PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Gus Nadir Bilang Ada Dua Kepentingan Terhadap KPK, Salah Satunya Pendukung Jokowi yang Ingin Anies Baswedan Ditangkap

          Gus Nadir Bilang Ada Dua Kepentingan Terhadap KPK, Salah Satunya Pendukung Jokowi yang Ingin Anies Baswedan Ditangkap
BENTENGSUMBAR.COM - Cendekiawan Nahdatul Ulama (NU) Nadirsyah Husen atau Gus Nadir menilai, saat ini hanya ada kepentingan dua kelompok terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Yaitu para koruptor yang resah dengan KPK dan kelompok yang ingin Anies Baswedan ditangkap. Kelompok ini merupakan kelompok Pendukung Jokowi.

“Ada 2 kepentingan yang bertemu saat ini: 1. Koruptor yang resah dengan KPK. 2. Pendukung Jokowi yang ingin KPK menangkap Anies,” kata Gus Nadir dikutip akun Twitter-nya, @na_dirs, Sabtu, 9 Oktober 2021.

Gus Nadir mengatakan, seharusnya sebagai warga negara, dua kelompok yang ini harus bersatu memperkuat KPK. Jika Anies tidak terbukti korupsi, maka jangan ditarik ke politik.

“Kalau kalian benar-benar Pro NKRI maka seharusnya KPK terus diperkuat, bukan dibonsai. Kalau ada bukti kuat Anies korupsi, silakan tangkap. Tapi jangan hanya untuk kepentingan politik, lantas kalian gandengan tangan dengan para koruptor yang tertawa melihat kondisi KPK saat ini,” kata Gus Nadir.

Adapun isu yang dibangun untuk menyerang KPK adalah isu Taliban. Isu ini kerap dipakai oleh kelompok pendukung Jokowi. Isu ini kembali makin santer ketika ditemukan bendera Tauhid mirip bendera HTI. Hanya saja, bendera itu ditemukan di ruangan pegawai KPK yang non muslim.

Gus Nadir bilang, dirinya selama ini menolak narasi-narasi Taliban dan HTI di KPK. Gus Nadir juga menolak isu Taliban dipakai untuk politisasi agama karena kebencian kepada Anies Baswedan.

“Akun ini dulu tegas melawan politisasi agama saat Pilkada DKI. Tapi jangan pakai teknik yang sama untuk melemahkan KPK demi kebencian pada Anies. Kalian sama saja kalau gitu: sama-sama melakukan politisasi agama dengan narasi taliban di KPK,” ungkapnya.

Belakangan diketahui, isu Taliban dan HTI ini seolah terbantahkan setelah ditemukan bendera Tauhid di ruangan seorang pegawai yang non muslim.

“Udah makin jelas kan ya…Jaksa yang menaruh bendera tersebut beragama Hindu, dan tidak termasuk pegawai KPK yang gak lolos TWK. Taliban dari Hongkong?” kata Gus Nadir. (bs/fin)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...