PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

Hadiri Hari Jadi Kabupaten Mentawai ke-18, Wagub Harapkan Pemkab Percepat Pembangunan Infrastruktur

Wagub Nasrul Abit berjabatan tangan dengan Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet pada kegiatan peringatan hari jadi Kabupaten Mentawai ke-18.

Hadiri Hari Jadi Kabupaten Mentawai ke-18, Wagub Harapkan Pemkab Percepat Pembangunan Infrastruktur
BENTENGSUMBAR.COM - Wakil Gubernur Nasrul Abit menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Pemkab Mentawai dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Mentawai ke 18. 

Dalam sambutannya Wagub Nasrul Abit menyampaikan,  memaknai peringatan hari jadi mentawai ke 18 tahun perlu kearifan untuk melakukan koreksi dan evaluasi atas segala pencapaian pada masa lalu,  sekaligus bersyukur atas apa yang telah diraih selama ini.  

"Memang benar selama ini kita telah bekerja keras, juga telah berhasil dan kemajuan yang tidak sedikit, namun tidak sedikit pula persoalan-persoalan krusial mesti arif dan bijaksana mengakui bahwa masih banyak persoalan dan tantangan yang belum sepenuhnya dapat diselesaikan," ujarnya.

Wagub Nasrul Abit juga mengungkapkan,  data indeks Pembangunan Manusia (IPM)  dan tingkat kemiskinan tahun 2016 dalam 2 tahun terakhit nilai rata-rata mengalami peningkatan sebesar 1,08 poin yaitu dari 56,33 ini merupakan jumlah peningakatan yang cukup besar,  akan tetapi jika dibandingkan IPM dengap kabupaten kota di Sumbar,  kabupaten mentawai berada pada urutan ke 19. 

Nilai 57,41 nilai ini lebih rendah jika dibandingkan dengan rata rata IPM Sumatera Barat 69,98.  Selanjutnya dari tingkat kemiskinan kabupaten kepulauan Mentawai 15,52 persen lebih tinggi dibandingan provinsi Sumbar 7,09 dan jauh pula lebih tinggi dibandingkan rata rata nasional 10,86 pada kondisi maret  2016. 

"Hal ini terjadi karena masih banyak desa-desa yang masih terisolir karena itu kita mendorong pemkab Kepulauan Mentawai mempercepat pembanguan infrastruktur baik jalan dan jembatan serta meningkatkan sarana dan prasarana pendukung sektor pariwisata," himbaunya. 

Wagub Nasrul Abit juga menyampaikan, pada saat rapat pembahasan percepatan pembangunan dengan beberapa kementerian termasuk Kementrian Kominfo RI, yg telah menetapkan pembangunan 28 Tower komunikasi untuk daerah Blank Spot di Mentawai agar bisa berkomunikasi dan bisa diakses oleh berbagai belahan dunia, serta dengan meningkatnya sarana komunikasi masyarakat Mentawai akan terbangun bangkit memacu diri mengejar ketertinggalan yang ada.  

"Untuk kita amat berharap seluruh komponen masyarakat mentawai agar bersatu padu,  dalam melaksanakan pembangunan di daerah ini termasuk dukungan penyediaan lahan (tanah) pembangunan tower, dan jalan Trans Mentawai. Selamat Hari Jadi Mentawai ke 18 tahun,  semoga Mentawai segera keluar dari daerah tertinggal,"  ucap Nasrul Abit.  

Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet dalam kesempatan itu menyampaikan, setelah 18 tahun berlalu ini baru pertama kali Hari jadi Mentawai diperingati dalam satu acara Rapat Paripurna Istimewa DPRD di lapangang halaman kantor Bupati Mentawai yang dihadiri hampir seluruh elemen masyarakat Mentawai, Tokoh DPR RI, Wakil Gubernur, Bupati Dhamasraya utuasan Bupati/Walikota se Sumbar serta pejabat SOPD dilingkungan Pemkab Kepulauan Mentawai.

Hari jadi Kabupaten Kepulauan Mentawai berdasarkan UU No. 49 Tahun 1999, tentang daerah otonom baru Kabupaten Kepulauan Mentawai.  Perjuangan Kepulauan Mentawai menjadi daerah otonomi merupakan perjuangan panjang masyarakat mentawai di mulai dari IPPMEN ( Ikatan pemuda Pelajar Mentawai) se Sumbar sebagai gerakan pendidikan anak Mentawai untuk melanjutkan ke pendidikan guru (SPG). 

Rasa cinta memiliki kabupaten Mentawai hendaknya terpatri dan tercermin pada sikap dan terwujud dalam prilaku sehari-hari. Rasa cinta ini mesti terimplementasi dalam kerja keras, kerja cepat dan kerja cerdas sesuai dengan potensi dan profesi kita masing-masing, sehingga menjadi spirit kuat untuk menjadikan " Mentawai bangkit dan Bersinar ". 

"Kebijakan pembangunan sejak tahun 2012 - 2017 telah membuat peningkatan pertumbuhan ekonomi yakni 5,01 persen dengan menempatkan sektor pariwisata, perdagangan, hotel dan restoran sebagai basis ekonomi dan unggulan daerah. Hal ini juga ditandai dengan peningkatan per kapita masyarakat dari 27,75 juta pertahun, tahun 2011 menjadi 42,79 juta pertahun pada tahun 2016," ujarnya.

(zardi)

Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *