Lifestyle

PADANG

SUMBAR

Anak Mantan Anggota DPRD Ditangkap Polisi

          Anak Mantan Anggota DPRD Ditangkap Polisi
Foto Ilustrasi. Anak Mantan Anggota DPRD Ditangkap Polisi.
Iklan
Anak Mantan Anggota DPRD Ditangkap Polisi
BENTENGSUMBAR.COM - Polisi menangkap Riska Afriani, anak mantan anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang bekerja sebagai kontraktor. Riska diciduk di kediamannya Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

Penangkapan Riska berkaitan dengan pemalsuan stempel milik sejumlah dinas di Pemerintah Kabupaten Bekasi. Tertangkapnya anak mantan anggota DPRD asal Partai Demokrat itu diketahui berawal dari beredarnya video penangkapan berdurasi 47 detik. Dalam video itu nampak beberapa anggota polisi berpakaian preman mendatangi kediaman Riska.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan membenarkan peristiwa tersebut. Kasus penangkapan tersebut terkait kasus dugaan pemalsuan berkas dan stempel pemerintah.

"Berdasarkan laporan, setelah ditelusuri, petugas Dirkrimsus Polda melakukan penggeledahan dan penangkapan," katanya di Cikarang, Kamis.

Menurut dia, kasus dugaan pemalsuan ini langsung ditangani penyidik Polda Metro Jaya. Sementara untuk kasus dugaan korupsi yang terjadi di SMP Negeri 3 Karangbahagia ditangani Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi.

"Yang pemalsuan ditangani kepolisian, untuk korupsinya ditangani kejaksaan," ucapnya.

Ketua RT 6/3, Desa Sukamahi Kinan mengatakan dia menyaksikan langsung penangkapan kontraktor bermasalah tersebut. Kasus penangkapan itu terjadi pada sore hari. Anggota kepolisian yang tidak mengenakan pakaian dinas saat itu meminta dirinya menjadi saksi penangkapan Riska beserta anak buahnya.

"Selama satu jam penangkapan itu. Semua anak buah Riska tampak diborgol dan Riska tidak diborgol lantaran terus melawan petugas. Mereka semua dibawa menggunakan dua mobil mewah menuju Polda Metro Jaya. Yang dibawa petugas sebanyak tujuh orang," kata Kinan.

Petugas menyita satu buah koper yang berisikan stempel beserta dokumen. "Katanya stempel palsu. Stempel pemda ada, stempel desa juga ada. Pokoknya satu koper itu stempel diambil, pembukuan-pembukuan, itu di rumahnya masih penuh. Stempelnya puluhan, tiap desa hampir ada," katanya. 

(Source: jpnn.com)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *