![]() |
| Pasangan yang diamankan tim razia gabungan di beberapa kafe. |
Dikatakannya, koordinasi tersebut dilakukan dalam rangka memantapkan rencana operasi pemberantasan penyakit masyarakat, sehingga dalam pelaksanaan di lapangan tidak terjadi tumpang tindih dan hambatan. Satpol PP Kota Padang juga melibatkan aparat terkait dalam pemberantasan penyakit masyarakat, terutama dalam razia gabungan.
"Kita juga melakukan razia gabungan dengan melibatkan anggota Denpom, BNN, dan Polri. Dalam setiap razia gabungan yang kita lakukan, juga melibatkan wartawan," ujarnya.
Buktinya saja, ungkap Amrizal Rengganis lagi, razia gabungan yang dilakukan Kamis kemaren (18/9) ke beberapa kafe di Kota Padang. Razia tersebut melibatkan anggota Denpom, BNN, Satpol PP, dan Polri. Dalam razia tersebut, tim gabungan mengamankan beberapa pria dan wanita yang dicurigai terindikasi narkoba dan pengunjung kafe yang tidak memiliki identitas lengkap.
![]() |
| Satpol PP selalu koordinasi dengan Denpom dan Polri. |
Bahkan, ungkap Amrizal Rengganis lagi, razia gabungan tersebut juga mengamankan pengunjung kafe yang berstatus siswi SMP yang masih berumur 10 tahun satu orang dan satu orang lagi mahasiswi perguruan tinggi. Secara keseluruhan, dalam razia tersebut diamankan 10 pasang orang yang dicurigai.
Dijelaskan Amrizal Rengganis, bagi oknum aparat yang diamankan, maka diproses di Denpom, sedangkan masyarakat umum di proses di Satpol PP. 1 siswi SMP, 1 Mahasiswi, 1 PNS kantor Gubernur dan 1 PNS Pasaman diproses di Satpol PP. Kesemuanya diproses dan diperiksa sampai pagi, untuk selanjutnya dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP)-nya.
"Siswi SMP tersebut kita panggil orang tuanya. Untuk membuktikan bahwa itu benar orang tuanya, pihak keluarga kita minta menunjukan Kartu Keluarga (KK). Sehingga tidak ada yang mengaku-ngaku orang tua dan keluarganya. Demikian juga mahasiswi tadi, mereka kita BAP dan diminta membuat surat pernyataan," ujarnya.
Usai merazia beberapa kafe dan tempat hiburan malam, Satpol PP Kota Padang menerima kunjungan Wadenpom 1/4 Padang, Mayor P Tanjung. Kedatangan Wadenpom dalam rangka melihat proses penangkapan bagi pengunjung cafe yang tidak memiliki identitas lengkap. Kedatangan Wadenpom disambut ole Kasi Trantib Amrizal Rengganis dan Kasi Ops Fajar Sukma. (by)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »

