Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus dipelihara dan diwujudkan melalui berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat. 

“Hari ini digelar lagi malam hiburan warga dengan organ tunggal sambil makan bajamba daun pisang. Mudah-mudahan selalu tetap berbuat dan mendatangkan manfaat,” katanya.

Sementara itu, Pajok Zondra Volta menyampaikan terima kasih kepada Yusri Latif yang telah hadir dan berbaur bersama warga. Ia menilai kehadiran anggota DPRD Kota Padang tersebut menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat, meskipun kawasan tersebut bukan bagian dari daerah pemilihannya.

“Mewakili warga dan seluruh pemuda yang tergabung dalam IPEKAB, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran Bapak Yusri Latif. Walaupun bukan daerah pemilihannya, beliau tetap hadir dan berbaur bersama masyarakat,” ujar Pajok.

Menurut Pajok, Yusri memiliki pandangan bahwa setelah terpilih sebagai anggota DPRD Kota Padang, dirinya merupakan wakil bagi seluruh masyarakat Kota Padang. 

“Menurut beliau, ketika sudah menjadi anggota dewan dan terpilih, beliau kepunyaan Kota Padang. Kita jadi salut dengan beliau,” katanya.

Pajok menjelaskan, malam hiburan tersebut digelar sebagai ungkapan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dilaksanakan IPEKAB bersama warga berjalan lancar. 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pemuda, Ibu PKK RT 04, dan seluruh warga Kabun Jalan Tunggang yang telah berkontribusi menyukseskan berbagai kegiatan.

“Ini semua tentu tidak terlepas dari bantuan para pemuda, Ibu PKK RT 04 dan seluruh warga Kabun Jalan Tunggang. Mudah-mudahan tahun depan kita tetap bisa berbuat dengan berbagai hal yang positif,” tutur Pajok.

Malam hiburan warga berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan. Makan bajamba dan hiburan organ tunggal menjadi penutup rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus mempererat hubungan antara pemuda, masyarakat, dan tokoh daerah di Kabun Jalan Tunggang. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Program LSDP Dipercepat, Kemendagri Dorong Pembangunan TPST    
Sabtu, September 05, 2026

On Sabtu, September 05, 2026

Program LSDP Dipercepat, Kemendagri Dorong Pembangunan TPST
Kesiapan Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam percepatan penanganan sampah sekaligus pembangunan TPST sebagai bagian dari penguatan pelayanan publik di daerah. (Foto: Ist) 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kementerian Dalam Negeri bersama Pemerintah Kabupaten Pamekasan melakukan kunjungan dan verifikasi lapangan dalam rangka percepatan implementasi Program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP), selama tiga hari, beberapa waktu lalu.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam percepatan penanganan sampah sekaligus pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sebagai bagian dari penguatan pelayanan publik di daerah.

Tim gabungan Pemerintah Pusat terdiri dari Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Kementerian PPN/Bappenas, dan Kementerian Pekerjaan Umum. Agenda diawali dengan koordinasi bersama Bupati Pamekasan dan jajaran perangkat daerah, kemudian dilanjutkan dengan rapat pembahasan di Pendopo Kabupaten Pamekasan serta kunjungan ke sejumlah lokasi terkait.

Sekretaris Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Maddaremmeng, mengatakan verifikasi lapangan menjadi tahapan penting untuk memvalidasi kesiapan daerah sebelum memasuki proses pelaksanaan teknis pembangunan infrastruktur persampahan.

Menurutnya, verifikasi dilakukan untuk memastikan kesesuaian data teknis, memetakan kondisi pengelolaan sampah yang telah berjalan, serta mengecek kesiapan dokumen pendukung yang dibutuhkan Pemerintah Kabupaten Pamekasan.

“Kesiapan dokumen, kondisi eksisting, dan berbagai aspek teknis perlu dipastikan sejak awal agar tahapan pelaksanaan Program LSDP dapat berjalan optimal dan sesuai dengan kebutuhan daerah,” jelas Maddaremmeng. 

Berdasarkan hasil analisis data, volume sampah di Kabupaten Pamekasan pada 2025 mencapai sekitar 281 ton per hari. Namun, kapasitas pelayanan pengangkutan sampah saat ini baru menjangkau 8 dari total 13 kecamatan.
Dari jumlah tersebut, sekitar 132,07 ton sampah per hari atau 47 persen telah terangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Sementara sekitar 42,15 ton per hari atau 15 persen berhasil dikurangi melalui pengelolaan di tingkat masyarakat. Adapun sekitar 106,78 ton per hari atau 38 persen sampah masih belum terkelola.

Kondisi tersebut semakin mendesak mengingat TPA Angsanah yang telah beroperasi sejak 2017 diperkirakan hanya memiliki sisa masa layanan sekitar satu tahun. Oleh karena itu, pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) menjadi salah satu kebutuhan prioritas Kabupaten Pamekasan.

Infrastruktur tersebut direncanakan dibangun di kawasan TPA Angsanah dengan luas lahan sekitar dua hektare dan ditargetkan mampu mendukung pelayanan pengelolaan sampah untuk seluruh 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan.

Selain kesiapan infrastruktur, Pemkab Pamekasan juga telah menunjukkan komitmen melalui dukungan regulasi daerah serta pembentukan Forum Komunikasi Peduli Sampah dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Angsana.

Dari sisi kelembagaan, Pemkab Pamekasan juga tengah menyiapkan pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Badan Layanan Umum Daerah (UPTD BLUD) yang ditargetkan dapat beroperasi penuh pada 2027. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan operasional dan memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan layanan serta retribusi persampahan.

Dalam proses verifikasi, tim gabungan Pemerintah Pusat juga memberikan sejumlah catatan yang perlu segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Pamekasan.

Beberapa di antaranya adalah penyempurnaan dokumen dan legalitas, termasuk sertifikat lahan, dokumen lingkungan, kesesuaian tata ruang, serta penetapan kriteria tarif retribusi sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, Pemkab Pamekasan juga perlu melengkapi dokumen teknis berupa Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan TPST, TPS 3R, serta peningkatan dan rehabilitasi landfill. Pemerintah daerah juga diminta merinci kebutuhan anggaran berdasarkan spesifikasi pekerjaan secara menyeluruh.

Tim verifikasi turut menekankan pentingnya penyelidikan lapangan, seperti pengujian kondisi tanah, survei topografi, kepastian ketersediaan sumber air, pemetaan jaringan listrik, hingga pengujian kualitas air pada instalasi pengolahan lindi dan sumur pantau.

Hasil verifikasi lapangan tersebut akan menjadi dasar bagi Pemerintah Pusat dan Pemkab Pamekasan untuk menyelaraskan seluruh dokumen perencanaan, mulai dari feasibility study (FS), DED, hingga Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Melalui penyelarasan tersebut, pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah di Kabupaten Pamekasan diharapkan dapat berjalan lebih optimal, tepat sasaran, dan berkelanjutan serta memperkuat kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Pamekasan Kholilurrahman, Sekretaris Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Maddaremmeng, Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan Taufiqurrahman, serta Kepala Subdirektorat Data dan Evaluasi Direktorat Perencanaan, Evaluasi, dan Informasi Pembangunan Daerah (PEIPD) Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Sofyan. (*)

Reses Anggota DPRD Kota Padang, Mukhlis Tampung Aspirasi dan Siap Perjuangkan Keluhan Warga    
Sabtu, September 05, 2026

On Sabtu, September 05, 2026

Reses Anggota DPRD Kota Padang, Mukhlis Tampung Aspirasi dan Siap Perjuangkan Keluhan Warga
Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Partai Demokrat, Mukhlis, melaksanakan safari reses masa sidang di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Kamis hingga Jumat (2–4/9). (Foto: Amak). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Partai Demokrat, Mukhlis, melaksanakan safari reses masa sidang di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Kamis hingga Jumat (2–4/9). 

Kegiatan tersebut digelar di sejumlah titik, di antaranya Perumahan Wisma Indah Lestari, Kelurahan Lubuk Buaya, serta Mushalla Almuriddun, Kelurahan Air Pacah.

Mukhlis mengatakan, kegiatan reses merupakan kewajiban bagi setiap anggota legislatif untuk turun langsung menemui masyarakat. 

Menurutnya, reses menjadi momentum penting untuk mendengarkan berbagai aspirasi sekaligus mengetahui secara langsung persoalan yang tengah dihadapi masyarakat di daerah pemilihan.

“Sebagai wakil rakyat, tentu kita harus mampu mengayomi, memberikan solusi dan menjawab berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat. Baik persoalan pembangunan fisik maupun psikis,” ujar Mukhlis.

Anggota DPRD Kota Padang tiga periode itu juga menekankan pentingnya masyarakat memahami tugas dan fungsi para wakil rakyat.

Ia menyebutkan, hubungan antara anggota dewan dengan masyarakat harus tetap terjalin tanpa adanya sekat, sehingga berbagai kebutuhan dan persoalan warga dapat disampaikan secara terbuka.

“Intinya, sebagai wakil rakyat tentu kita memberikan solusi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tidak ada ruang sekat antara wakil rakyat dan rakyat. Kita berusaha memberikan jawaban yang konkret untuk menampung setiap aspirasi,” katanya.

Dialog interaktif bersama warga berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Berbagai persoalan yang menjadi kebutuhan masyarakat disampaikan secara langsung, baik oleh warga maupun majelis taklim. 

Mukhlis menyatakan seluruh aspirasi tersebut akan disikapi dengan bijak dan diperjuangkan sesuai kewenangan serta kemampuan anggaran pemerintah daerah.

Reses tersebut turut dihadiri camat, lurah, tokoh masyarakat, majelis taklim dan warga setempat. Kegiatan berlangsung lancar dan kondusif, kemudian ditutup dengan foto bersama serta makan bersama. 

Mukhlis menegaskan komitmennya untuk terus dekat dengan masyarakat dan memperjuangkan aspirasi warga sebagai bentuk menjalankan amanah yang diberikan kepadanya. (*)