Headline

Opini

PADANG

Sports

Gus Umar ke Jokowi: Bukannya Fokus Ngurus Covid-19, Malah Sibuk Ngurus Amandemen UUD 1945 Demi Kekuasaan

          Gus Umar ke Jokowi: Bukannya Fokus Ngurus Covid-19, Malah Sibuk Ngurus Amandemen UUD 1945 Demi Kekuasaan
BENTENGSUMBAR.COM - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Umar Hasibuan atau yang akrab disapa Gus Umar ikut angkat bicara terkait wacana Amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) NRI 1945.

Gus Umar bahkan tak segan-segan menyindir Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Gus Umar, seharusnya Jokowi fokus terhadap penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan dan masyarakat yang kelaparan.

Dia meminta, Jokowi tidak ikut campur mengurusi Amandemen UUD NRI 1945 jika hanya demi kekuasaan.

"Bukannya fokus ngurus covid agar rakyat Gak byk mati krn covid dan kelaparan Eh dia malah sibuk ngurus Amandemen UU demi kekuasaan yg menggiurkan. #Parah," tulisnya, dikutip SeputarTangsel.com dari akun Twitter @UmarAlChelsea_ pada Minggu, 5 September 2021.

Menanggapi cuitan Gus Umar, sejumlah netizen pun ikut memberi sindiran kepada mantan Wali Kota Solo itu.
Banyak dari mereka yang curiga bahwa Jokowi masih memiliki kepentingan terhadap kekuasaan.

"Mungkin KEPENTINGANNYA masih banyak bang .. heheeh," ujar akun @morphogofficial.

"Masih banyak PRnya Gus, mindahkan asset ke tangan Aseng," kata akun @KETAPANG_BORNEO.

Sebagai informasi, wacana Amandemen UUD NRI 1945 ini kembali digaungkan oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam Sidang Tahunan MPR pada 16 Agustus 2021 lalu.

Wacana tersebut dicurigai publik sebagai agenda politik untuk menambah masa jabatan presiden.

Meski begitu, pria yang akrab disapa Bamsoet itu mengatakan, Amandemen UUD NRI 1945 rencananya akan dilakukan terbatas untuk menghadirkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) sebagai landasan negara menuju Indonesia Emas 2045, serta bebas dari kepentingan politik praktis.

Selain itu, dia juga mengungkapkan bahwa inisiatif pengadaan PPHN telah diusulkan sejak tahun 2009 lalu. (Seputartangsel)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...