PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

Jangan Terjebak Simbol Neng!

"Tidaklah seseorang menuduh orang lain dengan kata fasiq, dan menuduhnya dengan kata kafir, kecuali tuduhan itu akan kembali kepada si penuduh jika orang yang tertuduh tidak seperti yang dituduhkan." (HR Bukhari).

Jangan Terjebak Simbol Neng!
JANGAN terjebak simbol neng. Dulu, pemberontak khalifah Ali menusuk al Quran dengan tombak, lantas diacungkan ke atas. Sebagian pasukan Imam Ali dari kelompok Khawarij merasa ragu dan meminta Imam Ali memenuhi permintaan damai pemberontak yang terdesak.

Apa yang terjadi, al Quran ditusuk tombak itu hanya tipu muslihat untuk menggoyahkan pendirian pasukan pemerintah yang sah, khalifah yang sah. Ini terbukti, kaum Khawarij yang sebagian besar penghafal Al Quran itu terkecoh. Dan ini kemenangan bagi musuh pemerintah waktu itu.

Lucunya, yang mendesak Imam Ali mau berdamai dengan pemberontak, yaitu kaum khawarij malah mereka pula yang tak setuju dengan hasil tahkim itu.

Bermufakat pula kaum khawarij ini. Mereka sepakat akan membunuh Imam Ali dan Muawiyah yang mereka anggap sudah keluar dari hukum Allah.

Mereka berhasil menebas leher Imam Ali di saat Imam Ali sedang salat subuh. Namun gagal membunuh Muawiyah.

Dan saat ini, kaum Khawarij itulah yang menjelma menjadi kaum radikal dan menggunakan simbol-simbol suci, termasuk bendera nabi untuk mengelabui umat ini agar mengikuti keyakinan mereka.

Mereka selalu berkata, "Barangsiapa tidak berhukum dengan hukum Allah, maka dia maka dia fasik, maka dia munafik, maka dia kafir. "

Ayat itu terus mereka ulang-ulang untuk mendokrin umat agar ikut paham dan pendirian mereka.

Saat ini, Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi lagi giat-giatnya memerangi kaum radikal. Itu bukan berarti memerangi Islam. Cuma kebetulan kaum radikal itu mengaku beragama Islam.

Mereka menggunakan simbol-simbol Islam untuk menutupi niat jahatnya untuk memerangi pemerintahan yang mereka sebut sebagai thogut, pemerintahan yang demokratis yang mereka labeli sistem kafir. 

Mereka selalu menyerukan tegaknya sistem khalifah yang mereka yakini. Untuk meraih empati umat, mereka gunakan bendera Rasulullah saw. 

ISIS juga melakukan hal yang sama, menegakkan khalifah dengan menggunakan simbol bendera Rasulullah saw, tapi haus darah. Tak hanya membunuh non muslim yang memerangi mereka, tetapi juga membunuh muslim yang tak sepaham dengan ajaran mereka.

Soal kekejaman ISIS ini, apakah neng masih ragu? Terang benderang fakta mereka menyembelih sesama manusia bak menyembelih ayam. Duh ngeri neng.

Untuk itu, sekali lagi ane ingatkan, jangan pernah terjebak simbol. Tapi pelajarilah esensi ajaran dan paham mereka. Jangan mudah mengatakan sesama muslim fasik, munafik, dan kafir, apalagi dia seorang pemimpin.

Dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu, beliau mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

"Tidaklah seseorang menuduh orang lain dengan kata fasiq, dan menuduhnya dengan kata kafir, kecuali tuduhan itu akan kembali kepada si penuduh jika orang yang tertuduh tidak seperti yang dituduhkan." (HR Bukhari).

Ditulis Oleh:
Zamri Yahya, SHI
Wakil Ketua PK KNPI Kuranji

Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *