HEADLINE
Imunisasi Bayi Payakumbuh Baru 18,9 Persen, Target 56,8 Persen Dikejar Lewat Program Imunisasi Kejar    
Senin, Oktober 26, 2026

On Senin, Oktober 26, 2026

Imunisasi Bayi Payakumbuh Baru 18,9 Persen, Target 56,8 Persen Dikejar Lewat Program Imunisasi Kejar
Pemko Payakumbuh menggencarkan edukasi dan pelayanan imunisasi bagi bayi serta balita yang dipusatkan di Puskesmas Payolansek, Jumat (23/10/2026). (Fotdok: Hermiko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Cakupan imunisasi dasar lengkap bayi di Kota Payakumbuh baru mencapai 18,9 persen hingga September 2026, sementara target yang ditetapkan sebesar 56,8 persen. Kesenjangan ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Payakumbuh untuk mempercepat perlindungan kesehatan bayi melalui program Bulan Imunisasi Kejar. Upaya tersebut difokuskan pada anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap agar perlindungan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin semakin luas.

Untuk mengejar target tersebut, Pemko Payakumbuh menggencarkan edukasi dan pelayanan imunisasi bagi bayi serta balita yang dipusatkan di Puskesmas Payolansek, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini melibatkan delapan puskesmas se-Kota Payakumbuh. Pelayanan diperkuat dengan edukasi kepada orang tua agar mengetahui pentingnya imunisasi tepat waktu sekaligus memahami langkah yang perlu dilakukan ketika jadwal vaksinasi anak terlewat.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Staf Ahli Wali Kota Erizon menegaskan bahwa imunisasi merupakan perlindungan penting bagi masa depan anak. Ia mengajak seluruh orang tua untuk memeriksa kelengkapan imunisasi buah hati dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila masih ada dosis yang belum diberikan. Menurutnya, imunisasi lengkap merupakan hak anak sekaligus tanggung jawab bersama untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit menular.

“Imunisasi lengkap adalah hak anak dan tanggung jawab kita bersama. Satu anak yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap berisiko menularkan penyakit kepada anak-anak lainnya,” kata Erizon. Pesan ini menjadi pengingat bahwa mengejar cakupan imunisasi bukan hanya soal memenuhi angka target, tetapi juga memastikan semakin banyak bayi memperoleh perlindungan kesehatan sejak dini.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Payakumbuh, Eni Zulmaeta, turut menyoroti maraknya informasi keliru atau hoaks tentang kesehatan dan vaksinasi. Ia mengingatkan orang tua agar tidak mudah terpengaruh kabar yang belum jelas kebenarannya. Informasi mengenai manfaat, keamanan, dan jadwal imunisasi sebaiknya diperoleh dari tenaga kesehatan atau sumber resmi agar keputusan yang diambil benar-benar mendukung kesehatan anak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dr. Yanti, menjelaskan bahwa Bulan Imunisasi Kejar berlangsung selama satu bulan untuk menjangkau anak-anak yang belum pernah mendapatkan vaksinasi atau masih memiliki dosis yang tertinggal. Program ini merupakan perluasan pelaksanaan Pekan Imunisasi (Penari) dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Nasional ke-62. Masa pelayanan diperpanjang dari semula satu minggu menjadi satu bulan agar lebih banyak keluarga memiliki kesempatan melengkapi imunisasi anak.

Sasaran utama program ini adalah bayi berusia 0–11 bulan dan anak berusia 12–23 bulan. Pemberian vaksin disesuaikan dengan usia serta riwayat imunisasi masing-masing anak berdasarkan penilaian petugas kesehatan. Dengan pemeriksaan riwayat vaksinasi, orang tua dapat mengetahui dosis yang sudah diterima dan imunisasi yang masih perlu dilengkapi sesuai jadwal serta rekomendasi medis.

Sebanyak 80 orang tua yang mewakili delapan puskesmas mengikuti edukasi mengenai manfaat imunisasi dalam kegiatan di Payolansek. Program tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Paliko dan disertai pelayanan vaksinasi langsung. Kegiatan ini turut menghadirkan Ketua GOW Kota Payakumbuh Yeni Elzadaswarman, dokter spesialis anak dr. M. Luthfi Suhaimi, Sp.A, pimpinan puskesmas, serta penanggung jawab program imunisasi se-Kota Payakumbuh.

Dinas Kesehatan menegaskan bahwa peningkatan cakupan dari 18,9 persen menuju target 56,8 persen membutuhkan kerja sama pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan keluarga. Kader penggerak inovasi Sahabat Bayi diharapkan ikut membantu meluruskan informasi keliru serta mendorong orang tua memeriksa status imunisasi anak. Dengan pendekatan edukasi dan pelayanan yang lebih luas, program ini diharapkan membantu memperkecil kesenjangan cakupan imunisasi di Payakumbuh.

Melalui Bulan Imunisasi Kejar, Pemko Payakumbuh mengajak orang tua tidak menunggu hingga anak sakit untuk memastikan kebutuhan imunisasinya terpenuhi. Orang tua dapat mendatangi puskesmas atau posyandu untuk memeriksa buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), memastikan riwayat vaksinasi, serta memperoleh arahan tenaga kesehatan. Target 56,8 persen menjadi sasaran percepatan, sedangkan tujuan utamanya adalah semakin banyak bayi terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. (HM) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Master Plan Sungai Batang Arau Dibahas, Fadly Amran Bidik Kawasan Wisata Berstandar Internasional    
Senin, Oktober 26, 2026

On Senin, Oktober 26, 2026

Master Plan Sungai Batang Arau Dibahas, Fadly Amran Bidik Kawasan Wisata Berstandar Internasional
Wali Kota Padang, Fadly Amran, mulai membahas usulan master plan pengembangan dan penataan kawasan tersebut bersama Focus Architects + Urban Planner di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Minggu (25/10/2026). (Fotdok: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kawasan Sungai Batang Arau hingga Kota Tua Padang berpeluang dikembangkan menjadi destinasi wisata berstandar internasional. Wali Kota Padang, Fadly Amran, mulai membahas usulan master plan pengembangan dan penataan kawasan tersebut bersama Focus Architects + Urban Planner di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Minggu (25/10/2026). Pembahasan ini membuka arah pengembangan kawasan yang memadukan pariwisata, sejarah, perikanan, dan aktivitas maritim.

Dalam pertemuan tersebut, Fadly Amran bersama Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas Pariwisata Yenni Yuliza, Kepala Dinas PUPR Malvi Hendri, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Novalino, Camat Padang Selatan Wilman Muctar, serta perwakilan Bappeda dan BPKAD membahas usulan penataan kawasan mulai dari Masjid Al-Hakim hingga Kota Tua. Dato’ Suhaimi dari Focus Architects + Urban Planner turut mempresentasikan konsep pengembangan yang diusulkan untuk memperkuat daya tarik kawasan strategis tersebut.

Sejumlah gagasan menarik masuk dalam pembahasan master plan Sungai Batang Arau. Di antaranya pembangunan jembatan penghubung kawasan pinggir pantai dengan Gunung Padang, Pasar Nelayan, Maritim Center, Marina Center, Batang Arau Night Market, fasilitas jeti, restoran makanan laut, serta penataan kawasan Kota Tua. Jika direncanakan dan diwujudkan secara terintegrasi, fasilitas tersebut berpotensi menciptakan pengalaman wisata yang menggabungkan panorama pesisir, kuliner, sejarah, dan kehidupan maritim Kota Padang.

Fadly Amran menegaskan, pengembangan Sungai Batang Arau tidak boleh berjalan sendiri tanpa keterkaitan dengan rencana penataan Kota Tua Padang. Sinkronisasi kedua kawasan menjadi perhatian utama agar memiliki arah pembangunan yang selaras, identitas yang kuat, dan narasi wisata yang saling melengkapi. Menurutnya, keterpaduan perencanaan menjadi salah satu kunci untuk membangun kawasan yang memiliki daya tarik sekaligus karakter khas Kota Padang.

“Kami menyambut baik gagasan pengembangan dan penataan kawasan Sungai Batang Arau ini. Kami berharap master plan yang disusun dapat disinkronkan dengan rencana penataan Kota Tua Padang, sehingga arah pengembangan kedua kawasan saling terintegrasi dan memiliki narasi yang kuat,” ujar Fadly Amran. Penekanan tersebut menunjukkan bahwa pembahasan bukan hanya menyangkut pembangunan fasilitas, tetapi juga bagaimana menghubungkan potensi sejarah dan maritim menjadi satu kawasan yang memiliki identitas jelas.

Wali Kota Padang itu juga melihat Sungai Batang Arau memiliki peluang untuk menjadi destinasi yang dikenal wisatawan internasional. Posisi kawasan yang berkaitan dengan akses pelayaran menuju Kepulauan Mentawai, salah satu tujuan selancar dunia, dinilai dapat menjadi modal untuk memperkuat daya saing pariwisata Padang. “Kawasan Sungai Batang Arau ini memiliki potensi wisata untuk dunia internasional. Oleh sebab itu, kita harus bersama-sama menjadikan kawasan ini sebagai kawasan berstandar internasional,” tegasnya.

Tidak hanya mengandalkan sektor wisata, pengembangan kawasan ini juga diarahkan untuk mendukung aktivitas maritim dan perikanan. Muara Sungai Batang Arau memiliki peran dalam akses kapal menuju Mentawai serta kegiatan pendaratan ikan. Fadly menyebut kerja sama dengan Pelindo turut didorong, terutama untuk pengembangan Maritim Center dan Marina Center sebagai fasilitas pendukung aktivitas kapal. Integrasi fungsi tersebut diharapkan membuka peluang pengembangan ekonomi kawasan, meskipun realisasinya tetap bergantung pada perencanaan dan tahapan pelaksanaan.

Dato’ Suhaimi dari Focus Architects + Urban Planner menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan mempresentasikan secara langsung usulan master plan pengembangan Sungai Batang Arau hingga Kota Tua Padang. Ia juga menyampaikan pengalaman timnya dalam penataan dan perbaikan bangunan bersejarah di sejumlah kota, seperti Melaka, Kuala Lumpur, Penang, dan Ipoh. Pendekatan konservasi menjadi perhatian agar peningkatan kualitas kawasan tetap menjaga nilai historis bangunan yang ada.

Pembahasan master plan Sungai Batang Arau menjadi langkah awal untuk merumuskan masa depan kawasan yang memiliki potensi wisata, sejarah, dan maritim tersebut. Tantangan berikutnya ialah memastikan sinkronisasi dengan penataan Kota Tua, kesiapan infrastruktur, pelestarian bangunan bersejarah, serta keterlibatan pemangku kepentingan terkait. Dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan bertahap, Sungai Batang Arau berpeluang berkembang menjadi salah satu wajah pariwisata unggulan Padang yang menghubungkan warisan sejarah, aktivitas maritim, dan daya tarik wisata internasional. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

ParagonCorp Dukung Riset Kesehatan Mental Muslim di Stanford, Buka Jalan bagi Layanan yang Selaras dengan Keyakinan    
Senin, Oktober 26, 2026

On Senin, Oktober 26, 2026

ParagonCorp Dukung Riset Kesehatan Mental Muslim di Stanford, Buka Jalan bagi Layanan yang Selaras dengan Keyakinan
Langkah ParagonCorp ini membawa pesan penting bahwa kesehatan manusia tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga mencakup kesehatan mental dan spiritual. (Fotdok: Eko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kesehatan mental umat Muslim mendapat perhatian di tingkat internasional. Founder ParagonCorp memberikan dukungan pendanaan kepada Stanford University melalui Paragon-Wardah Research Fund untuk mendukung penelitian kesehatan mental dan psikologi Islam. Dukungan ini diarahkan kepada Stanford Muslim Mental Health & Islamic Psychology Lab di Stanford School of Medicine, dengan harapan pengetahuan yang dihasilkan dapat membantu menghadirkan layanan kesehatan mental yang lebih memahami kebutuhan dan keyakinan pasien Muslim.

Langkah ParagonCorp ini membawa pesan penting bahwa kesehatan manusia tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga mencakup kesehatan mental dan spiritual. Melalui pendanaan riset tersebut, ParagonCorp mendukung pengembangan pengetahuan yang dapat membantu tenaga kesehatan memahami pengalaman, kebutuhan, serta tantangan yang dihadapi komunitas Muslim ketika mencari pertolongan profesional. Upaya ini juga membuka ruang bagi pendekatan kesehatan mental yang lebih peka terhadap latar belakang agama dan budaya pasien.

Penelitian tersebut berada di bawah arahan Dr. Rania Awaad, MD, Clinical Professor of Psychiatry and Behavioral Sciences di Stanford University School of Medicine. Stanford Muslim Mental Health & Islamic Psychology Lab berfokus pada kajian kesehatan mental dalam konteks Islam dan kehidupan umat Muslim. Penelitian laboratorium ini mencakup stigma yang membuat sebagian orang enggan mencari bantuan profesional, kebutuhan pasien Muslim, serta hubungan antara kesehatan mental dan spiritualitas.

Deputy CEO and Chief of Research and Development ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, menegaskan bahwa dukungan ini berangkat dari keyakinan bahwa kesehatan manusia perlu dipahami secara menyeluruh. “Kami percaya bahwa kesehatan seorang manusia mencakup kondisi fisik, mental, dan spiritual,” ujarnya. Ia berharap kontribusi melalui laboratorium Dr. Awaad dapat membantu mengembangkan pengetahuan agar umat Muslim di Indonesia maupun berbagai negara memperoleh layanan kesehatan mental yang memahami dan selaras dengan keyakinan mereka.

Urgensi penelitian ini semakin terlihat ketika dikaitkan dengan tantangan kesehatan mental di Indonesia. Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) pada 2022 menemukan bahwa sekitar satu dari tiga anak dan remaja berusia 10–17 tahun, atau sekitar 15,5 juta orang, mengalami masalah kesehatan mental dalam satu tahun sebelumnya. Namun, hanya 2,6 persen yang mencari bantuan atau mengakses layanan konseling. Angka tersebut memperlihatkan pentingnya memperluas pemahaman, mengurangi stigma, dan mendorong akses terhadap bantuan profesional sejak dini.

Bagi Dr. Rania Awaad, keyakinan agama dapat menjadi salah satu sumber kekuatan bagi pasien dalam menjalani proses pemulihan. Akan tetapi, dimensi spiritual tersebut belum selalu terakomodasi dalam layanan kesehatan mental yang tersedia. Karena itu, penelitian yang memahami hubungan antara keyakinan, pengalaman hidup, dan kondisi psikologis dinilai penting untuk membantu tenaga profesional memberikan pelayanan yang lebih relevan dengan kebutuhan pasien Muslim.

Awaad menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan dari founder ParagonCorp. Menurutnya, dukungan tersebut membantu laboratorium melanjutkan pengembangan pengetahuan yang dibutuhkan tenaga kesehatan, pendidik, dan pemuka agama dalam mendampingi komunitas Muslim. Riset laboratorium juga mencakup beragam persoalan, mulai dari psikologi Islam hingga isu kesehatan mental yang berkaitan dengan perilaku bunuh diri, penggunaan zat berbahaya, serta pengalaman kelompok migran dan mahasiswa. Kajian-kajian ini menunjukkan luasnya tantangan yang membutuhkan pendekatan ilmiah sekaligus pemahaman terhadap konteks sosial dan spiritual.

Melalui Paragon-Wardah Research Fund, pendanaan dapat digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan dan kebutuhan laboratorium sesuai misi penelitian di bawah arahan Awaad. Prioritas penelitian tetap ditetapkan oleh pihak laboratorium. Skema ini memungkinkan dukungan berkontribusi pada pengembangan riset secara menyeluruh, sekaligus memberikan ruang bagi peneliti untuk menentukan kebutuhan ilmiah yang paling relevan bagi komunitas yang mereka pelajari.

Dukungan ParagonCorp kepada Stanford University menjadi bagian dari upaya memperkuat penelitian kesehatan mental yang memahami keberagaman pengalaman manusia, termasuk umat Muslim. Di tengah tantangan stigma dan rendahnya akses terhadap konseling, pengembangan ilmu pengetahuan diharapkan dapat membantu tenaga profesional menghadirkan layanan yang lebih inklusif dan peka terhadap keyakinan pasien. Pesan utamanya jelas: mencari bantuan kesehatan mental bukanlah sesuatu yang perlu dipermalukan, dan pemahaman terhadap dimensi spiritual dapat menjadi bagian penting dalam membangun layanan yang lebih manusiawi. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Wako Zulmaeta, DPR RI dan BPJS Bersinergi, Perlindungan Pekerja Payakumbuh Diperkuat    
Senin, Oktober 26, 2026

On Senin, Oktober 26, 2026

Wako Zulmaeta, DPR RI dan BPJS Bersinergi, Perlindungan Pekerja Payakumbuh Diperkuat
Sosialisasi jaminan sosial ketenagakerjaan dan kesehatan di Aula Josrizal Zain Lantai 3 Balai Kota Payakumbuh, Jumat (23/10/2026). (Fotdok: Hermiko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Perlindungan jaminan sosial bagi pekerja menjadi perhatian Pemerintah Kota Payakumbuh bersama Komisi IX DPR RI dan BPJS. Melalui sosialisasi jaminan sosial ketenagakerjaan dan kesehatan di Aula Josrizal Zain Lantai 3 Balai Kota Payakumbuh, Jumat (23/10/2026), kolaborasi lintas sektor ini diarahkan untuk memperluas perlindungan bagi pekerja formal maupun informal, termasuk masyarakat yang menggantungkan hidup dari pekerjaan sehari-hari.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta bersama Anggota Komisi IX DPR RI dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat II, Ade Rezki Pratama, membuka langsung kegiatan tersebut. Hadir pula Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Nofriwandi, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Yasrizal, pimpinan cabang BPJS Ketenagakerjaan Bukittinggi dan BPJS Kesehatan Payakumbuh, serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Sasaran sosialisasi ini menyentuh kelompok pekerja yang kerap menghadapi risiko ekonomi ketika kecelakaan kerja, sakit, atau kehilangan pencari nafkah terjadi. Petani, nelayan, pedagang pasar, pengemudi ojek daring, hingga pekerja mandiri menjadi bagian dari kelompok yang didorong memahami pentingnya perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Sementara itu, sesi BPJS Kesehatan menitikberatkan pada pentingnya kepesertaan aktif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) agar masyarakat lebih siap ketika membutuhkan layanan medis.

Wali Kota Zulmaeta menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Menurutnya, kemajuan daerah juga harus tercermin dari kemampuan masyarakat memperoleh perlindungan, rasa aman, serta kesempatan menikmati kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera. Karena itu, jaminan sosial perlu menjadi bagian penting dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas hidup warga Payakumbuh.

Zulmaeta juga menyoroti kemampuan ekonomi sebagai salah satu tantangan masyarakat dalam memenuhi kewajiban iuran bulanan. Pemerintah daerah, tegasnya, berkomitmen mengawal program perlindungan agar pelaksanaannya transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, terutama bagi pekerja rentan yang membutuhkan dukungan. Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPJS, sektor swasta, dan para donatur diharapkan dapat memperluas jangkauan perlindungan sosial.

Di sisi lain, Ade Rezki Pratama menekankan bahwa jaminan sosial merupakan bentuk kehadiran negara untuk memberikan perlindungan kepada pekerja tanpa membedakan sektor pekerjaan. Risiko kecelakaan kerja, kematian, maupun persoalan kesehatan dapat berdampak langsung terhadap kondisi keuangan keluarga. Karena itu, menurut Ade, masyarakat perlu memahami manfaat program jaminan sosial dan tidak menunda mencari informasi mengenai kepesertaan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Ade memaparkan, iuran sebesar Rp36.800 per bulan dapat menjadi pilihan perlindungan bagi pekerja yang memenuhi ketentuan program BPJS Ketenagakerjaan tertentu. Ia menjelaskan manfaat yang disosialisasikan mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT). Pekerja juga dapat memanfaatkan aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) untuk memperoleh informasi serta mengakses layanan kepesertaan. Rincian iuran dan manfaat perlu dikonfirmasi sesuai skema kepesertaan yang dipilih.

Selain perlindungan ketenagakerjaan, masyarakat diimbau rutin memeriksa status kepesertaan JKN agar tidak menghadapi kendala administratif ketika membutuhkan pelayanan kesehatan. Melalui aplikasi Mobile JKN, peserta dapat memeriksa informasi kepesertaan, melihat tagihan sesuai ketentuan, memperbarui data tertentu, serta mengakses layanan administrasi dan pengaduan. Langkah sederhana ini penting agar pekerja dan keluarga lebih siap menghadapi kebutuhan kesehatan yang tidak selalu dapat diprediksi.

Melalui sosialisasi berkelanjutan, Pemko Payakumbuh bersama Komisi IX DPR RI dan BPJS berharap semakin banyak pekerja memahami hak, kewajiban, serta manfaat jaminan sosial. Pesan utamanya jelas: perlindungan pekerja bukan hanya urusan administrasi, melainkan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga. Dengan informasi yang tepat dan kepesertaan sesuai ketentuan, pekerja formal maupun informal di Payakumbuh diharapkan dapat bekerja dengan lebih tenang dan memiliki perlindungan ketika menghadapi risiko sosial maupun ekonomi. (HM) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Gebrakan Menggegerkan DPRD Kota Padang! Rahasia Penting Layanan Kesehatan dan Kepastian Nasib Driver Maxim Akhirnya Terbongkar Hari Ini    
Senin, Oktober 26, 2026

On Senin, Oktober 26, 2026

Gebrakan Menggegerkan DPRD Kota Padang! Rahasia Penting Layanan Kesehatan dan Kepastian Nasib Driver Maxim Akhirnya Terbongkar Hari Ini
Berdasarkan dokumen resmi Surat DPRD Kota Padang Nomor 000.1.5/155/DPRD-Pdg/X-2026, Ketua DPRD Kota Padang, H. Muharlion, S.Pd., secara tegas melayangkan panggilan rapat kerja penting kepada Wali Kota Padang beserta mitra kerja terkait. (Fotdok: Suzi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sebuah kejutan besar kembali datang dari gedung wakil rakyat yang berlokasi di Jalan Bagindo Azis Chan, Aie Pacah, Kota Padang. Publik Kota Padang mendadak dihebohkan oleh langkah progresif Komisi IV DPRD Kota Padang yang memanggil jajaran pemangku kepentingan paling berpengaruh di ranah kesehatan dan transportasi daerah. Langkah berani ini diambil murni untuk membongkar dan menuntaskan berbagai persoalan krusial yang selama ini mengganjal ketenangan serta kesejahteraan masyarakat luas.

Berdasarkan dokumen resmi Surat DPRD Kota Padang Nomor 000.1.5/155/DPRD-Pdg/X-2026, Ketua DPRD Kota Padang, H. Muharlion, S.Pd., secara tegas melayangkan panggilan rapat kerja penting kepada Wali Kota Padang beserta mitra kerja terkait. Momentum strategis ini disusun mengacu pada hasil keputusan Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Padang yang telah dijadwalkan secara matang sejak awal Oktober lalu.

Pertemuan maraton yang digelar pada Senin, 26 Oktober 2026, di Ruang Rapat Komisi IV DPRD Kota Padang ini menyita perhatian publik karena mengusung agenda-agenda yang menyentuh langsung isi perut dan hak dasar warga. Pihak legislatif bahkan memberikan instruksi ketat agar pimpinan dari setiap instansi dan lembaga undangan hadir secara langsung tanpa diwakilkan demi menjamin efektivitas pengambil keputusan.

Sesi pertama rapat kerja yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB menjadi panggung pembahasan paling panas di bidang pelayanan kesehatan publik. Komisi IV secara tajam membedah polemik mendalam seputar isu pembatasan rujukan medis serta fenomena pasien BPJS yang terpaksa pulang paksa dari rumah sakit. Masalah ini dinilai sangat mendesak karena berdampak langsung pada keselamatan jiwa dan hak layanan medis warga Kota Padang.

Untuk menyelesaikan kerumitan tersebut secara menyeluruh, DPRD Kota Padang mendatangkan jajaran pimpinan Dinas Kesehatan Kota Padang, RSUD dr. Rasyidin, BPJS Kesehatan Cabang Padang, hingga Dirut Rumah Sakit se-Kota Padang dan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Padang. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan melahirkan solusi konkret agar tidak ada lagi masyarakat yang dirugikan saat membutuhkan perawatan medis darurat maupun berkala.

Tidak kalah menyengat, sesi kedua yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB berfokus penuh pada penyelesaian konflik di sektor transportasi online lokal. Rapat ini secara khusus membedah isu disharmonisasi hubungan kerja yang kian meruncing antara aplikator atau operator Maxim Kota Padang dengan para mitra pengemudinya di lapangan.

Pertemuan penting di siang hari tersebut turut menghadirkan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang, Dinas Perhubungan Kota Padang, serta BPJS Ketenagakerjaan Kota Padang. Kehadiran instansi pemerintah ini disandingkan langsung dengan perwakilan manajemen Operator Maxim Padang dan jajaran perwakilan driver Maxim Padang untuk duduk bersama di satu meja.

Inisiatif emas Komisi IV DPRD Kota Padang ini membuktikan komitmen nyata lembaga legislatif dalam mengawal perlindungan tenaga kerja, jaminan sosial, serta kepastian iklim usaha yang sehat. Penanganan isu disharmonisasi ini menjadi kunci utama untuk menciptakan ketenangan kerja bagi ribuan pengemudi ojek online yang menggantungkan mata pencaharian harian mereka di jalanan Kota Padang.

Langkah proaktif DPRD Kota Padang dalam mengawal isu kesehatan publik dan kesejahteraan pekerja transportasi ini layak mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya dari seluruh lapisan masyarakat. Transparansi dan ketegasan yang ditunjukkan dalam Rapat Kerja Komisi IV menjadi angin segar sekaligus bukti nyata bahwa aspirasi warga Padang benar-benar didengar dan diperjuangkan hingga tuntas. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Fitnah Lebih Kejam dari Pembunuhan, Pesan Al-Qur’an dan Imam Ali Jadi Pengingat Bahaya Adu Domba    
Senin, Oktober 26, 2026

On Senin, Oktober 26, 2026

Fitnah Lebih Kejam dari Pembunuhan, Pesan Al-Qur’an dan Imam Ali Jadi Pengingat Bahaya Adu Domba
Al-Qur’an dalam Surah Al-Baqarah ayat 191 memuat peringatan, “Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan.” (Fotdok: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Fitnah bukan sekadar perkataan yang melukai perasaan. Fitnah dapat menghancurkan kehormatan, merusak persaudaraan, memecah belah masyarakat, bahkan menjerumuskan seseorang ke dalam permusuhan berkepanjangan. Ketika kebohongan disebarkan dan kebenaran diputarbalikkan, dampaknya bisa jauh melampaui apa yang terlihat. Pesan Al-Qur’an, hadis Nabi Muhammad SAW, dan hikmah yang dinisbatkan kepada Imam Ali bin Abi Thalib mengingatkan manusia agar tidak meremehkan bahaya fitnah.

Al-Qur’an dalam Surah Al-Baqarah ayat 191 memuat peringatan, “Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan.” Ayat ini menjadi pengingat tentang beratnya dampak fitnah dalam konteks yang dibicarakan ayat tersebut. Dalam kehidupan sosial, pesan moralnya juga mengajak manusia memahami bahwa tindakan yang memicu penindasan, permusuhan, dan kehancuran hubungan antarmanusia bukanlah perkara sepele. Karena itu, setiap tuduhan perlu diuji, setiap kabar harus diperiksa, dan setiap ucapan semestinya dipertanggungjawabkan.

