PILIHAN REDAKSI

Perbedaan Jadikan Kekuatan, Ansor Pasbar Gelar Seminar Nasional Moderasi Beragama

BENTENGSUMBAR.COM - Di tengah lesunya gerakan organisasi kepemudaan Islam di Kabupaten Pasaman Barat, Gerakan Pemuda Ansor tern...

Advertorial

Bukan Covid, Bill Gates Buka Suara Soal Ancaman Baru di Bumi!

          Bukan Covid, Bill Gates Buka Suara Soal Ancaman Baru di Bumi!
BENTENGSUMBAR.COM - Miliuner, pendiri Microsoft, Bill Gates mengungkap ancaman yang lebih mengerikan ketimbang pandemi Covid-19 bagi umat manusia. Ancaman itu adalah perubahan iklim yang bisa berimbas lebih buruk ketimbang kematian dan lumpuhnya ekonomi karena virus Corona.

Menurut Gates, cara menangani krisis iklim bisa dimulai dengan penelitian dan inovasi teknologi hijau demi mencegah bencana di seluruh dunia.

"Sekarang yang kita butuhkan adalah rencana untuk mencapai nol emisi karbon," ungkap Bill Gates seperti yang dikutip dari CNBC.com, 30 Oktober 2021.

Sayangnya, menurut Gates, untuk mencapai nol emisi karbon menjadi hal yang tersulit yang pernah dilakukan oleh manusia. 

Namun, menurutnya anak muda dan antusiasme mereka yang bisa mengambil peran paling penting untuk mencapai target tersebut.

"Dalam pengalaman saya, mereka adalah orang-orang dengan ide-ide paling baru, dan energi paling besar untuk bisa mencapai nol emisi karbon," tulis Gates.

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), sebelumnya juga telah mengeluarkan kode merah untuk kemanusiaan. Ini dilakukan saat para ilmuwan menyebutkan peringatan keras mengenai darurat iklim.

Ancaman tersebut mempengaruhi pada kehidupan manusia, seperti untuk menunda kehamilan dan juga mendapatkan anak. 

Sebab sejumlah orang berpendapat banyaknya manusia akan makin memburuk emisi yang timbul dan kekurangan pangan juga makin meningkat.

Salah satu yang pernah menyoroti masalah ini adalah pasangan Pangeran Harry dan Meghan Markle. Tahun 2019, keduanya mengatakan hanya akan memiliki anak maksimal dua orang karena masalah lingkungan.

Berdasarkan laporan Gedung Putih mengatakan cuaca ekstrem telah merugikan Amerika. Kerugian fisik dan ekonomi tambahan ini mencapai US$ 600 miliar selama lima tahun terakhir saja.

Sementara itu, risiko terkait iklim dalam rencana pensiun pekerja juga telah merugikan dana pensiunan Amerika senilai miliaran dolar.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang hadir di pertemuan G20 Italia juga menyinggung soal isu perubahan iklim. Dia mengajak pemimpin dunia mengantisipasi hal ini jika tidak peradaban akan hilang seperti yang terjadi pada Roma Kuno.

"Manusia sudah diingatkan bahwa ada sesuatu yang salah dan seharusnya kita segera mengantisipasi dengan kecepatan yang luar biasa,"ajak Johnson untuk mengurangi pengurangan karbon terutama negara-negara terbesar penghasil karbon seperti Rusia, Amerika Serikat, China, dan India, seperti dikutip dari newsobserver.com.

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...