PILIHAN REDAKSI

Laporan Ditolak Polda Banten, LQ Indonesia Lawfirm Ragukan Komitmen Kepolisian Tindak Oknum Polisi Smackdown Mahasiswa

BENTENGSUMBAR.COM - LQ Indonesia Lawfirm yang sejak 3 minggu lalu menjadi pelopor adanya modus Oknum POLRI terutama di Fismonde...

Iklan Bank Nagari

Eks Teroris JI Soroti Para Pendakwah yang Menggebu-gebu Saat Sanjung Taliban: Mereka Membodohi Masyarakat

          Eks Teroris JI Soroti Para Pendakwah yang Menggebu-gebu Saat Sanjung Taliban: Mereka Membodohi Masyarakat
BENTENGSUMBAR.COM - Narapidana Teroris (napiter) eks anggota Jemaah Islamiyah (JI), Nasir Abbas, mengatakan banyak pihak yang memanfaatkan momen kembalinya Taliban yang menjadi penguasa Afghanistan.

Menurutnya, kemenangan Taliban atas pemerintah Afghanistan tersebut banyak dimanfaatkan oleh jaringan-jaringan teroris dan juga orang-orang berpaham radikal di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Nasir Abbas dalam diskusi daring yang berjudul 'Berkuasanya Taliban di Afghanistan: Apa Pengaruhnya Terhadap Indonesia" dan tayang di channel Youtube The Habibie Center, Selasa 5 Oktober 2021.

Dalam diskusi daring tersebut, Nasir Abbas menyoroti para pendakwah tanah air yang sering menggebu-gebu ketika menyampaikan isi ceramahnya.

Menurutnya para pendakwah yang sering menggebu-gebu ketika menyampaikan isi ceramahnya itu merupakan ciri bahwa mereka sudah disusupi paham radikal.

Sebagai contoh, Nasir Abbas mengungkapkan para pendakwah yang sudah disusupi paham radikal itu adalah mereka yang selalu menggebu-gebu ketika menyanjung Taliban.

Ia mengatakan bahwa para pendakwah tersebut selalu menggebu-gebu ketika mengatakan 'Taliban hebat mengalahkan dua negara adidaya'.

"Mungkin kita dengar dari para ustadz dan penceramah, dengan menggebu-gebu mereka mengatakan, 'Taliban hebat. Mengalahkan 2 negara adidaya," ungkapnya, dikutip Galamedia, Rabu 6 Oktober 2021.

Nasir Abbas sangat menyayangkan banyaknya para pendakwah yang selalu menyanjung Taliban tersebut, karena menurutnya mereka justru tidak tau sejarahnya.

Menurutnya para pendakwah yang seperti itu, hanya membodoh-bodohi rakyat dengan isi ceramah yang menggebu-gebu dan menyanjung kemenangan Taliban.

Ia juga merasa kasihan terhadap masyarakat Indonesia yang justru makin banyak terkena paham-paham radikal atas ulah orang-orang yang memanfaatkan kemenangan Taliban.

"Mereka tidak tahu sejarahnya. Mereka membodoh-bodohi masyarakat, kasihan sekali masyarakat kita," pungkasnya. (Galamedia)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...