HEADLINE
Pemprov Sumbar Dukung Kota Padang menuju Kota Gastronomi Internasional    
Sabtu, Agustus 08, 2026

On Sabtu, Agustus 08, 2026

Padang Bajamba: Taste of Padang Experience 2026 “Road to Gastronomy City”, rangkaian Hari Jadi Kota Padang ke-357 di Gedung Bagindo Aziz Chan, Jumat (7/8/2026).
Padang Bajamba: Taste of Padang Experience 2026 “Road to Gastronomy City”, rangkaian Hari Jadi Kota Padang ke-357 di Gedung Bagindo Aziz Chan, Jumat (7/8/2026). (Foto: adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
— Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendorong Kota Padang mengubah kekuatan kuliner menjadi mesin ekonomi, pariwisata dan budaya untuk menembus panggung gastronomi dunia. Popularitas masakan Padang dinilai sudah menjadi modal awal, tetapi harus diikuti mutu, keamanan pangan dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Jasman Datuak Bandaro Bendang saat menghadiri Padang Bajamba: Taste of Padang Experience 2026 “Road to Gastronomy City”, rangkaian Hari Jadi Kota Padang ke-357 di Gedung Bagindo Aziz Chan, Jumat (7/8/2026).

Dalam sambutan yang dibacakan Jasman, Mahyeldi menegaskan gastronomi tidak berhenti pada rasa makanan. Di dalamnya terdapat rantai panjang mulai dari bahan pangan, pengolahan, penyajian, pelayanan hingga nilai budaya. “Membangun Kota Padang sebagai kota gastronomi bukan hanya mempromosikan makanan, tetapi juga membangun ekosistem yang menghubungkan budaya, pertanian, perikanan, perdagangan, pariwisata, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi kreatif,” katanya.

Mahyeldi mengingatkan ketenaran kuliner Padang harus dibuktikan dengan kualitas. Konsistensi rasa, keamanan bahan, kebersihan pengolahan dan pelayanan menjadi kunci agar pengalaman kuliner Padang mampu bersaing. “Popularitas merupakan modal awal, bukan tujuan akhir. Kuliner Padang harus memberikan manfaat bagi masyarakat, memperkuat pelaku usaha lokal, menjaga warisan budaya, dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Ia mendukung langkah Padang menuju Jejaring Kota Kreatif UNESCO bidang gastronomi, namun mengingatkan pengakuan internasional tidak boleh sekadar menjadi gelar. Menurutnya, ukuran keberhasilan justru terletak pada kemampuan gastronomi mengangkat UMKM, membuka ruang bagi generasi muda, meningkatkan nilai bahan pangan lokal serta memberikan pengalaman wisata yang aman dan bermakna. 

“UMKM harus naik kelas, pengetahuan tradisional harus dilestarikan, generasi muda harus diberi ruang, bahan pangan lokal harus semakin dihargai, pasar harus bersih, limbah harus dikurangi, dan wisatawan harus mendapatkan pengalaman yang aman serta bermakna,” ujarnya.

Mahyeldi menilai kekuatan gastronomi tidak hanya berada di restoran. Di balik setiap hidangan terdapat petani, nelayan, peternak, pedagang, juru masak, pelaku UMKM hingga keluarga yang menjaga resep secara turun-temurun. Karena itu, pengetahuan kuliner perlu didokumentasikan dan diwariskan melalui sekolah, perguruan tinggi, lembaga adat, komunitas dan keluarga.

Penguatan keamanan pangan dan penggunaan bahan lokal juga menjadi perhatian. Pelaku usaha didorong menjaga kebersihan dapur, kualitas bahan, kesehatan pekerja, kehalalan, kemasan, informasi harga serta pelayanan.

“Dengan demikian, manfaat gastronomi tidak hanya dirasakan oleh restoran, tetapi juga oleh masyarakat di daerah penghasil pangan,” katanya.

Mahyeldi menegaskan Padang Bajamba dan Taste of Padang Experience 2026 harus meninggalkan dampak ekonomi, bukan sekadar kemeriahan. Festival harus menjadi ruang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk, memperkuat merek dan memperluas pasar. Pemerintah juga diminta memperkuat pendampingan dalam sertifikasi, kemasan, pemasaran digital, keuangan, perizinan dan pembiayaan.

Konsep wisata gastronomi pun harus diperluas. Wisatawan tidak cukup hanya diajak mencicipi makanan, tetapi perlu diperkenalkan dengan pasar tradisional, bahan pangan, proses memasak, sejarah makanan dan nilai budaya. 

“Kota Padang dapat mengembangkan jalur wisata kuliner, kelas memasak, kunjungan pasar, pengalaman bajamba, serta promosi produk oleh-oleh. Dengan demikian, wisatawan dapat tinggal lebih lama dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran Datuak Paduko Malano menegaskan Padang Bajamba memiliki nilai lebih dari sekadar makan bersama. Tradisi tersebut mengajarkan persaudaraan, kesetaraan, gotong royong, musyawarah dan rasa syukur. 

“Di hadapan hidangan yang tersaji, kita semua duduk bersama. Tidak ada sekat jabatan maupun status sosial. Hanya rasa saling menghormati, saling berbagi, dan mempererat silaturahmi,” ujarnya.

Fadly menyebut filosofi “Duduk sama rendah, tegak sama tinggi” menjadi nilai penting dalam membangun Padang. Menurutnya, kota yang maju bukan hanya ditandai pembangunan fisik, tetapi juga kemampuan menjaga budaya, persatuan dan kebersamaan. 

Ia menilai tema “Padang: Road to Gastronomy City” menjadi momentum membawa kekayaan kuliner Minangkabau ke tingkat dunia tanpa kehilangan akar budaya.

Rendang, gulai, lamang sarikayo dan berbagai kuliner tradisional lainnya, kata Fadly, bukan sekadar makanan, tetapi menyimpan sejarah, adat dan kearifan lokal.

“Setiap hidangan memiliki jiwa dan ceritanya sendiri. Inilah kekayaan yang akan kita perkenalkan kepada dunia melalui ikhtiar menjadikan Padang sebagai kota gastronomi dunia,” katanya.

Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara dinilai menjadi peluang memperkenalkan budaya Minangkabau secara langsung kepada masyarakat internasional.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Haji dan Umrah Muhammad Irfan Yusuf, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Denny Abdi, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, pimpinan DPRD, unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, tokoh adat, akademisi, budayawan, pelaku pariwisata, pelaku ekonomi kreatif, pengusaha kuliner, petani, nelayan, pedagang pasar serta pelaku UMKM.  (adpsb/cen)

Ini Penjelasan Fadelan Fitra Mastra soal Pelaksanaan Gerakan "Mata Jeli HJK 357"    
Sabtu, Agustus 08, 2026

On Sabtu, Agustus 08, 2026

Ini Penjelasan Fadelan Fitra Mastra soal Pelaksanaan Gerakan "Mata Jeli HJK 357"
Gerakan "Mata Jeli HJK 357" diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gerakan "Mata Jeli HJK 357" diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat terlibat aktif mengawasi dan menjaga kebersihan lingkungan selama rangkaian perayaan HJK Padang ke-357.

Kegiatan ini menjadi wadah partisipasi publik bagi warga Kota Padang untuk mengamati, mendokumentasikan, dan membagikan kondisi kebersihan di area acara ke media sosial, sekaligus menjadi sarana edukasi untuk membangun budaya peduli lingkungan di tengah kemeriahan acara.

"Melalui gerakan Mata Jeli HJK 357, Pemko Padang mengajak seluruh masyarakat ikut berpartisipasi menjaga kebersihan selama rangkaian Hari Jadi Kota Padang. Kami berharap HJK tahun ini dikenang bukan hanya karena kemeriahannya, tetapi juga karena kebersihan dan kepedulian seluruh warganya," jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Fadelan Fitra Mastra, 6-10 Agustus 2026.

Partisipasi masyarakat terbuka luas tanpa dibatasi usia, profesi, domisili, maupun jumlah pengikut di media sosial. Setiap laporan, kritik, dan masukan yang diunggah akan dijadikan bahan evaluasi langsung oleh DLH Kota Padang guna meningkatkan kualitas pelayanan kebersihan.

Masyarakat berpartisipasi dengan mengunggah foto atau video kondisi kebersihan ke Instagram Feed/Reels, menandai akun @dlh_padang dan @diskominfokotapadang, serta menyertakan tagar #MataJeliHJK357, #PadangRancak, dan #HJK357Padang.

"Kita mengajak seluruh masyarakat ikut meramaikan seluruh rangkaian HJK ke-357 sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan kota. Caranya sederhana: cukup abadikan kondisi kebersihan di lokasi kegiatan melalui foto atau video, lalu unggah ke Instagram Feed atau Reels disertai masukan yang membangun. Semua bisa ikut, tidak dibatasi usia, profesi, maupun jumlah pengikut di media sosial. Sebagai bentuk apresiasi, telah disiapkan hadiah menarik bagi unggahan terbaik," terangnya. 

Sebagai pemicu semangat dan bentuk apresiasi atas kepedulian warga, Pemko Padang menyediakan hadiah menarik bagi pengunggah konten dengan masukan atau penilaian terbaik.

Selain aksi menjaga kebersihan, rangkaian HJK 357 bertajuk "Padang Build Back Better: Road to Gastronomy Charity" ini juga membuka ruang donasi kemanusiaan melalui QRIS Pemko Padang Charity untuk membantu korban bencana.

"Masyarakat dapat membagikan foto atau video kondisi kebersihan di lokasi kegiatan melalui Instagram Feed atau Reels, disertai masukan yang membangun. Penilaian yang jujur dari masyarakat sangat kami harapkan, karena akan menjadi bahan evaluasi DLH untuk terus meningkatkan kualitas layanan," katanya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU

Muharlion Sematkan Penghargaan ke Buya Zulhardi dan David Wewe: Bentuk Apresiasi Pemko Padang    
Sabtu, Agustus 08, 2026

On Sabtu, Agustus 08, 2026

Muharlion Sematkan Penghargaan ke Buya Zulhardi dan David Wewe: Bentuk Apresiasi Pemko Padang
Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menyematkan penghargaan berupa PIN Emas dan piagam ke Buya Zulhardi dan David Wewe. (Foto: Humas/Kolase: BS). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menyematkan penghargaan berupa PIN Emas dan piagam ke dua orang tokoh masyarakat Kota Padang yang dianggap berorestasi di bidangnya masing-masing. 

Penghargaan itu diberikan pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota (HJK) ke-357 tahun, Jumat, 7 Agustus 2926.

Pada kesempatan itu, Muharlion menyematkan PIN Emas dan memberikan piagam ke Zulhardi Z. Latif, S.H., M.M., yang akrab disapa Buya, di bidang Sosial dan Aiptu. Dafit Rico Dermawan atau David Wewe di bidang Kemasyarakatan.

"Ini adalah bentuk apresiasi Pemko Padang kepada warganya yang memiliki kepedulian di segala bidang, dan berprestasi di bidang itu," katanya.

Dikatakan Muharlion, DPRD Kota Padang akan terus mendorong Pemko Padang memberikan apresiasi semacam ini.

"Kita ingin Pemko Padang betul-betul memperhatikan ini, siapa -siapa saja tokoh masyarakat yang layak. Tentu berdasarkan kategori tertentu," cakapnya.

Terkait pencapaian Pemko, Muharlion mengatakan, bahwa selain banyaknya pencapaian positif yang diraih Pemko Padang saat ini, cukup banyak tantangan yang dihadapi oleh Kota Padang. Tantangan itu menjadi agenda bersama.

“Tantangan itu harus menjadi agenda bersama agar dapat terselesaikan dengan baik, untuk mencapai itu perlu kolaborasi, mari kita berkolaborasi untuk pembangunan Kota Padang,” katanya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU

Selaju Sampan Tradisional Peringatan HJK Padang ke-357, Panitia Apresiasi Wako, Wawako dan Kepala OPD    
Sabtu, Agustus 08, 2026

On Sabtu, Agustus 08, 2026

Selaju Sampan Tradisional Peringatan HJK Padang ke-357, Panitia Apresiasi Wako, Wawako dan Kepala OPD
Panitia penyelenggara dan warga Palinggam menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada Pemko Padang, Wali Kota, Wakil Wali Kota, hingga jajaran Kepala OPD atas dukungan penuh dalam penyelenggaraan ajang Selaju Sampan Tradisional. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Panitia penyelenggara dan warga Palinggam menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada Pemko Padang, Wali Kota, Wakil Wali Kota, hingga jajaran Kepala OPD atas dukungan penuh dalam penyelenggaraan ajang Selaju Sampan Tradisional.

Kegiatan Selaju Sampan Tradisional tahun ini dikembangkan menjadi dua kategori perlombaan, yakni Kelompok Umur (KU) Junior 18 Tahun dan Kategori Open Kota Padang.

Babak penyisihan hingga final untuk KU Junior 18 tahun telah berlangsung pada 6–7 Agustus 2026 dan melampaui target peserta, yaitu diikuti oleh 13 tim dari target awal 10 tim.

 "Target kami 10 tim untuk KU Junior 18, ternyata yang mendaftar 13 tim. Dan itulah cikal bakal untuk melestarikan dayung tradisional itu dari anak-anak muda kita. Mudah-mudahan dari KU Junior 18 ini, dayung tradisional Kota Padang ini tetap berjalan, berkembang, dan bertahan untuk kita semua," kata Ketua Panitia Pelaksana, Mega Nanda di Batang Palinggam, Kota Padang, 7 Agustus 2026.

Perlombaan KU Junior 18 Tahun bertujuan untuk membina generasi muda sekaligus melestarikan tradisi olahraga dayung tradisional Minangkabau di Kota Padang.

Para pemenang KU Junior 18 Tahun mendapatkan piala dari Anggota DPRD Kota Padang, Ersmiarti, serta dana pembinaan (tabanas) dengan rincian Juara 1 Rp4.000.000, Juara 2 Rp3.000.000, Juara 3 Rp2.000.000, dan Peringkat 4 Rp1.000.000.

Hasil final KU Junior 18 Tahun: Juara 1 diraih oleh Putra PDP Faliha Junior, Juara 2 Redis Junior, Juara 3 PDP Faliha Junior, dan Juara 4 Redis Junior.

"Selamat Ulang Tahun Kota Padang yang ke-357. Mari bersama kita bangun Kota Padang, mari bersama kita melangkah untuk kemajuan Kota Padang. Ketika kita berada di Kota Padang atau berada di bumi Minangkabau, kita tetap memegang teguh namanya adat, budaya, serta agama," tegasnya. 

Koordinasi dan sinergi antarinstansi dinilai semakin intens dan matang, ditandai dengan rutinnya para kepala dinas meninjau lokasi pertandingan untuk memastikan kelancaran acara serta mengakomodasi kebutuhan panitia di lapangan.

Perlombaan Selaju Sampan masih akan berlanjut hingga 8–9 Agustus 2026, dan masyarakat diimbau untuk hadir serta meramaikan helat tahunan ini.

"Kepada warga Kota Padang, Insya Allah pertandingan kita masih ada 8-9 Agustus. Sesuai dengan kebiasaan tradisional: tamba ka ujuang tamba ramai, tamba ka ujuang tamba sangik. Mari hadiri, saksikan, serta ramaikan Selaju Sampan Tradisional dalam rangka HJK Kota Padang ke-357," tuturnya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU

Diserahkan Mastilizal Aye, Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Navies Terima Penghargaan PIN Emas pada HJK Padang ke-357    
Sabtu, Agustus 08, 2026

On Sabtu, Agustus 08, 2026

Diserahkan Mastilizal Aye, Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Navies Terima Penghargaan PIN Emas pada HJK Padang ke-357
Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastlizal Aye menyerahkan pengargaan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat, Widya Navies, dalam rangka Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Jumat, 7 Agustus 2026. (Foto: Humas). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastlizal Aye menyerahkan pengargaan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat, Widya Navies, dalam rangka Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Jumat, 7 Agustus 2026.

Penghargaan tersebut berupa PIN Emas dan Piagam Penghargaan di bidang Komunikasi dan Teknologi Informasi. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kota Padang atas dedikasi dan kontribusi Widya Navies dalam mendukung kemajuan komunikasi publik, penyebarluasan informasi yang berkualitas, serta penguatan ekosistem pers di Kota Padang dan Sumatera Barat.

Prosesi penyerahan penghargaan berlangsung dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang dalam rangka Hari Jadi Kota Padang ke-357 yang digelar di Gedung DPRD Kota Padang, Jumat (7/8/2026) pagi.

"Ini adalah bentuk apresiasi Pemko Padang. Dan kami sebagai pimpinan DPRD mewakili Wali Kota Padang menyerahkan penghargaan ini," kata Mastilizal Aye yang akrab disapa Aye semasa di SMA 5 Padang ini. Kini mantan Sopor Angkat di Kota Padang itu jadi pengusaha dan politisi Partai Gerindra. 

Pemberian penghargaan tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357 yang berlangsung pada 6 hingga 10 Agustus 2026, sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh, lembaga, dan insan yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Padang di berbagai bidang.

