Headline

Opini

Parlemen

Sports

Prabowo di Pusaran Proyek Alutsista Rp1.760 T, Sosiolog UI: Biaya Pilpres 2024 Mahal

          Prabowo di Pusaran Proyek Alutsista Rp1.760 T, Sosiolog UI: Biaya Pilpres 2024 Mahal
Prabowo di Pusaran Proyek Alutsista Rp1.760 T, Sosiolog UI Sebut Biaya Pilpres 2024 Mahal.

Prabowo di Pusaran Proyek Alutsista Rp1.760 T, Sosiolog UI: Biaya Pilpres 2024 Mahal
BENTENGSUMBAR.COM - Guru besar dan sosiolog Universitas Indonesia (UI) Tamrin Tomagola turut menyoroti munculnya isu pengadaan alutsista di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sebesar Rp1.760 triliun.


Munculnya isu pengadaan Alutsista Rp1.760 triliun kian menjadi polemik lantaran kondisi keuangan negara yang kini dinilai sedang alami krisis terlebih terdampak adanya pandemi Covid-19.


Apalagi, muncul pula informasi bahwa dana fantastis tersebut akan didapat melalui pinjaman luar negeri.


Belum lagi adanya dugaan praktik kolusi yang turut mewarnai isu pada proyek yang ada di kementerian pimpinan Prabowo Subianto itu.


Menanggapi itu, Tamrin Tomagola menyebut bahwa pengadaan alutsista dengan nilai yang sangat besar tersbut tidak terlepas dari Pilpres 2024 mendatang.


Dikatakan bahwa Pilpres 2024 tentu membutuhkan biaya yang besar dan barang tentu harus dipersiapkan dari sekarang.


"Biaya Pilpres 2024 mahal. Tabung lah dari sekarang," kata Tamrin menyindir.


Dilansir dari Galamedia, terkait dengan munculnya angka Rp1.760 triliun tersbut, pihak Kementerian Pertahanan telah membantah.


Kemenhan membantah adanya isu pengadaan alutsista yang disebut-sebut sebesar Rp 1.769 triliun dengan skema utang luar negeri yang ada dalam rancangan Perpres Tentang Pemenuhan Kebutuhan Alpalhankam (Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan) Kemhan dan TNI tahun 2020-2024.


Direktur Jenderal Strategi Pertahanan (Strahan) Kemhan Mayjen TNI Rodon Pedrason mengatakan angka yang ada di dokumen rancangan perpres yang beredar tersebut tidak bisa dikonfirmasi kebenarannya karena proses pembahasan masih berjalan.


"Apa yang tertera di dokumen yang beredar belum dapat dikonfirmasi. Pemerintah masih dalam proses perencanaan perpres. Prosesnya masih berjalan. Mari ditunggu," kata Rodon dalam keterangan tertulis, Sabtu, 30 Mei 2021 yang lalu.


Rancangan Perpres tersebut beredar belakangan setelah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyatakan tengah menyiapkan masterplan alpalhankam selama 25 tahun yang ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Berdasarkan draf yang beredar, Perpres itu merupakan tindak lanjut rencana strategis khusus 2020-2024.


Dalam dokumen itu disebutkan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan sebesar sekitar Rp1,760 triliun. Rencananya, pengadaan alat-alat tersebut dijalankan hingga 2044 mendatang.


Rodon mengatakan bahwa untuk memenuhi kebutuhan alat utama sistem persenjataan dan memodernisasi alutsista, diperlukan pembiayaan yang mahal. Alutsista itu sendiri akan dipakai oleh TNI untuk menjaga kedaulatan negara dan keselamatan bangsa dalam jangka waktu yang lama.


"Tapi bahwa diperlukan modernisasi Alutsista sih sebuah keniscayaan. Alutsista itu boleh tua tapi gak boleh usang. Old but not obsolete. Namun figur pertahanan juga mesti modern dan kuat. Eligible dan capability yang mumpuni," kata dia.


(*)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...