PILIHAN REDAKSI

Perbedaan Jadikan Kekuatan, Ansor Pasbar Gelar Seminar Nasional Moderasi Beragama

BENTENGSUMBAR.COM - Di tengah lesunya gerakan organisasi kepemudaan Islam di Kabupaten Pasaman Barat, Gerakan Pemuda Ansor tern...

Advertorial

Puan Maharani Jadi Capres dan Susi Pudjiastuti Cawapres, Bagaimana Ya?

          Puan Maharani Jadi Capres dan Susi Pudjiastuti Cawapres, Bagaimana Ya?
BENTENGSUMBAR.COM - Nama Puan Maharani menjadi perbincangan publik ketika didukung untuk menjadi calon presiden 2024. Pasalnya, perempuan yang menjabat sebagai ketua DPR ini dianggap mampu untuk meneruskan perjuangan Joko Widodo yang pro rakyat. 

Menurut, Politisi PDIP Effendi Simbolon elektabilitas Puan Maharani akan tinggi jika 'digeber' untuk Capres 2024. Effendi yakin elektabilitas Puan mengalahkan kandidat lain jika sudah memulai kampanye ke seluruh Indonesia.

"Ini masalahnya Mbak Puan sendiri masih sangat terbatas gerakan politik di luar kepartaian dan fungsi DPR, coba dia keluar bawa jualan ke-34 provinsi, kemudian didukung, pasti mau Prabowo juga nyungsep pasti, nyungsep semuanya beneran percaya deh sama saya," katanya dalam diskusi virtual.

"Jadi kita (rakyat) impression itu kesan itu juga ya siapa yang datang, bagaimana kita mau diberi kesan kalau anda tidak menyapa kami, anda tidak datang," sambungnya.

Menurutnya, Puan sudah punya rekam jejak yang bagus untuk jadi Capres 2024. Maka dari itu, Effendi mendorong Puan untuk nyapres.

"Saya ke Mbak Puan juga ayo saya bilang, justru anda yang paling berpeluang, anda trah Soekarno, anda ketua DPR, anda pernah menteri, kalau gua jadi lu gua sudah duluan maju," ujarnya.

Tak hanya dari kalangan partai, Puan juga didukung maju untuk capres oleh Relawan Wong Kito yang mendukung Puan Maharani sebagai Capres 2024.

Deklarasi Puan Maharani sebagai Capres 2024 berlangsung di Ballroom Novotel Palembang langsung dikukuhkan Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) relawan Wong Kito Joni Iskandar, Rabu (20/10/2021).

Joni mengatakan, Almarhum H.M Taufiq Kiemas ialah warga Sumsel yang mempunyai jasa yang sangat besar, khususnya bagi kota Palembang.

Disandingkan dengan Susi Pudjiastuti

Jika memang PDIP ketuk palu untuk memasangkan Puan maharani sebagai capres, lantas siapa yang pantas menjadi wakilnya? Baru - baru ini, nama Susi Pudjiastuti bergema dan dinilai pantas untuk menemani Puan Maharani sebagai cawapres 2024.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga pemilik maskapai Susi Air juga punya rentetan prestasi yang gemilang ketika menjabat sebagai menteri. 

Terbaru, ia angkat bicara soal aturan baru pemerintah terkait seluruh penumpang pesawat domestik wajib melakukan tes PCR.

Melalui akun twitternya, Susi menanggapi berita soal pernyataan Ketua Umum DPR Puan Maharani, yang meminta pemerintah menurunkan harga PCR.

"Betul Mbak Puan ... ayo teriakin yg kenceng .. harusnya PCR tidak boleh lebih dari rp 275.000," tulis Susi.

Sebelumnya pemerintah mengeluarkan aturan baru mewajibkan tes PCR bagi seluruh masyarakat yang hendak menggunakan moda transportasi udara di daerah Jawa dan Bali. Aturan tersebut mulai berlaku sejak Kamis kemarin.

Aturan tersebut dituangkan pemerintah dalam berbagai kebijakan yaitu diantaranya surat edaran Satgas Nomor 21 tahun 2021, kemudian instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 53 dan Nomor 54 tahun 2021, serta surat edaran dari Kementerian Perhubungan.

Susi Pudjiastuti menjadi figur perempuan yang diinginkan menjadi Calon Presiden di Pilpres 2024. Berada di posisi pertama, Susi mengungguli Tri Rismaharini dan Khofifah Indar Parawansa.

Hasil tersebut berdasarkan survei yang dirilis Akar Rumput Strategic Consulting dalam webinar bertema 'Sumber Kepemimpinan Nasional: Menuju 2024'.

Politisi PDIP Diah Pitaloka menanggapi positif figur calon perempuan sudah mulai diterima masyarakat. Dia bilang, hal ini adalah nilai baru.

"Ini salah satu satu nilai baru bagi pemilih Indonesia perempuan sudah mulai diterima," kata Diah.

Menurutnya, bila penilaiannya berdasarkan pengalaman dan kinerja, banyak sekali kemampuan perempuan Indonesia yang sudah terjun di wilayah politik dan publik.

"Publik sudah mulai melihat tidak ada masalah perempuan berada di tampuk kepemimpinan," kata anggota DPR ini.

Survei ARSC tersebut melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi. Dengan 60 persen berusia muda di bawah 30 tahun dan usia minimal 17 tahun.

Survei dilakukan selama periode 26 April-8 Mei 2021. Metode survei yang dipakai adalah multistage random sampling dan dilakukan melalui sambungan telepon. Adapun margin error plus minus 2,9 persen. 

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...