PILIHAN REDAKSI

Ilmuwan Kaget Saat Nabi Muhammad Ungkap Sendi Manusia Berjumlah 360

BENTENGSUMBAR.COM - Pengetahun Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang mengungkap jumlah sendi manusia sebanyak 360...

Advertorial

Ormas Keagamaan Miliki Keleluasaan untuk Satukan Ummat

          Ormas Keagamaan Miliki Keleluasaan untuk Satukan Ummat
BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi Ansharullah menilai organisasi keagamaan memiliki keleluasaan yang lebih dibandingkan partai politik untuk menjadi pemersatu umat di tengah kondisi krisis akibat pandemi dan adanya indikasi pengaburan ajaran islam dari penganutnya.

"Partai politik meski berlatar belakang agama, namun masih ada resistensi ada sebagian umat. Namun organisasi kemasyarakatan bisa lebih diterima sehingga lebih leluasa untuk memberikan pencerahan dan menyatukan umat," katanya saat menghadiri acara pelantikan pengurus DPW Persatuan Ummat Islam (PUI) Sumatera Barat di Auditorium Gubernuran, Minggu, 24 Oktober 2021.

Menurutnya Ormas keagamaan bisa mengisi kekosongan pembinaan umat. Saat ini pada banyak tempat di Sumbar masih membutuhkan peran kader yang benar-benar memahami agama untuk menghidupkan dan mensyiarkan ajaran islam di tengah masyarakat.

"Banyak daerah butuh bimbingan. Banyak kelompok masyarakat butuh penguatan keislaman. Kami pernah mengunjungi daerah pada waktu magrib. Masjidnya bagus tapi tidak ada yang jadi muazin, tidak ada yang jadi imam," katanya.

Ia berharap hadirnya PUI di Sumbar bisa mengisi kekosongan-kekosangan itu dan menjadi perekat potensi umat yang ada di masyarakat. 

Pada kondisi pandemi COVID-19 yang menyebabkan ekonomi lemah, pemahaman keislaman dikaburkan maka menyatunya potensi umat merupakan hal yg harus diupayakan.

Ketua Umum PUI K.H Nurhasan Zaidi mengatakan organisasi itu sebenarnya pernah ada di Sumbar tetapi tidak berkembang. Stagnan. Karena itu saat ini kembali diperbarui kepengurusannya dengan harapan bisa segera memberikan bakti bagi umat.

"Cikal bakal PUI sebenarnya sudah ada sejak 1911 dan dilegalisasi pada 1917. Namun belum menggunakan nama PUO. Penggabungan dengan organisasi besar lain yang kemudian menjadi PUI terjadi pada 69 tahun lalu," ujarnya. (Budi)

#BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...