PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

Wahyu Iramana Putra: Pemuda Harus Menjadi Pemersatu Bangsa

Sumbar
Haji Wahyu Iramana Putra bersama pengurus Forum Wartawan Parlemen (FWP) DPRD Kota Padang.

Wahyu Iramana Putra: Pemuda Harus Menjadi Pemersatu Bangsa
BENTENGSUMBAR. COM - Sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Haji Wahyu Iramana Putra mengingatkan agar generasi muda negeri ini, terutama generasi muda Kota Padang untuk menjadi pemersatu bangsa. Pasalnya, saat ini banyak sekali anasir-anasir pemecah belah bangsa tersebut.

"Tentu kita sangat prihatin melihat kondisi bangsa kita saat ini. Dengan mudahnya diadu domba oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa ini," ungkapnya kepada BentengSumbar.com melalui sambungan selular, Jumat, 27 Oktober 2017.

Padahal, saat para pemuda Indonesia dari berbagai pelosok Nusantara mencetuskan Sumpah Pemuda, kemajuan teknologi dan informasi tidak sepesat hari ini. Tapi mereka mampu berkumpul dan berkomunikasi dalam merumuskan Sumpah Pemuda sebagai perekat bangsa ini.

"Harusnya pemuda sekarang memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk kemajuan bangsa ini. Jangan mudah menyebar informasi hoax yang menyesatkan. Apalagi terhadap kelompok lain yang berbeda akidah atau keyakinan dengan mereka," pungkasnya.

Wahyu mencontohkan, di Ambon, rasa persaudaraan berbeda agama itu justru terajut. Orang Islam yang akan membangun masjid, justru yang mengerjakan semuanya orang kristen. Sebaliknya, orang kristen yang membangun gereja, yang mengerjakan adalah umat Islam.

"Saat ini saya di Ambon, Maluku. Saya melihat kerukunan antara umat Islam dan kristen terjalin dengan baik. Jika ada yang membangun masjid, maka yang mengerjakan semuanya orang kristen, tak boleh orang Islam. Begitu juga sebaliknya, jika ada orang kristen bangun gereja, yang mengerjakan umat Islam, tak boleh orang kristen," terangnya.

Wahyu menegaskan, Indonesia adalah negara Pancasila. Semua agama dan suku yang beragam itu diikat dengan idiologi Pancasila. Jadi, kalau ada pihak-pihak yang ingin mengganti Pancasila, harus dilawan.

"Ini peran generasi muda, merawat kebhinekaan itu dan menjaga Pancasila sebagai idiologi bangsa. Jangan sampai Pancasila diganti oleh paham-paham yang bertentangan dengannya," ulasnya.

Ia juga berpesan kepada generasi muda Kota Padang untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) mereka dalam menghadapi perkembangan zaman. Apalagi perdagangan bebas ASEAN sudah dimulai.

"Jangan hanya menguasai bahasa Minang dan bahasa Indonesia, tapi juga harus menguasai bahasa asing. Persiapkan SDM kita dalam menghadapi kemajuan zaman, Apalagi perdagangan bebas ASEAN sudah dimulai," cakap Ketua DPD Partai Golkar Kota Padang ini.

(by)

Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *