PADANG

SUMBAR

Iklan Bapenda

Kantor Gubernur Sumut Dilempari Batu, Ini Respons Edy

          Kantor Gubernur Sumut Dilempari Batu, Ini Respons Edy
Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi.
Kantor Gubernur Sumut Dilempari Batu, Ini Respons Edy
BENTENGSUMBAR. COM - Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut) di Jl Diponegoro Medan, dilempari batu oleh massa yang melakukan aksi demonstrasi terkait masalah tanah di Sari Rejo kawasan Polonia Medan, Selasa, 15 Januari 2019. Pelemparan oleh pihak tak bertanggung jawab ini mengakibatkan kaca pos penjagaan dan empat unit mobil mengalami kerusakan.

Adapun jenis mobil yang mengalami kerusakan akibat ulah sekelompok massa itu antara lain, mobil minibus Honda Sienta warna putih bernopol BK 1394 DQ (kerusakan pada bodi) dan mobil Mitsubishi Pajero Sport warna merah dengan nopol BK 1604 QA, mengalami pecah kaca. Pelemparan ini karena massa merasa kesal.

"Massa yang berdemo itu telanjur emosi dengan persoalan yang dialami, apalagi belum juga selesai sampai saat ini. Mereka mungkin menganggap bahwa pihak gubernuran tidak pernah mengurusi. Wajar mereka beranggapan demikian," ujar Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menanggapi kasus pelemparan batu tersebut.

Edy yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI ini mengatakan, pihaknya belum mengetahui pelaku pelemparan batu itu. Edy juga belum mempertimbangkan langkah hukum yang ditempuh menyusul kejadian pelemparan batu oleh sekelompok massa pendemo. Namun, dia berjanji untuk mencari solusi atas persoalan warga.

"Jika rakyat yang sudah emosi pantas enggak untuk kalian melaporkan itu? Sebab, yang perlu untuk rakyat ini adalah solusinya apa, bukan dilaporkan. Saya akan ngomong ke pusat ini harus segera dicari solusinya. Masalah ini merupakan kewenangan dari pusat. Untuk kerusakan akibat pelemparan, gubernur akan segera menggantinya" katanya. 

Menurutnya, persoalan tanah di Sari Rejo kawasan Polonia, sudah berlangsung sangat lama. Masyarakat menuntut sertifikasi sebagai dasar alas hak kepemilikan lahan.

Tanah yang sudah lama ditempati tempat oleh warga itu tak kunjung disertifikasi oleh Badan Pertahanan Nasional (BPN). Bahkan, konflik ini sampai menimbulkan bentrokan dengan pihak aparat.

"Jadi, mau dilempar seribu kali pun, gubernur tak punya wewenang di situ. Saya paham persoalan masyarakat Sari Rejo ini, kan saya juga orang sana," ungkapnya.

Meski demikian, Edy mengklaim akan membantu persoalan tanah warga Sari Rejo itu ke pemerintah pusat. "Nanti kami pelajari duli persoalannya dan harus dicarikan solusinya. Jadi ini harus dilihat pada konteksnya," ujar Edy. 

Seperti yang diketahui, ribuan massa yang mengatasnamakan warga Sari Rejo Polonia Medan, sebelumnya melakukan aksi demo ke Kantor Badan Pertanahan Nasional Jl Brigjen Katamso Medan.

Setelah menyampaikan aspirasi, massa yang berdemo dan dikawal aparat kepolisian itu, melanjutkan aksi ke Gedung DPRD Sumut. Massa melempari kantor gubernur saat melintas.

(Source: BeritaSatu.com)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *