PADANG

SUMBAR

Iklan 728x90px

GPK Minta Novel Baswedan Dicopot Sebagai Penyidik KPK, Ada Apa?

          GPK Minta Novel Baswedan Dicopot Sebagai Penyidik KPK, Ada Apa?
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.
GPK Minta Novel Baswedan Dicopot Sebagai Penyidik KPK, Ada Apa?
BENTENGSUMBAR.COM - Ketua Gerakan Pemerhati Kepolisian (GPK), Abdullah Kelrey menilai bahwa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan harus segera dicopot. Pasalnya, berdasarkan informasi yang beredar, Novel merupakan ‘agen’ pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02, Prabowo-Sandi untuk menyerang kubu penguasa.

Kelrey pun mencontohkan beberapa Politikus Gerindra yang menyebut Novel bagian dari mereka. Menurutnya, para petinggi partai berlambang kepala burung garuda itu pun membenarkan jika Novel Baswedan merupakan bagian dari Gerindra.

“Seperti Arief Poyuono (Waketum Gerindra), Andre Rosiade (Wasekjen Gerindra) dan Fadli Zon (Waketum Gerindra) yang mengkonfirmasi hal itu,” kata Kelrey di Jakarta, Senin, 1 April 2019.

“Novel saja yang dicopot. Kalau anggota yang biasa cukup ditanyakan ‘apakah kalian komitmen terhadap UUD atau kelompok kalian’. Jangan semua, karena hanya Novel yang diduga tak netral dalam penanganan perkara,” tambah Kelrey.

Hal inilah, lanjut Kelrey, yang membuat KPK seperti tak netral. ”Ini terlihat dari kasus korupsi yang diungkap seperti terlihat yang dijerat politisi pro Jokowi-Ma’ruf. Diantaranya Ketua Umum PPP Romahurmuzy dan terakhir poltikus Golkar Bowo Sidik Pangarso,” ungkap Kelrey.

Kelrey menambahkan, pernyataan Prabowo bahwa akan menjanjikan Novel sebagai Jaksa Agung hanya janji manis semata. Menurutnya, hal itu hanyalah untuk menarik suara di Pilpres yang akan berlangsung pada 17 April 2019 mendatang. “Saya yakin ini politis saja untuk meraup suara dengan menjanjikan Novel sebagai Jaksa Agung,” jelas Kelrey.

Terkait pernyataan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane yang menyebut jika Novel Baswedan sebagai ‘orang’ Partai Gerindra di lembaga anti rasuah, Kelrey mengkritiknya. “Ucapan Neta hanya memperkeruh suasana,” tegasnya.

Adapun isu Novel sebagai ‘orang’ Gerindra muncul setelah Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade memberi bocoran kepada wartawan bahwa jika Prabowo menang di Pilpres 2019, Novel Baswedan atau Bambang Widjojanto akan menjadi Jaksa Agung.

(Source: indeksnews.com)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *