Headline

Opini

PADANG

Sports

Rizal Ramli Sebut Jokowi Layak Dipolisikan, Ngabalin Murka: Dalam Otaknya Hanya Septic Tank

          Rizal Ramli Sebut Jokowi Layak Dipolisikan, Ngabalin Murka: Dalam Otaknya Hanya Septic Tank
BENTENGSUMBAR.COM – Tenaga Ahli Kantor Utama Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin baru-baru ini memberikan kritik tajamnya mengenai pernyataan Rizal Ramli.

Melalui cuitanya di Twitter, Ngabalin mengecam pernyataan Rizal Ramli yang mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) lebih layak untuk dipenjara.

Rizal Ramli mengatakan bahwa Presiden Jokowi disebut-sebut lebih layak dipolisikan lantaran sering menebar janji dan berita bohong.

Hal ini ternyata bermula ketika Rizal Ramli mengomentari berita mengenai jurnalis senior Hersubeno Arief yang terancam dipenjara usai memberitakan kondisi Megawati yang koma di rumah sakit.

Hersubeno Arief terancam dilaporkan ke polisi lantaran dianggap telah menyebarkan berita bohong terkait kondisi Megawati.

Menanggapi hal itu, Rizal Ramli lantas mengatakan bahwa Presiden Jokowi tampaknya lebih layak untuk dipolisikan lantaran sering menebar berita bohong seperti mobil Esemka, impor dan stop utang.

Pernyataan dari Rizal Ramli itu tampaknya memancing amarah Tenaga Ahli Kantor Utama Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin.

Melalui cuitannya di Twitter, Ngabalin mengatakan bahwa Rizal Ramli merupakan orang yang sangat pendendam karena sempat dipecat jadi Menteri kala itu.

Ngabalin bahkan menyebut bahwa dalam otak Rizal Ramli hanya septic tank (tempat pembuangan kotoran) dan sudah bau tanah.

“Kalau yang ini orangnya sangat pendendam karena sakit hatinya dalam banget sampai sum-sum tulang belakang,” tulis Ngabalin dalam cuitannya di Twitter pada 13 September 2021.

“Nafsuna melebihi akal sehat dan yang tertinggal dalam otaknya hanya septic tank, tunggu waktunya karena sudah bau tanah,” sambungnya.

Tak hanya itu, Ngabalin juga memberikan sindiran pedasnya kepada Rizal Ramlii. Ia bahkan meragukan prestasi Rizal Ramli saat menjabat menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman pada tahun 2015 silam.

“Waktu menjabat nggak tahu prestasinya apa yang dibuat, akhirnya dipecat OMG,” tandasnya. (Kabarbesuki)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...