PILIHAN REDAKSI

Laporan Ditolak Polda Banten, LQ Indonesia Lawfirm Ragukan Komitmen Kepolisian Tindak Oknum Polisi Smackdown Mahasiswa

BENTENGSUMBAR.COM - LQ Indonesia Lawfirm yang sejak 3 minggu lalu menjadi pelopor adanya modus Oknum POLRI terutama di Fismonde...

Iklan Bank Nagari

Gatot Teriak PKI, Ferdinand: Dia Takut Hilang dari Peredaran Politik

          Gatot Teriak PKI, Ferdinand: Dia Takut Hilang dari Peredaran Politik
BENTENGSUMBAR.COM – Eks Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyoroti pernyataan Mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo yang belakangan ini gencar meneriakkan isu Partai Komunis Indonesia atau PKI.

Ferdinand Hutahaean lewat cuitannya di Twitter, Rabu 29 September 2021, menilai Gatot Nurmantyo sengaja menunggangi isu PKI lantaran takut hilang dari peredaran politik di Tanah Air.

Ia pun meminta kepada publik agar tak usah menanggapi pernyataan-pernyataan Gatot yang kembali menghembuskan isu PKI di tengah-tengah masyarakat.

“Sudahlahhh..!! Gatot cuma ingin tetap punya tunggangan isu agar tidak hilang dari peredaran politik..! Tidak usah ditanggapi..! Abaikan yang teriak-teriak PKI,” cuit Ferdinand Hutahaean.

Lebih lanjut, Ferdinand menilai orang-orang yang sengaja menghembuskan isu PKI itu perlu diwaspadai sebagai kaum intoleran radikal.

Bahkan, menurut Ferdinand, kaum intoleran radikal itu sama kejamnya dan sama berbahayanya dengan PKI.

“Mereka justru harus diwaspadai sebagai kaum intoleran radikal yang sama kejamnya dan sama berbahayanya dengan PKI,” tegasnya.

Diketahui, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo merupakan sosok yang dikenal paling getol menyuarakan anti PKI menjelang momentum peristiwa G30S/PKI.

Baru-baru ini pun Gatot mengeluarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut TNI telah disusupi PKI.

Pernyataannya itu ia sampaikan menanggapi hilangnya diaroma (patung) jejak rezim Orde Lama menumpas PKI yang sebelumnya terpajang di Museum Markas Kostrad.

“Bukti nyata jurang kehancuran itu adalah persis di depan mata, baru saja terjadi adalah Museum Kostrad, betapa diorama yang ada di Makostrad, dalam Makostrad ada bangunan, bangunan itu adalah kantor tempatnya Pak Harto (Soeharto) dulu, di situ direncanakan gimana mengatasi pemberontakan G30S/PKI di mana Pak Harto sedang memberikan petunjuk ke Pak Sarwo Edhie sebagai Komandan Resimen Parako dibantu oleh KKO,” ujar Gatot Nurmantyo.

Menurut Gatot Nurmantyo, peristiwa hilangnya diaroma rezim Orde Lama menumpas PKI di Museum Kostrad itu menandakan bahwa TNI saat ini sudah disusupi Komunis.

“Maka saya katakan ini kemungkinan sudah ada penyusupan paham-paham kiri, paham-paham komunis di tubuh TNI,” ujarnya. (terkini)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...