Hikmah yang sering dikaitkan dengan Imam Ali bin Abi Thalib mengingatkan manusia agar berhati-hati ketika menghadapi fitnah. Dalam berbagai kutipan populer yang dinisbatkan kepada beliau, tersirat pesan bahwa manusia perlu menggunakan akal, menjaga lisan, serta tidak terburu-buru mengikuti arus permusuhan. Meski redaksi kutipan tertentu perlu diverifikasi sebelum dinyatakan sebagai ucapan autentik Imam Ali, nilai kehati-hatian tersebut tetap relevan: jangan menjadi penyambung kebohongan hanya karena sebuah kabar sesuai dengan prasangka atau kepentingan pribadi.

Peringatan tentang bahaya fitnah juga terdapat dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang menggambarkan masa ketika fitnah merebak. Dalam hadis tersebut, orang yang duduk disebut lebih baik daripada yang berdiri, yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, dan yang berjalan lebih baik daripada yang berlari. Pesannya menekankan pentingnya tidak tergesa-gesa terlibat dalam kekacauan. Ketika keadaan dipenuhi provokasi, sikap menahan diri, tidak memperkeruh suasana, dan mencari jalan keselamatan menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan.

Hadis riwayat Ibnu Majah juga mengingatkan tentang masa ketika pendusta dipercaya, orang jujur didustakan, pengkhianat diberi kepercayaan, dan orang amanah justru dikhianati. Dalam hadis itu disebut pula istilah ruwaibidah, yang dijelaskan sebagai orang rendah kapasitasnya yang berbicara mengenai urusan publik. Peringatan ini mengajak masyarakat lebih kritis dalam menilai informasi dan pendapat. Popularitas, keberanian berbicara, maupun banyaknya pengikut tidak otomatis menjadikan seseorang benar. Kebenaran tetap perlu ditimbang berdasarkan fakta, pengetahuan, dan tanggung jawab.

Bahaya fitnah semakin besar ketika media sosial menjadi tempat menyebarkan tuduhan tanpa bukti. Satu unggahan dapat diteruskan ribuan kali sebelum kebenarannya diketahui. Nama baik seseorang bisa rusak, keluarga ikut menanggung malu, dan hubungan yang sebelumnya harmonis berubah menjadi pertengkaran. Ironisnya, orang yang meneruskan kabar belum tentu mengetahui asal-usul maupun kebenarannya. Karena itu, memeriksa sumber, memahami konteks, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi merupakan bentuk tanggung jawab moral setiap pengguna media sosial.

Rasulullah SAW juga menyampaikan kabar gembira bagi orang yang dijauhkan dari fitnah serta mereka yang diuji lalu bersabar, sebagaimana diriwayatkan Abu Dawud dari Al-Miqdad bin Al-Aswad. Pesan tersebut mengajarkan bahwa tidak semua persoalan harus dibalas dengan pertengkaran. Dalam keadaan tertentu, kesabaran, keteguhan memegang kebenaran, dan kesediaan menunggu fakta menjadi sikap yang lebih bermartabat daripada membalas tuduhan dengan tuduhan baru. Menahan diri bukan berarti membenarkan kebohongan, melainkan memilih cara yang tidak menambah kerusakan.

Menghadapi fitnah juga menuntut keberanian untuk membedakan kritik dan tuduhan palsu. Kritik yang disampaikan berdasarkan fakta dapat menjadi bahan perbaikan, sedangkan fitnah menyangkut penyebaran informasi yang tidak benar atau menyesatkan dan dapat merugikan orang lain. Jika menjadi korban, seseorang dapat mengumpulkan bukti, meminta klarifikasi, menggunakan jalur penyelesaian yang tepat, dan menempuh langkah hukum apabila diperlukan. Sebaliknya, ketika menerima kabar yang menyerang orang lain, masyarakat sebaiknya tidak langsung menghakimi sebelum mengetahui fakta dari sumber yang dapat dipercaya.

Pada akhirnya, pesan Al-Qur’an, hadis Nabi Muhammad SAW, dan hikmah yang dinisbatkan kepada Imam Ali mengajak manusia menjaga lisan, akal, dan hati dari bahaya fitnah. Jangan sampai kebohongan dianggap kebenaran hanya karena diulang berkali-kali, dan jangan sampai seseorang ikut menghancurkan kehormatan orang lain hanya karena terbawa emosi. Di tengah derasnya arus informasi, keberanian memeriksa fakta, kesediaan bersabar, serta keteguhan menolak adu domba menjadi sikap yang semakin penting. Sebab, menjaga diri agar tidak menjadi pelaku maupun penyebar fitnah adalah bagian dari menjaga martabat manusia dan keutuhan masyarakat. (*)

Innalillahi, ASN Pemko Payakumbuh Iwan, S.E. Berpulang, Dedikasi dan Pengabdiannya Tinggalkan Kenangan Mendalam    
Senin, Oktober 26, 2026

On Senin, Oktober 26, 2026

Innalillahi, ASN Pemko Payakumbuh Iwan, S.E. Berpulang, Dedikasi dan Pengabdiannya Tinggalkan Kenangan Mendalam
Sebagai bentuk penghormatan kepada ASN yang telah mengabdikan diri untuk daerah, Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta bersama Wakil Wali Kota Elzadaswarman mendatangi rumah duka pada Jumat malam. (Fotdok: Hermiko). 

BENTENGSUMBAR.COM - Kabar duka menyelimuti keluarga besar Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Payakumbuh. Iwan, S.E., ASN yang dikenal berdedikasi dalam penataan aset daerah dan aktif dalam kegiatan kepramukaan, meninggal dunia pada usia 51 tahun, Jumat (23/10/2026) siang. Kepergiannya meninggalkan kenangan pengabdian panjang bagi pemerintahan dan masyarakat Kota Payakumbuh.

Sebagai bentuk penghormatan kepada ASN yang telah mengabdikan diri untuk daerah, Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta bersama Wakil Wali Kota Elzadaswarman mendatangi rumah duka pada Jumat malam. Kehadiran pimpinan daerah tersebut menjadi ungkapan belasungkawa sekaligus penghargaan atas kontribusi almarhum selama menjalankan tugas pemerintahan.

“Atas nama Pemko Payakumbuh, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Almarhum merupakan salah satu putra terbaik yang telah memberikan pengabdian bagi Kota Payakumbuh. Beliau juga sangat aktif dalam kegiatan kepramukaan,” kata Wali Kota Zulmaeta di hadapan keluarga yang ditinggalkan.

Penghormatan terakhir berlanjut pada Sabtu (24/10/2026) pagi di rumah duka, Kelurahan Tanjung Gadang Sungai Pinago. Wakil Wali Kota Elzadaswarman bersama Sekretaris Daerah Rida Ananda, jajaran pemerintah daerah, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, tokoh adat, ulama, serta keluarga besar Gerakan Pramuka hadir mengantarkan almarhum ke peristirahatan terakhir.

Dalam sambutannya, Elzadaswarman menyebut kepergian Iwan sebagai kehilangan bagi keluarga besar Pemko Payakumbuh, terutama bagi rekan-rekan ASN yang pernah bekerja bersama almarhum. Pemerintah kota juga menyatakan akan membantu penyelesaian hak-hak kepegawaian almarhum sesuai ketentuan yang berlaku agar keluarga yang ditinggalkan tidak terbebani urusan administrasi.

“Kami akan membantu menyelesaikan hak-hak kepegawaian almarhum sesuai ketentuan yang berlaku. Kami juga memohon maaf atas nama almarhum apabila selama bergaul dan menjalankan tugas terdapat kesalahan,” ujar Elzadaswarman.

Jejak pengabdian Iwan di lingkungan Pemko Payakumbuh dimulai pada 2007, ketika ia merintis karier di Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan. Pada 2009, ia dipercaya menjadi ajudan wali kota, kemudian menjabat Kepala Seksi Pendataan Aset Daerah pada 2013. Sejak 2016, ia menjalankan tugas di bidang penataan aset hingga menduduki posisi terakhir sebagai Kepala Subbidang Penataan Aset pada Badan Keuangan Daerah Kota Payakumbuh, dengan pangkat Penata Tingkat I atau golongan III/d.

Di bidang kedinasan, almarhum turut berperan dalam digitalisasi dan penataan aset milik pemerintah daerah. Sementara di luar tugas formal sebagai ASN, ia mengemban amanah sebagai Sekretaris Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Payakumbuh. Dedikasinya terhadap kepramukaan tetap terlihat hingga beberapa hari sebelum wafat, saat ia masih mengikuti kegiatan perkemahan Pramuka selama lima hari di kawasan Harau.

Setelah prosesi fardu kifayah, jenazah disalatkan berjemaah di Masjid Al-Ihsan Muhammadiyah sebelum dimakamkan di Pandam Pakuburan Tanjung Gadang. Mewakili keluarga, Hargem Isla menyampaikan terima kasih kepada seluruh pelayat yang telah memberikan penghormatan terakhir. Keluarga juga memohon maaf atas segala kekhilafan almarhum semasa hidup dan berharap doa terbaik mengiringi kepergiannya. Bagi keluarga besar ASN Payakumbuh, pengabdian Iwan menjadi bagian dari perjalanan birokrasi daerah yang akan terus dikenang. (HM) 

Editor: Zamri Yahya, WU