HEADLINE
Motor Tergelincir, Lansia Terjun ke Jurang di Bawah Kelok Banto, Dua Polisi Sigap Evakuasi    
Sabtu, April 11, 2026

On Sabtu, April 11, 2026

Motor Tergelincir, Lansia Terjun ke Jurang di Bawah Kelok Banto, Dua Polisi Sigap Evakuasi
Seorang laki-laki berusia lanjut jatuh ke dalam jurang yang cukup dalam, namun beruntung berhasil dievakuasi berkat kecepatan tanggung jawab dua anggota Polri.

BENTENGSUMBAR.COM
– Sebuah kecelakaan lalu lintas menimpa seorang pengendara sepeda motor di jalur lintas Solok-Padang, tepatnya di bawah Kelok Banto, Kecamatan Danau Kembar. Seorang laki-laki berusia lanjut jatuh ke dalam jurang yang cukup dalam, namun beruntung berhasil dievakuasi berkat kecepatan tanggung jawab dua anggota Polri.

Kejadian berlangsung pada Sabtu (11/04/2026) sekira pukul 11.30 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban bernama Mawardi (61 tahun), warga Parak Gadang Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, diketahui mengendarai sepeda motor Honda Scoopy warna putih. Diduga karena kondisi jalan yang licin atau hilang keseimbangan, motor yang dikendarainya tergelincir dan terjun ke jurang Stinjaw Lawik.

Aksi Penyelamatan Heroik

Momen haru terjadi ketika dua personil polisi yang kebetulan melintas di lokasi langsung berhenti dan memberikan pertolongan. Mereka adalah Aiptu Iwan dari Polsek Danau Kembar dan Aipda Hendri dari Polsek Gunung Talang yang saat itu sedang dalam perjalanan menuju Kota Padang.

Tanpa ragu, kedua anggota polisi tersebut langsung turun ke jurang untuk mengevakuasi korban. Dengan penuh kehati-hatian, mereka mengangkat korban beserta motornya kembali ke permukaan jalan.

Setelah dinyatakan aman, korban segera dibawa mendapatkan perawatan medis ke Rumah Sakit Semen Padang guna penanganan lebih lanjut.

Identitas Korban

- Nama: Mawardi
- Umur: 61 Tahun
- Alamat: Parak Gadang Timur, Kec. Padang Timur, Kota Padang
- Kendaraan: Sepeda Motor Honda Scoopy Putih

Hingga berita ini diturunkan, kondisi korban dalam proses penanganan medis. 

Kejadian ini menjadi peringatan bagi para pengendara untuk selalu berhati-hati, terutama saat melintasi jalur pegunungan yang berkelok dan rawan kecelakaan.(BO)

Ini yang Disampaikan Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion saat Tinjau Kejurnas Shorinji Kempo    
Sabtu, April 11, 2026

On Sabtu, April 11, 2026

Ini yang Disampaikan Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion saat Tinjau Kejurnas Shorinji Kempo
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion tinjau Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Shorinji Kempo. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menunjukkan komitmennya dalam mendukung prestasi olahraga dengan hadir langsung di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Shorinji Kempo antar kabupaten/kota se-Indonesia yang digelar di Gedung Olahraga Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026).

Kehadiran Muharlion yang juga menjabat sebagai Ketua Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI) Kota Padang menjadi suntikan moral bagi para atlet yang tengah berlaga membawa nama daerah.

Ajang bergengsi tingkat nasional ini diikuti oleh berbagai kontingen dari seluruh Indonesia, menjadikannya sebagai panggung penting bagi atlet untuk mengasah kemampuan sekaligus membuktikan kualitas di tingkat nasional.

Di tengah kompetisi yang ketat, Muharlion hadir langsung memberikan dukungan kepada atlet kontingen Kota Padang agar tampil maksimal dalam setiap pertandingan. “Kehadiran kami sebagai bentuk dukungan moral agar para atlet semakin bergairah dan percaya diri dalam bertanding,” ujarnya di sela kegiatan.

Ia berharap, dukungan tersebut mampu meningkatkan motivasi serta semangat juang atlet dalam meraih prestasi terbaik dan mengharumkan nama daerah.

Kehadiran Muharlion pun mendapat sambutan hangat dari panitia pelaksana. Pihak panitia mengapresiasi perhatian dan dukungan yang diberikan kepada para atlet, yang dinilai menjadi energi tambahan di tengah persaingan. “Selamat datang kepada Ketua DPRD Kota Padang selaku Ketua PERKEMI Kota Padang,” ujar salah seorang panitia.

Lebih dari sekadar kompetisi, Kejurnas Shorinji Kempo ini juga diharapkan menjadi ajang mempererat silaturahmi antar atlet dari berbagai daerah, sekaligus mendorong peningkatan kualitas olahraga Shorinji Kempo di Indonesia.

Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk pemimpin daerah, diharapkan para atlet mampu tampil optimal dan membawa pulang prestasi membanggakan bagi Kota Padang. (*)

Halal Bihalal, Ketua DPRD Kota Padang Serahkan Pokir ke SD Khairu Ummah    
Sabtu, April 11, 2026

On Sabtu, April 11, 2026

Halal Bihalal, Ketua DPRD Kota Padang Serahkan Pokir ke SD Khairu Ummah
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion serahkan bantuan yang dananya bersumber dari APBD Kota Padang melalui Pokir 

BENTENGSUMBAR.COM
- Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Yayasan Pendidikan SD Khairu Ummah, Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat, Sabtu (11/4/2026).

Di momen halal bihalal yang sarat makna, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, hadir tak sekadar bersilaturahmi, tetapi juga membawa kabar baik bagi dunia pendidikan setempat.

Muharlion menyerahkan bantuan pokok pikiran (pokir) berupa delapan unit laptop lengkap dengan infokus dan layar infokus. Bantuan ini disambut haru oleh pihak yayasan, guru, hingga para siswa yang berharap fasilitas tersebut dapat menunjang proses belajar mengajar.

Muharlion menyampaikan pendidikan adalah investasi jangka panjang yang harus didukung bersama. Ia berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, sekaligus memotivasi siswa agar semakin semangat dalam menuntut ilmu.

“Momentum halal bihalal ini bukan hanya untuk saling memaafkan, tetapi juga memperkuat kepedulian kita terhadap masa depan generasi muda,” ujarnya.

Pihak yayasan pun mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu, terutama dalam mendukung pembelajaran berbasis teknologi yang kini semakin dibutuhkan.

Kegiatan ini menjadi bukti kebersamaan dan kepedulian dapat berjalan beriringan, menghadirkan harapan baru bagi dunia pendidikan di Kota Padang. (*)

Angkatan 94 Siap Sukseskan Mubes Ikasmanli Padang 2026    
Sabtu, April 11, 2026

On Sabtu, April 11, 2026

Angkatan 94 Siap Sukseskan Mubes Ikasmanli Padang 2026
Segenap alumni SMAN 5 Padang angkatan 1994.

BENTENGSUMBAR.COM
- Segenap alumni SMAN 5 Padang angkatan 1994 menyatakan sikapnya untuk menyukseskan Mubes Ikasmanli (Musyawarah Besar Ikatan Alumni SMAN 5) Padang yang akan digelar 3 Mei 2026 mendatang.

"Ya, kami siap menyukseskan Mubes Ikasmanli 2026. Kami memang tak mengusung calon, tapi kami siap memberikan dukungan suara nantinya," tegas Ketua Harian Angkatan 94, Nofrianto Noa usai rapat alumni angkatan 94, Jumat (10/4/2026).

Dalam rapat yang dihadiri segenap pengurus angkatan 94 tersebut, telah dicapai beberapa kesepakatan.

Di antaranya, alumni 94 akan mendukung calon/kandidat yang memiliki dedikasi tinggi terhadap almamater. Punya kepedulian sosial dan pengalaman organisasi.

"Untuk jadi ketua Ikasmanli itu harus orang yang punya pengalaman organisasi. Memiliki kepedulian sosial dan punya program yang jelas," paparnya.

Kemudian, seorang ketua itu juga harus punya jaringan yang luas sehingga mampu bekerjasama dengan semua pihak demi memajukan organisasi.

"Makanya kami sangat hati-hati dalam menentukan pilihan karena ini menyangkut kelangsungan Ikasmanli 4 tahun ke depan. Soal siapa orangnya, kita lihat saja nanti," elaknya sembari tersenyum.

Guna menyukseskan Mubes Ikasmanli tersebut, lanjut Noa, pihaknya akan mengerahkan sekitar 30 sampai 50 orang alumni 94 untuk meramaikan acara.

"Kebetulan pada saat bersamaan, kami juga mengadakan mubes angkatan 94 untuk memilih pengurus baru. Makanya antusias kawan-kawan untuk hadir cukup tinggi," tukasnya menambahkan. (rel)

Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Harus Dikawal, Tantangan Ada pada Implementasi    
Sabtu, April 11, 2026

On Sabtu, April 11, 2026

Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Harus Dikawal, Tantangan Ada pada Implementasi
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menegaskan bahwa Perjanjian Kerja Bersama (PKB) harus dikawal secara serius. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menegaskan bahwa Perjanjian Kerja Bersama (PKB) harus dikawal secara serius agar dapat berjalan efektif dalam mengatur hubungan kerja antara pekerja dan pengusaha, mengingat tantangan utama kerap muncul pada tahap implementasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Menaker Yassierli, saat menghadiri penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama ke-XXIV periode 2026–2028 antara manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI) dan tiga serikat pekerja di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Ia menyampaikan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memiliki perhatian tinggi terhadap proses perumusan hingga penandatanganan PKB. Kemnaker turut mengawal proses tersebut melalui mediator hubungan industrial yang siap turun apabila terjadi kendala dalam perundingan.

Menurut Yassierli, PKB PT Freeport Indonesia yang telah disepakati menjadi dasar hukum yang sah bagi hubungan kerja selama tiga tahun ke depan, sekaligus menjadi acuan dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial.

Ia menekankan bahwa setelah penandatanganan, tantangan berikutnya adalah memastikan implementasi berjalan sesuai dengan kesepakatan. Permasalahan sering muncul akibat perbedaan penafsiran atau ketidaksesuaian antara isi perjanjian dengan pelaksanaannya di lapangan.

“Ketika PKB sudah ditandatangani, maka selanjutnya adalah pelaksanaan. Biasanya yang terjadi adalah perbedaan pendapat atau perselisihan karena apa yang tertulis dalam PKB tidak terwujud dalam pelaksanaan,” ujar Yassierli.

Menaker juga mengapresiasi proses perundingan PKB antara manajemen PT Freeport Indonesia dan serikat pekerja yang berlangsung konstruktif dan penuh semangat kekeluargaan, serta berhasil mencapai kesepakatan dalam waktu relatif singkat, yakni 18 hari.

Ia mengungkapkan bahwa PKB yang kini memasuki periode ke-24 selama 48 tahun tersebut mencerminkan komitmen jangka panjang dalam menjaga hubungan industrial yang harmonis. Namun demikian, ia mengakui masih banyak perusahaan di Indonesia yang belum memiliki PKB atau belum berhasil mencapai kesepakatan meskipun telah melalui proses perundingan.

“Kita masih memiliki pekerjaan rumah untuk mendorong perusahaan agar memiliki Perjanjian Kerja Bersama. Sementara bagi yang sudah memiliki, kita dorong agar hubungan industrialnya tetap kondusif dan harmonis,” ujarnya.

Yassierli menambahkan, ke depan tantangan hubungan industrial akan semakin kompleks, sehingga diperlukan kolaborasi dan sinergi antara serikat pekerja dan manajemen untuk mewujudkan hubungan industrial yang adaptif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menyampaikan bahwa proses perundingan PKB berlangsung secara kekeluargaan sehingga menghasilkan kesepakatan yang mencerminkan kepentingan bersama.

Ia menjelaskan, dalam perjanjian tersebut disepakati sejumlah peningkatan kesejahteraan pekerja, antara lain kenaikan pendapatan sebesar 3 persen pada tahun pertama dan 4 persen pada tahun kedua.

Selain itu, tunjangan pendidikan meningkat sebesar 15 persen dan tunjangan akomodasi juga naik 15 persen.

Perusahaan juga menetapkan kenaikan kontribusi perusahaan untuk tabungan hari tua per bulan menjadi Rp2 juta pada semua tingkat karyawan pratama, tunjangan Shift Pekerja Tambang bawah tanah menjadi Rp85.000 dan Non-shift Pekerja Tambang Bawah Tanah menjadi Rp55.000. Sementara itu, kompensasi kecelakaan kerja tambang yang mengakibatkan kematian meningkat dari 50 ribu dolar AS menjadi 75 ribu dolar AS. (*)

Dorong Perencanaan Inklusif, Kemendagri Luncurkan Panduan Parmas dan Masyarakat Rentan dalam Musrenbang    
Sabtu, April 11, 2026

On Sabtu, April 11, 2026

Dorong Perencanaan Inklusif, Kemendagri Luncurkan Panduan Parmas dan Masyarakat Rentan dalam Musrenbang
Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah meluncurkan Surat Edaran Panduan Partisipasi Masyarakat dan Kelompok Rentan dalam Musrenbang RKPD serta Musrenbang Tematik di Makassar. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Keterlibatan kelompok rentan dalam proses perencanaan pembangunan daerah masih menjadi perhatian. Aspirasi perempuan, anak, penyandang disabilitas, masyarakat adat, hingga lansia dinilai belum selalu terakomodasi secara optimal dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Menjawab isu tersebut, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah meluncurkan Surat Edaran Panduan Partisipasi Masyarakat dan Kelompok Rentan dalam Musrenbang RKPD serta Musrenbang Tematik di Makassar, Rabu (8/4).

Direktur Perencanaan, Evaluasi, dan Informasi Pembangunan Daerah (PEIPD) Kemendagri, Iwan Kurniawan, mengatakan panduan tersebut disusun untuk memastikan partisipasi kelompok rentan dapat terakomodasi secara lebih optimal dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.

“Kami ingin memastikan bahwa aspirasi kelompok rentan benar-benar terakomodasi dalam dokumen perencanaan daerah, khususnya RKPD,” ujar Iwan.

Menurutnya, dokumen RKPD memiliki peran penting karena menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan daerah sekaligus acuan dalam penyusunan APBD. Karena itu, proses penyusunannya perlu mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara inklusif dan tepat sasaran.

Melalui panduan ini, Kemendagri memberikan arahan yang tidak hanya menjelaskan prinsip partisipasi, tetapi juga panduan teknis dan operasional bagi pemerintah daerah dalam menyelenggarakan Musrenbang yang lebih inklusif. 

Di dalamnya mencakup mekanisme pelibatan kelompok rentan, penguatan Musrenbang Tematik sebagai ruang afirmatif, serta integrasi usulan masyarakat ke dalam dokumen perencanaan daerah.

Peluncuran panduan tersebut diikuti lebih dari 400 peserta dari berbagai daerah, baik secara luring maupun daring, serta menjangkau lebih dari 1.000 penonton melalui siaran langsung.

Peserta terdiri dari perwakilan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah dari seluruh Indonesia, organisasi masyarakat sipil, serta mitra pembangunan melalui kolaborasi dengan program SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar) yang merupakan kemitraan Australia–Indonesia.

Direktur Keluarga, Pengasuhan, Perempuan, dan Anak (KPPA) Bappenas, Qurata A’yun, menilai panduan tersebut menjadi langkah penting karena selama ini belum tersedia pedoman teknis yang operasional untuk memastikan partisipasi masyarakat berjalan secara inklusif.

“Selama ini kita belum memiliki panduan teknis yang operasional untuk memastikan partisipasi masyarakat berjalan secara inklusif. Kehadiran panduan ini menjadi langkah penting agar pemerintah daerah memiliki acuan yang jelas dalam melibatkan kelompok rentan dalam perencanaan pembangunan,” tegas Qurata.

Konsul Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias, turut mengapresiasi peluncuran panduan tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan yang lebih inklusif.

“Saya mengapresiasi kegiatan peluncuran panduan ini yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh daerah untuk mendorong partisipasi yang lebih bermakna dan berkelanjutan. Melalui kemitraan Australia–Indonesia, termasuk program SKALA, kami terus mendukung upaya pembangunan yang lebih inklusif, khususnya bagi kelompok rentan,” ujar Todd.

Selain itu, pemanfaatan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) juga didorong untuk memastikan usulan masyarakat, khususnya dari kelompok rentan, dapat terintegrasi dan terpantau dalam dokumen perencanaan serta penganggaran daerah.

Ke depan, pemerintah daerah diharapkan dapat mengadopsi panduan ini secara sistematis dalam penyelenggaraan Musrenbang, termasuk melalui penguatan Musrenbang Tematik sebagai ruang afirmatif bagi kelompok rentan dalam proses perencanaan pembangunan daerah. (*)