PADANG

SUMBAR

Iklan Bapenda

Dakwah Jadi Alasan Ketum FPI Mangkir Panggilan Polisi

          Dakwah Jadi Alasan Ketum FPI Mangkir Panggilan Polisi
Foto: Ketua Umum FPI Ahmad Sobri Lubis. Dakwah Jadi Alasan Ketum FPI Mangkir Panggilan Polisi.
Dakwah Jadi Alasan Ketum FPI Mangkir Panggilan Polisi
BENTENGSUMBAR.COM -  Pengacara Front Pembela Islam atau FPI Sugito Atmo Pawiro menyebut Ketua Umum FPI Ahmad Sobri Lubis tengah berada di Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Sobri tengah melakukan safari dakwah hingga Jumat, 13 September 2019 besok.

"Beliau sekarang masih di Aceh. Safari dakwah," kata Sugito saat dihubungi jpnn.com, Selasa, 10 September 2019.

Atas kesibukan itu, kata Sugito, Sobri tidak bakal hadir pemanggilan penyidik Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai saksi seorang tersangka makar. Ketum FPI rencananya dipanggil sebagai saksi pada Rabu, 11 September 2019.

"Itu kan baru panggilan perdana sebagai saksi. Dia baru pulang hari Jumat. Jadi, dia enggak hadir untuk besok," ucap Sugito.

Terkait pemanggilan kepada Sorbi, Sugito mengaku masih keheranan. Hingga kini, Polda Metro Jaya tidak pernah menjelaskan sosok tersangka yang membuat Sobri diperiksa sebagai saksi.

"Terkait pemeriksaan dari sana (Polda Metro Jaya), ini pemanggilan (kasus) yang mana," timpal dia. 

Minta Penjadwalan Ulang

Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Sobri Lubis meminta pihak kepolisian untuk menjadwalkan ulang agenda pemeriksaan atas dirinya sebagai saksi hari ini. Sobri diketahui diagendakan untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan makar oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada hari ini sekitar pukul 11.00 WIB.

Kuasa hukum FPI Sugito Atmo Pawiro mengatakan saat ini Sobri masih berada di Aceh sehingga tidak bisa hadir. Walhasil, pihaknya pun meminta penjadwalan ulang ke polisi.

"Beliau kembali hari Jumat (13 September 2019), kita minta jadwalkan ulang," kata Sugito, dikutip dari CNNIndonesia.com, Rabu, 11 September 2019.

Sugito mengonfirmasi bahwa surat panggilan yang dilayangkan pihak kepolisian telah diterima Sobri. Namun, sambung Sugito, Sobri pun tak mengetahui perihal kasus dugaan makar yang disebutkan dalam surat panggilan itu.

Dalam surat panggilan bernomor SPgl/9325/IX/2019/Ditreskrimum, Sobri bakal diperiksa sebagai saksi untuk laporan yang dibuat Suriyanto. Laporan itu teregister dengan nomor laporan LP/B/0391/V/2019/Bareskrim tanggal 19 April 2019.

Laporan itu terkait dugaan tindak pidana kejahatan makar dan atau menyiarkan berita atau menyiarkan kabar yang tidak pasti sebagaimana dimaksud pasal 107 KUHP dan atau pasal 110 KUHP Jo pasal 87 KUHP dan atau pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Peristiwa yang dilaporkan itu terjadi pada 17 April lalu di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Ini perkara yang mana ya? (Sobri) malah bertanya ke saya, kalau makar 17 April ustaz Sobri enggak ada di tempat, jadi enggak tahu," tutur Sugito.

Sugito menjamin andai polisi mengagendakan ulang pemeriksana itu, Sobri dipastikan akan menghadirinya. Kehadiran itu, lanjutnya, sekaligus untuk meminta klarifikasi atas kasus dugaan makar yang dimaksud.

"Sepulang dari Aceh kita akan datang untuk klarifikasi perkara yang mana," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menuturkan penyidik bakal menunggu lebih dulu hadir atau tidaknya Sobri dalam agenda pemeriksaan hari ini.

"Kita tunggu saja dulu yang bersangkutan datang atau tidak," ucap Argo.

Argo mengatakan andai Sobri tidak hadir pada panggilan pemeriksaan pertama, maka penyidik bakal melakukan penjadwalan ulang.

"Kalau tidak datang (panggilan pertama) kita agendakan ulang, untuk kapannya tergantung penyidik," kata Argo.

(by/jpnn.com/CNNIndonesia.com)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *