Headline

Opini

Padang

Sports

Bela Palestina, Menantu Gus Mus Dituding Kadrun: Saya Tak Peduli

          Bela Palestina, Menantu Gus Mus Dituding Kadrun: Saya Tak Peduli
Menantu ulama Gus Mus, Ulil Abshar Abdalla mengaku tak peduli jika dituding sebagai kadrun lantaran membela Palestina.

Bela Palestina, Menantu Gus Mus Dituding Kadrun: Saya Tak Peduli
BENTENGSUMBAR.COM - Menantu ulama Gus Mus, Ulil Abshar Abdalla mengaku tak peduli jika dituding sebagai kadrun lantaran membela Palestina yang saat ini tengah dibombardir militer Israel.


Ulil Abshar mengaku tak ambil pusing dengan penilaian orang-orang yang menyebut siapapun yang membela Palestina adalah kadrun.


Hal itu disampaikan Ulil Abshar lewat cuitannya di Twitter, seperti dilihat pada Sabtu 15 Mei 2021.


“Imam Syafii’i pernah berkata demikian: jika mencintai ahlul bait (keluarga Nabi) itu pertanda Syiah, ya saya Syiah. Saya lanjutkan: Jika berpihak pada bangsa Palestina anda bilang itu pertanda kadrun, ya saya kadrun. I don’t care! (saya tak peduli),” tulis Ulil.


Menurut Cendekiawan Muslim ini, dirinya membela Palestina lantaran negara Timur Tengah tersebut sangat lemah untuk dijajah oleh negara sekelas Israel.


“Bagi saya, membela Palestina sederhana alasannya: karena ia lemah, dizalimi. Membela Israel jelas tidak bermoral. Negara ini disokong bilyunan dolar setiap tahun oleh AS, disokong senjata unlimited, punya senjata nuklir. Palestina jelas ‘cicak’ kecil berhadapan dengan buaya raksasa,” tutur Ulil.


Ulil juga mengungkapkan bahwa kezaliman Israel terhadap Palestina sudah dimulai sebelum sayap militer Hamas berdiri.


Ia pun mengatakan, Israel kerap memakai alasan menyerang Hamas sebagai pembenaran atas tindakan kekerasan mereka terhadap warga Palestina.


“Kezaliman dan pendudukan Israel terhadap Gaza terjadi jauh sebelum Hamas lahir. Israel selalu memakai Hamas sebagai pembenaran atas aksi-aksi kekerasannya selama ini. Itulah propaganda,” ungkapnya.


Menantu Gus Mus ini juga menekankan bahwa sejak dulu hingga saat ini sikapnya tak akan berubah dalam membela kaum minoritas seperti bangsa Palestina, termasuk Ahmadiyah, Syiah dan Kristen.


“Saya sejak dulu hingga sekarang tak berubah sikap: membela kaum minoritas seperti Ahmadiyah, Syiah, Kristen, agama-agama lokal, dan kelompok-kelompok lain. Bagi saya, berpihak kepada bangsa Palestina lebih konsisten dengan sikap saya sebelumnya itu. Membela Israel justru indefensible,” ujarnya.


Source: terkini.id

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...