PADANG

SUMBAR

Iklan Bapenda

Polisi Sudah Periksa 45 Saksi di Kasus Dana Kemah

          Polisi Sudah Periksa 45 Saksi di Kasus Dana Kemah
Foto: Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono.
Polisi Sudah Periksa 45 Saksi di Kasus Dana Kemah
BENTENGSUMBAR.COM - Penyidik Subdit Tipikor Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya masih menyelidiki kasus dugaan korupsi dana Apel dan Kemah Pemuda Islam 2017 setelah sebelumnya sudah menetapkan satu tersangka dalam kasus itu. Sebanyak 45 orang saksi-saksi termasuk saksi ahli sudah diperiksa oleh penyidik.

"Kan sudah ada 45 saksi kita lakukan pemeriksaan, itu juga ada saksi, ada ahli sudah kita lakukan semuanya, kita tunggu saja nanti bagaimana (perkembangan kasus itu)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 4 Juli 2019.

Argo menyebut polisi hingga kini masih terus melakukan pemeriksaan lanjutan berkaitan kasus itu. Pemeriksaan itu dilakukan di Jakarta hingga di Yogyakarta.

"Ya itu wajarlah namanya penyidik memeriksa-memeriksa masih kurang, diperiksa di mana tempatnya itu boleh. Sudah lama kita, sudah sebulan lebih itu kita lakukan pemeriksaan di Jogja," ungkap Argo.

Sejauh ini, belum ada tersangka lain dalam kasus tersebut setelah polisi menetapkan Ketua Panitia Kemah Pemuda Islam Indonesia sekaligus eks Bendahara Pemuda Muhammadiyah, Ahmad Fanani, sebagai tersangka dalam kasus itu. Dari kasus itu, polisi mencatat negara dirugikan sebesar Rp 1,7 miliar rupiah.

Ahmad Fanani dipersangkakan dengan Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Uu No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dalam UU No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Sementara itu, kuasa hukum Ahmad Fanani, Gufron, menilai penyidik telah 'salah alamat'. Gufron menyebut kegiatan Apel dan Kemah Pemuda Islam 2017 dilakukan atas inisiasi Kemenpora, bukan Fanani.

Polisi menduga ada mark-up data keuangan dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) pada penyelenggaraan Apel dan Kemah Pemuda Islam 2017 tersebut. Polisi menyebut dugaan penyimpangan ini baru ditemukan di LPJ Pemuda Muhammadiyah, sedangkan di LPJ GP Ansor tak ditemukan penyimpangan.

Pemuda Muhammadiyah juga sempat mengembalikan uang Rp 2 miliar kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Namun pihak Kemenpora mengembalikan cek senilai Rp 2 miliar itu dengan alasan tak ditemukan permasalahan dalam kegiatan kemah pemuda berdasarkan LHP BPK.

(Source: detik.com)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *