Headline

Opini

PADANG

Sports

Viral Anies Bakar Dupa di Vihara, Termakan Omongan Haram ke Rumah Ibadah Agama Lain

          Viral Anies Bakar Dupa di Vihara, Termakan Omongan Haram ke Rumah Ibadah Agama Lain

Viral Anies Bakar Dupa di Vihara, Termakan Omongan Haram ke Rumah Ibadah Agama Lain
BENTENGSUMBAR.COM - Video yang merekam Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat berkunjung ke Vihara Dharma Jaya Toa Se Bio, Jakarta Barat, pada 5 September 2021 , viral di media sosial dalam beberapa jam terakhir.


Yang jadi sorotan, dalam kunjungan itu, Anies turut membakar dupa layaknya yang dilakukan umat Buddha ataupun Konghucu kala bersembahyang di vihara.


Apa yang dilakukan Anies tersebut dinilai oleh Permadi Arya seperti menelan omongan sendiri.


"maap ya, cuma pengen bilang sebentar.. kemaren ada ustad ganteng.. waktu @gusmiftah ceramah di gereja, dia kebakaran gigi langsung teriak 'haram muslim masuk rumah ibadah agama lain!', eh pas @aniesbaswedan ke klenteng, si bangsad mingkem.. DASAR KADAL TONGGOS! dah gitu aja," tulis akun Instagram Permadi Arya alias Abu Janda, Selasa, 7 September 2021.


Pegiat media sosial Eko Kuntadhi juga menyorot apa yang dilakukan Anies. Dalam analisis Eko, Anies ingin membangun citra sebagai sosok yang moderat, sebagai modal untuk maju pada Pilpres 2024.


"Ketika dia datangi vihara itu seperti memberi sinyal baru bahwa dia sedang bermanuvr politik dengan menggunakan simbol agama," ujar Eko.


Sementara itu, saat berkunjung ke Vihara tersebut, Anies mengatakan bahwa Jakarta mencapai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 89,21 pada 2021.


"Soal indeks demokrasi,  alhamdulillah, Jakarta ingin terus menjaga agar iklim kebebasan berekspresi bisa hidup terus, karena itu adalah demokrasi," kata Anies.


Menurut Anies, Jakarta ingin menjaga semangat dari pejuang-pejuang reformasi di tahun 1998 yang memperjuangkan dilaksanakannya demokrasi di Indonesia. 


"Semangat itu harus kita jaga," ucap Anies.


Dengan dicapainya indeks demokrasi tertinggi di Indonesia, Anies berharap, Jakarta bisa menjadi rujukan dalam menjaga suasana demokratis di Indonesia. (indozone)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...