PILIHAN REDAKSI

Laporan Ditolak Polda Banten, LQ Indonesia Lawfirm Ragukan Komitmen Kepolisian Tindak Oknum Polisi Smackdown Mahasiswa

BENTENGSUMBAR.COM - LQ Indonesia Lawfirm yang sejak 3 minggu lalu menjadi pelopor adanya modus Oknum POLRI terutama di Fismonde...

Iklan Bank Nagari

Puan Maharani Ajak Masyarakat Belajar dari Sejarah Bangsa untuk Maju

          Puan Maharani Ajak Masyarakat Belajar dari Sejarah Bangsa untuk Maju
BENTENGSUMBAR.COM - Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk selalu menanamkan prinsip 'jas merah' atau jangan sekali-kali melupakan sejarah. Hal itu disampaikannya menjelang persiapan Indonesia yang akan menjadi tuan rumah Parlemen Negara G20 (P20) pada 2022 mendatang.

Puan menyampaikan bahwa tema pertemuan tersebut adalah membicarakan persoalan tantangan global dan jawabannya bisa saja ditemukan dari mempelajari sejarah yang kita punya. "Sejarah ada sebagai pembelajaran untuk kita di masa sekarang dan masa depan, karena bagaimana pun pengalaman adalah guru terbaik kita," ujar Puan dalam keterangan tertulisnya.

Puan melanjutkan bahwa prinsip jas merah memang dikenalkan oleh kakeknya Presiden Soekarno dan berlaku sepanjang masa. Apalagi, di masa sekarang saat Indonesia sedang mengambil kuda-kuda untuk kembali maju setelah hantaman pandemi Covid-19 yang begitu berat.

Puan memaparkan bahwa bangsa yang besar bisa selalu belajar dari masa lalunya. Hal ini termasuk mengakui kekurangan dan berani untuk melakukan perbaikan demi masa depan yang semakin baik.

Mengenang sejarah, menurut Puan, bukan hanya tentang meromantisasi serta melakukan glorifikasi kebaikan di masa lalu, tetapi juga bagaimana masa jaya yang pernah ada dapat terulang atau dipertahankan. Sejarah adalah proses pembelajaran bagi generasi saat ini dan di masa mendatang yang diberikan oleh pendahulu kita.

"Melihat sejarah harus dengan pemikiran strategis untuk masa depan. Kita merawat memori kolektif tentang perjuangan bangsa mencapai kemerdekaan untuk merawat persatuan dan merencanakan kemajuan bangsa," kata Puan.

Menko PMK itu kemudian menyampaikan bahwa menghargai sejarah turut pula menjadi cara berterima kasih pada perjuangan pendauhulu kita di masa lalu. Pasalnya, Indonesia yang telah berusia 76 tahun merupakan negara besar yang menempuh perjuangan teramat panjang dalam merebut kemerdekaan. Nilai-nilai perjuangan ini yang harus selalu diingat dalam menjaga kedaulatan negeri.

"Prinsip jas merah utamanya harus dimiliki oleh generasi muda penerus perjuangan bangsa. Jangan sampai anak-anak mudah malah melupakan sejarah dan tidak memahami identitas bangsanya sendiri," kata Ketua DPR perempuan pertama Indonesia itu.

Identitas bangsa dibangun dari sejarah panjang dan harus terus dipertahankan dalam perjalannya. Maka, anak muda sepatutnya memiliki pemahaman tinggi akan sejarah Tanah Air. Pembelajaran di sekolah saja tidak cukup, harus tetap menambah pengetahuan yang lebih kuat.

Sejarah, lanjut Puan, juga bisa menjadi pedoman hidup bagi seseorang secara pribadi. "Pembelajaran sejarah ini dapat kita ambil hikmahnya untuk kehidupan kita sendiri. Bagaimana kita belajar dari Bapak Bangsa kita atau pahlawan Indonesia tentang bagaimana memberikan sumbangsih untuk negara ini atau menjadi manfaat bagi orang lain," ujar Puan.

Sejarah Indonesia juga memelihara keragaman serta kedamaian Indonesia. “Dari sejarah, kita belajar bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh dari perjuangan seluruh masyarakat negeri ini dari semua suku, adat, agama, dan kepercayaan. Maka, menjaga perdamaian dalam keberagaman merupakan hal yang harus kita kedepankan. Karena ya itulah Indonesia,” ujar Alumnus UI itu.

“Kita terus berpegang teguh pada sejarah sebagai pembelajaran dan untuk memetakan perkembangan bangsa. Mari terus gaungkan semangat jas merah dan mempersembahkan yang terbaik untuk Indonesia,” kata Puan.

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...