Headline

Opini

PADANG

Sports

Aksi Vandalisme Baliho Puan Maharani Terjadi Lagi, Pengamat: Virus Penggerogot Moral Bangsa

          Aksi Vandalisme Baliho Puan Maharani Terjadi Lagi, Pengamat: Virus Penggerogot Moral Bangsa
BENTENGSUMBAR.COM - Terjadi lagi, salah satu baliho Ketua DPR RI Puan Maharani dicoret. Di sudut bahwa banner yang terpasang di Jalan Sultan Agung, Kota Batu, terdapat coretan tulisan ‘Open BO C*k’.

Baliho tersebut pun langsung diturunkan oleh Satpol PP Kota Batu pada Selasa, 24 Agustus 2021 Karena dianggap tulisan tersebut tidak pantas untuk dilihat. Awalnya, coretan tersebut diketahui dari laporan warga sekitar kepada pihak DPC PDI Perjuangan Kota Batu.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan sekaligus merasa prihatin. Apalagi, lanjut dia, kejadian serupa juga pernah terjadi di kota besar lain, contohnya Surabaya dan Mojokerto beberapa waktu lalu.

“Ini adalah gambar seorang tokoh nasional. Seorang Ketua DPR-RI yang menyampaikan dan mensosialisasikan kepada warga masyarakat untuk selalu memiliki jiwa nasionalisme,” kata dia.

Atas kejadian tersebut, Punjul menyatakan akan melaporkannya ke Polres Batu. Hal ini bertujuan agar kejadian seperti ini tak terulang lagi dan pelakunya bisa ditangkap. Sebelumnya, pihaknya telah mengambil dokumentasi untuk bahan laporan kepada pihak berwajib.

Melecehkan perempuan

Kejadian tersebut, seperti keterangan Punjul, memang bukan kali pertama terjadi. Tulisan sama pernah dicoretkan ke baliho Puan di Kota Surabaya, Jawa Timur pada akhir Juli 2021 lalu.

Menanggapi hal tersebut, Tunas 98 menilainya sebagai pelecehan terhadap martabat perempuan Indonesia. Ketua Tunas 98 Zulfikar mengatakan, Puan Maharani sebagai ketua DPR RI merupakan simbol keterwakilan rakyat pada level tertinggi.

Puan juga, lanjut dia, menjadi salah satu kebanggaan perempuan Indonesia dalam panggung politik nasional. Karenanya, ia menilai istilah yang disematkan pada baliho tersebut sama dengan merendahkan harkat dan martabat seluruh perempuan Indonesia.

Perlu diketahui istilah ‘Open BO’ melekat pada konotasi negatif yang sering digunakan untuk prostitusi. Open BO atau open booking berarti bisa dipesan untuk transaksi prostitusi.

“Kami juga berharap pada pihak Kepolisian untuk bertindak cepat dan tepat mengungkap pelaku dan dalang dibalik tindakan vandalisme tersebut, dengan harapan agar tindakan serupa tidak menular dan berkembang pada pola yang lebih buruk dimasa depan,” ujar Zulfikar.

Sementara itu, Gema Putera Rumalutur, salah ssatu perwakilan Tunas 98 menyampaikan, dalam waktu dekat pihaknya akan melaporkan dan mendesak peristiwa tersebut kepada Komnas Perempuan Indonesia. Menurutnya, ini adalah benih-benih virus penggerogot moral berbahaya yang tidak bisa didiamkan.

“Kami juga menyarankan kepada Ibu Puan Maharani, sebagai tokoh kebanggaan wanita Indonesia, agar tetap tegar dan fokus dalam menjalankan tugas-tugasnya, serta tabah dalam menghadapi segala fitnah keji yang bertubi tubi,” tegas Gema.

Di sisi lain, Feko Supriadi, Sekretaris Eksekutif Tunas 98, berpendapat bahwa ada upaya pembunuhan karakter terhadap kemunculan sosok wanita yang berpotensi besar dalam kancah politik 2024 nanti melalui aksi vandalisme tersebut.

Pendapat lain datang dari Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Kusnadi. Menurut dia, ada pihak yang tidak senang dengan berbagai kerja kerakyatan partainya dalam mengajak masyarakat optimistis menghadapi pandemi.

”Mereka tidak berani menyerang aksi bagi sembako, operasional ambulans gratis, fasilitasi vaksinasi, dan sebagainya, akhirnya mereka menyasar baliho kader partai yang mengampanyekan protokol kesehatan dan mengajak vaksinasi,” ucap Kusnadi.

Diketahui DPD PDI Perjuangan Jatim juga melaporkan aksi vandalisme tersebut kepada pihak berwenang. Kusnadi mengatakan bahwa coretan tersebut tidaklah pantas.

Respon partai tersebut pun mendapat tanggapan dari pakar komunikasi politik Universitas Brawijaya (UB) Malang, Wawan Sobari. Dia mengatakan wajar partai menjadi berang karena bahasa yang digunakan memang tidak pantas.

“Dari sudut pandang hukum, itu sebenarnya sudah problem politik. Kalau cuma dicoret, mungkin tidak akan dilaporkan ke polisi. Tapi karena bahasa yang dipakai memang melecehkan,” ujar Wawan.

Dari sisi bahasa, Wawan berpendapat, istilah itu diperuntukkan bagi perempuan yang bisa dibooking. Puan, lanjut dia, tidak ada citra seperti itu. Puan selama ini dilihat sebagai sosok anak mantan presiden, cucu Soekarno dan Ketua DPR RI.

“Itu pelecehan luar biasa. Sekarang istilah apapun, kata ‘Open BO’ mayoritas orang sudah paham. Jadi kalau reaksi PDIP seperti itu menurut saya wajar. Kalau baper tidak ya, karena memang bahasanya keterlaluan, sangat melecehkan apalagi beliau sebagai Ketua DPR RI. Jadi wajar kalau dilaporkan ke polisi,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Indo Publika, Asip Irama menilai ada unsur kesengajaan dalam aksi-aksi vandalisme tersebut. Dia mengatakan tulisan 'Open BO' dan kalimat-kalimat lainnya seperti 'PKI dan Korupsi' itu secara sengaja ingin menjatuhkan marwah Puan.

“Bagaimanapun kehadiran Mbak Puan dengan PDIP yang cukup solid adalah ancaman tersendiri bagi Calon Presiden 2024 lainnya, posisi Mbak Puan sebagai Ketua DPR RI, pertama, jelas memberikan nilai tawar yg cukup tinggi, oleh sebab itu banyak yang merasa tidak nyaman dengan kehadiran Mbak Puan dalam bursa Capres 2024,” tutur dia.

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...