Seusai menerima penghargaan, Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Navies, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang atas penghargaan yang diberikan. 

Ia menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat, sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial sesuai dengan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Menurutnya, sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan media massa merupakan salah satu kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.

Widya Navies berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi insan pers untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga independensi, serta menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.

Pemerintah Kota Padang memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh, instansi, organisasi, pelaku usaha, serta elemen masyarakat yang dinilai berkontribusi dalam mendukung pembangunan dan kemajuan Kota Padang di berbagai bidang.

Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, inovasi, dan pengabdian para penerima dalam mendorong kemajuan daerah serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Penghargaan yang diterima Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Navies, dinilai menjadi pengakuan atas kiprah insan pers dalam memperkuat komunikasi publik, menyebarluaskan informasi pembangunan secara objektif, serta mendorong terciptanya ruang informasi yang sehat, edukatif, dan bertanggung jawab.

Atas penghargaan tersebut, diharapkan insan pers terus menjaga profesionalisme, independensi, serta berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan Kota Padang.(*)

Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU

Di Hari Ulang Tahun Kota Padang, Wawako Maigus Nasir Besuk Warga Sakit    
Sabtu, Agustus 08, 2026

On Sabtu, Agustus 08, 2026

Di Hari Ulang Tahun Kota Padang, Wawako Maigus Nasir Besuk Warga Sakit
Tepat di Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir membesuk warganya yang sedang terbaring sakit. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Tepat di Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir membesuk warganya yang sedang terbaring sakit. Wanita sebatang kara, Djamai Ani (81 tahun), tinggal di rumah berdinding dan beratap seng dan mengalami sakit sejak lama.

Djamai Ani yang ditinggal mati suami, menderita sakit hipertensi dan pengeroposan tulang pada kaki. Sejak beberapa tahun belakangan, Djamai hanya tidur berbaring di kasur. Beruntung tetangga sebelah rumah bermurah hati membantu mengurus Djamai selama ini.

Kedatangan Wawako membuat Djamai Ani terobat hatinya. Baru kali ini dikunjungi orang nomor dua di Kota Padang. Sebaliknya, Wawako Maigus Nasir merasa sedih melihat kondisi Djamai Ani. Sambil meneteskan air mata, Maigus Nasir membujuk Djamai Ani untuk pindah dari rumahnya. 

Wawako Maigus Nasir mengaku bahwa pihaknya akan mencarikan tempat yang layak bagi Djamai Ani. Direncanakan, Djamai Ani dibawa ke panti. Atau merenovasi rumahnya agar lebih layak ditempati.

“Karena sudah dianggap orangtua, kami juga menawarkan untuk tinggal di rumah dinas,” ujarnya, Jumat, 7 Agustus 2026, di Jalan Veteran Nomor 6 A, Padang. 

Namun karena Djamai Ani sudah berusia 80 tahun lebih, tentunya sudah menjadi karakter orangtua yang merasa berat untuk meninggalkan rumah. Maigus Nasir akhirnya memberikan solusi, rumah Djamai Ani akan dibedah oleh Baznas Kota Padang.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Baznas yang membedah rumah agar layak ditempati, Baznas juga menyiapkan kursi roda selama rumah diperbaiki,” katanya. 

Tidak itu saja. Djamai Ani nantinya akan mendapat perawatan intensif dari Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Padang Pasir. Program Dokter Warga yang selama ini berjalan di Kota Padang, akan singgah ke rumah Djamai Ani. Wanita tua itu akan dikunjungi dokter setiap hari untuk memeriksa kesehatannya secara intensif.

“Dinas Sosial juga akan membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari,” cakapnya. 

Maigus Nasir mengakui, kedatangannya ke rumah warga yang sedang sakit merupakan bentuk kepedulian Pemko Padang terhadap warganya. Apalagi bertepatan dengan HJK Padang ke-357.

“Kami ingin setiap orang tua hidup nyaman dan layak,” katanya. 

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr Srikurnia Yati mengungkapkan, Djamai Ani sudah tiga kali dikunjungi oleh tenaga kesehatan. Namun, wanita tua berkacamata tebal itu sulit untuk dibujuk dibawa ke rumah sakit agar mendapat perawatan intensif. Djamai Ani enggan untuk meninggalkan rumah barang sebentar.

“Ini sudah ketiga kalinya kita bujuk (dibawa ke rumah sakit), tetapi tetap tidak berhasil,” jelasnya. 

Diakui Kadiskes, rumah yang ditempati Djamai Ani sudah tidak layak. Atap dan dinding bocor. Banyak tumpukan barang dan rumah tidak dibersihkan. Dari segi kesehatan tidak sesuai standar kesehatan.

“Sanitasi pada rumah juga tidak layak, beruntung Baznas memberi bantuan untuk bedah rumah sekaligus membangun MCK yang layak di rumah ini,” katanya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU

Pemanfaatan Dana TKD di Dinas BMCKTR Sumbar untuk 18 Program Strategis Berjalan Sesuai Rencana    
Sabtu, Agustus 08, 2026

On Sabtu, Agustus 08, 2026

Pemanfaatan Dana TKD di Dinas BMCKTR Sumbar untuk 18 Program Strategis Berjalan Sesuai Rencana
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus mempercepat pelaksanaan pembangunan infrastruktur melalui pemanfaatan tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat. (Foto: Adpsb). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus mempercepat pelaksanaan pembangunan infrastruktur melalui pemanfaatan tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat. Dari total tambahan alokasi TKD sebesar Rp534,98 miliar yang diterima Pemprov Sumbar, sebanyak Rp258,45 miliar dialokasikan melalui Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) untuk membiayai 18 program strategis yang tersebar di berbagai daerah di Sumbar.

Kepala Dinas BMCKTR Provinsi Sumbar, Armizoprades mengatakan sebagian besar kegiatan yang dibiayai melalui tambahan TKD tersebut telah mulai dilaksanakan. Hingga 31 Juli 2026, realisasi keuangan tercatat mencapai Rp20.843.681.720 atau 8,06 persen, sementara realisasi fisik telah mencapai 20,53 persen.

“Sebagian besar kegiatan tersebut sudah mulai berjalan. Per 31 Juli kemarin, realisasi keuangannya telah mencapai 8,06 persen dan realisasi fisiknya sebesar 20,53 persen,” ujar Armizoprades di Padang, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, alokasi dana tersebut diprioritaskan untuk mendukung berbagai kebutuhan pembangunan infrastruktur dasar yang berdampak langsung terhadap masyarakat. Program yang dibiayai meliputi peningkatan sistem penyediaan air minum, pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Payakumbuh, pembangunan sistem drainase perkotaan, rehabilitasi dan rekonstruksi jalan provinsi, pembangunan serta penggantian jembatan, pemeliharaan rutin jalan, pengadaan Jembatan Bailey, hingga penguatan tata ruang dan pengawasan penyelenggaraan infrastruktur.

Dari keseluruhan alokasi, porsi terbesar digunakan untuk rehabilitasi jalan provinsi sebesar Rp104,39 miliar, rekonstruksi jalan provinsi Rp49,03 miliar, penggantian jembatan Rp28,68 miliar, pembangunan jembatan Rp26,73 miliar, pengadaan Jembatan Bailey Rp14,20 miliar, serta pemeliharaan rutin jalan provinsi sebesar Rp15,85 miliar.

Armizoprades menjelaskan bahwa progres pelaksanaan kegiatan secara umum berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Persentase realisasi yang masih berada pada kisaran 20 persen bukan disebabkan keterlambatan pekerjaan, melainkan karena sebagian besar kegiatan masih berada pada tahapan administrasi, pengadaan, maupun pelaksanaan teknis yang mesti dilalui sesuai ketentuan yang berlaku.

“Secara umum progresnya cukup baik. Persentase realisasi fisik yang masih sekitar 20 persen bukan berarti pekerjaan terlambat, tetapi karena setiap kegiatan harus melalui tahapan teknis yang menjadi bagian dari proses pelaksanaan. Kami optimistis, seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target pada Desember 2026,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa selama pelaksanaan pekerjaan di lapangan, sejumlah ruas jalan maupun lokasi proyek berpotensi menimbulkan gangguan terhadap kelancaran mobilitas masyarakat. Karena itu, pihaknya memohon pengertian sekaligus dukungan dari seluruh masyarakat agar proses pembangunan dapat berjalan dengan lancar.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama proses pekerjaan berlangsung terdapat gangguan terhadap kenyamanan maupun kelancaran lalu lintas. Hal tersebut merupakan konsekuensi dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur yang manfaatnya akan dirasakan bersama,” katanya (adpsb/bud)