PILIHAN REDAKSI

Perbedaan Jadikan Kekuatan, Ansor Pasbar Gelar Seminar Nasional Moderasi Beragama

BENTENGSUMBAR.COM - Di tengah lesunya gerakan organisasi kepemudaan Islam di Kabupaten Pasaman Barat, Gerakan Pemuda Ansor tern...

Advertorial

Anak Buah Sri Mulyani Ungkap Hal Mengejutkan: Seluruh Barang Milik Negara Tak Akan Cukup Bayar Utang Pemerintah yang Dekati Rp7.000 Triliun

          Anak Buah Sri Mulyani Ungkap Hal Mengejutkan: Seluruh Barang Milik Negara Tak Akan Cukup Bayar Utang Pemerintah yang Dekati Rp7.000 Triliun
Anak Buah Sri Mulyani Ungkap Hal Mengejutkan: Seluruh Barang Milik Negara Tak Akan Cukup Bayar Utang Pemerintah yang Dekati Rp7.000 Triliun
BENTENGSUMBAR.COM - Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban melaporkan bahwa nilai keseluruhan barang milik negara (BMN) hingga akhir 2020 adalah sebesar Rp6.585 triliun.

“Jumlah BMN tersebut mencerminkan 59,3 persen dari seluruh aset negara yang sebesar Rp11.098 triliun,” ujarnya dalam sebuah webinar pada Senin, 15 November.

Menurut Rionald, nilai aset yang mencapai belasan ribu triliun itu ternyata meningkat lebih dari Rp4.000 triliun berkat strategi revaluasi BMN yang dilakukan pada 2018 lalu. 

Sebagai informasi, revaluasi aset merupakan langkah penilaian kembali aset yang dimiliki suatu entitas (kementerian/lembaga) sehingga mencerminkan nilai aset sekarang.

Namun tahukah pembaca jika nilai keseluruhan barang milik negara yang sebesar Rp6.585 triliun tersebut masih lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah utang pemerintah saat ini?

Dari data yang dirilis Kementerian Keuangan dalam APBN Kita edisi Oktober 2021 disebutkan bahwa posisi utang hingga penutupan kuartal III telah mencapai Rp6.711,52 triliun atau setara 41,38 dari produk domestik bruto (PDB). Jumlah tersebut jelas lebih tinggi jika dibandingkan dengan valuasi BMN menurut data saat ini.

Dalam catatan VOI, nilai utang pemerintah yang mendekati Rp7.000 triliun merupakan level terbaru selama ini. Pasalnya dalam kurun waktu satu tahun belakangan besaran utang masih bertengger di kisaran Rp5.000 triliun hingga melewati sedikit Rp6.000 triliun.

Akan tetapi, jika merujuk pada Undang-Undang Keuangan Negara Nomor 17 Tahun 2003 serta Undang-undang APBN, maka nilai kewajiban pemerintah masih tergolong aman karena berada di bawah ketentuan maksimal 60 persen PDB.

Untuk diketahui, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani sempat bertutur dalam sebuah rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR jika pemerintah telah membayar bunga utang sebesar Rp317,89 triliun pada 2020 lalu. Angka tersebut merupakan nilai imbal hasil yang harus dipenuhi negara untuk beban utang Rp6.080,08 triliun.

Usut punya usut, jumlah utang tahun lalu mengalami peningkatan tidak kurang dari Rp1.293,5 triliun dari atau 27,2 persen dari 2019.

Hal ini pula yang membuat beban bunga 2020 membengkak dari 2019 yang disebutkan sebesar Rp277,23 triliun. (Voi)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...