PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

Andre Dilirik PKS, Esa Ditemui Adib, Akankah ASA: Andre-Mahesa Berubah Menjadi Adib-Mahesa?

Haji Maidestal Hari Mahesa dan Adib Alfikri terlihat akrab dan ceria saat bertemu usai melaksanakan salat berjamaah di mushalla DPRD Kota Padang.

Andre Dilirik PKS, Esa Ditemui Adip, Akankah ASA: Andre-Mahesa Berubah Menjadi Adib-Mahesa?
BENTENGSUMBAR. COM - Publik Kota Padang menjadi heboh dengan pemberitaan diliriknya Andre Rosiade oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mendampingi Mahyeldi Ansharullah pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. Pasalnya, Andre Rosiade selama ini diketahui acap kali menyerang Mahyeldi dan kebijakan yang diambil oleh Wali Kota Padang tersebut. 

Lantas bagaimana tanggapan Haji Maidestal Hari Mahesa atau yang akrab disapa Esa, bakal calon Wakil Wali Kota Padang yang digadang-gadang bakal berpasangan dengan Andre Rosiade? Pasangan ASA, Andre Rosiade dan Maidestal Hari Mahesa ini sudah dideklarasikan pada tanggal 21 Agustus 2017. Akankah bubar?

"Ya, politik itu kan dinamis. Semua ada kemungkinan saja. Andre-Mahesa atau yang sekarang ini viral dengan singkatan jadi ASA (harapan) itu sampai sekarang masih ada kok," ungkapnya ketika diminta komentarnya oleh media ini, Jum'at, 13 Oktober 2017.

Bahkan, Esa lagi, Andre Rosiade menyampaikan kepada dirinya setelah keluar pernyataan Andre di media terkait dukungan kepada Afrizal untuk maju di Pilkada Kota Padang, bahwa Andre Rosiade tetap seiring sejalan dengan ASA. Menurut Esa, dukungan Andre Rosiade ke Afrizal adalah lumrah dan itu urusan internal di Partai Gerindra.

"Andre menyampaikan ke saya dan pernyataan beliau di media bahwa kita tetap berkomitmen seiring sejalan bersama ASA. Soal sahabat kami Andre nyatakan dukungan kepada Ketua Gerindra Kota Padang Afrizal itu adalah hal yang lumrah, dan itu urusan internal partai mereka, saya tidak mau campurilah. Kalau tidak salah juga sebelumnya Pak Nasrul Abit selaku Ketua DPD Gerindra Sumbar juga malahan berikan dukungan penuh ke Andre Rosiade," terang Esa.

Esa berkali-kali menegaskan kalau politik itu dinamis. Saat nama Andre Rosiade besar melalui ASA dan kemudian dilirik PKS, Esa sendiri mengaku ditemui oleh Adib Alfikri. 

"Nah, ketika Andre Rosiade besar namanya dengan ASA terus dilirik oleh PKS, dan sekarang saya malah ditemui oleh kanda Aldib Alfikri. Itu sah saja dan membuktikan bahwa politik itu dinamis dan indah. Indah nya? Karena silaturrahim tetap kita jaga," tambahnya.

Selaku anak muda yang selama ini hidupnya ditempa di dunia usaha dan politk, Esa menegaskan, anak muda itu harus punya sifat optimis, gigih, jujur, berkomitmen, tegas, bijaksana, dan tanggap dalam segela kondisi. Anak muda tak boleh lembek dan cemen. 

"Dan juga jika dilihat, kita ini kan anak muda yang sudah hidup dalam dunia usaha dan politik. Anak muda itu harus punya sifat optimis, gigih, jujur, berkomitmen, tegas, bijaksana dan tanggap dalam apapun itu bentuk suasana. Jangan lembek dan cemen," tukuknya.

Dikatakannya, walau waktu pelaksanaan pilkada sudah semakin singkat, akan tetapi perjalanan masih panjang. Apatah lagi, Adib Alfikri, kata Esa, juga sudah mendaftar di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) secara resmi. 

"Walaupun waktu sudah semakin singkat, akan tetapi kan perjalanan masih panjang. Adib ini kan juga sudah mendaftar di PPP secara resmi dan Insha Allah kita dalam waktu dekat akan lakukan Rapimcab. Memantau juga nanti hasilnya setelah Rapimcab. Selain Adib, juga ada keberapa nama lainya, seperti Pak Emzami dan Desri," ulasnya.

Esa mengaku masih melihat perkembangan politik di Kota Padang. Ia pun memohon doa dan dukungan kepada warga kota, agar nanti PPP memutuskan calon yang akan diusung dan partai koalisinya yang tepat untuk umat dan Kota Padang. 

"Semua masih kita lihat perkembangannya ya. Mohon doa dan dukungannya agar nanti PPP memutuskan calon yang akan diusung dan partai koalisinya yang tepat untuk umat dan Kota Padang," ucapnya mengakhiri. 

(by)

Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *